Anda di halaman 1dari 53

Resume UKT Managemen Keuangan

Manajemen
Keuangan

Disponsori oleh:

Tim Sukses UKT 2006


Ketua Tim: Pujo Hariyanto, Editor: Arif Ismail, Herudi Kandau, Ihwan Sururi; Kontributor:
3A: Bayu, Kusuma; 3B: Faizal, Arum; 3C: Aini, Marissa; 3D: Fadhol, Kahlil; 3E: Agung, Nisa;
3F: Anis, Dedy; 3G: Andy, Galuh; 3H: Asil, Heru; 3I: Afid, Wulan; 3J: Arifin, Sapto.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 1


Resume UKT Managemen Keuangan

MANAJEMEN KEUANGAN SEBUAH PENGANTAR

Manajemen keuangan berkepentingan dengan bagaimana cara menciptakan dan menjaga nilai
ekonomis atau kesejahteraan. Konsekuensinya, semua pengambilan keputusan harus difokuskan pada
penciptaan kesejahteraan. Untuk dapat menciptakan kesejahteraan, perusahaan dituntut mampu
memanfaatkan sumber daya yang terbatas, dan beroperasi pada tingkat produktivitas yang optimal.
Dengan tujuan ini, tugas manajer keuangan adlah menciptakan kesejahteraan bagi para pemegang
saham. Oleh karena itu, perusahaan haruslah bertujuan untuk memaksimalkan kesejahteraan
pemegang saham bukan maksimalisasi keuntungan.
Dalam ekonomi mikro, maksimalisasi keuntungan sering disebut sebagai tujuan perusahaan.
Namun hal ini meliki kelemahan karena ekonomi mikro mengabaikan masalah waktu dan
ketidakpastian agar dapat menjelaskan teoridengan mudah. Yang dimaksud dengan memaksimalkan
kesejahteraan adalah memaksimalkan nilai pasar saham perusahaan karena seluruh keputusan
keuangan akan terefleksi di dalamnya. Bagi para pemegang saham, harga pasar saham akan
menggambarlan nilai perusahaan termasuk seluruh kompleksitas dan komplikasi risiko dunia nyata.
Secara umum bentuk hukum perusahaan dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
a. Perusahaan Perseorangan (Sole Proprietorship), merupakan perusahaan yang dimiliki oleh
perseorangan dimana pemilik perusahaan berhak atas seluruh harta perusahaan dan bertanggung
jawab tanpa batas termasuk segala kewajiban yang timbul. Perusahaan perseorangan ini tidak
mempunyai bentuk hukum perusahaan yang bersifat formal.
b. Persekutuan Umum (General Partnership), merupakan perusahaan yang dimiliki oleh dua orang
atau lebih dimana setiap sekutu bertanggung jawabpenuh atas semua kewajiban yang timbul dari
para sekutunya (tindakan dari salah satu sekutu juga menjadi tanggung jawab para sekutu
lainnya). Tanggung jawab pemilik partnership tidak terbatas bahkan sampai kekayaan pribadi.
c. Persekutuan Komanditer (Limited Partnership), merupakan perusahaan yang dimiliki dua orang
atau lebih dimana sebagian menjadi dimana sebagian sekutu bertanggung jawab menjalankan
kegiatan usaha (sekutu aktif) dan ssatu atau lebih hanya sebagai pemberin modal (sekutu pasif).
d. Perseroan Terbatas (Corporation), merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan
perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham.
Secara hukum perseroan memiliki kekayaan tersendiri yang terpisah dari harta kekayaan para
pemilik perusahaan. Dengan demikian tanggung jawab para pemegang saham hanya sebesar
jumlah modal yang disetor.
Terdapat sepuluh aksioma yang mendasari praktik manajemen keuangan yang meliputi:
 Aksioma 1: Keseimbangan Risiko dan Pengembalian (The Risk Return Off) ---- Jangan menambah
risiko kecuali mendapatkan kompensasi tambahan pendapatan
Tingkat pengembalian minimum atas suatui investasi harus lebih besar dari tingkat unflasi yang
diperkirakan.

 Aksioma 2: Nilai Waktu Uang (Time Value of Money)


Uang yang diterima sekarang lebih berharga dari uang yang diterima kemudian. Konsep nilai waktu
uang ini sangat berguna untuk meniai kelayakan suatu investasi yaitu untuk menghitung nilai sekarang
(present value) dari pendapatan dan pengeluaran yang akan datang (future benefit and cost). Apabila
penerimaan melebihi pendapatan maka investasi diterima dan ditolak jika sebaliknya.

 Aksioma 3: Uang Kas ----- Bukan Besarnya Laba ----- adalah yang Utama
Untuk mengukur kesejahteraan digunakan arus kas (cash flow) dan bukan keuntungan akuntansi
(accounting profit). Uang kas adalah sesuatu yang secara nyata diterima dan dapat diinvestasikan
kembali oleh perusahaan. Sedangkan keuntungan akuntansi, lebih banyak menggambarkan besarnya
keuntungan perusahaan, daripada besarnya uang kas yang benar-benar ada.

 Aksioma 4: Tambahan Arus Kas (incremental Cash Flow) ----- Satu-satunya Pertambahan Nilai
yang Dihitung
Proses evaluasi untuk mengukur manfaat suatu proyek baru menggunakan arus kas yang
dititikberatkan pada arus kas masuk yang sifatnya inkrimental (incremental cash in flow). Pedoman
dalam menentukan apakah arus kas itu inkrimental adalah dengan membandingkan arus kas
perusahaan apabila mengambil dan tidak mengambil suatu proyek.

 Aksioma 5: Kondisi Persaingan Pasar ---- Alasan Mengapa Sangat Sulit Mendapatkan Proyek
dengan Laba yang Luar Biasa

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 2


Resume UKT Managemen Keuangan

Pada pasar yang sangat kompetitif, laba yang besar tidak dapat secara terus menerus didapat. Karena
jika suatu industri menghasilkan, maka akan banyak pendatang baru yang akan berusaha masuk ke
dalam industri. Persaingan yang semakin ketat dan penigkatan kapasitas produksi dalam industri dapat
memperkecil keuntungan, dan akhirnya akan mendorong semakin kecilnya tingkat pengembalian
investasi.

 Aksioma 6: Pasar Modal yang Efisien ---- Pasar yang Bergerak Cepat dan Harga yang Tepat
Pasar Modal adalah pasar yang efisien dimana informasi baru tercermin pada surat berharga secara
cepat dan tidak ada satu investor pun yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang
besar. Para investor akan bereaksi terhadap informasi baru yang diterima dengan jalan menjual
ataupun membeli surat berharga yang ada sampai mereka merasa bahwa harga pasar yang terjadi
benar-benar telah mencerminkan informasi baru tersebut.

 Aksioma 7: Masalah Keagenan ----- Manajer tidak akan Bekerja Bagi Pemilik Peruisahaan jika
tidak Selaras dengan Kepentingan Mereka
Masalah keagenan terjadi karena adanya pemisahan tugas antara pemegang manajemen perusahaan
dengan pemegang saham. Para menajer akan mengambil keputusan yang memberikan keuntungan
bagi mereka. Masalah keagenan ini akan tetap terjadi kecuali struktur insentif yang dibuat mencakup
keselarasan kepentingan antara p-ara manajer dan pemegang saham. Dengan kata lain, apa yang
terbaik bagi penegang saham merupakan yang terbaik bagi para manajer.

 Aksioma 8: Perpajakan yang Berdampak pada Keputusan Bisnis


Masalah perpajakan dapat membiaskan keputusan bisnis. Untuk itu tambahan arus kas yang
digunakan untuk mengevaluasi suatu proyek adalah tambahan arus kas sesudah pajak bersih yang
diterima perusahaan denagn kata lain pengembalian investasi dihitung berdasarkan nilai bersih
sesudah pajak (after tax basis). Selain itu perpajakan juga mempunyai peranan untuk menentukan
struktur modal perusahaan yaitu peraturan pajak menjadikan utang sebagai pembiayaan yang
memberikan keunggulan beban dibandingkan saham karena beban bunga merupakan pengurang
pajak seadang dividen tidak dapat sebagai pengurang pajak.

 Aksioma 9: Tidak Semua Risiko Sama ---- Ada Sebagian Risiko yang dapat Didiversifikasi
Diversifikasi dapat mengurangi risiko, sehingga mengukur besarnya risiko dari satu proyek ataupun
investasi menjadi sangat sulit. Perubahan risiko dari suatu proyek tergantung pada (1) risiko proyek
tersebut secara individu, (2) besarnya kontribusi risiko proyek bagi perusahaan, atau (3) besarnya
kontribusi risiko proyek terhadap portofolio surat berharga milik para pemegang saham.

 Aksioma 10: Melakukan Sesuatu yang Benar adalah Perilaku Etis, dan banyak Dilema Etika dalam
Manajemen Keuangan
Perilaku yang sesuai dengan etika berarti “melakukan sesuatu yang benar”. Tiap kelompok mempunyai
nilai yang berbeda yang digunakanakan sebagai dasar untuk merumuskan tentang apa yang dimaksud
“melakukan sesuatu yang benar”. Sesuatu yang sesuai dengan hukum yang berlaku belum tentu etis.
Hal inilah yang menyebabkan timbulnya dilema etika dalam manajemen keuangan.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 3


Resume UKT Managemen Keuangan

PERANAN PASAR UANG DAN TINGKAT BUNGA DALAM MANAJEMEN


KEUANGAN

• KOMPOSISI SEKURITAS YANG DIJUAL PERUSAHAAN DI PASAR MODAL


Pada saat dana internal perusahaan tidak mencukupi untuk menjalankan kegiatan usahanya,
perusahaan akan mencari modal pembiayaan eksternal biasanya melalui pasar modal. Metode
pembiayaan yang paling disukai dan dominan adalah utang dibandingkan saham. Hal ini dikarenakan
bunga utang dapat dikurangkan dari pendapatan saat dilakukan perhitungan pajak, sedangkan dividen
pada saham tidak.
• MENGAPA PASAR UANG TERCIPTA
Pasar uang merupakan sebuah lembaga dan prosedur yang memberikan fasilitas transaksi untuk
semua tipe tagihan keuangan. Fungsi pasar uang adalah untuk memfasilitasi transfer dana dari unit
ekonomi surplus (pendapatan > belanja) kepada unit ekonomi yang defisit (pendapatan < belanja).
• PEMBIAYAAN USAHA: PERPINDAHAN DANA MELALUI EKONOMI
Transfer tabungan dari unit ekonomi yang surplus ke unit ekonomi yang defisit dapat dilakukan
melalui tiga metode, yaitu:
a. Transfer dana langsung  perusahaan yang mencari uang tunai menjual sekuritasnya
langsung ke investor yang bermaksud membelinya dengan harapan memperoleh tingkat
pengembalian yang wajar.
b. Transfer tidak langsung dengan menggunakan bankir investasi  sekuritas yang diterbitkan
oleh perusahaan yang mebutuhkan pembiayaan dibeli oleh sindikat bankir investasi yang
dibentuk oleh bank pengelola investasi, selanjutnya sekuritas tersebut akan dijual oleh bankir
investasi kepada investor publik.
c. Transfer tidak langsung dengan menggunakan lembaga keuangan  lembaga keuangan
mengumpulkan tabungan dari perorangan dan menerbitkan sekuritasnya sebagai pengganti
tabungan. Selanjutnya tabungan yang berhasil dikumpulkan digunakan uantuk membeli
sekuritas langsung kepada perusahaan.
• KOMPONEN PASAR KEUANGAN AS
Perusahaan dapat mengumpulkan dana melalui penawaran publik ataupun penempatan privat.
Dalam penawaran publik, baik perorangan maupun lembaga investor mempunyai kesempatan untuk
membeli sekuritas. Sedangkan dalam penempatan privat, sekuritas dijual langsung ke sejumlah
tertentu lembaga investor.
Pasar perdana adalah pasar untuk sekuritas yang baru diterbitkan ditawarkan untuk pertama
kalinya. Sedangkan pasar sekunder mewakili transaksi sekuritas yang saat ini beredar di luar. Baik
pasar uang maupun pasar modal memiliki bentuk primer dan sekundernya. Pasar uang berurusan
dengan transaksi untuk instrumen hutang jangka pendek. Sedangkan pasar modal berurusan dengan
transaksi instrumen keuangan jangka panjang. Perdagangan dalam pasar modal dan pasar uang dapat
terjadi baik di bursa efek atau bursa paralel (over the counter market). Keuntungan bursa efek adalah:
(1) menyediakan pasar yuang berkesinambungan, (2) memantapkan dan mempublikasikan harga
sekuritas yang wajar, dan (3) membantu bisnis memperoleh modal baru.
• BANKIR INVESTASI
Bankir investasi adalah spesialis keuangan yang berfungsi sebagai penengah dalam penjualan
sekuritas. Ia melakukan fungsi dari (1) penjamin efek, (2) distribusi, dan (3) pemberi saran. Metode
utama untuk distribusi sekuritas ke publik adalah (1) pembelian yang dinegoisasikan, (2) pembelian
dengan tawaran kompetitif, (3) berdasarkan komisi atau usaha terbaik, (4) pelanggan istimewa, dan (5)
penjualan langsung. Penjualan langsung tidak melalui bankir investasi. Penjualan yang
dinegopisasikan merupakan metode distribusi yang paling menguntungkan untuk bankir investasi. Ia
juga memberikan jumlah terbesar jasa investasi perbankan untuk perusahaan pelanggan.
• PENEMPATAN PRIVAT
Penempatan privat merupakan alternatif penjualan sekuritas ke publik atau untuk kelompok
investor yang terbatas melalui pelangganan istimewa. Investor utama dalam penempatan privat adalah
(perusahaan asuransi jiwa, (2) lembaga dana pensiun lokal dan negara bagian, (3) dana pensiun
swasta. Keuntungan penempatan privat (1) perusahaan cepat mendapat dana, (2) menurunkan biaya
flotasi, (3) fleksibilitas pembiayaan. Sedangkan kerugiannya (1) biaya bunga lebih tinggi daripada
penawaran publik, (2) perjanjian terbatas, dan (3) kemungkinan registrasi di SEC di masa depan.
• TINGKAT PENGEMBALIAN DAN PENAMBAHAN BUNGA
Tingkat pengembalian atas berbagai sekuritas didasarkan atas penawaran dana pinjaman
(tabungan) dan permintaan untuk dana pinjaman tersebut. Sebagai tambahan bebas risiko, investor
akan menginginkan kompensasi untuk kerugian daya beli potensial akibat inflasi. Terlebih lagi, investor

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 4


Resume UKT Managemen Keuangan

mensyaratkan pengembalian yang lebih besar untuk risiko kegagalan yang lebih besar, premi jatuh
tempo, dan premi likuiditas atas sekuritas yang dianalisis.
Untuk menghitung tingkat bunga nominal digunakan rumus sebagai berikut:
krf = k* + IRP + (k* . IRP)
dengan: krf  tingkat bunga nominal
k* tingkat bunga real
IRP tingkat inflasi
• STRUKTUR MASA TINGKAT BUNGA
Hubungan antara tingkat bunga sekuritas utang dan lama waktu hingga utang hingga utang jatuh
tempo diketahui sebagai struktur masa tingkat bunga atau penghasilan hingga jatuh tempo. Ada tiga
teori yang dapat menjelaskan bentuk struktur nmasa tingkat bunga, yaitu:
a. Teori harapan yang tidak berbias  bentuk struktur masa tingkat bunga ditentukan oleh
harapan investor mengenai tingkat bunga di masa depan.
b. Teori pilihan likuiditas  bentuk struktur masa ditentukan oleh investor yang mensyaratkan
premi jatuh tempo sebagai kompensasi untuk tambahan risiko dari tingakt bunga yang
berfluktuasi.
c. Teori segmen pasar  bentuk struktur masa ditentukan hanya oleh permintaan dan
penawaran sekuritas yang memiliki jatuh tempo yang spesifik.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 5


Resume UKT Managemen Keuangan

MENGEVALUASI KINERJA KEUANGAN

• LAPORAN KEUANGAN DASAR


Ada tiga laporan keuangan dasar yang biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan
dan kinerja perusahaan: Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas. Neraca memberikan
gambaran mengenai aktiva, utang, dan ekuitas para pemilik perusahaan untuk tanggal tertentu,
sedangkan Laporan Laba Rugi menggambarkan pendapatan bersih dari kegiatan operasi perusahaan
selama periode tertentu. Laporan Arus Kas menggabungkan informasi dari Neraca dan Laporan Laba
Rugi untuk menggambarkan sumber dan penggunaan kas selama periode tertentu dalam sejarah
hidup perusahaan.
• FAKTOR PEMICU ARUS KAS PERUSAHAAN
Laporan arus kas mendapatkan isinya dari Neraca dan Laporan Laba Rugi perusahaan. Namun,
laporan ini penting bagi para analisis keuangan karena membantu memfokuskan pada arus kas yang
terjadi akibat kegiatan operasi perusahaan. Laporan Arus Kas membagi faktor pemicu utama arus kas
ke dalam tiga kelompok: kegiatan operasi (penjualan, beban operasi, dan sebagainya), kegiatan
investasi (pembelian dan penjualan aktiva jangka panjang), dan kegiatan pendanaan (penjualan atau
pembelian ekuitas atau utang serta pembayaran dividen).
Ada dua metode untuk mengukur arus kas dari kegiatan operasi: metode langsung dan metode
tidak langsung.
1. Metode langsung:
Arus kas masuk dari konsumen
-- Kas yang dibayar kepada pemasok
-- Arus Kas Keluar dari kegiatan operasi lainnya dan pembayaran bunga
-- Pembayarab tunai untuk pajak
= Total arus kas dari kegiatan operasi
2. Metode tidak langsung
Pendapatan bersih bagi pemegang saham biasa
+ Beban operasi yang tidak mengakibatkan arus kas keluar (beban penyusutan, dll)
-- Laba dari penjualan aktiva jangka panjang
+ Kenaikan utang lancar
+ Penurunan aktiva lancar
-- Kenaikan aktiva lancar
-- Penurunan uatng lancar
= Total arus kas dari kegiatan operasi
• ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Rasio keuangan dapat digunakan untuk menjawab setidaknya 4 pertanyaan: (1) bagaimana tingkat
likuiditas perusahaan? (2) apakah manajemen efektif dalam menghasilkan laba operasi atas aktiva
yang dimiliki perusahaan? (3) bagaimana perusahaan didanai? (4) apakah para pemegang saham
biasa mendapatkan tingkat pengembalian yang cukup? Rasio keuangan memberikan dua cara untuk
membuat perbandingan dari data keuangan perusahaan menjadi lebih berarti: (1) kita dapat meneliti
rasio antarwaktu (misalnya untuk 5 tahun terakhir) untuk meneliti arah pergerakannya, dan (2) kita
dapat membandingkan rasio keuangan perusahaan dengan perusahaan lain.

