Anda di halaman 1dari 6

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED

HEAD TOGETHER) DENGAN PENDEKATAN SAVI DALAM


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TIK SISWA
Reni Restu Fujianti Dr. Wawan Setiawan, M.Kom Dr. Munir, MIT
Pendidikan Ilmu Komputer Pendidikan Ilmu Komputer Pendidikan Ilmu Komputer
FPMIPA UPI FPMIPA UPI FPMIPA UPI
renirestu24@gmail.com wawans@upi.edu munir@upi.edu

ABSTRAK kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didiknya sehingga


dapat meningkatkan hasil belajarnya.
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan
desain Pra-tes Pasca-tes Dengan Kelompok Pengendali Dalam menerapkan suatu model pembelajaran pada kegiatan
Tidak Diacak. Tujuannya adalah 1) Untuk mengetahui belajar mengajar harus disertai dengan adanya interaksi
perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang siswa. Terutama mata pelajaran TIK, yang dalam
pembelajarannya menggunakan M odel NHT (Numbered pembelajarannya terdapat banyak praktek di laboratorium
Head Together) berpendekatan SAVI dengan siswa yang komputer sebagai aplikasi dari teori-teori yang dipelajari.
mendapat pembelajaran TIK secara konvensional, dan 2)
Untuk memperoleh informasi sikap siswa terhadap M odel NHT merupakan suatu model pembelajaran yang
pembelajaran TIK menggunakan M odel NHT (Numbered mengutamakan aktivitas dan partisipasi siswa dalam
Head Together) dengan pendekatan SA VI. Subyek penelitian pembelajaran. Pada model pembelajaran ini, siswa
ini adalah seluruh siswa SM P Negeri 4 Tarogong Kidul dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Setiap anggota
Garut kelas VIII dengan sampel kelas eksperimen adalah kelompok diberi kartu bernomor. Alasan diterapkannya
kelas VIII-D dan sampel kelas kontrol adalah kelas VIII-F. model pembelajaran ini yaitu untuk memotivasi siswa dalam
Instrumen yang digunakan adalah soal pilihan ganda, angket belajar karena tiap anggota siswa mempunyai kewajiban
siswa dan lembar observasi. Berdasarkan analisis pada untuk memahami materi. Pada akhir pembelajaran guru akan
seluruh pertemuan dapat disimpulkan bahwa peningkatan memilih salah satu nomor untuk menjelaskan kembali materi
hasil belajar siswa yang memperoleh model pembelajaran yang telah disampaikan serta hasil kerjasama mereka.
NHT dengan pendekatan SAVI lebih tinggi daripada siswa
yang memperoleh pembelajaran konvensional. Hipotesis Agar model pembelajaran NHT lebih menyenangkan dan
yang diterima adalah terdapat perbedaan peningkatan hasil adanya aktivitas siswa, maka penulis mencoba menerapkan
belajar siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hal ini suatu pendekatan SAVI dalam model ini. Pendekatan
menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami pembelajaran ini mempermudah siswa untuk memahami
peningkatan yang signifikan. Berdasarkan hasil analisis data materi yang disampaikan guru dengan memelihara suasana
pun sebagian besar siswa menunjukkan sikap yang positif pembelajaran menyenangkan. Pendekatan SAVI
terhadap pembelajaran TIK dengan menggunakan model menekankan pembelajaran dengan menggabungkan
NHT dengan pendekatan SAVI yang telah dilakukan. penggunaan fisik dan aktivitas intelektualnya dalam
pemecahan masalah serta indera lainnya.
Kata Kunci
model pembelajaran NHT, pendekatan SAVI, hasil belajar, 1.2 PERUMUSAN MASALAH
pembelajaran TIK Berdasarkan uraian dalam latar belakang, maka rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah penerapan
1. PENDAHULUAN model NHT (Numbered Head Together) dengan pendekatan
Semakin pesatnya teknologi dan ilmu pengetahuan, SAVI dalam pembelajaran TIK dapat meningkatkan hasil
memberikan dampak tersendiri terhadap berbagai bidang belajar siswa SM P?”
kehidupan salah satu diantaranya yaitu bidang pendidikan.
Dalam menghadapi pesatnya teknologi dan ilmu Untuk lebih memfokuskan pada masalah pokok yang diteliti,
pengetahuan, maka sudah seharusnya disertai dengan rumusan masalah ini secara terinci diuraikan dalam
meningkatnya sumber daya manusia. Untuk meningkatkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
sumber daya manusia (SDM ) yang berkualitas diperlukan 1. Apakah terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar
peningkatan mutu pendidikan. Keberhasilan pendidikan siswa yang pembelajarannya menggunakan M odel NHT
sangat tergantung dari kemampuan guru dalam menyediakan (Numbered Head Together) berpendekatan SAVI
fasilitas yang akan menunjang peserta didik dalam kegiatan dengan siswa yang mendapat pembelajaran TIK secara
belajar dan mengajar. Untuk itu, guru harus mengetahui konvensional?

