Anda di halaman 1dari 6

Eliminasi

Eliminasi merupakan bagian dari kebutuhan fisiologis seseorang yang

mana bertujuan untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme dalam tubuh

manusia yang tidak digunakan lagi. Kebutuhan eliminasi terdiri atas dua,

yaitu eliminasi urine (buang air kecil) eliminasi alvi (buang air besar).

Eliminasi urine

Sistem tubuh yang berperan dalam terjadinya proses eliminasi urine adalah

ginjal, kandung kemih, dan uretra.

 Ginjal

Ginjal berperan sebagai pengatur komposisi dan volume cairan dalam

tubuh serta penyaring darah untuk dibuang dalam bentuk urine sebagai zat

sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh dan menahannya agar tidak

bercampur dengan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

 Kandung kemih

Kandung kemih merupakan sebuah kantong yang terdiri atas otot halus,

berfungsi menampung urine. Dalam kandung kemih terdapat beberapa

lapisan jaringan otot yang paling yang paling dalam, memanjang ditengah,

dan melingkar yang disebut detrusor, berfungsi untuk mengeluarkan urine

bila terjadi kontraksi. Pada dasarnya kandung kemih terdapat lapisan

tengah jaringan otot berbentuk lingkaran bagian dalam atau disebut

sebagai otot lingkar yang berfungsi menjaga saluran antara kandung kemih
dan uretra, sehingga uretra dapat menyalurkan urine dari kandung kemih

ke luar tubuh. Penyaluran rangsangan ke kandung kemih dan rangsangan

motoris ke otot lingkar bagian dalam diatur oleh sistem simpatis. Akibat

dari rangsangan ini, otot lingkar menjadi kendor dan terjadi kontraksi

sfingter bagian dalam sehingga urine tetap tinggal dalam kandung kemih.

 Uretra

uretra merupakan organ yang berfungsi menyalurkan urine ke bagian luar.

Pada pria, uretra digunakan sebagai tempat pengaliran urine dan sistem

reproduksi. Pada wanita, uretra berfungsi sebagai tempat menyalurkan

urine ke bagian luar tubuh.

Eliminasi alvi

Sistem tubuh yang berperan dalam eliminasi alvi adalah sistem

gastrointestinal bawah yang meliputi usus halus dan usus besar. Usus

halus terdiri dari duodenum, jejunum, dan ileum, berfungsi sebagai tempat

absorbsi elektrolit Na, Cl, K, Mg, HCO3, dan kalsium. Usus besar dimulai

dari rectum, kolon, hingga anus. Usus besar merupakan bagian bawah atau

bagian ujung dari saluran pencernaan, dimulai dari katub ileum caecum

sampai ke dubur.

Faktor sosiokultural dalam eliminasi


Adat istiadat tentang privasi elminasi berbeda beda. Seperti contohnya

pada masyarakat Amerika utara mengharapkan agar fasilitas toilet merupakan

sesuatau yang pribadi. Sementara itu, budaya di Eropa menerima fasilitas toilet

yang digunakan secara bersama-sama. Faktor lain yang mempengaruhi adalah

peraturan social (misalnya, saat istirahat sekolah) mempengaruhi waktu berkemih.

Penyediaan pipa di dalam rumah mungkin jarang tersedia di daerah pemukiman

miskin, seperti didaerah pedalaman serta komunitas terpencil lain dipegunungan.

Banyak orang di pegunungan atau daerah terpencil melakukan eliminasi di sungai

dan mereka mengaku tidak bisa melakukan eliminasi di toilet. Hal ini mungkin

disebabkan oleh keterbatasan fasilitas kamar mandi dan kebiasaan individu.

Klien yang dirawat di rumah sakit jarang dapat mempertahankan privasi

saat melakukan eliminasi. Fasilitas kamar mandi sering kali digunakan bersama-

sama dengan teman sekamarnya, yang kebiasaan higiennya mungkin cukup

berbeda. Penyakit yang diderita klien sering membatasi aktivitas fisiknya dan ia

membuthkan pispot atau commode yan ditempatkan disamping tempat tidurnya.

Pemandangan, suara, dan bau yang dihubungkan kondisi tempat fasilitas toilet

digunakan bersama-sama atau pada saat menggunakan pispot sering menimbulkan

rasa malu dan mengurangi rasa nyaman. Rasa malu membuat kien mengabaikan

kebutuhannya untuk berdefekasi atau berkemih, yang dapat memulai siklus rasa

tidak nyaman yang hebat.

a. Kebiasaan Pribadi

Kebiasaan pribadi juga menjadi faktor yang mempengaruhi

eliminasi. Privasi dan waktu yang adekuat untuk eliminasi biasanya

penting untuk kebanyakan individu. Beberapa individu memelukan


distraksi (mis, membaca) untuk rileks. Kebiasaan eliminasi pribadi

mempengaruhi juga fungsi usus. Kebanyakan indivdu merasa lebih

mudah melakukan defekasi atau berkemih di kamar mandi mereka

sendiri pada waktu yang paling efektif dan paling nyaman bagi

mereka. Di dunia modern ini, banyak orang terlalu sibuk dengan

berbagai kegiatan dan pekerjaan mereka masing masing. Jadwal kerja

yang sibuk dapat mengganggu kebiasaan dan dapat mengakibakan

perubahan,seperti terjadinya masalah konstipasi. Individu harus

mencari waktu yang terbaik untuk melaksanakan eliminasinya. Refleks

gastrokolik adalah refleks yang paling mudah distimulasi untuk

menimbulkan defekasi setelah sarapan.

b. Posisi selama eliminasi

Posisi defekasi yang sudah menjadi kebiasaan pribadi juga akan

mempengaruhi .posisi jongkok merupakan posisi yang normal saat

melakukan defekasi. Toilet modern dirancang untuk memfasilitasi

posisi ini, sehingga memungkinkan individu untuk jongkok,

mengeluarkan tekanan intraabdomen dan mengkontraksi otot pahanya.

Di era modern ini, manusia menciptakan toilet dengan posisi duduk

yang memiliki sisi positif dan negatif, positifnya adalah toilet duduk

dapat membantu klien lansia atau individu yang menderita penyakit

sendi dan mungkin tidak mampu bangkit dari posisi jongkok. Sisi

negatifnya adalah tidak semua orang yang sudah terbiasa

menggunakan toilet jongkok dapat menggunakan toilet duduk

tersebut. Untuk klien imobilisasi di tempat tidur, defekasi seringkali


dirasa sulit karena posisi telentang tidak memungkinkan klien

mengontraksi otot-otot yang digunakan selama defekasi.

c. Budaya

Budaya asing yang telah masuk ke Indonesia juga menimbulkan

pengaruh pada

kegiatan eliminasi manusi. Toilet di era modern ini juga banyak terjadi

peubahan. Dewasa ini masyarakat Indonesia memilih unuk mendirikan

toilet kering seperi toilet budaya barat. Toilet ini tidak menggunakan

air, tapi menggunakan tissue untuk cebok. Masyarakat modern

mungkin sudah biasa dengan toilet semacam ini, tetapi banyak

masyarakat yang awam masih merasa risih menggunakan toilet tanpa

air.

d. Kepercayaan masyarakat

Kepercayaan jaman dahulu juga masih dilakukan oleh masyarakat

saat ini. Seperti posisisi berkemih berdiri pada laki-laki dan jongkok

pada perempuan. Seharusnya laki-laki berkemih juga dalam posisi

berjongkok.

Ada juga keprcayaan yang dipegang karena hal tersebut pamali

atau dianggap tabu untuk dilakukan. Seperti kencing dibawah pohon

atau kencing sambil berdiri.


TUGAS REVIEW SOSIOLOGI

PRINSIP SOSIAL BUDAYA DALAM PENGKAJIAN

PEMENUHAN KEBUTUHAN ELIMINASI

OLEH

A NUR MUHAIMIN ELFRAN T.


ALAMATUL M. REZKY SANDY
ANGKY DINI F. RINA OKTAVIANI
ARIYANTO RINI PURWANTI
AURA AULIA I. RIRIS AKMARETA

POLTEKKES KEMENKES MALANG


PRODI KEPERAWATAN MALANG
Mei 2011

Anda mungkin juga menyukai