Anda di halaman 1dari 47

Sejarah Indonesia (1998-sekarang)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Langsung ke: navigasi, cari

Artikel ini bagian dari seri


Sejarah Indonesia

Latar belakang
Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya
ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu
menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi
mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang
kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas
hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri,
Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

[sunting] 1998

Krisis ekonomi dan Kerusuhan Mei 1998

• 22 Januari 1998
o Rupiah tembus 17.000,- per dolar AS, IMF tidak menunjukkan rencana
bantuannya.

• 12 Februari

o Soeharto menunjuk Wiranto, menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.

• 5 Maret

o Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR


untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden
yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda
reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI

• 10 Maret
o Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali
dengan menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.

• 14 Maret

o Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan


VII. Bob Hasan dan anak Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, terpilih menjadi
menteri.

• 15 April

o Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus


karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta
dan negeri melakukan berunjuk rasa menuntut dilakukannya reformasi politik

• 18 April

o Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan


14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa
di Pekan Raya Jakarta namun cukup banyak perwakilan mahasiswa dari
berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog tersebut.

• 1 Mei

o Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan


Alwi Dahlan mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.

• 2 Mei

o Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan


reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (1998).
o Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga
bahan bakar minyak dengan demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi disikapi
dengan represif oleh aparat. Di beberapa kampus terjadi bentrokan.

• 4 Mei

o Harga BBM melonjak tajam hingga 71%, disusul tiga hari kerusuhan di
Medan dengan korban sedikitnya 6 meninggal.

• 7 Mei
o Peristiwa Cimanggis, bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan
terjadi di kampus Fakultas Teknik Universitas Jayabaya, Cimanggis, yang
mengakibatkan sedikitnya 52 mahasiswa dibawa ke RS Tugu Ibu, Cimanggis.
Dua di antaranya terkena tembakan di leher dan lengan kanan, sedangkan
sisanya cedera akibat pentungan rotan dan mengalami iritasi mata akibat gas
air mata.

• 8 Mei
o Peristiwa Gejayan, 1 mahasiswa Yogyakarta tewas terbunuh.

• 9 Mei

o Soeharto berangkat seminggu ke Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G-


15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.

• 12 Mei

o Tragedi Trisakti, 4 mahasiswa Trisakti terbunuh.

• 13 Mei

Mal Ratu Luwes di Jl. S. Parman termasuk salah satu yang dibakar di Solo

o Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. kerusuhan juga terjadi di kota Solo.
o Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15
di Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam
pertemuan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto
menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
o Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia.

• 14 Mei

o Demonstrasi terus bertambah besar hampir di semua kota di Indonesia,


demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.
o Soeharto, seperti dikutip koran, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika
rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di
Kairo.
o Kerusuhan di Jakarta berlanjut, ratusan orang meninggal dunia akibat
kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi.

• 15 Mei

o Selesai mengikuti KTT G-15, tanggal 15 Mei l998, Presiden Soeharto kembali
ke tanah air dan mendarat di lapangan Bandar Udara Halim Perdanakusuma di
Jakarta, subuh dini hari. Menjelang siang hari, Presiden Soeharto menerima
Wakil Presiden B.J. Habibie dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.

• 17 Mei
o Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, Abdul Latief melakukan langkah
mengejutkan pada Minggu, 17 Mei 1998. Ia mengajukan surat pengunduran
diri kepada Presiden Soeharto dengan alasan masalah keluarga, terutama
desakan anak-anaknya.

• 18 Mei

o Pukul 15.20 WIB, Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko di
Gedung DPR, yang dipenuhi ribuan mahasiswa, dengan suara tegas
menyatakan, demi persatuan dan kesatuan bangsa, pimpinan DPR, baik Ketua
maupun para Wakil Ketua, mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan
diri secara arif dan bijaksana. Harmoko saat itu didampingi seluruh Wakil
Ketua DPR, yakni Ismail Hasan Metareum, Syarwan Hamid, Abdul Gafur,
dan Fatimah Achmad.
o Pukul 21.30 WIB, empat orang menko (Menteri Koordinator) diterima
Presiden Soeharto di Cendana untuk melaporkan perkembangan. Mereka juga
berniat menggunakan kesempatan itu untuk menyarankan agar Kabinet
Pembangunan VII dibubarkan saja, bukan di-reshuffle. Tujuannya, agar
mereka yang tidak terpilih lagi dalam kabinet reformasi tidak terlalu "malu".
Namun, niat itu tampaknya sudah diketahui oleh Presiden Soeharto. Ia
langsung mengatakan, "Urusan kabinet adalah urusan saya." Akibatnya, usul
agar kabinet dibubarkan tidak jadi disampaikan. Pembicaraan beralih pada
soal-soal yang berkembang di masyarakat.
o Pukul 23.00 WIB Menhankam/Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto
mengemukakan, ABRI menganggap pernyataan pimpinan DPR agar Presiden
Soeharto mengundurkan diri itu merupakan sikap dan pendapat individual,
meskipun pernyataan itu disampaikan secara kolektif. Wiranto mengusulkan
pembentukan "Dewan Reformasi".
o Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ dan Forum Kota memasuki
halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR.

Berkas:Reformasi998.jpg
Mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR

• 19 Mei

o Pukul 09.00-11.32 WIB, Presiden Soeharto bertemu ulama dan tokoh


masyarakat, yakni Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid,
budayawan Emha Ainun Nadjib, Direktur Yayasan Paramadina Nucholish
Madjid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ali Yafie, Prof Malik Fadjar
(Muhammadiyah), Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia
Yusril Ihza Mahendra, KH Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), Sumarsono
(Muhammadiyah), serta Achmad Bagdja dan Ma'ruf Amin dari NU. Dalam
pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor dari rencana
semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir,
dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto
mundur. Soeharto lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi
o Presiden Soeharto mengemukakan, akan segera mengadakan reshuffle Kabinet
Pembangunan VII, dan sekaligus mengganti namanya menjadi Kabinet
Reformasi. Presiden juga membentuk Komite Reformasi. Nurcholish sore hari
mengungkapkan bahwa gagasan reshuffle kabinet dan membentuk Komite
Reformasi itu murni dari Soeharto, dan bukan usulan mereka.
o Pukul 16.30 WIB, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita bersama
Menperindag Mohamad Hasan melaporkan kepada Presiden soal kerusakan
jaringan distribusi ekonomi akibat aksi penjarahan dan pembakaran. Bersama
mereka juga ikut Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng yang akan
melaporkan soal rencana penjualan saham BUMN yang beberapa peminatnya
menyatakan mundur. Pada saat itu, Menko Ekuin juga menyampaikan reaksi
negatif para senior ekonomi; Emil Salim, Soebroto, Arifin Siregar, Moh Sadli,
dan Frans Seda, atas rencana Soeharto membentuk Komite Reformasi dan me-
reshuffle kabinet. Mereka intinya menyebut, tindakan itu mengulur-ulur
waktu.
o Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, Jakarta.
o Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk
memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
o Dilaporkan bentrokan terjadi dalam demonstrasi di Universitas Airlangga,
Surabaya.

• 20 Mei

o Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas,


setelah 80.000 tentara bersiaga di kawasan Monas.
o 500.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta, termasuk Sultan
Hamengkubuwono X. Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta,
Medan, Bandung.
o Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat, 22
Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru
o Pukul 14.30 WIB, 14 menteri bidang ekuin mengadakan pertemuan di Gedung
Bappenas. Dua menteri lain, yakni Mohamad Hasan dan Menkeu Fuad
Bawazier tidak hadir. Mereka sepakat tidak bersedia duduk dalam Komite
Reformasi, ataupun Kabinet Reformasi hasil reshuffle. Semula ada keinginan
untuk menyampaikan hasil pertemuan itu secara langsung kepada Presiden
Soeharto, tetapi akhirnya diputuskan menyampaikannya lewat sepucuk surat.
Alinea pertama surat itu, secara implisit meminta agar Soeharto mundur dari
jabatannya. Perasaan ditinggalkan, terpukul, telah membuat Soeharto tidak
mempunyai pilihan lain kecuali memutuskan untuk mundur. Ke-14 menteri itu
adalah Akbar Tandjung, AM Hendropriyono, Ginandjar Kartasasmita, Giri
Suseno, Haryanto Dhanutirto, Justika Baharsjah, Kuntoro Mangkusubroto,
Rachmadi Bambang Sumadhijo, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjakrawerdaya,
Sanyoto Sastrowardoyo, Sumahadi, Theo L. Sambuaga dan Tanri Abeng.
o Pukul 20.00 WIB, surat itu kemudian disampaikan kepada Kolonel
Sumardjono. Surat itu kemudian disampaikan kepada Presiden Soeharto.
o Soeharto kemudian bertemu dengan tiga mantan Wakil Presiden; Umar
Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.
o Pukul 23.00 WIB, Soeharto memerintahkan ajudan untuk memanggil Yusril
Ihza Mahendra, Mensesneg Saadillah Mursjid, dan Panglima ABRI Jenderal
TNI Wiranto. Soeharto sudah berbulat hati menyerahkan kekuasaan kepada
Wapres BJ Habibie.
o Wiranto sampai tiga kali bolak-balik Cendana-Kantor Menhankam untuk
menyikapi keputusan Soeharto. Wiranto perlu berbicara dengan para Kepala
Staf Angkatan mengenai sikap yang akan diputuskan ABRI dalam
menanggapi keputusan Soeharto untuk mundur. Setelah mencapai kesepakatan
dengan Wiranto, Soeharto kemudian memanggil Habibie.
o Pukul 23.20 WIB, Yusril Ihza Mahendra bertemu dengan Amien Rais. Dalam
pertemuan itu, Yusril menyampaikan bahwa Soeharto bersedia mundur dari
jabatannya. kata-kata yang disampaikan oleh Yusril itu, "The old man most
probably has resigned". Yusril juga menginformasikan bahwa
pengumumannya akan dilakukan Soeharto 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB.
Kabar itu lalu disampaikan juga kepada Nurcholish Madjid, Emha Ainun
Najib, Utomo Danandjaya, Syafii Ma'arif, Djohan Effendi, H Amidhan, dan
yang lainnya. Lalu mereka segera mengadakan pertemuan di markas para
tokoh reformasi damai di Jalan Indramayu 14 Jakarta Pusat, yang merupakan
rumah dinas Dirjen Pembinaan Lembaga Islam, Departemen Agama, Malik
Fadjar. Di sana Cak Nur - panggilan akrab Nurcholish Madjid - menyusun
ketentuan-ketentuan yang harus disampaikan kepada pemerintahan baru.

Pernyataan pengunduran diri


Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Pernyataan Berhenti Sebagai
Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998

• 21 Mei

o Pukul 01.30 WIB, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais
dan cendekiawan Nurcholish Madjid (almarhum) pagi dini hari menyatakan,
"Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru".
o Pukul 9.00 WIB, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada
pukul 9.00 WIB. Soeharto kemudian mengucapkan terima kasih dan mohon
maaf kepada seluruh rakyat dan meninggalkan halaman Istana Merdeka
didampingi ajudannya, Kolonel (Kav) Issantoso dan Kolonel (Pol) Sutanto
(kemudian menjadi Kepala Polri). Mercedes hitam yang ditumpanginya tak
lagi bernomor polisi B-1, tetapi B 2044 AR.
o Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.
o Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan
mantan-mantan presiden, "ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan
kehormatan para mantan presiden/mandataris MPR, termasuk mantan Presiden
Soeharto beserta keluarga."
o Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah
satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah
dan konstitusional.

• 22 Mei
o Habibie mengumumkan susunan "Kabinet Reformasi".
o Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad.
o Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie
yang memakai simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang
masih bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa
Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi
mahasiswa dari Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya

Pengangkatan Habibie sebagai Presiden

Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh
gelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota
lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang
menewaskan 18 orang.

Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter
Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga
melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.

Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik
dilepaskan. Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan dibebaskan, tiga hari setelah
Habibie menjabat. Tahanan politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman
Sudjatmiko dan beberapa petinggi Partai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era
Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik, tahanan
politik baru muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah
atau menghina kepala negara. Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang terjerat
pelanggaran HAM tak bisa dilangsungkan karena kuatnya proteksi politik. Bahkan, sejumlah
perwira militer yang oleh Mahkamah Militer Jakarta telah dihukum dan dipecat karena
terlibat penculikan, kini telah kembali duduk dalam jabatan struktural.

Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie, seperti liberalisasi parpol, pemberian
kebebasan pers, kebebasan berpendapat, dan pencabutan UU Subversi. Walaupun begitu
Habibie juga sempat tergoda meloloskan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya, namun
urung dilakukan karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yang
menewaskan mahasiswa UI, Yun Hap.

Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan
Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah
tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata
masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai
salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia.

1999

• Kekerasan etnis/agama terjadi di Maluku

• Pemisahan Timor Timur menjadi negara merdeka melalui referendum yang


disponsori oleh PBB; konflik antar pro-kemerdekaan dan pro-Indonesia menimbulkan
banyak korban jiwa.
• Pemilu 1999 - Pemilihan umum yang bebas diselenggarakan di Indonesia

• Pengangkatan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden

Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999 (lihat: Pemilu 1999), partai PDI-P pimpinan
Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapi karena
jabatan presiden masih dipilih oleh MPR saat itu, Megawati tidak secara langsung menjadi
presiden. Abdurrahman Wahid, pemimpin PKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu,
terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai
wakil presiden.

Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang


makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman
Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR.

2000

• Skandal Buloggate dan Bruneigate menerpa pemerintahan Gus Dur

• Kasus pemeriksaan dugaan korupsi mantan presiden Soeharto kandas

• Papua Barat (yang dulu disebut dengan Irian Jaya) menuntut referendum seperti
Timor Timur

April

• 17-21 April - Kerusuhan Poso babak yang kedua terjadi

Mei

• 16 Mei -15 Juni - Kerusuhan Poso masih terus berlanjut

Juli

• 19-23 Juli - Indonesia Terbuka 2000 diselenggarakan di Gelora Senayan, Jakarta.


Indonesia memperoleh medali emas di tunggal dan ganda putra.

Agustus

• 1 Agustus - sebuah bom meledak di Kedubes Filipina di Jakarta. Bom meledak dari
sebuah mobil yang diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta
Pusat. 2 orang tewas dan 21 orang lainnya luka-luka, termasuk Duta Besar Filipina
Leonides T Caday.
• 27 Agustus - sebuah bom lainnya meledak di Kedubes Malaysia di Jakarta. Granat
meledak di kompleks Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta. Tidak ada
korban jiwa.

September
• 13 September - bom kembali mengguncang Jakarta. Kali ini lantai parkir P2 Gedung
Bursa Efek Jakarta diledakkan oleh sebuah bom mobil yang mengakibatkan 10 orang
tewas, 90 orang lainnya luka-luka. 104 mobil rusak berat, 57 rusak ringan. (Lihat
pula: Bom Bursa Efek Jakarta)

Desember

• 24 Desember - serangkaian ledakan bom pada malam Natal di beberapa kota di


Indonesia merenggut nyawa 16 jiwa dan melukai 96 lainnya serta mengakibatkan 37
mobil rusak. (Lihat pula Bom malam Natal 2000)

2001

• Kekerasan antar etnis Dayak dan Madura terjadi di Kalimantan

• IMF menghentikan bantuan moneternya

• Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan meminta
Gus Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi dan ketidak kompetenan.
Di bawah tekanan yang besar, Abdurrahman Wahid lalu mengumumkan pemindahan
kekuasaan kepada wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Sekitar pukul 20.48, Gus
Dur keluar dari Istana Merdeka. Saat berdiri di ujung teras, Gus Dur malah sempat
melambaikan tangan kepada massa pendukungnya yang berunjuk rasa. Hanya pohon
yang ditebang kelompok pendukung Gus Dur sebagai pelampiasan emosi.

Juli - Pengangkatan Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden

Melalui Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, Megawati secara resmi diumumkan
menjadi Presiden Indonesia ke-5.

Meski ekonomi Indonesia mengalami banyak perbaikan, seperti nilai mata tukar rupiah yang
lebih stabil, namun Indonesia pada masa pemerintahannya tetap tidak menunjukkan
perubahan yang berarti dalam bidang-bidang lain.

Popularitas Megawati yang awalnya tinggi di mata masyarakat Indonesia, menurun seiring
dengan waktu. Hal ini ditambah dengan sikapnya yang jarang berkomunikasi dengan
masyarakat sehingga mungkin membuatnya dianggap sebagai pemimpin yang 'dingin'.

Sejak kenaikan Megawati sebagai presiden, aktivitas terorisme di Indonesia meningkat tajam,
beberapa peledakan bom terjadi yang menyebabkan sentimen negatif terhadap Indonesia dari
kancah internasional.

• 23-29 Juli - Indonesia Terbuka 2001 digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, dan
Indonesia berhasil menyapu bersih kelima medali emas.

September

• 23 September - 12 hari setelah 9/11, sebuah bom meledak di kawasan Plaza Atrium,
Senen, Jakarta. 6 orang cedera.
Oktober

• 12 Oktober - sebuah ledakan bom mengakibatkan kaca, langit-langit, dan neon sebuah
restoran cepat saji KFC di Makassar pecah. Tidak ada korban jiwa. Sebuah bom
lainnya yang dipasang di kantor MLC Life cabang Makassar tidak meledak.

November

• 6 November - sebuah bom rakitan meledak di halaman Australian International


School (AIS), Pejaten, Jakarta.

Desember

• 20 Desember - Kedua pihak dalam Konflik Poso menandatangani Keputusan Malino


yang diprakarsai oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, presiden dan
wakil presiden terpilih pada 2004.
• 25 Desember - Kereta api 146 Empu Jaya menabrak Kereta api 153 Gaya Baru
Malam Selatan di stasiun Ketanggungan Barat, Brebes. Peristiwa ini mengakibatkan
31 orang tewas dan 53 lainnya luka berat termasuk masinis dari KA 146.

2002

Januari

Pemerintah Indonesia meresmikan komisi pelanggaran HAM untuk memeriksa dugaan


pelanggaran HAM pada pemisahan Timor Timur 1999

Irian Jaya diberi kekuasaan otonom oleh Jakarta dan diperbolehkan berganti nama menjadi
Papua

• 1 Januari - sebuah granat manggis meledak di depan Rumah Makan Ayam Bulungan,
Jakarta. Satu orang tewas dan seorang lainnya luka-luka. Di Palu, Sulawesi Tengah,
terjadi empat ledakan bom di berbagai gereja. Tidak ada korban jiwa.

Mei

Timor Timur, bekas provinsi termuda Indonesia, resmi merdeka dengan nama Timor Leste

Juli

• 12 Juli - Puteri Indonesia 2002

Agustus

Amandemen UUD 1945 dianggap sebagai langkah konkrit menuju negara demokrasi. Untuk
pertama kalinya rakyat Indonesia dapat memilih presiden secara langsung.

• 26 Agustus - 1 September - Indonesia Terbuka 2002 diselenggarakan di Surabaya.


Indonesia memenangkan medali tunggal putra dan ganda campuran
Oktober - Bom Bali 2002

• 12 Oktober - Sebuah klub malam di daerah Pantai Kuta dibom, 202 orang yang
mayoritas turis meninggal, 300 lebih luka-luka. Sebuah bom lainnya meledak di dekat
konsul AS di Pantai Sanur yang tidak menimbulkan korban. Pada saat yang
bersamaan, di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan juga meledak di kantor Konjen
Filipina, tidak ada korban jiwa.

Sesaat setelah pengeboman Abu Bakar Baasyir ditangkap. Ia dituduh berniat untuk
menggulingkan pemerintahan Indonesia dengan posisinya sebagai pemimpin spiritual Jamaah
Islamiyah (JI), kelompok yang disangka berada di balik pengeboman Bali.

November

• 20 November - KMP Adidas bertabrakan dengan KMP Sinar Akaba di sekitar


perairan Pulau Hari, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara, sekitar 25 mil arah
tenggara pelabuhan Kendari. KMP Sinar Akaba tenggelam, seorang penumpang
tewas dan lainnya luka parah.

Desember

Pemerintah Indonesia dan GAM menandatangani kesepakatan damai di Jenewa, Swiss,


dengan tujuan untuk mengakhiri konflik bersenjata selama lebih dari 26 tahun. Kesepakatan
itu menyetujui otonomi Aceh dan pemilihan umum yang bebas di provinsi yang hampir
semuanya beragama Islam tersebut; sebagai balasannya GAM harus menyerahkan seluruh
senjatanya.

• 5 Desember - bom rakitan yang dibungkus wadah pelat baja meledak di restoran
McDonald's cepat saji di Makassar, setahun setelah pengeboman KFC di kota yang
sama. 3 orang tewas dan 11 luka-luka.

2003

Februari

• 3 Februari - sebuah bom rakitan meledak di lobi Wisma Bhayangkari, Mabes Polri
Jakarta. Tidak ada korban jiwa.

April

• 27 April - sebuah bom meledak di area publik di terminal 2F, bandar udara
internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. 2 orang luka berat dan 8 lainnya
luka sedang dan ringan.

Mei

• 19 Mei - Pembicaraan damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM gagal; militer
Indonesia melakukan serangan ofensif ke kubu gerilyawan GAM. Darurat militer
diberlakukan di provinsi Aceh. (Lihat pula: Operasi militer Indonesia di Aceh 2003-
2004)
Juli

• 25 Juli - Puteri Indonesia 2003

Agustus

• 5 Agustus - Sebuah bom mobil meledak di depan Mariott Hotel di Jakarta,


menewaskan belasan orang dan 152 orang lainnya mengalami luka-luka. (Lihat pula:
Bom JW Marriott 2003)
• 26-31 Agustus - Indonesia Terbuka 2003 diselenggarakan di Batam. Indonesia
memperoleh medali emas di tunggal putra.

Agustus-Oktober

Tiga orang tersangka pengeboman Bali dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati.
Tersangka keempat dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Abu Bakar Baasyir dibebaskan dari tuduhan makar, namun kembali dipenjarakan dengan
pasal subversif dan pelanggaran keimigrasian. Dakwaan subversif kemudian dibatalkan.

[sunting] 2004

Januari

• 10 Januari - sebuah bom meledak di sebuah kafe di Palopo, Sulawesi menewaskan


empat orang.

April - Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD Indonesia 2004

Pemilihan umum parlementer dan daerah. Golkar memenangi suara terbanyak, disusul oleh
PDI-P

Juli - Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2004

Indonesia menyelenggarakan pemilu presiden secara langsung pertamanya.

Megawati menyatakan pemerintahannya berhasil dalam memulihkan ekonomi Indonesia, dan


pada 2004, maju ke Pemilu 2004 dengan harapan untuk terpilih kembali sebagai presiden.

Ujian berat dihadapi Megawati untuk membuktikan bahwa dirinya masih bisa diterima
mayoritas penduduk Indonesia. Dalam kampanye, seorang calon dari partai baru bernama
Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, muncul sebagai saingan Megawati.

Partai Demokrat yang sebelumnya kurang dikenal, menarik perhatian masyarakat dengan
pimpinannya, Yudhoyono, yang karismatik dan menjanjikan perubahan kepada Indonesia.
Pemilihan putaran pertama menyisihkan kandidat lainnya sehingga yang tersisa tinggal
Megawati dan SBY.

September
• 9 September 2004, ledakan besar yang bersumber dari sebuah mobil yang diparkir
terjadi di depan Kedutaan Besar Australia. 5-11 orang tewas dan ratusan lainnya luka-
luka. Ledakan juga mengakibatkan kerusakan beberapa gedung di sekitarnya seperti
Menara Plaza 89, Menara Grasia, dan Gedung BNI. (Lihat pula: Bom Kedubes
Australia 2004)

Mantan jenderal SBY memenangi pemilihan presiden putaran kedua, sebagian disebabkan
karena ketidakpercayaan pemilih terhadap Megawati.

Sejak kenaikan SBY menjadi presiden, Indonesia mengalami musibah bencana alam yang
hebat dan kecelakaan-kecelakaan transportasi yang datangnya bertubi-tubi.

November

Akhir dari dua tahun kerja komisi HAM Timor Timur yang mengadili 18 orang dengan
tuduhan pelanggaran HAM selama krisis Timor Timur 1999. Hanya satu orang yang
diputuskan bersalah - pemimpin militia pro-Indonesia Eurico Guterres.

• 22 November - Susilo Bambang Yudhoyono meminta bantuan internasional sekitar 75


miliar USD untuk membangun infrastruktur di Indonesia, pada forum APEC di Chile
• 26 November - Terjadi gempa di Nabire, Papua. (Lihat pula: Gempa bumi Nabire
2004)
• 30 November - Terjadi kecelakan pesawat terbang Lion Air Penerbangan 538 di Solo
yang menewaskan 26 orang. Keamanan penerbangan-penerbangan murah di
Indonesia mulai disorot.

Desember

• 7 Desember - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan Abdullah Puteh,


Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, ke Rutan Salemba sebagai tersangka kasus
korupsi pembelian 2 buah helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp.12,5 miliar.
• 10 Desember - SBY resmi memerangi korupsi di Indonesia dengan mengeluarkan ijin
pemeriksaan 25 pejabat negara, diantaranya 2 gubernur KDH, 7 anggota DPR/MPR, 4
bupati KDH dan 2 walikota.
• 12 Desember - Dua gereja di Palu menjadi sasaran teror. Terjadi aksi penembakan di
Gereja Anugerah Masomba dan terjadi ledakan bom di Gereja Immanuel. Dua
kejadian tersebut terjadi hampir bersamaan, yaitu masing-masing pukul 19.05 dan
19.20 WITA. Tiga orang terluka dalam peristiwa ini.
• 13 Desember - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta data Kedubes RI di
London tentang skandal pembelian 100 tank Scorpion senilai Rp 2,8 triliun (£ 160
juta) pada tahun 1992 - 1994 yang melibatkan Tutut, Rini Suwondho, dan dua
petinggi militer Indonesia saat itu, HBL Mantiri dan R. Hartono.
• 15 Desember - Banjir di Amuntai, Kalimantan Selatan terus meluas. Jumlah korban
mencapai seperempat jumlah penduduk Kab. Hulu Sungai Utara yaitu 200 ribu jiwa.
Hingga saat ini tak ada laporan adanya korban jiwa, karena terseret banjir atau yang
tersengat listrik.
• 15-19 Desember - Indonesia Terbuka 2004 diselenggarakan di Station Tenis Tertutup
Senayan, Jakarta. Iindonesia berhasil memenangkan gelar tunggal dan ganda putra.
• 16 Desember - Hasil final penelitian Tim Terpadu Penanganan Pencemaran Teluk
Buyat menyimpulkan Teluk Buyat, Ratatotok, Minahasa, tercemar logam berat,
terutama merkuri dan arsenik yang berasal dari pembuangan tailing PT Newmont
Minahasa Raya (NMR).
• 18 Desember - Sembilan bom ditemukan di bus Mekar Raya jurusan Garut-Cicaheum
(Bandung). Bom-bom tersebut berbentuk tabung-tabung yang diletakkan di dalam
kardus mi instan. Bus tersebut dihentikan oleh Polisi di bundaran Cibiru, Bandung
setelah Polisi menerima laporan adanya benda mencurigakan dalam bus.
• 19 Desember - Pertamina secara serentak menaikkan harga Elpiji, Pertamax, dan
Pertamax Plus.
• 20 Desember - Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dilanda kegelapan setelah
delapan tower PLN bertegangan tinggi dirobohkan orang-orang tak dikenal.
• 20 Desember - Jusuf Kalla terpilih menjadi ketua umum partai Golkar menggantikan
Akbar Tanjung.
• 21 Desember - Helikopter Bell 205 nomor registrasi HU-416 milik TNI AD
mengalami musibah. Helikopter tersebut jatuh menabrak tebing di kawasan Sungai
Siriwo, Kampung Okobado, Distrik Siriwo, Kab. Nabire, Papua. Akibatnya, lima
awak dan penumpang tewas. Kecelakaan tersebut terjadi pada saat angin kencang.
• 24 Desember - Eurocopter Super Puma milik TNI AU mengalami musibah.
Helikopter tersebut menabrak Bukit Perahu yang terletak di Desa Suran Gede, Kec.
Kejajar, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah. Akibatnya, lima awak dan penumpang
langsung tewas di tempat kejadian. Kecelakaan diperkirakan terjadi akibat cuaca
buruk.
• 26 Desember - Tsunami 2004 - Lebih dari 220 ribu jiwa di ujung utara pulau
Sumatra, Indonesia, dinyatakan hilang atau meninggal setelah provinsi Aceh disapu
oleh badai tsunami raksasa pada malam Natal 2004. Negara-negara di dunia
menyalurkan bantuannya ke provinsi Indonesia yang dilanda konflik selama puluhan
tahun tersebut, mengakhiri isolasi provinsi Aceh dari dunia internasional.
Rekonstruksi masih terus dilakukan hingga saat ini. Bencana ini juga secara tidak
langsung mengakhiri operasi militer Indonesia di Aceh yang berlangsung sejak Mei
2003 (lihat: Operasi militer Indonesia di Aceh 2003-2004)
• 29 Desember - Bank Indonesia mengeluarkan pecahan 20 ribu dan 100 ribu baru.

[sunting] 2005

Januari

• 6 Januari - Di Jakarta, Indonesia diadakan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Tsunami


yang dihadiri banyak pemimpin dunia seperti Menlu AS; Colin Powell, Sekjen PBB;
Kofi Annan dan lain lain untuk membahas dampak dan menolong korban gempa bumi
Samudra Hindia 2004.
• 13 Januari - Paris Club memberikan moratorium utang sebesar US$ 350 juta kepada
Indonesia hingga penilaian perlunya moratorium dari Bank Dunia selesai.
• 24 Januari - Gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Palu, Sulawesi Tengah. Rakyat
langsung mengungsi karena takut kemungkinan adanya tsunami seperti yang terjadi di
Aceh.

Februari

• 2 Februari - Gempa berkekuatan 5,2 SR di bagian selatan Kabupaten Garut


merobohkan puluhan rumah dan merusak ratusan rumah lainnya. Tercatat juga adanya
gempa susulan di Palu serta gempa di Pulau Bali dan Lombok.
• 7 Februari - Wabah demam berdarah dengue semakin meluas setelah Jakarta
menyusul Jawa Barat dengan diberikannya status kejadian luar biasa (KLB) kepada
kota ibukota tersebut.
• 16 Februari - Transparency International Indonesia mengumumkan Jakarta sebagai
kota paling korup di Indonesia
• 18 Februari - Dua reporter Metro TV, wartawan Meutya Hafid dan juru kamera
Budiyanto disandera ketika bertugas di Irak.
• 18 Februari - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik 3 Kepala Staf TNI yang
baru.
• 19 Februari - Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang Bau-Bau,
Sulawesi Tenggara.
• 21 Februari - Longsor sampah Leuwigajah menimbulkan korban 94 orang, setidaknya
67 tewas tertimbun.
• 22 Februari - Pesawat Cassa 212-200 milik Polri jatuh di laut dekat Bandara Sarmi,
Papua sehingga menewaskan 15 orang.

Maret

• 1 Maret - Meski ditolak DPR, harga BBM resmi naik rata-rata sebesar 29 persen
kecuali untuk minyak tanah rumah tangga yang tetap Rp 700/liter.
• 3 Maret - Pengadilan Indonesia memutuskan Abu Bakar Baasyir bersalah dalam
tuduhan konspirasi pengeboman Bali 2002, dan dihukum penjara dua setengah tahun.
Ia kemudian dibebaskan Juni 2006, satu seperempat tahun kemudian.
• 13 Maret - Sebanyak 17 penumpang tewas dan sekitar 30 orang lainnya masih dalam
pencarian, akibat gelombang "bono" yang menghantam speed boat "Tuakal" di Teluk
Meranti, Riau.
• 18 Maret - Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot Garuda Indonesia, resmi ditahan
sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir.
• 21 Maret - Dua bom meledak di Ambon, Maluku, yang mengakibatkan 19 orang luka-
luka.
• 23 Maret - Sedikitnya 28 warga di Kabupaten Aceh Utara menderita muntah darah
dan sesak napas setelah menghirup gas milik Exxon Mobil Indonesia yang bocor.
• 28 Maret - Gempa di Sibolga, Sumatra Utara menewaskan lebih dari seribu orang,
dengan jumlah korban terbesar dari Pulau Nias. Gempa tersebut menimbulkan
kepanikan akan terjadinya tsunami seperti beberapa bulan sebelumnya. Tsunami tidak
terjadi. (Lihat pula: Gempa bumi Sumatra Maret 2005)
• 28-31 Maret - Kongres II PDI-P berlangsung di Denpasar, Bali dan dijadwalkan
berakhir tanggal 2 April. Megawati Soekarnoputri terpilih secara aklamasi untuk
kembali memimpin PDI-P untuk periode 2005-2010. Kongres akhirnya ditutup dua
hari lebih cepat.

April

• 2 April - Sebuah helikopter Australia berpenumpang 11 prajuritnya yang sedang


melakukan tugas kemanusiaan jatuh di sekitar Teluk Dalam, Nias. 9 orang tewas dan
dua lainnya selamat. Dua hari kemudian Presiden SBY menganugerahkan
penghargaan Satya Lencana Bakti Sosial kepada 11 prajurit Australia tersebut di
Canberra, Australia.
• 8 April - Insiden Penyerempetan Kapal RI dan Malaysia 2005 menyulut masalah
Ambalat. Hingga kini status Ambalat masih dipertentangkan
• 11 April - Mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh divonis hukuman 10 tahun penjara
dan denda Rp 500 juta dalam kasus tuduhan korupsi.
• 12 April - Pesawat jenis Twin Otter yang berpenumpang 17 orang dinyatakan hilang
dalam penerbangan dari Timika menuju Enarotali, Papua. Pesawat tersebut diduga
jatuh di daerah pegunungan.
• 12 April - Gunung Talang yang berada di daerah Solok, Sumatera Barat meletus dan
menyemburkan debu dan abu. Sekitar 27 ribu warga dievakuasi. Letusan tersebut
disusul oleh lima letusan lanjutan yang salah satunya menyebabkan gempa bumi
berkekuatan 5,2 skala Richter.
• 17 April - Sembilan orang dari berbagai negara yang disebut dengan Bali Nine
ditangkap karena menyelundupkan heroin di Bali. Mereka dijatuhi hukuman mati dan
seumur hidup pada tahun 2006.
• 21 April - terjadi insiden di perbatasan Timor Timur, Lettu Teddy Setiawan ditembak
mati polisi perbatasan Timor Timur.
• 19-24 April - Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika 2005 dibuka oleh Presiden SBY
di Bandung dan Jakarta. Konferensi ini dihadiri 89 kepala negara/pemerintahan dan
mengulangi kesuksesan Indonesia menggelar acara yang serupa lima puluh tahun
silam.

Mei

• 4 Mei - 10 tahun setelah dinyatakan bebas polio, penyakit ini kembali muncul di
Indonesia. Hingga kini telah ada dua kasus yang dilaporkan.
• 12 Mei - Status "darurat sipil" di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam akan
diturunkan menjadi status "tertib sipil" terhitung mulai 18 Mei karena berbagai hal
yang bersifat kedaruratan sudah tertangani.
• 20 Mei - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Nazaruddin Sjamsuddin, dijadikan
tersangka dalam kasus dugaan korupsi di KPU.
• 28 Mei - Dua ledakan bom mengguncang Pasar Sentral Tentena, Tentena, Poso,
Sulawesi Tengah. Sedikitnya 20 orang tewas.
• 31 Mei - Pesawat Adam Air penerbangan Medan–Jakarta tergelincir di Bandara
Soekarno-Hatta. Akibatnya 5 penumpang luka-luka.

Juni

• 1 Juni - Kedutaan Indonesia di Australia menerima kiriman surat yang diduga berisi
antraks yang diduga terkait dengan putusan pengadilan Schapelle Corby, seorang
penyelundup obat-obatan asal Australia yang tertangkap di Bali.
• 11 Juni - Bayi kembar siam Nia dan Mia mulai dioperasi di RS Cipto Mangunkusumo
oleh sebuah tim dokter yang terdiri dari dua dokter anestesi dan enam dokter bedah.
Walaupun kondisi dada dan perut menyatu, masing-masing bayi memiliki satu
jantung yang hanya dipisahkan oleh selaput. Nia Ayu Lestari dan Mia Ayu Lestari
lahir pada 22 Maret 2005 dari pasangan Nurlela dan Mulyadi.
• 16 Juni - Nurdin Halid, ketua PSSI, dinyatakan tidak bersalah oleh Majelis Hakim
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dalam kasus korupsi distribusi minyak goreng.
Sementara tim Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi kasus ini ke Mahkamah
Agung.
• 17 Juni - Nia, atau dikenal dengan Nurlela II, salah seorang bayi kembar siam yang
telah menjalani operasi pemisahan di RSCM, meninggal dunia karena kebocoran
jantung.
• 17 Juni - Sembilan nelayan Indonesia kabur dari pelabuhan Nhulunbuy dengan
menggunakan kapal nelayan mereka. Saat ini Australia telah mengirimkan
pasukannya untuk mengejar mereka.
• 18 Juni - Kelangkaan BBM dalam dua hari terakhir menyebabkan sebagian besar
SPBU di Malang, Jawa Timur, terpaksa tutup. Di Mataram, BBM juga langka karena
keterlambatan pasokan dari Stasiun Manggis, Bali.
• 18 Juni - Yamin Labuso dan Erikson Hutagaol, dua dari tiga warga Indonesia yang
diculik gerilyawan di wilayah Mindanao, Filipina, tiba di Indonesia. Namun Ahmad
Resmiadi, warga Indonesia lainnya masih disandera para gerilyawan.
• 22 Juni - Tiga mantan direktur Bank Indonesia, yaitu Heru Supraptomo, Hendro
Budiyanto, dan Paul Sutopo, akhirnya dijebloskan ke penjara setelah Mahkamah
Agung memutuskan bahwa mereka bersalah dalam kasus korupsi BLBI. Dalam kasus
yang merugikan negara lebih dari 2 trilyun ini, mereka bertiga hanya dihukum 1,5
tahun penjara.
• 23 Juni - Mantan Menteri Agama Republik Indonesia Said Agil Husin Al Munawar,
resmi ditahan di Rumah Tahanan Mabes Polri dalam kasus penyelewengan Dana
Alokasi Ummat (DAU) Departemen Agama.
• 24 Juni - Eksekusi hukuman cambuk, untuk pertama kalinya dilakukan terhadap 26
orang terpidana yang dijatuhi hukuman oleh Mahkamah Syar’iyah Bireuen
berlangsung di depan publik di halaman Masjid Agung Bireuen, Aceh seusai salat
Jumat yang melibatkan 12 eksekutor dari wilayatul hisbah atau polisi syariat.
• 24 Juni - Pemerintah Indonesia meminta agar para relawan asing tidak keluar malam
di Aceh, setelah peristiwa tertembaknya Eva Yeung, salah seorang relawan dari
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Saat ini kondisi Eva Yeung telah
membaik setelah dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura
• 25 Juni - Annike Nelce Bowaire, Siswi SMAN I Serui, meraih medali emas di lomba
fisika dunia, The First Step to Nobel Prize in Physics (FS) yang berpusat di Warsawa,
Polandia. Dia adalah orang kedua dari Papua yang memperoleh prestasi itu setelah
Septinus George Saa di tahun 2004.
• 25 Juni - Mahkamah Agung Republik Indonesia mengeluarkan keputusan peninjauan
kembali (PK) yang memperingan vonis Tommy Soeharto dari 15 menjadi 10 tahun
penjara, sehingga diperkirakan Tommy Soeharto yang ditahan di Lembaga
Permasyarakatan Batu, Nusakambangan bebas pada tahun 2007.
• 29 Juni - Menjelang pelaksanaan pilkada di Kabupaten Poso, sebuah bom meledak di
tengah keramaian Pasar Sentral Poso. Ini adalah ledakan bom kedua dalam kurun
kurang dari 24 jam setelah Selasa malam (28/6) sebuah bom meledak di teras bekas
Kantor DPC PDIP Poso. Ledakan ini tidak mengakibatkan korban jiwa.
• 30 Juni - Pemerintah Indonesia tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM)
meski harga minyak mentah di pasar internasional membubung tinggi. Pemerintah
saat ini berkonsentrasi dalam mengamankan stok BBM di dalam Negeri.
• 30 Juni - Dua kereta rel listrik kelas ekonomi bertabrakan di kawasan Pasar Minggu,
Jakarta. Sedikitnya dua orang meninggal dan 50 orang luka-luka.

Juli

• 2 Juli - Kepolisian Indonesia menahan lagi 24 orang yang diduga terlibat dalam Bom
Bali 2002.
• 8 Juli - Kecelakaan KM Digoel di Laut Arafura. Diperkirakan korban 84 orang
ditemukan tewas dan 100-an penumpang belum diketahui nasibnya.
• 10 Juli - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Inpres No. 10/2005
tentang Penghematan Energi dalam upaya menyelesaikan krisis BBM.
• 17 Juli - Pemerintah Indonesia mencapai kesepakatan damai dengan kelompok
separatis Aceh, Gerakan Aceh Merdeka.
• 20 Juli - Tiga warga Tangerang dipastikan sebagai korban pertama flu burung di
Indonesia dalam wabah terbaru yang merebak di wilayah Asia Tenggara.
• 29 Juli - Pemilihan Puteri Indonesia 2005

Agustus

• 11 Agustus - Kebakaran hutan di Indonesia yang menyebabkan polusi udara di dua


kota di Malaysia: Port Klang dan Kuala Selangor, mencapai level 500 yang
berbahaya. Akibatnya sekolah-sekolah terpaksa diliburkan. Ini merupakan kejadian
yang terburuk sejak 1998.
• 15 Agustus - Pemerintah Indonesia dan GAM kembali duduk di meja perundingan
yang diketuai oleh Martti Ahtisaari. Setelah terjadinya Tsunami yang meluluh-
lantakkan Aceh, GAM akhirnya setuju untuk menyerahkan seluruh senjatanya dan
pemerintah Indonesia setuju untuk menarik seluruh tentara Indonesia, memberikan
otonomi, dan pemilihan langsung boleh diselenggarakan. Perjanjian damai berhasil
ditandatangani dan secara resmi mengakhiri gerakan separatis GAM.
• 16 Agustus - Pemerintah Belanda, melalui Menteri Luar Negeri Bernard Bot,
mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
• 18 Agustus - sehari setelah peringatan hari kemerdekaan RI, terjadi gangguan sistem
interkoneksi listrik Jawa-Bali; listrik di Jakarta dan Banten mati total selama tiga jam
dan menyebabkan pemadaman di sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
dan Bali. Mati listrik ini memengaruhi jutaan pengguna, menyebabkan gangguan di
bidang transportasi kereta, pesawat, rumah sakit, dan menyebabkan kebakaran karena
penggunaan lilin. (Lihat pula: Mati listrik Jawa-Bali 2005)
• 20 Agustus - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan badan intelijen
nasional dan kepolisian untuk memeriksa mati listrik yang memengaruhi 100 juta
orang — terbesar di dunia — tersebut.
• 31 Agustus - Pemerintah Indonesia membebaskan 200 tahanan GAM, tindakan yang
merupakan bagian dari ditandatanganinya persetujuan perdamaian.

September

• 2 September - Sebuah pekuburan di atas bukit di Padang longsor; 11 orang tewas dan
14 lainnya masih tertimbun.
• 5 September - Sebuah pesawat penumpang Mandala Airlines Penerbangan 91
mengalami kecelakaan di Medan, Sumatera Utara, menewaskan sekitar seratus
penumpangnya dan lima puluh orang lainnya di darat. Gubernur Sumatra Utara, Rizal
Nurdin dan mantan gubernur, Raja Inal Siregar dipastikan meninggal dunia.
• 13 September - Rois, tersangka pelaku Bom Kuningan, divonis hukuman mati oleh
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
• 15 September - Aceh Monitoring Mission (AMM) memulai tugasnya memantau
proses damai di Aceh. GAM memulai penyerahan senjata tahap pertama sebagai
bagian dari Nota Kesepahaman (MoU) perdamaian di Banda Aceh kepada tim dari
AMM. Badan ini nantinya dibubarkan Desember 2006.
• 18 September - Polisi membubarkan pertemuan petani di Lombok; 27 orang petani
ditembak (termasuk 1 anak-anak), 8 terkena pukulan dan 3 lainnya ditangkap oleh
pihak kepolisian Lombok Tengah.
• 19-25 September - Indonesia Terbuka 2005 diselenggarakan di Gelora Bung Karno,
Jakarta. Indonesia meraih medali emas untuk ganda putra dan campuran.
• 25 September - Persipura Jayapura untuk pertama kalinya menjuarai Liga Indonesia
setelah mengalahkan Persija 3-2 di final. PSIS Semarang meraih tempat ketiga setelah
mengalahkan PSMS Medan 2-1.
• 27 September - Di mana-mana terlihat antrian panjang di SPBU-SPBU oleh para
pemakai kendaraan yang mengantisipasi kenaikan BBM pada 1 Oktober.

Oktober

• 1 Oktober - Bom Bali 2005 - hampir tiga tahun setelah Bom Bali pertama, tiga buah
bom bunuh diri kembali meledak di Bali. Sekurang-kurangnya 22 orang tewas dan
sekitar dua ratus lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi di sebuah klub di
Pantai Kuta dan di Jimbaran.
• 1 Oktober - Harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia naik dengan
persentase kenaikan paling kecil sekitar 80%.
• 19 Oktober - Banjir bandang di Semadam, Aceh Tenggara; sedikitnya 12 orang tewas.
• 29 Oktober - Tiga siswi SMU di Poso yang sedang berjalan ke sekolah Kristen
dipenggal kepalanya oleh sekelompok orang tak dikenal, kekerasan ini merupakan
bagian dari konflik beragama yang masih terus melanda Poso.
• 31 Oktober - 42 anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dilantik oleh Menteri Dalam
Negeri Mohammad Ma'ruf setelah menanti selama empat tahun sejak 2001-2005
ketika Undang-Undang Otonomi Khusus diberlakukan.

November

• 9 November - Polri melakukan penyergapan di sebuah vila di Kota Batu; Dr. Azahari,
buronan teroris dari Malaysia, dipastikan tewas setelah diidentifikasi lewat sidik
jarinya.
• 13 November - Peringatan Tujuh Tahun Tragedi Semanggi I diadakan di Sekretariat
Jaringan Solidaritas Keluarga Korban Pelanggaran HAM (JSKK).
• 25 November - Pemerintah Indonesia diizinkan oleh Roche Holding untuk
memroduksi Tamiflu untuk menghadapi flu burung. Hal ini dapat dilakukan karena
Tamiflu tidak memiliki perlindungan paten di Indonesia.

Desember

• 5 Desember - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan


pada Kabinet Indonesia Bersatu. Tiga menteri digeser posisinya, tiga dicopot,
sementara tiga lainnya adalah orang baru.
• 9 Desember - Sebanyak 55 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa
kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Papua, yang telah berlangsung sejak 11
November.
• 13-18 Desember - Aksi protes menyambut pembukaan Konferensi Tingkat Menteri
WTO yang berlangsung di Hong Kong.
• 26 Desember - Peringatan satu tahun bencana tsunami yang telah menewaskan lebih
dari 120 ribu jiwa di Indonesia, Thailand, Sri Lanka, Malaysia dan negara lainnya.
• 28 Desember - Mantan kepala BKPM, Theo Toemion ditahan KPK karena dugaan
tindak pidana korupsi saat menjabat periode 2003-2004 yang merugikan negara
sebesar 32 miliar rupiah.
• 31 Desember - Ledakan bom di pasar di Kota Palu menyebabkan 8 orang meninggal
dunia dan melukai 45 lainnya. (Lihat pula: Bom Palu 2005)

[sunting] 2006

Januari

• 1 - Banjir bandang menewaskan 63 orang di Jember, Jawa Timur.


• 4 - Tanah longsor di dusun Cijeruk, Banjarnegara, Jawa Tengah menyebabkan
tewasnya 76 orang. Bencana ini diakibatkan hujan yang turun deras dan
penggundulan hutan yang tak teratur.
• 6 - terjadi insiden perbatasan Timor-Timur lagi, tiga penduduk NTT ditembak mati
oleh polisi perbatasan Timor Timur.
• 16 - Sekitar 12.000 buruh yang berasal dari 10 kabupaten dan kota di Jawa Timur,
mengepung Kantor Gubernur Jawa Timur. Mereka menuntut gubernur segera
merevisi upah minimum kabupaten/kota tahun 2006.
• 17 - David Nusa Wijaya, terpidana kasus BLBI Bank Servitia yang menjadi buronan,
ditangkap di AS dan dikembalikan ke Indonesia.
• 20 - Aparat keamanan Indonesia menembak mati seorang pelajar di Papua dan
mencederai dua orang lainnya sementara laporan lainnya menyebut bahwa korban
jiwa berjumlah empat orang. Peristiwa ini diduga terkait dengan pengungsian 43
warga Papua ke Australia dua hari sebelumnya.
• 20 - Timor Timur menyampaikan laporan pembantaian warganya oleh Indonesia dari
1975-1999 kepada PBB. Menurut laporan tersebut, lebih dari 100.000 orang
meninggal dunia akibat kelaparan yang disengajai.
• 27 - Hujan deras sejak 26 Januari menyebabkan banjir dan tanah longsor melanda
beberapa kota di jalur Pantura pulau Jawa. Jalur transportasi terputus akibat rusaknya
beberapa jembatan. Seluruh penerbangan menuju Semarang dialihkan dan dibatalkan.
• 31 - KM Citra Mandala Bahari tenggelam di Selat Rote; sedikitnya 50 hilang dan 110
orang berhasil diselamatkan.

Februari

• 4 - Larangan merokok di tempat umum mulai diberlakukan di provinsi DKI Jakarta


berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Nomor 75 Tahun 2005.
• 7 - Said Agil, mantan Menteri Agama Indonesia, divonis 5 tahun penjara dalam kasus
korupsi Dana Abadi Umat.
• 7 - Para peneliti mengumumkan penemuan puluhan spesies satwa dan tumbuhan baru
di sekitar Pegunungan Foja, Papua.
• 11 - Adam Air dengan nomor penerbangan 728 mendarat darurat di Bandara
Tambolaka, Nusa Tenggara Timur setelah mengalami kerusakan total sistem navigasi
dan komunikasi selama tiga jam.
• 13-15 Februari - tujuh anggota Bali Nine divonis hukuman seumur hidup dan dua
dijatuhi hukuman mati. Setelah melalui banding dan kasasi akhirnya tujuh dijatuhi
hukuman mati dan dua seumur hidup
• 17 - Gerakan nasional toilet umum bersih dicanangkan Departemen Kebudayaan dan
Pariwisata, dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya,
dan Bandara Ngurah Rai Denpasar.
• 20 - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskan terdakwa ECW Neloe, I Wayan
Pugeg, dan M. Sholeh Tasripan dari tuntutan 20 tahun penjara terkait kasus korupsi
Bank Mandiri yang merugikan negara Rp160 miliar.
• 21 - Banjirdan tanah longsor kembali melanda Kota Manado setelah sebelumnya telah
terjadi pada tanggal 13 dab 19 Februari. Bencana tersebut telah menelan korban
sedikitnya 31 orang.
• 21 - Terjadi bentrokan dan penembakan saat aparat TNI, Polisi, dan satpam PT
Freeport Indonesia mengusir warga setempat yang melakukan pendulangan emas di
kali Kabur Wanamon. Warga kemudian menduduki jalan masuk Freeport di
Tembagapura, Papua.
• 22 - Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin
Temenggung ditetapkan Jaksa Penyidik di Kejaksaan Tinggi DKI untuk ditahan.
• 23 - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali membebaskan terdakwa kasus dugaan
korupsi, yaitu pimpinan PT Cipta Graha Nusantara selaku debitor Bank Mandiri:
Edyson (direktur utama), Saiful Anwar (komisaris utama), dan Diman Ponijan
(direktur keuangan).
• 24 - Pemerintah DKI Jakarta memulai inspeksi dan pemusnahan unggas yang
terindikasi terjangkit flu burung.
• 27 - Dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) putaran IV, balita di 33 provinsi
Indonesia divaksinasi cuma-cuma guna memberikan kekebalan terhadap virus polio
liar.
• 27 - Arkeolog menemukan apa yang diyakini sebagai sisa-sisa peradaban yang hilang
tersapu letusan gunung Tambora pada 10 April 1815. Penjelajah Belanda dan Inggris
yang mengunjungi tempat itu pada awal 1800-an terkejut mendengar penduduk di
sana menggunakan bahasa yang sangat berbeda dibandingkan dengan bahasa-bahasa
lain di Nusantara.

Maret

• 3 - Atap kereta api penumpang nomor KA 907 jurusan Rangkasbitung, Banten


menuju Jakarta runtuh saat memasuki Stasiun Kebayoran Lama. Puluhan penumpang
terluka.
• 7 - Catatan tahunan Komisi Nasional Perempuan menunjukkan terjadinya
peningkatan kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga sepanjang 2005
sebanyak 82% dibanding tahun 2004.
• 8 - Hari Perempuan Internasional diperingati di berbagai kota di Indonesia dengan
demonstrasi menolak diskriminasi, pemiskinan, dan RUU Anti Pornografi dan
Pornoaksi
• 10 - Sebuah bom meledak di desa Toini, daerah transmigran, sekitar 30 km dari kota
Poso, Sulawesi Tengah. Pelaku pengeboman di daerah itu selama ini belum
terungkap.
• 16 - Tiga petugas polisi dan seorang intel TNI tewas, serta puluhan orang terluka
akibat bentrokan terkait demonstrasi penolakan PT. Freeport Indonesia di depan
Universitas Cendrawasih, Jayapura.
• 20 - Aktivitas di empat pelabuhan besar di Indonesia lumpuh selama 21 jam akibat
aksi mogok kerja yang dilakukan anggota Organda Unit Angkutan Barang Khusus
Pelabuhan untuk memprotes pengenaan PPN terhadap jasa angkutan darat di jalan dan
air. Aksi ini akhirnya dihentikan setelah pemerintah memenuhi tuntutan para
pemogok.
• 24 - Pemerintah Indonesia menarik duta besarnya di Australia sebagai protes atas
keputusan Australia memberikan visa kepada 42 warga Papua. Tindakan ini
diputuskan dalam rapat koordinasi polkam hari Jumat seperti dijelaskan
Menkopolhukam Widodo A.S.

April

• 3 - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Barnabas Suebu - Alex Hesegem
ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah Papua.
Barnabas-Alex meraih 354.000 suara, disusul oleh Lukas Enembe dengan 333.000
suara.
• 5 - Puluhan ribu buruh melakukan demonstrasi serentak di Jakarta dan kota-kota lain
menolak revisi UU Ketenagakerjaan No 13/2003.
• 7 - Majalah Playboy versi Indonesia mulai beredar walaupun ditentang berbagai
pihak.
• 9 - Indosiar merencanakan untuk menghentikan penayangan acara Republik BBM,
setelah pertemuan para pimpinan stasiun TV dengan wapres Jusuf Kalla tanggal 7
April.
• 10 - Kota Padang dan sejumlah kota di Sumatera Barat diguncang gempa berkekuatan
5,5 Skala Richter. Diperkirakan pusat gempa berada 80 km barat laut dari Kota
Padang, atau di sekitar epulauan Mentawai.
• 11 - WC kering ramah lingkungan yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia diperkenalkan di Jepara, Jawa Tengah. Teknologi tersebut diharapkan dapat
menjadi solusi untuk daerah-daerah krisis air bersih di Indonesia.
• 12 - Gedung kantor redaksi Playboy Indonesia di Jakarta dilempari batu saat Front
Pembela Islam berunjuk rasa menuntut penutupan majalah tersebut.
• 12 - Status gunung Merapi ditingkatkan menjadi status siaga. Kemungkinan besar
gunung tersebut akan meletus.
• 15 - Dua kereta api tujuan Surabaya, yaitu KA Ekonomi Kertajaya dari Stasiun Pasar
Senen dan KA Eksekutif Sembrani dari Stasiun Gambir bertabrakan dini hari, persis
di Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Korban tewas dilaporkan 13
orang.
• 17 - Perahu layar motor "Batista" tenggelam di perairan Rote, Nusa Tenggara Timur.
Sebagian besar penumpang selamat dan hanya satu yang belum diketahui nasibnya.
• 18 - Aktivitas Merapi meninggi dengan guguran lava, gempa multifase, dan gempa
vulkanik. Warga di sejumlah desa sekitarnya mulai berkemas sebagai persiapan
evakuasi.
• 18 - KRL Ekspres Pakuan menabrak sebuah metromini di Kalibata, Jakarta Selatan.
Tujuh penumpang Metromini tewas.
• 19 - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengingatkan pemerintah bahwa
salah satu hutan gambut terbesar di dunia yang ada di Kampar, Riau akan musnah
apabila penebangan dan konversi lahan gambut menjadi Hutan Tanaman Industri
terus berlangsung.
• 20 - Kapal utama Greenpeace, Rainbow Warrior, merapat di Jakarta setelah sebulan
berlayar di perairan Indonesia dalam rangka patroli pelestarian hutan.
• 20 - Sedikitnya 16 orang tewas dalam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten
Trenggalek, Jawa Timur.
• 21 - Majelis banding Pengadilan Tinggi Jakarta tetap memvonis 14 tahun penjara
Pollycarpus Budihari Priyanto, yang dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan
Munir.
• 22 - Ribuan orang turut serta dalam pawai budaya di Jakarta untuk menolak
Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi. Pawai bertema "Bhinneka
Tunggal Ika" ini dimeriahkan aksi budaya daerah-daerah di Indonesia.
• 28 - Kerusuhan terjadi di Dili, ibu kota Timor Timur. Sedikitnya dua orang terbunuh
dan 28 orang luka-luka setelah ratusan mantan tentara dan pendukungnya mengamuk.
• 29 - Jam malam dan perintah tembak di tempat diberlakukan di Kabupaten Tuban,
Jawa Timur, menyusul kerusuhan sebagai buntut pemilihan kepala daerah.
• 29 - Dua tersangka teroris dari kelompok Noordin M. Top tewas dalam tembak-
menembak dengan polisi di desa Binangun, Kecamatan Kertek, Kabupaten
Wonosobo. Dua orang lainnya tertangkap.

Mei

• 3 - Aksi buruh menuntut dibatalkannya revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan yang dilakukan di depan Gedung DPR/MPR berakhir dengan
bentrokan yang terjadi dengan aparat kepolisian. Kemarahan terjadi akibat dari
ketidakpuasan para buruh terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh pemerintah.
• 5 - Sedikitnya terjadi empat kali guguran lava pijar di Gunung Merapi, Jumat (5/5)
dinihari. Lava pijar menuju Kaliurang sejauh 200-an meter. Guguran lava mulai
muncul di Gunung Merapi sejak tanggal 4
• 8 - Wakil Presiden Jusuf Kalla dilaporkan ke Kepolisian Metro Jakarta Raya hari ini.
Pelapornya Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat
Organisasi (PB HMI – MPO) menuduh Jusuf Kalla memprovokasi buruh pada aksi 3
Mei lalu.
• 9 - Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB, sebuah
lembaga baru untuk menggantikan Komisi HAM PBB. Indonesia mendapatkan
dukungan 165 negara dari 191 negara anggota PBB.
• 10 - Mahkamah Agung menolak peninjauan kembali kedua yang diajukan terpidana
kerusuhan Poso, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu.
• 11 - Dua puluh satu elemen nasionalis yang tergabung dalam JPN melakukan aksi
pawai budaya menolak disahkannya RUU APP. Aksi pawai dilakukan dengan
menyusuri jalan Sudirman menuju gedung DPR, Senayan.
• 12 - Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan tentang Surat
Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang
isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto. SKPP itu
dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006.
• 12 - Peringatan sewindu Tragedi Trisakti, mahasiswa dari berbagai elemen melakukan
demonstrasi menuju kediaman Soeharto di Jl.Cendana dan di depan gedung
DPR/MPR.
• 12 - Kota Jakarta diguncang gempa. Getarannya dapat dirasakan di gedung-gedung
tinggi di seputar Jakarta Pusat.
• 13 - Status gunung Merapi ditingkatkan menjadi status awas. Peningkatan status ini
terjadi setelah muncul awan panas dari puncak gunung merapi.
• 14 - Sebelas penggali pasir yang terkubur hidup-hidup di desa Nyalindung, Cipatat,
Kabupaten Bandung, ditemukan tewas.
• 16 - Agama Konghucu memperoleh pengakuan resmi di Malang, Jawa Timur ketika
pemeluknya diizinkan mencantumkan agama mereka di KTP. *16 - Sebagai
tanggapan terhadap rencana pemerintah untuk menutup kasus pengadilan mantan
Presiden Soeharto, para aktivis prodemokrasi mendeklarasikan Gerakan Masyarakat
Adili Soeharto di Kantor Kontras, Jakarta.
• 21 - Unjuk rasa terjadi di sejumlah daerah di Indonesia oleh sejumlah ormas Islam
yang menuntut disahkannya RUU APP. Sementara di Bali terjadi unjuk rasa menolak
RUU APP.
• 26 - Kondisi keamanan di Timor Timur yang sedang memburuk menyebabkan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan penutupan sementara pintu
perbatasan darat Timor Timur dengan Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
• 27 Mei - Gempa bumi hebat kembali terjadi di Indonesia, kali ini mengenai kawasan
Yogyakarta dan sekitarnya di pulau Jawa dan mengakibatkan enam ribu orang lebih
meninggal dunia. (Lihat pula: Gempa bumi Yogyakarta Mei 2006)
• Sejak 27 Mei - Lumpur Lapindo - Banjir lumpur panas melanda Sidoarjo hingga saat
ini masih belum dapat ditanggulangi
• 30 - Gempa tektonik mengguncang Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Gempa yang berpusat pada 115 kilometer timur laut Wamena dan berada pada
kedalaman laut 33 kilometer berkekuatan 6 Skala Richter (SR). Beberapa saat
kemudian, kota Padang dan sejumlah kota di Sumatera Barat juga diguncang gempa
berkekuatan sedang. Tidak ada korban jiwa dalam kedua gempa ini.
• 31 Mei - 4 Juni - Indonesia Terbuka 2006 diselenggarakan di Surabaya. Indonesia
memenangkan emas di tunggal dan ganda putra

Juni

• 1 - Sebanyak 124 pohon di Kebun Raya Bogor yang banyak di antaranya berusia di
atas seratus tahun tumbang akibat angin kencang dan badai yang melanda Bogor.
Hujan badai juga menyebabkan lima belas rumah rusak berat (di antaranya rata
dengan tanah), satu jembatan putus di Kelurahan Kebon Jahe, 54 rumah rusak ringan
di Kelurahan Paledang, dan lima rumah rusak berat di Kelurahan Empang, serta
belasan mobil rusak.
• 1 - Hujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari
belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Muntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling merasakan hujan abu ini.
• 4 - Aktivitas Gunung Merapi lampaui status awas. Kepala BPPTK DIY Ratdomo
Purbo menjelaskan bahwa dua hari terakhir ini volume lava di kubah Merapi
memenuhi seluruh kapasitas kubah merapi sehingga tambahan semburan lava terbaru
akan langsung keluar dari kubah Merapi.
• 8 - Gunung Merapi menyemburkan awan panas yang membuat ribuan warga di
wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman.
Semburan awan panas sejauh lima km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng
selatan) dan menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah
Kabupaten Sleman.
• 12 - Dalam sidang putusan praperadilan Soeharto, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan Andi Samsan Nganro menyatakan bahwa SKP3 Soeharto tidak sah menurut
hukum dan tuntutan terhadap HM Soeharto tersebut dibuka dan dilanjutkan.
• 13 - Semburan lumpur panas di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari
ke-14 semakin tidak terkendali dan belum ada tanda-tanda mereda. Lumpur panas
telah merendam 45 hektar sawah dan tambak, pemukiman penduduk di tiga desa,
tujuh pabrik, dan sebagian jalan tol. Penduduk semakin banyak yang mengungsi.
• 14 - Abu Bakar Ba'asyir, terpidana konspirasi serangan bom Bali 2002, selesai masa
tahanannya dan dibebaskan dari LP Cipinang, Jakarta.
• 16 - Sidang kasus suap terhadap Mahkamah Agung dengan terdakwa Harini Wiyoso
diwarnai aksi walk out salah seorang kuasa hukum terdakwa yang kecewa karena
persidangan telah melewati masa 90 hari. Sebelumnya sidang sempat tertunda
sebanyak enam kali karena ketua majelis tidak menyetujui pemanggilan saksi Bagir
Manan.
• 20 - Banjir dan longsor melanda sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Genangan
air, longsoran tebing, dan jembatan putus mengakibatkan beberapa kabupaten
terisolasi. Dilaporkan sedikitnya 38 orang tewas, puluhan lainnya dinyatakan hilang.
• 29 - Setelah beberapa hari terakhir merendam dua ribu rumah di Kecamatan Katingan
Tengah, banjir luapan Sungai Katingan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah,
mengalir ke hilir, terutama ke Kecamatan Pulau Malan dan Tewang Sangalang
Garing, dan mulai menggenangi ruas jalan trans-Kalimantan di Kereng Pangi
Kilometer 10, Katingan Tengah, yang menghubungkan kota Palangkaraya dengan
Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Juli

• 11 - UU Kewarganegaraan dan UU Pemerintahan Aceh disetujui DPR.


• 13 - Tujuh orang tewas dan tiga orang luka berat akibat carok massal di Desa Bujur
Tengah, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Jumlah korban diduga masih akan bertambah, karena banyak korban yang melarikan
diri meskipun dalam keadaan luka.
• 17 - Sebuah tsunami yang disebabkan oleh gempa bawah laut menewaskan lebih dari
668 orang, 287 hilang dan 74.100 orang lainnya kehilangan tempat tinggalnya di
bagian selatan Jawa. (Lihat pula: Gempa bumi Jawa Juli 2006)
• 24 - Gempa bumi dengan kekuatan 6,6 SR menghantam selatan Gorontalo. Gempa
tersebut tidak menimbulkan tsunami walaupun sempat diduga berpotensi sebaliknya
oleh BMG.
• 26 - Stadion Menteng yang didirikan pada 1921 dan berdasarkan Surat Keputusan
Gubernur Jakarta Tahun 1975 telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan cagar
budaya yang harus dilindungi, dirobohkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Agustus

• 5 - Penyelenggaraan Miss Indonesia 2006


• 11 - Pada detik-detik terakhir menjelang pelaksanaan hukuman mati atas tiga tertuduh
kasus Poso (Fabianus Tibo, Marinus Riwu dan Dominggus da Silva), pemerintah
Indonesia mengeluarkan perintah penundaannya. Penundaan ini datang beberapa jam
setelah Paus Benediktus XVI mengeluarkan imbauan khusus kepada Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono.
• 12 - Sebuah gempa susulan kembali menerpa Sibolga, Sumatera Utara, namun tidak
menimbulkan korban jiwa.
• 25 - Penyelenggaraan Puteri Indonesia 2006

September

• 6 - Ledakan bom terjadi di Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso,
Sulawesi Tengah, menewaskan seorang warga.
• 7 - Aktivis hak asasi manusia dan keluarga para korban pelanggaran HAM
memperingati dua tahun kematian Munir, sekaligus peringatan Hari Pembela HAM
Indonesia. Acara yang juga dihadiri utusan Amnesty International ini berlangsung di
Tugu Proklamasi Jakarta.
• 8 - Indonesia menuntut akses kepada Hambali, yang disebut-sebut sebagai tangan
kanan Osama bin Laden di kawasan itu, setelah mendapatkan konfirmasi dari
Washington bahwa ia masih hidup dan dipindahkan ke Teluk Guantanamo, Kuba.
• 18 - Para ilmuwan dari Conservation International menemukan sejumlah spesies baru
di perairan Irian Jaya Barat, di daerah Kepala Burung, antara lain ikan hiu yang
berjalan dengan siripnya, dan udang yang tampak seperti belalang sembah. Tim itu
juga memperingatkan bahwa binatang-binatang di daerah itu sangat terancam, karena
nelayan menggunakan dinamit dan racun sianida untuk menangkap ikan.
• 20 - Pejabat-pejabat Indonesia mengatakan ribuan polisi dikerahkan di Poso dalam
mengantisipasi berbagai kemungkinan sehubungan dengan rencana eksekusi terhadap
Fabianus Tibo, Marinus Riwu, dan Dominggus da Silva yang dituduh bersalah dalam
penyerangan kepada kelompok Muslim pada Mei 2000. Eksekusi akan dilaksanakan
pada Jumat dini hari mendatang.
• 22 - Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu dieksekusi mati
sehubungan dengan kerusuhan Poso yang sarat dengan muatan politis. Eksekusi
tersebut ditentang luas dan menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Oktober

• 2 - Asap dan abu dari hutan-hutan yang dibakar di Indonesia menutupi bagian barat
Indonesia, dan menyebabkan memburuknya kualitas udara di Singapura dan
Malaysia.
• 4 - Mahkamah Agung menyatakan Pollycarpus Budihari Priyanto tidak terbukti
melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir. Dalam putusan kasasinya, MA
hanya menghukum Pollycarpus dua tahun penjara karena terbukti menggunakan surat
palsu.
• 12 - Pemerintah Indonesia berjanji akan segera meratifikasi Persetujuan ASEAN
tentang Pencemaran Asap Lintas-Batas menyusul kabut asap tahunan dari Indonesia
yang kembali menyelimuti negara tersebut dan tetangganya, Malaysia dan Singapura.
• 12 - Indonesia melunasi seluruh sisa utangnya sebesar US$3,2 miliar kepada IMF,
empat tahun lebih awal dari jadwal.
• 12 - Wabah penyakit chikungunya di Kelurahan Cinere, Kecamatan Limo, Kota
Depok telah menjangkiti sedikitnya 117 orang. Sebagian besar penderita adalah warga
RT 02/RW 04, yang berjumlah 56 orang.
• 16 - Indonesia, Italia, Afrika Selatan, dan Belgia terpilih sebagai anggota tidak tetap
Dewan Keamanan PBB untuk periode 2 tahun dan mulai bertugas sejak 1 Januari
2007.
• 16 - Pdt. Irianto Kongkoli, MTh, Sekretaris Umum Majelis Sinode Gereja Kristen
Sulawesi Tengah (GKST) tewas ditembak orang tidak dikenal di Palu, masih terkait
dengan kerusuhan agama yang berlangsung di Palu.
• 17 - Kejaksaan Agung Republik Indonesia mulai menayangkan foto dan menyebarkan
data para buronan tindak pidana korupsi yang putusan perkaranya telah berkekuatan
hukum tetap. Data dan foto 14 belas koruptor tersebut direncanakan ditayangkan di
televisi dan media massa dengan frekuensi seminggu sekali.
• 19 - Biaya menghentikan banjir lumpur di Sidoarjo dan membersihkannya
diperkirakan akan mencapai setidaknya AS$180 juta, sementara biaya akhirnya
diduga akan jauh lebih besar lagi.
• 27 - Jembatan gantung yang berada di lokasi wisata Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
nyaris ambruk akibat baut di salah satu penyangganya lepas. Untuk mengamankan
keseimbangan, petugas menopang jembatan dengan bambu.
• 30 - Tommy Soeharto dibebaskan bersyarat dari penjara setelah mendapatkan remisi
enam minggu pada perayaan Idul Fitri.

November

• 6 - Bank Indonesia memperkirakan cadangan devisa dalam mata uang asing mencapai
sekitar 47 miliar Dolar Amerika pada akhir tahun 2007 atau lebih tinggi dari perkiraan
sebelumnya yang hanya diperkirakan 39,5 miliar Dolar Amerika.
• 7 - Kabut asap masih pekat meski Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sempat
diguyur hujan. Jarak pandang pun hanya 50 meter.
• 11 - Bom meledak di sebuah restoran A&W di Jakarta Timur. Seorang laki-laki
terluka dalam ledakan itu dan dirawat di sebuah rumah sakit terdekat. Motif
peledakan ini belum diketahui.
• 12 - Muhamad Nuh, korban yang dirawat akibat ledakan bom di Jakarta Timur,
diduga adalah pelaku pengeboman tersebut.
• 20 - Presiden Yudhoyono beserta anggota kabinet dan 9 tokoh sipil bertemu dengan
Presiden AS George W. Bush yang berkunjung ke Bogor, Jawa Barat.
• 22 - Pipa gas Pertamina yang berada di bawah luberan lumpur Lapindo Brantas di
Porong, Sidoarjo meledak, disusul jebolnya sejumlah titik tanggul penahan lumpur.
Akibatnya lima orang tewas dan belasan luka bakar cukup parah. Kobaran api yang
sangat besar menyala di titik ledakan dekat Km 38 Jalan Tol Porong-Gempol.
• 29 - Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Ternate,
Maluku Utara dan Manado, Sulawesi Utara.

Desember

• 8 - DPR-RI menyetujui 16 RUU tentang pembentukan 16 kabupaten dan kota baru di


sejumlah provinsi.
• 11 - Pilkada memilih gubernur dan 19 bupati/walikota secara serentak digelar di
Nanggroe Aceh Darussalam, sebagai lanjutan dari perjanjian damai 2005. Mantan
pemimpin separatis Irwandi Yusuf terpilih sebagai gubernur Aceh.
• 20 - Konser grup musik Ungu di Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah, merenggut
korban: 10 orang tewas karena terinjak-injak dan bertabrakan dengan penonton keluar
dan masuk. Selain terinjak-injak, mereka juga meninggal karena terperosok ke dalam
parit di dekat pintu stadion.
• 30 Desember - KMP Senopati Nusantara yang mengangkut 800-an penumpang dan
25 anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang. Kapal ini hilang sekitar utara Pulau
Mundanika, Kalimantan Selatan. Baru ditemukan 117 orang yang selamat. (Lihat
pula: Musibah KM Senopati Nusantara)

[sunting] 2007

Januari
• 1 Januari - Malam tahun baru terjadi musibah Adam Air Penerbangan 574 yang
hingga kini masih menyisakan misteri. Seluruh penumpang dan awak pesawat tidak
pernah diketemukan jenasahnya dan dianggap meninggal.
• 16 Januari - rangkaian kereta api Bengawan jurusan Solo-Tanahabang terputus di
Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lima orang penumpang
dilaporkan tewas, ratusan lainnya luka-luka akibat insiden ini.

Februari

• sejak 1 Februari - Banjir di ibu kota Jakarta menewaskan lebih dari delapan puluh
orang dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi. (Lihat pula: Banjir Jakarta 2007)
• 18 Februari - Terjadi bencana angin lesus yang menerjang kawasan Lempuyangan,
Yogyakarta yang berlangsung selama sekitar 15 menit. Akibat angin ini, ratusan
rumah, pohon, kabel listrik, dan papan reklame porak-poranda diterjang angin bahkan
menyebabkan lebih dari 30 orang terluka. (Lihat pula: Lesus Lempuyangan Februari
2007)
• 22 Februari - Sedikitnya 25 orang tewas setelah KM Levina I jurusan Tanjung Priok–
Pangkal Balam, Bangka yang mengangkut 291 penumpang terbakar di Selat Sunda.
[3]. 4 orang di antaranya tewas saat melakukan investigasi pada bangkai kapal pada
tanggal 25 Februari. Mereka tewas saat bangkai kapal tersebut tenggelam.

Maret

• 6 Maret - Terjadi gempa bumi di Padang, Sumatera Barat. (Lihat pula: Gempa bumi
Sumatera Barat Maret 2007)
• 7 Maret - Kecelakan pesawat yang membawa korban jiwa kembali terjadi. Kali ini
Garuda Indonesia Penerbangan 200 meledak ketika mendarat menyebabkan 22
penumpangnya meninggal

April

• 21 April - Kereta api Serayu jurusan Senen-Kroya anjlok di Garut, Jawa Barat.
Sebanyak tiga gerbong jatuh ke jurang sedalam 30 meter yang ada di pinggiran rel
kereta. 40 orang terluka serta 6 orang lainnya luka berat

Mei

• 7-13 Mei - Indonesia Terbuka 2007 diadakan di Istora Senayan, Jakarta. Indonesia
gagal memenangkan medali emas.
• 30 Mei - Insiden Alastlogo di Pasuruan, Jawa Timur akibat sengketa tanah antara
militer dan petani.

Juni

Polisi menangkap Zarkasih dan Abu Dujana, yang dituduh mengepalai gerakan militan JI

Juli

• 5 Juli - Miss Indonesia 2007


• 11 Juli - KM Sinar Madinah tenggelam di perairan Laut Selatan Kabupaten Dompu,
Nusa Tenggara Barat. Kapal tenggelam setelah dihempas gelombang setinggi lima
meter. Tujuh orang awak kapal sempat terlilit jaring, namun enam orang berhasil
menyelamatkan diri. Seorang anak buah kapal hilang bersama jaring yang melilit
dirinya.
• 11 Juli - KM Wahai Star yang mengangkut sekitar 100 penumpang dan ribuan ton
hasil bumi dari Leksula tujuan Ambon tenggelam di perairan antara Pulau Buru dan
Ambon. (Lihat pula: Musibah KM Wahai Star)

Agustus

Kelompok Islam Hizb ut-Tahrir menyelenggarakan konferensi internasional yang


menyerukan didirikannya kekalifahan tunggal di dunia Islam.

• 3 Agustus - Puteri Indonesia 2007


• 8 Agustus - Pilkada DKI Jakarta 2007, pemenangnya adalah Fauzi Bowo dan Prijanto
dengan perolehan 2.109.511 suara (57,87%)

September

• 12 September - Terjadi gempa bumi lepas pantai di dekat provinsi Bengkulu. (Lihat
pula: Gempa bumi Bengkulu 2007)

Oktober

• 18 Oktober - KM Asita III tenggelam di perairan Selat Kadatua, sekitar 10 mil dari
Kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, 125 orang selamat, sedikitnya 31
orang meninggal dunia, dan 35 lainnya hilang.

Desember

Zarkasih yang dituduh mengepalai gerakan militan JI mulai disidangkan di Jakarta

26 Desember - Indonesia menggalakkan Tahun Kunjungan Indonesia 2008

[sunting] 2008

Januari

• 27 Januari - Mantan presiden Soeharto meninggal dunia karena komplikasi kesehatan.


Februari

• 20 Februari - Sebuah gempa bumi dan disusul oleh dua gempa susulan melanda
Kabupaten Simeulue, Aceh. Penduduk Aceh yang masih trauma dengan Tsunami
2004 ketakutan akan adanya tsunami.

April

• 13 April - Pilkada Jabar terdiri dari 3 pasangan, pemenangnya adalah Ahmad


Heryawan dan Dede Yusuf

Mei

Presiden SBY mengumumkan rencananya untuk Indonesia mundur dari Organisasi


Pengekspor Minyak Sedunia karena impor minyak Indonesia sudah lebih besar dari jumlah
ekspornya serta produksi minyak yang gagal. Terjadi demonstrasi atas rencana pemerintah
menaikkan harga minyak untuk mengurangi subsidi pemerintah.

• 13 Mei - Kontes Putri Indonesia diselenggarakan untuk kali keempat. (Lihat pula:
Miss Indonesia 2008)

Juni

• 1 Juni - Insiden Monas - memicu aksi protes terhadap kekerasan secara nasional.

Juli

Laporan akhir oleh komisi gabungan Indonesia dan Timor Leste menyalahkan Indonesia atas
pelanggaran HAM. Presiden SBY menyampaikan "penyesalannya yang mendalam".

• 5-17 Juli - Pekan Olahraga Nasional XVII diselenggarakan di Kalimantan Timur

Agustus

• 8-24 Agustus - Indonesia turut berlaga dalam Olimpiade Beijing 2008. Indonesia
berhasil memperoleh 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu, yang membuat tradisi emas
Indonesia sejak 1992 tetap terjaga. (Lihat pula: Indonesia pada Olimpiade 2008)
• 15 Agustus - Puteri Indonesia 2008

September

• 15 - Tragedi Pasuruan - pembagian zakat yang menimbulkan 21 korban jiwa.

November

• 9 November - Trio terpidana mati Bom Bali 2002, Amrozi, Ali Gufron, dan Imam
Samudera dieksekusi pada pukul 00.15 WIB di Nusakambangan, Cilacap, Jawa
Tengah.

[sunting] 2009
April

• 9 April - Pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD dilakukan secara serentak di
seluruh Indonesia. Pemenangnya adalah Partai Demokrat, Golkar dan PDIP.

Mei

• 4 Mei - Antasari Azhar, Ketua KPK dianggap sebagai tersangka dalam kasus
pembunuhan Direksi PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen.

Juni

• 5 Juni - Miss Indonesia 2009


• 12 Juni - Sebuah helikopter Puma milik TNI-AU jatuh di Bogor hingga menyebabkan
4 awaknya tewas.

Juli

• 8 Juli - Pemilihan umum presiden dan wakil presiden dilakukan secara serentak di
seluruh Indonesia. Pemenangnya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-
Boediono dalam masa jabatan 2009-2014.
• 17 Juli - Terorisme kembali mengguncang Indonesia, khususnya di Jakarta. Sebuah
bom meledak di dua hotel ternama yaitu JW Mariott dan Ritz Charlton. Peristiwa ini
mengakibatkan 9 orang meninggal dunia dan 53 terluka (termasuk 16 WNA dan 37
WNI). Pelakunya adalah Noordin M. Top dan Ibrohim.

September

• 2 September - Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter mengguncang wilayah Jawa


Barat bagian selatan yang berpusat di 142 km barat daya Tasikmalaya. Gempa ini
mengakibatkan puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya dilaporkan
mengalami luka-luka, dikarenakan gempa. Gempa ini juga dirasakan hingga Bali.
Lalu, terjadi gempa susulan berkekuatan 4,9 pada Skala Richter pada pukul 16.28
WIB pada tanggal 2 September 2009. (lihat pula: Gempa bumi Jawa Barat 2009)
• 7 September - Gempa terjadi di Yogyakarta pada 7 September 2009 berkekuatan 6,8
skala Richter yang diperkirakan terkait dengan yang terjadi sebelumnya di Jawa
Barat. Gempa ini tidak menimbulkan kerusakan.
• 30 September - Terjadi kembali gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter mengguncang
Sumatera Barat, dan mengakibatkan 1.117 orang tewas, 1.214 orang luka berat, 1.688
orang luka ringan dan 1 hilang. (Lihat pula: Gempa bumi Sumatera Barat 2009)

Oktober

• 9 Oktober - Puteri Indonesia 2009

[sunting] 2010

April
• 14 April - Kerusuhan terjadi di Koja, tepatnya di areal makam Mbah Priok dan
sekitarnya, melibatkan Satpol PP dan warga, mengakibatkan sedikitnya tiga orang
tewas dan ratusan luka-luka.

Mei

• 1 Mei - Dimulainya Sensus Penduduk Indonesia 2010. Awalnya sensus ditargetkan


selesai pada 31 Mei 2010. Namun pada tanggal 31 Mei 2010, BPS memperpanjang
waktu sensus hingga tanggal 15 Juni 2010.[1][2]

Juni

• 1 Juni - Kontes Putri Indonesia diselenggarakan untuk kali keenam (Lihat pula: Miss
Indonesia 2010)
• 29 Juni - Sebuah kecelakaan menimpa Kereta Api Logawa jurusan Purwokerto-
Jember yang terjadi di antara wilayah Saradan - Wilangan. Kecelakaan ini
mengakibatkan 6 penumpang tewas dan 73 penumpang lainnya luka-luka.

Agustus

• 18 Agustus - Sebuah perampokan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara yaitu di


Bank CIMB Niaga cabang Medan Aksara Jl. AR Hakim, Medan. Bank ini disatroni
kawanan perampok berjumlah kurang lebih 16 orang dan perampok sadis yang
menewaskan seorang Brimob itu pun masih diburu.

September.

• 12 September - Terjadi aksi penusukan dan pemukulan terhadap anggota Majelis


Gereja HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi, yakni Pendeta Luspida Simanjuntak dan
Sintua Hasian Sihombing.
• 26 September - Sebuah bentrokan yang melibatan dua warga terjadi di Kota Tarakan,
Kalimantan Timur.

Oktober

• 2 Oktober - Sebuah kecelakaan kembali menimpa Kereta Api Argo Bromo Anggrek
jurusan Jakarta-Surabaya yang menabrak Kereta api Senja Utama Semarang jurusan
Jakarta-Semarang. yang diperkirakan terjadi pada pukul 02:48 WIB yang terjadi di
Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Kecelakaan ini mengakibatkan 36 penumpang
tewas, dan 50 penumpang lainnya luka-luka. Selain itu, kecelakaan juga menimpa
Kereta api Bima jurusan Jakarta-Surabaya yang menyerempet gerbong terakhir Kereta
api Gaya Baru pada 2 Oktober 2010 yang diperkirakan terjadi pada pukul 02:35 WIB
yang terjadi di Stasiun Purwosari, Solo,Jawa Tengah dan mengakibatkan 1 orang
tewas dan 4 orang lainnya terluka.
• 8 Oktober - Puteri Indonesia 2010
• 14 Oktober - Sebanyak 21 gerbong kereta api terbakar di Stasiun Rangkasbitung,
Lebak, Banten. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dalam
peristiwa ini polisi berhasil menangkap EO, satu dari dua orang yang diduga pelaku
pembakaran tersebut.
• 25 Oktober - Gempa berkekuatan 7.7 skala Richter disertai tsunami mengguncang
Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Gempa ini mengakibatkan 286 orang tewas,
252 orang luka berat, 200 hilang. (Lihat pula: Gempa bumi Kepulauan Mentawai
2010)
• 26 Oktober - Gunung Merapi kembali meletus dan melanda daerah di sekitar DI
Yogyakarta dan Jateng yaitu Sleman, Boyolali, Magelang dan Klaten. Peristiwa ini
mengakibatkan sedikitnya 165 orang tewas, termasuk Mbah Maridjan.

