PENANGANAN RAWAN PANGAN

Penanganan Daerah Rawan Pangan
Saat ini Indonesia menghadapi permasalahan dibidang sosial, ekonomi, dan politik. Jumlah penduduk miskin terus meningkat, dengan demikian semakin banyak orang yang menghadapi rawan pangan. Secara umum, Indonesia mempunyai permasalahan serius yang berkaitan dengan ketahanan pangan rumah tangga untuk 10 tahun terakhir seperti halnya prevalensi anak-anak kurang gizi. Terjadinya kasus rawan pangan dan gizi buruk di beberapa daerah, menunjukkan bahwa masalah ketahanan pangan bukan masalah yang sederhana dan dapat diatasi sesaat saja, melainkan merupakan masalah yang cukup kompleks karena tidak hanya memperhatikan situasi ketersediaan pangan atau produksi disisi makro saja melainkan juga harus memperhatikan program-program yang terkait dengan fasilitasi peningkatan akses terhadap pangan dan asupan gizi baik ditingkat rumah tangga maupun bagi anggota rumah tangga itu sendiri. Masalah ketahanan pangan memiliki dimensi tersendiri dilihat dari keamanan pangan, keanekaragaman pangan dan kualitas pangan. Pangan sebagai kebutuhan pokok terpenting, memiliki keterkaitan langsung dan tidak langsung dengan kondisi kesehatan, kecerdasan dan produktivitas sumberdaya manusia. Di samping itu pemenuhan kebutuhan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia merupakan fondasi kuat untuk pembentukan kualitas manusia bangsa Indonesia, merupakan pilar bagi pembangunan ekonomi dan sektor lainnya, serta merupakan wahana untuk memenuhi hak azasi setiap insan atas pangan. Oleh karena itu berbagai program pembangunan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat kabupaten/kota perlu lebih diarahkan pada dukungan fasilitasi peningkatan produksi dan ketersediaan pangan, distribusi dan aksesibilitas pangan dan perbaikan konsumsi pangan antara lain: (1) pemanfaatan potensi dan keragaman sumberdaya lokal secara efisien dengan memanfaatkan teknologi spesifik lokasi; (2) pengembangan sarana prasarana yang mendukung produksi pangan; (3) peningkatan pelayanan penyuluhan dan pendampingan ketahanan pangan masyarakat (4) pengembangan perdagangan pangan regional dan antar daerah; (5) pengembangan lumbung pangan dan cadangan pangan (6) peningkatan kualitas konsumsi pangan melalui upaya diversifikasi konsumsi pangan (7) revitalisasi Kewaspadaan Pangan dan Gizi sebagai sistem pemantauan secara dini rawan pangan serta (8) serta fasilitasi terhadap permasalahan lain yang terkait dengan penanganan kelompok rawan pangan diatas.

Dalam upaya penanganan kerawanan pangan, Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan World Food Programe (WFP) telah menyusun peta kerawanan pangan/Food Insecurity Atlas (FIA) yaitu suatu alat untuk mengetahui daerah rawan pangan dengan permasalahan yang melatarbelakangi kejadian rawan pangan tersebut untuk dijadikan sebagai bahan kebijakan bagi penanggulangan kerawanan pangan. Analisis yang dilakukan pada pemetaan FIA tidak mengikutsertakan daerah perkotaan, tetapi hanya dilakukan pada 265 kabupaten di 30 propinsi, karena kerawanan pangan di daerah perkotaan harus dianalisis secara terpisah sebab mempunyai karakteristik tersendiri. Penyusunan peta FIA dilakukan pada daerah rawan pangan kronis dan rawan pangan transien. Rawan Pangan Kronis adalah keadaan rawan pangan yang berkelanjutan yang terjadi sepanjang waktu yang dapat disebabkan karena keterbatasan SDA dan keterbatasan kemampuan SDM sehingga menyebabkan kondisi masyarakat menjadi miskin. Rawan Pangan Transien adalah keadaan kerawanan pangan yang disebabkan oleh kondisi yang tidak terduga antara lain berbagai musibah, bencana alam, kerusuhan, musim yang menyimpang dan keadaan lain yang bersifat mendadak. Indikator kerawanan pangan kronis tercakup dalam 3 aspek/dimensi rawan pangan yaitu: Masalah Kesehatan, Masalah Ketersediaan Pangan, Masalah Kemiskinan. Sedangkan indikator untuk kerawanan pangan transien, menggambarkan aspek dari pengaruh lingkungan alam dan iklim, meliputi indikator : (1) Persentase daerah tak berhutan; (2) Persentase Puso, (3) Daerah rawan longsor dan banjir ; (4) Fluktuasi/penyimpangan curah hujan. Berdasarkan analisis peta FIA yang melatarbelakangi terjadinya kerawanan pangan pada 100 kabupaten sesuai dengan tingkat prioritasnya, maka permasalahan dominan yang ditemui pada masing-masing kabupaten antara lain : (1) aspek ketersediaan pangan, meliputi : konsumsi normatif perkapita terhadap ratio ketersediaan bersih padi, jagung, ubi jalar, dan ubi kayu; (2) akses terhadap pangan dan matapencaharian, meliputi indikator : persentase penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan meliputi : persentase desa yang tidak memiliki akses penghubung yang memadai, Persentase penduduk tanpa akses listrik ; (3) aspek kesehatan dan gizi, meliputi : angka harapan hidup pada saat lahir, berat badan balita dibawah standar, angka kematian bayi, Penduduk tanpa akses ke air bersih, Persentase penduduk yang tinggal lebih dari 5 km dari Puskesmas ; (4) masalah sarana, meliputi ketiadaan akses jalan, ketiadaan akses listrik, ketiadaan akses ke air bersih; (5} masalah pendidikan : perempuan buta huruf Informasi permasalahan hendaknya menjadikan perhatian untuk diwaspadai dan dipelajari oleh Pemerintah Daerah, mengingat kejadian rawan pangan dapat berkembang

(3) terjadinya bencana alam menyebabkan suatu wilayah/daerah terisolasi. Kerawanan pangan sementara terjadi karena individu tidak mampu memperoleh pangan yang cukup pada suatu waktu karena sebab-sebab tertentu yang terjadi secara mendadak seperti bencana alam. (2) gangguan distribusi karena kerusakan sarana dan prasarana serta keamanan distribusi. rusaknya sumberdaya alam dan lingkungan. Pada skala mikro dampaknya terhadap semua kelompok umur yaitu para orang tua. (4) kegagalan produksi pangan. (5) gangguan kondisi sosial. Kerawanan pangan merupakan suatu kondisi ketidakmampuan untuk memperoleh pangan yang cukup dan sesuai untuk hidup sehat dan aktif. Munculnya kasus rawan pangan dan gizi menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pangan dan akses terhadap pangan serta konsumsi pangan yang bergizi dan seimbang masih menjadi masalah bagi masyarakat. Berdasarkan sifatnya kerawanan pangan dibedakan menjadi dua yaitu kerawanan pangan sementara dan kerawanan pangan khronis. absensi meningkat. Kerawanan pangan khronis terjadi karena individu tidak mampu memperoleh pangan yang cukup dalam jangka waktu yang lama. pertumbuhan & daya tangkap menurun. Pada dasarnya terjadinya kerawanan pangan dan kelaparan disebabkan masalah kekurangan pangan akibat antara lain: (1) rendahnya ketersediaan pangan dari produksi setempat maupun pasokan dari luar. Kerawanan pangan ini terjadi apabila setiap individu hanya mampu memenuhi 80 % kebutuhan pangan dan gizi hariannya.ketingkat yang lebih serius. Berbagai dampak yang ditimbulkan sebagai berikut: (1) Malnutrisi pada orang tua disebabkan kekurangan makanan dan penurunan kesehatan. Kondisi kerawanan pangan yang lebih parah akan berdampak pada terjadinya kelaparan dimana individu tidak mampu memenuhi 70 % dari kebutuhan pangan dan gizinya berturut-turut selama 2 bulan dan diikuti dengan penurunan berat badan karena masalah daya beli dan atau masalah ketersediaan pangan. Kesakitan meningkat. anomali iklim. Dampak dari kerawanan pangan dan kekurangan gizi dapat terjadi pada skala makro dan skala mikro. anak-anak. seperti bencana alam. bayi dan para wanita termasuk juga wanita hamil. menyebabkan kesempatan bekerja & pendapatan menurun dan umur harapan hidup rendah (2) Penurunan derajat kesehatan dan kemampuan fisik usia produktif. seperti kelaparan atau gizi buruk jika tidak mendapat penanganan secara cepat dan tepat. kesegaran . orang dewasa. Terjadinya rawan pangan dikarenakan laju pertumbuhan produksi pangan tidak sebanding dengan laju pertumbuhan penduduk. serta adanya faktor alam.

penyapihan yang tidak cukup waktu sehingga mudah terkena infeksi serta kekurangan makanan. Sistem kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dimaksudkan sebagai rangkaian kegiatan pengamatan situasi pangan dan gizi melalui penyediaan data/informasi. pengolahan data. terganggunya perkembangan mental dan meningkatnya resiko terkena penyakit kronis setelah dewasa. Informasi yang dihasilkan dari penerapan SKPG melalui tindakan peramalan secara berkala dapat dijadikan bahan tindakan prefentif terhadap produksi pangan. dengan . interaksi sosial kurang. atau berdasar hasil survei-survei khusus. berat bayi ahir rendah (4) Penurunan derajad kesehatan pada anak-anak. SKPG merupakan suatu sistem pendeteksian dan pengelolaan informasi tentang situasi pangan dan gizi. daya beli masyarakat menurun tajam yang kemudian dapat menjadi penyebab tingginya tingkat kriminalitas seperti pencurian. pemetaan. Informasi yang dihasilkan menjadi dasar perencanaan. (5) Penurunan berat badan bayi. Melalui kegiatan analisis situasi pangan dan gizi yang didasarkan pada data laporan rutin yang tersedia. koordinasi program dan kegiatan penanggulangan kerawanan pangan dan gizi serta evaluasi program jangka panjang maupun program jangka pendek. dan analisis serta rencana intervensi untuk penanganan masalah gangguan pangan dan gizi. peramalan. yang berjalan terus menerus. Sedangkan dampak yang terjadi pada skala makro. kriminalitas meningkat (3) Malnutrisi pada wanita hamil dan meningkatnya angka kematian ibu. sehingga dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. penentuan kebijakan. adalah timbulnya permasalahan pada kehidupan masyarakat. UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KERAWANAN PANGAN 1. keterbelakangan mental. dapat dijadikan bahan pengambilan Keputusan ataupun Tindakan Penanganan Masalah Krisis Pangan dan Gizi. prestasi oleh raga jelek. meningkatnya angka kematian. Akibat yang lebih membahayakan lagi adalah.fisik menurun. perampokan dan lain sebagainya. maupun perencanaan penanggulangan/intervensi masalah kerawanan pangan dan gizi dengan mengoptimalkan koordinasi lintas sektor. pengolahan dan analisis data. dimana setiap individu berupaya untuk memperoleh kebutuhan hidup tanpa memperhatikan kepentingan orang lain. dengan ditandai sulitnya mata pencaharian. perkembangan otak janin dan pertumbuhan terhambat. Oleh karena itu penerapan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi diharapkan dapat diandalkan sebagai alat pemantauan dini.

Pada tahun 2006 alokasi dana dikabupaten digabungkan dengan dana kegiatan Desa Mandiri Pangan yaitu rata-rata sebesar Rp. maka dananya dititipkan di provinsi berupa dana dekonsentrasi yang besarnya bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan. Pada tahun 2006 akan diselenggarakan Workshop Penguatan PDRP dalam rangka menyempurnakan Pedum PDRP yang sebelumnya dijadikan acuan dalam pelaksanaan PDRP.50 juta. Pemanfaatan dana di kabupaten adalah Rp. akan tetapi merupakan kegiatan bantuan kepada masyarakat yang mengalami rawan pangan karena terkena dampak bencana. Pada tahun berikutnya PDRP tidak lagi dalam bentuk BLM. Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan (PDRP) Kegiatan penanganan daerah rawan pangan telah dimulai sejak tahun 2002 dalam bentuk kegiatan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan (PDRP). masih dipandang perlu untuk memberikan Pedomam Umum Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan Tahun 2004. sehingga dapat diketahui daerah dan kelompok masyarakat tani (beberapa kelompoktani) yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya dan sebab-sebab terjadinya kerawanan pangan 2.25 juta yang dititipkan di provinsi dapat dipergunakan.25 juta untuk keperluan intervensi. krisis pangan/ kelaparan tingkat rumah tangga. PDRP tahun 2004 selain sudah diberikan batasan-batasan dalam Pedoman Umum Program Peningkatan Ketahanan Pangan TA 2004 tentang bentuk bentuk kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pemanfaatan dana PDRP. .25 juta untuk kegiatan identifikasi melalui penerapan SKPG dan Rp. serangan hama dan penyakit membawa dampak yang memberatkan kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan SKPG dilakukan identifikasi dan inventarisasi daerah rawan pangan kronis dan transient secara dini.mewaspadai situasi. banjir. Bagi daerah yang tidak ada alokasi dana Tugas Pembantuan tugas. apabila terjadi kerawanan pangan maka dana sebesar Rp. terutama yang tidak memiliki ketahanan ekonomi termasuk para petani di pedesaan yang ikut dalam proses produksi. Jenis intervensi sebagai upaya penanggulangan masalah pangan ditetapkan berdasarkan jenis masalah dengan memperhatikan keadaan daerah. Bagi kabupaten yang tidak terdapat alokasi dana Tugas Pembantuan. dengan melakukan analisis Indikator dan. melakukan pemantauan tanda-tanda secara intensif Selain itu dipergunakan apabila terjadi ancaman terjadinya krisis pangan. Untuk menanggulangi dampak krisis tersebut dilaksanakan langkah mendesak melalui intervensi. Dengan terjadinya krisis pangan akibat kekeringan. gizi kurang dan gizi buruk.

Beberapa anak juga diindikasikan mengalami gizi kurang dan kekurangan vitamin. mengindentifikasi kebutuhan akan bantuan yang diperlukan. khususnya di Yahukimo. talas dan sukun). pembangunan infrastruktur penelitian lapangan. Untuk mengatasi masalah di Yahukimo telah dilakukan koordinasi penanganan lintas sektoral dengan fokus kegiatan seperti : penataan pemukiman. 1. pengembangan infrastruktur.3. .300 gizi buruk. Penanganan di Nusa Tenggara Barat Masalah yang timbul di NTB adalah gizi kurang. melakukan intervensi terbatas sebagai pemicu stakeholder untuk melakukan hal serupa dan sebagai acuan dalam menghapuskan kerawanan pangan. a. pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan. NTB dan NTT Tiga propinsi yang cukup menonjol masalah kerawanan pangan dan perlu diupayakan penanganannya melalui koordinasi yang baik dengan melibatkan berbagai instansi terkait antara lain di propinsi Papua. termasuk 596 balita mengalami marasmus. dan 17 balita mengalami kasus marasmus – kwashiorkor. b. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Fokus kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mengindentifikasi masalah rawan pangan dan gizi buruk. Koordinasi Penanganan Kerawanan di Papua. karena kebun yang ditanami belum menghasilkan. Sampai dengan Juni 2005 tercatat 1. pembangunan dan perbaikan sistem usahatani. 22 balita mengalami kwashiorkor. Kegiatan lainya adalah pengembangan pangan alternatif (jagung. menginventarisasi upaya yang telah dilakukan. pada dasarnya di Yahukimo belum ada masalah kesehatan yang terkait dengan busung lapar. pengelolaan cadangan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat. penyakit ispa dan malaria. Rencana jangka panjang adalah peningkatan kemampuan produksi pangan. penguatan/pemberdayaan kapasitas kelembagaan masyarakat. namun ada indikasi kekurangan bahan pangan. pembangunan pertanian dan cadangan pangan. peningkatan pelayanan medis dan penyuluhan pertanian serta pengelolaan cadangan pangan.355 balita mengalami gizi kurang. Rencana tersebut diimplementasikan melalui kegiatan perbaikan dan pengembangan infrastruktur pertanian dan pedesaan. Sedangkan kasus kematian yang dilaporkan disebabkan karena dehidrasi diare. Penanganan di Papua (Yahukimo) Berdasarkan laporan yang dihimpun. Hal tersebut ditandai dengan dikonsumsinya sayur-sayuran dan buahbuahan dari hutan. serta bantuan saprodi. peningkatan kemampuan masyarakat dan aparat dalam mengelola usahatani dan lumbung pangan serta revitalisasi TPG. Rencana yang akan dilakukan dalam jangka menengah adalah pemukiman kembali masyarakat lokal yang tersebar dengan memberikan bantuan perumahan dan pembangunan infrastrtuktur pedesaan.

Fokus kegiatan yang jangka menengah dan jangka panjang adalah peningkatan ekonomi dan perbaikan konsumsi gizi rumah tangga. pangan olahan dan olahannya. pengembangan lumbung pangan masyarakat. SPFS dan Desa Mandiri Pangan. penyebaran ternak ayam dan kambing. dan anggota dari berbagai instansi terkait. Yang pelaksanaannya harus berkoordinasi antar instansi terkait.761. pengembangan usaha non farm (padat karya). pengembangan warung desa sebagai sarana promosi pangan beragam dan bergizi seimbang. kwashiorkor 1 orang dan marasmus-kwashiorkor 4 orang (Juni 2005). Selain hal tersebut. mangga dan jambu mete). .797. tanggap darurat dan rehabilitasi konstruksi.500. nangka. revitalisasi TPG serta replikasi kegiatan PIDRA dan Desa Mandiri Pangan. Dalam rangka mengatasi masalah gizi buruk dan rawan pangan. fokus kegiatan yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas produksi pangan dan peningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga. kacang tanah dan kacang hijau. pengembangan usaha pasca panen dan pengolahan. Pada tanggal 18 Nopember 2005 Wakil Presiden telah melaunching penanganan bantuan rawan pangan dan gizi buruk di desa Tesabela kabupaten Kupang dengan alokasi anggaran penanganan/intervensi penanggulangan kerawanan pangan dan gizi buruk yang dihimpun dari berbagai instansi terkait mencapai Rp. Dalam jangka menengah fokus kegiatannya adalah penyediaan sarana produksi dan pengembangan pekarangan. SPFS dan Desa Mandiri Pangan. Penanganan di Nusa Tenggara Timur Masalah penyebab gizi buruk dan rawan pangan lebih kompleks karena menyangkut masalah kekeringan dan kemiskinan serta faktor lain seperti pemahaman soal gizi seimbang dan lainnya.334. jagung. Fokus pembangunan jangka panjang adalah perbaikan infrastruktur pedesaan. gerakan diversifikasi pangan dan gizi. serta bantuan sarana produksi pertanian. Tim yang sama juga dibentuk di tingkat propinsi dan kabupaten. pengembangan tanaman bernilai ekonomi (sukun.Upaya penanganan balita gizi kurang dan gizi buruk memerlukan pendekatan menyeluruh melalui tahapan pencegahan. Untuk efektifitas pelaksanaan kegiatan di tingkat pusat telah dibentuk Tim Koordinasi Penanganan Gizi Buruk dan Rawan Pangan dengan penanggung jawab Menteri Pertanian. pengembangan usaha pasca panen dan pengolahan. dilakukan upaya pemanfaatan lahan pekarangan. melanjutkan kegiatan PIDRA. Jumlah penderita gizi buruk 11. Ketua Pelaksana Kepala Badan Ketahanan Pangan. revitalisasi TPG.440 orang dengan rincian mengalami marasmus 292 orang. c. Untuk jangka menengah kegiatan yang dilaksanakan adalah penguatan dan pengembangan kapasitas produksi pangan melalui bantuan benih padi. replikasi kegiatan PIDRA.

