P. 1
Penuntun Pascal(1 8)

Penuntun Pascal(1 8)

|Views: 1,120|Likes:
Dipublikasikan oleh teguhstece

More info:

Published by: teguhstece on May 26, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 1 - 2

Sejarah Pascal
Berakar dari Bahasa Algol dan PL/1 pada tahun 60-an di benua Eropa, Pascal disusun oleh Prof.Niklaus Wirth pada tahun 70 dan dipublikasikan tahun 71, Diujicoba pada Komputer CDC 6000 Turbo Pascal bersifat Compiler dan termasuk bahasa tingkat tinggi Sejarah singkat : - Pascal adalah bahasa pemograman tingkat tinggi karena pascal adalah bahasa pemograman yang terstruktur - Nama Pascal diambil dari nama seorang ahli matematika, filsuf sekaligus ahli di bidang agama berkebangsaan Perancis yaitu Blaise Pascal - Pascal dirancang oleh Prof. Niklaus Wirth dari Polytechnic of Zurich, Swiss, pada tahun 1970 dan dipublikasikan 1971. Turbo Pascal (TP) adalah sebuah program compiler Pascal dari Borland International yang dikeluarkan pada tahun 1983, yang merupakan implementasi dari “Pascal User Manual and Report” [Jensen & Wirth]. TP merupakan bahasa pemrograman yang sangat populer pada komputerkomputer berplatform PC. TP mengenalkan konsep IDE (Integrated Development Environment), sebuah tampilan/ lingkungan dimana programmer dapat dengan mudah mengedit kode (dalam editor teks yang kompatible dengan Wordstar), menjalankan compiler, melihat kesalahan (bila ada kesalahan penulisan kode program) dan dapat „meloncat‟ ke baris dimana kesalahan itu ada. Pada saat itu, untuk memperbaiki kesalahan, seorang programmer harus keluar dari editor, kembali ke DOS, menjalankan compiler, menuliskan kesalahan, membuka kembali editor dst, Namun sekarang kita dapat menggunakan versi for Windows dimana pengeditan lebih mudah dilakukan, misalnya 2 TPW 1.5 Secara ringkas, struktur bahasa PASCAL adalah sebagai berikut :
1

Judul Program Bagian Deklarasi

Bagian pernyataan (Inti Program)

1 2

http://id.wikipedia.org/wiki/Turbo_Pascal http://perpustakaanonline-mulok.110mb.com/Bab%202.%20Pascal.pdf

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 1 - 2
1. Judul Program 2. Blok Program a. Bagian Deklarasi  Deklarasi variabel  Deklarasi label  Deklarasi prosedur  Deklarasi fungsi  Definisi konstanta (tetapan)  Definisi tipe data b. Bagian Pernyataan Bagian ini berisi statemen/pernyataan/perintah untuk melakukan sesuatu. Perintahperintah yang ada di bagian ini, contohnya :  Write/writeln : perintah/statemen ini digunakan untuk menampilkan (output)  Read/readln : digunakan untuk memasukkan (input)  Clrscr : atau clear screen, digunakan untuk membersihkan layar dari tampilan sebelumnya  Statemen perulangan (for, while, repeat)  Statemen kendali (if, case)  Statemen pemanggilan prosedur ataupun fungsi. Beberapa aturan dalam PASCAL : 1. Penamaan judul program, variabel, label, prosedur, konstanta dan fungsi tidak boleh menggunakan reserved words yaitu : kata-kata baku yang digunakan dalam program dan sudah terintergrasi dalam pascal dan juga mempunyai bentuk serta kegunaan 3 tertentu yang telah didefinisikan oleh Pascal. Cth :

AND DOWNTO IN ASM ELSE INHERITED ARRAY END INLINE BEGIN EXPORTS INTERFACE CASE FILE LABEL CONST FOR LIBRARY CONSTRUCTOR FUNCTION MOD DESTRUCTOR GOTO NIL DIV IF NOT DO IMPLEMENTATION OBJECT

OF OR PACKED PROCEDURE PROGRAM RECORD REPEAT SET SHL SHR

STRING THEN TO TYPE UNIT UNTIL USES VAR WHILE WITH

2. Penamaan judul program, variabel, label, prosedur, konstanta dan fungsi bisa berupa karakter huruf maupun kombinasi huruf dan angka tetapi harus diawali dengan huruf. 3. Penamaan judul program, variabel, label, prosedur, konstanta dan fungsi menggunakan huruf kapital maupun huruf kecil tidak dibedakan. 4. Penamaan judul program, variabel, label, prosedur, konstanta dan fungsi jika menggunakan karakter lain yang boleh digunakan adalah garis bawah ( _ ) untuk pengganti spasi jika nama program/konstanta/variabel/prosedur atau fungsi terdiri lebih dari satu kata. Intinya : tidak boleh memisahkan dengan spasi.
3

http://horus.ziplak.com/2008/08/pascal-reserved-word.html

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 1 - 2
5. Program, variabel, konstanta, label, prosedur maupun fungsi tidak boleh memiliki nama yang sama. 6. Setiap pernyataan atau statemen harus diakhiri dengan tanda titik koma ( ; ) kecuali untuk kasus khusus, misalnya statemen sebelum else. Contoh program sederhana menggunakan bahasa Turbo Pascal : program penuntun1; {nama program} uses crt; {definisi perangkat keras tampilan} begin clrscr; write('Nama saya : Tiur Winarsih'); write('Saya sekolah di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta'); readln; end. Perhatikan contoh program di atas. Analisalah berdasarkan jalan dan hasil keluaran yang tampil di layar monitor. Lalu, editlah program tersebut sehingga tampilannya sebagai berikut : Nama saya : Tiur Winarsih Saya sekolah di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 1 - 2

ALGORITMA dan DIAGRAM ALIR
Dalam matematika dan komputasi, algoritma atau algoritme merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan 4 (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai. Sejarah Algoritma Asal kata Algoritma berasal dari nama Abu Ja‟far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi, ilmuan Persia yang menulis kitab al jabr w‟al-muqabala (rules of restoration and reduction) sekitar tahun 825 M Definisi Algoritma - Algoritma adalah urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Yang ditekankan adalah urutan langkah logis, yang berarti algoritma harus mengikuti suatu urutan tertentu, tidak boleh melompat-lompat. (Dari Microsoft Press Computer and Internet Dictionaary 1997, 1998) - Alur pemikiran dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang dituangkan secara tertulis. Yang ditekankan pertama adalah alur pikiran, sehingga algoritma seseorang dapat juga berbeda dari algoritma orang lain. Sedangkan penekanan kedua adalah tertulis, yang artinya dapat berupa kalimat, gambar, atau tabel tertentu. (Dari Algoritma dan Struktur Data dengan C, C++, dan Java oleh Moh 5 Sjukani hal 1) Intinya, algoritma adalah semua prosedur atau urutan langkah yang jelas dan diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Latihan :  Buatlah langkah-langkah membuat surat sampai batas dikirimkan ke kantor pos  Buatlah juga langkah-langkah membuat kue Kriteria Algoritma Menurut Donald E. Knuth 1. Input: algoritma dapat memiliki nol atau lebih inputan dari luar. 2. Output: algoritma harus memiliki minimal satu buah output keluaran. 3. Definiteness (pasti): algoritma memiliki instruksi-instruksi yang jelas dan tidak ambigu. 4. Finiteness (ada batas): algoritma harus memiliki titik berhenti (stopping role). 5. Effectiveness (tepat dan efisien): algoritma sebisa mungkin harus dapat dilaksanakan dan efektif. Contoh instruksi yang tidak efektif adalah: A = A + 0 atau A = A * 1 Contoh Algoritma Algoritma menghitung luas persegi panjang: 1. Masukkan panjang (P) 2. Masukkan lebar (L) 3. L ← P * L 4. Tulis L Dalam Algoritma, tidak dipakai simbol-simbol / sintaks dari suatu bahasa pemrograman tertentu, melainkan bersifat umum dan tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman apapun juga. Notasi-notasi algoritma dapat digunakan untuk seluruh bahasa pemrograman manapun.

4 5

http://id.wikipedia.org/wiki/Algoritma http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/strukdat1.pdf

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 1 - 2
Definisi Pseudo-code Kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan pejelasan cara menyelesaikan suatu masalah. Pseudo-code sering digunakan oleh manusia untuk menuliskan algoritma. Problem: mencari bilangan terbesar dari dua bilangan yang diinputkan Contoh Pseudo-code: 1. Masukkan bilangan pertama 2. Masukkan bilangan kedua 3. Jika bilangan pertama > bilangan kedua maka kerjakan langkah 4, jika tidak, kerjakan langkah 5. 4. Tampilkan bilangan pertama 5. Tampilkan bilangan kedua Contoh Algoritma 1. Masukkan bilangan pertama (a) 2. Masukkan bilangan kedua (b) 3. if a > b then kerjakan langkah 4 4. print a 5. print b 6. Contoh Lain Algortima dan Pseudo-code: Pseudo-code Algoritma Nilai A ditambah dengan 5 A ← A + 5 Cetak nilai A bila lebih besar dari 10 IF A > 10 THEN PRINT A Dari dua bilangan A dan B, cari bilangan yang terbesar IF A > B THEN PRINT A ELSE PRINT B Langkah-langkah dalam pemrograman komputer 1. Mendefinisikan masalah Ini merupakan langkah pertama yang sering dilupakan orang. Menurut hukum Murphy (oleh Henry Ledgard): “Semakin cepat menulis program, akan semakin lama kita dapat menyelesaikannya”. Hal tersebut berlaku untuk permasalahan yang kompleks. Tentukan masalahnya, apa saja yang harus dipecahkan dengan menggunakan komputer, dan apa inputan serta outputnya. 2. Menemukan solusi Setelah masalah didefinisikan, maka langkah berikutnya adalah menentukan solusi. Jika masalah terlalu kompleks, maka ada baiknya masalah tersebut dipecah menjadi modul-modul kecil agar lebih mudah diselesaikan. Contohnya masalah invers matriks, maka kita dapat membagi menjadi beberapa modul:  meminta masukkan berupa matriks bujur sangkar  mencari invers matriks  menampilkan hasil kepada pengguna Dengan penggunaan modul tersebut program utama akan menjadi lebih singkat dan mudah dilihat. 3. Memilih algoritma Pilihlah algoritma yang benar-benar sesuai dan efisien untuk permasalahan tersebut 4. Menulis program Pilihlah bahasa yang mudah dipelajari, mudah digunakan, dan lebih baik lagi jika sudah dikuasai, memiliki tingkat kompatibilitas tinggi dengan perangkat keras dan platform lainnya. 5. Menguji program Setelah program jadi, silahkan uji program tersebut dengan segala macam kemungkinan yang ada, termasuk error-handlingnya sehingga program tersebut akan benar-benar handal dan layak digunakan.

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 1 - 2

6. Menulis dokumentasi Menulis dokumentasi sangat penting agar pada suatu saat jika kita akan melakukan perubahan atau membaca source code yang sudah kita tulis dapat kita ingat-ingat lagi dan kita akan mudah membacanya. Caranya adalah dengan menuliskan komentarkomentar kecil tentang apa maksud kode tersebut, untuk apa, variabel apa saja yang digunakan, untuk apa, dan parameter-parameter yang ada pada suatu prosedur dan fungsi. 7. Merawat program Program yang sudah jadi perlu dirawat untuk mencegah munculnya bug yang sebelumnya tidak terdeteksi. Atau mungkin juga pengguna membutuhkan fasilitas baru yang dulu tidak ada. SOAL ALGORITMA 1. Buatlah algoritma untuk menghitung konversi suhu.dari Celcius menjadi Reamur dan Farenheit. Input: suhu dalam Celcius Proses: R = 4/5 * C dan F = 9/5 * C + 32 Output: suhu dalam Reamur dan Farenheit 2. Buatlah algoritma untuk mencari sisi miring dari suatu segitiga siku-siku, jika diketahui panjang sisi yang membentuk sudut siku-siku. Input: a dan b, yaitu panjang sisi pembentuk sudut siku-siku 2 2 2 Proses: c = a + b Ouput: sisi miring (c) 3. Buatlah algoritma untuk menentukan suatu bilangan genap atau ganjil Input: suatu bilangan Ouput: genap / ganjil 4. Buatlah algoritma untuk menentukan suatu bilangan adalah bilangan prima atau bukan. 5. Buatlah algoritma untuk untuk menghitung akar-akar persamaan kuadrat dengan rumus D = B2 – 4 * A * C Jika D < 0 maka didapat akar imajiner Jika D = 0 maka X1 = X2 yang didapat dari D = -B / (2 * A) Jika D > 0 maka ada dua akar X1 = −B + D/ 2 * A dan X 2 = −B − D/ 2 * A

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 1 - 2

DIAGRAM ALIR (FLOWCHART)
Didalam pemrograman sangat dikenal dengan diagram alir (flowchart). Diagram alir (Flowchart) digunakan untuk membantu analis dan programmer untuk memecahkan masalah dalam pemrograman. Diagram alir (Flowchart) adalah gambaran secara grafik yang terdiri dari simbol-simbol dari algoritma-algoritma dalam suatu program, yang menyatakan arah dari alur program.6 Berikut gambar simbol-simbol dalam diagram alir :

Latihan

:

1. Buatlah algoritma/pseudocode dan diagram alir untuk :  Menentukan suatu bilangan bulat yang diinputkan itu genap atau ganjil  Menghitung luas bangun dua dimensi (segitiga, persegi panjang dan jajaran genjang)

6

http://www.scribd.com/doc/27422564/Diagram-Alir

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 1 - 2

Tipe-tipe Data dalam PASCAL
Tipe data menunjukkan suatu nilai yang dapat digunakan oleh variable. Type Data yang banyak digunakan pada program Pascal adalah :  Type Data Char Tipe data yang terdiri dari satu huruf, angka atau karakter khusus.Contoh : “A” “a” “2” “#”  Type Data String Tipe data yang terdiri dari rangkaian karakter.  Type Data Integer Tipe data yang berupa bilangan atau bilangan bulat.Tipe data yang termasuk dalam Integer yaitu : Type Data Jangkauan Byte 0 – 255 Shortint -28 – 127 Integer -32768 – 32767 Word 0 – 65535 Longint -2147483648 – 2147483647  Type Data Real Tipe data yang berupa bilangan atau bilangan pecahan.Tipe data yang termasuk dalam Real yaitu : Type Data Jangkauan Real 2.9E-39 – 1.7E+38 Single 1.5E-45 – 3.4E+38 Double 5.0E-342 – 1.7E+308 Extended 1.9E-4951 – 1.1E+4932  Type Data Boolean Type yang berupa nilai logika. Type ini hanya memiliki dua opsi yaitu True untuk menyatakan kondisi benar dan False untuk menyatakan kondisi salah.

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 3 - 4 LATIHAN 1

Perhatikan program di bawah ini ! 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. program lat1; uses crt; {deklarasi penggunaan perangkat keras keluaran} begin writeln('Nama saya :.........'); write('Saya sekolah di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta'); readln; end.

(1). Adalah nama program. Pembuatan nama ini bebas asal mengikuti aturan penulisan nama (2). Crt (cathode ray tube) adalah perangkat keluaran berupa monitor (3) dan (7). Seluruh statemen harus berada dalam statemen ini, begin (tanpa akhiran apa pun) dan end (dengan diakhiri tanda titik) (4) dan (5). Statemen yang diawali dengan perintah write/writeln, menampilkan teks/karakter atau memanggil nilai suatu variabel untuk ditampilkan pada layar monitor. (6) Coba hilangkan perintah readln ini, kemudian jalankan program. Apa perbedaannya ? Untuk menyimpan program dalam PASCAL, agak sedikit rumit jika belum terbiasa. Berikut beberapa langkah untuk melakukan penyimpanan file dalam PASCAL. 1. Jika dibutuhkan, buatlah folder melalu window explorer karena di PASCAL tidak menyediakan fitur create new folder. 2. Kembali ke lembar kerja PASCAL, dari menu FILE – CHANGE DIR (defaultnya ada di drive dimana aplikasi PASCAL berada). 3. Pada bagian directories tree, klik dua kali pada drives. Maka akan tersaji drive-drive yang ada di sistem. Klik dua kali pada drive dimana folder yang dibuat tadi berada. Misal : D: 4. Otomatis drive D: akan terbuka semua folder yang terdapat di dalamnya, pilih folder yang dimaksud dengan cara klik dua kali. Lalu klik OK. 5. Sekarang tinggal menyimpan file nya. FILE – SAVE AS 6. Beri nama file. Beberapa aturan pemberian nama file :  Harus diawali dengan huruf (kecil/besar), setelah itu boleh kombinasi angka dan huruf.  Tidak boleh mengandung spasi  Tidak lebih dari 8 karakter  Tidak boleh mengandung karakter tertentu (*,&,%,^,#, dll) selain garis bawah ( _ )

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 3 - 4 Tampilan PASCAL :

LATIHAN 2 Contoh Penggunaan Konstanta : program contoh_konstanta; const potongan=0.2; gaji=1000000; NamaPT='P.T. Cahaya Timur'; begin clrscr; {perintah untuk membersihkan layar/clear screen} writeln('Potongan = ',potongan); writeln('Gaji = ',gaji); writeln('NamaPT = ',namapt); readln; end. 1. Potongan,gaji dan NamaPT adalah identifier/pengenal untuk konstanta. 2. Konstanta bersifat tetap nilainya 3. Analisalah program di atas, kemudian perbaiki kekurangannya.

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 3 - 4 LATIHAN 3 Contoh Penggunaan Variabel : program cnth_var; var huruf : char; nama :string; berat, tinggi : byte; penghasilan :word; begin clrscr; write('Nama : ');readln(nama); write('Inisial : ');readln(huruf); write('Tinggi Badan : ');readln(tinggi); write('Berat Badan : ');readln(berat) write('Penghasilan per bulan : Rp ');readln(penghasilan); clrscr; writeln('Nama : ',nama); writeln('Inisial : ',huruf); writeln('Tinggi Badan : ',tinggi,' cm'); writeln('Berat Badan : ',berat,' kg'); writeln('Penghasilan per bulan : Rp ',penghasilan,',-'); readln; end. Analisalah output program di atas dengan : 1. 2. 3. 4. Meng-input-kan inisial dengan 2 (dua) huruf atau lebih Memasukkan penghasilan dengan nominal di atas 2 juta Mengganti read dengan readln dan write dengan writeln (dan sebaliknya) Perhatikan pesan kesalahan yang muncul, kemudian perbaiki kesalahan itu

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 3 - 4 Latihan kelompok/individu : 1. Masukkan : Nilai 1 = 75 Nilai 2 = 80 Nilai 3 = 76 Nilai rata-rata = 77

Nilai 1,2 dan 3 di-input-kan, setelah menekan ENTER, muncul hasil ratarata.

2.

Jari-jari = 7 Luas Lingkaran = 153.86 cm persegi

Gunakan konstanta phi untuk menghitung luas lingkaran

3. Buat dan analisalah program berikut : program string1; uses crt; var nama:string[15]; {apa fungsi nilai 15 ?} begin clrscr; write('Masukkan Nama : ');readln(nama); clrscr;; writeln('Nama anda adalah : ',nama); readln; end. 4. Buatlah pseudocode/algoritma, flowchart dan program untuk menghitung luas bangun dua dimensi (segitiga, persegi panjang, trapesium, jajaran genjang).

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 4 - 5

KONTROL KENDALI / SELEKSI KONDISI (I)
Kontrol kendali digunakan untuk menyeleksi statemen mana yang harus dikerjakan/dieksekusi oleh kompiler berdasarkan syarat yang memenuhi. Ada dua selekasi kondisi yang akan dipelajari, yaitu menggunakan IF dan CASE. 1. IF 1. IF Bentuk umum : IF ungkapan THEN statemen Contoh program : Var Nilai : real ; Ket : string[11] ; Begin Ket : = ‘Tidak Lulus’ ; Write (‘Nilai yang didapat ?’) ; Readln (Nilai) ; If Nilai > 60 then ket : = ‘Lulus’ ; Writeln (Ket); End. Program di atas akan menghasilkan keterangan ‘LULUS’ jika nilai yang dimasukkan di atas 60. 2. IF THEN ELSE Bentuk umum : IF kondisi THEN Statemen1 ELSE Statemen2 ; Contoh program : Var Nilai : real ; Begin Write (‘Nilai yang didapat ?’) ; Readln (Nilai) ; If Nilai > 60 then Writeln (‘Lulus’) Else Writeln (‘Tidak Lulus’); End Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan IF THEN ELSE :  Jumlah IF adalah minus satu dari jumlah kondisi  Satu baris satemen sebelum ELSE tidak diakhiri dengan titik koma (;)  Jika bagian dari if maupun else terdiri lebih dari satu statemen, maka statemen-statemen tersebut harus dimasukan dalam BEGIN....END, alasannya ?

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 4 - 5

Var Nilai : real ; Begin Write (‘Nilai yang didapat ?’) ; Readln (Nilai) ; If Nilai > 60 then Writeln (‘Lulus’) Else begin Writeln (‘Tidak Lulus’); Writeln(‘Anda diberi kesempatan mengikuti ujian remedial’); End; End. 3. IF TERSARANG (IF dalam IF) Bentuk umum : IF kondisi1 THEN Begin IF kondisi2 THEN Statemen1 ELSE Statemen2 End ; Bisa juga bentuknya : IF kondisi1 THEN IF kondisi2 THEN Statemen1 ELSE Statemen2 ELSE Statemen3; Perlu diperhatikan struktur penulisan. Penulisan menjorok ke dalam akan membuat program terlihat rapi dan struktur jelas. Latihan : 1. Buatlah pseudocode/algoritma,flowchart dan program untuk menentukan suatu masukkan huruf ‘A’ itu berupa huruf kecil atau kapital ! 2. Buatlah pseudocode/algoritma,flowchart dan program untuk menentukan seorang siswi telah tuntas nilai ulangannya atau belum berdasarkan masukkan rata-rata dari nilai pertama dan kedua. Kondisinya adalah sebagai berikut :  Jika rata-rata >80, keterangan : Tuntas dan tidak perlu remedial  Jika rata-rata <62, keterangan : kamu harus ikut remedial  Selain itu, Tuntas boleh ikut remedial atau tidak

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 4 - 5
Seperti contoh di bawah ini :

Masukkan Nama : Stella Masukkan Nilai 1 : 80 Masukkan Nilai 2 : 35 Rata-rata Nilai : 57.5 Stella, kamu harus ikut remedial.
3. Buatlah program sederhana menggunakan PASCAL untuk menentukan jurusan yang pantas sesuai nilai beberapa mata pelajaran yang di-input-kan. Nilai yang harus diinputkan :  Bahasa Inggris  Fisika  Matematika  Akuntansi Nilai rata-rata adalah total semua nilai di bagi dengan 4. Syarat :  Jika mendapat nilai Rata-rata dan Fisika di atas 70, masuk IPA  Jika mendapat nilai Rata-rata dan Akuntansi di atas 70, masuk IPS  Selain itu masuk jurusan Bahasa.

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 4 - 5

KONTROL KENDALI / SELEKSI KONDISI (II)
CASE OF ELSE Pada struktur Case Of bila tidak ada kondisi yang terpenuhi berarti tidak ada statemen didalam lingkungan case of yang diproses. Dengan struktur case of else, bila tidak ada kondisi yang terpenuhi, maka statemen yang akan diproses didalam lingkungan case of adalah statemen yang ada di else. Seleksi Kondisi & GoTo Algoritma & Pemrogram 2A Contoh program : Uses Crt ; Var Pilihan : byte ; R, L, T, Luas : real ; Begin Clrscr ; GotoXY (10,2) ; writeln (‘Pilihan’ ); GotoXY (10,4) ; writeln (‘1. Menghitung Luas Lingkaran’ ); GotoXY (10,6) ; writeln (‘2. Menghitung Luas Segitiga’ ); GotoXY (10,8) ; writeln (‘3. Menghitung Luas Bujur Sangkar’ ) ; GotoXY (10,20) ; writeln (‘Pilih nomer[1-3] =’ ); readln ( Pilihan ); Clrscr; Case Pilihan of 1 : Begin write (‘Jari lingkaran =’ ); readln ( R ) ; Luas : = Pi * R * R ; Writeln ; Writeln (‘Luas lingkaran =’, Luas : 9 : 2 ) ; End; 2 : Begin write (‘Panjang sisi alas =’ ); readln ( L ) ; write (‘Tinggi segitiga =’ ); readln ( T ); Luas : = 0.5 * L * T ; Writeln ; Writeln (‘Luas segitiga =’, Luas : 9 : 2 ) ; End; 3 : Begin write (‘Panjang bujur sangkar =’ ); readln ( T ) ; write (‘Lebar bujur sangkar =’ ); readln ( L ); Luas : = T * L ; Writeln ; Writeln (‘Luas bujur sangkar =’, Luas : 9 : 2 ) ; End; Else Begin Writeln (‘Pilihannya hanya 1, 2, dan 3 !!!’ ); Writeln (‘silahkan ulangi lagi’ ); End ; End ; {end di sini untuk mengakhiri case} End.

Perintah gotoxy berfungsi untuk meletakkan posisi kursor pada titik x dan y

Jika bagian dari sebuah case lebih dari satu statemen, letakkan dalam begin...end

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 4 - 5
Perhatikan lagi beberapa contoh program di bawah ini : program caseof1; uses crt; var nilai:char; begin clrscr; write('Nilai huruf yang didapat (A/B/C/D/E) : ');readln(nilai); case nilai of 'A' , 'a':writeln('Sangat Baik'); 'B' , 'b':writeln('Baik'); 'C' , 'c':writeln('Cukup'); 'D' , 'd':writeln('Kurang'); 'E' , 'e':writeln('Menyedihkan'); else writeln('Salah memasukkan nilai'); end; readkey; end. Analisalah perbedaan yang muncul pada program di atas dengan program sebelumnya. Perhatikan kembali program di bawah ini : program caseof2; uses crt; var disk,uang,beli:integer; jum,kembali:real; begin clrscr; write('Uang yang dibayarkan :Rp ');readln(uang); write('Total Pembelian :Rp ');readln(beli); case beli of 10..1000:disk:=0; 1001..2500:disk:=100; 2501..5000:disk:=250; else disk:=375; end; jum:=beli-disk; kembali:=uang-jum; writeln('Jumlah Pembelian :Rp ',beli,',-'); writeln('Diskon :Rp ',disk,',-'); writeln('-------------------------------- -'); writeln('Dikembalikan :Rp ',kembali:3:2,',-'); readln; end.

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 8 - 10

PERULANGAN (I) FOR
Perulangan digunakan untuk melakukan eksekusi statemen berulang kali sejumlah yang ditentukan. Perulangan yang akan dipelajari meliputi : 1. FOR TO DO/FOR DOWNTO DO 2. WHILE DO 3. REPEAT UNTIL 1) Perulangan FOR i) Perulangan POSITIF Yang dinamakan perulangan positif adalah perulangan menggunakan FOR TO DO, karena konter/penghitung perulangannya naik Strukturnya adalah sebagai berikut :

FOR variable control : = nilaiawal TO nilaiakhir DO statemen Contoh program :
program for_to1; uses crt; var i:integer; begin clrscr; for i:=1 to 5 do begin write(i); writeln('Belajar Turbo Pascal'); end; readln; end.

Statemen yang akan dianggap bagian dari perulangan,jika lebih dari satu statemen, tuliskan diantara begin dan end. Coba program di samping, begin dan end dihilangkan, apa hasilnya.

Catatan :  Identifier i berfungsi sebagi pencacah perulangan. Jika menggunakan FOR, tipe data pencacah harus berupa tipe bilangan bulat (byte,shortint,longint,integer) ii) Perulangan NEGATIF Dengan penghitung / counter dari besar ke kecil ( pertambahannya negatif). Strukturnya adalah sebagai berikut : FOR variable control : = nilai awal DOWNTO nilai akhir DO statemen Contoh program : program for_to2; uses crt; var i:byte; begin clrscr;

for i:=10 downto 1 do writeln(i); readln; end.

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 8 - 10
Keluarannya seperti berikut :

Latihan :  Buatlah program untukmenghasilkan =========================== X X+X X*X =========================== 1 2 1 2 4 4 3 6 9 4 8 16 5 10 25 6 12 36 7 14 49 8 16 64 9 18 81 10 20 100

keluaran

seperti

berikut

:

iii) Perulangan Tersarang (perulangan dalam perulangan) Adalah perulangan yang berada dalam perulangan. Ini bisa berlaku untuk semua perulangan (For,While maupun Repeat). Perulangan yang lebih dalam akan dieksekusi sampai selesai sebelum kembali ke perulangan di luarnya. program ulang2ulang; var i,j:byte; uses crt; begin clrscr; for i:=1 to 3 do Perhatikan perulangan untuk j. Nilai i awal adalah 1, begin kemudian masuk ke perulangan j dan akan menyelesaikan for j:=4 downto 1 do j dulu, sebelum melakukan untuk i yang kedua. Demikian writeln(i,j); selanjutnya. Perhatikan hasil keluaran yang ada di bawah end; program. readkey; end

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 8 - 10

Latihan

:

Buatlah program untuk mencari konversi suhu dari Celcius (diawali dari suhu 0 sampai 20 dengan kenaikkan suhu 2) ke Fahrenheit, Reamur dan Kelvin dan disajikan dalam bentuk tabel dengan kenaikkan suhu C sebanyak 2.

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 11 - 12

PERULANGAN (II) WHILE .. DO
Bentuk umum : WHILE ungkapanlogika DO statemen Digunakan untuk melakukan proses perulangan suatu statemen terus menerus selama kondisi ungkapan logika pada while masih bernilai logika benar. Contoh program : Var I : integer ; Begin I:=0; While I <= 10 do Begin Write(I,’ ‘); I:=I+1; End ; Readkey; End.

output

Contoh program :
program whiledo1; uses crt; var nilai,total,rata:real; N,i : integer; begin clrscr; writeln; writeln; write('Jumlah data = ');readln(n); i:=0; total:=0; while i<n do begin i:=i+1; write('Nilai data ke ',i,' :'); readln(nilai); total:=total+nilai; end; rata:=total/n; writeln; writeln('++++++++++++++++++++++++ ++++++'); writeln; writeln('Total Nilai : ',total:3:2); writeln('Jumlah data : ',n); writeln('Rata-rata : ',rata:3:2); writeln; writeln('++++++++++++++++++++++++ ++++++'); readkey; end.

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 11 - 12
Hasilnya :

Analisa program di bawah ini : Program While_Do; Uses Crt; var A:Integer; Lagi:Char; Begin Lagi:='Y'; While (Lagi='Y') or (lagi='y') Do Begin Clrscr; A:=1; While A<=10 Do Begin Write(A:3); A:=A+1; End; Writeln; Write('Ulangi Lagi (Y/T):'); Readln(Lagi); End; End.

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 11 - 12
Latihan :  Buatlah program untuk menampilkan sisi-sisi segitiga siku-siku seperti di baah ini :

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 13 - 14

PERULANGAN (III) REPEAT..UNTIL
Bentuk umum : REPEAT statement until ungkapanlogika Digunakan untuk mengulang statemen-statemen atau blok statemen sampai kondisi yang ada di until tidak terpenuhi. Contoh : Program ripitAntil; uses crt; var i:integer; begin clrscr; i:=0; {inisiasi/nilai awal} repeat i:=i+1; (i) writeln(i); (ii) until i=5; readln; end. Analisa :  Mula-mula nilai i ditetapkan 0, lalu masuk ke perulangan dan i ditambahkan 1  Nilai i yang sudah ditambah 1 ditampilkan  Cek apakah i=5,jika YA maka berhenti jika TIDAK akan mengulang lagi  Demikian seterusnya sampai i nilainya sama dengan 5, maka output nya : 1 2 3 4 5  Sekarang tukarlah posisi (i) ke (ii), apa hasilnya ?  Edit juga pada bagian until dengan :  i<>5 (i tidak sama dengan 5)  i>5  i<=5 analisalah hasilnya ! Perbedaan antara struktur “ repeat until “ dengan “ while do “ adalah : - Paling sedikit statemen-statemen dalam repeat until diproses sekali, karena seleksi kondisi ada pada statemen until yang terletak dibawah. - Pada while do paling sedikit dikerjakan nol kali, karena seleksi kondisi ada pada statemen while yang terletak diatas, sehingga apabila kondisi tidak terpenuhi maka tidak akan masuk ke dalam lingkungan perulangannya. - Pada repeat until dapat tidak menggunakan blok statemen ( BEGIN dan END ) untuk menunjukan batas perulangannya, karena batas perulangannya sudah ditunjukkan oleh repeat sampai dengan until.

Laboratorium Komputer SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Materi : Turbo Pascal 7.0 Penuntun Praktikum Pertemuan 13 - 14
Buatlah program menggunakan Repeat Until untuk tampilan-tampilan di bawah ini :

Algoritma & Pemrogram 2A

SELEKSI KONDISI DAN GOTO
1.1 Statemen IF 1.1.1 IF THEN Bentuk umum : IF ungkapan THEN statemen Contoh program : Var Begin Nilai : real ; Ket : string[11] ; Ket : = ‘Tidak Lulus’ ; Write (‘Nilai yang didapat ?’) ; Readln (Nilai) ; If Nilai > 60 then ket : = ‘Lulus’ ; Writeln (Ket); End. Output program : Nilai yang didapat ? 70 Lulus 1.1.2 IF THEN ELSE Bentuk umum : IF kondisi THEN Statemen1 ELSE Statemen2 ; Statemen1 /dapat berupa blok statemen akan diproses jika kondisi yang diseleksi benar (terpenuhi), dan statemen2 akan diproses jika kondisi yang diseleksi tidak terpenuhi.

Seleksi Kondisi & GoTo

Algoritma & Pemrogram 2A

Contoh program : Var Nilai : real ; Begin Write (‘Nilai yang didapat ?’) ; Readln (Nilai) ; If Nilai > 60 then Writeln (‘Lulus’) Else Writeln (‘Tidak Lulus’);

End. 1.1.3 IF Tersarang Bentuk umum : IF kondisi1 THEN Begin IF kondisi2 THEN Statemen1 ELSE Statemen2 End ; Bisa juga bentuknya : IF kondisi1 THEN IF kondisi2 THEN Statemen1 ELSE Statemen2 ELSE Statemen3;

Seleksi Kondisi & GoTo

Algoritma & Pemrogram 2A

1.2 Statemen CASE 1.2.1 CASE OF Bentuk umum : CASE ungkapan OF Daftar case label1 : statemen1 ; Daftar case label2 : statemen2 ; Daftar case label3 : statemen3 ; … … … Daftar case label n : statemen n ; END ; Contoh program : Var Nilai : char ; Begin Write (‘Nilai huruf yang didapat ?’); readln (Nilai); Case Nilai of ‘A’ : writeln (‘Sangat baik’) ; ‘B’ : writeln (‘baik’) ; ‘C’ : writeln (‘Cukup’) ; ‘D’ : writeln (‘Kurang’) ; ‘E’ : writeln (‘Gagal’) ; End ; End.

1.2.2 CASE OF ELSE Pada struktur Case Of bila tidak ada kondisi yang terpenuhi berarti tidak ada statemen didalam lingkungan case of yang diproses. Dengan struktur case of else, bila tidak ada kondisi yang terpenuhi, maka statemen yang akan diproses didalam lingkungan case of adalah statemen yang ada di else.

Seleksi Kondisi & GoTo

Algoritma & Pemrogram 2A

Contoh program : Uses Crt ; Var Pilihan : byte ; R, L, T, Luas : real ; Begin Clrscr ; GotoXY (10,2) ; writeln (‘Pilihan’ ); GotoXY (10,4) ; writeln (‘1. Menghitung Luas Lingkaran’ ); GotoXY (10,6) ; writeln (‘2. Menghitung Luas Segitiga’ ); GotoXY (10,8) ; writeln (‘3. Menghitung Luas Bujur Sangkar’ ) ; GotoXY (10,20) ; writeln (‘Pilih nomer[1-3] =’ ); readln ( Pilihan ); Clrscr; Case Pilihan of 1: Begin write (‘Jari lingkaran =’ ); readln ( R ) ; Luas : = Pi * R * R ; Writeln ; Writeln (‘Luas lingkaran =’, Luas : 9 : 2 ) ; End; 2: Begin write (‘Panjang sisi alas =’ ); readln ( L ) ; write (‘Tinggi segitiga =’ ); readln ( T ); Luas : = 0.5 * L * T ; Writeln ; Writeln (‘Luas segitiga =’, Luas : 9 : 2 ) ; End; 3: Begin write (‘Panjang bujur sangkar =’ ); readln ( T ) ; write (‘Lebar bujur sangkar =’ ); readln ( L ); Luas : = T * L ; Writeln ; Writeln (‘Luas bujur sangkar =’, Luas : 9 : 2 ) ; End; Else Begin Writeln (‘Pilihannya hanya 1, 2, dan 3 !!!’ ); Writeln (‘silahkan ulangi lagi’ ); End ; End ; End.

Seleksi Kondisi & GoTo

Algoritma & Pemrogram 2A

STRUKTUR PERULANGAN
1.1 Perulangan FOR Digunakan untuk mengulang statemen berulang kali sejumlah yang ditentukan. 1.1.1 Perulangan Positif Dengan penghitung / counter dari kecil ke besar (penambahan positif). Bentuk umum : FOR variable control : = nilai awal TO nilai akhir DO statemen Contoh program (1) : Var I : integer ; Begin For I : = 1 to 5 do Write ( I ) ; Writeln (‘Pascal’); End. Output program (1) : 12345Pascal Contoh program (2) : Var Begin I : integer ; For I : = 1 to 5 do Begin Write ( I ) ; Writeln (‘Pascal’); End ; End.

Struktur Perulangan

Algoritma & Pemrogram 2A

Output program (2) : 1Pascal 2Pascal 3Pascal 4Pascal 5Pascal 1.1.2 Perulangan Negatif Dengan penghitung / counter dari besar ke kecil ( pertambahannya negatif). Bentuk umum : FOR variable control : = nilai awal DOWN TO nilai akhir DO statemen Contoh program : Var I : integer ; Begin For I : = 5 down to 1 do Begin Write ( I ) ; Writeln (‘Pascal’); End ;

End.

Output program : 5Pascal 4Pascal 3Pascal 2Pascal 1Pascal 1.1.3 Perulangan Tersarang Perulangan yang berada didalam perulangan yang lainnya. Perulangan yang lebih dalam akan diproses lebih dulu sampai habis, kemudian perulangan yang lebih luar baru akan bertambah, mengerjakan

Struktur Perulangan

Algoritma & Pemrogram 2A

perulangan yang lebih dalam lagi mulai dari nilai awalnya dan seterusnya. Contoh program : Var I, J : integer ; Begin For I : = 1 to 5 do Begin For J : = 1 to 3 do Write ( I : 8, J : 3); Writeln ; End ; End.

1.2 Perulangan WHILE DO Bentuk umum : WHILE ungkapan logika DO statemen Digunakan untuk melakukan proses perulangan suatu statemen terus menerus selama kondisi ungkapan logika pada while masih bernilai logika benar. Contoh program : Var Begin I:=0; While I < 5 do Begin Writeln (I); I:=I+1; End ; I : integer ;

End.

Struktur Perulangan

Algoritma & Pemrogram 2A

Output program : 0 1 2 3 4 1.3 Perulangan REPEAT UNTIL Digunakan untuk mengulang statemen sampai kondisi yang diseleksi di Until tidak terpenuhi. Bentuk umum : REPEAT statemen UNTIL ungkapan Contoh program : Var I : integer ; Begin I:=0; Repeat I:=I+1; Writeln (I) ; Until I = 5;

End.

Output program : 1 2 3 4 5 Perbedaan antara struktur “ repeat until “ dengan “ while do “ adalah : - Paling sedikit statemen-statemen dalam repeat until diproses sekali, karena seleksi kondisi ada pada statemen until yang terletak dibawah. - Pada while do paling sedikit dikerjakan nol kali, karena seleksi kondisi ada pada statemen while yang terletak diatas, sehingga apabila kondisi tidak terpenuhi maka tidak akan masuk ke dalam lingkungan perulangannya. - Pada repeat until dapat tidak menggunakan blok statemen ( BEGIN dan END ) untuk menunjukan batas perulangannya, karena batas perulangannya sudah ditunjukkan oleh repeat sampai dengan until.

Struktur Perulangan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->