Anda di halaman 1dari 7

Pengusaha Kena Pajak Riku menjual tunai Barang Kena Pajak kepada Pengusaha Kena Pajak

Sena dengan Harga Jual Rp 30.000.000,-. PPN yang terutang?


Jawab :
10% * Rp 30.000.000,- = Rp 3.000.000
PPN sebesar Rp 3.000.000,- tersebut merupakan pajak keluaran, yang dipungut oleh
Pengusaha Kena Pajak Riku. Sedangkan bagi Pengusaha Kena Pajak Sena, PPN tersebut
merupakan Pajak Masukan.

Sepanjang bulan Agustus 2007, PT At-Taqwa mempunyai transaksi sbb:


Membeli bahan baku seharga Rp 100.000.000,-
Membeli bahan penolong seharga Rp 40.000.000,-
Menjual produk seharga Rp 200.000.000,-
Perhitungan PPN-nya ?
Jawab :
PPN bahan baku 10.000.000
PPN bahan penolong 4.000.000
Jumlah pajak masukan 14.000.000
PPN penjualan produk 20.000.000
Jumlah pajak keluaran 20.000.000
Perhitungan PPN :
Jumlah pajak keluaran 20.000.000
Jumlah pajak masukan 14.000.000
PPN kurang bayar 6.000.000
Jumlah PPN kurang bayar sebesar Rp 6.000.000 ini harus disetorkan ke kas negara.

Seseorang bernama Katro mengimpor Barang Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dengan
Nilai Impor Rp 15.000.000,-. PPN yang dipungut Direktorat Jendral Bea & Cukai
adalah ?
Jawab :
Cukai = 10% * Rp 15.000.000 = Rp 1.500.000

Pengusaha sekaligus artis, Nanda, mengimpor barang dari luar Daerah Pabean dengan nilai
Cost Insurance Freight sebesar Rp 5.000.000,- dan membayar bea masuk serta bea masuk
tambahan masing-masing sebesar Rp 2.500.000,-. Berapa jumlah PPN yang dipungut
Direktorat Jendral Bea & Cukai ?
Jawab :
Nilai impor = CIF + bea nasuk + bea masuk tambahan
= 5.000.000 + 2.500.000 +2.500.000
= 10.000.000
PPN = tarif * DPP
= 10% * 10.000.000
= 1.000.000

Konglomerat priyo prabowo membeli sampanye yang termasuk barang mewah sebesar Rp
10.000.000,-. Penghitungan pajak yang harus dipungut ?
Jawab :
PPN = 10% * Rp 10.000.000 = Rp 1.000.000
PPnBm = 40% * Rp 10.000.000 = Rp 4.000.000

Pengusaha sekaligus artis, Nanda, membeli apartemen di daerah perkotaan dengan harga Rp
5.200.000.000 yang sudah termasuk PPN dan PPNBM. Berapa nilai PPN & PPNBM-
nya ?
Jawab :
PPN yang terutang :
x Rp 5.200.000,00 = Rp 400.000,00
110 + 20
PPn BM yang terutang :
x Rp 5.200.000,00 = Rp 800.000,00
110 + 20

Tuan Satrio Putro Prabowo melakukan kegiatan membangun sendiri bangunan dengan luas
300 m2 yang akan digunakan sebagai rumah tinggal. Seluruh biaya yang dikeluarkan
pada bulan April 2006 ( diluar pembelian tanah ) adalah sebesar Rp 50.000.000,-. PPN
yang harus disetorkan ?
Jawab :
PPN = (Rp 50.000.000 * 40%) * 10%
= Rp 20.000.000 * 10%
= Rp 2.000.000

8. Pengusaha Kena Pajak yang menghasilkan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah
menjual barang kena pajak tersebut kepada pengusaha kena pajak A dengan harga jual
Rp 100.000.000,00 kemudian pengusaha kena pajak A tersebut menjual barang kena
pajak tersebut kepada pengusaha kena pajak B.
Hitung jumlah yang harus dibayar oleh pengusaha kena pajak A dan pengusaha kena
pajak B kepada yang menjual barang jika tarif PPn BMnya 20% dan keuntungan yang
diharapkan pengusaha kena pajak A sebesar Rp 15.000.000,00 serta jika pajak
pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah ditanggung oleh pembeli!!!!!
JAWAB :
Harga jual = Rp 100.000.000,00
Pajak pertambahan nilai = Rp 10.000.000,00*
*(10% x Rp 100.000.000,00)
Pajak penjualan atas barang mewah = Rp 20.000.000,00**
**(20% x Rp 100.000.000,00)
Jumlah yang harus dibayar pengusaha kena pajak A = Rp 130.000.000,00

Harga beli pengusaha kena pajak A = Rp 100.000.000,00


PPn BM yang telah dibayar = Rp 20.000.000,00
Keuntungan yang diharapkan = Rp 15.000.000,00
Dasar pengenaan pajak = Rp 135.000.000,00
PPN = Rp 13.500.000,00***
***(10% x Rp 135.000.000,00)
Jumlah yang harus dibayar pengusaha kena pajak B = Rp 148.500.000,00
9. Pengusaha kena pajak C mengimpor barang kena pajak yang tergolong mewah dengan nilai
impor sebesar Rp 200.000.000,00 kemudian pengusaha kena pajak tersebut menjual barang
tersebut kepada konsumen dengan keuntungan yang diharapkan sebesar Rp 40.000.000,00.
Hitung jumlah yang harus dibayar konsumen jika tarif PPn BM yang digunakan sebesar
30%!!!!!!!!!!
JAWAB :
Nilai impor = Rp 200.000.000,00
Pajak pertambahan nilai = Rp 20.000.000,00*
*(10% x Rp 200.000.000,00)
Pajak penjualan atas barang mewah = Rp 60.000.000,00**
**(30% x Rp 200.000.000,00)
Jumlah yang harus dibayar pengusaha kena pajak C = Rp 280.000.000,00

Kemudian Pengusaha Kena Pajak C tersebut menjual barang kena pajak tersebut kepada
konsumen sebagai berikut :

Harga beli pengusaha kena pajak A = Rp 200.000.000,00


PPn BM yang telah dibayar = Rp 60.000.000,00
Keuntungan yang diharapkan = Rp 40.000.000,00
Dasar pengenaan pajak = Rp 300.000.000,00
PPN = Rp 30.00.000,00***
***(10% x Rp 300.000.000,00)
Jumlah yang harus dibayar pengusaha kena pajak B = Rp 330.000.000,00

10. Apabila dalam pembuatan kontrak atau perjanjian mengenai penyerahan barang kena pajak
tertulis bahwa dalam nilai kontrak sebesar Rp 130.000.000,00 secara tegas dinyatakan sudah
termasuk pajak pertambahan nilai sebesar 10% dan pajak penjualan atas barang mewah
sebesar 20%,maka hitunglah PPN dan PPn BM yang terutang!!!!!!!!!!
JAWAB :
PPN yang terutang = [10/110+20]X Rp.130.000.000,00=Rp10.000.000,00
PPnBM yang terutang = [20/110+20]X Rp.130.000.000,00=Rp.20.000.000,00

11. Perusahaan importir kendaraan bermotor mengimpor sebuah kendaraan bermotor dengan
nilai impor Rp 200.000.000,00,tarif PPn BMnya sebesar 50% dan pengusaha importir
tersebut menginginkan keuntungan sebesar Rp 20.000.000,00.Berapakah harga jual yang ia
tetapkan???????????????
JAWAB :

Impor :
Nilai impor (DPP) : Rp 200.000.000,00
PPN : Rp 20.000.000,00 (Pajak Masukan)
PPnBM(50%) : Rp 100.000.000,00
Harga impor : Rp 320.000.000,00
Penyerahan :
Harga beli KB : Rp 200.000.000,00
Keuntungan : Rp 20.000.000,00
PPnBM yang dibayar : Rp 100.000.000,00
Harga jual (DPP) : Rp 320.000.000,00
PPN : Rp 32.000.000,00 (Pajak Keluaran)
Harga penjualan : Rp 352.000.000,00

Catatan : jika ditanyakan harga penjualan padaa tingkat distributor, dealer, sub-dealer/
showroom maka penghitungannya:
Distributor :
Pembelian :
Harga beli (DPP) = Rp 320.000.000,00
PPN = Rp 20.000.000,00 (Pajak Masukan)
Harga pembelian = Rp 352.000.000,00
Penyerahan :
Harga beli KB = Rp 320.000.000,00
Keuntungan = Rp 20.000.000,00
Harga jual (DPP) = Rp 340.000.000,00
PPN = Rp 34.000.000,00 (Pajak Keluaran)
Harga penjualan = Rp 374.000.000,00
Dealer :
Pembelian :
Harga beli (DPP) = Rp 340.000.000,00
PPN = Rp 34.000.000,00 (Pajak Masukan)
Harga pembelian = Rp 374.000.000,00
Penyerahan :
Harga beli KB = Rp 340.000.000,00
Keuntungan = Rp 20.000.000,00
Harga jual (DPP) = Rp 360.000.000,00
PPN = Rp 36.000.000,00 (Pajak Keluaran)
Harga penjualan = Rp 396.000.000,00
Sub-dealer/ showroom :
Pembelian :
Harga beli (DPP) = Rp 360.000.000,00
PPN = Rp 36.000.000,00 (Pajak Masukan)
Harga pembelian = Rp 396.000.000,00
Penyerahan :
Harga beli KB = Rp 360.000.000,00
Keuntungan = Rp 20.000.000,00
Harga jual (DPP) = Rp 380.000.000,00
PPN = Rp 38.000.000,00 (Pajak Keluaran)
Harga penjualan = Rp 418.000.000,00

12. Dealer “Maju Mundur” membeli sasis kendaraan bermotor dari Main Dealer
“YAMANGAP” seharga Rp 105.000.000,00 dengan potongan harga sebesar Rp
500.000,00 yang sudah termasuk PPN,hitung harga dasar pengenaan pajak PPN atas
pembelian sasis dan PPN atas pembelian sasis!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Jawaban :
Pembelian : Rp 105.000.000,00
Potongan pembelian : Rp 500.000,00
Harga beli (termasuk PPN) : Rp 104.500.000,00
DPP PPN atas pembelian sasis : 100/110 x Rp 104.500.000
: Rp 95.000.000,00
PPN atas pembelian sasis : 10% x Rp 95.000.000
: Rp 9.500.000,00

13. Dealer “Melu Urip” Membeli sasis kendaraan bermotor dari Main Dealer “KawahSakti”
seharga Rp 100.000.000,00 dengan potongan harga sebesar Rp 1.000.000,00 (termasuk
PPN) kemudian menyuruh karoseri “Ga Jela S” mengubah sasis tersebut menjadi
kendaraan bermotor angkutan orang dengan ongkos Rp 10.000.000,00 dan dipungut PPN
sebesar Rp 1.000.000,00. Dijual kendaraan rakitan tersebut dengan harga Rp
150.000.000,00. Jika tarif PPn BM yang terutang dan dipungut oleh dealer “Melu Urip”
sebesar 15%. Hitung pajak keluaran,pajak masukan,PPN dan PPn BM yang disetor dealer
“Melu Urip”!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Jawaban :
Pembelian : Rp 100.000.000,00
Potongan pembelian : Rp 1.000.000,00
Harga beli (termasuk PPN) : Rp 99.000.000,00
DPP PPN atas pembelian sasis : 100/110 x 99.000.000
: Rp 90.000.000,00
PPN atas pembelian sasis : 10% x 90.000.000
: Rp 9.000.000,00
Biaya karoseri : Rp 11.000.000,00
PPN atas biaya karoseri : Rp 1.000.000,00

Penjualan (Off The Road) :


Harga jual termasuk PPN dan PPn BM (15%) = Rp 150.000.000,00
DPP PPN dan PPn BM = 100/125 x Rp 150.000.000,00
= Rp 120.000.000,00
PPN terutang = 10% x Rp 120.000.000,00
= Rp 12.000.000,00
PPn BM terutang = Rp 15% x Rp 150.000.000,00
= Rp 18.000.000,00

Penghitungan PPN dan PPn BM atas transaksi tersebut :


PPN
PAJAK KELUARAN = 10% x Rp 120.000.000,00 = Rp 12.000.000,00
PAJAK MASUKAN = Rp 10.000.000,00
Pembelian sasis Rp 9.000.000,00
Jasa karoseri Rp 1.000.000,00
Jumlah pajak masukan Rp 10.000.000,00
PPN yang harus disetor = Rp 2.000.000,00
PPn BM = 15% x Rp 120.000.000,00 = Rp 18.000.000,00

14. Generator listrik dibeli januari 2001 dengan maksud untuk digunakan seluruhnya untuk
kegiatan pabrik dengan nilai perolehan Rp 50.000.000,00 dan PPN Rp 5.000.000,00 (pajak
masukan sudah dikreditkan seluruhnya dalam SPT Masa Pajak Januari 2001) serta memiliki
masa manfaat 5 tahun. Selama tahun 2001 ternyata bahwa:
Untuk masa 6 bulan I digunakan : 30% untuk perumahan karyawan dan direksi,sisanya untuk
kegiatan pabrik.
Untuk masa 6 bulan II digunakan : 20% untuk perumahan karyawan dan direksi,sisanya
untuk kegiatan pabrik.
Hitung rata-rata penggunaan di luar kegiatan usaha yang berhubungan langsung dengan
usaha (p’) dan hitung juga besarnya pajak masukan yang harus dibayar kembali untuk tahun
2001!!!!!!!

Jawab:
Nilai perolehan Rp 50.000.000,00
PPN (pajak masukan) Rp 5.000.000,00
p’ = 30% + 20% = 25%
2
Besarnya pajak masukan yang harus dibayar kembali untuk tahun 2001:
p’ x PM = 25% x Rp 5.000.000,00 = Rp 250.000,00
T 5

15. Pengusaha Kena Pajak (PKP) "A" merupakan produsen mobil. Dalam menghasilkan
mobil, PKP "A'' juga membeli Tape dan AC yang akan dipasang pada mobil yang
dihasilkannya. Atas perolehan Tape dan AC tersebut PKP "A" telah membayar Pajak
Penjualan atas Barang Mewah sebesar Rp 350.000,00 (Rp 100.000,00 untuk Tape dan Rp
250.000,00 untuk AC). Apabila Harga Produksi mobil sebesar Rp 110.000.000,00 dan
keuntungan yang diinginkan PKP "A" sebesar Rp 40.000.000,00 maka Harga Jual mobil
tersebut sebesar Rp 150.350.000,00. Dengan demikian Dasar Pengenaan Pajak atas mobil
tersebut adalah Rp 150.350.000.00.
Pajak yang terutang atas penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah tersebut.:
a. Pajak Pertambahan Nilai = 10% X Rp 150.350.000,00 = Rp 15.035.000,00 b. Pajak
Penjualan atas Barang Mewah (tarif 20%) = 20% X Rp 150.350.000,00 = Rp
30.070.000,00

PKP "A" bulan Januari 1996 menjual tunai kepada PKP "B" 100 pasang sepatu @
Rp.100.000,00 = Rp.10.000.000,00
jadi :
Harga beli = Rp.10.000.000,00
PPN terutang yang dipungut oleh PKP"A" = *Rp. 1.000.000,00
(= 10% x Rp.10.000.000,00 )*
Jumlah yang harus dibayar PKP "B" = Rp.11.000.000,00

17. PKP "B" dalam bulan Januari 1996 :


Menjual 80 pasang sepatu @ Rp.120.000,00 = Rp. 9.600.000,00
Memakai sendiri 5 pasang sepatu untuk pemakaian sendiri
DPP adalah harga jual tanpa menghitung laba kotor, yaitu Rp 100.000,- per pasang = Rp
500.000,00
PPN yang terutang :
Atas penjualan 80 pasang sepatu
10% x Rp.9.600.000,00 = Rp 960.000,00
Atas pemakai sendiri
10% x Rp.500.000,00 = Rp 50.000,00
Jumlah PPN terutang = Rp 1.010.000,00

18. PKP Pedagang Eceran (PE) "C" menjual


BKP seharga = Rp.10.000.000,00
Bukan BKP = Rp. 5.000.000,00
Rp.15.000.000,00
PPN yang terutang
10% x Rp.10.000.000,00 = Rp. 1.000.000,00
PPN yang harus disetor
10% x 20% x Rp.15.000.000,00 = Rp. 300.000,00

19. PKP "D" pabrikan yang menghasilkan mesin cuci pakaian. Mesin cuci pakaian
dikategorikan sebagai BKP yang tergolong mewah dan dikenakan PPn BM dengan tarif
sebesar 20%. Dalam bulan Januari 1996 PKP "D" menjual 10 buah mesin cuci kepada PKP
"E" seharga Rp.30.000.000,00.
PPN yang terutang
10% x Rp.30.000.000,00 = Rp 3.000.000,00
PPn BM yang terutang
20% x Rp. 30.000.000,000 = Rp 6.000.000,00
PPN dan PPn BM yang terutang PKP "D" = Rp. 9.000.000,00

20. PKP "E" bulan Januari 1996 menjual 10 buah mesin cuci tersebut diatas seharga
Rp.40.000.000,00
jawab :
PPN yang terutang
10% x Rp.40.000.000,00 = Rp. 4.000.000,00

Catatan :
PKP "E" tidak boleh memungut PPn BM, karena PKP "E" bukan pabrikan dan PPn BM
dikenakan hanya sekali.