Anda di halaman 1dari 4

Mangifera indica

Isolasi dan karakterisasi dari kulit batang Mangifera indica


(mangiferin)
Kulit batang Mangifera indica (mangga) dikumpulkan dari pemukiman di
Kharagpur (Bengal Barat, India) pada bulan September 2007. Diperiksa kesehatan
batang, kehigienisannya. Kemudian dikumpulkan untuk disimpan dalam beberapa waktu
yang singkat. Setelah dikumpulkan dikeringkan pada suhu kamar. Bahan dikeringkan
untuk menghilangkan kadar airnya, sehingga mencegah terjadinya pencemaran jamur,
bakteri dan pencemaran lainnya. Setelah selesai pengeringan, bahan kering tersebut lalu
digiling menjadi bubuk halus dengan menggunakan penggiling. Serbuk batang Mangifera
kemudian terkumpul dalam jumlah 1,3 kg. listrik domesticPenggunaan dalam bentuk
serbuk dilakukan agar luas permukaan simplisia terhadap pelarut pada proses maserasi
menjadi lebih besar, sehingga penarikan metabolit-metabolit dapat lebih maksimal.
Proses ekstraksi
Serbuk batang Mangifera yang sudah terkumpul kemudian diekstraksi melalui beberapa
tahap yaitu :

1. Diekstraksi dengan didihkan bersama pelarut petroleum eter (2 x 2 L; 6 jam


setiap kali). Untuk menghilangkan lemaknya sehingga dilarutkan dengan pelarut
polar seperti eter.
2. Dimaserasi dengan aseton dingin (4 x 2 L; 24 jam setiap kali) untuk
menghilangkan tanin.
3. Dan akhirnya dengan pelarut etanol 70% (4 x 1 L; 6 jam setiap kali). Fraksi
etanol dipekatkan turun kebagian bawah. Mangiferin merupakan glikosida
flavonoid, berarti dalam bentuk berikatan dengan gula (glikon). Karena itu
biasanya bersifat polar. Sesuai dengan hukum kelarutan like disolves like, artinya
kelarutan akan terjadi bila memiliki sifat kepolaran yang sama; etanol (EtOH)
merupakan pelarut yang universal yang dapat melarutkan metabolit-metabolit
sekunder di dalam tumbuhan, seperti halnya metanol (MeOH).

Proses pemisahan bahan aktif

Kemudian menggunakan rotary evaporator (Buchi Rotavapor R-210). Dengan


menurunkan tekanan maka pelarut ekstraksi akan mendidih dibawah titik didihnya
sehingga teruapkan semua dan didapat ekstrak yang pekat kemudian mangiferin
dipisahkan sebagai bedak warna kuning (2,4 g).
Analisis Kualitatif

Tes Konfirmasi untuk mangiferin terisolasi dilakukan dengan melarutkan


mangiferin terisolasi dalam etanol berair menunjukkan larutan berwarna kuning yang
mendalam karena adanya mangiferin. Selain itu, larutan beralkohol dari mangiferin
isolasi dihilangkan dengan besi klorida dan memberi warna hijau tua sedangkan dengan
ferri klorida dan asam klorida yang dihasilkan endapan kuning kehijauan dengan segera
karena adanya mangiferin.

Tahap pemurnian

Analisis HPTLC dilakukan dengan menggunakan pelat silika gel 60F254. Larutan
mangiferin hasil isolasi dan larutan mangiferin standar diberikan pada lapis-lapis sebagai
pita dengan lebar 6 mm. 10mm dari dasar pelat yang menggunakan Camag Linomat
aplikator 5 otomatis KLT dengan aliran nitrogen. Sampel disemprotkan dari penyemprot
sebanyak 10μl/sample Lempeng dikembangkan pada suhu kamar dengan asam asetat-
metanol-air-format etil (10:1:1:0.5) sebagai sistem pelarut dalam chamber kembar-
melalui kaca Camag. Sebelumnya dijenuhkan dengan uap fase gerak selama 15 menit.
Setelah mengembangkan pelat, itu dikeringkan pada 105 º C selama 15 menit. Daerah
Puncak untuk mangiferin terisolasi dan standar tercatat sebesar 270 nm menggunakan
Camag .

FTIR spectra dari mangiferin standar dan


mangiferin terisolasi dicatat dalam sebuah
spektrometer FTIR (Nexus-870) menggunakan pelet kalium bromida. sampel bubuk
dicampur dengan kalium bromida kering (KBr) dan dibuat menjadi pelat tipis untuk
analisis FTIR. Berat molekul mangiferin terisolasi ditentukan oleh spektrometer ESI-MS
(Waters, Inggris). ESI-MS spektrometer dioperasikan dalam mode ionisasi positif.
identifikasi Struktural mangiferin terisolasi dilakukan dengan 1H NMR (DMSO-D6,
200MHz) dan 13C NMR (DMSO-D6; 50 MHz).

spektrometer FTIR (Nexus-870)