P. 1
mutu-pelayanan-kesehatan-dasar_11_2008 (1)

mutu-pelayanan-kesehatan-dasar_11_2008 (1)

|Views: 225|Likes:

More info:

Published by: Ilham Akbar ⎝⋋⏝⋌⎠ Poter on May 28, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2015

pdf

text

original

MUTU PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II

Oleh : Dr. I Nyoman Adiputra

I. PENDAHULUAN Latar Belakang. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia diamanatkan bahwa Kesehatan merupakan salah satu aspek dari hak asasi manusia, yaitu sebagaimana yang tercantum dalam pasal 28 H ayat (1) : “ setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum sebagai yang dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan Kesehatan tersebut diselenggarakan dengan berdasarkan kepada Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ) yaitu suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sebagai pelaku dari pada penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah masyarakat, pemerintah ( pusat, provinsi, kabupaten/kota ), badan legeslatif serta badan yudikatif. Dengan demikian dalam lingkungan pemerintah baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus saling bahu membahu secara sinergis melaksanakan pembangunan kesehatan yang terencana, terpadu dan berkesinambungan dalam upaya bersama-sama mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Keberhasilan pembangunan Kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Untuk mencapai keberhasilan dalam pembangunan bidang kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Dalam hal ini Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan merupakan penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang pertama di wilayah kerjanya masing-masing. Puskesmas sesuai dengan fungsinya ( sebagai pusat pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga serta pusat pelayanan kesehatan dasar ) berkewajiban mengupayakan, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkwalitas dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan Nasional yaitu terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang.

2

Pengertian. Berbicara masalah mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, terkandung makna bahwa Puskesmas berkewajiban menjaga bahkan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas. Mutu adalah gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan kebutuhan kepuasan. Mutu adalah kesesuaian terhadap permintaan persyaratan ( Dr. Ridwan Amirrudin, SKM., M.Kes., 2007 ). Mutu pelayanan kesehatan dasar adalah kesesuaian antara pelayanan kesehatan dasar yang disediakan / diberikan dengan kebutuhan yang memuaskan pasien atau kesesuaian dengan ketentuan standar pelayanan. Tujuan. Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan memuaskan di Puskesmas dalam rangka terwujudnya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Ruang Lingkup. Hasil Kinerja Puskesmas, Survei Indeks Kepuasan Masyarakat dan Pengamatan JMPKD.

Latar Belakang. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia diamanatkan bahwa Kesehatan merupakan salah satu aspek dari hak asasi manusia, yaitu sebagaimana yang tercantum dalam pasal 28 H ayat (1) : “ setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum sebagai yang dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan Kesehatan tersebut diselenggarakan dengan berdasarkan kepada Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ) yaitu suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya Bangsa

3

Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sebagai pelaku dari pada penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah masyarakat, pemerintah ( pusat, provinsi, kabupaten/kota ), badan legeslatif serta badan yudikatif. Dengan demikian dalam lingkungan pemerintah baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus saling bahu membahu secara sinergis melaksanakan pembangunan kesehatan yang terencana, terpadu dan berkesinambungan dalam upaya bersama-sama mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Keberhasilan pembangunan Kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Untuk mencapai keberhasilan dalam pembangunan bidang kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Dalam hal ini Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan merupakan penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang pertama di wilayah kerjanya masing-masing. Puskesmas sesuai dengan fungsinya ( sebagai pusat pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga serta pusat pelayanan kesehatan dasar ) berkewajiban mengupayakan, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkwalitas dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan Nasional yaitu terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang. Pengertian. Berbicara masalah mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, terkandung makna bahwa Puskesmas berkewajiban menjaga bahkan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas. Mutu adalah gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan kebutuhan kepuasan. Mutu adalah kesesuaian terhadap permintaan persyaratan ( Dr. Ridwan Amirrudin, SKM., M.Kes., 2007 ). Mutu pelayanan kesehatan dasar adalah kesesuaian antara pelayanan kesehatan dasar yang disediakan / diberikan dengan kebutuhan yang memuaskan pasien atau kesesuaian dengan ketentuan standar pelayanan. Tujuan. Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan memuaskan di Puskesmas dalam rangka terwujudnya peningkatan kesadaran, kemauan dan

4

berlokasi di Desa Takmung.18 km2 yang terdiri dari 6 desa. Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung. Hasil Kinerja Puskesmas. 2. Survei Indeks Kepuasan Masyarakat dan Pengamatan JMPKD. dan mulai beroperasi pada tahun 1985.kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Ruang Lingkup. 26 dusun 5 . ANALISIS SITUASI SITUASI UMUM 1. dengan luas wilayah 24. Geografi Puskesmas Banjarangkan II merupakan Puskesmas yang terletak di tengah-tengah dari Kabupaten Klungkung. dengan batas-batas wilayah : Utara Barat Timur Selatan : Kabupaten Bangli : Tukad Bubuh : Tukad Jinah : Selat Badung Puskesmas Banjarangkan II dibangun pada tahun 1985.

