Anda di halaman 1dari 9

PENGELASAN ( WELDING)

Sambungan las adalah sambungan permanen yang didapat dgn menggabungkan kedua sisi dari pelat
yang akan disambung dengan atau tanpa tekanan dan logam pengisi. Panas yang diperlukan untuk
menyambung material didapat dari pembakaran gas ( dalam kasus gas welding) atau dari busur listrik
(dalam kasus electric arc welding). Pengelasan banyak digunakan dalam pabrikasi sebagai metode
alternative penganti casting, atau forging dan sebagai pengganti dari sambungan baut dan keling. Juga
digunakan untuk memperbaiki bagian2 yang rusak atau membuat kembali bagian yang rusak seprti roda
gigi atau memperbbaiki permukaan yang robek seperti bantalan.

Keunggulan sambungan las bila dibandingkan dengan sambungan keling

1. Struktur las lebih ringan dibandingkan dengan struktur yang didapat dari sambungan keling.
2. Effisiensi dari sambunganl las sangat tinggi.
3. Penambahan dan pengurangan bagian2 dari struktur sangat mudah dilakukan.
4. Penampilan dari struktur yang dihasilkan lebih halus
5. Pada sambungan las, jumlah tarikan tidak memperlemah sambungan.
6. Kekuatan sambungan las lebih besar. Kadangkala kekuatan sambungan sama dengan kekuatan
logam induk
7. Kadang bentuk seperti pipa sangat susah untuk di keling tai dgn pengelasan hal ini sangat
mudah dilakukan.
8. Pengelasan menghasilkan sambungan yang kaku
9. Memungkinkan mengelas beberapa bagian struktur pada beberapa titik. Tetapi pada keling
memerlukan sedikit ruang kosong.
10. Proses pengelasan lebih singkat dari pada kelingan.

Kelemahannya

1. Karena ada pemanasan dan pendinginan selama penyambungan mengakibatkan timbul


tegangan sisa.
2. Memerlukan keahlian yang tinggi.
3. Inspeksi dari pengerjaan las lebih sult daripada keling.

Proses pengelasan

Proses pengelasan diklasifikasikan dalam dua group:

1. Proses pengelasan yang menggunakan panas saja; fusion welding


2. Proses pengelasan yang mengkombinasikan panas dan tekanan; forge welding

Fusion welding

Bagian yang akan disambung dipertahankan pada posisi tertentu kemudian logam cair diberikan pada
sambungan. Logam cair berasal dr logam induk ataupun dari logam pengisi yang umumnya mempunyai
komposisi yang sama dengan logam induk. Permukaan sambungan menjadi plastic atau mungkin cair
disebabkan oleh panas dari logam cair pengisi atau sumber yang lain. Apabila lagam cair itu membeku
sambungan terbentuk. Sesuai dengan panas yang dibangkitkan Fusion welding diklasifikasikan menjadi

1. Thermit welding
2. Gas welding
3. Electric arc welding

Thermit welding

Campuran dari besi oksida dan aluminium yang dinamakan termit dinyalakan dan besi oksida
direduksi menjadi besi cair, kemudian logam cair dituangkan ke bagian yang akan disambung.
Umumnya digunakan untuk menyambung besi dan baja yang ukurannya terlalu besar untuk
dipabrikasi. Contohnya rails roads, frames dan rudder frames.

Gas Welding

Dengan menggunakan nyala dari oxy-acetylen atau hydrogen dari ujung las. Karena laju
pemanasan dari gas welding rendah/ lambat maka digunakan pada material yang tipis.

Pengelasan busur Listrik

Logam pengisi diberikan oleh logam las

Ada dua type dari pengelasan busur listrik

1. Unshield arc welding - elektroda besar

Deposit logam las akan menyerap oxygen dan nitrogen dari atmosfer

2. Shield arc welding


Sebaliknya karena adanya logam yang menghalangi penyerapam oksigen dan nitrogen.

Forge welding
Bbagian yang akan disambung pertama tama dipanaskan hingga temperature tertentu pada dapur/
tempa kemudian dipukul.

Contohnya Electric arc welding

Type Sambungan Las

1. Lap Joint/ Filler Joint


2. Butt Joint

Lap joint

Didapat dengan menumpuk pelat kemudian mengelas sisi dari pelat

Butt Joint

Dengan meletakkan sisi pelat berdampingan kemudian dilas

Macam macam type Butt Joint

1. Square Butt Joint


2. Single V butt joint
3. Single U butt Joint
4. Double V butt Joint
5. Double U butt Joint

Type yang lain dari pengelasan


Pertimbangan utama dalam pemilihan type dari pengelasan adalah

1. Bentuk dari struktur yng akan dilas


2. Ketebalan dari pelat yang akan dilas
3. Arah dari gaya yang akan dikenakan pada struktur.

Symbol pengelasan dasar

Symbol pengelasan dasar sesuai dengan IS: 813-1961 ditunjukkan dalam table berikut ini:
Symbol Pengelasan pelengkap

Beberap symbol pengelaan pelengkap ditunjukkan dalam table berikut….

Elemen elemen dari symbol pengelasan

1. Garis referensi
2. Tanda panah
3. Symbol pengelasan dasar
4. Ukuran dan data yang lain
5. Symbol pelengkap
6. Symbol akhir
7. Ekor
8. Spesipikasi, proses dan reperensi yang lain
Kekuatan sambungan las Transverse fillet

Sambungan las Transverse Fillet di design untuk menerima beban tarik.

Untuk menentukan kekuatan sambungan fillet joint, diasumsikan bagian fillet adalah segitiga ABC
dengan hypotenuse AC yang membuat sudut sama pada sisi yang lain AB dan BC. Bentuk yang
diperbesar seperti pada gambar. Panjang masing masing sisi dikenal dengan leg atau ukuran dari las
lasan dan jarak tegak lurus hypotenuse dari titik potong dari l eq BD dikenal dengan ketebalan leher
(throat thickness) Luasan minimum dari las lasan didapat pada bagian throat BD yang sama
denganperkalian dari tebal throat dan panjang las lasan.

Apabila t = Ketebalan leher (Throat thickness) (BD),


s = Leg atau ukuran las lasan,= ketebalan dari pelat, dan
l = panjang las lasan
Kita dapatkan ketebalan leher (t),
t = s × sin 45° = 0.707 s
Luasan minimum dari las lasan atau luasan throat
A = tebal throat ×panjang las lasan
= t × l = 0.707 s × l

Jika t adalah tegangan tarik yang diijinkan untuk logam las, karena itu kekuatan tarik dari
sambungan untuk pengelasan dengan fille tunggal adalah
P = luas leher (throat area × tegangan tarik yang diijinkan = 0.707 s × l × t
Dan kekuatan tarik sambungan untuk pengelasan dengan fillet ganda,
P = 2 × 0.707 s × l × t = 1.414 s × l × t