Anda di halaman 1dari 19

LABIO GNATO

PALATOSCHIZIS

Kelompok II
 Menggunakan simbol Y
 Bagian atas Y menggambarkan primary palate
 Dasarnya menggambarkan secondary palate
 Foramen insisivus menjadi patokan
 Area yang terkena diberi tanda dengan pena,
dan memberikan hasil gambaran dengan cepat
pada sisi tersebut dan keluasan dari celah yang
terkena
KELAS KETERANGAN

Kelas I hanya pada palatum lunak

Kelas II terjadi pada palatum keras atau lunak yang meluas tidak
melebihi foramen insisivus

Kelas III unilateral cleft lip and palate meluas dari uvula sampai midline
foramen insisivus

Kelas IV complete bilateral cleft lip and palate, menyerupai pada group 3
dimana 2 celah ini meluas berasal dari foramen insisive
melewati tulang alveolus
4. CLASSIFICATION OF HARKINS AND
ASSOCIATED
5. CLASSIFICATION OF SPINA

• Sering dipakai adalah klasifikasi Veau


• Berdasarkan faktor embriologi, Kernahan dan
Stark memperkenalkan klasifikasi yang lebih
lengkap
• Namun tidak ada suatu klasifikasi khusus
ditetapkan atau digunakan secara universal. Ini
adalah karena kelainan yang terjadi sangat
bervariasi, tergantung masing-masing kasus
Aspek frontal dari wajah.
A) Embrio 5 minggu.
B) Embrio 6 minggu. Tonjol
nasal sedikit demi sedikit
terpisah dari tonjol maksila
dengan alur yang dalam.
C) Embrio 7 bulan.
D) Embrio 10 bulan. Tonjol
maksila berangsur-angsur
bergabung dengan lipatan
nasal dan alur terisi dengan
mesenkim
 Gambaran frontal kepala
embrio usia 6 ½ minggu-10
minggu.
 A) Gambaran frontal embrio usia
6 ½ minggu.
Palatine shelves berada di posisi
vertical pada tiap sisi lidah.
 B) Gambaran ventral embrio usia
6 ½ minggu.
 C) Gambaran frontal kepala
embrio usia 7 ½ minggu. Lidah
sudah bergerak turun dan palatine
shelves mencapai posisi
horizontal.
 D) Gambaran ventral kepala
embrio usia 7 ½ minggu.
 E) Gambaran frontal kepala
embrio usia 10 minggu.
Kedua palatine shelves sudah
bersatu satu sama lain juga dengan
nasal septum