P. 1
Untitled

Untitled

|Views: 242|Likes:
Dipublikasikan oleh salatielidaeli

More info:

Published by: salatielidaeli on May 24, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2014

pdf

text

original

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUPH UK U M PIDANA 1.

PENGERTIAN TINDAKPIDANA BERBICARA PENGERTIAN TINDAK PIDANA MENURUTM SUDRAJAT BASSAR DALAM BUKUNYA TINDAK TINDAK PI DANA TERTENTU DIDALAM KUHP, ISTILAH INISEBAGAI TERJEMAHAN DARI BAHASAB ELANDA DE LICT ATAU STRAFBAAR FEIT YANG DAPAT JUGA DIARTIKAN DENGAN : - PERISTIWA PIDANA - PERBUATAN PIDANA - PELANGGARAN PIDANA - PERBUATAN YANG DAPAT DIHUKUM -PERBUATAN YANGB OLEH DIHUKUM PERBUATAN YANG DIGOLONGKAN TINDAK PIDANA APABILA PERBUATANITU : a. MELAWAN HUKUM b. MERUGIKAN MASYARAKAT c. DILARANGOLEH ATURAN PIDANA d. PELAKUNYA DIANCAM DENG AN PIDANA 2.PENGERTIAN DELIK KHUSUS DELIK KHUSUS / TINDAK PIDANA TERTENTU MERUPA KAN KUMPULAN ATURAN YANG MENGATUR TTG TINDAK PIDANA YANG SECARA KHUSUS (LEX SPES IALIS) ATAU YANG DIRUMUSKAN SECARA TERTENTU ATAU DIGOLONGKAN SUATU TINDAK PiDANA KHUSUS. YANG TERDAPAT DALAM KUHPidana ATAU DILUAR KUHPidana. MENURUT GOLONGAN MENURUT SIFAT HUKUM YG DIIDAM-IDAMKAN HUKUM POSITIF HUKUM FORMI L HUKUM MATERIIL HUKUM PUBLIK HUKUM PRIVAT MENURUT WAKTU & TEMPAT BERLAKUNYA 2 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur HUK UM DAN HUKUMPIDANA DI INDONESIA ANGLO SAXON EROPA KONTINENTAL HUKUM ADAT HUKUM I SLAM HKMPIDANA KUMPULAN PERATURAN HUKUM YANG MENGATUR TTG : - PERBUATAN2 YG DILA RANG - PERBUATAN2 YG DIHARUSKANOLEH UU - ANCAMAN HUKUMAN YG DPT DIJATUHKAN HUKUMPIDAN MATERIIL KUMPULAN PERATURAN HKM YG MENGATUR : - PERBUATAN2 YG DPT DIP IDANA - SIAPA SAJA YG DPT DIPIDANA - PIDANA (HUKUMAN) APA SAJA YG DPT DIJATUHKAN - DALAM HAL APA SAJA TERDAPAT PENGECUALIAN HUKUMPIDANA FORMIL CARABGMN NEGARA MELAKSANAKAN PENERAPAN HKM MATERIIL (LAKSANAK AN PEMIDANAAN) : - DLM PRAKTEK HKM SEHARI-HARI - BERKENAAN DENGAN SUATU PERKARA PIDANA - BAIK DIDALAM MAUPUN DILUAR ACARA SIDANG PERADILAN TINDAKPIDANA / STRAFBAAR FEIT (DELICT) SUATU PERBUATAN YG DILARANG MAUPUN YG DIWAJIBKAN UU, YG APABILA DILANGGAR ATAU DIABAIKAN MAKAORANG YG MELANGGAR / MENGABAIKANITU DIANCAM DENGAN PIDANA NORMA PERUMUSAN DARI JENIS PERBUATAN YG DILARANG ATAU DIWAJIBKAN SANKSI PIDANA / HUKUMAN YG DIANCAMKAN APABILA NORMAITU DILANGGAR ATAU DIABAIKAN PRIVATE (HUKUM PERDATA PUBLIK HTN HTUN HUKUM PIDANA FORMIL KUHAP H. MATERIIL GEN ERAL UU NO.1 THN 46/KUHP KEJAHATAN THDP JIWA DAN BADAN KEJAHATAN THDP HARTA BEND A SPESIALIS - UU NO.20 THN 2001 TTG TP KORUPSI - UU NO.15 THN 2003 TTG BERLAKUNY A PERPU NO.1 THN 2002 - UU NO.10 THN 1995 TTG PABEAN - UU NO.21 THN 2007 TTG PER DG ORANG - UU NO. 41 THN 1999 TTG KEHUTANAN HUKUM DELIK KHUSUS 3 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur SET IAP PERBUATAN TP YG DIRUMUSKAN / DITUANGKAN KE DALAMPASAL TERDIRI DARI NORMA DAN SANKSI JENIS TP KUHP TP KEJAHATAN (PSL 104-488) TP PELANGGARAN (PSL 489-569) KE SALAHAN DOLUS (KESENGAJAAN) CULPA (KRN SALAHNYA / LALAINYA BERDASAR WUJUD TP. CO MMISE TP YGBERWUJUD SUATU PERBUATANBAIK SENGAJA / TDK SENGAJA UNSUR YG DILARANG TP. OMMISE TP YGBERWUJUD SUATU PENGABAIAN AKAN SESUATU YG SEHARUSNYA DILAKSANAKA N PELAKU TP UMUM TP KHUSUS SYARAT PENUNTUTAN TP ADUAN TPBIASA PENGGOLONGAN TINDA K PIDANAKEJ AHATAN. 1. KEJAHATAN TERHADAP KEAMANAN NEGARA Pasal 104 -129 2. KEJA

HATAN TERHADAP MARTABAT PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN Pasal 130-139 3. KEJAHATAN T ERHADAP NEGARA SAHABAT DAN TERHADAP KEPALA NEGARA SAHABAT SERTA WAKILNYA. Pasal 140 -145 4. KEJAHATAN TERHADAP HAL MELAKUKAN KEWAJIBAN KENEGARAAN DAN HAK KENEGA RAAN. Pasal 146-153. 5. KEJAHATAN TERHADAP KETERTIBAN UMUM. Pasal 154 -181 6. PE RKELAHIAN TANDING. Pasal 182-186. 7. KEJAHATAN YANG MEMBAHAYAKAN KEAMANAN UMUMBA GI ORANG ATAUBARANG. Pasal 187-206 8. KEJAHATAN TERHADAP PENGUASA UMUM. Pasal 207 -241. 9. SUMPAH PALSU DAN KETERANGAN PALSU. Pasal 242 -243. 10. PEMALSUAN MATA UANG DAN UANG KERTAS. Pasal 244 -252. 11. PEMALSUAN METERAI DAN MEREK. Pasal 253 -262. 12. PEMALSUAN SURAT. Pasal 263-276. 13. KEJAHATAN TERHADAP ASAL USUL DAN PERKAWI NAN. Pasal 277-280. 14. KEJAHATAN TERHADAP KESUSILAAN. Pasal 281-303 15. MENINGGALKANORANG YANG PERLU DITOLONG. Pasal 304-309. 16. PENGHINAAN. Pasal 310-321. 17. MEMBUKA RAHASIA. Pasal 322-323. 18. KEJAHATAN TERHADAP KEMERDEKAANORANG. Pasal 324-337. 19. KEJAHATAN TERHADAP NYAWA. Pasal 3 38-350. 20. PENGANIAYAAN. Pasal 351-358. 21. KEALPAAN YANG MENYEBABKAN MATI / LU KA. Pasal 359-361. 22. PENCURIAN. Pasal 362-367. 23. PEMERASAN DAN PENGANCAMAN. Pasal 368-371. 24. PENGGELAPAN. Pasal 372-377. 25. PERBUATAN CURANG / PENIPUAN. Pasal 378-395. 26. PERBUATAN MERUGIKAN PEMIUTANG /ORANG YANGB ERHAK. Pasal 396-405. 27. MENGHANCURKAN ATAU MERUSAKKANBARANG. Pasal 406-412. 28. KEJAHATAN JABATAN. Pasal 413-437. 29. KEJAHATAN PELAYARAN. Pasal 438-479. 29 .a. KEJAHATAN PENERBANGAN DAN KEJAHATAN TERHADAP SARANA/PRASARANA PENERBANGAN. 3 0. PEMUDAHAN DALAM TINDAK PIDANA. Pasal 480-485. 31. ATURAN TENTANG PENGULANGAN KEJAHATAN YANGB ERSANGKUTAN DENGAN BERBAGAI BAB. Pasal 486-488. 4 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur KIA T-KIAT MEMAHAMI UNDANG-UNDANG YG BERSIFAT LEX SPESIALIS : 1. KETAHUI TTG KETENTU AN-KETENTUAN UMUM YG PADA UMUMNYA TERDAPAT PADA BAGIAN PERTAMA SETIAP UU. 2. PAH AMI TTG PEMBINAAN & PENGAWASAN ( NONPIDANA ) 3. PAHAMI TTG KEWENANGAN PENYIDIKAN & MEKANISMENYA ( HUKUM PIDANA FORMIL ) 4. PAHAMI TTG KETENTUAN -KETENTUAN PIDANA ( HUKUM PIDANA MATERILL ) 5. PERHATIKAN KETENTUAN PERALIHAN 6.B ILA KESULITAN DIDALAM PENAFSIRAN LIHATBAGI AN PENJELASAN UU TERSEBUT APLIKASIPENERAPAN UU 1. LEX SPECIALIST DEROGAT LEX GEN ERALIS ( UU YGBERSIFAT KHUSUS MENGENYAMPINGKAN UU YANG UMUM ) 2. UU TIDAKB ERLAK U SURUT 3.B ILAMANA ADA SATU PERBUATAN PIDANA YG DIATUR DIDALAMB EB ERAPA UU YAN G BERSIFAT SPESIALIS ( KHUSUS ) MAKA UU YG TERBARU PRIORITAS DITERAPKAN KEJAHATA N THDP JIWA DAN BADAN 1. MENCULIK / MERAMPAS KEMERDEKAAN ( Psl 333 - 336 KUHP ) 2. PEMBUNUHAN ( Psl 338 - 345 ) 3. MENGGUGURKAN KANDUNGAN ( Pasal 346 ± 350 KUHP ) 4. HILANGNYA NYAWA & TIMBULKAN LUKAORANG LAIN KARENA KEALPAAN ( Pasal 359 ± 361 ) 5. PENGANIAYAAN ( Pasal 351 ± 353 ) 6. MENDATANGKANBAHAYA / MENIMBULKANBAHAYABAGI JIWA,BADAN & KESEHATAN ( PsL 202, 203, 204, 187 dan 188 KUHP ) PEMBUNUHAN BENTU KPOKOK KORBAN ANAK BUNUH DIRI a. DOODSLAG / HILANGKAN NYAWA DGN SENGAJA (PSL.338 ), DIPIDANA 15 THN. b. PEMBUNUHAN YG DIDAHULUI / DISERTAI TP LAIN (PSL.339), DIP IDANA 20 THN. c. MOORD / HILANGKAN NYAWA DGN SENGAJA / DIRENCANAKAN (PSL.340), DIPIDANA MATI / SH / MAX.20THN. a. KINDER DOODSLAG / PEMBUNUHAN ANAK (PSL.341), DIPIDANA 7 THN. b. KINDER MOND / PEMUNUHAN ANAK DIRENCANAKAN (PSL.342), DIPIDANA 9THN. c. TURUT SERTA PEMBUNUHAN ANAK (PSL.343), DIPIDANA 15 THN (KARENA SDH TURUT SERTA DOODSLAG)

a. HILANGKAN NYAWA DGN SENGAJA ATAS PERMINTAAN KORBAN (PSL.344), DIPIDANA 12 THN. b. DISENGAJA MENDUKUNG / MEMBANTUORANG LAINBUNUH DIR I (PSL.345), DIPIDANA 4 THN. 5 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur PEM BUNUHAN DALAM KEADAAN TERTENTU 1. PEMBUATAN MAHAR TERHADAP LAPORAN NEGARA SAHABA T , PASAL 140 AYAT 1,2 & 3 KUHP 2. KEKERASAN TERHADAP MANUSIA ATAUBARANG MENGAKI BATKAN MATINYAORANG , PASAL 170 AYAT 2 ANGKA 3 KUHP 3. PERKELAHIAN TANDING SATU LAWAN SATU ( 1 VS 1 ) MENGAKIBATKAN LAWANNYA MENINGGAL DUNIA PASAL 184 AYAT 4 KU HP 4. SENGAJA MENIMBULKAN KEBAKARAN, PELEDAKAN ATAUBANJIR MENYEBABKANORANG MENIN GGAL DUNIA PASAL 187 ANGKA 3 KUHP 5. KELALAIAN MENIMBULKAN KEBAKARAN, PELEDAKAN ATAUB ANJIR MENYEBABKAN MENINGGAL DUNIA PASAL 188 KUHP 6. KEJAHATAN DENGAN SENGA JA HANCURKAN / MERUSAK / MEMBUAT TIDAK DAPAT DIPAKAI LAGI BANGUNAN UNTUK KEPENTI NGAN LALU LINTAS UMUM / MERINTANGI SUATU JALAN UMUM DIDARAT ATAU DIATAS AIR MENY EBABKANORANG LAIN MENINGGAL DUNIA PASAL 192 ANGKA 2 KUHP. 7. KEJAHATAN KARENA LALAI DENGAN SENGAJA HANCURKAN / MERUSAK / MEMBUAT TIDAK DAP AT DIPAKAI LAGI BANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN LALU LINTAS UMUM / MERINTANGI SUATU J ALAN UMUM DIDARAT ATAU DIATAS AIR MENYEBABKANORANG LAIN MENINGGAL DUNIA PASAL 19 3 ANGKA 2. 8. SENGAJA MENGHANCURKAN MERUSAK GEDUNG / RUMAH MENJADI HANCUR / RUSAK MENIMBULK ANORANG MENINGGAL DUNIA PASAL 200 ANGKA 3 KUHP 9. KARENA LALAI MENYEBABKAN RUSAK NYA GEDUNG / RUMAH MENJADI HANCUR / RUSAK MENIMBULKAN 6 MENINGGAL DUNIA PA SAL 2 01 ANGKA 3 KUHP 10. PERBUATAN MENARUH SUATUBAHAN KEDALAM SUATU SUMUR, POMPA AIR, MATA AIR / JARINGAN AIR MINUM UNTUK KEPENTINGAN UMUM YANG DIPAKAI SECARAB ERSAM A MENYEBABKAN MENINGGAL DUNIAORANG LAIN PSL 202 AYAT 2 KUHP. 11. KARENA LALAINYA PERBUATAN MENARU H SUATUBAHAN KEDALAM SUATU SUMUR, POMPA AIR , MATA AIR / JARINGAN AIR MINUM UNTUK KEPENTINGAN UMUM YANG DIPAKAI SECARAB ERSA MA MENYEBABKAN MENINGGAL DUNIAORANG LAIN PSL 203 AYAT 2 KUHP 12. PERBUATAN MENJUAL, MENAWARKAN, MENYERAHKAN / MEMBAGI -BAGIKANBARANG- BARANG YANG SIFATNYA BERBAHAYA BAGIJIWA ATAU KESEHATAN YANG TELAH MENYEBABKAN MENINGGAL DUNIAORANG LAIN PASAL 204 AYAT 2 KUHP. GUGURKAN KANDUNGAN 1. SENGAJA GUGURKAN A TAS PERMINTAAN WANITA KORBAN SENDIRI ( PASAL 346 KUHP ), DIPIDANA 4 THN. 2. SENG AJA GUGURKAN YANG DILAKUKANORANG LAIN TANPAIJIN DARI WANITA TERSEBUT / KORBAN ( PASAL 347 KUHP ), DIPIDANA 12 THN. 3. SENGAJA GUGURKAN YANG DILAKUKANORANG LAIN DENGAN MENDAPATIJIN DARI WANITA YAN G MENGANDUNG ( PASAL 348 KUHP ) 4. SENGAJA GUGURKAN KANDUNGAN YANG PELAKSAN AANNYA TELAH DIBANTU SEORANG DOKTER, B IDAN ATAU PERAMUOBAT -OBATAN / DUKUN ( PASAL 349 KUHP) GUGUR KANDUNGAN YANG DIPIDANA ABORTUSPROVOKATUS CRIMINALIS 6 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur PEN GANIAYAAN ( MISHANDELING ) PENGANIAYAAN KESENGAJAAN MENIMBULKAN RASA SAKIT (PIJN ) ATAU TIMBULKAN LUKAPADA TUBUH ORANG LAIN: a. PENGANIAYAAN RINGAN TIDAK TIMBULK AN RASA SAKIT / HAMBATAN (PSL 352 KUHP) , DIPIDANA 3BLN ATAU DENDA RP. ......... .. b. PENGANIAYAAN TIMBULKAN RASA SAKIT / LUKA (PSL 351 AYAT 1 KUHP) , DIPIDANA 2 TH 8 BLN. c. PENGANIAYAAN TIMBULKAN AKIBAT LUKAB ERAT / CACAT (PSL 351 KUHP AY AT 2) , DIPIDANA PALING LAMA 5 TH. d. PENGANIAYAAN MENYEBABKAN KEMATIAN (PSL 351 KUHP AYAT 3) , DIPIDANA 7 TH. e. PENGANIAYAAN DENGAN DIRENCANAKAN (PSL 353 KUHP ) , DIPIDANA PALING LAMA 4 THN. f. PENGANIAYAAN DENGAN DIRENCANAKAN TIMBULNYA AK IBAT LUKAB ERAT / CACAT (PSL 353 AYAT 2 KUHP), DIPIDANA 7 TH N. g. PENGANIAYAAN DENGAN DIRENCANAKAN AKIBATKAN MENINGGAL DUNIA (PSL 353 AYAT 3 KUHP), DIPIDANA 9 TH. MENCULIK / MERAMPAS KEMERDEKAAN a. PENCULIKAN (MEMBAWA PERGI) DARI TEMPAT KE DIAMAN / TEMPAT TINGGAL SEMENTARA (PASAL 428 KUHP) , DIPIDANA 12 THN. b. MERAMP AS / MENARIK SESEORANG YGB ELUM DEWASA (CUKUP UMUR) DARI PENGAMPUN /ORANG YG DIB ERIKAN HAKOLEH UU, DIPIDANA 7 TH N, PASAL 330 KUHP. c. MENYEMBUNYIKAN / MENARIK ANAK YGB ELUM DEWASA DARI PENGAWASANORANG YG BERWENANG, DIPIDANA 4 THN DAN BILA USIA DIBAWAH 12 THN, DIPIDANA 7 THN (PASAL 331) d. MEMBAWA PERGI / MELARIKAN WAN ITA YGBLM CUKUP UMUR TANPAIJIN WALI /ORANG TUANYA DIDALAM MAUPUN DILUAR PERNIKAH

AN , DIPIDANA 7 TH N,B ILA GUNA CARA TIPU MUSLIHAT, DIPIDANA 9 TH (PASAL 332 KUH P). e. RAMPAS KEMERDEKAAN , DIPIDANA 8 THN,B ILA LUKA 4 TH N DANB ILA AKIBATKAN MATI 12 THN. f. RAMPAS KEMERDEKAAN KARENA KEALPAAN ( PASAL 334 KUHP ) , DIPIDANA 3BL N. g. PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN 335 KUHP h. PENGANCAMAN DIPIDANA 2 THN 8BLN, 336 KUHP KEJAHATAN THD HARTA BENDA PENCURIAN PERAS & ANCAM PENGGELAPAN PENIPUAN 1. 362 (curi) 2. 363 (curat) 3. 364 (curing) 4. 365 (curas) 5. 367 (curi dlm Kel) 1. 368 (peras) 2. 369 (peras dgn modus operandi ancaman, p encemaran nama baik) 1. 372 (penggelapan ) 2. 373 (gelap ringan) 3. 374 (gelap d lm jabatan) 4. 375 (gelap oleh wali /pengampu) 1. 378 (penipuan) 2. 379 (penipua n ringan ) 3. 379 a (penipuan dgn MO mata pencaharian) 4. 380 (penipuan dgn MO s imbol palsu) 5. 381 & 382 (MO Asuransi) 6. 382 (tipu dgn persaingan curang) 7. 3 83 (penjual tipu pembeli) dihapus dgn adanya UU No.8/99 ttg PK 8. 385 perampasan / menyita tahbang 9. 386 jual makan, minuman & obat palsu 7 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur TIN DAKPIDANAPENCUCIAN UANG (MONEY LOUNDRING) SEJARAH MONEY LOUNDRING y ISTILAH MONE YLOUNDRING DIKENAL SEJAK THN 1930 DIAS . y PD WAKTUITU PARA PELAKU KEJAHATAN MEM ANFAATKAN HASIL KEJAHATANNYA UTK BELIPERUSAHAAN (PENCUCIAN PAKAIAN /LOUNDRY) y T OKOH YG TERKENAL PD SAATITU AD ALAH ALPHONSO CAPONE (ALCAPONE) - AKHIRNYA DIPENJ ARA KRN MENGHASILKAN UANG TAPI TDK MELAPORK AN y ADANYA HUKUM YG MENGATUR KERAHA SIAANBANK ML SEMAKIN MERAJALELA. y TH 1989 DI PARIS DILAKSANAKAN PERTEMUAN G.7 DIB ENTUK SATUAN TUGAS TINDAKAN KEUANGAN PD PENCUCIAN UANGFAT F (FINANCIAL ACTION TA SK FORCE ON MONEY LOUNDRING) y TH 1990 FATF MERUMUSKAN 40 REKOMENDASI SBG PARAME TER y S/D AKHIR 2004INDONESIA MASUK DLM NEGARA YG TDK KOOPERATIF (NCCT) PENGERTI AN MENURUTPro f. DR. SUTAN REMY SJAHDEIN I, SH. PENCUCIAN UANG ATAU MONEY LOUNDR ING ADALAH RANGKAIAN KEGIATAN DAN PROSES YANG DILAKUKANOLEH SESEORANG ATAUORGANI SASI THDP UANG HARAM, YAITU UANG YG BERASAL DARITINDAK PIDANA, DGN MAKSUD UTK ME NYEMBUNYIKAN ATAU MENYAMARKAN ASAL-USUL UANG TSB DARI PEMERINTAH ATAUOTORITAS YG B ERWENANG MELAKUKAN PENINDAKAN TERHADAP TINDAK PIDANA, DGN CARA ANTARA LAIN DAN TERUTA MA MEMASUKKAN UANG TERSEBUT KE DALAM SISTEM KEUANGAN (FINANCIAL SYSTEM) SEHINGGA UANG TERSEBUT KEMUDIAN DAPAT DIKELUARKAN DARI SISTEM KEUANGANITU SEBAGA I UANG HALAL. DPT DITARIK 3 UNSUR : 1. UANG YGB ERASAL DR TP 2. DGN MAKSUD MENYEMBUNYIKAN / MENYAMARKAN 3. MEMASUKKAN UANG KE DALAM SISTEM KEUANGAN TINDAKPIDANAPENCUCIAN UANG UU NO.15/2002 TTG TPPU SBGMN TLH DIUBAH DGN UU NO.25/ 2003 HUKUM MATERIIL PENCUCIAN UANGadalah : perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyumbangkan, menitipkan, membawa ke LN, menukarkan atas harta kekayaan, diketahui atau patut diduga merupakan hal; TP dgn maksud menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul ha rta kekayaan seolah-olah menjadi sah. Pasal2: Hasil TP adalah harta kekayaan yg diper oleh dari TP a ± x ; Pasal3: Setiap orang yg dengan sengaja a ± g; Pasal6: Setiap or ang yang menerima atau menguasai a ± g. Harta kekayaannya diketahui atau patut diduga merupakan TP.

Subjek Hukum: 1. Perorangan / orang 2. Korporasi HUKUM FORMAL KUHAP Penyidikan b erdasarkan KUHAP UU TPPU Adapengecualian ditentukan UU TPPU (Perlakuan terhadap saksi, prosedur perbankan dan alat bukti yg diperluas) 8 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur Per ubahan atas UU No. 15 Tahun 2002 dengan UU No. 25 Tahun2003 secara Prinsip. 1. T indak Pidana sesuai dgn Pasal 2 diperluas dan segala tindak pidana yang diancam dengan 4 tahun penjara atau lebih. 2. Pasal 10 a Pejabat atau pegawai PPATK, Pen yidik, PU, Hakim wajib merahasiakan dokumen. 3. Pasal 13 Jumlah transaksi yang m encurigakan sebelumnya Rp. 500 juta di dalam perubahan transaksi ditetapkan oleh Kepala PPATK. 4.Bantuan timbal balik dengan negara lain masalah TPPU. 5. Pasal 17 a adanya larangan kpd Direksi, Pejabat atau Pegawai PPATK, Penyidik atas lapo ran transaksi keuangan yang mencurigakan kepada pengguna jasa keuangan. Pasal 2 UU TTPU Harta kekayaan yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil kejahatan Sembunyikan / samarkan Pasal 3 UU TPPU 1. Dengan sengaja (Dolus) (Pelaku Aktif) . Menempatkan . Mentran sfer . Membayarkan . Menghibahkan . Menitipkan . Menukarkan . Membawa ke LN Deng an maksud menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul yang diketahui atau patutdid ugam erupakan hasilTP. 2. melakukan percobaan,pembantuan, atau pemufakatanjahat. Pasal 6 UU TPPU Setiap orang yang menerima atau menguasai (Culpa) (PelakuPas i f) a. Menempatkan b. Mentransfer c. Membayarkan d. Menghibahkan e. Menitipkan f. Menukarkan g. Membawa ke LN Harta kekayan yang diketahui atau patutdidugam erup akan hasilTP. a. Korupsi b. Penyuapan c. Lundup d. Lundup tenaga kerja e. Lundup imigrasi f. Perbankan g. Pasar modal h. Asuransi i. Narkotika j. Psikotropika k . Perdagangan manusia l. Perdagangan senjata api. m. Penculikan n. Terorisme o. Pencurian p. Penggelapan q. Penipuan r. Pemalsuan uang s. Perjudian t. Prostitus i u. Perpajakan v. Kehutanan w. Lingkungan hidup x. Kelautan TP diancan sanksi p idana >= 4 tahun. Baik dilakukan di Indonesia / diluar wilayah Indonesia TINDAKP PAJAK YG SENGAJA TDK MELAKSANAKAN KEWAJIBAN PELAP IDANA LAIN YG TERKAIT DNG TPPU ORAN. SETIAPORANG YG TDK MELAPORKAN JUMLAH UANG Rp. 100 JT ATAU UANG ASING DNG N ILAI SAMA UNTUK DIBAWA KELUAR ATAU KEDALAMINDONESIA. PPATK, PENYIDIK, PENUNTUT, HAKIM, SAKSI YG MEMBOCORKAN DOKUMEN &IDENTITAS PELAPOR. PPATK, PENYIDIK, PENUNTU T, HAKIM SENGAJA ATAU LALAI SEHINGGA KERAHASIAAN DOKUMEN ATAU SUMBER KETERANGAN & LAPORAN TRANSAKSI KEUANGAN TERBUKA (DIKETAHUI OLEH YG TDKB ERHAK). PEJABAT/PEG AWAI PJK YG MEMBERITAHUKAN KPD PENGGUNA JASA KEUANGAN ATAU ORANG LAIN TENTANG LA PORAN TRANSAKSIKEUANGAN YG SDG DISUSUN ATAU TELAH DISAMPAIKAN KPD PPATK. PEJABAT /PEGAWAI PPATK SERTA PENYELIDIK / PENYIDIK YG MEMBERITAHUKAN KEPADA PENGGUNA JAS A KEUANGAN TENTANG ADANYA PELAPORAN TRANSAKSI KEUANGAN YANG MENCURIGAKAN. 9 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur AZA S TP BERBARENGAN DLM KUHP MENGACU PD TEORI GABUNGAN (SAMEN LOOP) : 1. GABUNGAN S ATU PERBUATAN (EENDAADSCHE SAMEN LOOP = CONCURSUSIDEALIS) PS 63 KUHP 2. PERBUATAN YG DITERUSKAN (VOORTGEZETTE HANDELING) PS 64 KUHP 3. GABUNGAN BEBERA PA PERBUATAN (MEERDAADSCHE SAMEN LOOP = CONCURSUS REALIS) PS 65 KUHP SANGKAAN TERHADAP TPBERBARENGAN PADA UMUMNYA : 1. SANGKAAN TUNGGAL 2. SANGKAAN A LTERNATIF 3. SANGKAAN SUBSIDER 4. SANGKAAN KUMULATIF DAPATKAH DELIKPENCUCIAN UAN G LEBIH DAHULU DARIPADA DELIK ASAL? 1. KEJAHATAN TP PENCUCIAN UANGIDENTIK DGN TP PENADAHAN YG DIATUR DLM PSL 480 KUHP. 2. SANGKAAN TPPU DLM PEMBERKASAN DPTB ERDIRI SENDIRI TANPA PREDICATE CRIME 3. SUMBER HUKUM YURISPRUDENSI PUTUSAN MA : a. No. 79 K/KoR/1958, TGL 9 JULI 1958 DINYATAKANBAHWA : TDK ADA PERATURAN YG MEN GHARUSKAN LBH DULU MENUNTUT & MENGHUKUMORANG YG MENCURI SEBELUM MENUNTUT DAN MEN UNTUTORANG YG MENADAH . b. No. 103 K/Kor/1961, TGL 21 NOP 1961 DINYATAKANBAHWA TINDAK PIDANA PENADAHAN D APATB ERDIRI SENDIRI DISAMPING DAN SEDERAJAT DGN TINDAK PIDANA PENCURIAN . KETEN TUANPENYIDIKAN YANG MENYIMPANG DARI KUHP 1. AlatBukti (diperluas) 2. Mempermudah prosedur pemeriksaan keuangan diBank psl 33 UU TPPU (tidak menggunakan Prosedur UU Perbankan) 3. Ada perbedaan perlakuan thdp saksi ALAT BUKTI (diperluas)psi 3 8 UU TPPU : a. AlatBukti sebagaimana dimaksud dalam KUHAP : 1. Keterangan saksi

2. Ahli 3. Surat 4. Petunjuk 5. Keterangan Terdakwa b. Alat bukti lain berupa in formasi yg diucapkan dikirimkan, diterima, atau disimpan secara elektronik dgn a lat optik atau yang serupa dengan itu c. Dokumen sebagaimana dimaksud dlm pasal 1 angka 7 ALAT BUKTI LAIN (PASAL 38) y BERUPA INFORMASI YG DIUCAPKAN, DIKIRIM, D ITERIMA ATAU DISIMPAN SECARA ELEKTRONIK CONTOH : 1.E-MAIL 2. SMS 3. REKAMAN 4. D LL 10 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur y DARI MANA MENDAPATKAN ALAT BUKTI INI ? 1. DI TEMPAT-TEMPAT TSK MELAKUKAN TRANSAK SI 2. HP TERSANGKA 3.BAK TEMPAT TSK MELAKUKAN TRANSAKSI 4. FILE-FILE DI PERUSAHAAN TSK ATAU PARTNER 5.BANK DOKUMEN (PS 38) PS. 1 BUTIR 9 ADALAH DATA, REKAMAN, ATAUINFORMASI YANG DAPAT DIL IHAT ATAU DIDENGAR, YG DPT DIKELUARKAN DNG ATAU TANPABANTUAN SUATU SARANA,BAIK Y G TERTUANG DIATAS KERTAS,B ENDA FISIK APAPUN SELAIN KERTAS, ATAU YG TEREKAM SECA RAELEKTRONIK, TERMASUK, TETAPI TDK TERBATAS PADA : 1. TULISAN, SUARA ATAU GAMBAR. 2. PETA, RANCANGAN, FOTO, ATAU SEJENISNYA. 3. HUR UF, TANDA, ANGKA, SiMBOL ATAU PERFORASI YG MEMILIKI MAKNA ATAU DPT DIPAHAMI OLEH ORANG YG MAMPU MEMBACA ATAU MEMAHAMINYA. CONTOH : FORM APLIKASI PEMB REKENING SPESIMEN TANDA TANGAN IDENTITAS DIRI( FOTOCOPY KTP) REK KORAN BUKTITRAN S FER VOUCHER CATATAN TRANSAKSI BUKU TABUNGAN CERTIFICATE DEPOSITO FILE-FILE DI PERUSAHAAN TSK ATAU PARTNER PROSES PERBANKAN DALAM BLOKIR y PERINTAHBLOKIR DILAPORKAN THD HARTA KEKAYAAN SET IAPORANG YG TELAH DILAPORKANOLEH PPATK ATAUB ERSTATUS TSK ATAU TERDAKWA y PERINT AHBLOKIR DIBUAT SECARA TERTULIS DNG MENYEBUTKAN SCR JELAS TTG : 1. NAMA & JABATAN PENYIDIK, PENUNTUT UMU ATAU HAKIM 2.IDENTITASORANG YG TLH DILAPORKANOLEH PPATK ATAU TSK ATAU TERDAKWA 3. ALASAN PEMBLOKIRAN 4. TINDAK PIDANA YG DISANGKAKAN 5. TEMPAT HARTA KEKAYAANB ERADA y PJK MELAKSBLOKIR SESAAT TLH PERINTAHBLOKIR DITERIMA y PJK MENYERAHKANBAB LOKIR KPD PENYiDIK y HARTA KEKAYAAN YG DIBLOKIR TETAPB ERADA DI PJK YBS PROSES P ERBANKAN PERMINTAAN KET PJK y PENYIDIK, PU ATAU HAKIMB ERWENANG MINTA KET PJK TT G HARTA KEKAYAAN SETIAP ORANG YG TLH DILAPORKAN PPATK ATAU BERSTATUS TSK ATAU TE RDAKWA y UU YG MENGATUR RAHASIABANK DIKESAMPINGKAN y PERMINTAAN KET DIBUAT SCR T ERTULIS DNG MENYEBUTKAN SCR JELAS TTG : 1. NAMA & JABATAN PENYIDIK 11 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur 2. IDENTITASORANG YG TLH DILAPORKANOLEH PPATK ATAU TSK ATAU TERDAKWA 3. TINDAK PIDA NA YG DISANGKAKAN 4. TEMPAT HARTA KEKAYAANB ERADA y SRT PERMINTAAN KET HRS DITAN DATANGANI OLEH : 1. POLRI KAPOLRI ATAU KAPOLDA DPT DITANDA TANGANI OLEH PEJABAT YG DITUNJUK 2. KEJAKSAAN JAGUNG, KAJATI DPT DITANDA TANGANI OLEH PEJABAT YG DITUNJUK 3. KETUA MAJELIS HAKIM YG MENANGANI . PERLINDUNGAN PELAPOR DAN SAKSI TPPU- PP RI NO. 57 THN 2003 y PERLINDUNGAN BENTUK PERLINDUNGAN YG DIBERIKAN KPD NEGARA UNTUKB ERIKAN JAMINAN RASA AMAN DR KEMUNGKINAN ANCAMAN YG MEMBAHAYAKAN DIRI, JIWA, HAR TA & KELUARGANYA. y PELAPOR KARENA KEWAJIBANNYA SUKARELA y SAKSI ORANG YG DPTB ERIKAN KETERANGAN UNTU K KEPENTINGAN PENYIDIKAN, PRNUNTUTAN & ATAU PE RADILAN y PEMBERIAN PERLINDUNGAN WAJIB HUKUMNYA & DILAKSANAKANOLEH POLRI . BENTUKPERLINDUNGAN PERLINDUNGAN ATAS K EAMANAN PRIBADI DAN ATAU KELUARGA DARI ANCAMAN FISIK/MENTAL PERLINDUNGAN TERHADA P HARTA PERLINDUNGAN TERHADAPIDENTITAS PEMBERIAN KETERANGAN TANPAB ERTATAP MUKA TATA CARAPERLINDUNGAN 1. 1X 24 JAM SEJAK LAP DITERIMA ATAU SEORANG DITETAPKAN SB

G SAKSI POLRI LAKUKAN KLARIFIKASI 2. PERLINDUNGAN DIBERIKAN SCR TERTULIS PALING LAMBAT 1X 24 JAM SBLM PELAKSANAAN 3. APBL POLRI BLMB ERIKAN, MK PELAPOR, SAKSI, PPATK, PENYIDIK, PENUNTUT ATAU HAKIM DPT AJUKAN PERMOHONAN. 4. PERMOHONAN DIAJUK AN KPD POLRI DI WIL PELAPOR/SAKSI 5. 1X 24 JAM SETERIMA PERMOHONAN POLRI KLARIFI KASI 6.B IAYA DITANGGUNGOLEH POLRI 12 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur TI NDAKPIDANA DI BIDANGPABEAN DAN BEA CUKAI TINDAKPIDANA DI BIDANGPABEAN SANKSI DAL AM UU No. 10/95 TENTANG KEPABEANAN Secara umum sanksi berarti suatu ancaman huku man atau imbalan yang berupa beban kepada siapa saja yang melalaikan kewajiban a tau mengabaikan larangan. Wujud dari sanksi dapat berupa : Denda berupa uang Hukum an badan, terdiri penjara dan atau kurungan. Menurut UU No. 10/95, sanksi dapat dibagi dua yaitu : a) Sanksi administrasi, dan b) Sanksi pidana Secara singkat d apat dijelaskan sebagai berikut : a) Sanksi Administrasi pada dasarnya dikenakan terhadap pelanggaran yang bersifat administratif, yaitu yangt id ak mengak ibat k ank erugi anK eu an g anN e gar a. b) SedangkanSan ksi Pi dana dikenakan terha dap pelanggaran yang bersifat pidana, yaitu yang mengakibatkan kerugian Keuangan Negara. 1. SANKSI ADMINISTRASI Undang-undang No. 10/95 mengatur sanksi administ rasi tersebar dari Pasal 7 ayat (3) sampai dengan Pasal 114. Sanksi administrasi tersebut dapat berupa Denda Administrasi yang ditentukan sebagai berikut: 1.Besarnya dinyatakan dalam nilai rupiah tertentu. 2.Besarnya dinyatakan dalam persentase dariBea Masuk yang seharusnya dibayar. 3. Minimum sampai dengan maksimum yang besarnya dinyatakan dengan nilai rupiah. 4. Minimum sampai dengan maksimum yang besarnya dinyatakan daiam persentase tert entu dari kekurangan pembayaranBea Masuk. 2. SANKSIPIDANA Dalam UU No. 10/95 yan g mengatur sanksi pidana adalahBabX IV mulai dari Pasal 102 sampai dengan Pasal 111, dari Pasal-Pasal tersebut yang paling penting adalah Pasal 102 dan Pasal 10 3, yang selengkapnya sebagai berikut: 1.Pas al102 Barang siapa yang mengimpor atau mengekspor atau mencoba mengimpor a tau mengekspor barang tanpa mengindahkan ketentuan undang-undang ini dipidana ka rena melakukan penyelundupan dengan pidana penjara paling lama delapan tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000, - (lima ratus juta rupiah). 2.P as al103 Barangsiapa yang : a. menyerahkan Pemberitahuan Pabean dan/atau dok umen pelengkap pabean dan/atau keterangan lisan atau tertulis yang palsu atau di palsukan yang digunakan untuk pemenuhan Kewajiban Pabean; b. mengeluarkan barang impor dari Kawasan Pabean atau dari tempat PenimbunanBeri kat, tanpa persetujuan PejabatBea dan Cukai dengan maksud untuk mengelakkan pemb ayaranBea Masuk dan/atau pungutan negara lainnya dalam rangka impor, membuat, me nyetujui, atau serta dalam penambahan data palsu ke dalam buku catatan; atau c. menimbun, mengimpor, memiliki, membeli, menjual, menukar, memperoleh atau mem berikan barang impor yang berasal dari tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102. Dipidana 13 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur de ngan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 250. 000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah). TINDAKPIDANA DI BIDANG CUKAI 1. SA NKSI ADMINISTRASI Sedangkan undang-undang No. 11/95 mengatur sanksi administrasi tersebar dari Pasal 7 ayat (7) sampai dengan Pasal 64. Adapun sanksi administra si tersebut dapat berupad en da administrasiya ng ditentukan sebagai berikut : 1.Besarnya dinyatakan 10 % per bulan dari nilai cukai yang seharusnya dibayar. 2. Maksimum sampai dengan minimum kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. 3. Denda maksimum yang dinyatakan dalam nilai rupiah tertentu. 4. Denda yang dinyatakan dengan satu kali nilai cukai. 5. Maksimum sampai dengan minimum yang besarnya dinyatakan dengan nilai rupiah t ertentu. 6. Yang besarnya berupa perkalian dari nilai cukai. 2. SANKSIPIDANA Undang-undang No. 11/1995 yang mengatur Saksi Pidana adalahBabX II dari Pasal 50 sampai dengan Pasal 62. dari Pasal-Pasal tersebut yang paling p enting adalah Pasal 50 dan Pasal 55, yang selengkapnya sebagai berikut : Pasal50 "Barang siapa tanpa memiliki izin sebagaimana dimaksud Pasal 14 menjalan

kan usaha pabrik, Tempat Penyimpanan atau mengimporBarang Kena Cukai yang peluna san cukainya dengan cara pelekatan pita cukai yang mengakibatkan kerugian negara , dipidana dengan penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak se puluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar." Pasal55 "Barang siapa secara melawan hukum : a. membuat, meniru, memalsukan pita cukai; atau b. membeli, menyimpan, mempergunakan, menjual, menawarkan, menyerah kan, menyediakan untuk dijual, atau mengimpor pita cukai yang palsu atau dipalsu kan atau dibuat secara melawan hukum; atau c. mempergunakan, menjual, menawarkan, menyerahkan, menyediakan untuk dijual ata u mengimpor pita cukai yang sudah dipakai dipidana dengan pidana panjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak dua puluh kali nilai cukai yang s eharusnya dibayar. UNDANG-UNDANG NO. 10/95 SANKSI ADMINISTRATIF BERUPA DENDA ADMINISTRASI (D.A) Tab el 1 No Pasal Ayat Uraian Sanksi (Denda Adm) Lama Revisi / Pemberatan 1 52 Baran g siapa yang tidak menyelenggarakan pembukuan Rp. 5 jt Rp. 50 jt 2 25,26 (4)Peny alahgunaanFasilitas Pembebasan Bea Masuk 100 % dariBM Min 100 % Max 500 % DariBM 3 7 (3), (4)Kesalahan Pengangkut Max Rp. 25 jt Min Rp. 2,5 jt Min Rp. 25 jt Max Rp. 250 jt 4 Kesalahan Pemberitahuan Nilai Pabean Max 500 % Min 100 % dari keku ranganBM Min 50 % Max 1000 % dari kekuranganBM 14 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur SA NKSIPIDANA BERUPAPENJARA DAN/ATAU DENDA Tabel 2 No Pasal Ayat Uraian Sanksi (Den da Adm) Lama Revisi / Pemberatan 1 102 Penyelundupan Penjara 8 th dan denda max Rp. 500 jt Penjara min 2 th Max 10 th dan denda min Rp.50 jt Max Rp. 5 milyar 2 103 Pemalsuandokumendan penadahan Penjara max 5 th dan / atau denda Max Rp. 25 0 jt Penjara min 2 th, Max 8 th dan denda Min Rp. 100 jt Max Rp. 5 milyar SANKSI ADMINISTRATIF BERUPA DENDA ADMINISTRASI (D.A) Tabel 3 No Pasal Ayat Uraia n Sanksi (Denda Adm) Lama Revisi / Pemberatan 1 14 (7) Tanpa ijin menjalankan us aha Pabrik/TP/TPE/ Importir BKC Max Rp. 100 jt Min Rp. 20 jt Max Rp. 200 jt 2 16 (3) PengusahaBKC yg tidak melakukan pencatatan1x nilai cukaiBKC yang tidak dica tat Rp. 50 jt 3 39 (2) Menghalangi Audit yang dilakukanBea Cukai Max Rp. 50 jt M in Rp. 5 jt Min Rp. 25 jt Max Rp. 250 jt SANKSI ADMINISTRATIF BERUPA DENDA ADMIN ISTRASI Tabel 4 No Pasal Ayat Uraian Sanksi (Denda Adm) Lama Revisi / Pemberatan 1 50 PengusahaBKC tanpa izin yang mengakibatkan kerugian negara Penjara Max 4 t h dan denda Max 10x nilai cukai Penjara Min 1 th Max 10 th dan denda Min 2x Max 10x nilai cukai 2 55 Membuat, meniru, membeli, menyimpan, mempergunakan, menyerahkan, menjual atau mengimpor pita cukai palsu atau bekas pakai Penjara Max 8 th dan denda Max 20x nilai cukai Penjara Min 1 th Max 8 th dan den da Min 10x Max 20x nilai cukai 3 53 Menyerahkan atau, menggunakan buku, catatan atau dokumen palsu Penjara Max 5 th dan denda Max Rp. 150 jt Penjara Min 1 th Max 6 th dan denda Min Rp. 75 jt Max Rp. 750 jt 4 57 Merusak kunci / segel atau tanda pengaman Penjara Max 2 th dan denda Max Rp . 150 jt Penjara Min 1 th Max 2 th 8 bulan dan / atau denda Min Rp. 75 jt Max Rp . 750 jt 15 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur RA NGKUMAN 1. Undang-undang tentang Kepabeanan dan Cukai yang disahkan pada tahun 1 995 sudah berumur lebih dari 10 tahun. Sudah saatnya untulc direvisi. 2. Diantar

a materi revisi yang sangat perlu dipahami bersama adalah Pemberatan Sanksi, men gingat perkembangan zaman yang begitu pesat. 3. Sanksi di bidang Kepabeanan maup un Cukai dapat dibagi dua yaitu : SanksiAdministrasi - tidak merugikan keuangan negara. Sanksi Pidana - mengakibatkan kerugian keuangan negara. 4. Adapun pihak yang memutuskan / menetapkan sanksi tersebut butir 3 adalah : Sanksi Administras i ² PejabatBea dan Cukai. Sanksi Pidana ² Hakim Pengadilan Negeri. 5.Besarnya sanksi bervariasi sesuai dengan jenis maupun bobot kasusnya. Namun sanksi yang berlaku saat ini terasa kurang memadai 6. Pesatnya perubahan baik teknologi informasi, perilaku ekonomi ataupun jenis maupun jaringan kejahatan, maka perlu direvisi ma upun pemberatan atas sanksi. TINDAKPIDANAPERDAGANGAN ORANG ( TRAFICKING INPERSON ) (UU NO. 21 TAHUN 2007) LATAR BELAKANG TERJADINYA TPPO DAMPAK NEGATIF KRISISEK ONOMI TIMBULKANBANYAK PENGANGGURAN, KEMISKINAN, DISERTAI SULITNYA MENCARI PEKERJA AN DAN ADANYA KONFLIK SOSIAL AKIBATKAN PERGERAKAN NAKER KE KOTAB ESAR KE DAERAHIN DUSTRI & KE LUAR NEGERI UTK CARI PENGHIDUPAN YG LEBIH LAYAK YG DIBAHAS DI SINI ADALAH NAKER YGB ERMASALAH, KHUSUSNYA YGB ERSTATUS SBG PRT, PE LAYAN RESTORAN DAN TEMPAT HIBURAN SERTA KORBAN TRAFFICKING. SEIRING PERKEMBANGAN JAMAN,B ERKEMBANG PULA KEKRSN THD PEREMPUAN DAN ANAK SHGBGMB ENTUK PERLINDUNGAN NYA YG SERING DIPERTANYAKANORANG. ADANYA PRILAKU HIDUP KOMSUMTIF KORBANPERDAGANGA N ORANG (TPPO) y KORBAN TDKB ERANI MELAPOR ATAU TDK TAHU HRS LAPOR KEMANA SLO POL RI DI K. LUMPUR TH. 2003 : 125 KASUS DIMANA 14 ANAK PEREMPUAN USIA SEKITAR 14-18 TH JADI KORBAN PELECAHAN SUSILA DI MALAYSIA DARI DLM NEGERI : TEMPAT RAWANTRAFIC KING INPERSON (BATAM,BALAI KARIMUN, TG PINANG & KOTA2B ESAR, DAERAH PERINDUSTRIA N ) DARI LUAR NEGERI : MALAYSIA, TIMUR TENGAH, AUSTRALIA KORBAN TERTINGGI DI INDON ESIAB ERASAL DARI JAWABARAT KHUSUSNYA CIANJUR DAN INDRAMAYU KASUS TKI / TKW SEBE LUM BERANGKAT y TDK MILIKI AKSESINFO YG VALID TTG PROSEDUR & SYARAT KERJA DI LN PEREKRUTAN DILAK SCRILLEGAL PEMALSUAN DOK. y PUNGLI & PERLAKUAN DISKRIMINATIF. y PUNGUTANOLEH PJTKI YG TERLALUBSR. y TERJEBAK RENTENIR. 16 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur DIT IPU. DIPERJUALB ELIKA N ANTAR CALO. PEMERAS AN . KONDISI PENAMPUNGAN YGBURUK DLL . PD SAAT BEKERJA y DIPERJUALB ELIKAN AGENCY/MAJIKAN. y JNS PEK TDK SESUAI DGN PER JANJIAN KERJA. y JAM KERJA MELAMPAUI BATAS TANPA UANG LEMBUR. y AKOMODASI DI RMH MAJIKANBURUK. y GAJI DIPOTONG PJTKI y GAJI TDK DIBAYAR. y KRG PERHATIAN FAKTOR KESELAMATAN KERJA y KORBAN PELECEHAN MAJIKAN / KELUARGA MAJIKAN y HAMIL / STRES / DEPRESI y DLL. PADA SAAT PULANG TAK TERPENUHI HAK-HAK ASURANSI, RESTITUSI PAJAK , TABUNGAN & HILANGNYA BARANG. PERLAKUAN YG DISKRIMINATIF DI BANDARA. HRSBAYAR SENDIRI ONGKOS PSWT/KPL KETIKA PULANG DARI LN. SAKIT TDK DPT PERAWATAN MEDIS/KETIADAAN CRISIS CENTRE. PULANG DLM KONDISI HAMIL TERJADI PEMERASANOLEHOKNUM / POK MASYARAKAT TERTENT TERJADI PERUBAHAN POLA HIDUP STRES / DEPRESI / GANGGUAN JIWA DLL . MO SINDIKAT DI MALAYSIA y Rekrut naker wanita 15-25 th y Manfaatkan calo2 naker ( Tauke ), teman korban, iklan srt kabar dsb. y Janjikan kerja di Resto/RM, peke rja pabrik, PRT, penjaga toko dsb diimingi gaji Tinggi /Besar y Tanpa caliing vi sa/ work permit, KTP dan Passport dipalsukan, umur muda dinaikkan, yg tua dimuda kan hindari jeratan hukum. y Jaringan terputus Tdk ada kantor, kontrak sementara, perpindah-pindah y Jalur msk Jkt-Pontianak-Entikong-Kuching- Kuala Lumpur y Bata m/Tj. Pinang/Tg balai Karimun - Semenanjung (Pelabuhan Stulang Laut, Kukup, Pasi r Gudang, TgBelungkur) ± KL y Korban dijual ke Agen (Tauke) & Germo/Bapak Ayam y D isekap di Apartemen/ Hotel - dipekerjakan sbg PSK/ Pelacur y Dokumen Pasport dip egang Sindikat/Majikan/ Mucikari y Tdk boleh gunakan alat Komunikasi/ Handphone y Biaya yg dikeluarkan Agen/ sindikat sbg hutang & korban hrs bayar dg layani ta mu 150 kali (kongke) y Tanpa diberi uang (hanya makan 2X sehari) y Cara bekerja

PSK : -Kerja Kereta (Standby di kendaraan/mobil (tunggu panggilan dr Hotel) -Kerja ditempat hiburan/ Karaoke yg menyediakan kamar khusus. -Ditampung di Hotel tertentu siap layani tamu

y Semua keperluan ; pakaian, accessories & obat-obatan ditanggung korban hutang m embesar 1 DE ¡ I ¢ DE ¡ I ¢ ¢ £ ¤ ¥ ¤ ¥ A. ¦ us § ¨ n, © . M . SM V S KARYAWAN UNSUR # I $ I " I " PER O " % ! PPO T & ' ODUS OPERA ( DI RAYUAN TAN ) A BUJUKAN JANJ I AKAN DINIKAHI PUN 0 UTAN BIAYA PENIPUAN DIJERAT HUTAN 0 KEKERASAN KECURAN 0 AN PENYEKAPAN EKSPLOITASI SEKSUAL EKONOMI TENAGA KERJA MO REKRUTMEN TK ILLEGAL TDK RESMI SINDIKAT CALO BROKER AGEN TDK RESMI y TEM 1 ATHIBURAN (TWS, PELAYAN REST, PENARI) yPABRIK yPERKEBUNAN yPENANGKAPAN IKAN CARI,HIMPUN, PUL CALON TKI ILLEGAL DGMENYIAPKAN DOK KEBERANGKATAN & HUBUNGI NEGARA TUJUAN EXSPLOITASI SEX LEGAL RESMI HUB PT NEG TUJUAN RESMI LEGAL RESMI TKI PEMERINTAH TRAFFICKING WTS/PSK PENARI 18 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur PE RUNDANG-UNDANGAN TERKAIT y UU NO 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang y UU NO . 23 TH 2002 TTG PERLINDUNGAN ANAK y UU NO. 1 TH 1990 TTG KEIMIGRASIAN y UU NO.1 3 TH 2003 TTG KETENAGAKERJAAN y UU NO. 7 TH 1984 TTG PENGHAPUSAN SGLB ENTUK DISK RIMINASI THD WANITA. y UU NO. 9 TH 1990 TTG KEPARIWISATAAN. y UUNO. 3 TH 1997 TT G PERADILAN ANAK y KEPPRES NO. 88 /2002 TTG RAN PENANGGULANGAN PERDAGANGAN PEREM PUAN & ANAK. y UU NO 13 TAHUN 2006 TTG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN y RUU TTG P ERLINDUNGANBURUH MIGRAN. PASAL-PASAL TERKAIT TRAFFICKING / TPPO y PASAL 2 s/d 18 ttg TPPO dan Pasal 19 s/d 27 ttg TP lain yg berkaitan dgn TPPO UU 21 tahun 2007 -dgn lahirnya uu no 21 tahun 2007 maka pasal 297 dan 324 KUHP dinyatakan tidak berlaku / Dicabut y UTK KSSEKSPLOITASI SEKSUAL : P SL 285 S/D 296 , 298, 50S KUH P , PSL 81-82 UU PERLIND ANAK y UTK KSSEKSPLOITASI TENAGA KERJA : PSL 31 ,79,90, 35 &38 UU NO. 13 TK 2003 y UTK KSS PEKERJA ANAK : PSL 68 . 69 & 78 UU NO.13 TH 2 003 TTG NAKER & PSL 301 KUHP y UTK PENCULIKAN/BW LARI ANAK PEREMP DiBWH UMUR : P SL 328 S/D 332 KUHP, PSL 83 UU NO.23 TH 2002 TTG PERLIND ANAK y UTK PERAMPASAN K EBEBASAN : PSL 331,333 &334 KUHP y UTK PELAKU & PEMBANTU : PSL 55 & 56 KUHP y PE MINDAHANORGAN TUBUH : PSL 80,81,84 & 85 UU NO.23 TH 2002 TTG PERLIND ANAK & UU N O.23 TH 1992 TTG KESEHATAN y UU NO.9 TH 1992 TTG UU KEIMIGRASIAN : PSL 17,55 & 5 9. y KEP-204/MEN/1999 TTG PENEMPTAN TKI DI LN : PSL 29, 33, 42 & 54. PERTANYAAN YG SERING MUNCUL SIAPA YGB ERWENANG MENGAWASI DAN MENINDAK PJTKI ILLEGAL ? BAGAIMANA KALAU ADA PJTKI YG 50 % BENAR & 50 % NAKAL ? BGM PENANGANAN KOR BAN YG DIKIRIM OLEH PJTKI ILLEGAL ? BGM KALAU ADA PJTKI YG SDH DITUTUP LALU MUNCUL DG BAJU BARU ? y SIAPA YGB ERWENANG MENGAWASI DAN MENINDAK PELAKU DI LUAR NEGERI ? y BAGAIMANA PROSES PERLINDUNGAN KORBAN ? BAGAIMANA KESIAPAN APARAT PENEGAK HUKUMINDONESIA ? (POLISI, JAKSA & HAKIM) BAGAIMANA PROSEDUR PEMULANGAN KORBAN YG ADA DI LN ? KERJ ASAMA INTERNASIONAL Peran Perwakilan RI di negara setempat sangat penting Pertukaran info intelijen/ antar aparat Gakkum perlu diintensifkan Apgakkurn menindak WN sendiri yg diduga terlibat TPPO Bila perlu adakan Ekstradisi atau Handing Over tersangka (Suspect) Tindak WN send iri 19 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur UN DANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANGPENETAPANPERPU NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME MENJADI UNDANG - UND ANG PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (PERPU ) NOM OR 1 TAHUN 2002 tentang PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME perpu 1-2002 jo UU No. 15 Thn 2003 ttg Pemberantasan TP Terorisme.docx PENULISAN PASAL y DENGAN DI

UNDANGKANNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG PENETAPAN PERPU NOMOR 1 T AHUN 2002, TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME, MENJADI UNDANG-UNDANG, MAKA TATACARA PENULISAN PASAL YG DIPERSANGKAKAN UNTUK TINDAK PIDANA TE RORISME PERLU DISESUAIKAN. y BAHWA PADA UU RINOMOR 15 TAHUN 2003 TERDIRIDARI HANYA 2 (DUA) PASAL SAJA. y MA KA PENULISAN PASAL YG DIPERSANGKAKAN DISARANKAN SESUAI CONTOH SEBAGAI BERIKUT : - PASAL 6, 7, 15 PERPU RI NOMOR 1 TAHUN 2002, YG TELAH DITETAPKAN MENJADI UNDANG -UNDANG DGN UNDANG-UNDANG DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2003 BENTUK-BENTUK PERSANGKAAN 1. PERSANGKAAN TUNGGAL 2. PERSANGKAAN SUBSIDAIRITAS 3. PERSANGKAAN ALTERNATIF 4. PERSANGKAAN KOMULATIF 1.PERSANGKAAN TUNGGAL 1. UNTUKPELAKU TP TERORISME. a. PSL 6 PERPU NO.1 TH 2002 Y G TELAH DITETAPKAN MENJADI UU, DG UU No.15 TH 2003. b. PSL 7 PERPU NO.1 TH 2002 YG TELAH DITETAPKAN MENJADI UU, DG UU No.15 TH 2003. c. PSL 8 jo PSL 6 PERPU NO. 1 TH 2002 YG TELAH DITETAPKAN MENJADI UU, DG UU No.15 TH 2003. d. PSL 10 jo PSL 6 PERPU NO. 1 TH 2002 YG TELAH DITETAPKAN MENJADI UU, DG UU No.15 TH 2003. 2. UN TUKPELAKU TP TERORISME, yg memasukan keIndonesia, membuat, menerima, mencoba mem peroleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai per sediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembuny ikan, mempergunakan atau mengeluarkan ke dan atau dari indonesia ( senpi dan bah an lain yang ada kaitannya dengan bahan peledak) PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 9 jo PSL 6 PERPU NO.1 TH 2002 yang telah diteta pka n menjadi UU, dengan UU No. 15 TH 2003. 20 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH . - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur 3.PELAKU YANG MENYEDIAKAN ATAU MENGUMPULKA N HARTA KEKAYAAN UTK TP TERORISME PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 11 jo PSL 6, PSL 7, PSL 8, PSL 9, PSL 10 PERPU NO.1 TH 2002 yang teiah ditetapkan menjadiU U, den ganU U No. 15 TH 2003. 4.PELAKU YANG MENYEDIAKAN ATAU MENGUMPULKAN HARTA KEKAYAA NDG TUJUAN AKAN DIGUNAKAN ATAU PATUT DIKETAHUINYA AKAN DIGUNAKAN UNTUK TERORISME , DGBAHAN NUKLIR DLL. PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 12 jo PSL 6, PSL 7 PERPU NO.1 TH 2002 yang teiah ditetapkan menjadi UU dengan UU No.15 TH2003. 5.PELAKU YANG DG SENGAJA MEMBERIKAN ATAU MEMINJAMKAN UANG ATAU BARANG ATAU HARTA KEKAYAAN LAIN NYA KPDPELAKU TP TERORISME PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 13 Huruf a jo PSL 6, PSL 7 PERPU NO. 1 TH 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU, dengan UU No. 15 TH 200 3. 6.PELAKU YANG DG SENGAJA MENYEMBUNYIKAN PELAKU TPTERORISME PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 13 Huruf b jo PSL 6, PSL 7 PERPU NO. 1 TH 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU, dengan UU No. 15 TH 2003. 7.PELAKU YANG DG SENGAJA MENYEMBUNYIKAN IN FORMASI TENTANG TINDAKPIDANA TERORISME PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 13 Huruf c j o PSL 6, PSL 7 PERPU NO. 1 TH 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU dengan UU No . 15 TH 2003. 8.PELAKU YANG MERENCANAKAN DAN/ATAU MENGGERAKAN ORANG LAIN UNTUK M ELAKUKAN TINDAK PIDANA TERORISME PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 14 jo PSL 6, PSL 7 , PSL 8, PSL 9, PSL 10, PSL 11 DAN PSL 12 PERPU NO. 1 TH 2002 yang telah ditetap kan menjadi UU, dengan UU No. 15 TH 2003. 9. SETIAP ORANG YANG MELAKUKANPEMUFAKA TAN JAHAT,PERCOBAAN, ATAU PEMBANTUAN UNTUK MELAKUKAN TINDAK PIDANA TERORISME. PE NULISAN PASALNYA SBB : PSL 15 jo PSL 6, PSL 7, PSL 8, PSL 9, PSL 10, PSL 11 DAN PSL 12 PERPU NO. 1 TH 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU, dengan UU No. 15 TH 2003. 10. SETIAP ORANG DILUAR NEGERI YG MEMBERIKANBANTUAN, KEMUDAHAN, SARANA AT AU KETERANGAN UNTUK TERJADINYA TINDAK PIDANA TERORISME. PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 13 Huruf a jo PSL 6, PSL 7 PERPU NO. 1 TH 2002 yang teiah ditetapkan menjad i UU, dengan UU Mo. 15 TH 2003. 21 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur 2.PERSANGKAAN SUBSIDAIRITAS 1.PELAKU TINDAKPIDANA TERORISME YG SUDAH MENIMBULKAN AKIBAT ATAU DG MAKSUD UTK MENIMBULKAN AKIBAT). PE NULISAN PASALNYA SBB : PSL 6 sub PSL 7 PERPU NO.1 TH 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU, dengan UU No. 15 TH 2003. 2.PELAKU TP TERORISME yg memasukan keIndon esia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahka n, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam milikny a, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan ke dan atau dariIndonesia (senpi dan bahan lain yg ada kaitannya dg bahan peledak) PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 9 PERPU NO.1 TH 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU, dengan UU No. 15 TH 2003 sub. PSL 1 ayat (1) UU darurat No.12 TH 1951. 3.PEL

AKU TINDAKPIDANA TERORISME (YG MENYEDIAKAN ATAU MENGUMPULKAN DANA) PENULISAN PAS ALNYA SBB : PSL 11 sub PSL 13 huruf a PERPU NO.1 TH 2002 yang telah ditetapkan m enjadi UU, dengan UU No. 15 TH 2003. 4.PELAKU TINDAKPIDANA TERORISME (YG MELAKUK AN PEMUFAKATAN JAHAT). PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 15 sub PSL 14 PERPU NO. 1 TH 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU, dengan UU No. 15 TH 2003. 3.PERSANGKAAN ALTERNATIF 1.PELAKU TINDAK PIDANA TERORISME ( YG SUDAH MENIMBULKAN AKIBAT ATAU D ENGAN MAKSUD UNTUK MENIMBULKAN AKIBAT PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 6 atau PSL 7 PERPU No.1 Th 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU, dengan UU No. 15 TH 2003. 2 . PELAKU TINDAK PIDANA TERORISME (YG MERENCANAKAN ATAU MELAKUKAN PEMUFAKATAN JAH AT). PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 14 atau PSL 15 PERPU NO. 1 Th 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU, dengan UU No. 15 Th 2003. 3.PELAKU TINDAK PIDANA TERORISM E (YG SUDAH MENIMBULKAN AKIBAT ATAU DG MAKSUD UTK MENIMBULKAN AKIBAT). PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 6 atau PSL 7 PERPU No.1 TH 2002 yang telah ditetapkan menjad i UU, dengan UU No. 15 TH 2003. 4.PERSANGKAAN KOMULATIF PELAKU TPT ERORISME, yg memasukan keIndonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau m encoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempun yai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau me ngeluarkan ke dan atau dariIndonesia ( senpi dan bahan lain yg berkaitan dengan bahan peledak) PENULISAN PASALNYA SBB : PSL 9 PERPU N o. 1 TH 2002 yang telah ditetapkan menjad i UU, dengan UU No. 15 Th 2003 dan PSL 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 TH 1951 22 DELIK DELIK KHUSUS A. Rusman, SH. MH. - SMTR V KLS KARYAWAN UNSUR-Cianjur REFERE NSI 1. M. SUDRAJATBASSAR (TINDAK TINDAK PIDANA TETENTU DIDALAM KUHP DAN HUKUM PI DANA PELENGKAP KUHP, ARMICO -BANDUNG, 1983 ) 2. Drs. PAF LAMINTANG DAN C. DJISMA N SAMOKIR (DELIK DELIK KHUSUS,B INA CIPTA - BANDUNG 1985) 3. R. SOESILO (HUKUM P IDANA SERTA KOMENTAR-KOMENTARNYA, POLITEA ±B OGOR, 1976 ) 4. MOELYATNO ( KUHP GRAH AINDONESIA - JAKARTA , 1996 ) 5. SOECIPTO RAHARJO (WAJAH HUKUM DI ERA REFORMASI, KUMPULA N KARYAILMIAH MENYAMBUT 70 TAHUN, CIPTA ADITYABAKTI -BANDUNG, 2000) 6. Prof. Dr. WIRJONO TROJODIKORO, SH (TINDAK TINDAK PIDANA TERTENTU DI INDONESIA) 7 . MUHARI AGUS SANTOSO (PARADIGMABARU HUKUM PIDANA, AVEROES PRESS ± MALANG, 2002) 8 . UU NO. 15 TAHUN 2003 TTG PEMBERLAKUAN PERPU NO. 1 TAHUN 2002 TTG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORIS 9. UU NO. 41 TAHUN 1999 TTG KEHUTANAN 10. UU NO. 21 TAHUN 2007 TTG PEMBERANTASAN TP PERDAGANGANORANG 11. UU NO. 10 TAHUN 1995 TTG PABEAAN 12. UU NO. 20 TAHUN 2001 TTG TP KORUPSI 13. DAN LAIN LAIN

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->