PARAGENESIS, KONDISI FORMASI, DAN INKLUSI FLUIDA GEOTHERMAL PADA BIJIH

OLEH: ANDI ANASFATIR RAHMAT HARNAS NOER AULIA RAHMAN LEONARD SUBASTIAN ISTIKA WAHYUNI (D62108252) (D62108253) (D62108254) (D62108255) (D62108256)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

Aplikasi data keseimbangan fasa yang relevan 3.A. logam berharga. Menguraikan sejarah Geologi endapan Mineral 2. logam pengotor) HAL YANG PERLU DIPERLAKUKAN UNTUK PENGUJIAN PARAGENESIS: 1. PENTINGNYA MEMPELAJARI PARAGENESIS: 1. Dalam bidang Eksplorasi: Mengetahui hubungan antar logam (logam penunjuk. Integrasi data geologi dan mineralogi yang tersedia untuk endapan Teknik Pertambangan·08 Universitas Hasanuddin . PENDAHULUAN PARAGENESIS adalah Urutan pembentukan mineral ikutan dalam endapan bijih. Conto bijih representatif 2.

Untuk endapan yang tidak mengalami atau sedikit mengalami mineralisasi maka contonya harus berukuran lebih besar 4. Ukuran sampel dan jumlah sampel harus dapat mewakili seluruh endapan bijih di lapangan. 2. Atau dengan menggabungkan hand sample dengan sayatan poles Teknik Pertambangan·08 Universitas Hasanuddin .B.1 PEMILIHAN DAN PREPASASI CONTO 1. Kualitas conto lebih penting (memiliki fitur planar) 3.

arsenides. Colloform banding biasanya terjadi pada besi dan oksida mangan. mineral uranium. pembentukan overgrowths colloform pirit dan marcasite B.2 MORFOLOGI DAN HUBUNGAN BATAS BUTIRAN PADA KRISTAL  Kristal euhedral terbentuk pertama kali yang kemudian ditumbuhi mineral lain  Morfologi kristal membantu interpretasi paragenesis  Contoh: 1. Colloform banding terjadi karena adanya pertuukaran fluida pada mineral. pembentukan sfalerit dan galena euhedral 3. patahan terjadi pada batuan induk 2. dan di pirit dan sfalerit Teknik Pertambangan·08 Universitas Hasanuddin .3 COLLOFORM BANDING DAN PERTUMBUHAN ZONASI Colloform banding merupakan suatu pertumbuhan berlebih pada botryoidal konsentris yang memancarkan kristal halus.B. termasuk nodul mangan.

Teknik Pertambangan·08 Universitas Hasanuddin . ‡ Fluoresensi.4 CATHODOMUMINESCENCE DAN FLUORESCENCE ‡ Cathodomuminescence teknik yang mempercepat elektron yang berdiameter 1 cm menggunakan arus potensial 10-15 kv.B. merupakan kenampakkan emisi cahaya sebagai tanggapan paparan ultraviolet (UV) ringan. sangat mirip dengan cathodoluminescence dan dengan demikian menyediakan cara lain untuk mengumpulkan informasi paragenetic yang berasal dari bagian yang dipoles atau tipis.

6 PENGGANTIAN ‡ Penentu paragenesis ‡ Pergantian terjadi reaksi kimia permukaan diawali dari batas kristal atau awal rekahan ‡ Contoh: pirit digantikan oleh kalkopirit. covellite.5 HUBUNGAN CROSS-CUTTING ‡ Kunci interpretasi paragenesis yaitu hubungan lintas sektoral ‡ Pada veinlet yang saling berpotongan degan veinlet lainnya.B. B. akan memasuki urutan paragenesis. atau gutit Teknik Pertambangan·08 Universitas Hasanuddin .

B. kehadirannya di hanya beberapa butir mineral tertentu mungkin berguna dalam membedakan generasi yang berbeda mineral yang kembar. atau sebagai hasil dari deformasi. ‡ Deformasi twinning dapat berfungsi sebagai indikator deformasi selama urutan bijih terbentuk Teknik Pertambangan·08 Universitas Hasanuddin .7 KEMBARAN/ TWINNING ‡ Twinning bisa terbentuk selama pertumbuhan awal melalui inversi. karena twinning pertumbuhan merupakan fungsi dari suhu dan tingkat jenuh bijih cairan dan kinetika.

B. ‡ Di-fe Cu-Ni (Pt) bijih berasosiasi dengan batuan ultrabasa (bagian 9. Ni) monosulfide 1-xS solid dari waktu pembentukan awal pada 90010000oC sampai bijih dingin di bawah 4000oC Teknik Pertambangan·08 Universitas Hasanuddin .3) hampir semua nikel tetap dimasukkan dalam larutan (Fe.8 EXSOLUTION ‡ Exsolution adalah umum dalam beberapa jenis bijih dan mungkin berguna dalam menguraikan tahap tertentu paragenesis tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful