Anda di halaman 1dari 13

MODUL

SEMINAR AKUNTANSI

AKUNTANSI PERBANKAN

MODUL 7

DOSEN :

DIAH ISKANDAR,SE. M.Si

PROGRAM KELAS KARYAWAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MERCU BUANA


PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ( PSAK )
NOMOR 31
AKUNTANSI PERBANKAN ( REVISI 200 )

A. Latar Belakang

Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan ( financial


intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana, serta sebagai
lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Sedangkan PSAK
mendifinisikan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk
lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Falsafah yang mendasari kegiatan
usaha bank adalah kepercayaan masyarakat. Hal ini terlihat dalam kegiatan pokok bank yang
menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan serta deposito berjangka dan
memberikan kredit kepada pihak yang memerlukan dana.

Bank merupakan sektor usaha yang sangat penting dan berpengaruh dalam dunia
usaha. Banyak orang dan organisasi yang memanfaatkan jasa bank untuk menyimpan atau
meminjam dana. uang. Karena falsafah dasarnya adalah kepercayaan masyarakat maka untuk
menjaganya pemerintah banyak mengeluarkan peraturan di bidang perbankan. Terutama
masalah kesehatan bank yang berkaitan dengan likuiditas dan solvabilitas serta tingkat risiko
relatif yang melekat pada tipe usaha yang dijalankan bank yang bersangkutan. Karena itu,
akuntansi dan pelaporan keuangan bank juga berbeda.

Karena para pengguna harus dapat memahami laporan keuangan bank untuk
pengambilan keputusan maka PSAK mengeluarkan standar penyajian.

B. Penyajian dan Pengungkapan


Laporan Keuangan bank terdiri dari :
a. Neraca
b. Laporan laba rugi
c. Laporan arus kas
d. Laporan perubahan ekuitas, dan
e. Catatan atas laporan keuangan
a. Neraca
Dalam membuat klasifikasi aktiva dan kewajiban adalah dengan cara mengelompokkan
aktiva dan kewajiban tersebut berdasarkan karakteristiknya dan menyajikannya dalam urutan
yang mencerminkan likuiditasnya, urutan likuiditas secara garis besar akan sama dengan urutan
jatuh temponya.
Para pengguna laporan keuangan memerlukan informasi yang dapat memberikan
gambaran tentang hubungan dan ketergantungan bank dengan berbagai pihak seperti bank
lain, pelaku pasar uang lainnya dan penyimpan. Dengan demikian, bank mengungkapkan
secara terpisah :
a. saldo pada Bank Indonesia
b. penempatan pada bank lain
c. penempatan pada pasar uang
d. simpanan pada bank lain
e. simpanan lain

b. Laporan Laba Rugi


Bank menyajikan laporan laba rugi dengan mengelompokkan pendapatan dan beban
menurut karakteristiknya dan disusun dalam bentuk berjenjang atau multiple step yang
menggambarkan pendapatan dan atau beban yang berasal dari kegiatan utama bank dan
kegiatan lain. Laporan laba rugi menyajikan secara terperinci unsur pendapatan dan beban
serta membedakan antara unsur-unsur pendapatan dan beban yang berasal dari kegiatan
operasional dan nonoperasional.

Jenis pendapatan utama bank :


1. pendapatan bunga
2. pendapatan komisi dan provisi
3. pendapatan jasa lainnya

Jenis beban utama bank :


1. beban bunga
2. beban komisi
3. beban penyisihan kerugian aktiva produktif
4. beban yang terkait dengan penurunan nilai tercatat investasi
5. beban administrasi umum

Tidak semua pos-pos pendapatan dan beban dapat disalinghapuskan. Saling hapus harus
dilakukan secara hati-hati. Saling hapus yang tidak tepat dapat menyulitkan pengguna laporan
keuangan dalam memahami kinerja dan tingkat hasil dari aktiva tertentu yang diperoleh bank.
Keuntungan dan kerugian yang dapat dilaporkan secara neto adalah dari transaksi sebagai
berikut :
a. penjualan dan perubahan nilai tercatat efek
b. penjualan penyertaan efek investasi
c. transaksi dalam valuta asing

c. Laporan Perubahan Ekuitas


Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan peningkatan dan penurunan aktiva bersih atau
kekayaan bank selama periode bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang
dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

d. Laporan Arus Kas


Laporan arus kas disajikan sesuai dengan PSAK 2 (Laporan Arus Kas) dan harus
disusun berdasarkan kas selama periode laporan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada
Bank Indonesia dan giro pada bank lain.

e. Catatan Atas Laporan Keuangan


Catatan Atas Laporan Keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam
neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas yang perlu penjelasan harus didukung dengan
informasi yang dicantumkan dalam catatan atas laporan keuangan. Dengan memperhatikan
ketentuan PSAK lain, catatan atas laporan keuangan bank mengungkapkan hal-hal sebagai
berikut :
1. Analisis jatuh tempo aktiva dan kewajiban
Jatuh tempo didefinisikan sebagai berikut :
a) waktu yang tersisa sampai dengan tanggal pelunasan
b) periode sebagaimana diperjanjikan sampai dengan tanggal pelunasan
c) waktu yang tersisa sampai dengan tanggal yang diperkirakan akan terjadi
perubahan tingkat bunga

Dalam rangka membantu pengguna laporan keuangan memperoleh pemahaman yang


utuh atas jatuh tempo aktiva dan kewajiban, bank mungkin perlu melengkapi pengungkapan
dalam laporan keuangannya dengan informasi mengenai kemingkinan pelunasan dalam jangka
waktu yang tersisa. Dengan demikian manajemen dapat mengungkapkan informasi mengenai
periode yang efektif dan langkah-langkah yang ditempuh dalam mengelola serta mengendalikan
resiko yang terkait dengan berbagai kombinasi jatuh tempo dan bunga
2. Komitmen, kontijensi dan unsur-unsur diluar neraca (off balanced sheet items)
Kadang-kadang bank mengadakan transaksi yang tidak berakibat pada pengakuan
aktiva atau kewajiban pada neraca tapi berakibat pada timbulnya komitmen dan kontijensi. Pos-
pos neraca seperti itu sering kali merupakan bagian penting dari usaha suatu bank dan dapat
berdampak signifikan terhadap tingkat resiko yang dihadapi oleh suatu bank. Para pengguna
laporan keuangan perlu mengetahui komitmen dan kontijensi yang tidak dapat dibatalkan dari
suatu bank karena komitmen dan kontijensi tersebut dapat mempengaruhi likuiditas dan
solvabilitas bank serta dapat menimbulkan kemungkinan kerugian bagi bank. Para pengguna
juga memerlukan informasi yang memadai tentang gambaran dan jumlah transaksi di luar
neraca yang dilakukan oleh bank.

3. Konsentrasi aktiva, kewajiban, dan unsur-unsur di luar neraca


Bank harus mengungkapkan konsentrasi yang signifikan dari aktiva, kewajiban, dan
unsur-unsur di luar neraca. Pengungkapan tersebut bisa berdasarkan daerah geografis,
kelompok nasabah atau industri atau konsentrasi resiko lain. Bank juga harus mengungkapkan
resiko mata uang asing yang signifikan.
4. Perkreditan
Bank harus mengungkapankan hal-hal berikut :
a) jenis kredit, sektor ekonomi, dan jumlah kredit masing-masing
b) jumlah kredit yang diberikan kpd pihak yang mempunyai hubungan istimewa
c) kedudukan bank dalam pembiayaan bersama dan besarnya porsi yang dibiayai
d) jumlah kredit yang telah direstrukturisasi dan informasi lain tentang kredit yang
direkstrukturisasi selama periode berjalan
e) klasifikasi kredit menurut jangka waktu, kolektibilitas, valuta dan tingkat bunga
kredit yang dihitung secara rata-rata
f) ikhtisar perubahan penyisihan kerugian dan penghapusan kredit yang diberikan
dalam tahun yang bersangkutan yang menunjukkan saldo awal, penyisihan selama
tahun berjalan, penghapusan selama tahun berjalan, pembayaran kredit yang telah
dihapusbukukan dan saldo penyisihan pada akhir tahun
g) kebijakan dan metode akuntansi penyisihan, penghapusan dan penanganan
kredit bermasalah
h) metode yang digunakan untuk menentukan penyisihan khusus dan umum
i) kebijakan, manajemen, dan pelaksanaan pengendalian resiko portofolio kredit
j) besarnya kredit bermasalah dan penyisihannya untuk setiap sektor ekonomi
k) saldo kredit yang sudah dihentikan pembebanan bunganya