1
2. Bagaimanakah sikap siswa terhadap pembelajaran TIK 3) Visual
menggunakan M odel NHT (Numbered Head Together) Visual disini adalah belajar dengan mengamati dan
dengan pendekatan SAVI? menggambarkan. Pembelajar visual belajar paling baik jika
mereka dapat melihat contoh dari dunia nyata, peta gagasan
2. LANDASAN TEORI dan gambaran dari segala hal yang berhubungan dengan
materi yang sedang dipelajari ketika kegiatan belajar
2.1 Model Pembelajaran NHT (Numbered berlangsung.
Head Together)
M odel pembelajaran NHT (Numbered Head Together) 4) Intektual
adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang Intelektual adalah pencipta makna dalam pikiran,
dikembangkan oleh Spencer Kagan [1]. menyatukan pengalaman dan belajar.

Terdapat beberapa langkah dalam menerapkan model


pembelajaran NHT, yaitu: 2.3 Penerapan Model Pe mbelajaran NHT
1. Persiapan
Dalam tahap ini guru mengkondisikan keadaan kelas dan dengan pendekatan SAVI
memberitahukan langkah-langkah pembelajaran. Tahapan penerapan model pembelajaran dengan pendekatan
2. Pembentukan kelompok SAVI dalam pembelajaran TIK yaitu sebagai berikut:
Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan 1. Guru memberitahukan pokok bahasan yang akan
model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru membagi disampaikan pada siswa. Dalam hal ini materi yang
para siswa menjadi beberapa kelompok yang akan disampaikan pada siswa yaitu materi Rumus dan
beranggotakan 3-5 orang siswa. Guru memberi nomor Fungsi dalam M icrosoft Excel.(auditory)
kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama 2. Guru menjelaskan tentang model pembelajaran NHT
kelompok yang berbeda. dengan pendekatan SAVI yang akan diterapkan pada
3. Diskusi masalah pembelajaran tersebut.(auditory)
Dalam kerja kelompok, guru membagikan soal kepada 3. Guru mengelompokkan siswa, dimana satu kelompok
setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam terdapat 4 orang, masing-masing anggota kelompok
kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk diberi nomor.(somatic)
menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang 4. Guru memberikan media pembelajaran pada masing-
mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada masing kelompok, guru memberikan materi secara
dalam soal pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. singkat dan siswa mengikutinya.(visualisasi,auditory
4. M emanggil nomor anggota atau pemberian jawaban dan somatic)
Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para 5. Setelah selesai menjelaskan materi, Guru memberikan
siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama soal pemecahan masalah dan masing-masing kelompok
mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada mengerjakannya.(intellectual)
siswa di kelas. 6. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan
5. M emberi kesimpulan memastikan anggota kelompok dapat
Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari mengerjakannya..(auditory)
semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang 7. Guru memanggil salah satu nomor untuk menjelaskan
disajikan. kembali materi yang telah disampaikan serta hasil
kerjasama mereka.(somatic dan auditory)
2.2 Pendekatan SAVI 8. Guru menyuruh siswa lain untuk menanggapinya,
kemudian guru menunjuk siswa lain dengan nomor
SAVI singkatan dari Somatic, Auditori, Visual dan Intektual.
yang sama.(auditory)
Teori yang mendukung pendekatan SAVI adalah Accelerated
Learning
2.4 Pembelajaran Konvensional
M enurut M eier [3] pembelajaran dengan pendekatan SAVI Pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran yang
adalah pembelajaran yang menggabungkan gerakan fisik biasa dilakukan oleh guru. Pada umumnya yang diterapkan
dengan Aktifitas Intelektual dan penggunaan semua indera yaitu metode ekspositori. M etode ekspositori adalah cara
yang dapat berpengaruh besar pada pembelajaran. penyampaian materi pelajaran dari seorang guru kepada
siswa di dalam kelas dengan cara berbicara di awal pelajaran,
1) S omatis menerangkan materi dan contoh soal disertai tanya jawab.
Somatis berasal dari bahasa yunani yaitu tubuh – soma. Jika
dikaitkan dengan belajar maka dapat diartikan belajar dengan 2.5 Media
bergerak dan berbuat. M edia berasal dari bahasa latin yang berarti perantara atau
pengantar. M edia adalah bentuk-bentuk komunikasi baik
tercetak maupun audiovisual serta peralatannya.
2) Auditori
Auditori adalah belajar dengan berbicara dan mendengar.
Penggunaan media pembelajaran akan membantu proses
Dalam pembelajaran siswa hendaknya mengajak siswa
pembelajaran serta penyampaian pesan dan isi pelajaran
membicarakan apa yang sedang mereka pelajari,
menerjemahkan pengalaman siswa dengan suara. sehingga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman

2
karena menyajikan informasi secara menarik dan terpercaya. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan antara
Selain itu media pembelajaran juga dapat memudahkan lain :
penafsiran data dan memadatkan informasi. Hal ini a. Pelaksanaan pretes
memungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran yang pada b. Pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan model
akhirnya dapat meningkatkan proses dan hasil belajar. pembelajaran NHT dengan menggunakan
pendekatan SAVI dan model konvensional.
Dilihat dari beberapa manfaat diatas, jelas sekali bahwa c. Pelaksanaan postes.
media pembelajaran begitu penting dan sangat berpengaruh 3. Tahap Akhir
dalam pembelajaran. Penggunaan media dalam penelitian ini, a. M engolah data hasil penelitian
dilengkapi dengan video serta audio yang berfungsi untuk b. M enganalisis dan membahas hasil penemuan
memudahkan siswa untuk memahami materinya. penelitian
c. M enarik kesimpulan
2.6 Hasil Belajar
Hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia 3.3 Populasi dan Sampel
berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Aspek perubahan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SM P
itu mengacu kepada taksonomi tujuan pengajaran yang kelas VIII di SM P N 4 Tarogong Kidul Garut. Adapun
dikembangkan oleh Benjamin S. Bloom [5] yang mencakup sampel dalam penelitian ini yaitu VIII D dan VIII F masing-
“aspek kognitif, afektif dan psikomotorik” masing sebanyak 36 siswa. Teknik yang dilakukan dalam
pengambilan sampel penelitian ini yaitu Sampling Purposive
Dalam penelitian ini, penulis hanya menggunakan ranah
kognitif saja Penentuan sampel dilakukan dengan pertimbangan tertentu
sesuai dengan tujuan penelitian.

3. METODOLOGI PENELITIAN 3.4 Instrumen Penelitian


3.1 Metode dan Desain Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
Penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah a. Tes berbentuk pilihan ganda terdiri dari 20 soal
peningkatan hasil belajar siswa yang pembelajarannya b. Lembar observasi untuk melihat aktifitas guru
menggunakan M odel NHT (Numbered Head Together) c. Angket siswa
dengan pendekatan SA VI lebih tinggi daripada siswa yang
mendapat pembelajaran TIK secara konvensional. Desain
penelitian yang digunakan dalam metode ini yaitu Pra-Tes 3.5 Teknik Analisis Data
Pasca-Tes Dengan Kelompok Pengendali Tidak Diacak. Adapun langkah-langkah pengolahan datanya, yaitu sebagai
Dalam desain ini, terdapat dua kelompok yaitu kelompok berikut :
kontrol dan kelompok eksperimen. Adapun gambar dari 1. Pemberian skor
desain penelitian ini, yaitu sebagai berikut : Data yang diperoleh dari hasil tes (pretes dan postes)
Tabel 3.1 diberi skor dengan menggunakan kriteria berikut:
Pra-tes-Pasca-tes Dengan Kelompok Pengendali a. Bagi item yang benar diberi skor satu (1)
Tidak Diacak [2] b. Bagi item yang salah diberi nilai nol
Kelompok Pra-Tes Variabel Pasca-Tes
2. Pengolahan data skor hasil pretes dan postes
Bebas
a) M enghitung rata-rata hitung
E Y1 X Y2
Penghitungan rata-rata kelompok sampel dengan
P Y1 - Y2 menggunakan rumus dari Sudjana yaitu sebagai berikut:

3.2 Prosedur Penelitian b) M enentukan simpangan baku dengan menggunakan


Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu seba gai
rumus dari Sudjana,yaitu:
berikut:
1. Tahap Perencanaan
Dalam tahap perencanaan ini, terdapat beberapa kegiatan
antara lain :
a. Identifikasi masalah dan tujuan penelitian c) M elakukan uji normalisasi, dengan menggunakan
b. Studi literatur rumus uji Chi-kuadrat.
c. M embuat instrumen penelitian dan bahan ajar.
d. M elakukan judgement terhadap semua instrumen.
e. M emperbaiki instrumen hasil judgement. d) Jika data berdistribusi normal, maka selanjutnya
f. M enguji instrumen penelitian. dilakukan uji homogenitas, menurut Sudjana
g. M elakukan uji reliabilitas dan analis is instrumen rumusnya yaitu:
penelitian.
h. M empersiapkan dan mengurus surat izin penelitian.
2. Tahap Pelaksanaan

3
e) Jika data berdistribusi normal dan homogen, maka Tabel 4.1
dilakukan uji-t dengan rumus dari Sudjana sebagai S tatistik Deskriptif Data Pretes
berikut: Kelompok Maks Min
Eksperimen 37.64 10.11 102.12 55 20
Kontrol 44.17 13.86 192.14 70 20

Hasil perhitungan uji normalitas data pretes terlihat bahwa


Namun jika data berdistribusi normal tetapi tidak χ 2tabel untuk kelompok eksperimen dengan derajat kebebasan
homogen, maka dilakukan uji-t’ dengan rumus dari 3 dan taraf signifikansi 1% yaitu 11.34. Nilai χ 2hitung
Sudjana: kelompok eksperimen lebih besar dari χ 2tabel berarti data
pretes kelompok eksperimen tidak berdistribusi normal. Nilai
χ 2tabel untuk kelompok kontrol dengan derajat kebebasan 4
dan taraf signifikansi 1% yaitu 13.28. Nilai χ 2hitung kelompok
kontrol lebih kecil dari χ 2tabel berarti data pretes kelompok
kontrol berdistribusi normal.

f) Jika data dari kedua atau salah satu kelompok Karena data pretes kelompok eksperimen tidak berdistribusi
tersebut tidak berdistribusi normal, maka dilakukan normal dan kelompok kontrol berdistribusi normal, maka
uji non parametrik menggunakan uji statistik Mann- tidak dilakukan Uji M ann Whitney. Dengan Uji M ann
Whitney dengan rumus: Whitney terlihat bahwa nilai Z hitung (-3.65) kurang dari
Z tabel(2.58), maka berdasarkan kriteria pengujian di atas
bahwa kemampuan awal siswa kelompok eksperimen dan
M encari simpangan baku dengan rumus : kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan atau
dengan kata lain kemampuan awal kedua kelompok adalah
sama.

M encari nilai Z dengan rumus :


4.1.2 Analisis Data Postes
Pada penelitian ini terdapat dua buah hipotesis, yaitu sebagai
berikut:
3. Analisis data indeks gain H 0: tidak terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa
Analisis data indeks gain digunakan untuk melihat kelas eksperimen dengan kelas kontrol
peningkatan hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan H 1: terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa kelas
model pembelajaran NHT dengan pendekatan SA VI. eksperimen dengan kelas kontrol.

Analisis data gain dilihat dari nilai pretes dan postes Berikut ini disajikan analisis statistik deskriptif data skor
siswa.Penghitungan gain ini disebut juga normalisasi postes kelompok eksperimen dan kelo mpok kontrol.
gain, dengan rumus: Tabel 4.2
S tatistik Deskriptif Data Postes
Kelompok Mak Min
Eksperimen 66.94 9.12 83.25 90 45
Kontrol 58.33 13.52 182.86 85 35
4. Analisis data angket
Angket siswa dibuat dengan skala sikap. Setiap jawaban
Hasil perhitungan Uji Normalitas data postes terlihat bahwa
diberi bobot tertentu sesuai dengan jawaban. Untuk
χ 2tabel untuk kelompok eksperimen dengan derajat kebebasan
menghitung menggunakan rumus:
3 dan taraf signifikansi 1% yaitu 11.34. Nilai χ 2hitung
f kelompok eksperimen lebih kecil dari χ 2tabel berarti data
P 100 %
n postes kelompok eksperimen berdistribusi normal. Nilai
χ 2tabel untuk kelompok kontrol dengan derajat kebebasan 4
4. HASIL PENELITIAN DAN dan taraf signifikansi 1% yaitu 13.28. Nilai χ 2hitung kelompok
kontrol lebih kecil dari χ 2tabel berarti data postes kelas kontrol
PEMBAHASAN berdistribusi normal.
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Analisis Data Pretes Karena data postes kedua kelompok berdistribusi normal,
Berikut ini disajikan analisis statistik deskriptif data skor maka dilakukan uji homogenitas varians. Dari uji
pretes kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. homogenitas bahwa nilai F hitung sebesar 2.20. Nilai F hitung ini
lebih kecil dari F tabel (2.23). Hal ini berarti bahwa tidak
terdapat perbedaan varians hasil belajar siswa kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol (homogen).

4
Karena kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa nilai rata-rata indeks gain kelompok
memiliki varians yang sama atau homogen, maka untuk eksperimen termasuk dalam kategori sedang, sedangkan nilai
menguji kesamaan dua rata-rata dilakukan dengan rata-rata indeks gain kelompok kontrol termasuk dalam
menggunakan uji t. Berdasarkan Uji t terlihat bahwa nilai kategori rendah.
t hitung (3.11) lebih besar dari t tabel (2.65) maka berdasarkan
kriteria pengujian di atas, H 0 ditolak. Dengan hipotesis: Hal tersebut berarti bahwa peningkatan hasil belajar siswa
pada kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan dengan
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan siswa pada kelompok kontrol.
hasil belajar siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
Dalam arti lain bahwa siswa yang menggunakan model Secara umum sikap siswa terhadap TIK menunjukkan sikap
pembelajaran NHT dengan pendekatan SAVI mempunyai yang positif. Hal ini dapat dilihat dari minat/motivasi siswa
peningkatan yang signifikan. terhadap TIK dan siswa menganggap bahwa pelajaran TIK
sangat bermanfaat. Selain itu, banyak siswa yang
4.1.3 Analisis Data Indeks Gain menganggap bahwa pembelajaran seperti ini sangat menarik
Berikut ini disajikan analisis statistik deskriptif data indeks dan menyenangkan. Bahkan mereka menyenanginya karena
gain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. dalam pembelajaran ini terdapat diskusi kelompok yang
Tabel 4.3 membuat belajar menjadi efektif dan mereka mudah untuk
S tatistik Deskriptif Data Indeks Gain mempelajari materi.
Kelompok Mak Min
Eksperimen 0.46 0.16 0.25 0.82 0.09 4.2.1 Deskripsi Pelaksanaan Model Pembelajar an
Kontrol 0.23 0.27 0.73 0.58 -0.44
NHT dengan Pendekatan SAVI
Berdasarkan data yang diperoleh dari observer, pelaksanaan
Dengan deskripsi data tersebut, dapat dilihat bahwa ternyata pembelajaran TIK menggunakan model pembelajaran NHT
rata-rata indeks gain kelompok eksperimen dan kelompok
dengan pendekatan SAVI berjalan dengan baik dan cukup
kontrol perbedaannya cukup jauh. Kategori perolehan indeks lancar. Walaupun banyak kendala yang dihadapi oleh peneliti
gain oleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat baik dalam penyusunan bahan ajar maupun dalam mengelola
dilihat pada tabel berikut kondisi kelompok pada saat pembelajaran berlangsung.
Tabel 4.4 M eskipun pada pertemuan pertama siswa kelihatan bingung
Interpretasi Indeks Gain
dengan apa yang harus mereka kerjakan, akan tetapi pada
KELOMPOK Nilai Interpretasi pertemuan selanjutnya siswa mulai memahami teknis
<g> pembelajaran yang dilaksanakan. Adapun deskripsi dari
Kelompok Eksperimen 0.46 sedang setiap kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Kelompok Kontrol 0.23 rendah
Urutan pembelajaran yang dilakukan yaitu guru
4.2 Pembahasan mengelompokkan siswa dimana masing-masing kelompok
Dari hasil pengujian, ternyata rata-rata hasil pretes kelompok terdiri dari 4 orang. Tiap kelompok memegang 1 buah
eksperimen berasal dari populasi yang tidak berdistribusi komputer yang di dalamnya sudah tersedia media
normal sedangkan kelompok kontrol berasal dari populasi pembelajaran mengenai pelajaran yang akan dibahas. Guru
berdistribusi normal maka selanjutnya dilakukan uji menjelaskan sepintas cara mengoperasikan media
kesamaan dua rata-rata dengan menggunakan Uji M ann pembelajaran tersebut serta menjelaskan materinya. Pada
Whitney. Dengan Uji M ann Whitney tersebut diketahui akhir pembelajaran guru memanggil salah satu nomor dari
kemampuan awal kelompok eksperimen dan kelompok masing-masing kelompok untuk menjelaskan kembali di
kontrol sama. depan kelas.

Setelah melakukan pembelajaran selama dua kali pertemuan 4.2.2 Deskripsi Pelaksanaan Pembelajaran
dengan menggunakan model pembelajaran yang berbeda di Konvensional
masing-masing kelompok terlihat bahwa pembelajaran Pada pelaksanaan pembelajaran konvensional, guru
dengan menggunakan model NHT dengan pendekatan SAVI melakukan pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai
secara signifikan berpengaruh positif terhadap hasil belajar berikut: membuka pelajaran, menjelaskan materi sambil
siswa daripada pembelajaran konvensional. Pengujian mendemontrasikan alat peraga, memberi kesempatan kepada
hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji homogenitas siswa untuk bertanya, memberikan latihan-latihan soal. Guru
varians. Kemudian dilakukan uji kesamaan dua rata-rata bersama siswa membahas latihan-latihan soal secara
postes dilakukan dengan menggunakan uji t sampel bersama-sama. Pada akhir pembelajaran, guru memberikan
independen yang menunjukkan bahwa model pembelajaran kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi
NHT dengan pendekatan SAVI secara signifikan lebih yang belum dipahami. Jika dibandingkan dengan
berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa daripada pembelajaran model NHT dengan pendekatan SAVI,
pembelajaran konvensional. aktivitas siswa cenderung pasif.

Analisis selanjutnya dilakukan terhadap indeks gain


kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dengan
cara menghitung nilai rata-ratanya yang hasilnya dapat

5
5. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada
keseluruhan tahapan penelitian yang dilakukan di kelas VIII
SM P Negeri 4 Tarogong Kidul Garut tahun ajaran
2010/2011, dapat disimpulkan beberapa hal yang berkaitan
dengan penerapan model pembelajaran NHT dengan
pendekatan SAVI dalam pembelajaran TIK yaitu sebagai
berikut:
1. Peningkatan hasil belajar TIK siswa yang menggunakan
model pembelajaran NHT dengan pendekatan SAVI
lebih tinggi daripada siswa yang mendapat
pembelajaran TIK secara konvensional.
2. Sebagian besar siswa menunjukkan sikap yang positif
terhadap pembelajaran menggunakan model
pembelajaran NHT dengan pendekatan SAVI yang telah
dilakukan.

6. REFERENSI
[1] Cahyani,Crisviana N. 2010. Penerapan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head
Together(NHT)Berbasis Kecakapan Hidup (Life Skill)
Pada Materi Keanekaragaman Makhluk Hidup.
Tersedia:
http://falfalahbiologi.blogspot.com/2010/03/penerapan-
model-pembelajaran-kooperatif.html
[2] Furchan, Arief. 2007. Pengantar Penelitian Dalam
Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
[3] M eier, Dave. 2002. The Accelerated learning Hand
Book.Bandung : Kaifa
[4] Rose, C. et al. (2003). Accelerated Learning for the 21st
Century. Bandung: Nuansa.
[5] Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran.
Bandung : Alfabeta
[6] Sudjana.2002.Metode Statistika.Bandung : Tarsito