Anda di halaman 1dari 21

CABLE SIZING

NANANG MULYONO
DUTY CYCLE
3.24.3.2 Koordinasi antara penghantar dan gawai proteksi
Karakteristik operasi suatu gawai yang memproteksi kabel terhadap beban lebih harus memenuhi dua
k di i sebagai
kondisi b i berikut
b ik :
a) IB ≤ In ≤ Iz;
b) I2 ≤ 1,45. Iz;
dengan :
IB = arus yang mendasari
d i desain
d i sirkit.
i kit
Iz = kemampuan hantar arus (KHA) kontinu dari kabel (lihat BAB 7)
In = arus nominal dari gawai proteksi.
CATATAN 1 : Untuk gawai proteksi yang dapat diatur, arus nominal In adalah setelan arus
yang dipilih.
di ilih
I2 = arus yang menjamin operasi efektif gawai proteksi; dalam praktek I2 diambil sama
dengan :
•arus operasi dalam waktu konvensional untuk pemutus sirkit
•arus pemutusan
t ( l b
(peleburan ) dalam
d l waktu
kt konvensional
k i l untuk
t k PL jenis
j i gI.I
•0,9 kali arus pemutusan dalam waktu konvensional untuk PL jenis gII.

CATATAN 2 :
•Faktor
F kt 0,90 9 diperhitungkan
di hit k terhadap
t h d pengaruh h perbedaan
b d pada
d kondisi
k di i pengujian
ji antara
t PL
jenis gI dan kawat PL jenis gII, sebab kawat PL jenis gII umumnya diuji dalam perlengkapan
uji konvensional dimana kondisi pendinginannya lebih baik.
• Proteksi sesuai dengan Ayat ini tidak menjamin proteksi yang lengkap dalam hal tertentu,
misalnya
i l t h d arus lebih
terhadap l bih terus
t menerus yang kurang
k d i I2,
dari I2 yang perlu
l menghasilkan
h ilk
pemecahan yang ekonomis. Oleh karena itu dianggap bahwa sirkit didesain sedemikian
sehingga beban lebih kecil yang berdurasi lama tidak akan sering terjadi.
7.5.1.1 Dengan memperhatikan 7.5.1.2, penghantar harus diproteksi dengan
gawai p
g proteksi (p
(pengaman
g lebur atau ppemutus sirkit)) yyang
g harus dapat
p membuka
sirkit dalam waktu yang tepat bila timbul bahaya bahwa suhu penghantar akan
menjadi terlalu tinggi.

Gawai proteksi harus dipilih yang mempunyai nilai arus pengenal lebih
rendah atau sama dari KHA penghantar dengan memperhatikan ketentuan-
ketentuan di 3.24.
5.5.3.1 Penghantar
5 5 3 1 Penghantar sirkit akhir yang menyuplai
yang menyuplai motor tunggal
motor tunggal tidak boleh mempunyai
KHA kurang dari 125 % arus pengenal beban penuh. Di samping itu, untuk jarak jauh perlu
digunakan penghantar yang cukup ukurannya hingga tidak terjadi susut tegangan yang 
berlebihan. Penghantar sirkit akhir untuk motor dengan berbagai daur kerja dapat
menyimpang dari ketentuan di atas asalkan jenis dan penampang penghantar serta 
pemasangannya disesuaikan dengan daur kerja tersebut.

5.5.3.2 Penghantar sirkit akhir yang mensuplai dua motor atau lebih, tidak boleh


mempunyai KHA kurang dari jumlah arus beban penuh semua motor itu ditambah 25 % 
dari arus beban penuh motor yang terbesar dalam kelompok tersebut. Yang dianggap
motor terbesar ialah yang mempunyai
motor terbesar yang mempunyai arus beban penuh tertinggi.
™Zs adalah
™Zs adalah impedans lingkar gangguan yang terdiri
yang terdiri atas impedans sumber, 
sumber
penghantar fase dari sumber sampai ke titik gangguan dan penghantar
proteksi PE antara titik gangguan dan sumber.

™Ia adalah arus yang menyebabkan operasi pemutusan otomatis gawai


proteks

™Uo adalah tegangan nominal a.b. efektif


nominal a.b. efektif ke bumi