P. 1
Instrumen Pemetaan Kompetensi Pengawas Sekolah 2010-Format 1

Instrumen Pemetaan Kompetensi Pengawas Sekolah 2010-Format 1

|Views: 1,735|Likes:
Dipublikasikan oleh Ammar 친절하게

More info:

Published by: Ammar 친절하게 on May 24, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2013

pdf

text

original

FORMAT 1

INSTRUMEN PEMETAAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH
TAHUN 2010

NAMA

:

.............................................................................. . .............................................................................. . .............................................................................. .

INSTANSI : NUPTK :

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH (LPPKS)

2

LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH (LPPKS)

Jl. Parangkusumo No.51 Purwosari Surakarta – Jawa Tengah

ii

KATA PENGANTAR
Pengawas sekolah berperan sentral dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kualitas kepala sekolah dan guru, yang berdampak pada peningkatan prestasi siswa dan peran masyarakat dapat menjadi petunjuk keberhasilan pengawas sekolah dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Keberhasilan pengawas sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah yang dibinanya tidak terlepas dari kompetensi yang dimilikinya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah memberikan acuan bagi pengembangan kompetensi pengawas sekolah/madrasah. Permendiknas tersebut menyebutkan bahwa ada enam dimensi kompetensi yang harus dimiliki oleh pengawas sekolah, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian pengembangan, dan kompetensi sosial. Dengan standar tersebut diharapkan seluruh pengawas sekolah di Indonesia dapat memiliki kompetensi yang paripurna. Untuk itu diperlukan upaya terus menerus untuk mengembangkan kompetensi para pengawas sekolah, agar dapat memenuhi kompetensi yang diharapkan. Sampai saat ini belum ada data yang dapat menunjukkan secara komprehensif mengenai peta kompetensi pengawas sekolah di Indonesia. Peta kompetensi pengawas sekolah sangat penting sebagai acuan untuk penyusunan dan pengembangan program peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Melihat pentingnya pemetaan kompetensi pengawas sekolah, maka diperlukan instrumen yang dapat mengungkapkan secara utuh peta kompetensi pengawas sekolah. Untuk itu LPPKS sebagai lembaga yang ditunjuk untuk mengembangkan instrumen pemetaan kompetensi pengawas sekolah telah menyusun Instrumen Pemetaan Kompetensi Pengawas Sekolah, yang digunakan untuk melakukan pemetaan kompetensi pengawas sekolah di seluruh Indonesia, pada tahun 2010. Terima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan Instrumen Pemetaan Pengawas Sekolah sampai dengan terselenggaranya uji publik instrumen ini. Harapan kami instrumen ini bermanfaat bagi pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi dan memberikan kemudahan. Surakarta, Juni 2010 Kepala LPPKS

Prof. Dr. Siswandari, M.Stats NIP. 19590201 198503 2 002

i

.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .......................................................................................................................... DIMENSI KOMPETENSI SUPERVISI AKADEMIK ................................................................................................................................................. PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN KOLOM INSTRUMEN PEMETAAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH ................................................................ DIMENSI KOMPETENSI EVALUASI PENDIDIKAN ............................................................................................................................................................................................................................................. DIMENSI KOMPETENSI PENELITIAN PENGEMBANGAN ..................... i ii 1 1 2 4 5 13 24 33 39 45 ii .. TUJUAN ............................................................................................................................................................................................................................................................................... INSTRUMEN-INSTRUMEN DIMENSI KOMPETENSI KEPRIBADIAN ....................................... DIMENSI KOMPETENSI SUPERVISI MANAJERIAL ........................................................................................................................ DAFTAR ISI .............................................................................................................................................................................................................. DIMENSI KOMPETENSI SOSIAL .................................................................................................................................. BAGAIMANA MENGISI INSTRUMEN PEMETAAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH . CONTOH PENGISIAN KOLOM .....................................

12 Tahun 2007. TUJUAN Instrumen Pemetaan Kompetensi Pengawas Sekolah ini bukan merupakan instrumen tes yang bertujuan untuk menilai Pengawas Sekolah. keahlian dan penerapan di tempat kerja yang lebih mendalam. membangun kapasitas tingkat sekolah. Bagian-bagian ini merupakan BAGIAN YANG MEMERLUKAN PENGEMBANGAN LEBIH LANJUT. Ada enam dimensi kompetensi profesional dan empat diantaranya memiliki unsur yang lebih dari satu: • Dimensi Kompetensi Kepribadian: • Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial: metodologi dan strategi supervisi. Bagian-bagian ini menjadi KEKUATAN bagi pengawas sekolah/madrasah.PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN KOLOM INSTRUMEN PEMETAAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH INSTRUMEN PEMETAAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH Instrumen Pemetaan Kompetensi Pengawas Sekolah didasarkan pada kompetensi profesional Pengawas sekolah/madrasah yang ada di dalam Permendiknas No. membangun kemampuan melakukan penelitian • Dimensi Kompetensi Sosial. monitoring dan tindak lanjut • Dimensi Kompetensi Supervisi Akademik: pengertian akan konsep dan prinsip. peningkatan kapasitas melakukan evaluasi • Dimensi Kompetensi Penelitian Pengembangan: melakukan penelitian. dukungan terhadap pengajaran dan pembelajaran • Dimenesi Kompentesi Evaluasi Pendidikan: melakukan monitoring dan evaluasi. dukungan terhadap kurikulum. Tujuan dari Instrumen Pemetaan Kompetensi Pengawas Sekolah adalah untuk: • mengidentifikasi bagian-bagian dari tiap-tiap kompetensi yang merupakan pengetahuan. • mengidentifikasi bagian-bagian dari tiap-tiap kompetensi yang masih memerlukan pengetahuan. 1 . keahlian yang sudah dimiliki sebagai pengawas sekolah/madrasah.

FORMAT 2 merupakan sebuah instrumen yang diisi setelah mengisi Format 1. dengan cara memberi respon berdasarkan 4 pilihan jawaban A. Pada kegiatan pengisian Format 2B. berdasarkan hasil yang diperoleh dari Format 2A. pengawas sekolah/madrasah membuat kesimpulan sendiri mengenai kompetensi yang dirasa sudah kuat dan kompetensi yang masih memerlukan pengembangan. serta saran-saran atau juga gambaran akan bagaimana patokan-patokan itu mungkin bisa diterapkan di dalam praktik-praktik yang sebenarnya. 2 . atau D yang tersedia di kolom 5. patokan-patokan pencapaian kompetensi yang diharapkan dipenuhi oleh seorang kepala sekolah/madrasah. Kejujuran Anda dalam memberi nilai akan berpengaruh besar dalam hasil analisisnya. yaitu Format 2A dan Format 2B. Format ini terdiri dari dua bagian. Instruksi untuk mengisi Format 2 disediakan di Format 2 tersebut. pengawas sekolah/madrasah menggabungkan jawaban yang sudah dipilih pada Format 1. C. B. pengawas sekolah/madrasah memetakan tingkat kompetensi mereka berdasarkan keenam dimensi kompetensi pengawas sekolah/madrasah. Pada kegiatan pengisian Format 1. Kepala sekolah/madrasah kemudian akan memberikan satu atau lebih contoh praktik yang dilakukannya untuk mendukung nilai yang telah diberikan. pengawas sekolah/madrasah akan melakukan refleksi (menilai diri sendiri) atas pengetahuan dan praktik-praktik yang telah dikuasai dan dilakukannya. Kepala sekolah harus memberi nilai yang paling sesuai (jujur) dengan gambaran tingkat kompetensi yang telah dimiliki. Jika jawaban Anda tidak sesuai dengan kondisi kompetensi yang dimiliki. Seorang pengawas sekolah/madrasah mungkin sudah mempunyai pengalaman-pengalaman yang berharga terkait dengan kegiatan kepemimpinan dan manajemen baik sebagai seorang guru. Penjabaran nilai yang diberikan akan beragam sesuai dengan bentuk penjelasan yang diberikan. Instrumen ini memasukkan semua kompetensi pengawas sekolah/madrasah serta penjabaran unsurunsur tiap kompetensi tersebut.BAGAIMANA MENGISI INSTRUMEN PEMETAAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH Instrumen Pemetaan Kompetensi Pengawas Sekolah terdiri dari dua instrumen. kepala sekolah dan juga pengawas sekolah/madrasah di sekolah/madrasah dimana ia bertugas. maka akan menghasilkan analisis yang keliru tentang tingkat kompetensi Anda. yaitu FORMAT 1 dan FORMAT 2: FORMAT 1 merupakan sebuah instrumen yang harus diisi dahulu oleh pengawas sekolah/madrasah. Pada instrumen ini. Pada kegiatan pengisian Format 2A. Format 1 dibagi ke dalam enam kolom.

Pada kolom 2 berisi kompetensi yang diukur tingkat penguasaannya pada diri pengawas sekolah. 5. Pada kolom 6 adalah deskripsi pengalaman yang telah dilakukan oleh pengawas sekolah disertai bukti fisik jika dimiliki. 6. Kompetensi Supervisi Akademik. Kompetensi Evaluasi Pendidikan. 4. 3 . Pada Kolom 5 berisi tingkat penilaian kompetensi. Pada kolom 3 berisi patokan pencapaian kompetensi minimal yang harus dikuasai oleh seorang pengawas sekolah.Penjelasan yang lebih rinci untuk setiap kolom adalah sebagai berikut: Pada kolom 1 berisi dimensi kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No. dan Kompetensi Sosial). 12 tahun 2007 (Kompetensi Kepribadian. Kompetensi Penelitian Pengembangan. 3. sesuai dengan kondisi dan kemampuannya masing-masing. Kompetensi Supervisi Manajerial. dalam hal ini pengawas sekolah dapat memilih salah satu di antara empat (4) alternatif jawaban yang tersedia. 1. 2. Pada kolom 4 berisi contoh penerapan patokan bagaimana isu utama/pokok bahasan/ sub kompetensi/unsur dalam kompetensi itu diterapkan atau dilakukan oleh pengawas sekolah.

1.Contoh: ¤ Sebagai seorang pengawas sekolah. ¤ Sebagai seorang pengawas sekolah.1 Menguasai metode. Dimensi Supervisi Manajerial 4 .1 A Sama sekali tidak B Hanya sedikit C Beberapa D Secara mendetil BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN *Sebagai seorang pengawas sekolah.1. selama 2 tahun ini saya telah terlibat dalam kegiatan perencanaan manajemen sekolah dan penyusunan program pembelajaran di sekolah/madrasah yang saya bina. saya telah menyelenggarakan pelatihan tentang manajemen berbasis sekolah bagi para kepala dan pengawas sekolah/madrasah. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 2. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI 2. teknik dan prinsip-prinsip super visi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. * Sebagai seorang pengawas sekolah.1. Contoh jawaban bisa dilihat di sini pada poin Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 2.1 Saya menunjukkan pemahaman saya mengenai teori dan praktik supervisi DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 2. saya telah menyelenggarakan pelatihan tentang manajemen berbasis sekolah bagi para kepala dan pengawas sekolah/ madrasah di tingkat daerah maupun nasional.1. selama 2 tahun ini saya telah terlibat dalam kegiatan perencanaan manajemen sekolah dan penyusunan program pembelajaran di sekolah/madrasah yang saya bina.1 Pengawas selalu menggunakan metode dan alat supervisi yang sesuai. 2.

Hampir tidak pernah B.1 Saya menggunakan waktu kerja sepenuhnya sesuai dengan beban jam kerja untuk pengawasan di sekolah binaan. Selalu 5 . PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 1.1. Hampir tidak pernah B.1 Memiliki tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A. Sering D.1. Hampir tidak pernah B.DIMENSI KOMPETENSI 1. Kadang-kadang C.1.2. Selalu 1.1 Saya melaksanakan pengawasan secara terprogram (disiplin/dan tepat waktu) di sekolah binaan.1.2 Saya menyelesaikan tugas kepengawasan dengan baik dan benar.1 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang disiplin ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 1. Sering D. Kadang-kadang C. pelaksanaan. Kepribadian KOMPETENSI 1.1.1. monitoring dan evaluasi.2 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang menggunakan waktu kerja secara penuh 1. Kadang-kadang C. A. mulai perencanaan. Selalu 1. Sering D. serta pelaporan kepengawasan di sekolah binaan.1. A.

Hampir tidak pernah B. 1.1.1 Saya memberikan contoh dalam melaksanakan tugas secara ikhlas yang ditandai dengan frekuensi monitoring dan pembinaan.3.2.2 Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya. walaupun tidak ada permintaan dari sekolah binaan.1 Saya mengajak warga sekolah rapat untuk membahas kemajuan dan permasalahan sekolah. Selalu 1. Sering D. Selalu 1. Sering D.1. Kadang-kadang C.1.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. Hampir tidak pernah B. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A.3 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang bekerja keras dan ikhlas dalam menjalankan tugas. A. Selalu 6 . Kadang-kadang C. Sering D.1. Hampir tidak pernah B.2. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 1. 1.3 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang peduli dengan kemajuan sekolah dan permasalahan yang menghambat peningkatan mutu pendidikan di sekolah.1 Saya membantu menyelesaikan tugas-tugas yang sulit pada sekolah binaan A. Kadang-kadang C.1 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang terampil menyelesaikan tugas-tugas yang sulit 1.3.1.

B.3 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang mampu menyelesaikan masalah pribadinya A. Kadang-kadang C.2 Saya menyelesaikan tugas dengan cara yang tepat sehingga memperoleh hasil yang maksimal TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A.2.1. Sering D.2. 1.1 Kemampuan saya dalam menemukan ide-ide baru. D. 1. dan/atau model-model pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk pembinaan di sekolah binaan. Kadang-kadang C. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu 1.2. Sering D.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 1.2. 1.2.2 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang aktif menghasilkan terobosan/ide baru.2. C. Selalu A.3.1 Saya menyelesaikan masalah pribadi secara tepat (dengan dampak yang sekecil mungkin). Hampir tidak pernah B. Selalu 7 . Hampir tidak pernah B.

Hampir tidak pernah B. Selalu 8 . D.2.6. agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Kadang-kadang C. Selalu A.1 Kemampuan saya memberikan bantuan kepada pendidik dan tenaga kependidikan terhadap masalah pribadi/keluarga. misalnya pengelolaan pembelajaran oleh pendidik. 1.2. Hampir tidak pernah B.2.5.5 Pengawas sekolah/ madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang mampu memberikan bantuan penyelesaian masalah yang timbul pada peserta didik di sekolah. 1. C. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu  memberikan bantuan penyelesaian masalah keluarga tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 1.6 Pengawas sekolah/ madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang mampu memberikan bantuan penyelesaian masalah tugas sehari-hari oleh pendidik dan tenaga pendidikan dalam melaksanakan tugasnya 1.4.4 Pengawas sekolah/ madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang mampu memberikan bantuan pemecahan masalah pribadi yang ditunjukkan dengan perilaku: ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 1. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A. B.2. dan/atau pengelolaan administrasi akademik dan manajerial bagi tenaga kependidikan. Sering D. A. Sering D. agar tidak berpengaruh pada kinerja. Kadang-kadang C.2.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 1.1 Saya memberikan bantuan kpd pendidik dan tendik terhadap permasalahan tugas sehari-hari.2.1 Saya memberikan bantuan kepada satuan pendidikan terhadap permasalahan siswa yang terjadi di sekolah.

3 Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan iptek dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggungjawabnya 1.2. Sering D. dan. misalnya melalui TIK. harapan dari stake holder sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah pada sekolah binaan. Kadang-kadang C. Hampir tidak pernah B. Kadang-kadang C. Hampir tidak pernah B. Selalu 1. Hampir tidak pernah B. baik top down maupun bottom up. Sering D.6.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 1.6. dan sumber-sumber lainnya yang relevan. Sering D. Kadang-kadang C.2.1 Saya mencari informasi tentang kebijakan pendidikan terbaru melalui berbagai cara. keluhan. Selalu 9 . TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A. Selalu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A. harapan dari stake holder sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah pada sekolah binaan.2 Saya membangun komunikasi dua arah. media cetak. 1. 1. dan.2 Saya membangun komunikasi dua arah. keluhan.1. A.1 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang konsisten dan aktif meningkatkan pengetahuan dan keahlian keprofesian.3.3. baik top down maupun bottom up. serta menerima masukan. serta menerima masukan.

dan memanfaatkan TIK sebagai sumber belajar. Kadang-kadang C. A. APSI. Selalu 1.2 Pengawas sekolah/ madrasah aktif dalam kegiatan pengembangan keprofesian. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A. seminar. Sering D.1.3. misalnya PGRI. Hampir tidak pernah B. Hampir tidak pernah B. Kadang-kadang C. 1.1 Saya mengikuti kegiatan profesi untuk mengembangkan keprofesian kepengawasan sekolah. menjadi anggota dan aktif di dalam organisasi profesi. baik di dinas maupun di luar kedinasan. cetak.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 1. lokakarya.3.3. Sering D. Sering D.2.2 Saya menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan melalui berbagai akses teknologi dan informasi. Kadang-kadang C.3 Saya meningkatkan pengetahuan dan keahlian profesi melalui diklat. internet. misalnya media TV.1. KPN.3. email atau Facebook 1. Selalu 10 . Selalu A. Hampir tidak pernah B.

2. Sering D. Hampir tidak pernah B. Sering D.4.1.1 Saya membuat targettarget pelaksanaan tugas kepengawasan.2. saya membangun budi pekerja luhur. Sering D. silaturahmi.2 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang mampu menggerakkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan 1. Kadang-kadang C. Hampir tidak pernah B.2 Melalu seni dan budaya.4. Kadang-kadang C. Selalu 1.4.1 Saya memberi contoh pada pendidik dan tenaga pendidikan di sekolah binaan untuk mencapai kinerja yang optimal. serta kebersamaan baik di lingkungan dinas maupun di sekolah binaan TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A. A.3. Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan 1.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 1. Selalu A.4. Hampir tidak pernah B. Selalu 1. sopan satun.4. dan komunikasi.1 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang memiliki semangat kerja untuk mencapai kinerja yang optmal 1. dengan dibuktikan kelengkapan dokumen-dokumen fisik tentang pelaksanan tugas kepengawasan. Kadang-kadang C. keteladanan diri. 11 .

Hampir tidak pernah B. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A. Kadang-kadang C. Hampir tidak pernah B. Sering D. Buku KTSP. A. Selalu 12 .4. Sering D.1 Saya membantu warga sekolah menginformasikan kemajuan sekolah kepada stakeholder pendidikan melalui media massa.3.4.2. RKAS/RAPBS. Kadang-kadang C. dan/ atau berbagai pertemuan/acara.3 Pengawas sekolah/madrasah menampilkan diri sebagai pribadi yang mempunyai akses kepada stakeholder pendidikan 1.4.2 Saya memotivasi pendidik dan tendik untuk menyusun RKJM. Selalu 1. silabus program supervisi akademik dan manajerial pada sekolah binaan.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 1.

2. Hampir tidak pernah B. teknik.2. Hampir tidak pernah B. Kadangkadang C.1.1 Kemampuan saya memahami metode. Mampu D. Sering BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 2.2 Ketika melaksanakan supervisi manajerial. Kadangkadang C. Sering D. saya bersikap santun (tidak otoriter) dalam suasana informal. Hampir tidak pernah B.2.2. Kurang mampu C. teknik. Tidak mampu B.1. dan prinsip-prinsip supervisi yang tepat untuk membina kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan pada sekolah binaan. Kadangkadang C. 2. dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.1 Menguasai metode. dan prinsip-prinsip supervisi yang tepat ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 2. Sangat mampu A. teknik.1 Saya mensosialisasikan metode/ teknik supervisi.1.1.1 Pengawas sekolah/ madrasah memahami konsep umum tentang metode.1. Selalu A.DIMENSI KOMPETENSI 2. 2. Selalu A.1. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 2. dan jadwal supervisi manajerial kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang disupervisi sebelum pelaksanaan supervisi.3 Saya melakukan supervisi manajerial secara berkesinambungan untuk peningkatan mutu sekolah 13 . Sering D. Supervisi Manajerial KOMPETENSI 2. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A.2 Pengawas sekolah/ madrasah menguasai prinsip-prinsip supervisi yang tepat.1.

Hampir tidak pernah B.3 Pengawas sekolah/ madrasah menguasai metode supervisi yang tepat.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI D.1 Saya memberikan umpan balik secara konstruktif (berupaya untuk menggali jawaban permasalahan dari PTK yang disupervisi) A. Hampir tidak pernah B.1. Selalu 2.1.1.2. Kadangkadang C. Sering D. 2.1 Saya melaksanakan supervisi dengan berbagai metode (monitoring dan evaluasi.4. 2.1. Selalu 2.1. Hampir tidak pernah B. Sering D. Sering D.4 Saya melakukan supervisi manajerial secara objektif (sesuai dengan persoalan dan kebutuhan nyata masing-masing sekolah binaan) A. refleksi dan diskusi kelompok terfokus/ FGD) disesuaikan dengan jenis dan tingkat permasalahan di masingmasing sekolah binaan. Kadangkadang C. Kadangkadang C.3. Selalu 14 . Selalu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 2.4 Pengawas sekolah/ madrasah menguasai cara pemberian umpan balik yang efektif A.

1 Saya memiliki dokumen program kepengawasan yang terdiri dari progta dan promes kepengawasan manajerial yang disesuaikan dengan visi.2 Pengawas menyusun instrumen supervisi manajerial. sebagai lampiran pada program kerja pengawas sekolah.2.3 Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan sekolah. Hampir tidak pernah B. misi dan program kerja masingmasing sekolah binaan. Hampir tidak pernah B. Kadangkadang C. 2.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 2. Selalu 2. 2. Kadangkadang C. 2.1 Pengawas menyusun metode kerja yang dituangkan dalam program kerja pengawas sekolah dengan disesuaikan dengan program kerja sekolah binaan. Sering D.3. 2.2. 2.1 Saya. Lengkap D.1. Kurang lengkap C. misi tujuan dan program pendidikan di sekolah.1 Saya menyusun metode kerja kepengawasan yang tepat sesuai dengan program kerja dan supervisi.1 Pengawas sekolah/ madrasah menyusun program pengawasan yang tepat dan lengkap.3.3. Tidak memiliki B.2 Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi. A. Sering 15 .2. Sangat lengkap 2.3. (secara individual ataupun kolektif) menyusun dan/ atau mengembangkan instrumen supervisi manajerial sesuai dengan permasalahan yang ada di masingmasing sekolah binaan. A. A.1.

berikut dokumendokumen yang menjadi lampiran laporan.1 Pengawas menyusun laporan hasil kepengawasan sekolah berdasarkan program kerja yang telah dibuat.4.4. hasil analisis serta rekomendasinya.1.2 Saya melaksanakan program tindak lanjut pengawasan sekolah yang telah disusun secara tepat. Selalu 2.2 Pengawas menyusun program tindak lanjut pengawasan sekolah untuk perbaikan dalam menyusun program kepengawasan sekolah tahun yang akan datang A. Hampir tidak pernah B.2. 2.4 Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindak lanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah. Kadangkadang C. Hampir tidak pernah B.4. instrumen supervisi manajerial yang telah diisi.1 Saya menyusun program tindak lanjut pengawasan sekolah berdasarkan rekomendasi dari hasil evaluasi pelaksanaan program kerja pengawasan sekolah sebagai perbaikan program kepengawasan tahun yang akan datang. 2.2. Sering D. A. Kadangkadang C. Selalu 16 .4.1 Saya menyusun laporan program pengawasan manajerial yang telah dilaksanakan. Selalu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 2. 2. Selalu A. seperti format instrumen supervisi manajerial.4. Hampir tidak pernah B. 2. Sering D. Sering D.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI D. Kadangkadang C.

A. Mampu D.5 Membina kepala sekolah d lm pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdsrkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah.5.1 Kemampuan saya melakukan pembinaan dan pembimbingan terhadap penyusunan visi dan misi.3 Saya mengevaluasi pelaksanaan program tindak lanjut pengawasan sekolah secara komprehensif.5. Hampir tidak pernah B.5. yang disesuaikan dengan analisis konteks/kondisi masing-masing sekolah binaan.2. Tidak mampu B.2 Pengawas melakukan pembinaan dan pembimbingan kepada tenaga pendidik dan kependidikan dalam pengelolaan dan 2. Kurang mampu C. A. 2. A.1 Kemampuan saya melakukan pembinaan dan pembimbingan terhadap pengelolaan dan administrasi kurikulum dan pembelajaran berdasarkan permasalahan/kebutuhan sekolah.1.2.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 2. Sangat 17 . Selalu 2.4. serta rencana kerja sekolah/madrasah (jangka menengah dan pendek). Kurang mampu C. Mampu D. 2.1 Pengawas melakukan pembinaan dan pembimbingan kepada tenaga pendidik dan kependidikan dalam perencanaan pengelolaan dan administrasi sekolah.5. Sangat mampu 2. Kadangkadang C. tujuan. Sering D. Tidak mampu B.

Tidak mampu B. 2.2. Kurang mampu C.2. dan rencana tindak supervisi). Sangat mampu A.5. Kurang mampu C.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI administrasi sekolah ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 2.5.2 Kemampuan saya melakukan pembinaan dan pembimbingan pengelolaan dan administrasi kesiswaan di sekolah binaan berdasarkan kebutuhan sekolah (dibuktikan dengan daftar hadir supervisi.3 Kemampuan saya melakukan pembinaan dan pembimbingan pengelolaan dan administrasi pendidik dan tenaga kependidikan di masing-masing sekolah binaan berdasarkan permasalahan/kebutuhan sekolah (dibuktikan dengan daftar hadir supervisi. notula. notula. Tidak mampu B. A. Sangat mampu 18 . Mampu D. Mampu D. dan rencana tindak supervisi).

5. Mampu D. Sangat mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A. 2. notula. dan rencana tindak supervisi). Sangat mampu A. Kurang mampu C. notula. Sangat mampu 19 . dan rencana tindak supervisi).2. Tidak mampu B. 2.5.5 Kemampuan saya melakukan pembinaan dan pembimbingan pengelolaan dan administrasi pembiayaan pendidikan di masingmasing sekolah binaan berdasarkan permasalahan/kebutuhan sekolah (dibuktikan dengan daftar hadir supervisi.2. Tidak mampu B.6 Kemampuan saya melakukan pembinaan dan pembimbingan pengelolaan dan administrasi program hubungan sekolah dan masyarakat di sekolah binaan berdasarkan permasalahan/ kebutuhan sekolah (dibuktikan dengan daftar hadir supervisi. Mampu D. Tidak mampu B.4 Kemampuan saya melakukan pembinaan dan pembimbingan pengelolaan dan administrasi sarana prasarana pendidikan di masingmasing sekolah binaan berdasarkan permasalahan/kebutuhan sekolah (dibuktikan dengan daftar hadir supervisi.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 2. Mampu D. dan rencana tindak supervisi).5. Kurang mampu C.2. Kurang mampu C. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A. notula.

Kurang mampu C.1 Kemampuan saya melakukan pembinaan dan pembimbingan terhadap cara menilai pelaksanaan program kerja sekolah binaan secara komprehensif.3. Mampu D. Sangat mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 2.1 Kemampuan saya membina kepala sekolah dan pendidik. Mampu D. dan rencana tindak supervisi). Kurang mampu C.6 Membina kepala sekolah dalam melaksanakan bimbingan konseling pada kepala sekolah dan tenaga pendidik. 2.1 Pengawas melakukan pembinaan dan pembimbingan kepada kepala sekolah dan pendidik/guru BK pada sekolah binaan.5.2.3 Pengawas melakukan pembinaan dan pembimbingan kepada tenaga pendidik dan kependidikan dalam evaluasi pengelolaan dan administrasi sekolah 2. Tidak mampu B.5. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A. Tidak mampu B.6. notula. A. Tidak mampu B.7 Kemampuan saya melakukan pembinaan dan pembimbingan pengelolaan dan administrasi tata persuratan di masing-masing sekolah binaan berdasarkan permasalahan/kebutuhan sekolah (dibuktikan dengan daftar hadir supervisi. Kurang mampu C.1. Sangat mampu 20 . khususnya guru BK tentang cara memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik.5. Sangat mampu 2.6. A. 2. Mampu D.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 2.

6.1. khususnya guru BK tentang penyusunan program bimbingan dan konseling kepada peserta didik. 2.1.6.5 Kemampuan saya membina kepala sekolah dan pendidik. Mampu D.3 Kemampuan saya membina kepala sekolah dan pendidik.2 Kemampuan saya membina kepala sekolah dan pendidik. 2. Kurang mampu C. Sangat mampu A.6. Kurang mampu C. Tidak mampu B. Kurang mampu C. Tidak mampu B. Mampu D.1. Tidak mampu B.1. khususnya guru BK tentang cara menilai program bimbingan dan konseling untuk peserta didik dan cara mengadakan tindak lanjut dari TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A. Sangat mampu A.6. khususnya guru BK tentang cara melaksanakan program bimbingan dan konseling kepada peserta didik. khususnya guru BK tentang cara mengadministrasikan kegiatan bimbingan dan konseling. Sangat mampu A. 2.4 Kemampuan saya membina kepala sekolah dan pendidik. Kurang mampu C. Mampu D. Mampu D. Tidak mampu B.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 2. Sangat BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 21 .

Mampu D.1. Kurang mampu C. 2. Kurang mampu C.2 Kemampuan saya membimbing kepala sekolah dan guru tentang cara menganalis hasil evaluasi tersebut dan memetakan program kerja yang belum/ kurang berhasil dijalankan. Kadangkadang C. Tidak mampu A.1. pendidik. Selalu 2.7.7. Tidak mampu B.7. 2.3 Kemampuan saya membimbing kepala sekolah dan guru untuk menggunakan hasil pemetaan tersebut untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan A. Sering D.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN penilaian tersebut. 2. A.1. Mampu 22 . dan tenaga kependidikan untuk merefleksi diri atas ketercapaian hasil kinerja dan sekaligus melihat kekurangan-kekurangan yang ada sesuai dengan program kerja masingmasing.1 Saya memotivasi kepala sekolah dan guru untuk melakukan evaluasi terhadap hasil-hasil dari program kerja yang telah dijalankan. Tidak mampu B.1 Pengawas memberikan dorongan kepada kepala sekolah. Hampir tidak pernah B. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 2.7.7 Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah.

Hampir tidak pernah B. Sering D.8. Hampir tidak pernah B. Kadangkadang C.8. Selalu 2.1 Saya membina warga sekolah untuk memetakan tingkat keterlaksanaan SNP setiap tahun dengan menggunakan instrumen evaluasi diri dari BAN S/M A. Kadangkadang C.1 Saya membimbing warga sekolah untuk meningkatkan area yang masih perlu diperbaiki dalam rangka persiapan akreditasi berikutnya.2 Pengawas membimbing peningkatan area yang perlu diperbaiki untuk persiapan akreditasi sekolah binaan. Selalu 23 . Sering D.8. 2. 2.8.2.1. A. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI D. Kadangkadang C.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN pelaksanaan program kerja.8 Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah.8. Tidak mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 2. Hampir tidak pernah B. 2. Selalu A.1.2 Saya membimbing kepala sekolah untuk menggunakan data hasil pemetaan tersebut untuk mengetahui kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan pada sekolah binaan 2. Sering D.1 Pengawas membina pemetaan tingkat keterlaksanaan delapan standar nasional pendidikan.

3. teknik. dan jadwal supervisi akademik kepada PTK yang disupervisi sebelum pelaksanaan supervisi. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 3. Kadang-kadang C.1.1. saya bersikap santun (tidak otoriter) dalam suasana informal. 3. Selalu A.1.1.2. dan prinsip-prinsip supervisi yang tepat 3. Sering D.2 Ketika melaksanakan supervisi akademik. Selalu A. Supervisi Akademik KOMPETENSI 3.2. 3. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 3.2. dan prinsipprinsip supervisi yang tepat utk membina kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan pada sekolah binaan. C.1 Pengawas sekolah/ madrasah memahami konsep umum tentang metode.1 Kemampuan saya memahami metode.3 Saya melakukan supervisi manajerial secara berkesinambungan untuk peningkatan mutu sekolah TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A.1.2 Pengawas sekolah/ madrasah menguasai prinsip-prinsip supervisi yang tepat. Hampir tidak pernah B. teknik. D.1.1 Saya mensosialisasikan metode/teknik supervisi. Kadang-kadang C. B. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A. Sering D. dan prinsip-prinsip supervisi akademik yang tepat. Hampir tidak pernah B. Hampir tidak pernah B. Kadang-kadang C. Selalu 24 .1. Sering D.DIMENSI KOMPETENSI 3.1 Menerapkan metode.

1 Saya melaksanakan supervisi dengan berbagai metode (monitoring dan evaluasi. Kadang-kadang C. 3. Hampir tidak pernah B.2 Memahami konsep. teori dasar. Kadang-kadang C. Hampir tidak pernah B. C.1 Kemampuan saya menyampaikan kepada kepala sekolah dan guru bahwa kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk A. dan kecenderungan perkembangan 3.1.2. Selalu A.2. refleksi dan diskusi kelompok terfokus/ FGD) disesuaikan dengan jenis dan tingkat permasalahan di masingmasing sekolah binaan.1.1.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 3. Sering D. 3. Sering D. Selalu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 3. Selalu 3.4 Menggunakan instrumen supervisi akademik yang tepat A.3.3 Pengawas sekolah/ madrasah menguasai metode supervisi yang tepat. prinsip.1 Saya menggunakan instrumen yang sesuai dengan kebutuhan peningkatan mutu akademik di sekolah binaan. B. 3. 1 Pengawas sekolah melaksanakan tugas pokok dan fungsi kepengawasan akademik sekolah yang ditunjukkan 25 . karakteristik.2.1. Sering D.4 Saya melakukan supervisi akademik secara objektif (sesuai dengan persoalan dan kebutuhan nyata masing-masing sekolah binaan) TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A.1.1. Hampir tidak pernah B. D. Kadang-kadang C.4. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu 3.

DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan. C.1. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu 26 . Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu 3. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. hak.2. dan mengapresiasi IPTEK. 3.2 Kemampuan saya menyampaikan bahwa kelompok mapel dan kepribadian untuk peningkatan kesadaran dan wawasan siswa akan status. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyrakat.3 Kemampuan saya menyampaikan bahwa kelompok mapel IPTEK untuk mengenal. B. dan bernegara. D. menyikapi. berbangsa. C.1. D. menanamkan serta membudayakan kebiasaan A. B. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI dengan: ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.2. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN  menyampaikan konsep tiap mata pelajaran yang relevan A.

B. maupun dalam kehidupan kemasyarakatan 3. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu A.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis.2. olahraga dan kesehatan adalah untuk meningkatkan potensi fisik. menanamkan serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. kreatif dan mandiri. A.1. C.2. D.4 Kemampuan saya menyampaikan bahwa kelompok mapel estetika adalah untuk meningkatkan sensitivitas. D. C. B.5 Kemampuan saya menyampaikan kepada kepala sekolah dan guru bahwa kelompok mata pelajaran jasmani. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu 27 . kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 3.1.

prinsip. A. 3.1. teori/teknologi.1 Kemampuan saya menyampaikan bahwa karakteristik pembelajaran yang efektif itu adalah siswa senang belajar.3. Memahami konsep. teori/teknologi. C. prinsip. 3. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu 28 . D. karakteristik.1 Pengawas sekolah memahami konsep. dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/ bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah.3.3. terjadi perubahan konsep dan/atau perilaku terhadap materi yang dipelajari. karakteristik proses pembelajaran yang efektif.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 3. B.

Memadai.1. Standar Proses dan Penilaian.1 Kemampuan saya menyampaikan kepada guru bahwa silabus dikembangkan dengan prinsip-prinsip: Ilmiah. mengidentifikasi materi pokok. dan menentukan sumber belajar) 3. Kurang mampu C. Aktual dan Kontekstual. D.1 Pengawas sekolah memberikan contohcontoh kepada guru 3. Relevan.1. Konsisten. standar kompetensi dan kompetensi dasar. C.5. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 3.5 Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan 3. SKL.4.1. menentukan alokasi waktu. menentukan jenis penilaian.1 Pengawas sekolah/madrasah membimbing penyusunan dan/atau pengembangan silabus tematik dan/atau mata pelajaran berdasarkan SI.4. Sistematis. Fleksibel dan Menyeluruh TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A. Tidak mampu B. Kemampuan saya menyampaikan bahwa proses pembelajaran yang efektif A. B. mengembangkan kegiatan pembelajaran.1. merumuskan indikator.2 Kemampuan saya menjelaskan tahapan-tahapan penyusunan silabus kepada guru (mengkaji dan menentukan SK dan KD. D.4 Membimbing guru dalam menyusun silabus berlandaskan standar isi. B. dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP. C.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 3. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 3. Mampu 29 .4. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 3.5 . Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu A.

DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI strategi/metode/ teknik pembelajaran/bi mbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata-mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah. Kadangkadang C. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI D. Kurang mampu C. Sering D.2 Saya menyampaikan pentingnya untuk menggunakan berbagai stategi/metode/teknik pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik materi.6.1. dan teknik pembelajaran. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI mengenai : pemilihan strategi. Mampu 30 .1. Selalu 3.6. metode. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN adalah eksploratif. A.1 Pengawas sekolah memberikan contohcontoh kepada guru 3.6 Membimbing guru dalam menyusun Rencana 3. dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. elaboratif dan konfirmatif. Hampir tidak pernah B.5. Tidak mampu B. Sangat mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 3.1 Kemampuan saya menyampaikan kepada guru tentang prinsip-prinsip A.

2 Kemampuan saya menjelaskan dengan detil dan tepat tahapan-tahapan penyusunan RPP kepada guru (mencantumkan Identitas RPP. C. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu 3. B.1.1 3. mendorong partisipasi peserta didik.7 3. Tujuan Pembelajaran. dan Penilaian) A. mengembangkan budaya membaca dan menulis. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN penyusunan/ pengembangan RPP (memperhatikan perbedaan individu peserta didik. keterkaitan dan keterpaduan.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI. Materi Pembelajaran.6. dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI D. memberikan umpan balik dan tindak lanjut.7. Langkahlangkah Kegiatan Pembelajaran.1 31 . Sangat mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 3.1. Metode Pembelajaran. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI mengenai pembimbingan penyusunan RPP. D.7. Sumber Belajar.

3. mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A. Tidak mampu Kurang mampu Mampu Sangat mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 3. laboratorium. merawat. mengembangkan.8 Membimbing guru dalam mengelola.1.8. dan cara fasilitasi pembelajaran dengan tempat yang berbeda. Hampir tidak pernah B. C. Selalu 32 . D. 3. dan di lapangan/outdoor. dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/ bimbingan.8. A.1 Pengawas sekolah memberikan contohcontoh kepada guru mengenai • memberikan pedoman mengelola. di laboratorium. merawat. merawat. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN Kemampuan saya dalam membimbing guru dalam hal penguasaan kelas. mengembangkan. Sering D.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bi mbingan (di kelas.1 Saya berdiskusi dengan para guru tentang cara mengelola. B. yaitu di kelas. fasilitas dan sumber belajar yang ada di sekolah binaan. Kadang-kadang C. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI Pengawas sekolah/ madrasah membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di tempat-tempat yang berbeda. dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa. dan menggunakan media.

1 Saya memberikan contohcontoh kepada guru mengenai pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran/bimbingan kepada guru dalam mengelola.1 Kemampuan saya dalam memahami teknik dan prosedur penetapan kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran/ pembimbingan mata pelajaran TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A.1 Pengawas sekolah memberikan contohcontoh kepada guru mengenai: • pedoman pemanfaatan teknologi informasi untuk pembelajaran/ bimbingan. A. Sering D.1 Pengawas mampu memahami teknik dan prosedur penetapan kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran bimbingan mata pelajaran ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 4. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 3. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 3. Kadangkadang C. merawat.1 Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan tiap mata pelajaran PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 4.1.1. Sangat mampu 33 .9 Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran/bi mbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran SD/MI. Tidak mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN B.1. Selalu DIMENSI KOMPETENSI 4. Kurang mampu C. dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan.9.9. mengembangkan. Evaluasi Pendidikan KOMPETENSI 4. Mampu D.1. Hampir tidak pernah B.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 3.

1.1 Kemampuan saya dalam menggunakan Standar Isi. Sangat mampu 4. dan Penilaian sebagai acuan dalam menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran/bimbing an tiap mata pelajaran 4.2 Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting untuk dinilai dalam pembelajaran/ pembimbingan bidang pengembangan atau mata pelajaran di sekolah 4.2 Pengawas mampu menggunakan Standar Isi/ SKL.2. SKL.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI di sekolah PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 4. Tidak mampu B. Kurang mampu C. Mampu D. Proses dan Penilaian sebagai acuan dalam menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran/ pembimbingan mata pelajaran A.1.1 Kemampuan saya dalam menggunakan Standar Penilaian (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007) sebagai acuan dalam membimbing guru menentukan aspek penting untuk dinilai dalam pembelajaran/ pembimbingan mata pelajaran A. Kurang mampu C.2. Sangat mampu 34 .1.1 Pengawas mampu menggunakan Standar Penilaian (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007) sebagai acuan dalam membimbing guru menentukan aspek yang penting untuk dinilai dalam pembelajaran/ pembimbingan mata pelajaran 4.2. Mampu D. Tidak mampu B. Proses.

3. Mampu D. Sangat mampu 4. guru. tenaga labolatorium 4.1 Kemampuan saya membimbing guru dalam menentukan aspek penting untuk dinilai dalam pembelajaran dengan baik A.2. tenaga laboratorium dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan 4.1 Pengawas mampu memahami dimensi dan kompetensi kepala sekolah. pengelola perpustakaan. Kurang mampu C. Tidak mampu B.1 Kemampuan saya memahami dimensi dan kompetensi kepala sekolah.2. TU. guru. Kurang mampu C. Mampu D.2 Pengawas mampu membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek penting untuk dinilai dalam pembelajaran 4. tenaga labolatorium A.3 Menilai kinerja kepala sekolah.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 4.1. TU. pengelola perpustakaan. Sangat mampu 35 .2.3. TU. Tidak mampu B. guru. pengelola perpustakaan.

1 Pengawas mampu Kemampuan saya dalam menggunakan Standar mencermati komponen A. Sangat mampu 4. guru.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI dan pembelajaran/ pembimbingan di sekolahnya PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 4. Kurang mampu C. pengelola perpustakaan. TU. Kurang mampu C. Tidak mampu B.3. Tidak mampu B. Tidak mampu B. pengelola perpustakaan. tenaga labolatorium pada sekolah binaan saya A. tenaga labolatorium dengan baik dan obyektif 4.2 Pengawas mampu membuat pedoman/acuan penilaian kinerja kepala sekolah.3.3. pengelola perpustakaan. TU. Sangat mampu 4.1 Kemampuan saya dalam melaksanakan penilaian kinerja kepala sekolah. TU. guru.3. Mampu D.4 Memantau pelaksanaan 4. Kurang 36 . tenaga labolatorium 4. tenaga labolatorium dengan baik dan obyektif pada sekolah binaan saya A.2.1.4. TU.3 Pengawas mampu melaksanakan penilaian kinerja kepala sekolah. Mampu D.4.1 4. guru.1 Kemampuan saya membuat pedoman/acuan penilaian kinerja kepala sekolah.3. guru. pengelola perpustakaan.

3 Kemampuan saya dalam melakukan analisis hasil pemantauan pelaksanaan pembelajaran/bimbingan serta hasil belajar siswa untuk perbaikan mutu pembelajaran/ pembimbingan pada semua mata pelajaran di sekolah binaan saya A.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI pembelajaran/bi mbingan serta hasil belajar siswa dan menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/ pembimbingan tiap mata pelajaran PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI Isi/ SKL.2 Kemampuan saya dalam melaksanakan pemantauan pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan serta hasil belajar siswa sesuai acuan untuk semua mata pelajaran di sekolah binaan saya dengan dengan obyektif 4. Mampu D. Kurang mampu C. proses dan standar penilaian sebagai acuan dalam melaksanakan pemantauan pembelajaran/ bimbingan serta hasil belajar siswa untuk perbaikan mutu pembelajaran/ bimbingan di sekolah ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN penting SK/KD. Tidak mampu B. Sangat mampu 37 . Mampu D. standar proses dan standar penilaian untuk dijadikan acuan dalam melaksanakan pemantauan pelaksanaan pembelajaran/bimbingan serta hasil belajar siswa TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI mampu C. Sangat mampu A.1.4.4. Mampu D. Kurang mampu C. Tidak mampu B. Sangat mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 4.1.

5.5.1.2 Kemampuan saya dalam memberikan peluang kepada guru untuk melakukan refleksi diri terhadap hasil penilaian pendidikan dan pembelajaran/bimbingan A.5 Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan tiap mata pelajaran pada sekolah binaan PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 4.1 Pengawas mampu membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbing an tiap mata pelajaran pada sekolah binaan ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 4. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A. Sangat mampu 38 . Kurang mampu C.1. Kurang mampu C. Mampu D. Mampu D.5.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 4.1 Kemampuan saya dalam membina guru untuk memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran pada sekolah binaan saya. Tidak mampu B. Tidak mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN B. Sangat mampu 4.

DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 4. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 5. guru dan staf sekolah TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A. Tidak mampu B.1.6.1. guru dan staf sekolah PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 4.6.6. Penelitian Pengembangan KOMPETENSI 5.6 Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah.1. Kurang mampu C.1. Mampu D. Tidak mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN B.1 Kemampuan saya dalam memberi penjelasan mengenai pendekatan penelitian pendidikan (kuantitatif dan kualitatif) TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A. Mampu D. Mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 39 .2 Kemampuan saya dalam memberikan pengarahan kepada kepala sekolah. Tidak mampu B.1 Menguasai berbagai pendekatan. Kurang mampu C. Sangat mampu DIMENSI KOMPETENSI 5.1 Pengawas sekolah/ madrasah menjelaskan berbagai pendekatan penelitian pendidikan ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 5.1 Kemampuan saya dalam mengolah dan menganalis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah.1 Pengawas mampu mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah. guru dan staf sekolah mengenai hasil penilaian kinerja yang efektif dan efisien A. guru dan staf sekolah ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 4.1. Sangat mampu tidak pernah 4. Kurang mampu C.

1 Kemampuan saya dalam menguraikan berbagai jenis dan metode penelitian kepada kepala sekolah dan guru. 5. Sangat mampu 5. Sangat mampu 5. Mampu D. Tidak mampu B. Sangat mampu 40 . pengelolaan dan penilaian program kerja A. Sangat mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 5.2. Mampu D.1 Pengawas sekolah/ madrasah mengidentifikasi masalah kepengawasan akademik. Kurang mampu C. Tidak mampu B.2 Pengawas sekolah/ madrasah menjelaskan berbagai jenis dan metode penelitian pendidikan. pemanfaatan media pembelajaran.1. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI D. 5.2 Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.2. dan lainlain. Mampu D. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN kepada kepala sekolah dan guru. Kurang mampu C. Kurang mampu C.2.1 Kemampuan saya mengidentifikasi masalahmasalah kepengawasan akademik seperti masalah peningkatan kemampuan guru dalam metode mengajar.2. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI kepada kepala sekolah dan guru.1 Kemampuan saya mengidentifikasi masalahmasalah yang terkait dengan pembinaan terhadap perencanaan. A.2.2.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI jenis dan metode penelitian pendidikan. evaluasi hasil/proses pembelajaran.1. A. 5.2 Pengawas sekolah/ madrasah mengidentifikasi masalah kepengawasan manajerial 5. Tidak mampu B.1.

Sangat mampu A. Tidak mampu B. 5.3 Pengawas sekolah/ madrasah mengidentifikasi masalah kepengawasan yang penting untuk pengembangan karirnya.1 Kemampuan saya melaksanakan penelitian pendidikan baik penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. A.1 Kemampuan saya mengidentifikasi masalah yang penting untuk pengembangan karirnya. 5. Tidak mampu B.4 Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan 5. Tidak mampu B.2. Kurang mampu C.1 Pengawas sekolah/ madrasah menyusun proposal penelitian pendidikan baik penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.2. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 5.4.4. Sangat mampu 41 .3 Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. Kurang mampu C. dan lain-lain.3. Sangat mampu 5.1.1 Kemampuan saya menyusun proposal penelitian pendidikan baik penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. Mampu D. 5.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN sekolah binaan. A.1. Kurang mampu C. Mampu D.3.3. 5. Mampu D.1 Pengawas sekolah/ madrasah melaksanakan penelitian pendidikan baik kualitatif maupun 5. tahapan karir seorang pengawas. misal yang terkait dengan pengajuan angka kredit.

Mampu D. Kurang mampu C. 5. 5.1 Pengawas membuat analisis masalah penelitian pendidikan baik kualitatif maupun kuantitatif.5. Kurang aktif C. A.1 Kemampuan saya menulis KTI bidang kependidikan. Sangat mampu 42 .6. Sangat mampu 5. 5.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI masalah pendidikan.2 Keaktifan saya dalam melaksanakan penelitian pendidikan baik penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.4. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 5. dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI kuantitatif.1 Pengawas menyusun KTI dalam bidang Pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaat kannya 5.6.5 Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.6 Menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan 5. misal menulis Penelitian Tindakan Kepengawasan A.1.1 Kemampuan saya mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik kualitatif maupun kuantitatif.1. Sangat aktif A. Tidak mampu B. Mampu D. Aktif D. Tidak mampu B. Tidak aktif B.1. Kurang mampu C.5.

2 Kemampuan saya menyusun pedoman supervisi manajerial. A. Tidak mampu B.2 Saya menulis KTI dalam bidang pendidikan dan/ atau bidang kepengawasan A.7. Kurang mampu C. Sering D.6.1 Pengawas menyusun pedoman/panduan dan atau buku modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas kepengawasan di sekolah. Mampu D.1 Kemampuan saya menyusun pedoman supervisi akademik. Kurang mampu C. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 5.1. Sangat mampu 43 . 5. Kadang-kadang C. 5.7. Selalu A.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI dan/atau bidang kepengawasan dan memanfaatkann ya untuk perbaikan mutu pendidikan. Mampu D. Sangat mampu 5.1. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI untuk perbaikan mutu pendidikan.7. 5. Tidak mampu B. Hampir tidak pernah B.7 Menyusun pedoman/ pandu an atau buku/ modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah menengah yang sejenis.1.

Tidak mampu B. Sangat mampu A.8.1. Mampu D. Tidak mampu B.8 Memberikan bimbingan kepada guru tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK).1 Pengawas memberikan bimbingan kepada guru tentang PTK.1.1. Sangat mampu A.1 Kemampuan saya memberikan bimbingan kepada guru dalam merencanakan PTK. baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah.1. Kurang mampu C.3 Kemampuan saya menyusun pedoman supervisi untuk tenaga administrasi sekolah. Mampu D. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI A. 5.8. 5. Mampu D.2 Kemampuan saya memberikan bimbingan kepada guru dalam melaksanakan kegiatan PTK di sekolah menengah yang sejenis.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 5. Tidak mampu B.8. Sangat mampu 44 . Kurang mampu C. Kurang mampu C.8.7.3 Kemampuan saya memberikan bimbingan kepada guru dalam penyusunan laporan PTK A. Kurang mampu C. Mampu D. Sangat mampu BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 5. 5. 5. Tidak mampu B.

DIMENSI 6. tenaga kependidikan.1. ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN 6. Banyak akses D. Sedikit akses C.1 Pengawas melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan profesionalime diri guna meningkatkan kinerja pengawas. kompetensi peserta didik di TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN A.1. Dimensi Sosial KOMPETENSI 6.1. Tidak memiliki akses B.1 Banyaknya akses yang saya miliki. Sangat banyak akses 45 . sehingga sekolah dapat memanfaatkan kerja sama yang dapat menunjang peningkatan mutu pendidik.1 Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI 6.

1 Saya melakukan koordinasi dengan MGMP/MKKS/K3S untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada sekolah binaan A.1.3 Pengawas memberikan arahan dan referensi pada sekolah binaan untuk melakukan kerja sama dengan pihak terkait. 6.DIMENSI KOMPETENSI melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.2.1 Saya mendorong sekolah binaan agar melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi. Kadang-kadang C. Sering D.1. Kadang-kadang C. Hampir tidak pernah B.4.1. lembaga pendidikan lainnya untuk berperan serta meningkatkan mutu pendidikan di sekolah binaan.1 Saya membangun hubungan yang harmonis dengan komite sekolah dengan ditandai seringnya dilibatkan dalam penyusunan perencanaan program-program pada sekolah binaan. Hampir tidak pernah B. PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN sekolah binaan. TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 6. dunia usaha/industri/ kerja. 6.1. 6.1. Sering D. Selalu A. untuk peningkatan mutu pendidikan pada sekolah binaan.4 Pengawas berkoordinasi dengan Koordinator Pengawas/MGMP/ MKKS/K3S untuk memajukan sekolah dalam meningkatkan 6. Selalu 46 . Selalu A.1. Kadang-kadang C.2 Pengawas melakukan kerja sama dengan komite untuk meningkatkan pendidikan di sekolah binaan. Sering D.3. Hampir tidak pernah B. 6.

DIMENSI KOMPETENSI PATOKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI kualitas pendidikan ALTERNATIF PENERAPAN PATOKAN TINGKAT PENILAIAN KOMPETENSI BUKTI PRAKTIK YANG DILAKUKAN 6.2.1 Pengawas ikut menjadi anggota aktif dalam dalam organisasi peengawas sekolah APSI (Asosiasi Pengawas Seluruh Indonesia) 6.1 Keikut sertaan saya dalam organisasi pengawas sekolah yaitu APSI A.2. Anggota aktif D. Anggota pasif C.1.2 Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan 6. Pengurus APSI 47 . Tidak menjadi anggota B.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->