Anda di halaman 1dari 11

Elektropneumatik – Bab 1 1

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko


Elektropneumatik – Bab 1 2

Bab 1 - Pendahuluan Elektropneumatik

1.1 Aplikasi pneumatik


Pneumatik berurusan dengan penggunaan udara yang terkompresi. Paling
umum ditemukan, udara terkompresi ini digunakan untuk melakukan pekerjaan
mekanis - yakni untuk menghasilkan gerak mekanik dan untuk membangkitkan
gaya. Gaya gerak pneumatik bertugas untuk mengkonversikan energi yang
tersimpan dalam udara terkompresi itu menjadi suatu gerakan/mekanik.
Silinder-silinder paling umum digunakan untuk penggerak pneumatik. Silinder-
silinder tersebut mempunyai ciri dengan konstruksi yang kuat, suatu kisaran
jenis/tipe yang luas, instalasi yang sederhana, dan harga/kinerja yang
menguntungkan. Sebagai akibat dari manfaat ini, maka pneumatik digunakan
dalam suatu kisaran aplikasi yang luas.

Beberapa dari banyak aplikasi pneumatik adalah :


● Penanganan benda kerja (seperti penjepit, penentu posisi, pemisah,
penumpuk, pemutar)
● Pengemasan
● Pengarsipan
● Pembukaan dan penutup pintu (seperti bis-bis dan kereta api)
● Pembentukan logam (emboss, dan pres)
● Pengecapan

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko


Elektropneumatik – Bab 1 3

Dalam stasiun pemrosesan pada Gambar 1.2, maka tabel indeks putar, isian,
penjepit, dan Contoh aplikasi liranti pembuka serta penggerak berbagai alat
adalah pneumatik.

Gambar 1.2 Stasiun pemroses

1.2 Syarat-syarat teknik kontrol dasar


Gaya gerak pneumatik hanya dapat melakukan pekerjaan secara bermanfaat
apabila gerakan mekanik mereka cermat dan dilaksanakan pada waktu yang
tepat, dan pada urutan yang benar. Mengkoordinasikan rangkaian gerakan
adalah tugas dari kontroler.
Teknik kontrol berurusan dengan suatu perancangan dan struktur kontroler.
Bagian berikut ini meliputi syarat-syarat dasar yang digunakan dalam teknik
kontrol.

Kontrol (DIN 9226, Bagian 1)


Pengontrolan - suatu kontrol loop* terbuka - adalah bahwa proses
keberlangsungan dalam suatu sistem, dimana satu atau lebih variabel dalam
bentuk variabel input mempengaruhi variabel lainnya dalam bentuk variabel
output berdasarkan atas hukum yang memberikan ciri sistem tersebut. Ciri-ciri
yang membedakan dari pengawasan loop terbuka adalah rangkaian terbuka
tindakan melalui elemen-elemen transfer individual atau rangkaian kontrol
tersebut.

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko


Elektropneumatik – Bab 1 4

Istilah kontrol loop terbuka digunakan sangat luas, tidak hanya untuk proses
pengawasan, namun juga untuk instalasi secara keseluruhan.

Contoh aplikasi
Suatu piranti akan menutup bejana logam dengan suatu tutup kelopak. Proses
penutupan ini dipicu oleh operasi tombol tekan di badan kerja. Ketika tombol
tekan ini dilepaskan, maka piston/torak akan mundur ke posisi ujung
belakang/mundur tersebut.
Dalam kontrol ini, posisi tombol tekan (yang didorong maupun tidak didorong
adalah merupakan variabel input). Posisi silinder penekan ini merupakan variabel
output loop terbuka, karena variabel output (posisi silinder) tidak berpengaruh
terhadap variabel input (posisi dari tombol tekan tersebut.

Gambar 1.3 Piranti rakitan untuk pemasangan tutup/lid pada tabung.


Kontrol harus mengevaluasi dan memproses informasi (umpamanya, tombol
tekan yang ditekan atau tidak ditekan). Informasi tersebut diwakili dengan sinyal.
Suatu sinyal merupakan suatu variabel fisik, umpamanya.
● Tekanan pada titik khusus dalam suatu sistem pneumatik
● Voltase pada suatu titik khusus pada suatu sirkit listrik.

Suatu sinyal adalah suatu representasi informasi. Representasi tersebut adalah

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko


Elektropneumatik – Bab 1 5

dengan sarana nilai atau pola nilai variabel fisik.

Sinyal analog
Suatu sinyal analog merupakan sinyal dimana informasi adalah suatu titik yang
ditunjuk dengan suatu titik sampai kisaran nilai yang berkelajutan dari parameter
sinyal (DIN 19226, Bagian 5).
Contoh aplikasi :
Dalam hal suatu pengukur tekanan, masing-masing nilai tekanan
(parameter informasi) akan nenunjukkan suatu nilai displai khusus

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko


Elektropneumatik – Bab 1 6

(=informasi). Apabila sinyal meningkat atau menurun, naka informasi


akan berubah secara berkelanjutan.

Sinyal digital
Suatu sinyal digital merupakan sinyal dengan suatu nomor kisaran nilai yang finit
dari parameter informasi. Masing-masing kisaran nilai menunjukkan suatu item
spesifik dari informasi (DIN 19226, Bagian 5).
Contoh aplikasi :
Suatu sistem pengukur tekanan dengan displai digital menunjukkan
tekanan dalam penambahan 1 bar.* Terdapat suatu nilai yang
memungkinkan (0 sampai 7 bar) untuk kisaran :ekanan 7 bar. Yakni,
terdapat 8 kisaran nilai yang memungkinkan untuk parameter informasi
:ersebut. Apabila sinyal meningkat atau gagal, maka informasi itu berubah
menjadi kenaikan.

Sinyal binari
Suatu sinyal binari merupakan sinyal digital dengan hanya dua kisaran nilai untuk
parameter informasi tersebut. Terdapat penunjukan 0 dan 1 yang normal (DIN
19226, Bagian 5).
Contoh aplikasi :
Suatu lampu kontrol menunjukkan, apakah suatu sistem pneumatik telah
diberikan secara benar dengan udara terkompresi. Apabila tekanan suplai
(=sinyal) di bawah 5 bar, maka lampu kontrol adalah mati (status 0).
Apabila tekanan di atas 5 bar, maka lampu kontrol adalah menyala
(status 1).

Klasifikasi kontroler menurut jenis representasi informasi

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko


Elektropneumatik – Bab 1 7

Kontroler dapat dibagi dalam berbagai kategori sesuai dengan tipe representasi
informasi, menjadi kontroler analog, digital dan binari (DIN 19226, Bagian 5).

Kontroler logis
Suatu kontroler logis menghasilkan sinyal output melalui asosiasi logis dari
sinyal-sinyal input.
Contoh aplikasi
Alat rakitan pada Gambar 1.3 diperluas sedemikian rupa, sehingga dapat
dioperasikan dari dua posisi. Kedua sinyal output dihubungkan. Batang
piston maju apabila tombol tekan 1 atau 2 ditekan atau keduanya ditekan.

Kontroler rangkaian
Suatu kontroler rangkaian ditandai oleh operasi langkah demi langkahnya.
Langkah berikutnya rangkaian dapat hanya dilaksanakan ketika beberapa kriteria
telah dipenuhi.
Contoh aplikasi
Stasiun pengeboran. Langkah pertama adalah penjepitan bendakerja.
Segera setelah batang piston dari silinder penjepit mencapai posisi ujung
depan, maka langkah ini telah selesai. Langkah kedua adalah untuk
memajukan pemboran. Ketika gerakan ini telah selesai, batang
piston/torak dari silinder pengisian drill pada posisi ujung depan, maka
langkah ketiga dilaksanakan, dst.

Suatu kontroler dapat dibagi kedalam fungsi-fungsi input sinyal, pemrosesan


sinyal, output Alir sinyal dalam
sinyal dan pelaksanaan perintah/instruksi. Pengaruh bersama dari ketiga fungsi
ini ditunjukkansuatu sistem oleh diagram alir sinyal kontrol
• Sinyal dari input sinyal secara logis akan terasosiasi (pemrosesan sinyal).
Sinyal-sinyal untuk input sinyal dan proses sinyal merupakan sinyal-sinyal
dengan bertenaga listrik rendah/daya rendah. Kedua fungsi merupakan
bagian dari bagian kontrol sinyal.
• Pada tahap output sinyal, sinyal-sinyal telah diperkuat dari tenaga/daya
rendah menjadi tenaga/daya tinggi. Output sinyal membentuk hubungan

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko


Elektropneumatik – Bab 1 8

di antara bagian kontrol sinyal dan bagian tenaga/daya.


• Pelaksanaan perintah/instruksi berlangsung pada tingkat tenaga/daya
tinggi -yakni untuk mencapai suatu kecepatan tinggi (seperti untuk ejeksi
cepat dari suatu bendakerja dari suatu mesin) atau untuk mengenakan
suatu gaya tinggi (seperti untuk suatu pres). Pelaksanaan
perintah/instruksi termasuk dalam bagian tenaga/daya dari suatu sistem
kontrol.

Komponen-komponen dalam diagram sirkit dari suatu kontroler pneumatik yang


murni diatur ;edemikian rupa, sehingga alir sinyal jelas. Dari bawah ke atas:
elemen-elemen input (seperti <atup yang dioperasikan secara manual), elemen-
elemen asosiasi logis (seperti dua katup :ekan), elemen-elemen output sinyal
(katup tenaga/daya, seperti katup 5/2 jalan) dan pada akhirnya, pelaksanaan
perintah (seperti silinder).

1.3 Sistem kontrol pneumatik dan elektropneumatik


Baik kontroler pneumatik dan elektropneumatik mempunyai suatu bagian
tenaga/daya pneumatik (Lihat Gambar 1.7 dan 1.8). Bagian kontrol sinyal
berbeda-beda sesuai dengan jenisnya.
• Dalam suatu kontrol pneumatik, komponen-komponen pneumatik
digunakan, yakni berbagai jenis katup, sequencers* (perangkai), dan
penghambat udara, dst.
• Dalam suatu kontrol elektropneumatik, bagian kontrol sinyal terbuat dari
komponen-komponen elektrik, umpamanya, dengan tombol input elektrik
saklar proksimitas, relai, atau kontroler logis yang dapat diprogram.

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko


Elektropneumatik – Bab 1 9

Katup kontrol arah dari interface* di antara bagian kontrol sinyal dan bagian
tenaga/daya pneumatik pada dua jenis kontroler.

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko


Elektropneumatik – Bab 1 10

Sebaliknya, dengan sistem kontrol pneumatik murni, kontroler elektropneumatik


tidak ditemukan dalam diagram sirkit keseluruhan yang tunggal, namun dalam
dua diagram sirkit terpisah - satu untuk bagian elektrik, dan satu untuk bagian
pneumatik. Untuk itu, aliran sinyal tidak segera tampak jelas dari pengaturan
komponen-komponen dalam keseluruhan diagram sirkit.

Struktur dan modus operandi dari suatu kontroler elektro pneumatik.


Gambar 1.9 menunjukkan struktur dan modus operandi dari suatu kontroler
elektropneumatik
• Bagian kontrol sinyal elektrik menghidupkan katup kontrol arah yang
diaktuasikan secara elektris.
• Katup kontrol arah menyebabkan batang piston/torak untuk maju dan
mundur.
• Posisi dari batang piston/torak dilaporkan kepada bagian kontrol sinyal
elektrik oleh saklar proksimitas/jarak.

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko


Elektropneumatik – Bab 1 11

1.4 Keuntungan dari kontroler elektropneumatik


Kontroler elektropneumatik mempunyai keuntungan berikut ini dibandingkan
dengan sistem kontrol pneumatik:
● Keandalan yang tinggi (lebih sedikit bagian bergerak yang dapat terkena
keausan oleh pemakaian)
● Perencanaan dan upaya uji serah terima lebih rendah, terutama untuk
kontrol yang rumit.
● Upaya instalasi lebih rendah, terutama ketika komponen-komponen
modern, seperti terminal-terminal katup digunakan.
● Perubahan informasi yang lebih mudah di antara beberapa kontroler.
Kontroler-kontroler elektropneumatik telah memposisikan diri dalam praktek
industrial modern dan aplikasi sistem kontrol pneumatik murni terbatas pada
beberapa aplikasi khusus.

Pneumatik Hidrolik – modul 9 Ariosuko

Anda mungkin juga menyukai