DEPARTEMEN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

AKUNTANSI

SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTASI

7.1. Akuntansi Satuan Kerja

[7.1.] Akuntansi Satuan Kerja
7.1.1.Kerangka Hukum
Prosedur akuntansi pada SKPD meliputi serangkaian proses mulai dari pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. Permendagri 13/2006 (pasal 241 sampai dengan 264) mengatur tentang hal tersebut.

7.1.2.Deskripsi Kegiatan
Dalam struktur Pemerintahan Daerah, Satuan Kerja merupakan entitas akuntansi yang mempunyai kewajiban melakukan pencatatan atas transaksi–transaksi yang terjadi di lingkungan satuan kerja. Dalam konstruksi keuangan daerah, terdapat dua jenis satuan kerja, yaitu : a. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). b. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD). Meskipun memiliki perbedaan dalam kewenangan, dalam arsitektur SAPD, keduanya memiliki sifat yang sama dalam akuntansinya, yaitu sebagai satuan kerja. Kegiatan akuntansi pada satuan kerja meliputi pencatatan atas pendapatan, belanja, aset dan selain kas. Proses tersebut dilaksanakan oleh PPK-SKPD berdasarkan dokumen-dokumen sumber yang diserahkan oleh bendahara. PPK-SKPD melakukan pencatatan transaksi pendapatan pada jurnal khusus pendapatan, transaksi belanja pada jurnal khusus belanja serta transaksi aset dan selain kas pada jurnal umum. Secara berkala, PPK-SKPD melakukan posting pada buku besar dan secara periodik menyusun Neraca Saldo sebagai dasar pembuatan Laporan Keuangan, yang terdiri atas: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

232

Memposting jurnal-jurnal pendapatan. aset dan selain Kas berdasarkan buktibukti yang terkait. Bendahara di SKPD Dalam kegiatan ini.1. belanja. Akuntansi Satuan Kerja 7. 233 . yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran. Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK-SKPD) Dalam kegiatan ini. Membuat laporan keuangan.7. 2.1.Pihak Terkait 1. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Bendahara di SKPD memiliki tugas : • Menyiapkan dokumen-dokumen atas transaksi yang terkait dengan proses pelaksanaan akuntansi SKPD. PPK-SKPD memiliki tugas sebagai berikut : • • • Mencatat transaksi-transaksi pendapatan. aset dan selain kas ke dalam buku besarnya masing-masing. belanja.3.

Akuntansi Satuan Kerja 7. Buku besar (sebagai header). belanja. Dalam melakukan akuntansi anggaran. Akuntansi anggaran diselenggarakan setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) disahkan oleh PPKD. Laporan Realisasi Anggaran.Akuntansi Anggaran Peraturan Pemerintah No. 2. transfer dan pembiayaan. 3.4. SKPD diperbolehkan untuk tidak melakukan jurnal akuntansi anggaran. dengan jurnal sebagai berikut : Estimasi Pendapatan Defisit Apropriasi Belanja Surplus xxx xxx xxx xxx Jurnal atas transaksi tersebut akan menjadi angka laporan dalam kolom anggaran di Laporan Realisasi Anggaran (LRA).7.1. Namun harus dikelola dalam sebuah sistem sehingga nilai mata anggaran untuk setiap kode rekening muncul dalam : 1. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan menyatakan bahwa akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan.1. Neraca saldo. 234 .

dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah. jasa giro atau pendapatan lain sebagai akibat penyimpanan dana anggaran pada bank serta pendapatan dari hasil pemanfaatan barang daerah atas kegiatan lainnya merupakan pendapatan daerah.13 Tahun 2006 disebutkan bahwa pendapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. PPK-SKPD menerima SPJ Penerimaan dari Bendahara Penerimaan (seperti dijelaskan dalam Sisdur Penatausahaan Penerimaan). Kas di Bendahara Penerimaan Pendapatan __________ Xxx xxx Karena jurnal yang sama akan dipakai terus dalam mencatat transaksi pendapatan. Komisi. obyek dan rincian obyek pendapatan. hibah. 235 . yaitu dengan membukukan penerimaan bruto. potongan. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto. Berdasarkan dokumen SPJ Penerimaan dan lampirannya.1. Akuntansi Satuan Kerja 7. Dalam peraturan pemerintah ini disebutkan bahwa pendapatan adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/ Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah. Langkah 1 a. Akuntansi pendapatan SKPD dilakukan hanya untuk mencatat pendapatan asli daerah yang dalam wewenang SKPD. rabat. kelompok.5. PPK-SKPD mencatat transaksi pendapatan dengan menjurnal “Kas di Bendahara Penerimaan” di Debit dan “Akun Pendapatan sesuai jenisnya” di kredit. b. maka dibuatlah Buku Jurnal Khusus Pendapatan. atau pendapatan lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang dapat dinilai dengan uang.Akuntansi Pendapatan Peraturan Pemerintah No. dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). jenis.1. tukar-menukar. Format dokumen dapat dilihat pada lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 249). 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan memberikan deskripsi yang cukup jelas mengenai pendapatan.7. Pendapatan daerah dirinci menurut organisasi. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. asuransi dan/atau pengadaan barang dan jasa termasuk pendapatan bunga. baik secara langsung sebagai akibat dari penjualan.

7. Pendapatan______________ RK PPKD xxx xxx Jurnal tersebut juga berlaku bagi pengembalian yang sifatnya tidak berulang tetapi terjadi dalam periode berjalan. mencatat transaksi pengembalian kelebihan tersebut dengan menjurnal “Akun Pendapatan sesuai jenisnya ” di Debit dan “RK PPKD” di kredit. Langkah 2 a. Akuntansi PPKD akan mencatat transaksi pengembalian kelebihan pendapatan tersebut dengan menjurnal ” RK Satker sesuai dengan nama satkernya” di Debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit. Satuan Kerja tidak melakukan pencatatan. PPK-SKPD berdasarkan informasi transfer kas dari BUD. jurnal-jurnal tersebut akan diposting ke Buku Besar SKPD sesuai dengan kode rekening pendapatan. Pendapatan yang diterima kemudian disetor kepada Kasda. Catatan: Pada saat pengembalian kelebihan pendapatan tersebut dilakukan melalui Rekening Kas Daerah. d. Akuntansi PPKD akan mencatat transaksi penerimaan tersebut dengan menjurnal ”Kas di Kas Daerah” di Debit dan ”RK Satker sesuai dengan nama satkernya” di kredit. 236 . Akuntansi Satuan Kerja c. Contoh format Buku Besar SKPD dapat dilihat di lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 250). Pencatatan dilakukan oleh Akuntansi PPKD dengan menjurnal ”SILPA” di Debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit.1. Setiap periode. Dalam kondisi sebenarnya. Jika pengembalian kelebihan pendapatan sifatnya berulang (recurring) baik yang terjadi di perode berjalan atau periode sebelumnya. RK PPKD Kas di Bendahara Penerimaan Xxx xxx Catatan: Pada saat setoran pendapatan tersebut diterima di Rekening Kas Daerah. PPK-SKPD kemudian mencatat transaksi penyetoran tersebut dengan menjurnal “RK PPKD” di Debit dan “Kas di Bendahara Penerimaan” di kredit. dimungkinkan terjadi pengembalian kelebihan pendapatan yang harus dikembalikan ke pihak ketiga. Jika pengembalian kelebihan pendapatan tersebut bersifat tidak berulang (non recurring) dan terkait dengan pendapatan periode sebelumnya.

3.000 2.02.3.2. Pada tanggal 7 Februari 2006 PPK-SKPD DinKes menerima SPJ Penerimaan beserta lampirannya dari Bendahara Penerimaan DinKes.1.1.01.200.000.01 2.12.1.01 4.01.2.02. Diterima info dari BUD bahwa telah dilakukan pengembalian kelebihan pembayaran uang pendaftaran Mahasiswa/I Akademi Keperawatan untuk tahun 2005.2 juta rupiah.3.02.01. Kelebihan ini disebabkan adanya kesalahan perhitungan dalam sistem komputer.02.01 1.1.1.000.000 11-Jan 19-Jan 20-Jan 28-Jan 237 .1.1.01.01 Kas di Bendahara Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan RK PPKD Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan RK PPKD Kas di Bendahara Penerimaan Lain-lain PAD yang sah .Uang Pendaftaran RK PPKD 5.000 5. Bendahara Penerimaan Dinas Kesehatan menyetor uang retribusi sebesar 5 juta rupiah tersebut ke Bank Kasda.1. PPK-SKPD memindahkan saldo-saldo yang ada di tiap buku besar ke dalam Neraca Saldo.000. Contoh format Neraca Saldo dapat dilihat di lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 251).4.200. Dari SPJ dan lampirannya tersebut diketahui bahwa selama bulan Januari 2006.000. Bendahara Penerimaan Pembantu (di Puskesmas Kec. Akuntansi Satuan Kerja b. Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi pendapatan.000. Dinas Kesehatan akan digunakan sebagai ilustrasi SKPD.000 2.200.01 4. Bendahara Penerimaan Pembantu menyetor uang retribusi sebesar 2.7. Sambeng) menerima retribusi pelayanan kesehatan sebesar 2.000.2 juta rupiah tersebut ke Bank Kasda.000 5.1. PPK-SKPD DinKes akan mencatat jurnal sebagai berikut: 10-Jan 1. Pembayaran kelebihan tersebut sebesar 50 juta rupiah Dari transaksi ini.1.1.200.000 50.01.1.01 4.000 5. Di akhir periode tertentu.000 2.1.01 2.01 1.1.000 50.000 2.01 1. Dinas Kesehatan telah menerima pendapatan retribusi sebagai berikut: 10 Januari 2006 11 Januari 2006 19 Januari 2006 20 Januari 2006 28 Januari 2006 Dinas Kesehatan menerima retribusi pelayanan kesehatan sebesar 5 juta rupiah.01 2.1.

Belanja Daerah didefinisikan sebagai kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. sedangkan menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Akuntansi belanja pada satuan kerja dilakukan oleh PPK-SKPD.1. obyek dan rincian obyek belanja.24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.1. Akuntansi Satuan Kerja 7. 238 . dan akuntansi belanja LS (langsung). organisasi. Belanja daerah dipergunakan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemda. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.13 Tahun 2006. urusan pemerintahan. program. jenis.6. kegiatan. Akuntansi belanja juga dapat dikembangkan untuk keperluan pengendalian bagi manajemen dengan cara yang memungkinkan pengukuran kegiatan belanja tersebut. pengklasifikasian belanja daerah dibagi menurut fungsi. Akuntansi belanja pada satuan kerja ini meliputi akuntansi belanja UP (uang persediaan)/GU (ganti uang)/TU (tambah uang).Akuntansi Belanja Menurut PP No.7.13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. kelompok. Akuntansi belanja disusun untuk memenuhi kebutuhan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan.

maka dibuatlah Buku Jurnal khusus Belanja... Di akhir bulan. akuntansi mempunyai asumsi bahwa dana SP2D dari BUD langsung diterima oleh pihak ketiga/pihak lain yang telah ditetapkan... Akuntansi Belanja UP/GU/TU Langkah 1 PPK-SKPD menerima SP2D dari Kuasa BUD melalui Pengguna Anggaran.7. PPK-SKPD memindahkan saldo-saldo yang ada di tiap buku besar ke dalam Neraca Saldo.. Contoh format buku besar dapat dilihat pada lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 253).1.. Contoh format Neraca Saldo dapat dilihat pada lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 254). Berdasarkan SPJ dan bukti transaksi tersebut. PPK-SKPD mencatat transaksi penerimaan uang persediaan tersebut dengan menjurnal “Kas di Bendahara Pengeluaran” di Debit dan “RK PPKD” di kredit. Akuntansi Belanja LS (Langsung) Belanja LS yang dimaksud adalah Belanja LS Gaji & Tunjangan dan Belanja LS Barang & Jasa. Belanja . Berdasarkan SP2D. PPK-SKPD mencatat transaksitransaksi belanja periode sebelumnya dengan menjurnal ”Belanja sesuai jenisnya” di debit dan “Kas di Bendahara Pengeluaran” di kredit. Kas di bendahara pengeluaran xxx xxx Karena jurnal yang sama akan dipakai terus dalam mencatat belanja. Dalam konteks belanja LS. Format dokumen dapat dilihat pada lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 252). Setiap periode. PPK-SKPD menerima SPJ dari Bendahara Pengeluaran.. Langkah 3 a. b. 239 . 2. Akuntansi Satuan Kerja 1.. SPJ tersebut dilampiri dengan bukti transaksi. jurnal tersebut akan diposting ke Buku Besar sesuai dengan kode rekening belanja. Kas di bendahara pengeluaran RK PPKD xxx xxx Langkah 2 Secara berkala.

namun PPK-SKPD tetap mencatat belanja tersebut dalam jumlah bruto...1... Kas di Bendahara Pengeluaran Hutang Pajak . maka transaksi tersebut akan dijurnal ”Hutang PFK” di debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit.. namun PPK-SKPD tetap mencatat belanja gaji dan tunjangan dalam jumlah bruto. Dalam kasus LS Gaji dan tunjangan. RK PPKD xxx xxx Catatan: Pada saat terjadi pembayaran belanja LS melalui rekening Kas Daerah. potongan tersebut ditransfer ke rekening yang terkait. xxx xxx 240 . PPK-SKPD mencatat transaksi belanja dengan menjurnal ”Belanja sesuai jenisnya” di debit dan “RK PPKD” di kredit... Akuntansi Satuan Kerja Langkah 1 PPK-SKPD menerima SP2D dari Kuasa BUD melalui Pengguna Anggaran.7. Dalam kasus LS Barang dan Jasa. PPK-SKPD kemudian mencatat potongan tersebut sebagai Hutang di jurnal umum. Sewaktu.. PPK-SKPKD akan mencatat transaksi tersebut dengan menjurnal ” RK Satker sesuai dengan nama satkernya” di debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit Karena jurnal yang sama akan dipakai terus dalam mencatat belanja LS. maka dibuatlah Buku Jurnal khusus untuk belanja LS.. PPK-SKPD tidak perlu mencatat potongan tersebut karena pencatatannya sudah dilakukan oleh BUD dalam sub sistem Akuntansi PPKD Catatan: Pada saat transfer gaji dan tunjangan dari rekening Kas Daerah.. Berdasarkan SP2D terkait. Format dokumen dapat dilihat pada lampiran Sisdur Akuntansi ini (Halaman 255).. PPK-SKPKD akan mencatat potongan terhadap gaji dan tunjangan dengan menjurnal ”Kas di Kas Daerah” di debit dan ”Hutang PFK” di kredit.. Belanja . seringkali terdapat potongan pajak sehingga dana yang diterima oleh pihak ketiga adalah jumlah netto (setelah dikurangi potongan pajak). meskipun dana yang diterima oleh pegawai adalah jumlah netto (setelah dikurangi potongan)..

Kas di Bendahara Pengeluaran xxx xxx Khusus untuk transaksi belanja yang menghasilkan aset tetap. Dinas Kesehatan akan digunakan sebagai ilustrasi SKPD. Di akhir bulan. Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi belanja.951.7....Rp 87.469. Contoh format Neraca Saldo dapat dilihat pada Sisdur Akuntansi ini (Halaman257). Diinvestasikan dlm Aset Tetap xxx xxx xxx xxx Langkah 2 a. dilakukan penghapusan hutang pajak tersebut dengan jurnal sebagai berikut : Hutang Pajak .375.- 241 . Dari SPJ dan lampirannya tersebut diketahui bahwa selama bulan Januari 2006. Contoh format Buku Besar dapat dilihat pada Sisdur Akuntansi ini (Halaman256)..510.Rp 99... Pada tanggal 7 Februari 2006 PPK-SKPD Dinas Kesehatan menerima SPJ Pengeluaran beserta lampirannya dari Bendahara Pengeluaran DinKes. PPK-SKPD memindahkan saldo-saldo yang ada di tiap buku besar ke dalam Neraca Saldo.000.1. Akuntansi Satuan Kerja Ketika bukti Surat Setoran Pajak (SSP) telah diterima. Belanja Modal .000.. PPK-SKPD juga mengakui penambahan aset dengan menjurnal ”Aset sesuai jenisnya” di debit dan “Diinvestasikan dalam Aset Tetap” di kredit.125.Rp 62. Dinas Kesehatan telah melakukan transaksi belanja sebagai berikut: 4 Januari 2006 Dinas Kesehatan menerima SP2D atas pembayaran gaji bulan Januari dengan rincian : Gaji Pokok Tunjangan Keluarga Tunjangan Fungsional Tunjangan Fungsional Umum Rp 999. jurnal tersebut akan diposting ke Buku Besar sesuai dengan kode rekening belanja........457.... b. Setiap periode. Kas di bendahara pengeluaran Aset ..

000.1.1.000.Dinas Kesehatan melakukan pengisian tabung gas senilai Rp 2.1.457.01..Ambulans Diinvestasikan Dalam Aktiva Tetap 15.05 2.000.000.01 2. sehingga DinKes tidak mencatat penerimaan kas terlebih dahulu (mekanisme LS).1.1.dan Tabungan Perumahan Pegawai sebesar Rp 22.000.01.3.1.08 1.000 Kas di Bendahara Pengeluaran Belanja Bahan Obat-obatan Kas di Bendahara Pengeluaran Belanja pengisian tabung gas Kas di Bendahara Pengeluaran Belanja Bahan Kimia RK PPKD Belanja Modal Pengadaan Ambulans Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Pengeluaran Utang Pemungutan PPN Alat Angkutan Darat Bermotor .125 99. Dana langsung dicairkan oleh BUD kepada pihak ketiga.273 250.273 22.02.375 1.000 22.000.03.3.02. Bendahara pengeluaran memungut PPN senilai Rp.000 75.000 5.2.02 5.000 2.2.01 5.10 3.04 1.000.Dinas Kesehatan melakukan pembelian ambulans yang dilengkapi dengan alatalat kesehatan senilai Rp 250 juta.1. Dari transaksi ini.01.-.727.03.000.1.000.000 250.2.2.01.000 5.Untuk keperluan kegiatan fogging.3.01.000.727.1.2.. PPK-SKPD DinKes akan mencatat jurnal sebagai berikut: 999.951.01 1.249.3.1.000 250.05 2.000.03.01.01 5.2.240.000.01 2. Dinas Kesehatan membeli bahan obat-obatan senilai Rp 15.727.01 5.273 * Belanja bahan kimia terkait dengan kegiatan yang diadakan oleh DinKes.2.000.01 2.000.03.01.04 5. dilakukan belanja bahan kimia* senilai Rp 75.000 75.2.1.01 1.01 5.000. Akuntansi Satuan Kerja Dengan Iuran Wajib Pegawai sebesar Rp 52.5 Januari 2006 8 Januari 2006 12 Januari 2006 25 Januari 2006 27 Januari 2006 28 Januari 2006 Dinas Kesehatan menerima uang sebesar Rp 30.3.01.atas pencairan SP2D UP.01 Gaji dan Tunjangan Tunjangan Keluarga Tunjangan Fungsional Tunjangan Fungsional Umum RK PPKD Kas di Bendahara Pengeluaran RK PPKD Belanja ATK 5-Jan 8-Jan 12-Jan 25-Jan 27-Jan 28-Jan 28-Jan 28-Jan 242 .000 30.03.01.2.1.1.7.575.500 30.01 5.000.000.10 2.000 87.01 5.000. 22.03.000 15.000.000 2.01 1.02.3.469.1.000 250.1.1.000.1.1.01.2.000 4-Jan 5.3.1.000.2.387.01.2.1.3.000.000.000.1. Dinas Kesehatan membeli alat tulis kantor senilai Rp 5.510.1. Dari jumlah tersebut.000 62.000.1.01.000. dan melibatkan pihak ketiga.

berdasarkan bukti memorial tersebut. rehabilitasi.. PPK-SKPD mengakui penambahan aset dengan menjurnal ”Aset sesuai jenisnya” di debit dan “Diinvestasikan dalam Aset Tetap” di kredit. Kode rekening terkait (3). Klasifikasi aset tetap (4). Akuntansi Aset SKPD Prosedur akuntansi aset pada SKPD meliputi pencatatan dan pelaporan akuntansi atas perolehan. Transaksi-transaksi tersebut secara garis besar digolongkan dalam 2 kelompok besar transaksi.. PPK-SKPD mengakui pengurangan aset dengan menjurnal “Diinvestasikan dalam Aset Tetap” di debit dan ”Aset sesuai jenisnya” di kredit.. dan atau c.7. Jenis/nama aset tetap (2). Berita acara penyelesaian pekerjaan PPK-SKPD membuat bukti memorial.. Bukti memorial tersebut dapat dikembangakn dalam format yang sesuai dengan kebutuhan yang sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai: (1). Tanggal transaksi Langkah 2 Dalam kasus penambahan nilai aset. Aset .7. dan atau b. Akuntansi Satuan Kerja 7. pemeliharaan... Diinvestasikan dlm Aset Tetap xxx xxx Dalam kasus pengurangan aset. Berita acara serah terima barang. Diinvestasikan dlm Aset Tetap Aset Tetap xxx xxx 243 . Berdasarkan bukti memorial... yaitu : • • Penambahan nilai Aset Pengurangan nilai Aset Langkah 1 Berdasarkan bukti transaksi yang berupa: a. dan penyusutan terhadap aset tetap yang dikuasai/digunakan SKPD. Nilai aset tetap (5)..1. Berita acara penerimaan barang.1. perubahan klasifikasi.

2. jurnal untuk mencatat saat perolehan aset tetap sering disebut sebagai jurnal collolary. Langkah 3 Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPD.2.09.01 Belanja Modal – Papan Tulis Elektronik Kas di Bendahara Pengeluaran Peralatan Kantor – Papan Tulis Elektronik Diinvestasikan dlm Aset Tetap 3. a. ada biaya-biaya tambahan yang harus dibayar meliputi biaya pengangkutan dan biaya instalasi masing-masing sebesar 100 ribu rupiah.200. buku jurnal atas transaksi aset tetap tersebut diposting ke dalam buku besar rekening berkenaan.000 3.000 3. bergantung pada siapa yang melakukan belanja atas aset tersebut.03. Pencatatan aset tetap dapat dilakukan baik oleh SKPD maupun SKPKD. Oleh karena itu Dinas Kesehatan akan mencatat nilai papan tulis elektronik tersebut sebesar 3. Mobil Kijang dengan tipe dan kriteria yang sama tersebut mempunyai nilai wajar masing-masing sebesar 120 juta rupiah. Aset tersebut kemudian diserahkan kepada SKPD.09 1.3.000 Pembelian papan tulis elektronik Hibah/Donasi Pemda memperoleh donasi dari Bank Dunia berupa lima buah mobil Kijang.2 juta rupiah. Ilustrasi Jurnal Pencatatan aset tetap dalam buku jurnal merupakan proses lanjutan dari pencatatan belanja daerah yang menghasilkan aset tetap.3.1.09 3. Perolehan Aset Tetap Pembelian Dinas Kesehatan membeli papan tulis elektronik untuk ruang meeting dengan harga jual 3 juta rupiah.01. Agar papan tulis elektronik ini siap digunakan. Dinas Kesehatan akan digunakan sebagai ilustrasi SKPD.01 1.2.000 3. Berikut adalah beberapa contoh jurnal terkait dengan aset tetap.200. 5.2. Oleh karena itu.1. Akuntansi Satuan Kerja Secara periodik.200.7.200.1. Maka jurnal yang harus dibuat di akuntansi SKPKD adalah: 244 .10.

01 3. Akuntansi Satuan Kerja 1.01 Gedung Diinvestasikan pada Aset Tetap Mencatat pada pos aset tetap yang bersangkutan 400.2.000. Maka Dinas Kesehatan akan mencatat jurnal sebagai berikut: 1. seluruh aset tetap dapat disusutkan sesuai dengan sifat dan karakteristik aset tersebut.000 100.000.01 3.2.01 1.000 100.3.000 245 .3.000.2.2.01 Kendaraan Diinvestasikan dlm Aset Tetap 600.000.2.2. Tanggal 31 Desember 2006 puskesmas tersebut belum selesai dibangun.2.6.01 Diinvestasikan dlm Aset Tetap Akumulasi Penyusutan – Papan tulis elektronik Penyusutan papan tulis elektronik oleh Dinas Kesehatan dengan metode garis lurus dan estimasi masa manfaat AC selama 5 tahun 640.01 Diinvestasikan dalam Aset Tetap Konstruksi dalam Pengerjaan 100. Jurnal punyusutan aset tetap ini dibuat di akhir tahun.03 3. puskesmas ini telah selesai di bangunan.000 Jurnal balik atas pencatatan terdahulu yang telah dicatat 1.01.000 Penerimaan hibah berupa mobil Kijang dari Bank Dunia b.000 600. Penyusutan Selain tanah dan konstruksi dalam pengerjaan.000.000.7.02.01.000 640.2.7.01 1.3.000.01.2.2.2. Maka Dinas Kesehatan menjurnal sebagai berikut: 3.000 400.01 Tetap Mencatat biaya yang telah dikeluarkan selama pembangunan sampai 31 Desember 2006 Pada 31 Mei 2007. Konstruksi Dalam Pengerjaan Pemda sedang mendirikan bangunan puskesmas. Gedung puskesmas ini akan dibangun Dinas Kesehatan pada tahun 2006.01.3.01.6.01.000. 3.01.3.01.000 Konstruksi dalam Pengerjaan Diinvestasikan dalam Aset 100.01.000 c.1.3.

4.01 1.000 Jurnal untuk mencatat pengurangan aset tetap dan penerimaan pendapatan dari hasil 246 .1. terdapat lima buah komputer lama yang rusak dan tidak terpakai.01 4.1.01.7. Pelepasan Aset Tetap Di kantor Dinas Kesehatan. Kepala Dinas melakukan pelelangan ke masyarakat.02 Diinvestasikan dlm Aset Tetap Peralatan – Komputer Kas di Bendahara Penerimaan Lain-lain PAD yang Sah pelepasan aset 5.3.1.01.2.000.02.1.000.11.000 5.000. Akuntansi Satuan Kerja d.02 1. Uang hasil penjualan komputer tersebut akan dicatat sebagai Lain-lain PAD yang Sah. Atas persetujuan Kepala Daerah dilakukan penghapusan atas computer tersebut.000 5.000 5.2.2.000. 3.

sampai dengan pelaporan keuangan yang berkaitan dengan semua transaksi atau kejadian selain kas yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. dan jumlah rupiah. Secara periodik jurnal atas transaksi dan/atau kejadian selain kas diposting ke dalam buku besar sesuai kode rekening yang bersangkutan. Pengakuan asset.1.1.8. 247 .7. Langkah 3 Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPD. Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai tanggal transaksi dan/atau kejadian. Langkah 1 PPK-SKPD berdasarkan bukti transaksi dan/atau kejadian selain kas membuat bukti memorial. kode rekening. dan ekuitas. merupakan pengakuan terhadap perolehan asset yang dilakukan oleh SKPD. Langkah 2 PPK-SKPD mencatat bukti memorial ke dalam buku jurnal umum. Akuntansi Selain Kas Prosedur akuntansi selain kas pada SKPD meliputi serangkaian proses mulai dari pencatatan. Pengakuan aset sangat terkait dengan belanja modal yang dilakukan oleh SKPD Jurnal depresiasi Merupakan jurnal depresiasi terhadap aset yang dimiliki oleh SKPD Jurnal terkait dengan transaksi yang bersifat accrual dan prepayment Merupakan jurnal yang dilakukan dikarenakan adanya transaksi yang sudah dilakukan SKPD namun pengeluaran kas belum dilakukan (accrual) atau terjadi transaksi pengeluaran kas untuk belanja di masa yang akan datang (prepayment) Bukti transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi selain kas berupa bukti memorial yang dilampiri dengan bukti-bukti transaksi jika tersedia. hutang. pengikhtisaran. Prosedur akuntansi selain kas pada SKPD meliputi setidaknya : koreksi kesalahan pencatatan merupakan koreksi terhadap kesalahan dalam membuat jurnal dan telah diposting ke buku besar. Akuntansi Satuan Kerja 7. uraian transaksi dan/atau kejadian.

000.2. PPK-SKPD Dinas Kesehatan akan mencatat jurnal sebagai berikut: 26-Jan 5. Pada tanggal tersebut dilakukan belanja ATK senilai Rp 5 juta.2.2.02.3.03 3.01 1.000 120.2.09.000.01 Belanja ATK Belanja Dokumen Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan 30. Sewaktu pertama kali diterima. Seharusnya bendahara pengeluaran 28 Juni 2006 Dari 5 buah kendaraan hibah yang diterima.01 1.3.000.1.2. Dana SP2D UP senilai Rp 30 juta dicatat dengan mendebit rekening kas di bendahara penerimaan.000.02 1.03.01 1.1.2.000 5.2. satu diantaranya dihibahkan kembali ke RSUD sebagai kendaraan operasional. 26 Januari 2006 Dilakukan koreksi atas kesalahan pencatatan belanja yang dilakukan pada tanggal 8 Januari 2006.000.01.2.000 5.2.2. kendaraan ini dicatat dengan nilai Rp 120 juta.Juni 3.7.2.01.01.02 (Belanja Dokumen) 15 Februari 2006 Dilakukan koreksi atas kesalahan pencatatan penerimaan SP2D UP. namun dicatat ke kode rekening 5.000 200. Akuntansi Satuan Kerja Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi non kas.000 120.01 5. 5 Juli 2006 Diterima Surat Keputusan penghapusan barang (penghapusan mesin tik yang musnah karena kebakaran di gudang). Dinas Kesehatan akan digunakan sebagai ilustrasi SKPD.01.000 200.01 Diinvestasikan dlm Aset Tetap Kendaraan Diinvestasikan dlm Aset Tetap Mesin Tik 5-Juli 248 .2. Nilai mesin tik ini di neraca sebesar Rp 200 ribu Dari transaksi ini.1.02.000 30.000 rekening yang didebit adalah rekening kas di 15 -Feb 28.000.01.1.1.

1. Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… BUKU JURNAL KHUSUS PENDAPATAN SKPD Kode Rekening yang di Debit Nomor Tanggal 1 : : Halaman… Bukti Pembayaran 2 Bukti lain Kode Rekening yang di Kredit 3 Uraian 4 Ref 5 Jumlah (Rp) 6 Akumula si (Rp) 7 ……..7. 249 .. …………………… PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.

Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… BUKU BESAR SKPD KODE REKENING NAMA REKENING PAGU APBD PAGU PERUBAHAN APBD : : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Tanggal 1 Uraian 2 Ref 3 Debet (Rp) 4 Kredit (Rp) 5 Saldo (Rp) 6 Jumlah ……….1.7.. 250 .. PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.tanggal………….

tanggal…… PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.1.7.. 251 . Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… NERACA SALDO PER TANGGAL ……… SKPD : …………………… Jumlah Debit 1 2 3 Kredit Halaman… Kode Rekening Uraian ……..

BUKU JURNAL KHUSUS BELANJA UP/GU/TU SKPD Kode Rekening yang di Kredit Nomor Tanggal 1 Bukti Belanja 2 Bukti Lain Kode Rekening yang di Debit 3 Uraian 4 Ref 5 Jumlah (RP) 6 Akumulasi (Rp) 7 : : Halaman …………. 252 .7. …….1.. PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …..tanggal…….

7. PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP..1. 253 ..tanggal…………. Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… BUKU BESAR SKPD KODE REKENING NAMA REKENING PAGU APBD PAGU PERUBAHAN APBD : : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Tanggal 1 Uraian 2 Ref 3 Debet (Rp) 4 Kredit (Rp) 5 Saldo (Rp) 6 Jumlah ……….

1.tanggal…… PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP..7. Akuntansi Satuan Kerja PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… NERACA SALDO PER TANGGAL ……… SKPD : …………………… Jumlah Debit 1 2 3 Kredit Halaman… Kode Rekening Uraian ……. 254 ..

7.1. Akuntansi Satuan Kerja

PROVINSI / KABUPATEN / KOTA …. BUKU JURNAL KHUSUS BELANJA LS SKPD Kode Rekening yang di Kredit
Nomor Tanggal 1 SP2D 2 Bukti Lain Kode Rekening yang di Debit 3 Uraian 4 Ref 5 Jumlah (RP) 6 Akumulasi (Rp) 7

: ……………….. : ………………..

Halaman ….

…….,tanggal……. PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap)
NIP.

255

7.1. Akuntansi Satuan Kerja

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… BUKU BESAR
SKPD KODE REKENING NAMA REKENING PAGU APBD PAGU PERUBAHAN APBD
: : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ………………………………

Tanggal 1

Uraian 2

Ref 3

Debet (Rp) 4

Kredit (Rp) 5

Saldo (Rp) 6

Jumlah ……….., tanggal………….

PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap)
NIP.

256

7.1. Akuntansi Satuan Kerja

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… NERACA SALDO PER TANGGAL ………
SKPD : ……………………
Jumlah Debit 1 2 3 Kredit Halaman…

Kode Rekening

Uraian

……..,tanggal…… PPK-SKPD
(tanda tangan)
(nama lengkap)

NIP.

257

SK Penghapusan Barang . PPK -SKPD menjurnal : . PPK SKPD membuat Neraca Saldo SKPD .1.Surat Pengiriman Barang .SPJ Pengeluaran dan SP 2D dalam Register Jurnal Pengeluaran Kas . Berdasarkan Buku Besar SKPD .SPJ Penerimaan dalam Register Jurnal Penerimaan Kas .SK Mutasi Barang .SK Mutasi Barang . Akuntansi Satuan Kerja 7.BA Seraht Terima Barang .1.Bukti memorial transaksi Aset Tetap dalam Register Jurnal Umum. . Jurnal-jurnal tersebut oleh PPK SKPD diposting ke Register Buku Besar SKPD .SK Penghapusan Barang . Neraca Saldo SKPD 258 .BA Penerimaan Barang . Register Buku Besar SKPD 3. Bukti Memorial transaksi Aset Tetap dibuat berdasarkan bukti transaksi yang terdiri dari: .BA Penerimaan Barang .BA Pemusnahan Barang .1.BA Penilaian . . Akuntansi SKPD Uraian 1.Bukti memorial transaksi Selain Kas dalam Register Jurnal Umum . Bagan Alir D.9.BA Penyelesaian Pekerjaan Bukti Memorial transaksi Selain Kas dibuat berdasarkan bukti transaksi yang terdiri dari: .BA Penilaian Akuntansi Penerimaan Kas 1 PPK SKPD Akuntansi Pengeluaran Kas Akuntansi Aset Akuntansi Selain Kas SPJ Penerimaan SPJ Pengeluaran SP2D Bukti Transaksi Bukti Transaksi Bukti Memorial Bukti Memorial Register Jurnal Penerimaan Kas Register Jurnal Pengeluaran Kas Register Jurnal Umum Register Jurnal Umum 2. .7.BA Pemusnahan Barang .BA Seraht Terima Barang .

2. Dalam pelaksanaan anggaran transaksi yang terjadi di SKPKD dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu: 1. Akuntansi PPKD [7.2.1. 7. bantuan keuangan dan belanja tiga terduga.2. Kosekuensi atas keadaan ini adalah bahwa PPK-SKPKD hanya mengurusi masalah pendapatan/belanja untuk satuan kerja saja. belanja bagi hasil. Badan/Biro/Bagian Keuangan juga menyusun RKA-SKPKD selaku Pejabat Pengguna Anggaran. Termasuk transaksi-transaksi pembiayaan. Transaksi-transaksi yang dilakukan oleh SKPKD sebagai satuan kerja 2.2. bunga. SKPKD biasanya dikelola oleh suatu entitas tersendiri berupa Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).Deskripsi Kegiatan Akuntansi PPKD adalah sebuah entitas akuntansi yang dijalankan oleh fungsi akuntansi di SKPKD. Permendagri 13/2006 (pasal 266 sampai dengan 288) mengatur tentang hal terkait. bantuan sosial. yang mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan oleh SKPKD dalam kapasitas sebagai Pemda. pengikhtisaran.2] Akuntansi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) 7. sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. pencatatan investasi dan hutang jangka panjang.1. subsidi.Kerangka Hukum Prosedur akuntansi pada SKPKD sebagai PA meliputi serangkaian proses mulai dari pencatatan. SKPKD adalah suatu satuan kerja yang mempunyai tugas khusus untuk mengelola keuangan daerah. Transaksi-transaksi yang dilakukan oleh SKPKD pada level Pemerintah Daerah seperti pendapatan dana perimbangan. 259 .7. hibah. Tata cara dan perlakuan akuntansi oleh SKPKD sebagai satuan kerja mengikuti tata cara dan perlakuan akuntansi seperti yang sudah dijelaskan oleh prosedur 7.

Akuntansi Aset (Investasi Jangka Panjang) 5. Akuntansi Belanja (belanja bunga.2 ini akan meliputi: 1. Akuntansi Pendapatan (Dana Perimbangan dan Pendapatan Lainnya) 2.7.2 ini akan dijelaskan tata cara dan perlakuan akuntansi bagi SKPKD yang berfungsi merekam transaksi-transaksi oleh (pada level) pemerintah daerah. prosedur 7. subsidi. Akuntansi PPKD Pada prosedur 7. Dengan demikian. Akuntansi Hutang 6. Akuntansi Selain Kas 260 . hibah. Akuntansi Pembiayaan 4.2. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga) 3. Akuntansi Konsolidator 7. belanja bagi hasil. bantuan sosial.

Aset. Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Fungsi Akuntansi SKPKD memiliki tugas sebagai berikut : • • • Mencatat transaksi-transaksi Pendapatan. Hutang dan Selain Kas berdasarkan bukti-bukti yang terkait. Memposting jurnal-jurnal tersebut ke dalam buku besarnya masing-masing. Bendahara di SKPKD Dalam kegiatan ini.3. yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran.Pihak Terkait 1. Pembiayaan. 261 .2. Fungsi Akuntansi SKPKD Dalam kegiatan ini. Bendahara di SKPKD memiliki tugas : • Menyiapkan dokumen-dokumen atas transaksi yang terkait dengan proses pelaksanaan akuntansi PPKD.2. Akuntansi PPKD 7.7. Membuat laporan keuangan. 2. Belanja.

dengan jurnal sebagai berikut : Estimasi Pendapatan SILPA Apropriasi Belanja (SILPA) Estimasi Penerimaan Pembiayaan SILPA Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan (SILPA) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Jurnal atas transaksi tersebut akan menjadi angka laporan dalam kolom anggaran di Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Akuntansi PPKD 7. Namun harus dikelola dalam sebuah sistem sedemikian rupa sehingga nilai mata anggaran untuk setiap kode rekening muncul dalam: 1. SKPD diperkenankan untuk tidak melakukan jurnal akuntansi anggaran.2. Akuntansi anggaran diselenggarakan setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) disahkan oleh PPKD. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan menyatakan bahwa akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan. 262 . Neraca saldo 3. Dalam melakukan akuntansi anggaran.7.2.4. Buku besar (sebagai header) 2. transfer dan pembiayaan. belanja. Laporan Realisasi Anggaran.Akuntansi Anggaran Peraturan Pemerintah No.

263 . Langkah 2 Berdasarkan dokumen Laporan tersebut. Fungsi Akuntansi di SKPKD menjurnal penerimaan kas dari dana perimbangan sebagai berikut : Kas di Kas Daerah Pendapatan Dana Perimbangan xxx xxx Dalam kondisi nyata. Fungsi Akuntansi di SKPKD memindahkan saldo-saldo yang ada di setiap buku besar SKPKD ke dalam Neraca Saldo. Setiap akhir bulan. Laporan ini yang dilampiri salah satunya oleh tembusan Nota Kredit akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi pendapatan. Akuntansi PPKD 7.7. Dari Laporan Posisi Kas Harian ini. Jurnal pendapatan yang telah dibuat kemudian di posting ke Buku Besar SKPKD. Langkah 1 a. Fungsi Akuntansi SKPKD dapat mengidentifikasi penerimaan kas yang berasal dari dana perimbangan.5. maka PPK-SKPKD mencatat transaksi pengembalian kelebihan tersebut dengan menjurnal “Akun Pendapatan sesuai jenisnya ” di Debit dan “Kas di Kas Daerah” di kredit. pada bagian ini yang dimaksud dengan akuntansi pendapatan PPKD adalah langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam perlakuan akuntansi untuk pendapatan pada level Pemerintah Daerah seperti Dana Perimbangan. b.Akuntansi Pendapatan Seperti telah disebutkan sebelumnya. Pendapatan______________ Kas di Kas Daerah xxx xxx Langkah 3 a.2.2. Fungsi Akuntansi di SKPKD (yang biasanya dilakukan oleh Bidang Akuntansi SKPKD di BPKD) menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD. Terhadap pengembalian ini. dimungkinkan terjadi pengembalian kelebihan pendapatan yang harus dikembalikan ke pihak ketiga. b.

000 1.01.2.DAU Kas di Kas Daerah 20.2.01 4.000.000. BPKD menerima Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 20 Milyar.2.01.1.000. Diterima Pendapatan Bagi Hasil dari PBB sebesar Rp 1 Milyar dan BPHTB sebesar Rp 200 Juta Dilakukan pengembalian Pendapatan Bagi Hasil dari PBB untuk tahun 2005 sebesar Rp 15 juta Diterima Pendapatan Bagi Hasil dari PPh 21 sebesar Rp 300 juta Dari transaksi ini.000 15. Akuntansi PPKD Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi pendapatan.01.1.000.1.1.2.03 Kas di Kas Daerah 2.02 4.1.2.01.000.000 10-Apr 20.01 4.000 2.2.000. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 5-Mar 1.1.000.01.01.1.000 15.000.1.000.01.Apr 5-Mei 7-Juni 264 .DAK Kas di Kas Daerah Bagi Hasil PBB Bagi Hasil BPHTB Bagi Hasil PBB Kas di Kas Daerah Kas di Kas Daerah Bagi Hasil PPh 21 300.1. 5 Maret 2006 10 April 2006 15 April 2006 5 Mei 2006 7 Juni 2006 Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) menerima Dana Alokasi Umum sebesar Rp 2 Milyar.000.000.01.000 300.2.01 4.01 1.000.7.01.000.000.000 Pendapatan Dana Perimbangan .1.000.01 4.000 15.200.01 4.000 Pendapatan Dana Perimbangan .000 200.000 1.01.1.01 1.01.2.3.1.1.1.000.01 1.01 1.

.xxx Langkah 2 a.7.. Di akhir bulan. bantuan sosial. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.. subsidi. Berdasarkan SP2D terkait. jurnal tersebut akan diposting ke Buku Besar sesuai dengan kode rekening belanja.. Kas di Kas Daerah xx..xxx. Setiap periode.xxx xx. bunga. b. belanja bagi hasil. Contoh format Buku Besar dapat dilihat pada Sisdur Akuntansi ini (Halaman 278).2.xxx. pada bagian ini yang dimaksud dengan akuntansi Belanja SKPKD adalah langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam perlakuan akuntansi untuk belanja. Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat transaksi ke jurnal sebagai berikut: Belanja Bunga/Subsidi/. Akuntansi PPKD 7.2. Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi belanja.Akuntansi Belanja Seperti telah disebutkan sebelumnya. 3 Maret 2006 20 Maret 2006 5 April 2006 10 April 2006 Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) melakukan pembayaran subsidi untuk tahun 2006 kepada PDAM setempat sebesar Rp 250 juta Dilakukan belanja untuk Bantuan Keuangan bagi kesejahteraan guru SD sebesar Rp 200 juta Dilakukan transfer dana sebesar Rp 100 juta kepada Pemerintah Desa untuk pembangunan jalan desa Dilakukan transfer dana sebesar Rp 400 juta sebagai dana bantuan untuk Partai Politik 265 . Fungsi Akuntansi SKPKD memindahkan saldo-saldo yang ada di tiap buku besar ke dalam Neraca Saldo. Contoh format Neraca Saldo dapat dilihat pada Sisdur Akuntansi ini (Halaman 279). hibah.6. Langkah 1 Fungsi Akuntansi SKPKD menerima SP2D dari Kuasa BUD.

000 100.01.000 100.000 20-Mar 5-Apr 10-Apr 266 .01 5.000.01 1.000.1.01.1.000.3.01 Belanja Subsidi kepada Perusahaan Kas di Kas Daerah Belanja Subsidi kepada Lembaga Kas di Kas Daerah Belanja Hibah kepada Pemerintah Desa Kas di Kas Daerah Belanja Bantuan kepada Partai Politik Kas di Kas Daerah 250.03.1.7.1. Akuntansi PPKD Dari transaksi ini.1.1. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 3-Mar 5.3.000 200.000 250.1.000 200.4.000 400.1.000.000.1.01 5.000.01 1.01.01 1.01.01 5.000 400.01.02 1.000.1.2.01.1.000.01.5.1.

seperti dana cadangan. dan penerimaan piutang daerah.2. Penerimaan Pembiayaan dapat berupa penggunaan SiLPA tahun lalu. Fungsi Akuntansi SKPKD menjurnal penerimaan kas dari dana perimbangan sebagai berikut : 1 Kas di Kas Daerah Penerimaan Pembiayaan – Dana Cadangan 2 Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Dana Cadangan Kas di Kas Daerah Penerimaan Pembiayaan – Pinjaman kpd PD 2 Dana yang harus disediakan untuk pembayaran Utang Jangka Panjang Pinjaman kepada PD xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Pencairan Dana Cadangan 1 Penerimaan Pinjaman Daerah 267 . Langkah 2 Berdasarkan dokumen Laporan Posisi Kas Harian. Fungsi Akuntansi SKPKD menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD. pencairan dana cadangan. penerimaan pinjaman daerah. dan utang I. Akuntansi Pembiayaan SKPKD Seperti telah disebutkan sebelumnya.2. pinjaman. pada bagian ini yang dimaksud dengan akuntansi Pembiayaan SKPKD adalah langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam perlakuan akuntansi untuk penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.7. penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah. Dari Laporan Posisi Kas Harian ini. hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan. Fungsi Akuntansi SKPKD harus mengidentifikasi penerimaan kas yang berasal dari kegiatan pembiayaan. b.7. Penerimaan Pembiayaan Langkah 1 a. Laporan ini akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi pembiayaan pada SKPKD (akuntansi penerimaan/pengeluaran kas). Akuntansi PPKD 7.

b. Langkah 2 Berdasarkan dokumen Laporan Posisi Kas Harian. Pengeluaran Pembiayaan Langkah 1 a.7. b. Jurnal-jurnal tersebut kemudian di posting ke Buku Besar SKPKD. Akuntansi PPKD 1 Penerimaan Utang Daerah 2 Kas di Kas Daerah Penerimaan Pembiayaan – Utang Dalam Negeri Dana yg hrs Disediakan utk Pembayaran Utang Jangka Panjang Utang Dalam Negeri xxx xxx xxx xxx Penerimaan Dana Bergulir 1 Kas di Kas Daerah Penerimaan Pembiayaan – Dana Bergulir xxx xxx xxx xxx 2 Diinvestasikan dalam Investasi non Permanen Investasi Non Permanen Langkah 3 a. II. Fungsi Akuntansi SKPKD menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD. Fungsi Akuntansi SKPKD harus mengidentifikasi pengeluaran kas yang digunakan untuk kegiatan pembiayaan.2. Fungsi Akuntansi SKPKD menjurnal pengeluaran kas dari Kas Daerah sebagai berikut : 268 . Fungsi Akuntansi SKPKD memindahkan saldo-saldo yang ada di setiap buku besar SKPKD ke dalam Neraca Saldo. Pengeluaran Pembiayaan dapat berupa pembentukan dana cadangan. atau untuk pemberian pinjaman daerah. Laporan ini akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi pembiayaan pada SKPKD (akuntansi penerimaan/pengeluaran kas). Setiap akhir bulan. Dari Laporan Posisi Kas Harian ini. penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah. pembayaran pokok utang.

Fungsi Akuntansi SKPKD memindahkan saldo-saldo yang ada di setiap buku besar SKPKD ke dalam Neraca Saldo. b. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 269 .2. Jurnal-jurnal pengeluaran kas dan jurnal umum (jurnal collolary-nya) kemudian di posting ke Buku Besar SKPKD.7. Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi pembiayaan 20 Feb 2006 10 Juni 2006 30 Juni 2006 Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) melakukan transfer dana untuk pembentukan dana cadangan sebesar Rp 500 juta Dilakukan transfer dana sebesar Rp 2 Milyar sebagai tambahan penyertaan modal Pemda di PDAM Diterima dana pinjaman dari Lembaga Perbankan senilai Rp 5 Milyar. Hutang ini jatuh tempo dalam waktu 5 tahun ke depan Dari transaksi ini. Setiap akhir bulan. Akuntansi PPKD Pembentukan Dana Cadangan 1 2 Pengeluaran Pembiayaan – Dana Cadangan Kas di Kas Daerah Dana Cadangan Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pengeluaran Pembiayaan – Penyertaan Modal PEMDA Kas di Kas Daerah Penyertaan Modal PEMDA Diinvestasikan dlm Investasi Jangka Panjang Pengeluaran Pembiayaan – Pembayaran Pokok Utang Kas di Kas Daerah Utang Dalam Negeri Dana yg hrs Disediakan utk Pembayaran Utang Jngka Panjang Pengeluaran Pembiayaan – Dana Bergulir Kas di Kas Daerah Investasi Non Permanen Diinvestasikan dalam Investasi Non Permanen xxx Xxx xxx Xxx Penyertaan Modal Pemda 1 2 xxx Xxx xxx Xxx xxx Xxx xxx Xxx 1 Pembayaran Pokok Utang 2 Pembentukan Dana Bergulir 1 2 xxx Xxx xxx Xxx Langkah 3 a.

2.000.01.1.7.1.01 1.01 1.000.000.2.000. Akuntansi PPKD 20-Feb 6.4.01 6.000.02.2.01 Pembentukan Dana Cadangan Kas di Kas Daerah Dana Cadangan Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda di BUMD Kas di Kas Daerah 500.000.000.01 3.000 5.2.000 2.01.4.1.01.000.1.01.000.01 5.000.000 Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Kas di Kas Daerah 5.000.1.01 5.000.1.4.2.000 10-Jun 6.000 3.01.000.2.000 Pinjaman Pemda kepada Lembaga Perbankan Dana yang harus disediakan untuk hutang jangka panjang Utang Dalam Negeri Sektor Perbankan 2.01 1.1.1.03.000.2.1.000 500.000 500.01.000.01 2.000 500.01.01 3.000.000.1.000 30-Jun 1.000.3.000 2.1.1.01.000.2.01 Penyertaan Modal Pemda 2.000.01.2.01.01 1.000 270 .

8. Akuntansi PPKD 7. Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai: (1). Langkah 3 Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPKD.. Kode rekening terkait (3).. sebagai berikut: Investasi .2.. Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi aset SKPKD yang terkait dengan transaksi pembiayaan oleh SKPKD 1 Maret 2006 Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) menempatkan dana sebesar Rp 20 Milyar di SBI. xxx xxx xxx xxx Secara periodik. Langkah 1 Berdasarkan bukti transaksi yang ada. Diinvestasikan dlm Investasi .. Investasi .. Tanggal transaksi Langkah 2 Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat bukti memorial ke dalam buku jurnal umum. sebagai berikut: Diinvestasikan dlm Investasi .. Jurnal pelepasan investasi... Fungsi Akuntansi SKPKD membuat bukti memorial. Jurnal pengakuan investasi.. buku jurnal atas transaksi investasi jangka panjang tersebut diposting ke dalam buku besar rekening yang terkait.7. 271 . Jenis/nama investasi (2).... Nilai investasi (4).2... misalnya pengakuan atas investasi jangka panjang. Akuntansi Aset SKPKD Prosedur akuntansi aset pada SKPKD merupakan pencatatan atas pengakuan aset yang muncul dari transaksi pembiayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

01.2.7.1.000.000.000.03.000 20.2.01 1-Mar 1.1.000.01 Investasi dalam Surat Utang Negara 20.1. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 1-Mar 1.000. Penerimaan kas melalui Kas Daerah dicatat dengan menjurnal ”Kas di Kas Daerah” di Debit dan ”Pencairan Deposito” di kredit 1.000 3.000 3.1.4.000.01 Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang 20.000 Diinvestasikan dalam Investasi Jangka 1.1.000 15-Mei Investasi dalam Obligasi 1.04.2.000 Merupakan Jurnal Kololari atas pembelian SBI.01 Panjang Merupakan Jurnal Kololari atas pembelian obligasi.01.000. Pengeluaran kas melalui Kas Daerah dicatat dengan menjurnal ”Belanja Pembiayaan – SBI” di Debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit Diinvestasikan dalam Deposito Investasi dalam Deposito Merupakan Jurnal Kololari atas pencairan deposito.2. diterima bunga deposito senilai Rp 20 juta 23 Juni 2006 BPKD melakukan pembelian Obligasi BUMN senilai Rp 1 Milyar Dari transaksi ini.000.02. Akuntansi PPKD 15 Mei 2006 Dilakukan pencairan dana atas deposito yang dimliki oleh Pemda di Bank Daerah senilai Rp 2 Milyar.000. Pada saat pencairan.01.000.1.1.01 4.01 Kas di Kas Daerah Pendapatan Bunga Deposito 20.2. Pengeluaran kas melalui Kas Daerah dicatat dengan menjurnal ”Belanja Pembiayaan – Obligasi” di Debit dan ”Kas di Kas Daerah” di kredit 272 .

Langkah 1 Berdasarkan bukti transaksi yang ada. Langkah 3 Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPKD.xxx.xxx Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi aset SKPKD yang terkait dengan transaksi pembiayaan oleh SKPKD 273 . Kode rekening terkait (3).xxx.9 Akuntansi Hutang SKPKD Prosedur akuntansi hutang pada SKPKD merupakan pencatatan atas pengakuan hutang jangka panjang yang muncul dari transaksi pengeluaran pembiayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. buku jurnal atas transaksi hutang jangka panjang tersebut diposting ke dalam buku besar rekening yang terkait.xxx xx.7.2.xxx. Nilai hutang (4). Jurnal pengakuan hutang.xxx xx. sebagai berikut: Hutang jangka panjang Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang JP Secara periodik.2. Akuntansi PPKD 7. xx. sebagai berikut: Dana yang harus disediakan untuk xx. Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai: (1).xxx. Tanggal transaksi Langkah 2 Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat bukti memorial ke dalam buku jurnal umum.xxx pembayaran hutang JP Hutang Jangka Panjang Jurnal pembayaran hutang. Jenis/nama hutang jangka panjang (2). Fungsi Akuntansi SKPKD membuat bukti memorial.

2.000 Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang 1. Akuntansi PPKD 1 Maret 2006 30 Maret 2006 BPKD menerima dana pinjaman dari pemerintah pusat senilai Rp 1 Milyar untuk menutup Defisit APBD BPKD melakukan pembayaran dana pinjaman dari BUMD senilai Rp 1 Milyar yang dilakukan di tahun 2004 Dari transaksi ini.01.03.01 30-Mar 274 .000.000. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 1-Mar Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang jangka panjang 3.01 jangka panjang Merupakan Jurnal Kololari atas pembayaran pinjaman BUMD.000 2.2.01.03.000.000 Merupakan Jurnal Kololari atas penerimaan pinjaman pemerintah pusat.7.000.4.000.000.000.2.2.000 3.01 Hutang Jangka Panjang 1.4.1.2.000.1.01 1. Pembayaran melalui Kas Daerah dicatat dengan menjurnal ”Pembayaran Pinjaman BUMD” di Debit dan ” Kas di Kas Daerah” di kredit 2. Penerimaan kas melalui Kas Daerah dicatat dengan menjurnal ”Kas di Kas Daerah” di Debit dan ”Penerimaan Pinjaman Pemerintah Pusat” di kredit Hutang Jangka Panjang 1.

10. Langkah 2 Fungsi Akuntansi SKPD kemudian mencatat aliran dana dari Kas Daerah ke kas bendahara pengeluaran SKPD dengan jurnal sebagai berikut : RK SKPD. dalam pelaksanaan transaksinya. Akuntansi Konsolidator Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD) dibangun dengan sebuah arsitektur seperti Akuntansi cabang di Sektor Swasta. PPKD” di debit dan ” Kas di Bendahara Pengeluaran D” di kredit xxx xxx xxx xxx Catatan : Penerimaan dana di Bendahara Pengeluaran dicatat oleh PPK SKPD dengan menurnal ”Kas Catatan : Transfer dana di Bendahara Penerimaan dicatat oleh PPK SKPD dengan menurnal ”RK Ilustrasi Jurnal Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh transaksi antara SKPKD dan SKPD... Fungsi Akuntansi SKPKD harus mengidentifikasi aliran kas dari BUD kepada bendahara pengeluaran SKPD (berdasarkan dokumen sumber SP2D) dan sebaliknya aliran kas dari bendahara penerimaan SKPD ke BUD (berdasarkan dokumen sumber Nota Kredit). 275 ... Maka.... Fungsi Akuntansi SKPKD menerima Laporan Posisi Kas Harian dari BUD. SKPKD diibaratkan sebagai kantor pusat (home office) dan SKPD sebagai kantor cabang (branch office). Akuntansi PPKD 7...2.2.7. Langkah 1 a...... Akun yang dimaksud adalah R/K Pemda dan R/K SKPD. b. Dengan skema tersebut. Kas di Kas Daerah di Bendahara Pengeluaran” di debit dan ”RK PPKD” di kredit Sedangkan untuk mencatat aliran dana dari Bendahara Penerimaan SKPD ke Kas Daerah. Fungsi Akuntansi SKPKD mencatat jurnal sebagai berikut : Kas di Kas Daerah RK SKPD . Dari Laporan Posisi Kas Harian ini. terdapat sebuah akun perantara yang berfungsi sebagai jembatan antara SKPKD dan SKPD. Laporan ini akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi konsolidator pada SKPKD........

1.1.000 35.000.01.9.01 1.000.01 RK Dinas Kesehatan Kas di Kas Daerah Kas di Kas Daerah Hutang PFK .1.1.1.01 28-Jan 1.Rp 999.Taperum RK Dinas Kesehatan Kas di Kas Daerah Kas di Kas Daerah RK Dinas Kesehatan RK Dinas Kesehatan Kas di Kas Daerah RK Dinas Kesehatan Kas di Kas Daerah Kas di Kas Daerah Hutang PPN RK Dinas Kesehatan Kas di Kas Daerah 50.1.000 30.01.1.1.1.249.000 75.125.182 28 Januari 2006 Melakukan pembayaran atas kelebihan uang pendaftaran mahasiswa/I Akademi Keperawatan untuk tahun 2005.9.249.1.01.3.- Dengan Iuran Wajib Pegawai sebesar Rp 52.Rp 87.000 75.000.000.182 5.1.000 1.2.6.03 1.1.387.1.01 2.Rp 62.Rp 99.000.000 5.000 30.1.469.1.01.1.01. PPK-SKPKD akan mencatat jurnal sebagai berikut: 4-Jan 1.9.000.815.000.1.1.240.575.818.IWP Hutang PFK .375.01.01 1.457.01 1.240.1.01.01.1. dipungut PPN senilai Rp.7.951.05.000 11-Jan 20-Jan 27-Jan 276 .01..000.1.03 1.000 50.500 1.1.182 6. 50 juta Dari transaksi ini.000 52.000 6.9. Pembayaran tersebut senilai Rp.387.01 1.01.000 22.000. Dari pembayaran ini.03.000.000.03 1.818.1.01.575.01 2.03 1.01 2. Akuntansi PPKD 4 Januari 2006 Menerbitkan SP2D atas pembayaran gaji bulan Januari untuk Dinas Kesehatan dengan rincian : Gaji Pokok Tunjangan Keluarga Tunjangan Fungsional Tunjangan Fungsional Umum Pegawai sebesar Rp 22.dan Tabungan Perumahan 5 Januari 2006 11 Januari 2006 20 Januari 2006 27 Januari 2006 Diterbitkan SP2D UP kepada Dinas Kesehatan senilai Rp 30 juta.510.818.01 5-Jan 1.000.000 35.1.000.1.9.1.01 1.000.03 1.01.01.01.01 1.1.01.500 74. Menerima setoran dari Dinas Kesehatan atas retribusi kesehatan senilai Rp 5 juta Menerbitkan SP2D GU kepada Dinas Pendidikan senilai Rp 35 juta Menerbitkan SP2D LS kepada Dinas Kesehatan sebesar Rp 75 juta untuk pembelian bahan kimia untuk kegiatan Fogging.9.

11. Pengakuan hutang.2.2. dan ekuitas. Prosedur akuntansi selain kas pada SKPKD meliputi: koreksi kesalahan pencatatan merupakan koreksi terhadap kesalahan dalam membuat jurnal dan telah diposting ke buku besar. dan jumlah rupiah. Akuntansi Selain Kas Prosedur akuntansi selain kas pada SKPKD meliputi serangkaian proses mulai dari pencatatan. kode rekening. Bukti memorial tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi mengenai tanggal transaksi dan/atau kejadian. pengikhtisaran. hutang dan ekuitas yang dilakukan oleh SKPKD. 277 . uraian transaksi dan/atau kejadian. Langkah 3 Setiap akhir periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPKD. merupakan pengakuan terhadap perolehan aset.7. Langkah 1 PPK-SKPKD berdasarkan bukti transaksi dan/atau kejadian selain kas membuat bukti memorial. Akuntansi PPKD 7. Pengakuan aset sangat terkait dengan belanja modal yang dilakukan oleh SKPKD Jurnal terkait dengan transaksi yang bersifat accrual dan prepayment Merupakan jurnal yang dilakukan dikarenakan adanya transaksi yang sudah dilakukan SKPKD namun pengeluaran kas belum dilakukan (accrual) atau terjadi transaksi pengeluaran kas untuk belanja di masa yang akan datang (prepayment) Bukti transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi selain kas berupa bukti memorial yang dilampiri dengan bukti transaksi jika tersedia. sampai dengan pelaporan keuangan yang berkaitan dengan semua transaksi atau kejadian selain kas yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. Langkah 2 PPK-SKPKD mencatat bukti memorial ke dalam buku jurnal umum. Secara periodik jurnal atas transaksi dan/atau kejadian selain kas diposting ke dalam buku besar sesuai kode rekening yang bersangkutan.

.2. PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.. 278 .tanggal…………. Akuntansi PPKD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… BUKU BESAR SKPD KODE REKENING NAMA REKENING PAGU APBD PAGU PERUBAHAN APBD : : : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Tanggal 1 Uraian 2 Ref 3 Debet (Rp) 4 Kredit (Rp) 5 Saldo (Rp) 6 Jumlah ……….7.

tanggal…… PPK-SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP..2. Akuntansi PPKD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …… NERACA SALDO PER TANGGAL ……… SKPD : …………………… Jumlah Debit 1 2 3 Kredit Halaman… Kode Rekening Uraian ……. 279 .7..

Akuntansi PPKD 7.S K M u tasi B ara ng . Be rd asa rka n B uku B esar SK PKD .7. Reg iste r B u ku B esar S K P D 3 . Bu kti M e m o ria l tr ansaksi A se t T e tap dibua t b erd asarkan bukti tran saksi ya ng ter dir i da ri : . PP K .B A Se rah t T erim a Ba ran g .B A Pe nye lesaia n P ekerja an Bu kti M e m o ria l tr ansaksi S ela in K as dibua t b erd asarkan bukti tran saksi ya ng ter dir i da ri : .S PJ Pe ng elu ara n d an SP 2 D d ala m R eg iste r Jurn al Pe nge lua ra n K as . Ju rna l-ju rn al tersebu t o leh PP K SK PK D dip osting ke R e gister Bu ku Be sa r S KP KD .2.B A Pe nila ian A ku nta nsi P en er im aa n K as 1 PPK SKPKD A kun tan si Pe ng elu ar a n K as Aku ntansi A set Akun tan si S ela in Ka s SPJ P e nerima an SPJ P en geluaran S P2D B ukti Tra nsa ksi B ukti Tra nsa ksi B ukti Me mo rial B ukti Me mo rial Reg iste r Ju rnal P e nerima an Kas Reg iste r Ju rna l P e nge lua ran K as Register Jurn al Umu m Register Jurn al Umu m 2 .11.S K Pe ngh ap usa n B ar an g .S K M u tasi B ara ng . .S K Pe ngh ap usa n B ar an g . .B ukti m em or ial tran sa ksi Aset T eta p dalam R e gister Ju rna l U m um . PP K SK PK D m em bu at N e raca Sa ldo S KP KD . Bagan Alir Ak u n ta n s i SKPKD Uraian 1 . Nera ca S aldo S KP D 280 .B A Pe m u sna ha n B ara ng .B A Se rah t T erim a Ba ran g .S PJ Pe ne rim aa n d ala m R e gister Jurn al Pe ner im a an Ka s .S ur at P en gir im a n B ar an g .2.B A Pe m u sna ha n B ara ng . .B A Pe ner im a an Ba ra ng .B ukti m em or ial tran sa ksi Se lain K as da lam R eg iste r Ju rn al U m um .B A Pe nila ian .B A Pe ner im a an Ba ra ng .SK PK D m e nju rna l : .

Laporan Keuangan menyediakan informasi mengenai entitas pelaporan dalam hal: Aset Kewajiban Ekuitas Dana Pendapatan Belanja Transfer Pembiayaan. Untuk memenuhi tujuan tersebut.Deskripsi Kegiatan Laporan Keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksitransaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan.3] Laporan Keuangan 7. Tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan.3. arus kas dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Secara spesifik tujuan laporan keuangan pemerintah adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Laporan Keuangan yang disusun harus memenuhi prinsip-prinsip yang dinyatakan dalam PP no. Laporan Keuangan [7. realisasi anggaran. 24 tahun 2005 Laporan Keuangan dihasilkan dari masing-masing SKPD yang kemudian dijadikan dasar dalam membuat Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota.3. Selanjutnya laporan keuangan tersebut akan di konsolidasikan oleh SKPKD menjadi Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi/Kota/Kabupaten 281 .Kerangka Hukum Laporan Keuangan adalah produk akhir dari proses akuntansi yang telah dilakukan.3. dan Arus kas Pembuatan Laporan Keuangan dilakukan oleh masing-masing SKPD.1.7. 7.2.

yang dimulai dari periode Januari .Desember 282 .Juni Tahunan. yaitu: Semester.3. Laporan Keuangan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi/Kota/Kabupaten terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran Neraca Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dikeluarkan 2 kali dalam satu tahun anggaran. yang dimulai dari periode Januari .7.

3. Laporan Keuangan 7.3. Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah Laporan Keuangan yang dihasilkan pada tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah dihasilkan melalui proses akuntansi lanjutan yang dilakukan oleh PPK-SKPD.7.3. Kertas kerja adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembuatan Laporan Keuangan. Contoh dokumen kertas kerja (worksheet) adalah sebagai berikut : Kode Rekening Uraian Neraca Saldo Penyesuaian Neraca Saldo Setelah Penyesuaian Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D K D K D K D K b. Kertas kerja berguna untuk mempermudah proses pembuatan laporan keuangan yang dihasilkan secara manual. Jurnal dan posting yang telah dilakukan terhadap transaksi keuangan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (dalam contoh ini adalah Dinas Kesehatan): 283 . Langkah 1 (Kertas Kerja) a. PPK-SKPD menyiapkan kertas kerja (worksheet) 10 lajur sebagai alat untuk menyusun Laporan Keuangan. PPK-SKPD melakukan rekapitulasi saldo-saldo buku besar menjadi neraca saldo. Angka-angka neraca saldo tersebut diletakkan di kolom “Neraca Saldo” yang terdapat pada Kertas Kerja.

000.000.944.2.000 25.000 2.000 650.01 1.1.000 50.01.01 3.000.000 30.04 5.3.01.1.01.1.2.000.000 100.000.2.01 3.3.3.1.000 75.3.000.452.000.000.01.01 5.04 5.3.000 K Penyesuaian D K Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D K Kas di Bendahara Pengeluaran Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Utang Pemungutan PPN Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK Pemda Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 75.1.02 5.2.000.03.03 Uraian Neraca Saldo D 1.1.01.000.01.08 5.05 5.1.000 750.500.01 5.000 20.000 35.7.944.000 95.01 5.4.342.2.1.000 1.2.2.01.03.000 20.01.000.02.2.000.03.000.1.3.02 5.3.000 1.01.2.01.03.000 284 .2.01.03.3. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.2.01 1.2.000.3.2.2.000.09 1.000.000 10.3.01.1.01 1.1.000 1.01 3.01 2.02.000 7.2.000 950.01 4.04 1.01.01 1.1.500.000 2.1.2.000.01 3.1.000.000 150.2.7.500.09.3.2.01.1.09.1.000 50.01 5.500.000.

000.000 60.000 285 .01 Piutang Retribusi Cadangan Piutang Persediaan Obat-obatan Cadangan Persediaan 30.000.1.3. Laporan Keuangan c. terdapat dua jurnal penyesuaian untuk pengakuan piutang retribusi sebesar Rp 60 juta dan pengakuan persediaan obat-obatan sebesar 30 juta 1.02. Jurnal penyesuaian tersebut diletakkan dalam kolom “Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.01.01 3. Dalam contoh ini.1.01 3.000 60.000 30.1.2.01.2.3.000.000. Jurnal penyesuaian yang diperlukan antara lain digunakan untuk: Koreksi kesalahan / Pemindahbukuan Pencatatan jurnal yang belum dilakukan (accrual atau prepayment) Pencatatan piutang persediaan dan atau aset lainnya pada akhir tahun Contoh jurnal penyesuaian adalah : Pengakuan Piutang yang belum tertagih 1 Piutang_________________ Cadangan Piutang xxx xxx Pengakuan Persediaan yang ada 1 Persediaan_________________ Cadangan Persediaan xxx xxx Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (dalam contoh ini adalah Dinas Kesehatan).01.1.3.01 3.7. PPK-SKPD membuat jurnal penyesuaian. Jurnal ini dibuat dengan tujuan melakukan penyesuaian atas saldo pada akun-akun tertentu dan pengakuan atas transaksi-transaksi yang bersifat akrual.

3.000 30.000 1.2.000 950.04 1.000 1.1.01 3.03.2.944.01 4.000.1.01.000.2.000 2.09.01 5.000.2.01 3.3.3.500.000.000 75.4.3.000.000.3.000 750.01 3.01 1.3.000.5.01 1.1.000.3.000 90.01.2.000.03.1.000 90.2.000 650.1.000.02 5.1.000 10.000.1.1.000 50.1.02.1.000 35.2.000.1.000 25.1.01.2.1.000 7.01 2.3.500.08 5.452.000 30.000.7.000 K Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Persediaan Obat-obatan Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Utang Pemungutan PPN Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK Pemda SILPA Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 100.02.3.1.1.03 Uraian Neraca Saldo D 1.2.000 95.000 2.944.000.01.7.01 5.01.04 5.1.000 75.3.1.01.01.000.05 5.000 50.000.000 1.000.01 5.500.2.09 1.000.01.01 1.1.2.01.05 1.000.000 286 .03.01.01 1.01.000 150.01 5.02 5.000.01.000.2.000.2.01.2.000 20. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.01 3.02.03.3.000 K Penyesuaian D 60.342.2.2.01.03.2.000 20.01 1.3.500.000 60.03.000.000.000.2.09.000 30.04 5.

PPK-SKPD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya. Nilai yang telah disesuaikan diletakkan pada kolom ”Neraca Saldo Setelah Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja. Laporan Keuangan d.3. Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (dalam contoh ini adalah Dinas Kesehatan) 287 .7.

01.01 1.2.000 7.000 150.2.000.2.000 650.000 K Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Persediaan Obat-obatan Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Utang Pemungutan PPN Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK Pemda SILPA Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 100.000.000 1.01.000 75.7.000.01 3.000.3.3.000.000 1.01 1.342.03.1.000.000.2.000.3.500.000 35.000 20.000 75.03. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.01 1.000.000 30.000.01 4.000 1.01.000 75.000.3.000.000.09 1.000 750.4.500.2.000 50.000.000.000.01 5.02.2.01.01.3.500.000 950.000 3.000.2.03.000.2.000 60.000 288 .034.01.01.000.02.000.000 950.04 5.01.034.000.2.000 50.944.000.500.000 30.000 150.000.000 7.000 1.01.000.2.3.000.000 25.000.000.02 5.01 5.01.000.500.08 5.1.3.2.000 25.000 20.03.000 30.2.04 1.000 650.000.01 3.000.01.000 10.09.000.000.000 35.500.01 5.000 60.2.000.000 2.2.1.1.7.01.342.000.1.1.000 50.000 90.1.01 2.000 95.01 3.000.01.01 5.000 K Penyesuaian D 60.1.000 2.09.452.3.01 1.000 30.000 60.3.000 Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K 1.000.03.1.000.000 1.000 750.5.000 20.000.2.1.01 3.000 3.000 1.000.000.1.03.1.2.01.3.452.2.1.000 10.000 50.02 5.000.03 Uraian Neraca Saldo D 1.000 75.02.000.1.500.05 5.1.000 90.000 30.000.01 1.000.500.000 95.1.04 5.000.000 30.3.000.2.3.944.000 100.1.000.05 1.000 20.000.1.

PPK-SKPD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Neraca dan memindahkannya ke kolom “Neraca” yang terdapat pada Kertas Kerja. PPK-SKPD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Laporan Realisasi Anggaran dan memindahkannya ke kolom “Laporan Realisasi Anggaran” yang terdapat pada Kertas Kerja. Dari kertas kerja yang telah selesai diisi. Laporan Keuangan e.3. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan.7. f. neraca yang dihasilkan belum final karena PPK-SKPD belum membuat Jurnal Penutup. Sebagai catatan. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. PPK-SKPD dapat menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran. Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (dalam contoh ini adalah Dinas Kesehatan) 289 . g.

000.452.000 30.09.000 750.5.000 950.000.000.000 1.000 650.03.000.3.000 60.000 35.000.000.500.3.000.000 20.000 1.2.01.000 50.000 1.000 2.000.416.01.01.000.000.000 2.3.01.500.000.000 30.034.500.000.01.01 3.05 5.1.000.000.000.000 150.000 50.342.000.01.000 150.342.01 3.000.000 75.000 60.000.01 4.01 1.000.000 1.000 750.000 7.000.3.2.01 2.000 30.1.000 60.000 90.000.4.3.000.000 Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D 1.1.500.500.000 20.08 5.000 50.000 1.01 3.01 5.000 30.000 1.000 20.000 10.000 95.000.000 150.1.2.000.03.500.000.3.2.000 2.01.01.2.1.000 1.05 1.3.500.03.2.000.01 1.000.1.1.03.000.02.01 1.1.000.000 50.2.03 Uraian Neraca Saldo D 1.2.2.000.000.000 1.000.000.000.000 950.000 750.342.1.2.452.000 3.2.000 950.3.000 95.000 30.3.000 7.1.2.000.000.000 K Penyesuaian D 60.1.1.500.2.02.01.7.944.01.000 20.01 5.000 95.000.000 60.000 290 .000 75.000.000 1.01 5.09.01.944.000 7.000 75.2.01.000.000 3.000 650.04 5.000.09 1.000 30.000.000 25.000.01.000.500.000.000 90.02 5.000 75.000.034.500.000 100.000.2.000.984.000 35.1.366.000.03.000 60.1.000 1.000.000.000.1.000.000.2.000.000 1.000.000. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000.000.000.3.2.01 3.000 10.000 30.000 Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K 1.500.000 100.01.000 25.000 20.7.000 650.1.000 20.000.984.1.000.000 50.02 5.2.000 2.000 35.452.000.03.3.000.000 50.01 5.04 5.000.01 1.000 75.3.500.000 50.000 10.000.000.000 30.000.000.000 K Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Persediaan Obat-obatan Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Utang Pemungutan PPN Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK Pemda SILPA Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 100.000.1.04 1.000 30.000.000 K 75.000.02.000.000.000.000 25.01 1.

000 291 .1.000 35.01.2. Belanja.000.000.416.000 950.2.2.01 3.1.2.01 5.000 150.000 1.000.03 Pendapatan Retribusi SILPA SILPA Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjangan Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 50.7.3.02.000 50.000.000.01 3.03.1.2. Perkiraan nominal adalah perkiraan yang digunakan untuk Laporan Realisasi Anggaran.1.04 5.01.02 5.01.01.01.08 5.01 5.000 95.000.01 5.000 10.1.01.1.03. dan Pembiayaan. yaitu Pendapatan.1.01.000.2.000.000 20.01.1.1.01 5.000.000.1.2. Laporan Keuangan Langkah 2 (Jurnal Penutup) Pembuatan jurnal penutup.2.2.03.2.2. Contoh Jurnal Penutup untuk Neraca Saldo diatas dan Neraca Saldo setelah penutupan adalah sebagai berikut : 4.000.000.05 5.000 30.000 75.2. Pendapatan Apropriasi Belanja Defisit Belanja Estimasi Pendapatan Surplus xxx xxx xxx xxx xxx xxx Jurnal penutup akan mempengaruhi nilai SILPA di neraca menjadi jumlah yang benar.02 5.01.1.04 5.000 1.2.1.000.000 50.1. Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup saldo nominal menjadi nol pada akhir periode akuntansi.

500.2.3.500.01.000 100.04 5.2.000 Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Persediaan Obat-obatan Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Utang Pemungutan PPN Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK Pemda SILPA Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik 2.000 2.01 5.000.2.3.03.01.03.2.01 5.000 1.03.03.02.1.2.3.1.000 30.2.01.1.3.1.000 292 .1.01 1.1.452.01.01.3.000 7.000.2.02.01 4.01.4.04 1.1.7.01 5.3.1.000.1.000. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.08 5.000.2.000 20.3.01 1.000 25.05 1.01.02 5.01 3.000 1.000 1.000.3.01 1.1.01 3.3.000.3.01 1.000 60.03.1.000 30.02.1.01 3.05 5.984.2.1.1.000.1.366.000.1.01.000 K 75.000.2.01 1.000.01.01.342.2.1.01.01 2.01 5.2.02 5.09 1.000.5.000 650.2.04 5.3.1.500.2.03.09.01.01 3.2.000 60.000.2.2.000 750.01.09.01.03 Uraian Neraca Saldo D 1.01.7.1.984.01 3.2.500.3.1.

Berikut bagan konversi yang dimaksud. Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Langsung Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan BELANJA MODAL BELANJA TIDAK TERDUGA TRANSFER 293 .7. Untuk itu diperlukan sebuah langkah konversi. Laporan Keuangan Langkah 3 (Konversi SAP) Laporan keuangan yang dibuat oleh SKPD yang dihasilkan oleh sistem ini menggunakan struktur akun belanja yang berbeda dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.3.

1.5 2.1.1 2.2.1 2.1 1.4 2.2 2.7..1..1 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.2 2.1 2.2.3 2. Laporan Keuangan Berikut adalah contoh dari Laporan Keuangan yang dihasilkan Satuan Kerja Laporan Realisasi Anggaran PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)…….6 2.2.1 1. dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Jumlah Surplus/ (Defisit) 294 . SKPD.2...3 2.1.2 2..1.d.1. LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA APBD DAN PROGNOSIS 6 (ENAM) BULAN BERIKUTNYA TAHUN ANGGARAN ……..2..2 1.. Irigasi.3. Realisasi Semester Pertama 4 Sisa Anggaran s.3 Pendapatan 2 3 6 7 PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipindahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Jumlah 1.2. Semester Pertama 5 Nomor Urut Uraian Jumlah Anggaran Prognosis Keterangan 1 1 1.4 2 2.3.

..2 1. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Befanja Aset Lainnya BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduqa Jumlah Surplus/ (Defisit) 295 .3.1...3 1..1 2.6 2..1.3 2...4 PENDAPATAN Uraian 2 Anggaran Setelah Perubahan 3 Realisasi 4 Lebih/ (Kurang) 5 PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Jumlah 2 2.... Laporan Keuangan PROVINSI/KABUPATEN/KOTA…….2. (dalam rupiah) Nomor Urut 1 1 1..5 2.1 2.1 1 .. LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER .1 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.1 1.3 2..7.4 2.2 2.2.2 2...2.1 2.1.. SKPD .1..2 2...2..2...1.1...2.3.

Irigasi dan Jaringan Jalan dan Jembatan Bangunan Air (Irigasi) Instalasi Jaringan Aset Tetap Lainnya Buku dan Perpustakaan Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan Hewan/Ternak dan Tumbuhan Konstruksi Dalam Pengerjaan Konstruksi Dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Jumlah Tahun n Tahun n-1 Kenaikan (Penurunan) Jumlah % 296 .3. Per 31 Desember Tahun n dan Tahun n-1 Uraian ASET ASET LANCAR Kas Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Piutang Retribusi Piutarg Lain-lain Persediaan Jumlah ASET TETAP Tanah Tanah Peralatan dan Mesin Alat-alat Berat Alat-alat Angkutan Alat Bengkel Alat Pertanian dan Petemakan Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Studio dan Alat Komunikasi Alat Ukur Alat-alat Kedokteran Alat Laboratorium Alat Keamanan Gedung dan Bangunan Bangunan Gedung Bangunan Monumen Jalan..7. NERACA SKPD.... Laporan Keuangan Neraca SKPD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …....

7.3. Laporan Keuangan
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap ... Jumlah ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah JUMLAH ASET KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga Uang Muka dari Kas Daerah Pendapatan Diterima Dimuka/Pendapatan yang Ditangguhkan Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Jumlah EKUITAS DANA INVESTASI Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan daiam Aset Lainnya Jumlah EKUITAS DANA UNTUK DIKONSOLIDASI RK PEMDA Jumlah JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA

297

7.3. Laporan Keuangan

Catatan Atas laporan Keuangan PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ........ CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN SKPD . . . . . .

PENDAHULUAN Bab I Pendahuluan 1.1 1.2 1.3 Bab II Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan SKPD Landasan hukum penyusunan laporan keuangan SKPD Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan SKPD

Ekonomi makro, kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD SKPD 2.1 2.2 2.3 Ekonomi makro Kebijakan keuangan Indikator pencapaian target kinerja APBD

Bab III

Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan SKPD 3.1 3.2 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan SKPD Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan

Bab IV

Kebijakan akuntansi 4.1 4.2 4.3 4.4 Entitas akuntansi / entitas pelaporan keuangan daerah SKPD Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada SKPD

Bab V

Penjelesan pos-pos laporan keuangan SKPD 5.1 Rincian dari penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan SKPD 5.1.1 5.1.2 5.1.3 5.1.4 5.1.5 5.2 Pendapatan Belanja Aset Kewajiban Ekuitas Dana

Pengungkapan atas pos-pos aset cjan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas, untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang rnenggunakan basis akrual pada SKPD.

Bab VI Bab VII

Penjelasan atas informasi-informasi nonkeuangan SKPD Penutup

Langkah 4 (Pembuatan Jurnal Balik) Jurnal Balik adalah proses pilihan yang dilakukan setelah pembuatan laporan keuangan. Jurnal balik adalah proses penjurnalan kembali untuk akun-akun yang dilakukan penyesuaian (misalnya persediaan) agar pada kondisi awal neraca periode berikutnya, nilainya menjadi nihil. Secara singkatnya, jurnal balik adalah jurnal penyesuaian dengan rekening yang sebelumnya di debit menjadi kredit dan rekening yang sebelumnya dikredit menjadi di debit Contoh jurnal balik adalah :

298

7.3. Laporan Keuangan

Pengakuan Persediaan yang ada 1

Cadangan Persediaan_________________ Persediaan

xxx xxx

7.3.4. Penyusunan Laporan Keuangan PPKD
Laporan Keuangan PPKD yang dimaksud adalah laporan keuangan yang dihasilkan dari proses akuntansi berdasarkan prosedur 7.2. Langkah 1 (Kertas Kerja) a. Fungsi Akuntansi di SKPKD menyiapkan kertas kerja (worksheet) 10 lajur sebagai alat untuk menyusun Laporan Keuangan. Kerta kerja adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembuatan Laporan Keuangan. Kertas kerja berguna untuk mempermudah proses pembuatan laporan keuangan yang dihasilkan secara manual. Contoh dokumen kertas kerja (worksheet) adalah sebagai berikut :

Kode Rekening

Uraian

Neraca Saldo

Penyesuaian

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Laporan Realisasi Anggaran D K

Neraca

D

K

D

K

D

K

D

K

b. Fungsi Akuntansi di SKPKD melakukan rekapitulasi saldo-saldo buku besar menjadi neraca saldo. Angka-angka neraca saldo tersebut diletakkan di kolom “Neraca Saldo” yang terdapat pada Kertas Kerja. Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut :

299

000 3.1.01 1.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.01 2.2.000 20.000.1.2.000 500.500.01.000.000 500.BUMD - - - - - - - - 300 .01.01 1.01.01 4.000.01 Uraian Neraca Saldo D 10.01 4.1.000.1.000 3.000.01.2.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan .04.2.000.2.01 6.01 3.000.3.01.03.000.01.1.4.01 1.000.2.000 2.2.000 3.01.Hibah kepada Pemerintah Desa Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .000 100.000 2.01.02 5.000 20.3.01.01 5.3.000.DAK Belanja .1.3.7.4.000.000.DAU Pendapatan .000.000.000 2.01.000.3.02.2.2.000.01 3.000.03.01. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.1.01 2.2.000.000.000.01 3.000.Subsidi kepada Lembaga Belanja .1.1.000 5.000.2.03.000.000.1.01.000 200.000 200.500.000.01.000 K Penyesuaian D K Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K Laporan Realisasi A nggaran D K Neraca D K Kas di Kas Daerah Piutang DAU Penyertaan Modal Pemda Dana Cadangan Utang Dalam Negeri .000.01.4.4.1.01 3.000 5.2.1.2.000.000.000.000 2.1.01 6.01 6.1.01 6.000 500.000.2.1.02 5.000 2.4.

Jurnal penyesuaian tersebut diletakkan dalam kolom “Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.3. Laporan Keuangan c.000. Jurnal penyesuaian yang diperlukan antara lain digunakan untuk: Koreksi kesalahan Pencatatan jurnal yang belum dilakukan Pemindahbukuan Pencatatan piutang dan persediaan pada akhir tahun Contoh jurnal penyesuaian adalah : Pengakuan Piutang yang belum tertagih 1 Piutang Piutang_________________ Cadangan Piutang xxx xxx Dalam contoh berikut.000 500. 1.3.000 301 .01 Piutang DAU Cadangan Piutang 500. Jurnal ini dibuat dengan tujuan melakukan penyesuaian atas saldo pada akun-akun tertentu dan pengakuan atas transaksitransaksi yang bersifat akrual.1.04. Fungsi Akuntansi di SKPKD membuat jurnal penyesuaian.01.01 3.7.1. terdapat satu jurnal penyesuaian untuk pengakuan piutang DAU sebesar Rp 500 juta.000.2.

01.01.000.01 6.1.000 200.000.000 2.000 5.03.500.01.000.000.000 2.000.000.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.000.000 20.01 4.000.01 Uraian Neraca Saldo D 10.1.000.1.01 6.3.01 3.01.2.01.7.1.2.000.03.01.1.1.01 2.DAU Pendapatan .000 500.1.01.000 500.01 1.000.1.01 6.01 3.000.2.01 2.2.DAK Belanja .2.04.000 3.000 100.01.3.1.2.02 5.000 500.000.01.4.1.02.000.000 500.000.000.000.01 1.01.01.Subsidi kepada Lembaga Belanja .000 3.000 20.000 K D Penyesuaian K Kas di Kas Daerah Piutang DAU Penyertaan Modal Pemda Dana Cadangan Utang Dalam Negeri .3.000 500.000.000 302 .000.1.000 5.000.01 5.3.1.01 6.02 5.000.2.000.000.000 2.1.1.000 2.03.2.000.500.000.000.000 3.4.01 1.01 3.2.1.01 3.000.4.000 200.01 4.000.000.2.01.000.2.000.01.000. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.2.4.000 2.BUMD 500.000.4.Hibah kepada Pemerintah Desa Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .000 500.2.2.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan .3.01.000.

Fungsi Akuntansi di SKPKD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya. 303 . Laporan Keuangan d.7. Nilai yang telah disesuaikan diletakkan pada kolom ”Neraca Saldo Setelah Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.3.

03.000 2.000.000.000 Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K 10.2.1.2.000.000.3.01 5.000.000 2.DAU Pendapatan .000.03.1.000 5.000 2.000 21.000 200.DAK Belanja .2.000.000 500.000.000 2.000 5.3.000.000.000 500.01.000.3.000.000 K D Penyesuaian K Kas di Kas Daerah Piutang DAU Penyertaan Modal Pemda Dana Cadangan Utang Dalam Negeri .1.2.000.000 2.02.000.000.1.000.03.01.000.000.01 4.01.01 1.000 304 .1.2.2.000.000.500.000 20.000.000 500.000.01 4.000.000.Hibah kepada Pemerintah Desa Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .000 3.02 5.000.000.000.1.000 3.1.000.000.2.04.01.4.01 6.000 200.000.000 500.000.000.000.000.01 6.2.1.000.01.000.000 3.01 3.000.2.000.000 500.2.1.01 6.01 3.000.000.1.000.3.Subsidi kepada Lembaga Belanja .01 3.000.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.1.000.000.01.000 500.000.4.02 5.4.000 3.000 500.2.000 2.500.000 500.000.000 5.000.000 200.000.000.000.000.01 1.000 2.01.000.01.000.01 Uraian Neraca Saldo D 10.000.01.000.000.000.000 21.000 3.01 2.000.000.000.000 3.000 500.01 3.000 200.3.000 2.01 2.1.4.01.000.01.000 100.000 100.4.BUMD 500.000.01.000.1.1.000 2.01.01 6.01 1.000 5.000.7.000 2.2. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000 500.1.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan .000.000.2.01.000.000 20.000 500.2.000.

f. Dari kertas kerja yang telah selesai diisi.3. Sebagai catatan. Laporan Keuangan e. Fungsi Akuntansi di SKPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Neraca dan memindahkannya ke kolom “Neraca” yang terdapat pada Kertas Kerja.7. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. Fungsi Akuntansi di SKPKD dapat menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran. Fungsi Akuntansi di SKPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Laporan Realisasi Anggaran dan memindahkannya ke kolom “Laporan Realisasi Anggaran” yang terdapat pada Kertas Kerja. g. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. neraca yang dihasilkan belum final karena PPK-SKPKD belum membuat Jurnal Penutup. 305 .

000.01 1.000 5.000.1.000.000 2.000.000.000.1.2.2.01.01 1.01.000.000 500.000 5.000 200.000.000.01.000.000.000.000.000.000.000.000.000.1.01 1.000 2.000 2.000.2.000.000 2.1.03.1.000.000 2.Hibah kepada Pemerintah Desa Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .000.000.000 500.000.000 3.000.2.000.000.000 3.000.000 200.000.000.2.01 3.000.000 21.000 2.000 100.01.000.000 500.01.01 6.01.01 2.000.01 6.Subsidi kepada Lembaga Belanja .000 2.3.01.000.000.01 4.02.000.1.2.000.01 5.000.000 3.000 500.000.500.000 Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K 10.000.1.000 306 .000.000 100.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan .000.2.DAU Pendapatan .01 Uraian Neraca Saldo D 10.000 2.000.4.000.000.3.000.02 5.000.4.000 3.000.000 3.000 3.1.000 10.2.1.000.000.000.000.000.2.000.000.000.000 Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D 10.1.01.000.000.01 6.000 13.000 3.01 2.000 18.000.000.3.000.000.000.01.000.000.000 2.000 2.000.000.01.03.000.000.000.000.000.01 3.000.000.000.000 2.2.4.000 500.000.000 20.3.000 500.000 5.000.2.000.000.000.000 3.03.BUMD 500.2.000 2.01 3.01.000.000 500.000 2.01.1.000.000.02 5.000 200.000 20.000 K D Penyesuaian K Kas di Kas Daerah Piutang DAU Penyertaan Modal Pemda Dana Cadangan Utang Dalam Negeri .000 500.000.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.000.000 500.000 500.2.7.000 500.2. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.4.000 200.000 500.000 18.1.000.000.000 3.000.000.000 21.000.000 500.000 2.000.000 K 2.000.000.000.01.000.4.000.000.000.000.01 4.000.1.000.DAK Belanja .000.01.000 500.000 500.000 200.01 3.500.000 5.000 500.1.1.000.3.000.04.000 200.000.000.000.000 3.000.000 100.000 5.01 6.000 5.

000.000.000.01.01.000.000 8.01 6.000.000.1. Pendapatan Penerimaan Pembiayaan Apropriasi Belanja Estimasi Pengeluaran Pembiayaan Belanja Pengeluaran Pembiayaan Estimasi Pendapatan Estimasi Penerimaan Pembiayaan SILPA xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Jurnal penutup akan mempengaruhi nilai SILPA di neraca menjadi jumlah yang benar.1.03.01 6.7.000 500.000 200.01 3.01.1.1.000. Contoh Jurnal Penutup untuk Neraca Saldo di atas dan Neraca Saldo setelah penutupan adalah sebagai berikut : 4.4.000 2.000.1. Laporan Keuangan Langkah 2 (Jurnal Penutup) Pembuatan jurnal penutup.01.1.000 200.01 3.01 4.000.2.000.1.01.500.03.01.4.01 3.000 2.1.02 5. Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup saldo nominal menjadi nol pada akhir periode akuntansi.3.1.000.4.000 3.01 Pendapatan DAU Pendapatan DAK SILPA SILPA Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Penerusan Pinjaman Daerah Penerusan Pinjaman Bank SILPA SILPA Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda 5.000.1.1.1.2.01. Perkiraan nominal adalah perkiraan yang digunakan untuk Laporan Realisasi Anggaran.01 6.000 5.000 100.000. dan Pembiayaan.000.01 6.000 2.1.01 5.000 500.000.000.01 5.000 3. Belanja.000.02 3.2.1.02. yaitu Pendapatan.01.01.1.1.4.01.000.000 307 .1.1.2.000.

3. Berikut bagan konversi yang dimaksud. Belanja Tidak Langsung BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Bantuan Keuangan Belanja Tidak Terduga Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan BELANJA MODAL BELANJA TIDAK TERDUGA TRANSFER 308 . Laporan Keuangan Langkah 3 (Konversi SAP) Laporan keuangan yang dibuat oleh SKPKD yang dihasilkan oleh sistem ini menggunakan struktur akun belanja yang berbeda dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.7. Untuk itu diperlukan sebuah langkah konversi.

1 1.3 1.3 1.1.1 1.2 1.2.1.2.2.2.2 Pendapatan 2 3 6 7 PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat .2 1.3 2. LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA APBD DAN PROGNOSIS 6 (ENAM) BULAN BERIKUTNYA TAHUN ANGGARAN …….2.3.1.1 1. Semester Pertama 5 Nomor Urut Uraian Jumlah Anggaran Realisasi Semester Pertama 4 Prognosis Keterangan 1 1 1.3.6 2.2.d.2 2.2 1.3.2.1.2.Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Transfer Pemerintah Provinsi Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Jumlah 1.1 1.2.1.1 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Jumlah 2.3.1 TRANSFER TRANSFER BAGI HASIL KE DESA 309 ..1 1.2 1.3 2..3.7 2.1.Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Transfer Pemerintah Pusat . Laporan Keuangan Berikut adalah contoh dari Laporan Keuangan yang dihasilkan Akuntansi PPKD Laporan Realisasi Anggaran PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)…….5 2.3 2 2.4 1.7.1.2 1. Sisa Anggaran s.2.1.2.3.4.3.4 2.3 1.4 2.2.1.1 2.2.1.

2.1.1 2.1.4 3.2 3.1 3.2.2 2.1.4.4.2 3.7.1.3 3.3.3 Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Retribusi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya Surplus/Defisit 3 3.6 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah Penerimaan Piutang Daerah Jumlah 3.1.3 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) 310 .2.4 PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman Daerah Jumlah Pembiayaan Neto 3.1.1.3 3.5 3.2 3.1 3.1.1.4.2.1 3. Laporan Keuangan 2.

1.2.2.4 TRANSFER Surplus/ (Defisit) 3 3.2 3.3 1..2.1.1.3.1 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduqa Jumlah 2.1.3 1.4 2.5 2.1 1.1.1.2 1.2 1.1..1.3. LAPORAN REALISASI ANGGARAN PPKD UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER .1 3.1 1..3 PENDAPATAN Uraian 2 Anggaran Setelah Perubahan 3 Realisasi 4 Lebih/ (Kurang) 5 PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat ..2.3..3.2.2.2 1..4 1. Laporan Keuangan PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …….3 PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan 311 .2 1.2.1.2 1.7 2.3 2.1 2.1..1.2.1 1. (dalam rupiah) Nomor Urut 1 1 1.1.7.2.3.Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Transfer Pemerintah Pusat – Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan lainnya Jumlah 2 2..6 2..1..3 2.1 3.2.1 1.2 2.

5 3.2.6 3.3.3 3.1 3.2 3.3 312 .2 3.2.7.4 3. Laporan Keuangan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah Penerimaan Piutang Daerah Jumlah PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman Daerah Jumlah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) 3.1.2.4 3.1.2.1.

7. Jumlah INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Permanen Investasi Non Permanen Jumlah ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah JUMLAH ASET KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga Uang Muka dari Kas Daerah Pendapatan Diterima Dimuka/Pendapatan yang Ditangguhkan Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Jumlah EKUITAS DANA INVESTAST Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan daiam Aset Lainnya Jumlah JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA Jumlah Tahun n Tahun n-i Kenaikan (Penurunan) Jumlah % 313 . NERACA PPKD Per 31 Desember Tahun n dan Tahun n-1 Uraian ASET ASET LANCAR Kas Kas di Kas Daerah Jumlah ASET UNTUK DIKONSOLIDASI RK SKPD …………..3. Laporan Keuangan Neraca SKPKD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …. RK SKPD ………….

3 5.2 4. kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD SKPD 2. Bab VI Bab VII Penjelasan atas informasi-informasi nonkeuangan SKPD Penutup 314 .1 1. untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang rnenggunakan basis akrual pada SKPD. PENDAHULUAN Bab I Pendahuluan 1.5 5.1 3.1 5. . .3.2 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan SKPD Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan Bab IV Kebijakan akuntansi 4.3 4.1 Rincian dari penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan SKPD 5..2 2. Laporan Keuangan Catatan Atas laporan Keuangan PROVINSI/KABUPATEN/KOTA .4 5.3 Ekonomi makro Kebijakan keuangan Indikator pencapaian target kinerja APBD Bab III Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan SKPD 3.1 4.1...2 5.4 Entitas akuntansi / entitas pelaporan keuangan daerah SKPD Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada SKPD Bab V Penjelesan pos-pos laporan keuangan SKPD 5. .1.3 Bab II Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan SKPD Landasan hukum penyusunan laporan keuangan SKPD Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan SKPD Ekonomi makro.2 1.1..2 Pendapatan Belanja Aset Kewajiban Ekuitas Dana Pengungkapan atas pos-pos aset cjan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas.1..1. .. .7.. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN SKPD .1 2.

Contoh dokumen kertas kerja (worksheet) adalah sebagai berikut : Kode Rekening Uraian Neraca Saldo Pemda Penyesuaian Neraca Saldo Pemda Setelah Penyesuaian D K Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D K D K D K 315 .3. Perbedaan utama dari Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dibandingkan Laporan Keuangan SKPD adalah tidak adanya rekening RK. Proses pembuatan Laporan Keuangan Pemda ini pada dasarnya sama dengan proses pembuatan Laporan Keuangan yang telah dijelaskan dalam prosedur sebelumnya.5. Langkah 1 (Kertas Kerja) a. Kertas kerja berguna untuk mempermudah proses pembuatan laporan keuangan yang dihasilkan secara manual.3. Laporan Keuangan PPKD dan Laporan Keuangan Konsolidator. Laporan Keuangan 7. Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah adalah Laporan Keuangan Konsolidasi dari Laporan Keuangan SKPD.7. Kertas kerja adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembuatan Laporan Keuangan. Perbedaan utama adalah adanya jurnal eliminasi untuk menihilkan reciprocal account. Fungsi Akuntansi di SKPKD menyiapkan kertas kerja (worksheet) 10 lajur sebagai alat untuk menyusun Laporan Keuangan. Rekening tersebut sudah dinihilkan melalui jurnal eliminasi.

Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (Dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan.7. Laporan Keuangan b. Fungsi Akuntansi di SKPKD melakukan rekapitulasi saldo-saldo Neraca Setelah Penyesuaian dari Neraca Saldo Satuan Kerja menjadi Neraca Saldo Pemda dan diletakkan di kolom “Neraca Saldo Pemda” yang terdapat pada Kertas Kerja.3. PPKD dan Konsolidator): 316 .

000 2.3.000 50.000.000.000.04 5.03.1.000.7.000.000 750.01.01 3.01.01 3.000.01.01 Uraian Neraca Saldo DinKes Setelah Penyesuaian DinKes D K 1. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.1.4.2.500.000 500.000 30.000 200.2.4.000 2.000 1.000.2.000 1.04 5.02.000.000 75.3.000.000 3.000 150.000 3.000.000.000 30.000 500.000.500.000.2.000 200.05 5.000.1.000 500.000 24.000 3.2.000.500.1.01 1.3.02.500.1.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.000.Subsidi kepada Lembaga Belanja .2.000 50.000.3.000.000.2.4.000.000.000 75.000 650.2.500.09 1.2.000.000.1.01 3.000 500.1.000 1.1.2.4.2.1.000.000.01 5.000.000 500.000.2.000.2.500.000 1.000.000 5.000.000 100.000.000 3.09.000 2.000.000 2.1.000 50.1.1.000.03.000.000 30.000 2.000.000.000.000.000.01 3.000 500.08 5.000 25.000 1.342.01 1.3.000 1.02 5.000.500.000.000.000.000.01.2.000.1.000.000 24.2.DAU Pendapatan .01.1.1.1.000.01.01.000.000.01.01.452.000 2.01.3.000 60.03.000 50.3.1.000.01 1.657.000.000 2.000.000.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK PPKD Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan SILPA Pendapatan Retribusi Pendapatan .03.000 200.000.01 1.000.2.01 1.000 30.342.2.01 2.4.000 10.034.000 Neraca Saldo Pemda Konsolidasi D K 8.1.01 6.000.000.342.000.2.500.000.1.02.000 200.000.000.01 6.01 5.000 60.2.1.000.2.000 5.000 75.000 100.000 750.3.3.2.000 500.000.2.3.01 3.DAK Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja .000.04.01.01.000.1.000.452.3.03.034.500.000 100.01 1.500.01 2.000.2.01.000 30.01 5.01.1.000 3.000.01.000.01 4.3.1.000.01.342.Hibah kepada Pemerintah Desa Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .02.000.500.9.000.01.000.000 3.3.04 1.000.000 1.000.05 1.1.2.000 21.03.000 500.000 2.1.01.4.500.2.034.000 30.000.034.000 20.342.000 317 .000.000 1.01 5.000 Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Piutang DAU RK Dinas Pendidikan Persediaan Obat-obatan Penyertaan Modal Pemda Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dana Cadangan Utang Pemungutan PPN Utang Dalam Negeri .000.000 150.01 3.03.000 95.500.000.01 1.09.000.000 100.000 25.342.01 4.000 500.01 2.2.000 2.000.01.7.000.000 950.000.000 950.000.000 1.03 6.02 5.000.000 3.000.000.000.000 Neraca Saldo Konsolidator Setelah Penyesuaian D K 1.01.02 5.01 4.000.02 5.000.1.000 - 60.01 6.000.01.500.01 1.2.01 3.01.1.01 5.000 560.3.000 21.1.000 20.03.000 1.000 5.000.000 2.000.2.000 35.2.01.000 10.1.000.01 1.000.000.000 650.000 3.3.000.01.000 20.5.01.01 1.000.000.000 75.000 20.3.000.000.000 95.000.000 7.000.01.000.000 5.000 7.01.01.000.000 1.2.1.1.000 35.1.2.03.000.BUMD Neraca Saldo PPKD Setelah Penyesuaian D K 10.342.1.000.

Contoh jurnal eliminasi adalah : RK PPKD_________________ Eliminasi RK 1 RK Dinas______________ RK Kantor_____________ RK Badan_____________ xxx xxx xxx xxx Dalam contoh ini.01.4.500.342. Akun Reciprocal adalah akun-akun Rekening Koran (RK).3. Jurnal ini dibuat dengan tujuan melakukan eliminasi atas saldo pada akun-akun yang bersifat “reciprocals”.01.1.7. Fungsi Akuntansi di SKPKD membuat jurnal eliminasi. jurnal eliminasi adalah sebagai berikut: 3.1.000 1.9.01 RK PPKD RK Dinas Kesehatan 1. Laporan Keuangan c.01 1.000 318 .342.500.

000 3.01.000.01 3.000 Penyesuaian D K 1.01 2.01 4.1.2.01 5.000 3.000.000 50.01 3.000.01 5.01.657.000.500.01 1.1.000 200.342.4.Hibah kepada Pemerintah Desa Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK PPKD Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan SILPA Pendapatan Retribusi Pendapatan .BUMD Neraca Saldo Pemda Konsolidasi D K 8.01.2.01.000.DAK Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja .000.1.000 200.500.000.4.2.4.01.02 5.000 50.2.1.01 3.2.01.02 5.DAU Pendapatan .4.000.000.000 500.1.2.1.000 24.01.1.000 500.01 3.000 35.2.01.000 95.000 30.2.03.1.03.2.000 75.000.01.500.03.000 7.000 10.01 4.01.1.000.2.000.2.2.000 5.000 24.2.1.01.09.000 1.2.3.2.000.000.000.3.5.01 1.2.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.01.04 5.02 5.2.000.000.000.342.000 5.000.500.7.000.04 1.03.3.3.2.01.1.000 1.01 1.01 6.1.034.1.01 6.4.03.000 319 .000 750.01 3.2.01 1.2.2.000.1.2.1.000.342.000 3.4.2.000.034.000 75.342.1.1.000.02.3.3.000.000 30.01.03.342.000.01 1.03.000 20.01.7.500.3.000.000 150.000.000 100.01 1.03 6.01.000.02 5.01 1.2.500.000 100.05 1.3.2.01 Uraian Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Piutang DAU RK Dinas Pendidikan Persediaan Obat-obatan Penyertaan Modal Pemda Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dana Cadangan Utang Pemungutan PPN Utang Dalam Negeri .000 25.000 500.01.01 5.3.01.000 2.000.000.1.3.1.3.000.1.000.01.03.000 2.000.000 1.3.000.1.000 1.1.000 1.05 5.04 5.01 4.000.01.01.Subsidi kepada Lembaga Belanja .01.01 5.3.01 3.000.01.000.000 2.2.000.01 2.000.1.342.000 2.000.01 1.01.02.1.3.000 560.08 5.04.09.000 1.1.01 2.01.000.000 60.500.500.1. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000 30.02.3.1.1.01 3.000.01.000 650.1.01 6.9.01 1.1.000.09 1.01.1.000 1.000.02.2.2.01.2.3.2.000.000 2.000.500.000.03.500.2.01 5.000.1.000 1.000.000 500.1.000 20.01 1.452.000 950.

320 . Nilai yang telah disesuaikan diletakkan pada kolom ”Neraca Saldo Pemda Setelah Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja. Laporan Keuangan d.7. Fungsi Akuntansi di SKPKD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya.3.

02.2.01 1.342.000.452.000.01 1.000 1.000.01.000.01.3.000 321 .01.000.000 5.000.000 24.000 50.000.000.2.000.1.000.3.09.000.000 20.000.034.000.01 3.500.000.000.01 2.3.000 200.01.2.000 650.000 100.03.000.1.000 100.000 1.1.000 50.500.000 10.000 5.1.000 20.000 75.02.000 950.452.000.000 35.000.000.000.342.04 1.034.09.01.000 60.2.4.000 30.000 95.3.000.500.000 560.000.000.000 650.000 95.342.2.1.08 5.000.03.4.01.9.000.000 50.000.000 1.1.000 2.01.500.03.000 200.01 3.000.01.2.3.2.2.01.000 2.4.01.000 500.1.500.000 1.034.1.000.000 Neraca Saldo Pemda Setelah Penyesuaian D K 8.500.3.000 7.500.000.000.000.01.2.000.1.1.000.01 Uraian Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Piutang DAU RK Dinas Pendidikan Persediaan Obat-obatan Penyertaan Modal Pemda Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dana Cadangan Utang Pemungutan PPN Utang Dalam Negeri .000 500.000.05 1.000.000.01.1.500.03.000 1.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.2.2.000.1.000.000 25.DAK Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja .657.01 3.DAU Pendapatan .000 1.02 5.000.03.000 500.01.000.000 500.01 4.000 2.000.000 3.1.000.01 5.000.000 2.000 500.000.2.500.1.09 1.02.01 1.000.01 6.1.000.000.000.04 5.1.000 20.4.01.000.2.01.000.342.000.000.01 1.000 750.000.2.000 2.7.01 3.000.000 1.4.000 30.2.2.000.01.Hibah kepada Pemerintah Desa Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .000.01 1.01 6.BUMD Neraca Saldo Pemda Konsolidasi D K 8.000.500.000.01 1.000.000.342.2.000 2.000 24.01.2.3.03.000 24.500.000 950.657.000.000.000 7.000 2.3.000 150.1.04.000 24.01 3.000 75.4.2.000.000.000 3.3.1.01.2.5.000.1.000 100.01 1.000 2.500.01 1.1.000 1.000.1.000 30.2.000 1.500.000 500.000 100.2.000.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK PPKD Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan SILPA Pendapatan Retribusi Pendapatan .000.000.000 1.03.000.01 1.01.1.000 5.000.01 3.000 5.000.000 500.01 4.500.000.500.2.01 4. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000 3.000 10.01 5.1.000 35.3.1.7.01 1.2.000.000.01.000 750.000 20.000 500.1.342.01.000 25.000.2.01.342.01 3.342.2.000 3.000.000 560.1.02 5.01 6.000.000 Penyesuaian D K 1.01.000 75.1.01 5.01.000.1.1.3.000 1.000 3.000.03.000 30.034.000 150.02 5.500.000 3.000 200.01 2.02.000.3.05 5.000 2.02 5.000 1.000.3.000 1.000 60.03 6.000.000.1.000.000.000 2.01.000 75.000.2.000.1.2.01 5.000 30.000 30.1.2.000.000.04 5.3.01.000.000.000 200.000.000 50.01.03.3.000.000.000.2.000.01.2.1.000.3.Subsidi kepada Lembaga Belanja .000.000.01 2.01 5.

g. Sebagai catatan. Fungsi Akuntansi di SKPKD dapat menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. Dari kertas kerja yang telah selesai diisi. Fungsi Akuntansi di SKPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Neraca dan memindahkannya ke kolom “Neraca” yang terdapat pada Kertas Kerja.3.7. f. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. 322 . Fungsi Akuntansi di SKPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Laporan Realisasi Anggaran dan memindahkannya ke kolom “Laporan Realisasi Anggaran” yang terdapat pada Kertas Kerja. neraca yang dihasilkan belum final karena PPK-SKPKD belum membuat Jurnal Penutup. Laporan Keuangan e.

2.01 2.000 500.000 25.000 500.000 20.000 200.01 1.01.000.2.000 20.000 5.000 3.000.3.000.000 24.02 5.000 75.000.000.500.000 2.000 2.000.000.000 3.000.01.000.01 Uraian Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Piutang DAU RK Dinas Pendidikan Persediaan Obat-obatan Penyertaan Modal Pemda Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dana Cadangan Utang Pemungutan PPN Utang Dalam Negeri .4.01.1.3.01 4.1.1.000 75.1.01 3.000.000 560.500. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.000 50.342.2.01.000 200.DAK Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja .000 500.000.000 1.01 1.000.2.1.000.000.5.000 7.000.01.000 25.500.1.000.01 1.1.000.000 2.000.000 2.000 200.4.000 323 .000.3.01.9.000 200.01.2.000 200.000 30.000 30.000.1.000.3.03.000 30.000 650.000.02.000.000.1.500.000 2.000.2.000.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK PPKD Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan SILPA Pendapatan Retribusi Pendapatan .1.000.2.01 4.01.01.000 1.000 500.000.000.000 30.000 19.000 750.000 500.3.500.000.09.3.000 24.01 1.000 4.000.01.000.1.02 5.000.000 560.000 200.500.000 500.DAU Pendapatan .000.000.000 75.02.1.01.000.3.000.000.634.000 Neraca Saldo Pemda Setelah Penyesuaian D K 8.000.000 950.342.000.1.2.000 100.000.2.000.3.000.000.3.000 1.000 Laporan Realisasi Anggaran D K Neraca D 8.000.342.000.500.000.000.000 3.000.000 2.4.000 50.000.000.4.1.000 95.000 60.000 35.657.01 5.000 75.05 5.000 8.2.000.000 2.01.000 30.034.000.000.2.000 1.000.500.1.034.3.05 1.000.000 500.000 750.000 10.000.000.500.01 1.04.01.000.1.000.000.000 1.000 20.2.034.500.000.2.01.3.618.3.000 500.1.000.000.000.2.000 24.2.01 1.000.000 19.500.000 60.500.1.000.000 60.657.000.1.2.000 20.01.000 650.7.000.000.000.000 2.01 5.01 5.000.01.2.000.000 1.000 3.000.000.000 3.500.000.000 100.000 7.000 3.2.01 5.000.02.000.2.000 2.342.000 5.000 50.4.1.3.01 3.04 5.2.000.000.01 3.01 3.000.1.000 2.01 1.000.7.3.000 2.000 100.000 5.2.04 5.000 35.01.2.452.500.000.000 50.000 100.000 5.000.000 35.500.000.2.1.000.000.000.000.342.000.000 5.000.000.000.000 1.342.09.000.000 500.000.000.000.342.000.01 6.000 560.000.02 5.000.000 1.000.000 95.000 1.3.09 1.034.Subsidi kepada Lembaga Belanja .2.03.000 100.01 2.01.01.000.000.03.000 500.03 6.000.000 1.000.1.000.02 5.000 25.01 3.04 1.03.000.500.000 1.657.000 500.000.500.000.000 30.000.1.000.03.000 24.000.000.000 2.000.01 2.01 1.000.02.2.000.000.000.01 5.000 3.342.000 K 75.000.1.000 5.000.500.000.000 150.000 150.01.01 1.000 30.4.000.000.000 30.000.2.500.01 3.000 50.000.000.01.1.000 950.000 2.Hibah kepada Pemerintah Desa Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .01.000 2.000 75.000 1.000.000.000.000 100.01.01.000 950.1.000.000 30.1.2.000.3.1.000.000.1.000 95.000.03.1.1.000.000 3.000.000 1.01 6.342.000 7.2.000 150.500.000 20.000 500.000.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.000 20.01 1.000 2.01 6.2.000 10.000.01 4.000.000 1.452.416.050.2.03.000 650.01.000.000 750.000 Penyesuaian D K 1.000.000.500.000.618.01.BUMD Neraca Saldo Pemda Konsolidasi D K 8.000 13.000 3.000.01 3.000.000.000.000.000.000.000 50.342.000.1.08 5.01.500.000 1.01.2.000 1.000.000 1.03.000 10.452.000 1.03.000.

03.2. dan Pembiayaan.1.01.01 4.02 5.000.1.01 5.03.1.2.000 1.000 SILPA Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Penerusan Pinjaman Daerah Penerusan Pinjaman Bank SILPA 200.1.02 5.000 75.01 Pendapatan Retribusi SILPA SILPA Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjangan Fungsional Umum Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Pendapatan DAU Pendapatan DAK 50.000 950.1.1.01. Pendapatan Penerimaan Pembiayaan Apropriasi Belanja Estimasi Pengeluaran Pembiayaan Belanja Pengeluaran Pembiayaan Estimasi Pendapatan Estimasi Penerimaan Pembiayaan SILPA xxx xxx xxx xxx Xxx xxx xxx xxx xxx Jurnal penutup akan mempengaruhi nilai SILPA di neraca menjadi jumlah yang benar.1.02.01 5.1.01 6. Contoh Jurnal Penutup untuk Neraca Saldo diatas dan Neraca Saldo setelah penutupan adalah sebagai berikut: 4.1.01.000.01 5.1.01.000.000.000 200.1.01.1.000 5.000.416.000.1.000.000 1.000 35.000.000. Perkiraan nominal adalah perkiraan yang digunakan untuk Laporan Realisasi Anggaran.000.000 50.01.000.000 30.000.3. yaitu Pendapatan.000 3.2.1.1.01.000 2.01 5.01.01.2.000 20.000.03.01 3.1.000 10.01.02 3.04 5.2.1.1.02 5.000 SILPA 500.000.000.03.000.000.4.1.01 5. Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup saldo nominal menjadi nol pada akhir periode akuntansi.000.000.1.000 150.1.08 5.4.1.04 5.03 4.000 95.01 3.000.01 3.000.4.1.1.000.1.000.2.01 3.1. Laporan Keuangan Langkah 2 (Jurnal Penutup) Pembuatan jurnal penutup.2.000 3.7.2.01.05 5.2.2.000 5.01.000 8.000 100.000.2.4.01.01 5.01.01.2.01.000.000.2.03.000 50.000 324 .01.000.000. Belanja.000.2.01 6.1.1.

01.01.3.02.000 2.2.500.1.1.7.000.000 325 . Laporan Keuangan 3.2.000 500.01 SILPA Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda 2.2.000.01 6.1.01 6.000.

000.01 5.000.1.500.01.01.01 Uraian Neraca D 8.1.09.02 5.01 3.02 5.01 3.3.500.1.000 1.1.03.01 1.1.2.2.2.01 2.09 1.1.1.000 750.4.Hibah kepada Pemerintah Desa Belanja ATK Belanja BBM/Gas Belanja Obat-obatan Belanja telepon Belanja air Belanja Listrik Penerusan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman dari Bank Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemda .1.01 3.01 3.02.01 3.01 5.02 5.1.08 5.000 500.1.618.000.452.2.1.2.01.01.2.DAU Pendapatan .01.000 Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Retribusi Piutang DAU RK Dinas Pendidikan Persediaan Obat-obatan Penyertaan Modal Pemda Tanah Kantor Mesin Fotocopy Papan Tulis Elektronik Gedung Kantor Gedung Rumah Jabatan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Dana Cadangan Utang Pemungutan PPN Utang Dalam Negeri .000.000.000.01 1.3.2.1.01.01.1.01.09.1.000.3.000.01.000.01.01. Laporan Keuangan Kode Rekening 1.01 1.01.01.342.Subsidi kepada Lembaga Belanja .1.Bunga Utang Jangka Pendek kepada Pemerintah Belanja.1.03.000 20.2.2.2.3.2.000 100.000 2.000.03.01 4.2.Sektor Perbankan Utang kepada Pemerintah Pusat Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap RK PPKD Dana Yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan SILPA Pendapatan Retribusi Pendapatan .000 30.01 2.03.01 2.000 7.618.000.2.000 500.2.2.000.000 2.1.01 1.1.01.01.1.3.2.1.000.1.000 1.2.000 3.01 1.000 1.1.05 1.01 1.01 1.01.000 2.01 4.01.03.01 1.2.000.000 560.000.01.04 5.000 60.1.01 6.4.01.1.500.04 1.2.000.01 6.9.04 5.01 4.1.01.01.3.000.7.02.01.000.04.000 1.3.000.657.342.3.1.3.01 1.2.1.01 3.2.4.4.03.1.02 5.02.000.000 Berikut adalah contoh dari Laporan Keuangan yang dihasilkan Akuntansi Pemda 326 .01.01.2.02.3.01 5.01 1.1.2.03.3.000 K 75.2.000 8.000 30.000 5.2.000 500.2.2.01.634.000 650.3.03 6.2.1.2.7.DAK Belanja Gaji Pokok Belanja Tunjangan Keluarga Belanja Tunjangan Fungsional Belanja Tunjngn Fungsional Umum Belanja .01 5.3.01 3.500.500.2.3.01.000.3.000.03.2.01.BUMD 19.01.000.000.1.500.000.05 5.5.1.4.000 19.000.1.000 25.03.3.01 6.4.01 5.

1.3.7.2.2.d.2 1.2.3 Pendapatan 2 3 6 7 PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipidahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat .2 1.1 1.1 1.3 1.4 1.3.1. Sisa Anggaran s.1.2.3.1.1. Semester Pertama 5 Nomor Urut Uraian Jumlah Anggaran Realisasi Semester Pertama 4 Prognosis Keterangan 1 1 1.2 1.2.1 1.Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Transfer Pemerintah Pusat . LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA APBD DAN PROGNOSIS 6 (ENAM) BULAN BERIKUTNYA TAHUN ANGGARAN …….2..3 1.Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Transfer Pemerintah Provinsi Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Jumlah 1.1.1.3 1.2 2.1 1.2.5 2.2.3.2.1.2 1.2.2.1.1 1.1.3.1.4 1.1 1.2 1.1 2. Laporan Keuangan Laporan Realisasi Anggaran PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)…….2 1.1 1.1.1.3 2.7 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan 327 .1.6 2.4 2.2.2.2 1.3 2 2..1 2.1.3.

1.2.2.4.6 PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah Penerimaan Piutang Daerah Jumlah 3.3 TRANSFER TRANSFER BAGI HASIL KE DESA Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Retribusi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya Surplus/Defisit 3 3.1 3.4 2.2.6 2.1 3.2 3.5 3.3.3 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) 328 .1 2.3 2.3.4.2.3 3.4 2.7.4 3.1 3.2 3.1.2.4 PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman Daerah Jumlah Pembiayaan Neto 3.4.3 2.2 3. Irigasi. dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Jumlah 2.5 2.2.2.1 BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.3 3.1.2.2 2.1.1. Laporan Keuangan 2.2 2.1.2.1.4.1.1 2.1 2.1.2.2 2.

3 1.2.3.2.2 2 1.1.1 2. Jumlah (Rp) Nomor Urut 1 1 1.1 2.6 2.1.2 2.4 2.2.3.1.5 2.1.8 2.2 2.2..2 1.1.7 2.3 1.1 1.1 2.1.7.1.2 1.1.1 1.3.3 1.2. Laporan Keuangan PROVINSI / KABUPATEN / KOTA *) ….1.1 1.1 1. RINGKASAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN ………….4 1.4 1.3.1.2 1..2 1.3 1.5 URAIAN Anggaran setelah perubahan 3 realisasi 4 Bertambah / (berkurang) (Rp) 5 % 6 2 PENDAPATAN DAERAH Pendapatan asli daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah Dana perimbangan Dana Bagi Hash Pajak/ Bagi Hash Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Lain-lain pendapatan daerah yang sah Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dan Propinsi atau Pemerintah Daerah lainnya Jumlah Pendapatan 2 2.3.2.3.3 BELANJA DAERAH Belanja Tidak Langsung Belanjr pegawai Belanja bunga Belanja subsidi Belanja hibah Belanja bantuan sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Propinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota Dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga Belanja Langsung Belanja pegawai Belanja barang dan jasa Belanja modal 329 .1.3 2.

1.2.1 3.3 3.2 3.2 3.2.7.3 3.2 3.1 3.2.4 Pengeluaran pemblayaan Pembentukan dana cadangan Penyertaan modal (Investasi)pemerintah daerah Pembayaran pokok utang Pemberian pinjaman daerah Jumlah pengeluaran pembiayaan Pembiayaan neto 3.2.1.6 PEMBIAYAAN DAERAH Penerlmaan pemblayaan Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pencairan dana cadangan Hasil penjualan kekayaan Daerah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman Penenmaan kembaii pemberian pinjaman Penerimaan piutang daerah Jumlah penerimaan pemblayaan 3.1. Laporan Keuangan Jumlah Belanja Surplus/ (Deflsit) 3 3.4 3 1.3 Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan 330 .1.1.5 3.1 3.3.

Laporan Keuangan Neraca Pemda PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)… NERACA Per 31 Desember Tahun n dan Tahun n-1 Tahun n (Rp) URAIAN Tahun n-2 (Rp) ASET ASET LANCAR Kas Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Pengeluaran Investasi Jangka Pendek Piutang Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Dana Baqi Hasii Piutang Dana Alokasi Umum Piutang Dana Alokasi Khusus Bagian Lancar Pinjaman Kepada BUMD Bagian Lancar Taqihan Penjualan Anqsuran Bagian Lancar Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Piutang Lain-lain Persediaan INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Nonpermanen Pinjaman Kepada Perusanaan Negara Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya Investasi dalam Surat Utang Negara Investasi Dana Bergulir Investasi Nonpermanen Lainnya Investasi Permanen Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Penyertaan Modal dalam Proyek Pembangunan Penyertaan Modal Perusahaan Patungan Investasi Permanen Lainnya ASET TETAP Tanah Tanah Peralatan dan Mesin Alat-alat Berat Alat-alat Angkutan Alat Benqkel Alat Pertanian dan Petemakan Afat-aiat Kantor dan Rumah Tangga _ 331 .7.3.

.7. Irigasi dan Jaringan Jalan dan Jembatan Banqunan Air (Irigasi} Instalasi Jarinqan Aset Tetap Lainnya Buku dan Perpustakaan Baranq Bercorak Kesenian/Kebudayaan Hewan/Ternak dan Tumbuhan Konstruksi Dalam Pengerjaan Konstruksi Dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Akumulasi Penyusutan Aset Tetap . Laporan Keuangan Alat Studio dan Alat Komunikasi Alat Ukur Alat-alat Kedokteran Alat Laboratorium Alat Keamanan Gedung dan Bangunan Banqunan Gedung Bangunan Monumen Jalan. DANA CADANGAN Dana Cadanqan ASET LAINNYA Taqihan Penjualan Angsuran Taqihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan dengan Fihak Ketiqa Aset Tak Berwulud Aset Lain-Lain JUMLAH ASET KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utanq Perhitunqan Fihak Ketiga Utang Bunga Utang Pajak Bagian Lancar Utanq Jangka Panjang Dalam Negeri Pendapatan Diterima Dimuka Utanq Janqka Pendek Lainnya KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Utanq Dalam Neqeri Utanq Luar Neqeri Utanq Janqka Panjanq Lainnya EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Sisa Lebih Pembiayaan Anqqaran (SILPA) Cadanqan Piutanq Cadangan Persediaan 332 ..3.

3.7. Laporan Keuangan Dana yang Harus Disediakan untuk Pernbayaran Utang Janqka Pendek Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Dana yang Harus disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang Ekuitas Dana Cadangan Diinvestasikan dalam Dana Cadangan JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 333 .

2 5.1 3.1 2. untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang rnenggunakan basis akrual pada SKPD.1.4 5...5 5.1.2 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan SKPD Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan Bab IV Kebijakan akuntansi 4.2 4. Laporan Keuangan Catatan Atas laporan Keuangan PROVINSI/KABUPATEN/KOTA . Bab VI Bab VII Penjelasan atas informasi-informasi nonkeuangan SKPD Penutup 334 .7..1. kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD SKPD 2.2 1.1 5.1 4.3 Ekonomi makro Kebijakan keuangan Indikator pencapaian target kinerja APBD Bab III Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan SKPD 3.2 Pendapatan Belanja Aset Kewajiban Ekuitas Dana Pengungkapan atas pos-pos aset cjan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas..1.2 2.1 Rincian dari penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan SKPD 5.3 Bab II Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan SKPD Landasan hukum penyusunan laporan keuangan SKPD Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan SKPD Ekonomi makro.. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PENDAHULUAN Bab I Pendahuluan 1.1.3 5..3 4.1 1.3.4 Entitas akuntansi / entitas pelaporan keuangan daerah SKPD Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada SKPD Bab V Penjelesan pos-pos laporan keuangan SKPD 5..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful