Anda di halaman 1dari 3

PMS (Premenstrual Syndrome)

1. Pengertian
PMS merupakan suatu kondisi yang dialami wanita yakni munculnya
beberapa gejala fisik, emosi dan perubahan perilaku yang terjadi sebelum
menstruasi, mengganggu aktivitas harian, dan gejala akan berangsur-angsur
menghilang saat onset menstruasi (Elvira, 2010; Dickerson et al, 2003).

2. Etiologi
Penyebab PMS berhubungan dengan beberapa faktor yakni:
a. Faktor hormonal
Ketidakseimbangan kadar hormon estrogen dan progesteron dimana
estrogen sangat berlebih & hingga melampaui batas normal sedangkan
progesteron kadarnya menurun.
b. Faktor kimiawi
Kadar serotonin berubah-ubah selama siklus menstruasi, yang mana
aktivitas serotonin sendiri berhubungan dengan gejala depresi, kecemasan,
kelelahan, agresif, dan lain sebagainya. Kadar serotonin yang rendah
ditemukan pada wanita dengan PMS.
c. Faktor genetik
Insiden PMS 2x lebih tinggi pada kelahiran kembar satu telur
(monozigotik) dibandingkan kelahiran kembar dua telur (dizigotik).
d. Faktor psikologis
Stres sangat besar pengaruhnya terhadap kejadian PMS. Gejala-gejala
PMS akan makin nyata dialami oleh wanita yang terus menerus
mengalami tekanan psikologis.
e. Faktor gaya hidup
Rendahnya asupan vitamin dan mineral tertentu (vitamin B6, kalsium, &
magnesium) dapat menurunkan kadarnya di dalam tubuh. Hal ini akan
memperberat gejala PMS (Saryono, 2009; Scholten, 2008) .

3. Patofisiologi
Penyebab gejala yang komplek saat PMS tidak ketahui secara pasti, namun
konsensus yang baru menyebutkan bahwa fungsi fisiologis ovarium sebagai
pemicu munculnya gejala PMS. Riset lebih lanjut menunjukkan bahwa
serotonin (5 hidroksi triptamin ) berhubungan dengan patogenesis PMS.
Aktivitas serotonin berhubungan dengan gejala kecemasan, depresi, kelelahan,
pola makan, impulsif, agresif, dan lain-lain. Kadar dan aktivitas serotonin
yang rendah ditemukan pada wanita dengan PMS. Aktivitas serotonin pun
dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Stres diketahui juga
sebagai pengacau pola ovulasi. Kacaunya pola ovulasi berakibat pada ovulasi
yang kurang sempurna. Ovulasi yang kurang sempurna akan menurunkan
kadar serotonin diotak (Saryono, 2009).

4. Gejala PMS
Gejala PMS terhitung sangat banyak hingga 200 gejala, namun ada 3 gejala
yang paling mudah dikenali yakni mudah tersinggung/ sensitif (irritable),
ketegangan, dan perasaan tidak nyaman/ tidak bahagia.
Gejala PMS meliputi gejala fisik , emosi dan perilaku diantaranya :
Gejala fisik :
a. Nyeri / bengkak pada payudara.
b. Perut membengkak / menggembung serta mengalami diare atau
konstipasi.
c. Nyeri kepala , migren.
d. Kaki dan tangan membengkak.
e. Nyeri dan kaku pada otot dan persendian.
f. Mual , muntah.
Gejala emosi dan perilaku :
a. Depresi.
b. Kecemasan.
c. Insomnia, hipersomnia.
d. Berkurangnya minat terhadap aktivitas.
e. Sulit berkonsentrasi.
f. Kelelahan.
g. Murung, menurunnya mood.
h. Lekas marah , sensitif (irritable) (O’Brien et al, 2007; Pinkerton, 2010;
Johnson, 2004).
Tidak semua tanda & gejala diatas selalu muncul, namun wanita dikategorikan
mengalami PMS jika didapatkan satu gejala emosi dan satu gejala fisik yang
dialami saat pramenstruasi (10-14 hari menjelang menstruasi) setidaknya tiga
siklus berturut-turut, berdampak negatif terhadap aktivitas harian, dan gejala
menghilang setelah menstruasi berakhir. Namun kerap kali yang disebut
sebagai gejala PMS adalah munculnya gejala emosional. (Elvira,2010)

5. Faktor resiko PMS


Wanita yang beresiko tinggi terkena PMS antara lain :
a. Riwayat keluarga.
b. Wanita yang pernah melahirkan.
c. Status perkawinan.
d. Usia.
e. Stres.
f. Diet.
g. Gaya hidup.
h. Kegiatan fisik (Saryono, 2009).

Daftar Pustaka

Dickerson L.M., Mazyck P.J., Hunter M.H. 2003. Premenstrual Syndrome.


http://www.aafp.org/afp/2003/0415/p1743.html. (27 April 2011).
Elvira S. D. 2010. Sindrom Pra-Menstruasi Normalkah?. Jakarta: Balai
Penerbit FKUI, pp: 5-12.
Johnson S. 2004. Premenstrual Syndrome (Premenstrual Tension).
http://www.health.am/gyneco/more/premenstrual-syndroma-premenstrual-tension.
( 27 April 2011).
O’Brien PM S., Rapkin J.A., Schmidt P.J. 2007. The Premenstrual Syndromes
: PMS and PMDD. United Kingdom: Informa Healthcare, p:33.
Pinkerton J.V. 2010. Premenstrual Syndrome (PMS).
http://www.merckmanuals.com/professional/sec18/ch244/ch244g.html. (27 April
2011).
Saryono, Waluyo S. Sindrom Premenstruasi. Yogyakarta: Nuha Medika, pp: 17-25.
Scholten A. 2009. Risk Factor for Premenstrual Syndrome (PMS).
http://www.vnacarenewengland.org/body.cfm?id=103&chunkiid=20024. (27 April
2011).