Selain itu. ia menyebutkan bahwa pihaknya siap segera mengucurkan bantuan. atau ada sebab-sebab lain sehingga sebagian masyarakat tak mampu membeli beras. yang kurang mampu membeli beras. sedikitnya 2. Jusuf Kalla berada di Kota Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan menurut rencana akan kembali ke Tanah Air pada akhir Februari. Namun.net . Sama sekali bukan begitu. produk dan harga komoditas jatuh. sekarang ini zamannya otonomi daerah. Perlu diketahui pula apakah kerawanan itu karena gagal panen. harap diingat. . Pernyataan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Jusuf Kalla ketika dihubungi di Kota Mekkah. Kini warga tiga desa di Rejang Lebong itu kembali melewati hari-hari mereka tanpa beras.Jumat. dengan cepat. tanaman diganggu hama.Atasi Rawan Pangan Dana Kompensasi BBM Diarahkan ke Bengkulu Dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) boleh diprioritaskan ke daerah rawan pangan di Kabupaten Rejang Lebong. sudah empat bulan mengonsumsi gadung atau umbi hutan beracun karena tak mampu lagi membeli beras." tutur Kalla. 22 Februari. misalnya bupati dan gubernur. kalau soal ini diungkapkan. "Pejabat berwenang di daerah. Kalau soal hama. Kabupaten Rejang Lebong. Bengkulu. Bengkulu. 2002 oleh: Gsianturi Daerah Rawan Pangan dan Gizi dan Kompensasi Dana BBM Gizi. Akan tetapi. Kecamatan Bermani Ilir. dibutuhkan data lebih lengkap. Ia bahkan telah meminta sejumlah stafnya untuk mengecek peristiwa menyedihkan di Bengkulu itu dan mengambil langkah-langkah cepat yang dibutuhkan. Karena itulah. Desa Cinta Mandi. dapat dimasukkan dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS) agar mereka dapat membeli beras dengan harga amat murah dan memperoleh pendidikan gratis. Peristiwa ini mestinya sudah dapat diketahui atau dapat diprediksi sekian lama sebelumnya. Arab Saudi.000 warga Kecamatan Bermani Ilir.5 ton beras. 2.000 warga Desa Kembang Seri. bantuan itu hanya cukup untuk meragamkan makanan warga beberapa hari saja. Bantuan juga diberikan Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 15 ton dalam dua kali pengiriman. Warga di daerah produsen kopi ini mengalami kerawanan pangan setelah harga komoditas tersebut jatuh. pemerintah pusat perlu memperoleh data atau informasi lebih detail tentang kerawanan pangan di wilayah itu. tambah Kalla. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menyalurkan bantuan 7. Kabupaten Rejang Lebong. Jusuf Kalla menekankan. berarti ini bukan kejadian tibatiba. produk pertanian yang dihasilkan jatuh harganya. bukan untuk menghindari pekerjaan atau memanjangkan birokrasi. Desa Limbur Lama. Untuk membantu warga yang terkena rawan pangan ini. Seperti diberitakan Rabu. mestinya juga yang pertama menangani masalah ini. Dan. Rabu (20/2). Namun.

"Ini seperti kembali ke zaman Jepang. sekadar untuk membeli beras. Paling tidak. Untuk sekarang ini. Selasa. 21 Februari 2002 . tokoh agama Desa Limbur Lama yang memasuki usia 67 tahun." ungkap Arsan. Tidak jarang gadung dikeringkan menjadi kerupuk atau dibiarkan basah untuk kemudian dimasak dengan cara dikukus. lemari es. rela mereka lepas dengan harga murah. meskipun harganya mahal. bisa dilepas dengan harga Rp 20. dua tahun lalu barang-barang itu mereka beli dengan sangat mudah. (as/oki/har) Sumber: Kompas. televisi. Dulu orang makan gadung karena memang tidak ada beras. Para bapak pun kini ikut sibuk mengolah gadung di halaman rumah mereka atau di sungai.000. Artinya. hanya karena terpaksalah. dan barang kebutuhan sehari-hari lainnya.000. karena ditinggal banyak warganya ke ladang. dalam waktu dekat ini tampaknya belum akan ada bantuan dari pemerintah kabupaten. Namun." tambah M Rasyid." ungkap Kepala Desa Limbur Lama Syarkawi HD. masyarakat memang masih menunggu bantuan beras. dalam kondisi seperti ini.Jual perabot Dari kunjungan ke beberapa desa di Kecamatan Bermani Ilir. siapa yang mau beli rumah yang jauh dari mana-mana. Itulah gambaran betapa sudah frustrasinya masyarakat. Magic jar. Ia menambahkan. Kamis. Bahkan. "Program yang sudah disiapkan pemerintah kabupaten adalah untuk bulan Juni-Juli. televisi berwarna 14 inci cuma Rp 100. Butuh bantuan Sekretaris Kecamatan Bermani Ilir Arsan Yasad mengemukakan. Kondisi desa yang biasanya sepi. gula. misalnya. kondisi kesulitan pangan sangat tergambar dari upaya warga untuk menjual berbagai peralatan rumah tangga mereka dengan harga murah. Sekarang ini beras ada. ada juga warga yang menawarkan rumahnya untuk dijual. Kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh beberapa orang dari Bengkulu untuk mendapatkan barang-barang murah. yaitu program penanaman palawija. tapi kami tidak mampu membelinya. sejak empat bulan lalu banyak warga harus makan gadung setiap hari. "Tapi. Barang-barang seperti magic jar. dengan memasang "iklan" rumah dijual di dinding depannya. kondisi menjelang panen raya yang akan jatuh sekitar April-Mei ini bisa membantu mereka untuk sementara waktu. minyak tanah. kini justru ramai karena tidak ada lagi yang bisa mereka dapatkan di ladang. untuk diolah menjadi bubur bagi anak-anak. sepeda motor. Kadang gadung itu ditumbuk halus setelah dikerin gkan. penghasilan dari kopi diharapkan akan semakin bertambah meskipun disadari itu tidak bisa mengalahkan kondisi rawan pangan mereka. Padahal. baik dari provinsi maupun dari pemerintah pusat. belum ada program karena sekarang ini warga menghadapi musim panen kopi.

namun. Pelaksanaan program ini. merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam upaya meringankan beban masyarakat /rumah tangga yang mengalami rawan pangan dan gisi buruk. Kabid Kewaspadaan dan Konsumsi Pangan BKP3 Kabupaten Alor. Kabid Oramahi. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKP3) Kabupaten Alor sudah melakukan antisipasi sejak awal. yang mana disesuaikan dengan penyebab. langkah-langkah penanggulangan darurat di masyarakat yang mengalami rawan pangan difokuskan pada bantuan pangan maupun sarana produksi. tanah longsor. menjelaskan. Rukiah Oramahi yang ditemui di sela-sela kegiatan Jumat bersih di Taman Kota Kalabahi. bencana. Ir. menambahkan. Antisipasi rawan pangan ini diawali dengan peramalan dan analisis serta klasifikasi kondisi daerah beresiko rawan pangan di setiap desa yang akan menjadi fokus/prioritas untuk mendapat suport bantuan tersebut. S. tujuan dari program ini adalah membuka akses pangan kepada masyarakat dan menanggulangi kekurangan pangan di rumah tangga. Ini dilakukan setelah diseleksi semua adaministrasi maupun persyaratan dari kelompok penerima bantuan tersebut. banjir. Johanis B. dampak dan kebutuhan masyarakat (needs and impact public). 31 Januari 2010 Atasi Rawan Pangan. serangan organisme penggangu tanaman yang menyebabkan terjadinya gagal tanam.N. Intervensi daerah rawan pangan. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya ganguan/ penurunan produksi pangan yang berimplikasi pada rawan pangan bahkan gisi buruk. Lembaga yang diarsitek Kepala BKP3. di akhir tahun 2009 lalu mendapat alokasi dana untuk kegiatan penaganan daerah rawan pangan. Bantuan ini menjadi tanggung jawab dan di fasilitasi oleh bidang kewaspadaan dan konsumsi pangan BKP3 Alor. program ini dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan Propinsi melalui BKP3 Alor. mempertimbangkan beberapa asapek antara lain. merupakan bentuk kegiatan (action) yang diarahkan untuk membantu memulihkan (rehabilitation) kondisi masyarakat terhadap akses pangan pada kondisi darurat akibat bencana alam maupun faktor penyebab lainya. Interfensi daerah rawan pangan. gisi buruk maupun kelaparan. melalui Rukiah Oramahi.Francis. jelasnya. lanjutnya. Ir.N. memberdayakan kelompok masyarakat rawan pangan melalui usaha . bantuan intervensi daerah rawan pangan ini dapat memberikan manfaat (benefit) dalam membantu penyediaan pangan masyarakat untuk mengatasi kerawanan pangan. gagal panen maupun puso dari berbagai komoditi pertanian. kata dia. Kegiatan in i secara teknis diimplementasikan dengan mengacu pada metode sistim kewaspadaan pangan dan gisi (SKPG). mengatakan.Minggu.Johannis B. Jumat (8/1/2010) lalu.Pt. Hal ini disampaikan Kepala BKP3 Kabupaten Alor. Diharapkan. angin taufan.Francis itu. Enam Desa Dapat Injeksi Beras Walaupun belum ada tanda-tanda rawan pangan. Kabid Oramahi. kekeringan. MP.