RASIO KEUANGAN
1. LIKUIDITAS PERUSAHAAN

aktiva lancar
Rasio lancar = --------------------
utang lancar

aktiva lancar - persediaan


Rasio cepat = ----------------------------------------
utang lancar

piutang dagang
Periode penagihan rata-rata = ----------------------------------

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 6


Resume UKT Managemen Keuangan

penjualan kredit harian

penjualan kredit
Perputaran piutang dagang = --------------------------
piutang dagang

harga pokok penjualan


Perputaran persediaan = ----------------------------------
persediaan

2. PROFITABILITAS OPERASI

pendapatan operasi
Tingkat pengembalian operasi atas investasi = -----------------------------
total aktiva

laba operasi
Margin laba operasi = -------------------
penjualan

penjualan
Perputaran total aktiva = ------------------
total aktiva

penjualan
Perputaran piutang dagang = ------------------------
piutang dagang

harga pokok penjualan


Perputaran persediaan = ---------------------------------
persediaan

penjualan
Perputaran aktiva tetap = --------------------------
aktiva tetap bersih

3. KEPUTUSAN PENDANAAN

total utang
Rasio utang = -----------------
total aktiva

laba operasi
Rasio laba terhadap beban bunga = ------------------
bunga

4. PENGEMBALIAN EKUITAS PEMEGANG SAHAM

pendapatan
Tingkat bersih pengembalian ekuitas = ---------------------------------------------
ekuitas pemegang saham biasa

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 7


Resume UKT Managemen Keuangan

• ANALISIS DU PONT
Analsis Du Pont merupakan sistem rasio keuangan yang dirancang untuk menyelidiki determinan
rasio pengembalian ekuitas pemegang saham dan pengembalian aktiva. Tingkat pengembalian ekuitas
dihitung sebagai berikut:

Tingkat pengembalian ekuitas = (tingkat pengembalian aktiva) : (1 – rasio utang)


dimana:
pendapatan bersih
tingkat pengembalian aktiva = --------------------------- dan
total aktiva

total utang
rasio utang = -----------------
total aktiva

Jadi kita lihat bahwa tingkat pengembalian ekuitas merupakan fungsi dari (1) seluruh profitabilitas
(pendapatan bersih relatif terhadap jumlah investasi pada aktiva), dan (2) jumlah utang yang digunakan
untuk mendanai aktiva. Kita juga dapat mengetahui bahwa tingkat pengembalian aktiva dapat disajikan
sebagai berikut:

Tingkat pengembalian aktiva = (margin laba bersih) × (perputaran aktiva)

pendapatan bersih penjualan


= --------------------------- × -----------------
penjualan total aktiva

Penggunaan persamaan Du Pont memungkinkan manajemen melihat dengan lebih jelas pemicu
tingkat pengembalian ekuitas serta hubungan antara margin laba bersih, perputaran aktiva, dan rasio
utang. Manajemen dipandu dalam menentukan efektivitas pengelolaan sumber daya perusahaan untuk
memaksimumkan tingkat penembalian investasi para pemilik. Sebagai tambahan, manajer atau pemilik
dapat menentukan kenapa tingkat pengembalian tertentu dapat dihasilkan.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 8


Resume UKT Managemen Keuangan

PENGANGGARAN MODAL

Sebelum proyek yang menguntungkan dapat dijalankan, proyek tersebut harus diidentifikasi atau
ditemukan terlebih dahulu. Sayangnya, mendapat ide baru untuk membuat produk yang sudah ada
agar lebih menguntungkan sangat sulit dilakukan. Umumnya, sumber gagasan terbaik untuk
keuntungan potensial produk ditemukan dalam perusahaan.
Proses penganggaran modal melibatkan pengambilan keputusan yang berkenaan dengan
investasi di aktiva tetap. Kita menguji empat kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan
penerimaan atau penolakan terhadap proposal penganggaran modal.

Empat kriteria tersebut, adalah:

1. a. Periode Pembayaran Kembali = jumlah tahun yang diperlukan untuk mengembalikan investasi
awal.

Diterima jika pembayaran kembali ≤ masa pengembalian pembayaran kembali maksimum yg dapat
diterima
Menolak jika pengembalian > periode pembayaran kembali yang diterima

Keunggulan:
 Menggunakan arus kas bebas
 Mudah untuk menghitung dan memahami
 Mungkin digunakan sebagai alat penyaringan awal
Kelemahan:
 Mengabaikan nilai waktu uang
 Mengabaikan arus kas bebas yang terjadi setelah masa pengembalian
 Pemilihan masa pengembalian maksimum yang bisa diterima berubah-ubah

b. Masa Pembayaran yang Didiskonto = jumlah tahun yang diperlukan untuk mengemnalikan
pengeluaran kas awal dari arus kas bebas yang didiskonto.

Diterima jika pembayaran kembali yang didiskonto ≤ masa pengembalian diskonto maksimum yang
dapat diterima
Ditolak jika pengembalian diskonto > periode pengembalian diskonto maksimum yang dapat diterima

Keunggulan:
 Menggunakan arus kas bebas
 Mudah untuk menghitung dan memahami
 Mempertimbangkan nilai waktu uang
Kelemahan:
 Mengabaikan arus kas bebas yang terjadi setelah masa pengembalian
 Pemilihan masa pengembalian maksimum yang dapat diterima bersifat coba-coba

1. Nilai Bersih Sekarang = nilai sekarang dari arus kas bebas tahunan dikurangi dengan
pengeluaran awal investasi.
n
FCFt
NPV = ∑ (1 + k )
t =1
t - IO

Keterangan:
FCFt = arus kas bebas tahunan pada waktu peroide t (dapat diambil dari nilai positif maupun
negatif)
k = tingkat diskonto yang sesuai, yaitu tingkat pengembalian yang diinginkan atau biaya modal
IO = pengeluaran kas awal
n = masa bertahan sebuah proyek

Diterima jika NPV ≥ 0.0


Ditolak jika NPV < 0.0

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 9


Resume UKT Managemen Keuangan

Keunggulan:
 Menggunakan arus kas diterima
 Mengenali nilai waktu uang
 Konsisten dengan tujuan utama perusahaan, yaitu memaksimalisasi kekayaan pemegang saham
Kelemahan:
 Memerlukan perincian peramalan jangka panjang dari arus kas bebas

2. Indeks Profitabilitas = rasio nilai sekarang dari arus kas bebas masa depan terhadap
pengeluaran awal
n
FCFt
PI =
∑ (1 + k )
t =1
t

IO
Diterima jika PI ≥ 1.0
Ditolak jika PI < 1.0

Keunggulan:
 Menggunakan arus kas bebas
 Menghitung nilai waktu uang
 Konsisten dengan tujuan perusahaan, yaitu memaksimalisasi keuntungan pemegang saham
Kelemahan:
 Memerlukan perincian peramalan jangka panjang atas arus kas bebas proyek

3. Tingkat Pengembalian Internal = tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas
bebas masa depan sebuah proyek dengan pengeluaran awal proyek.

n
FCFt
IO = ∑ (1 + IRR )
t =1
t

Dimana: IRR = tingkat pengembalian internal sebuah proyek

Diterima jika IRR ≥ tingkat pengembalian yang diinginkan


Ditolak jika IRR < tingkat pengembalian yang diinginkan

Keunggulan:
 Menggunakan arus kas bebas
 Menghitung nilai waktu uang
 Konsisten dengan tujuan perusahaan, yaitu memaksimalisasi keuntungan pemegang saham
Kelemahan:
 Memerlukan perincian peramalan jangka panjang dari arus kas bebas proyek
 Kemungkinan IRR berganda
 Mengasumsikan arus kas selama masa operasi proyek yang diinvestasikan kembali pada IRR

4. Tingkat Pengembalian Internal yang Dimodifikasi = tingkat diskonto kas yang menyamakan nilai
sekarang dari arus kas keluar proyek dengan nilai sekarang dari nilai akhir proyek.

∑ ACIF (1 + k ) n −t
n
ACOFt
∑ (1 + k ) t = t =0
t

t =0
(1 + MIRR ) n

TV
PVaruskaskeluar =
(1 + MIRR ) n

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 10


Resume UKT Managemen Keuangan

Dimana:
ACOF = arus kas bebas tahunan pada peroide waktu t
ACIF = arus kas masuk bebas tahunan pada periode waktu t
TV = nilali ACIF yang dimajemukan pada tingkat pengembalian yang diinginkan pada akhir masa
proyek

Diterima jika MIRR ≥ Tingkat pengembalian yang diinginkan


Ditolak jika MIRR < Tingkat pengembalian yang diinginkan

Keunggulan:
 Menggunakan arus kas bebas
 Menghitung nilai waktu uang
 Secara umum, konsisten dengan tujuan perusahaan memaksimalisasi kekayaan pemegang saham
Kelemahan:
 Memerlukan peramalan jangka panjang atas arus kas bebas proyek

Etika dalam keputusan etis sangat mendominasi pada sebuah penganggaran modal. Begitu pula
dengan semua hal yang berkaitan dengan keuangan, melanggar untuk mempertimbangkan etika, akan
menghilangkan kepercayaan publik, yang akan memberi pengaruh negatif yang sedemikian penting
terhadap kekayaan pemegang saham.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 11


Resume UKT Managemen Keuangan

NILAI WAKTU UANG

COMPOUND INTEREST & FUTURE VALUE


Rumus Dasar :
FVn = PV (1+i)n Atau FVn = PV (FVIFi,n)
Keterangan :
FVn= nilai masa depan investasi di akhir n tahun
n = jumlah tahun di mana penjemukan terjadi
i = tingkat suku bunga (diskonto) tahunan
PV = nilai sekarang atau jumlah investasi awal pada tahun pertama
FVIFi,n= future value interest factor = nilai angka dari (1+i)n yang digunakan sebagai pengganda untuk
menghitung nilai future value
Contoh :
Jika kita memasukkan $ 1,000 dalam tabungan dengan tingkat bunga majemuk (compound interest) 5
% per tahun. Berapa jumlah tabungan kita dalam 10 tahun ?
FVn= PV (1+i)n
= $ 1,000 (1+0.05)10
= $ 1,000 (1.62889) = $ 1,628.89

BUNGA MAJEMUK PERIODE NON TAHUNAN


Rumus Dasar :
i mxn
FVn = PV ( 1 -- )
m
Keterangan sd di atas dengan tambahan :
m = jumlah pemajemukan terjadi selama setahun
Contoh :
Jika kita memasukkan uang sebanyak $ 100 dalam rekening tabungan dengan bunga 12 %
dimajemukkan setiap kuartalan, berapa pertumbuhan investasi kita di akhir tahun ke-5?
FV 0,12 4x5
= $100 ( 1 -- )
n 4
= $100 (1+0.03)20
= $100 (1,806)
= $180,60

NILAI SEKARANG (PRESENT VALUE)


Rumus Dasar :
1
PV = FVn ( )
(1+i)n
Atau
PV = FVn (PVIFi,n)
Keterangan sd di atas dengan tambahan :
PVIFi,n = present value interest factor = nilai angka dari {(1+i)n } yang digunakan untuk menghitung nilai
present value
Contoh :
Berapa nilai sekarang dari diskonto $500 yang akan diterima 10 tahun kemudian, jika tingkat suku
bunga sebesar 6 %?
1
PV = $ 500 ( )
(1+0,06)10
( 1 )
= $ 500
1,791
= $ 500 (0,558)
= $ 279

ANUITAS
Yaitu suatu serangkaian pembayaran dalam jumlah yang sama selama jumlah tahun tertentu.
Anuitas biasa/ordinary : pembayarannya pada setiap akhir periode.
Anuitas jatuh tempo/due : pembayarannya setiap awal periode.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 12


Resume UKT Managemen Keuangan

ANUITAS BIASA/ORDINARY
Rumus Dasar Future Value Anuitas Biasa:

FVn = PMT (FVIFA i,n)

dimana :
(1+i)n-1
FVIFA i,n =
i
Keterangan :
FVn = nilai masa depan dari anuitas pada akhir tahun ke-n
PMT = pembayaran anuitas yang disimpan atau diterima pada setiap periode
i = tingkat bunga (atau diskonto) tahunan
n = jumlah tahun akan berlangsungnya anuitas
FVIFA i,n = future value interest factor anuity = nilai angka dari (1+i)n -1/i yang digunakan sebagai
pengganda untuk menghitung nilai future value anuitas
Contoh :
Berapa banyak kita harus mendepositokan uang setiap akhir tahun jika suku bunga 8 % untuk
mengumpulkan uang sebanyak $5,000 di akhir tahun ke-10? Maka FV10 =$5,000 ; i =8%=0.08
$ 5,000=PMT (FVIFA 8%,10th)
(1+0.08)10-1
$ 5,000 = PMT
0.08

$ 5,000
= PMT
14,487
PMT = $ 345,14

Rumus Dasar Present Value Anuitas Biasa

PVn = PMT (PVIFA i,n)

dimana :
1
1-
PVIFA i,n = (1+i)n
i
Contoh :
Berapa nilai sekarang dari anuitas selama 10 tahun atas $1,000 yang didiskontokan kembali ke masa
sekarang pada tingkat bunga 10% ?
PVn = PMT (PVIFA i,n)
= $1,000 (PVIFA 10%,10th)
1
1-
$ 1,000 (1+0.01)10
=
0.01
= $ 1,000 (7.722)
= $ 7,722

ANUITAS JATUH TEMPO/DUE


Rumus Dasar Future Value Anuitas Due:
FVn = PMT (FVIFA i,n) (1+i)
Contoh :
Kita menginvestasikan $ 500 setiap awal tahun selama dengan bunga 6%. Berapa nilai investasi kita
pada akhir tahun ke-5 ?
FV5 = $500 (FVIFA 6%,5th) (1+0.06)
= $500 (5.637) (1.06)
= $ 2,987.61
Rumus Dasar Present Value Anuitas Due

PVn = PMT (PVIFA i,n) (1+i)

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 13


Resume UKT Managemen Keuangan

Contoh :
Berapa nilai sekarang dari lima kali pembayaran pada setiap awal tahun masing-masing sebesar $500
dengan suku bunga 6% ?
PVn = PMT (PVIFA i,n) (1+i)
= $ 500 (PVIFA 6%,5th) (1+0.06)
= $ 500 (4.212) (1.06)
= $ 2,232.36

PINJAMAN YANG DIAMORTISASI


adalah pinjaman yang telah diterima di awal dan dilunasi dengan pembayaran periodik yang sama
jumlahnya dengan memperhitungkan nilai waktu dari uang.
Contoh :
Anda meminjam uang sebesar $ 6,000 yang harus dibayar dengan empat kali pembayaran yang sama
pada setiap akhir tahun selama 4 tahun, dan tingkat bunga yang dibayar kepada pemberi pinjaman
adalah 15 % dari pinjaman yang belum dilunasi. Hitung pembayaran tahunannya?
$ 6,000 = PMT (PVIFA15%,4th)
$ 6,000 = PMT (2.855)
PMT = $ 2,101.58

ANUITAS ABADI DAN TIDAK TERBATAS


Anuitas abadi (perpetuitas) adalah anuitas yang berlanjut untuk selamanya; yaitu, sejak pertama
kalinya, setiap tahun investasi akan membayarkan jumlah uang yang sama. Contohnya adalah saham
preferen dengan dividen yang tetap.
Untuk menghitung present valuenya digunakan rumus :
PP
PV =
i
di mana : PV = nilai sekarang dari perpetuitas
PP = jumlah uang yang diterima per th
i = tingkat bunga (diskonto) tahunan
Berapa nilai sekarang dari anuitas abadi sebesar $ 500 yang didiskonto kembali ke nilai sekarang pada
tingkat 8 %?

PV PP $ 500 ANNUAL PERCENTAGE YIELD (APY)


i = 0.08 = $6,250
= merupakan tingkat bunga majemuk tahunan yang
menghasilkan tingkat pengembalian yang sama
dengan bunga nominal yang pemajukannya bukan tahunan.
Rumus : APY = (1 + quoted rate/ m)m-1
dimana:
m adalah jumlah pemajemukan dalam setahun
RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN

PENGARUH INFLASI PD TK. PENGEMBALIAN


Inflasi akan mengurangi tingkat pengembalian riil yang diterima atas investasi. Hubungan antara tingkat
bunga nominal, tingkat bunga riil, dan tingkat inflasi dikenal dengan Efek Fisher. Persamaan umum
Efek Fisher adalah sebagai berikut :
1 + krf = (1+k*) (1 + IRP)
atau
krf = k* + IRP + (k* x IRP)

Keterangan :
krf = tingkat suku bunga nominal
k* = tingkat bunga riil
IRP = tingkat inflasi
Contoh :
Jika Anda menabung $ 100 hari ini dan berencana akan menariknya setahun kemudian dengan tingkat
suku bunga 11.3 % dan inflasi yang terjadi adalah 5 persen per tahun. Maka hitung peningkatan daya
beli Anda setahun dari sekarang ?
krf = k* + IRP + (k* x IRP)
0.113 = k* + 0.05 + (k* x 0.05)
1.05 k* = 0.063
k* = 0.06 = 6 %
PENGEMBALIAN YANG DIHARAPKAN

k = k1P(k1Sukses
PSAK-Tim ) + k2P(kUKT
2) + .... + knP(kn)
Akuntansi 2006 14
Resume UKT Managemen Keuangan

k = pengembalian yang diharapkan


k1 = pengembalian jika kondisi 1 terjadi
P(k1) = probabilitas terjadinya kondisi 1
Contoh :
Kondisi Probabilitas Arus Kas % return
Resesi 20 % $1,000 10 %
Moderat 30 % 1,200 12 %
Booming 50 % 1,400 14 %
% return dihitung dari arus kas dibandingkan dengan initial investment $ 10,000
Hitung tingkat pengembalian yang diharapkan!
k = k1P(k1) + k2P(k2) + .... + knP(kn)
= (10%) (0.2) + (12%) (0.3) + (14%) (0.5)
= 12.6 %

RISIKO
adalah prospek dari hasil yang tidak disukai. Konsep ini telah diukur secara operasional sebagai
deviasi standar atau beta.
Deviasi standar adalah suatu ukuran dispersi atau jangkauan di sekitar rata-rata (mean) distribusi
probabilitas, dihitung dengan akar dari rata-rata kuadrat deviasi masing-masing tingkat pengembalian
yang diharapkan.

σ = { Σ (ki-k)2 P(ki) }1/2

ki = tingkat pengembalian ke-i yang mungkin


k = tingkat pengembalian yang diharapkan
Contoh :
return -10% 5% 15% 25% 40%
probabilitas 10% 20% 40% 20% 10%
Hitung deviasi standarnya!
k=-10%x0.1+5%x0.2+15%x0.4+25%x0.2+40%x0.1
= 15 %
σ = { Σ (ki-k)2 P(ki) }1/2
(-10%-15%)2(0.1)+(5%-15%)2(0.2) ) 1/2
+(15%-15%)2(0.4)+(25%-
σ=(
15%)2(0.2)
+(40%-15%)2(0.1)
σ = (165%)1/2 = 12.85 %
Interpretasinya adalah bahwa tingkat pengembalian riil akan jatuh diantara 2.15 % dan 27.85 %
(15%±12.85%). Deviasi ini harus dibandingkan dengan deviasi pada investasi lain sebelum mengambil
keputusan. Deviasi yang lebih besar menunjukkan risiko yang lebih besar. Risiko ini dapat diperkecil
dengan melakukan diversifikasi investasi.

PENGUKURAN BETA PORTOFOLIO


Beta adalah suatu ukuran risiko sistemaris, yaitu risiko yang masih dihadapi perusahaan bahkan
setelah kita melakukan diversifikasi atas portofolio kita.
Beta portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari beta surat-surat berharga individual.
Contoh :
Kita membeli 8 saham dengan beta 1 dan
β portofolio =Σ(%-tase yg diinvestasikan) x (β saham)
12 saham dengan beta 1,5. Berapa beta
dari portofolio kita?
= 1.3
8 ( 12 Jadi setiap pasar umum meningkat atau
β portofolio = ( 20 x 1,0 ) + x 1,5 )
20 menurun 1 persen, maka pengembalian
portofolio baru kita akan berubah secara rata-rata 1.3 persen.

TINGKAT PENGEMBALIAN YANG DIINGINKAN

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 15


Resume UKT Managemen Keuangan

adalah tingkat pengembalian minimum yang diperlukan untuk menarik investor agar membeli atau
memegang surat berharga tertentu. Ini juga merupakan tingkat diskonto yang menyamakan nilai arus
kas saat ini dengan nilai surat berharga tersebut.
Tingkat pengembalian yang diinginkan (k) dapat dipisahkan ke dalam komponen dasarnya; tingkat
pengembalian bebas risiko (krf) ditambah premi risiko (krp).
k = krf + krp

Contoh :
Perusahaan Polaroid, obligasinya jatuh tempo pada tahun 2006. Berdasarkan harga pasar dari obligasi
ini, pada 19 September 2000, kita dapat menentukan investor itu mengharapkan pengembalian
sebesar 11 %. Surat utang jangka pendek pemerintah 90 hari, saat itu bernilai 6 %, yang berarti bahwa
pemegang obligasi Polaroid menuntut premi risiko sebesar 5%.

PENGUKURAN TINGKAT PENGEMBALIAN YANG DIINGINKAN


Metode yang sering digunakan adalah model penetapan harga aset modal (critical asset pricing model-
CPAM). Model ini adalah persamaan yang menyamakan tingkat pengembalian yang diinginkan atas
saham dengan tingkat bebas risiko ditambah dengan premi risiko untuk risiko saham sistematis.
Persamaan CPAM :

kj = krf + βj (km – krf) kj = krf + βj krp

Keterangan :
kj = tingkat pengembalian yang diinginkan
krf = tingkat pengembalian bebas risiko
βj = beta dari surat berharga
krp = premi risiko = km - krf
km = tingkat pengembalian yang diingkan mula-mula (belum memperhitungkan beta)
Contoh :
Standard & Poor’s mengestimasikan beta General Electric sebesar 1,25. Premi risiko untuk saham
perusahaan besar (pengembalian pada saham perusahaan besar dengan tingkat risiko bebas yang
kecil) telah menjadi 9,5 persen selama tujuh decade terakhir. Tingkat risiko bebas pada pengembalian
(obligasi jangka pendek pemerintah AS) pada akhir tahun 2000 sekitar 6 persen. Seorang investor
harus mengharapkan tingkat pengembalian sebesar 17,88 persen dari penanaman modal di dalam GE,
perhitungannya sebagai berikut :
kGE = krf + βGE (km – krf)

= 6 % + 1,25 (9,5 %)
= 6 % + 11,88 %
= 17,88 %

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 16


Resume UKT Managemen Keuangan

BOND VALUATION

Jenis Obligasi
1. Surat Utang (debentures)  semua utang jangka panjang tanpa jaminan.
2. Surat Utang Subordinat (subordinate debentures)  surat utang yang berada di bawah surat utang
biasa yang akan dibayar setelah surat utangnya dipenuhi.
3. Obligasi Gadai  obligasi yang dijamin dengan tanah atau rumah.
4. Obligasi Tanpa Bunga dan Rendah Nilai (zero and very low coupon bond)  obligasi yang
diterbitkan dengan diskon tertentu dan nilai unjuk $1.000 yang dibayar tanpa bunga atau berbunga
kecil.
5. Obligasi Murahan (junk bond)  obligasi yang memiliki peringkat BB ke bawah.
6. Obliagasi Euro (euro bond)  obligasi yang dikeluarkan oleh suatu negara dengan mata uang
yang berbeda dengan mata uang obligasi itu, sebagai contoh obligasi diterbitkan di Eropa atau
Asia oleh perusahaan Amerika dengan membayar bunga dan pokoknya pada peminjam dalam US
dollar.

Karakteristik Obligasi
1. Klaim terhadap aset dan pendapatan perusahaan  klaim ini didahulukan dari saham biasa dan
saham preferen.
2. Nilai pari  nilai unjuk/nilai nominal obligasi yang dikembalikan ke pemegang obligasi pada saat
jatuh tempo.
3. Tingkat suku bunga kupon  menunjukkan besarnya persentase terhadap niali pari obligasi yang
akan dibayar setiap tahun sebagai bunga.
4. Periode jatuh tempo  lamanya waktu hingga pihak penerbit obligasi membayarkan kembali nilai
pari obligasi kepada pemilik obligasi yang sekaligus akan mengakhiri masa berlakunya.
5. Indenture  perjanjian legal atau surat kontrak antar perusahaan penerbit obligasi dengan dewan
atau wali obligasi yang mewakili para pemilik atau pembeli obligasi tersebut.
6. Tingkat penghasilan sekarang  rasio pembayaran tahunan terhadap harga obligasi di pasar
(pembayarn bunga per tahun : harga obligasi di pasar).
7. Peringkat obligasi  peringkat obligasi ini dipengaruhi (1) proporsi modal terhadap utang, (2)
tingkat profitabilitas perusahaan, (3) tingkat kepastian dalam menghasilkan pendapatan, (4) besar
kecilnya perusahaan, (5) jumlah pinjaman subordinasi yang dikeluarkan perusahaan.

Definisi Nilai
1. Nilai buku  nilai aktiva yang ditunjukkan pada laporan neraca. Nilai ini menggambarkan biaya
historis aktiva.
2. Nilai likuidasi  jumlah uang yang dapat direalisasikan jika suatu aset dijual secara individu, dan
tidak sebagai bagian dari keseluruhan perusahaan.
3. Nilai pasar  nilai aset yang berlaku di pasar, jika pasar sekuritas bekerja secara efisien maka nilai
pasar sekuritas sama dengan nilai intrinsiknya.
4. Nilai intrinsic  nilai sekarang atas arus dana yang diharapkan terjad di masa datang dan
didiskontokan pada tingkat pengembalian minimum yang pantas.

Penilaian Aset
Nilai aset dipengaruhi oleh tiga elemen:
1. Besar serta waktu penerimaan atas arus kas aset yang diharapkan.
2. Risiko dari penerimaan arus kas ini.
3. Tingkat pengembalian minimum investor untuk memilih suatu investasi.

Penilaian Obligasi
Proses penilaian obligasi membutuhkan pengetahuan akan tiga elemen penting: (1) jumlah dan waktu
arus kas yang akan diterima investor, (2) tanggal jatuh tempo obligasi, (3) tingkat pengembalian yang
diinginkan investor.

Rumus  nilai obligasi = nilai sekarang dari bunga + nilai sekarang dari pokok obligasi

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 17


Resume UKT Managemen Keuangan

= bunga (PVIFA i, n) + pokok (PVIF i, n)

dimana:
i  tingkat pengembalian yang diharapkan investor (tingkat bunga pasar) pada setiap
periode pembayaran bunga
n  jumlah periode pembayaran bunga

1-(1+i)-n
PVIFA = -------------
i

PVIF = (1+i)-n

Contoh soal:
Obligasi dengan nilai pari $1.000 dan pembayaran bunga tahunan $120 memiliki jangka waktu jatuh
tempo 5 tahun. Tingkat pengembalian yang diinginkan investor (kb) adalah 12%. Berapa nilai sekarang
dari obligasi tersebut?
Jawab:
Nilai obligasi = nilai sekarang dari bunga + nilai sekarang dari pokok obligasi
1-(1+12%)-5
= $120 × ------------------ + ($1.000 × (1+12%)-5)
12%
= ($120 × 3,605) + ($1.000 × 0,567)
= $999,6 = $1.000

Penilaian Obligasi : Lima Hubungan Penting


Hubungan pertama: nilai obligasi berbanding terbalik dengan perubahan tingkat pengembalian yang
diinginkan (tingkat bunga saat ini). Dengan kata lain, ketika tingkat suku bunga
meningkat(menurun), nilai obligasi menurun (meningkat).

Hubungan kedua: nilai pasar dari sebuah obligasi akan lebih kecil dari nilai parinya jika tingkat
pengembalian yang diinginkan investor lebih besar dari suku bunga obligasi, namun obligasi
akan dinilai lebih tinggi dari nilai pari jika tingkat pengembalian yang diinginkan investor lebih
kecil dari tingkat suku bunga obligasi.

Hubungan ketiga: semakin dekat tanggal jatuh tempo obligasi, maka nilai pasar dari obligasi tersebut
akan semakin mendekati nilai parinya.

Hubungan keempat: obligasi jangka panjang memiliki risiko tingkat bunga yang lebih besar
dibandingkan dengan obligasi jangka pendek.

Hubungan kelima: sensitivitas nilai obligasi terhadap perubahan tingkat suku bunga tidak hanya
tergantung pada lamanya waktu jatuh tempo, tetapi juaga pada pola arus kas yang dihasilkan
oleh obligasi tersebut.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 18


Resume UKT Managemen Keuangan

STOCK VALUATION

Sifat Saham Preferen


1. Berbagai tingkat kelas  jika memang dikehendaki, perusahaan dapat menerbitkan lebih dari satu
seri atau kelas saham preferen.
2. Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan  lebih diprioritaskan daripada saham biasa.
3. Sifat kumulatif  mensyaratkan semua dividen saham preferen yang belum dibayarkan
sebelumnya harus diselesaikan sebelum dividen saham biasa diumumkan.
4. Persyaratan perlindungan  termasuk dalam syarat-syarat penerbitan untuk melindungi
kepentingan investor, seperti memberikan hak suara jika dividen tidak dibayarkan, atau membatasi
pembayaran dividen saham biasa jika pembayaran sinking fund tidak terpenuhi, dll.
5. Dapat ditukar (Convertible)  dapat ditukar berdasarkan kesepakatan pemegangnya menjadi
sejumlah saham biasa.

Penilaian Saham Preferen


D
Rumus: Vps = -----
kps
dimana:
Vps  nilai saham preferen
D  dividen tahunan
kps  tingkat pengembalian yang disyaratkan

contoh soal:
berapakah nilai saham preferen jika dividen tahunan yang dibayar sebesar $3,64 dan tingkat
pengembalian yang disyaratkan 7,28%?
Jawab: : D
Vps = -----
kps

$3,64
= ---------
0,0728

= $50

Karakteristik Saham Biasa


1. Tagihan terhadap Pendapatan  pemegang saham biasa memiliki hak untuk sisa pendapatan
setelah pemegang obligasi dan pemegang saham preferen memperoleh pembayaran.
2. Tagihan terhadap Aset  pemegang saham biasa memiliki hak untuk sisa aset setelah pemegang
obligasi dan pemegang saham preferen.
3. Hak suara  merupakan satu-satunya pemegang sekuritas yang memiliki hak suara.
4. Hak didahulukan (preemptive right)  hak untuk mempertahankan persentase atau proporsi
kepemilikan saham.
5. Tanggung jawab terbatas  tanggung jawab pemegang saham biasa terbatas pada modal yang
disetor.

Menilai Saham Biasa


Pertumbuhan saham biasa
Rumus: g = ROE × r
dimana: g  tingkat pertumbuhan dari laba masa depan
ROE  tingkat pengembalian ekuitas
r  persentase laba yang ditahan

Penilaian Saham Biasa – Periode Pemegangan Tunggal


D1 P1
Rumus: Vcs’ = ---------- + ---------
PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 19
Resume UKT Managemen Keuangan

(1+kcs) (1+kcs)
dimana:
Vcs’  nilai sekarang saham biasa
D1  dividen yang diterima dalam satu tahun
P1  harga saham yang diprediksi di akhir tahun
kcs  tingkat pengembalian yang disyaratkan oleh investor

contoh soal:
berapakah nilai saham biasa jika dividen pada akhir tahun yang diharapkan Rp1.640, dan harga pasar
pada akhir tahun yang diproyeksikan Rp22.000 serta tingkat pengembalian yang disyaratkan investor
adalah 18%?
Rp1.640 Rp22.000
Vcs’ = ------------ + --------------
(1+18%) (1+18%)

= Rp1.390 + Rp18.644
= Rp20.034

Penilaian Saham Biasa – Periode Pemegangan Berganda


D1
Rumus: Vcs’ = ----------
kcs -- g

dimana: D1 = D0 (1+ g)

keterangan:
Vcs’  nilai sekarang saham biasa
D1  dividen yang diterima pada akhir tahun ini
D0  dividen yang diterima pada akhir tahun lalu
kcs  tingkat pengembalian yang disyaratkan oleh investor
g  tingkat pertumbuhan

contoh soal:
berapakah nilai sekarang dari saham biasa jikadividen yang dibayar pada akhir tahun lalu sebesar $2,
tingkat pertumbuhannya 10%, dan tingkat pengembalian yang disyaratkan investor 15%?
D1 = D0 (1+ g)
D1 = $2 (1+10%)
D1 = $2,20

D1
Vcs’ = ----------
kcs -- g

$2,20
Vcs’ = -----------------
0,15 -- 0,10

= $44

Tingkat Pengembalian Yang Diharapkan Pemegang Saham


1. Tingkat Pengembalian yang diharapkan oleh Pemegang Saham Preferen
: D
Vps = ----- , sehingga
kps

D D
kps = ----- atau kps = -----
Vps P0

Dimana P0 adalah harga pasar sekarang saham preferen

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 20


Resume UKT Managemen Keuangan

Contoh soal:
Berapakah tingkat pengembalian yang diharapkan invesotor jika dividen yang dibayarkan $3,64 dan
haraga pasar sekarang saham preferen $50?
D
kps = -----
P0

$3,64
= ---------
$50

= 0,0728 atau 7,28%

2. Tingkat Pengembalian yang Diharapkan oleh Pemegang Saham Biasa


D1
Vcs’ = ---------- , sehingga
kcs -- g

D1 D1
kcs = ----- + g , atau kcs = ----- + g
Vcs P0

Contoh soal:
Berapakah tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pemegang saham biasa jika dividen yang
dibayarkan akhir tahun ini sebesar $2,20, harga pasar sekarang saham biasa $44, dan tingkat
pertumbuhan 10%?
D1
kcs = ----- + g
P0

$2,20
= --------- + 10%
$44

= 15%

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 21


Resume UKT Managemen Keuangan

Kriteria Pengambilan keputusan dalam Capital budgeting

Capital Budgeting adalah proses pembuatan keputusan yang mempertimbangkan investasi dalam
asset tetap. Capital budgeting sangat perlu dibahas karena capital budgeting berkaitan dengan dana
yang sangat besar (investasi dalam aktiva tetap) sehingga pelaksanaannya harus benar-benar hati-
hati. Dalam kenyataan sangat sulit untuk menemukan investasi yang menguntungkan karena dalam
dunia bisnis terjadi persaingan yang sangat ketat, dan masing-masing pihak selalu berusaha mencari
proyek yang paling menguntungkan.
Dalam capital budgeting yang intinya adalah proses pengambilan keputusan, ada bebrapa alat yang
dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan tersebut, yaitu:
1. payback period
yaitu menggunakan berapa tahun yang dibutuhkan agar hasil investasi dapat menutupi jumlah
dana yang telah dikeluarkan untuk investasi tersebut.
Kriteria:
Proyek diterima jika payback period ≤ periode pengembalian maksimum yang diinginkan
Proyek ditolak jika payback period > periode pengembalian maksimum yang diinginkan
Keuntungan :
• Menggunakan arus kas bebas (free cash flow)
• Mudah dalam penghitungan dan mudah dimengerti
• Dapat digunakan sebagai alat perkiraan secara sekilas
Kerugian :
• Mengabaikan nilai waktu dari uang (time value of money)
• Mengabaikan arus kas bebas setelah payback period
• Pemilihan periode pengembalian maksimum yang diinginkan sangat arbitrer
Contoh :
Projects A B
-
Initial Outlay -$10,000 $10,000
annual cash flow
1 $6,000 $5,000
2 $3,000 $5,000
3 $2,000 $0
4 $2,000 $0
5 $1,000 $0
Jika diketahui periode pengembalian maksimum yang diinginkan adalah 2 tahun, maka proyek
yang akan diambil adalah proyek B. Proyek A tidak akan diambil, walaupun pada tahun-tahun
selanjutnya memberikan arus kas yang cuku besar bagi perusahan.
2. discounted payback period
variasi dari payback period dimana arus kas yang dipakai adalah arus kas yang telah didiskon
(dibawa ke awal periode)
Proyek diterima jika discounted payback period ≤ periode pengembalian maksimum yang
diinginkan
Proyek ditolak jika discounted payback period > periode pengembalian maksimum yang
diinginkan
Keuntungan :
• Menggunakan arus kas bebas (free cash flow)
• Mudah dalam penghitungan dan mudah dimengerti
• Memperhitungkan time value of money
Kerugian :
• Mengabaikan arus kas bebas setelah payback period
• Pemilihan periode pengembalian maksimum yang diinginkan sangat arbitrer

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 22


Resume UKT Managemen Keuangan

Contoh dengan tingkat bunga yang ada 17% dan maksimum discounted payback period 3 tahun.
Projects A B Ratio A B A B
- -
Initial Outlay $10,000 $10,000 1 -$10,000 -$10,000 cumulative cumulative
annual cash flow -10,000.00 -10,000.00
1 $6,000 $5,000 0.855 $5,128.21 $4,273.50 -$4,871.79 -$5,726.50
2 $3,000 $5,000 0.731 $2,191.54 $3,652.57 -$2,680.25 -$2,073.93
3 $4,000 $0 0.624 $2,497.48 $0.00 -$182.77 -$2,073.93
4 $2,000 $0 0.534 $1,067.30 $0.00 $884.53 -$2,073.93
5 $1,000 $0 0.456 $456.11 $0.00 $1,340.64 -$2,073.93

Dari tabel dapat dilihat, jika maksimum discounted payback period adalah 3 tahun maka tidak ada
proyek yang akan diterima. Karena tidak ada proyek yang mampu menutupi biaya investasi
tersebut dalam waktu 3 tahun. Jika dilihat pada proyek A, walaupun setelah 3 tahun belum
menutup biaya investasi namun jumlah kas masuk setelah itu sebenarnya cukup besar.
3. net present value (NPV)
Merupakan nilai bersih dari seluruh jumlah cash inflow
n

Σ
FCFt
NPV = - IO
(1 + k) t
t=1
FCFt = arus kas tahunan (dapat positif maupun negatif) pada tahun tertentu (t)
k = discount rate, bisa berupa tingkat pengembalian yang diharapkan (required
rate of return) atau biaya modal (cost of capital)
IO = pembayaran kas di awal proyek
n = lamanya proyek
t = tahun ke t
Diterima jika NPV ≥ 0.0
Ditolak jika NPV < 0.0
Keuntungan:
• Menggunakan arus kas bebas
• Menggunakan nilai waktu dari uang (time value of money)
• Konsisten dengan tujuan pemegang saham dalam memaksimalkan keuntungan

Kerugian : membutuhkan ramalan yang detail dan panjang tentang arus kas
Contoh
Free Cash Present Value Present
Flow (12%) Value
Initial
Outlay -$40,000.00 1.000 -$40,000.00
Year 1 $15,000.00 0.893 $13,392.86
Year 2 $14,000.00 0.797 $11,160.71
Year 3 $13,000.00 0.712 $9,253.14
Year 4 $12,000.00 0.636 $7,626.22
Year 5 $11,000.00 0.567 $6,241.70
Present value cash $47,674.63
Initial Outlay -$40,000.00
NPV $7,674.63

4. profitability index (benefit cost ratio)


yaitu ratio dari nilai sekarang arus kas bebas yang akan diterima dengan pembayaran awalnya
(initial outlay)
PI = profitability index n

Σ
FCFt = arus kas bebas tahunan FCFt
k = discount rate yang tepat PI = IO
(1 + k) t
IO = initial outlay t=1
t = tahun tertentu
n = lamanya proyek
Keuntungan:
• Menggunakan arus kas bebas
PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 23
Resume UKT Managemen Keuangan

• Menggunakan nilai waktu dari uang (time value of money)


• Konsisten dengan tujuan pemegang saham dalam memaksimalkan keuntungan

Kerugian : membutuhkan ramalan yang detail dan panjang tentang arus kas
Diterima jika PI ≥ 0.0
Ditolak jika PI < 0.0

Free Cash Present Value Present


Flow (12%) Value
Initial
Outlay -$40,000.00 1.000 -$40,000.00
Year 1 $15,000.00 0.893 $13,392.86
Year 2 $14,000.00 0.797 $11,160.71
Year 3 $13,000.00 0.712 $9,253.14
Year 4 $12,000.00 0.636 $7,626.22
Year 5 $11,000.00 0.567 $6,241.70
Present value
cash flow $47,674.63
PI $1.19

5. internal rate of return (IRR)


merupakan tingkat diskon yang membuat nilai sekarang dari arus kas yang akan datang sama
besar dengan pembayaran dimuka (initial outlay). n
FCFt
Σ
IRR = internal rate of return IRR: = IO
FCFt = arus kas tahunan periode tertentu (1 + IRR) t
n = lamanya proyek t=1
IO = initial outlay

Diterima jika IRR ≥ tingkat pengembalian yang diharapkan (required rate of return)
Ditolak jika IRR < tingkat pengembalian yang diharapkan (required rate of return)
Keuntungan:
• Menggunakan arus kas bebas
• Menggunakan nilai waktu dari uang (time value of money)
• Secara umum konsisten dengan tujuan pemegang saham dalam memaksimalkan keuntungan
Kerugian
• membutuhkan ramalan yang detail dan panjang tentang arus kas
• kemungkinan adanya lebih dari satu IRR yang didapatkan
• mengasumsikan bahwa semua kas yang didapat akan diinvestasikan kembali dengan tingkat
sebesar IRR

contoh
Free Cash Flow
Initial
Outlay -$10,000.00
Year 1 $1,000.00
Year 2 $3,000.00
Year 3 $6,000.00
Year 4 $7,000.00

Jika diketahui required rate of return 10%, proyek tersebut diterima atau tidak?
Dalam mencari IRR, kita bisa melakukan cara mencoba memasukkan beberapa perkiraan IRR.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 24


Resume UKT Managemen Keuangan

IRR = 19%
PV IRR
Year 1 $1,000.00 0.84 $840
Year 2 $3,000.00 0.71 $2,118
Year 3 $6,000.00 0.59 $3,560
Year 4 $7,000.00 0.50 $3,491
PV $10,010
IO $10,000
IRR = 20%
PV IRR
Year 1 $1,000.000.83 $833
Year 2 $3,000.000.69 $2,083
Year 3 $6,000.000.58 $3,472
Year 4 $7,000.000.48 $3,376
PV $9,765
IO $10,000
Dari perhitungan tersebut didapat bahwa IRR antara 19% dan 20%. Untuk menetukan IRR yang
lebih tepat dapat dicari dengan :
10
IRR = 19% + ( 245 x 1%)
= 19.04%

6. modified internal rate of return


tingkat diskon yang membuat present value dari arus kas keluar dari proyek menjadi sama dengan
nilai sekarang (present value) dari terminal value proyek tersebut.
Diterima jika MIRR ≥ tingkat pengembalian yang diharapkan (required rate of return)
Ditolak jika MIRR < tingkat pengembalian yang diharapkan (required rate of return)
Keuntungan:
• Menggunakan arus kas bebas
• Menggunakan nilai waktu dari uang (time value of money)
• Secara umum konsisten dengan tujuan pemegang saham dalam memaksimalkan keuntungan
Kerugian
• membutuhkan ramalan yang detail dan panjang tentang arus kas
MIRR biasa digunakan ketika ada arus kas keluar pada pertengahan proyek, karena jika ada arus
kas keluar pada pertengahan proyek, IRR tidak bisa digunakan. Adanya arus kas keluar pada
pertengahan proyek adapat menimbulkan adanya IRR ganda
TV
PVoutflows =
(1 + MIRR) n
Langkah mencari MIRR
1. menetukan nilai sekarang dari arus kas keluar suatu proyek.
2. menentukan terminal value, yaitu nilai masa depan (future value) dari arus kas masuk (nilai
arus kas masuk saat proyek dihentikan (terminated))
3. menentukan tingkat diskon yang memenuhi persamaan tersebut (MIRR)

Contoh Soal
Sebuah proyek membutuhkan initial outlay $54200 dan mempunyai masa manfaat selama 5 tahun.
Arus kas masuk diperkirakan sama tiap tahun yaitu sebesar $22608. pada akhir masa proyek,
peralatan adapat dijual dengan nilai sebesar $13200. jika diketahui required rate of return sebesar
15%, tentukan apakah proyek akan diterima atau tidak, dan hitunglah :
a. payback period
b. discounted payback period
c. NPV
d. PI
e. IRR
f. MIRR

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 25


Resume UKT Managemen Keuangan

ARUS KAS DAN TOPIK LAIN DALAM CAPITAL BUDGETING

1. garis petunjuk dalam capital budgeting


a. penggunaan arus kas bebas bukan keuntungan secara akuntansi
b. memikirkan tentang tammbahan arus kas (incremental after tax cash flow)
c. hanya mempertimbangkan hasil dari produk (proyek tersebut secara langsung / bukan dari
produk yang lain)
d. melihat efek-efek yang insidental dan sinergis
e. membutuhkan modal kerja
f. mempertimbangkan biaya tambahan
g. perlu diingat bahwa sunk cost bukanlah merupakan incremental cash flow
h. memperhitungkan opportunity cost
i. memutuskan apakah biaya overhead benar-benar merupakan incremental cash flow
j. mengabaikan pembayaran bunga dan arus keuangan
2. perhitungan arus kas proyek
a. initial outlay
merupakan arus kas yang harus segera keluar yang dibutuhkan untuk membeli aset dan
menjadikannya siap digunakan untuk proses produksi.
Tipe-tipe dari Initial outlay
• Biaya pemasangan aset
• Tambahan arus kas keluar yang sifatnya bukan merupakan beban (investasi pada modal
kerja / working capital investments)
• Tambahan biaya yang sifatnya beban setelah pajak (biaya pelatihan)
• Dalam penggantian, misalnya arus kas dari penjualan mesin lama
b. arus kas selama proyek
macamnya :
• tambahan pendapatan setelah dikurangi tambaahan beban
• penghematan dalam tenaga kerja dan material
• peningkatan dalam biaya overhead yang terjadi
• perubahan pajak
• perubahan modal kerja secara bersih
• tidak ada pencantuman depresisasi dalam penghitungan arus kas
• tidak memasukkan beban bunga, jika proyek tersebut dibiayai dengan mengeluarkan
obligasi / mencari hutang
c. terminal cash flow (arus kas di akhir proyek)
macamnya:
• nilai penjualan akhir / sisa (salvage value) proyek setelah pajak
• kas keluar yang berhubungan dengan pemberhentian proyek
• penemuan kembali adanya arus kas keluar yang bukan beban ketika proyek dimulai
(contoh investasi modal kerja)

Arus kas dibagi menjadi 3 macam, yaitu :


1. perubahan arus kas operasi dari proyek
2. perubahan dari modal kerja bersih (net working capital)
3. perubahan dalam capital spending

arus kas dari suatu proyek =


change in earning before interest and taxes (EBIT)
- change in taxes
+ change in depreciation
- change in net working capital
- change in capital spending.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 26


Resume UKT Managemen Keuangan

Contoh secara komprehensif:


Data :
Biaya peralatan baru $9.700.000
Biaya transport dan instalasi 300.000
Penjualan Tahun 1 50000
Tahun 2 100000
Tahun 3 100000
Tahun 4 70000
Tahun 5 50000
Harga jual $150 tahun 1-4, $130 di tahun ke 5
Variable cost $80/unit
Fixed cost $500.000
Kebutuhan modal kerja : dibutuhkan modal kerja awal $100.000, kemudian, untuk setiap
tahun berikutnya sama dengan 10% dari penjualan tahu tersebut. Dan diakhir proyek, modal
kerja tersebut akan dilikuidasi.
Metode depresiasi : metode garis lurus, selama 5 tahun dan tanpa nilai sisa.
I
year 0 1 2 3 4 5
terjual 50,000 100,000 100,000 70,000 50,000
harga 150 150 150 150 130
penjualan 7,500,000 15,000,000 15,000,000 10,500,000 6,500,000
biaya tetap 500,000 500,000 500,000 500,000 500,000
biaya variabel 4,000,000 8,000,000 8,000,000 5,600,000 4,000,000
EBDIT 3,000,000 6,500,000 6,500,000 4,400,000 2,000,000
depresiasi 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000
EBIT 1,000,000 4,500,000 4,500,000 2,400,000 0
Pajak (34%) 340,000 1,530,000 1,530,000 816,000 0

II
arus kas operasi
EBIT 1,000,000 4,500,000 4,500,000 2,400,000 0
pajak 340,000 1,530,000 1,530,000 816,000 0
depresiasi 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000
arus kas operasi 2,660,000 4,970,000 4,970,000 3,584,000 2,000,000

III
perubahan modal kerja
bersih
pendapatan 7,500,000 15,000,000 15,000,000 10,500,000 6,500,000
kebutuhan modal kerja awal 100,000
kebutuhan modal kerja
bersih 750,000 1,500,000 1,500,000 1,050,000 650,000
penghapusan modal kerja 650,000
perubahan modal kerja 100,000 650,000 750,000 0 (450,000) (1,050,000)

IV
arus kas bebas
arus kas operasi 2,660,000 4,970,000 4,970,000 3,584,000 2,000,000
perubahan modal kerja
bersih 100,000 650,000 750,000 0 (450,000) (1,050,000)
perubahan capital spending 10,000,000 0 0 0 0 0
arus kas bebas (10,100,000) 2,010,000 4,220,000 4,970,000 4,034,000 3,050,000

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 27


Resume UKT Managemen Keuangan

3. Capital rationing dan mutually exclusive projects


Capital rationing yaitu pemberian batas oleh perusahaan pada jumlah yang akan dikeluarkan untuk
capital budgeting.
Alasan perlunya capital rationing:
1. manajemen berpikir bahwa kadang-kadang kondisi pasar merugikan (tingkat bunga tinggi,
harga saham jatuh)
2. kurangnya manajer yang memenuhi kualifikasi untuk menjalankan proyek
3. kadang-kadang ada pertimbangan yang tidak nyata.

Mutually exclusive projects


Kumpulan dari proyek yang mempunyai kegiatan yang sama, sehingga menerima satu proyek
berarti akan menolak proyek lain.
Masalah-masalah dalam membuat rangking dari proyek
1. perbedaan ukuran besarnya proyek (size disparity)
2. perbedaan waktu (time disparity)
3. perbedaan lamanya waktu (unequal lives)

EAA (equivalent annual annuity) : arus kas tahunan yang menghasilkan nilai sekarang yang sama
dengan NPV dari proyek. Dihitung dengan membagi NPV proyek menggunakan PVFIA (present
value interest annuity factor) yang tepat.

Pilihan dalam capital budgeting:


1. menunda pelaksanaan proyek
2. mengembangkan proyek
3. membatalkan proyek

contoh soal :
Biaya peralatan baru $6.900.000
Biaya transport dan instalasi 100.000
Penjualan Tahun 1 80000
Tahun 2 100000
Tahun 3 120000
Tahun 4 70000
Tahun 5 70000
Harga jual $250 tahun 1-4, $200 di tahun ke 5
Variable cost $130/unit
Fixed cost $300.000
Kebutuhan modal kerja : dibutuhkan modal kerja awal $100.000, kemudian, untuk setiap tahun
berikutnya sama dengan 10% dari penjualan tahu tersebut. Dan diakhir proyek, modal kerja
tersebut akan dilikuidasi.
Metode depresiasi : metode garis lurus, selama 5 tahun dan tanpa nilai sisa
Carilah arus kas baik keluar maupun masuk untuk tiap tanun!

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 28


Resume UKT Managemen Keuangan

CAPITAL BUDGETING DAN ANALISIS RISIKO

Risiko dan keputusan untuk melakukan investasi

Project standing alone risk : risiko yang ada pada proyek yang berdiri sendiri diukur dengan
keragaman dari tingkat pengembalian aset yang diharapkan. Yaitu risiko yang ada pada proyek dengan
mengabaikan fakta bahwa hanya ada satu proyek dalam perusahaan tersebut.
Project’s contribution to firm risk : jumlah risiko yang dimilki suatu proyek yang mempengaruhi
perusahaan secara keseluruhan. Yaitu risiko proyek yang memeprtimbangkan efek divesifikasi diantara
proyek-proyekyang berbeda dalam suatu perusahaan tetapi mengabaikan efek dari diversifikasi
pemegang saham dalam portofolio.
Systematic risk : risiko suatu proyek diukur dari sudut pandang shareholder yang telah didiversifikasi
dengan baik. Yaitu risiko proyek yang membolehkan diversifikasi dalam perusahaan dan dalam
portofolio pemegang saham.

Metode memasukkan risiko dalam capital budgeting


1. certainty equivalent approach
yaitu metode memperhitungakan risiko dalam keputusan capital budgeting dimana pembuat
keputusan mensubstitusikan seperangkat arus kas yang sudah bebas risiko dalam arus kas yang
diharapkan dan kemudian baru mendiskontokannya kedalam nilai sekarang.
Certainty equivalent : jumlah kas yang akan dibutuhkan sesorang dengan keyakinan untuk
membuatnya puas antara jumlah yang yakin dan sebagian yang berisiko.

n
NPV = Σ (1t ACF t
+ krf)t
- IO
t=1
α = certainty equivalent coefficient
= jumlah kas flow tertentu (yang pasti) dibagi jumlah kas yang diharapkan
Langkah menggunakan metode ini :
1. risiko dihilangkan dari arus kas dengan cara memasukkan arus kas yang pasti, jika diketahui
koefisiennya, maka tinggal mengalikan koefisien tersebut dengan arus kas yang berisiko.
2. mendiskontokan arus kas yang tidak berisiko
3. menerapkan norma penganggaran modal, kecuali untuk penggunaan internal rate of return
(IRR) dimana disini IRR dibandingkan dengan tingkat bebas risiko, bukan dengan tingkat
pengembalian yang diharapkan.

Contoh:
sebuah perusahaan mempunyai required rate of return 10%. Lama proyek 5 tahun, initial outlay
$120000. berikut data arus kas masuk dan koefisien keyakinan yang ekuivalen (certainty equivalent
coefficient).

Tahun arus kas yang diharapkan koefisien


1 $10,000 0.95
2 $20,000 0.90
3 $40,000 0.85
4 $80,000 0.75
5 $80,000 0.65

Tingkat bunga bebas risiko adalah 6%. Berapakah NPV dari proyek tersebut?

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 29


Resume UKT Managemen Keuangan

arus kas yang


Tahun diharapakan koefisien arus kas tidak berisiko PV faktor 6% PV
1 $10,000 0.95 $9,500.00 0.943 $8,962.26
2 $20,000 0.90 $18,000.00 0.890 $16,019.94
3 $40,000 0.85 $34,000.00 0.840 $28,547.06
4 $80,000 0.75 $60,000.00 0.792 $47,525.62
5 $80,000 0.65 $52,000.00 0.747 $38,857.42
Total $139,912.30
Initial Outlay $120,000.00
NPV $19,912.30

2. Risk adjusted discount rate (tingkat diskon yang telah disesuaikan)


Metode dalam memasukkan nilai risiko ke dalam capital budgeting dengan menyesuakan tingkat
diskon. Bisa menjadi diatas normal maupun di bawah normal.

Langkah-langkah yang dipakai:


1. menyesuaikan tingkat diskon dengan risiko, sehingga di dapat tingkat diskon yang baru
2. mendiskontokan arus kas yang diharapkan dengan tingkat diskon yang telah disesuaikan
3. menerapkan kriteria capital budgeting, kecuali untuk penggunaan IRR, dimana IRR yang
didapat dibandingkan dengan tingkat diskon yang telah disesuaikan.

Pendekatan Lain dalam mengevaluasi risiko dalam capital budgeting


Simulasi
Yaitu proses meniru pelaksanaan proyek investasi untuk pelaksanaan evaluasi dengan menggunakan
komputer. Proses ini dikerjakan dengan secara acak memilih pengamatan dari tiap hal-hal yang
mempengaruhi proyek tersebut. Dan mengkombinasikan pengamatan-pengamatan tersebut untuk
menentukan hasil akhir dari proyek, dan proses ini terus dilanjutkan sampai hasil ang diinginkan telah
didapat.

Analisis skenario (Scenario analysis)


Analisis dengan cara simulasi yang terfokus pada pengujian hasil dari proyek yang mungkin (dengan
menggunakan range tertentu)

Analisis sensitivitas (sensitivity analysis)


Proses menentukan bagaimana distribusi dari pengembalian yang mungkin dari proyek tertentu yang
dipengaruhi oleh satu input variabel.

Pohon kemungkinan (Probability trees)


Penyajian sistematis tentang suatu masalah dimana seluruh hasilnya digambarkan dalam bentuk
grafik.
Joint probability
Kemungkinan terjadinya dua hasil yang berbeda.

Contoh soal
Sebuah perusahaan mengevaluasi kemungkinan proyek A dan B. Dimana diketahui juga certainty
equivalents coefficient untuk masing-masning proyek. Perusahaan mempunyai tingkat pengembalian
yang diharapakan sebesar 25%. Dan tingkat bebas risiko setelah pajak adalah 8%.

tahun A B A B
0 -$300,000 -$300,000 1.00 1.00
1 $100,000 $200,000 0.95 9.00
2 $200,000 $200,000 0.90 0.80
3 $200,000 $200,000 0.85 0.70
4 $300,000 $300,000 0.80 0.60
5 $300,000 $400,000 0.75 0.50

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 30


Resume UKT Managemen Keuangan

BIAYA MODAL

Merupakan biaya peluang [opportunity cost]dari penggunaan dana untuk diinvestasikan dalam
proyek baru.
Biaya Modal Tertimbang: rata-rata tertimbang dari sumber pembiayaan pribadi, dimana timbangannya
sama dengan perrsentase modala yang ada dari beberapa sumber pembiayaan
ILUSTRASI SOAL:
Jeruk Inc. memiliki tiga sumber modal:utang, saham preferen, dan saham biasa.
Jumlah Persentase dari Struktur Modal
Obligasi $ 600,000 30%
Saham preferen 200,000 10
Saham biasa 1,200,000 60
Total kewajiban dan ekuitas $ 2,000,000 100%
pihak manajemen sedang mempertyimbangkan kesempatan investasi $200,000 dengna tingkat
penegembalian internal 15%.biaya modal perusahaan saat ini[yaitu tingkat pengembalian yang
disyaratkannya]untuk setiap sumber keuangan adalah sbb:
biaya modal utang 10% biaya saham preferen 12% biaya saham biasa 16%
pertanyaan: sebaiknya perusahaan melakukan investasi/tidak?
jawab: tingkat pengembalian internal sebesar 15% adalah kurang dari tingkat pengembalian saham
biasa, sehi8ngga stockholder mungkin akan menyatakan untuk melupkan saja rencana invest
tsb.dengan biaya modal tertimbang akan menjawab pertanyaan ini berdasarkan komposisi
struktur modal yang sama dgn sblmnya.
Timbangan [persentase Biaya dari Sumber Biaya Tertimbang
pembiayaan] Individu
Utang 30% 10% 3,0%
Saham preferen 10% 12 1,2
Saham biasa 60% 16 9,6
100% Biaya modal tertimbang : 13,8%
Kesimpulannya: tawaran investasi dengan minimal 132,8% pengembalian akan dapat diterima oleh
investor.investasi sebaiknya dijalankan karena tk pengembalian 15% lebih dari memuaskan untuk
semua investor.
FAKTOR YANG MENENTUKAN BIAYA MODAL PERUSAHAAN:
1.Kondisi Perekonomian secara Umum
2.kemampuan pemasaran sekuritas perusahaan
3.keputusan operasi dan keuangan yang dibuat manajemen
4.jumlah pembiayaan yang dibutuhkan
bagaimana cara menghitung biaya modal individu?
1. BIAYA UTANG P0 = harga pasar utang
n
P0 = ∑ $It + $M $It = bunga tahunan yang dibayar ke
investor
t=1
(1 + kd)t (1+kd)n $M = nilai pari atau jatuh tempo utang
n = jumlah tahun hingga jatuh tempo
kd = tingkat pengembalian yang disyaratkan
pemegang
utang
2. BIAYA SAHAM PREFEREN D = dividen
P0 = _D_
Kps Kps = tingkat pengembalian yang disyaratkan untuk pemegang
saham preferen
3. BIAYA SAHAM BIASA
Kcs = D (1 +g) + g g = tingkat pertumbuhan dividen tahunan
P0

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 31


Resume UKT Managemen Keuangan

Cara lain menetukan tingkat pengembalian yang disyaratkan atas sebuah proyek:
metode CAPM
kcs = krf + ß ( km - krf )
kcs = tingkat pengembalian yang disyaratkan pemegang saham dan juga biaya modal internal karena
tidak ada
biaya transakasi pada pendapatan yang ditahan.
krf = tingkat bebas risiko
ß = ukuran risiko sistematis saham (beta)
km = tingkat pengembalian yang diharapkan untuk pasar secara keseluruhan, yaitu tingkat
pengembalian yang
diharapkan untuk sekuritas rata-rata

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 32


Resume UKT Managemen Keuangan

MANAJEMEN RISIKO

risiko dapat dikontrol antara lain dengan menggunakan instrumen berikut:


FUTURE = Kontrak untuk membeli atau menjual komoditas yang dicantumkan [seperti kedelai atau
jagung] atau klaim finansial [seperti Treasury Bond USA] pada harga tertentu pada waktu tertentu di
masa depan.
Jenis-Jenis Future :
Future Komoditas: utk menghilangkan efek perubahan ahrga di masa depan atas pembelian/penjualan
suatu komoditas di masa depan
Future Keuangan, terdiri dari tiga bagian yaitu:
• Future Tingkat Bunga
digunakan oleh bank, dana pensiun, perusahaan asuransi utk menghindari kerugian akibat
kenaikan tingkat bunga tak terduga. Perusahaan menggunakannya utk menngunci tingkat bungna
saat mereka merencanakan menerbitkan utang.
• Future Konversi Asing
digunakan oleh eksportir untuk mengunci kurs mata uang asing tertentu saat ia akan
menerima pembayaran berupa mata uanng asing.
• Future Indeks Saham
OPTION = Kontrak yang memberikan pembelinya hak membeli/menjual jumlah stok tertentu pada
harga tertentu pada peride waktu terbatas yanng ditentukan.Ada dua bentuk dasar option:
Option Call(Put):memberikan hak bagi pemiliknya untuk membeli(menjual) sejumlah stock
tertentu/aset lain pada harga tertentu.
Istilah dalam Option:
Kontrak:saat option dibeli,tidak ada aset yang berpindah tangan,harga yang telah ditetapkan akan
terjadi hanya jika dan saat pembeli menginginkannya.
Harga Pelaksanaan/exercise/striking price:yaitu harga dimana saham/aset bisa dibeli dari penulis
dalam hal call atau dijual pada penulis dalam hal put.
Premi Option:harga option.biasanya dinyatakan dlm $ per saham.Jadi,jika premi option call $2, maka
kontrak option akan berharga 200memungkinkan pembelian 100saham pd harga yg ditetapkan.
Tanggal Kadaluarsa(Expiration Date):di USA option bisa dilaksanakan kapanpun hingga tgl
kadaluarsa, di Eropa option hanya dapat dilaksanakan pada tgl kadaluarsa.
Option Tertutup dan Terbuka(Covered and Naked Option)Call tertutup(terbuka)penulis call
menuliskan call pada saham yang dimilikinya(tidak dimilikinya)
Bunga Terbuka(Open Interest):bunga terbuka memberikan investor dgn indikasi jumlah likuiditas
option tertentu.
In, Out-Of, and At-the-money (di dalam, di luar, dan pada uang):
Call(put)di luar uang jika saham dijual di bawah(di atas)harga option yg ditetapkan.
Intrinsic Value atau Nilai Intrinsik : nilai minimum option
Time (or Speculative) Value atau Nilai Waktu (Spekulatif) : jumlah di mana premi option melebihi
nilai intrinsik option

CURRENCY SWAP :konversi kewajiban utang dalam mata uang yg berbeda.satu keuntungan
utamanya adl memungkionkan menahan risiko tingkat kurs untuk waktu yg lama.

Appendix: Sekuritas Konvertibel dan Warrant


Sekuritas Konvertibel adl saham preferen / utang yg dapat ditukarkan dgn sejumlah tertentu saham
biasa atas keinginan pemiliknya.
Warrant adl pilihan membeli sejumlah tertentu saham biasa pada harga yang telah ditentukan
selama periode tertentu.warrant diterbitkan bersamaan dgn penerbitan saham biasa/saham
preferen/obligasi sebagai pemanis/penarik minat investor.
Beda warrant dgn sekuritas konvertibel:
Dari titik perusahaan penerbit, ada dua perbedaan utama:
1.saat konvertibel ditukar dgn saham biasa, utang dihilangkan dan beban pendanaan tetap
dikurangi.Warrant saat ditukarkan, beban tetap tak dikurangi.
2.Saat konvertibel ditukarkan, tak ada arus kas masuk ke perush.Sedangkan warrant-yg hanya
merupakan pilihan membeli saham pd harga tertentu-arus kas masuk mengikuti pertukaran.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 33


Resume UKT Managemen Keuangan

Ikhtisar Istilah Konvertibel:


Rasio Konversi (RK) :Jumlah saham yg dpt ditukarkan dgn sekuritas konvertibel.
RK = Nilai Pari sekuritas Konvertibel
Harga konversi
Nilai Konversi (NK): Nilai pasar total saham biasa yg dapat ditukarkan dgn konvertibel
NK = RK X Nilai saham per saham biasa

Nilai Sekuritas : Harga jual sekuritas konvertibel tanpa adanya atribut konversi

Periode Konversi: periode waktu ndi mana konvertibel dapat ditukar dgn saham biasa.

Premi Konversi (PK): selisih antara harga pasar konvertibel dan nilai sekuritas nya yg lebih tinggi
dari nilai konversinya

Penilaian Warrant
Harga Minimum = (harga pasar saham biasa – harga pelaksanaan) X Rasio pelaksanaan

Contoh: harga pelaksanaan > harga pasar saham biasa  harga minimum waran dianggap nol krn
tidak ada harga pjualan negatif.
Jika harga pelaksanaan < harga pasar saham biasa, misal HPSB=$87, HP=$80,maka HM= $7,
dapat dikatakan waran tidak dapat jatuh di bwh hrg $7, krn jika terjadi, investor dpt memperoleh laba
perdagangan dgn membeli waran dan mengkonversinya bersama dgn harga pelaksanaan menjadi
saham biasa dan harga waran didorong naik ke harga minimum.

Premi = (harga pasar waran) - (harga minimum waran)


Contoh: HPW $5.50, HMW = $0 .Investor membayar premi $5.50mereka mau melakukannya krn
kemunginan rugi kecil, krn harga waran hanya sekitar 9,69%saham biasa.kemunginan
pengembaliannya besar karena jika harga saham biasa naik, nilai waran juga naik.
Begitu tanggal kadaluarsa tiba, nilai premi mulai mengecil.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 34


Resume UKT Managemen Keuangan

MENGELOLA NILAI PEMEGANG SAHAM

Penilaian merupakan proses penting dalam manajemen keuangan.Pengertian mengenai penilaian,


baik berupa konsep maupun prosedurnya, menunjang tujuan karyawan keuangan untuk
memaksimisasi nilai perusahaan.
Karakteristik Dasar dan Keistimewaan Saham PREFEREN:
1) Tidak memilki tanggal jatuh tempo yg ditetapkan
2) Jumlah dividen tetap
3) Memiliki berbagai kelas [misal:suatu perusahaan menerbitkan shm pref yg bs dikonversikan
dlam saham biasa dan jg menerbitkan saham pref yg tdk bs dijonversikan dlam shm biasa]
4) Memiliki prioritas untuk menagih aktiva dan pendapatan dibanding saham biasa.
5) Dividen, jika belum dibayarkan seperti yg telah dijanjikan, harus dibayar sebelum dividen
saham biasa dibayarsehingga dikatakan bersifat kumulatif
6) Persyartan perlindungan dimasukkan dalam kontrak pemegang saham preferen dgn tujuan
untuk mengurangi risiko investor.
7) Banyak dari saham preferen dapat dikonversi menjadi saham biasa
Bagi beberapa saham preferen:
1) Tingkat dividen dapat disesuaikan[adjustable] ketika tingkat bunga berubah
2) Pemegang saham preferen diijinkan untuk partisipasi dalam laba perusahaan dalam
situasi tertentu
3) Pemegang saham preferen boleh menerima dividen dalam bentuk saham, yaitu dengan
memperoleh saham PIK [Payment In Kind/Pembayaran dalam Natura]

Nilai Saham Preferen


Nilai: adalah nilai sekarang dari arus daan masa depan yang didiskon pada tingkat pengembalian
yang disyaratkan investor.
Nilai Saham Preferen = dividen
Tingkat pengembalian yang disyaratkan

Karakteristik dasar dan Keistimewaan Saham biasa:


1) Tidak memilki tanggal jatuh tempo yg ditetapkan, tetap ada selama perusahaan berdiri
2) Tidak memilki batas dalam pembayaran dividennya
3) Pembayaran harus diumumkan oleh Dewan Komisaris Perusahaan sebelum dividen
diumumkan.
4) Jika terjadi kebangkrutan, pemegang saham biasa selaku pemilik perusahaan tidak dapat
menagih aktiva sebelum pihak kreditor perusahaan, termasuk pemegang obligasi dan saham
preferen, telah dipenuhi kewajibannya.
5) Namun, kewajiban pemegang saham biasa tetap terbatas pada jumlah investasi mereka.
6) Pemegang saham biasa berhak untuk mengangkat dewan Komisaris dan secara umum
merupakan satu-satunya pemegang sekuritas yang memiliki hak suara.
7) Pemegang saham biasa berhak mengangkat Dewan Komisaris untuk menyetujui setiap
perubahan atas aanggaran dasar perusahaaan. Walaupun setiap saham berhak atas satu
suara, namun prosedur pemberian suara tidak selalu sama di setiap perusahaan.
8) Hak didahulukan [ preemptive right ] mengijinkan pemegang saham biasa untuk
mempertahankan bagian proporsional dalam kepemilikan perusahaan.
Bagi saham biasa dimana, dividen masa depan diharapkan untuk meningkat pada tingkat yang
konstan, penilaian dapat diberikan dengan menggunakan persamaan ini:
Nilai Saham Biasa = dividen tahun 1
tingkat pengembalian yang disyaratkan – tingkat pertumbuhan

yang dimaksud dengan pertumbuhan di sini adalah pertumbuhan internal,dimana manajemen


manahan sebagian dari keuntungan perusahaan untuk diinvestasikan kembali sehingga dapat
menumbuhkan perusahaan, sebagai kebalikan dari pertumbuhan melalui penerbitan saham maupun
akuisisi perusahaan lain. Pertumbuhan itu sendiri tidak berarti bahwa kita menciptakan nilai untuk
pemegang saham.Hanya jika kita ingin menginvestasikan kembali pada tingkat pengembalian yang
lebih besar dari tingkat pengembalian yang diisyaratkan investor barulah pertumbuhan menghasilkan
pertambahan nilai bagi perusahaan. Kenyataannya, jika kita menginvestasikan pada tingkat kurang
dari tingkat pengembalian yang disyaratkan investor, nilai perusahaan sesungguhnya akan turun.
Tingkat pengembaliannya yang diharapkan untuk sekuritas adalah tingkat pengembalian yang
disyaratkan investor yang bersedia membayar nilai pasar sekarang untuk sekuritas tersebut, tidak
PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 35
Resume UKT Managemen Keuangan

lebih. Tingkat penembalian ini penting bagi manajer keuangan, karena sama dengan tingkat
pengembalian yang disyaratkan investor.
Tingkat pengembalian yang diharapkan untuk saham preferen dihitung sebagai berikut:
Tingkat pengemballian Saham yang Diharapkan = Dividen Tahunan
Harga Pasar Saham
Tingkat pengembalian saham biasa
yang diharapkan = Dividen tahun + Tingkat Pertumbuhan
Dividen
Harga Pasar Saham

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 36


Resume UKT Managemen Keuangan

MEMPEROLEH DANA PADA PASAR MODAL

Financial market merupakan suatu institusi dan prosedur yang memfasilitasi transaksi seluruh
jenis instrumen keuangan. Financial market bertujuan untuk mengalokasikan jumlah tabungan dalam
ekonomi (suply) kepada pihak-pihak yang membutuhkannya (demand).
Financial market terdiri atas dua jenis yaitu money market (pasar uang) dan capital market
(pasar modal). Money market merupakan institusi dan prosedur yang memfasilitasi transaksi hutang
jangka pendek (kurang dari 1 tahun), sedangkan capital market (pasar modal) merupakan institusi dan
prosedur yang memfasilitasi transaksi-transaksi instrumen keuangan jangka panjang (lebih dari satu
tahun).

Beberapa Istilah:
 Public offering : penerbitan sekuritas oleh prusahaan yang terbuka bagi publik; setiap
investor baik individu maupun institusi memiliki kesempatan yang sama untuk membeli sekuritas
tersebut.
 Private placement : penerbitan sekuritas oleh perusahaan yang ditawarkan terbatas kepada
investor tertentu. Private placement disebut juga dengan direct placement.
 Primary market : pasar dimana sekuritas (biasanya saham) ditawarkan pertama kali kepada
publik. Primary market disebut juga pasar perdana.
 Secondary Market : pasar dimana sekuritas yang beredar diperdagangkan (pasar setelah
pasar perdana)
 Flotation cost : biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan atas penerbitan sekuritas
yaitu underwriter’s spread dan issue cost. Underwriter’s spread merupakan perbedaan antara
jumlah kotor (gross proceed) dengan jumlah bersih (net proceed) yang diterima atas penerbitan
sekuritas yang dinyatakan sebagai persentase tertentu dari gross proceed. Secara sederhana
underwriter’s spread merupakan bagian underwriter atas jasa yang telah diberikan. Issue cost
biasanya mencakup biaya cetak sekuritas, legal and accounting fee dan trustee fee

Private Placement
Keuntungan:
 Kecepatan;
perusahaan lebih cepat memperoleh dana dibandingkan dengan melalui public offering karena tidak
perlu melakukan registrasi ke bursa.
 Mengurangi flotation cost
 Pembiayaan yang lebih fleksibel
Pada private placement perusahaan berhadapan langsung dengan sejumlah kecil investor,
sehingga perusahaan dapat melakukan negosiasi langsung kepada masing-masing investor.

Kerugian:
 Beban bunga yang tinggi
 Adanya pembatasan tertentu, seperti kebijakan dividen dan tingkat modal kerja.
 Kemungkinan pendaftaran sekuritas ke bursa di masa datang
Beberapa investor kadang kala mensyaratkan pendaftaran sekuritas ke bursa di masa datang agar
mereka lebih mudah menjual kembali sekuritas tersebut.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 37


Resume UKT Managemen Keuangan

ANALYSIS AND IMPACT OF LEVERAGE

Business and Financial Risk


Business risk merupakan variasi yang terjadi pada EBIT (earning before interest and taxes)
perusahaan; dengan kata lain business risk yaitu bervariasinya EBIT. Business risk dipengaruhi
beberapa faktor antara lain:
 Tingkat sensitivitas produk perusahaan terhadap kondisi ekonomi
 Tingkat kompetisi
 Operating leverage
 Ukuran perusahaan
 Prospek pertumbuhan perusahaan
Financial risk merupakan risiko yang dihadapi perusahaan sebagai akibat dari keputusan pembiayaan
yang dibuat. Untuk memperoleh komposisi pembiayan yang sesuai perusahaan harus
mempertimbangkan risiko variabilitas earning bagi pemegang saham dan risiko insolvensi akibat dari
financial leverage. Financial leverage berarti porsi pembiayaan yang dilakukan perusahaan dengan
menggunakan sekuritas yang memiliki tingkat pengembalian yang tetap (dapat berupa hutang atau
saham preferen) dengan harapan akan meningkatkan earning bagi pemegang saham biasa.
Operating leverage merujuk kepada terjadinya fixed operating cost dalam aliran pendapatan
perusahaan (hint: mirip dengan pengertian fixed cost pada akuntansi biaya dan mikroekonomi).

Breakeven Analysis
Tujuan dari breakeven analysis adalah menentukan jumlah output minimal yang dapat
menutup seluruh biaya (fixed & variable cost) sehingga menghasilkan EBIT yang samadengan nol (0).
Kegunaan breakeven analysis antara lain dalam penentuan kebijakan harga, kontrak tenaga kerja,
struktur biaya, keputusan pembiayaan dan analisis pengeluaran modal (capital expenditure).

Menentukan breakeven point

Sales-(total variable cost + total fixed cost) = EBIT = 0

(Sales price perunit) (unit sold)- [(variabel cost per unit) (unit sold) + (total fixed cost)] = 0

 Contribution margin analysis

Unit contributon margin = sales price per unit – variabel cost per unit

BEP* = total fixed cost/unit contribution margin


*BEP Breakeven Point (unit)

 Algebraic Analysis

F
F S=
Qb = V
P −V 1−
P

Qb = Breakaven point (unit)


F = total fixed cost
P = sales price per unit
V = varible cost per unit
S = Breakeven point (dinyatakan dalam Rupiah)

Operating Leverage
Operating leverage menunjukkan tingkat keterpengaruhan EBIT terhadap fluktuasi penjualan.
Operating leverage muncul sebagai akibat penggunaan fixed cost oleh perusahaan. Operating
leverage biasanya diukur dengan degree of operating leverage (DOL).

DOL= (Persentase Perubahan EBIT) / (Persentase Perubahan Penjualan)

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 38


Resume UKT Managemen Keuangan

DOL sebesar 6 kali menunjukkan bahwa EBIT akan berubah sebesar 6 kali dari perubahan tingkat
penjualan.
Misal: Diketahui EBIT tahun 2006 sebesar 1.000.000 dan DOL sebesar 3 kali. Jika penjualan tahun
2007 diproyeksikan menjadi 3.000.000 dibandingkan tahun 2006 yang hanya sebesar
2.000.000, berapakah proyeksi EBIT tahun 2007?
Jawab : Perubahan penjualan = 50% ((3.000.000-2.000.000)/2.000.000)
Perubahan EBIT = 150% (3 x 50%)
Kenaikan EBIT = 1.500.000 (1.000.000 x 150%)
EBIT th 2007 = 2.500.000 (1.000.000+1.500.000)

Financial Leverage
Financial leverage menunjukkan tingkat keterpengaruhan earning per share (EPS) terhadap
perubahan EBIT. Financial leverage diukur dengan degree of financial leverage (DFL).

DFL = (Persentase Perubahan EPS) / (Persentase Perubahan EBIT)

Seperti pada DOL, DFL sebesar 6 kali menunjukkan bahwa EPS akan berubah sebesar 6 kali dari
tingkat perubahan EBIT

Combination of Operting and Financial Leverage


Perubahan pada tingkat penjualan akan mengakibatkan perubahan pada EBIT. Perubahan
pada EBIT akan mengakibatkan perubahan pada EPS. Kombinasi antara DOL dan DFL disebut degree
of combined leverage (DCL) yang dirumuskan dengan:

DCL = DOL x DFL

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 39


Resume UKT Managemen Keuangan

PERENCANAAN BAURAN PERUSAHAAN

Struktur Modal = utang jangka panjang + modal.


Struktur Keuangan = struktur modal + utang jangka pendek

Po= ΣDt/(I+Kc)t
Po = harga sekarang dari saham biasa perusahaan
Dt = Dividen Kas
Kc = Biaya dari modal biasa

Po = Dt/Kc = Et/Kc

Sebuah kontroversi telah lama berlangsung dalam teori keuangan mengenai efek pengungkit
keuangan dalam biaya modal gabungan terhadap perusahaan.
Posisi Ekstrim 1 : Hipotesis Independen (NOI Theory)
Konsep dari teori keuangan yang menganjurkan struktur keuangan perusahaan tidak mempunyai
pengaruh pada nilai perusahaan.
Kc = Dt / Po
Biaya modal eksplisit = biaya modal dari yang terpisah dari sumber dana lain.
Biaya utang implicit = perubahan dari biaya saham biasa disebabkan dari pilihan utang.

Posisi Ekstrim 2 : Hipotesis Tidak Independen (NI Theory)


Konsep dari teori keuangan yang menganjurkan struktur modal perusahaan mempunyai pengaruh
langsung dan dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Posisi Moderat : Pendapatan Perusahaan Terkena Pajak dan Perusahaan Mungkin Gagal
Pandangan Moderat ini :
1. Mengakui fakta bahwa biaya bunga tidak kena pajak
2. Pengetahuan mengenai probabilita perusahaan mengalami biaya kebangkrutan langsung
berhubungan dengan penggunaan pengungkit keuangan oleh perusahaan.
Tax shield = rd (M) (t)
Tax shield adalah elemen dari kode pemerintah yang mengizinkanbiaya bunga yang dapat dikurangkan
ketika menghitung pajak perusahaan.

Pandangan Moderat: Kurva Biaya Modal Berbentuk Piringan


Pandangan moderat mengenai hubungan antara paduan pendanaan dan biaya modal
perusahaan.Hasilnya adalah kurva biaya modal rata-rata berbentuk piringan.
Jarak optimal pengungkit keuangan adalah jarak dari berbagai sumber keuangan menghasilkan
kompisisi biaya modalterendah untuk perusahaan.

Nilai perusahaan, Biaya agensi, Teori Trade Off Statis dan Teori Pecking Order
Struktur modal optimal meminimumkan biaya perusahaan. Yang menyulitkan manager mencari
struktur modal optimal adalah konflik yang mengarah kepada biaya agensi. Konflik lama antara
pemegang saham dan pemegang obligasi. Untuk mengurangi kemungkinan manajemen menanggung
resiko berlebihan atas nama pemegang saham, perlu memasukkan beberapa batasan protektif dalam
kontrak obligasi yang bertujuan membatasi pengambilan keputusan manajeman.
Tipe biaya agensi lain berhubungan dengan “arus kas bebas”. Manajer, contohnya, memiliki
insentif untuk menahan arus kas bebas dan menikmatinya, bukannya membayarkan dalam bentuk
dividen tunai yang lebih tinggi. Konflik antara manager dan pemegang saham ini mengarah pada teori
arus kas bebas dan struktur modl. Teori yang sama juga dikenal sebagai hipotesis kontrol dan hipotesis
ancaman. Kesimulan akhir adalah biaya agensi ini mempengaruhi bentuk khusus struktur modal
perusahaan.

Alat Manajemen Struktur Modal

1. Keputusan untuk menggunakan sekuritas senior dan kapitalisasi perusahaan menyebabkan 2 tipe
efek pengungkit keuangan:
a. Tambahan variabilitas dalam arus pendapatan per saham yang mengikuti penggunaan
sekuritas biaya tetap.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 40


Resume UKT Managemen Keuangan

b. Berhubungan dengan tingkat pendapatan per saham pada EBIT tertentu dengan struktur
modal tertentu. Kita bergantung pada EBIT-EPS untuk mengukur efek kedua. Melalui analisis
EBIT-EPS pembuat keputusan dapat meneliti dampak dampak rencana pendanaan alternatif
atas EPS dalam lingkup tingkat EBIT yang penuh.
2. Perhitungan rasio pengungkit komparatif. Rasio pengungkit neraca dan rasio penjamin dapat
diperbandingkan sesuai dengan penerapan kontrakrual rencana keuangan yang diajukan.
Perbandingan rasio-rasio ini dengan standar industri memungkinkan petugas keuangan
menentukan apakah rasio kunci perusahaan melewati garis praktik yang diterima.
3. Analisis arus kas perusahaan. Proses ini melibatkan persiapan serial anggaran kas yang
mempertimbangkan berbagai kondisi ekonomi dan struktur modal yang berbeda. Pandangan yang
berguna mengenai identifikasitarget rasio struktur modal yang tepat dapat diperoleh dengan
menganalisis proyeksi laporan arus kas yang mengasumsikan kondisi operasional yang tidak
disukai.

Penerapan Struktur Modal

Survei menunjukkan bahwa kebanyakan petugas keuangan dalam perusahaan besar percaya
pada konsep struktur modal optimal. Struktur modal optimal diperkirakan dengan identifikasi target
rasio utang . Target mencerminkan kemampuan perusahaan memenuhi biaya pendanaan tetap dan
juga mempertimbangkan resiko bisnis yang dihadapi perusahaan.
Kecenderungan menyingkap pendanaan manager, menyingkap bahwa:
1. Ada preferensi besar menggunakan modal yang didapatkan dari dalam untuk mendanai investasi.
2. Perusahaan lebih suka melepas proyak yang tampaknya menguntungkan daripada mengurangkan
dividen yang diharapkan pemegang saham untuk mendanai bahian anggaran modal yang lebih
besar.
3. penerbitan sekuritas disesuaikan waktunya dengan kondisi pasar yang menguntungkan.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 41


Resume UKT Managemen Keuangan

KEBIJAKAN PERUSAHAAN DAN PENDAPATAN INTERNAL

a. Dividen Payout Ratio = Jumlah dari dividen yang berhubungan dengan profit perusahaan dan laba
per saham.

Apa efek kebijakan dividen perusahaan pada saham biasa?Ada tiga pandangan dasar mengenai
hal ini:
1. Kebijakan dividen tidak relevan
Posisi bahwa dividen tidak penting berakar pada dua prekondisi yaitu:
a. Asumsi bahwa keputusan investasi dan pinjaman telah dibuat, dan keputusan ini tidak akan
diubah dengan pembayaran dividen.
b. Pasar modal yang sempurna diasumsikan ada.
Dengan asumsi ini, efek keputusan dividen pada harga sahamdapat dinyatakan Tidak ada
hubungan antara kebijakan dividen dengan nilai saham. Secara agregat, investor hanya
memperhatikan pengembalian total dari keputusan investasi; mereka tidak peduli datangnya dari
dividen atau perolehan modal.
2. Dividen yang tinggi meningkatkan nilai saham
Dividen lebih bisa diramalkan daripada perolehan modal; manajemen bisa mengntrol dividen tapi
tidk bisa mendikte harga saham. Pandangan yang menyatakan bahwa dividen lebih pasti dari pada
perolehan modal disebut “bird in the hand theory”.
3. Dividen rendah meningkatkan nilai saham
Argumen ini sebagian besar didasarkan pada perbedaan perlakuan pajak atas pendapatan dividen
dan perolehan modal. Pajak atas pendapatan dividen dibayarkan saat dividen diterima, sementara
pajak atas atas perolehan modal ditunda hingga saham dijual.

Perluasan teori dividen:


1. teori dividen residu
Dividen hanya dibayar jika laba tidak sepenuhnya digunakan untuk tujuan investasi; artinya hanya
pada saat pendapatan sisa, setelah pendanaan investasi baru.
2. efek klien
Setiap kebijakan dividen, mempunyai klien masing-masing. Perusahaan menarik klien tertentu,
dengan kebijakan dividen tertentu. Yang perlu diperhatikan adalah perusahaan sebaiknya tidak
membuat perubahan kebijakan dividen yang besar.
3. efek informasi
Perbedaan kemampuan dalam mengakses informasi antara manajemen dan investor bisa
mengakibatkan harga saham yang lebih rendah daripada yang akan terjadi pada kondisi pasti.
Dividen dijadikan alat untuk menimumkan kemungkinan perbedaan informasi.
4. biaya agensi
Kebijakan dividen perusahaan dapat dianggap oleh pemilik sebagai alat untuk meminimasi biaya
agensi. Dividen mempunyai kontribusi yang berarti pada nilai perusahaan.
5. teori ekspektasi

Dalam upaya untuk memahami efek dari kebijakan perusahaan, kita harus memahami:
 Dalam pasar sempurna, tidak masalah membayar dividen atau tidak.
 Kekurangan pasar lain yang dapat membuat kebijakan perusahaan yang mempengaruhi harga
saham meliputi:
a. Kegunaan pajak dari keuntungan modal
b. Biaya agensi
c. Efek Klien
d. Informasi dari kebijakan diberikan.

 Faktor yang mungkin mempengaruhi keputusan pembayaran dividen perusahaan, meliputi:


a. Posisi likuiditas perusahaan
b. Akses perusahaan ke pasar modal
c. Tingkat inflasi
d. Pembatasan resmi
e. Kestabilan pendapatan
f. Keinginan investor yang dapat menjaga perusahaan.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 42


Resume UKT Managemen Keuangan

 Dalam prakteknya, manager biasanya mengikuti salah satu dari tiga kebijakan dividen:
1. Rasio pembayaran dividen konstan, dimana persentase dividen atas pendapatan ditahan
konstan.
2. Jumlah dividen per rupiah saham stabil, di mana jumlah rupiah dividen yang relatif stabil
dipertahankan selalu.
3. Dividen reguler yang kecil ditambah ekstra akhir tahun, dimana perusahaan membayarkan
sejumlah rupiah dividen reguler yang kecil ditambah ekstra akhir tahun.
Dari ketiga kebijakan dividen itu, jumlah rupiah dividen yang stabil yang paling popular.

 Biasanya perusahan membayar dividen kuartalan. Pesetujuan akhir pembayaran dividen adalah
dari dewan direksi. Tanggal kritis dalam proses adalah sebagai berikut:
1. Tanggal deklarasi- tanggal saat dividen secara resmi diumumkan oleh dewan direksi.
2. Tanggal pencatatan - tanggal saat buku transfer saham ditutup untuk menentukan siapa
pemilik saham.
3. Tanggal eks dividen – 4 hari kerja sebelum tanggal pencatatan. Setelah itu, hak menerima
dividen tak lagi disertakan dalam saham.
4. Tanggal pembayaran – tanggal saat cek dividen dikirim ke pemegang saham.

 Dividen saham dn pemecah saham digunakan oleh perusahaan baik untuk menggantikan atau
untuk mendukung dividen tunai.Sekarang, tidak ada bukti empiris yang membuktikan, hubungan
antara dividen saham dan harga pasar saham. Tapi dividen saham atau pemecahan dapat
digunakan untuk menjaga harga saham dalam jarak yang optimal. Juga, jika investor
menganggap dividen saham berisi informasi yang menguntungkan mengenai operasi
perusahaan, harga saham dapat naik. Sebagai alternatif pembayaran dividen, manajemen dapat
membeli saham kembali. Tapi, investor mungkin masih lebih menyukai dividen daripada
pembelian saham kembali.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 43


Resume UKT Managemen Keuangan

MANAJEMEN MODAL KERJA DAN PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK

I. Estimasi Cost of Short – Term Credit


Formula Perkiraan Cost of Credit
Persamaan dasar: interest = principal x rate x time
Dari persamaan tersebut, dapat diturunkan persamaan untuk menghitung cost of short term credit
atau annual percentage rate (APR):
APR = interest : (principal x time)
Contoh: PT A berencana meminjam $1,000 selama 90 hari. Pada saat jatuh tempo, PT A akan
membayar $1,000 jumlah pokok ditambah bunga $30. berapa tingkat bunga efektif tahunan?
APR = $30 x 1 = 12%
$1,000 90/360
II. Sumber-Sumber Short-Term Credit
Secara garis besar dibagi menjadi 2 macam:
1. Unsecured Loans: mencakup sumber-sumber yang jaminannya hanya berdasarkan
kepercayaan pemberi pinjaman, mis: accrued wages & taxes, trade credit, unsecured bank
loans, dan commercial paper.
2. Secured Loans: melibatkan jaminan asset tertentu.
 Unsecured Sources: Trade Credit => timbul secara spontan dari pembelian perusahaan
Credit Terms dan Cash Discounts
2/10, net 30 berarti bahwa diskon 2% diberikan untuk pembayaran dalam 10 hari atau
pembayaran penuh dalam 30 hari. Jadi, penalti 2% akan dikenakan untuk pembayaran lebih
dari 10 hari (terjadi penundaan pembayaran dari hari ke-10 sampai hari ke-30, selama 20 hari).
Effective costnya adalah sebesar:
APR = $0.02 x 1 = 36.73%
$0.98 20/360
 Unsecured Sources: Bank Credit
- Line of Credit
Line of Credit Agreement adalah perjanjian pinjaman antara bank dan peminjam dimana
bank menyediakan jumlah max dana selama periode tertentu
- Credit Terms
Line of Credit biasanya meminta peminjam untuk memelihara saldo minimum di bank
selama periode pinjaman, disebut saldo kompensasi (compensating balance). Saldo ini
menambah effective cost bagi peminjam, kecuali saldo deposit yang ada di bank
sama/lebih besar daripada saldo minimum tersebut.
Contoh: PT B memiliki $300,000 line of credit yang meminta saldo minimum 10% dari
jumlah pinjaman. Tk bunga 12% per tahun, pinjaman sebesar $200,000 dipinjam selama 6
bulan, dan PT B saat ini tidak memiliki deposito dengan bank pemberi pinjaman. Biaya
pinjaman termasuk beban bunga dan opportunity cost untuk memelihara saldo idle cash
(saldo kompensasi 10%). Untuk mengakomodasi saldo kompensasi, tambahan dana harus
dipinjam, sehingga jumlah yang dipinjam (A) lebih besar dari yang dibutuhkan ($200,000).
0.9A = $200,000; A = $222,222.
Bunga = $222,222 x 0.12 x ½ = $13,333.32, dimana hanya $200,000 yang tersedia untuk
digunakan olh PT B. Jadi, effective annual cost of credit:
APR = $13,333.32 x 1 = 13.33%
$200,000 180/360
Dalam contoh PT B, pinjaman akan meminta pembayaran pokok ($222,222) dan bunga
($13,333.32) pada akhir 6 bulan.
Sering, pinjaman bank dibuat dengan discount basis, dimana bunga pinjaman akan
dikurangi dari jumlah pinjaman sebelum dana diberikan kepada peminjam. Dalam kasus
ini, effective rate of interest atas pinjaman:
APR = $13,3333.32 x 1 = 14.29%
$200,000-$13,333.32 180/360
Jika PT B membutuhkan jumlah penuh $200,000, maka ia harus meminjam lebih dari
$222,222 untuk menutupi persyaratan saldo kompensasi dan discounted interest.
A – 0.1A – (0.12 x ½)A = $200,000; A = $238,095
Bunga = 0.06 x $238,095 = $14,285.70
Besar cost of credit tetap sama 14.29%, sebagai berikut:
APR = $14,285.70 x1 = 14.29%
$238,095 - $23,810 - $14,285.70 180/360

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 44


Resume UKT Managemen Keuangan

 Unsecured Sources: Commercial Paper (CP)


Lembaran baru CP bisa ditempatkan secara langsung (dijual oleh perusahaan penerbit
langsung kepada masyarakat investor) atau ditempatkan melalui dealer, yang melibatkan CP
dealer.
Poin kunci dalam menghitung cost of CP adalah bahwa bunga CP biasanya didiskontokan dan
sejumlah fee dibebankan jika dealer digunakan untuk menempatkan CP baru. Bahkan jika
dealer tidak digunakan, perusahaan penerbit akan mengakui cost berkaitan dengan persiapan
dan penempatan CP baru, dan cost-cost ini harus dimasukkan dalam mengestimasi cost of
credit.
Contoh: PT C berencana untuk menjual CP sebesar $100 juta yang jatuh tempo dalam 270
hari. Tk bunga 12% ($9,000,000), dimana bunga tersebut didiskontokan. Placement fees dan
beban lain berkaitan dengan penerbitan CP = $100,000.
APR = $9,000,000 + $100,000 x 1 = 13.35%
$100,000,000 - $100,000 - $9,000,000 270/360
 Secured Sources: Accounts Receivable Loans
- Pledging A/R
Peminjam menjanjikan (pledge) A/R sebagai jaminan atas pinjaman yang diberikan.
Jumlah pinjaman merupakan persentase dari face value (FV) jumlah A/R yang di-pledge-
kan. Karena pemberi pinjaman tidak memiliki kontrol atas kualitas A/R yang di-pledge-kan,
ia akan menentukan jumlah max persentase FV A/R yang relatif rendah, biasanya sekitar
75%.
A/R loans umumnya memiliki bungan 2-5% lebih tinggi dari tk bunga pokok bank. Pemberi
pinjaman juga biasanya membebankan handling fee yang merupakan persentase dari FV
A/R yang diproses, biasanya 1-2% dari FV.
Contoh: PT D menjual perlengkapan elektrik dengan term net 30. Penjualan rata-rata
bulanan $100,000; sehingga dengan 2-bulan credit term perusahaan, saldo piutang rata-
ratanya adalah $200,000. PT D mem-pledge-kan semua piutangnya. Jumlah pinjaman max
70% dari FV A/R dengan tk bunga 3% di atas tk bunga pokok dan processing charge atas
A/R yang di-pledge-kan sebesar 1%. PT D meminjam sebesar jumlah max, dan tk bunga
pokok saat ini adalah 10%.
APR = $18,200 + $12,000 x 1 = 21.57%
$140,000 360/360
dimana total cost of loan terdiri dari beban bunga tahunan (0.13x0.7x200,000) dan
processing fee tahunan (0.01x$100,000x12 bulan). Jumlah pinjaman 0.7x$200,000 =
$140,000. Ingat bahwa processing charge berlaku untuk semua A/R yang di-pledge-kan.
Jadi, PT D mem-pledge-kan $100,000 tiap bulan atau $1,200,000 setahun.
- Factoring A/R
Factoring A/R melibatkan penjualan A/R kepada institusi keuangan, disebut factor. Factor
menanggung risiko penagihan dan pelayanan dengan mendapat sejumlah fee tertentu.
Besar fee merupakan persentase FV A/R yang difaktorkan (biasanya 1-3%).
Factor biasanya tidak melakukan pembayaran atas A/R yang difaktorkan sampai A/R
tersebut telah ditagih / credit terms telah dipenuhi. Selama waktu tersebut, perusahaan
bisa meminjam dari factor dengan menggunakan A/R yang difaktorkan sebagai jaminan.
Jumlah pinjaman max sama dengan FV A/R yang difaktorkan dikurangi factor’s fee (1-3%),
reserve (6-10%), dan bunga.
Contoh: jika A/R $100,000 difaktorkan, credit terms 60 hari, factor’s fee 2%, reserve 6%,
dan bunga 1%, maka jumlah max pinjaman:
FV A/R factored $100,000
Less: Fee (0.02x$100,000) (2,000)
Reserve (0.06x$100,000) (6,000)
Interest (0.01x$92,000x2 bulan) (1,840)
Maximum advance $ 90,160
Ingat bahwa, bunga didiskontokan dan dihitung berdasarkan jumlah max dana yang
tersedia ($92,000=$100,000-$2,000-$6,000).
APR = $1,840 + $2,000 x 1 = 25.55%
$90,160 60/360

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 45


Resume UKT Managemen Keuangan

MANAJEMEN KAS DAN SURAT BERHARGA JANGKA PENDEK

KENAPA PERUSAHAAN MEMEGANG KAS?


PROSES ARUS KAS
Perusahaan mengalami peningkatan saldo kas dari dua sumber, yaitu:
1. Eksternal/tidak reguler
Dana dapat diperoleh dalam pasar keuangan dari penjualan sekuritas seperti obligasi, saham
preferen, dan saham biasa atau perusahaan dapat memasuki kontrak utang yang tak dapat
dipasarkan dengan peminjam seperti bank komersial.
2. Internal/reguler
Penerimaan datang dari penagihan piutang dagang, penjualan tunai atau baang jadi, pencairan
persediaan tak terpakai atau usang, penjualan aset tetap, dan sebagainya.
Perusahaan mengalami penurunan saldo kas karena tiga alasan kunci, yaitu:
1. Secara tak reguler penarikan dilakukan untuk membayar dividen tunai atau saham preferen
dan biasa; memenuhi persyaratan bunga dalam kontrak utang; membayar kembali pokok
pinjaman dari kreditur; membeli saham perusahaan sendiri; membayar rekening pajak.
2. Pembelian aset tetap dalam berbagai interval.
3. Pembelian persediaan untuk menjaga stabilitas arus barang jadi dalam proses produksi.

MOTIF MEMEGANG KAS


1. Motif Transaksi
Saldo dipegang untuk memungkinkan perusahaan melakukan pemenuhan kebutuhan kas yang
muncul dalam berbagai kegiatan bisnis biasa.
2. Motif Pencegahan
Motif memegang kas ini berhubungan dengan mempertahankan saldo untuk memenuhi
kebutuhan yang mungkin tapi jelas.
3. Motif Spekulatif
Kas dipegang untuk mengambil keuntungan situasi potensial menghasilkan laba.

TUJUAN DAN KEPUTUSAN MANAJEMEN KAS


KESEIMBANGAN RISIKO-PENGEMBALIAN
Konsep manajemen kas adalah penentuan keseimbangan antara memegang kas terlalu banyak dan
dan terlalu sedikit.
Tujuan
Keseimbangan risiko-pengembalian dapat dibagi menjadi dua tujuan utama sistem manajemen kas:
1. Harus ada kas cukup di tangan untuk memenuhi kebutuhan mengeluarkan yang timbul dari
kegiatan bisnis biasa.
2. Investasi dalam saldo kas yang tak dipakai harus diminimumkan.
Keputusan
Dua kondisi atau keidealan akan memungkinkan perusahaan beroperasi hingga periode yang
diperpanjang dengan tingkat saldo kas mendekati atau pada titik nol, yaitu:
1. Peramalan akurat arus kas neto sepanjang horison perencanaan.
2. Sinkronisasi yang sempurna penerimaan dan pengeluaran kas.

Mengelola Arus Kas Masuk


Pengurangan float (jangka waktu dari saat cek ditulis hingga penerimaan aktual dapat ditarik atas
penggunaan “dana yang baik“) ada pada pusat banyak pendekatan yang dipakai untuk mempercepat
penerimaan kas. Float (float total) memiliki empat unsur sebagai berikut:
1. Mail float disebabkan oleh jarak waktu antara konsumen mengirimkan cek pembayaran hingga
perusahaan mulai memprosesnya.
2. Processing float disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk memproses
cek pembayaran sebelum mereka bisa disimpan di bank.
3. Transit float disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan cek yang disimpan untuk dikliring melalui
sistem perbankan komersial dan menjadi dana yang dapat digunakan oleh perusahaan.
4. Disbursing float muncul dari fakta bahwa dana tersedia dalam rekening bank perusahaan
hingga cek pembayaran dikliring melalui sistem perbankan.

Sebagai contoh, untuk tahun 1993, IBM melaporkan total penerimaan $63 miliar. Jumlah dana yang
dapat digunakan yang akan dibebaskan jika IBM dapat mencapai pengurangan float sehari bisa
diperkirakan dengan membagi penerimaan (penjualan) tahunan dengan jumlah hari dalam setahun.
Dalam kasus ini, saldo sehari yang dibebaskan adalah:

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 46


Resume UKT Managemen Keuangan

Penerimaan tahunan : hari dalam setahun = $63.000.000.000 : 365 = $172.602.740


Jika dana yang dibebaskan ini mewakili penjualan sehari kurang lebih $172,6 juta dan bisa
dikembalikan pada tingkat pengembalian 6% per tahun, maka nilai pengurangan float setahun akan
menjadi:
(penjualan per hari) x (perolehan yang diasumsikan) = $172.602.740 x 6% = $10.356.164
Jelas bahwa manajemen kas efektif dapat menghasilkan kesempatan yang mengesankan bagi
peningkatan laba.

Sistem Pengumpulan Kas Biasa


1. Konsumen mengirim cek lewat pos
2. Surat dikirimkan ke pusat perusahaan
3. Cek diproses dan disimpan dalam bank local (bank perusahaan)
4. Bank perusahaan meneruskan cek ke bank konsumen melalui sisten kliring
5. Bank konsumen mencairkan dana cek dan masuk ke rekening perusahaan di bank
perusahaan.

Pengaturan Lock-Box
Sistem Lock-Box sederhana
1. Konsumen mengirim cek lewat pos
2. Pos mengirim ke Lock-Box (semacam PO BOX)
3. Bank local (bank perusahaan) membuka lock-box dan memproses cek untuk disimpan, lalu
diteruskan seperti system biasa
4. Bank perusahaan memberikan laporan informasi kepada perusahaan
Keuntungan pengaturan lock-box:
1. Meningkatkan kas kerja
2. Menghilangkan fungsi klerikal
3. Pengetahuan cek kosong lebih cepat

Preauthorized Checks (PACs)


PAC mirip dengan cek biasa, tetapi tak mensyaratkan tanda tangan orang yang rekeningnya ditarik.
PAC diciptakan hanya dengan otorisasi sah dari individu. PAC dibuat melalui mekanisme perjanjian
antara konsumen dengan bank konsumen yang bisa melaksanakan/menerbitkan PAC pada saat
konsumen melakukan pembayaran melalui system bank komersial.
Keuntungan dari system PAC:
1. Arus kas yang sangat dapat diramalkan
2. Mengurangi biaya pengiriman dan penagihan
3. Kenyamanan konsumen
4. Meningkatkan kas kerja

Depository Transfer Checks


Depository Transfer Checks memberikan alat untuk menggerakkan dana dari rekening bank local ke
rekening bank konsentrasi (rekening pengeluaran utama). Depository Transfer Checks itu sendiri
adalah instrument yang tidak ditandatangani dan tidak dapat dinegosiasikan. Hanya bisa dibayarkan
pada bank penyimpan (bank konsentrasi) untuk dikredit pada rekening khusus perusahaan.
Perusahaan mengarsipkan formulir otorisasi dengan tiap bank dari tempatnya menarik dana. Formulir
itu menginstruksikan bank untuk membayar depository transfer checks tanpa ditandatangani. Gerakan
kas melalui penggunaan depository transfer checks dapat beroperasi dengan system surat
konvensional atau system otomatis.
Keuntungan penggunaan depository transfer checks:
1. Tingkat ekses kas yang lebih rendah
2. Kontrol yang lebih baik
3. Investasi dalam portfolio sekuritas yang dapat dipasarkan

Transfer Kawat
Metode menggerakkan dana secara elektronik antar rekening bank untuk menghilangkan transit float.
Dana yang dikirim langsung dapat digunakan di bank pertama.
Manajemen Arus Kas Keluar
1. Rekening Saldo Nol (Zero Balance Accounts) yaitu alat manajemen kas yang memungkinkan
kontrol tersentralisasi atas arus kas keluar tapi juga mempertahankan otoritas pengeluaran
divisional.
2. Payable through Draft yaitu pembayaran yang menggantikan cek biasa di mana draft tidak
ditarik atas bank, melainkan ditarik dan diotorisasi oleh perusahaan atas rekening demand
depositnya. Tujuannya mempertahankan kontrol atas pembayaran yang diotorisasi lapangan.
PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 47
Resume UKT Managemen Keuangan

3. Remote Disbursing yaitu bank konsentrasi perusahaan memiliki hubungan koresponden


dengan bank yang lebih kecil yang berlokasi di kota yang jauh.

Transfer Dana Elektronik (TDE)


Inti TDE adalah menghilangkan cek sebagai metode mentransfer dana. Penghilangan cek mungkin
takkan terjadi, tetapi jelas gerakan menuju sistem keuangan yang menggunakan lebih sedikit cek akan
terjadi. Transit, mail, dan processing float semakin tak penting sementara TDE semakin penting.
Secara simultan, ini juga menunjukkan disbursing float menjadi tak berarti.

EVALUASI BIAYA JASA MANAJEMEN KAS


biaya tambahan = keuntungan tambahan
P=DxSxi
P = peningkatan biaya per proses cek jika system baru dijalankan
D = penghematan hari dalam proses pengumpulan (pengurangan float)
S = ukuran cek rata-rata dalam dolar
i = biaya oportunitas (tingkat pengembalian) sebelum pajak harian memegang kas

Contoh Soal:
Asumsikan sekarang bahwa biaya proses cek , P akan naik menjadi $0,18 per cek jika lock-box
digunakan, ukuran cek rata-rata S akan menjadi $900, dan jika dana dibebaskan dengan penggunaan
lock-box,akan diinvestasikan dalam sekuritas dengan tingkat pengembalian sebelum pajak 6%.
Sehingga kita bisa menentukan pengurangan waktu pengumpulan cek (D) sebaga berikut:
$0,18=(D) ($900) (0,06/365)
D=1,217 hari
Jadi lock-box dibenarkan jika perusahaan dapat mempercepat pengumpulan lebih dari 1,217 hari. Cara
analisis yang sama dapat dipakai untuk menganalisis alat manajemen kas lainnya.

KOMPOSISI PORTFOLIO SEKURITAS YANG DAPAT DIPASARKAN


Kriteria tertentu memberikan kerangka kerja yang berguna bagi manajer keuangan untuk menyeleksi
paduan sekuritas yang dapat dipasarkan. Pertimbangan-pertimbangan ini meliputi evaluasi atas:
1. Risiko Keuangan
Hal ini mengacu pada ketidakpastian pengembalian yang diharapkan dari sekuritas karena
perubahan yang mungkin terjadi dalam kapasitas keuangan penerbitan sekuritas untuk
membuat pembayaran di masa depan pada pemilik sekuritas.
2. Risiko Tingkat Bunga
Hal ini mengacu pada ketidakpastian pengembalian yang diharapkan dari instrumen keuangan
karena perubahan dalam tingkat bunga. Misalkan petugas keuangan menimbang keuntungan
berinvestasi secara temporer kas perusahaan yang tersedia dalam obligasi baru US Treasury
yang akan jatuh tempo dalam (1) 3 tahun atau (2) 20 tahun dari tanggal penerbitan. Harga beli
nota 3 tahun atau obligasi 20 tahun ada pada nilai parnya $1000 per sekuritas. Nilai jatuh
tempo kedua kelas sekuritas sama dengan parnya, $1000, dan tingkat kupon (tingkat bunga
yang tertera) adalah 7%, dimajemukkan per tahun.
Jika setelah setahun dari tanggal pembelian, tingkat bunga naik menjadi 9%, harga pasar
sekuritas Treasury ini akan turun membawa perolehan jatuh temponya sama dengan yang
dapat diperoleh investor dengan membeli penerbitan baru instrumen itu. Harga pasar baik
obligasi 3 tahun maupun 20 tahun akan turun. Tapi harga instrumen 20 tahun akan turn lebih
besar dalam dolarnya daripada instrumen 3 tahun.
Setahun dari tanggal penerbitan harga di pasar untuk instrumen 20 tahun yang asli, yang
sekarang 19 tahun lagi jatuh tempo, dapat ditemukan dengan menghitung P sebagai berikut:
19
P=∑ $70/(1+0,09)T + $1000/(1+0.09)19 =
T=1
Dalam persamaan tersebut, (1) T adalah tahun di mana pengembalian tertentu, baik jumlah
bunga atau pokok diterima, (2) $70 adalah pembayaran bunga tahunan, dan (3) $1000 adalah
nilai jatuh tempo kontraktual obligasi. Naiknya tingkat bunga telah memaksa harga obligasi
turun menjadi $821,01. Dengan cara yang sama nota 3 tahun dapat dihitung dan
menghasilkan P sebesar $964,84.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 48


Resume UKT Managemen Keuangan

3. Likuiditas
Dalam formulasi preferensi memasukkan instrumen tertentu dalam portfolio, manajer harus
mempertimbangkan (1) periode yang dibutuhkan untuk menjual sekuritas, dan (2)
kemungkuinan sekuritas dapat dijual pada atau mendekat harga pasar pada saat itu.
4. Pengenaan Pajak
Perbandingan perolehan setelah pajak
Penerbitan utang bebas pajak
(kupon 6%)

Pendapatan Bunga $60.00


Pajak Pendapatan (0.34%) 0.00
Pendapatan Bunga setelah Pajak $60.00
Perolehan setelah Pajak $60.00/$1000=6%

Penerbitan utang yang kena pajak


(kupon 8%)

Pendapatan Bunga $80.00


Pajak Pendapatan (0.34%) 27.20
Pendapatan Bunga setelah Pajak $52.80
Perolehan setelah Pajak $52.80/$1000=5.28%

Derivasi ekuivalen perolehan setelah pajak atas penerbitan pajak yang dipajakkan :
r = r*/1-T = 0.06/1-0.34 = 9.091%
di mana :
r adalah ekuivalen perolehan setelah pajak
r* adalah perolehan setelah pajak pada sekuritas bebas pajak
T adalah tingkat pajak marjinal perusahaan

ALTERNATIF SEKURITAS YANG DAPAT DIPASARKAN


US Treasury Bill : kewajiban langsung yang dijual oleh pemerintah AS secara reguler oleh bendahara
AS.
Federal Agency Securities : kewajiban utang perusahaan dan agensi yang diciptakan untuk
mempengaruhi berbagai program peminjaman pemerintah AS.
Bankers’ Acceptance : perintah membayar yang ditarik oleh bank tertentu oleh eksportir untuk
mendapatkan pembayaran barang yang dikapalkan pada konsumen, yang memiliki rekening pada
bank tertentu itu
Negotiable Certificates of Deposit : penerimaan dana yang telah disimpan dalam bank untuk periode
tertentu yang dapat dipasarkan. Dana yang disimpan menghasilkan tingkat bunga yang tetap.
Commercial paper : nota janji jangka pendek yang tak diamankan yang dijual yang dijual oleh bisnis
besar untuk menghasilkan kas.
Repurchase Agreements : kontrak legal yang melibatkan penjualan sekuritas sebenarnya oleh
peminjam pada pemberi pinjaman, dengan komitmen di bagian peminjam membeli kembali sekuritas
pada harga kontrak ditambah biaya bunga yang dicantumkan.

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 49


Resume UKT Managemen Keuangan

PIUTANG, PERSEDIAAN, DAN MANAJEMEN KUALITAS TOTAL

MANAJEMEN PIUTANG DAGANG


Ukuran Investasi Piutang Dagang
Ukuran investasi dalam piutang dagang ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Persentase penjualan kredit terhadap penjualan total mempengaruhi tingkat piutang dagang
yang dipegang.
2. Tingkat penjualan juga merupakan faktor yang menentukan ukuran investasi dalam piutang
dagang.
3. Kebijaksanaan kredit dan penagihan (syarat penjualan, kualitas pelanggan, dan usaha
penagihan)-di bawah kontrol manajemen keuangan.

Syarat Penjualan-Variabel Keputusan


Contoh, jika syarat pembayaran 2/10 net 30, biaya oportunitas melewatkan diskon 2% untuk menunda
pembayaran 20 hari lagi adalah 36,73%. Ini ditentukan sebagai berikut:
Biaya oportunitas tahunan melepaskan diskon = a/1-a x 360/c-b
36,73% = 0,02/1-0,02 x 360/30-10

Tipe Pelanggan-Variabel Keputusan


Satu cara di mana baik individual dan perusahaan sering dievaluasi sebagai risiko kredit adalah melalui
penggunaan panilaian kredit. Penilaian kredit melibatkan evaluasi numerik tiap pelamar. Penerima
meneriam nilai didasarkan pada jawabannya pada sekumpulan pertanyaan sederhana. Nilai ini lalu
dievaluasi menurut standar yang telah ditentukan, tingkatnya relatif pada standar menentukan apakah
kredit harus atau tidak dapat diperpanjang. Keuntungan utama penilaian kredit adalah murah dan
mudah dilaksanakan.

Usaha Penagihan-Variabel Penagihan


Contoh usaha yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menagih piutangnya yang membandel:
Surat lewat waktu (dunning letter) dikirim jika pembayaran tidak diterima tepat waktu, diikuti dengan
surat lewat waktu tambahan bernada lebih serius jika piutang lewt 3 minggu, diikuti telepon setelah 6
minggu. Akhirnya, jika piutang lewat 12 minggu, bisa diserahkan pada agen penagih. Lalu,
keseimbangan langsung terjadi antara biaya penagihan dan kepercayaan yang hilang di satu sisi dan
piutang tak tertagih di sisi lain, dan keseimbangan ini selalu jadi bagian pembuatan keputusan.

Perubahan Kebijaksaan Kredit: Penggunaan analisis marjinal atau inkremental


Contoh :
Perusahaan X : Informasi yang relevan untuk analisis inkremental
Tingkat Penjualan Baru (semua kredit) $9000000
Tingkat Penjualan Awal (semua kredit) $8000000
Marjin Kontribusi 25%
Persentase Utang Tak Tertagih atas Penjualan Baru 6%
Periode Penagihan Rata-rata Baru 45 hari
Periode Penagihan Rata-rata awal 30 hari
Investasi Tambahan dalam Persediaan $25000
Tingkat Pengembalian Yang Disyaratkan sebelum Pajak 15%
Persentase Diskon Kas Baru 1%
Persentase Pelanggan Yang Mengambil Diskon Kas 50%

Langkah 1 : Perkirakan Perubahan Laba.


= (kenaikan penjualan x marjin kontribusi) – (kenaikan penjualan x persentase utang tak tertagih atas
penjualan baru)
= ($1000000 x 0,25) – ($1000000 x 0,06)
= $190000

Langkah 2 : Perkirakan Biaya Investasi Tambahan dalam Piutang Dagang dan Persediaan
= (piutang dagang tambahan+persediaan tambahan) x (tingkat pengembalian yang disyaratkan
sebelum pajak)

piutang dagang tambahan = (penjualan harian baru) x (periode penagihan rata-rata baru) – (penjualan
harian awal) x (periode penagihan rata-rata awal)
= ($9000000/360 x 45) – ($8000000/360 x 30)

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 50


Resume UKT Managemen Keuangan

= $458340

Biaya Investasi Tambahan = ($458340 + $25000) x 0,15 = $72501

Langkah 3 : Perkirakan Perubahan dalam Biaya Diskon Kas (jika perubahan dalam diskon kas
dilakukan)
= (tingkat penjualan baru x persentase diskon kas baru x persentase pelanggan yang mengambil
diskon) – (tingkat penjualan awal x persentase diskon kas awal x persentase pelanggan yang
mengambil diskon)
= ($9000000 x 0,01 x 0,50) – ($8000000 x 0,00 x 0,50)
= $45000

Langkah 4 : Bandingkan Pendapatan Inkremental dengan Biaya Inkremental


Perubahan neto dalam laba sebelum pajak = perubahan laba – (biaya investasi baru dalam piutang
dagang dan persediaan + biaya perubahan dalam diskon kas)
= langkah 1 – (langkah 2 + langkah 3)
= $190000 – ($72501 + $45000) = $72499

MANAJEMEN PERSEDIAAN
BIAYA PERSEDIAAN TOTAL = BIAYA PENYIMPANAN TOTAL + BIAYA PEMESANAN TOTAL

BIAYA PENYIMPANAN TOTAL = PERSEDIAAN RATA-RATA x BIAYA PENYIMPANAN PER UNIT


= Q/2 x C
Q = ukuran pemesanan persediaan dalam unit
C = biaya penyimpanan per unit

BIAYA PEMESANAN TOTAL = JUMLAH PEMESANAN x BIAYA PEMESANAN PER PEMESANAN


= S/Q x O
S = permintaan total dalam unit selama periode perencanaan
O = biaya pemesanan per pemesanan

JADI, BIAYA TOTAL = Q/2 x C + S/Q x O


SEHINGGA KITA TEMUKAN NILAI MAKSIMUM Q YAITU KUANTITAS PEMESANAN EKONOMIS
(ECONOMIC ORDER QUANTITY=EOQ) ADALAH
Q = √2SO/C (AKAR DARI 2SO/C)

Contoh soal :
Umpamakan sebuah perusahaan mengharapkan permintaan total (S) untuk produknya selama periode
perencanaan adalah 5000 unit, sementara biaya pemesanan per pemesanan (O) adalah $200, dan
biaya penyimpanan per unit (C) adalah $2. Dari data ini, dapat kita ketahui kuantitas pemesanan
ekonomis
Q=√2x5000x200/2 = 1000 unit

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 51


Resume UKT Managemen Keuangan

PINJAMAN BERJANGKA DAN SEWA GUNA USAHA

1. PINJAMAN BERJANGKA (TERM LOANS)

Definisi:
Pinjaman Berjangka adalah pinjaman yang jatuh temponya 1 sampai 10 tahun dan dibayar kembali
dengan angsuran periodik selama umur pinjaman, biasanya dijamin dengan chattel mortage.

Karakteristik:
• Secured Loan (pinjaman dengan jaminan)
• Jatuh tempo satu tahun hingga sepuluh tahun
• Dibayar kembali dengan angsuran per periodik

Jaminan:
• Untuk pinjaman yang jangka waktunya lebih pendek: chattel mortage (mortage on machinery
and equipment)
• Untuk pinjaman yang jangka waktunya lebih panjang: mortage on real estate
Syarat-Syarat Pembatasan Pinjaman (Restrictive Covenants on Borrowers):
a. working capital: peminjam menetapkan/meminta minimum current rate
b. pembatasan atas tambahan pinjaman
c. peminjam menyampaikan laporan keuangan secara berkala
d. pembatasan dalam perubahan manajemen

Eurodollar Loans
a. pinjaman yang dilaksanakan oleh Bank Internasional berdasar deposit uang asaing dengan
denominator dollar
b. tingkat bunga disesuaikan berdasar pada London Inter Bank Offered Rate (LIBDR)

2. SEWA GUNA USAHA (LEASES)

Lessee adalah pihak yang me-lease aset dengan melakukan suatu seri pembayaran ke pemilik aset.
Lessor adalah pemilik aset yang di-lease oleh lessee

Jenis-Jenis Lease:
a. Direct Lease : suatu perusahaan memperoleh jasa dari suatu aset yang sebelumnya tidak
dimiliki.
b. Sale and Lease Back : pemilik aset menjual aset ke pembeli kemudian pemilik tadi me-lease
aset tersebut dari pembeli.
c. Leveraged Lease : lessor meminjam dari yang memberi pinjaman untuk mengubah aset yang
akan di-lease-kan kepada lessee.

A. LEASE VS PURCHASE

Apakah suatu perusahaan


- membeli aset dengan menggunakan optional financial lease
- membelanjai aset menggunakan financial lease

Prosedurnya
1. Hitung NPV untuk menentukan apakah aset harus dibeli.
NPV =
2. Hitung NAL (Net Advantage to Leasing) untuk menentukan meleasing aset adalah lebih baik
daripada membelinya.
NAL =

Keterangan:
O : Operating cash flow jika dibeli
R : sewa tahunan

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 52


Resume UKT Managemen Keuangan

I : beban bunga (forfeited : kehilangan) jika melease


D : beban depresiasi
TO : harga beli
T : marginal tax rate
Vn : after tax salvage value
rb : bunga setelah pajak atas pinjaman

B. LEASING VS PEMBELANJAAN HUTANG (DEBT FINANCING)


1. Flexibility Convenience (menyenangkan)
• Lease lebih mudah, lebih cepat dan dokumentasinya lebih sedikit
• Lease lebih gampang memperoleh persetujuan daripada proyek capital budgeting
• Book keeping untuk pajak lebih simple
• Leasing bisa disinkronisasikan pembayarannya dengan cycle cash
• Leasing mengabaikan problem kepemilikan
2. Tidak ada pembatasan
Lease biasanya tidak memiliki ketentuan protektif
3. Tidak ada risiko keuangan
4. Conservation of working capital (pengawetan modal kerja)
Biasanya Initial Outlay lease lebih rendah daripada membeli
5. Lease tidak memerlukan Down Payment
6. Tax Saving
7. Mudah memeperoleh kredit

PSAK-Tim Sukses UKT Akuntansi 2006 53