Anda di halaman 1dari 51

KAJIAN KESELAMATAN RADIASI

PADA PUSAT TEKNOLOGI BAHAN INDUSTRI NUKLIRBATAN

W. Prasuad, Gunawan dan Ridwan


Pusat Teknologi Bahan Industri
Nuklir BATAN
ABSTRAK
Kajian
keselamatan
radiasi
pada
Pusat
Teknologi
Bahan
Industri
Nuklir
(
PTBIN
)
Badan
Tenaga
Nuklir
Nasional.
Telah
dilakukan
kajian
keselamatan
radiasi
pada
fasilitas
laboratorium
hamburan
neutron,
laboratorium
difaksi
sinarX
dan
keselamatan
pekerja
radiasi
dalam
kurun
waktu
tahun
2000
sampai
2006
di
PTBIN
BATAN.
Hasil
pengukuran
paparan
radiasi
pada
daerah
kerja,
paparan
radiasi
yang
diterima
pekerja
radiasi
hasil
pengukuran
thermoluminesence
dosimeter
(
TLD
)
menunjukkan
suatu
harga
berada
dibawah
batas
ambang.
Pengukuran
tingkat
paparan
radiasi
pada
12
titik
lokasi
di
laboratorium
hamburan
neutron
(
NGH
)
menghasilkan
paparan
ratarata
tahunan
3,720
mSv/tahun.
Dosis
tertinggi
yang
diterima
pekerja
radiasi
untuk
dosis
ekivalen
kulit
(
DEK
)
adalah
1,17
mSv/tahun
dan
dosis
ekivalen
seluruh
tubuh
(
DEST
)
adalah
0,92
mSv/tahun.
Paparan
radiasi
di
laboratorium
difraksi
sinarX
tertinggi
adalah
0,08
mR/jam
dan
selama
6
tahun
terakhir
dalam
keadaan
stabil.
Seluruh
fasilitas
radiasi
di
PTBIN
BATAN
beroperasi
dengan
aman
dan
dalam
pengawasan
keselamatan
yang
baik dan tertelusur.

Kata kunci:
hamburan neutron, diffraksi sinar X, keselamatan radiasi

ABSTRACT

Radiation
safety
studies
on
neutron
scattering,
xray
diffraction
laboratory
and
radiation
worker
have been
carried
out
for
the period
of
2000 to 2006
at
PTBIN
BATAN.
Results
of
radiation
exposure
measurement
in
the
active
areas
indicate
that
the
radiation
exposure
amount
received
by
each
radiation
worker
is
below
the
(allowed)
threshold
value
asa
measured
by
the
thermoluminesence
dosimetry
method
(TLD).
Exposure
level
measurement
at
12 (twelve)
different
locations
in
the
neutron
scattering
lab
shows
annual
average
exposure
value
of
3,720
mSv/year.
The
maximum
dose
received
by
a
radiation
worker
for
the
skin
equivalent
dose
(DEK)
is
1,17
mSv/year
and
for
the
entire
body
dose
(DEST)
the
value
is
0,92
mSv/year.
The
maximum
radiation
exposure
dose
in
the
xray
lab
is
0,08
mR/hour
and
this
value
is
stable
for
the
last
six
years.
All
radiation
facilities
at
PTBINBATAN
have
been
declared
to
operate
in
safe
condition
and
are
under
a
well
coordinated and traceable supervision.

Key word:
neutron
scattering, Xray
diffraction, radiation safety.

346
I.
PENDAHULUAN
Berdasarkan
UU
No.
10
tahun
1997
tentang
ketenaganukliran
[
1
]
dan
peraturan
pemerintah
nomor
63
tahun
2000
tentang
keselamatan
dan
kesehatan
terhadap
pemanfaatan
radiasi
pengion
[
2
],
maka
setiap
kegiatan
yang
berhubungan
dengan
nuklir
harus
dilaksanakan
dengan
memperhatikan
ketentuan
keselamatan
pekerja
radiasi,
peralatan
serta
lingkungan
sekitarnya.
Pusat
Teknologi
Bahan
Industri
Nuklir
(
PTBIN
)
sesuai
dengan
Peraturan
Kepala
BATAN
No.392/KA/XI/2005
tentang
Organisasi
dan
Tata
Kerja
BATAN
mempunyai
tugas
melaksanakan
penelitian
dan
pengembangan
di
bidang
bahan
industri
nuklir
[
3
].
Untuk
melaksanakan
kegiatan
tersebut,
PTBIN
didukung
dengan
fasilitas
radiasi
dan
nonradiasi.
Fasilitas
radiasi
terdiri
dari
Laboratorium
Hamburan
Neutron
(
NGH
)
yang
berada
di
Gedung
40,
Balai
Percobaan
Reaktor
Laboratorium
[
XHR
]
yang
berada
di
Gedung
30
RSG
Siwabessy
serta 2 ( dua ) Laboratorium Difraksi SinarX
( XRD ).

Fasilitas
yang
ada
di
NGH
terdiri
dari
3
(
tiga
)
unit
peralatan
utama
yaitu
Spektrometer
Hamburan
Neutron
Sudut
Kecil
(
SANS/SN2),
Spektrometer
Hamburan
Neutron
Sudut
Kecil
Resolusi
Tinggi
(
HRSANS/
SN3
)
dan
Difraktometer
Neutron
Serbuk
Resolusi
Tinggi
(
HRPD
/
DN3
)
,
sedangkan
fasilitatas
peralatan
hamburan
neutron
yang
ada
di
XHR
terdiri
dari
4
(
empat
)
unit
peralatan
hamburan
neutron
yaitu
Spektrometer
Tiga
Sumbu
(
TAS/
SN1),
Difraktometer
Empat
Lingkaran
(
FCD/TD
),
Diffraktometer
Serbuk
(
PD/
DN1M
)
dan
1
unit
peralatan
Radiografi
Neutron
(
RN
).
Sedangkan
fasilitas
peralatan
diffraksi
sinarX
terdiri
dari
dua
unit
peralatan
yaitu
XRDShimadzu
yang
beraada
di
Bidang
Bahan
Industri
Nuklir
(
BBIN
)
dan
XRDPhillips
di
Bidang Karakterisasi dan Analisis ( BKAN )

Untuk
pengandalian
keselamatan
dan
pengawasan
pengoperasian
peralatan
dan
personel
ditugaskan
pada
Bidang
Keselamatan
dan
Instrumentasi
yang
secara
operasional
dilaksanakan
oleh
Sub
Bidang
Proteksi
Radiasi
dan
Keselamatan
Kerja ( PRKK ).

Pengoperasian
peralatan
hamburan
neutron
yang
memanfaatkan
Reaktor Serba Guna Siwabessy merupakan sistem peralatan yang kompleks, dimulai d
ari
pengaliran
neutron
thermal
sampai
pengumpulan
data
dilakukan
secara
komputerisasi
dilakukan
ratarata
antara
9
jam
sampai
20
jam
untuk
daya
reaktor
15
MWatt.
Dengan
waktu
yang
lama
ini
maka
sangat
perlu
dilakukan
pengawasan
terhadap
paparan
radiasi
yang
dihasilkan
dan
pengaturan
waktu
bagi
operator
dalam
bekerja.
Pengesetan
sample
merupakan
faktor
utama
sehingga
neutron
yang
terhambur
mengenai
detektor
akan
maksimal.
Kesalahan
pengesetan
akan
mempengaruhi
hasil
ekperimen
dan
bahaya

347
radiasi
bagi
operator
maupun
pengguna
yang
berada
di
daerah
kerja.
Untuk
meminimalkan
paparan
radiasi
maka
dilakukan
langkahlangkah
seperti
menggunakan
penahan
radiasi
pada
daerah
tertentu,
pemetaan
radiasi
pada
daerah
kerja,
melengkapi
prosedur
operasi
peralatan,
buku
log,
inspeksi
internal,
dan
evaluasi
tahunan
[
4
].
Untuk
meningkatkan
kinerja
dan
keselamatan
operator
maupun
pengguna
dilakukan
penyegaran keselamatan personel melalui sosialisasi budaya keselamatan [5].

Pada
makalah
ini
akan
dilakukan
kajian
tentang
keselamatan
radiasi
di
fasilitas radiasi
pada PTBIN yang meliputi
:

1.
Pengukuran tingkat radiasi pada peralatan utama di NGH, XHR dan lab. XRD
2.
Evalusi
dosis
TLD
bagi
pekerja
radiasi
dan
orientasi
keselamatan
bagi
pekerja
tamu
3.
Pengendalian keselamatan radiasi dan nonradiasi.
4.
Kelengkapan dokumen, peralatan keselamatan dan sistem pengawasan
Dengan
adanya
kajian
ini
diharapkan
dapat
menyakinkan
operator,
pengguna,
pekerja
radiasi
maupun
instansi
yang
berwenang
bahwa
paparan
radisai
pada
fasilitas
radiasi
di
NGH,
XHR
dan
laboratorium
XRD
di
PTBIN
mempunyai
sistem
keselamatan radiasi yang aman bagi pekerja maupun pengguna lainnya.
II.
TATA KERJA
1.
Pengukuran Paparan Daerah
Kerja
Pengukuran tingkat radiasi pada XHR, NGH dan laboratorium
Diffraksi SinarX
(
XRD
)
dilakukan
berdasarkan
peta
radiasi
yang
telah
dibuat.
Peta
ini
dibuat
berdasarkan
tingat
aktifitas
yang
sering
dilalui
oleh
pekerja
radiasi
dan
pengguna
peralatan
(
user
).
Penomoran
pada
titik
pengukuran
akan
mempermudah
dilakukannya
evaluasi
hasil
pengukuran,
sehingga
akan
memudahkan
pengawasan.
Titik
pengukukuran
tata
letak
peralatan
utama
dan
titik
pengukuran
radiasi
pada
XHR
dan
NGH
dapat
dilihat
pada
Gambar
1
dan
2.
Sedangkan
tata
letak
dan
titik
pengukuran
pada laboratorium XRD
dapat dilihat pada Gambar 3 dan 4.
348
Reaktor GA.
SiwabessyRNTAFCD/TDN1MOperatorOperatorOperatorOperatorReaktor
GA.
Reaktor GA.
SiwabessyRNTAFCD/TDN1MOperatorOperatorOperatorOperatorReaktor
GA.
Gambar 1. Titik pengukukuran dan tata letak peralatan hamburan neutron
di XHR . Pengukuran dilakukan pada 43 titik yang memberikan
kontribusi paparan radiasi gamma dan neutron.

349
Pengukuran
di
XRD
dan
NGH
dilakukan
menggunakan
detektor
Ludlum
dan
Victoreen 410. Pengukuran dilakukan satu kali setiap operasi reaktor dan dua bul
an
Pengukuran
di
XRD
dan
NGH
dilakukan
menggunakan
detektor
Ludlum
dan
Victoreen 410. Pengukuran dilakukan satu kali setiap operasi reaktor dan dua bul
an sekali
untuk
XRD,
pada
semua
titik
daerah
kerja
,
selanjutnya
.dari
data
tersebut
dibuat
tabel
dan dibandingkan dengan batas ambang dosis yang diijinkan.
1112TPN1TPN29876DN3SN354321SN
: Spektrometer NeutronDN : Difraktometer NeutronTPN : Tabung Pemandu NeutronNeut
ron
Gambar 2. Titik pengukukuran dan tata letak peralatan hamburan neutron
di NGH. Pengukuran dilakukan pada 12 titik yang memberikan
kontribusi paparan radiasi gamma dan neutron.

2.
Evalusi
Dosis
TLD
Pekerja
Radiasi
dan
Orientasi
Keselamatan
Bagi
Pekerja
Tamu
Pengukuran
dosis
perorangan
menggunakan
data
Thermoluminisence
Dosimeter (TLD).
Pengukuran dilakukan
oleh Pusat Teknologi Pengolahan Limbah
Radioaktif
(
PTLR
),
selanjutnya
data
di
dokumentasikan
kedalam
kartu
dosis
dan
dianalisis.
Analisis
dosis
paparan
radiasi
yang
diterima
pekerja
dilakukan
agar
dapat
dipantau
tingkat
dosis
yang
berkontribusi
besar
terhadap
nilai
paparan
pada
TLD.
Hasil
yang
diterima
pekerja
radiasi
dan
dilakukan
evaluasi
dan
dapat
digunakan
sesuai
keperluan, misalkan untuk training atau melanjutkan pendidikan di luar negeri.
350
Gambar 3 dan 4. Tata letak dan titik pengukuran pada laboratorium XRD.
Gambar 3. adalah XRD di BBIN dan Gambar 4 adalah di BKAN
Orientasi keselamatan bagi pekerjapekerja
tamu bertujuan untuk memberikan
pemahaman tentang bahaya akibat radiasi dan cara bekerja yang aman dengan medan
radiasi. Dengan diberikannya pemahaman ini, maka pekerja tamu yang melakukan
penelitian, atau kegiatan lainnya di fasilitas radiasi di PTBIN akan merasa nyam
an dan
aman dalam melaksanakan kegiatannya. Materi orientasi diberikan sebelum pekerja
tamu
malakukan kegiatannya. Adapun materi yang diberikan melputi :
a. Tata cara bekerja yang aman
b. Pengenalan Laboratorium tempat bekerja
c. Potensi bahaya di tempat kerja
d. Penggunaan perlengkapan keselamatan dalam bekerja
e. Mengatasi keaadaan darurat.
Seluruh data pekerja tamu disimpan dalam data base keselamatan PTBIN. Dengan dat
a
base ini seluruh informasi tentang kegiatan dan data pekerja tamu akan
didokumentasikan dalam bank data keselamatan PTBIN. Jumlah pekerja tamu yang
telah melakukan kegiatan di PTBIN sampai saat ini ( Juli 06 ) berjumlah 136 orang
telah
mengikuti orientasi keselamatan sejak diterapkankannya data base keselamatan sej
ak
tahun 2003 sampai tahun 2006. Pengendalian keselamatan dilakukan dengan cara
351
9
7
8
6
4 5
2
3
9
1
10
Komputer
7
6
1
4
5
3
2
Gbr .3 Gbr .4
8
1
melengkapi
seluruh
peralatan
dengan
prosedur
standar
pengoperasian
alat,
pemakaian
peralatan
keselamatan
dalam
bekerja
serta
dilakukannya
pengawasan
internal
(inspeksi
internal)
yang
dilakukan
petugas
proteksi
radiasi
dan
keselamatan
kerja.
Dengan
pengawasan ini maka semua potensi bahaya dapat diketahui secara dini. Potensi ba
haya
yang
umumnya
terjadi
misalkan
terjadinya
paparan
akibat
kalibrasi
peralatan,
penambahan
penahan
radiasi
dapat
diketahui
secara
dini.
Potensi
bahaya
yang
dapat
berkembang menjadi
ancaman dicatat
dalam
buku log
dan ditindaklanjuti
untuk
dilakukan
penyesuaian
dan
perbaikan
,
sehingga
paparan
radiasi
yang
terjadi
tetap
dalam
batas
yang diijinkan.

III. HASIL DAN


PEMBAHASAN
Hasil
pengukuran
paparan
radiasi
pada
laboratorium
NGH
dapat
dilihat
pada
Tabel
1.
Pengkuran
dilakukan
selama
periode
1999,
2000
dan
2001.
Pengukuran
dilakukan setiap reaktor RSG GAS beroperasi. Selama periode Juli 1999
sampai Februari
2001
telah
dilakukan
sebanyak
10
kali
pengukuran.
Data
pengukuran
setiap
titik
dilakukan
sebanyak
3
kali.
Data
pengukuran
ditampilkan
pada
Tabel1
adalah
sampling
8
kali pengukuran kurun waktu tahun 1999 sampai
tahun 2001 [ 6 ].

Tabel1.
Data paparan radiasi pada Lab. Hamburan Neutron (
NGH
)PTBIN
periode pengukuran tahun 1999, 2000 dan 2001, dengan daya operasi
RSGSiwabessy
15 MWATT.

Titik
Peng
ukur
an
MREM/JAM
Ratarata
07/99
08/99
03/00
06/00
07/00
09/00
12/00
02/01
MRem/
Jam
MSv/
Tahun
1
0,153
0,306
0,213
0,204
0,102
0,213
0,249
0,109
0,193
3,720
2
0,153
0,120
0,051
0,204
0,102
0,051
0,204
0,102
0,123
2,369
3
0,162
0,111
0,178
0,204
0,204
0,178
0,204
0,102
0,168
3,226
4
0,181
0,111
0,178
0,204
0,204
0,178
0,222
0,204
0,185
3,559
5
0,153
0,102
0,204
0,204
0,102
0,204
0,204
0,204
0,172
3,304
6
0,162
0,102
0,051
0,204
0,204
0,051
0,204
0,204
0,147
2,837
7
0,153
0,102
0,178
0,102
0,102
0,178
0,204
0,102
0,140
2,692
8
0,153
0,102
0,051
0,102
0,102
0,051
0,204
0,204
0,121
2,325
9
0,213
0,102
0,178
0,102
0,102
0,178
0,204
0,102
0,147
2,837
10
0,222
0,102
0,178
0,102
0,102
0,178
0,204
0,102
0,148
2,859
11
0
0,102
0,178
0,102
0,102
0,178
0,204
0,102
0,121
2,325
12
0,213
0,102
0,178
0,204
0,204
0,178
0,204
0,204
0,168
3,571
RATA
rata
0,122
0,122
0,151
0,161
0,136
0,151
0,209
0,145
0,154
2,969

Data
yang
ditampilkan
sudah
merupakan
nilai
ratarata.
Selanjutnya
dari
tabel.1
dibuatkan
grafik
antara
lokasi
titik
pengukuran
terhadap
ratarata
paparan
radiasi
radiasi

352
(Gambar
5
).
Dari
data
ini
dapat
dilihat
bahwa
besarnya
tingkat
paparan
radiasi
pada
NGH
ratarata
pertahun
adalah
sebesar
3,720
mSv/th..
Sedangkan
besarnya
daya
operasi
reaktor
tidak
memberikan
dampak
yang
berarti
terhadap
besarnya
tingkat
paparan
radiasi
pada
tiap
titik
pemetaan.
Hasil
pengukuran
daerah
kerja
di
XHR
dapat
dilihat pada Tabel 2 , sedangkan
02461357911No.PosisimSv/
Rata-rata
Gambar5.
Grafik titik pengukuran di NGH pada 12 titik pengukuran pada
pengukuran tahun 1999, 2000 dan 2001 ( nilai ratarata
).

Tabel
3
dan
4
adalah
paparan
radiasi
pada
daerah
kerja
laboratorium
XRD.
Dari
data
ini
tidak
terjadi
fluktuasi
paparan
yang
tinggi
pada
lab.
XHR,
NGH
maupun
XRD.
Sehingga
dari
data
ini
menunjukkan
bahwa
pengoperasian
fasilitas
radiasi
di
PTBIN
sangat aman digunakan oleh pekerja radiasi maupun masyarakat secara umum.

Hasil
pembacaan
TLD
dari
PTLRBATAN
pada
61
pekerja
radiasi
di
PTBIN
pada
tahun
2005
diperoleh
Nilai
Dosis
Ekivalen
Kulit
(
DEK/HP0,07
)
tertinggi
yang
diterima
pekerja
radiasi
adalah
1,17
mSv/tahun
dan
yang
terendah
adalah
0,86
mSv/tahun
[
5
].
DEK
tertinggi
yang
diterima
pekerja
radiasi
pada
NGH
adalah
pekerja
yang
selalu
mendampingi
PPR
dalam
melaksanakan
penguikuran.
Nilai
Dosis
Ekivalen
Seluruh
Tubuh
(
DEST/
HP
10 )
yang
teringgi
adalah
0,92
mSv
dan terendah
adalah
0,57
mSv.
Dari
nilai
DEK
dan
DEST
yang
diterikma
pekerja
radiasi
masih
sangat
jauh
dibandingkan
dengan
nilai
batas
dosis
yang
diijinkan
(
NBD/tahun
)
yaitu
50
mSV
untuk
DEST
dan
500
mSV
untuk
DEK.
Untuk
tahun
2006
jumlah
pekerja
radiasi
meningkat
menjadi
71
orang,
dengan
nilai
paparan
pada
triwulanI
ratarata
<
0,05
mSv.

Tanggal pengukuran : 13 April 2006


Daya reaktor : 14.8 MWTanggal pengukuran : 24 Mei 2006
Daya reaktor : 14.8 MW
353
354
Tabel 2. Hasil pengukuran daerah kerja di XHR pada
semester pertama tahun 2006 pada 43 titik.

No.
POSIS
I
NEUTRON
(
CPM
)
GAMMA
(mR/jam)
NEUTRON
(
CPM
)
GAMMA
(mR/jam)
1.
40
3.00
20
3.00
2.
80
0.20
60
0.20
3.
10
0.26
10
0.26
4.
10
0.26
10
0.26
5.
10
0.24
20
0.24
6.
40
0.60
40
0.60
7.
10
10.00
40
8.00
8.
20
0.80
20
0.80
9.
20
0.80
20
0.60
10.
10
0.18
0
0.18
11.
0
0.30
0
0.30
12.
10
0.24
10
0.24
13.
10
0.14
10
0.14
14.
0
0.14
10
0.14
15.
40
0.20
40
0.20
16.
40
0.10
20
0.10
17.
0
0.08
0
0.08
18.
40
0.80
40
0.80
19.
60
2.40
60
2.40
20.
60
0.80
80
1.00
21.
20
0.80
20
0.80
22.
20
1.20
20
1.40
23.
20
1.40
20
1.40
24.
0
0.60
0
0.60
25.
20
0.40
20
0.40
26.
20
0.26
20
0.26
27.
40
0.22
40
0.22
28.
20
0.10
20
0.10
29.
0
0.32
0
0.32
30.
20
0.60
20
0.60
31.
120
0.80
80
0.80
32.
120
0.60
100
0.60
33.
20
0.80
20
0.80
34.
20
4.80
20
4.20
35.
20
0.10
20
0.10
36.
20
0.36
20
0.40
37.
20
0.22
20
0.22
38.
0
0.10
0
0.10
39.
0
0.06
0
0.06
40.
0
0.10
0
0.10
41.
20
0.40
20
0.40
42.
40
2.00
20
2.40
43.
40
8.00
60
6.00

355
Tabel 3. Hasil pengukuran pada daerah kerja di lab. XRDBKAN

PTBIN BATAN TAHUN 20052006,


menggunakan Surveymeter Alert Monitor 4.
tegangan alat 30 kV, 30 mA

No.
Posis
i
mR/jam
Jan
05
Mar 0
5
Jun
05
Ags 0
5
Sep
05
Des
05
Peb
06
Mar 0
6
Apl 0
6
Mei 0
6
1 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02 0.02
0,0 0.0 0.0 0.0
2 0.02 0.02 0 0.02 0.02 0
0.02
0,02
0,02
0,02
3 0.02 0.02 0,0 0.02 0,0 0,0
0.04
0,02 0,0
0,02
4 0,0 0,0 0,0 0.02 0,0 0.02
0.02
0,02
0,02
0,02
5 0.02 0,0 0.02 0.02 0.02 0.02
0.04
0,0
0,04
0,04
6 0.02 0,0
0 0.02 0.02 0.02 0.06
0,04
0,02
0,02
7
0,0 0,0 0,0 0.02
0 0.02
0.02
0,02
0,02
0,02
8
0,0 0.02 0.02 0.02 0.02
0.0 0.04
0,04
0,04
0,04
9
0,0 0.02 0.02 0.02
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
10
0,0 0,0 0,0
0, 0
0, 0 0,0
0.04
0,04
0,04
0,02

Tabel 4. Hasil pengukuran pada daerah kerja di Lab. XRDBBIN


PTBIN BATAN TAHUN 2005, menggunakan Surveymeter Alert
Monitor 4. tegangan alat 30 kV, 30 mA

No.
Posisi
mR/jam
Jan
05
Mar 0
5
Jun
05
Ags 0
5
Sep
05
Des
05
Peb
06
Mar 0
6
Apl 0
6
Mei 0
6
1 0.02
0.1
0.1
0.1
0.08
0.1 0,0
0, 0
0, 0 0,02
2 0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0,02
0,02
0,02
0,0
3 0.02
0.02
0.02
0.02
0,0
0,0
0,0
0,0
0,02
0,0
4 0,0
0,0
0,0
0,0
0.02
0.02
0,02
0,02
0,02
0,02
5 0.02
0
0.02
0.02
0,0
0,0
0,04
0,02
0,02
0,02
6 0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0,0
0,02
0,02
0,02
0,02
7 0,0
0,0
0.02
0.02
0.02
0,0
0,02
0,0
0,0
0,02
8
0,0
0,0
0,0
0.02
0.02
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
9
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
10 0,0
0,0
0,0
0,0
0
0,0
0,04
0,04
0,04
0,02

356
Untuk
memantau
kondisi
ruangan
laboratorium,
sebuah
alat
pemantau
dikembangkan
di
PTBIN. Sistem
ini
mengukur besaran fisis
seperti
suhu, kelembaban,
kebisingan, cahaya
serta
catu
daya
listrik.
Untuk
pemantauan
paparan
radiasi,
pada
waktu
mendatang
akan
dikembangkan
alat
pemantau
radiasi
terpusat
di
PTBIN.
Sistem
ini
akan
dikoneksi
ke
jaringan komputer.

Untuk
memandu
pelaksanaan
kegiatan
keselamatan
bagi
pekerja
radiasi,
maka
telah
dibuatkan
prosedur
strandar
operasi
dan
pengukuran
paparan
radiasi
serta
penggunaan
peralatan
keselamatan
kerja
bagi
operator
alat
maupun
peneliti
yang
akan
memanfaatkan
peralatan
tersebut.
Seluruh
fasilitas
radiasi
di
PTBIN
wajib
memiliki
kelengkapanm dokumen fasilitas keselamatan seperti :

Prosedur
kerja dan instruksi kerja.

Buku
log peralatan dan bahan.

Tandatanda
keselamatan
di
laboratorium
(
misal,
potensi
bahaya,
lampu

tanda alat beroperasi, alarm lokal


).

Perlengkapan
keselamatan minimal.

Selain
kelengkapan
dokumen
dan
fasilitas
keselamatam,
telah
dilaksanakan
orientasi
keselamatan
bagi
pekerja
tamu.
Orientasi
keselamatan
bertujuan
memberikan
pemahaman
cara
bekerja
yang
aman,
cara
menggunakan
peralatan
di
laboratorium,
pengenalan
potensi
bahaya,
cara
mengatasi
keadaan
darurat
dan
pemahaman
keselamatan
secara
menyeluruh.
Pelaksanaan
kegiatan
ini
dimulai
sejak
tahun
2003
setelah
melihat
banyaknya
peminat
pakerja
tamu
yang
melakukan
praktek
kerja,
penelitian,
pengukuran
sample
maupun
untuk
tugas
akhir.
Dengan
diterapkannya
sistem
ini, sampai
saat ini belum terjadi kecelakaan yang fatal.

Untuk
menjamin
konsistensinya
operator
maupun
manajemen
keselamatan
di
PTBIN,
setiap
tahun
dilaksanakan
sosialisasi
dan
presentasi
budaya
keselamatan.
Cara
ini
bermanfaat
untuk
mengukur
pelaksanaan
sistem
keselamatan
dan
salah
satu
cara
untuk mengukur turun naiknya pelaksanaan dan perencanaan pemantauan keselamatan.

IV. KESIMPULAN DAN


SARAN
Dari
hasil
pengukuran
tingkat
paparan
radiasi
daerah
kerja
diperoleh
besarnya
tingkat
radiasi,
ratarata
tahunan
sebesar
3,720
mSv/tahun..
Seluruh
fasilitas
radiasi
yang
ada
di
PTBINBATAN
beroperasi
secara
aman,
hal
ini
ditunjukkan
dengan
nilai
TLD pekerja
radiasi
hasil
pengukuran
PTLRBATAN
berada
dibawah
batas
ambang
yang
diijinka..
Untuk
dosis
ekivalen
kulit
(
DEK
)
<
500
mSv,
dosis
ekivalen
seluruh
tubuh
(
DEST
)
<
50
mSv.
Faktor
lain
yang
mendukung
sistem
keselamatan
adalah

357
penahan
radiasi yang terpasang
pada laboratorium
hamburan neutron
di NGH , XHR
dan
laboratorium
XRD
berfungsi
baik.
serta
berjalannya
sistem
pemantauian
keselamatan
radiasi
yang
terencana.
Dengan
demikian
seluruh
fasilitas
radiasi
yang
digunakan
untuk
penelitian di PTBIN dalam kondisi yang aman untuk digunakan.

358
DAFTAR
PUSTAKA

1.
UNDANGUNDANG
NO.10 TAHUN 1997, tentang Ketenaganukliran .
2.
PERATURAN PEMERINTAH NO. 63 TAHUN
2000, tentang Keselamatan dan
Kesehatan terhadap Pemanfaatan Radiasi Pengion .
3.
ORGANISASI dan TATA KERJA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL, tahun 2005.
4.
GORDON BLAKEY, Seminar Programme and Course Note , Safety in the
laboratory, NY, USA, 1990.
5.
PRASUAD, Sosialisasi Budaya Keselamatan , disampaikan pada seminar
hasilhasil
penelitian P3IB tahun 2005.
6.
PRASUAD , Pelaksanaan Proteksi Radiai dan Keselamatan Kerja Pada
Puslitbang Iptek Bahan BATAN , Laporan Kegiatan tahun 2004, Laporan
Penelitian PTBINBATAN
tahun 2004, Serpong 2005.
359
DISKUSI DAN
TANYA JAWAB

Penanya: Mutiara S ( BAPETEN )


Pertanyaan:
a.Benarkah yang digunakan dalam penelitian ini neutron. Apakah monitor peroranga
n
yang digunakan adalah TLD
untuk neutron?
Jawaban:
a.Monitor perorangan yang digunakan
adalah TLD untuk gamma, sedangkan
neutron
menggunakan survey meter.

Penanya: Frans A N ( PT. Sigi Semihan )


Pertanyaan:
a.Apakah
di
PTBIN
sudah
diterapkan
system
manajemen
keselamatan
yang

terakreditasi?
b.Apakah di PTBIN sudah diterapkan budaya keselamatan yang tersystem?
c.Apakah budaya keselamatan ini mencontoh JNES?

Jawaban:
a.Pada saat ini
dalam
persiapan menuju sistem keselamtan internal BATAN.
b.Budaya keselamatan di PTBIN baru di perkenalkan tahun 2004
c.Kami
melaksanakan
budaya
keselamatan
mengacu
pada
Buku
Pedoman

Pelaksanaan
Budaya
Keselamatan
Nuklir
BAPETEN
yang
di
luncurkan
tgl
2
Agustus 2006.

360