Anda di halaman 1dari 5

Term of Reference (Tor)

WORKSHOP PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN


PROGRAM PENDIDIKAN JARAK JAUH UNTUK TRANSFORMASI
MASYARAKAT ISLAM MELALUI PESANTREN

ICIP-FORD FOUNDATION
Depok, 6-9 Agustus 2007

A. Latar belakang
Dahulu masjid atau rumah sang kiai menjadi pusat pendidikan Islam. Para santri
duduk lesehan berhadapan dengan sang kiai untuk belajar. Tempat-tempat pendidikan
Islam non-formal seperti inilah yang menjadi embrio terbentuknya sistem pendidikan
pondok pesantren. Dalam perkembangan lebih lanjut, pengajaran di pesantren
memiliki dua metode pengajaran, yaitu sorogan (individual) dan bandongan/wetonan
(kolektif). Dengan cara sorogan, setiap santri mendapat kesempatan untuk belajar
secara langsung dari kiai. Sementara bandongan, sekelompok santri mendengarkan
kiai yang membaca, menerjemahkan, dan menerangkan kitab.

Sekarang ini metode pengajaran di dunia pendidikan semakin beragam, termasuk di


pesantren. Paling tidak ada empat faktor yang dapat menjelaskan beragamnya
pembelajaran di dunia pendidikan: 1. Kemajuan tekonologi; 2. Perubahan gaya hidup
masyarakat; 3. Respons dunia industri; dan 4. Perkembangan dunia. Pesantren sebagai
bagian penting dari pendidikan masyarakat (secara sederhana) dapat dibedakan
menjdi dua macam, yaitu pesantren tradisional dan pesantren modern. Metode
pendidikan pesantren tradisional sering disebut sistem salafi, yang tetap
mempertahankan pengajaran kitab-kitab Islam klasik sebagai inti pendidikan di
pesantren. Sementara itu, pondok pesantren modern merupakan sistem pendidikan
yang berusaha mengintegrasikan secara penuh metode tradisional dan metode sekolah
formal (seperti madrasah).

Program Distance Learning for Islamic Society Transformation through Pesantren


yang digagas oleh ICIP dan didukung oleh The Ford Foundation yang akan
berlangsung selama tiga tahun (2007-2010) memunyai tujuan untuk mentransformasi
komunitas pesantren dan masyarakat sekitarnya agar menjadi komunitas yang
modern, terbuka, berpengetahuan dan berketerampilan. Dalam praktiknya, program
ini diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat dengan informasi, pengetahuan dan
keterampilan sesuai dengan kebutuhan setempat. Selain itu, yang tak kalah penting,
program ini juga diharapkan akan membantu meningkatkan jumlah siswa yang lulus
sekolah tingkat atas, jumlah siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan jumlah
siswa yang menguasai keterampilan sesuai kebutuhan di lingkungannya.

Sebagai tindak lanjut dari Workshop I tentang rekonfirmasi dari needs assessment
(studi penjajagan kebutuhan) yang telah menghasilkan kesepahaman program yang
masih baru buat masyarakat pesantren, ICIP yang didukung Ford Foundation akan
menyelenggarakan Workshop II tentang pengembangan materi pembelalajaran jarak
jauh melalui internet ini. Materi pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting
dalam pendidikan, termasuk pendidikan jarak jauh di pesantren dalam program ini.
Materi ini di antaranya termasuk memberikan panduan sejauh apa pencapaian
pengetahuan para santri seusai mengikuti proses belajar. Ukurannya adalah hasil
evaluasi belajar seperti yang umumnya dilakukan. Selain itu, materi juga memuat

1
tahapan materi pengajaran. Dengan itu, pembelajaran akan memunyai acuan standar,
apa yang hendak diajarkan pada para siswanya setiap tahap

Workhsop II ini akan membahas penyusunan kerangka materi pembelajaran dan


pengembangannya sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat pesantren yang
didapatkan melalui workshop pertama yang dilakukan pada bulan Juni lalu. Karena
sistem pendidikan yang baik adalah yang dapat memroyeksikan sikap yang akan
diambil terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat pada masa yang akan datang,
dengan melibatkan semua unsur pembelajar (penyelenggara, pengajar, dan peserta
ajar). Aspirasi yang muncul yang diharapkan dibahas pada workshop ini adalah:

1. Manajemen pendidikan jarak jauh berbasis ICT;


2. Paket B dan C (mata pelajaran, metode dan komposisi pembelajaran on-
line/off-line, ujian nasional dan sertifikasi);
3. Life skills (komputer, Bahasa Inggris, menjahit, perbengkelan, industri mebel,
pertanian, perikanan, peternakan dan konveksi berikut metode dan komposisi
pembelajaran on-line/off-line, ujian dan sertifikasi);
4. Pendidikan kritis dan humanisme universal (MDGs, globalisasi,
pengembangan diri, gerakan keagamaan, jender, fiqh kontemporer, toleransi,
dan kearifan lokal berikut metode dan komposisi pembelajaran on-line/off-
line, ujian dan sertifikasi);
5. Civic education (demokrasi, hukum dan HAM dan good governance berikut
metode dan komposisi pembelajaran on-line/off-line dan ujian serta
sertifikasi).

B. Tujuan
1. Menyusun kerangka materi pembelajaran;
2. Mengembangan materi pembelajaran;
3. Memahami kerjasama antaralembaga;
4. Memahami peran community coordinator (CC) dan community educator (CE);
5. Memahami kontrak kerjasama berikut hak dan kewajiban.

C. Waktu dan Tempat Penyelenggaraan Kegiatan


Workshop ini akan berlangsung selama empat hari (6- 9 Agustus 2007). Seluruh
rangkaian kegiatan akan dilakukan di Hotel Bhumi Wiyata, Jl. Margonda Raya
Depok, telepon 021 777 8040.

D. Peserta
Workshop ini akan diikuti oleh 30 peserta:
1. Dua puluh (20) peserta dari kalangan target pesantren yang terdiri dari satu (1)
kandidat community coordinator (CC), satu (1) kandidat community educator
(CE) dan satu (1) office staff dari masing-masing pesantren.
2. Mitra kerja ICIP dan The Ford Foundation.
3. Fasilitator kelompok diskusi.

2
Jadwal dan Pembicara Workshop II Penyusunan dan Pengembangan Materi Pembelajaran ODL (Open & Distance Learning)
“Pendidikan Jarak Jauh Untuk Transformasi Masyarakat Islam melalui Pesantren “

International Center for Islam and Pluralism (ICIP) & Ford Foundation
Hotel Bhumi Wiyata, Depok, 6-9 Agustus, 2007

HARI WAKTU KEGIATAN/TEMA PEMBICARA


Hari I, Senin 6 12.00-15.00 Pendaftaran peserta workshop, check in dan makan siang
Agustus 2007
15.00-17.00 Pembukaan • Meiwita, P.hD. (Ford Representative)
• Syafiq Hasyim,MA (Deputi Direktur Eksekutif
ICIP)
17.00-19.00 Ishoma
19.00-21.00 Refleksi dan review hasil workshop Fasilitator Lili Hasanuddin
sebelumnya dan harapan
Hari II, Selasa 07.00-08.30 Sarapan
7 Agustus 2007
08.30-10.00 • ICT-based Open and Distance • Pembicara: Paulina Pannen (Direktur Regional
Learning (ODL): Tahapan, Open Learning Center – SEAMO SEAMOLEC)
Pengembangan Material, Manajemen
dan Quality Assurance
10.00-10.15 Coffee break
10.15-12.00 • Wajar Dikdas dan Paket C di • Pembicara: Dr. H. Ahmad Zayadi, MPd
Pesantren: Pencapaian, Ujian (Kasubdit Pendidikan Kesetaraan dan Wajib Belajar
Nasional dan Sertifikasi Depag)
12.00 -13.00 ISHOMA
13.00 - 14.30 Diskusi Kelompok Fasilitator Lili Hasanuddin dan ICIP

3
14.30 – 15.30 Presentasi Rekomendasi Fasilitator Lili Hasanuddin
15.30 – 15.45 Coffee break dan sholat
16.00 – 17.30 Life Skills di Pesantren: Relevansi dan Pembicara: Nurcholish
Kontekstualisasi (pengembang website ENDONESIA)
17.30 – 19.00 ISHOMA
19.00 – 20.30 Diskusi Kelompok dan Presentasi Fasilitator Lili Hasanuddin
Rekomendasi
Hari III, Rabu 07.00-08.30 Sarapan
8 Agustus 2007
08.30-10.00 • Pendidikan Kritis dan Humanisme • Pembicara: Syafiq Hasyim
Universal di Pesantren: Materi dan (Deputi Direktur ICIP )
Strategi Pembelajaran
10.00-10.15 Coffee break
10.15-12.00 • Civic Education di Pesantren: Materi Pembicara: Prof. Dr. Dede Rosyada, MA
dan Strategi Pembelajaran (Dekan Fak. Tarbiyah UIN Jakarta)
12.00-13.00 ISHOMA
13.00-15.00 • Diskusi Kelompok dan Presentasi Fasilitator Lili Hasanuddin dan ICIP
Kelompok
15.00-15.30 Coffee break dan sholat
15.30-18.00 • Diskusi Kelompok dan Presentasi: Fasilitator Lili Hasanuddin dan ICIP
Penyusunan Kerangka Materi
Pembelajaran
18.00-19.00 ISHOMA
19.00-21.00 • Diskusi Diskusi Kelompok dan Fasilitator Lili Hasanuddin dan ICIP
Presentasi: Pengembangan Materi
Pembelajaran

4
Hari IV, Kamis 07.00-08.00 Sarapan dan Check-out
9 Agustus 2007
08.30 – 10.00 • Diskusi Kelompok: Kerjasama Fasilitator Lili Hasanuddin dan ICIP
Antarkelembagaan, Kontrak Kerja
(Hak dan Kewajiban), dan Peran
Community Coordinator dan
Community Educator
10.00-10.15 Coffee break

10.15-11.00 • Presentasi Kelompok: Kerjasama Fasilitator Lili Hasanuddin


Antarkelembagaan, Kontrak Kerja
(Hak dan Kewajiban), dan Peran
Community Coordinator dan
Community Educator
11.00-12.00 Penutupan • Meiwita Budiharsana, Ph.D
(Ford Representative)
• Syafiq Hasyim, MA
(Deputi Direktur Eksekutif ICIP)
12.00-12.30 Makan siang dan pulang