580 jiwa penduduk perempuan. 10.959 jiwa penduduk laki-laki dan 8. pedagang dan wiraswasta. Demografi Jumlah penduduk 16. jalan beraspal tetapi masih ada dusun yang sulit dijangkau dengan kendaraan bermotor karena kondisi jalannya yang belum beraspal.539 Jiwa. sempit dan licin. 2. Data Ketenagaan Puskesmas Banjarangkan II. Organisasi Stuktur Organisasi Puskesmas sesuai dengan Perda No. 9. 13. 5 PTT PNS PNS PNS PNS HONDA KONTRAK PNS 6 . Dan mata pencaharian penduduk sebagian besar petani. 4. 14. Tiap desa dapat dijangkau dengan kendaraan roda 2 atau roda 4. 15. 1 tahun 2001 SUMBER DAYA 1. 8. 5. 12. Wilayah kerja merupakan daerah perbukitan dengan curah hujan tinggi tiap tahunnya. Jenis Tenaga Dokter Umum Dokter Gigi Akper SKM AKL Bidan Perawat Kesehatan SMF Perawat Gigi Pekarya Kesehatan Sopir Tenaga Kebersihan Tenaga Administrasi/SMA Analis Tenaga SPPH Jumlah Tenaga yg Jumlah Ada Sekarang 3 1 3 1 1 18 4 1 2 3 1 0 1 0 2 Kekurangan 7 2 1 2 8 1 Keterangan PNS PTT PNS PNS PNS PNS. No 1. 3. 7. 11. Kondisi fisik Puskesmas Banjarangkan II saat ini cukup baik dimana pada tahun 2007 gedung Puskesmas Banjarngkan II mendapat perbaikan total. terdiri dari 7. 2.dengan jarak tempuh dari desa ke Puskesmas rata-rata 12 km. 6. 3. Sedangkan untuk waktu tempuh dari Puskesmas ke Kabupaten ± 10 menit.

4.:1 :7 : 2 unit : : 7 unit : 8 unit : 9 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit : 1 buah : 2 unit : 3 unit : 2 unit : 2 buah : 8 buah : 1 unit : Cukup memadai.019. 246.: Rp. Posyandu 2.328. UKS : 26 pos : 1 pos : 17 7 .di induk Komputer Laptop OHP Faksimile Mesin Foging Genzet LCD Lemari Es Lemari Es Pustu Fresser Sterilisator Ozon Sterilisator Uap Telepon Alat Kesehatan Obat-obatan 3. : 145 item dengan persediaan yang cukup.070.2. Peran Serta masyarakat : 1. Sarana Dan Prasarana Puskesmas Puskesmas Pembantu Kendaraan Roda 4 Kendaraan Roda 2 .815. Pos UKK 3. Pembiayaan : Bersumber dari APBD /APBN dengan total Anggaran : Tahun 2007 Tahun 2008 : Rp.di pustu . 197.

3. Memberdayakan serta mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan dengan mengupayakan agar perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kebutuhan masyarakat. 3. 2. 8 . MISI DAN STRATEGI Visi : Terwujudnya Banjarangkan Sehat Melalui Penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan Yang Optimal. Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu. MANAJEMEN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DASAR VISI. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan yaitu mengupayakan agar pelaksanaan pembangunan mengacu. Misi : 1. berorientasi dan memperhatikan factor kesehatan sebagai pertimbangan utama.

Upaya P2M. perbaikan gizi. 2. Upaya Kesehatan Pengembangan.Strategi : 1. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat 3. pemberantasan penyakit. Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling serta pelayanan rawat inap di Puskesmas. Upaya pelayanan tersebut dikelompokan dalam 2 kelompok besar yaitu : 1. 2. 3. Menyelenggarakan program upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui kegiatan pembinaan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat meliputi promosi kesehatan. merata. Berupaya menyelenggarakan pelayanan rawat jalan dan rawat inap yang bermutu. Upaya KIA/KB 4. Upaya Promosi Kesehatan. Puskesmas Banjarangkan II bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Gigi Sekolah. Meningkatkan kerjasama Lintas Program dan Lintas Sektor yang terkait. peningkatan kesehatan keluarga termasuk KB dan pengobatan dasar serta upaya kesehatan masyarakat lainnya sesuai dengan kebutuhan. 5. Upaya Kesehatan Wajib. Upaya Pengobatan Dasar. PENYELENGGARAAN UPAYA KESEHATAN Untuk tercapainya visi pembangunan Kesehatan tersebut. 5. Meningkatkan pengetahuan. Pendekatan kepada para pelaku pembangunan agar dalam melaksanakan pembangunan selalu mempertimbangkan dampak kesehatan yang dapat timbul. 6. Upaya Kesehatan Lingkungan. 4. 1. 2. dan terjangkau melalui pelayanan rawat jalan di Puskesmas. merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Upaya Perbaikan Gizi. Berupaya melengkapi dan meningkatkan sarana prasarana pelayanan melalui perencanaan yang mantap dan mengusulkanya ke kabupaten. 1. 3. 6. penyehatan lingkungan. Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut 9 . 2. ketrampilan dan kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada masyarakat. dimana keduanya jika ditinjau dari Sistem Kesehatan Nasional. Upaya Kesehatan Sekolah / Upaya Kes.

Loka Karya Mini Lintas Program diselenggarakan dalam rangka pengorganisasian meliputi pembagian tugas baru dan pembagian daerah binaan baru. menyusun RPK mingguan sebagai tindak lanjut dari RPK bulanan pada PTP serta menyusun RKHP ( Rencana Kegiatan Harian Petugas ) oleh setiap petugas untuk kegiatan bulan berikutnya 10 .puskesmasba2. Upaya Kesehatan Lansia. Perencanaan. Merupakan suatu proses penyusunan rencana tahunan Puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi di wilayah Puskesmas Banjarangkan II. ( PTP Puskesmas Banjarangkan II selengkapnya dapat diakses melalui website http://www. Rawat Inap / K. Dengan Upaya Penunjang meliputi : 1. Upaya Kesehatan Mata 6. 2. SP2TP. PTKBM ( Pembinaan Tumbuh Kembang Balita Mandiri ). 3. Laboratorium. melalui penyusunan PTP yang dilaksanakan pada bulan ke-2 setiap tahun. dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RPK ) sebagai tindak lanjut kegiatan yang telah disetujui oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung berdasarkan RUK tahun lalu untuk kegiatan pada tahun ini. menyusun uraian tugas masing – masing petugas. 8. Akan menghasilkan Rencana Usulan Kegiatan ( RUK ) tahun berikutnya.4.id ). UGD. Upaya Kesehatan Jiwa 5.puskesmasba2. KEGIATAN MANAJEMEN PUSKESMAS 1. 2.web. Penggerakan dan Pelaksanaan. 7.web. Upaya Kesehatan Kerja. 4. 10. SIK ( Local area connection ) Website ( http://www. yang ditindak lanjuti dengan pengajuan Usul Kegiatan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung untuk mendapat persetujuan pembiayaan. menyusun protap pelayanan yang diperlukan. Dilaksanakan melalui kegiatan Loka Karya Mini ( Lintas Program dan Lintas Sektoral ) maupun rapat-rapat rutin Puskesmas. Bersalin 9.id ).

RKHP dibuat setiap bulan sekali melalui Loka Karya Mini Bulanan.puskesmasba2. Dilaksanakan melalui kegiatan Penilaian Kinerja Puskesmas dengan ruang lingkup meliputi penilaian pencapaian hasil pelaksanaan pelayanan kesehatan. Loka Karya Mini Lintas Sektoral terkait diselenggarakan dalam rangka mengkoordinasikan program-program kesehatan yang terkait untuk memperoleh dukungan lintas sektor dalam pelaksanaannya agar memperoleh hasil yang lebih baik. Survei Indeks Kepuasan Masyarakat. dan Protap Pelayanan Puskesmas Banjarangkan II dapat diakses melalui website http://www. Berdasarkan RKHP petugas akan melakukan kegiatan selanjut dengan berpedoman pada ketentuan / protap yang telah ada. melalui penyebaran kwisioner terhadap 150 pengunjung Puskesmas sebagai responden. PENILAIAN DAN HASIL PENILAIAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DASAR Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas Banjarangkan II Kabupaten Klungkung dilaksanakan melalui kegiatan : 1. Laporan Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas disusun pada bulan Januari tahun berikutnya. Kegiatan ini merupakan salah satu unsur manajemen puskesmas dimana laporannya disusun pada bulan Januari tahun berikutnya. Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas Banjarangkan II 11 .web.id ) Hasil Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas Banjarangkan II adalah sebagai berikut : 1.id ). ( Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas Banjarangkan II dapat diakses melalui website http://www. ( Penyelenggaraan Loka Karya Mini 3. Pengendalian dan Penilaian. 3. Pengawasan. 2. penilaian manajemen Puskesmas dan mutu pelayanan. Penilaian Kinerja Puskesmas oleh Puskesmas Banjarangkan II sendiri dalam rangka mawas diri untuk mengukur keberhasilan kinerja sendiri. Pengamatan JMPKD ( Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar ) oleh Tim Pengamat JMPKD Puskesmas lain ( Tim Pengamat JMPKD Puskesmas Klungkung I ) dengan metode Observasi dan wawancara dengan menggunakan daftar tilik .puskesmasba2.berdasarkan RPK mingguan yang telah disusun. 4.web.

6 % 125 % 81 % Kurang Baik Baik Kurang Baik Baik Cukup Tk. ( Termasuk Kinerja : Cukup ) II.6 % 109 % 96 % Cukup Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Tk. 1 2 3 4 5 6 Rawat Inap Lansia Mata Keswa Gilut perkesmas Rata – rata kinerja 44 % 112. Pencapaian Target ( % ) Tingkat kinerja Ket.5 %. Upaya Kesehatan Wajib NO 1 2 3 4 5 6 Upaya Kes. atau dengan kata lain nilai pencapaian upaya kesehatan wajib + pengembangan dibagi dua. NO Upaya Kes. Promkes Kesling KIA & KB Gizi P2M Pengobatan Rata – rata kinerja Pencapaian Target ( % ) 90.5 % 95 % 94 % 88. Hasil Kinerja Kegiatan Manajemen Puskesmas Banjarangkan II NO Jenis Manajemen Pencapaian Tingkat Ket. 12 .25 % 97. Jadi Nilai Kinerja cakupan pelayanan kesehatan Puskesmas Banjarangkan II adalah : 88. Pengembangan Upaya Kes. Kinerja Baik ≥ 91 % Cukup ≥ 81-90 % Kurang ≤ 80 % Nilai cakupan kinerja pelayanan kesehatan adalah : rata – rata nilai upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan. Hasil kinerja cakupan pelayanan kesehatan A. B.05 % 97.5 % 100 % 6. Kinerja Baik ≥ 91 % Cukup ≥ 81-90 % Kurang ≤ 80 % Tingkat kinerja Ket.Hasil Kinerja Puskesmas Banjarangkan II 2007 dapat kami sajikan sbb : I.

kinerja 1 2 3 4 Manajemen Operasional Manajemen Alat & Obat Manajemen Keuangan Manajemen Ketenagaan 10 9.5 Kinerja manajemen kegiatan 9.58./ Resti Error Rate Px BTA Error Rate Px Darah Malaria Kepatuhan Thd Standar ANC Kepatuhan Thd Standar Imunisasi Kepatuhan Thd Standar Diare Kepatuhan Thd Standar Ispa Pencapaian (%) 13 % 100% 100% 1% 2% 100% 100% 100% 100% Nilai Kinerja 7 10 10 10 10 10 10 10 10 Tk.5% ( 9.4 Kurang < 5.4 10 10 Baik Baik Baik Baik Tk. Kinerja Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Ket. Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan Puskesmas Banjarangkan II NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jenis Kegiatan DO K1 – K4 Persalinan Nakes Penanganan Komplikasi Obst.85 ) (Kinerja Baik ) di III.85 Baik Hasil Kinerja kegiatan Manajemen = jumlah pencapaian No 1+2+3+4 bagi 4 Jadi hasil kinerja kegiatan manajemen puskesmas Banjarangkan II tahun 2007 adalah : 98.5 Cukup ≥ 5. Kinerja Baik ≥ 8. 13 .

5% Baik Ket.76 – 62. Kinerja 88. ( termasuk kinerja Baik ) Hasil Kinerja Puskesmas Banjarangkan II tahun 2007 dapat kami sajikan dalam bentuk table sbb.51 . 2. Ket.25 : 43.8 % Baik Baik Pencapaian ( % ) Tk.5 % 94.65 dengan Nilai A ( sangat baik ).32% 10 10 10 Baik Baik Baik Thd Yankes Puskesmas Rata – rata 97.50 14 . Hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat Hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap 150 responden pengunjung Puskesmas Banjarangkan II pada bulan April 2008.10 11 12 Kepatuhan Thd Standar Penyeliaan Kepatuhan Thd Standar TB Paru Tingkat Kepuasan Px 100% 100% 83. setelah dilakukan entri data ke dalam software pengolahan data diperoleh hasil : 85.75 Baik Dengan melihat tabel diatas hasil kinerja mutu pelayanan kesehatan Puskesmas Banjarangkan II tahun 2007 adalah : 97. Mutu Yankes Nilai rata – rata kinerja Puskesmas 97.5 % ( 9.5 % Cukup 98. : NO 1. 2.26 – 100 : 62.81. Komponen Penilaian Cakupan Yankes Manajemen Puskesmas 3.5 % 9.75 ). Nilai : Nilai A ( sangat baik ) Nilai B ( baik ) Nilai C ( kurang baik ) : 81.

kebersihan/kerapian dan kepuasan pengunjung ): 95. 15 .50 % Jadi Tingkat Kepatuhan / Compliance Rate petugas Puskesmas Banjarangkan II dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat rata-rata dalam kategori Baik.76 % : 93.00 %  Pelayanan Imunisasi : 84.14 %  Pengamatan Tambahan ( untuk sub variabel : motivasi. : 25. Pengamatan JMPKD bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan petugas puskesmas terhadap standar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.00 – 43.12 %  Pelayanan Ispa  Pelayanan Diare : 92. Setelah dilakukan pengolahan dan analisa data yang berhasil dikumpulkan oleh Tim Pengamat JMPKD Puskesmas Klungkung I diperoleh hasil bahwa Tingkat Kepatuhan / Compliance Rate petugas Puskesmas Banjarangkan II dalam memberikan pelayanan adalah sbb :  Pelayanan ANC : 92.75 Hasil Pengamatan JMPKD oleh Tim Pengamat JMPKD Puskesmas Lain ( Tim Pengamat JMPKD Puskesmas Klungkung I ) Pengamatan dilakukan dengan metode observasi dan wawancara dengan menggunakan daftar tilik pada tanggal 10 s/d 13 September 2008.Nilai D ( tidak baik ) 3.

12 %. 2. Dengan nilai rata-rata keseluruhan adalah : 94.65 dengan Nilai A ( sangat baik ).5 %) yaitu termasuk kategori kinerja Baik dan nilai kinerja mutu pelayanan kesehatan : 9.5 %) yaitu termasuk kategori kinerja Baik.75 (97.00 %. dapat disimpulkan bahwa Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas Banjarangkan II adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan hasil penilaian kinerja Puskesmas Banjarangkan II. Berdasarkan hasil pengamatan Tim JMPKD Puskesmas Klungkung I.5 % yaitu termasuk kategori kinerja Cukup. 3. Saran dan Usul : Untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas perlu diupayakan : 16 .PENUTUP Kesimpulan : Dari pemaparan hasil penilaian mutu pelayanan kesehatan dasar Puskesmas Banjarangkan II tersebut pada pembahasan sebelumnya.8 % ( termasuk Puskesmas dengan tingkat kinerja baik ). diperoleh hasil : 85. nilai kinerja kegiatan manajemen puskesmas : 9. kebersihan/kerapian dan kepuasan pengunjung): 95. diperoleh hasil bahwa Tingkat Kepatuhan / Compliance Rate petugas Puskesmas Banjarangkan II dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tergolong dalam kategori Baik. Pelayanan Ispa : 92.50 %. didapat hasil nilai kinerja cakupan pelayanan kesehatan : 88. Berdasarkan hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat di Puskesmas Banjarangkan II.76 %.14 %. Pengamatan Tambahan (sub variabel : motivasi.85 (98. Pelayanan Imunisasi: 84. meliputi : Pelayanan ANC : 92. Pelayanan Diare : 93.

Pembinaan dan bimbingan teknis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten secara berkesinambungan dalam upaya meningkatkan motivasi kerja petugas Puskesmas. Program Pasca Sarjana Unhas. Puskesmas Banjarangkan II (2008). digandakan oleh Seksi Bina Pelayanan Medik Dasar Subdin. maupun kwantitas sesuai dengan kebutuhan. Departemen Kesehatan RI (2007). 17 . Puskesmas Banjarangkan II. 3. 2. Ridwan Amiruddin (2007). Laporan Hasil Pengamatan dengan Menggunakan Daftar Tilik dalam Rangka Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar ( JMPKD ) di Puskesmas Banjarangkan II Tahun 2008. Peranserta masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui upayaSumber daya kesehatan perlu terus ditingkatkan baik kwalitas upaya promotif. Yankes. KEPUSTAKAAN Departemen Kesehatan RI (2004). Petunjuk Teknis Standard Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota dan Definisi Operasional SPM. Pedoman Manajemen Puskesmas.1. Hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas banjarangkan II. Internet. Jakarta. Pendekatan Mutu dan Kepuasan Pelanggan dalam Pelayanan Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung. Puskesmas Klungkung I. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128/MENKES/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. Departemen Kesehatan RI (2005). Laporan Kinerja Puskesmas Banjarangkan II Tahun 2007.

Institusi Tempat Institusi 6 6 100% 18 . CAKUPAN KEGIATAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS BANJARANGKAN II TAHUN 2007 CAKUPAN NO JENIS KEGIATAN SATUAN TARGET SASARAN (T) PENCA PAIAN (H) SUB VARIA BEL UPAYA KESEHATAN I A WAJIB PROMOSI KESEHATAN Penyuluhan PHBS pada 1.LAMPIRAN – LAMPIRAN Lampiran 1. Rmh Tangga Institusi Pendidikan ( sekolah ) Sekolah 15 15 100% x Rumah 1260 1260 100% 100% VARI ABEL 3. 2. Institusi Sarana Kes Sarkes 7 7 100% 4. Institusi TTU Lokasi 17 17 100% 5.

B Bayi mendapat ASI Bayi 70 43 61 % 61 % eksklusif C Mendorong Terbentuknya Upaya Kes Bersumber Masyarakat 1. ……………… ……………… ….Kerja 6. Pembinaan Klp masy/klp pemakai air Klp 1 1 100% air X Sarana 3400 3510 103 % 101. Inspeksi sanitasi sarana bersih 2. ……………… ………. Posyandu Madya ( baru ) 2. D Penyuluhan Napza Klp.5% VARIA BEL 19 . Posyandu Purnama Psy 25 25 100% Psy 0 0 0 X 100% 3. 47 47 100% 100% CAKUPAN NO JENIS KEGIATAN SATUAN TARGET SASARAN (T) PENCA PAIAN (H) SUB VARIAB EL UPAYA KESEHATAN II A WAJIB KESEHATAN LINGKUNGAN Penyehatan Air 1..

…………… …………… …………… ….. & D Penyehatan Klg 1. 20 .B Hygiene dan Sanitasi Makanan Minuman 1. Pembinaan tmpt pengelolaan mkn dan X 100% Sarana 17 17 100% Sarana 17 17 100% C Penyehatan Pemb. Inspeksi sanitasi tmpt pengelolaan mkn 2. Limbah 1.Pemeriksaan Lingk X 104 % Pmukiman & Jamban Sarana 2950 3080 104 % penyehatan lingk pd perumh 2…………………… ……………………. Inspeksi sanitasi Tmpt & X 77 % Sampah Sarana 3385 2617 77 % sarana pemb sampah limbah 2.

Inspeksi sanitasi tempat2 umum 2.Sanitasi tempat umum memenuhi syarat 3…………………… …………………. Pestisida 2. Sarana 39 34 87% Sarana 39 44 113% Pengamanan F Tmpt X 100% Pengelolaan Pestisida 1. Pengendalian Vektor X lokasi 6 6 100% 100% Sarana 6 6 100% Sarana 6 6 100% G 1.Pengawasan tmpt potensial perindukan vektor dipemukiman pddk & sekitarnya 2.Pengawasan E Sanitasi X 100% Tempat2 Umum 1...Pembinaan Tmpt pengelolaan pestisida 3…………………… ………………….Inspeksi sanitasi sarana pengel.Pemberdayaan sarana/klp/pokja potensial dlm upaya pmberantasan tmpt perindukan vektor penyakit di pemukiman penduduk & sekitarnya Klp 6 6 100% 21 .

66 % VARIA BEL ANAK TERMASUK KB Kesehatan Ibu 1.Pelayanan nifas lengkap ( ibu & neonatus) ssi standar ( KN 3 ) 5. utk kunj.3% B Kesehatan Bayi 1.3.Pelayanan & atau rujukan bumil risiko tinggi / komplikasi Bumil Bulin 32 227 32 173 100% 76 % Ibu/bayi 227 174 77 % Bumil 48 40 83.Pelayanan persalinan olh nakes termsk pendamping persalinan dukun olh nakes ssi standar 4.Drop out K1-K4 3.Pelayanan kes bg Bumil ssi standar. Lengkap 2.Desa/lokasi potensial yg mndpt intervensi pemberantasan vektor penyakit menular Desa/lok 6 6 100% CAKUPAN NO JENIS KEGIATAN SATUAN TARGET SASARA N(T) PENCA PAIAN (H) SUB VARIA BEL UPAYA KESEHATAN III A WAJIB KESEHATAN IBU & X Bumil 237 217 92 % 85.Penanganan & atau rujukan neonatus X Bayi 0 0 0 100% 22 .

Cakupan pely kes remaja anak 174 176 101.9% anak 229 256 111.Pely deteksi & stimulasi dini tumbang anak pra sekolah Upaya Kes Anak Usia D Sekolah & Remaja 1.Akseptor KB aktif di Pusk ( CU ) 2.5% Balita 1075 1075 100% X 88.75% BBLR 3 3 100 % 23 .Akseptor aktif MKET di Pusk 3.Cakupan ditangani 3…………………………. Balita & Anak C Pra Sekolah 1.14 % Pelayanan KB E 1.8% X 106.Akseptor MKET dgn Komplikasi 4.Pely deteksi & stimulasi dini tumbang balita ( kontak pertama ) 2.risiko tinggi Bayi 2.47 % Anak 437 355 77.Yankes anak skolah dsr olh nakes atau tenaga terlatih / guru UKS / dokter kecil 2.Akseptor MKET mengalami kegagalan orang 0 0 0 orang 0 0 0 orang 2829 2633 93. Upaya Kes.1% PUS 2829 2680 94.7% X 93.

Balita naik berat Badannya 5.Pemberian tablet besi ( 90 tablet ) pada ibu Hamil 3.5% Anak 708 673 95.CAKUPAN NO JENIS KEGIATAN SATUAN TARGET SASARAN (T) PENCA PAIAN (H) SUB VARIA BEL UPAYA IV WAJIB UPAYA KESEHATAN PERBAIKAN X 94 % VARIA BEL GIZI MASYARAKAT 1.1% Anak 2 2 100% Bumil 239 185 77.Pemberian PMT pemulihan balita gizi buruk pd gakin 4.4% Anak 1933 1933 100% CAKUPAN NO JENIS KEGIATAN SATUAN TARGET SASARAN (T) PENCA PAIAN (H) SUB VARIA BEL UPAYA KESEHATAN VARIA BEL 24 .000 SI ) pd balita 2 kali/th 2.Balita bawah garis Merah ( KEP ) Anak 41 40 97.Pemberian capsul vit A ( dosis 200.

Pendrt positif malaria yg diobati ssi standar 4.Penderita yg terdeteksi malaria berat di Pusk yg dirujuk ke RS X % 100% 100% 100% 100% Orang 0 0 0 Orang 0 0 0 % 0 0 0 C Kusta 1.Pemerikasaan sediaan darah ( SD ) pd pendrt malaria klinis 2.Pengobatan pendrt TB Paru ( DOTS ) BTA Positif 2.Penemuan tersangka pendrt kusta 2.Pengobatan penderita Kusta 3.Pendrt malaria klinis yg diobati 3.Pemeriksaan kontak penderita X Orang 1 1 100% 108% Orang 1 1 100% Orang 87 109 125% D Pelayanan Imunisasi X 84.06% 25 .V WAJIB UPAYA PENCEGAHAN PEMBERANTASAN & A PENYAKIT MENULAR TB PARU 1.Pengobatan pendrt TB Paru ( DOTS ) BTA negatif Rontgen positif X Orang 10 11 110% 95% Orang 5 4 80% B Malaria 1.

TT WUS Anak 8.98% Bayi 0 0 0 Bayi 3.1.8% X F ISPA Orang 1.Kasus diare ditangani olh Pusk & kader dgn oral rehidrasi Orang 3. TT 2 216 186 86.5% 26 .Imunisasi DPT 1 pd Bayi 2.Imunisasi DT pd anak klas 1 SD anak 6. BIAS Campak pada Klasa I SD bumil 9.Imunisasi campak pd Bayi anak 5.Penemuan kasus pneumonia & pneumonia berat olh Pusk & kader 166 27 16.Imunisasi HB-1 < 7 Hari Bayi 4.43% X E Diare 1.07% 100% 237 193 81.5% 16.11% 216 218 100.Imunisasi TT pd anak SD klas 2 & 3 WUS 7.Penemuan kasus diare di Pusk & kader Orang 2.8% Orang 354 410 115.Kasus diare ditangani dgn rehidrasi intravena 0 0 0 354 410 115.Drop out DPT 3Campak Bayi 216 203 93.92 % 257 257 100% 552 552 100% 3294 255 332 255 10.8% 115.

Orang 2.Cakupan penyelidikan epidemiologi 3……………………… ………….5% 0 0 0 100% 95% 95% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 27 .Klien yg mendapat penanganan HIV / AIDS X I Pencegahan & % 1.Angka bebas jentik ( ABJ ) % 2. Pencegahan H HIV / AIDS Orang 1.Jumlah kasus pneumonia berat / dgn tanda bahaya ditangani / dirujuk X G Demam Dengue ( DBD ) % 1.Vaksinasi thp kasus gigitan HPR yg berindikasi X Pencegahan & Penanggulangan Rabies & Penanggulangan PMS & X Berdarah 166 27 16.Jumlah kasus pneumonia & pneumonia berat ditangani % 3.Cuci luka terhadap kasus gigitan HPR % 2.Kasus PMS yg diobati Orang 2.

Buski 0 0 0 0 0 0 0 0 0 & CAKUPAN NO JENIS KEGIATAN SATUAN TARGET SASARAN (T) PENCA PAIAN (H) SUB VARIA BEL UPAYA KESEHATAN VI A WAJIB UPAYA PENGOBATAN Pengobatan 1.Kunjungan rawat jalan gigi B Pemeriksaan laboratorium 1.Prosentase pengobatan selektif F.J Penanggulangan Filariasis Schistozomiasis Orang 1.Pemeriksaan Hb pd ibu hamil 2.25 % Orang 662 645 97.Pemeriksaan test Kehamilan Spesimen 15 15 100% Spesimen 33 33 100% Spesimen 0 0 0 Spesimen 217 217 100% X 106.Pemeriksaan darah Malaria 4.Kunjungan rawat jalan umum 2.Prosentase pengobatan yg selektif Schistozomiasis orang 3.2% VARIA BEL 28 .4 % X Orang 2481 6106 125 % 111.Kasus filariasis yg Ditangani Orang 2.Pemeriksaan darah trombosit tersangka DBD 3.

5% Orang 2845 3858 125% 29 .Pemeriksaan sputum TB 6.02% 1.Pemeriksaan urine protein pd Bumil 7……………………… ………….BOR Pusk tempat Tidur 2.7% 44% VARIA BEL (V) II Upaya Kes Usia Lanjut 1.Asuhan keprawatan individu pd ps rawat inap 4……………………… ……………… Orang 24 23 96% Hari 6 2 33.Pembinaan klp Lansia ssi standar 2.5.Hari rawat rata2 ( ALOS ) di Pusk tempat tidur 3.Pemantauan kes pd anggota klp lansia yg dibina ssi standar X Klp 6 6 100% 112. Spesimen 98 161 125% Spesimen 0 0 0 CAKUPAN NO JENIS KEGIATAN SATUAN TARGET SASARAN (T) PENC APAIA N(H) SUB VRBEL ( SV ) UPAYA KESEHATAN I PENGEMBANGAN Pusk Dgn Rawat Inap 1..3% X % 60% 1.

