Anda di halaman 1dari 8

INSISI DAN DRAINASI ABSES

Definisi
Suatu nodul kulit yang terinfeksi yang berisi nanah mungkin perlu dikeringkan melalui
dipotong jika tidak merespon terhadap antibiotik. Hal ini memungkinkan nanah untuk
melarikan diri, dan infeksi untuk menyembuhkan.

Purpose

Abses adalah suatu sakit berisi nanah, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. nanah ini
terdiri dari baik hidup dan organisme mati dan menghancurkan jaringan dari putih sel darah
yang dibawa ke daerah itu untuk memerangi infeksi. Abses sering ditemukan pada jaringan
lunak di bawah kulit, seperti ketiak atau pangkal paha. Namun, mereka dapat berkembang
dalam setiap organ, dan biasanya ditemukan di payudara dan gusi. Abses jauh lebih serius
dan panggilan untuk perawatan lebih spesifik jika mereka berada di organ dalam seperti paru-
paru, hati atau otak. Karena lapisan rongga abses cenderung mengganggu jumlah obat yang
dapat menembus sumber infeksi dari darah, rongga itu sendiri mungkin memerlukan
pengeringan. Setelah abses telah sepenuhnya terbentuk, sering tidak merespon terhadap
antibiotik. Bahkan jika antibiotik tidak menembus ke dalam abses, tidak berfungsi juga dalam
lingkungan tersebut. Tindakan pencegahan Suatu abses biasanya dapat didiagnosis secara
visual, meskipun teknik pencitraan seperti tomografi dihitung scan dapat digunakan untuk
mengkonfirmasi besarnya abses sebelum drainase. prosedur tersebut juga dapat diperlukan
untuk melokalisir abses internal, seperti yang di rongga perut atau otak.

Deskripsi
Dokter akan dipotong ke dalam lapisan abses, memungkinkan nanah untuk melarikan diri
baik melalui tabung drainase atau meninggalkan rongga terbuka untuk kulit. Berapa besar
insisi sangat tergantung pada seberapa cepat nanah yang ditemui. Setelah abses dibuka,
dokter akan membersihkan dan air luka secara menyeluruh dengan garam. Jika tidak terlalu
luas atau dalam, dokter hanya dapat pak abses luka dengan kasa untuk 24-48 jam untuk
menyerap nanah dan debit.
Jika suatu abses yang lebih dalam, dokter mungkin menyisipkan drainase tabung, setelah
membersihkan luka. Setelah tabung di tempat, ahli bedah menutup sayatan dengan jahitan
sederhana, dan menerapkan rias steril. Drainase dipertahankan untuk beberapa hari untuk
membantu mencegah abses dari reformasi.

Persiapan
Kulit di atas abses akan dibersihkan oleh swabbing lembut dengan larutan antiseptik.

Rehabilitasi
Sebagian besar sakit di sekitar abses akan lenyap sesudah pembedahan. Penyembuhan
biasanya sangat cepat. Setelah tabung diambil keluar, antibiotik dapat dilanjutkan untuk
beberapa hari. Menerapkan panas dan menjaga wilayah yang terkena dampak ditinggikan
dapat membantu meringankan peradangan.

Risiko
Jika ada bekas luka apa pun, kemungkinan akan menjadi jauh waktu kurang terlihat
berlangsung, dan akhirnya nyaris tak terlihat. Kadang-kadang, suatu abses dalam organ vital
(Seperti otak) cukup kerusakan tisu sekitarnya bahwa ada beberapa kerugian permanen fungsi
normal. Hasil Normal Kebanyakan abses sembuh, setelah drainase sendiri; lain membutuhkan
drainase dan terapi obat antibiotik.

Daftar Pustaka
Turkington, Carol A., Jeffrey S. dan Dover. Skin Deep. Baru York: Facts on File, 1998.

Untuk menangani infeksi dentoalveolar akut, maupun abses fasial, berikut ini
beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan:
 Dilakukan pemeriksaan riwayat kesehatan pasien secara detail
 Drainase pus, disaat pus terdapat pada jaringan. Ini dicapai: (1) melalui
saluran akar (2) dengan insisi intraoral (3) dengan insisi ekstraoral ( 4 ) sepanjang
alveolus pada pencabutan.T anpa evakuasi pus, misalnya dengan pemberian
antibiotic saja, infeksi tidak dapat dihilangkan.
 M elakukan pengeburan pada gigi yang menjadi sumber infeksi selama
inflamasi tahap inisial, untuk mengeluarkan eksudat melalui saluran akar, bersamaan
dengan terapi panas. Pada cara ini, dihindari penyebaran inflamasi dan rasa sakit
pada pasien. Drainase juga bisa dilakukan dengan trepanasi pada tulang bagian bukal
disaat saluran akar tidak dapat dijangkau.
 Antisepsis terhadap daerah yang akan dilakukan insisi dengan larutan
antiseptik.
 Dilakukan anastesi pada daerah yang akan dilakukan insisi dan drainase
abses, dengan teknik blok dan juga anestesi infiltrasi peripheral di sekitar area yang
terinflamasi, untuk menghindari resiko terhadap mikroba yang mungkin menyebar ke
jaringan yang lebih dalam.
 Perencanaan insisi, agar:
 Cedera terhadap pembuluh nadi dan pembuluh darah besar serta nervus bisa
dihindari.
 Drainase yang cukup. Insisi dilakukan superficial, pada titik terendah dari
akumulasi purulen, untuk menghindari rasa sakit pada pasien dan sebagai jalan
keluar pus (sesuai dengan gaya gravitasi)
 Insisi sebaiknya tidak dilakukan pada daerah yang kelihatan, dengan alasan
estetik; jika mungkin, insisi dilakukan secara intraoral.
 Insisi dan drainase abses seharusnya dilakukan pada waktu yang tepat.
Yakni, pada saat pus telah terakumulasi pada jaringan lunak dan berfluktuasi selama
palpasi, yaitu pada saat dilakukan penekanan dengan ibu jari dan jari tengah,
terdapat pergerakan seperti gelombang, oleh cairan didalam abses. Jika insisi
dilakukan secara premature, biasanya terdapat sedikit perdarahan, rasa sakit tidak
hilang dan edema tidak reda.
 Lokalisasi pus yang tepat pada jaringan lunak (jika tidak terdapat fluktuasi)
dan insisi drainase harus dilakukan setelah interpretasi dari beberapa data; misalnya,
pastikan bagian yang paling lunak di pembengkakan selama palpasi, kemerahan
pada kulit atau mukosa dan titik rasa yang paling sakit pada saat dilakukan
penekanan. Area ini diindikasikan sebagai daerah insisi superficial dengan
menggunakan scalpel. Jika tidak terdapat indikasi dari akumulasi pus, bisa dilakukan
kumur-kumur dengan air hangat chamomile untuk meningkatkan perkembangan
abses dan untuk memastikan bahwa abses telah matang.
 Hindari aplikasi kompres panas secara ekstraoral, karena ini dapat
memberikan peningkatan resiko pada pengeluaran pus melalui kulit (drainase
spontan).
 Drainase abses pertama-tama dilakukan dengan hemostat yang digunakan
pada kavitas dengan ujung yang tertutup, kemudian dimasukkan ke dalam kavitas
secara perlahan-lahan dan ujungnya dibuka. Pada saat yang sama, jaringan lunak
pada region tersebut dipijat secara perlahan, untuk memudahkan keluarnya pus.
 Penempatan rubber drain didalam kavitas dan dilengkapi dengan penjahitan
serta sedikit bagian dari ujugn rubber drain pada bagian yang telah di insisi,
bertujuan agar insisi tetap terbuka untuk drainase lanjutan dari akumulasi yang baru
 Pencabutan pada gigi yang menyebabkan infeksi secepat mungkin, untuk
memastikan dengan segera drainase dari material inflamasi dan eliminasi dari
bagian yang terinfeksi. Ekstraksi dihindari jika gigi dapat dipertahankan, atau jika
ada peningkatan resiko terhadap komplikasi yang serius pada kasus dimana
pencabutan gigi sangat susah.
 Pemberian antibiotic, disaat pembengkakan menyebar, dan khususnya jika
pasien merasa demam, dan infeksi menyebar ke daerah fasial, tanpa memperhatikan
apakah terdapat adanya pus atau tidak.T erapi antibiotic biasanya empiris, sebab
pada kenyataannya butuh waktu untuk meperoleh hasil dari kultur sampel.K arena,
mikroorganisme yang sering terdapat pada infeksi odontogenik yaitu streptococci
(aerob dan anaerob), penicillin tetap menjadi antibiotik yang dipilih untuk
perawatan.
Penanganan ab ses dentoalveolar akut
insisi abses intraoral dan penempatan hemostat untuk memfasilitasi drainase pus
Penempatan karet drain pada kavitas dan stabilisasi dengan jahitan pada satu sisi
insisi.
Penanganan ab ses Sub mandib ular
insisi kulit untuk drainase abses submandibular.

Insersi hemostat dan eksplorasi rongga abses untuk drainase pus.


Stabilisasi drain karet
Foto klinis post-operatif
Perawatan infeksi dengan pembedahan

Prinsip utama dari perawatan infeksi odontogenik adalah melakukan pembedahan drainase
dan menghilangkan penyebab dari infeksi. Tujuan utamanya adalah menghilangkan pulpa
nekrotik dan poket periodontal yang dalam. Tujuan yang kedua adalah menghilangkan pus
dan nekrotik debris.

Ketika pasien memiliki infeksi odontogenik yang biasanya terlihat abses vestibular yang
kecil. Dokter gigi memiliki 3 pilihan untuk perawatannya, diantaranya adalah perawatan
endodontik, extraksi, dan insisi drainase (I&D). Jika tidak dilakukan ekstraksi, bagian
tersebut harus dibukan dan pulpa harus dihilangkan, sehinga menghilangkan penyebab dari
infeksi dan menghasilkan drainase yang terbatas. Jika gigi tidak bisa diselamatkan, harus
dilakukan ekstraksi secepatnya.

Ekstraksi memberikan baik menghilangkan penyebab dari infeksi dan drainase dari
akumulasi pus dna debris. Pada prosedur I&D, insisi dari cavitas abses memberikan drainase
untuk akumulasi pus dan bakteri dari jaringan dibawahnya. Drainase dari pus dapat
mengurangi tekanan terhadap jaringan, berarti menambah supply darah dan meningkatkan
antibodi dari host. Prosedur I&D termasuk insersi dari saluran untuk mencegah penutupan
dari insisi mucosa, yang akan mengakibatkan deformasi dari abses cavitas.Jika perawatan
endodontik dengan membuka gigi tidak bisa memberikan drainase yang adekuat, maka lebih
baik memilih perawatan I&D.

Sebelum melakukan prosedur I&D, perlu diperimbangkan untuk melakuakan tes culture dan
sensitivitas (C&S) pada spesimen pus. Ketika area lokasi telah di anestesi, jarum ukuran
besar, biasa ukuran 18, digunakan untuk pengumpulan specimen. Syringe kecil, biasanya 2
ml, sudah cukup. Permukaan dari mukosa didisinfeksi dengan larutan seperti betadine lalu
dikeringkan dengan sterile gauze. Kemudian jarum di masukan ke dalam abses kavitas, dan 1
atau 2 ml dari pus diaspirasikan. Syringe dipegang secara vertical, dan beberapa gelembung
udara yang terkandung dalam syringe disemprotkan.

Ujung dari jarum lalu ditutupi oleh rubber stopper dan diambil secara langsung untuk
laboratorium mikrobiologi. Metode ini digunakan untuk mendapatkan jenis bakterinya,
seperti yang dibicarakan sebelumnya bahwa bakteri anaerob hampir selalu hadir dalam
infeksi odontogenik.

Sesudah culture specimen didapatkan, insisi dibuat dengan blade no 11 melewati mucosa dan
submucosa ke dalam kavitas abses. Insisi sebaiknya pendek tidak lebih dari 1 cm. Sesudah
insersi selesai, curved hemostat yang pendek di masukan melewati insisi ke dalam abes
kavitas. Hemostat kemudian membuka ke berbagai arah untuk memisahkan beberapa lokulasi
kecil atau kavitas dari pus yang tidak terbuka oleh insisi awal. Pus dianjurkan agar mengalir
keluar selama proses dengan menggunakan suction, pus sebaiknya tidak dianjurkan mengalir
dalam mulut pasien.

Sesudah semua area dari abses cavitas dibuka, dan semua pus dibuang, saluran kecil
dimasukan untuk mempertahankan pembukaan. Umumnya saluran yang digunakan untuk
intraoral abses adalah saluran ¼ inch steril Penrose. Yang biasanya digunakan sebagai
pengganti adalah strip kecil sterilisasi dari rubber dam. Saluran tersebut dimasukan dengan
menggunakan hemostat. Saluran kemudian di jahitan ke dalam tempat dengan jahitan yang
nonresobrsi. Jahitan sebaiknya ditempatkan di daerah yang terlihat untuk mencegah
hilangnya saluran yang telah ada.

Saluran sebaiknya tetap dalam tempat sampai pembuangan dari abses cavitas berhenti,
biasanya 2-5 hari. Tahap awal infeksi yang terlihat awal-awal sebagai cellulitis dengan
pembengkakan yang soft, doughty, dan menyebar, sebenarnya bukan respon khas terhadap
prosedur I&D. Surgical management infeksi dari tipe ini terbatas untuk pembersihan nekrosis
dari pulpa atau pembersihan dari gigi yang terlibat.

Sangatlah kritikal untuk berpikir bahwa metode utama untuk penyembuhan infeksi
odontogenik adalah dengan melakukan surgery untuk membersihkan sumber dari infeksi dan
membuang pus dimana saja pus itu berada.

Jika surgeon bertanya apakah pus tersebut ada, test aspirasi sebaiknya dilakukan dengan
jarum ukuran 18.Tahapan yang perlu dipikirkan oleh surgeon adalah, pertama surgeon
sebaiknya memutuskan jika pasien memiliki abcess, apakah gigi sebaiknya di ekstrasi dan
abcess dibuang, atau pemisahan dengan I&D. Lalu pasien sebaiknya diberi antibiotic, jika
pasien tidak memiliki abcess tetapi memiliki cellulitis yang ringan, gigi sebaiknya diekstrasi
dan pasien diberikan antibiotic. Jika cellulitis berat, extraksi dan I&D sebaiknya dilakukan,
antibiotic juga diberikan.