Anda di halaman 1dari 9

STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA

Chemical Engineering Department


Kimia Analitik Instrument ( Penentuan Oksigen Terlarut )

PENENTUAN OKSIGEN TERLARUT

1. TUJUAN PERCOBAAN
Mengukur kadar oksigen terlarut pada suatu cairan/sampel

2. ALAT YANG DIGUNAKAN


- Gelas Kimia 100ml dan 400ml

- Pipet tetes

- Labu takar 50ml

3. GAMBAR ALAT (TERLAMPIR)


4. BAHAN YANG DIGUNAKAN
- Mizone

- Air PDAM

- Air Selokan

5. DASAR TEORI
Oksigen terlarut (dissolved oxygen, disingkat DO) atau sering juga disebut dengan
kebutuhan oksigen (Oxygen demand) merupakan salah satu parameter penting dalam
analisis kualitas air. Nilai DO yang biasanya diukur dalam bentuk konsentrasi ini
menunjukan jumlah oksigen (O2) yang tersedia dalam suatu badan air. Semakin besar nilai
DO pada air, mengindikasikan air tersebut memiliki kualitas yang bagus. Sebaliknya jika
nilai DO rendah, dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar. Pengukuran DO juga
bertujuan melihat sejauh mana badan air mampu menampung biota air seperti ikan dan
mikroorganisme. Selain itu kemampuan air untuk membersihkan pencemaran juga
ditentukan oleh banyaknya oksigen dalam air. Oleh sebab pengukuran parameter ini
sangat dianjurkan disamping paramter lain seperti kob dan kod.
Di dalam air, oksigen memainkan peranan dalam menguraikan komponen-
komponen kimia menjadi komponen yang lebih sederhana. Oksigen memiliki kemampuan
STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA
Chemical Engineering Department
Kimia Analitik Instrument ( Penentuan Oksigen Terlarut )

untuk beroksida dengan zat pencemar seperti komponen organik sehingga zat pencemar
tersebut tidak membahayakan. Oksigen juga diperlukan oleh mikroorganisme, baik yang
bersifat aerob serta anaerob, dalam proses metabolisme. Dengan adanya oksigen dalam
air, mikroorganisme semakin giat dalam menguraikan kandungan dalam air. Reaksi yang
terjadi dalam penguraian tersebut adalah:

Jika reaksi penguraian komponen kimia dalam air terus berlaku, maka kadar oksigen
pun akan menurun. Pada klimaksnya, oksigen yang tersedia tidak cukup untuk
menguraikan komponen kimia tersebut. Keadaan yang demikian merupakan pencemaran
berat pada air.
Untuk mengukur kadar DO dalam air, ada 2 metode yang sering dilakukan:
a. Metoda titrasi dengan cara WINKLER
b. Metoda elektrokimia

Analisis Oksigen Terlarut


Analisis oksigen terlarut dapat ditentukan dengan 2 macam cara, yaitu :
a. Metoda titrasi dengan cara WINKLER
Prinsipnya dengan menggunakan titrasi iodometri. Sampel yang akan
dianalisis terlebih dahulu ditambahkan larutan MnCl2 den Na0H - KI, sehingga
akan terjadi endapan Mn02. Dengan menambahkan H2SO4 atan HCl maka
endapan yang terjadi akan larut kembali dan juga akan membebaskan molekul
iodium (I2) yang ekivalen dengan oksigen terlarut.
Iodium yang dibebaskan ini selanjutnya dititrasi dengan larutan standar
natrium tiosulfat (Na2S203) dan menggunakan indikator larutan amilum (kanji).
Reaksi kimia yang terjadi dapat dirumuskan :
MnCI2 + NaOH ==> Mn(OH)2 + 2 NaCI
2 Mn(OH)2 + O2 ==> 2 MnO2 + 2 H20
MnO2 + 2 KI + 2 H2O ==> Mn(OH)2 + I2 + 2 KOH
I2 + 2 Na2S2O3 ==> Na2S4O6 + 2 NaI
STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA
Chemical Engineering Department
Kimia Analitik Instrument ( Penentuan Oksigen Terlarut )
STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA
Chemical Engineering Department
Kimia Analitik Instrument ( Penentuan Oksigen Terlarut )

Kelebihan dan Kelemahan Metode Winkler


1. Kelebihan Metode Winkler dalam menganalisis oksigen terlarut (DO) adalah
dimana dengan cara titrasi berdasarkan metoda WINKLER lebih analitis, teliti
dan akurat apabila dibandingkan dengan cara alat DO meter. Hal yang perlu
diperhatikan dala titrasi iodometri ialah penentuan titik akhir titrasinya,
standarisasi larutan tio dan penambahan indikator amilumnya. Dengan
mengikuti prosedur yang tepat dan standarisasi tio secara analitis, akan
diperoleh hasil penentuan oksigen terlarut yang lebih akurat. Sedangkan cara
DO meter, harus diperhatikan suhu dan salinitas sampel yang akan diperiksa.
Peranan suhu dan salinitas ini sangat vital terhadap akurasi penentuan oksigen
terlarut dengan cara DO meter. Disamping itu, sebagaimana lazimnya alat yang
digital, peranan kalibrasi alat sangat menentukan akurasinya hasil penentuan.
Berdasarkan pengalaman di lapangan, penentuan oksigen terlarut dengan cara
titrasi lebih dianjurkan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Alat DO
meter masih dianjurkan jika sifat penentuannya hanya bersifat kisaran.
2. Kelemahan Metode Winkler dalam menganalisis oksigen terlarut (DO) adalah
dimana dengan cara WINKLER penambahan indikator amylum harus dilakukan
pada saat mendekati titik akhir titrasi agar amilum tidak membungkus iod
karena akan menyebabkan amilum sukar bereaksi untuk kembali ke senyawa
semula. Proses titrasi harus dilakukan sesegera mungkin, hal ini disebabkan
karena I2 mudah menguap. Dan ada yang harus diperhatikan dari titrasi
iodometri yang biasa dapat menjadi kesalahan pada titrasi iodometri yaitu
penguapan I2, oksidasi udara dan adsorpsi I2 oleh endapan.

Metoda elektrokimia
Cara penentuan oksigen terlarut dengan metoda elektrokimia adalah cara
langsung untuk menentukan oksigen terlarut dengan alat DO meter. Prinsip
kerjanya adalah menggunakan probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda
yang direndam dalam larutan elektrolit. Pada alat DO meter, probe ini biasanya
menggunakan katoda perak (Ag) dan anoda timbal (Pb).
STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA
Chemical Engineering Department
Kimia Analitik Instrument ( Penentuan Oksigen Terlarut )

Secara keseluruhan, elektroda ini dilapisi dengan membran plastik yang bersifat
semi permeable terhadap oksigen. Reaksi kimia yang akan terjadi adalah

Katoda : O2 + 2 H2O + 4e ==> 4 HO-


Anoda : Pb + 2 HO- ==> PbO + H20 + 2e

6. PROSEDUR PERCOBAAN
- Menyiapkan larutan yang akan diukur kandungan oksigen terlarutnya
- Memasang elektroda pada alat
- Buka penutup elektroda
- Menghidupkan alat dengan menekan tombol POWER
- Mencelupkan elektroda pada larutan
- Menekan zero, menekan tombol ppm(mg/L) untuk melihat kadar oksigen dalam persen (%)
lalu menekan lagi tombol ppm(mg/L) untuk melihat kadar oksigen dalam ppm
- Mencatat tiap-tiap nilai yang ada atau ditunjukkan pada display telah stabil

7. DATA PENGAMATAN
Kadar Oksigen Terlarut
No. Jenis sampel Suhu (OC)
ppm %
1. Air selokan 0,3 1,7 29,5
2. Air PDAM 1,9 5,4 29,7
3. Mizone baru dibuka 21,2 5,4 29,1
4. Mizone dibuka 3 menit 46,6 23,1 29,4
5. Mizone dibuka 8 menit 58,2 29,7 29,4
STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA
Chemical Engineering Department
Kimia Analitik Instrument ( Penentuan Oksigen Terlarut )

8. ANALISA PERCOBAAN
Pada uji kadar oksigen terlarut dalam beberapa sampel dapat dianalisa bahwa dari ketiga
sampel yang di uji antara lain air bersih (PDAM), air selokan serta minuman berisotonik bermerk
Mizone mempunyai kadar oksigen terlarut yang bervariatif.
Ketika sampel pertama (air selokan) dicelupkan elektroda, mempunyai nilai kandungan
oksigen 1,7 % dengan nilai konstrasi sebesar 0,3 ppm. Kandungan oksigen didalam air selokan ini
sangat sedikit sekali, hal ini dikarnakan (diasumsikan) kemungkinan air tersebut telah tercemar
oleh limbah buangan di daerah tersebut yang mungkin didalam air tersebut terdapat
mikroorganisme yang hidup yang dapat menghabiskan oksigen terlarut meskipun dalam jumlah
sedikit, sehingga kadar oksigen terlarut pada air selokan yang di uji sangat sedikit.
Pada sampel kedua (air bersih PDAM), mempunyai nilai oksigen terlarut sebesar 5,4 %
dengan konsentrasi 1,9 ppm. Kadar oksigen terlarut pada sampel kedua ini lebih banyak
dibandingkan dengan sampel kedua. Hal ini dikarenakan selain air bersih dari PDAM itu bersih dan
steril, sehingga meminimalkan pertumbuhan mikroorganisme yang kemungkinan hidup didalam
air tersebut yang dapat mengurangi kadar oksigen terlarut, selain itu air bebas dari pencemaran.
Pada sampel terakhir (Mizone) dengan pembagian sampel menjadi 3 bagian (sampel
pertama baru dibuka, kedua: setelah didiamkan selama 3 menit dari awal dibuka, dan 8 menit dari
awal dibuka). Pada sampel pertama dari sampel mizone, mempunyai kadar oksigen paling sedikit
dibandingkan dengan ketiga sampel pembangian yang lain, nilai kadar oksige terlarut dari masing-
masing sampel menunjukkan peningkatan berbanding lurus dengan waktu.
Hal ini dikarenakan oksigen terlarut didalam air berasal dari udara selain itu juga tergantung
kepada temperature, tekana udara sekitar serta kadar menieral didalam air, sehingga
kemungkinan untuk semakin bertambahnya oksigen terlarut didalam sampel ketiga semakin
meningkat.
STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA
Chemical Engineering Department
Kimia Analitik Instrument ( Penentuan Oksigen Terlarut )

9. KESIMPULAN
Dari data yang telah didapatkan , dapat dianalisa bahwa :
1. Penentuan klorin dalam suatu sampel dapat dilakukan menggunakan alat kolorimetri yang
menggunakan prinsip berdasarkan warna yang terbentuk setelah penambahan serbuk DPD.
2. Semakin pekat warna yang terbentuk maka semakin besar pula kadar klorin yang terdapat
dalam sampel tersebut.
3. Dissolved oxygen adalah kadar oksigen terlarut dalam suatu larutan.
Oksigen terlarut dapat di ukur menggunakan alat LTtlutron YK 22DO.
4. Pada pengukuran DO dengan dapat disimpulkan bahwa semakin lama tersebut berkontak
dengan udara maka kadar oksigen nya semakin meningkat karena oksigen terlarut dalam
air berasal dari udara.
STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA
Chemical Engineering Department
Kimia Analitik Instrument ( Penentuan Oksigen Terlarut )

GAMBAR ALAT
STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA
Chemical Engineering Department
Kimia Analitik Instrument ( Penentuan Oksigen Terlarut )

DAFTAR PUSTAKA

 (http://aimyaya.com/id)
 http://teknologikimiaindustri.blogspot.com/2011/02/oksigen-terlarut-ot-dissolved-
oxygen-do.html
 http://scrib.com/penentuan/kadar/air

Anda mungkin juga menyukai