PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001.

01

1. 1.1.

PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA Manajemen Pemeliharaan 1.1.1. Permasalahan Pemeliharaan Peralatan Pada umumnya lokasi sumber energi primer konvensional tidak selalu dekat dengan pusat beban sehingga pusat pembangkit listrik dibangun pada lokasi yang terpisah jauh dari pusat beban maka penyaluran daya diselenggarakan melalui instalasi penyaluran (saluran transmisi dan gardu Induk). Perkembangan selanjutnya, beberapa sistem tenaga listrik (sebagai contoh : Jawa barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan bali) diinterkoneksikan membentuk satu grup operasi. Peranan instalasi penyaluran semakin penting, konfigurasi jaringan

semakin kompleks dan peralatan semakin banyak, baik dari segi jumlah maupun ragamnya. Peralatan utama yang terpasang di gardu induk dan saluran transmisi adalah : a). Gardu Induk − Pemutus tenaga − Pemisah − Surge / Lightning Arrester − Trafo pengukuran − Busbar − Trafo tenaga b). Saluran Udara − Tower − Isolator − Kawat penghantar − Pentanahan Sebagaimana peralatan pada umumnya, peralatan yang dioperasikan dalam instalasi penyaluran tenaga listrik perlu dipelihara agar unjuk kerjanya dapat dipertahankan. Pemeliharaan peralatan penyaluran tenaga listrik diperlukan untuk − Panel kontrol − Panel pengaman / proteksi − Battere − Sarana komunikasi − Kapasitor − Reaktor c). Saluran Kabel − − Kabel Perlengkapannya

mempertahankan unjuk kerjanya namun di lain pihak sebagian besar pemeliharaan

Edisi : 01

Revisi : 00

Halaman 1

PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001.01

itu memerlukan pembebasan tegangan yang berarti bahwa peralatan yang dipelihara harus dikeluarkan dari operasi. Keluarnya beberapa peralatan dari operasi selama pemeliharaan dapat

menyebabkan berkurangnya keandalan penyaluran, berkurangnya kemampuan penyaluran bahkan padamnya daerah yang dipasok oleh peralatan tersebut. Permasalahan sebagai berikut : − Untuk instalasi Gardu Induk dengan 1,5 breakers (one and a half breakers) pemeliharaan 1 buah PMT hanya berakibat berkurangnya keandalan selama pelaksanaan pemeliharaan tersebut (gambar 1.1.) − Untuk instalasi Gardu Induk dengan 1 PMT rel ganda/tunggal pemeliharaan PMT tersebut mengakibatkan pasokan daya melalui peralatan trafo atau saluran transmisi dibelakang PMT tersebut terpaksa terputus (gambar 1.2.) tersebut juga dialami oleh pemeliharaan PMT seperti diuraikan

A
A A2 A3 2

AB

AB2

AB3

B1

B2

B3

B

Gambar 1.1 Instalasi 1 1/2 Breaker Pemeliharaan PMT B1 Tidak Mengakibatkan Terputusnya Penyaluran
Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 2

Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001.2. Pemeliharaan PMT No.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. 1. 2 Mengakibatkan Penyaluran Daya Melalui Trafo di Belakangnya Harus Terputus. Peralatan dengan jumlah dan jenis yang banyak itu harus dipelihara untuk mempertahankan unjuk kerjanya. Sehubungan dengan pemeliharaan peralatan sistem tenaga listrik pada umumnya membutuhkan dikeluarkannya peralatan tersebut dari operasi serta menyangkut Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 3 .01 1 3 5 2 4 Gambar 1. Manajemen Pemeliharaan Peralatan Penyaluran Suatu sistem tenaga listrik mempunyai jumlah dan jenis peralatan instalasi penyaluran yang sangat banyak yang dihubungkan satu dengan lainnya membentuk suatu sistem penyaluran.2. Instalasi 1 Breaker.1.

Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. Perencanaan Perencanaan pemeliharaan peralatan penyaluran tenaga listrik meliputi koordinasi antara kebutuhan akan pemeliharaan dan kondisi (keandalan) sistem. maka diperlukan kompromi yang dapat diperoleh dari hasil koordinasi. Kondisi Lokal Dimana Peralatan Tersebut Terpasang Perlu dipertimbangkan. maka pengalaman masa lalu (Statistik kerusakan) dapat dipakai sebagai dasar perencanaan jadwal dan jenis pemeliharaan. apakah ada alternatif pemasokan menghindari pemadaman selama peralatan yang dipelihara dikeluarkan dari operasi. Dalam hal ini diupayakan agar kedua kebutuhan itu terpenuhi sebaik mungkin. pengorganisasian (organizing). Apabila tidak ada alternatif pasokan daya listrik selama pelaksanaan pemeliharaan. Dalam hal tidak ada petunjuk dari pabrik. Jenis penggunaan listrik yang dipasok Ada penggunaan listrik sebagai penggerak suatu proses yang tidak boleh terganggu.01 jumlah yang sangat banyak.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. Prosesnya hanya berhenti pada jadwal yang telah ditentukan. Hal Khusus Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 4 . Dalam hal ini perlu perencanaan dan (planning). penggerakan (actuating) pengendalian (controlling) dengan baik. a). maka penanganannya perlu didasari pemikiran manajemen yang baik. Hasil dari perencanaan ini adalah jadual dan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk setiap peralatan antara lain : Setiap Peralatan Memerlukan Pemeliharaan Petunjuk pabrik pembuat peralatan pada umumnya memberikan periode dan jenis pemeliharaan untuk peralatan tersebut.

Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. maka sejak bulan April 2000 di PLN P3B telah dilakukan perubahan dengan mengurangai siklus pemeliharaan peralatan. Hal yang sama diberlakukan juga terhadap PMT. Dengan pengurangan siklus pemeliharaan ini dapat dipastikan akan memberikan efisiensi dalam bidang pemeliharaan. Mengurangi kebutuhan man-haurs per peralatan. Meningkatkan mutu pelayanan dengan tingkat keandalan dan kesiapan peralatan yang lebih tinggi. Mengurangi waktu pemadaman. Berdasarkan pengalaman lapangan yang cukup lama didalam memelihara peralatan instalasi listrik ini. Efisiensi Pemeliharaan Selama ini pedoman dasar untuk melakukan pemeliharaan peralatan instalasi listrik adalah SE Direksi No. Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 5 .PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No.01 Ada keadaan-keadaan khusus yang menyangkut acara-acara kenegaraan yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan pemeliharaan. antara lain : − − − − Mengurangi biaya pemeliharaan. termasuk pemeliharaan. Dalam hal ini diupayakan untuk menghindari segala sesuatu yang kemungkinan dapat menyebabkan menurunnya keandalan atau terjadinya pemadaman.032/PST/1984 tanggal 23 Mei 1984 tentang Himpunan Buku Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan Peralatan Penyaluran Tenaga Listrik dimana yang menjadi dasar utama untuk melakukan pemeliharaan adalah rekomendasi pabrik serta instruction manual dari masing-masing peralatan instalasi listrik. − Berikut ini merupakan langkah efisiensi yang dilakukan berupa perubahan siklus pemeliharaan peralatan. Hasil perencanaan pemeliharaan peralatan instalasi penyaluran ini adalah Rencana Pemeliharaan yang mencakup : − − − − Jenis Pemeliharaan Jadwal Pelaksanaan Keterangan lain berupa perlu/tidaknya peralatan dikeluarkan dari operasi.

PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. Tidak lengkapnya peralatan. Diupayakan agar dalam pelaksanaan pekerjaan. alat.01 b). Demikian juga halnya dengan material. Pembagian Pekerjaan Kegiatan-kegiatan spesifik yang sejenis dikelompokkan dengan memperhatikan kesamaan pelaksanaan. tanggungjawab dan wewenang untuk terlaksananya pekerjaan pemeliharaan. tugas. Pengorganisasian Rencana pemeliharaan sebagai hasil perencanaan diatas merupakan dasar dalam pengaturan orang. Pengorganisasian ini perlu dalam mengalokasikan sumber daya yang ada atas pekerjaan-pekerjaan yang diperlukan agar dapat dimanfaatkan seefisien dan seefektif mungkin. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. tidak ada seseorang yang berbeban terlalu berat atau terlalu ringan serta tidak ada yang dibebani pekerjaan diluar kemampuannya. Urutan tahapan pekerjaan. Dalam hal ini tingkat rincian yang diperlukan tergantung kesiapan yang akan melaksanakan pekerjaan itu. Rincian Pekerjaan Yang Harus Dilaksanakan Rincian ini perlu dibuat untuk membantu kelancaran pelaksanaan sekaligus menghindari kesalahan. selain mengakibatkan waktu pelaksanaan lebih panjang juga mutu pekerjaan yang lebih rencah. Mengalokasikan sumber Daya 'Who does what' disusun agar seluruh tahapan pekerjaan terlaksana dengan baik atau tidak terjadi saling mengelak diantara personil untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Pengalokasian personil ini harus mempertimbangkan : • • • Kemampuan masing-masing personil Beban kerja yang menjadi tanggung jawab masing-masing personil. Peralatan yang diperlukan untuk tiap tahapan pekerjaan diinventarisir dengan jumlah yang memadai. Dasar penyusunan yang utama adalah pengalaman dalam pelaksanaan Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 6 .

Penggerakan Setelah ada rencana kerja. tibalah saatnya pada pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan. Koordinasi Pekerjaan Mekanisme koordinasi harus jelas. Kepemimpinan dan Motivasi Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 7 . Kondisi yang tidak baik (pusing. Selanjutnya diskusi mengenai apa yang akan dikerjakan akan sangat membantu pelaksanakan pekerjaan. motivasi dan komunikasi.01 yang lalu. mentaldan jasmani. letih dan lain-lain) dapat membahayakan dirinya serta orang lain.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. Proses ini disebut penggerakan. tangga. c). mengingat : • • • Tuntutan waktu pelaksanaan seminimum mungkin Menghindari kecelakaan tegangan listrik Menghindari gangguan Kesalahan koordinasi dapat berakibat fatal pada instalasi bahkan jiwa personil yang melaksanakan pekerjaan. Kesiapan ini harus dinyatakan saat sebelum memulai pekerjaan dan masing-masing personil menyatakan kesiapannya secara tertulis dalam blanko-blanko yang sudah disiapkan. terutama yang menyangkut keselamatan jiwa seperti sabuk pengaman. Persiapan Peralatan Kondisi dan kesiapan peralatan perlu diperiksa sebelum saat pelaksanaan. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. Persiapan Personil Kondisi personil harus dalam keadaan baik. kemudian pengalokasian sumber daya. pelindung tubuh. Untuk mencapai sasaran dengan baik seorang atasan / pimpinan melakukan proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau suatu kelompok kerja dalam usaha melaksanakan rencana kerja yang telah disusun. kurang tidur. Pada tahap ini sumber daya manusia merupakan salah satu penentu bagi keberhasilan pencapaian sasaran sehingga kepemimpinan. alat uji tegangan dan lain-lain.

Terjadi kesalahan karena kemampuan personil yang tidak memadai. Pengendalian Dalam upaya tercapainya sasaran seperti yang direncanakan. Melalui pengendalian ini. Penyimpangan dalam pelaksanaan dapat saja terjadi oleh kemungkinankemungkinan : • • • • Adanya perubahan karena lingkungan. indikator . Untuk dapat melaksanakan pengendalian diperlukan sasaran pengendalian. Dalam hal ini perlu diperhatikan tingkat kedewasaan serta perilaku manusia yang dipimpin.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. Ditemukan masalah lain diluar yang sudah direncanakan. Ada berbagai gaya kepemimpinan yang secara umum dikenal namun sulit untuk menyatakan satu gaya yang terbaik. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. Pemimpin yang efektif menyesuaikan tingkah laku kepemimpinannya pada kebutuhan yang dipimpin dan lingkungannya. penyimpangan yang terjadi dapat dideteksi sedini mungkin sehingga tindakan koreksi dapat memperbaiki pelaksanaan Dalam mencapai tujuan sesuai dengan yang direncanakan. Ciptakanlah situasi yang memungkinkan timbulnya motivasi pada setiap personil untuk berperilaku sesuai dengan tujuan. hasil yang dicapai dibandingkan terhadap standar dan melaksanakan tindakan koreksi bila diperlukan.01 Dalam rangka pelaksanaan pemeliharaan mulai dari persiapan sampai akhir pekerjaan diperlukan proses mempengaruhi dan mengarahkan orang menuju ke pencapaian tujuan yaitu terlaksananya pekerjaan pemeliharaan dengan baik. Terjadinya kesalahan karena informasi kurang jelas. Salah satu faktor penting disini adalah unsur kewibawaan. diperlukan pengendalian agar penyimpangan dapat dideteksi sedini mungkin.indikator dan standar yang jelas. Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 8 . Pelaksanaan pekerjaan dievaluasi. d). seorang atasan / pimpinan perlu melakukan pengendalian karena pada umumnya terjadi perubahan situasi dan lingkungan serta kesalahan pada saat pelaksanaan.

Mengurangi lama waktu padam akibat sering gangguan. Perbedaan pemahaman / penafsiran atas sesuatu. d). Keengganan merubah sesuatu yang sudah dianggap mapan ( kebiasaan cara kerja ). Dalam pemeliharaan peralatan listrik tegangan tinggi kita membedakan antara pemeriksaan / monitoring (melihat. Untuk memperpanjang umur peralatan. Dengan demikian isolasi merupakan bagian yang terpenting dan sangat menentukan umur dari peralatan. Isolasi disini meliputi isolasi minyak. mencatat.01 Unsur manusia adalah hal yang paling utama dalam pengendalian yang menyangkut : • • • • Kelemahan ( kesalahan. Untuk itu kita harus memperhatikan / memelihara sistem isolasi sebaik mungkin. baik terhadap isolasinya maupun penyebab kerusakan isolasi. b). Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 9 . c).2. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. 1. Meningkatkan Safety peralatan. antara lain : a). Tujuan pemeliharaan peralatan listrik tegangan tinggi adalah untuk menjamin kontinyunitas penyaluran tenaga listrik dan menjamin keandalan. Mengurangi resiko terjadinya kegagalan atau kerusakan peralatan. e). Pengertian Dan Tujuan Pemeliharaan Pemeliharaan peralatan listrik tegangan tinggi adalah serangkaian tindakan atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi dan meyakinkan bahwa peralatan dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat dicegah terjadinya gangguan yang menyebabkan kerusakan. kemalasan. koreksi / resetting serta memperbaiki / membersihkan ) dalam keadaan padam. Suatu peralatan akan sangat mahal bila isolasinya sangat bagus.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. Untuk meningkatkan reliability. ketidaktahuan ). dari isolasi inilah dapat ditentukan sebagai dasar pengoperasian peralatan. Kecurangan. meraba serta mendengar) dalam keadaan operasi dan memelihara (kalibrasi / pengujian. udara dan gas atau vacum. availability dan effiency. Faktor yang paling dominan dalam pemeliharaan peralatan listrik tegangan tinggi adalah pada sistem isolasi.

Cara yang biasa dipakai adalah memonitor kondisi secara online baik pada saat peralatan beroperasi atau tidak beroperasi.01 Pemeriksaan atau monitoring dapat dilaksanakan oleh operator atau petugas patroli setiap hari dengan sistem check list atau catatan saja. Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 10 . 1. Jenis-jenis Pemeliharaan. Predictive Maintenance (Conditional Maintenance) adalah pemeliharaan yang dilakukan dengan cara memprediksi kondisi suatu peralatan listrik. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala dengan berpedoman kepada : Instruction Manual dari pabrik. Pemeliharaan ini disebut juga pemeliharaan berdasarkan kondisi (Condition Base Maintenance ). Preventive Maintenance (Time Base Maintenance) adalah kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan untuk mencegah terjadinya kerusakan peralatan secara tiba-tiba dan untuk mempertahankan unjuk kerja peralatan yang optimum sesuai umur teknisnya. dll ) dan pengalaman operasi di lapangan. yang bisa berupa Trouble Shooting atau penggantian part/bagian yang rusak atau kurang berfungsi yang dilaksanakan dengan terencana. Jenis–jenis pemeliharaan peralatan adalah sebagai berikut : a). Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. apakah dan kapan kemungkinannya peralatan listrik tersebut menuju kegagalan. b). standar-standar yang ada ( IEC. c). Corrective Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan dengan berencana pada waktu-waktu tertentu ketika peralatan listrik mengalami kelainan atau unjuk kerja rendah pada saat menjalankan fungsinya dengan tujuan untuk mengembalikan pada kondisi semula disertai perbaikan dan penyempurnaan instalasi. Pemeliharaan ini disebut juga dengan pemeliharaan berdasarkan waktu ( Time Base Maintenance ). CIGRE. Dengan memprediksi kondisi tersebut dapat diketahui gejala kerusakan secara dini. Pemeliharaan ini disebut juga Corective Maintenance.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. Sedangkan pemeliharaan harus dilaksanakan oleh regu pemeliharaan. Untuk ini diperlukan peralatan dan personil khusus untuk analisa.3.

Pelaksanaan pemeliharaan peralatan dapat dibagi 2 macam : 1). PERALATAN / KOMPONEN YANG DIPERIKSA PMT dengan PMT dengan PMT dengan PMT Banyak Sedikit Media Udara dengan CARA No. Pemeliharaan Pemutus Tenaga yang berupa monitoring dan dilakukan oleh petugas operator setiap hari untuk Gardu Induk yang dijaga atau setiap Semester oleh petugas patroli pada Gardu Induk yang tidak dijaga dan dilaksanakan dalam keadaan operasi. Pemeliharaan Pemutus Tenaga 1.B.B ) C. Menggunakan Menggunakan Hembus Media PELAKSANAAN Minyak Minyak ( A. Pemeliharaan Pemutus Tenaga yang berupa monitoring dan dilakukan oleh petugas operator setiap hari untuk Gardu Induk yang dijaga atau setiap Triwulanan oleh petugas patroli pada Gardu Induk yang tidak dijaga dan dilaksanakan dalam keadaan operasi. 1.01 d).2. Breakdown Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan mendadak yang waktunya tidak tertentu dan sifatnya darurat.4.B ) 1. Pemeliharaan yang berupa pembersihan dan pengukuran yang dilakukan oleh petugas pemeliharaan. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001.4.4.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. 2). Pemeliharaan yang berupa monitoring dan dilakukan oleh petugas operator atau petugas patroli bagi Gardu Induk yang tidak dijaga (GITO – Gardu Induk Tanpa Operator).B ) C. Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 11 .1.B ) Gas SF 6 ( BULK OIL ( SMALL OIL ( SF 6 C. Bushing Isolator Isolator Isolator Periksa debu pada bushing atau Isolator bodi PMT 1.

Menggunakan Menggunakan Hembus Media Gas PELAKSANAAN Minyak Minyak ( A. Utama. 1. Terminal Terminal Utama. pengukuran dan pengujian dan dilakukan oleh petugas Pemeliharaan setiap tahun untuk Gardu Induk yang dijaga maupun Gardu Induk yang tidak dijaga.B.B. Jumperan dan daerah Jumperan Jumperan dan daerah bertegangan dan daerah daerah bertegangan bertegangan bertegangan CARA PELAKSANAAN Lakukan pengukuran hot spot dengan thermovision.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No.B ) ( BULK OIL ( SMALL OIL C.B ) 1 Sistem Sistem Sistem Sistem Lakukan Pentanahan Pentanahan Pentanahan Pentanahan Pengukuran tahanan pentanahan dengan Megger tahanan pentanahan dan apakah masih sesuai standar.B ) C.B ) Terminal Terminal Utama.B ) C. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. Jumperan dan Utama.01 PERALATAN / KOMPONEN YANG DIPERIKSA PMT dengan PMT dengan Sedikit Banyak PMT dengan PMT dengan Menggunakan Menggunakan Media Udara Media Gas SF 6 Minyak Minyak Hembus ( SF 6 C.3. Pemeliharaan Pemutus Tenaga berupa pemeriksaan.4. Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 12 .B ) ( BULK OIL ( SMALL OIL ( A. PERALATAN / KOMPONEN YANG DIPERIKSA PMT dengan PMT dengan PMT dengan PMT Media Udara dengan Banyak Sedikit CARA No.B ) SF 6 ( SF 6 C.B ) C.

bodi dan mekanis penggerak.Periksa apakah ada kebocoran udara / Minyak. alat pipa. Periksa kemampuan dielektrik minyak dengan alat tegangan tembus minyak apakah masih sesuai standar. bodi dan mekanis penggerak. bodi dan pentanahan serta bautbaut wiring pada boks kontrol Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 13 . baut terminal bodi dan utama. baut terminal utama. Pemeriksaan Box Kontrol dan terminal wiring. bodi dan mekanis penggerak. 4 Minyak PMT Minyak PMT 5 isolator bushing. Pemeriksaan Box Kontrol dan terminal wiring.01 2 Tangki. kemasukan air serta kencangkan baut terminal wiring yang kendor. pada boks kontrol 3 Pemeriksaan Box Kontrol dan terminal wiring. Capasitor. isolator Bersihkan isolator Interupting bushing. lakukan dengan cara membuka katub pembuang setelah itu tutup kembali. bodi dan pentanahan serta bautbaut wiring pada boks kontrol isolator Interupting Chamber. alat pernapasan pernapasan . bodi dan Chamber. Pipa – Tangki. .Periksa apakah udara atau alat pernapasan tersebut mengandung air. mekanis Capasitor . isolator Interupting Chamber. baut Periksa terminal kekencangan utama. Pipa – pipa. bodi dan pentanaha pentanahan serta n serta baut-baut wiring baut-baut pada boks wiring kontrol. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. penggerak dari bodi dan debu dan lumut mekanis penggerak. baut terminal utama.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. bodi dan pentanahan serta bautbaut wiring pada boks kontrol 6 baut terminal utama. Pemeriksaa Pemeriksa dan n Box perbaiki Box Kontrol dan Kontrol dari terminal kemungkinan wiring.

roda gigi dan pegas transmisi gerak Mekanik penggerak . Pondasi PMT. 14 hydrolik / pneumatik hydrolik / pneumatik pneumatik hydrolik / Uji sistim hydrolik / pneumatik pneumatik apakah masih bekerja sesuai settingnya 15 Seluruh komponen PMT Seluruh komponen PMT Seluruh Seluruh Over Haul PMT bila komponen komponen jumlah kerjanya PMT PMT sudah sesuai ketentuan Over houl. dan pegas transmisi gerak Mekanik penggerak . roda gigi. Pondasi PMT. 10 Kontak utama Kontak utama Kontak PMT. PMT. Pondasi PMT. PMT. 12 Chamber dan Chamber dan Chamber dan Chamber Ukur tahanan kotak utama kotak utama kotak dan kotak isolasi dari utama utama Chamber dan kotak utama 13 Uji tegangan tinggi DC (khusus vaccum tube). Partial Discharge. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. roda gigi dan pegas transmisi gerak Mekanik penggerak . Pengukuran Partial Discharge . Pemeriksaan keretakan dan kemiringan pondasi.01 7 Mekanik penggerak . roda gigi.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. Ukur tahanan kontak utama PMT dengan Micro Ohm meter apakah masih sesuai ketentuan. Partial Discharge . 11 Pondasi PMT. pegas transmisi gerak dan pengencangan baut-baut. utama PMT. Partial Discharge. Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 14 . Periksa mekanik penggerak dan beri vet pada roda gigi. 9 Kontak utama Kontak utama Kontak PMT. Pemeriksaan keserempakan waktu ( ON dan OFF ) PMT dengan Breaker analizer. utama PMT. Kontak utama PMT. pegas transmisi gerak 8 Partial Discharge. Kontak utama PMT.

Ganti atau filter minyak PMT apabila warna dan tegangan tembusnya sudah rendah dari standar. Sistem Perbaiki kebocoran pemipaan minyak. kelainan pada mekanik. Prosedur Pelaksanaan Pemeliharaan. decomposition gas SF 6 serta alaram refilling dan CB bolk dengan alat ujinya bila diperlukan. juga perlu memperhatikan Suplemen dibawah ini : SE. moisture.5.01 Rangkaian 16 Rangkaian Rangkaian Control PMT Control PMT Control PMT Rangkaian Percobaan On / Off Control PMT. 032 / PST / 1984 edisi Desember 2000 : seperti tercantum Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 15 . Ukur DGA bila diperlukan 19 Sistem pemipaan Sistem pemipaan Sistem pemipaan 20 Minyak PMT. 18 Minyak PMT Ukur dew point. pipa udara pneumatic. kompresor. Minyak PMT. Buku Biru : : : Pedoman Operasi Gardu Induk Petunjuk Pengoperasian Gardu Induk Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan pada instalasi Tegangan tinggi / Ekstra Tinggi terdiri dari Dokumen K3 dan Formulir DP3. Buku Merah 2. sistim hidrolik & pneumatic. Selain penjelasan dan buku-buku tersebut diatas. PMT 17 Gas SF 6. 1. Prosedur untuk melaksanakan pemeliharaan harus selalu mengacu kepada bukubuku prosedur yang telah tersedia di setiap gardu induk. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. SF6. Buku Kuning 3.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. yaitu : 1.

Pemeriksaan indikator pegas mekanik PMT sistim pegas. ON RP Mano meter. Pemeriksaan box kontrol terhadap kotoran atau bi12 natang serta kemungkian air hujan masuk. Visual. Pemeriksaan warna dan level minyak pada PMT media minyak. ON RP Visual. O O O O O O 2 ON PP 3 ON RP Visual. Jumperan dan daerah bertegangan terhadap benda asing. bau-bauan. Infrared Thermo vision 14 ON PP Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 16 . 11 Monitor penunjukkan counter PMT. Gas Leak Visual. 7 8 ON ON RP PP 9 ON RP 10 Pemeriksaan grounding. 4 O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O ON RP Kuncikunci / Spesial Tools. Visual. 5 ON RP 6 ON RP Visual. 13 Pemeriksaan debu pada bushing dan bodi PMT. Visual / tero pong. Kegiatan Harian Periode pemeliharaan 10 tahunan Bila diperlukan 5 tahunan Semester Tahunan Triwulan Bulanan Dilaksanakan RP : Regu Kondisi Patroli Peralat atau PP : an Petugas Pemel. Visual.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. apakah terdapat keretakan ? Pemeriksaan sumber AC / DC. Pengukuran hot spot dengan Thermovision. ON ON PP RP Visual. Multi meter. udara kempa dan kebocoran pipa salurannya. Peralatan Kerja 1 Monitor tekanan Gas SF 6 . bunyi-bunyian. N2 . Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. Pemeriksaan indikator On / Off PMT dan posisi poros transmisi penggerak. ON RP Visual. Pemeriksaan Bushing. Pemeriksaan Terminal Utama.01 (a) Uraian Kegiatan Pemeliharaan Peralatan PMT Tegangan Tinggi O / O = Jenis dan siklus waktu pemeliharaan Jenis pemeliharaan Preventive Corrective Mingguan Detective No. Pemeriksaan kelainan pada sistim Hidrolik / Pneumatic. Pemeriksaan kelainan kompresor udara dan membuang kondensasi air. Visual.

Pemeriksaan keserempakan waktu ( ON dan OFF ) PMT. 27 28 Uji tegangan tinggi DC (khusus vaccum tube).5 teg. Spesial Tools. Pemeriksaan kekencangan baut terminal utama. Micro 0hm meter. pegas transmisi gerak dan pengencangan baut-baut. bodi dan mekanis penggerak. O O Off PP KunciKunci. spare part Visual. Pengukuran tahanan kontak utama PMT. Theodo lyte. bodi 20 dan pentanahan serta bautbaut wiring pada boks kontrol. Special Tool. Pemeriksaan mekanik penggerak dan pemberian vet 21 pada roda gigi. O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O ON PP 23 Off PP 24 Off PP Pemeriksaan keretakan dan 25 kemiringan pondasi. Off PP 30 Percobaan On / Off PMT. Pembersihan isolator 19 bushing. Alat uji. Off PP Off PP Megger Pentanahan. Off PP Off PP ObengObeng. O O O O O O O O O O O O Off PP 16 Off RP Pemeriksaan Box Kontrol 17 dan pengencangan baut terminal wiring. Off PP Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 17 . Pengujian sistim hydrolik / pneumatik. 22 Pengukuran Partial Discharge. 26 Pengukuran tahanan isolasi. tool set KunciKunci. Kunci. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. Megger HV test DC = 1. nominal. Visual. Partial Dischar ge. Visual.01 15 Pengukuran tahanan pentanahan. Multi Meter. Pemeriksaan alat pernafasan dan ventilasi. Breaker Analizer. KunciKunci. Alat Uji Tegang an Tembus Kain Majun. 18 Pemeriksaan dielektrik minyak. Water pass. KunciKunci.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. ON PP Off Off Off PP PP PP 29 Over Haul PMT.

1 I. Kegiatan Harian Periode pemeliharaan 10 tahunan Bila diperlukan 5 tahunan Semester Tahunan Triwulan Bulanan Dilaksanakan RP : Regu Peralatan Kerja Kondisi Patroli Peralatan atau PP : Petugas Pemel. I. SF6.6 I. kompresor.7 ON PP PP PP O ON ON I. Visual. Pemeriksaan pondasi apakah terdapat keretakan atau penurunan.5 I. mesin filter minyak. Spesial Tool. O O O OFF PP Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 18 .4 Umum. Visual Visual Waterpas s. I. 31 moisture. sistim hidrolik & pneumatic.2 I. lampu pene-rangan. O O O O O O O Off PP Alat uji. Pemeriksaan lemari kontrol. Pengukuran partial discharge. Pemeriksaan debu pada Bushing dan body PMT. majun. tool set ON PP DGA Test KunciKunci. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. supply AC/DC. Minyak PMT. column. Avo meter. 32 Pengukuran DGA ( khusus PMT Bulk Oil Content). Penggantian atau filter 34 minyak PMT. O O O O O O O O O O O O O ON PP ON ON PP PP PP O O O O O ON I.3 I. capacitor. cleaning paste.8 Pembersihan & pemeriksaan iso-lator interupting chamber. Pemeriksaan Bushing apakah terdapat keretakan.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No.Theodo lyte. pipa udara 33 pneumatic. pema-nas ruang (heater). Perbaikan kebocoran minyak.visual Visual. Visual. decomposition gas SF 6. Pemeriksaan counter PMT.01 Pengukuran dew point. Alat uji partial discharge Visual Alat teropong. Pemeriksaan posisi indikator ON/OFF. kelainan pada mekanik. ON / Off PP O O O Off PP (b) Uraian Kegiatan Pemeliharaan Peralatan PMT Tegangan Ekstra Tinggi O / O = Jenis dan siklus waktu pemeliharaan Jenis pemeliharaan Preventive Corrective Mingguan Detective No.

Media Air Blast Pemeriksaan kebocoran pada instalasi udara : katupkatup. Kuas.2.1. O O O O O OFF PP Alat ukur tahanan mikro Ohm.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. AVO meter.13 Pengujian tahanan isolasi. purity gas test. I.2 mul-tiple pressure dan lakukan resetting switch u/: . pentanahan dan baut-baut wiring pada panel kontrol.2 pada density monitor untuk alarm refilling dan CB block. I. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001. Spesial Tool. Pemeriksaan tekanan pada II. O O ON PP I.blocking reclose O ON PP KunciKunci.1.Refilling 150 / 30 bar . KunciKunci. KunciKunci. O O O OFF PP O O O O O O O O O ON PP OFF PP II. I. .11 Pemeriksaan kekerasan baut ter-minal Utama.10 Over haul PMT. pipa udara pneu-matic. sambungan pipa II. Spesial tool . gas SF6. Pengujian tekanan gas SF6 II.1. electrical tool set.1. air sabun. reducing valve 180 bar & 150 bar. Spare part. II.3 O O O O O O O O O OFF PP II.2. Special Tool. Alat uji Kandunga n gas II.9 Pengukuran tahanan pentanahan. Alat uji tahanan kontak (micro 0hm) Megger 5000 Volt Breaker analizer.1 safety valve. O O O O OFF PP Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 19 . Spesial Tools.2. Tubular gas test. Media Pemadam Busur II.14 Pengujian keserempakan kontak. bodi. Pengujian kemurnian gas SF6.01 I.blocking open . O O O OFF PP I. .4 OFF PP Visual. Pengujian kandungan Dew com-position product gas. O O O O O O OFF OFF PP PP Perbaikan terhadap kebocoran mi-nyak.1 SF6 pada sambungansambungan. sistim hidrolik dan sistem pneumatic. Leakage detector Meter gas referensi. blast valve.1.Media Gas SF6 Pemeriksaan Kebocoran gas II.12 Pengujian tahanan kontak.15 kalinan pada mekanik kompresor. O O O OFF PP I.

Visual.2 III. III.1 III. Hidrolik Pemeriksaan kebocoran minyak pada instalasi.2 III.1. Pemeriksaan counter kerja kom-pressor apakah ada penambahan angka secara III. 3-1. III. valve plate. 2-1 merk BBC ).bu sa air sabun Visual.01 II.2. alarm PMT block .3. sa-fety valve katupkatup (akuator). Pemeriksaan fisik dan pemberian vet pada spring serta komponen lainnya.2. kuas .motor start / stop. sambungan. Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 20 .3.1 O O O O O O O O O O O O O O O O O O ON OFF OFF ON PP PP PP PP Visual Visual . O O O OFF PP AVO meter III.5 pompa. Sistem Penggerak Pemeriksaan indikasi kondisi spring.5 return valve ( type ELF SL 74. OFF PP PP O ON O O O O O O O ON PP Visual. Monitor penunjukkan counter III.1.2. Spare part. nepel.3. kuncikunci OFF O O O O OFF PP O O O O ON PP Visual O O O O OFF PP Kuncikunci.1.3.2. non III. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001.1 pipa. Pemeriksaan level indikasi dan warna minyak Pemeriksaan kentalan minyak.1.special tool. III.2 sistem penggerak u/ PMT close / open. O O O O O O O ON PP Visual III.1.3 Penggantian spare part : ring pis-ton.3 ON PP PP Visual.ku n-ci-kunci Visual . kuncikunci Visual. Pengujian tekanan udara untuk : .PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. Spring III. Visual Visual.3 Penggerak pneumatik Pemeriksaan kebocoran udara pa da instalasi udara. katup-katup pipa.4 pe. O O O O OFF Pengujian motor pompa dan III. Pemeriksaan Indikator Pegas me.di laboratorium Manual.kanik pada PMT sistim pegas.3.4 III. Pengujian kinerja spring untuk PMT close dan open.2.3 III.2 III.2.4 dratis bila bertambah lakukan pemeriksaan kebocoran udara lebih intensif.3 III Pemeriksaan tahanan magnetic coil reducing valve. Pemeriksaan /pengujian III.meriksaan kebocoran internal.Resetting microswitch.

. IV. IV.1 IV.4. Dokumen Berlaku Efektif : : P3B/O&M PMT/001.3 squence.PT PLN (Persero) P3B PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA No. O O O O O O O O O O O O O O O OFF OFF IV. Pemeriksaan kebocoran udara pada instalasi.5 Pemeriksaan kipas pendingin cylinder.5 Tanki dan pipa udara. OFF PP PP PP PP PP AVO meter AVO meter Visual Visual. AVO meter Visual.5. IV.3.1.1 IV.1. Pemeriksaan lampu indikator / bendera indikator Pemeriksaan automatic IV.4. Pemeriksaan kebocoran minyak pelumas.2. Bagian kompressor.2.3 Compressor unit 200 bar untuk PMT air blast.4 Panel kontrol.2. IV. Pemeriksaan level minyak pelumas.1.4 Pemeriksaan couppling ring. IV. Visual Visual O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O ON ON ON ON ON ON ON PP PP PP IV. IV.3 Bagian Motor listrik.3 Periksa kipas pendingin motor.5 Pressure gauge 4th stage.2 Pressure gauge 1st stage.2 Periksa amper running.2 IV.5. Pemeriksaan counter jam kerja kompressor.4.1 IV. IV.1 Periksa amper starting.1 Sumber tegangan AC/DC.2. IV.4 Pressurre gauge 3rd stage.2 Pembuangan air pada tanki udara. IV.01 IV IV. ON PP PP O O ON ON PP PP Visual Visual O ON Edisi : 01 Revisi : 00 Halaman 21 . IV.3.1. O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O O OFF ON ON PP PP PP PP PP Visual Visual Visual Visual Visual. IV.1 Oil pressure gauge.1. tool's IV.2.3 Pressure gauge 2nd stage.3.2 IV.2 Pressure gauge IV. IV.