. Potensi Geografis dan Sumber Daya Alam 1.1.

Potensi Geografis Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi di Jawa, letaknya diapit oleh dua provinsi besar, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Letaknya antara 50 40´ ± 80 30´ Lintang Selatan dan antara 1080 30´ ± 1110 30´ Bujur Timur (termasuk Kepulauan Karimunjawa). Jarak terjauh dari Barat ke Timur adalah 263 km dan dari Utara ke Selatan 226 km (tidak termasuk Kepulauan Karimunjawa). Sebagaimana provinsi-provinsi lainnya di Indonesia, Provinsi Jawa Tengah memiliki iklim tropis yang dipengaruhi oleh angin musim. Dalam satu tahun ada dua musim, yaitu musim kemarau yang berkisar antara bulan April sampai dengan bulan September, dan musim penghujan yang berkisar antara bulan Oktober sampai dengan Maret. Meskipun tidak merata, kedua provinsi tersebut dikenal sebagai daerah yang basah karena memiliki curah hujan dengan intensitas lebih dari 2.000 milimeter setahun. Suhu udara rata-rata di Jawa Tengah berkisar C, dengan kelembaban udara antara 77% sampairC sampai dengan 28rantara 18 dengan 94%. Tempat-tempat yang letaknya dekat pantai mempunyai suhu udara rata-rata relatif tinggi. Secara administratif Provinsi Jawa Tengah terbagi menjadi 29 kabupaten dan 6 kota. Luas wilayah Jawa Tengah tercatat sebesar 32.544,12 km² atau sekitar 25,04% dari luas pulau Jawa (1,70% dari luas Indonesia). Luas wilayah masing-masing kabupaten/kota dapat dilihat dalam Tabel 1 berikut ini. Tabel Luas Wilayah Per Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Kod/Kab. Kota Tegal Kota Surakarta Kota Pekalongan Kota Magelang Kota Salatiga Kota Semarang Kab. Klaten Kab. Tegal Kab. Sukoharjo Kab. Kudus Kab. Banyumas Kab. Boyolali Kab. Pemalang Kab. Purbalingga Kab. Magelang Kab. Kendal Kab. Karanganyar Kab. Sragen Luas (km2) 34,49 44,03 44,96 18,12 52,96 373,67 655,56 879,70 466,66 425,17 1.327,59 1.015,07 1.011,90 777,65 1.085,73 1.002,27 772,20 946,49 No. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29 30. 31. 32. 33. 34. 35. Kod/Kab. Kab. Kebumen Kab. Brebes Kab. Pekalongan Kab. Batang Kab. Semarang Kab. Jepara Kab. Temanggung Kab. Purworejo Kab. Wonosobo Kab. Demak Kab. Banjarnegara Kab. Cilacap Kab. Pati Kab. Grobogan Kab. Wonogiri Kab. Rembang Kab. Blora Total Luas (km2) 1.282,,74 1.657,73 836,13 788,95 946,86 1.004,16 870,23 1.034,82 984,68 897,43 1.069,74 2.138,51 1.491,20 1.975,85 1.822,37 1.014,10 1.794,40 32.544,12 1

Sumber : Jawa Tengah Dalam Angka Tahun 2005 1.2. Sumber Daya Alam Struktur daratan (kontur) Provinsi Jawa Tengah adalah bergunung-gunung yang membujur sejajar dengan arah panjang pulau Jawa, baik di bagian tengah maupun daerah pantai utara dan pantai selatan, dan terdapat beberapa gunung yang masih aktif. Banyaknya daerah pegunungan dengan tanah yang cukup subur tersebut sangat cocok untuk budi-daya tanaman hortikultura. Selain itu, di antara barisan pegunungan terdapat dataran subur karena dialiri oleh 7 (tujuh) sungai yang memberikan kehidupan terutama pada tanaman padi. Dengan luas lahan persawahan yang ada, produksinya mampu mendukung pemenuhan kebutuhan beras di Jawa Tengah, bahkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan beras nasional. Meskipun demikian, ada beberapa wilayah Jawa Tengah yang memiliki tanah yang kering dan tandus, seperti daerah-daerah Jawa Tengah bagian timur serta bagian tenggara Jawa Tengah. Di beberapa daerah bahkan memiliki tanah tandus dan berkapur sehingga cocok untuk pertambangan kapur dan semen. Hasil tambang dan bahan galian antara lain adalah tanah liat, silica, marmer, dan pasir besi. Di beberapa wilayah Jawa Tengah sumber tambang relatif melimpah dan seluruhnya dapat digali dan dimanfaatkan. Bahan tambang seperti emas, tembaga, andesit dan pasir besi yang sudah diusahakan, relatif masih sedikit. Sedangkan bahan galian golongan

Serayu.00 juta jiwa (14. 73.058 jembatan milik provinsi. Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap.589. Adi Sumarmo di Surakarta.91% dari target yang diharapkan.63 km.1. Prasarana perhubungan laut di Jawa Tengah terutama dilayani oleh lima pelabuhan. dan keperluan lainnya. Jumlah akseptor KB di Jawa Tengah mencapai 93. Citanduy.249 jembatan milik negara dan 2. dan Bengawan Solo dengan potensi air sebesar 94.30 ha merupakan hutan wisata dan suaka alam. yaitu 2. sedangkan pelabuhan udara Tunggul Wulung dan Karimunjawa terutama melayani angkutan barang untuk keperluan industri di daerah Cilacap dan daerah Jepara. yaitu mempunyai panjang jalan sekitar 24.30% rusak.763 km atau 4.32% berkualitas baik.38% berkualitas sedang.47 km.297.89 juta jiwa. Pelabuhan Tegal.477.78% serta 15.3 Pemerintahan .88 ha hutan lindung. Jratunseluna. Menurut kondisinya jalan yang berupa aspal dan kerikil sebesar 76.596. dan 31. Pelabuhan Jepara dan Pelabuhan Juwana.307 buah dengan panjang 43. Sementara itu. Prasarana & Sarana. 2. Jembatan sebagai sarana penunjang transportasi yang lain di Jawa Tengah.81 ha. Tingkat kepadatan penduduk Jawa Tengah pada tahun 2006 mencapai 980 jiwa per kilometer persegi. Pemali Comal.752. Sumber Daya Manusia. pelabuhan udara Adi Sumarmo dan Ahmad Yani merupakan pelabuhan udara domestik sekaligus internasional. yaitu Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang. Tunggul Wulung di Cilacap dan Dewadaru Karimunjawa di Jepara. Potensi air permukaan terdapat di Satuan Wilayah Sungai (SWS) Jawa Tengah terdiri atas Cimanuk. Jalan nasional memiliki panjang 1.82 ribu m3 per tahun. Prasarana perhubungan darat di Jawa Tengah relatif memadai.71% dari panjang jalan kabupaten/kota seluruh wilayah Jawa Tengah. 2.70% selebihnya masih berbentuk tanah. tercatat sekitar 3.61 km.41 % dari seluruh penduduk Indonesia sebanyak 222. yaitu pelabuhan udara Ahmad Yani di Semarang. pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) dengan memberikan sarana dan prasarana yang memadai. Jalan kabupaten/kota terpanjang terdapat di Kota Semarang. 2.05 juta jiwa) atau meningkat 115.C sudah banyak diusahakan dan telah dapat memberikan sumbangan pada penerimaan pendapatan daerah di wilayah Jawa Tengah. tercatat 39. Prasarana & Sarana Perhubungan darat yang terdiri dari lalu lintas angkutan jalan raya dan angkutan kereta api merupakan sarana vital dalam menunjang kelancarkan arus penumpang maupun distribusi barang di daerah Jawa Tengah. Di samping itu terdapat potensi air bawah tanah yang dapat digunakan untuk air minum/air bersih. Pelabuhan Tanjung Emas merupakan pintu gerbang kegiatan bongkar muat komoditas perdagangan baik dalam mendukung perdagangan domestik maupun internasional. 29. sedangkan jalan provinsi memiliki panjang 2.241. luas hutan di Jawa Tengah sekitar 647. dan Pemerintahan 2.910 km.3 ribu jiwa dibandingkan jumlah penduduk tahun 2005 yang tercatat 31. Prasarana angkutan udara dilakukan melalui lima pelabuhan udara. Dari sisi kualitas jalan yang ada. dengan rincian 1. yang terdiri dari 573. Dari keempat pelabuhan udara tersebut. Untuk jalur kereta api terkonsentrasi di jalur utara dan selatan dengan fungsinya sebagai alat angkut penumpang dan barang.63 ha hutan produksi.2 Sumber Daya Manusia Jumlah penduduk Jawa Tengah menurut data Badan Pusat Statistik pada akhir tahun 2006 tercatat sebesar 32. Guna menekan pertumbuhan penduduk. irigasi. dan 877.