DEPARTEMEN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

AKUNTANSI

SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTASI

7.1. Akuntansi Satuan Kerja

[7.1.] Akuntansi Satuan Kerja
7.1.1.Kerangka Hukum
Prosedur akuntansi pada SKPD meliputi serangkaian proses mulai dari pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. Permendagri 13/2006 (pasal 241 sampai dengan 264) mengatur tentang hal tersebut.

7.1.2.Deskripsi Kegiatan
Dalam struktur Pemerintahan Daerah, Satuan Kerja merupakan entitas akuntansi yang mempunyai kewajiban melakukan pencatatan atas transaksi–transaksi yang terjadi di lingkungan satuan kerja. Dalam konstruksi keuangan daerah, terdapat dua jenis satuan kerja, yaitu : a. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). b. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD). Meskipun memiliki perbedaan dalam kewenangan, dalam arsitektur SAPD, keduanya memiliki sifat yang sama dalam akuntansinya, yaitu sebagai satuan kerja. Kegiatan akuntansi pada satuan kerja meliputi pencatatan atas pendapatan, belanja, aset dan selain kas. Proses tersebut dilaksanakan oleh PPK-SKPD berdasarkan dokumen-dokumen sumber yang diserahkan oleh bendahara. PPK-SKPD melakukan pencatatan transaksi pendapatan pada jurnal khusus pendapatan, transaksi belanja pada jurnal khusus belanja serta transaksi aset dan selain kas pada jurnal umum. Secara berkala, PPK-SKPD melakukan posting pada buku besar dan secara periodik menyusun Neraca Saldo sebagai dasar pembuatan Laporan Keuangan, yang terdiri atas: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

232

233 . Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK-SKPD) Dalam kegiatan ini. yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran. Bendahara di SKPD memiliki tugas : • Menyiapkan dokumen-dokumen atas transaksi yang terkait dengan proses pelaksanaan akuntansi SKPD. aset dan selain kas ke dalam buku besarnya masing-masing. Membuat laporan keuangan. Bendahara di SKPD Dalam kegiatan ini.7. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan. belanja.3.1. belanja. aset dan selain Kas berdasarkan buktibukti yang terkait. Memposting jurnal-jurnal pendapatan.Pihak Terkait 1. Akuntansi Satuan Kerja 7. 2. PPK-SKPD memiliki tugas sebagai berikut : • • • Mencatat transaksi-transaksi pendapatan.1.

Buku besar (sebagai header).4. dengan jurnal sebagai berikut : Estimasi Pendapatan Defisit Apropriasi Belanja Surplus xxx xxx xxx xxx Jurnal atas transaksi tersebut akan menjadi angka laporan dalam kolom anggaran di Laporan Realisasi Anggaran (LRA).1. Akuntansi Satuan Kerja 7. belanja. Laporan Realisasi Anggaran. 3.7.1. transfer dan pembiayaan. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan menyatakan bahwa akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan. Akuntansi anggaran diselenggarakan setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) disahkan oleh PPKD. Dalam melakukan akuntansi anggaran.Akuntansi Anggaran Peraturan Pemerintah No. 234 . SKPD diperbolehkan untuk tidak melakukan jurnal akuntansi anggaran. Neraca saldo. 2. Namun harus dikelola dalam sebuah sistem sehingga nilai mata anggaran untuk setiap kode rekening muncul dalam : 1.

jasa giro atau pendapatan lain sebagai akibat penyimpanan dana anggaran pada bank serta pendapatan dari hasil pemanfaatan barang daerah atas kegiatan lainnya merupakan pendapatan daerah. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan memberikan deskripsi yang cukup jelas mengenai pendapatan. dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). tukar-menukar. PPK-SKPD mencatat transaksi pendapatan dengan menjurnal “Kas di Bendahara Penerimaan” di Debit dan “Akun Pendapatan sesuai jenisnya” di kredit. asuransi dan/atau pengadaan barang dan jasa termasuk pendapatan bunga. baik secara langsung sebagai akibat dari penjualan. Dalam peraturan pemerintah ini disebutkan bahwa pendapatan adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/ Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah.7. dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah. 235 .13 Tahun 2006 disebutkan bahwa pendapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. Langkah 1 a. Akuntansi Satuan Kerja 7. Komisi. Pendapatan daerah dirinci menurut organisasi. maka dibuatlah Buku Jurnal Khusus Pendapatan. Format dokumen dapat dilihat pada lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 249). Akuntansi pendapatan SKPD dilakukan hanya untuk mencatat pendapatan asli daerah yang dalam wewenang SKPD. yaitu dengan membukukan penerimaan bruto. potongan.5. rabat. kelompok. hibah. b.1. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto. Kas di Bendahara Penerimaan Pendapatan __________ Xxx xxx Karena jurnal yang sama akan dipakai terus dalam mencatat transaksi pendapatan. Berdasarkan dokumen SPJ Penerimaan dan lampirannya.Akuntansi Pendapatan Peraturan Pemerintah No. obyek dan rincian obyek pendapatan. atau pendapatan lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang dapat dinilai dengan uang.1. PPK-SKPD menerima SPJ Penerimaan dari Bendahara Penerimaan (seperti dijelaskan dalam Sisdur Penatausahaan Penerimaan). Peraturan Menteri Dalam Negeri No. jenis.

Langkah 2 a. Pendapatan yang diterima kemudian disetor kepada Kasda. Pendapatan______________ RK PPKD xxx xxx Jurnal tersebut juga berlaku bagi pengembalian yang sifatnya tidak berulang tetapi terjadi dalam periode berjalan. Dalam kondisi sebenarnya. PPK-SKPD berdasarkan informasi transfer kas dari BUD. Akuntansi Satuan Kerja c.1. Catatan: Pada saat pengembalian kelebihan pendapatan tersebut dilakukan melalui Rekening Kas Daerah. Satuan Kerja tidak melakukan pencatatan. Akuntansi PPKD akan mencatat transaksi penerimaan tersebut dengan menjurnal ”Kas di Kas Daerah” di Debit dan ”RK Satker sesuai dengan nama satkernya” di kredit. RK PPKD Kas di Bendahara Penerimaan Xxx xxx Catatan: Pada saat setoran pendapatan tersebut diterima di Rekening Kas Daerah. dimungkinkan terjadi pengembalian kelebihan pendapatan yang harus dikembalikan ke pihak ketiga. jurnal-jurnal tersebut akan diposting ke Buku Besar SKPD sesuai dengan kode rekening pendapatan. Pencatatan dilakukan oleh Akuntansi PPKD dengan menjurnal ”SILPA” di Debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit. PPK-SKPD kemudian mencatat transaksi penyetoran tersebut dengan menjurnal “RK PPKD” di Debit dan “Kas di Bendahara Penerimaan” di kredit. mencatat transaksi pengembalian kelebihan tersebut dengan menjurnal “Akun Pendapatan sesuai jenisnya ” di Debit dan “RK PPKD” di kredit. 236 . Akuntansi PPKD akan mencatat transaksi pengembalian kelebihan pendapatan tersebut dengan menjurnal ” RK Satker sesuai dengan nama satkernya” di Debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit. d. Jika pengembalian kelebihan pendapatan sifatnya berulang (recurring) baik yang terjadi di perode berjalan atau periode sebelumnya. Contoh format Buku Besar SKPD dapat dilihat di lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 250). Jika pengembalian kelebihan pendapatan tersebut bersifat tidak berulang (non recurring) dan terkait dengan pendapatan periode sebelumnya.7. Setiap periode.

Bendahara Penerimaan Pembantu menyetor uang retribusi sebesar 2.000.01 2.Uang Pendaftaran RK PPKD 5.1.1.200.1.2 juta rupiah tersebut ke Bank Kasda.1.200.01 Kas di Bendahara Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan RK PPKD Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan RK PPKD Kas di Bendahara Penerimaan Lain-lain PAD yang sah .01 4.1.000 5.01 1.01 2. Dari SPJ dan lampirannya tersebut diketahui bahwa selama bulan Januari 2006.02.7.2.3. Dinas Kesehatan akan digunakan sebagai ilustrasi SKPD.200.000 2.01.000 2. Contoh format Neraca Saldo dapat dilihat di lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 251).01 1.3.1.000.000 2. Bendahara Penerimaan Dinas Kesehatan menyetor uang retribusi sebesar 5 juta rupiah tersebut ke Bank Kasda.02. Pada tanggal 7 Februari 2006 PPK-SKPD DinKes menerima SPJ Penerimaan beserta lampirannya dari Bendahara Penerimaan DinKes.12.1.000.4.02.000 5.3. Sambeng) menerima retribusi pelayanan kesehatan sebesar 2.000. Di akhir periode tertentu.000 11-Jan 19-Jan 20-Jan 28-Jan 237 .2.01 1.1. Kelebihan ini disebabkan adanya kesalahan perhitungan dalam sistem komputer.000 50. Dinas Kesehatan telah menerima pendapatan retribusi sebagai berikut: 10 Januari 2006 11 Januari 2006 19 Januari 2006 20 Januari 2006 28 Januari 2006 Dinas Kesehatan menerima retribusi pelayanan kesehatan sebesar 5 juta rupiah.1.01 4. Pembayaran kelebihan tersebut sebesar 50 juta rupiah Dari transaksi ini. Bendahara Penerimaan Pembantu (di Puskesmas Kec.000 2.1.1.01.200.2 juta rupiah.02.000 5. PPK-SKPD DinKes akan mencatat jurnal sebagai berikut: 10-Jan 1.1.000.01.01 4.000 50.01. Akuntansi Satuan Kerja b.01 2. PPK-SKPD memindahkan saldo-saldo yang ada di tiap buku besar ke dalam Neraca Saldo.000.1. Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi pendapatan.01.1.1. Diterima info dari BUD bahwa telah dilakukan pengembalian kelebihan pembayaran uang pendaftaran Mahasiswa/I Akademi Keperawatan untuk tahun 2005.

kelompok. Belanja daerah dipergunakan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemda.Akuntansi Belanja Menurut PP No. kegiatan.6. pengklasifikasian belanja daerah dibagi menurut fungsi. obyek dan rincian obyek belanja. Akuntansi belanja pada satuan kerja ini meliputi akuntansi belanja UP (uang persediaan)/GU (ganti uang)/TU (tambah uang).1. organisasi.7.13 Tahun 2006. Belanja Daerah didefinisikan sebagai kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. sedangkan menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No.24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. 238 .1. Akuntansi Satuan Kerja 7. Akuntansi belanja pada satuan kerja dilakukan oleh PPK-SKPD. dan akuntansi belanja LS (langsung). Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Akuntansi belanja disusun untuk memenuhi kebutuhan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan. jenis. program. Akuntansi belanja juga dapat dikembangkan untuk keperluan pengendalian bagi manajemen dengan cara yang memungkinkan pengukuran kegiatan belanja tersebut. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. urusan pemerintahan.

jurnal tersebut akan diposting ke Buku Besar sesuai dengan kode rekening belanja. PPK-SKPD mencatat transaksitransaksi belanja periode sebelumnya dengan menjurnal ”Belanja sesuai jenisnya” di debit dan “Kas di Bendahara Pengeluaran” di kredit. Belanja . akuntansi mempunyai asumsi bahwa dana SP2D dari BUD langsung diterima oleh pihak ketiga/pihak lain yang telah ditetapkan. PPK-SKPD memindahkan saldo-saldo yang ada di tiap buku besar ke dalam Neraca Saldo. Contoh format buku besar dapat dilihat pada lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 253). PPK-SKPD mencatat transaksi penerimaan uang persediaan tersebut dengan menjurnal “Kas di Bendahara Pengeluaran” di Debit dan “RK PPKD” di kredit. Akuntansi Belanja UP/GU/TU Langkah 1 PPK-SKPD menerima SP2D dari Kuasa BUD melalui Pengguna Anggaran.... Berdasarkan SP2D.7. b.. Akuntansi Belanja LS (Langsung) Belanja LS yang dimaksud adalah Belanja LS Gaji & Tunjangan dan Belanja LS Barang & Jasa. 2. Langkah 3 a. Format dokumen dapat dilihat pada lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 252).. Setiap periode..1. Di akhir bulan. Dalam konteks belanja LS. Akuntansi Satuan Kerja 1. maka dibuatlah Buku Jurnal khusus Belanja. PPK-SKPD menerima SPJ dari Bendahara Pengeluaran. SPJ tersebut dilampiri dengan bukti transaksi.. Berdasarkan SPJ dan bukti transaksi tersebut. Contoh format Neraca Saldo dapat dilihat pada lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 254). Kas di bendahara pengeluaran RK PPKD xxx xxx Langkah 2 Secara berkala.. Kas di bendahara pengeluaran xxx xxx Karena jurnal yang sama akan dipakai terus dalam mencatat belanja. 239 .

Kas di Bendahara Pengeluaran Hutang Pajak . Sewaktu. Dalam kasus LS Barang dan Jasa. potongan tersebut ditransfer ke rekening yang terkait. maka dibuatlah Buku Jurnal khusus untuk belanja LS. RK PPKD xxx xxx Catatan: Pada saat terjadi pembayaran belanja LS melalui rekening Kas Daerah. PPK-SKPD tidak perlu mencatat potongan tersebut karena pencatatannya sudah dilakukan oleh BUD dalam sub sistem Akuntansi PPKD Catatan: Pada saat transfer gaji dan tunjangan dari rekening Kas Daerah. maka transaksi tersebut akan dijurnal ”Hutang PFK” di debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit. seringkali terdapat potongan pajak sehingga dana yang diterima oleh pihak ketiga adalah jumlah netto (setelah dikurangi potongan pajak). namun PPK-SKPD tetap mencatat belanja gaji dan tunjangan dalam jumlah bruto.. namun PPK-SKPD tetap mencatat belanja tersebut dalam jumlah bruto. PPK-SKPD mencatat transaksi belanja dengan menjurnal ”Belanja sesuai jenisnya” di debit dan “RK PPKD” di kredit. Dalam kasus LS Gaji dan tunjangan... PPK-SKPKD akan mencatat potongan terhadap gaji dan tunjangan dengan menjurnal ”Kas di Kas Daerah” di debit dan ”Hutang PFK” di kredit.. PPK-SKPKD akan mencatat transaksi tersebut dengan menjurnal ” RK Satker sesuai dengan nama satkernya” di debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit Karena jurnal yang sama akan dipakai terus dalam mencatat belanja LS.7. meskipun dana yang diterima oleh pegawai adalah jumlah netto (setelah dikurangi potongan)... Akuntansi Satuan Kerja Langkah 1 PPK-SKPD menerima SP2D dari Kuasa BUD melalui Pengguna Anggaran.. xxx xxx 240 ..... Berdasarkan SP2D terkait. Belanja . PPK-SKPD kemudian mencatat potongan tersebut sebagai Hutang di jurnal umum. Format dokumen dapat dilihat pada lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 255)..1..

125.951. Kas di bendahara pengeluaran Aset . PPK-SKPD memindahkan saldo-saldo yang ada di tiap buku besar ke dalam Neraca Saldo.Rp 99.Rp 87..000. b.457. PPK-SKPD juga mengakui penambahan aset dengan menjurnal ”Aset sesuai jenisnya” di debit dan “Diinvestasikan dalam Aset Tetap” di kredit.... Dinas Kesehatan akan digunakan sebagai ilustrasi SKPD.375.1. Diinvestasikan dlm Aset Tetap xxx xxx xxx xxx Langkah 2 a. dilakukan penghapusan hutang pajak tersebut dengan jurnal sebagai berikut : Hutang Pajak .. Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi belanja.. Kas di Bendahara Pengeluaran xxx xxx Khusus untuk transaksi belanja yang menghasilkan aset tetap.469.. Di akhir bulan. jurnal tersebut akan diposting ke Buku Besar sesuai dengan kode rekening belanja... Dari SPJ dan lampirannya tersebut diketahui bahwa selama bulan Januari 2006. Contoh format Neraca Saldo dapat dilihat pada Sisdur Akuntansi ini (Halaman257).- 241 .... Dinas Kesehatan telah melakukan transaksi belanja sebagai berikut: 4 Januari 2006 Dinas Kesehatan menerima SP2D atas pembayaran gaji bulan Januari dengan rincian : Gaji Pokok Tunjangan Keluarga Tunjangan Fungsional Tunjangan Fungsional Umum Rp 999. Akuntansi Satuan Kerja Ketika bukti Surat Setoran Pajak (SSP) telah diterima.000....Rp 62. Setiap periode.. Pada tanggal 7 Februari 2006 PPK-SKPD Dinas Kesehatan menerima SPJ Pengeluaran beserta lampirannya dari Bendahara Pengeluaran DinKes.510. Belanja Modal . Contoh format Buku Besar dapat dilihat pada Sisdur Akuntansi ini (Halaman256).7...

04 1. Dari jumlah tersebut.01 5.1.05 2.727.02.03.000.000 62.1. Akuntansi Satuan Kerja Dengan Iuran Wajib Pegawai sebesar Rp 52.01.7.1.1..000.Ambulans Diinvestasikan Dalam Aktiva Tetap 15.727.000.000 5.08 1.2.510.3.000 75.000.2.000.000 87.01.727.01 5.000.000.1.000. Dari transaksi ini.. Dinas Kesehatan membeli bahan obat-obatan senilai Rp 15.1. Dinas Kesehatan membeli alat tulis kantor senilai Rp 5.1.000.000 5.1.1.000.000.1.01. sehingga DinKes tidak mencatat penerimaan kas terlebih dahulu (mekanisme LS).Untuk keperluan kegiatan fogging.3.10 2.02.1.dan Tabungan Perumahan Pegawai sebesar Rp 22. PPK-SKPD DinKes akan mencatat jurnal sebagai berikut: 999.000.03.000.000 250.000 30.1.01 1.000.01 2.03.000.03.02. dilakukan belanja bahan kimia* senilai Rp 75.01.000 2.000.01. dan melibatkan pihak ketiga.249.04 5.05 2.10 3.01 1.2.575.03.1.1.2.2.01 5.2.000.01 2.01.03.2.375 1.atas pencairan SP2D UP.000.1.01 1.01.125 99.2.1.3.3.Dinas Kesehatan melakukan pengisian tabung gas senilai Rp 2.500 30.000 15.2.5 Januari 2006 8 Januari 2006 12 Januari 2006 25 Januari 2006 27 Januari 2006 28 Januari 2006 Dinas Kesehatan menerima uang sebesar Rp 30.2.1.000 4-Jan 5. Bendahara pengeluaran memungut PPN senilai Rp.01 5.3.273 22. Dana langsung dicairkan oleh BUD kepada pihak ketiga.000 250.01.273 * Belanja bahan kimia terkait dengan kegiatan yang diadakan oleh DinKes.01.3.387.01.1.2.000 Kas di Bendahara Pengeluaran Belanja Bahan Obat-obatan Kas di Bendahara Pengeluaran Belanja pengisian tabung gas Kas di Bendahara Pengeluaran Belanja Bahan Kimia RK PPKD Belanja Modal Pengadaan Ambulans Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Pengeluaran Utang Pemungutan PPN Alat Angkutan Darat Bermotor .000 2.1.000.000.3.000 250.240.Dinas Kesehatan melakukan pembelian ambulans yang dilengkapi dengan alatalat kesehatan senilai Rp 250 juta.000 75.000.000.1.000 22.01 2.01 5.2. 22.1.01 5.000.-.01.273 250.469.01 Gaji dan Tunjangan Tunjangan Keluarga Tunjangan Fungsional Tunjangan Fungsional Umum RK PPKD Kas di Bendahara Pengeluaran RK PPKD Belanja ATK 5-Jan 8-Jan 12-Jan 25-Jan 27-Jan 28-Jan 28-Jan 28-Jan 242 .457.1.1.000.951.000.000.3.01.02 5.

Tanggal transaksi Langkah 2 Dalam kasus penambahan nilai aset. Akuntansi Aset SKPD Prosedur akuntansi aset pada SKPD meliputi pencatatan dan pelaporan akuntansi atas perolehan. Aset . Diinvestasikan dlm Aset Tetap xxx xxx Dalam kasus pengurangan aset. Berdasarkan bukti memorial. Bukti memorial tersebut dapat dikembangakn dalam format yang sesuai dengan kebutuhan yang sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai: (1).1. yaitu : • • Penambahan nilai Aset Pengurangan nilai Aset Langkah 1 Berdasarkan bukti transaksi yang berupa: a.. Klasifikasi aset tetap (4). Nilai aset tetap (5). Diinvestasikan dlm Aset Tetap Aset Tetap xxx xxx 243 .. Jenis/nama aset tetap (2). PPK-SKPD mengakui penambahan aset dengan menjurnal ”Aset sesuai jenisnya” di debit dan “Diinvestasikan dalam Aset Tetap” di kredit. pemeliharaan... Berita acara penyelesaian pekerjaan PPK-SKPD membuat bukti memorial.7. Berita acara serah terima barang.. PPK-SKPD mengakui pengurangan aset dengan menjurnal “Diinvestasikan dalam Aset Tetap” di debit dan ”Aset sesuai jenisnya” di kredit. Akuntansi Satuan Kerja 7. Kode rekening terkait (3). perubahan klasifikasi.. rehabilitasi. dan penyusutan terhadap aset tetap yang dikuasai/digunakan SKPD. dan atau b.1. Berita acara penerimaan barang. Transaksi-transaksi tersebut secara garis besar digolongkan dalam 2 kelompok besar transaksi...7.. berdasarkan bukti memorial tersebut. dan atau c.

01 Belanja Modal – Papan Tulis Elektronik Kas di Bendahara Pengeluaran Peralatan Kantor – Papan Tulis Elektronik Diinvestasikan dlm Aset Tetap 3. Pencatatan aset tetap dapat dilakukan baik oleh SKPD maupun SKPKD.2. Maka jurnal yang harus dibuat di akuntansi SKPKD adalah: 244 .2 juta rupiah. a.09 3.000 3. Oleh karena itu Dinas Kesehatan akan mencatat nilai papan tulis elektronik tersebut sebesar 3.2. Ilustrasi Jurnal Pencatatan aset tetap dalam buku jurnal merupakan proses lanjutan dari pencatatan belanja daerah yang menghasilkan aset tetap.000 3. jurnal untuk mencatat saat perolehan aset tetap sering disebut sebagai jurnal collolary. bergantung pada siapa yang melakukan belanja atas aset tersebut.200.03. Berikut adalah beberapa contoh jurnal terkait dengan aset tetap.2.000 3. Dinas Kesehatan akan digunakan sebagai ilustrasi SKPD.1.200.09.3.200. Perolehan Aset Tetap Pembelian Dinas Kesehatan membeli papan tulis elektronik untuk ruang meeting dengan harga jual 3 juta rupiah. Mobil Kijang dengan tipe dan kriteria yang sama tersebut mempunyai nilai wajar masing-masing sebesar 120 juta rupiah. Agar papan tulis elektronik ini siap digunakan.000 Pembelian papan tulis elektronik Hibah/Donasi Pemda memperoleh donasi dari Bank Dunia berupa lima buah mobil Kijang.01 1.1.2. buku jurnal atas transaksi aset tetap tersebut diposting ke dalam buku besar rekening berkenaan. Oleh karena itu.7. Aset tersebut kemudian diserahkan kepada SKPD. Langkah 3 Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPD. ada biaya-biaya tambahan yang harus dibayar meliputi biaya pengangkutan dan biaya instalasi masing-masing sebesar 100 ribu rupiah.3.09 1.1. 5. Akuntansi Satuan Kerja Secara periodik.200.01.10.

2.01 3.000 640.01.01.000.1.2. Akuntansi Satuan Kerja 1.3. Tanggal 31 Desember 2006 puskesmas tersebut belum selesai dibangun. Jurnal punyusutan aset tetap ini dibuat di akhir tahun.6.000 Konstruksi dalam Pengerjaan Diinvestasikan dalam Aset 100.000 245 .03 3. Maka Dinas Kesehatan akan mencatat jurnal sebagai berikut: 1.01 Tetap Mencatat biaya yang telah dikeluarkan selama pembangunan sampai 31 Desember 2006 Pada 31 Mei 2007.2.01 1.2.3.000 c. Penyusutan Selain tanah dan konstruksi dalam pengerjaan.000.000.01 Gedung Diinvestasikan pada Aset Tetap Mencatat pada pos aset tetap yang bersangkutan 400.01 Kendaraan Diinvestasikan dlm Aset Tetap 600.2.02. Maka Dinas Kesehatan menjurnal sebagai berikut: 3.01.3.3.000.000 100.01.6.01 Diinvestasikan dalam Aset Tetap Konstruksi dalam Pengerjaan 100.01 3. seluruh aset tetap dapat disusutkan sesuai dengan sifat dan karakteristik aset tersebut.2.000 400.000.000 100.000. Konstruksi Dalam Pengerjaan Pemda sedang mendirikan bangunan puskesmas.01.000. Gedung puskesmas ini akan dibangun Dinas Kesehatan pada tahun 2006.01.01 1.01. puskesmas ini telah selesai di bangunan.3.7.000 600.7.2.01 Diinvestasikan dlm Aset Tetap Akumulasi Penyusutan – Papan tulis elektronik Penyusutan papan tulis elektronik oleh Dinas Kesehatan dengan metode garis lurus dan estimasi masa manfaat AC selama 5 tahun 640.2.2.2.000.000 Jurnal balik atas pencatatan terdahulu yang telah dicatat 1.3.01. 3.000 Penerimaan hibah berupa mobil Kijang dari Bank Dunia b.01.2.

01 1.02.000 5.2.000.1.2.4.2.000 5.01 4.1.000.000 5. Uang hasil penjualan komputer tersebut akan dicatat sebagai Lain-lain PAD yang Sah. Pelepasan Aset Tetap Di kantor Dinas Kesehatan.02 1.000. terdapat lima buah komputer lama yang rusak dan tidak terpakai.02 Diinvestasikan dlm Aset Tetap Peralatan – Komputer Kas di Bendahara Penerimaan Lain-lain PAD yang Sah pelepasan aset 5.11.3. 3.01.1. Akuntansi Satuan Kerja d.000 Jurnal untuk mencatat pengurangan aset tetap dan penerimaan pendapatan dari hasil 246 .000.7.1. Atas persetujuan Kepala Daerah dilakukan penghapusan atas computer tersebut.01. Kepala Dinas melakukan pelelangan ke masyarakat.

Prosedur akuntansi selain kas pada SKPD meliputi setidaknya : koreksi kesalahan pencatatan merupakan koreksi terhadap kesalahan dalam membuat jurnal dan telah diposting ke buku besar. kode rekening. Pengakuan asset. Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai tanggal transaksi dan/atau kejadian. Akuntansi Satuan Kerja 7. dan jumlah rupiah.8. 247 . uraian transaksi dan/atau kejadian. pengikhtisaran. Langkah 1 PPK-SKPD berdasarkan bukti transaksi dan/atau kejadian selain kas membuat bukti memorial.7. Langkah 2 PPK-SKPD mencatat bukti memorial ke dalam buku jurnal umum. sampai dengan pelaporan keuangan yang berkaitan dengan semua transaksi atau kejadian selain kas yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer.1.1. Akuntansi Selain Kas Prosedur akuntansi selain kas pada SKPD meliputi serangkaian proses mulai dari pencatatan. Secara periodik jurnal atas transaksi dan/atau kejadian selain kas diposting ke dalam buku besar sesuai kode rekening yang bersangkutan. Langkah 3 Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPD. hutang. dan ekuitas. Pengakuan aset sangat terkait dengan belanja modal yang dilakukan oleh SKPD Jurnal depresiasi Merupakan jurnal depresiasi terhadap aset yang dimiliki oleh SKPD Jurnal terkait dengan transaksi yang bersifat accrual dan prepayment Merupakan jurnal yang dilakukan dikarenakan adanya transaksi yang sudah dilakukan SKPD namun pengeluaran kas belum dilakukan (accrual) atau terjadi transaksi pengeluaran kas untuk belanja di masa yang akan datang (prepayment) Bukti transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi selain kas berupa bukti memorial yang dilampiri dengan bukti-bukti transaksi jika tersedia. merupakan pengakuan terhadap perolehan asset yang dilakukan oleh SKPD.

02.01 Diinvestasikan dlm Aset Tetap Kendaraan Diinvestasikan dlm Aset Tetap Mesin Tik 5-Juli 248 .000 5.2.2.1.000.01.Juni 3.2.1. Dinas Kesehatan akan digunakan sebagai ilustrasi SKPD.2.000 200. Akuntansi Satuan Kerja Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi non kas.3.000 120.01 5.01 Belanja ATK Belanja Dokumen Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan 30.01.2.03 3. Nilai mesin tik ini di neraca sebesar Rp 200 ribu Dari transaksi ini.000.000. Sewaktu pertama kali diterima.2.000.02 (Belanja Dokumen) 15 Februari 2006 Dilakukan koreksi atas kesalahan pencatatan penerimaan SP2D UP.2.1.01 1.01. PPK-SKPD Dinas Kesehatan akan mencatat jurnal sebagai berikut: 26-Jan 5.000. kendaraan ini dicatat dengan nilai Rp 120 juta.03. satu diantaranya dihibahkan kembali ke RSUD sebagai kendaraan operasional. 5 Juli 2006 Diterima Surat Keputusan penghapusan barang (penghapusan mesin tik yang musnah karena kebakaran di gudang).000.01. Dana SP2D UP senilai Rp 30 juta dicatat dengan mendebit rekening kas di bendahara penerimaan.2.000 5.01 1.1.000 120.02 1.000 200.2.3. Pada tanggal tersebut dilakukan belanja ATK senilai Rp 5 juta.7.01.2. 26 Januari 2006 Dilakukan koreksi atas kesalahan pencatatan belanja yang dilakukan pada tanggal 8 Januari 2006.01 1. namun dicatat ke kode rekening 5.000 rekening yang didebit adalah rekening kas di 15 -Feb 28.2. Seharusnya bendahara pengeluaran 28 Juni 2006 Dari 5 buah kendaraan hibah yang diterima.000 30.2.02.09.1.

1.7. …………………… PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP... 249 . Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… BUKU JURNAL KHUSUS PENDAPATAN SKPD Kode Rekening yang di Debit Nomor Tanggal 1 : : Halaman… Bukti Pembayaran 2 Bukti lain Kode Rekening yang di Kredit 3 Uraian 4 Ref 5 Jumlah (Rp) 6 Akumula si (Rp) 7 …….

. 250 .tanggal………….1.7.. Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… BUKU BESAR SKPD KODE REKENING NAMA REKENING PAGU APBD PAGU PERUBAHAN APBD : : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Tanggal 1 Uraian 2 Ref 3 Debet (Rp) 4 Kredit (Rp) 5 Saldo (Rp) 6 Jumlah ………. PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.

7.. 251 .1. Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… NERACA SALDO PER TANGGAL ……… SKPD : …………………… Jumlah Debit 1 2 3 Kredit Halaman… Kode Rekening Uraian ……..tanggal…… PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.

1. BUKU JURNAL KHUSUS BELANJA UP/GU/TU SKPD Kode Rekening yang di Kredit Nomor Tanggal 1 Bukti Belanja 2 Bukti Lain Kode Rekening yang di Debit 3 Uraian 4 Ref 5 Jumlah (RP) 6 Akumulasi (Rp) 7 : : Halaman …………... ……. PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. 252 .tanggal…….7. Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ….

.7. PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.1. 253 .. Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… BUKU BESAR SKPD KODE REKENING NAMA REKENING PAGU APBD PAGU PERUBAHAN APBD : : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Tanggal 1 Uraian 2 Ref 3 Debet (Rp) 4 Kredit (Rp) 5 Saldo (Rp) 6 Jumlah ……….tanggal………….

254 ..tanggal…… PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.7.1. Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… NERACA SALDO PER TANGGAL ……… SKPD : …………………… Jumlah Debit 1 2 3 Kredit Halaman… Kode Rekening Uraian ……..

7.1. Akuntansi Satuan Kerja

PROVINSI / KABUPATEN / KOTA …. BUKU JURNAL KHUSUS BELANJA LS SKPD Kode Rekening yang di Kredit
Nomor Tanggal 1 SP2D 2 Bukti Lain Kode Rekening yang di Debit 3 Uraian 4 Ref 5 Jumlah (RP) 6 Akumulasi (Rp) 7

: ……………….. : ………………..

Halaman ….

…….,tanggal……. PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap)
NIP.

255

7.1. Akuntansi Satuan Kerja

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… BUKU BESAR
SKPD KODE REKENING NAMA REKENING PAGU APBD PAGU PERUBAHAN APBD
: : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ………………………………

Tanggal 1

Uraian 2

Ref 3

Debet (Rp) 4

Kredit (Rp) 5

Saldo (Rp) 6

Jumlah ……….., tanggal………….

PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap)
NIP.

256

7.1. Akuntansi Satuan Kerja

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… NERACA SALDO PER TANGGAL ………
SKPD : ……………………
Jumlah Debit 1 2 3 Kredit Halaman…

Kode Rekening

Uraian

……..,tanggal…… PPK-SKPD
(tanda tangan)
(nama lengkap)

NIP.

257

9.BA Penyelesaian Pekerjaan Bukti Memorial transaksi Selain Kas dibuat berdasarkan bukti transaksi yang terdiri dari: . . Akuntansi Satuan Kerja 7.SK Penghapusan Barang .Bukti memorial transaksi Selain Kas dalam Register Jurnal Umum .SK Mutasi Barang .BA Penerimaan Barang .1.SPJ Penerimaan dalam Register Jurnal Penerimaan Kas .BA Penerimaan Barang .BA Pemusnahan Barang .BA Seraht Terima Barang . Akuntansi SKPD Uraian 1.1.BA Pemusnahan Barang . . Neraca Saldo SKPD 258 . Register Buku Besar SKPD 3.BA Seraht Terima Barang .Surat Pengiriman Barang . Jurnal-jurnal tersebut oleh PPK SKPD diposting ke Register Buku Besar SKPD . Bukti Memorial transaksi Aset Tetap dibuat berdasarkan bukti transaksi yang terdiri dari: .BA Penilaian . .SK Penghapusan Barang .Bukti memorial transaksi Aset Tetap dalam Register Jurnal Umum.BA Penilaian Akuntansi Penerimaan Kas 1 PPK SKPD Akuntansi Pengeluaran Kas Akuntansi Aset Akuntansi Selain Kas SPJ Penerimaan SPJ Pengeluaran SP2D Bukti Transaksi Bukti Transaksi Bukti Memorial Bukti Memorial Register Jurnal Penerimaan Kas Register Jurnal Pengeluaran Kas Register Jurnal Umum Register Jurnal Umum 2. Berdasarkan Buku Besar SKPD . PPK -SKPD menjurnal : .SK Mutasi Barang .7. Bagan Alir D.1.SPJ Pengeluaran dan SP 2D dalam Register Jurnal Pengeluaran Kas . PPK SKPD membuat Neraca Saldo SKPD .

belanja bagi hasil. bunga. Badan/Biro/Bagian Keuangan juga menyusun RKA-SKPKD selaku Pejabat Pengguna Anggaran. subsidi. SKPKD adalah suatu satuan kerja yang mempunyai tugas khusus untuk mengelola keuangan daerah. Tata cara dan perlakuan akuntansi oleh SKPKD sebagai satuan kerja mengikuti tata cara dan perlakuan akuntansi seperti yang sudah dijelaskan oleh prosedur 7.2. sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. 259 .Kerangka Hukum Prosedur akuntansi pada SKPKD sebagai PA meliputi serangkaian proses mulai dari pencatatan. hibah. 7.2] Akuntansi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) 7.7.2.2. Transaksi-transaksi yang dilakukan oleh SKPKD sebagai satuan kerja 2. Dalam pelaksanaan anggaran transaksi yang terjadi di SKPKD dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu: 1.1.Deskripsi Kegiatan Akuntansi PPKD adalah sebuah entitas akuntansi yang dijalankan oleh fungsi akuntansi di SKPKD. yang mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan oleh SKPKD dalam kapasitas sebagai Pemda. bantuan keuangan dan belanja tiga terduga. SKPKD biasanya dikelola oleh suatu entitas tersendiri berupa Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Kosekuensi atas keadaan ini adalah bahwa PPK-SKPKD hanya mengurusi masalah pendapatan/belanja untuk satuan kerja saja. Akuntansi PPKD [7.2. Transaksi-transaksi yang dilakukan oleh SKPKD pada level Pemerintah Daerah seperti pendapatan dana perimbangan. pencatatan investasi dan hutang jangka panjang.1. Permendagri 13/2006 (pasal 266 sampai dengan 288) mengatur tentang hal terkait. bantuan sosial. pengikhtisaran. Termasuk transaksi-transaksi pembiayaan.

Akuntansi PPKD Pada prosedur 7. Akuntansi Selain Kas 260 .2. prosedur 7. Akuntansi Konsolidator 7. Akuntansi Pembiayaan 4.2 ini akan meliputi: 1. Akuntansi Belanja (belanja bunga. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga) 3. subsidi. Dengan demikian. Akuntansi Hutang 6.7. hibah. bantuan sosial.2 ini akan dijelaskan tata cara dan perlakuan akuntansi bagi SKPKD yang berfungsi merekam transaksi-transaksi oleh (pada level) pemerintah daerah. Akuntansi Aset (Investasi Jangka Panjang) 5. belanja bagi hasil. Akuntansi Pendapatan (Dana Perimbangan dan Pendapatan Lainnya) 2.

2. 261 . Hutang dan Selain Kas berdasarkan bukti-bukti yang terkait.2. Memposting jurnal-jurnal tersebut ke dalam buku besarnya masing-masing. Bendahara di SKPKD memiliki tugas : • Menyiapkan dokumen-dokumen atas transaksi yang terkait dengan proses pelaksanaan akuntansi PPKD.7. Bendahara di SKPKD Dalam kegiatan ini. yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran. Aset. Pembiayaan. Fungsi Akuntansi SKPKD Dalam kegiatan ini. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan.Pihak Terkait 1.3. Akuntansi PPKD 7. Belanja.2. Membuat laporan keuangan. Fungsi Akuntansi SKPKD memiliki tugas sebagai berikut : • • • Mencatat transaksi-transaksi Pendapatan.

Neraca saldo 3. Dalam melakukan akuntansi anggaran. Akuntansi PPKD 7. Akuntansi anggaran diselenggarakan setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) disahkan oleh PPKD.4. Laporan Realisasi Anggaran. Buku besar (sebagai header) 2.Akuntansi Anggaran Peraturan Pemerintah No. belanja.2. 262 . dengan jurnal sebagai berikut : Estimasi Pendapatan SILPA Apropriasi Belanja (SILPA) Estimasi Penerimaan Pembiayaan SILPA Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan (SILPA) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Jurnal atas transaksi tersebut akan menjadi angka laporan dalam kolom anggaran di Laporan Realisasi Anggaran (LRA). SKPD diperkenankan untuk tidak melakukan jurnal akuntansi anggaran.7. transfer dan pembiayaan. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan menyatakan bahwa akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan.2. Namun harus dikelola dalam sebuah sistem sedemikian rupa sehingga nilai mata anggaran untuk setiap kode rekening muncul dalam: 1.

Jurnal pendapatan yang telah dibuat kemudian di posting ke Buku Besar SKPKD. 263 . Fungsi Akuntansi di SKPKD menjurnal penerimaan kas dari dana perimbangan sebagai berikut : Kas di Kas Daerah Pendapatan Dana Perimbangan xxx xxx Dalam kondisi nyata. Fungsi Akuntansi di SKPKD memindahkan saldo-saldo yang ada di setiap buku besar SKPKD ke dalam Neraca Saldo. Fungsi Akuntansi SKPKD dapat mengidentifikasi penerimaan kas yang berasal dari dana perimbangan. b. Akuntansi PPKD 7. dimungkinkan terjadi pengembalian kelebihan pendapatan yang harus dikembalikan ke pihak ketiga.2. pada bagian ini yang dimaksud dengan akuntansi pendapatan PPKD adalah langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam perlakuan akuntansi untuk pendapatan pada level Pemerintah Daerah seperti Dana Perimbangan.5.7.Akuntansi Pendapatan Seperti telah disebutkan sebelumnya.2. maka PPK-SKPKD mencatat transaksi pengembalian kelebihan tersebut dengan menjurnal “Akun Pendapatan sesuai jenisnya ” di Debit dan “Kas di Kas Daerah” di kredit. Langkah 1 a. Pendapatan______________ Kas di Kas Daerah xxx xxx Langkah 3 a. Laporan ini yang dilampiri salah satunya oleh tembusan Nota Kredit akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi pendapatan. Setiap akhir bulan. b. Langkah 2 Berdasarkan dokumen Laporan tersebut. Terhadap pengembalian ini. Fungsi Akuntansi di SKPKD (yang biasanya dilakukan oleh Bidang Akuntansi SKPKD di BPKD) menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD. Dari Laporan Posisi Kas Harian ini.

1.000 1.2.7.1.000 200.000 Pendapatan Dana Perimbangan .000. BPKD menerima Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 20 Milyar.1.000 15.1. Diterima Pendapatan Bagi Hasil dari PBB sebesar Rp 1 Milyar dan BPHTB sebesar Rp 200 Juta Dilakukan pengembalian Pendapatan Bagi Hasil dari PBB untuk tahun 2005 sebesar Rp 15 juta Diterima Pendapatan Bagi Hasil dari PPh 21 sebesar Rp 300 juta Dari transaksi ini.2.000.01 4.1.2.01 4.1.DAU Kas di Kas Daerah 20.000 10-Apr 20.2.01 1.1.000.000 2.000 300.01.1.000.000.000 1.200.01.000 Pendapatan Dana Perimbangan .000 15.01.02 4.01.000.01 4.000.000.2.1.03 Kas di Kas Daerah 2.01.3.000.1.000 15.01. Akuntansi PPKD Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi pendapatan.DAK Kas di Kas Daerah Bagi Hasil PBB Bagi Hasil BPHTB Bagi Hasil PBB Kas di Kas Daerah Kas di Kas Daerah Bagi Hasil PPh 21 300.01.01.000. 5 Maret 2006 10 April 2006 15 April 2006 5 Mei 2006 7 Juni 2006 Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) menerima Dana Alokasi Umum sebesar Rp 2 Milyar.000. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 5-Mar 1.01 1.2.01.01 1.01 4.1.000.01 1.000.000.01.01 4.2.1.1.01.Apr 5-Mei 7-Juni 264 .000.2.000.1.

bunga..6. Contoh format Neraca Saldo dapat dilihat pada Sisdur Akuntansi ini (Halaman 279). Kas di Kas Daerah xx. Fungsi Akuntansi SKPKD memindahkan saldo-saldo yang ada di tiap buku besar ke dalam Neraca Saldo. hibah. Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat transaksi ke jurnal sebagai berikut: Belanja Bunga/Subsidi/. subsidi.xxx Langkah 2 a.xxx. Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi belanja. pada bagian ini yang dimaksud dengan akuntansi Belanja SKPKD adalah langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam perlakuan akuntansi untuk belanja. Setiap periode.. belanja bagi hasil. Akuntansi PPKD 7. b.2.7. bantuan sosial.xxx. Di akhir bulan. 3 Maret 2006 20 Maret 2006 5 April 2006 10 April 2006 Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) melakukan pembayaran subsidi untuk tahun 2006 kepada PDAM setempat sebesar Rp 250 juta Dilakukan belanja untuk Bantuan Keuangan bagi kesejahteraan guru SD sebesar Rp 200 juta Dilakukan transfer dana sebesar Rp 100 juta kepada Pemerintah Desa untuk pembangunan jalan desa Dilakukan transfer dana sebesar Rp 400 juta sebagai dana bantuan untuk Partai Politik 265 .Akuntansi Belanja Seperti telah disebutkan sebelumnya. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga. jurnal tersebut akan diposting ke Buku Besar sesuai dengan kode rekening belanja... Langkah 1 Fungsi Akuntansi SKPKD menerima SP2D dari Kuasa BUD.. Berdasarkan SP2D terkait.xxx xx.2. Contoh format Buku Besar dapat dilihat pada Sisdur Akuntansi ini (Halaman 278).

01 1.01.01 5.01 Belanja Subsidi kepada Perusahaan Kas di Kas Daerah Belanja Subsidi kepada Lembaga Kas di Kas Daerah Belanja Hibah kepada Pemerintah Desa Kas di Kas Daerah Belanja Bantuan kepada Partai Politik Kas di Kas Daerah 250.1.1.000 100.000.1.01 5.5.000.03.000 200.3.000.01.01.1.01 5.000 200.2.01 1.3.000.000.000.1.000 400.1.4.01.000.000 100.1.7.1.000 20-Mar 5-Apr 10-Apr 266 .000 400.1.1.01.1.1.000.01. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 3-Mar 5.000 250. Akuntansi PPKD Dari transaksi ini.01.02 1.01 1.

Penerimaan Pembiayaan Langkah 1 a. pencairan dana cadangan. dan utang I.7. b. Penerimaan Pembiayaan dapat berupa penggunaan SiLPA tahun lalu. dan penerimaan piutang daerah.2. Laporan ini akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi pembiayaan pada SKPKD (akuntansi penerimaan/pengeluaran kas). Akuntansi PPKD 7. Fungsi Akuntansi SKPKD menjurnal penerimaan kas dari dana perimbangan sebagai berikut : 1 Kas di Kas Daerah Penerimaan Pembiayaan – Dana Cadangan 2 Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Dana Cadangan Kas di Kas Daerah Penerimaan Pembiayaan – Pinjaman kpd PD 2 Dana yang harus disediakan untuk pembayaran Utang Jangka Panjang Pinjaman kepada PD xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Pencairan Dana Cadangan 1 Penerimaan Pinjaman Daerah 267 . penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah. pada bagian ini yang dimaksud dengan akuntansi Pembiayaan SKPKD adalah langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam perlakuan akuntansi untuk penerimaan dan pengeluaran pembiayaan. Akuntansi Pembiayaan SKPKD Seperti telah disebutkan sebelumnya. Fungsi Akuntansi SKPKD harus mengidentifikasi penerimaan kas yang berasal dari kegiatan pembiayaan. Dari Laporan Posisi Kas Harian ini. pinjaman. hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan. seperti dana cadangan.7.2. penerimaan pinjaman daerah. Fungsi Akuntansi SKPKD menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD. Langkah 2 Berdasarkan dokumen Laporan Posisi Kas Harian.

b. Pengeluaran Pembiayaan dapat berupa pembentukan dana cadangan. Fungsi Akuntansi SKPKD memindahkan saldo-saldo yang ada di setiap buku besar SKPKD ke dalam Neraca Saldo. penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah. Langkah 2 Berdasarkan dokumen Laporan Posisi Kas Harian.2. Jurnal-jurnal tersebut kemudian di posting ke Buku Besar SKPKD. atau untuk pemberian pinjaman daerah. Setiap akhir bulan. Laporan ini akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi pembiayaan pada SKPKD (akuntansi penerimaan/pengeluaran kas). Dari Laporan Posisi Kas Harian ini.7. Akuntansi PPKD 1 Penerimaan Utang Daerah 2 Kas di Kas Daerah Penerimaan Pembiayaan – Utang Dalam Negeri Dana yg hrs Disediakan utk Pembayaran Utang Jangka Panjang Utang Dalam Negeri xxx xxx xxx xxx Penerimaan Dana Bergulir 1 Kas di Kas Daerah Penerimaan Pembiayaan – Dana Bergulir xxx xxx xxx xxx 2 Diinvestasikan dalam Investasi non Permanen Investasi Non Permanen Langkah 3 a. Fungsi Akuntansi SKPKD harus mengidentifikasi pengeluaran kas yang digunakan untuk kegiatan pembiayaan. Fungsi Akuntansi SKPKD menjurnal pengeluaran kas dari Kas Daerah sebagai berikut : 268 . II. Pengeluaran Pembiayaan Langkah 1 a. b. Fungsi Akuntansi SKPKD menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD. pembayaran pokok utang.

Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi pembiayaan 20 Feb 2006 10 Juni 2006 30 Juni 2006 Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) melakukan transfer dana untuk pembentukan dana cadangan sebesar Rp 500 juta Dilakukan transfer dana sebesar Rp 2 Milyar sebagai tambahan penyertaan modal Pemda di PDAM Diterima dana pinjaman dari Lembaga Perbankan senilai Rp 5 Milyar.7. Hutang ini jatuh tempo dalam waktu 5 tahun ke depan Dari transaksi ini.2. Setiap akhir bulan. Fungsi Akuntansi SKPKD memindahkan saldo-saldo yang ada di setiap buku besar SKPKD ke dalam Neraca Saldo. Jurnal-jurnal pengeluaran kas dan jurnal umum (jurnal collolary-nya) kemudian di posting ke Buku Besar SKPKD. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 269 . b. Akuntansi PPKD Pembentukan Dana Cadangan 1 2 Pengeluaran Pembiayaan – Dana Cadangan Kas di Kas Daerah Dana Cadangan Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pengeluaran Pembiayaan – Penyertaan Modal PEMDA Kas di Kas Daerah Penyertaan Modal PEMDA Diinvestasikan dlm Investasi Jangka Panjang Pengeluaran Pembiayaan – Pembayaran Pokok Utang Kas di Kas Daerah Utang Dalam Negeri Dana yg hrs Disediakan utk Pembayaran Utang Jngka Panjang Pengeluaran Pembiayaan – Dana Bergulir Kas di Kas Daerah Investasi Non Permanen Diinvestasikan dalam Investasi Non Permanen xxx Xxx xxx Xxx Penyertaan Modal Pemda 1 2 xxx Xxx xxx Xxx xxx Xxx xxx Xxx 1 Pembayaran Pokok Utang 2 Pembentukan Dana Bergulir 1 2 xxx Xxx xxx Xxx Langkah 3 a.

1.000 2.7.1.000.2.000 270 .01 6.1. Akuntansi PPKD 20-Feb 6.2.1.1.000.01.01.1.2.01.000 3.01 Pembentukan Dana Cadangan Kas di Kas Daerah Dana Cadangan Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda di BUMD Kas di Kas Daerah 500.01 3.000 500.2.000.4.01.000 500.000 5.000 Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Kas di Kas Daerah 5.03.01 Penyertaan Modal Pemda 2.01.01 5.000.01 3.000 Pinjaman Pemda kepada Lembaga Perbankan Dana yang harus disediakan untuk hutang jangka panjang Utang Dalam Negeri Sektor Perbankan 2.000.01.000.000.000 2.1.2.1.000.000.01.1.000.000.01.000.000 500.01 1.4.1.2.01 1.02.01 1.01 1.000.01.000.01 2.2.000.1.4.000 10-Jun 6.01 5.000.2.000.01.000 30-Jun 1.000.3.2.000.1.000.

. Akuntansi Aset SKPKD Prosedur akuntansi aset pada SKPKD merupakan pencatatan atas pengakuan aset yang muncul dari transaksi pembiayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah.8. Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai: (1). Kode rekening terkait (3)..2.. Jenis/nama investasi (2). buku jurnal atas transaksi investasi jangka panjang tersebut diposting ke dalam buku besar rekening yang terkait... Fungsi Akuntansi SKPKD membuat bukti memorial... Tanggal transaksi Langkah 2 Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat bukti memorial ke dalam buku jurnal umum.2.7.. Diinvestasikan dlm Investasi .. Nilai investasi (4).. Langkah 3 Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPKD. sebagai berikut: Diinvestasikan dlm Investasi . Akuntansi PPKD 7. 271 . Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi aset SKPKD yang terkait dengan transaksi pembiayaan oleh SKPKD 1 Maret 2006 Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) menempatkan dana sebesar Rp 20 Milyar di SBI. sebagai berikut: Investasi . misalnya pengakuan atas investasi jangka panjang. Jurnal pengakuan investasi.. Jurnal pelepasan investasi. xxx xxx xxx xxx Secara periodik. Investasi .... Langkah 1 Berdasarkan bukti transaksi yang ada.

000.000 3.000.1.01.2. Pada saat pencairan.04.000.01 4.1.000 20.01 1-Mar 1. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 1-Mar 1.1.2.03. diterima bunga deposito senilai Rp 20 juta 23 Juni 2006 BPKD melakukan pembelian Obligasi BUMN senilai Rp 1 Milyar Dari transaksi ini. Pengeluaran kas melalui Kas Daerah dicatat dengan menjurnal ”Belanja Pembiayaan – Obligasi” di Debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit 272 .2. Akuntansi PPKD 15 Mei 2006 Dilakukan pencairan dana atas deposito yang dimliki oleh Pemda di Bank Daerah senilai Rp 2 Milyar.4.7. Penerimaan kas melalui Kas Daerah dicatat dengan menjurnal ”Kas di Kas Daerah” di Debit dan ”Pencairan Deposito” di kredit 1.000.000 3.000.01 Panjang Merupakan Jurnal Kololari atas pembelian obligasi.000.000 Merupakan Jurnal Kololari atas pembelian SBI.02.01 Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang 20.1.1. Pengeluaran kas melalui Kas Daerah dicatat dengan menjurnal ”Belanja Pembiayaan – SBI” di Debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit Diinvestasikan dalam Deposito Investasi dalam Deposito Merupakan Jurnal Kololari atas pencairan deposito.2.000.1.000.2.000.01 Kas di Kas Daerah Pendapatan Bunga Deposito 20.01.000.01 Investasi dalam Surat Utang Negara 20.01.1.000 Diinvestasikan dalam Investasi Jangka 1.000 15-Mei Investasi dalam Obligasi 1.

Nilai hutang (4). Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai: (1). Kode rekening terkait (3).xxx. Akuntansi PPKD 7. xx. Jurnal pengakuan hutang. Langkah 3 Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPKD. Langkah 1 Berdasarkan bukti transaksi yang ada.xxx xx. buku jurnal atas transaksi hutang jangka panjang tersebut diposting ke dalam buku besar rekening yang terkait. Fungsi Akuntansi SKPKD membuat bukti memorial.xxx.2.7. Tanggal transaksi Langkah 2 Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat bukti memorial ke dalam buku jurnal umum. sebagai berikut: Hutang jangka panjang Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang JP Secara periodik.xxx pembayaran hutang JP Hutang Jangka Panjang Jurnal pembayaran hutang.9 Akuntansi Hutang SKPKD Prosedur akuntansi hutang pada SKPKD merupakan pencatatan atas pengakuan hutang jangka panjang yang muncul dari transaksi pengeluaran pembiayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah.xxx.xxx xx. sebagai berikut: Dana yang harus disediakan untuk xx.2.xxx Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi aset SKPKD yang terkait dengan transaksi pembiayaan oleh SKPKD 273 . Jenis/nama hutang jangka panjang (2).xxx.

000.2.01 1.01.01 jangka panjang Merupakan Jurnal Kololari atas pembayaran pinjaman BUMD.2. Penerimaan kas melalui Kas Daerah dicatat dengan menjurnal ”Kas di Kas Daerah” di Debit dan ”Penerimaan Pinjaman Pemerintah Pusat” di kredit Hutang Jangka Panjang 1.03.2. Akuntansi PPKD 1 Maret 2006 30 Maret 2006 BPKD menerima dana pinjaman dari pemerintah pusat senilai Rp 1 Milyar untuk menutup Defisit APBD BPKD melakukan pembayaran dana pinjaman dari BUMD senilai Rp 1 Milyar yang dilakukan di tahun 2004 Dari transaksi ini.01 Hutang Jangka Panjang 1.4.000.2. Pembayaran melalui Kas Daerah dicatat dengan menjurnal ”Pembayaran Pinjaman BUMD” di Debit dan ” Kas di Kas Daerah” di kredit 2.2.000 Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang 1.1.7.000.000.000.000.01.03.000.000 3. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 1-Mar Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang jangka panjang 3.01 30-Mar 274 .000.000 Merupakan Jurnal Kololari atas penerimaan pinjaman pemerintah pusat.4.1.000 2.

275 .2... Akuntansi PPKD 7.. Akuntansi Konsolidator Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD) dibangun dengan sebuah arsitektur seperti Akuntansi cabang di Sektor Swasta. Kas di Kas Daerah di Bendahara Pengeluaran” di debit dan ”RK PPKD” di kredit Sedangkan untuk mencatat aliran dana dari Bendahara Penerimaan SKPD ke Kas Daerah. SKPKD diibaratkan sebagai kantor pusat (home office) dan SKPD sebagai kantor cabang (branch office). terdapat sebuah akun perantara yang berfungsi sebagai jembatan antara SKPKD dan SKPD.. Langkah 1 a..... b... Dari Laporan Posisi Kas Harian ini.2... Fungsi Akuntansi SKPKD menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD.. Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat jurnal sebagai berikut : Kas di Kas Daerah RK SKPD .10. Fungsi Akuntansi SKPKD harus mengidentifikasi aliran kas dari BUD kepada bendahara pengeluaran SKPD (berdasarkan dokumen sumber SP2D) dan sebaliknya aliran kas dari bendahara penerimaan SKPD ke BUD (berdasarkan dokumen sumber Nota Kredit)....... Akun yang dimaksud adalah R/K Pemda dan R/K SKPD. Maka.. Langkah 2 Fungsi Akuntansi SKPD kemudian mencatat aliran dana dari Kas Daerah ke kas bendahara pengeluaran SKPD dengan jurnal sebagai berikut : RK SKPD.. Laporan ini akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi konsolidator pada SKPKD.7. dalam pelaksanaan transaksinya. Dengan skema tersebut. PPKD” di debit dan ” Kas di Bendahara Pengeluaran D” di kredit xxx xxx xxx xxx Catatan : Penerimaan dana di Bendahara Pengeluaran dicatat oleh PPK SKPD dengan menurnal ”Kas Catatan : Transfer dana di Bendahara Penerimaan dicatat oleh PPK SKPD dengan menurnal ”RK Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi antara SKPKD dan SKPD.

000 30.000 50.01 1.000.Rp 62.01 2.01.Rp 999.818.000.9.575.03 1.IWP Hutang PFK .000 6.01.387.dan Tabungan Perumahan 5 Januari 2006 11 Januari 2006 20 Januari 2006 27 Januari 2006 Diterbitkan SP2D UP kepada Dinas Kesehatan senilai Rp 30 juta. Dari pembayaran ini.03 1.182 28 Januari 2006 Melakukan pembayaran atas kelebihan uang pendaftaran mahasiswa/I Akademi Keperawatan untuk tahun 2005. Menerima setoran dari Dinas Kesehatan atas retribusi kesehatan senilai Rp 5 juta Menerbitkan SP2D GU kepada Dinas Pendidikan senilai Rp 35 juta Menerbitkan SP2D LS kepada Dinas Kesehatan sebesar Rp 75 juta untuk pembelian bahan kimia untuk kegiatan Fogging.951.01 5-Jan 1.1.000 52.1.01 1.01 2.01 2.01.9.000 35.1.1.03.1.1.000.Taperum RK Dinas Kesehatan Kas di Kas Daerah Kas di Kas Daerah RK Dinas Kesehatan RK Dinas Kesehatan Kas di Kas Daerah RK Dinas Kesehatan Kas di Kas Daerah Kas di Kas Daerah Hutang PPN RK Dinas Kesehatan Kas di Kas Daerah 50.000 1.1.000.1.240.000.3.1.01 1. dipungut PPN senilai Rp.03 1.818.1.815.1.01.500 1.000.01.1.01 1.01.1.01.818.2.9.1.05.01 1.000 75. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 4-Jan 1.000 75.000.01.000.1.000.000 30.1.1.01.1.1.1.469.01.000 35.03 1.457..01.182 5. Pembayaran tersebut senilai Rp.9.9.000.01 1.1. 50 juta Dari transaksi ini.1. Akuntansi PPKD 4 Januari 2006 Menerbitkan SP2D atas pembayaran gaji bulan Januari untuk Dinas Kesehatan dengan rincian : Gaji Pokok Tunjangan Keluarga Tunjangan Fungsional Tunjangan Fungsional Umum Pegawai sebesar Rp 22.Rp 87.249.500 74.000 22.01.01.000 5.6.01 28-Jan 1.01 RK Dinas Kesehatan Kas di Kas Daerah Kas di Kas Daerah Hutang PFK .000.387.575.9.000.01.000.03 1.000.1.182 6.000 11-Jan 20-Jan 27-Jan 276 .1.510.375.240.1.1.01.1.7.249.125.Rp 99.- Dengan Iuran Wajib Pegawai sebesar Rp 52.

Pengakuan hutang. uraian transaksi dan/atau kejadian. Langkah 1 PPK-SKPKD berdasarkan bukti transaksi dan/atau kejadian selain kas membuat bukti memorial. Pengakuan aset sangat terkait dengan belanja modal yang dilakukan oleh SKPKD Jurnal terkait dengan transaksi yang bersifat accrual dan prepayment Merupakan jurnal yang dilakukan dikarenakan adanya transaksi yang sudah dilakukan SKPKD namun pengeluaran kas belum dilakukan (accrual) atau terjadi transaksi pengeluaran kas untuk belanja di masa yang akan datang (prepayment) Bukti transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi selain kas berupa bukti memorial yang dilampiri dengan bukti transaksi jika tersedia.11. Langkah 2 PPK-SKPKD mencatat bukti memorial ke dalam buku jurnal umum. sampai dengan pelaporan keuangan yang berkaitan dengan semua transaksi atau kejadian selain kas yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer.2. Akuntansi Selain Kas Prosedur akuntansi selain kas pada SKPKD meliputi serangkaian proses mulai dari pencatatan. Secara periodik jurnal atas transaksi dan/atau kejadian selain kas diposting ke dalam buku besar sesuai kode rekening yang bersangkutan.7. Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai tanggal transaksi dan/atau kejadian. dan ekuitas. kode rekening. Langkah 3 Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPKD. hutang dan ekuitas yang dilakukan oleh SKPKD. pengikhtisaran. Prosedur akuntansi selain kas pada SKPKD meliputi: koreksi kesalahan pencatatan merupakan koreksi terhadap kesalahan dalam membuat jurnal dan telah diposting ke buku besar.2. 277 . Akuntansi PPKD 7. dan jumlah rupiah. merupakan pengakuan terhadap perolehan aset.

.tanggal…………. Akuntansi PPKD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… BUKU BESAR SKPD KODE REKENING NAMA REKENING PAGU APBD PAGU PERUBAHAN APBD : : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Tanggal 1 Uraian 2 Ref 3 Debet (Rp) 4 Kredit (Rp) 5 Saldo (Rp) 6 Jumlah ……….. 278 .7. PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.2.

2..7.. Akuntansi PPKD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… NERACA SALDO PER TANGGAL ……… SKPD : …………………… Jumlah Debit 1 2 3 Kredit Halaman… Kode Rekening Uraian ……. 279 .tanggal…… PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.

B A Pe nila ian .B A Se rah t T erim a Ba ran g .S PJ Pe ng elu ara n d an SP 2 D d ala m R eg iste r Jurn al Pe nge lua ra n K as .11. Bagan Alir Ak u n ta n s i SKPKD Uraian 1 .S K M u tasi B ara ng .B A Pe m u sna ha n B ara ng . .7. Reg iste r B u ku B esar S K P D 3 .S K Pe ngh ap usa n B ar an g . PP K SK PK D m em bu at N e raca Sa ldo S KP KD .S K M u tasi B ara ng . Be rd asa rka n B uku B esar SK PKD .B ukti m em or ial tran sa ksi Aset T eta p dalam R e gister Ju rna l U m um . Akuntansi PPKD 7.2.B A Pe nye lesaia n P ekerja an Bu kti M e m o ria l tr ansaksi S ela in K as dibua t b erd asarkan bukti tran saksi ya ng ter dir i da ri : . Bu kti M e m o ria l tr ansaksi A se t T e tap dibua t b erd asarkan bukti tran saksi ya ng ter dir i da ri : .B A Se rah t T erim a Ba ran g .S K Pe ngh ap usa n B ar an g . Ju rna l-ju rn al tersebu t o leh PP K SK PK D dip osting ke R e gister Bu ku Be sa r S KP KD .SK PK D m e nju rna l : . PP K .B A Pe m u sna ha n B ara ng .2. Nera ca S aldo S KP D 280 .S ur at P en gir im a n B ar an g .S PJ Pe ne rim aa n d ala m R e gister Jurn al Pe ner im a an Ka s .B A Pe ner im a an Ba ra ng .B A Pe ner im a an Ba ra ng . .B ukti m em or ial tran sa ksi Se lain K as da lam R eg iste r Ju rn al U m um . .B A Pe nila ian A ku nta nsi P en er im aa n K as 1 PPK SKPKD A kun tan si Pe ng elu ar a n K as Aku ntansi A set Akun tan si S ela in Ka s SPJ P e nerima an SPJ P en geluaran S P2D B ukti Tra nsa ksi B ukti Tra nsa ksi B ukti Me mo rial B ukti Me mo rial Reg iste r Ju rnal P e nerima an Kas Reg iste r Ju rna l P e nge lua ran K as Register Jurn al Umu m Register Jurn al Umu m 2 .

3. dan Arus kas Pembuatan Laporan Keuangan dilakukan oleh masing-masing SKPD. 7.2.1. Laporan Keuangan menyediakan informasi mengenai entitas pelaporan dalam hal: Aset Kewajiban Ekuitas Dana Pendapatan Belanja Transfer Pembiayaan. arus kas dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Laporan Keuangan [7. Secara spesifik tujuan laporan keuangan pemerintah adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.Deskripsi Kegiatan Laporan Keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksitransaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan. Selanjutnya laporan keuangan tersebut akan di konsolidasikan oleh SKPKD menjadi Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi/Kota/Kabupaten 281 .3. Tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan. realisasi anggaran.3] Laporan Keuangan 7. 24 tahun 2005 Laporan Keuangan dihasilkan dari masing-masing SKPD yang kemudian dijadikan dasar dalam membuat Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota.7. Untuk memenuhi tujuan tersebut.Kerangka Hukum Laporan Keuangan adalah produk akhir dari proses akuntansi yang telah dilakukan. Laporan Keuangan yang disusun harus memenuhi prinsip-prinsip yang dinyatakan dalam PP no.3.

yang dimulai dari periode Januari .Juni Tahunan.7. Laporan Keuangan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi/Kota/Kabupaten terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran Neraca Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dikeluarkan 2 kali dalam satu tahun anggaran. yang dimulai dari periode Januari . yaitu: Semester.Desember 282 .3.

Kertas kerja adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembuatan Laporan Keuangan. PPK-SKPD menyiapkan kertas kerja (worksheet) 10 lajur sebagai alat untuk menyusun Laporan Keuangan. Laporan Keuangan 7. Jurnal dan posting yang telah dilakukan terhadap transaksi keuangan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan.7. Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (dalam contoh ini adalah Dinas Kesehatan): 283 . PPK-SKPD melakukan rekapitulasi saldo-saldo buku besar menjadi neraca saldo. Contoh dokumen kertas kerja (worksheet) adalah sebagai berikut : Kode Rekening Uraian Neraca Saldo Penyesuaian Neraca Saldo Setelah Penyesuaian Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D K D K D K D K b. Langkah 1 (Kertas Kerja) a. Kertas kerja berguna untuk mempermudah proses pembuatan laporan keuangan yang dihasilkan secara manual.3. Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah Laporan Keuangan yang dihasilkan pada tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah dihasilkan melalui proses akuntansi lanjutan yang dilakukan oleh PPK-SKPD.3. Angka-angka neraca saldo tersebut diletakkan di kolom “Neraca Saldo” yang terdapat pada Kertas Kerja.3.

02 5.000.000 20.000.1.01 3.000 50.1.000 650.000 2.04 5.03.01.09 1.01 1.000.2.000.03.2.3.01 1.1.05 5.2.1.000 950.01 3.944.4.000.3.1.2.2.000 20.04 5.2.000.7.01 1.944.2.452.1.000.000 100.000.1.000 284 .01 4.01.01.000 10.342.000 7.2.3.01 5.500.000 750.2.01 5.01.08 5.000 50.000 1.01.3.01 3. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000.2.1.000 95.500.3.1.01.1.000.01 2.000 25.3.09.04 1.000 30.01.500.000.01 1.03.2.3.000 35.000.3.1.000.2.000.01 3.000 2.000 150.000.01.000 75.2.01.02.2.01 5.01.1.3.09.01.03.000 1.2.000.000.01 5.1.01.000 1.1.2.1.01.000 K Penyesuaian D K Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D K Kas di Bendahara Pengeluaran Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Utang Pemungutan PPN Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK Pemda Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 75.2.3.500.3.03.1.000.7.2.03 Uraian Neraca Saldo D 1.01.02.000.02 5.

Laporan Keuangan c. terdapat dua jurnal penyesuaian untuk pengakuan piutang retribusi sebesar Rp 60 juta dan pengakuan persediaan obat-obatan sebesar 30 juta 1.000 30.01 Piutang Retribusi Cadangan Piutang Persediaan Obat-obatan Cadangan Persediaan 30.01.01 3.000 285 .01.01 3.01 3.000 60. PPK-SKPD membuat jurnal penyesuaian.01.000.000.2.1.1.02. Jurnal penyesuaian tersebut diletakkan dalam kolom “Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.1. Jurnal penyesuaian yang diperlukan antara lain digunakan untuk: Koreksi kesalahan / Pemindahbukuan Pencatatan jurnal yang belum dilakukan (accrual atau prepayment) Pencatatan piutang persediaan dan atau aset lainnya pada akhir tahun Contoh jurnal penyesuaian adalah : Pengakuan Piutang yang belum tertagih 1 Piutang_________________ Cadangan Piutang xxx xxx Pengakuan Persediaan yang ada 1 Persediaan_________________ Cadangan Persediaan xxx xxx Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (dalam contoh ini adalah Dinas Kesehatan).3.1.000.7.2.3.3. Dalam contoh ini.000. Jurnal ini dibuat dengan tujuan melakukan penyesuaian atas saldo pada akun-akun tertentu dan pengakuan atas transaksi-transaksi yang bersifat akrual.000 60.

000.000 20.000 1.01 5.000 1.01 1.1.944.7.000 30.000 K Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Persediaan Obat-obatan Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Utang Pemungutan PPN Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK Pemda SILPA Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 100.342.000 35.2.2.01.000 95.03.1.5.000.000.000 50.01 2.04 5.3.000.1.1.1.3.000 2.01 3.2.3.2.1.000.04 1.01.000.01 5.452.01.2.000 20.000.000 30.000.03.000 10.3.01 3.500.2.02.000 750.000 7.3.03 Uraian Neraca Saldo D 1.09.1.000 1.09 1.01.2.000 30.05 5.000.2.944.7.03.000 K Penyesuaian D 60.4.3.000 286 .000.000 90.1.000 90.000 60.2.01 5.3.000.1.1.02.2.000.01 4.1.03.03.3.2.000.2.01 5.2.000.01.02 5.02 5.1.1.2.01.000 25.000 650.2.01 1.000.000 50.3.1.500.3.000.2.01.000.01. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000.01 3.03.1.05 1.000.000.000.04 5.01.500.2.000 2.1.000 950.3.000.08 5.01.01 1.01.500.01 1.01.3.000 75.01 3.1.000.01.000.09.1.01.000 150.2.01 1.000.000 75.02.

Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (dalam contoh ini adalah Dinas Kesehatan) 287 .3. Laporan Keuangan d. Nilai yang telah disesuaikan diletakkan pada kolom ”Neraca Saldo Setelah Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.7. PPK-SKPD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya.

342.000.000 30.09.000.01.1.04 1.3.000 20.3.01.000.3.452.3.000 50.000 3.01 4.000 60.000 1.01.000.000.2.000.034.1.000.03 Uraian Neraca Saldo D 1.000 25.05 1.2.2.3.01 5.000 20.000 75.000.1.000 30.000 100.000.500.000 3.000.2.02.000 650.000.3.000.000 288 .2.000.02 5.1. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.01 3.2.03.01 1.000 30.03.000 95.000.000.04 5.2.000.000 150.500.000 75.01 3.000 30.1.000.500.01.03.000 75.500.000 90.452.01.08 5.000 50.03.01 3.2.2.01.000 1.000 2.000 30.000 60.000 750.000 1.01.000 50.4.000 1.000.02 5.1.000 950.500.000.01 5.000 K Penyesuaian D 60.1.5.000 90.000.000 35.000.2.000.000.01.000.2.000 25.01 1.3.000 Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K 1.1.3.000 650.000.3.000.01 5.01.000.000 60.1.000.01 5.500.000.1.01.1.2.000 10.02.3.000 35.1.01.01.000.000.000 7.1.000 30.7.02.3.500.09.000 750.000 K Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Persediaan Obat-obatan Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Utang Pemungutan PPN Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK Pemda SILPA Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 100.000 150.000.000.2.000 1.000.000.000.000 7.000 20.944.000.000 50.944.05 5.000.01 3.01.000.09 1.01 1.000 75.04 5.03.034.000.01 1.000.000.03.2.7.000 950.01 1.000.2.000 95.3.1.000 2.1.500.342.2.000.01.2.000.000 1.1.1.000.000 10.000.000.01 2.000 20.2.1.

PPK-SKPD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Laporan Realisasi Anggaran dan memindahkannya ke kolom “Laporan Realisasi Anggaran” yang terdapat pada Kertas Kerja. g. Dari kertas kerja yang telah selesai diisi. neraca yang dihasilkan belum final karena PPK-SKPD belum membuat Jurnal Penutup. f. Laporan Keuangan e.7. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. PPK-SKPD dapat menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. PPK-SKPD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Neraca dan memindahkannya ke kolom “Neraca” yang terdapat pada Kertas Kerja. Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (dalam contoh ini adalah Dinas Kesehatan) 289 . Sebagai catatan.3.

02 5.01.1.944.000.09.5.000 30.1.000.01.000 10.01.000 30.1.02.2.000 30.000.000.452.2.000.000.000.416.2.000 Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D 1.000.000 20.500.000.000.3.000.7.01 4.000 1.000.000.000 25.000.000.02 5.000.000.000.000 25.000 75.01.000 7.01 1.000.984.000 K Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Persediaan Obat-obatan Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Utang Pemungutan PPN Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK Pemda SILPA Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 100.3.000 950.342.000 60.2.000.01.000 290 .2.03.04 1.000 75.000.1.3.01 5.000.03 Uraian Neraca Saldo D 1.03.000 650.000 95.000.3.000.000 50.000 950.000 750.000 7.342.000 50.000 3.2.03.000.01.000 750.2. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000.1.000 1.2.000 2.2.000.000 650.000 60.452.000 1.09 1.2.000.000.000.01 1.500.000.1.2.000.500.000.000 2.000.2.000 1.1.3.000.2.01.1.000.03.000.000 75.000 30.000 K Penyesuaian D 60.500.03.01.01 2.000.3.000.500.000 20.01 5.4.000 650.01 5.000.000 2.2.000 50.000.000 1.000 1.500.000.000 50.500.01 3.02.09.000.000 50.000.05 1.000 Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K 1.02.500.000 95.000 7.000 25.000.000 75.000.000 150.000 50.000 60.1.000.2.000 35.000.1.000.000 60.2.04 5.000 10.000.01.000.000.000 20.000.000 150.000.01 1.01.452.000 35.000 30.000.000.03.08 5.000.01 5.7.1.01 3.1.000.000 30.000 950.000.500.3.000 20.000 30.01 3.000 60.01.000 35.000 100.2.000.000 30.000 20.1.366.000 750.000.000.3.05 5.000.1.3.000 20.034.000 90.000.000 10.000.1.342.000.3.3.000 1.000 50.04 5.000 3.01.500.1.984.000.000 2.000.01.000 1.000 1.000.000 100.2.000.944.1.000 1.000 K 75.000 95.000 90.3.01 3.034.000 30.000.01 1.01.000 1.01 1.000.000.000.500.000 75.000 150.1.500.

3.2.03.000 50.01.1.2.1.1.1.01.2.01.000 1. Pendapatan Apropriasi Belanja Defisit Belanja Estimasi Pendapatan Surplus xxx xxx xxx xxx xxx xxx Jurnal penutup akan mempengaruhi nilai SILPA di neraca menjadi jumlah yang benar.000 95.01 3.000.2.2.000 950.2.2.01 3.000.416.01.2.05 5.04 5.000.01 5.02. Contoh Jurnal Penutup untuk Neraca Saldo diatas dan Neraca Saldo setelah penutupan adalah sebagai berikut : 4.1. yaitu Pendapatan.000.2. Laporan Keuangan Langkah 2 (Jurnal Penutup) Pembuatan jurnal penutup.02 5.1.000.1. Belanja.000 150.000 50.01 5.000.7.08 5.01 5.1.000.2.1.01.1.000 35.01 5. dan Pembiayaan.04 5.000.01.01.000 75.01.000 291 .1.000.2.000 10. Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup saldo nominal menjadi nol pada akhir periode akuntansi.02 5.000 30.01.1. Perkiraan nominal adalah perkiraan yang digunakan untuk Laporan Realisasi Anggaran.000.2.000.03.000.000 1.03.000.03 Pendapatan Retribusi SILPA SILPA Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjangan Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 50.2.000 20.1.

3.000.01.1.1.1.000 650.984.01 5.3.000 25.08 5.000.01.000.1.2.000 1.09.2.01 1.000.000 1.2.1.500.000. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.04 1.03.500.2.1.452.1.01 5.000 30.01.09 1.2.000.000.1.1.01 3.01 5.01 3.01 5.01.3.04 5.02.2.3.01 1.01.7.1.2.01.01.000.2.3.000 2.01 1.01 1.03.000.2.2.1.3.03.000.3.500.5.1.01 3.04 5.3.000 1.000 30.000 60.2.01.3.2.02 5.000 60.05 5.7.01 2.01 4.2.000.01 1.03 Uraian Neraca Saldo D 1.000 Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Persediaan Obat-obatan Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Utang Pemungutan PPN Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK Pemda SILPA Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 2.1.2.000 20.05 1.03.984.1.01.2.3.01.01.1.000 K 75.01.01.1.366.03.01.2.1.01 3.02.02 5.3.01 3.09.2.4.2.02.03.1.01.1.342.000.000.000 750.000 7.500.3.1.000 292 .000 100.

Berikut bagan konversi yang dimaksud.7. Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Langsung Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan BELANJA MODAL BELANJA TIDAK TERDUGA TRANSFER 293 . Untuk itu diperlukan sebuah langkah konversi.3. Laporan Keuangan Langkah 3 (Konversi SAP) Laporan keuangan yang dibuat oleh SKPD yang dihasilkan oleh sistem ini menggunakan struktur akun belanja yang berbeda dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

1.5 2.1 2..3 2.2. Laporan Keuangan Berikut adalah contoh dari Laporan Keuangan yang dihasilkan Satuan Kerja Laporan Realisasi Anggaran PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)…….2 2. dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Jumlah Surplus/ (Defisit) 294 .2 2.1 2.1 2.1.1 1.1 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.2..2.d. Realisasi Semester Pertama 4 Sisa Anggaran s.2 2...1.3 Pendapatan 2 3 6 7 PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipindahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Jumlah 1. LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA APBD DAN PROGNOSIS 6 (ENAM) BULAN BERIKUTNYA TAHUN ANGGARAN …….2 1.6 2.1.4 2 2.1.2. Semester Pertama 5 Nomor Urut Uraian Jumlah Anggaran Prognosis Keterangan 1 1 1..2.3.4 2.2..3 2. SKPD.3...7. Irigasi.1.1 1.

5 2..1 2.1 2.2 2..1.3 2.1..1...6 2..1.2 2.7..3..3 2.3.3 1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER .....2.1 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan..2.4 PENDAPATAN Uraian 2 Anggaran Setelah Perubahan 3 Realisasi 4 Lebih/ (Kurang) 5 PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Jumlah 2 2. SKPD ..2.1. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Befanja Aset Lainnya BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduqa Jumlah Surplus/ (Defisit) 295 .2.1 1 .1 2.2 2......2 1...1.2. (dalam rupiah) Nomor Urut 1 1 1.4 2....1 1. Laporan Keuangan PROVINSI/KABUPATEN/KOTA……..2.

NERACA SKPD... Per 31 Desember Tahun n dan Tahun n-1 Uraian ASET ASET LANCAR Kas Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Piutang Retribusi Piutarg Lain-lain Persediaan Jumlah ASET TETAP Tanah Tanah Peralatan dan Mesin Alat-alat Berat Alat-alat Angkutan Alat Bengkel Alat Pertanian dan Petemakan Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Studio dan Alat Komunikasi Alat Ukur Alat-alat Kedokteran Alat Laboratorium Alat Keamanan Gedung dan Bangunan Bangunan Gedung Bangunan Monumen Jalan..3...7. Laporan Keuangan Neraca SKPD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …. Irigasi dan Jaringan Jalan dan Jembatan Bangunan Air (Irigasi) Instalasi Jaringan Aset Tetap Lainnya Buku dan Perpustakaan Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan Hewan/Ternak dan Tumbuhan Konstruksi Dalam Pengerjaan Konstruksi Dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Jumlah Tahun n Tahun n-1 Kenaikan (Penurunan) Jumlah % 296 ...

7.3. Laporan Keuangan
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap ... Jumlah ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah JUMLAH ASET KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga Uang Muka dari Kas Daerah Pendapatan Diterima Dimuka/Pendapatan yang Ditangguhkan Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Jumlah EKUITAS DANA INVESTASI Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan daiam Aset Lainnya Jumlah EKUITAS DANA UNTUK DIKONSOLIDASI RK PEMDA Jumlah JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA

297

7.3. Laporan Keuangan

Catatan Atas laporan Keuangan PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ........ CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN SKPD . . . . . .

PENDAHULUAN Bab I Pendahuluan 1.1 1.2 1.3 Bab II Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan SKPD Landasan hukum penyusunan laporan keuangan SKPD Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan SKPD

Ekonomi makro, kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD SKPD 2.1 2.2 2.3 Ekonomi makro Kebijakan keuangan Indikator pencapaian target kinerja APBD

Bab III

Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan SKPD 3.1 3.2 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan SKPD Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan

Bab IV

Kebijakan akuntansi 4.1 4.2 4.3 4.4 Entitas akuntansi / entitas pelaporan keuangan daerah SKPD Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada SKPD

Bab V

Penjelesan pos-pos laporan keuangan SKPD 5.1 Rincian dari penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan SKPD 5.1.1 5.1.2 5.1.3 5.1.4 5.1.5 5.2 Pendapatan Belanja Aset Kewajiban Ekuitas Dana

Pengungkapan atas pos-pos aset cjan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas, untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang rnenggunakan basis akrual pada SKPD.

Bab VI Bab VII

Penjelasan atas informasi-informasi nonkeuangan SKPD Penutup

Langkah 4 (Pembuatan Jurnal Balik) Jurnal Balik adalah proses pilihan yang dilakukan setelah pembuatan laporan keuangan. Jurnal balik adalah proses penjurnalan kembali untuk akun-akun yang dilakukan penyesuaian (misalnya persediaan) agar pada kondisi awal neraca periode berikutnya, nilainya menjadi nihil. Secara singkatnya, jurnal balik adalah jurnal penyesuaian dengan rekening yang sebelumnya di debit menjadi kredit dan rekening yang sebelumnya dikredit menjadi di debit Contoh jurnal balik adalah :

298

7.3. Laporan Keuangan

Pengakuan Persediaan yang ada 1

Cadangan Persediaan_________________ Persediaan

xxx xxx

7.3.4. Penyusunan Laporan Keuangan PPKD
Laporan Keuangan PPKD yang dimaksud adalah laporan keuangan yang dihasilkan dari proses akuntansi berdasarkan prosedur 7.2. Langkah 1 (Kertas Kerja) a. Fungsi Akuntansi di SKPKD menyiapkan kertas kerja (worksheet) 10 lajur sebagai alat untuk menyusun Laporan Keuangan. Kerta kerja adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembuatan Laporan Keuangan. Kertas kerja berguna untuk mempermudah proses pembuatan laporan keuangan yang dihasilkan secara manual. Contoh dokumen kertas kerja (worksheet) adalah sebagai berikut :

Kode Rekening

Uraian

Neraca Saldo

Penyesuaian

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Laporan Realisasi Anggaran D K

Neraca

D

K

D

K

D

K

D

K

b. Fungsi Akuntansi di SKPKD melakukan rekapitulasi saldo-saldo buku besar menjadi neraca saldo. Angka-angka neraca saldo tersebut diletakkan di kolom “Neraca Saldo” yang terdapat pada Kertas Kerja. Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut :

299

000.01.1.000.1.000 3.000.2.1.000 100.4.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan .01 6.2.1.1.2.000 2.01 1.01 1.1.1.500.02.000.000.000 200.1.01.01 2.01.01 3.000.2.04.000.000.01.000 2.000 20.2.01 5.01. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.2.03.3.000.01.000 5.000 200.000 5.3.1.000 500.000 2.1.500.000.1.1.000 500.02 5.01.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.000.01 2.000.000.2.01 3.01 3.4.01 Uraian Neraca Saldo D 10.01.2.000.2.000.3.01 1.000 3.000 K Penyesuaian D K Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K Laporan Realisasi A nggaran D K Neraca D K Kas di Kas Daerah Piutang DAU Penyertaan Modal Pemda Dana Cadangan Utang Dalam Negeri .000.000.3.DAK Belanja .DAU Pendapatan .1.3.000.1.2.000.000 2.000.000.000.01.000.000.Hibah kepada Pemerintah Desa Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .000 2.000.02 5.01.Subsidi kepada Lembaga Belanja .000.01 3.2.01.4.000 20.03.7.01 6.01.000.01.2.2.01.2.BUMD - - - - - - - - 300 .000.000 500.01 4.000 3.000.01 6.000.01 6.01 4.1.03.4.4.

04.000 301 . Jurnal penyesuaian tersebut diletakkan dalam kolom “Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.000 500. Laporan Keuangan c.000.01 3.1.01. 1.3.3.000. Fungsi Akuntansi di SKPKD membuat jurnal penyesuaian. Jurnal ini dibuat dengan tujuan melakukan penyesuaian atas saldo pada akun-akun tertentu dan pengakuan atas transaksitransaksi yang bersifat akrual.2. Jurnal penyesuaian yang diperlukan antara lain digunakan untuk: Koreksi kesalahan Pencatatan jurnal yang belum dilakukan Pemindahbukuan Pencatatan piutang dan persediaan pada akhir tahun Contoh jurnal penyesuaian adalah : Pengakuan Piutang yang belum tertagih 1 Piutang Piutang_________________ Cadangan Piutang xxx xxx Dalam contoh berikut.01 Piutang DAU Cadangan Piutang 500.7. terdapat satu jurnal penyesuaian untuk pengakuan piutang DAU sebesar Rp 500 juta.1.

01.BUMD 500.000.1.000.000 2.4.01 3.01.01.02 5.1.000.000.000.01 6.000.000.000 2.01 4.1.000.000.000.000.03.01 2.1.1.2.3.01.000.01 Uraian Neraca Saldo D 10.2.000 5.000 302 .1.01 6.000.2.01 1.000.02.4.3.000.01 6.000 200.01 4.2.1.2.4.1.000 500.000 20.2.000.01.000 3. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.02 5.000.000.1.01 1.000.01 3.01.1.000.000 K D Penyesuaian K Kas di Kas Daerah Piutang DAU Penyertaan Modal Pemda Dana Cadangan Utang Dalam Negeri .1.2.000.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan .04.2.01.000.03.2.01 5.01.1.000.000.01.01.000.000 500.03.000 20.Hibah kepada Pemerintah Desa Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .000 500.4.01 1.3.000 3.3.1.2.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.000 2.01.000.000 500.000.000 5.01 3.DAK Belanja .01 3.01.01.000 3.01 6.000.000.000 500.2.4.500.000 100.DAU Pendapatan .500.000 2.000.1.000 200.1.000.01.000 2.2.01 2.3.2.000.2.Subsidi kepada Lembaga Belanja .000.000 500.000.7.

3. Fungsi Akuntansi di SKPKD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya.7. Nilai yang telah disesuaikan diletakkan pada kolom ”Neraca Saldo Setelah Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja. Laporan Keuangan d. 303 .

000 500.000 500.000.01.01.01 5.000.000.000.000 500.000 K D Penyesuaian K Kas di Kas Daerah Piutang DAU Penyertaan Modal Pemda Dana Cadangan Utang Dalam Negeri .000 20.2.01 1.000 5.000 200.000 500.1.000 3.000.000 500.000 5.000.01.000 200.500.000 200.000 20.2.000.000 3.000 3.000.000.000 2.000 500.000 500.000 100.01 1.500.01 3.04.000.000 200.000.000.000 2.000.1.000.000.000.000.000.000.01 3.000 304 .01.000 100.3.000.DAU Pendapatan .000.Subsidi kepada Lembaga Belanja .000.BUMD 500.4.000.000.000.Hibah kepada Pemerintah Desa Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .1.000 Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K 10.1. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.01.1.01.000 2.01.000.000 2.01 6.02 5.000 500.DAK Belanja .000.01 3.000.02 5.000.000.000.000.000.000 21.2.000.000 2.1.1.000.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.4.2.01 4.7.03.4.03.000.000.000.01 2.1.000.01 6.000.000 3.000.000.000.01.03.000 5.000.3.01 3.01.000.1.1.01 6.000.1.2.1.01 Uraian Neraca Saldo D 10.000.2.4.2.000.000.000 500.000.000 2.000.000.2.000.01.000.000 21.000 500.2.2.1.000.01.000 5.2.2.000 3.01 2.01 1.000.000 500.000.000 2.01 4.000.1.000.000.3.000.000 2.000.000 2.000 2.3.02.000 3.01 6.2.000.000.000.01.01.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan .3.01.000.4.1.2.000.000.

f. Dari kertas kerja yang telah selesai diisi. neraca yang dihasilkan belum final karena PPK-SKPKD belum membuat Jurnal Penutup. Fungsi Akuntansi di SKPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Neraca dan memindahkannya ke kolom “Neraca” yang terdapat pada Kertas Kerja. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. Sebagai catatan. Laporan Keuangan e. g.3. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. Fungsi Akuntansi di SKPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Laporan Realisasi Anggaran dan memindahkannya ke kolom “Laporan Realisasi Anggaran” yang terdapat pada Kertas Kerja. 305 .7. Fungsi Akuntansi di SKPKD dapat menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran.

000.000.000.000.000.000.000.2.01 3.DAU Pendapatan .000.000 2.01 2.2.000.000 2.01 3.000 18.000.000 2.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.000.3.000 3.000.01 1.000.Hibah kepada Pemerintah Desa Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .000 18.000.000.000.000 500.000 200.000.1.000.000.1.000 21.000 2.000.01 6.000.2.1.000 500.000.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan .03.1.000 2.01 3.000.000 3.01 6.000 21.2.000.000.03.01.000.2.1.000.000.000 2.01 Uraian Neraca Saldo D 10.1.000.2.000.Subsidi kepada Lembaga Belanja . Laporan Keuangan Kode Rekening 1.1.01.1.01.000 2.000.000 13.000.000.01.000.000.3.000 500.000.01 4.000.000 5.000 500.000.000.000.000.2.000 500.01 1.000.000.000 500.000.000.000.02 5.000 3.000 5.01.000 Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K 10.000 Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D 10.000.4.000.000.01.000.4.000.03.000 10.01 1.000.000.000.000 3.1.000.01 6.01.000.1.000.000.000 100.01 6.DAK Belanja .000 500.000 500.000 20.000.01 2.000 500.000 3.2.000 2.000.000 500.000.000 500.000 500.BUMD 500.000 3.000.000.000 100.000 5.1.000.01 4.1.000 500.4.000.000.01 3.000.000 K D Penyesuaian K Kas di Kas Daerah Piutang DAU Penyertaan Modal Pemda Dana Cadangan Utang Dalam Negeri .3.000.000.01.01 5.000 100.000.000 3.000 2.1.000 200.000.000.000 3.000.000 5.000.000.000.000 3.000.000.2.500.2.000 200.01.2.000.000.000.000 3.000 500.000 20.3.000.000.2.000 2.01.02.000.02 5.7.000.000.04.000.000.000 500.000 2.000 2.000 200.000 2.2.000 5.000.000 2.000.4.01.000 500.000.000.01.4.000.000 5.01.000 K 2.000.000 200.000 306 .01.000.000.000.500.000.000.000.000.3.000.1.1.000.2.000 200.000.000.000.000.000.

000.3.1.01.000.000 2.1.000 5.1. dan Pembiayaan.01.1.000.000 200.1.000.000 100.000 2.02 3.01.01 6.000 307 .1.000.1.000 2.000.000 3.000.000 3.01 6.01.000.000 500. yaitu Pendapatan.000.01 3.1.03. Laporan Keuangan Langkah 2 (Jurnal Penutup) Pembuatan jurnal penutup.000.500. Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup saldo nominal menjadi nol pada akhir periode akuntansi.01 6.4.01 5.01.7.000.2.2.01.000.1.1.1.000. Pendapatan Penerimaan Pembiayaan Apropriasi Belanja Estimasi Pengeluaran Pembiayaan Belanja Pengeluaran Pembiayaan Estimasi Pendapatan Estimasi Penerimaan Pembiayaan SILPA xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Jurnal penutup akan mempengaruhi nilai SILPA di neraca menjadi jumlah yang benar.01 4.01 6.4.01 3. Contoh Jurnal Penutup untuk Neraca Saldo di atas dan Neraca Saldo setelah penutupan adalah sebagai berikut : 4.000.1.1.01. Belanja.000 8.02 5.000.000.01.4. Perkiraan nominal adalah perkiraan yang digunakan untuk Laporan Realisasi Anggaran.01 Pendapatan DAU Pendapatan DAK SILPA SILPA Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Penerusan Pinjaman Daerah Penerusan Pinjaman Bank SILPA SILPA Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda 5.000.1.03.000.000 200.01 5.1.000.01 3.000 500.1.02.01.2.1.01.1.2.4.

7.3. Untuk itu diperlukan sebuah langkah konversi. Belanja Tidak Langsung BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Bantuan Keuangan Belanja Tidak Terduga Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan BELANJA MODAL BELANJA TIDAK TERDUGA TRANSFER 308 . Berikut bagan konversi yang dimaksud. Laporan Keuangan Langkah 3 (Konversi SAP) Laporan keuangan yang dibuat oleh SKPKD yang dihasilkan oleh sistem ini menggunakan struktur akun belanja yang berbeda dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

1.1 1.3.2 2.1.1.3 1.2 1.1.1.3 2 2.d.3.6 2.2.3.1 1.2 Pendapatan 2 3 6 7 PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat .3.1 1.4.2.1.4 1.2 1. Laporan Keuangan Berikut adalah contoh dari Laporan Keuangan yang dihasilkan Akuntansi PPKD Laporan Realisasi Anggaran PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)…….3 2.3.1.4 2.4 2.3 1. Semester Pertama 5 Nomor Urut Uraian Jumlah Anggaran Realisasi Semester Pertama 4 Prognosis Keterangan 1 1 1.1.Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Transfer Pemerintah Pusat .2 1.5 2.1 1.2. Sisa Anggaran s.2.3 1.1 TRANSFER TRANSFER BAGI HASIL KE DESA 309 .3 2.7 2.2.3.2 1.2.2.2.1 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Jumlah 2.2.2 1.2..7. LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA APBD DAN PROGNOSIS 6 (ENAM) BULAN BERIKUTNYA TAHUN ANGGARAN …….1.2.3..2.2.1.1 1.Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Transfer Pemerintah Provinsi Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Jumlah 1.1 2.

3.5 3.2.2.3 3.1 3.3 3.2.2 3.6 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah Penerimaan Piutang Daerah Jumlah 3.1.2 3.1.1.1.1.4.2 3. Laporan Keuangan 2.7.3 Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Retribusi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya Surplus/Defisit 3 3.2.1.3 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) 310 .4 PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman Daerah Jumlah Pembiayaan Neto 3.1.1 2.4.2 2.1.1 3.4.1 3.4 3.1.

1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN PPKD UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER .2..2 1.4 2. Laporan Keuangan PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …….2.1.3..5 2.1.7.1.4 1.1 3.3..1 1.6 2.1 1.Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Transfer Pemerintah Pusat – Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan lainnya Jumlah 2 2.2 1.3 1.1 1.2 3.2 1.1 3.1..2. (dalam rupiah) Nomor Urut 1 1 1.3 PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan 311 .2.2.1.2..2 2.1.2.1 1.2.1.7 2.2.3 PENDAPATAN Uraian 2 Anggaran Setelah Perubahan 3 Realisasi 4 Lebih/ (Kurang) 5 PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat .3 2.1.3 1.1 2.3 2....1.4 TRANSFER Surplus/ (Defisit) 3 3.2..1..1 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduqa Jumlah 2.2 1.1.2 1.3.1.3.3.

2.3 3.4 3.7.1.2 3.2 3.6 3.1.2.3.1 3.3 312 .4 3. Laporan Keuangan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah Penerimaan Piutang Daerah Jumlah PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman Daerah Jumlah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) 3.2.1.5 3.2.

.3. Laporan Keuangan Neraca SKPKD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …. Jumlah INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Permanen Investasi Non Permanen Jumlah ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah JUMLAH ASET KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga Uang Muka dari Kas Daerah Pendapatan Diterima Dimuka/Pendapatan yang Ditangguhkan Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Jumlah EKUITAS DANA INVESTAST Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan daiam Aset Lainnya Jumlah JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA Jumlah Tahun n Tahun n-i Kenaikan (Penurunan) Jumlah % 313 . RK SKPD …………. NERACA PPKD Per 31 Desember Tahun n dan Tahun n-1 Uraian ASET ASET LANCAR Kas Kas di Kas Daerah Jumlah ASET UNTUK DIKONSOLIDASI RK SKPD ………….7.

2 2. . PENDAHULUAN Bab I Pendahuluan 1. untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang rnenggunakan basis akrual pada SKPD...1 1.3 4. .2 1.1 Rincian dari penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan SKPD 5..2 4. Laporan Keuangan Catatan Atas laporan Keuangan PROVINSI/KABUPATEN/KOTA .1.3 Ekonomi makro Kebijakan keuangan Indikator pencapaian target kinerja APBD Bab III Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan SKPD 3.3 Bab II Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan SKPD Landasan hukum penyusunan laporan keuangan SKPD Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan SKPD Ekonomi makro.. .7.1.1 4.4 5.1 2.2 5. .. .1 3... kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD SKPD 2.1. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN SKPD .4 Entitas akuntansi / entitas pelaporan keuangan daerah SKPD Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada SKPD Bab V Penjelesan pos-pos laporan keuangan SKPD 5.1.1.3 5. Bab VI Bab VII Penjelasan atas informasi-informasi nonkeuangan SKPD Penutup 314 .2 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan SKPD Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan Bab IV Kebijakan akuntansi 4.2 Pendapatan Belanja Aset Kewajiban Ekuitas Dana Pengungkapan atas pos-pos aset cjan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas.5 5.3.1 5.

Perbedaan utama adalah adanya jurnal eliminasi untuk menihilkan reciprocal account.7. Rekening tersebut sudah dinihilkan melalui jurnal eliminasi. Proses pembuatan Laporan Keuangan Pemda ini pada dasarnya sama dengan proses pembuatan Laporan Keuangan yang telah dijelaskan dalam prosedur sebelumnya. Kertas kerja berguna untuk mempermudah proses pembuatan laporan keuangan yang dihasilkan secara manual. Contoh dokumen kertas kerja (worksheet) adalah sebagai berikut : Kode Rekening Uraian Neraca Saldo Pemda Penyesuaian Neraca Saldo Pemda Setelah Penyesuaian D K Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D K D K D K 315 . Kertas kerja adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembuatan Laporan Keuangan. Langkah 1 (Kertas Kerja) a. Perbedaan utama dari Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dibandingkan Laporan Keuangan SKPD adalah tidak adanya rekening RK. Laporan Keuangan PPKD dan Laporan Keuangan Konsolidator. Laporan Keuangan 7.3.5. Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah adalah Laporan Keuangan Konsolidasi dari Laporan Keuangan SKPD.3. Fungsi Akuntansi di SKPKD menyiapkan kertas kerja (worksheet) 10 lajur sebagai alat untuk menyusun Laporan Keuangan.

PPKD dan Konsolidator): 316 .7. Laporan Keuangan b. Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (Dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan.3. Fungsi Akuntansi di SKPKD melakukan rekapitulasi saldo-saldo Neraca Setelah Penyesuaian dari Neraca Saldo Satuan Kerja menjadi Neraca Saldo Pemda dan diletakkan di kolom “Neraca Saldo Pemda” yang terdapat pada Kertas Kerja.

000 3.000 3.000.342.09.000.01.000.4.DAU Pendapatan .000.000 100.000 50.3.000.4.000 100.000.01.000 35.3.01 2.500.01 3.500.000 10.342.08 5.000.3.3.000 500.01 Uraian Neraca Saldo DinKes Setelah Penyesuaian DinKes D K 1.2.000.000 20.000.1.01.1.1.000 30.000 500.000 75.452.03 6.03.1.1.500.000 150.01.000 7.000.000 25.2.000.5.000 5.342.000 1.03.03.1.000.01 1.000 1.1.05 1.2.000.000.09 1.1.000 3.01.500.500.2.7.01.000.2.000.500.000 24.1.000 21.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK PPKD Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan SILPA Pendapatan Retribusi Pendapatan .01.3.1.000.342.4.2.000.000.01.000.2.01 2.000.000.BUMD Neraca Saldo PPKD Setelah Penyesuaian D K 10.000.000 75.4.1.000.000 3.1.000.3.000.2.000.01 6.02 5.01 1.04 1.000 100.01.01.000 2.000.000 200.000 3.3.500.000 21.000.01.000.3.000.000.2.2.DAK Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja .000 3.01.000 1.01 1.2.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.02.01 5.000.1.000 35.000 20.000 500.342.01 3.000.000.000 10.000.000.04.000 60.03.000 200.500.01 1.000 50.01.000.000.01 5.000. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000 500.000 500.2.2.02.000 1.1.000 2.2.01.000.01 5.000 150.000 20.000 60.000.000.03.4.000 1.000.000.02 5.000 1.2.000 25.000.000.01 1.000 3.000.000 317 .000.000.000 1.000 500.000.01 3.000.01 2.000.342.000 2.01.01 6.000.01 1.1.000 750.2.000 2.000.01.2.000 3.000 Neraca Saldo Konsolidator Setelah Penyesuaian D K 1.2.000.000 2.2.000.9.000 24.01 5.01 3.000 650.034.01 6.01.3.1.000 560.1.2.500.000 200.01.04 5.03.034.1.000.000.1.1.3.000 75.000 100.000.000 50.000.000 2.01 1.000 2.01 1.000.000.000 20.000.1.000.000.000 500.01 1.000.01 3.01.01.2.03.01.000.4.03.000.000.000 650.000.500.Subsidi kepada Lembaga Belanja .000.000 Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Piutang DAU RK Dinas Pendidikan Persediaan Obat-obatan Penyertaan Modal Pemda Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dana Cadangan Utang Pemungutan PPN Utang Dalam Negeri .1.Hibah kepada Pemerintah Desa Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .01 4.000 95.000 95.01 3.1.1.1.000.500.000.000.000 1.000.000.000.3.02.000 500.000.2.342.1.000 2.01.1.000.000 750.01.1.000 950.000 30.000.000.000.000 30.500.000 75.000 50.000.01.01 3.034.3.2.000 7.000.000 2.000 Neraca Saldo Pemda Konsolidasi D K 8.000.01 1.01.2.000 5.000.01 4.01 5.000.000.000 1.01 4.034.05 5.000.01.3.3.000 2.000.500.657.000.09.000 5.1.000 - 60.000.000.2.000.000.000.2.01.000.000.3.1.000.000.02.2.000 30.7.2.000.1.3.452.000 30.2.000.000.000 1.000.000 1.02 5.1.000 950.04 5.000 200.000.01.000 500.03.2.500.000 5.1.02 5.000 30.2.000.

01 1.7.000 318 .342. Laporan Keuangan c.4.1.000 1.01.500. Akun Reciprocal adalah akun-akun Rekening Koran (RK).01 RK PPKD RK Dinas Kesehatan 1.9. Contoh jurnal eliminasi adalah : RK PPKD_________________ Eliminasi RK 1 RK Dinas______________ RK Kantor_____________ RK Badan_____________ xxx xxx xxx xxx Dalam contoh ini. Jurnal ini dibuat dengan tujuan melakukan eliminasi atas saldo pada akun-akun yang bersifat “reciprocals”.342.01. Fungsi Akuntansi di SKPKD membuat jurnal eliminasi.1.3.500. jurnal eliminasi adalah sebagai berikut: 3.

000 1.000.000.000 3.342.000.000 2.000 1.000.01 1.452.02.02.01 4.000.2.000.000.000 560.2.1.01 6.000.3.01 5.500.01.000.000 60.500.01 1.01.000 1.01 3.000.000 Penyesuaian D K 1.034.1.000.1.500.01 1.4.2.000.01.000.000.02.000.9.01.000.1.1.1.2.01 2.000.BUMD Neraca Saldo Pemda Konsolidasi D K 8.000 100.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK PPKD Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan SILPA Pendapatan Retribusi Pendapatan . Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000.03.000 35.01.01.01.000.2.01.000 10.2.1.000.01.1.02.000 500.000.01 1.000.000 7.2.01 1.1.000.2.000 319 .03.1.3.000.01 5.05 1.4.01.1.000 20.2.000 1.2.08 5.342.02 5.000.04 1.1.01 2.3.000 200.09 1.500.3.1.01 5.03.01 1.05 5.000 20.01 1.02 5.1.342.2.01.Subsidi kepada Lembaga Belanja .000.03.01.1.7.000 3.01.000 5.1.000 50.01.000 25.000 1.01.5.034.2.3.000 1.01 6.000.000.000.03.1.02 5.1.2.4.1.000 750.01 1.01 1.01 3.7.000 5.2.4.1.000.03.1.000 150.000.2.2.01 3.500.000 500.000.500.000 100.1.000 95.01 4.000.2.342.3.657.000 2.3.01 1.01 5.000.01 3.3.03.000 30.01.1.2.2.1.000 50.2.02 5.000.000 2.000.000 75.000 2.4.01.000.3.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.2.1.04 5.1.01.2.000.01.2.2.000 30.000 650.000.01 2.01 Uraian Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Piutang DAU RK Dinas Pendidikan Persediaan Obat-obatan Penyertaan Modal Pemda Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dana Cadangan Utang Pemungutan PPN Utang Dalam Negeri .1.000 1.01 3.01.01 3.000 2.01.2.1.3.01.1.1.000.1.2.03.3.01 4.000.4.000.000.DAU Pendapatan .04 5.000.01.04.01.1.DAK Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja .000.500.000.3.3.03.01.09.01 6.2.342.01.01 5.09.1.Hibah kepada Pemerintah Desa Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .500.000 500.2.500.000.01 3.000 3.000 24.2.2.000 75.01.000 500.2.500.000 1.000.000 30.3.3.000 24.3.000.03 6.342.01.000 950.000 200.000.

Nilai yang telah disesuaikan diletakkan pada kolom ”Neraca Saldo Pemda Setelah Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.7. Fungsi Akuntansi di SKPKD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya.3. Laporan Keuangan d. 320 .

000.034.000.3.000 24.000 150.000 20.01.000.000 650.09 1.01.500.342.000 500.01.000 1.1.000.000.02 5.000 500. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000 30.03.01 5.4.3.Hibah kepada Pemerintah Desa Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .000 1.000 2.000.500.000.03.1.000 1.2.342.3.000 3.000 24.1.000.2.000.1.000 30.000.000.1.000.000.05 1.01.000 100.000.000.01 1.000.04 1.01.01 5.000 200.000.01.3.04 5.01 1.05 5.01 1.000 95.3.034.2.000 200.000.2.2.000.000.000.657.000.2.02.000.000 1.000 3.01.000 20.1.2.000 2.4.3.02 5.000 650.000 500.000 750.500.342.000 200.000 75.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK PPKD Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan SILPA Pendapatan Retribusi Pendapatan .000.01.03.DAU Pendapatan .01 3.000.000 950.01.2.1.000 35.01 4.000.000.500.000 150.000.000.BUMD Neraca Saldo Pemda Konsolidasi D K 8.1.500.02.1.500.500.2.000 25.500.000.000.1.000.000.7.2.03.000 1.500.000 2.01 2.000.02 5.000 1.000 24.000 50.01.000 7.000.01.000 1.1.000.000.000.2.342.000.1.000.2.01.000 500.000.01 3.000.000.01 3.000.000.3.04 5.02.01.3.000.01 1.000.3.01 1.000.500.3.2.2.01.000 1.000.000 1.03.000.000.01.DAK Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja .000 20.000.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.000.1.01.04.000.03.000.000.1.01.000 3.000.1.000 3.2.000.500.000 2.000.000.000 10.08 5.3.000 10.000.342.000.1.7.000 50.2.000 75.000 50.01.000 30.000 24.01.000 20.000.000 200.000.01 6.034.1.2.000 60.1.01 5.500.1.000 Neraca Saldo Pemda Setelah Penyesuaian D K 8.000 100.000 500.Subsidi kepada Lembaga Belanja .000.01 4.500.1.01 1.2.2.000 2.500.000 1.1.000.03 6.000 750.000.000 5.000 5.500.000 2.1.1.000 60.09.657.000 25.3.3.000.1.4.01 1.1.1.000.000 Penyesuaian D K 1.000.000 560.000 50.5.000 500.01.01 1.000.01 3.000.01 4.1.452.000 75.000 30.01.2.000 2.000.000 30.452.000.000.01.000.000 950.000 321 .1.000 30.2.000.034.000 500.09.000.01 2.000.03.2.1.3.4.000.000.342.000 1.2.000.2.03.000.000.000.2.000 3.2.2.01 6.2.1.000.000 35.4.000 1.000 100.01.000.01 1.01.01.01 1.01 3.000 1.342.01 2.000 95.2.000.000 5.01.000 2.3.01 5.01 5.000.02.500.1.000 7.01.1.01 3.2.01 6.1.000 2.01 3.000 560.3.000.000.000.01.02 5.000.000.2.4.000 75.000 5.000 2.000 100.000.000.000.000 500.000.342.000.01 Uraian Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Piutang DAU RK Dinas Pendidikan Persediaan Obat-obatan Penyertaan Modal Pemda Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dana Cadangan Utang Pemungutan PPN Utang Dalam Negeri .000.9.03.000 3.

7. Fungsi Akuntansi di SKPKD dapat menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran. Laporan Keuangan e. f. Sebagai catatan. neraca yang dihasilkan belum final karena PPK-SKPKD belum membuat Jurnal Penutup.3. g. 322 . Fungsi Akuntansi di SKPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Neraca dan memindahkannya ke kolom “Neraca” yang terdapat pada Kertas Kerja. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. Dari kertas kerja yang telah selesai diisi. Fungsi Akuntansi di SKPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Laporan Realisasi Anggaran dan memindahkannya ke kolom “Laporan Realisasi Anggaran” yang terdapat pada Kertas Kerja. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan.

000 1.000 3.1.000.500.000 2.000 30.2.000 750.02 5.342.000 24.000.01.657.01.000.000 25.1.09.2.000 2.01 5.1.1.000 500.657.01 3.034.01 3.000 Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D 8.000.000.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK PPKD Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan SILPA Pendapatan Retribusi Pendapatan .01.01.02 5.000 Neraca Saldo Pemda Setelah Penyesuaian D K 8.3.000.03.01 6.1.000.000 1.000 20.01 1.000.000 Penyesuaian D K 1.000.000.000 10.1.000 500.000 24.04.000 200.01.2.342.000 3.01.000.1.000.2.000.000.618.2.000 50.000.000. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000 1.500.4.1.3.000 3.4.000.01 5.000.000.000 560.034.000.3.01.1.08 5.4.05 5.000.000 200.500.000.2.000 100.000.000 5.01 2.09 1.000 650.000.000.000 1.000.500.000 750.000 10.500.500.000 5.000.000 20.7.000.500.000 4.03.000 2.01.000 1.3.3.000.452.000 95.000.000.000 7.000.000 500.Hibah kepada Pemerintah Desa Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .04 5.000.000.01.1.1.000.000 500.000 75.000.000.2.01 3.000.000 25.000.4.1.1.000.01.01 6.000.000 95.000 500.01.000 200.000 13.2.000.000.000.000.000.000.000.2.000 100.01.3.000 500.000.01.01 3.000.000 30.000 1.01 1.000 3.000.DAK Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja .000.416.034.01 4.000.000 100.000 2.342.000 500.000.01 1.4.1.3.000 750.000.000 19.000.000 1.01.500.01 Uraian Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Piutang DAU RK Dinas Pendidikan Persediaan Obat-obatan Penyertaan Modal Pemda Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dana Cadangan Utang Pemungutan PPN Utang Dalam Negeri .2.000 500.01.02.2.000 30.000.000 2.2.000.1.500.2.000 650.000.000.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.000 1.342.000 650.1.000.000 50.1.500.000 150.03.01 1.000.2.01.000 75.000.1.000.500.000.000 30.2.000.000 2.000 20.1.000.000.500.01.000.000.09.5.000 2.2.000 2.000.500.000 3.3.000 100.1.500.000 50.01 1.02 5.342.3.4.000.000.01.000.000.000.1.452.03.000 20.000 500.000.000.000.000.000.000 1.000.000.000.452.000 95.2.500.000 100.000 K 75.000 30.2.000.000 35.000 3.000.01 1.000.000.000.000 150.000.000.000.000.9.1.000 30.000.2.000.000 19.000.000 7.500.01.2.500.01.01 1.1.01.2.000 75.000.01.000 200.1.000 1.000 560.01 3.02 5.000.000 1.000 25.000 30.2.01.000.03 6.000.1.000.000.000.000.000.000.04 1.03.000 3.3.000.000.000.2.2.000 1.500.000.01.000.000 323 .000 50.000.01 1.05 1.000.000.000 75.Subsidi kepada Lembaga Belanja .03.000 950.01 6.000 500.000 2.034.000 500.000 1.000.000 5.01 1.01 1.000 60.7.000.000 30.000 950.000 3.000.1.000.500.000 60.657.000.000 2.342.000.01 3.000.000 75.2.3.000 500.000.000.000.000.000 35.02.342.01 2.000.000 2.000 2.000.000.050.000.000.3.000.000 1.1.000 5.000.500.000.01 3.000.01.1.000 5.1.03.01.1.000.2.1.000 60.01 2.000 24.02.342.01 5.000 150.000 50.3.BUMD Neraca Saldo Pemda Konsolidasi D K 8.DAU Pendapatan .01.000.000.3.01 4.000.01 4.2.2.000 20.000 50.000 1.02.000 200.000.000 100.000.000.000 1.2.01 5.618.342.000 2.000.2.000 8.000.000 3.04 5.342.000.500.03.000 5.000 2.634.500.000.3.000.000 10.000 1.03.000.000 200.1.000.3.000 1.000 7.000 20.000 2.000 950.01.000.1.000.000 24.000 35.000 560.000.000 30.2.000.000.01 5.

Belanja.2.000.2.01 5.03.1. Laporan Keuangan Langkah 2 (Jurnal Penutup) Pembuatan jurnal penutup.01.000.1.000 20.000.1.4.000.000 150.01 6.01 5.000.2.01 4.01.1.000 3.000.1.4.000 50.2.1.04 5.2.000 SILPA 500.01.1.1.000 200.000 1.1.000.1.1.2.000.01 5.000 35.01.2.000.01.01 6.000 SILPA Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Penerusan Pinjaman Daerah Penerusan Pinjaman Bank SILPA 200.03 4.03.01.000.2.000 50.7.000.000.05 5. yaitu Pendapatan.01 3.02 5.000 5.000.01.01 3.02 5.01.1.1. Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup saldo nominal menjadi nol pada akhir periode akuntansi.01.01 5.01.01.1.000.1.4.2.000.1.000.000 324 .000.000.416.1.1.1.1.08 5.000 8.000 3.000 75.000.1.01.01.1.2.000 1.01 Pendapatan Retribusi SILPA SILPA Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjangan Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Pendapatan DAU Pendapatan DAK 50.000.000 10.01 3.01.000.1.000 30.01 5.000 950. Perkiraan nominal adalah perkiraan yang digunakan untuk Laporan Realisasi Anggaran.000.000.1.02. Pendapatan Penerimaan Pembiayaan Apropriasi Belanja Estimasi Pengeluaran Pembiayaan Belanja Pengeluaran Pembiayaan Estimasi Pendapatan Estimasi Penerimaan Pembiayaan SILPA xxx xxx xxx xxx Xxx xxx xxx xxx xxx Jurnal penutup akan mempengaruhi nilai SILPA di neraca menjadi jumlah yang benar. dan Pembiayaan.000 100.04 5.2.1.02 3.000.2.3.000.000.2.03.000 5.000 95.2.01.03.02 5.1.1.1.000.000.4.000.01.03.01 5.01.000 2. Contoh Jurnal Penutup untuk Neraca Saldo diatas dan Neraca Saldo setelah penutupan adalah sebagai berikut: 4.01 3.

000.01 6.2.000 325 .1.02.7.000.01 SILPA Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda 2.2.500. Laporan Keuangan 3.1.01.01.3.000 500.01 6.000.2.1.000 2.

000.2.000 1.01 1.452.000 25.2.01 6.1.03.2.000 30.1.2.3.1.02 5.01 2.01.000 8.1.3.01.01.09 1.03.2.000 560.1.4.9.1.05 1.09.01 5.3.3.01 1.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK PPKD Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan SILPA Pendapatan Retribusi Pendapatan .500.01 4.500.01 6.02 5.01.000 Berikut adalah contoh dari Laporan Keuangan yang dihasilkan Akuntansi Pemda 326 .1.DAK Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja .000 5.000.000.02 5.000 1.2.000.2.000.01.02 5.1.2.01.2.000.2.000 750.01 5.01.03.2.01 3.1.01 1.03.01 1.01 3.000 1.03.02.DAU Pendapatan .BUMD 19.1.09.000.2.02.01 4.000.03 6.000.01.1.2.04 5.2.2.000.7.000.2.000 500.2.01 3.000.2.4.2.000 2.01 1.01.3.000.1.01 1.04.01 2.01 Uraian Neraca D 8.3.000.03.3.500.000.Subsidi kepada Lembaga Belanja .01 3.000 30.2.2.3.000 500.01 1.000.2.618.01.01 4.01 1.3.1.000.2.3.3.1.02.1.01.01.3.01.1.2.1.04 5.3.1.2.1.5.000 7.500.000.500.2.000 2.000.01.000 K 75.000 Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Piutang DAU RK Dinas Pendidikan Persediaan Obat-obatan Penyertaan Modal Pemda Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dana Cadangan Utang Pemungutan PPN Utang Dalam Negeri .03.2. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.01.2.01.01 5.03.04 1.Hibah kepada Pemerintah Desa Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .000 20.3.01.000 500.1.01 5.01.01 2.000 19.1.4.1.1.342.4.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.618.000.000.3.000 3.000.01 1.05 5.000 650.01.01.000 2.02.3.1.01.1.342.01.1.500.01 5.1.7.000.1.01 3.01.01.01 1.2.000.01 3.03.01.01 6.1.4.1.1.000.1.4.01.1.2.01.000 1.000 100.000.634.08 5.2.657.000 60.01 3.01.

3.2 1.2. LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA APBD DAN PROGNOSIS 6 (ENAM) BULAN BERIKUTNYA TAHUN ANGGARAN …….2.2 1.1 2.3.3 1.3 Pendapatan 2 3 6 7 PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipidahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat .1.2 1.1 2.6 2.1..2.7 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan 327 .1.2 1.1.1.4 1.4 2. Laporan Keuangan Laporan Realisasi Anggaran PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)…….1.3 1.2 1.1 1.1.2.3.2.2.1.1.Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Transfer Pemerintah Pusat .2.2..Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Transfer Pemerintah Provinsi Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Jumlah 1.2 1.1. Sisa Anggaran s.1 1.3.2 2.1.7.5 2.3.d.1 1.1.2.1 1.2.3 2.2.1 1.1.2.1 1.2.3 2 2.1 1.1.1.3.2 1.3 1.4 1. Semester Pertama 5 Nomor Urut Uraian Jumlah Anggaran Realisasi Semester Pertama 4 Prognosis Keterangan 1 1 1.

2 2.2. Irigasi.2.4 3.3.1.3 2.4 2.1 BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.2 2.1.2.2.4 PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman Daerah Jumlah Pembiayaan Neto 3.3 2. dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Jumlah 2.4.1.5 2.2 3.3 TRANSFER TRANSFER BAGI HASIL KE DESA Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Retribusi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya Surplus/Defisit 3 3.6 2.1.2 3.1.1.4 2.4.1 3.1.4.3 3.1.2.3 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) 328 .1 3.1 2.2 3.5 3.1 2.3 3.1 3.3. Laporan Keuangan 2.2.6 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah Penerimaan Piutang Daerah Jumlah 3.7.2.1.2.1 2.2.4.2.2 2.

3 1.3.2.3 1.2..3.1.4 2.1.1. RINGKASAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN ………….2 2 1.3 2.5 URAIAN Anggaran setelah perubahan 3 realisasi 4 Bertambah / (berkurang) (Rp) 5 % 6 2 PENDAPATAN DAERAH Pendapatan asli daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah Dana perimbangan Dana Bagi Hash Pajak/ Bagi Hash Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Lain-lain pendapatan daerah yang sah Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dan Propinsi atau Pemerintah Daerah lainnya Jumlah Pendapatan 2 2.1 2.1 1.6 2.1.4 1.2 2..3.3.2 1.1.3 1.3 BELANJA DAERAH Belanja Tidak Langsung Belanjr pegawai Belanja bunga Belanja subsidi Belanja hibah Belanja bantuan sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Propinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota Dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga Belanja Langsung Belanja pegawai Belanja barang dan jasa Belanja modal 329 .2.3.2.2.7.2 1.5 2.4 1. Laporan Keuangan PROVINSI / KABUPATEN / KOTA *) ….1.1.3.2 1.1. Jumlah (Rp) Nomor Urut 1 1 1.2 1.1 1.1.2 2.3 1.8 2.2.1.7 2.1 2.1 1.1 1.1.1 2.

Laporan Keuangan Jumlah Belanja Surplus/ (Deflsit) 3 3.2.2 3.3 3.2 3.1.3.1 3.5 3.1.2.2.6 PEMBIAYAAN DAERAH Penerlmaan pemblayaan Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pencairan dana cadangan Hasil penjualan kekayaan Daerah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman Penenmaan kembaii pemberian pinjaman Penerimaan piutang daerah Jumlah penerimaan pemblayaan 3.2 3.4 Pengeluaran pemblayaan Pembentukan dana cadangan Penyertaan modal (Investasi)pemerintah daerah Pembayaran pokok utang Pemberian pinjaman daerah Jumlah pengeluaran pembiayaan Pembiayaan neto 3.3 Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan 330 .2.1 3.7.4 3 1.1.1.3 3.1.1 3.

3. Laporan Keuangan Neraca Pemda PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)… NERACA Per 31 Desember Tahun n dan Tahun n-1 Tahun n (Rp) URAIAN Tahun n-2 (Rp) ASET ASET LANCAR Kas Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Pengeluaran Investasi Jangka Pendek Piutang Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Dana Baqi Hasii Piutang Dana Alokasi Umum Piutang Dana Alokasi Khusus Bagian Lancar Pinjaman Kepada BUMD Bagian Lancar Taqihan Penjualan Anqsuran Bagian Lancar Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Piutang Lain-lain Persediaan INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Nonpermanen Pinjaman Kepada Perusanaan Negara Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya Investasi dalam Surat Utang Negara Investasi Dana Bergulir Investasi Nonpermanen Lainnya Investasi Permanen Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Penyertaan Modal dalam Proyek Pembangunan Penyertaan Modal Perusahaan Patungan Investasi Permanen Lainnya ASET TETAP Tanah Tanah Peralatan dan Mesin Alat-alat Berat Alat-alat Angkutan Alat Benqkel Alat Pertanian dan Petemakan Afat-aiat Kantor dan Rumah Tangga _ 331 .7.

7..3. Irigasi dan Jaringan Jalan dan Jembatan Banqunan Air (Irigasi} Instalasi Jarinqan Aset Tetap Lainnya Buku dan Perpustakaan Baranq Bercorak Kesenian/Kebudayaan Hewan/Ternak dan Tumbuhan Konstruksi Dalam Pengerjaan Konstruksi Dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Akumulasi Penyusutan Aset Tetap .. Laporan Keuangan Alat Studio dan Alat Komunikasi Alat Ukur Alat-alat Kedokteran Alat Laboratorium Alat Keamanan Gedung dan Bangunan Banqunan Gedung Bangunan Monumen Jalan. DANA CADANGAN Dana Cadanqan ASET LAINNYA Taqihan Penjualan Angsuran Taqihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan dengan Fihak Ketiqa Aset Tak Berwulud Aset Lain-Lain JUMLAH ASET KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utanq Perhitunqan Fihak Ketiga Utang Bunga Utang Pajak Bagian Lancar Utanq Jangka Panjang Dalam Negeri Pendapatan Diterima Dimuka Utanq Janqka Pendek Lainnya KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Utanq Dalam Neqeri Utanq Luar Neqeri Utanq Janqka Panjanq Lainnya EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Sisa Lebih Pembiayaan Anqqaran (SILPA) Cadanqan Piutanq Cadangan Persediaan 332 .

7.3. Laporan Keuangan Dana yang Harus Disediakan untuk Pernbayaran Utang Janqka Pendek Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang Harus disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Ekuitas Dana Cadangan Diinvestasikan dalam Dana Cadangan JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 333 .

kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD SKPD 2....2 2.4 5. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PENDAHULUAN Bab I Pendahuluan 1.3 Ekonomi makro Kebijakan keuangan Indikator pencapaian target kinerja APBD Bab III Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan SKPD 3. Laporan Keuangan Catatan Atas laporan Keuangan PROVINSI/KABUPATEN/KOTA .3 4.1 4.4 Entitas akuntansi / entitas pelaporan keuangan daerah SKPD Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada SKPD Bab V Penjelesan pos-pos laporan keuangan SKPD 5.1...1.1.1 Rincian dari penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan SKPD 5.2 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan SKPD Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan Bab IV Kebijakan akuntansi 4.1 2.5 5..2 1.2 Pendapatan Belanja Aset Kewajiban Ekuitas Dana Pengungkapan atas pos-pos aset cjan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas.1. Bab VI Bab VII Penjelasan atas informasi-informasi nonkeuangan SKPD Penutup 334 .2 5.3 5.3.3 Bab II Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan SKPD Landasan hukum penyusunan laporan keuangan SKPD Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan SKPD Ekonomi makro..1 1.7. untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang rnenggunakan basis akrual pada SKPD.2 4.1 5.1.1 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful