Anda di halaman 1dari 6

TATA KELOLA PEMERINTAHAN BERBASIS HIRARKI

Mata kuliah Pengantar Studi Pemerintahan 2 memberikan studi mengenai tata kelola
pemerintahan berbasis pasar, tata kelola pemerintahan berbasis hirarki, tata kelola pemerintahan
berbasis jejaring, serta model pemerintahan berbasis risk governance. Dalam hal ini kelompok
kami menekankan untuk pembahasan mengenai tata kelola pemerintahan berbasis hirarki. Tata
kelola pemerintahan berbasis hirarki ialah, tata kelola pemerintahan yang terstuktur, tersusun
rapi, ada yang mengomando dan dikomando. Tujuan penulisan makalah ini untuk memperdalam
pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan berbasis hirarki dan untuk memenuhi tugas yang
diberikan oleh dosen pengampu mata kulliah Pengantar Studi Pemerintahan 2. Kelompok kami
dalam memperdalam pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan model hirarki ini
mengambil kasus mengenai pnpm mandiri yang ada di Indonesia. Kelompok kami bersepakat
bahwa PNPM mandiri (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri) bekerja secara
hirarki, sebab terstruktur dan ada yang mengomando dan dikomando dari pusat hingga ke
daerah-daerahnya..

Latar belakang dibentuknya PNPM Mandiri

Kita tahu bahwa di Indonesia memiliki problem mengenai kemiskinan maupun


pengangguran. Cara atau upaya untuk menanggulanginya harus menggunakan pendekatan multi
disiplin yang berdimensi pemberdayaan (PTO PNPM Pedesaan 2007). Oleh karena itu mulai
tahun 2007 mencanangkan program PNPM Mandiriyang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan,
PNPM Mandiri Perkotaan, serta PNPM Mandiri wilayah khusus dan desa tertinggal. Penulis di
sini akan lebih menyoroti ke PNPM Mandiri Pedesaan. Tercapainya kesejahteraan, kemandirian
masyarakat miskin perdesaan, pelembagaan sistem pembangunan partisipatif, peningkatan
kapasitas masyarakat dan kelembagaannya adalah visi dari program ini.

Landasan Hukum

Program PNPM Mandiri ini dibentuk berdasarkan :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama
Daerah (ditetapkan 22 Agustus 2007). PP ini adalah untuk pelaksanaan ketentuan Pasal
197 UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah.
2. Peraturan Pemerintah No.7 tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugasa Pembantuan
(ditetapkan 4 Pebruari 2008). PP ini adalah untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat
(2) UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 92, Pasal 99 dan Pasal 108 UU
No.33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Daerah.
3. Peraturan Menteri Keuangan No. 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana
Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan (ditetapkan 27 Oktober 2008). Peraturan ini
adalah untuk melaksanakan ketentuan Pasal 79 PP No. 7/2008 di atas.
4. Peraturan Menteri Keuanga No.168/PMK.07/2009 tentang Pedoman Pendanaan Urusan
Bersama Pusat dan Daerah untuk Penanggulangan Kemiskinan

Mekanisme

Dalam program ini terdapat dua mekanisme yaitu :

1. Mekanisme penyaluran dana

Yang dimaksud mekanisme penyaluran dana adalah proses penyaluran dana Bantuan
Langsung Masyarakat dari kas daerah ke rekening BLM yang dimana dikelola oleh
Unit Pengelola Kegiatan(UPK). Mekanisme mengenai penyaluran dana :

a. Penyaluran dana yang berasal dari pemerintah pusat mengikuti ketentuan

yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Anggaran, Depkeu

b. Penyaluran dana yang berasal dari Pemerintah Daerah, dilakukan melaui

mekanisme APBD dan diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal

Perbendaharaan, Depkeu

c. Dana yang berasal dari APBD harus disalurkan terlebih dahulu ke

masyarakat, selanjutnya diikuti dengan penyaluran dana yang berasal dari

APBN

d. Besaran dana dari APBD yang disalurkan ke masyarakat harus utuh (net)
tidak termasuk pajak, retribusi atau biaya lainnya

2. Mekanisme pencairan dana

Yang dimaksud mekanisme pencairan dana yaitu proses pencairan dari rekening
kolektif oleh BLM yang dikelola oleh UPK kepada Tim Pengelola Kegiatan(TPK).
Mekanisme pencairan dana :

a. Pembuatan surat perjanjian pemberian bantuan (SPPB) antara UPK dengan

TPK

b. TPK menyiapkan Rencana Penggunaan Dana (RPD) sesuai kebutuhan

dilampiri dengan dokumen-dokumen perencanaan kegiatan (gambar desain,

RAB, dan lampirannya)

c. Untuk pencairan berikutnya dilengkapi dengan Laporan Penggunaan Dana

(LPD) sebelumnya dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang sah (PTO PNPM
Pedesaan 2007)
PNPM mandiri bekerja dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga sampai ke desa.
Sehingga program ini bisa dapat langsung diterima ke masyarakat sebagai penerima manfaat.
Dalam pendanaanya PNPM mandiri mendapatkan anggaran dari APBN. Tata kelola
pemerintahan yang hirarki ini diaplikasikan pemerintahan dalam mengeluarkan kebijakan atau
program PNPM mandiri, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Kasus

Dalam pelaksanaannya program pnpm mandiri berpusat atau berada di bawah menko
kesra (tingkat nasional), yang terdiri dari tim konsultan dan tim pengendali, kemudian turun di
tingkat provinsi yang terdiri dari tim konsultasi tingkat provinsi/regional. Ditingkat kabupaten/
kota terdapat tim konsultan kabupaten/kota yang berkerjasama dengan tim koordinasi
kabupaten/kota. Ditingkat kecamatan terdapat penanggungjawab operasional kegiatan yang
terdiri dari unit pengelola kegiatan dan fasilitator, dalam penyalurannya tim penanngung jawab
berkoordinasi dengan badan kerjasama antar desa dan kemudian disalurkan kepada masyarakat
melalui lembaga masyarakat.
Referensi

pnpm.org 2007, Pedoman Umum PNPM Mandiri, dilihat 22 May 2011, <http://pnpm.org.html>