Penemuan kasus buta katarak pd usia > 45 th 4. melalui pemeriksaan : visus / refraksi 2..Penemuan kasus di masy & Pusk.Pelayanan operasi katarak di Pusk Orang 0 0 0 Orang 0 0 0 Orang 2 2 100% Orang 7 7 100% IV Upaya Kes Telinga / Pencegahan Gangguan Pendengaran 1.Penemuan kasus penyk mata di Pusk 3.Pemberdayaan klp masy khusus dlm upaya penemuan dini X 0 Orang 0 0 0 Orang 0 0 0 Orang 0 0 0 V X Klp 0 0 0 6.Pelayanan tindakan / operatif olh spesialis di Pusk 3.Penemuan kasus & rujukan spesialis di Pusk melalui pemeriksaan fungsi pendengaran 2.Kejadian komplikasi operasi Kesehatan Jiwa 1.3……………………… ………….05% 30 . III Upaya Kes Mata / X 100% Pencegahan Kebutaan 1.

OR 3. ggn jiwa.Pemeriksaan kesegaran jasmani ada atlet Pencegahan Penanggulangan VII Penyakit Gigi 1. dari rujukan kader & masy 3. Pemberdayaan masy melalui lath kader 2. mslh napza.Pembinaan klp potensial / klub.Penemuan & penanggulangan kasus gangguan prilaku.Pemeriksaan kesegaran jasmani anak sekolah 4. dll. dll ) yg datang berobat di Pusk Kesehatan Olah Raga VI 1.6 % Orang 0 0 0 Orang 0 0 0 Klp 0 0 0 X 0 Orang 0 0 0 Orang 2545 206 8.1% Orang 2545 112 4% Orang 0 0 0 31 .& rujukan kasus gangguan jiwa 2.Penanganan kasus kes jiwa. gangguan jiwa. melalui rujukan ke RS / spesialis 4.Deteksi & penanganan kasus gangguan jiwa ( ggn prilaku. dalam kes.Pembinaan kes gigi di Posyandu 9 9 100% & X 97. mslh napza. ggn psikosomatik.

Perawatan kes gigi pd SD / MI 5.Gigi tetap yg ditambal permanen Gigi Gigi 139 71 139 71 100% 100% Orang 138 114 83 % SD / MI 15 15 100% SD / MI 15 15 100% TK 11 11 100 % Perawatan Masyarakat Kes.Gigi tetap yg dicabut 7. Kegiatan asuhan keperawatan pd klp masy 3. X 125% VIII 1. Pemberdayaan dlm upaya kemandirian pd kelompok lepas asuhan Bina Kes Tradisional 1.Kegiatan asuhan keperawatan pd klg 2.Murid SD / MI mendpt prawatan kes gigi 6.Pembinaan & bimbingan sikat gigi masal pd SD / MI 4.Posyandu 2.Pemberdayaan dlm upaya kemandirian pd keluarga lepas asuhan 4.Pembinaan kes gigi pd TK 3.Pembinaan toga & Keluarga 63 79 125% Kelompok 0 0 0 Keluarga 29 46 125% Kelompok 0 0 0 X Keluarga 12 12 100% 100% IX pemanfaatannya pd sasaran masy 32 .

Pos UKK menuju SIMASKER 3.Pos UKK berfungsi Baik Orang 1 1 100% Orang 1 1 100% Orang 0 0 0 X Pos 1 1 100% 100% X 2.Pembinaan pengobatan tradisional dgn ketrampilan 4.Pelayanan kesehatan olh tenaga kesehatan pd pekerja di Pos UKK Kali - - - Orang 208 208 100% Lampiran 2. KEGIATAN MANAJEMEN PUSKESMAS BANJARANGKAN II 33 .Pembinaan pengobatan tradisional yg menggunakan tanaman obat 3.Pembinaan pengobatan tradosional lainnya Bina Kesehatan Kerja 1.2.

terinci semuanya ( 10 ) ( 10 ) Ya. seluruhnya ada analisa perumusan Ya. sebagian ada analisa perumusan Ya.NO I 1 JENIS VARIABEL MANAJEMEN OPERASIONAL PUSK Membuat pencapaian / data cakupan SKALA 1 NILAI = 4 SKALA 2 NILAI = 7 SKALA 3 NILAI =10 NILAI HASIL Sebagian < 50 % Sebagian 50 % . terinci sebagian besar 5-8 kali / th 9-12 kali / th 4 kali / th ( 10 ) 2-3 kali / th ( 10 ) 6-9 kali / th bulanan ke Kab./ Kota penyakit terbanyak setiap menempatkan di masing2 34 . terinci sebagian kecil 4 Melaksanakan minilokakarya bulanan 5 Melaksanakan minilokakarya tribulanan ( lintas sektor ) 6 Membuat mengirimkan tepat waktu 7 Membuat bulan II MANAJEMEN ALAT & OBAT 1 Membuat inventaris ruangan kartu & < 60 % ruang 61-80 % ruang 81-100 % ruang ( 10 ) data 10 < 6 kali / th 6-8 kali / th 9-12 kali/th ( 10 ) & laporan < 6 kali 10-12 kali / th ( 10 ) < 2 kali / th < 5 kali / th Ya. beberapa ada analisa perumusan Ya.80 % Semuanya 81-100 % ( 10 ) kegiatan pokok tahun lalu 2 Menyusun RUK melalui analisa masalah prioritas 3 Menyusun RPK secara terinci & lengkap & perumusan brdasarkan Ya.

seluruh item obat Ya. semua pegawai ( 10 ) Ada. setiap 3 bulan Ya. setiap bulan 3 IV 1 ( 10 ) Ada. bbrp pegawai Ada. sbagian besar Ya. sbagian besar item obat Ya. bberapa unit Ya.Melaksanakan up dating 2 daftar inventaris alat Mencatat penerimaan & 3 pengeluaran obat di setiap unit pelayanan Membuat kartu stok utk 4 setiap jenis obat/bahan di gudang obat scr rutin Menerapkan 5 FEFO ………………………… 6 MANAJEMEN III 1 KEUANGAN Membuat bulanan uang catatan masukYa. setiap 3 bulan Ya. seluluhnya Tidak pernah 1 kali / th 2 kali (7) ( 10 ) ( 10 ) ( 10 ) ( 10 ) keluar dlm buku kas Kepala Pusk melakukan pemeriksaan scr berkala …………………………… MANAJEMEN KETENAGAAN Membuat daftar/catatan kepegawaian petugas keuangan 2 ( 10 ) Ya. sbagian bsr item obat Ya. bbrp petugas 35 . bbrp item obat Ya. seluruh item obat Ya. tidak tentu Ya. setiap bulan FIFO & Ya. bbrapa item obat Ya. sbagian besar pegawai Ada. seluruh petugas 2 Membuat uraian tugas & tanggung jwb setiap petugas Ada. tidak tentu Ya. sbagian besar petugas Ada.

seluruh petugas CARA PERHITUNGAN  Mengisi pada kolom nilai hasil sesuai dengan kondisi manajemen dengan nilai yang sesuai pada skala penilaian.Baik . bbrp petugas Ada.( 10 ) 3 Membuat rencana krj bulanan bagi setiap petugas ssi dgn tugas. sbagian besar petugas Ada.  Hasil akhir adalah rata-rata dari penjumlahan nilai hasil variabel manajemen  Hasil rata-rata dikelompokkan menjadi : . wewenang & tanggung jwb Membuat penilaian DP3 tepat waktu ………………………… 5 Ada.Sedang/cukup .5 ) = nilai rata-rata ( 5. bbrp petugas Ada.5 – 8. PENILAIAN MUTU PELAYANAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II TAHUN 2007 36 .4 ) = nilai rata-rata ( < 5.Kurang = nilai rata-rata ( > 8. seluruh petugas ( 10 ) 4 Ada. sbagian besar petugas Ada.5 ) Lampiran 3.

NO JENIS KEGIATAN SKALA 3 NILAI = SKALA 2 NILAI SKALA 1 NILAI NILAI HASIL 1 2 3 4 5 10 Drop out pelayanan ANC < 10 % ( K1-K4 ) Persalinan olh nakes ≥ 80 % =7 =4 11-20 % > 20 % 70-79 % < 70 % 70-79 % < 70 % 6-10 % 6-10 % > 10 % > 10 % ( 7 ) ( 10 ) ( 10 ) ( 10 ) ( 10 ) Penanganan komplikasi ≥ 80 % obstetri / risiko tinggi Error rate pemeriksaan BTA Error rate darah malaria <5% pemeriksaan < 5 % 6 Kepatuhan terhadap standar 81-100 % ANC Kepatuhan terhadap standar 81-100 % pemeriksaan TB Paru Tingkat kepuasan pasien 85-100 % terhadap pelayanan Puskesmas Kepatuhan Imunisasi Kepatuhan Diare Thd Standar Thd Standar 81-100 % 51-80 % < 50 % ( 10 ) 7 51-80 % < 50 % ( 10 ) 8 51-84 % < 50 % ( 10) 9 70-79 % < 70 % ( 10 ) 10 81-100 % 70-79 % < 70 % ( 10 ) 11 12 Kepatuhan Thd Standar Ispa Kepatuhan Penyeliaan Thd 81-100 % 70-79 % < 70 % 70-79 % < 70 % ( 10 ) ( 10 ) Standar 81-100 % CARA PENILAIAN 1. Nilai mutu kegiatan dihitung ssi dgn hasil pencapaian/cakupan kegiatan di Pusk & dimasukkan ke dlm kolom skala yang sesuai 37 .

Sedang/cukup . Nilai mutu pelayanan dikelompokkan menjadi : .5 – 8. 38 .4 = nilai rata-rata < 5.5 = nilai rata-rata 5. Hasil nilai pada skala dimasukkan ke dlm kolom nilai akhir tiap variabel 4.Kurang = nilai rata-rata > 8. Nilai pada tiap skala & standar nilai tiap skala ditetapkan oleh masing-masing daerah sesuai dengan kesepakatan 3. Hasil rata-rata nilai variabel dlm satu komponen merupakan nilai akhir mutu 5.2.5 Lampiran 4.Baik .

25 % ) ( 97. 39 .6 % ) PEMBERANTASAN PENYAKIT Lampiran 5.REKAPITULASI PERHITUNGAN CAKUPAN KOMPONEN KEGIATAN KINERJA PUSKESMAS Puskesmas Kabupaten / Kota Tahun NO I II III : Banjarangkan II : Klungkung : 2007 HASIL CAKUPAN ( % ) ( 90.5 % ) ( 95 % ) KOMPONEN KEGIATAN UPAYA PROMOSI KESEHATAN UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN UPAYA KESEHATAN IBU & ANAK TERMASUK KB IV UPAYA PERBAIKAN GIZI ( 94 % ) MASYARAKAT V UPAYA MENULAR VI VII UPAYA PENGOBATAN UPAYA PENGEMBANGAN KESEHATAN ( 109 % ) ( 81 % ) PENCEGAHAN & ( 88.

P 40 .

GRAF K 41 .

P 42 .

D. PENANGANAN RESTI 100 10 10 X. TINGKAT KEPUASAN PASIEN THD YANKES PUSK. KEPATUHAN STANDAR ANC 100 VII.O. KEPATUHAN THD STANDAR DIARE VI. ERROR RATE BTA 100 4 10 10 IX. KEPATUHAN THD STANDAR PENYELIAAN 10 1 10 IV. ERROR RATE DARAH MALARIA 100 2 VIII.LABA HASIL KINERJ A MUTU PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS BANJ ARANGKAN II TAHUN 2007 I. KEPATUHAN THD STANDAR ISPA 10 10 10 V. PERSALINAN YANKES XII. 83.32 100 XI. KEPATUHAN THD STANDAR IM UNISASI 100 100 43 . KEPATUHAN THD ATANDAR TB PARU 10 10 7 10 III. ANC 100 13 100 II.Lampiran 8 : GRAFIK SARANG LABA .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->