Anda di halaman 1dari 21

BUDIDAYA LEBAH MADU

Disusun oleh: Aji Prasetio, S.P.


Lebah madu adalah salah satu jenis serangga dari sekitar 20.000 spesies lebah. Saat
ini ada sekitar tujuh spesies lebah madu yang dikenal dengan sekitar 44 subspesies. Semua
spesies ini termasuk dalam genus Apis. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang
dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu mereka juga membuat sarang dari lilin, yang
dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu. Lebah madu yang ada di alam
Indonesia adalah A. andreniformis, A. cerana dan A. dorsata, serta khusus di Kalimantan
terdapat A. Koschevnikovi ( Anonim, 2010).

Gambar 1. Spesies-spesies genus Apis1.

Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak jaman budaya-budaya kuno beberapa
ribu tahun yang lalu. Dalam Bibel pada bagian perjanjian lama disebutkan Manna diturunkan
Allah di Padang Pasir Sinai sewaktu Nabi Musa memimpin umat Israel yang tersungut-
sungut karena kekurangan makanan. (Keluaran 16:13-35) Manna (honeydew) diartikan
sebagai makanan dari surga karena enaknya (Sihombing,1997).
Al Qur'an juga menempatkan secara istimewa lebah madu menjadi sebuah nama surah
yaitu An-Nahl (lebah madu). Dalam salah satu ayatnya (Surah An-Nahl [16] ayat 68-69)
tertulis: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di
pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari
tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan.
Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di

1
Sumber: <http://www.culturaapicola.com.ar/fotos/Apis_especies2.jpg>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.

1
dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.”
Pembudidayaan lebah madu yang kini populer berasal dari kawasan Laut Tengah
(Afrika utara, Eropa selatan dan Asia kecil) yang selanjut menyebar ke seluruh wilayah dunia
(Sihombing, 1997). Bangsa Mesir kuno membuat corong dari tanah liat sebagai sarang lebah,
kemudian dari keranjang anyaman. Di Afrika lebah madu dipelihara dalam bongkahan kayu
berbentuk silinder dan sarang tersebut digantung di pohon. Bangsa Rusia sebagai
pengembang lebah madu secara modern, malahan disebut sebagai daerah lahan madu. Rusia
mulai mengembangkan peternakan madu sejak abad ke-10 hingga kini secara besar-besaran.
Mereka yang menemukan sarang lebah madu yang bisa dipindah-pindahkan, teknik tersebut
diperkenalkan oleh Peter Prokovich (1775-1850) (Anonim, 2010).
Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Sejak
zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon dan tempat-
tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sangat
dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya
(Anonim, 2010).
Di Indonesia sentra perlebahan masih ada di sekitar Jawa meliputi daerah Jawa Timur,
Jawa Tengah, Jawa Barat dengan jumlah produksi sekitar 2000-2500 ton untuk lebah
budidaya. Kalimantan dan Sumbawa merupakan sentra untuk madu dari perburuan lebah di
hutan. Sedang untuk sentra perlebahan dunia ada di CIS (Negara Pecahan Soviet), Jerman,
Australia, Jepang dan Italia (Anonim, 2005).
Lebah termasuk hewan yang masuk dalam kelas insekta famili Apidae dan genus Apis.
Secara runtut, taksonomi dari lebah madu ini adalah sebagai berikut (Singh, 1962):
Kingdom : Animal
Filum : Arthropoda
Kelas : Heksapoda atau Insekta
Ordo : Hymenoptera
Genus : Apis
Spesies : Apis dorsata, A. florea, A. indica, dan A. mellifera

2
Spesiesnya bermacam-macam, yang banyak terdapat di Indonesia adalah A. cerana,
A. dorsata, dan A. florea. Jenis unggul yang sering dibudidayakan adalah jenis A. mellifera.
Menurut asal-usulnya lebah dibagi 4 jenis berdasar penyebarannya (Anonim, 2005):
1. Apis cerana, diduga berasal dari daratan Asia menyebar sampai Afghanistan, China
maupun Jepang.
2. Apis mellifera, banyak dijumpai di daratan Eropa, misalnya Prancis, Yunani dan Italia
serta di daerah sekitar Mediterania.
3. Apis dorsata, memiliki ukuran tubuh paling besar dengan daerah penyebaran sub
tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Philipina dan sekitarnya. Penyebarannya di
Indonesia merata mulai dari Sumatera sampai Irian.
4. Apis florea merupakan spesies terkecil tersebar mulai dari Timur Tengah, India
sampai Indonesia. Di Indonesia orang menyebutnya dengan tawon
klanceng.
Produk yang dihasilkan madu adalah (Anonim, 2005):
1. Madu sebagai produk utama berasal dari nektar bunga merupakan makanan yang
sangat berguna bagi pemeliharaan kesehatan, kosmetika dan farmasi.
2. Royal jelly dimanfaatkan untuk stamina dan penyembuhan penyakit, sebagai
bahan campuran kosmetika, bahan campuran obat-obatan. Royal jelly sebenarnya
adalah makanan larva ratu yang terdapat di dalam sel calon ratu yang dihasilkan
oleh kelenjar hipopharing dan kelenjar mandibula lebah pekerja muda,
mengandung gula, air, dan vitamin-vitamin asam panthotenat, biopterin, dan
neopterin (Anonim, 2004).
3. Pollen (tepung sari) dimanfaatkan untuk campuran bahan obat-
obatan/kepentingan farmasi.
4. Lilin lebah (malam) dimanfaatkan untuk industri farmasi dan kosmetika sebagai
pelengkap bahan campuran.
5. Propolis (perekat lebah) untuk penyembuhan luka, penyakit kulit dan membunuh
virus influensa. Propolis atau bee pollen adalah suatu zat yang dihasilkan oleh
lebah madu. Dikumpulkan oleh lebah dari pucuk daun-daun yang muda untuk
kemudian dicampur dengan air liurnya, digunakan untuk menambal dan
mensterilkan sarang. Propolis bersifat disinfektan (anti bakteri) yang membunuh
semua kuman yang masuk ke sarang lebah. lebah meliputi sarangnya dengan
propolis untuk melindungi semua yang ada didalam sarang tersebut dari serbuan
3
kuman, virus, atau bakteri, misal: ratu lebah, telur, bayi lebah dan madu. Sifat
disinfektan alami yang terkandung dalam propolis sangat ampuh dalam
membunuh kuman, terbukti dengan ditemukannya seekor tikus dalam sarang
lebah yang telah mati selama kurang lebih 5 tahun dalam keadaan tidak
membusuk (Anonim, 2007).
Keuntungan lain dari beternak lebah madu adalah membantu dalam proses
penyerbukan bunga tanaman sehingga didapat hasil yang lebih maksimal (Anonim, 2005).
Persyaratan lokasi secara umum memiliki suhu ideal yang cocok bagi lebah. Suhu yang
cocok tersebut sekitar 26 °C, pada suhu ini lebah dapat beraktivitas normal. Suhu di atas
10 °C lebah masih beraktivitas. Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal
(25 °C) seperti Malang dan Bandung lebah madu masih ideal dibudidayakan. Lokasi yang
disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian dan banyak terdapat bunga sebagai
pakannya (Anonim, 2005).
Dalam pembudidayaan lebah madu, yang perlu dipersiapkan yaitu: lokasi budidaya,
kandang lebah modern (stup), pakaian kerja dan peralatan budidaya lebah (Anonim, 2005).
Beberapa perlengkapan dalam budidaya lebah madu antara lain: smoker, spatula, bee veil,
baju lengan panjang (warna putih, tebal), sarung tangan, bee brush (Singh, 1962).

Gambar 2. a. Bee Veil2 dan b. Smoker3.

2
Sumber: <http://entnemdept.ufl.edu/afbee/resources/pco_removal_clip_image002_0002.jpg>. Diakses tanggal
7 Juni 2010.
3
Sumber: <http://www.beekeepingstarterkit.com/files/1844535/uploaded/Dadant Bee Smoker M00928l.jpg>.
Diakses tanggal 7 Juni 2010.

4
a b c d e f
Gambar 3. Peralatan dalam budidaya lebah: a. Spur
embedder, b. Wax tube fastener, c. Bee brush, d. Frame
spacing tool, e. Frame cleaning tool, dan e. Hive tool
(Spatula)4.

Syarat yang utama yang harus yang dipenuhi dalam budidaya lebah adalah ada seekor
ratu lebah dan ribuan ekor lebah pekerja serta lebah jantan. Dalam satu koloni tidak boleh
lebih dari satu ratu karena antar ratu akan saling bunuh untuk memimpin koloni. Berikut ini
beberapa tahapan dalam kegiatan budidaya lebah madu (Anonim, 2005):

Gambar 4. Kondisi lebah pada frame5.

A. Penyiapan Sarana dan Peralatan


1. Perkandangan
a. Suhu
Perubahan suhu dalam stup hendaknya tidak terlalu cepat, oleh karena
itu ketebalan dinding perlu diperhatikan untuk menjaga agar suhu
dalam stup tetap stabil. Yang umum digunakan adalah kayu empuk
setebal 2,5 cm.

4
Sumber: <http://www.beeclass.com/dts/smoker2.gif>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.
5
Sumber: <http://www.coonhollowfarmct.com/images/honey_bees_on_frame.jpg>. Diakses tanggal 7 Juni
2010.

5
b. Ketahanan terhadap iklim
Bahan yang dipakai harus tahan terhadap pengaruh hujan, panas, cuaca
yang selalu berubah, kokoh dan tidak mudah hancur atau rusak.
c. Konstruksi
Konstruksi kandang tradisional dengan menggunakan gelodok dari
bambu, secara modern menggunakan stup kotak yang lengkap dengan
frame-nya.
2. Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam budidaya lebah terdiri dari: masker, pakaian
kerja dan sarung tangan, pengasap, penyekat ratu, sangkar ratu, sapu dan sikat,
tempat makan, pondamen sarang, alat-alat kecil, peralatan berternak ratu dan
lain-lain.

B. Pembibitan
1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Bibit lebah unggul yang di Indonesia ada dua jenis yaitu A. cerana (lokal) dan
A. mellifera (impor). Ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni
lebah, oleh karena itu pemilihan jenis unggul ini bertujuan agar dalam satu
koloni lebah dapat produksi maksimal. ratu A. cerana mampu bertelur
500-900 butir per hari sedangkan ratu A. mellifera mampu bertelur 1500 butir
per hari. Untuk mendapatkan bibit unggul ini sekarang tersedia tiga paket
pembelian bibit lebah:
a. Paket lebah ratu terdiri dari 1 ratu dengan 5 lebah pekerja.
b. Paket lebah terdiri dari 1 ratu dengan 10.000 lebah pekerja.
c. Paket keluarga inti terdiri dari 1 ratu dan 10.000 lebah pekerja lengkap
dengan 3 sisiran sarang.

6
Gambar 5. Lebah pekerja/worker (kiri), lebah
jantan/drone (tengah) dan lebah ratu/mature
queen (kanan)6.

2. Perawatan Bibit dan Calon Induk


Lebah yang baru dibeli dirawat khusus. Satu hari setelah dibeli, ratu
dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam stup yang telah disiapkan. Selama
6 hari lebah-lebah tersebut tidak dapat diganggu karena masih pada masa
adaptasi sehingga lebih peka terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan.
Setelah itu baru dapat dilaksanakan untuk perawatan dan pemeliharaan rutin.
3. Sistem Pemuliabiakan
Pemuliabiakan pada lebah adalah menciptakan ratu baru sebagai upaya
pengembangan koloni. Cara yang sudah umum dilaksanakan adalah dengan
pembuatan mangkokan buatan untuk calon ratu yang diletakkan dalam sisiran.
Tetapi sekarang ini sudah dikembangkan inseminasi buatan pada ratu lebah
untuk mendapatkan calon ratu dan lebah pekerja unggul. Pemuliabiakan lebah
ini telah berhasil dikembangkan oleh KUD Batu Kabupaten Malang.
4. Reproduksi dan Perkawinan
Dalam setiap koloni terdapat tiga jenis lebah masing-masing lebah ratu, lebah
pekerja dan lebah jantan. Alat reproduksi lebah pekerja berupa kelamin betina
yang tidak berkembang sehingga tidak berfungsi, sedangkan alat reproduksi
berkembang lebah ratu sempurna dan berfungsi untuk reproduksi.
Proses perkawinan terjadi diawali musim bunga. Ratu lebah terbang keluar
sarang diikuti oleh semua pejantan yang akan mengawininya. Perkawinan
terjadi di udara, setelah perkawinan pejantan akan mati dan sperma akan
disimpan dalam spermatheca (kantung sperma) yang terdapat pada ratu lebah

6
Sumber: <http://www.uni.illinois.edu//~stone2/bee_life_stages.html>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.

7
kemudian ratu kembali ke sarang. Selama perkawinan lebah pekerja
menyiapkan sarang untuk ratu bertelur.
5. Proses Penetasan
Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang
masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur diletakkan di dasar sel. Tabung sel
yang telah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari oleh lebah pekerja
dan setelah penuh akan ditutup lapisan tipis yang nantinya dapat ditembus
oleh penghuni dewasa. Untuk mengeluarkan sebutir telur diperlukan waktu
sekitar 0,5 menit, setelah mengeluarkan 30 butir telur, ratu akan istirahat
6 detik untuk makan. Jenis tabung sel dalam sisiran adalah:
a. Sel calon ratu, berukuran paling besar, tak teratur dan biasanya terletak
di pinggir sarang.
b. Sel calon pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik
hitam di tengahnya.
c. Sel calon pekerja, berukuran kecil, tutup rata dan paling banyak
jumlahnya.
Lebah madu merupakan serangga dengan 4 tingkatan kehidupan yaitu
telur, larva, pupa dan serangga dewasa. Lama dalam setiap tingkatan punya
perbedaan waktu yang bervariasi. Rata-rata waktu perkembangan lebah:
a. Lebah ratu: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup
1 hari, istirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari,
Pupa/kepompong 3 hari, total waktu jadi lebah 15 hari.
b. Lebah pekerja: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup
2 hari, istirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari,
Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 21 hari.
c. Lebah pejantan: menetas 3 hari, larva 6 hari, terbentuk benang penutup
3 hari, istirahat 4 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari,
Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari. Selama dalam
periode larva, larva-larva dalam tabung akan makan madu dan tepung
sari sebanyak-banyaknya. Periode ini disebut masa aktif, kemudian
larva menjadi kepompong (pupa). Pada masa kepompong lebah tidak
makan dan minum, di masa ini terjadi perubahan dalam tubuh pupa
untuk menjadi lebah sempurna. Setelah sempurna lebah akan keluar sel
menjadi lebah muda sesuai asal selnya.
8
C. Pemeliharaan
1. Sanitasi, Tindakan Preventif dan Perawatan
Pada pengelolaan lebah secara modern lebah ditempatkan pada kandang
berupa kotak yang biasa disebut stup. Di dalam stup terdapat ruang untuk
beberapa frame atau sisiran. Dengan sistem ini peternak dapat harus rajin
memeriksa, menjaga dan membersihkan bagian-bagian stup seperti
membersihkan dasar stup dari kotoran yang ada, mencegah semut/serangga
masuk dengan memberi tatakan air di kaki stup dan mencegah masuknya
binatang pengganggu.
2. Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan ini meliputi menyingkirkan lebah dan sisiran sarang abnormal
serta menjaga kebersihan stup.
3. Pemberian Pakan
Cara pemberian pakan lebah adalah dengan menggembala lebah ke tempat di
mana banyak bunga. Jadi disesuaikan dengan musim bunga yang ada. Dalam
penggembalaan yang perlu diperhatikan adalah :
a. Perpindahan lokasi dilakukan malam hari saat lebah tidak aktif.
b. Bila jarak jauh perlu makanan tambahan (buatan).
c. Jarak antar lokasi penggembalaan minimum 3 km.
d. Luas areal, jenis tanaman yang berbunga dan waktu musim bunga.
Tujuan utama dari penggembalaan ini adalah untuk menjaga
kesinambungan produksi agar tidak menurun secara drastis. Pemberian pakan
tambahan di luar pakan pokok bertujuan untuk mengatasi kekurangan pakan
akibat musim paceklik/saat melakukan pemindahan stup saat penggeembalaan.
Pakan tambahan tidak dapat meningkatkan produksi, tetapi hanya berfungsi
untuk mempertahankan kehidupan lebah. Pakan tambahan dapat dibuat dari
bahan gula dan air dengan perbandingan 1:1 dan adonan tepung dari campuran
bahan ragi, tepung kedelai dan susu kering dengan perbandingan 1:3:1
ditambah madu secukupnya.

9
D. Hama dan Penyakit
1. Penyakit
Di daerah tropis penyakit lebah jarang terjadi dibandingkan dengan daerah
sub tropis/daerah beriklim salju. Iklim tropis merupakan penghalang terjalarnya
penyakit lebah. Kelalaian kebersihan mendatangkan penyakit. Beberapa penyakit
pada lebah dan penyebabnya antara lain:
1. Foul Brood;
Ada dua macam penyakit ini yaitu American Foul Brood yang disebabkan
oleh Bacillus larva dan European Foul Brood. Penyebab: Streptococcus
pluton. Penyakit ini menyerang sisiran dan tempayak lebah.

a b c
Gambar 6. a. larva mati karena American Foul Brood, b. Sel Brood
kecoklatan karena terinfeksi American Foul Brood, dan c. Larva yang terkena
European Foul Brood7.

2. Chalk Brood
Penyebab: jamur Pericustis apis. Jamur ini tumbuh pada tempayak dan
menutupnya hingga mati.
3. Stone Brood
Penyebab: jamur Aspergillus flavus Link ex Fr dan Aspergillus fumigatus
Fress. Tempayak yang diserang berubah menjadi seperti batu yang keras.
4. Addled Brood
Penyebab: telur ratu yang cacat dari dalam dan kesalahan pada ratu.
5. Acarine
Penyebab: kutu Acarapis woodi Rennie yang hidup dalam batang
tenggorokkan lebah hingga lebah mengalami kesulitan terbang.

7
Sumber: <http://www.uni.illinois.edu//~stone2/bee_parasites_and_competit.html>. Diakses tanggal 7 Juni
2010.

10
6. Nosema dan Amoeba
Penyebab: Nosema apis Zander yang hidup dalam perut lebah dan parasit
Malpighamoeba mellificae Prell yang hidup dalam pembuluh malpighi lebah
dan akan menuju usus.
2. Hama
Hama yang sering mengganggu lebah antara lain:
1. Burung, sebagai hewan yang juga pemakan serangga menjadikan lebah
sebagai salah satu makanannya.
2. Kadal dan katak, gangguan yang ditimbulkan sama dengan yang dilakukan
oleh burung.
3. Semut, membangun sarang dalam stup dan merampas makanan lebah.
4. Kupu-kupu, telur kupu-kupu yang menetas dalam sisiran menjadi ulat yang
dapat merusak sisiran.
5. Tikus, merampas madu dan merusak sisiran.
3. Pencegahan Serangan Penyakit dan Hama
Upaya mencegah serangan penyakit dan hama tindakan yang perlu adalah:
1. Pembersihan stup setiap hari.
2. Memperhatikan abnormalitas tempayak, sisiran dan kondisi lebah.
3. Kaki-kaki stup harus diberi air untuk mencegah serangan semut.
4. Pintu masuk dibuat seukuran lebah.

E. Panen
1. Hasil Utama
Madu merupakan hasil utama dari lebah yang begitu banyak manfaatnya dan
bernilai ekonomi tinggi.
2. Hasil Tambahan
Hasil tambahan yang punya nilai dan manfaat adalah royal jelly (susu ratu), pollen
(tepungsari), lilin lebah (malam) dan propolis (perekat lebah).
3. Pengambilan madu
Panen madu dilaksanakan pada 1-2 minggu setelah musim bunga. Ciri-ciri madu
siap dipanen adalah sisiran telah tertutup oleh lapisan lilin tipis. Sisiran yang akan
dipanen dibersihkan dulu dari lebah yang masih menempel kemudian lapisan
penutup sisiran dikupas. Setelah itu sisiran diekstraksi untuk diambil madunya.

11
Urutan proses panen:
1. Mengambil dan mencuci sisiran yang siap panen, lapisan penutup dikupas
dengan pisau.
2. Sisiran yang telah dikupas diekstraksi dalam ekstraktor madu.
3. Hasil disaring dan dilakukan penyortiran.
4. Disimpan dalam suhu kamar untuk menghilangkan gelembung udara.
5. Pengemasan madu dalam botol.

12
PEMINDAHAN KOLONI LEBAH MADU

Kegiatan pemindahan koloni ini bertujuan untuk memindahkan koloni lebah madu
dari alam ke kotak lebah (hive) untuk dipelihara. Kegiatan yang dilakukan diawali dari
membersihkan hive. Biasanya, kotak lebah yang telah dipakai akan banyak sekali kotoran
yang terdapat didalamnya. Kotoran tersebut antara lain: sisa-sisa sarang lebah, lilin-lilin yang
menempel di beberapa bagian sarang dan sebagainya. Kotoran-kotoran ini kemudian
dibersihkan menggunakan pisau (dikerik) sampai bersih. Manfaat pembersihan sarang adalah
mengurangi resiko timbulnya jamur dan penyakit lainnya yang dapat mengganggu lebah yang
dipelihara.
Pemindahan koloni dilakukan secara manual, yaitu dengan mengambil koloni lebah
dengan tangan. Untuk menghalau lebah/untuk menjinakkan lebah digunakan asap rokok
sebagai smoker (pengempos) sederhana. Sifat bahan bakar smoker yang baik antara lain
adalah pelan terbakarnya, dan asap putih yang keluar tidak terlalu panas. Asap yang terlalu
banyak dan panas tidak dianjurkan dalam kegiatan pengemposan karena dapat membunuh
lebah dan membuat lebah panik (Barth, 1955).
Pada kegiatan pemindahan koloni, yang perlu diperhatikan adalah untuk mengambil
dan memindahkan lebah ratu dari koloni tersebut agar para lebah pekerja dan lebah jantan
segera mengikuti untuk pindah. Namun, kesulitan yang dihadapi dilapangan adalah sulitnya
membedakan antara lebah ratu dan lebah pekerja maupun lebah jantan karena ukurannya
yang hampir mirip. Pada praktikum, kegiatan pemindahan koloni lebah yang dilakukan
kurang berhasil, walaupun di awal koloni lebah sudah menempati kotak lebah yang telah
disediakan. Diduga terdapat dua permasalahan yang terjadi. Pertama, lebah ratu tidak berhasil
dipindahkan ke kotak lebah, dan yang kedua, pemindaham koloni tidak diimbangi dengan
penyediaan makanan yang cukup bagi lebah tersebut sehingga terjadi fenomena absconding
(migrasi karena diganggu/tidak ada makanan).

13
PEMBERIAN PAKAN UNTUK LEBAH MADU

Di alam, ada 2 jenis bahan dasar makanan bagi lebah, yakni nektar (nectar) dan
tepungsari (pollen grain). Jadi tanaman pakan lebah adalah tanaman/tumbuhan yang
menghasilkan nektar dan atau tepungsari yang dapat dipanen oleh lebah. Nektar adalah cairan
yang terdiri dari sejumlah senyawa kimia hasil metabolisme sekunder didalam nektar
tanaman, dengan komponen utama air dan komponen dominan berupa senyawa gula
(saccharida). Sedangkan tepungsari merupakan bagian utama dari bunga jantan suatu
tanaman, yang terletak pada tangkai sari bunga jantan (Anonim, 2004).
Pada pengamatan yang dilakukan, lebah yang keluar dari kotak lebah paling banyak
mencoba gula pasir sebagai pakan yang disukai. Namun setelah satu jam, untuk gula, gula
jawa, dan sirup telah habis, dan yang tersisa adalah pemanis buatan. Diduga, pemanis buatan
tidak disukai lebah karena tidak memiliki aroma yang khas, serta rasa dari pemanis buatan
yang cenderung agak pahit diduga menjadi sebab lebah tidak tertarik untuk memakannya.
Untuk mengetahui perpindahan lebah dari pakan satu ke pakan lainnya, setiap lebah
yang hinggap di cawan dicat pada punggung (gaster) sesuai dengan kode cat untuk masing-
masing pakan tersebut. Perpindahan lebah dari pakan satu ke pakan lainnya adalah
perpindahan dari pakan gula pasir ke gula jawa/sirup. Perpindahan ke sirup lebih banyak.
Perpindahan ke sirup yang lebih banyak ini diduga karena sirup memiliki aroma wangi yang
khas, sehingga membuat lebah tertarik. Gula pasir, gula jawa dan sirup lebih disukai lebah
karena diduga memiliki kemiripan dengan nektar yang didapat dari alam mengingat gula
pasir dibuat dari sari tebu, sedangkan gula jawa dari nira kelapa, dan sirup umumnya
mengandung gula murni.
Tingkah laku lebah pada saat diberi perlakuan cat menunjukkan fenomena yang
menarik, yaitu lebah dapat membersihkan dirinya dari kotoran/cat yang mengganggu dirinya
dengan alat dikakinya (pembersih antena). Juga terjadi komunikasi pada lebah satu dengan
lebah yang lainnya untuk menunjukkan pakan yang disarankan.

14
ANATOMI EKSTERNAL DAN INTERNAL LEBAH MADU

Untuk mengetahui anatomi eksternal dan internal lebah madu, alat dan bahan yang
dibutuhkan antara lain: kaca pembesar, jarum pentul, mikroskop, lampu belajar, lampu
spiritus, dan scalpel. Sedangkan bahan yang dgunakan adalah lebah madu Apis cerana dan
Apis mellifera, dan parafin.
Pengamatan yang dilakukan meliputi:
1. Pengamatan anatomi eksternal
a. Mandibula

Gambar 7. Alat mulut pada lebah madu8.

8
Sumber: <http://insects.ucr.edu/ebeling/figures/fig045.jpg>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.

15
b. Proboscis

a b
Gambar 8. a. Proboscis9, dan b. Caput dan alat mulut lebah madu10.

c. Mata majemuk dan mata tunggal

Gambar 9. Bagian-bagian kepala lebah madu (Borror et al., 1992).

Bagian-bagian dari kepala lebah madu (meliputi mata majemuk, mata


tunggal, mandibula dan proboscis) adalah sebagai berikut (Borror et al.,
1992):
lbr : labrum fr : frons
gl : glossa md : mandibel
clp : klipeus ge : gena
lp : palpus e : mata majemuk (eye)
mxp : palpus maksilla g : galea
oc : mata tunggal (ocelli) flb : flabellum

9
Sumber: <http://www.extension.org/mediawiki/files/5/5b/HoneyBeeMouthpartsSmall.jpg>. Diakses tanggal 7
Juni 2010.
10
Sumber: <http://ag.arizona.edu/pubs/insects/ahb/act26.gif>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.

16
a

b c

Gambar 10. a. Caput lebah 11 , b. Mata tunggal


(Ocelli)12, dan c. Pembesaran mata majemuk13.

Lebah madu adalah salah satu serangga yang paling banyak diberikan
kemampuan sensor yang baik oleh Alloh SWT. Rambut-rambut halus yang
sensitif di seluruh tubuhnya. Pada antena, terdapat ribuan organ penciuman.
Organ pengecapnya mampu merasakan manis, asam, basis, maupun asin.
Sedangkan mata tunggal (ocelli) membantu membedakan gelap dan terang,
serta dengan mata majemuknya, lebah dapat mengetahui warna, bentuk dan
keadaan tertentu. Mata majemuk tersebut dapat mengidentifikasi warna hijau,
biru, kuning, dan sinar ultra-violet, namun tidak dapat melihat sinar merah.
Mata majemuk lebah madu dapat melihat pergerakan obyek pandang. Lebah
madu juga memiliki kepekaan waktu (time-sense) dan kepekaan ingatan
(memory-sense) saat lebah madu tersebut merasakan keadaan yang sama dan

11
Sumber: <http://www.uni.illinois.edu/~stone2/Bee_anatomy.html>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.
12
Sumber: <http://www.uni.illinois.edu/~stone2/Bee_anatomy.html>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.
13
Sumber: <http://www.bumblebee.org/images/eye.jpg>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.

17
waktu yang tepat. Hal tersebut di contohkan saat mencari tempat dimana
pakan selalu tersedia (Singh, 1962).
d. Struktur kaki

a b

Gambar 11. a. kaki depan lebah madu 14 , dan b. Kaki


belakang lebah madu15.
- Sisir: untuk mengumpulkan pollen.
- Pollen basket (Corbicula): untuk mengangkut pollen dari bunga ke sarang
lebah.
- Pembersih antena: untuk membersihkan antenna dari kotoran maupun
pakan/madu yang menempel.

Gambar 12. Bagian tungkai belakang lebah madu (Borror et al., 1992).

Gambar diatas menunjukkan bagian tungkai belakang seekor lebah


madu. Permukaan bagian dalam yang menunjukkan alat transpor serbuk
sari: au, aurikel; cx, koksa; fm, femur; mts, ruas tarsus pertama; pbr, sikat-
sikat serbuk sari; pr, penggaruk serbuk sari/sisir; tb, tibia; tr, trokhanter.

14
Sumber: <http://www.uni.illinois.edu/~stone2/Bee_anatomy.html>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.
15
Sumber: <http://www.uni.illinois.edu/~stone2/Bee_anatomy.html>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.

18
Serbuk sari lepas dari rambut-rambut tubuh oleh tungkai-tungkai depan
dan tengah, dan diletakkan pada sikat-sikat (pbr) serbuk sari dari tungkai-
tungkai belakang. Serbuk pada sikat-sikat serbuk sari dari satu tungkai
digaruk lepas oleh penggaruk (pr) pada yang lainnya; serbuk sari jatuh di
atas permukaan aurikel (au), penutupan tarsus pada tibia mendorong
serbuk sari ke atas, di tempat itu serbuk sari menempel pada lantai
keranjang serbuk sari atau corticula (yang ada di atas permukaan luar tibia).
Bila proses ini diulangi, pertama pada satu sisi, kemudian pada sisi yang
lainnya. Serbuk sari dikemas ke dalam ujung-ujung yang lebih bawah dari
keranjang-keranjang serbuk sari sampai keduanya berisi (Borror et al.,
1992).
e. Ukuran (panjang masing-masing lebah).
Dari beberapa lebah yang berhasil diukur, 5 ekor lebah madu Apis cerana
memiliki ukuran panjang tubuh berturut-turut: 1 cm; 1,1 cm; 1 cm; 1 cm; dan
1,1 cm. Sedangkan untuk ukuran A. mellifera didapatkan adalah 1,1 cm.

2. Pengamatan anatomi internal

Gambar 13. Anatomi internal lebah madu (pekerja) (Singh, 1962).

Keterangan gambar:
An-anus; aInt-anterior intestine; Ao-aorta; Br-brain; dDph-dorsal
diaphragm; Gls-tongue; HS-honey-stomach; Ht-heart; Mal-malphigian tubule;
Mth-mouth; NC-nerve cord; Pmp-sucking pump; Pvent-proventriculus;

19
Oe-oesophagus; Ost-ostium; Rect-rectum; SID-salivary duct; SIO-salivary orifice;
Syr-salivary; vDph-ventral diaphragm; Vent-ventriculus.
Didalam tubuh lebah, banyak ditemukan organ-organ dan sistem seperti
pada tubuh manusia. Organ dan sistem tersebut juga menunjukkan fungsi yang
sama. Alat pencernaan, terdiri dari mulut, pharynx (pemompa otot), oesophagus
dengan ukuran yang proporsional. Alat sengat pada ratu dan pekerja adalah hasil
modifikasi dari ovipositor dan digunakan sebagai senjata untuk mempertahankan
diri dari pemangsa (Singh, 1962).
a. Sengat

a b
Gambar 14. a. Sengat dan kantong racun (venom sack)16, dan b. sengat
yang diperbesar17.

b. Kantong madu: tempat mengemulsi nektar dengan enzim-enzim tertentu untuk


dijadikan madu.
c. Kantong racun (poison sac): kantong berisi racun (venom) yang akan
disalurkan melalui sengat. Kantong ini berisi photolipase A2 dan
hyaluronidase yang menyebabkan bengkak dan menyebarkan racunnya
(Bishop, 2005 cit. Stone, 2007).
d. Sistem pencernaan.
Sistem pencernaan lebah secara umum mirip pencernaan serangga pada
umumnya, yang membedakan adalah adanya kantong madu yang secara
khusus untuk menampung nektar yang disimpan didalam perut lebah dan
diproses menggunakan ensim-enzim tertentu untuk menjadi madu. Perjalanan
makanan dimulai dari mulut sebagai alat penggigit-pengunyahnya, lalu dari
mulut makanan melewati oesophagus menuju ke perut. Makanan tersebut
melewati usus sampai usus besar kemudian berakhir di anus.

16
Sumber: <http://www.uni.illinois.edu/~stone2/Bee_anatomy.html>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.
17
Sumber: <http://www.uni.illinois.edu/~stone2/Bee_anatomy.html>. Diakses tanggal 7 Juni 2010.

20
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2004. Pedoman Pembangunan Model Usaha Perlebahan. Direktorat Jenderal


Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan.
<http://www.dephut.go.id/INFORMASI/RRL/RLPS/sk_dirjenRLPS/l2_50_04.pdf>.
Diakses tanggal 9 Mei 2010.

Anonim. 2005. Teknologi Tepat Guna tentang Budidaya Peternakan: Budidaya Ternak Lebah.
<http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=4&doc=4a12>. Diakses tanggal 9
Mei 2010.

Anonim. 2007. Agromania: Propolis. <http://www.mail-


archive.com/agromania@yahoogroups.com/msg03280.html>. Diakses tanggal 9 Mei
2010.

Anonim. 2010. Budidaya Lebah Madu. <http://www.wisatalembang.com/2010/04/budidaya-


lebah-madu_27.html>. Diakses tanggal 9 Mei 2010.

Barth, Walter. 1955. Five Hundred Answers to Bee Questions 3rd Edition. A.I. Root
Company Medina, Ohio.

Borror, D. J., Triplehorn, C. A., dan Johnson, N. A. 1992. Pengenalan Pembelajaran


Serangga Edisi Keenam (Penerjemah: drh. Soetiyono Partosoedjono, M.Sc.). Gadjah
Mada University Press, Yogyakarta.

Sihombing, D.T.H. 1997. Ilmu Ternak Lebah Madu. Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta.

Singh, Sardar. 1962. Beekeeping in India. Indian Council of Agriculture Research, New
Delhi.

Stone, David M. 2007. Bee Anatomy. University of Illinois.


<http://www.uni.illinois.edu/~stone2/Bee_anatomy.html>. Diakses tanggal
7 Juni 2010.

21