PENANGANAN RAWAN PANGAN

Penanganan Daerah Rawan Pangan
Saat ini Indonesia menghadapi permasalahan dibidang sosial, ekonomi, dan politik. Jumlah penduduk miskin terus meningkat, dengan demikian semakin banyak orang yang menghadapi rawan pangan. Secara umum, Indonesia mempunyai permasalahan serius yang berkaitan dengan ketahanan pangan rumah tangga untuk 10 tahun terakhir seperti halnya prevalensi anak-anak kurang gizi. Terjadinya kasus rawan pangan dan gizi buruk di beberapa daerah, menunjukkan bahwa masalah ketahanan pangan bukan masalah yang sederhana dan dapat diatasi sesaat saja, melainkan merupakan masalah yang cukup kompleks karena tidak hanya memperhatikan situasi ketersediaan pangan atau produksi disisi makro saja melainkan juga harus memperhatikan program-program yang terkait dengan fasilitasi peningkatan akses terhadap pangan dan asupan gizi baik ditingkat rumah tangga maupun bagi anggota rumah tangga itu sendiri. Masalah ketahanan pangan memiliki dimensi tersendiri dilihat dari keamanan pangan, keanekaragaman pangan dan kualitas pangan. Pangan sebagai kebutuhan pokok terpenting, memiliki keterkaitan langsung dan tidak langsung dengan kondisi kesehatan, kecerdasan dan produktivitas sumberdaya manusia. Di samping itu pemenuhan kebutuhan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia merupakan fondasi kuat untuk pembentukan kualitas manusia bangsa Indonesia, merupakan pilar bagi pembangunan ekonomi dan sektor lainnya, serta merupakan wahana untuk memenuhi hak azasi setiap insan atas pangan. Oleh karena itu berbagai program pembangunan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat kabupaten/kota perlu lebih diarahkan pada dukungan fasilitasi peningkatan produksi dan ketersediaan pangan, distribusi dan aksesibilitas pangan dan perbaikan konsumsi pangan antara lain: (1) pemanfaatan potensi dan keragaman sumberdaya lokal secara efisien dengan memanfaatkan teknologi spesifik lokasi; (2) pengembangan sarana prasarana yang mendukung produksi pangan; (3) peningkatan pelayanan penyuluhan dan pendampingan ketahanan pangan masyarakat (4) pengembangan perdagangan pangan regional dan antar daerah; (5) pengembangan lumbung pangan dan cadangan pangan (6) peningkatan kualitas konsumsi pangan melalui upaya diversifikasi konsumsi pangan (7) revitalisasi Kewaspadaan Pangan dan Gizi sebagai sistem pemantauan secara dini rawan pangan serta (8) serta fasilitasi terhadap permasalahan lain yang terkait dengan penanganan kelompok rawan pangan diatas.

Dalam upaya penanganan kerawanan pangan, Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan World Food Programe (WFP) telah menyusun peta kerawanan pangan/Food Insecurity Atlas (FIA) yaitu suatu alat untuk mengetahui daerah rawan pangan dengan permasalahan yang melatarbelakangi kejadian rawan pangan tersebut untuk dijadikan sebagai bahan kebijakan bagi penanggulangan kerawanan pangan. Analisis yang dilakukan pada pemetaan FIA tidak mengikutsertakan daerah perkotaan, tetapi hanya dilakukan pada 265 kabupaten di 30 propinsi, karena kerawanan pangan di daerah perkotaan harus dianalisis secara terpisah sebab mempunyai karakteristik tersendiri. Penyusunan peta FIA dilakukan pada daerah rawan pangan kronis dan rawan pangan transien. Rawan Pangan Kronis adalah keadaan rawan pangan yang berkelanjutan yang terjadi sepanjang waktu yang dapat disebabkan karena keterbatasan SDA dan keterbatasan kemampuan SDM sehingga menyebabkan kondisi masyarakat menjadi miskin. Rawan Pangan Transien adalah keadaan kerawanan pangan yang disebabkan oleh kondisi yang tidak terduga antara lain berbagai musibah, bencana alam, kerusuhan, musim yang menyimpang dan keadaan lain yang bersifat mendadak. Indikator kerawanan pangan kronis tercakup dalam 3 aspek/dimensi rawan pangan yaitu: Masalah Kesehatan, Masalah Ketersediaan Pangan, Masalah Kemiskinan. Sedangkan indikator untuk kerawanan pangan transien, menggambarkan aspek dari pengaruh lingkungan alam dan iklim, meliputi indikator : (1) Persentase daerah tak berhutan; (2) Persentase Puso, (3) Daerah rawan longsor dan banjir ; (4) Fluktuasi/penyimpangan curah hujan. Berdasarkan analisis peta FIA yang melatarbelakangi terjadinya kerawanan pangan pada 100 kabupaten sesuai dengan tingkat prioritasnya, maka permasalahan dominan yang ditemui pada masing-masing kabupaten antara lain : (1) aspek ketersediaan pangan, meliputi : konsumsi normatif perkapita terhadap ratio ketersediaan bersih padi, jagung, ubi jalar, dan ubi kayu; (2) akses terhadap pangan dan matapencaharian, meliputi indikator : persentase penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan meliputi : persentase desa yang tidak memiliki akses penghubung yang memadai, Persentase penduduk tanpa akses listrik ; (3) aspek kesehatan dan gizi, meliputi : angka harapan hidup pada saat lahir, berat badan balita dibawah standar, angka kematian bayi, Penduduk tanpa akses ke air bersih, Persentase penduduk yang tinggal lebih dari 5 km dari Puskesmas ; (4) masalah sarana, meliputi ketiadaan akses jalan, ketiadaan akses listrik, ketiadaan akses ke air bersih; (5} masalah pendidikan : perempuan buta huruf Informasi permasalahan hendaknya menjadikan perhatian untuk diwaspadai dan dipelajari oleh Pemerintah Daerah, mengingat kejadian rawan pangan dapat berkembang

