P. 1
Basis Data

Basis Data

|Views: 8,570|Likes:
Dipublikasikan oleh Hansologies Navie Apuesto

More info:

Published by: Hansologies Navie Apuesto on May 24, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2013

pdf

text

original

Operasi terhadap satu atau lebih relasi dilakukan untuk mendapatkan informasi yang
dikehendaki. Operasi-operasi yang ada pada model data relasi dapat dibedakan
menjadi operasi dasar dan operasi suplemen.

Operasi Dasar

1. Union (∪)

Operasi union dari relasi R1 dan R2 ditulis R1 ∪ R2 adalah kumpulan semua
tuple-tuple (baris) yang dimiliki oleh R1 dan atau R2. Operasi union hanya dapat
dilakukan terhadap relasi-relasi yang mempunyai ariti (baris) yang sama.

Contoh: COLORS( color, colorcode )
FASHION( color, colorcode )

Colors:

Colors ∪ Fas hion

color

colorcode

color

colorcode

Red

93471

Red

93471

White

93474

White

93474

Blue

93476

Blue

93476

Magenta

93479

Fashion:

Blue

93477

color

colorcode

Red

93471
Magenta 93479
Blue

93477

2. Substraksi (Set Diference)
Operasi subtraksi relasi R1 oleh R2 ditulis R1 − R2 adalah kumpulan semua tuple
yang merupakan anggota R1 tetapi bukan anggota R2. Persyaratan operasi ini
sama dengan persyaratan operasi union.

Contoh: Lihat relasi R1 dan R2 sebelumnya.

Colors−Fashion
color

colorcode

White

93474

Blue

93476

Handout Pengantar Database

Toto Suharto

Model Data Relasi

Halaman IV-4

3. Seleksi (σ)

Operasi seleksi terhadap relasi R1 dengan kondisi k ditulis σk(R1) adalah
kumpulan tuple dalam R1 yang memenuhi kondisi k. Kondisi k adalah formula
yang terdiri dari:
• Operan-operan yang merupakan konstanta atau nomor urut atribut atau pun
nama atribut dari relasi yang bersangkutan.
• Operator-operator pembanding seperti <, =, >, ≤, ≠, ≥
• Operator-operator logika seperti ∧ (dan), ∨ (atau), ¬ (tidak)

Contoh: R1 merupakan relasi sbb.:

A

B

C

a

b

c

d

a

f

e

b

d

R = σB=“b”(R1)

R = σ(B=“b”) ∧ (C=“c”)(R1)

A

B

C

A

B

C

a

b

c

a

b

c

c

b

d

4. Projeksi (Π)

Operasi projeksi terhadap relasi R1ditulis Πa1,a2,...(R1) adalah kumpulan semua
tuple R dengan arity a1, a2, ...

Contoh: Lihat relasi R1 pada operasi seleksi di atas.

R = ΠA,C(R1)
A

C

a

c

d

f

e

d

5. Cartesian Product ( X )
Jika arity R1 adalah k1 dan R2 adalah k2, maka operasi cartesian product dari R1
dan R2 ditulis R1 X R2 adalah kumpulan semua tuple-tuple dengan arity (k1+k2).

Contoh: R1

R2

A

B

C

D

E

F

a

b

c

b

g

a

d

a

f

d

a

f

c

b

d

Handout Pengantar Database

Toto Suharto

Model Data Relasi

Halaman IV-5

R = R1 X R2
A

B

C

D

E

F

a

b

c

b

g

a

a

b

c

d

a

f

d

a

f

b

g

a

d

a

f

d

a

f

c

b

d

b

g

a

c

b

d

d

a

f

Operasi Suplemen

Operasi suplemen pada dasarnya merupakan operasi yang dapat diturunkan dari
beberapa operasi dasar, yaitu:

1. Irisan (∩)

Operasi irisan dari relasi R1 dan R2 ditulis R1 ∩ R2 adalah kumpulan semua
tuple-tuple yang merupakan anggota R1 dan R2.

Contoh: Lihat relasi R1 dan R2 pada operasi union.

Colors∩Fash ion
color

colorcode

White

93474

Persyaratan operasi ini sama dengan persyaratan operasi union.

2. Join (│X│)

Jika R1 dan R2 suatu relasi dengan n1 adalah arity R1 dan n2 adalah arity R2,
operasi join untuk R1 dan R2 dengan atribut yang dibandingkan a1 dan a2 ditulis
R1 │X│ R2, adalah kumpulan tuple t dengan arity sama dengan m = (n1 + n2 ) - 1,
dimana m merupakan arity dari t dan θ adalah operator pembanding.

Contoh: R1

R2

A

B

C

X

Y

Z

a1

b1

c1

a2

n1

n2

a1

b2

c2

a1

b1

b3

a2

b2

c3

R = R1 │X│ R2

A=X

A

B

C

Y

Z

a1

b1

c1

b1

b3

a1

b2

c2

b1

b3

a2

b2

c3

n1

n2

Handout Pengantar Database

Toto Suharto

Model Data Relasi

Halaman IV-6

3. Natural Join

Analog dengan penulisan join, tapi tanpa penulisan kondisi, yaitu R1 │X│ R2.

Contoh: SUPPLY

PART_SKILL

S_Id P_Id

Qty

Ass. Type

P-Id No_Req Skill_Req

s1

p1

160

0381 body

p1

10 machinist

s1

p3

60

0381 body

p2

12 machinist

s2

p2

140

0381 body

p4

22 welder

s2

p3

50

0381 fender

p1

26 machinist

s2

p4

90

0381 fender

p3

26 welder

s4

p4

100

SUPPLY │X│ PART_SKILL
Ass. Type

P_Id S-Id No_Req Skill_Req

Qty

0381 body

p1

s1

10 machinist

160

0381 body

p2

s2

12 machinist

140

0381 body

p4

s2

22 welder

90

0381 body

p4

s4

22 welder

100

0381 fender

p1

s1

26 machinist

160

0381 fender

p3

s1

26 welder

60

0381 fender

p3

s2

26 welder

50

Handout Pengantar Database

Toto Suharto

Model Data Jaringan

Halaman V-1

5
Model Data
Jaringan (Network)

erbeda dengan model data relasi yang merepresentasikan data dan relasi antar
datanya dalam bentuk kumpulan tabel, data pada model data jaringan
(network) direpresentasikan dalam bentuk kumpulan record sedangkan relasi antar
datanya direpresentasikan dalam bentuk links atau pointer. Model data jaringan
didasarkan pada konsep directed graph, dimana node pada graph dianalogikan
sebagai kumpulan record sedangkan arc dianalogikan sebagai link.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->