Anda di halaman 1dari 10

Nama : Arif Baswantara

NRP : C54080027
Tugas 2 Dasar Penginderaan Jarak Jauh

Karakteristik Satelit- Satelit Sumberdaya Alam

1. Landsat
Landsat merupakan suatu hasil program sumberdaya bumi yang dikembangkan oleh
NASA (National
National Aeronautical and Space Administration)) Amerika Serikat pada awal
tahun 1970-an
an (Susilo dan Gaol, 2008). Landsat saat ini dilengkapi dengan Enhaced
Thematic Mapper Plus (ETM+), yang merupakan kelanjutan dari program Thematic
Mapper (TM) yang diusung sejak Landsat-5.
Landsat
- Landsat 1 (mulanya
ulanya dinamakan Earth Resources Technology Satellite 1)
diluncurkan 23 Juli 1972, operasi berakhir tahun 1978
- Landsat 2 diluncurkan 22 Januari 1975, berakhir 1981
- Landsat 3 diluncurkan 5 Maret 1978, berakhir 1983
- Landsat 4 diluncurkan 16 Juli 1982, berakhir
berakh 1993
- Landsat 5 diluncurkan 1 Maret 1984, masih berfungsi
- Landsat 6 diluncurkan 5 Oktober 1993, gagal mencapai orbit
- Landsat 7 diluncurkan 15 April 1999, masih berfungsi.

2. Ikonos
Satelit Ikonos merupakan satelit resolusi tinggi yang dioperasikan oleh GeoEye.
Kemampuannya yang meliputi adalah mencitrakan dengan resolusi multispektral 3,2
meter dan inframerah dekat (0,82 mm) pnkromatik. Aplikasinya untuk pemetaan
sumberdaya alam daerahah pedalaman dan perkotaan, analisis bencana alam, kehutanan,
pertanian, pertambangan, teknik konstruksi, pemetaan perpajakan dan deteksi perubahan.
Mampu menyediakan data yang relevan untuk studi lingkungan. Ikonos menyediakan
pandangan udara dan foto satelit
satelit untuk banyak tempat diseluruh dunia.

Karakteristik Ikonos adalah sebagai berikut :

24 September 1999 at Vandenberg Air Force Base, California,


Tanggal Peluncuran
USA
Masa Operasi 7 tahun lebih
Orbit 98.1 derajad, sun synchronous
Kecepatan pada Orbit 7.5 km/detik
Kecepatan diatas bumi 6.8 km/detik
Kecepatan mengelilingi
14.7 kali tiap 24 jam
Bumi
Ketinggian 681 kilometer
Resolusi pada Nadir 0.82 meter (panchromatic); 3.2 meter (multispectral )
Resolusi 26° Off-Nadir 1.0 meter (panchromatic); 4.0 meter (multispectral)
Cakupan Citra 11.3 kilometer pada nadir; 13.8 kilometer pada 26° off-nadir
off
Waktu Melintas Ekuator 10:30 AM solar time
Waktu Lintas Ulang 3 days at 40° latitude
Saluran Citra Panchromatic, blue, green, red, near IR

3. Quickbird
Quickbird adalah satelit resolusi tinggi milik Digital Globe. Dioperasikan secara
langsung oleh perusahaan tersebut. Quickbird menggunkan sensor BGIS 2000, sensor
dengan derajat kedetilan resolusi 0.61 meter. Satelit ini sangat sempurna untuk
digunakan di bidang lingkungan dalam menganalisis perubahan lahan, pertanian,
kehutanan, produksi minyak dan gas, keteknikan dan konstruksi dan studi lingkunagan
hidup.

Quickbird
Karakteristik satelit Quickbird sebagai berikut :
24 September 1999 at Vandenberg Air Force Base,
Tanggal Peluncuran
California,USA
Pesawat Peluncur Boeing Delta II
Masa Operasi 7 tahun lebih
Orbit 97.2°, sun synchronous
Kecepatan pada Orbit 7.1 Km/detik (25,560 Km/jam)
Kecepatan diatas bumi 6.8 km/detik
Akurasi 23 meter horizontal (CE90%)
Ketinggian 450 kilometer
Resolusi Pankromatik : 61 cm (nadir) to 72 cm (25° off-nadir)
Multi Spektral: 2.44 m (nadir) to 2.88 m (25° off-nadir))
Cakupan Citra 16.5 Km x 16.5 Km at nadir
Waktu Melintas
10:30 AM (descending node) solar time
Ekuator
Waktu Lintas Ulang 1-3.5 days, tergantung latitude (30° off-nadir)
Saluran Citra Pan: 450-900 nm
Blue: 450-520 nm
Green: 520-600 nm
Red: 630-690 nm
Near IR: 760-900 nm

4. Alos
Jepang menjadi salah satu negara yang paling inovatif dlam pengembangan teknologi
satelit penginderajaan jarak jauh setelah diluncurkannya satelit ALOS (Advaced Land
Observing Satellite) pada tanggal 24 Januari 2006. ALOS adalah satelit pemantau
lingkungan yang busa dimanfaatkan untuk kepentingan kartografi, observasi wilayah,
pemantauan bencana alam dan survey sumberdaya alam.
ALOS mempunyai tiga instrumen yaitu PRISM (Panchromatic Remote Sensing
Instrument for Stereo Mapping) untuk pemetaan dijital elevasi (ketinggian) sehingga
dapat menghasilkan data ketinggian. Instrumen yang kedua adalah AVNIR-2 (Advanced
Visible and Near Infrared Radiometer) untuk pengamatan lahan secara teliti serta
instrument PALSAR (Phased Array type L-Band Synthetic Aperture Radar). Sesuai
dengan namanya instrumen ini dapat menghasilkan data SAR atau radar.
Keterangan umum sensor PRISM :
Panjang Gelombang 0.52 – 0.77 µm
Banyaknya Optik 3 buah (Forward, Nadir, Backward)
Base on High Ratio 1.0 (Forward dengan Backward)
S/N Diatas 7.0
MTF 0.2 atau lebih
Resolusi Spasial 2.5 m
Lebar Cakupan 3.5 km (Triple Mode)
70 km (hanya pengambilan tegak)
Jumlah Detektor 28000/Kanal (lebar cakupan 70 Km)
14000/Kanal (lebar cakupan 35 Km)
Sudut Pengambilan 1.5 Derajat
Panjang Bit 8 bit

Keterangan umum sensor AVNIR


Kanal Observasi Kanal-1 : 0.42 – 0.59 µm
Kanal-2 : 0.52 – 0.60 µm
Kanal-3 : 0.61 – 0.69 µm
Kanal-4 : 0.76 – 0.89 µm

S/N > 200


MTF Kanal 1-3 : > 0.25
Kanal 4 : > 0.20
Resolusi 10 m (Nadir)
Lebar Cakupan 70 Km (Nadir)
Jumlah Detektor 7000/Kanal
Sudut Pengambilan -44 to +44 Derajat
Panjang bit 8 bit
Keterangan umum sensor PALSAR
Mode Fine ScanSAR Polarimetric
Frekuensi 1270 MHz (L-band)
Lebar Kanal 28/14 MHz
Polarisasi HH atau VV / HH +HV HH atau VV HH+HV+VH+VV
atau VV + VH
Resolusi Spasial 10 m (2 look) / 20 m (4 100 m (multi 30 m
look) look)
Lebar Cakupan 70 Km 250 – 350 Km 30 Km
Incidence Angle 8-60 derajat 18-43 derajat 8 30 derajat
NE Sigma 0 < -23 dB (70 Km) < -25 dB < -29 dB
< -25 dB (60 Km)
Panjang bit 3 bit / 5 bit 5 bit 3 bit / 5 bit

5. NOAA
Satelit NOAA merupakan satelit meterologi generasi ketiga milik ”National Oceanic
and Atmospheric Administration” (NOAA) Amerika Serikat. Munculnya satelit ini untuk
menggantikan generasi satelit sebelumnya, seperti seri TIROS (Television and Infra Red
Observation Sattelite, tahun 1960-1965) dan seri IOS (Infra Red Observation Sattelite,
tahun 1970-1976). Konfigurasi satelit NOAA adalah pada ketinggian orbit 833-870 km,
inklinasi sekitar 98,7 ° – 98,9 °, mempunyai kemampuan mengindera suatu daerah 2 x
dalam 24 jam (sehari semalam).
Seri NOAA ini dilengkapi dengan 6 (enam) sensor utama, yaitu :
1. AVHRR (Advanced Very High Resolution Radiometer),
2. TOVS (Tiros Operational Vertical Sonde),
3. HIRS (High Resolution Infrared Sounder (bagian dari TOVS),
4. DCS (Data Collection System),
5. SEM (Space Environment Monitor),
6. SARSAT (Search And Rescue Sattelite System).
Diantara 6 (enam) sensor utama di atas, maka sensor yang relevan untuk pemantauan
bumi adalah sensor AVHRR dengan kemampuan memantau lima saluran yang dimulai
dari saluran tampak (visible band) sampai dengan saluran inframerah jauh (far infrared
band). Periode untuk sekali orbit bagi satelit NOAA adalah 102 menit, sehingga setiap hari
mengasilkan kurang lebih 14,1 orbit.
Secara umum sensor AVHRR mempunyai karakteristik sebagai berikut :
• Kepekaan Saluran merah infra termal 0,12 K pada 300 K
• Jumlah pixel sebanyak 1024
• IFOV (Instantaneous Field of View) adalah 1,3 ± 0,1 m rad
• Resolusi terkecil adalah sebesar 1,1 x 1,1 km
• Lebar liputan/sapuan adalah 2.590 km
• FOV (Field of View) adalah 55,4 °
• Kecepatan garis (line rate) adalah 360 garis per menit
• Kecepatan data (line data) adalah 665,4 x 103 bps
Sensor AVHRR terdiri dari 5 Saluran (band) dengan panjang gelombang tertentu.
Berdasarkan jenis pengamatan dan panjang gelombang yang digunakan oleh satelit
NOAA dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Panjang
Daerah
Saluran Gelombang Pengamatan
Spektrum
(µm)
Albedo siang hari, (pemetaan awan)
Pemantauan salju lapisan es dan cuaca
1 0,56 – 0,68 Tampak

Tampak sampai
2 0,73 – 1.10 Pemantauan perkembangan tumbuhan
inframerah dekat
Pemetaan awan malam hari
Pengukuran temperatur permukaan
Membedakan daratan dan lautan
3 3,55 – 3,93 Inframerah tengah Pemantauan aktifitas vulkanik
Pemantauan penyebaran debu vulkanik

Pemetaan awan siang dan malam


Pengukuran temperatur permukaan laut
4 10,5 – 11,5 Inframerah jauh Penelitian air tanah untuk pertanian

Pemetaan siang dan malam


5 11,5 – 12,5 Inframerah jauh Pengukuran temperatur permukaan laut
Penelitian air tanah dan pertanian

6. GeoEye
GeoEye-1 merupakan Satelit pengamat Bumi yang pembuatannya disponsori oleh
Google dan National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) yang diluncurkan pada 6
September 2008 dari Vandenberg Air Force Base, California, AS. Satelit ini mampu
memetakan gambar dengan resolusi gambar yang sangat tinggi dan merupakan satelit
komersial dengan pencitraan gambar tertinggi yang ada di orbit bumi saat ini. GeoEye-1
dikeluarkan oleh GeoEye Inc yang sebelumnya juga mengeluarkan satelit bernama
IKONOS yang merupakan satelit sub-meter komersial pertama di dunia. GeoEye-1
dilengkapi dengan teknologi-teknologi tercanggih yang pernah digunakan dalam sistem
satelit komersial yang dibuat oleh perusahaan General Dynamics.
Keterangan dan spesifikasi
Tanggal Peluncuran September 6, 2008
Mode kamera Simultan pankromatik dan multispektral (pan-diasah)
Pankromatik hanya
Hanya multispektral
Resolusi 0,41 m / 1,34 ft * pankromatik (nominal Nadir)
1,65 m / 5,41 ft * multispektral (nominal Nadir)
Metrik Akurasi / Geolocation Mono: 5 m CE90, horisontal, tanpa GCP, eksklusif
perpindahan medan
Stereo: 4 m CE90, horisontal, tanpa GCP
6 m LE90, vertikal, tanpa GCP
Ini adalah ditetapkan sebagai 90% CE (error melingkar) untuk
horizontal dan 90% LE (kesalahan linier) untuk vertikal tanpa
(titik kontrol tanah) GCP
Petak Lebar &
Perwakilan Daerah Ukuran

Nominal petak lebar - 15,2 km / 9,44 mi di Nadir


Single-point adegan - 225 km persegi (15x15 km)
Bersebelahan besar daerah - 15.000 km persegi (300x50 km)
Bersebelahan 1 ° daerah ukuran sel - 10.000 km persegi
(100x100 km)
Bersebelahan stereo daerah - 6.270 km persegi (224x28 km)
(Luas mengasumsikan mode panci pada tingkat garis tertinggi)

Imaging Angle

Mampu pencitraan segala arah


Harian Monoscopic Area
Koleksi Kapasitas Sampai 700.000 sq km / hari (270.271 sq mi / hari) areal pan
(tentang ukuran Texas)
Sampai 350.000 sq km / hari (135.135 sq mi / hari) areal
multispektral pan-mempertajam (tentang ukuran dari New
Mexico)

7. WorldView
Satelit WorldView-2 adalah satelit generasi terbaru dari Digitalglobe yang
diluncurkan pada tanggal 8 Oktober 2009. Citra Satelit yang dihasilkan selain memiliki
resolusi spasial yang tinggi juga memiliki resolusi spectral yang lebih lengkap
dibandingkan produk citra sebelumnya. Resolusi spasial yang dimiliki citra satelit
WorldView-2 ini lebih tinggi, yaitu : 0.46 m – 0.5 m untuk citra pankromatik dan 1.84 m
untuk citra multispektral. Citra multispektral dari WorldView-2 ini memiliki jumlah
band sebanyak 8 band, sehingga sangat memadai bagi keperluan analisis-analisis spasial
sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Karakteristik satelit WorldView
Peluncuran Tanggal : 18 September 2007
Roket Peluncur : Delta 7920
Lokasi Peluncuran : Vandenberg Air Force Base
Orbit Tinggi : 496 kilometer Sun synchronous, jam 10:30 am
descending node
Periode orbit : 94.6 menit
Masa Operasi Diperkirakan s/d tahun 2018
Dimensi Satelit, Bobot & 3.6 meter tinggi x 2.5 meter lebar,
Power 7.1 meters lebar panel energi surya
Bobot : 2500 kilogram
3.2 kW panel surya, 100 Ahr battery
Sensor Bands Pankromatik
Resolusi Sensor (GSD = 0.50 meter Ground Sample Distance (GSD) pada nadir
Ground Sample Distance) 0.59 meter GSD pada 25° off-nadir

Dynamic Range 11-bits per pixel


Lebar Sapuan 17.6 kilometer pada nadir
Kapasitas Penyimpanan 2199 gigabit
Perekaman per orbit 331 gigabit
Maksimal Area terekam 60 x 110 km mono
dalam sekali lewat 30 x 110 km stereo
Putaran ke lokasi yg sama 1.7 hari pada 1 meter GSD atau kurang
4.6 hari pada 25° off-nadir atau kurang (0.59 meter GSD)
Ketelitian lokasi · 6.5 m CE90 pada nadir, dengan ketelitian actual antara 4.0 - 5.5
m CE90 pada nadir, diluar pengaruh terrain dan off-nadir
· 2.0 m jika menggunakan registrasi titik kontrol tanah

8. Spot
Satelit SPOT 5 (Systeme Pour I’Observation de la Terre-5) merupakan kelanjutan
dari program seri satelit inderaja komersial Prancis. Satelit yang dikembangkan oleh
Centre National d’Etudes Spatiale (CNES) bekerja sama dengan beberapa organisasi di
Eropa (Prahasta, 2008). The SPOT-5 satelit pengamat Bumi berhasil ditempatkan ke
orbit oleh Ariane 4 dari Guiana Space Centre di Kourou malam selama 3-4 Mei 2002. 2
vegetasi instrumen penumpang SPOT-5 juga menyediakan kesinambungan pemantauan
lingkungan di seluruh dunia. SPOT-5 menawarkan sangat meningkatkan kemampuan,
yang menyediakan biaya tambahan solusi pencitraan yang efektif. SPOT-5 yang
membaik 5 meter dan 2,5 meter dan lebar resolusi pencitraan petak, yang meliputi 60 x
60 km atau 60 km x 120 km di kembar-modus instrumen, maka satelit SPOT-5
menyediakan keseimbangan yang ideal antara resolusi tinggi dan wide-area cakupan.
Karakteristik SPOT
Ketinggian orbit 830 km
Lebar sapuan 117 km
Sudut inklinasi 98 derajat
Periode orbit 101 menit
Equatorial crossing local 10.30
time
Resolusi temporal 26 hari

9. Modis
MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) adalah suatu instrumen
kunci yang terdiri atas dua satelit yaitu Terra ( EOS AM) dan Aqua (EOS PM). Garis
edar Terra di sekitar bumi diatur sedemikian rupa sehingga melewati arah utara - selatan
melintasi garis katulistiwa pada waktu pagi hari, sedangkan Aqua akan melewati arah
selatan - utara di atas garis katulistiwa pada sore hari. Terra MODIS dan Aqua MODIS
mengamati keseluruhan permukaan bumi setiap 1 atau 2 hari, data yang diperoleh
diterima dalam 36 band spektral dengan panjang gelombang berbeda ( lihat spesifikasi
teknis MODIS). Data ini akan meningkatkan pemahaman pengguna tentang proses dan
dinamika global yang terjadi di atas daratan, di samudra, dan di bawah lapisan atmosfir.
(Efendi, 2006).
Karakteristik satelit Modis

10. Formosat
Satelit penginderaan jauh pertama dikembangkan oleh National Space Organization(S
PO), FORMOSAT-2, berhasil diluncurkan pada tanggal 21 Mei 2004 dengan
resolusi tinggi 2 meter data pankromatik dan 8 meter data satelit multispektral citra.
Misi utama dari FORMOSAT adalah melakukan pencitraan penginderaan jauh seluruh
Taiwan dan pada daerah darat dan laut dari seluruh bumi. Foto yang
diambil oleh FORMOSAT-2 pada siang hari dapat digunakan untuk
distribusi tanah, penelitian sumber daya alam, kehutanan, perlindungan lingkungan,
pencegahan bencana, penyelamatan, dan aplikasi lainnya.
Karakteristik Sensor Satelit FORMOSAT-2
Data Gambar Produk : B&W: 2-m
Color: 2-m (merge)
Multispectral (R, G, B, NIR): 8-m
Bundle (separate Pan and MS images)
Spektral Bands : P: 0.45 - 0.90 µm (Panchromatic)
B1: 0.45 - 0.52 µm (Blue)
B2: 0.52 - 0.60 µm (Green)
B3: 0.63 - 0.69 µm (Red)
B4: 0.76 - 0.90 µm (Near-infrared)
Sensor Footprint : 24 km x 24 km
Kembali Interval : setiap hari
Image Dynamics : 8 bits/pixel
Ukuran File Image : MS: 35 Mb
Pan: 137 Mb

11. SeaWifs
Wahana SeaStar, dikembangkan oleh Orbital Sciences Corporation, yang membawa
instrumen SeaWiFS dan diluncurkan ke orbit Bumi pada tanggal 1
Agustus 1997. Instrumen SeaWiFS hanya akan menjadi muatan ilmiah di pesawat ruang
angkasa SeaStar. GeoEye
memiliki tanggung jawab untuk perintah dan pengendalian satelit. Pengembangan
instrumen SeaWiFS itu dikontrakkan kepada Hughes / LPPM, tapi GeoEye
memegang tanggung jawab utama untuk instrumen ini.

Instrument Bands

Band Wavelength

1 402-422 nm

2 433-453 nm

3 480-500 nm

4 500-520 nm

5 545-565 nm

6 660-680 nm

7 745-785 nm

8 845-885 nm

Mission Characteristics

Orbit Type Sun Synchronous at 705 km

Equator Crossing Noon +20 min, descending

Orbital Period 99 minutes

Swath Width 2,801 km LAC/HRPT (58.3 degrees)

Swath Width 1,502 km GAC (45 degrees)


Spatial Resolution 1.1 km LAC, 4.5 km GAC

Real-Time Data Rate 665 kbps

Revisit Time 1 day

Digitization 10 bits