P. 1
Sistem Moneter Internasional

Sistem Moneter Internasional

|Views: 33|Likes:
Dipublikasikan oleh Inho Mare

More info:

Published by: Inho Mare on May 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2011

pdf

text

original

Sistem Moneter Internasional

March 16, 2009 By Yasinta

Sistem moneter internasional mengacu pada institusi-institusi dimana pembayaran atas transaksi lintas negara dilaksanakan. Sistem ini menentukan bagaiman kurs tukar asing ditentukan dan bagaimana pemerintah dapat mempengaruhi kurs tukar. Sistem moneter internasional yang berfungsi dengan baik akan memfasilitasi perdagangan internasional dan investasi, serta mempermudah adaptasi terhadap perubahan. Elemen inti dari sistem moneter internasional adalah menentukan pengaturan sistem kurs tukar. Dalam tahun-tahun belakangan, negara-negara menggunakan satu dari tiga sistem kurs tukar berikut (Samuelson dan Nordhaus, 2005:609-615) : 1. Sistem kurs tetap. Pada sistem kurs tetap, pemerintah menentukan berapa kurs tukar atas mata uangnya terhadap mata uang lain. Kurs yang telah ditentukan tersebut akan dipertahankan melalui intervensi dan kebijakan moneter. Dengan sistem ini, kurs tukar tidak berubah ketika harga ataupun pendapatan antar negara berubah. Oleh karena itu, harga dan pendapatan domestiklah yang harus menyesuaikan untuk mengembalikan ke kondisi ekuilibrium. 1. Sistem kurs fleksibel atau mengambang. Pada sistem kurs fleksibel, kurs tukar murni ditentukan oleh permintaan dan penawaran barang, jasa, dan investasi swasta tanpa adanya intervensi dari pemerintah. Pemerintah sama sekali tidak dapat mempengaruhi kurs tukar. 1. Sistem kurs terkendali. Pada sistem kurs terkendali, kurs tukar ditentukan oleh pasar, namun pemerintah dapat membeli dan menjual mata uang atau menukar persediaan uang mereka untuk mempengaruhi kurs tukar secara langsung. Pemerintah juga dapat mempengaruhi kurs tukar secara tidak langsung, misalnya melalui kebijakan moneter dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga. Sistem ini telah menjadi kurang popular karena banyak negara lebih menuju pada sistem kurs tetap ataupun sistem kurs fleksibel. Referensi :

Samuelson, P.A., Nordhaus, Edition, Eighteenth Edition.

W.A., ³Economics,´ McGraw-Hill

International

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->