Anda di halaman 1dari 3

TITIK DIDIH

Titik didih suatu cairan ialah temperatur pada mana tekanan uap yang
meninggalkan cairan sama dengan tekanan luar. Oleh karena itu, titik didih
tergantung kepada tekanan luar yang berarti tergantung pula kepada tempat
cairan itu dipanaskan. Cairan yang dipanaskan di daerah pantai akan berbeda
dengan cairan yang dipanaskan di daerah pegunungan.

Tabel1. Perubahan titik didih air menurut ketinggian

Tekanan udara
Ketinggian
Lokasi rata-rata Titik didih air (°C)
(m)
(mmHg)
Permukaan laut 0 760 100
Gunung Mitchel (AS) 2037 589 93
Gunung Whitney (AS) 4418 451 86
Gunung Everest (Nepal) 8882 244 71

Proses mendidih biasanya ditandai dengan terbentuknya gelembung


gas. Bila tekanan uap sama dengan tekanan luar ( tekanan yang dikenakan ),
mulai terbentuk gelembung-gelembung uap dalam cairan. Karena tekanan uap
dalam gelembung sama dengan tekanan udara , maka gelembung itu dapat
mendorong diri lewat permukaan dan bergerak ke fase gas di atas cairan ,
sehingga cairan itu mendidih. Titik didih air ( dalam cairan lain ) beraneka
ragam menurut tekanan udara. Dipergunakan titik didih air kurang dari 100°C,
karena tekanan udara kurang dari 1 atm.

Saat , air berada dalam keadaan mendidih, gelembung-gelembung besar


mulai terbentuk dalam cairan akan naik ke permukaan. Bila gelembung itu
telah terbentuk, cairan yang tadinya menempati ruang ini didorong dan
permukaan cairan pada wadah dipaksa naik untuk melawan tekanan ke bawah
yang ditimbulkan oleh atmosfer. Suhu pada saat cairan mendidih disebut
“titik didih”. Jadi titik didih adalah temperatur dimana tekanan uap = tekanan
atmosfer.

Penambahan kecepatan panas pada cairan yang mendidih akan


mempercepat terbentuknya gelembung uap air. Cairan pun akan lebih cepat
mendidih , tapi suhu didih tidak naik. Titik didih cairan tergantung pada
besarnya tekanan atmosfer. Titik didih pada tekanan 1 atm (760 torr)
dinamakan sebagai “ titik didih normal “. Pada tekanan yang lebih besar maka
titik didihnya juga lebih tinggi, dan begitu juga sebaliknya. Suhu yang tetap
konstan dari cairan yang mendidih dapat dibuktikan bila kita merebus
makanan. Waktu air mendidih , suhu akan tetap selama ada air disekeliling
makanan tersebut berarti selama airnya belum habis makanan tak ada yang
hangus. Itu membuktikan bahwa titik didih berubah dengan berubahnya
tekanan.

Penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan menjadi


lebih tinggi daripada titik didih pelarut murninya. Selisih antara titik didih
larutan dengan titik didih pelarut murninya disebut kenaikan titik didih
larutan.

Percobaan-percobaan menunjukkan bahwa kenaikan titik didih tidak


bergantung kepada jenis zat terlarut, tetapi hanya bergantung pada
konsentrasi larutan. Untuk larutan encer, kenaikan titik didih sebanding
dengan kemolalan larutan.

Tetapan kenaikan titik didih molal adalah nilai kenaikan titik didih jika
konsentrasi larutan sebesar satu molal.
Titik didih dapat digunakan untuk memperkirakan secara tak langsung
berapa kuatnya Gaya tarik antara molekul cairan. Cairan yang gaya tarik antar
molekulnya kuat , titik didihnya tinggi dan sebaliknya bila gaya tariknya lemah
maka titik didihnya rendah. Ketergantungan titik didih pada gaya tarik antar
molekul terlihat pada gambar III. 2 , dimana titik didih beberapa senyawa
halogen dari unsur – unsur golongan IVA, VA , VIA , dan VII A, dibandingkan.
Mari kita lihat senyawa pada golongan IV A terlebih dahulu karena bentuknya
yang ideal , yaitu ukuran atom yang naik dari atas ke bawah ( dari CH4 ke
GeH4 ). Sedangkan titik didih naik sesuai dengan naiknya gaya London.
Kecenderungan yang sama terlihat pada senyawa berhidrogen dari unsur-
unsur golongan lain dimulai pada periode ketiga. Tetapi H2O, NH3, dan HF
mempunyai titik didih yang lebih tinggi karena adanya Gaya London antar
molekulnya.

Hal ini dapat diperkirakan dengan cara ekstrapolasi dari arah unsur-
unsur berat pada masing-masing golongan ( garis titik-titik pada gambar
III.2 ). Sekali lagi terlihat pengaruh dari ikatan hidrogen yang terdapat pada
H2O, NH3, dan HF dan tak ada pada senyawa hidrogen dari non logam lain.
Mungkin terlihat, bahwa air memiliki titik didih yang lebih tinggi dari pada
hidrogen fluorida walaupun HF lebih polar dari pada H2O.
Ikatan hidrogen dari NH3 lebih lemah dari pada ikatan hidrogen H2O atau
HF karena keelektronegatifitas nitrogen yang lebih rendah. Lagi pula
nitrogen hanya mempunyai sepasang elektron sunyi yang dapat dibuat ikatan
hidrogen. Sehingga setiap molekul rata-rata hanya diikat oleh 2 ikatan
hidrogen = satu dari molekul NH3 lain dan satu lagi ke molekul NH¬3 . jumlah
keseluruhannya adalah kekuatan ikatan hidrogen NH3 sangat kecil sehingga
titik didih NH3 lebih kecil dari pada HF atau H2O.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Titik_didih"