5. Aktiva yang dijaminkan


Bank harus mengungkapkan jumlah keseluruhan kewajiban yang dijamin, karakteristik
dan nilai tercatat aktiva yang dijadikan jaminan.
6. Instrumen derivatif
Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah :
a) kebijakan akuntansi, bidang usaha, jumlah dan persentase serta instrumen
derivatif untuk tujuan investasi
b) karakteristik kualitatif kegiatan perdagangan dan jenis derivatif
c) karakteristik kuantitatif kegiatan perdagangan dan jenis derivatif
7. Kegiatan wali amanat (trustee)
Bank kadang-kadang bertindak sebagai wali amanat atau menjalankan kegiatan amanat
lainnya dengan menguasai atau mengelola aktiva mewakili individu, yayasan, dana pensiun,
atau lembaga lainnya. Jika bank bertindak sebagai wali amanat maka bank harus
mengungkapkan gambaran mengenai kegiatan tersebut karena resiko kewajiban mungkin
timbul bila bank gagal dalam kegiatan amanatnya.

8. Pengungkapan tambahan untuk pos tertentu


• bank harus mengungkapkan jenis transaksi, jumlah penempatan, dan jenis valuta
asing dari penempatan antarbank
• hal-hal yang berkaitan dengan efek diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan sesuai dengan PSAK 50 dengan tambahan pengungkapan hal-hal
berikut :
a. jenis dan jumlah nilai nominal efek
b. harga pasar
c. jenis valuta
d. kelompok penerbitnya
e. peringkat efek
f. kolektibilitas

• bank harus mengungkapkan perincian simpanan mengenai


:
g. jumlah giro dan deposito berjangka yang diblokir dan dijadikan
jaminan kredit dan transaksi/fasilitas perbankan lainnya
h. pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro
i. komposisi besarnya pemilikan deposito dan sertifikat deposito
menurut jenis mata uang rupiah dan valuta asing.
• bank harus mengungkapkan perincian pinjaman yang
diterima mengenai :
j. jenis pinjaman yang diterima
k. jenis valuta
l. perikatan yang menyertainya
m. nilai aktiva yang dijaminkan

• bank harus mengungkapkan jenis valuta dan perikatan


yang menyertainya atas pinjaman subordinasi yang diterima

9. Pengungkapan hal-hal penting lainnya


- Bank harus mengungkapkan posisi devisa neto menurut jenis mata
uang
- Bank wajib mengungkapkan dalam catatan tersendiri mengenai
kegiatan dan informasi lainnya anatar lain :
a. kegiatan wali amanat
b. penitipan harta
c. penyaluran kredit kelolaan
d. rasio kecukupan modal
e. rasio aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap total aktiva
produktif
f. resiko umum yang dihadapi
g. transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
h. kerugian atas pinjaman dan uang muka

LAPORAN KEUANGAN DAN BANK

Bentuk laporan pertanggung jawaban pimpinan perusahaan adalah berupa


ikhtisar keuangan yang biasanya dari : Neraca, perhitungan laba rugi, laba ditahan, perubahan
posisi keuangan. Laporan keuangan dalam perusahaan bank, laporan keuangannya sama
dengan laporan keuangan perusahaan lainnya.
Ketiga jenis laoran keuangan yang diwajibkan oleh prinsip akuntansi dan seluruh pihak yan
berkepentingan denngan bank dapat mengetahui profil keuangan bank yang bersangkutan
adalah :

1. Neraca bank : gambaran posisi keuangan suatu bank pada suatu saat tertentu.
2. Ikhtisar laba rugi : hasil kegiatan atau operasional suatu bank selama suatu periode
tertentu.
3. Ikhtisar perubahan posisi keuangan: memperlihatkan dari mana sumber pendanaan
bank dan kemana saja dana yang telah diserapnya disslurkan.

TUJUAN, KONSEP DASAR, SIFAT DAN “KETERBATASAN” LAPORAN KEUANGAN

Tujuan akuntansi

Pada dasarnya akuntansi dimaksudkan untuk menyediakan informasi keuangan mengenai


suatu perusahaan yang akan dipergunakan leh pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses
pengaambilan keputusan. Suatu laporan akan lebih bermanfaat apabila memenuhi syarat
dibawah ini :

1. Relevan : data yang diolah dan disajikan dalam laporan keuangan hanyalah daa
yangada kaitanya dengan transaksi yang bersangkutan.
2. Jelas dan dapa dimengerti : informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuanan
harus ditampilkan dengan cara sedemikian rupa hingga jelas dapat dipahami dan
dimengerti oleh semua pmebaca laporan keuangan.
3. Dapat diuji kebenarannya : data dan informasi yang dissajikan dalam laporan
keuangan harus dapat ditelusuri kapada bukti asalnya, baik dalam bentuk dkumen dasar,
formulir barharga, maupun fisik aktiva yang bersangkutan.
4. Netral : lapran keuangan haruslah disajikan untuk dapat dipergunakan oleh semua
pihak.
5. Tepat waktu : laporan keuangan harus memiliki periode pelaporan, sehingga jelas batas
pelaporan dari posisi harta, hutang, modal, pendapatan, dan iaya dari perusahaan yang
akan dilaorkan.
6. Dapat diperbandingkan : laporan keuangan yang disajikan harus dapat
diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya sebagai dasar untuk mengikuti
perkembangan arah dari harta, hutang, modal, pendapatan, serta biaya.
7. Lengkap : Data yang disajaian dalam informasi akuntansi, baika neraca, ikhtisar laba
rugi,maupun ikhtisar posisi keuangan, haruslah lengkap sehingga tidak memberikan
informasi yang menyessatkan bagi para pemakai laporan keuangan.
Konsep dasar akuntansi

Akuntansi sebagai suatu sistem mengenai beberapa asumsi atau terdapat adanya konsep dasar
akuntansi yang merupakan sumber dari prinsip-prinsip akuntansi.

1. Kesatuan akuntansi : data dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus
jelas menyebukan unit atau perusahaan yang dilaprkan.
2. Kesinambungan perusahaan : akkuntansi diperlukan oleh pihak yang berkepentingan
karena didasarkan pada asumsi kesinambungan usaha.
3. Periode akuntansi : Adanya batasn waktu pelaporan informasi keuangan kepada
manajemen yang dapat di[ergunakan sebagai dasar pengambilan keputussan.
4. pengukuran dalam nilai uang : informasi akuntansi yang disajikan haurs memiliki
keseragamana bahasa, yakni uang.
5. Harga perolehan : Nilai inilah yang akan disajikan dalam laporan keuangan.
6. Penetapan pendapatan dan biaya : pelaporan pendapatan dan biaya harus jelas
menunjukan peiode dimana harus dilaporankan dan kaitannya dengan aktiva dan hutang
yang bersangkutan.
7. Konsisten : Penerapan akan pronsip akuntansi harus dilakukakan secara konsisten dari
satu perioddde ke periode lainnya.
8. Objekitivitas : data dan informasi keuangan harus disajikan dengan tidak memandang
dan mempertimbangkan satu atau pihak tertentu lainnya.
9. Materialitas : dat dan informasi keunagn yang timbul dari trnasaksi yang jumlahnya
relatif kecil dan tidak berarti terhadap laporan keuangan dapat diabaikan.
10. Konservatisme : penyajian informasi keuangan dihadapkan pada prinsip keberhati-
hatian, yakni tehadap pencatatan pendapaan dan biaya.
11. Pernyatan terbuka : informasi yang diketahui dan sudah terjadi maupun yang pontensial
akan terjadi.
12. Realisasi : data informasi keuangan yang disajikan harus jelas menyajikan dasar
pengakuan pendapatan yangtelah dicerminkan dalam ikhtisar laba rugi.

Sifat dan keterbatasan laporan keuangan

Laporan keuangan yang telah disusun dan disajikan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku
memiliki sifat dan keterbatasan yaitu :

1. Laporan keuangan bersifat histories, yaitu kejadian yang telah lewat.


2. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan
pihak tertentu.
3. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidak pastian.
4. Laporan keuangan yang menggunakan istilah-istilah teknis.
Sumber dana pembuatan laporan keuangan bank adalah SAK dan PSAK No. 31 yang
merupakn aplikasi dibidang perbankan.

MACAM LAPORAN KEUANGAN BANK

Laporan keuangan yang disajikan oleh suatu bank terdiri dari :

1. Neraca, harus disusun secara sistematis sehingga dapat memberikan gambaran


mengenai posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu, maka dianut prinsip
prinsip pelaporan sebagaimana disebutkan dibawah ini :
a. Pemisahan pos-pos efektif dan administrasi
b. Prioritas valuta asing dan rupiah
c. Prioritas antarbank dan bukan antarbank
d. Rekening andmistrasi
2. Perhitungan laba rugi bank selama suatu eriode tertentu
3. Ikhtisar perubahan posisi keuangan
4. Catatan yang diperlukan

TRANSAKSI-TRANSAKSI INTERN DAN EKSTERN DALAM BANK

Transaksi intern adalah transaksi yang mempengaruhi pos-pos dalam bank saja yakni
tidak melibatkan pihak ketiga. Transaksi ekstern adalah transaksi yang dilakukan karena
melibatkan pihak ketiga dan bank dan menyebabkan berubahnya hutang atau piutang bank.

A. Transaksi Intern
Adalah transaksi yang hanya melibatkan pihak bank saja dan tidak ada keterkaitan pihak
ke tiga.

Contoh : transaksi pembelian aktiva bank

B. Transaksi Ektern
Adalah transaksi yang melibatkan baik pihak bank maupun pihak ke tiga yang
menyebabkan berubahnya hutang piutang.
Contoh : transaksi penyetoran uang tabungan oleh nasabah, transaksi pembayaran bunga
oleh bank.

Proses Akuntansi Umum


Produk akhir dari suatu kegiatan akuntansi keuangan adalah laporan keuangan, yang terdiri dari
neraca ikhtisar laba rugi dan laba ditahan dan ikhtisar perubahan posisi keuangan. Laporan
keuangan akan disajikan kepada manajemen perusahaan untuk dianalisa sebagai dasar untuk
pengambilan keputusan keuangan.

Jadi, pada dasarnya, kegiatan akuntansi mencakup pencatatan seluruh transaksi usaha atau
bisnis ke dalam buku – buku pembantu dan buku besar., menggolongkannya kedalam aktiva,
hutang, modal, pendapatan atau biaya, kemudian dijabarkan dalam bentuk laporan keuangan
bagi kepentingan manajemen.

Jelas terlihat bahwa kecermatan pencatatan data akuntansi merupakan syarat mutlak untuk
mendapatkan informasi yang relevan yang berguna untuk pengambilan keputusan.

Proses Akuntansi Bank

Pada dasarnya proses akuntansi bank sama dengan akuntansi umum dalam akuntansi bank
banyak ditemukan buku – buku pembantu yang semuanya ditujukan untuk mencatat dan
mengikuti arus data keuangan atas seluruh transaksi yang telah terjadi dalam bank baik
transaksi intern maupun ekstern volume transaksi yang banyak ini harus diproses pada hari
yang sama untuk disajikan dan dijabarkan dalam bentuk laporan keuangan harian, neraca dan
laba rugi kepada manajemen.

Proses akuntansi bank untuk memiliki volume transaksi besar ini dapat dilakukan secara manual
ataupun dengan komputerisasi. Perbedaan menyolok dari kedua proses tersebut adalah
kemampuan, kecepatan dan kecermatan pemrosesan data akuntansi tersebut dapat disajikan di
bawah ini.

1. Proses Akuntansi Bank Secara Manual

Akuntansi keuangan bank yang dikerjakan secara manual banyak mempergunakan buku –
buku pembantu yang harus dipelihara setiap hari, prosedur pembukuan menjadi sangat
panjang dan memerlukan banyak kertas dan tempat untuk menyimpan semua arsip.
Dalam pengolahan transaksi bank dengan komputerisasi seluruh proses kegiatan
pencatatan mulai dari buku harian hingga buku besar dan laporan keuangan (kecuali catatan
atas laporan keuangan) dikerjakan oleh suatu unit yaitu komputer. Komputer yang akan
mengolah semua data bisnis secara tepat, cermat dan lengkap.

Pencatatan oleh satu pihak, yaitu komputer bukan berarti melanggar system internal control
dalam bank yang harus dipelihara secara mutlak oleh bank . berikut ini penjabaran proses
akuntansi bank dan komputerisasi.
Perbedaan antara proses akuntansi secara manual dan komputerisasi manual :
a. Semua pekerjaan mulai dari proses pencatatan hingga pengikhtisaran dilakukan oleh
tangan manusia.
b. Unsur manusia memegang peranan penting dalam menjalankan proses akuntansi.
c. Kecermatan dan ketepatan waktu dalam mencatat data keuangan dan penyajian laporan
keuangan merupakan issue yang kritis.
d. Perlu pemisahan antara petugas yang mempersiapkan buku harian, jurnal dan buku
besar.

Komputerisasi

a. Hanya melibatkan proses dengan tangan manusia dalam kegiatan key in transaksi
(mencatat dokumen bisnis) kedalam media komputer.
b. Kecermatan dan ketepatan waktu pencatatan dan penyajian informasi keuangan terjamin
oleh komputer.
c. Unsur yang paling kritis adalah program komputer yang dipergunakan dalam memproses
kegiatan akuntansi.

SISTEM REKENING SUATU BANK

Sistem penomoran rekening – rekening yang ada dalam suatu bank harus menunjukkan
informasi yang cepat akan arti dan maksud dibalik penomoran tersebut. tujuan memberikan
nomor rekening ini adalah untuk dapat mencari data dengan cepat dan menyajikannya apabila
diperlukan.

DATABASE DALAM KOMPUTER

Untuk menunjang kebutuhan sistem informasi bank yang efektif, diperlukan adanya suatu pusat
data yang dapat diakses oleh pihak tertentu yang memerlukannya. Data base dalam bank
merupakan sarana penyimpanan beragam files/ arsip yang dapat dikomunikasikan satu sama
lain. Data base yang cocok dan baik untuk dipelihara dan dimiliki oleh suatu bank adalah
Relational Database.

Dalam Relational Database, semua arsip/ files akan memiliki satu unique key sebagai alat
penghubung yang dapat berkomunikasi satu sama lain. Arsip – arsip yang akan dimanupulir
tersebut akan diakses melalui data base management software (DBMS). DBMS ini yang akan
berfungsi sebagai perantara antara si pemakai dan seluruh arsip yang akan diaksesnya.