(3) terjadinya bencana alam menyebabkan suatu wilayah/daerah terisolasi. (5) gangguan kondisi sosial. anomali iklim. bayi dan para wanita termasuk juga wanita hamil. menyebabkan kesempatan bekerja & pendapatan menurun dan umur harapan hidup rendah (2) Penurunan derajat kesehatan dan kemampuan fisik usia produktif. absensi meningkat. Kerawanan pangan khronis terjadi karena individu tidak mampu memperoleh pangan yang cukup dalam jangka waktu yang lama. Kerawanan pangan merupakan suatu kondisi ketidakmampuan untuk memperoleh pangan yang cukup dan sesuai untuk hidup sehat dan aktif. (2) gangguan distribusi karena kerusakan sarana dan prasarana serta keamanan distribusi. Pada dasarnya terjadinya kerawanan pangan dan kelaparan disebabkan masalah kekurangan pangan akibat antara lain: (1) rendahnya ketersediaan pangan dari produksi setempat maupun pasokan dari luar. Pada skala mikro dampaknya terhadap semua kelompok umur yaitu para orang tua. Kesakitan meningkat. seperti kelaparan atau gizi buruk jika tidak mendapat penanganan secara cepat dan tepat. serta adanya faktor alam.ketingkat yang lebih serius. Dampak dari kerawanan pangan dan kekurangan gizi dapat terjadi pada skala makro dan skala mikro. Berbagai dampak yang ditimbulkan sebagai berikut: (1) Malnutrisi pada orang tua disebabkan kekurangan makanan dan penurunan kesehatan. anak-anak. Kondisi kerawanan pangan yang lebih parah akan berdampak pada terjadinya kelaparan dimana individu tidak mampu memenuhi 70 % dari kebutuhan pangan dan gizinya berturut-turut selama 2 bulan dan diikuti dengan penurunan berat badan karena masalah daya beli dan atau masalah ketersediaan pangan. rusaknya sumberdaya alam dan lingkungan. seperti bencana alam. pertumbuhan & daya tangkap menurun. kesegaran . orang dewasa. Kerawanan pangan ini terjadi apabila setiap individu hanya mampu memenuhi 80 % kebutuhan pangan dan gizi hariannya. Berdasarkan sifatnya kerawanan pangan dibedakan menjadi dua yaitu kerawanan pangan sementara dan kerawanan pangan khronis. Munculnya kasus rawan pangan dan gizi menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pangan dan akses terhadap pangan serta konsumsi pangan yang bergizi dan seimbang masih menjadi masalah bagi masyarakat. (4) kegagalan produksi pangan. Kerawanan pangan sementara terjadi karena individu tidak mampu memperoleh pangan yang cukup pada suatu waktu karena sebab-sebab tertentu yang terjadi secara mendadak seperti bencana alam. Terjadinya rawan pangan dikarenakan laju pertumbuhan produksi pangan tidak sebanding dengan laju pertumbuhan penduduk.

adalah timbulnya permasalahan pada kehidupan masyarakat. prestasi oleh raga jelek. Sistem kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dimaksudkan sebagai rangkaian kegiatan pengamatan situasi pangan dan gizi melalui penyediaan data/informasi. atau berdasar hasil survei-survei khusus. meningkatnya angka kematian. Melalui kegiatan analisis situasi pangan dan gizi yang didasarkan pada data laporan rutin yang tersedia. SKPG merupakan suatu sistem pendeteksian dan pengelolaan informasi tentang situasi pangan dan gizi. sehingga dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. dapat dijadikan bahan pengambilan Keputusan ataupun Tindakan Penanganan Masalah Krisis Pangan dan Gizi. koordinasi program dan kegiatan penanggulangan kerawanan pangan dan gizi serta evaluasi program jangka panjang maupun program jangka pendek. kriminalitas meningkat (3) Malnutrisi pada wanita hamil dan meningkatnya angka kematian ibu.fisik menurun. Akibat yang lebih membahayakan lagi adalah. terganggunya perkembangan mental dan meningkatnya resiko terkena penyakit kronis setelah dewasa. pengolahan data. yang berjalan terus menerus. Sedangkan dampak yang terjadi pada skala makro. dengan ditandai sulitnya mata pencaharian. maupun perencanaan penanggulangan/intervensi masalah kerawanan pangan dan gizi dengan mengoptimalkan koordinasi lintas sektor. (5) Penurunan berat badan bayi. pengolahan dan analisis data. interaksi sosial kurang. Oleh karena itu penerapan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi diharapkan dapat diandalkan sebagai alat pemantauan dini. berat bayi ahir rendah (4) Penurunan derajad kesehatan pada anak-anak. perkembangan otak janin dan pertumbuhan terhambat. Informasi yang dihasilkan dari penerapan SKPG melalui tindakan peramalan secara berkala dapat dijadikan bahan tindakan prefentif terhadap produksi pangan. keterbelakangan mental. UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KERAWANAN PANGAN 1. pemetaan. daya beli masyarakat menurun tajam yang kemudian dapat menjadi penyebab tingginya tingkat kriminalitas seperti pencurian. dimana setiap individu berupaya untuk memperoleh kebutuhan hidup tanpa memperhatikan kepentingan orang lain. penentuan kebijakan. peramalan. Informasi yang dihasilkan menjadi dasar perencanaan. dan analisis serta rencana intervensi untuk penanganan masalah gangguan pangan dan gizi. perampokan dan lain sebagainya. dengan . penyapihan yang tidak cukup waktu sehingga mudah terkena infeksi serta kekurangan makanan.

banjir. Dengan terjadinya krisis pangan akibat kekeringan. krisis pangan/ kelaparan tingkat rumah tangga. Pemanfaatan dana di kabupaten adalah Rp. akan tetapi merupakan kegiatan bantuan kepada masyarakat yang mengalami rawan pangan karena terkena dampak bencana. masih dipandang perlu untuk memberikan Pedomam Umum Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan Tahun 2004. Pada tahun 2006 akan diselenggarakan Workshop Penguatan PDRP dalam rangka menyempurnakan Pedum PDRP yang sebelumnya dijadikan acuan dalam pelaksanaan PDRP. apabila terjadi kerawanan pangan maka dana sebesar Rp. dengan melakukan analisis Indikator dan. Bagi daerah yang tidak ada alokasi dana Tugas Pembantuan tugas. maka dananya dititipkan di provinsi berupa dana dekonsentrasi yang besarnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan.50 juta.25 juta yang dititipkan di provinsi dapat dipergunakan. PDRP tahun 2004 selain sudah diberikan batasan-batasan dalam Pedoman Umum Program Peningkatan Ketahanan Pangan TA 2004 tentang bentuk bentuk kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pemanfaatan dana PDRP. Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan (PDRP) Kegiatan penanganan daerah rawan pangan telah dimulai sejak tahun 2002 dalam bentuk kegiatan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan (PDRP). terutama yang tidak memiliki ketahanan ekonomi termasuk para petani di pedesaan yang ikut dalam proses produksi. Untuk menanggulangi dampak krisis tersebut dilaksanakan langkah mendesak melalui intervensi. serangan hama dan penyakit membawa dampak yang memberatkan kehidupan masyarakat. Bagi kabupaten yang tidak terdapat alokasi dana Tugas Pembantuan. Pada tahun berikutnya PDRP tidak lagi dalam bentuk BLM. . gizi kurang dan gizi buruk.25 juta untuk keperluan intervensi. sehingga dapat diketahui daerah dan kelompok masyarakat tani (beberapa kelompoktani) yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya dan sebab-sebab terjadinya kerawanan pangan 2.25 juta untuk kegiatan identifikasi melalui penerapan SKPG dan Rp.mewaspadai situasi. Pada tahun 2006 alokasi dana dikabupaten digabungkan dengan dana kegiatan Desa Mandiri Pangan yaitu rata-rata sebesar Rp. melakukan pemantauan tanda-tanda secara intensif Selain itu dipergunakan apabila terjadi ancaman terjadinya krisis pangan. Melalui kegiatan SKPG dilakukan identifikasi dan inventarisasi daerah rawan pangan kronis dan transient secara dini. Jenis intervensi sebagai upaya penanggulangan masalah pangan ditetapkan berdasarkan jenis masalah dengan memperhatikan keadaan daerah.

melakukan intervensi terbatas sebagai pemicu stakeholder untuk melakukan hal serupa dan sebagai acuan dalam menghapuskan kerawanan pangan. mengindentifikasi kebutuhan akan bantuan yang diperlukan. Rencana yang akan dilakukan dalam jangka menengah adalah pemukiman kembali masyarakat lokal yang tersebar dengan memberikan bantuan perumahan dan pembangunan infrastrtuktur pedesaan. pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan. b. Koordinasi Penanganan Kerawanan di Papua. . dan 17 balita mengalami kasus marasmus – kwashiorkor.300 gizi buruk. 1. 22 balita mengalami kwashiorkor. namun ada indikasi kekurangan bahan pangan.3.355 balita mengalami gizi kurang. penyakit ispa dan malaria. Untuk mengatasi masalah di Yahukimo telah dilakukan koordinasi penanganan lintas sektoral dengan fokus kegiatan seperti : penataan pemukiman. Hal tersebut ditandai dengan dikonsumsinya sayur-sayuran dan buahbuahan dari hutan. a. NTB dan NTT Tiga propinsi yang cukup menonjol masalah kerawanan pangan dan perlu diupayakan penanganannya melalui koordinasi yang baik dengan melibatkan berbagai instansi terkait antara lain di propinsi Papua. Rencana tersebut diimplementasikan melalui kegiatan perbaikan dan pengembangan infrastruktur pertanian dan pedesaan. menginventarisasi upaya yang telah dilakukan. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Penanganan di Papua (Yahukimo) Berdasarkan laporan yang dihimpun. peningkatan kemampuan masyarakat dan aparat dalam mengelola usahatani dan lumbung pangan serta revitalisasi TPG. pembangunan infrastruktur penelitian lapangan. pengelolaan cadangan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat. penguatan/pemberdayaan kapasitas kelembagaan masyarakat. Sampai dengan Juni 2005 tercatat 1. Penanganan di Nusa Tenggara Barat Masalah yang timbul di NTB adalah gizi kurang. serta bantuan saprodi. talas dan sukun). peningkatan pelayanan medis dan penyuluhan pertanian serta pengelolaan cadangan pangan. Kegiatan lainya adalah pengembangan pangan alternatif (jagung. khususnya di Yahukimo. Fokus kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mengindentifikasi masalah rawan pangan dan gizi buruk. pada dasarnya di Yahukimo belum ada masalah kesehatan yang terkait dengan busung lapar. pembangunan pertanian dan cadangan pangan. pembangunan dan perbaikan sistem usahatani. termasuk 596 balita mengalami marasmus. pengembangan infrastruktur. Beberapa anak juga diindikasikan mengalami gizi kurang dan kekurangan vitamin. karena kebun yang ditanami belum menghasilkan. Sedangkan kasus kematian yang dilaporkan disebabkan karena dehidrasi diare. Rencana jangka panjang adalah peningkatan kemampuan produksi pangan.

pengembangan usaha non farm (padat karya). pengembangan usaha pasca panen dan pengolahan. Yang pelaksanaannya harus berkoordinasi antar instansi terkait. SPFS dan Desa Mandiri Pangan. tanggap darurat dan rehabilitasi konstruksi. fokus kegiatan yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas produksi pangan dan peningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga. Jumlah penderita gizi buruk 11. Ketua Pelaksana Kepala Badan Ketahanan Pangan. pengembangan warung desa sebagai sarana promosi pangan beragam dan bergizi seimbang. Dalam rangka mengatasi masalah gizi buruk dan rawan pangan. Dalam jangka menengah fokus kegiatannya adalah penyediaan sarana produksi dan pengembangan pekarangan. serta bantuan sarana produksi pertanian.500. gerakan diversifikasi pangan dan gizi. mangga dan jambu mete). dan anggota dari berbagai instansi terkait. pengembangan lumbung pangan masyarakat. . Fokus kegiatan yang jangka menengah dan jangka panjang adalah peningkatan ekonomi dan perbaikan konsumsi gizi rumah tangga. SPFS dan Desa Mandiri Pangan. Fokus pembangunan jangka panjang adalah perbaikan infrastruktur pedesaan. replikasi kegiatan PIDRA. Untuk jangka menengah kegiatan yang dilaksanakan adalah penguatan dan pengembangan kapasitas produksi pangan melalui bantuan benih padi. revitalisasi TPG serta replikasi kegiatan PIDRA dan Desa Mandiri Pangan. Selain hal tersebut. Pada tanggal 18 Nopember 2005 Wakil Presiden telah melaunching penanganan bantuan rawan pangan dan gizi buruk di desa Tesabela kabupaten Kupang dengan alokasi anggaran penanganan/intervensi penanggulangan kerawanan pangan dan gizi buruk yang dihimpun dari berbagai instansi terkait mencapai Rp.797. pengembangan tanaman bernilai ekonomi (sukun. dilakukan upaya pemanfaatan lahan pekarangan.761. jagung. pengembangan usaha pasca panen dan pengolahan. pangan olahan dan olahannya. revitalisasi TPG.440 orang dengan rincian mengalami marasmus 292 orang.334. melanjutkan kegiatan PIDRA. Tim yang sama juga dibentuk di tingkat propinsi dan kabupaten. kwashiorkor 1 orang dan marasmus-kwashiorkor 4 orang (Juni 2005). nangka. Untuk efektifitas pelaksanaan kegiatan di tingkat pusat telah dibentuk Tim Koordinasi Penanganan Gizi Buruk dan Rawan Pangan dengan penanggung jawab Menteri Pertanian. kacang tanah dan kacang hijau.Upaya penanganan balita gizi kurang dan gizi buruk memerlukan pendekatan menyeluruh melalui tahapan pencegahan. c. penyebaran ternak ayam dan kambing. Penanganan di Nusa Tenggara Timur Masalah penyebab gizi buruk dan rawan pangan lebih kompleks karena menyangkut masalah kekeringan dan kemiskinan serta faktor lain seperti pemahaman soal gizi seimbang dan lainnya.

Rabu (20/2). Jusuf Kalla menekankan. ia menyebutkan bahwa pihaknya siap segera mengucurkan bantuan. berarti ini bukan kejadian tibatiba.Jumat. Perlu diketahui pula apakah kerawanan itu karena gagal panen. Karena itulah. Arab Saudi. Akan tetapi. bantuan itu hanya cukup untuk meragamkan makanan warga beberapa hari saja. Kalau soal hama. 2. Ia bahkan telah meminta sejumlah stafnya untuk mengecek peristiwa menyedihkan di Bengkulu itu dan mengambil langkah-langkah cepat yang dibutuhkan. misalnya bupati dan gubernur. harap diingat. atau ada sebab-sebab lain sehingga sebagian masyarakat tak mampu membeli beras. Namun. Selain itu." tutur Kalla. pemerintah pusat perlu memperoleh data atau informasi lebih detail tentang kerawanan pangan di wilayah itu. Kecamatan Bermani Ilir. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menyalurkan bantuan 7. bukan untuk menghindari pekerjaan atau memanjangkan birokrasi. Seperti diberitakan Rabu. tambah Kalla. produk dan harga komoditas jatuh. sudah empat bulan mengonsumsi gadung atau umbi hutan beracun karena tak mampu lagi membeli beras. sedikitnya 2. "Pejabat berwenang di daerah. 22 Februari. Namun. Kabupaten Rejang Lebong. . Bantuan juga diberikan Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 15 ton dalam dua kali pengiriman. 2002 oleh: Gsianturi Daerah Rawan Pangan dan Gizi dan Kompensasi Dana BBM Gizi.000 warga Desa Kembang Seri. Bengkulu. Kini warga tiga desa di Rejang Lebong itu kembali melewati hari-hari mereka tanpa beras. mestinya juga yang pertama menangani masalah ini. dibutuhkan data lebih lengkap. Warga di daerah produsen kopi ini mengalami kerawanan pangan setelah harga komoditas tersebut jatuh. dapat dimasukkan dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS) agar mereka dapat membeli beras dengan harga amat murah dan memperoleh pendidikan gratis. Pernyataan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Jusuf Kalla ketika dihubungi di Kota Mekkah.Atasi Rawan Pangan Dana Kompensasi BBM Diarahkan ke Bengkulu Dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) boleh diprioritaskan ke daerah rawan pangan di Kabupaten Rejang Lebong. kalau soal ini diungkapkan. Bengkulu.000 warga Kecamatan Bermani Ilir. dengan cepat. Dan.5 ton beras. Desa Limbur Lama. Untuk membantu warga yang terkena rawan pangan ini. Jusuf Kalla berada di Kota Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan menurut rencana akan kembali ke Tanah Air pada akhir Februari. produk pertanian yang dihasilkan jatuh harganya.net . Sama sekali bukan begitu. Peristiwa ini mestinya sudah dapat diketahui atau dapat diprediksi sekian lama sebelumnya. sekarang ini zamannya otonomi daerah. Desa Cinta Mandi. yang kurang mampu membeli beras. tanaman diganggu hama. Kabupaten Rejang Lebong.

tokoh agama Desa Limbur Lama yang memasuki usia 67 tahun. dan barang kebutuhan sehari-hari lainnya." tambah M Rasyid. meskipun harganya mahal. bisa dilepas dengan harga Rp 20. siapa yang mau beli rumah yang jauh dari mana-mana. Paling tidak. dengan memasang "iklan" rumah dijual di dinding depannya. untuk diolah menjadi bubur bagi anak-anak. "Tapi. dua tahun lalu barang-barang itu mereka beli dengan sangat mudah. baik dari provinsi maupun dari pemerintah pusat. Kamis. Para bapak pun kini ikut sibuk mengolah gadung di halaman rumah mereka atau di sungai. Kadang gadung itu ditumbuk halus setelah dikerin gkan. Barang-barang seperti magic jar. kini justru ramai karena tidak ada lagi yang bisa mereka dapatkan di ladang. Namun. penghasilan dari kopi diharapkan akan semakin bertambah meskipun disadari itu tidak bisa mengalahkan kondisi rawan pangan mereka.000. Dulu orang makan gadung karena memang tidak ada beras. televisi berwarna 14 inci cuma Rp 100. Tidak jarang gadung dikeringkan menjadi kerupuk atau dibiarkan basah untuk kemudian dimasak dengan cara dikukus. sekadar untuk membeli beras. Padahal. gula.000. Itulah gambaran betapa sudah frustrasinya masyarakat. kondisi menjelang panen raya yang akan jatuh sekitar April-Mei ini bisa membantu mereka untuk sementara waktu. hanya karena terpaksalah. Sekarang ini beras ada. Kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh beberapa orang dari Bengkulu untuk mendapatkan barang-barang murah. sepeda motor. dalam kondisi seperti ini. Magic jar." ungkap Kepala Desa Limbur Lama Syarkawi HD. rela mereka lepas dengan harga murah. sejak empat bulan lalu banyak warga harus makan gadung setiap hari. yaitu program penanaman palawija. "Ini seperti kembali ke zaman Jepang.Jual perabot Dari kunjungan ke beberapa desa di Kecamatan Bermani Ilir. 21 Februari 2002 . Ia menambahkan. (as/oki/har) Sumber: Kompas. ada juga warga yang menawarkan rumahnya untuk dijual. masyarakat memang masih menunggu bantuan beras. lemari es. "Program yang sudah disiapkan pemerintah kabupaten adalah untuk bulan Juni-Juli. dalam waktu dekat ini tampaknya belum akan ada bantuan dari pemerintah kabupaten. minyak tanah. Kondisi desa yang biasanya sepi." ungkap Arsan. Artinya. kondisi kesulitan pangan sangat tergambar dari upaya warga untuk menjual berbagai peralatan rumah tangga mereka dengan harga murah. misalnya. belum ada program karena sekarang ini warga menghadapi musim panen kopi. televisi. Butuh bantuan Sekretaris Kecamatan Bermani Ilir Arsan Yasad mengemukakan. tapi kami tidak mampu membelinya. Untuk sekarang ini. Selasa. Bahkan. karena ditinggal banyak warganya ke ladang.

merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam upaya meringankan beban masyarakat /rumah tangga yang mengalami rawan pangan dan gisi buruk. Kegiatan in i secara teknis diimplementasikan dengan mengacu pada metode sistim kewaspadaan pangan dan gisi (SKPG). Intervensi daerah rawan pangan. S. Lembaga yang diarsitek Kepala BKP3. mempertimbangkan beberapa asapek antara lain. Johanis B.N. jelasnya. menjelaskan. Kabid Oramahi. Pelaksanaan program ini. gisi buruk maupun kelaparan. menambahkan.Johannis B. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya ganguan/ penurunan produksi pangan yang berimplikasi pada rawan pangan bahkan gisi buruk. angin taufan. tanah longsor.N. banjir. Ini dilakukan setelah diseleksi semua adaministrasi maupun persyaratan dari kelompok penerima bantuan tersebut. lanjutnya. namun. Enam Desa Dapat Injeksi Beras Walaupun belum ada tanda-tanda rawan pangan. Rukiah Oramahi yang ditemui di sela-sela kegiatan Jumat bersih di Taman Kota Kalabahi. bencana.Francis. kata dia. langkah-langkah penanggulangan darurat di masyarakat yang mengalami rawan pangan difokuskan pada bantuan pangan maupun sarana produksi. memberdayakan kelompok masyarakat rawan pangan melalui usaha . Diharapkan. melalui Rukiah Oramahi. mengatakan. Jumat (8/1/2010) lalu. Bantuan ini menjadi tanggung jawab dan di fasilitasi oleh bidang kewaspadaan dan konsumsi pangan BKP3 Alor. serangan organisme penggangu tanaman yang menyebabkan terjadinya gagal tanam. Antisipasi rawan pangan ini diawali dengan peramalan dan analisis serta klasifikasi kondisi daerah beresiko rawan pangan di setiap desa yang akan menjadi fokus/prioritas untuk mendapat suport bantuan tersebut. kekeringan. Kabid Oramahi. Hal ini disampaikan Kepala BKP3 Kabupaten Alor. MP. program ini dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan Propinsi melalui BKP3 Alor.Minggu.Pt. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKP3) Kabupaten Alor sudah melakukan antisipasi sejak awal. Kabid Kewaspadaan dan Konsumsi Pangan BKP3 Kabupaten Alor. tujuan dari program ini adalah membuka akses pangan kepada masyarakat dan menanggulangi kekurangan pangan di rumah tangga. yang mana disesuaikan dengan penyebab. gagal panen maupun puso dari berbagai komoditi pertanian. Ir. dampak dan kebutuhan masyarakat (needs and impact public). di akhir tahun 2009 lalu mendapat alokasi dana untuk kegiatan penaganan daerah rawan pangan.Francis itu. Interfensi daerah rawan pangan. 31 Januari 2010 Atasi Rawan Pangan. Ir. bantuan intervensi daerah rawan pangan ini dapat memberikan manfaat (benefit) dalam membantu penyediaan pangan masyarakat untuk mengatasi kerawanan pangan. merupakan bentuk kegiatan (action) yang diarahkan untuk membantu memulihkan (rehabilitation) kondisi masyarakat terhadap akses pangan pada kondisi darurat akibat bencana alam maupun faktor penyebab lainya.

Pura Utara di Kecamatan Pulau Pura. Kriteria yang dimaksudkannya adalah masyarakat/ rumah tangga yang mengalami rawan pangan/ beresiko rawan pangan hasil analisis indikator seperti kekeringan. “ujarnya. banjir. Kegiatanya telah di realisasikan oleh bidang kewaspadaan dan konsumsi pangan pada awal Januari 2010 dengan rincian setelah pengadaan beras maka didistribusikan 20 kg per kepala keluarga. jelas Kabid Rukiah Oramahi. keberpihakan dari pemerintah kepada masyarakat. Ditanya tentang sumber dana untuk kegiatan ini. Magister Pertanian ini juga menjelaskan tentang enam desa penerima dana pengadaan beras untuk kegiatan intervensi daerah rawan pangan antara lain. Dikatakannya. gagal panen. karena kalau bukan kita sekarang maka kapan lagi. Baolang di Kecamatan Pantar dan Desa Treweng di Kecamatan Pantar Timur. maka sasaran kegiatan inteervensi daerah rawan pangan adalah masyarakat beresiko rawan pangan maupun gisi buruk yang arasnya ditentukan secara obyektif dan porposional berdasarkan hasil identifikasi/analisi indikator sistim kewaspadaan pangan dan gisi serta kondisi riil di lapangan atau desa dengan berpijak pada sejumlah kriteria. agar kita tidak menialai banyak atau sedikitnya yang diberikan tapi itulah sebuah bentuk kepedulian. Wolwal Tengah Kecamatan Alor Barat Daya. perhatian. untuk menghindari terjadinya keseimbangan sosial (social equibilirium) dan kecemburuan sosial di masyarakat. bersumber dari APBN tahun anggaran 2009 sebesar Rp. Mauta di Kcamatan Pantar Tengah. ==> oktotefi Diposkan oleh Silvester Nusa di 20:14 . 30 juta. serangan organisme penggangu tanaman. Rukiah Oramahi. serta kelompok masyarakat yang belum mendapat bantuan dari sumber lain.pertanian secara berkesinambungan. 25 juta dan APBD Propinsi NTT tahun anggaran 2009 sebesar Rp. Desa Elok Kecamatan Alor Timur. Jika kita mau panen sepanjang masa maka tanam lah pohon-pohonan di lingkungan sekitar kita. mengingatkan. “Mari kita bangkitkan semangat juang bersama dalam menyukseskan rawan pangan di daerah ini dengan melestarikan dan memilihara lingkungan. Jika kita ingin panen maka tanamlah saat musimnya tiba.

dan sebagian menyiapkan ”panggung” untuk acara. Tanaman jagung sebagai bahan makanan pokok sudah mengering saat masih muda. Dan teman-teman inilah yang senantiasa membantu mengembangkan dakwah di daerah ini” jelas tokoh desa kepada anggota tim dari Jakarta. meski tetap sederhana. Meski langit cerah. Propinsi Nusa Tenggara Barat. manajer Marketing Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa Republika yang ikut hadir dalam acara tersebut. Sesaat setelah koordinasi kilat. masyarakat Ile Ape mengandalkan air laut.Menyebar Ternak di Titik Rawan Pangan Kategori: Gurat . seandainya ada banyak saudara kami mengirimkan akikah rutin. sebagian mencari ternak kambing yang akan dipotong. ”Ini menunjukkan bahwa sesama muslim adalah saudara.Dibaca: 1 kali Malam itu udara tampak bersahabat. tidak hanya pas kurban. Dan suatu kehormatan diberi kepercayaan untuk pelaksanaan ibadah akikah dari Jakarta” ungkap imam masjid. malam itu merupakan malam yang spesial. Kecamatan Woha. ”Jauhnya lokasi dan beratnya medan benar-benar luruh melihat kebersamaan menjalankan amanah dan kebahagiaan berbagi dengan yang membutuhkan” ungkap Bang Arifudin Anwar. acara santap dimulai. Sedangkan untuk mandi. kondisi kami akan lebih baik. Meski shahibul hajat nun jauh di kota metropilitan. Lebih dari tujuh bulan hujan tidak turun. Untuk memeriahkan acara. kekhusyuan dan ketulusan mereka seperti menghadirkan secara nyata sang shahibul hajat” kenang Abdul Jabbar. Untuk memasak saja harus mengambil air dengan perahu di pulau seberang. Ustadz Muhammad Landa saat memberikan sambutan. tim ini sudah kenal dekat dengan masyarakat. Menjelang malam semua persiapan telah selesai. Di tengah ruangan masjid. Tidak kurang dari 50 orang hadir dalam acara malam itu. putri dari Bapak Alamsyah Tari di Jakarta. Seusai memanjatkan doa. ”Desa ini adalah satu-satunya desa di pesisir ini yang hampir semua penduduknya muslim. Maklum. Bagi masyarakat Dusun Minte. Mula Gagasan . tidak ada cahaya bulan yang datang. ”Gembira dan terharu melihat tujuh puluhan pasang mata menyantap hidangan akikah tersebut. tepatnya di Desa Wakat Ehak. orang-orang bertebaran. tampak beberapa wanita sibuk menata puluhan bungkusan nasi dengan aroma khas masakan daging kambing. mitra pemberdayaan peternak di Nusa Tenggara Timur. Ada amanah pelaksanaan akikah atas nama ananda Syafiyah Putri Athaya. Saat tim akikah datang. Jadilah acara yang meriah. peralatan dapur. titik busung lapar. Masyarakat sini jarang sekali makan daging. Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata. Lain dari Minte. Qashidah anak-anak pun ditampilkan. arah timur menyusuri lautan Flores. terutama anak-anak. Kabupaten Bima. beberapa orang menyambutnya dengan hangat. Cahaya temaram beberapa lampu minyak menyelisik diantara gelapnya malam. Desa Dadi Bou. Ada yang mencari kayu bakar.

sapi. ternak masih dapat hidup dengan baik ketika tanaman-tanaman sudah lama mengering. Sapi dikembangkan di Jawa. kelompok juga mendapatkan dukungan pembuatan kandang. mereka akan didampingi secara intensif oleh pendamping yang disiapkan secara khusus. berpuluh bahkan beratus ribu kambing-domba. menebar hewan kurban sudah menjadi tradisi banyak lembaga amil zakat (LAZ). beternak sudah menjadi keahlian turun temurun. Hingga paruh pertama 2005 ini Kampoeng Ternak telah menjangkau 15 propinsi mulai dari Aceh hingga Papua. ternak bagi petani juga berfungsi sebagai tabungan (saving) yang dapat digunakan pada waktu kebutuhan mendesak. menebar akikah juga mulai ditradisikan. Penggalan kisah di atas merupakan cermin bahwa menebar ternak tidak harus setahun sekali. Kambing kacang dan ’wedus gembel’ di Jawa Tengah. potensi alam untuk peternakan sangat melimpah. Jika hal ini terjadi terus menerus. dan lingkungan mendukung untuk pemeliharaan ternak. permintaan pasar yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Bisa rutin. Jogja dan Jawa Timur serta Kambing Peranakan Etawah di Lampung dan Jawa Tengah. Kini. penghasilan dari ternak merupakan satu-satunya solusi. dan Papua. Kelima. NTB. Sulawesi. Disisi lain. peternakan merupakan media yang cocok untuk pemberdayaan kaum dhuafa dengan tujuh alasan : Pertama. dan kerbau menjadi target tiap tahunnya. Jumlah ini terus meningkat tiap tahun. Kriteria sasaran adalah mustahik. Di beberapa kelompok. Dalam kondisi seperti ini. daerah-daerah ini diharapkan akan tumbuh menjadi sentra produksi peternakan yang berbasis pada peternakan rakyat. Dalam momen kurban. di masa mendatang. mampu memelihara ternak. Keempat. pengembangbiakan ternak ini adalah upaya untuk melestarikan kekayaan ternak lokal Indonesia. Ketujuh. Domba Ekor Gemuk di Jawa Timur. Selain mendapatkan ternak. Kedua. pengembangbiakkan populasi ternak sepenuhnya masih diserahkan pada masyarakat secara alami. obat-obatan. dan bibit rumput jika diperlukan. Alasan tersebut yang memicu Dompet Dhuafa (DD) merilis Kampoeng Ternak sebagai jejaring yang mengembangkan pemberdayaan peternak. bahkan tiap hari. seperti Domba Garut di Jawa Barat. Ketiga. Konsep Pemberdayaan Pemberdayaan peternak dibangun dengan pembentukan kelompok-kelompok peternak di daerah-daerah bidikan. Kalimantan.Kurun satu dasawarsa ini. di daerah yang relatif kering dan tandus seperti daerah rawan pangan di NTT. NTT. sewa lahan untuk kandang juga difasilitasi. . tanpa rekayasa. Bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Sementara. Selama proses pembentukan kelompok hingga perjalanan beternak. Yang dipotong jauh lebih banyak dari yang lahir. Jenis ternak diutamakan dari jenis ternak lokal. Walhasil. penopang utama populasi ternak adalah peternakan rakyat yang didominasi oleh peternakan skala rumah tangga. maka akan terjadi krisis populasi ternak. Keenam.

Pola kemitraan menggunakan konsep bagi hasil 50:50 atau 60:40. Pendampingan sendiri tidak terbatas pada pendampingan peternakan. kebiasaan hidup sehat. Semakin banyak jumlah dan sebaran program seperti ini kita berharap nikmatnya Zakat dapat dirasakan oleh mustahik dan muzakki. Semoga kandang-kandang dan keratankeratan daging yang tersebar menjadi saksi kepedulian dan persaudaraan yang semakin kokoh. Kampoeng Ternak juga membangun jaringan pemasaran ternak (Marketing Board). itu pun jika ada ”kiriman” pekurban dari daerah lain. Pun mereka dapat menikmati kelezatan daging yang seringkali mereka makan hanya pada saat hari raya kurban. juga memberikan advokasi kepada pemerintah agar kebijakan peternakan senantiasa kondusif untuk pengembangan peternakan rakyat. pelaksanaan tuntunan agama. Penutup Dengan program ini saudara-saudara kita di daerah-daerah rawan mendapatkan alternatif matapencaharian untuk ketahanan pangan mereka. Untuk membingkai sentra-sentra produksi ternak tersebut. . Fungsinya selain menjamin pemasaran bagi produk ternak. Bagian 40% untuk Kampoeng Ternak digunakan kembali untuk mengembangkan kelompok dan pembiayaan kegiatan pendampingan. Zakat benar-benar menjadi keberkahan. dan penumbuhan kepedulian serta kebersamaan diantara kelompok secara khusus dan masyarakat pada umumnya. tetapi juga menekankan pembiasaan etos kerja.

ada 60 desa rawan pangan yang kini terus dibina menjadi desa mandiri pangan. Ketua Tim Teknis Dewan Ketahanan Pagan (DKP) Propsu Prof Dr Ir Bilter Sirait. pemerintah juga membuat program percepatan penganekaragaman pangan untuk tahun 2010 ditargetkan sebanyak 2. Saat itu dia didampingi staf BKP Sumut Ir Erpison.000 desa. jelas Agus. Upaya yang dilakukan untuk pengurangan rawan pangan antara lain melalui pengendalian kelompok-kelompok rawan pangan sebesar Rp100 juta per kelompok. Jadi target ketahanan pangan sasarannya ada dua yakni pengurangan daerah rawan pangan melalui desa mandiri pangan dan daerah sentra produksi melalui Lembaga Penguatan Distribusi Pangan (LPDP) yang dulu namanya Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP). Tahun ini baru dilakukan kepada 1. target 2010-2011 antara lain peningkatan swasembada pangan dan diversifikasi pangan. Sedangkan untuk Sumut. BKP sendiri.” terangnya. MM. Menurut dia. padahal potensi untuk menanam cukup besar di Indoesia. Satu kelompok terdiri dari 5 sub kelompok beranggotakan sekira 100 orang. daging sapi dan kedelai masih banyak diimpor dari luar negeri. pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) Pusat sudah menyalurkan Rp132 miliar lebih untuk mengatasi ribuan desa rawan pangan yang tersebar di seluruh Indonesia. Ketua Komisi B DPRD Sumut. Dari 1. 2009 · Leave a Comment MEDAN (Berita): Sejak diluncurkan tahun 2006 hingga sekarang. pengembangan cadangan pangan di mana masyarakat melalui lumbung-lumbung warga dan pemerintah melalui Bulog. “Yang sangat penting lagi. Gubsu dalam sambutan tertulis dibacakan tertulis dibacakan Kepala BKP Sumut Ir Setyo Purwadi mengatakan kebijakan program peningkatan ketahanan pangan tahun 2011 tak bisa lepas dari kondisi tahun 2010. Agus memaparkan dana itu khusus diberikan sebagai sasaran pengurangan rawan pangan di Indonesia.750 desa maka ada 122 desa yang sudah selesai rawan pangannya melalui pemberdayaan desa mandiri pangan.750 desa dan tahun 2014 bertambah menjadi 5. Hadir disana Kepala BKP Sumut Ir Setyo Purwadi.000 desa dan tahun 2011 bertambah menjadi 19. Pembangunan ketahanan pangan akan difokuskan untuk . tercatat hampir 10 persen sudah dianggap tidak rawan pangan lagi. Sekretaris BKP Pusat melalui Kabag Perencanaan Ir Agus Widodo mengatakan hal itu kepada wartawan di sela acara ‘Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Propinsi dengan kabupaen/kota se-Sumatera Utara’ di Hotel Madani Medan Rabu [16/12] siang tadi. sejak diluncurkan pengendalian rawan pangan. MSc dan peserta dari BKP maupun DKP kabupaten/kota se-Sumut.Pemerintah Salurkan Rp132 Miliar Lebih Untuk Atasi Rawan Pangan Posted by Redaksi on Desember 16. Sedangkan gula. Selain upaya rawan pangan. Jadi total dana yang diluncurkan sekira Rp132 juta lebih. Untuk berbagai komoditi sudah swasembada seperti beras dan jagung.000 desa.

komitmen dasar itu juga telah menjadi komitmen bersama antara Pemprov dan Pemkab/Pemko yang ditandai dengan kesepakatan bersama Gubsu.mewujudkan ‘rakyat tidak lapar’. Tahun 2011. kata Gubsu. . Sebab saat ini masih ditemukan sebagian masyarakat kita dengan konsumsi di bawah 1. “Perwujudan rakyat tidak lapar di Sumut akan dicapai melalui aksi Gema Pangan dan swasembada pangan.400 Kkal/kapita/hari.200 Kkal/kapita/hari sesuai angka kecukupan gizi dengan skor pola pangan harapan (PPH) minimal 80. yang merupakan komitmen dasar visi dan misi Gubsu/Wagub tahun 2008-2012. bupati dan walikota pada peringatan hari pangan sedunia tingkat Sumut di halaman kantor BKP pada 3 Desember 2009. Menurut Gubsu.” tulis Gubsu. sasaran pembangunan ketahanan pangan haruslah mampu menghasilkan ketersediaan energi minimal 2.

10 komite sekolah dan kerjasama pengadaan beras cadangan pangan daerah." katanya. kepada semua stakeholder. Sebab itu. Rabu (16/12). 165 kelompok lumbung pangan. Untuk itu. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Jabar Lucki Rulyaman menjelaskan. kemandirian pangan menjadi agenda utama yang harus dicapai. ketersediaan dan ketahanan pangan merupakan fokus pembangunan di Jabar. Dijelaskan. . Bantuan kepada 850 desa di 26 kabupaten/ kota se-Jabar tersehut untuk program Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Masyarakat (PEKM) Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.200 kelompok masyarakat di daerah rawan pangan. saat ini Jabar memberikan kontribusi produksi beras nasional mencapai 18% dan menjadi produsen beras tingkat pertama nasional pada 2008. penerima bantuan modal itu adalah 49 Lembaga Distribusi Pangan Mayarakat (LDPM). Heryawan meminta supaya memantapkan program ketahanan pangan melalui pengembangan desa mandiri dan lumbung pangan serta pencadangan pangan pemerintah. "Mendorong desa mandiri pa ngan dan lumbung pangan adalah hal yang harus diwujudkan. BK Pemerintan Provinsijawa Barat Pemprovjabar) menyerahkan bantuan modal usaha Rp40 miliar kepada 1.Daerah Rawan Pangan Terima Modal Rp40 M 17 Dec 2009 • • Berita Kota Nasional BANDUNG. II kelompok pengolah organik. 767 Ke lompok Usaha Ekonomi Produktif (KLKP). baik provinsi maupun kabupaten kota Sementara itu.

jauh dari harapan. tepatnya mendatangkan beras secara ilegal dengan mencuri tarif impor. Lantas. dan Kabupaten Rejang Lebong. Demikian juga intensifikasi tak mampu lagi meningkatkan produktivitas lahan sawah padi. dengan produksi yang melimpah ini. Yang jelas. Pertanyaan yang masih mengganjal. rawan pangan akan dapat teratasi. impor beras sepanjang tahun 2000 yang jumlahnya mencapai 2. Kedua. Ketiga. Bulog tidak sigap menjalankan fungsinya menyalurkan beras ke daerah rawan pangan. Keempat. dengan upaya ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian. Kedua daerah ini hanya merupakan puncak gunung es. lumbung pangan masa kini-tak cukup tangguh mengatasi rawan pangan yang makin kerap menyengsarakan rakyat kecil. Budaya petani menyimpan padi di lumbung untuk stok pangan saat musim paceklik makin hilang ditelan waktu. Bengkulu. dalam arti yang tampak baru satu dua saja. Bulog yang diberi berbagai fasilitas dan diharapkan dapat mengganti peran lumbung desa yang dianggap kuno. Namun.6 juta ton-yang tercatat di Badan Urusan Logistik (Bulog). mengapa pemerintah tidak mendorong pengembangan kelembagaan ini? Alasan berikut mungkin menjadi penyebabnya. petani tidak perlu lagi melakukan upacara adat petik saat akan memulai panen padi. dengan makin merosotnya nilai tukar petani belakangan ini mengakibatkan mereka tak sempat lagi menyisihkan sebagian padinya untuk disimpan di lumbung desa. Pada saat musim paceklik. dan pemberantasan hama penyakit dapat meningkatkan produksi. . Dalam arti. tetapi yang lebih mendesak adalah lumbung pangan nasional yang dikelola secara modern bernama Bulog. tak mampu menjamin perputaran beras dari desa kembali ke desa. itu berarti ada seratus kasus yang sama tidak dilaporkan karena berbagai alasan. makin dilupakan. Kabupaten Cianjur. Dalam konteks demikian ketahanan pangan tradisional lewat lumbung desa yang dikelola masyarakat desa bisa dihidupkan kembali.Revitalisasi Peran Lumbung Desa untuk Atasi Rawan Pangan Oleh Posman Sibuea ENTAH siapa yang paling beruntung dalam bisnis impor beras "Spanyol"-meminjam istilah yang digunakan Kompas-alias separuh nyolong. Pertama. bila ada satu kasus rawan pangan. ada anggapan dari pemerintah. merupakan contoh daerah yang penduduknya dilaporkan mengalami rawan pangan (Kompas. Jawa Barat. Buktinya. introduksi bibit unggul. Ketidakmampuan pemerintah mengatasi rawan pangan dan peran Bulog hanya sebatas stabilisator harga. Mengapa hilang? Sayang. bagaimana merevitalisasi lumbung desa (padi dan pangan lainnya) di tengah makin bertambahnya jumlah petani berlahan sempit alias gurem dan penggunaan teknologi pertanian yang sudah ketinggalan zaman? Kedua faktor utama inilah yang menjadi akar kemiskinan di sektor pertanian kita. lumbung desa tak dibutuhkan lagi. pemupukan. Kini. pemerintah terus membina dan mendorong pengembangan lumbung desa. yang jumlahnya sekitar 800. Padahal.000 ton. 7/4 dan 20/2/2002). Mengimpor beras besar-besaran agar rakyat makan nasi tiga kali sehari ternyata tak cukup sakti menepis rawan pangan yang selalu berulang setiap tahun. sebab memiliki potensi besar sebagai basis perekonomian masyarakat desa. Seharusnya. mitologi Dewi Sri yang konon sakti untuk menaungi tanaman padi sehingga mengondisikan sikap petani harus sopan dan lemah lembut terhadap padi agar sang dewi padi tidak murka dan selalu berkenan menganugerahkan hasil panen yang baik dan menjadikan lumbung petani tetap terisi. sebagai institusi sosial ekonomi yang tumbuh dari masyarakat petani. rakyat kecil yang konon makin miskin tak pernah "menikmati" gurihnya beras impor yang kehadirannya di Tanah Air selalu meninggalkan masalah.

Bila reformasi pertanian seperti ini bisa diwujudkan di tiap daerah di era otonomi ini. ditambah penguasaan teknologi pascapanen padi dan pelatihan manajemen usaha tani. penggunaan mesin dan peralatan mesin pertanian secara intensif untuk menggantikan kekurangan tenaga kerja terutama dalam pengolahan tanah dan pemanenan dapat lebih efisien. Bila reformasi pertanian dilakukan melalui program corporate farming akan diperoleh hamparan lahan sawah luas tanpa dibatasi pematang dan memungkinkan penerapan full mekanisasi pertanian. Lahan persawahan yang sempit dikonsolidasikan menjadi suatu hamparan yang luasnya menjadi puluhan hektar sehingga produktivitas lahan bisa ditingkatkan. Ini artinya akan ada metamorfosa lumbung desa menjadi lumbung pangan modern yang langsung dikelola petani. namun juga sebagai sarana penundaan penjualan untuk sementara waktu sampai harga ada pada tingkat yang memberi keuntungan petani sekaligus mematikan mata rantai pengijon. sebab saat itu diperkirakan jumlah penduduk sudah mendekati 400 juta jiwa. Embrionya sudah muncul di Sumatera Selatan. didukung penguasaan teknologi pertanian yang lebih maju. reformasi pertanian harus dilakukan guna mendorong petani makin produktif mengusahakan lahan sawah lebih luas. pertanian modern bermodel CF membutuhkan investasi besar guna menjamin keniscayaan ketahanan pangan berkelanjutan. dengan manajemen lebih baik. Posman Sibuea Ketua Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Unika Santo Thomas Sumatera Utara Medan . tetapi harus diinternalisasi dalam konsep konsolidasi lahan. Bahkan di masa datang. Upaya konsolidasi lahan ini harus didorong pemerintah lewat penyelenggaran corporate farming (CF) yang realistis. sejatinya dapat mendorong kelompok tani membangun lumbung pangan yang perannya sudah diakui amat berarti menggerakkan perkembangan ekonomi pedesaan. diharapkan peran lumbung pangan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan saat over produksi. Jika tidak. petani gurem yang pemilikan lahan sawahnya makin lama makin menyempit tidak bisa dibiarkan terus demikian. Bila ini terjadi.Pertama-tama harus dipahami bersama. Konsekuensinya. Tampaknya tak bisa ditawar lagi. Indonesia akan menghadapi malapetaka di bidang pangan tiga puluh tahun mendatang.

Rp6 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) yang dialokasikan untuk program desa mandiri pangan. Pada kesempatan lain Kepala Badan Ketahan Pangan (BKP) Maluku menyiapkan Rp6 miliar untuk mengantisipasi rawan pangan dengan menggalakkan program pengembangan pulau mandiri pangan berbasis pangan lokal. penanganan keamanan pangan segar dan daerah rawan pangan. "Kami akan menggalakkan diversifikasi berbasiskan pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada beras. Seram Bagian Timur dan Maluku Tengah.2 miliar akan digunakan untuk membangun lumbung pangan di sembilan kabupaten di Maluku. minimal 1." kata Sabirin. Ditanya mengapa program tersebut tidak diarahkan ke Maluku Barat Daya (MBD) yang tergolong rentan rawan pangan.5 persen pertahun dari 23. Ia mengatakan. dia menjelaskan. "Pelaksanaan programnya berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKP) Maluku karena dua lembaga ini lebih memahami kondisi maupun karakteristik wilayah. terutama di daerah lahan kering. "Berdasarkan inventarisasi pada sembilan kabupaten dan dua kota di Maluku ternyata pengembangan lumbung pangan masyarakat desa kurang aktif sehingga perlu diintensifkan agar tidak terjadi rawan pangan sekiranya terjadi kemarau panjang. dalam tugas pokok dan fungsi sebenarnya BPM hanya berkoordinasi sehingga realisasinya ditangani Dinas Pertanian dan BKP. Minggu. "10 persen dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Departemen Pertanian (Deptan) sebesar Rp33. Ia mengatakan. Dia mengatakan melalui APBD Maluku 2010 dialokasikan dana Rp80 miliar untuk kegiatan fasilitasi dan pembinaan lumbung pangan di Kebupaten Buru. program tersebut juga bertujuan memberdayakan masyarakat miskin dengan kemampuan memproduksi pangan di wilayah masing-masing." katanya. "Rawan pangan di MBD siap ditangani Perum Bulog Divre Maluku dengan menyalurkan 100 ton beras untuk menangani bencana alam maupun sosial sehingga tidak menjadi masalah karena sebenarnya di sana terjadi krissi beras sehubungan keterbatasan pelayaran akibat cuaca ekstrem maupun gelombang tinggi pada Januari hingga pertengahan Februari 2010." ujar Rusdy. Selain mengantisipasi rawan pangan." kata Rusdy. penguatan kelembagaan ketahanan pangan. dua lumbung atau gudang pangan segera dibangun di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur sebagai proyek percontohan dengan anggaran senilai Rp620 juta." kata Pelaksana tugas (PLT) Kepala BPM Maluku Rusdy Ambon di Ambon.BPM INTENSIFKAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DESA Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Maluku berupaya mengintensifkan pengembangan lumbung pangan masyarakat desa untuk mengantisipasi kemungkinan rawan pangan jika terjadi kemarau panjang.5 juta ton pertahun di Indonesia. mengakses dari . serta perumusan dan analisis kebijakan ketahanan pangan di Maluku. yakni membangun lembaga distribusi pangan masyarakat.

Program difokuskan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mengantisipasi kemungkinan itu melalui peningkatan penerapan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dan intervensi bantuan rawan pangan apabila terjadi bencana alam. juga membangun kemampuan cadangan pangan masyarakat. . serta mendorong pengembangan ekonomi warga. Sabirin menambahkan.pasar dan meningkatkan daya beli konsumen. target Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP) Maluku pada 2010 di tujuh kabupaten/kota karena lebih strategis manakala terjadi bencana alam atau gizi buruk. "Ini untuk menjaga harga pangan tetap stabil saat panen raya." ujarnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful