Anda di halaman 1dari 31

PENDIDIKAN

ORANG DEWASA
( POD)
TIM PL 1 -

DISAMAPAIKAN PADA PENYELENGGARAAN SL-PTT KEDELE BAGI


PEMANDU LAPANG II di BAPELTAN PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2011
TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM
( TPU )

Setelah selesai berlatih peserta


memahami tentang konsep Pendekatan
Pendidikan Orang Dewasa dalam
Kepemanduan
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
( TPK)

Setelah selesai berlatih peserta dapat :


1 Menjelaskan pengertian-pengertian dan
. konsep yang mendasari andragogi,
2 Menjelaskan Prinsip-Prinsip Belajar
Orang Dewasa dan menyebutkan
Karakteristik Warga Belajar Dewasa
3 Menjelaskan Karakteristik Pengajar
Orang Dewasa
PENGERTIAN

ANDRAGOGI : ANDRA : dewasa


AGOGOS : membimbing
Jadi ANDRAGOGI adalah Seni dan ilmu
membimbing orang dewasa
MENDIDIK : usaha yang ditujukan kepada
pengembangan budi pekerti, semangat,
kecintaan.
MENGAJAR : memberi pelayanan tentang
berbagai ilmu yang bermanfaat bagi
perkembangan kemampuan intelektualitas
sasaran didik
MELATIH ; memberikan sejumlah
keterampilan tertentu yang dilakukan secara
berulang.
MEMANDU : menuntun .
PENGERTIAN PEMBELAJARAN

“Pembelajaran ialah suatu proses


yang dilakukan individu untuk mem
peroleh suatu perubahan perilaku
yang baru secara ke seluruhan,
sebagai hasil dari pengalaman
individu itu sendiri dalam interaksi
dengan lingkungannya”
INTERAKSI
PEMBELA- WARGA
FALILITATORJARAN BELAJAR

SITUASI PEMBELAJARAN

PENDEKATAN ANDRAGOGI
KONSEP YANG MENDASARI
ANDRAGOGI
1. KONSEP DIRI
2. PERANAN PENGALAMAN
3. KESIAPAN BELAJAR
4. ORIENTASI WAKTU
PRINSIP BELAJAR
ORANG DEWASA

ORANG DEWASA BELAJAR DG BAIK APABILA :


• SECARA PENUH AMBIL BAGIAN
DALAM KEGIATAN BELAJAR
• MENARIK DAN ADA KAITANNYA DG
KEHIDUPAN SEHARI HARI
• BERMANFAAT DAN PRAKTIS
LANJUTAN

• PERLU DORONGAN SEMANGAT DAN


PENGALAMAN YG TERUS MENERUS

MEMPUNYAI KESEMPATAN
UNTUK MEMANFAATKAN SECARA
PENUH
• PROSES BELAJARNYA DI PENGARUHI
OLEH PENGALAMAN DAN DAYA FIKIR
• DALAM PROSESNYA SALING
PENGERTIAN
DAUR BELAJAR
ORANG DEWASA
MENGAL
AMAMI

MENER MENGU
APKAN NGKAP
KAN

MENYIMP
ULKAN MENGANAL
ISIS
PRILAKU YANG TIDAK
MENDUKUNG
KOMPETENSI
PEMANDU/FASILITATOR

PENGELOLAAN
PEMBELAJARAN

KOMPETENSI KEPRIBADIAN

KOMPETENSI SOSIAL

KOMEPETENSI SUBSTANTIF
KARAKTERISTIK STRATEGI
PESERTA DIDIK PEMBELAJARAN
TELAH BEKERJA DAN PEMBELAJARAN
BERSIFAT SUKARELA HARUS BERPUSAT
ATAU TERPAKSA PADA PESERTA DIDIK
BELAJAR PENGAJAR HARUS MEMAHAM
LAH MEMILIKI PENGALAMAN
LATAR BELAKANG PESERTA
BEKERJA DAN HIDUP DIDIK
SUDAH LAMA MENINGGAL-PERLU PERHATIAN KHUSUS
KAN PENDIDIKAN FORMAL DALAM CARA BELAJAR
JARANG MENGGUNAKAN TEORI-TEORI DIAJARKAN
IDE-IDE ABSTRAK MELALUI CONTOH KONKRIT
TIDAK TERTARIK PADA MATERI SESUAI DENGAN
L-HAL SKOLASTIK/AKADEMIK
SITUASI DAN MASALAH
RTARIK PADA PENGETAHUAN
DITERAPKAN MELALUI PRINSI
NTUK KEBUTUHAN SENDIRI “LEARNNG BY DOING”
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN

1. JANGAN MEMPERLAKUKAN PESERTA DIDIK SEPERTI


ANAK SEKOLAH
2. KARENA BERSIFAT SUKAREKA, MAKA TIDAK DAPAT
DIDISIPLIKAN SEPERTI ANAK-ANAK DI SEKOLAH
3. JANGAN MEMBORBARDIR PESERTA TERLALU DINI
DENGAN FAKTA-FAKTA BARU, LAKUKAN SECARA
BERTAHAP
4. CIPTAKAN PROSES PEMBELAJARAN SEPRAKTIS
MUNGKIN
5. GUNAKAN PENGALAMAN PESERTA DIDIK UNTUK
LEBIH MEMPERKAYA
6. BERIKAN GAGASAN-GAGASAN BARU UNTUK
MENYEGARKAN PENGALAMAN MEREKA
7. PAHAMI KERAGAMAN MEREKA DAN GUNAKAN
DALAM AKTIVITAS KELOMPOK
KARAKTERISTIK PENDIDIK/PENGAJAR

1. MEMILIKI MINAT YANG BESAR TERHADAP


MATERI AJAR
2. MEMILIKI KECAKAPAN UNTUK MENGENAL
KEPRIBADIAN DAN SUASANA HATI
3. MEMILIKI KESABARAN, KEAKRABAN, DAN
KEPEKAAN UNTUK MENUMBUHKAN SEMANGAT
4. MEMILIKI PEMIKIRAN IMAJINATIF DAN PRAKTIS
DALAM PROSES PEMBELAJARAN
5. MEMILIKI KUALIFIKASI DALAM BIDANGNYA BAIK
SUBSTANSI MAUPUN METODE
6. MEMILIKI SIKAP TERBUKA, LUWES, DAN
EKSPERIMENTAL DALAM METODE DAN TEKNIK
OLEH KARENA ITU, PENGAJAR AKAN MAMPU
MELAKSANAKAN DENGAN BAIK APABILA:

1. MEMILIKI SIKAP DASAR YANG BENAR


2. MEMILIKI SASARAN YANG BENAR
3. MEMILIKI INFORMASI FAKTUAL YANG
DIPERLUKAN
4. MEMAHAMI MACAM-MACAM METODA DAN
TEKNIK, DAN MENGETAHUI BAGAIMANA
MEMILIHNYA
5. MEMBANTU PESERTA DIDIK DALAM
MERENCANAKAN TINDAK LANJUT
GAYA PEMBELAJARAN

VISUAL (SPATIAL): menggunakan gambar, lukisan, dan


pemahaman tilikan ruang
AURAL (AUDITORY-MUSICAL): lebih banyak
menggunakan kata-kata baik tulis maupun lisan,
PHYSICAL (KINESTHETIC): lebih banyak menggunakan
badan, sentuhan tangan dan indera, gerakan
LOGICAL (MATHEMATICAL) : lebih banyak menggunakan
logika, penalaran, dan sistem
SOCIAL (INTERPERSONAL): lebih banyak belajar dalam
kelompok atau dengan orang lain
SOLITARY (INTERPERSONAL): lebih banyak bekerja
sendiri dan menggunakan belajar sendiri
PENGAJAR SEBAGAI:

PERANCANG PENGAJARAN

PENGELOLA PENGAJARAN

PENILAI HASIL BELAJAR

FASILITATOR PEMBELAJARAN
KEUNGGULAN PENGAJAR

MENGAJAR

HUBUNGAN DENGAN
PESERTA DIDIK
PENGAJAR EFEKTIF
HUBUNGAN DENGAN
PIHAK LAIN
PENAMPILAN

SUBYEK
KEWENANGAN

PROSES
ADAPTASI

KEPRIBADIAN
DERAJAT ABSTRAKSI TINGGI

PENGAMAT GURU
ANALITIK PROFESIONAL

DERAJA DERAJA
T T
KOMITM KOMITM
EN GURU YANG PEKERJA TAK EN
RENDAH GAGAL TERARAH TINGGI

DERAJAT ABSTRAKSI RENDAH


“LEARNING HAS BECOME THE CITIZENS’S
FIRST DUTY: STOP LEARNING AND YOU STOP
LIVING” (Karlheinz A. Geissler, 2000)
EMPAT ALASAN “LEARNING OFFENSIVE”:
POLA-POLA INDIVIDUASI
MAKIN MENINGKATNYA PERILAKU REFLEKTIF
TANTANGAN GLOBALISASI DAN
INTERNASIONALISASI
ADANYA FLEKSIBILITASI STRUKTUR WAKTU
DAN TEMPAT
EMPAT KOMPETENSI YANG
DIPERLUKAN:

PLURALITY COMPETENCE
SOCIO-COMMUNICATIVE COMPETENCE
TRANSITION COMPETENCE
EQUILIBRIUM COMPETENCE
PANDANGAN TRADISIONAL TERHADAP
PROSES PEMBELAJARAN:
Pembelajaran sebagai sesuatu yang sulit dan berat
Pembelajaran merupakan upaya mengisi kekurangan siswa
Pembelajaran sebagai satu proses transfer dan penerimaan
informasi
Pembelajaran merupakan proses individual/soliter
Pembelajaran dilakukan dengan menjabarkan materi pelajaran
kepada satuan-satuan kecil dan terisolasi
Pembelajaran merupakan proses linear
PERUBAHAN PANDANGAN TERHADAP
PROSES PEMBELAJARAN

Pembelajaran sebagai satu proses alami


Pembelajaran sebagai satu proses sosial
Pembelajaran sebagai satu proses aktif dan bukan pasif
Pembelajaran dapat linear dan atau tidak linear
Pembelajaran berlangsung integratif dan kontekstual
Pembelajaran berbasis pada model kekuatan kecakapan,
minat, dan kultur siswa
Pembelajaran dinilai berdasarkan pemenuhan tugas,
perolehan hasil, dan pemecahan masalah nyata baik
individual maupun kelompok
SEMBILAN HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
DALAM REFORMASI PEMBELAJARAN

1. PENEKANAN ASPEK MENTAL DAN PRIBADI


2. MEMAHAMI CARA BELAJAR DAN CARA BERFIKIR
3. ORIENTASI PADA KECAKAPAN HIDUP
4. MENDORONG LINGKUNGAN BELAJAR KONSTRUKTIF
5. MEMASUKKAN ASPEK KECERDASAN MAJEMUK DALAM
PEMBELAJARAN
6. MENEKANKAN TUGAS-TUGAS AUTENTIK PADA SUBYEK
INDIVIDUAL
7. GURU SEBAGAI FASILITATOR
8. MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
9. DUKUNGAN POLIITIK, MANAJEMEN, DAN SUMBER DAYA.
BERFOKUS PADA KELOMPOK

BELAJAR CERAMAH
KOLABORATIF

BERSAM OLEH
A DIRI
SEJAWA SENDIRI
T BELAJAR BELAJAR
BERBARENGAN MANDIRI

BERFOKUS PADA PRIBADI


STRATEGI PEMBELAJARAN ANDRAGOGI
Click to edit Master text styles
Second level
CERAMA Third● level

CERAMA Fourth level


H H ● Fifth level

INTERVA KERJA
DISKUSI/TAN L DISKUSI KELOMP
YA JAWAB KELOMPO
OK
K
BERMAIN
BRAINSTRO PERAN
MING BELAJA (SIMULASI)
R
STUDI MANDI
KASUS RI PROGRAM
KARYAWIS PENGALAMAN
ATA LAPANGAN (PPL)
TERIMA KASIH

ATAS SEGALA PERHATIANNYA


SELAMAT DAN SEMOGA SUKSES

H. MOHAMAD SURYA