Anda di halaman 1dari 6

c  


    

Ô 
  

Terbukanya gerbang era reformasi pada akhir 90-an, mengobarkan semangat


demokrasi yang semakin kuat di Indonesia. Nilai-nilai demokrasi yang dulu sempat lama
terbendung di era orde baru kini menjadi agenda utama pemerintahan reformasi. Oleh
karena itu dibutuhkan program-program guna mensosialisasikan dan mentransformasikan
nilai-nilai tersebut.

Sekian lama agenda sosialisasi-transformasi nilai-nilai demokrasi dilaksanakan


oleh pemerintah ternyata belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, Selama ini
agenda pemerintah yang masuk dalam kategori paling sukses baru menyentuh pada aspek
politik. Terealisasinya Pemilu langsung oleh rakyat dari tingkat presiden sampai tingkat
kecamatan biasa menjadi bukti nyata suksesnya agenda tersebut. Akan tetapi dilain sisi
masih banyak terjadi peristiwa atau fenomena yang menyimpang bahkan sama sekali
tidak demokratis. Masih banyak sekali terjadi demonstrasi yang berujung kerusuhan atau
kebebasan pers yang berujung pada pertikaian dan saling membuka aib.

Banyak pihak yang berpendapat bahwa persitiwa dan fenomena tersebut


adalah akibat dari kurangnya serta minimnya pengetahuan masyarakat terhadap urgensi
nilai-nilai demokrasi yang sesungguhnya. Diantara urgensi nilai-nilai demokrasi tersebut
adalah

1. kebebasan untuk berpendapat

2. kebebasan untuk membuat kelompok

3. kebebasan untuk berpartisipasi

4. kesetaraan antar warga

5. saling percaya

6. kerjasama.

7. Kesadaran akan pluralisme


Suatu kelompok atau golongan yang ada dalam masyarakat wajib menghargai
kelompok atau golongan lain.

8. Sikap yang jujur dan pikiran sehat

Demokrasi membutuhkan sikap jujur dan tulus dari setiap orang untuk bertindak
baik, sehingga keputusan yang dihasilkanpun benar-benar berdasarkan
kejujuran dan pikiran yang sehat

9. Demokrasi membutuhkan kerjasama antar warga masyarakat.

Demokrasi membutuhkan kerjasama antar anggota masyarakat, untuk


mendapatkan keputusan yang disepakati semua pihak.

10. Demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan

Dalam melaksanakan demokrasi, sikap pikiran harus bersikap dewasa. Demokrasi


juga mengharuskan adanya kesadaran yang tulus untuk menerima
kemungkinan kompromi atau kekalahan dalam pengambilan keputusan.

11. Demokrasi membutuhkan pertimbangan moral.

Demokrasi mewajibkan adanya keyakinan bahwa cara mencapai kemenangan


haruslah sejalan dengan tujuan dan berdasarkan pertimbangan moral dan
keluhuran akhlak, serta tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai
tujuan.

Akan tetapi mengingat kenyataan bahwa masyarakat Indonesia memiliki rasio


heteregonitas yang tinggi segala bentuk kebebasan tersebut haruslah dibarengi dengan
batasan-batasan untuk saling menghormati. Hal yang paling urgensi seperti inilah yang
seharusnya menjadi agenda utama pemerintah saat ini guna meminimalisir
kesalahfahaman dalam memahami nilai-nilai demokrasi yang seringkali mengakibatkan
hal-hal destruktif terhadap masyarakat.

¦ 
      

Demokrasi yang diharapkan bisa dirasakan oleh keseluruhan masyarakat
Indonesia saat ini belum bisa terwujud. Selama ini persepsi yang muncul demokrasi lebih
diidentikkan kepada hal-hal bersifat politis. Sehingga yang terjadi isu-isu demokratis
tersebut lebih berkembang pesat di kalangan partai politik. Dalam berdemokrasi belum
bisa memyentuh kepada lembaga atau masyarakat yang notabene berskala kecil.

Saat ini lembaga dan masyarakat belum bisa menerapkan pendekatan


demokrasi dalam berorganisasi atau bermasyarakat. Mereka masih memakai atau lebih
suka menerapkan pendekatan adat daan budaya masing-masing, karena dianggap sudah
menjadi kebiasaan dan lebih familiar. Akan tetapi mereka tidak sadar bahwa pendekatan-
pendekatan adat dan budaya masing-asing tersebut tidak bisa dipakai jika dihadapkan
dengan adat dan budaya yang lain. Seringkali timbul tindakan-tindakan destruktif yang
dilatarbelakangi oleh adat dan budaya. Misal jika timbul permasalahan public di
Yogyakarta, maka akan sangat tidak mungkin bila dalam menyelesaikannnya
menggunakan pendekatan adat atau budaya Batak, begitu juga sebaliknya. Oleh karena
itu dengan mengingat Indonesia memiliki rasio heterogenitas masyarakat yang sangat
tinggi, maka demokrasi yang yang menjadi asas negara saat ini diharapkan bisa
memancarkan nilai-nilai demokratisnya agar lebih universal dan dapat menjadi solusi
terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi akibat perbedaan-perbedaan yang ada tersebut.
Setidaknya menurut Dahl (2001) terdapat beebrapa keuntungan demokrasi yang selain
contoh sederhana diatas diantaranya:

1. Demokrasi menolong mencegah tumbuhnya pemerintahan oleh kaum


otokrat yang kejam dan licik.

2. Demokrasi menjamin bagi warga negaranya dengan sejumlah HAM


yangtidak diberikan dan tidak dapat diberikan oleh sistem-sitem yang
tidak demokratis.

3. Demokrasi menjamin kebebasan pribadi yang lebih luas bagi warga


negaranya daripada alternatif lain yang memungkinkan.

4. Demokrasi membantu rakyat untuk melindungi kepentingan dasarnya.


5. Hanya pemerintahan yang demokratis yang dapat memberikan
kesempatan sebesar-besarnya bagi orang-orang untuk menggunakan
kebebasab untuk menentukan nasibnya sendiri, yaitu untuk hidup di
bawah hukum yang mereka pilih sendiri.

6. Hanya pemerintahan yang demokratis yang dapat memberikan


kesempatan sebesar-besarnya untuk menjalankan tanggungjawab
moral.

7. Demokrasi membantu perkembangan manusia lebih total daripada


alternatif lain yang memungkinkan.

8. Hanya pemerintahan yang demokratis yang dapat membantu


perkembangan kadar persamaan politik yang relatif tinggi.

9. Negara-negara demokrasi perwakilan modern tidak berperang satu sama


lain.

10. Negara-negara dengan pemerintahan demokratis cenderung lebih makmur


daripada negara-negara dengan pemerintahan yang tidak demokratis.
Hal-hal diatas menjadi "pekerjaan rumah" pemerintah saat ini, pemerintahlah yang harus
bertanggungjawab karena sudah menetapkan demokrasi sebagai asas negara. Sukses di
ranah politik tidak menjadi jaminan keseluruhan masyarakat menerapkan nilai-nilai
demokrasi. Perlu adanya langkah-langkah intensif dalam mentransformasi nilai-nilai
tersbut.

D  


  

Diantara langkah-langkah dalam mentransformasikan nilai-nilai demokrasi


yang dianggap paling efektif adalah melalui jalur pendidikan. Karena hampir semua
generasi saat ini pernah menyentuh jalur tersebut, jadi apabila bisa dimaksimalkan
dengan baik oleh pemerintah, maka akan menghasilkan hasil yang signifikan dan
luas. Karena menurut Muchtar Bukhori (2002) salah satu acuan ideologis pendidikan
selain mengembangkan kreativitas, kebudayaan, dan peradaban atau Mendukung
diseminasi nilai keunggulan adalah mengembangkan nilai-nilai demokrasi, keadilan
dan keagamaan. Sementara menurut John Dewey (seorang filosof pendidikan)
menyatakan bahwa hubungan erat antara pendidikan dan demokrasi. Pendidikan
demokrasi sebagai upaya sadar untuk membentuk kemampuan warga negara dalam
berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Jika masyarakat semakin baik dalam memahami nilai-nilai dmeokrasi, maka akan
semakin memberikan partisipasi positif terhadap negara dari segala aspek.

Sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam agenda transformasi nilai-nilai


demokrasi melalui pendidikan, selain melalui pendidikan formal di
sekolah,pemerintah juga mencanangkan program non-formal dengan melakukan
pelatihan-pelatihan serta diskusi-diskusi tentang yang telah diprogramoleh
Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID). Salah satu agenda utama KID adalah
agenda "Simpul Demokrasi".

Gagasan KID untuk membentuk semacam Simpul Demokrasi didasarkan


pada pertimbangan bahwa demokrasi dapat didorong maju dengan menggunakan ber-
bagai cara yang semakin memung-kinkan berjalannya proses-proses yang membuka
partisipasi rakyat secara lebih luas. Secara umum tujuan dari pendidikan Simpul
Demokrasi adalah menumbuhkan kultur demokrasi di kalangan muda strategis
melalui sebuah mekanisme pendidikan politik yang berbasis kepada kepentingan
rakyat. Karena pendidikan adalah jalan utama untuk memperkuat kesadaran tentang
bagaimana implementasi demokrasi kerakyatan itu dibangun.

contoh :

1. Pelaksanaan pemilu

2. Pelaksanaan Demokrasi dalam pemerintahan.

3. Adanya wakil-wakil rakyat yang ikut duduk dalam kursi pemerintahan

Saran dari kami adalah :

Sebaiknya nilai-nilai demokrasi secara umum diterapkan di Indonesia lebih baik


lagi, misalnya

1. Pelaksanaan pemilu harus lebih JURDIL


2. Pelaksanaan pemrintahan harus lebih demokratis

Wakil-wakil rakyat yang duduk dalam pemerintahan harus lebih memperhatikan


aspirasi rakyat.

Hak dan tanggung jawab anak

1. Anak-anak punya hak untuk mengatakan perasaan mereka dan punya tanggungjawab untuk
belajar menghargai perasaan orang lain.
2. Anak-anak punya hak untuk menyampaikan opini, pendapat terhadap sesuatu hal, dan
mereka juga perlu belajar untuk menghargai pendapat orang lain.
3. Anak-anak punya hak untuk bermain, dan punya tanggungjawab untuk belajar menghargai
privasi orang lain.
4. Anak-anak punya hak untuk menjadi dirinya sendiri, unik, berbeda dari yang lain,tapi juga
harus belajar menghargai keunikan individu orang lain.
5. Anak punya hak memiliki jiwa bersaing, punya hak dalam segala persaingan dan punya
hak untuk memenangkannya tp mereka jg harus sportif dalam menerima kekalahan.
6. Anak-anak punya hak berbuat salah tapi punya tanggungjawab untuk belajar dr kesalahan
dan memperbaikinya.
7. Anak-anak punya hak mempunyai uang sendiri tapi punya tanggungjawab untuk
mengelola uang tersebut dengan baik misalnya dengan digunakan secara bijak, ditabung atau
diberikan pada orang lain yang membutuhkan.