Jejak Sejarah Daerah Dompu

‫ من‬LintasMbojo.com‫في 10 مارس، 1102، الساعة 42:10 صباحا‬ ً Setiap daerah memiliki sejarah dan karakter masing-masing, memiliki asal-usul atau hari jadinya, Di propinsi NTB terdapat beberapa daerah seperti Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Bima, Kota Mataram yang tentu saja daerah-daerah ini memiliki sejarahnya masingmasing. Sebagaimana yang telah di posting terdahulu yaitu tentang sejarah daerah bima, maka pada kali ini lintas mbojo ingin berbagi informasi dalam mengulas kembali dan sekedar mengingatkan kembali kenangan-kenangan masa lalu daerah dompu yang sejarahnya sebagai berikut ini: Sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mempunyai catatan sejarah tersendiri. Seperti halnya Sejarah Kesultanan Lombok, Sejarah Kesultanan Sumbawa, dan Sejarah Kesultanan Bima, Dompu dahulu kala juga merupakan salah satu daerah bekas kerajaan atau kesultanan. Kerajaan Dompu merupakan salah satu kerajaan yang paling tua khususnya di Indonesia Bagian Timur. Arkeolog dari Pusat Balai Penelitian Arkeologi dan Purbakala, Sukandar dan Kusuma Ayu dari berbagai hasil penelitiannya menyimpulkan Dompu atau (Kerajaan Dompo) adalah kerajaan yang paling tua di wilayah timur Indonesia. Berdasarkan catatan sejarah di Dompu, sebelum terbentuknya kerajaan di daerah tersebut, telah berkuasa beberapa kepala suku yang disebut sebagai “Ncuhi” atau raja kecil. Ncuhi terdiri atas empat orang yakni Ncuhi Hu`u yang berkuasa di daerah Hu`u (sekarang Kecamatan Hu`u), Ncuhi Soneo yang berkuasa di daerah Soneo dan sekitarnya (sekarang Kecamatan Woja dan Dompu). Selanjutnya Ncuhi Nowa berkuasa di Nowa dan sekitarnya serta Ncuhi Tonda berkuasa di Tonda (sekarang wilayah Desa Riwo Kecamatan Woja Dompu). Dari keempat Ncuhi tersebut yang paling dikenal adalah Ncuhi Hu`u.

Pada sekitar tahun 1809 Gubernur Jenderal Daendels memerintahkan Gubernur Van Kraam untuk memperbaharui perjanjian dengan Dompu. Kerajaan dikacaukan oleh berbagai pemberontakan pada tahun 1803 yang memaksa pihak residen campur tangan. Raja ke-4 Dompu adalah Dewa Mbora Balada. rato perenta. Cerita rakyat setempat menyebutkan. yang merupakan Raja Dompu yang ke-3. Sultan Muhammad Salahuddin. Dalam menjalankan pemerintahaannya. yang merupakan saudara dari Dewa Mbora Bisu dan Dewa Indra Dompu. sekaligus menetapkan hukum adat yang dipakai adalah hukum Islam yang berlalu di wilayah kekuasaannya. ketika Gunung Tambora meletus. Sultan Abdull Rasul II memindahkan Istana Bata yang merupakan Situs Doro Bata yang terletak di kelurahan Kandai I Kecamatan Dompu ke Istana Bata yang baru.Sultan Abdull Azis. Ncuhi tersebut kemudian dikenal dengan nama Ncuhi Patakula. karena itu dia disebut dengan gelar Bata Bou. Beliau diganti oleh putranya. Kemudian putra raja Tulang Bawang tersebut menikah dengan putri Ncuhi Patakula. Mereka . Seluruh kerajaan antara tahun 1810-1814 diancam perompak-perompak yang menghancurkan desa-desa yang ada di wilayah Dompu saat itu.Menurut cerita rakyat dompu di negeri Woja berkuasa seorang Ncuhi Kula yang mempunyai anak perempuan bernama Komba Rawe. Sedangkan Raja Dompu ke-2 bernama Dewa Indra Dompu yang lahir dari perkawinan antara putra Indra Kumala dengan putra Dewa Bathara Dompu. rato rasanae. Perjanjian tersebut diadakan di Bima. akhirnya sepertiga dari penduduk tewas dan sepertiga lainnya berhasil melarikan diri. dan rato Renda. Selanjutnya mereka (para pembantu itu) disebut manteri dengan sebutan raja bicara. ternyata tidak mampu banyak berbuat untuk memajukan kerajaannya. Pada abad XIX di Dompu saat itu memerintah raja-raja yang lemah. putra Sultan Abdullah yang kemudian mengganti Sultan Yakub. Pada 5-12 April 1815. putra raja Tulang Bawang terdampar di daerah Woja dalam pengembaraannya. Sultan dibantu oleh majelis adat serta majelis hukum. Selanjutnya para Ncuhi sepakat menobatkan putra raja Tulang Bawang sebagai raja Dompu yang pertama. Dia pun menetapkan hukum adat berdasarkan hasil musyawarah dengan para alim ulama. tepatnya di wilayah Woja bagian timur. Berturut-turut Raja yang menguasai daerah ini adalah Dewa Mbora Bisu. Salahuddin mengadakan perbaikan dalam sistem dan hukum pemerintahaan.

Dompu dahulu kala juga merupakan salah satu daerah bekas Kerajaan atau Kesultanan. LETUSAN TAMBORA Gunung Tambora yang meletus pada 10 – 11 April 1815.bahkan pemkab Dompu sendiri telah banyak berupaya dan tentunya pekerjaan tersebut akan sukses apabila selalu mendapat dukungan serta do.Sumbawa dan Bima.18 tanggal 19 Bulan Juni 2004. Barangkali inilah merupakan salah satu tugas dan kewajiban khususnya bagi kalangan generasi muda di daerah ini untuk lebih bekerja keras agar berbagai tabir misteri sejarah tempo dulu dapat segera terungkap meskipun hal itu membutuhkan perjuangan dan usaha yang cukup menyita waktu bahkan material sekalipun. yang kemudian dikuatkan dengan Peraturan Daerah No. Arkeolog dari Pusat balai penelitian arkeologi dan Purbakala Drs. peristiwa 11 April 1815 tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari kelahiran Dompu. Upaya pemkab Dompu dalam rangka untuk mencapai hal tersebut patut kiranya didukung oleh semua pihak.u (Sekarang kecamatan Hu. Kusuma ayu pada saat melakukan penelitian di Dompu beberapa waktu lalu pernah menyatakan bahwa dari berbagai hasil penelitiannya di Dompu dapat disimpulkan bahwa Dompu (Kerajaan DOMPO-Red) adalah Kerajaan paling tua diwilayah Timur Indonesia. Tambora. Namun sayang. dalam catatan sejarah Dompu. Bahkan konon Kerajaan Dompu merupakan salah satu Kerajaan yang paling tua khususnya di bagian Indonesia Timur. Pertambahan wilayah Kesultanan Dompu tersebut dinilai merupakan suatu pertanda kelahiran baru bagi Dompu Baru. dan Sanggar) yang terletak di sekitar Tambora tersebut musnah.a restu dari seluruh lapisan masyarakat yang ada dan jangan malah pekerjaan itu dianggap hanya akan membuang energi serta mubazir saja. Ahli sejarah Helyus Syamsuddin mengungkapkan. mengakibatkan tiga kerajaan kecil (Pekat.u yang berkuasa diwilayah kekuasaan daerah Hu. semoga hal itu tidak akan pernah terjadi. “Orang bijak mengatakan. yakni pergantian antara Dompu Lama ke Dompu Baru. Ketiga wilayah kerajaan kecil itu pun kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Dompu. tidak seperti di Lombok.di dompu sebelum terbentuknya kerajaan konon didaerah ini berkuasa beberapa kepala suku yang disebut sebagai “NCUHI” atau Raja Kecil. SEBUAH MISTERI LAHIRNYA DOMPU BARU Seperti di daerah lain Lombok.tergabung suatu dewan hadat. kemudian Ncuhi Saneo yang berkuasa didaerah Saneo dan sekitarnya (sekarang masuk dalam wilayah Kecamatan woja . Peristiwa tersebut menggambarkan kelahiran wilayah Dompu yang bertambah luas wilayahnya. Sejarah mencatat.Sumbawa dan Bima dimana untuk mengetahui lebih jauh tentang Kerajaan tempo dulu ketiga daerah tetangga tersebut banyak didukung oleh berbagai bukti otentik yang dapat menggambarkan tentang peristiwa sejarah tempo dulu. LETUSAN TAMBORA.sedangkan di Dompu bukti otentik untuk mendukung keberadaan sejarah masa lalu tampaknya masih sangat kurang sekali bahkan bisa dikatakan hampir sudah tidak ada sama sekali. amin.u Dompu – Red). dan merupakan badan kekuasaan yang mempunyai wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan Sultan.terlalu sombong dan munafik apabila kita melupakan sejarah kita sendiri”.Sukandar dan Dra. para ncuhi tersebut terdiri dari 4 orang yakni Ncuhi Hu.

Ekspedisi yang ke-2 inilah Majapahit berhasil . Ncuhi ini kemudian terkenal dengan nama Ncuhi “Patakula”. Pada masa pemerintahan Raja inilah terkenal satu ekspedisi dari Kerajaan di pulau Jawa yakni kerajaan Majapahit yang konon ekspedisi tersebut di pimpin oleh salah seorang Panglima perang bernama Panglima Nala pada tahun 1344. Berturutturut Raja yang menguasai daerah ini adalah : Dewa Mbora Bisu.Raja dompu ang ke-3 adalah yaitu yang menggantikan kakaknya Dewa Indra Dompu. Pada saat itu konon terdamparlah putra Raja Tulang Bawang didaerah woja yang sengaja mengembara di daerah Woja bagian timur. Pengganti Dewa Mbora Belanda adalah putranya yang bernama Dewa yang punya Kuda dan memerintah sebagai Raja yang ke-5. Raja inilah sebenarnya yang akan di nobatkan sebagai raja Dompu yang menggantikan dewa yang mati di Bima.dewa yang bergelar “Mawaa La Patu”.konon di negeri Woja berkuasa seorang Ncuhi bernama “Sang Kula” yang akhirnya mempunyai seorang anak perempuan bernama “Komba Rame”. Sedangkan Raja ke-2 Dompu adalah bernama Dewa Indra Dompu yang lahir dari perkawinana antara putra Indra Kumala dengan putra Dewa Bathara Dompu.teratur dalam social ekonomi maupun politik sehingga masyarakat saat itu memberi gelar sebagai “Dewa Mawaa Taho”. selanjutnya Ncuhi Nowa dan berkuasa didaerah Nowa dan sekitarnya serta Ncuhi Tonda berkuasa diwilayah kekuasaannya yakni di sekitar Tonda dan saat ini masuk dalam wilayah Desa Riwo kecamatan woja Dompu.namun beliau ke Bima dan selanjutnya memerintah di sana.selanjutnya menyusul ekspedisi yang ke-2 pada sekitar tahun 1357 yang di Bantu oleh Laskar dari Bali yang dipimpin oleh Panglima Soka. Oleh rakyat dompu raja yang satu ini sangat dikenal sebagai raja yang disiplin dalam menjalankan pemerintahanya.namun ekspedisi tersebut ternyata gagal. Dewa yang punya Kuda. Beliau konon menggantikan ayahnya (Dewa yang punya Kuda) sebagai raja yang ke-6 di Dompu akan tetapi karena hal itu akhirnya di bawa ke Bima dan meninggal di sana. semula raja ini dikenal dengan nama “Dadela Nata”. Beliau adalah raja yang ke-7 dan merupakan raja Dompu yang terakhir sebelum masuknya ajaran Islam di Kerajaan Dompu. Raja yang dikenal sebagai seorang yang dictator. Pusat pemerintahannya konon disekitar wilayah desa Tonda atau di desa Riwo masuk dalam wilayah kecamatan woja sekarang.u.cucu dari Indra Kumala.raja tersebut berkedudukan atau bertahta di wilayah Tonda. menurut cerita rakyat yang ada bahwa. Diantara keempat Ncuhi tersebut yang paling terkenal konon yakni Ncuhi Hu. Singkat cerita akhirnya putra Raja Tulang Bawang ini kawin dengan putrid Ncuhi patakula dan selanjutnya para Ncuhi yang ada akhirnya sepakat untuk menobatkan putra Raja Tulang Bawang tersebut sebagai Raja Dompu yang pertama.sehingga diturunkan dari tahta kerajaan oleh rakyat Dompu ialah Dewa yang mati di Bima. Dewa Mbora Belanda : beliau adalah saudaranya dari Dewa Mbora Bisu dan Dewa indra Dompu yang menjadi Raja ke-4 didaerah ini. Ekspedisi Majapahit yang dipimpin oleh Panglima Nala dan di bawah komanda Sang Maha Patih Gajah Mada mengalami kegagalan pada ekspedisi pertama.Dewa yang mati di Bima.Dompu).

Sejarah juga menyebutkan bahwa Sultan pertama di Dompu setelah adanya likuidasi pergantian pemerintahan dari sistim Kerajaan menjadi Kesultanan yakni Sultan Syamsuddin I. Pada sekitar tahun 1809 Gubernur Jenderal Daendels menegaskan. Hadat juga merupakan kelengkapan pemerintahaan yang berfungsi menjalankan hokum agama yang di kepalai oleh “Kadi” atau sultan menurut keperluannya. Sejak Sultan Abdull Azis. Salahuddin mengadakan perbaikan dalam system dan hokum pemerintahaan.hal itu juga dapat dibuktikan dalam isi sumpah Palapanya sang Gajah Mada dimana dalam isinya sumpahnya itu disebutlah nama kerajaan DOMPO (Dompu-Red) sebagai salah satu kerajaan yang akan di taklukkan dalam ekspedisinya tersebut.mereka selanjutnya mereka disebut manterimanteri dengan sebutan “Raja Bicara. Melihat fenomena diatas maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan Kerajaan Dompu tersebut ternyata sudah ada sebelum Majapahit. Pada masa pemerintahaannya beliau menanda tangani kontrak panjang pada tahun 1886 silam.merupakan badan kekuasaan yang mempunyai wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan sultan.Kerajaan di kacaukan oleh berbagai pemberontakan pada tahun 1803 yang memaksa memerlukan campur tangan pihak residen. Beliau Selanjutnya diganti oleh putrannya Sultan Muhammad Siradjuddin yang memperbaharui konrak tersebut pada sekitar tahun 1905.salahuddin tetap melakukan hubungan dengan pihak pemerintah kolonial Belanda. Dari 5-12 April 1815 ketika tambora meletus akhirnya sepertiga dari penduduk tewas dan sepertiga lainya berhasil melarikan diri. Kesultanan Dompu.beliau menetapkan hokum adat berdasarkan hasil musyawarah dengan para alim ulama sekaligsu menetapkan hokum adat yang dipakai adalah hokum Islam yang berlalu diwilayah kekauasaanny. Perjanjian tersebut diadakan di Bima. Sultan Abdull Rasul II memindahkan Istana Bata (ASI NTOI) kini merupakan Situs Doro Bata yang terletak di kelurahan Kandai I Kecamatan Dompu ke Istana Bata yang baru (ASI BOU) Karena itu beliau disebut dengan gelar “Bata Bou”. beliau diganti oleh putranya.adik beliau. selanjutnya Sultan Muhammad salahuddin diganti leh putranya yakni Sultan Abdullah.rato rasana.Gubernur Van Kraam untuk memperbaharui perjanjian dengan Dompu.begitu pula penggantinya sultan Muhammad Tajul Arifin I putra Sultan Abdull Wahab. Dalam menjalankan pemeerintahaannyaSultan dibantu oleh majelis hadat serta majelis hokum mereka itu dalam tatanan kepangkatan hadat dan hokum. Seperti sultansultan sebelumnya.Sultan Muhammad Salahuddin.menakklukkan Dompu dan akhirnya bernaung di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.Sultan Muhammad tajul arifin I diganti oleh Sultan Abdull Rasul II. Pada abad ke-XIX di Dompu saat itu memerintah raja-raja yang lemah. Menurut Zolinger.e.putra Sultan Abdullah yang mengganti Sultan Yakub tidak banyak berbuat untuk memajukan kerajaannya.sejak mengadakan perjanjian dengan kompeni pada sekitar tahun 1669. rato perenta. Dan beliaulah merupakan pemimpin atau Raja yang pertamakali memeluk agama Islam begitu .dan rato Renda” mereka tergabung suatu dewan hadat. Seluruh kerajaan antara tahun 1810-1814 diancam perompak-perompak yang menghancurkan desa-desa yang ada diwilayah dompu saat itu.

air sudah sangat kurang dan untuk mendapatkan air minum penduduk saat itu menggali sumur di sekitar pantai. Pada abad ke-XIX. Gubernurmen memberikan bantuan beberapa senapan dan amunisi untuk menjaga diri dari srangan musuh. Disebelah timur berbatasan dengan Kerajaan Sanggar dan Kerajaan Dompu dengan luas areal wilayah 459 pal persegi. Ketika Tambora meletus pada bulan april 1815 sebagian besar penduduknya meninggal.Kerajaan Sanggar di hapus serta digabungkan dengan kekuasaan Kesultanan Bima hingga sekarang ini.i).dan tinggal dua ratus orang saja dan karena diserang leh perampok pada tahun 1818 mereka melarikan diri ke Banggo di Kerajaan Dompu. Sanggar merupakan kerajaan kecil yang terletak disebelah barat laut Dompu disebelah timur kaki gunung tambora. Pada tahun 1837 penduduk Sanggar masih berjumlah sekitar tiga ratus tiga orang dan pada tahun 1847 meningkat menjadi tiga ratus lima puluh orang atau jiwa. Rakyat tambora hidup dari berladang atau bercocok tanam serta beternak dan meramu. setengah dari hasil Gubernemen dan setengah dari kuda-kuda tersebut dikirim ke Kerajaan Bima pada tahun 1806 dan tahun 1807 berasal dari Tambora.XX atau sejak Belanda menguasai pulau sumbawa secara langsung. Kerajaan Tambora yang teretak pada suatu jazirah yang pada ketiga penjuru dibatasi oleh laut. Dan pada tahun 1816 sisa penduduk yang masih hidup akhirnya meninggal semua karena diterjang banjir bandang dan banjir lahar.sistim pemerintahaannya berubah menjadi Kesultanan.selanjutnya bekas Kerajaan tambora yang sudah habis ditelan ganasnya alam tersebut digabungkan dengan wilayah Kesultanan Dompu hingga . Ladang-ladang cukup dilembabpi oleh embun dan karena itu mereka bertanam pada sekitar bulan agustus dan panen pada bulan desember. Pada awal abad ke.sebelum tambora meletus dengan dahsyatnya. Rumah raja dibuat oleh rakyatnya sendiri dengan bahan dari kayu pilihan secara gotong – royong. Tahun 1958 Kesultanan dompu yang saat itu dipimpin oleh Sultan dompu terakhir yakni Sultan Muhammad Tajul Arifin (Ruma To. penduduk saat itu berjumlah skitar dua ribu orang pada tahun 1808 dan meningkat menjadi dua ribu dua ratus orang pada tahun 1815.dan sebagaian ke Gembe Bima. Raja dan para pembesar kerajaan saat itu tidak di gaji tetapi tanah-tanah mereka dikerjakan oleh rakyatnya. Menurut Tobias. Kekayaan yang utama adalah ternak kuda dan hasil kayu hutan . sistim pemerintahan di Dompu dirubah menjadi suatu daerah swapraja Dompu dan Kepala daerah Swatantra tingkat II Dompu tahun 1958-1960. Dengan bantuan gubernurmen pada tahun 1830 mereka akhirnya kembali ke sanggar. Seluruh kerajaan berada disekitar kaki gunung Tambora (Gunung Arun). Pada tahun 1805 raja sanggar meninggal dan digantikan oleh saudaranya yakni Ismail ali Lujang. Kerajaan Tambora. Sebelum Tambora meletus.pada tahun 1808 Kerajaan Tambora berpenduduk sekitar empat ribu iwa dan pada tahun 1815 atau setelah tambora meletus penduduk kerajaan tambora sebagian habis tewas sebanyak tiga puluh ribu jiwa lebih. Kerajaan Sanggar.

DR.Helyus Syamsuddin.id ‫أعجبني · تعليق · عرض المنشور الصلي · المشاركة‬ • Pian Amien‫. Oleh ahli sejarah Prof.PHd.meskipun suatu kerajaan kecil tetapi Pekat saat itu teraus diijinkan berdiri oleh pemerintah penjanjah VOC terutama untuk membendung pengaruh dari Kerajaan Makassar ang sewaktu-waktu dapat membentuk kekuatan di situ. Kerajaan Tambora. Maka dengan Pekat pihak VOC mengikat terus persahabatan yang baik sekali. معجب بهذا‬ . peristiwa 11 April 1815 tersebut akhirnya dijadikan patokan dan dasar yang kuat sehingga 11 April dijadikan sebagai hari lahir atau hari jadi DOMPU.hanya nama Pekat kini merupakan nama sebuah desa di kawasan lereng gunung Tambora.18 tanggal 19 Bulan Juni 2004 ditetapkan bahwa tanggal 11 April 1815 sebagai hari lahir/hari jadi Dompu.akhirnya penduduk di Kerajaan Pekat musnah seluruhnya kemudian bekas kerajaan Pekat digabung kan dengan wilayah kekuasaan Kerajaan dompu hingga sekarang ini. Dimasa pemerintahan kabupaten Dompu.Tambora dan sebagian wilayah Kerajaan Sanggar) maka moment tersebut dinilai merupakan suatu pertanda kelahiran baru bagi DOMPU BOU (Dompu Baru). DOMPU YANG BARU pun akhirnya lahir. yakni pergantian antara Dompu Lama dan Dompu Baru.sekarang ini. Peristiwa tersebut menggambarkan kelahiran wilayah Dompu yang bertambah luas wilayahnya. Kerajaan Papekat (Pekat).nama Pekat saat ini merupakan nama sebuah desa yang terletak di wilayah kecamatan Pekat – Calabay Dompu (Nama Ibu Kota Kecamatan Pekat) Konon nama Pekat berasal dari kata “Pepekat”. Catatan sejarah menyebutkan. Pralaya (Malapetaka) tersebut tampaknya di satu sisi berdampak positif bagi berkembangan Kerajaan Dompu. Kerajaan kecil ini tidak banyak meninggalkan atau menyimpan bukti-bukti untuk mendukung keberadaan kerajaan tersebut tempo dulu bahkan hampir dikatakan tidak ada sama sekali. tetapi akibat gunung Tambora meletus. akibat letusan Tambora wilayah Dompu dikemudian hari bertambah luasnya meliputi bekas Kerajaan Pekat. sebab setelah sekian tahun lamanya dalam perkembangan selanjutnya wilayah Kerajaan (Kesultanan) Dompu bertambah luas wilayahnya karena bekas wilayah 3 Kerajaan kecil pernah musnah akibat letusan Tambora tersebut akhirnya masuk kedalam wilayah Kerajaan (Kesultanan) Dompu hingga sekarang ini. Selanjutnya melalui Peraturan Daerah (Perda) No. 11 April 1815 Tambora meletus dengan dahsyatnya. Gunung Tambora Meletus pada tanggal 10 – 11 April 1815. MENYUSURI JEJAK – JEJAK SEJARAH DOMPU di ambil dari website: dompukab. Bekas Kerajaan tambora kini masuk dalam wilayah Kecamatan Pekat Dompu.go. dalam catatan sejarah Dompu letusan Tambora yang paling dahsyat yakni letusan pada tanggal 11 April 1815 yang mengakibatkan beberapa Kerajaan kecil yang terletak di sekitar Tambora menjadi sasaran empuk musibah tersebut sehingga 3 Kerajaan kecil tersebut musnah. Dengan bertambahnya wilayah Kesultanan Dompu tersebut (Pekat.

‫•‬ ‫العربية · 1102 © ‪Facebook‬‬ ‫الهاتف المحمول · البحث عن أصدقاء · الشارات · أشخاص · الصفحات · حول فيس بوك · لعلناتكم · إنشاء صفحة‬ ‫· المطورون · المهن · الخصوصية · الشروط · التعليمات‬ ‫ّ‬ .