untuk menghindari terjadinya keseimbangan sosial (social equibilirium) dan kecemburuan sosial di masyarakat.pertanian secara berkesinambungan. Ditanya tentang sumber dana untuk kegiatan ini. Pura Utara di Kecamatan Pulau Pura. serta kelompok masyarakat yang belum mendapat bantuan dari sumber lain. “Mari kita bangkitkan semangat juang bersama dalam menyukseskan rawan pangan di daerah ini dengan melestarikan dan memilihara lingkungan. Wolwal Tengah Kecamatan Alor Barat Daya. serangan organisme penggangu tanaman. keberpihakan dari pemerintah kepada masyarakat. gagal panen. mengingatkan. Desa Elok Kecamatan Alor Timur. banjir. Rukiah Oramahi. perhatian. 30 juta. ==> oktotefi Diposkan oleh Silvester Nusa di 20:14 . bersumber dari APBN tahun anggaran 2009 sebesar Rp. karena kalau bukan kita sekarang maka kapan lagi. Jika kita ingin panen maka tanamlah saat musimnya tiba. Kegiatanya telah di realisasikan oleh bidang kewaspadaan dan konsumsi pangan pada awal Januari 2010 dengan rincian setelah pengadaan beras maka didistribusikan 20 kg per kepala keluarga. maka sasaran kegiatan inteervensi daerah rawan pangan adalah masyarakat beresiko rawan pangan maupun gisi buruk yang arasnya ditentukan secara obyektif dan porposional berdasarkan hasil identifikasi/analisi indikator sistim kewaspadaan pangan dan gisi serta kondisi riil di lapangan atau desa dengan berpijak pada sejumlah kriteria. Jika kita mau panen sepanjang masa maka tanam lah pohon-pohonan di lingkungan sekitar kita. Mauta di Kcamatan Pantar Tengah. jelas Kabid Rukiah Oramahi. Dikatakannya. 25 juta dan APBD Propinsi NTT tahun anggaran 2009 sebesar Rp. Kriteria yang dimaksudkannya adalah masyarakat/ rumah tangga yang mengalami rawan pangan/ beresiko rawan pangan hasil analisis indikator seperti kekeringan. Magister Pertanian ini juga menjelaskan tentang enam desa penerima dana pengadaan beras untuk kegiatan intervensi daerah rawan pangan antara lain. “ujarnya. Baolang di Kecamatan Pantar dan Desa Treweng di Kecamatan Pantar Timur. agar kita tidak menialai banyak atau sedikitnya yang diberikan tapi itulah sebuah bentuk kepedulian.

Mula Gagasan . Bagi masyarakat Dusun Minte. malam itu merupakan malam yang spesial. tidak ada cahaya bulan yang datang. Tidak kurang dari 50 orang hadir dalam acara malam itu.Dibaca: 1 kali Malam itu udara tampak bersahabat. Meski langit cerah. Desa Dadi Bou. Ustadz Muhammad Landa saat memberikan sambutan. Dan suatu kehormatan diberi kepercayaan untuk pelaksanaan ibadah akikah dari Jakarta” ungkap imam masjid. tim ini sudah kenal dekat dengan masyarakat. Di tengah ruangan masjid. meski tetap sederhana. orang-orang bertebaran. Masyarakat sini jarang sekali makan daging. Kabupaten Bima.Menyebar Ternak di Titik Rawan Pangan Kategori: Gurat . dan sebagian menyiapkan ”panggung” untuk acara. terutama anak-anak. kondisi kami akan lebih baik. Jadilah acara yang meriah. Lain dari Minte. Qashidah anak-anak pun ditampilkan. Maklum. Lebih dari tujuh bulan hujan tidak turun. Cahaya temaram beberapa lampu minyak menyelisik diantara gelapnya malam. Sedangkan untuk mandi. Kecamatan Woha. titik busung lapar. Saat tim akikah datang. mitra pemberdayaan peternak di Nusa Tenggara Timur. arah timur menyusuri lautan Flores. Ada yang mencari kayu bakar. Meski shahibul hajat nun jauh di kota metropilitan. Untuk memasak saja harus mengambil air dengan perahu di pulau seberang. beberapa orang menyambutnya dengan hangat. ”Jauhnya lokasi dan beratnya medan benar-benar luruh melihat kebersamaan menjalankan amanah dan kebahagiaan berbagi dengan yang membutuhkan” ungkap Bang Arifudin Anwar. sebagian mencari ternak kambing yang akan dipotong. Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata. putri dari Bapak Alamsyah Tari di Jakarta. ”Desa ini adalah satu-satunya desa di pesisir ini yang hampir semua penduduknya muslim. Tanaman jagung sebagai bahan makanan pokok sudah mengering saat masih muda. tepatnya di Desa Wakat Ehak. Propinsi Nusa Tenggara Barat. Sesaat setelah koordinasi kilat. peralatan dapur. Menjelang malam semua persiapan telah selesai. masyarakat Ile Ape mengandalkan air laut. Seusai memanjatkan doa. Untuk memeriahkan acara. acara santap dimulai. tidak hanya pas kurban. ”Gembira dan terharu melihat tujuh puluhan pasang mata menyantap hidangan akikah tersebut. Ada amanah pelaksanaan akikah atas nama ananda Syafiyah Putri Athaya. Dan teman-teman inilah yang senantiasa membantu mengembangkan dakwah di daerah ini” jelas tokoh desa kepada anggota tim dari Jakarta. kekhusyuan dan ketulusan mereka seperti menghadirkan secara nyata sang shahibul hajat” kenang Abdul Jabbar. seandainya ada banyak saudara kami mengirimkan akikah rutin. tampak beberapa wanita sibuk menata puluhan bungkusan nasi dengan aroma khas masakan daging kambing. ”Ini menunjukkan bahwa sesama muslim adalah saudara. manajer Marketing Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa Republika yang ikut hadir dalam acara tersebut.

Sulawesi. di masa mendatang. berpuluh bahkan beratus ribu kambing-domba. penghasilan dari ternak merupakan satu-satunya solusi. NTB. Sapi dikembangkan di Jawa. dan Papua. Kedua. Dalam kondisi seperti ini. Kalimantan. Keempat. dan kerbau menjadi target tiap tahunnya. Ketujuh. Penggalan kisah di atas merupakan cermin bahwa menebar ternak tidak harus setahun sekali. daerah-daerah ini diharapkan akan tumbuh menjadi sentra produksi peternakan yang berbasis pada peternakan rakyat. Konsep Pemberdayaan Pemberdayaan peternak dibangun dengan pembentukan kelompok-kelompok peternak di daerah-daerah bidikan. sewa lahan untuk kandang juga difasilitasi. Domba Ekor Gemuk di Jawa Timur. permintaan pasar yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Yang dipotong jauh lebih banyak dari yang lahir. potensi alam untuk peternakan sangat melimpah. Jika hal ini terjadi terus menerus. Kambing kacang dan ’wedus gembel’ di Jawa Tengah. Jogja dan Jawa Timur serta Kambing Peranakan Etawah di Lampung dan Jawa Tengah. Hingga paruh pertama 2005 ini Kampoeng Ternak telah menjangkau 15 propinsi mulai dari Aceh hingga Papua. Ketiga. menebar hewan kurban sudah menjadi tradisi banyak lembaga amil zakat (LAZ). mampu memelihara ternak. dan bibit rumput jika diperlukan. ternak masih dapat hidup dengan baik ketika tanaman-tanaman sudah lama mengering. maka akan terjadi krisis populasi ternak. . Jenis ternak diutamakan dari jenis ternak lokal. pengembangbiakkan populasi ternak sepenuhnya masih diserahkan pada masyarakat secara alami. Kelima. obat-obatan. mereka akan didampingi secara intensif oleh pendamping yang disiapkan secara khusus.Kurun satu dasawarsa ini. NTT. dan lingkungan mendukung untuk pemeliharaan ternak. Bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. ternak bagi petani juga berfungsi sebagai tabungan (saving) yang dapat digunakan pada waktu kebutuhan mendesak. beternak sudah menjadi keahlian turun temurun. Jumlah ini terus meningkat tiap tahun. Selama proses pembentukan kelompok hingga perjalanan beternak. Dalam momen kurban. peternakan merupakan media yang cocok untuk pemberdayaan kaum dhuafa dengan tujuh alasan : Pertama. Keenam. Alasan tersebut yang memicu Dompet Dhuafa (DD) merilis Kampoeng Ternak sebagai jejaring yang mengembangkan pemberdayaan peternak. sapi. seperti Domba Garut di Jawa Barat. Di beberapa kelompok. Walhasil. penopang utama populasi ternak adalah peternakan rakyat yang didominasi oleh peternakan skala rumah tangga. kelompok juga mendapatkan dukungan pembuatan kandang. Selain mendapatkan ternak. Kriteria sasaran adalah mustahik. Bisa rutin. pengembangbiakan ternak ini adalah upaya untuk melestarikan kekayaan ternak lokal Indonesia. tanpa rekayasa. Disisi lain. Sementara. Kini. menebar akikah juga mulai ditradisikan. bahkan tiap hari. di daerah yang relatif kering dan tandus seperti daerah rawan pangan di NTT.

Penutup Dengan program ini saudara-saudara kita di daerah-daerah rawan mendapatkan alternatif matapencaharian untuk ketahanan pangan mereka. Fungsinya selain menjamin pemasaran bagi produk ternak. Kampoeng Ternak juga membangun jaringan pemasaran ternak (Marketing Board). kebiasaan hidup sehat. tetapi juga menekankan pembiasaan etos kerja. juga memberikan advokasi kepada pemerintah agar kebijakan peternakan senantiasa kondusif untuk pengembangan peternakan rakyat. dan penumbuhan kepedulian serta kebersamaan diantara kelompok secara khusus dan masyarakat pada umumnya. itu pun jika ada ”kiriman” pekurban dari daerah lain. Semakin banyak jumlah dan sebaran program seperti ini kita berharap nikmatnya Zakat dapat dirasakan oleh mustahik dan muzakki. Pendampingan sendiri tidak terbatas pada pendampingan peternakan. Untuk membingkai sentra-sentra produksi ternak tersebut. Zakat benar-benar menjadi keberkahan.Pola kemitraan menggunakan konsep bagi hasil 50:50 atau 60:40. pelaksanaan tuntunan agama. Bagian 40% untuk Kampoeng Ternak digunakan kembali untuk mengembangkan kelompok dan pembiayaan kegiatan pendampingan. . Semoga kandang-kandang dan keratankeratan daging yang tersebar menjadi saksi kepedulian dan persaudaraan yang semakin kokoh. Pun mereka dapat menikmati kelezatan daging yang seringkali mereka makan hanya pada saat hari raya kurban.

“Yang sangat penting lagi.” terangnya. BKP sendiri. pengembangan cadangan pangan di mana masyarakat melalui lumbung-lumbung warga dan pemerintah melalui Bulog. Sekretaris BKP Pusat melalui Kabag Perencanaan Ir Agus Widodo mengatakan hal itu kepada wartawan di sela acara ‘Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Propinsi dengan kabupaen/kota se-Sumatera Utara’ di Hotel Madani Medan Rabu [16/12] siang tadi. Untuk berbagai komoditi sudah swasembada seperti beras dan jagung. sejak diluncurkan pengendalian rawan pangan.000 desa. Sedangkan gula. MSc dan peserta dari BKP maupun DKP kabupaten/kota se-Sumut. Dari 1. daging sapi dan kedelai masih banyak diimpor dari luar negeri.Pemerintah Salurkan Rp132 Miliar Lebih Untuk Atasi Rawan Pangan Posted by Redaksi on Desember 16. target 2010-2011 antara lain peningkatan swasembada pangan dan diversifikasi pangan.000 desa. Hadir disana Kepala BKP Sumut Ir Setyo Purwadi. Agus memaparkan dana itu khusus diberikan sebagai sasaran pengurangan rawan pangan di Indonesia. Selain upaya rawan pangan. Jadi total dana yang diluncurkan sekira Rp132 juta lebih. Ketua Komisi B DPRD Sumut. Jadi target ketahanan pangan sasarannya ada dua yakni pengurangan daerah rawan pangan melalui desa mandiri pangan dan daerah sentra produksi melalui Lembaga Penguatan Distribusi Pangan (LPDP) yang dulu namanya Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP). Upaya yang dilakukan untuk pengurangan rawan pangan antara lain melalui pengendalian kelompok-kelompok rawan pangan sebesar Rp100 juta per kelompok. MM. Tahun ini baru dilakukan kepada 1. ada 60 desa rawan pangan yang kini terus dibina menjadi desa mandiri pangan.750 desa dan tahun 2014 bertambah menjadi 5. pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) Pusat sudah menyalurkan Rp132 miliar lebih untuk mengatasi ribuan desa rawan pangan yang tersebar di seluruh Indonesia. 2009 · Leave a Comment MEDAN (Berita): Sejak diluncurkan tahun 2006 hingga sekarang.000 desa dan tahun 2011 bertambah menjadi 19. Ketua Tim Teknis Dewan Ketahanan Pagan (DKP) Propsu Prof Dr Ir Bilter Sirait. Gubsu dalam sambutan tertulis dibacakan tertulis dibacakan Kepala BKP Sumut Ir Setyo Purwadi mengatakan kebijakan program peningkatan ketahanan pangan tahun 2011 tak bisa lepas dari kondisi tahun 2010. Pembangunan ketahanan pangan akan difokuskan untuk . jelas Agus. padahal potensi untuk menanam cukup besar di Indoesia. Menurut dia. tercatat hampir 10 persen sudah dianggap tidak rawan pangan lagi. pemerintah juga membuat program percepatan penganekaragaman pangan untuk tahun 2010 ditargetkan sebanyak 2. Satu kelompok terdiri dari 5 sub kelompok beranggotakan sekira 100 orang. Sedangkan untuk Sumut. Saat itu dia didampingi staf BKP Sumut Ir Erpison.750 desa maka ada 122 desa yang sudah selesai rawan pangannya melalui pemberdayaan desa mandiri pangan.

Tahun 2011. . kata Gubsu. “Perwujudan rakyat tidak lapar di Sumut akan dicapai melalui aksi Gema Pangan dan swasembada pangan.” tulis Gubsu. bupati dan walikota pada peringatan hari pangan sedunia tingkat Sumut di halaman kantor BKP pada 3 Desember 2009. sasaran pembangunan ketahanan pangan haruslah mampu menghasilkan ketersediaan energi minimal 2. yang merupakan komitmen dasar visi dan misi Gubsu/Wagub tahun 2008-2012.400 Kkal/kapita/hari. komitmen dasar itu juga telah menjadi komitmen bersama antara Pemprov dan Pemkab/Pemko yang ditandai dengan kesepakatan bersama Gubsu. Menurut Gubsu.mewujudkan ‘rakyat tidak lapar’. Sebab saat ini masih ditemukan sebagian masyarakat kita dengan konsumsi di bawah 1.200 Kkal/kapita/hari sesuai angka kecukupan gizi dengan skor pola pangan harapan (PPH) minimal 80.

Rabu (16/12). baik provinsi maupun kabupaten kota Sementara itu. "Mendorong desa mandiri pa ngan dan lumbung pangan adalah hal yang harus diwujudkan. BK Pemerintan Provinsijawa Barat Pemprovjabar) menyerahkan bantuan modal usaha Rp40 miliar kepada 1. . 767 Ke lompok Usaha Ekonomi Produktif (KLKP). Heryawan meminta supaya memantapkan program ketahanan pangan melalui pengembangan desa mandiri dan lumbung pangan serta pencadangan pangan pemerintah. Sebab itu. 165 kelompok lumbung pangan. Untuk itu. 10 komite sekolah dan kerjasama pengadaan beras cadangan pangan daerah. II kelompok pengolah organik. kepada semua stakeholder. kemandirian pangan menjadi agenda utama yang harus dicapai.Daerah Rawan Pangan Terima Modal Rp40 M 17 Dec 2009 • • Berita Kota Nasional BANDUNG. Bantuan kepada 850 desa di 26 kabupaten/ kota se-Jabar tersehut untuk program Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Masyarakat (PEKM) Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.200 kelompok masyarakat di daerah rawan pangan. saat ini Jabar memberikan kontribusi produksi beras nasional mencapai 18% dan menjadi produsen beras tingkat pertama nasional pada 2008. Dijelaskan." katanya. ketersediaan dan ketahanan pangan merupakan fokus pembangunan di Jabar. penerima bantuan modal itu adalah 49 Lembaga Distribusi Pangan Mayarakat (LDPM). Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Jabar Lucki Rulyaman menjelaskan.

tepatnya mendatangkan beras secara ilegal dengan mencuri tarif impor. Kedua daerah ini hanya merupakan puncak gunung es. Kedua.000 ton. tetapi yang lebih mendesak adalah lumbung pangan nasional yang dikelola secara modern bernama Bulog. merupakan contoh daerah yang penduduknya dilaporkan mengalami rawan pangan (Kompas. Yang jelas. ada anggapan dari pemerintah. petani tidak perlu lagi melakukan upacara adat petik saat akan memulai panen padi.6 juta ton-yang tercatat di Badan Urusan Logistik (Bulog). Pertanyaan yang masih mengganjal. Buktinya. pemerintah terus membina dan mendorong pengembangan lumbung desa. dengan produksi yang melimpah ini. Kini. introduksi bibit unggul. Seharusnya. itu berarti ada seratus kasus yang sama tidak dilaporkan karena berbagai alasan. dengan upaya ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian. dengan makin merosotnya nilai tukar petani belakangan ini mengakibatkan mereka tak sempat lagi menyisihkan sebagian padinya untuk disimpan di lumbung desa. 7/4 dan 20/2/2002). Dalam konteks demikian ketahanan pangan tradisional lewat lumbung desa yang dikelola masyarakat desa bisa dihidupkan kembali. rawan pangan akan dapat teratasi. tak mampu menjamin perputaran beras dari desa kembali ke desa. Ketiga. . mengapa pemerintah tidak mendorong pengembangan kelembagaan ini? Alasan berikut mungkin menjadi penyebabnya. jauh dari harapan. mitologi Dewi Sri yang konon sakti untuk menaungi tanaman padi sehingga mengondisikan sikap petani harus sopan dan lemah lembut terhadap padi agar sang dewi padi tidak murka dan selalu berkenan menganugerahkan hasil panen yang baik dan menjadikan lumbung petani tetap terisi. Pertama. bagaimana merevitalisasi lumbung desa (padi dan pangan lainnya) di tengah makin bertambahnya jumlah petani berlahan sempit alias gurem dan penggunaan teknologi pertanian yang sudah ketinggalan zaman? Kedua faktor utama inilah yang menjadi akar kemiskinan di sektor pertanian kita. lumbung pangan masa kini-tak cukup tangguh mengatasi rawan pangan yang makin kerap menyengsarakan rakyat kecil. Mengapa hilang? Sayang. sebagai institusi sosial ekonomi yang tumbuh dari masyarakat petani. pemupukan. Mengimpor beras besar-besaran agar rakyat makan nasi tiga kali sehari ternyata tak cukup sakti menepis rawan pangan yang selalu berulang setiap tahun. dan pemberantasan hama penyakit dapat meningkatkan produksi. Kabupaten Cianjur. dalam arti yang tampak baru satu dua saja. Lantas. sebab memiliki potensi besar sebagai basis perekonomian masyarakat desa. rakyat kecil yang konon makin miskin tak pernah "menikmati" gurihnya beras impor yang kehadirannya di Tanah Air selalu meninggalkan masalah. Pada saat musim paceklik. bila ada satu kasus rawan pangan. Bulog tidak sigap menjalankan fungsinya menyalurkan beras ke daerah rawan pangan. dan Kabupaten Rejang Lebong. makin dilupakan. impor beras sepanjang tahun 2000 yang jumlahnya mencapai 2. Padahal. Namun. Ketidakmampuan pemerintah mengatasi rawan pangan dan peran Bulog hanya sebatas stabilisator harga. yang jumlahnya sekitar 800. Bengkulu. Bulog yang diberi berbagai fasilitas dan diharapkan dapat mengganti peran lumbung desa yang dianggap kuno. Demikian juga intensifikasi tak mampu lagi meningkatkan produktivitas lahan sawah padi. Dalam arti. Keempat. Budaya petani menyimpan padi di lumbung untuk stok pangan saat musim paceklik makin hilang ditelan waktu. Jawa Barat. lumbung desa tak dibutuhkan lagi.Revitalisasi Peran Lumbung Desa untuk Atasi Rawan Pangan Oleh Posman Sibuea ENTAH siapa yang paling beruntung dalam bisnis impor beras "Spanyol"-meminjam istilah yang digunakan Kompas-alias separuh nyolong.

Ini artinya akan ada metamorfosa lumbung desa menjadi lumbung pangan modern yang langsung dikelola petani. didukung penguasaan teknologi pertanian yang lebih maju. Posman Sibuea Ketua Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Unika Santo Thomas Sumatera Utara Medan . sebab saat itu diperkirakan jumlah penduduk sudah mendekati 400 juta jiwa. reformasi pertanian harus dilakukan guna mendorong petani makin produktif mengusahakan lahan sawah lebih luas. Konsekuensinya. Bila ini terjadi. Indonesia akan menghadapi malapetaka di bidang pangan tiga puluh tahun mendatang. ditambah penguasaan teknologi pascapanen padi dan pelatihan manajemen usaha tani. Bahkan di masa datang. Lahan persawahan yang sempit dikonsolidasikan menjadi suatu hamparan yang luasnya menjadi puluhan hektar sehingga produktivitas lahan bisa ditingkatkan. tetapi harus diinternalisasi dalam konsep konsolidasi lahan. petani gurem yang pemilikan lahan sawahnya makin lama makin menyempit tidak bisa dibiarkan terus demikian. sejatinya dapat mendorong kelompok tani membangun lumbung pangan yang perannya sudah diakui amat berarti menggerakkan perkembangan ekonomi pedesaan.Pertama-tama harus dipahami bersama. pertanian modern bermodel CF membutuhkan investasi besar guna menjamin keniscayaan ketahanan pangan berkelanjutan. diharapkan peran lumbung pangan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan saat over produksi. Bila reformasi pertanian dilakukan melalui program corporate farming akan diperoleh hamparan lahan sawah luas tanpa dibatasi pematang dan memungkinkan penerapan full mekanisasi pertanian. penggunaan mesin dan peralatan mesin pertanian secara intensif untuk menggantikan kekurangan tenaga kerja terutama dalam pengolahan tanah dan pemanenan dapat lebih efisien. dengan manajemen lebih baik. Upaya konsolidasi lahan ini harus didorong pemerintah lewat penyelenggaran corporate farming (CF) yang realistis. namun juga sebagai sarana penundaan penjualan untuk sementara waktu sampai harga ada pada tingkat yang memberi keuntungan petani sekaligus mematikan mata rantai pengijon. Tampaknya tak bisa ditawar lagi. Jika tidak. Embrionya sudah muncul di Sumatera Selatan. Bila reformasi pertanian seperti ini bisa diwujudkan di tiap daerah di era otonomi ini.

program tersebut juga bertujuan memberdayakan masyarakat miskin dengan kemampuan memproduksi pangan di wilayah masing-masing. dia menjelaskan. Ia mengatakan.2 miliar akan digunakan untuk membangun lumbung pangan di sembilan kabupaten di Maluku. minimal 1. Pada kesempatan lain Kepala Badan Ketahan Pangan (BKP) Maluku menyiapkan Rp6 miliar untuk mengantisipasi rawan pangan dengan menggalakkan program pengembangan pulau mandiri pangan berbasis pangan lokal." katanya. mengakses dari . dalam tugas pokok dan fungsi sebenarnya BPM hanya berkoordinasi sehingga realisasinya ditangani Dinas Pertanian dan BKP.5 persen pertahun dari 23." kata Pelaksana tugas (PLT) Kepala BPM Maluku Rusdy Ambon di Ambon. "Rawan pangan di MBD siap ditangani Perum Bulog Divre Maluku dengan menyalurkan 100 ton beras untuk menangani bencana alam maupun sosial sehingga tidak menjadi masalah karena sebenarnya di sana terjadi krissi beras sehubungan keterbatasan pelayaran akibat cuaca ekstrem maupun gelombang tinggi pada Januari hingga pertengahan Februari 2010. Ia mengatakan. Seram Bagian Timur dan Maluku Tengah. "Pelaksanaan programnya berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKP) Maluku karena dua lembaga ini lebih memahami kondisi maupun karakteristik wilayah." kata Sabirin. "10 persen dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Departemen Pertanian (Deptan) sebesar Rp33. Minggu. "Kami akan menggalakkan diversifikasi berbasiskan pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada beras.5 juta ton pertahun di Indonesia." kata Rusdy. penguatan kelembagaan ketahanan pangan.BPM INTENSIFKAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DESA Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Maluku berupaya mengintensifkan pengembangan lumbung pangan masyarakat desa untuk mengantisipasi kemungkinan rawan pangan jika terjadi kemarau panjang. dua lumbung atau gudang pangan segera dibangun di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur sebagai proyek percontohan dengan anggaran senilai Rp620 juta. serta perumusan dan analisis kebijakan ketahanan pangan di Maluku. penanganan keamanan pangan segar dan daerah rawan pangan. Ditanya mengapa program tersebut tidak diarahkan ke Maluku Barat Daya (MBD) yang tergolong rentan rawan pangan. Rp6 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) yang dialokasikan untuk program desa mandiri pangan. Dia mengatakan melalui APBD Maluku 2010 dialokasikan dana Rp80 miliar untuk kegiatan fasilitasi dan pembinaan lumbung pangan di Kebupaten Buru. yakni membangun lembaga distribusi pangan masyarakat. terutama di daerah lahan kering." ujar Rusdy. Selain mengantisipasi rawan pangan. "Berdasarkan inventarisasi pada sembilan kabupaten dan dua kota di Maluku ternyata pengembangan lumbung pangan masyarakat desa kurang aktif sehingga perlu diintensifkan agar tidak terjadi rawan pangan sekiranya terjadi kemarau panjang.

"Ini untuk menjaga harga pangan tetap stabil saat panen raya. Sabirin menambahkan.pasar dan meningkatkan daya beli konsumen. Program difokuskan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mengantisipasi kemungkinan itu melalui peningkatan penerapan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dan intervensi bantuan rawan pangan apabila terjadi bencana alam." ujarnya. . serta mendorong pengembangan ekonomi warga. target Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP) Maluku pada 2010 di tujuh kabupaten/kota karena lebih strategis manakala terjadi bencana alam atau gizi buruk. juga membangun kemampuan cadangan pangan masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful