Jejak Sejarah Daerah Dompu

‫ من‬LintasMbojo.com‫في 10 مارس، 1102، الساعة 42:10 صباحا‬ ً Setiap daerah memiliki sejarah dan karakter masing-masing, memiliki asal-usul atau hari jadinya, Di propinsi NTB terdapat beberapa daerah seperti Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Bima, Kota Mataram yang tentu saja daerah-daerah ini memiliki sejarahnya masingmasing. Sebagaimana yang telah di posting terdahulu yaitu tentang sejarah daerah bima, maka pada kali ini lintas mbojo ingin berbagi informasi dalam mengulas kembali dan sekedar mengingatkan kembali kenangan-kenangan masa lalu daerah dompu yang sejarahnya sebagai berikut ini: Sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mempunyai catatan sejarah tersendiri. Seperti halnya Sejarah Kesultanan Lombok, Sejarah Kesultanan Sumbawa, dan Sejarah Kesultanan Bima, Dompu dahulu kala juga merupakan salah satu daerah bekas kerajaan atau kesultanan. Kerajaan Dompu merupakan salah satu kerajaan yang paling tua khususnya di Indonesia Bagian Timur. Arkeolog dari Pusat Balai Penelitian Arkeologi dan Purbakala, Sukandar dan Kusuma Ayu dari berbagai hasil penelitiannya menyimpulkan Dompu atau (Kerajaan Dompo) adalah kerajaan yang paling tua di wilayah timur Indonesia. Berdasarkan catatan sejarah di Dompu, sebelum terbentuknya kerajaan di daerah tersebut, telah berkuasa beberapa kepala suku yang disebut sebagai “Ncuhi” atau raja kecil. Ncuhi terdiri atas empat orang yakni Ncuhi Hu`u yang berkuasa di daerah Hu`u (sekarang Kecamatan Hu`u), Ncuhi Soneo yang berkuasa di daerah Soneo dan sekitarnya (sekarang Kecamatan Woja dan Dompu). Selanjutnya Ncuhi Nowa berkuasa di Nowa dan sekitarnya serta Ncuhi Tonda berkuasa di Tonda (sekarang wilayah Desa Riwo Kecamatan Woja Dompu). Dari keempat Ncuhi tersebut yang paling dikenal adalah Ncuhi Hu`u.

Sultan Muhammad Salahuddin. Salahuddin mengadakan perbaikan dalam sistem dan hukum pemerintahaan. Pada sekitar tahun 1809 Gubernur Jenderal Daendels memerintahkan Gubernur Van Kraam untuk memperbaharui perjanjian dengan Dompu.Sultan Abdull Azis. Mereka . Sultan dibantu oleh majelis adat serta majelis hukum. Berturut-turut Raja yang menguasai daerah ini adalah Dewa Mbora Bisu. Sedangkan Raja Dompu ke-2 bernama Dewa Indra Dompu yang lahir dari perkawinan antara putra Indra Kumala dengan putra Dewa Bathara Dompu. sekaligus menetapkan hukum adat yang dipakai adalah hukum Islam yang berlalu di wilayah kekuasaannya. Sultan Abdull Rasul II memindahkan Istana Bata yang merupakan Situs Doro Bata yang terletak di kelurahan Kandai I Kecamatan Dompu ke Istana Bata yang baru. Pada 5-12 April 1815. Beliau diganti oleh putranya.Menurut cerita rakyat dompu di negeri Woja berkuasa seorang Ncuhi Kula yang mempunyai anak perempuan bernama Komba Rawe. Seluruh kerajaan antara tahun 1810-1814 diancam perompak-perompak yang menghancurkan desa-desa yang ada di wilayah Dompu saat itu. Kemudian putra raja Tulang Bawang tersebut menikah dengan putri Ncuhi Patakula. Kerajaan dikacaukan oleh berbagai pemberontakan pada tahun 1803 yang memaksa pihak residen campur tangan. tepatnya di wilayah Woja bagian timur. Dalam menjalankan pemerintahaannya. yang merupakan saudara dari Dewa Mbora Bisu dan Dewa Indra Dompu. karena itu dia disebut dengan gelar Bata Bou. Selanjutnya mereka (para pembantu itu) disebut manteri dengan sebutan raja bicara. putra raja Tulang Bawang terdampar di daerah Woja dalam pengembaraannya. akhirnya sepertiga dari penduduk tewas dan sepertiga lainnya berhasil melarikan diri. Selanjutnya para Ncuhi sepakat menobatkan putra raja Tulang Bawang sebagai raja Dompu yang pertama. dan rato Renda. Raja ke-4 Dompu adalah Dewa Mbora Balada. Dia pun menetapkan hukum adat berdasarkan hasil musyawarah dengan para alim ulama. yang merupakan Raja Dompu yang ke-3. Ncuhi tersebut kemudian dikenal dengan nama Ncuhi Patakula. Perjanjian tersebut diadakan di Bima. ternyata tidak mampu banyak berbuat untuk memajukan kerajaannya. Cerita rakyat setempat menyebutkan. Pada abad XIX di Dompu saat itu memerintah raja-raja yang lemah. rato perenta. ketika Gunung Tambora meletus. rato rasanae. putra Sultan Abdullah yang kemudian mengganti Sultan Yakub.

tergabung suatu dewan hadat. dan merupakan badan kekuasaan yang mempunyai wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan Sultan.18 tanggal 19 Bulan Juni 2004. Ahli sejarah Helyus Syamsuddin mengungkapkan. kemudian Ncuhi Saneo yang berkuasa didaerah Saneo dan sekitarnya (sekarang masuk dalam wilayah Kecamatan woja . peristiwa 11 April 1815 tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari kelahiran Dompu.terlalu sombong dan munafik apabila kita melupakan sejarah kita sendiri”. yakni pergantian antara Dompu Lama ke Dompu Baru.Sukandar dan Dra. yang kemudian dikuatkan dengan Peraturan Daerah No.u (Sekarang kecamatan Hu. Peristiwa tersebut menggambarkan kelahiran wilayah Dompu yang bertambah luas wilayahnya. amin.sedangkan di Dompu bukti otentik untuk mendukung keberadaan sejarah masa lalu tampaknya masih sangat kurang sekali bahkan bisa dikatakan hampir sudah tidak ada sama sekali.bahkan pemkab Dompu sendiri telah banyak berupaya dan tentunya pekerjaan tersebut akan sukses apabila selalu mendapat dukungan serta do. Upaya pemkab Dompu dalam rangka untuk mencapai hal tersebut patut kiranya didukung oleh semua pihak. Bahkan konon Kerajaan Dompu merupakan salah satu Kerajaan yang paling tua khususnya di bagian Indonesia Timur. semoga hal itu tidak akan pernah terjadi. Dompu dahulu kala juga merupakan salah satu daerah bekas Kerajaan atau Kesultanan. LETUSAN TAMBORA.Sumbawa dan Bima. Arkeolog dari Pusat balai penelitian arkeologi dan Purbakala Drs. tidak seperti di Lombok.u Dompu – Red).Sumbawa dan Bima dimana untuk mengetahui lebih jauh tentang Kerajaan tempo dulu ketiga daerah tetangga tersebut banyak didukung oleh berbagai bukti otentik yang dapat menggambarkan tentang peristiwa sejarah tempo dulu. Kusuma ayu pada saat melakukan penelitian di Dompu beberapa waktu lalu pernah menyatakan bahwa dari berbagai hasil penelitiannya di Dompu dapat disimpulkan bahwa Dompu (Kerajaan DOMPO-Red) adalah Kerajaan paling tua diwilayah Timur Indonesia. Sejarah mencatat. Barangkali inilah merupakan salah satu tugas dan kewajiban khususnya bagi kalangan generasi muda di daerah ini untuk lebih bekerja keras agar berbagai tabir misteri sejarah tempo dulu dapat segera terungkap meskipun hal itu membutuhkan perjuangan dan usaha yang cukup menyita waktu bahkan material sekalipun. Namun sayang. mengakibatkan tiga kerajaan kecil (Pekat. Ketiga wilayah kerajaan kecil itu pun kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Dompu. Tambora. para ncuhi tersebut terdiri dari 4 orang yakni Ncuhi Hu. dan Sanggar) yang terletak di sekitar Tambora tersebut musnah. dalam catatan sejarah Dompu. SEBUAH MISTERI LAHIRNYA DOMPU BARU Seperti di daerah lain Lombok.di dompu sebelum terbentuknya kerajaan konon didaerah ini berkuasa beberapa kepala suku yang disebut sebagai “NCUHI” atau Raja Kecil. LETUSAN TAMBORA Gunung Tambora yang meletus pada 10 – 11 April 1815.a restu dari seluruh lapisan masyarakat yang ada dan jangan malah pekerjaan itu dianggap hanya akan membuang energi serta mubazir saja. “Orang bijak mengatakan. Pertambahan wilayah Kesultanan Dompu tersebut dinilai merupakan suatu pertanda kelahiran baru bagi Dompu Baru.u yang berkuasa diwilayah kekuasaan daerah Hu.

Ncuhi ini kemudian terkenal dengan nama Ncuhi “Patakula”.dewa yang bergelar “Mawaa La Patu”. menurut cerita rakyat yang ada bahwa. Pusat pemerintahannya konon disekitar wilayah desa Tonda atau di desa Riwo masuk dalam wilayah kecamatan woja sekarang.konon di negeri Woja berkuasa seorang Ncuhi bernama “Sang Kula” yang akhirnya mempunyai seorang anak perempuan bernama “Komba Rame”. Beliau konon menggantikan ayahnya (Dewa yang punya Kuda) sebagai raja yang ke-6 di Dompu akan tetapi karena hal itu akhirnya di bawa ke Bima dan meninggal di sana. Diantara keempat Ncuhi tersebut yang paling terkenal konon yakni Ncuhi Hu. selanjutnya Ncuhi Nowa dan berkuasa didaerah Nowa dan sekitarnya serta Ncuhi Tonda berkuasa diwilayah kekuasaannya yakni di sekitar Tonda dan saat ini masuk dalam wilayah Desa Riwo kecamatan woja Dompu. Dewa Mbora Belanda : beliau adalah saudaranya dari Dewa Mbora Bisu dan Dewa indra Dompu yang menjadi Raja ke-4 didaerah ini. Beliau adalah raja yang ke-7 dan merupakan raja Dompu yang terakhir sebelum masuknya ajaran Islam di Kerajaan Dompu.u.Dewa yang mati di Bima. Singkat cerita akhirnya putra Raja Tulang Bawang ini kawin dengan putrid Ncuhi patakula dan selanjutnya para Ncuhi yang ada akhirnya sepakat untuk menobatkan putra Raja Tulang Bawang tersebut sebagai Raja Dompu yang pertama. Ekspedisi Majapahit yang dipimpin oleh Panglima Nala dan di bawah komanda Sang Maha Patih Gajah Mada mengalami kegagalan pada ekspedisi pertama.Dompu).sehingga diturunkan dari tahta kerajaan oleh rakyat Dompu ialah Dewa yang mati di Bima. Raja yang dikenal sebagai seorang yang dictator.raja tersebut berkedudukan atau bertahta di wilayah Tonda. Berturutturut Raja yang menguasai daerah ini adalah : Dewa Mbora Bisu. Raja inilah sebenarnya yang akan di nobatkan sebagai raja Dompu yang menggantikan dewa yang mati di Bima. Pada saat itu konon terdamparlah putra Raja Tulang Bawang didaerah woja yang sengaja mengembara di daerah Woja bagian timur.cucu dari Indra Kumala. Dewa yang punya Kuda.namun beliau ke Bima dan selanjutnya memerintah di sana. Ekspedisi yang ke-2 inilah Majapahit berhasil . semula raja ini dikenal dengan nama “Dadela Nata”.selanjutnya menyusul ekspedisi yang ke-2 pada sekitar tahun 1357 yang di Bantu oleh Laskar dari Bali yang dipimpin oleh Panglima Soka. Pada masa pemerintahan Raja inilah terkenal satu ekspedisi dari Kerajaan di pulau Jawa yakni kerajaan Majapahit yang konon ekspedisi tersebut di pimpin oleh salah seorang Panglima perang bernama Panglima Nala pada tahun 1344. Pengganti Dewa Mbora Belanda adalah putranya yang bernama Dewa yang punya Kuda dan memerintah sebagai Raja yang ke-5.namun ekspedisi tersebut ternyata gagal.Raja dompu ang ke-3 adalah yaitu yang menggantikan kakaknya Dewa Indra Dompu. Sedangkan Raja ke-2 Dompu adalah bernama Dewa Indra Dompu yang lahir dari perkawinana antara putra Indra Kumala dengan putra Dewa Bathara Dompu.teratur dalam social ekonomi maupun politik sehingga masyarakat saat itu memberi gelar sebagai “Dewa Mawaa Taho”. Oleh rakyat dompu raja yang satu ini sangat dikenal sebagai raja yang disiplin dalam menjalankan pemerintahanya.

Pada sekitar tahun 1809 Gubernur Jenderal Daendels menegaskan.merupakan badan kekuasaan yang mempunyai wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan sultan. beliau diganti oleh putranya. Pada masa pemerintahaannya beliau menanda tangani kontrak panjang pada tahun 1886 silam.begitu pula penggantinya sultan Muhammad Tajul Arifin I putra Sultan Abdull Wahab. selanjutnya Sultan Muhammad salahuddin diganti leh putranya yakni Sultan Abdullah. Salahuddin mengadakan perbaikan dalam system dan hokum pemerintahaan. Seluruh kerajaan antara tahun 1810-1814 diancam perompak-perompak yang menghancurkan desa-desa yang ada diwilayah dompu saat itu. Sejarah juga menyebutkan bahwa Sultan pertama di Dompu setelah adanya likuidasi pergantian pemerintahan dari sistim Kerajaan menjadi Kesultanan yakni Sultan Syamsuddin I. Kesultanan Dompu. Beliau Selanjutnya diganti oleh putrannya Sultan Muhammad Siradjuddin yang memperbaharui konrak tersebut pada sekitar tahun 1905. Seperti sultansultan sebelumnya. Menurut Zolinger.Sultan Muhammad Salahuddin. Dari 5-12 April 1815 ketika tambora meletus akhirnya sepertiga dari penduduk tewas dan sepertiga lainya berhasil melarikan diri.rato rasana. rato perenta. Dalam menjalankan pemeerintahaannyaSultan dibantu oleh majelis hadat serta majelis hokum mereka itu dalam tatanan kepangkatan hadat dan hokum.hal itu juga dapat dibuktikan dalam isi sumpah Palapanya sang Gajah Mada dimana dalam isinya sumpahnya itu disebutlah nama kerajaan DOMPO (Dompu-Red) sebagai salah satu kerajaan yang akan di taklukkan dalam ekspedisinya tersebut.Gubernur Van Kraam untuk memperbaharui perjanjian dengan Dompu. Sejak Sultan Abdull Azis. Dan beliaulah merupakan pemimpin atau Raja yang pertamakali memeluk agama Islam begitu .dan rato Renda” mereka tergabung suatu dewan hadat. Pada abad ke-XIX di Dompu saat itu memerintah raja-raja yang lemah. Sultan Abdull Rasul II memindahkan Istana Bata (ASI NTOI) kini merupakan Situs Doro Bata yang terletak di kelurahan Kandai I Kecamatan Dompu ke Istana Bata yang baru (ASI BOU) Karena itu beliau disebut dengan gelar “Bata Bou”.menakklukkan Dompu dan akhirnya bernaung di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.putra Sultan Abdullah yang mengganti Sultan Yakub tidak banyak berbuat untuk memajukan kerajaannya.sejak mengadakan perjanjian dengan kompeni pada sekitar tahun 1669.Sultan Muhammad tajul arifin I diganti oleh Sultan Abdull Rasul II.Kerajaan di kacaukan oleh berbagai pemberontakan pada tahun 1803 yang memaksa memerlukan campur tangan pihak residen. Melihat fenomena diatas maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan Kerajaan Dompu tersebut ternyata sudah ada sebelum Majapahit. Hadat juga merupakan kelengkapan pemerintahaan yang berfungsi menjalankan hokum agama yang di kepalai oleh “Kadi” atau sultan menurut keperluannya.beliau menetapkan hokum adat berdasarkan hasil musyawarah dengan para alim ulama sekaligsu menetapkan hokum adat yang dipakai adalah hokum Islam yang berlalu diwilayah kekauasaanny.e.adik beliau.salahuddin tetap melakukan hubungan dengan pihak pemerintah kolonial Belanda. Perjanjian tersebut diadakan di Bima.mereka selanjutnya mereka disebut manterimanteri dengan sebutan “Raja Bicara.

Rumah raja dibuat oleh rakyatnya sendiri dengan bahan dari kayu pilihan secara gotong – royong. penduduk saat itu berjumlah skitar dua ribu orang pada tahun 1808 dan meningkat menjadi dua ribu dua ratus orang pada tahun 1815.sebelum tambora meletus dengan dahsyatnya. Sebelum Tambora meletus. Pada abad ke-XIX. Pada awal abad ke. Pada tahun 1805 raja sanggar meninggal dan digantikan oleh saudaranya yakni Ismail ali Lujang. Sanggar merupakan kerajaan kecil yang terletak disebelah barat laut Dompu disebelah timur kaki gunung tambora. Tahun 1958 Kesultanan dompu yang saat itu dipimpin oleh Sultan dompu terakhir yakni Sultan Muhammad Tajul Arifin (Ruma To. Kekayaan yang utama adalah ternak kuda dan hasil kayu hutan . Gubernurmen memberikan bantuan beberapa senapan dan amunisi untuk menjaga diri dari srangan musuh.Kerajaan Sanggar di hapus serta digabungkan dengan kekuasaan Kesultanan Bima hingga sekarang ini. setengah dari hasil Gubernemen dan setengah dari kuda-kuda tersebut dikirim ke Kerajaan Bima pada tahun 1806 dan tahun 1807 berasal dari Tambora. sistim pemerintahan di Dompu dirubah menjadi suatu daerah swapraja Dompu dan Kepala daerah Swatantra tingkat II Dompu tahun 1958-1960. Kerajaan Tambora yang teretak pada suatu jazirah yang pada ketiga penjuru dibatasi oleh laut. Kerajaan Sanggar. Pada tahun 1837 penduduk Sanggar masih berjumlah sekitar tiga ratus tiga orang dan pada tahun 1847 meningkat menjadi tiga ratus lima puluh orang atau jiwa.sistim pemerintahaannya berubah menjadi Kesultanan. Rakyat tambora hidup dari berladang atau bercocok tanam serta beternak dan meramu. Ketika Tambora meletus pada bulan april 1815 sebagian besar penduduknya meninggal.XX atau sejak Belanda menguasai pulau sumbawa secara langsung.pada tahun 1808 Kerajaan Tambora berpenduduk sekitar empat ribu iwa dan pada tahun 1815 atau setelah tambora meletus penduduk kerajaan tambora sebagian habis tewas sebanyak tiga puluh ribu jiwa lebih. Dan pada tahun 1816 sisa penduduk yang masih hidup akhirnya meninggal semua karena diterjang banjir bandang dan banjir lahar.dan sebagaian ke Gembe Bima.selanjutnya bekas Kerajaan tambora yang sudah habis ditelan ganasnya alam tersebut digabungkan dengan wilayah Kesultanan Dompu hingga . Kerajaan Tambora.air sudah sangat kurang dan untuk mendapatkan air minum penduduk saat itu menggali sumur di sekitar pantai.i). Ladang-ladang cukup dilembabpi oleh embun dan karena itu mereka bertanam pada sekitar bulan agustus dan panen pada bulan desember. Disebelah timur berbatasan dengan Kerajaan Sanggar dan Kerajaan Dompu dengan luas areal wilayah 459 pal persegi. Seluruh kerajaan berada disekitar kaki gunung Tambora (Gunung Arun).dan tinggal dua ratus orang saja dan karena diserang leh perampok pada tahun 1818 mereka melarikan diri ke Banggo di Kerajaan Dompu. Menurut Tobias. Raja dan para pembesar kerajaan saat itu tidak di gaji tetapi tanah-tanah mereka dikerjakan oleh rakyatnya. Dengan bantuan gubernurmen pada tahun 1830 mereka akhirnya kembali ke sanggar.

meskipun suatu kerajaan kecil tetapi Pekat saat itu teraus diijinkan berdiri oleh pemerintah penjanjah VOC terutama untuk membendung pengaruh dari Kerajaan Makassar ang sewaktu-waktu dapat membentuk kekuatan di situ. Kerajaan Papekat (Pekat). Kerajaan Tambora. Selanjutnya melalui Peraturan Daerah (Perda) No.DR.akhirnya penduduk di Kerajaan Pekat musnah seluruhnya kemudian bekas kerajaan Pekat digabung kan dengan wilayah kekuasaan Kerajaan dompu hingga sekarang ini. DOMPU YANG BARU pun akhirnya lahir. Catatan sejarah menyebutkan. Peristiwa tersebut menggambarkan kelahiran wilayah Dompu yang bertambah luas wilayahnya. Pralaya (Malapetaka) tersebut tampaknya di satu sisi berdampak positif bagi berkembangan Kerajaan Dompu. Maka dengan Pekat pihak VOC mengikat terus persahabatan yang baik sekali. yakni pergantian antara Dompu Lama dan Dompu Baru. akibat letusan Tambora wilayah Dompu dikemudian hari bertambah luasnya meliputi bekas Kerajaan Pekat. MENYUSURI JEJAK – JEJAK SEJARAH DOMPU di ambil dari website: dompukab. Dengan bertambahnya wilayah Kesultanan Dompu tersebut (Pekat. tetapi akibat gunung Tambora meletus.hanya nama Pekat kini merupakan nama sebuah desa di kawasan lereng gunung Tambora.18 tanggal 19 Bulan Juni 2004 ditetapkan bahwa tanggal 11 April 1815 sebagai hari lahir/hari jadi Dompu. Kerajaan kecil ini tidak banyak meninggalkan atau menyimpan bukti-bukti untuk mendukung keberadaan kerajaan tersebut tempo dulu bahkan hampir dikatakan tidak ada sama sekali. Oleh ahli sejarah Prof.Tambora dan sebagian wilayah Kerajaan Sanggar) maka moment tersebut dinilai merupakan suatu pertanda kelahiran baru bagi DOMPU BOU (Dompu Baru).id ‫أعجبني · تعليق · عرض المنشور الصلي · المشاركة‬ • Pian Amien‫. dalam catatan sejarah Dompu letusan Tambora yang paling dahsyat yakni letusan pada tanggal 11 April 1815 yang mengakibatkan beberapa Kerajaan kecil yang terletak di sekitar Tambora menjadi sasaran empuk musibah tersebut sehingga 3 Kerajaan kecil tersebut musnah.go.PHd. Bekas Kerajaan tambora kini masuk dalam wilayah Kecamatan Pekat Dompu. Gunung Tambora Meletus pada tanggal 10 – 11 April 1815. 11 April 1815 Tambora meletus dengan dahsyatnya. peristiwa 11 April 1815 tersebut akhirnya dijadikan patokan dan dasar yang kuat sehingga 11 April dijadikan sebagai hari lahir atau hari jadi DOMPU.Helyus Syamsuddin.nama Pekat saat ini merupakan nama sebuah desa yang terletak di wilayah kecamatan Pekat – Calabay Dompu (Nama Ibu Kota Kecamatan Pekat) Konon nama Pekat berasal dari kata “Pepekat”. معجب بهذا‬ . sebab setelah sekian tahun lamanya dalam perkembangan selanjutnya wilayah Kerajaan (Kesultanan) Dompu bertambah luas wilayahnya karena bekas wilayah 3 Kerajaan kecil pernah musnah akibat letusan Tambora tersebut akhirnya masuk kedalam wilayah Kerajaan (Kesultanan) Dompu hingga sekarang ini.sekarang ini. Dimasa pemerintahan kabupaten Dompu.

‫•‬ ‫العربية · 1102 © ‪Facebook‬‬ ‫الهاتف المحمول · البحث عن أصدقاء · الشارات · أشخاص · الصفحات · حول فيس بوك · لعلناتكم · إنشاء صفحة‬ ‫· المطورون · المهن · الخصوصية · الشروط · التعليمات‬ ‫ّ‬ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful