216 J Peny Dalam, Volume 8 Nomor 3 September 2007 Artikel asli POLA JUMLAH TROMBOSIT PENDERITA DEMAM BERDARAH

DENGUE (DBD) PADA ANAK-ANAK YANG PETANDA SEROLOGINYA POSITIF Anak Agung Ngurah Subawa, I Wayan Putu Sutirta Yasa Laboratorium Patologi Klinik FK Unud/ RS Sanglah Denpasar ABSTRACT THE PATTERNS OF THROMBOCYTE AMOUNT IN PEDIATRIC PATIENT WITH DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) WHICH POSITIVE SEROLOGIC MARKER Thrombocytopenia represent one of non specific laboratory criterion to uphold diagnosed DHF specified by WHO. Existence of trombositopenia on third or fourth days of disease, will be easily diagnosed of DHF. To know the pattern of the thrombocyte amount on children suffering from DHF based on IgG and IgM serologic marker. This Research is retrospective study by seeing medical report of pediatric patient which is taken care by DHF in Sanglah Hospital Denpasar from July 2005 until June 2006. There are 42 pediatric patient suffering from DHF with the positive serologi examination result, as much 17 child (40.5%) by IgG is positive, 9 child (21.4%) IgM positive and 16 child (38.1%) by IgG and IgM positive. At fourth days of disease development, the mean of the thrombocyte amount in serologi IgG are positive is the lowest (99.8 x 10 3 /mm 3 ). At fifth days, the mean of thrombocyte amount in serologic IgG and IgM are positive is the lowest (61.7 x 10

3 /mm 3 ). At sixth days, the mean thrombocyte amount in serologic IgG are positive is the lowest (61.9 x 10 3 /mm 3 ). At seventh days, the patient having positive IgG or positive IgG and IgM, the mean of the thrombocyte amount experience of the improvement from previous day. At eighth days, patient having positive IgG and IgM were more often have the thrombocyte amount more than the other (only IgG or IgM positive). The patient suffering from second infection (IgG positive or IgG and IgM positive) at the acute phase more often have the thrombocyte amount is lower the than the primary infection (IgM Positive). Expected of continuation research with the sample amount and scope is more than before. Keywords: serologic marker, thrombocyte, dengue hemorrhagic feverPola Jumlah Trombosit Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak-Anak yang Petanda Serologinya Positif Anak Agung Ngurah Subawa, I Wayan Putu Sutirta Yasa 217 PENDAHULUAN Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan

7%) . menunjukkan dari 100 penderita anak-anak yang positif infeksi dengue.301 kasus DBD terjadi di Indonesia sejak 1 Januari hingga 30 April 2004 dan 658 kematian. 1 Bebepapa penelitian lain menunjukkan kejadian DBD lebih banyak terjadi pada anak-anak yang lebih muda dari 15 tahun. yang mencakup 30 provinsi dan terjadi kejadian luar biasa (KLB) pada 293 kota di 17 provinsi. Dilaporkan sebanyak 58. 3 Hasil penelitian Shah GS dkk 4 tahun 2006 di Bangladesh. Menurut jumlah kasus DBD di wilayah Asia Tenggara. 2 Trombositopenia merupakan salah satu kriteria laboratorium non spesifik untuk menegakkan diagnosis DBD yang ditetapkan oleh WHO.oleh 4 serotipe virus dengue (DEN-1. DEN-4) dengan daya infeksi tinggi pada manusia. 52 (61. Indonesia mendapatkan peringkat kedua setelah Thailand. DEN3. DEN-2.

1 (x10 3 /L) pada group DBD. Sedangkan penelitian Celia C Carlos dkk 5 pada tahun 2005. anak-anak yang menderita infeksi dengue menunjukkan penurunan jumlah trombosit sekitar 113.5 ± 84. BAHAN DAN CARA Penelitian ini dilaksanakan secara retrospektif dengan cara melihat catatan medis pasien anak-anak yang dirawat dengan DBD di Rumah Sakit Sanglah Denpasar dari Juli 2005 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola jumlah trombosit pada anak-anak yang menderita DBD berdasarkan petanda serologi IgG dan IgM. Adanya trombositopenia pada hari ketiga atau keempat pada saat sakit akan mempermudah diagnosis DBD.8 ± 58 (x10 3 /L) pada group demam dengue dan 58.menunjukkan trombositopenia pada penderita DBD dan DSS (Dengue Syock Syndrome).

9 anak (21. Sedangkan pemeriksaan jumlah trombosit dilakukan secara otomatis dengan alat hematology analyzer. Hasil yang didapat dari catatan medis tersebut kemudian di simpulkan dan dijabarkan secara deskriptip dengan grafik dan narasi.218 J Peny Dalam. Volume 8 Nomor 3 September 2007 0 50 100 150 IgG IgG dan IgM .1%) dengan IgG dan IgM positif. Berdasarkan catatan medis dari penderita.sampai Juni 2006. HASIL Selama bulan Juli 2005 sampai Juni 2006 terdapat 42 pasien pediatri yang menderita DBD dengan hasil pemeriksaan serologi positif. Pemeriksaan serologi IgG dan IgM dengan metode Captured Immunochromatographic.9 tahun (dengan rentang usia 8 bulan-13 tahun) dan proporsi penderita anak laki-laki sama dengan anak wanita.5%) dengan IgG positif. Rata-rata usia penderita sekitar 6. kebanyakan penderita datang ke RS Sanglah pada hari keempat perjalanan penyakit (dengan rentang saat masuk antara panas hari ke 3 sampai hari ke 5).4%) IgM positif dan 16 anak (38. sebanyak 17 anak (40.

9 ( 3 m/ 3 01x( ti s ob mort hal muj at ar-at a R Jenis Imunoglobulin Grafik 2.5 122.8 101.7 105.IgM 99.8 61.at a R 01x( 3 mm/ . Distribusi rata-rata jumlah trombosit berdasarkan jenis Imunoglobulin pada hari ke 4 perjalanan penyakit 0 100 200 IgG IgG dan IgM IgM 71.3 ti s ob mort hal muj at ar.

.3 ( Jenis Imunoglobulin Grafik 3.5±72.8 x 10 3 /mm 3 ).9 x 10 3 /mm 3 ). didapatkan rata-rata jumlah trombosit pada pasien DBD anak-anak paling rendah pada serologi IgG saja yang positif (99.9±44. dan paling tinggi pada IgM nya saja positif (122. (Tabel 2). kemudian diikuti dengan IgG dan IgM positif (101.8±65. Distribusi rata-rata jumlah trombosit berdasarkan jenis imunoglobulin pada hari ke-5 perjalanan penyakit Pada hari ke 4 perjalanan penyakit DBD.7 x 10 3 /mm 3 ).

2 x 10 3 /mm 3 ( kemudian diikuti berturut-turut dengan IgG yang positif (71.Sedangkan pada hari ke-5 perjalanan penyakit.4 x 10 3 .0 x 10 3 /mm 3 ) dan IgM yang positif (105. Pada hari ke-6 perjalanan penyakit.9±51.7±40. rata-rata jumlah trombosit menyerupai distribusi rata-rata jumlah trombosit pada hari ke-4 perjalanan penyakit yaitu paling rendah pada IgG positif (61. (Grafik 3).3±51.4 x 10 3 /mm 3 ).8±80. rata-rata jumlah trombosit pada penderita DBD anak-anak paling rendah pada serologi IgG dan IgM yang positif (61.

/mm 3 ) kemudian diikuti IgG dan IgM positif (68.7±36.5 74.4 73.4±57.4 x 10 3 /mm 3 ). (Grafik 4) 0 20 40 60 80 100 120 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Hari 7 Hari 8 104.5 .5 68.9 x 10 3 /mm 3 ) dan IgM positif (81.

7 81. Distribusi rata-rata jumlah trombosit .at a R 01x( 3 mm/ 3 ( Hari perjalanan penyakit Grafik 1.85. Distribusi jumlah trombosit penderita DBD pada anak berdasarkan hari perjalanan penyakit 0 50 100 IgG IgG dan IgM IgM 61.8 ti s ob mort hal muj at ar.at a R 01x( 3 mm/ 3 ( Jenis Imunoglobulin Grafik 4.9 68.4 ti s ob mort hal muj at ar.

2 x 10 3 /mm 3 ).5±45.2 x 10 3 /mm 3 ) atau IgG dan IgM positif (71.2±32.berdasarkan jenis Imunoglobulin pada hari ke-6 perjalanan penyakitPola Jumlah Trombosit Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak-Anak yang Petanda Serologinya Positif Anak Agung Ngurah Subawa. penderita yang mempunyai IgG positif (73. rata-rata jumlah trombositnya mengalami peningkatan dari hari sebelumnya sedangkan penderita yang mempunyai IgM saja yang positif justru masih mengalami penurunan dari hari sebelumnya (68.8 x 10 3 /mm 3 ). I Wayan Putu Sutirta Yasa 219 Pada hari ke-7 perjalanan penyakit. (Grafik 5) .9±51.

Pada hari ke-8 perjalanan penyakit yang merupakan suatu fase konvalesen sumsum tulang terjadi hiperseluler dan terutama diisi oleh eritropoisis dengan pembentukan trombosit yang sangat aktif.3±64.2±46.( Tetapi rata-rata jumlah trombosit penderita DBD anak-anak semuanya mengalami peningkatan pada perjalanan penyakit hari ke-8. Disini dapat dilihat penderita yang mempunyai IgG dan IgM positif (89. (Grafik 6) .7 x 10 3 /mm 3 ( atau IgM saja yang positif (83.5 x 10 3 /mm 3 ) cenderung memiliki jumlah trombosit yang lebih besar dari pada penderita yang hanya memiliki IgG saja positif (83.7 x 10 3 /mm 3 .3±67.

terjadi peningkatan cepat eritropoisis dan megakariosit muda.400/mm 3 Setelah hari keenam .PEMBAHASAN Rata-rata jumlah trombosit penderita DBD pada anak-anak. pada pemeriksaan sumsum tulang penderita DBD pada awal demam terdapat hipoplasia sumsum tulang dengan hambatan pematangan dari semua sistem hemopoisis terutama megakariosit. Setelah hari ke-5 sampai hari ke-8 perjalanan penyakit.500/mm 3 kemudian terus menurun dan mencapai puncaknya paling rendah pada hari keenam sekitar 60. perjalanan penyakit rata-rata jumlah trombosit mengalami kenaikan secara perlahan-lahan dimana pada hari ke 8 mencapai sekitar 85. Hal ini dapat dijelaskan. Pada fase konvalesen sumsum tulang terjadi hiperseluler dan terutama diisi oleh eritropoisis .800/mm 3 (grafik 1). tampak bahwa pada hari keempat perjalanan penyakit jumlah trombosit sekitar 104.

2 hal muj at ar-at a R 01x( tis ob mort 3 mm/ 3 ( Jenis Imunoglobulin Grafik 5. Distribusi rata-rata jumlah trombosit berdasarkan jenis Imunoglobulin pada hari ke-7 perjalanan penyakit 80 82 .5 68.dengan pembentukan trombosit yang sangat aktif.9 71. terlihat bahwa jumlah trombosit penderita DBD pada anak-anak menunjukkan pola yang spesifik terhadap antibodi IgG dan IgM yang ditimbulkan oleh infeksi virus 65 70 75 IgG IgG dan IgM IgM 73. 12 Dari hasil penelitian ini.

Pada infeksi primer (IgM positif). Sedangkan pada hari berikunya yang . Distribusi rata-rata jumlah trombosit berdasarkan jenis Imunoglobulin pada hari ke-8 perjalanan penyakit220 J Peny Dalam. Volume 8 Nomor 3 September 2007 dengue. rata-rata jumlah trombosit pada hari ke-4 sampai hari ke-6 perjalanan penyakit cenderung lebih tinggi daripada infeksi sekunder (IgG positif atau IgG dan IgM positif).3 83.84 86 88 90 IgG IgG dan IgM IgM 83.2 89.3 ti s ob mort hal muj at ar-at a R 01x( 3 m/ 3 ( Jenis Imunoglobulin Grafik 6.

Pada infeksi primer antibodi IgG meningkat sekitar demam hari ke-14 sedangkan pada infeksi sekunder antibodi IgG meningkat pada hari kedua. Seperti diketahui sebelumnya serologi yang dapat dideteksi berupa IgG dan atau IgM spesifik terhadap virus dengue merupakan respon imun humoral yang dapat terbentuk jika terinfeksi virus dengue. diagnosis infeksi sekunder dapat ditegakkan lebih dini dengan adanya peningkatan antibodi IgG dan IgM yang cepat. 11 .merupakan suatu fase konvalesen justru terjadi hal sebaliknya dimana pada infeksi primer rata-rata jumlah trombosit cenderung lebih rendah dari infeksi sekunder. Hubungan tipe serologi yang ditimbulkan dengan berat ringannya trombositopeni masih belum jelas. Antibodi ini dapat ditemukan dalam darah sekitar demam hari kelima. Diagnosis infeksi primer dapat ditegakkan dengan mendeteksi antibodi IgM setelah sakit hari kelima. Disini terlihat fase konvalesen pada infeksi primer terjadi lebih lambat dari pada infeksi sekunder yang berarti peningkatan cepat eritropoisis dan megakariosit muda selama fase konvalesen pada infeksi primer lebih lambat dari infeksi sekunder.

Adanya komplemen yang berperan dalam destruksi trombosit yaitu C3dg. merupakan bentuk aktif C3. IL-6. IL-8) dan interferon (IFN-dan IFNberhubungan dengan derajat berat DBD. ditemukan pada permukaan trombosit. Waktu terjadinya supresi sumsum tulang juga berhubungan dengan peningkatan kadar sitokin dalam darah. Kadar sitokin tersebut . interleukins (IL-2.Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya trombositopenia pada penderita DBD yaitu adanya pelepasan sitokin kedalam sirkulasi selama fase awal demam akut dari infeksi dengue. dan sejumlah C3dg positif berhubungan dengan penurunan jumlah trombosit dalam sirkulasi. sitokin tersebut antara lain tumour necrosis factor (TNF-). 710 KESIMPULAN Pola trombositopenia yang terjadi pada anak-anak yang menderita DBD menunjukkan bahwa pada awal infeksi virus dengue. penderita yang mengalami infeksi sekunder (IgG positif atau ). Selain itu trombositopenia terjadi sebagai akibat peningkatan penggunaan trombosit selama proses koagulopati konsumtif yang terjadi pada setiap penderita DBD.

I Wayan Putu Sutirta Yasa 221 Thailand. prevention and control. Halsread SB. 3. Dengue hemorrhagic fever. DAFTAR RUJUKAN 1. Am J Trop Med Hyg 1969. 2. 1962-1964.18:997-1021. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan dan diharapkan dilakukannya penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan ruang lingkup yang lebih luas.IgG dan IgM positif) cenderung jumlah trombositnya lebih rendah dari pada infeksi primer (IgM positif). diagnosis: treatment. Word Health Organization (WHO). Sedangkan pada fase konvalescen penderita yang mengalami infeksi sekunder cenderung jumlah trombositnya lebih cepat meningkat dari pada infeksi primer. 2 nd . Malang: 2005.1-24. Muswil V Patelki. Scanlon JE. Aspek laboratorium DBD dengan permasalahan dan interpretasinya.p. Dengue and chikungunya virus infection in man inPola Jumlah Trombosit Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak-Anak yang Petanda Serologinya Positif Anak Agung Ngurah Subawa. Aryati. Unpaivit P.

Nimmanitya S. Das BK. 6.ed. Celia C. Cassar O. Impication of macrophage inflammatory protein 1 alfa in the inhibition of human haematopoietic progenitor growth by dengue virus. Comparison of clinical features and hematologic abnormalities between dengue fever and dengue hemorrhagic fever among children in the philippines.12-47. 4. 2004. Am J Trop Med Hyg 2005.p.73(2): 435-40. J Gen Virol 1998. Srichaikul T. Deparis X.4(1):261-76. Bailliere s Clinical Haematology 2000. . Haematology in dengue and dengue hemorrhagic fever. Kazunori Oishi.79:1889-93. Surabaya: Airlangga University Press. 1997. Demam berdarah dengue pada anak. 7. Shah GS. Copyright © 2005 by The American Society of Tropical Medicine and Hygiene. Maria Cinco. Kathmandu University Med J 2006. Soegianto S. Carlos.13(2):261-76.p.23-44. Islam S. Geneva: WHO. Murgue B. 5. 8. Clinical and laboratory profile of dengue infection in children.

Perubahan hematologik pada infeksi dengue.9. 10. Naskah lengkap. Li SYJ. Bleeding Problems in dengue hemorrhagic fever: platelet and coagulation changes. 12.2:383. J Trop Med Pub Health 1987. Djajadiman G. Mitrakul C. editors. Hindra IS. Gubler DJ. Infect Agent Dis 1994. Dalam: Sri rezeki HH. Manifestation of thrombocytopenia in dengue-2 virus infected mice. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.81:217782. 1999. Southeast Asian. Huang KJ. Dengue hemorrhagic fever.18(13):407-12. dalam tatalaksana kasus DBD.44-54 .p. Pelatihan bagi pelatih dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam. 11. Demam berdarah dengue. Liu HS. J Gen Virol 2000. Chen SC.