Anda di halaman 1dari 10

Kristal no.

6/Juni/1992 1

MANUSIA DAN RADIASI


oleh : Sugata Pikatan

Sudah sering kita mendengar istilah radiasi di media massa. Pada umumnya kata
ini dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan di reaktor nuklir. Sebetulnya radiasi adalah proses
hantaran energi yang luas pengertiannya. Berdasarkan watak penghantarnya, ada dua jenis
radiasi, yaitu radiasi gelombang elektromagnetik dan radiasi partikel . Beda antara kedua
jenis radiasi itu sudah jelas, radiasi gelombang elektromagnetik adalah pancaran energi
dalam bentuk gelombang elektromagnetik, termasuk di dalamnya adalah radiasi energi
matahari yang kita terima sehari-hari di permukaan bumi. Sedangkan radiasi partikel
adalah pancaran energi dalam bentuk energi kinetik yang dibawa oleh partikel-partikel
bermassa, seperti elektron, dan sebagainya. Radiasi yang timbul di sekitar reaktor nuklir
adalah radiasi yang berasal dari bahan-bahan radioaktif, dapat berupa gelombang
elektromagnetik maupun partikel-partikel cepat.
Secara alamiah manusia hidup di dalam lautan radiasi. Selain radiasi dari matahari
yang justru mendukung kehidupan di bumi ini, setiap saat permukaan bumi dihujani radiasi
sinar kosmis yang terdiri dari gelombang elektromagnetik dan ratusan jenis partikel -
partikel cepat. Masih ada lagi radiasi yang berasal dari mineral-mineral radioaktif yang ada
di dalam bumi, sekaligus dengan turunannya yang terlarut dalam air dan yang terbawa
angin ke udara. Jadi setiap saat kita menghirup udara yang mengandung partikel-partikel
radioaktif ! Tanpa adanya reaktor nuklirpun kita tidak bebas dari radiasi radioaktif. Pada
jaman teknologi canggih seperti sekarang, terdapat pula radiasi buatan yang ditimbulkan
oleh peralatan-peralatan modern seperti sinar X pada peralatan medis, televisi, monitor
komputer, reaktor nuklir, percobaan bom nuklir dan lain-lain.
Betapa ngerinya misalnya pada saat kita mendengar kebocoran reaktor nuklir di
Chernobyl beberapa tahun yang silam. Yang ditakuti orang adalah bahaya radiasinya,
radiasi yang berlebihan akan membahayakan kehidupan manusia. Oleh karena radiasi
alamiah tidak membahayakan kehidupan, manusia sebagai makhluk hidup tidak dilengkapi
dengan indera yang dapat memantau adanya radiasi ini. Tidak seperti bahaya panas yang
dapat kita ketahui secara dini melalui syarat-syarat kita, kita bahkan tidak menyadari
keberadaan sumber radiasi ! Radiasi buatan seringkali melewati ambang batas radiasi
yang dapat diterima tubuh manusia secara aman. Selain kecelakaan pada reaktor nuklir,
hulu-hulu ledak bom nuklir antar benua masih merupakan ancaman serius bagi kehidupan
manusia dewasa ini. Akibat radiasi bom nuklir pada kehidupan manusia sudah dibuktikan
pada tahun pada tahun 1945, yakni peristiwa pengeboman kota Nagasaki dan Hiroshima
yang mengakhiri Perang Pasifik antara Sekutu melawan Jepang. Sampai sekarang
pengeboman ini adalah satu-satunya peristiwa yang memberikan data tentang akibat radiasi
berlebihan pada manusia. Sebuah lembaran hitam dalam sejarah teknologi umat manusia
yang diharapkan tidak akan terulang kembali.
Untuk mengenal bahaya radiasi dalam kehidupan sehari-hari hanya ada satu cara,
yaitu mempelajari pengertian radiasi itu sendiri. Tulisan ini mencoba untuk
mengetengahkan seluk beluk radiasi baik yang alamiah maupun yang buatan. Apalagi pada
awal abad 21 nanti Indonesia akan memasuki era PLTN, kekurang mengertian tentang
radiasi dapat menimbulkan pro-kontra yang berkepanjangan.
Kristal no.6/Juni/1992 2

Radiasi gelombang elektromagnetik yang berbahaya antara lain adalah sinar ultra-
violet, sinar X dan sinar gamma. Sinar-sinar ini memiliki energi yang tinggi. Sinar ultar-
violet yang berlebihan dapat menimbulkan radang bahkan kanker kulit. Untunglah ionosfer
bumi memiliki lapisan ozon yang mampu menahan sebagian besar sinar ultra-violet dari
matahari. Belakangan ditengarai bahwa lapisan ozon yang melindungi kita ini mulai
berlubang-lubang akibat aktifitas manusia sendiri di permukaan bumi. Sinar X adalah
pancaran energi akibat elektron yang diperlambat secara mendadak oleh atom-atom berat.
Proses seperti ini disebut bremsstrablung. Energinya begitu tinggi sehingga daya
tembusnya amat besar. Daya tembus ini dimanfaatkan dunia kedokteran untuk membuat
citra bagian dalam tubuh manusia, yang sering kita kenal sebagai foto roentgen.
Gelombang elektromagnetik yang terkuat adalah sinar gamma, sinar ini dihasilkan oleh inti
atom radioaktif yang meluruh ke tingkat energi lebih rendah. Sinar gamma pada sinar
kosmis sebagian terjadi akibat pertemuan partikel dengan anti-partikelnya seperti elektron
dengan positron.
Radiasi partikel yang banyak dijumpai adalah radiasi elektron, misalnya sinar
katoda yang ada pada tabung TV dan monitor komputer. Kemudian proton, ion helium
4
He, elektron yang bersama-sama dengan netron dan netrino menghujani bumi tiap saat
sebagai sinar kosmis. Unsur-unsur radioaktif yang banyak dikandung oleh batu-batuan
bumi memancarkan partikel-partikel alpha dan beta. Partikel alpha adalah inti helium 4He,
sedangkan partikel beta sebetulnya adalah elektron, keduanya dihasilkan oleh
radioaktivitas dalam inti atom radioaktif seperti atom-atom anggota deret uranium-238,
deret thorium-232, dan lain-lain.

BESARAN DAN SATUAN RADIASI


Sebelum membicarakan radiasi lebih rinci kita perlu mengetahui besaran-besaran
apa saja yang dipakai orang untuk mengukur radiasi secara kuantitatif. Ada empat besaran
yang penting dalam semesta pembicaraan radiasi, yaitu : aktivitas radioaktif, aksposur,
dosis serapan dan dosis ekivalen.

1. Aktifitas radioaktif (A)


Besaran ini merupakan ukuran aktifitas inti atom radioaktif yang menyatakan
banyaknya peluruhan yang terjadi per detik. Satuan SI untuk aktivitas adalah becquerel
(bq) yang didefinisikan sebagai satu peluruhan per detik. Nama satuan ini diambil dari
nama fisikawan Perancis pemenang hadiah Nobel Henri Bequerel (1852-1908), penemu
gejala radioaktivitas alamiah pada tahun 1896. Satuan lain yang lebih sering dipakai adalah
curie (Ci) yang diambil dari nama suami-istri Piere (1859-1906) dan Marie Curie (1867-
1934), pemenang hadiah Nobel fisika tentang radioaktivitas alamiah, Marie sendiri
menerima Nobel kimia pada tahun 1911 untuk penemuan unsur radium (Ra) dan polonium
(Po).
1 Ci = 3,7 x 1010 Bq
1 Ci sebetulnya adalah aktivitas 1 gram unsur radium. Tampak bahwa aktivitas sama sekali
tidak menampilkan jenis radiasi maupun besar energi yang dipancarkannya, sehingga
besaran ini tidaklah berguna untuk mengukur dampak radiasi terhadap makhluk hidup.
Jenis radiasi dan jenis penerima radiasi turut menentukan efek biologis yang
ditimbulkannya.
Kristal no.6/Juni/1992 3

2. Eksposur (X)
Dampak radiasi yang paling menonjol adalah kemampuannya mengionisasi materi-
materi yang ditumbukinya. Sinar X dan gamma dengan mudah dapat mengusir elektron
dari tempatnya menghasilkan ion-ion bermuatan listrik. Demikian pula elektron, ia
menolak sesama elektron membentuk ion positif atau ia menempel pada suatu atom
membentuk ion negatif. Partikel positif seperti partikel alpha mampu merebut elektron dari
atom-atom yang dilewatinya. Bahkan partikel tak bermuatan seperti netron pun dapat
mengionisasi walaupun secara tidak langsung. Kekuatan radiasi dalam hal kemampuan
ionisasi inilah yang diukur oleh besaran eksposur. Satuan yang umum dipakai untuk
eksposur ini adalah roentgen (R) dimana 1 R didefinisikan sebagai eksposur sinar X atau
gamma yang menghasilkan muatan 1 esu di dalam 1 cc udara kering dalam keadaan STP.
Tampak satuan SI untuk eksposur adalah coulomb/kg, dan :
1 R = 2,58 x 10-4 C/kg
Nama roentgen diambil dari fisikawan Jerman Wilhelm Roentgen, penemu sinar X pada
tahun 1895.

3. Dosis serapan (D)


Laju serapan energi yang timbul akibat radiasi ionisasi tergantung pada jenis bahan
yang diradiasi. Besaran yang dipakai sebagai standar serapan radiasi untuk berbagai jenis
bahan dosis serapan, yaitu jumlah energi radiasi yang terserap dalam 1 satuan massa
bahan. Satuan SI untuk dosis serapan ini adalah gray (Gy), 1 Gy sama dengan energi 1
joule yang terserap oleh 1 kg bahan. Satuan lain yang juga sering dipakai adalah rad
(radiation abssorbed doses) yaitu energi 100 erg yang terserap tiap gram bahan, sehingga 1
Gy = 100 rad.
Hubungan D dan X dapat dibuat jika bahan penyerap energi radiasinya adalah udara STP.
Eksposur 1 R mampu menghasilkan :
(2,58 x 10-4)/(1,6 x 10-19) = 1,61 x 1015, ion/kg udara

1,6 x 10-19 coulomb adalah muatan listrik yang dimiliki oleh sebuah elektron, atau ion
akibat kehilangan/kelebihan elektron. Untuk membentuk tiap ion udara rata-rata
dibutuhkan energi 34 eV, sehingga eksposur 1 R memberikan energi :
(1,61x1015)x(34x1,6x10-19)=0,0088 joule/kg udara

Dengan demikian eksposur sinar X atau gamma sebesar 1 R di dalam udara memberikan
dosis serapan sebesar 0,0088 Gy atau 0,88 rad.

4. Dosis Ekivalen (DE)


Ketiga besaran radiasi di atas tidak satupun yang mengukur dampak radiasi
terhadap tubuh manusia, padahal tentu saja dampak biologis inilah yang terpenting untuk
diketahui awam, agar semua orang dapat mempertimbangkan bahaya radiasi yang
dialaminya. Jenis radiasi ikut menentukan dampak biologis ini, dampak radiasi gamma dan
beta 1 rad tidak sama dengan dampak radiasi alpha 1 rad misalnya. Untuk itu didefinisikan
dosis ekivalen :
Kristal no.6/Juni/1992 4

DE = Q. D
Q adalah faktor kualitas radiasinya, untuk sinar X, beta dan gamma Q = 1,
sedangkan radiasi proton atau netron berkisar 2 < Q < 5 untuk energi rendah (keV) dan 5
< Q < 10 untuk energi tinggi (MeV). Q tertinggi dimiliki oleh radiasi alpha atau ion berat
lainnya, yaitu dapat mencapai 20. Jadi radiasi alpha dapat memiliki kemampuan merusak
sel-sel tubuh 20 kali lebih besar daripada radiasi beta. Jika D dalam rad maka DE dalam
rem (roentgen equivalent in man), sedangkan satuan SI-nya adalah sievert (Sv). 1 Sv = 100
rem.
Perlu dicatat di sini bahwa radiasi ion-ion berat macam partikel alpha tidak
membahayakan jika mereka berada di luar tubuh. Hal ini disebabkan oleh rendahnya daya
tembus partikel-partikel tersebut, kulit manusia sudah mampu untuk menahannya. Mereka
akan sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh baik melalui pernafasan atau
makanan/minuman.
Ternyata tiap organ tubuh manusia tidak sama baiknya dalam hal menyerap energi
radiasi, sehingga akhirnya didefinisikan pula dosis ekivalen efektif yang sama dengan DE
dikalikan dengan suatu faktor pembobot. Faktor pembobotan ini berbeda-beda untuk tiap
organ tubuh, beberapa di antaranya dapat dilihat pada tabel-1.

Tabel-1 Faktor pembobot organ tubuh


Organ faktor pembobot
testes/ovarium 0,25
payudara 0,15
sumsum merah 0,12
paru-paru 0,03
kelenjar gondok 0,03
permukaan tulang 0,03
organ lainnya 0,30

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh ICRP (International Commission on Radiation


Protection) untuk batasan radiasi adalah 0,5 rem per tahun untuk orang awam dan
maksimum 5 rem per tahun untuk pekerja di lingkungan beradiasi seperti reaktor nuklir.
Dampak radiasi bersifat kumulatif, sehingga dosis ekivalen yang diterima tiap saat
berlaku seumur hidup secara kumulatif. Tabel-2 berikut ini memberikan dampak biologis
yang ditimbulkan oleh dosis ekivalen yang diterima dalam sekali radiasi pada seluruh
tubuh.
Dari penelitian yang sudah dilakukan, para ahli menyimpulkan bahwa radiasi dapat
memperpendek umur kita, yaitu sekitar 3-5 hari per 1 rem dosis serapan. Rata-rata tiap
orang menerima dosis 20 rem selama hidupnya, berarti jika ia dapat hidup tanpa radiasi
umurnya akan bertambah selama 3 bulan.
Kristal no.6/Juni/1992 5

Tabel 2 Dampak biologis radiasi

DE (rem) Dampak biologis

50 Mulai tampaknya dampak biologis radiasi.


100 Dampak serius muncul :
Selera makan hilang, rambut rontok, muntah, diare,
pendarahan, pucat, kemandulan tetap pada wanita,
kemandulan 3-4 tahun pada pria. Mulai timbulnya
peluang penyakit seperti kanker, leukemia.
200 Kematian (10%) dalam beberapa bulan.
450 Kematian (50%) dalam beberapa bulan.
700 Kematian (90 %) dalam beberapa bulan.
1000 Kematian dalam beberapa hari
10000 Kematian dalam beberapa jam
100000 Kematian dalam beberapa menit

RADIASI ALAMIAH
Sinar kosmis dan radiaktivitas batuan merupakan sumber radiasi alamiah. Radiasi
alamiah ini dapat terjadi secara eksternal maupun internal. Secara eksternal maksudnya
adalah dari luar tubuh manusia, sedangkan secara internal adalah radiasi dari dalam tubuh
setelah sumber radiasi masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan dan makanan. Dosis
serapan efektif rata-rata per tahun yang diterima oleh manusia dari radiasi alamiah dapat
dilihat dalam tabel-3 berikut.
Jadi dari radiasi alamiah orang menerima sekitar 200 mrem atau 0,2 rem tiap
tahunnya. Suatu dosis radiasi yang kecil sekali, sama sekali tidak menimbulkan dampak
biologis secara langsung.
Tabel-3 Radiasi alamiah

Sumber radiasi DE eksternal (mrem) DE internal (mrem)


Sinar kosmis
- yang mengionisasi 28
- netron 2,1
Radioaktivitas yang berasal
dari sinar kosmis 1,5
Radioaktivitas batuan
40
- K 12 18
87
- Rb 0,6
- deret 238U 9 95,4
- deret 232Tb 14 18,6
Jumlah 65,1 134,1

Dari tabel-3 di atas tampak sumber radiasi yang paling menonjol adalah unsur-
unsur radioaktif deret uranium-238, khususnya yang berasal dari sub-deret radon-222. Rn-
Kristal no.6/Juni/1992 6

222 adalah gas radioaktif yang tiap saat dipancarkan oleh permukaan tanah. Akibatnya
debu di udara maupun air terkontaminasi gas ini beserta turunannya. Air minum, makanan
dan pernafasan kita dengan demikian memasukkan unsur-unsur ini ke dalam tubuh.
Sebagian besar radiasi yang dipancarkan deret ini adalah radiasi alpha. Pemancar alpha
biasanya mengendap dalam tulang, sehingga radiasinya mempengaruhi kerja sumsum
merah dalam proses pembentukan sel-sel darah.
Radiasi sinar kosmis yang diterima permukaaan bimi sebetulnya sudah teredam
sebagian oleh atmosfir. Dosis ekivalen yang tercantum dalam tabel-3 di atas adalah untuk
tempat di permukaan air laut. Untuk tempat yang tinggi tentu saja tebal atmosfir
peredamnya berkurang, sehingga dosis yang diterima orang di tempat itu lebih besar.
Pertambahan dosis ekivalen untuk tempat yang tinggi adalah sekitar 3 mrem per tahun tiap
kenaikan ketinggian 100 meter. Jadi penduduk kota Malang menerima dosis ekivalen sinar
kosmis sekitar 12 mrem lebih banyak daripada penduduk kota Surabaya. Malang terletak
sekitar 400 meter di atas permukaaan air laut.

RADIASI OLEH AKTIVITAS MANUSIA


Pada jaman modern ini terdapat banyak sekali sumber radiasi buatan manusia. Di
dunia kedokteran radiasi justru dimanfaatkan dalam diagnosa maupun proses
penyembuhan penyakit. Alat-alat yang digunakan merupakan sumber radiasi yang
memberikan dosis serapan amat tinggi pada manusia. Oleh sebab itu sangat tidak
dianjurkan seorang pasien mengalami radiasi berkali-kali dalam tempo yang tidak begitu
lama. Dosis radiasi beberapa aktivitas medis dapat kita lihat dalam tabel-4.
Perlu dicatat bahwa dosis pada tabel-4 itu hanya berlaku untuk sekali aktivitas saja.
Selain itu waktu radiasinya juga singkat sekali dan sasaran radiasi terlokalisir di bagian
tubuh tertentu. Terapi radiasi untuk kanker yang berdosis 5 juta mrem hanya digunakan
dalam waktu singkat dan daerah sasarn yang seminimal mungkin yaitu bagian yang
memang dikehendaki mati sel-selnya. Jika radiasi itu dikenakan ke seluruh tubuh matilah
orang yang teradiasi berdasarkan tabel-2. Di Amerika Serikat tiap orang menerima kira-
kira 80 mrem per tahun dari aktivitas medis yang dilakukannya.

Tabel-4 Dosis ekivalen radiasi aktivitas medis


Aktivitas medis DE (mrem)
Radiografi gigi (sinarX) 910 (seluruh mulut)
Mamografi 1500
Barium enema 8000
Terapi radiasi (kanker) 5 juta
Foto sinar X : dada 22
perut 500
Bekerja sebagai teknisi peralatan medis 50-300

Sumber radiasi buatan lain yang cukup besar adalah aktivitas tenaga nuklir, mulai
dari penambangan uranium, pengayaannya, penggunaannya dalam reaktor nuklir,
pembuangan sampah nuklir, sampai dengan percobaan senjata nuklir. Jika faktor
kecelakaan diabaikan, dosis yang timbul akibat aktivitas tenaga nuklir ini per tahunnya
dapat dilihat pada tabel 5
Kristal no.6/Juni/1992 7

Tabel-5 Dosis ekivalen radiasi aktivitas nuklir


Aktivitas DE (mrem)
Tinggal di dekat reaktor nuklir 4-76
Tinggal 8 km di sekitar reaktor 0,6
Aktivitas nuklir di seluruh dunia 0,04
Percobaan senjata nuklir 5
Bekerja di tambang uranium 100 ribu
Bekerja di PLTN 600-800

Dari tabel-5 dapat disimpulkan bahwa tanpa reaktor nuklir di dekat rumah kita,
kita tetep menerima dosis sekitar 5 mrem per tahun dari kegiatan nuklir di seluruh dunia.
Jumlah ini amatlah kecil dibandingkan dengan dosis yang berasal dari radiasi alamiah,
apalagi jika dibandingkan dengan radiasi aktivitas medis.
Kegiatan lain yang berperan dalam akumulasi radiasi pada manusia per tahunnya ada
dalam tabel-6 di bawah ini.
Merokok termasuk dalam tabel-6, disebabkan daun tembakau mengandung unsur-
unsur radioaktif dari deret uranium. Bahkan orang yang tidak merokok tetapi ikut
menghisap asapnya juga akan memasukkan unsur radioaktif ini ke dalam paru-parunya.

Tabel-6 Sumber lain radiasi buatan


Aktivitas / alat DE (mrem)
Perjalanan lewat udara 2 (tiap 2400 km)
TV / monitor komputer 2 (1 jam per harinya)
Arloji (radium);detektor asap;limbah 2
industri
Merokok 40 (1 pak sehari)
Bekerja sebagai kru pesawat jet 140

RADIASI BERLEBIHAN
Radiasi eksternal yang berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, rambut
rontok, dan gejala lain tersebut dalam tabel 2 di atas. Lensa mata yang terionisasi atom-
atomnya akan menimbulkan katarak. Ionisasi yang disebabkan radiasi akan memberikan
dampak kimiawi terhadap sel-sel tubuh, padahal banyak proses di dalam tubuh berjalan
secara kimiawi, akibatnya terjadilah penyimpangan fungsi organ tubuh. Pada umumnya
bahaya radiasi eksternal ditimbulkan oleh radiasi beta.
Radiasi internal yang berlebihan mempengaruhi proses pembentukan darah, tulang
dan juga kerja kelenjar endokrin seperti gondok. Radioisotop yang sudah terlanjur masuk
ke dalam tubuh sulit dihilangkan. Hal ini disebabkan tubuh kita hanya dapat memilih zat
berdasarkan sifat kimiawinya, bukan sifat inti atomnya. Tubuh dapat membedakan unsur,
bukan isotop. Contohnya adalah unsur yodium yang dikumpulkan di dalam kelenjar
gondok, seluruh yodium yang masuk ke dalam tubuh, termasuk yang radioaktif, akan
terakumulasi dalam kelenjar gondok. Jika radiasi yodium radioaktif berlebihan kelenjar
gondok dengan sendirinya akan rusak, dampaknya tentu ke fungsi seluruh tubuh. Berikut
ini adalah isotop-isotop yang berbahaya :
Kristal no.6/Juni/1992 8

1. Iodium-131 (131I)
Tubuh dapat menyerap yodium baik lewat alat pencernaan maupun lewat paru-
paru. Isotop ini segera diangkut ke kelenjar gondok dan berada disana berbulan-
bulan.
2. Cesium-134 ; Cesium-137 (134Cs ; 137Cs)
Isotop-isotop ini masuk tubuh lewat rantai makanan. Mereka akan terakumulasi
dalam otot sampai berbulan-bulan lamanya.
3. Strontium-90 (90Sr)
Watak isotop ini mirip dengan kalsium bahan pembuat tulang. Ia masuk tubuh
menggantikan kalsium untuk berada di permukaan tulang. Radiasi berlebihan yang
dipancarkannya menyebabkan kanker tulang, jika sudah menahun dapat merusak
sumsum tulang menimbulkan leukemia.
4. Karbon-14 (14C)
Ia memasuki tubuh lewat rantai makanan. Untunglah isotop ini cukup mudah
keluar kembali sebagai gas karbondioksida.

Satu lagi bahaya radiasi adalah efek genetik yang akan diturunkan ke generasi
berikutnya. Sayangnya data efek genetik baik yang diturunkan maupun tidak (berbagai
macam kanker), hanya berasal dari radiasi yang kuat saja, itupun dari percobaan terhadap
tikus-tikus. Khusus untuk manusia data ini diperoleh dari korban bom nuklir di Jepang.
Padahal radiasi lemah, misalnya radiasi alamiah, diduga kuat ikut berperan dalam proses
mutasi dalam evolusi makhluk hidup.

BAGAIMANA MENGURANGI BAHAYA RADIASI ?


Radiasi eksternal non-alamiah dapat kita kurangi dengan beberapa cara, antara lain adalah
- pembatasan kuantitas dan jenis radiasi yang dipakai.
- menjaga jarak terhadap sumber radiasi.
- menjaga jarak terhadap sumber radiasi.
Intensitas radiasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak terhadap sumbernya.
Maka jangan terlalu dekat dengan zat-zat radioaktif, layar TV, peralatan sinar X
yang sedang bekerja.
- mengurangi lama eksposur.
Makin lama kita terkena radiasi, dampak yang kita terima juga semakin besar,
karena dampak radiasi bersifat kumulatif.
- memasang pelindung.
Intensitas radiasi akan turun secara eksponensial terhadap ketebalan suatu bahan
pelindung. Untuk radiasi elektromagnetik bahan yang paling efektif sebagai
pelindung adalah timbal(Pb). Sinar gamma 5 MeV dapat ditahan separonya oleh
timbal setebal 1,42 cm, atau ditahan 90 % oleh ketebalan 4,73 cm.Sinar beta4MeV
cukup ditahan dengan aluminium setebal 1 cm saja. Sinar alpha paling mudah
menahannya, selembar kertas sudah cukup kuat menghadapi radiasinya. yang
paling susah adalah radiasi partikel-partikel netral macam netron, netron banyak
dihasilkan di sekitar reaktor nuklir dari proses fisi nuklir bahan bakarnya.
Penahan radiasi netron biasanya berupa lapisan beton sekitar 30 cm
tebalnya.
Kristal no.6/Juni/1992 9

Radiasi internal relatif lebih sulit mengatasinya, karena kerusakan yang


ditimbulkannya tergantung atas tiga hal : waktu paro radioaktif, waktu paro biologis dan
watak kimiawi sumbernya. Waktu paro radioaktif adalah waktu yang diperlukan agar
separo zat itu meluruh menjadi unsur atau isotop lain. Waktu paro biologis adalah waktu
yang diperlukan separo zat itu untuk keluar dari tubuh melalui proses ekskresi. Beberapa
cara untuk mencegah atau mengurangi dampak biologis radiasi internal adalah sebagai
berikut
- pencegahan agar sumber radiasi tidak termakan atau terhisap masuk ke
dalam tubuh.
Tidak makan, minum, merokok di dekat zat-zat radioaktif. Hindari aliran udara
di dalam ruang berisi zat-zat radioaktif. Tidak bernafas terlalu dekat dengan
permukaan tanah dalam waktu yang lama, karena tanah memancarkan gas radon
beserta turunannya. Tidak sembarangan minum air di daerah pertambangan.
- pencegahan akumulasi sumber radiasi dengan atom pesaing.
Jika ke dalam tubuh dimasukkan atom-atom yang secara kimiawi mirip dengan
radioisotop sumber radiasi, maka terjadilah persaingan antar mereka untuk
diserapoleh organ tertentu. Contoh : akumulasi yodium-131 di kelenjar gondok
dapat dicegah dengan menelan pil yodium stabil segera setelah terjadi
keracunan. Garam-garam kalsium harus segera dimakan begitu orang teracuni
radium atau Sr-90, sehingga akumulasi zat-zat ini di sumsum tulang dapat
dicegah semaksimal mungkin.
- pencucian.
Minum soda pop atau bir sebanyak mungkin agar sumber radiasi dapat terbawa
keluar sebelum mereka tiba di tempat tujuannya. Penggunaan chelating agent
dapat membantu banyak. Chelating agent adalah senyawa yang dapat bergabung
dengan radioisotop tak larut dalam air membentuk senyawa baru yang larut
dalam air sehingga dapat dinbawa keluar tubuh. Chelating agent yang berasal
adalah EDTA (ethylene diamine tetracetic acid).

KESIMPULAN
Radiasi yang berbahaya ternyata berasal dari aktivitas manusia. Radiasi terbesar
diberikan oleh aktivitas medis, baru kemudian disusul dengan aktivitas lainnya. Reaktor
nuklir ternyata tidak memberikan dosis yang berlebihan, dengan catatan semua dosis yang
berlebihan, dengan catatan semua proses dikendalikan dengan baik. Sebab jika tidak,
reaktor nuklir melalui keteledoran manusia dapat membuat bencana yang tidak tanggung-
tanggung. Dampak biologis yang disebabkannya ada yang dapat segera dilihat, tapi ada
pula yang tampak setelah puluhan tahun lamanya.
Radiasi alamiah walaupun tidak tinggi dosisnya diduga ikut berperan dalam mutasi
gen dalam sejarah evolusi makhluk hidup. Setiap detik kita di bumi dihujani tak kurang
dari 27000 partikel radioaktif atau foton gelombang elektromagnetik. Setiap tumbukan
berpotensi menimbulkan kanker yang mematikan, tetapi untunglah kebolehjadiannya hanya
1 banding 5 x 1016, artinya 1000 orang terkena kanker akibat sinar kosmis di antara 5
milyar manusia per generasi (65 tahun).
Kristal no.6/Juni/1992 10

Anda dapat menghitung sendiri berapa dosis serapan ekivalen yang anda alami per
tahun lewat tabel 3, 4, 5 dan 6. Dosis tersebut secara kumulatif dapat anda ketahui
dampaknya berdasarkan tabel 2 hanya mungkin jika ada kecelakaan di reaktor nuklir atau
anda terkena ledakan bom nuklir. Ingat setiap rem dosis radiasi berarti mengurangi usia
anda 3-5 hari !
Setelah anda menghitung, maka akan yakinlah anda bahwa bahaya radiasi bagi
umat manusia sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan bahaya kecelakaan lalu-lintas,
bahaya penyakit macam kencing gula atau jantung.

RUJUKAN :

1. Harvard Project Physics: The Project Physics Course, Teacher Resource Book 6:
The Nucles, Holt, Rinehart & Winston, Inc., 1971
2. Meyer, Leo A. : Nuclear Power in Industry, American Technical Publisher, Inc.,
2nd ed., 1974
3. Horner, Jack K. : Natural Tadioavtivity in Water Supplies, Westview Press,
Inc., 1985
4. Krane, Kenneth S. : Introductory Nuclear Physics, John Wiley & Sons, Inc.,
1988
5. Miller, Jr., G. Tyler : Environmental Science : An Introduction, Wardsworth
Publishing Company, 1986

**************************************************