P. 1
Tugas SJJ lil

Tugas SJJ lil

|Views: 94|Likes:
Dipublikasikan oleh Muhamad Dalil Haidar

More info:

Published by: Muhamad Dalil Haidar on May 23, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

Perencanaan Jembatan Komposit

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Salah satu rangkaian prasarana bagi manusia dalam mengakses daerah lain dalam menyelesaikan aktifitasnya adalah dengan menggunkan sarana jalan dan jembatan. Seperti yang kita ketahui bahwa fungsi dari jembatan adalah sebagai penghubung daerah satu dengan yang lainnya, dimana kedua daerah tersebut letaknya saling berpisah. Namun kini fungsi jembatan menjadi lebih luas lagi. Kini, fungsi jembatan selai n

menghubungkan suatu daerah, jembatan berfungsi juga untuk menambah jumlah jalan dengan maksud mengurangi kemacetan di perkotaan. Kita kini dapat melihat secara langsung ke daerah -daerah dan perkotaan bagaimana arti penting sebuah jembatan sebagai suatu s arana yang dibutuhkan oleh manusia. Kini perkembangan zaman telah begitu pesat, begitu juga dengan perkembangan teknologi. Manusia berusaha menganalisa dan menggali serta memproduksi bahan-bahan yang diperlukan untuk suatu tujuan tertentu. Salah satunya adalah baja yang digunakan untuk pembangunan jembatan. Baja merupakan salah satu bahan teknologi yang dibuat oleh manusia. Serangkaian baja yang dirangkai oleh manusia dibentuk menjadi suatu rangka konstruksi baja. Konstruksi baja merupakan sejenis konstru yang ksi sebagian besar terdapat dalam konstruksi bangunan gedung, jembatan dan lain-lain.

1.2

Rumusan Masalah Di dalam menyusun laporan Struktur Baja Jembatanini, banyak membahas materi-materi yang diberikan oleh dosen pembimbing, yakni perhitungan suatu konstruksi jembatan rangka baja yang menggunakan penampang yang terdiri dari dua atau beberapa jenis batang yang berbeda atau sama katakteristiknya yang digabung menjadi satu kesatuan penampang

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit sedemikian rupa sehingga bahan tersebut kuat dalam menahan beb yang an bekerja.

1.3

Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan laporan ini antara lain : 1. Mahasiswa dapat merencanakan jembatan komposit dan dapat menentukan dimensi profil baja yang dipakai. 2. Mahasiswa dapat merencanakan sambungan yang akan dipakai baik itu dengan baut atau dengan las. 3. Mahasiswa dapat menggambarkan detail sambungan jembatan yang telah direncanakan sebelumnya.

1.4

Cara Memperoleh Data Laporan ini dibuat dengan data yang diperoleh dari dosen pembimbing dengan melakukan teknis penulisan yang menga pada ketentuan dosen cu pembimbing, tabel-tabel baja, buku baja dan persyaratan perencanaan jembatan.

1.5

Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri dari tujuh bab yaitu : y Bab1. Berisi pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, ruang lingkup kajian, tujuan penulisan, cara memperoleh data, dan sistematika

penulisan. y Bab2. Berisi data teknis dari perencanaan konstruksi. y Bab3. Berisi tentang analisa perencanaan jembatan komposit, sampai sambungan dan kebutuhan shear connector yang dibutuhkan. y Bab 4. Berisi kesimpulan dan saran. y Lampiran berupa gambar detail sambungan.

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit

BAB II DATA TEKNIS KONSTRUKSI
2.1 Data Perencanaan

y Bentang Jembatan = 30 m y Lebar Jembatan =9m y Kelas Muatan = A / I y Mutu Baja BJ 41 Fy= 250 Mpa = 2500 kg/cm2 Fu = 410 Mpa = 4100 kg/cm2 y Mutu Beton Fc¶= 25 Mpa = 250kg/cm2 y Elastisitas Baja 200.000 Mpa = 2.000.000kg/cm2 y Tebal lantai beton kendaraan = 0,22 m y Tebal aspal = 0,1 m y Tebal genangan air = 0,1 m y Jarak antar Gelagar memanjang (b) = 1,6 m y BJ beton (K) = 24,00 KN/m2 y BJ aspal (K) = 18,00 KN/m2 y BJ air (K) = 10,00 KN/m2 y Sambungan = baut mutu tinggi

M. Dalil Haidar (08124019)

2.2 Gambar Rencana Jembatan Komposit

TIANG SANDARAN 1875 220 LANTAI KENDARAAN 220 1000 7000 1000

GELAGAR MEMANJANG 30000

1400

1400 GELAGAR MEMANJANG 9000

BALOK DIAFRAGMA

BALOK DIAFRAGMA 1000 TROTOAR 1600 1000 GELAGAR MEMANJANG

9000

1600

Ri i E

H

i

PERE CA AA

EMBATA

7000

OMPO IT |

Perencanaan Jembatan Komposit

BAB III PERENCANAAN
3.1. Analisa Pembebanan Beban Mati (DL) y Berat pelat lantai kendaraan = d x b x 1 x qbeton 0,22 x 1,6 x 1 x 24,00 y Berat aspal =0,1 x b x l x qaspal 0,1 x 1,6 x 1 x 18,00 =2,88KN/m y Berat genangan air = 0,1 x b x 1 x qair 0,1 x 1,6 x 1 x 10 y y y Berat gelagar memanjang = Berat Railing Ø 3.5" Total beban mati ( QDL )
WF

= 8,448KN/m

= 1,6KN/m = 3,3154KN/m = 0,06KN/m = 16,30KN/m

800.400.16.38

Momen dan gaya lintang akibat beban mati : DDL = ½ . QDL . l = ½ .16,30. 30 = 244,5KN MDL = 1/8 . QDL . l2 = 1/8 . 16,30 . 302 = 1833,75KNm

3.2. Pendimensian Zx =
!

7 cm

Jadi profil yang dipakai adalah WF 850.450.16.38 (Sx = 14728 cm3) Data profil: Zx= 14728 cm3 Zy= 2566 cm3 ix= 36,6 cm iy= 11,1cm = 468,34cm2 W = 367,65Kg/m
y x

= 625975 cm4

= 57738cm4 h = 850 mm
h tw

b = 450 mm tf= 38 mm tw = 16 mm
tf

M. Dalil Haidar (08124019)

 

M DL ! JFy

7 x x

x

b

Perencanaan Jembatan Komposit 1. Cek Kriteria enampang hw =850 ± 2(38) = 774

hw 1680 ” tw fy
774 1680 ” 16 250 48,375 ” 106,25 .. ok penampang kompak

3.2.3 Analisa Penampang Komposit Pada Kondisi Elastis 1, Sifat ± sifat Elastis enampang Tranformasi Ec = 0,041 * 24001,5 25 = 2,41 x 104M a

n!

Es 200000 ! ! , } Ec 24102,9

Menentukan Bef :    Tebal lat Lantai (d) = 22 cm Bentang Balok (L) = 3000 cm *22 = 198 cm

1/4 * 3000 = 750 cm = 140 cm

Jarak ntar Balok (b) = 140 cm

diambil nilai terkecil = 140 cm =1,4 m

2. Menentukan garis netral pada kondisi elastis

Btr !
y y

Bef n

!

1,4 ! 0,175 } 0,2m 8

Atr =

. tb = . 0,22 = 0.044 m2 1 1 ( Atr . tb)  As (tb  .D ) 2 2 Yna = Atr  As 1 1 (0,044. .0,22)  0,046834(0,22  .0,85) 2 2 =  = 0,351 m = 351 mm

Yna = 351 mm> tb = 220 mm, maka garis netral ada di baja

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit 

 Modulus penampang transformasi   

Kapasitas momen positif penampang adalah nilai terkecil dari :

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit

Ø 



3.2.4 Analisa Penampang Komposit Pada Kondisi Plastis
1. Menentukan garis netral pada kondisi lastis
¡

C=T 0.85 fc beff a = As fy a= As v fy 0.85 fc v b.eff =
v v v

= 39,36 cm

(gn. berada di bagian badan baja)
b.eff

0.85 fc' d Cc a Cs fy h T y fy d2 y' d2'

gn.p

Cc = 0,85 x fc x beff x a = 0,85 v 250 v 14 v 3 ,36 = 117096 Kg = 11709,6 KN As v fy  v fc v b eff v d Cs = = 

v 

v

v

v

= 258175 Kg = 25817,5 KN

As v y!

h  ?Af h  tf / 2  y 'vtw h  tf  y ' / 2 A 2 As  Af  y 'vtw

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit

y1 !

Af tf / 2  tf  y 'vtw tf  y ' / 2 Af  y 'vtw 17100 38 / 2  38  86,8 v 16 38  86,8 / 2 ! 21,499mm 17100  86,8 v 16 


y1 ! 
 

Kapasitas Momen enampang   

3.2.5 Beban Angin Yk = 2 + d + h = 2 + 0,22 + 0,85 = 3, 4 m

B

Yl

=

M. Dalil Haidar (08124019)

¢

£

y!

¢

¢

468,34

850 ? 17100 850  38 / 2 86,8 16 850  38  86,8 / 2 A 2 ! 739,261mm 468,34  17100 86,8 16
£

= 0,089 m = 0,150 m 

WK

yk Wl

yl

Perencanaan Jembatan Komposit

=
W   Va = Vb = Qw = Mw = = 100 Kg/m
2

= 0,421 m
(BMS) 

=  

= 2632,26 Kg

= 

87,74 Kg/m

q.l2 = x 8 , 4 x 302 = 9870,98 Kgm = 98,71 KNm
Qw

Vb

Va

Mw

3.2.6 Beban Hidup
qUDL = KN/m2 q LL = pKEL = 4 KN/m
¥

p LL = 4 x 1.4 m = 68,6 KN/m

Momen dan gaya lintang akibat beban hidup : DLL = ½ . qLL. l+ ½
2 LL=

½ .12,6 . 30 +½ . 68,6 = 223,3 KN l = 1/8 . 12,6 . 302 + ¼ 68,6 . 30 = 1932 KNm

MLL = 1/8 . qLL. l + ¼

LL

3.2.7 Kontrol Kekuatan Pada Kondisi Plastis
1. Kombinasi embebanan Mu total = RDL x M DL + RLL x MLL + RW x M W = (1,2 x 1833, 5)+ ( 1,6 x 1 32)+ ( 1,0 x 8, 1) = 5310,41 KNm Mnp = Mp x ø
§ ¦

= 

x 0, = 5323,301 KNm
¨

Mu total = 5310,41KNm < Mnp = 5323,301 KNm

( enampang komposit aman terhadap kondisi plastis)
3.3 Perhitungan Cara Pelaksanaan 3.3.1 Cara cor Bertahap

M. Dalil Haidar (08124019)

¤

¤

¥

¤

¤

x 1.4 m = 12,6 KN/m

Perencanaan Jembatan Komposit

y

Tahap 1 (dicor 1/3 bentang)
1/3 L

L

Momen : M1 =

1 qc l2 12 1 1 = 36 ,65.302 + 20.302 12
qbs l2 +
©

1

= 5360,63 kgm = 536063 kgcm 
  

B ef

d

y

Tahap 2 (setelah dicor 1/3 bentang)
1/3 L 1/3 L 1/3 L

L

Momen : M2 = Qc 1

2 3

L - Qc 1

3

L

= ( ( 1 v 2 v 3 ) v 1 v 3 ) ± (( 1 v 2 v 3 ) 1 3 )

2

3

3

M. Dalil Haidar (08124019)    

Tegangan : fs1 =

MI = Sx

kgc c

©  

=

,

kg/cm

_ g.n

+

64 , 48kg/cm2

Perencanaan Jembatan Komposit
= 36000 kgm = 3600000 kgcm

Tegangan : fc1 =

M 2 v Yn 3600000 v 35,1 = I tr v n 238173 v
= 12,76kg/cm2

fs2 =

M 2 v Ys = I tr
kg/cm2
" !

v 2

9

= 2 9

y

Tahap 3 (beban hidup bekerja)
# ##

q

+w

12, 6kg/cm2
0

Momen : M3

Tegangan : fc2 =

M 3 v Yn 17159870,9 8 v 35,1 = I tr v n 38173 , v
= 60,81kg/cm

fs3 =

M 3 v Ys 1715987 ,98 v 71,9 = I tr 1238173 7

= 996,46 kg/cm2

B ef

d

Maka, tegangan akhir adalah :  Pada baja = fs1 + fs2 + fs3< fy = 64 ,48 + 20 ,05+ 6,46< 2500 = 1852, kg/cm2 < 2500 kg/cm2 ...( K)

996,46kg/cm2

M. Dalil Haidar (08124019)

1

= MLL + MW = 1 150000 Kgcm + 8 0, 8Kgcm = 1 15 8 0, 8 Kgcm
% $ % $ $

)

#

20 , 05kg/cm2

((

&

60,81kg/cm2
_ _ g.n

+

(

((

'

Perencanaan Jembatan Komposit 
Pada beton = fc1 + fc2< 0.85 fc¶
= 12, 6+ 60,81<0.85 v 250 = 3,5 < 212.5 kg/cm2 ...( K)
3 3 4 7 2

3.3.2. y

Cara diberi Tumpuan Sementara di ½ Bentang
Tahap 1 baja dipasang dan diberi tumpuan di tengah bentang, kemudian beton dicor.
q DL

A C R

B

1/2 L L

qDL = qc + qbs = 20 kg/m + 36 ,65 kg/m = 108 ,65 kg/m Momen : M1 = 1 q ( 1 L)2 8 DL 2 = 1 108 ,65 (15)2 8 = 305 0,16 kgm = 305 016 kgcm Tegangan : fs1 =

M1 = Sx

16 kgcm 14728 cm

= 207,70 kg/cm2

B ef

d

y

Tahap 2, setelah beton cukup umur maka tumpuan dilepas. R=

1 2 qDL L + 2 Mc = 2 1087,65v30 + 1 L 2

M. Dalil Haidar (08124019)

5

6

5

5

6

5

+ g.n

_

207,70 kg/cm

2

v 30 0

Perencanaan Jembatan Komposit
= 203 3,44 kg
R C A B
8

1/2 L L

Momen : M2 =

4

RL=

4

203 3,44v30= 152 50,8 kgm = 152 5080 kgcm

Tegangan : fc1 =

M 2 v Yn 15295080v 35,1 = = 54,20 kg/cm2 238173, v I tr v n M 2 v Ys 2 v , fs2 = = = , kg/cm2 I tr 2
@A @@@

B ef

54,20 kg/cm
_ _ d

+

888,18 kg/cm

2

y

Tahap 3, beban hidup bekerja.

M. Dalil Haidar (08124019)

9

9

8

2

g.n

Perencanaan Jembatan Komposit

q LL + w L

L

Momen : M3

= MLL + MW = 1 150000 Kgcm + 8 0, 8Kgcm = 1 15 8 0, 8 Kgcm

Tegangan : fc2 =

M 3 v Ys 17159870,98 v 71,9 fs3 = = I tr 1238173,574
= 996,46 kg/cm2

d

Maka, tegangan akhir adalah :  Pada baja = -fs1 + fs2 + fs3 < fy = -20 , 0 + 888,18+ 6,46< 2500 = 16 6, 4kg/cm2 < 2500 kg/cm2 ...( K) 

Pada beton = fc1 + fc2< 0.85 fc¶ = 54,20+60,81<0.85 v 250 = 115,01< 212,5 kg/cm2 ...( K)
Q

3.3.3.

Diberi Jacking di Tengah Bentang

M. Dalil Haidar (08124019)

P

II

FE

=6 ,

kg/cm

B ef

G

M 3 v Yn = I tr v n
D

C

B C

B B

, 3 3

v3 , v

60,81 kg/cm
_ _

2

g.n

+

996,46 kg/cm

2

I

H H H

Perencanaan Jembatan Komposit

y

Tahap 1, baja pada batang di jacking

Pj
/2 L L

ˆ

ˆ ˆ Pj = 4 0 3,33 Kg
S S 

 

= 

 



= 0,00 cm

Agar tidak terjadi over stress pada baja saat pengecoran beton, maka      
   

, diambil nilai    

  



= 8, 0 Kg

Momen : M1 = Tegangan : fs1 =

=

=

= 3681
X X X XX

MI 36819997 ,5kgcm = =  24 , 14728cm 3 Sx

kg/cm2

B ef

+

y

Tahap 2, beton dicor.

M. Dalil Haidar (08124019)

YYY YY

24

YYY YY

d

WVVV 

,5 Kgcm

24

,

,

kg/cm2

U 



T

R 

  



kg/cm2

_

g.n

Perencanaan Jembatan Komposit

q DL

A

B

R
1/2 L L

qDL = qc + qbs = 20 kg/m + 36 ,65 kg/m = 108 ,65 kg/m Momen : M2 = 1 qDL(1/2L)2 8 = 1 108 ,65v 152 = 305 0,16 kgm = 305 016 Kgcm

8

Tegangan : fs2 = 

M2 9 1 = =  2 7,7 kg/cm2 1 72 Sx
e d

2

qDL L +

B ef

07,70 kg/cm

d

_

07,70 kg/cm

y

Tahap 3,Beton cukup umur maka jacking dilepas
hg

R

j

L

Momen : M3

=
q

(P jc+R) L =
q q r

(8, 0+ 203 3, ) 30
q r

= 530 Tegangan : fc3 =

,55 kgm = 530

55 kgcm

M 3 v Yn 15301755 v 35,1 = I tr v n 38173 v
kg/cm
t ss

= 54,

M. Dalil Haidar (08124019)

u

u

f

t

t

pp

i

i

c

R= 1

2M 2 = 1 v108 ,65v 30 + 2 1 L 2

v 305 0,16 = 03 3,44kg 15

a

b

b

a

`

`

`

`

g.n

Perencanaan Jembatan Komposit

fs3 =

M 3 v Ys 15301755 v 71,9 = 38173 I tr
v
54,22 kg/cm2 _ d _ g.n + 888,56 kg/cm2
L

= 888,56kg/cm
B ef

y

Tahap 4, beban hidup bekerja
M LL + M WL

Momen : M4

= MLL + MWL = 1 150000 Kgcm + 8 0, 8Kgcm = 1 15 8 0, 8 Kgcm
x w x w w

Tegangan : fc4 =

M 4 v Yn 17159870,9 8 v 35,1 = I tr v n 1238173 , 4 v
= 60,81 kg/cm2

fs4 =

M 4 v Ys 17159870,98 v 71,9 = 1238173,574 I tr

= 996,46 kg/cm2

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit

B ef

60,81 kg/cm2 _ d _ g.n

+

6,46 kg/cm2

B ef

54,22 Kg/cm
_ d _ _ _

2

g.n
+

+
+
2

+
+
2

+
+
2

2499,99 Kg/cm

207,70 Kg/cm

888,56 Kg/cm

996,46 Kg/cm

M. Dalil Haidar (08124019)

‚

Maka, tegangan akhir adalah :  Pada baja = -fs1- fs2 + fs3 + fs4 < fy = -24 , ±20 , 0+ 888,56+ 6,46< 2500 ( K) = 822,6 kg/cm2< 2500 kg/cm2  Pada beton =  fc3 ± fc4 < 0.85 fc¶ = 54,22 60,81<0,85 v 250 = -115,03> -212,5 kg/cm2 (TIDAK
 yy €€ y€ y yy y y

K)

60,81 Kg/cm
_ _

ƒƒ

2

115,03 Kg/cm
_ _

2

_ _
+
2 2

822,679 Kg/cm

Perencanaan Jembatan Komposit

3.4 Analisa Penampang Komposit Pada kondisi plastis pada momen positif (+) 1. Pra dimensi Dihitung akibat beban mati total IWF 850.450.16.38 = 850 mm B = 450 mm tw = 16 mm tf = 38 mm Qbs = 36 ,65 kg/m = 3,68 kN/m Sx = 14 28 fy = 250 MPa = 2500 kg/cm2 f¶c = 25 MPa = 250 kg/cm2 As = 468,34cm2 

2. Analisa penampang Cek kekompakan penampang 

Menentukan letak garis netral plastis 

=  

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit 

0.85 fc'

0.85 fc'

s'

s

s

fy

fy  



M. Dalil Haidar (08124019)

„ … …
s'

„ … …

Perencanaan Jembatan Komposit   



Maka, nilai Mn = Ts ys + Ts¶ ys¶ + C yc = x + x + 611 + 1614 08 + 1688610 = 48 = 6661412 kgcm  

x 2,58

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit

BAB IV SAMBUNGAN
4.1 Data

y y y y y y y y

Profil IWF 850.450.16.38 Vu = 650,68 KN = 12 mm fy = 250 Mpa fu = 410 Mpa Jumlah bidang geser (m) = 2 Mutu baut = A 4 0, fy baut = 2 0 Mpa Ø = 0.

Vu Mcf

4d 4d

4d 2d

4d

Mc

2d 7d 2d

Detail Sambungan Gelagar Memanjang

M. Dalil Haidar (08124019)

†

Perencanaan Jembatan Komposit

4.2 Diameter baut

Diasumsikan Diameter baut = 20 mm.

4.3 Nilai resultan gaya pada gelagar memanjang

2d

7d

2d

b = 2d + d + 2d = 11d = 11 (20 mm) = 220 mm e = ½ b = ½ (220 mm) = 110 mm Mc = ((qDL + qLL).L/2.10 m) -((qDL + qLL).10 m.5 m) = ((16,30 + 12,6) x 30/2 x 10) - ((16,30 + 12,6) x 10 x 5) = 4335 ± 1445 = 28 0 KNm Momen yang terjadi (M) = Vu.e + Mc = 650,68 KN x 0.11 m + 28 00000 kgcm = 650680kgcm +28 00000 kgcm = 2 550680 kgcm

M. Dalil Haidar (08124019)

2d 4d

4d

4d

4d

4d

4d

0.8

4d 2d

Perencanaan Jembatan Komposit

No. 1 2 3 4 5 6 8 10 11 12 13 14 15 16 1 18

Xi

Yi 32 24 16 8 0 8 16 24 32 32 24 16 8 0 8 16 24 32

Jumlah V n

Xi2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 882

Yi2 1024 5 6 256 64 0 64 256 5 6 1024 1024 5 6 256 64 0 64 256 5 6 1024 680

Kp

=

=
M . Yi
1

=3 =

4

kg x3 

=
‡ ˆ ‰

i

Yi

= KR = =
KM
 

My  K P K
“ ’

= 11 882,8 kg

M. Dalil Haidar (08124019)

“

110444,0 4159,6

14,89

’



ˆ

KMy =

M .X

§ X

”

KMx =

§ X

2

Yi

2

= =

, 3 kg 29550680 x 7 2 1 , 3 kg

=

‘

Perencanaan Jembatan Komposit

4.4 Menentukan kekuatan baut Ngeser = Ø . 0.5 fu Abaut . m = 0. x 0.5 x 41000 x (1/4 0.022) . 2 = 11,5 ton = 115 0 kg Ntumpu =
min

. d . 2.4 fu . Ø

= 0.012 x 0.02 x 2.4 x 41000x 0. = 21,25 ton = 21250kg Jadi Nbaut = 21250 kg Syarat sambungan aman : KR ” Nbaut 113882,87kg >21250 kg«.TDK OK!! KR • Nbaut Sambungan tidak aman maka harus ditambah di flens

hW

= ± 2.tf =85 ± 2 x 3.8 = ,4 cm =

Ixw

1 hw3 .tw 12 1 = ,4 3.1, 12 = 1824,64cm4

Ixs Mcw =

= 498000 cm4 Mc.Ixw Ix 28900000 v 61824,64 = 498000 = 35 815,45 kgcm = Dc.e + Mcw = 65068 x 11 + 35 815,45 = 10 3563,45 kgcm

Mu

Kp =

Vu 65068 ! ! 3614,8 kg 18 n M Yi ! ! kg KMx = 7 xi  yi  M .Yi 29550680 7 ! 2415,97 kg ! KMy = 2 2 7( xi  yi ) (882  7680 )
– — • •

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit

KR =

( KMxi 2 )  ( KMyi  KP)2 1 9) 2

2 = (11 )  (2 1 97  = 12 77 kg

Nbaut yaitu = 25400 kg Syarat KR ” Nubaut 12583,77kg ” 21250 kg«OK!! 4.5 Sambungan Baut Pada Flens Mcf = Mc ± Mcw = 28900000 - 35 815,45 = 25321845,5 kgcm Mcf 25321845,5 Kf = ! ! 297904 ,0 kg H 85 4.6 Menentukan kekuatan baut pada flens Ngeser = Ø . 0.5 fu Abaut . m = 0.9 x 0.5 x 41000 x (1/4 0.022) . 1 = 5,796 ton = 5796 kg Ntumpu =
min

. d . 2.4 fu . Ø

= 0.012 x 0.02 x 2.4 x 41000x 0.9 = 21,25 ton = 21250 kg Nu baut = 21250 kg
˜ ˜

N=

Kf Nbaut

297904,06 14,01 } 15buah 21250

2d 4d 4d 4d 4d 2d

Pelat baja t = 12 mm

300 mm

Baut Dia. 20 mm

Sambungan tampak atas pada flens dengan sambungan bautnya

M. Dalil Haidar (08124019)

2d 5d

5d 2d

Perencanaan Jembatan Komposit

4.7 Perencanaan Kebutuhan Shear Connector (SC) Garis netral = 37,05 cm, ada di baja. Maka, Sx = bef n v d v yc
v v

= = Menggunakan 6

cm

buah Stud (paku) dengan :

d = 9 mm = mm

Shear Connector H 100 = 5.26 < 5.5 ! 19 d Maka, Qn = 10. .d. Yc = 10 x 10 x 1.9 x = 36 Qn Total = 36 ,19 kg ,19 x 3 kg

100

= 109 1,

M. Dalil Haidar (08124019)

™
125 Dia.19

3 0, 0

Perencanaan Jembatan Komposit

650680

162670

7500

7500 30000

7500

7500 

Jarak shear connector untuk daerah tumpuan : s= = Qn v I r = D v Sx cm ~ cm
d e

v v 

Jarak shear connector untuk daerah lapangan : s= = Qn v I r = D v Sx 4 cm ~ 9 cm
v 3 v 4

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit

BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan Dari analisa perencanaan untuk jembatan komposit ini, didapat hasil sebagai berikut : y y y y y y y y Bentang jembatan adalah 30 meter., dan lebar jembatan adalah 9 meter. Lebar trotoar 1.0 meter dengan tebal 25 cm. Tebal pelat lantai kendaraan adalah 22 cm dengan mutu beton Fc 25 Mpa. Digunakan profil IWF 850.450.16.38untuk gelagar memanjang. Jumlah baut pada sambungan badan adalah 18 buah dengan di meter 20 mm. a Jumlah baut pada sambungan flens adalah 15 buah dengan diameter 20 mm. Shear connector menggunakan paku (stud) dengan diameter 19 mm. Kebutuhan shaer connector adalah 3 buah paku (stud) dalam satu kelompok, dan jarak tiap kelompok di daerah tumpuan adalah 40 cm. Sedangkan di daerah lapangan, jarak tiap kelompok shear connector adalah 50 cm.

4.2. Saran Dalam proses perencanaan jembatan komposit, hal yang harus diperhatikan adalah ketelitian dan ketepatan dalam perhitungannya. Penyusun sering melakukan kesalahan dalam perhitungannya karena kurang teliti, sehingga harus mengulang perhitungannya. Maka untuk mengatasi hal tersebut, harus sering asistensi kepada dosen pembimbing untuk meminimalisir ketidaktelitian agar hasil yang didapat menjadi efisien.

M. Dalil Haidar (08124019)

Perencanaan Jembatan Komposit

DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Rudy, Ir. 1987. Tabel Profil Konstruksi Baja. Yogyakarta : Kanisius. Moeljono, Drs.,SP1. 2004. Konstruksi Baja Dasar. Bandung : Politeknik Negeri Bandung. Moeljono, Drs.,SP1. 2004. Konstruksi Baja Jembatan. Bandung : Politeknik Negeri Bandung.

M. Dalil Haidar (08124019)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->