Anda di halaman 1dari 2

OBSERVASI

KE SALAHSATU KELUARGA TABOT PROVINSI BENGKULU

Asal Usul Daerah Penurunan


Pada zaman penjajahan Belanda di Bengkulu,Orang Belanda menanam sebuah p
ohon di daerah penurunan yang namanya pohon gading.Pada suatu hari nenek buyut d
ari ibu Emi melihat ada seorang putri yang cantik berada dibawah pohon.Maka seme
njak Bengkulu berdiri tahun 1968 tempat itu pun dinamakan gading cempaka. Adapun
nama penurunan diambil dari jalan yang menurun, konon katanya dahulu penurunann
ya sangat curam, namun karena diadakan pembangunan akhirnya tanah di daerah itu
agak diratakan.
Peduduk disekitar Penurunan
Penduduk disekitar penurunan masih penduduk asli daerah penurunan, oleh
sebab itu kekeluargaan diantara warganya masih sangat kuat, sehingga jika ada ac
ara-acara seperti pernikahan, semua warga disana turut membantu.
Acara Tabot
Keluarga besar Ibu Emi yang sudah sekitar 100 tahun tinggal dipenurunan
masih keturunan keluarga tabot, bahkan sekarang ibu Emi mendirikan sebuah sangga
r yang dinamakan sanggar Jessica yang terbentuk tahun 2000 untuk memeriahkan pe
rayaan tabot di provisi Bengkulu.
Tabot dan Pemerintah Provinsi Bengkulu
Tabot dibiayai oleh pemerintah provinsi Bengkulu sebanyak 17 juta.
Sebagian orang menganggap bahwa tabot adalah perbuatan syirik, bahkan pemerintah
provinsi Bengkulu pernah memberikan pernyataan serupa. Sebenarnya tabot bukanla
h perbuatan syirik melainkan budaya daerah Bengkulu yang harus dipertahankan.Sed
angkan peristiwa kesurupan yang sering terjadi bukan diakibatkan oleh perayaan t
abot, tapi orang tersebut terlalu percaya dengan informasi yang berkembang di ma
syarakat.
Macam-macam Tabot
Dewasa ini ada beberapa bentuk tabot, yaitu:
1. Tabot sakral ï € Adalah tabot asli daerah Bengkulu yang bentukanya atap masjid
.
2. Tabot Pembangunan ï €Bentuknya seperti bangunan dan dapat pula bentuk lainnya.
Tabot ini adalah untuk memeriahkan acara tabot
3. Tabot imam = Tabot bangsal
Pembuatan Tabot
Pembuatan tabot dimulai pada tanggal 1-10 muharam, sedangkan pada tanggl
6 muharam diadakan cuci penja (jari-jari), namun pada prakteknya pembuatan tabo
t dimulai sebulan sebelum diadakannya kegiatan tabot tersebut.
Pembuangan Tabot
Dewasa ini dengan semakin mahalnya harga kayu, sehingga dalam pembuangan
tabot hanya kerangkaya saja yang dibuang, dan kayunya digunakan untuk membuat t
abot pada tahun berikutnya.

HEHEEHEH,,,jd ingat masa SMA,,,