November

• 9 November - Setelah kunjungan empat hari di India, Presiden AS Barack Obama dan
isterinya Michelle Obama mengunjungi Jakarta, Indonesia selama 2 hari. Pukul 16.22
WIB Obama tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk menuju ke Istana
Negara, Jakarta. Kemudian, pada pukul 17.00 WIB Obama tiba di Istana Negara dan
disambut dalam upacara kenegaraan. Lalu, Obama mengadakan pertemuan bilateral
dengan presiden SBY. Pada malam harinya, Obama menginap di Hotel Shangri-La,
Jakarta.
• 10 November - Pada hari kedua kunjungan Obama ke Indonesia, Obama bersama
isterinya Michelle Obama mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta. Setelah ke Masjid
Istiqlal, Obama mengunjungi ke Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat untuk
memberikan kuliah umum. Lalu, Obama mengunjungi Taman Makam Pahlawan
Kalibata, Jakarta Selatan untuk menghormati pahlawan dengan meletakkan karangan
bunga, tetapi dibatalkan. Kemudian, Obama meninggalkan Jakarta dengan pesawat
Air Force One dari Halim menuju Seoul, Korea Selatan untuk mengikuti KTT G-20.

Desember

• 27 Desember - Terjadi pertukaran napi yaitu di luar LP Bojonegoro. Salah satu napi
yang ditukar adalah Kasiem. Napi yang ditukar itu menjadi Karni. Kejadian tersebut
bermula saat dia didatangi oleh mantan sopir Kasiem yang meminta tolong terkait
vonis bagi Kasiem.
• 29 Desember - Indonesia menjadi juara kedua Piala AFF 2010, setelah dikalahkan
oleh Malaysia di babak final dengan skor 4-2.

[sunting] 2011

Januari

• 28 Januari - Terjadi tabrakan kereta api antara KA Mutiara Selatan dengan KA


Kutojaya Selatan di Stasiun Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat. Dalam peristiwa
tersebut setidaknya tiga orang tewas dan 26 orang lainnya terluka.
• 28 Januari - Setidaknya 13 orang tewas setelah KMP Teduh Laut II yang mengangkut
438 penumpang dan 31 kru kapal terbakar di 3 mil dari Pelabuhan Merak.

Februari

• 6 Februari - Terjadi penyerangan oleh warga Cikeusik terhadap jemaah Ahmadiyah di


Desa Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten. Akibat penyerangan ini, diperkirakan
antara tiga atau enam orang tewas, sementara dua mobil, satu motor, dan satu rumah,
hancur diamuk massa.
• 8 Februari - Aksi anarkis terjadi kembali. Tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah
dibakar massa.

Maret

• 29 Maret - Seorang nasabah Citibank, Irzen Octa meninggal dunia akibat diduga
dibunuh oleh penagih utang kartu kredit Citibank di kantor Citibank Cabang Menara
Jamsostek Jakarta. Irzen diduga dibunuh lantaran protes terhadap tagihan kartu
kreditnya.

April

• 2 April - Sebuah dana nasabah bank swasta Citibank dibobol oleh Senior Relationship
Manager Citibank N.A Malinda Dee. Kasus tersebut, entah sengaja entah tidak,
awalnya ditutup-tutupi oleh Polri. Pun Citibank lebih banyak tutup mulut soal
Melinda yang mereka sebut "eks-karyawan" Citibank itu.
• 15 April - Sebuah bom meledak di Masjid Mapolersta Cirebon ketika akan diadakan
Shalat Jumat. Peristiwa ini mengakibatkan seorang pelaku tewas dan 25 orang luka-
luka

Latar belakang
Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya
ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu
menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi
mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang
kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas
hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri,
Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

[sunting] 1998

Krisis ekonomi dan Kerusuhan Mei 1998

• 22 Januari 1998
o Rupiah tembus 17.000,- per dolar AS, IMF tidak menunjukkan rencana
bantuannya.

• 12 Februari


o Soeharto menunjuk Wiranto, menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.

• 5 Maret


o Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR
untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden
yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda
reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI

• 10 Maret


o Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali
dengan menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.

• 14 Maret


o Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan
VII. Bob Hasan dan anak Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, terpilih menjadi
menteri.

• 15 April


o Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus
karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta
dan negeri melakukan berunjuk rasa menuntut dilakukannya reformasi politik

• 18 April


o Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan
14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa
di Pekan Raya Jakarta namun cukup banyak perwakilan mahasiswa dari
berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog tersebut.

• 1 Mei


o Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan
Alwi Dahlan mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.

• 2 Mei


o Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan
reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (1998).
o Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga
bahan bakar minyak dengan demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi disikapi
dengan represif oleh aparat. Di beberapa kampus terjadi bentrokan.
• 4 Mei


o Harga BBM melonjak tajam hingga 71%, disusul tiga hari kerusuhan di
Medan dengan korban sedikitnya 6 meninggal.

• 7 Mei
o Peristiwa Cimanggis, bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan
terjadi di kampus Fakultas Teknik Universitas Jayabaya, Cimanggis, yang
mengakibatkan sedikitnya 52 mahasiswa dibawa ke RS Tugu Ibu, Cimanggis.
Dua di antaranya terkena tembakan di leher dan lengan kanan, sedangkan
sisanya cedera akibat pentungan rotan dan mengalami iritasi mata akibat gas
air mata.

• 8 Mei


o Peristiwa Gejayan, 1 mahasiswa Yogyakarta tewas terbunuh.

• 9 Mei


o Soeharto berangkat seminggu ke Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G-
15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.

• 12 Mei


o Tragedi Trisakti, 4 mahasiswa Trisakti terbunuh.

• 13 Mei

Mal Ratu Luwes di Jl. S. Parman termasuk salah satu yang dibakar di Solo


o Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. kerusuhan juga terjadi di kota Solo.
o Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15
di Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam
pertemuan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto
menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
o Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia.
• 14 Mei


o Demonstrasi terus bertambah besar hampir di semua kota di Indonesia,
demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.
o Soeharto, seperti dikutip koran, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika
rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di
Kairo.
o Kerusuhan di Jakarta berlanjut, ratusan orang meninggal dunia akibat
kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi.

• 15 Mei


o Selesai mengikuti KTT G-15, tanggal 15 Mei l998, Presiden Soeharto kembali
ke tanah air dan mendarat di lapangan Bandar Udara Halim Perdanakusuma di
Jakarta, subuh dini hari. Menjelang siang hari, Presiden Soeharto menerima
Wakil Presiden B.J. Habibie dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.

• 17 Mei


o Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, Abdul Latief melakukan langkah
mengejutkan pada Minggu, 17 Mei 1998. Ia mengajukan surat pengunduran
diri kepada Presiden Soeharto dengan alasan masalah keluarga, terutama
desakan anak-anaknya.

• 18 Mei


o Pukul 15.20 WIB, Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko di
Gedung DPR, yang dipenuhi ribuan mahasiswa, dengan suara tegas
menyatakan, demi persatuan dan kesatuan bangsa, pimpinan DPR, baik Ketua
maupun para Wakil Ketua, mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan
diri secara arif dan bijaksana. Harmoko saat itu didampingi seluruh Wakil
Ketua DPR, yakni Ismail Hasan Metareum, Syarwan Hamid, Abdul Gafur,
dan Fatimah Achmad.
o Pukul 21.30 WIB, empat orang menko (Menteri Koordinator) diterima
Presiden Soeharto di Cendana untuk melaporkan perkembangan. Mereka juga
berniat menggunakan kesempatan itu untuk menyarankan agar Kabinet
Pembangunan VII dibubarkan saja, bukan di-reshuffle. Tujuannya, agar
mereka yang tidak terpilih lagi dalam kabinet reformasi tidak terlalu "malu".
Namun, niat itu tampaknya sudah diketahui oleh Presiden Soeharto. Ia
langsung mengatakan, "Urusan kabinet adalah urusan saya." Akibatnya, usul
agar kabinet dibubarkan tidak jadi disampaikan. Pembicaraan beralih pada
soal-soal yang berkembang di masyarakat.
o Pukul 23.00 WIB Menhankam/Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto
mengemukakan, ABRI menganggap pernyataan pimpinan DPR agar Presiden
Soeharto mengundurkan diri itu merupakan sikap dan pendapat individual,
meskipun pernyataan itu disampaikan secara kolektif. Wiranto mengusulkan
pembentukan "Dewan Reformasi".
o Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ dan Forum Kota memasuki
halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR.

Berkas:Reformasi998.jpg
Mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR

• 19 Mei


o Pukul 09.00-11.32 WIB, Presiden Soeharto bertemu ulama dan tokoh
masyarakat, yakni Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid,
budayawan Emha Ainun Nadjib, Direktur Yayasan Paramadina Nucholish
Madjid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ali Yafie, Prof Malik Fadjar
(Muhammadiyah), Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia
Yusril Ihza Mahendra, KH Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), Sumarsono
(Muhammadiyah), serta Achmad Bagdja dan Ma'ruf Amin dari NU. Dalam
pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor dari rencana
semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir,
dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto
mundur. Soeharto lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi
o Presiden Soeharto mengemukakan, akan segera mengadakan reshuffle Kabinet
Pembangunan VII, dan sekaligus mengganti namanya menjadi Kabinet
Reformasi. Presiden juga membentuk Komite Reformasi. Nurcholish sore hari
mengungkapkan bahwa gagasan reshuffle kabinet dan membentuk Komite
Reformasi itu murni dari Soeharto, dan bukan usulan mereka.
o Pukul 16.30 WIB, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita bersama
Menperindag Mohamad Hasan melaporkan kepada Presiden soal kerusakan
jaringan distribusi ekonomi akibat aksi penjarahan dan pembakaran. Bersama
mereka juga ikut Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng yang akan
melaporkan soal rencana penjualan saham BUMN yang beberapa peminatnya
menyatakan mundur. Pada saat itu, Menko Ekuin juga menyampaikan reaksi
negatif para senior ekonomi; Emil Salim, Soebroto, Arifin Siregar, Moh Sadli,
dan Frans Seda, atas rencana Soeharto membentuk Komite Reformasi dan me-
reshuffle kabinet. Mereka intinya menyebut, tindakan itu mengulur-ulur
waktu.
o Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, Jakarta.
o Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk
memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
o Dilaporkan bentrokan terjadi dalam demonstrasi di Universitas Airlangga,
Surabaya.

• 20 Mei


o Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas,
setelah 80.000 tentara bersiaga di kawasan Monas.
o 500.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta, termasuk Sultan
Hamengkubuwono X. Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta,
Medan, Bandung.
o Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat, 22
Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru
o Pukul 14.30 WIB, 14 menteri bidang ekuin mengadakan pertemuan di Gedung
Bappenas. Dua menteri lain, yakni Mohamad Hasan dan Menkeu Fuad
Bawazier tidak hadir. Mereka sepakat tidak bersedia duduk dalam Komite
Reformasi, ataupun Kabinet Reformasi hasil reshuffle. Semula ada keinginan
untuk menyampaikan hasil pertemuan itu secara langsung kepada Presiden
Soeharto, tetapi akhirnya diputuskan menyampaikannya lewat sepucuk surat.
Alinea pertama surat itu, secara implisit meminta agar Soeharto mundur dari
jabatannya. Perasaan ditinggalkan, terpukul, telah membuat Soeharto tidak
mempunyai pilihan lain kecuali memutuskan untuk mundur. Ke-14 menteri itu
adalah Akbar Tandjung, AM Hendropriyono, Ginandjar Kartasasmita, Giri
Suseno, Haryanto Dhanutirto, Justika Baharsjah, Kuntoro Mangkusubroto,
Rachmadi Bambang Sumadhijo, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjakrawerdaya,
Sanyoto Sastrowardoyo, Sumahadi, Theo L. Sambuaga dan Tanri Abeng.
o Pukul 20.00 WIB, surat itu kemudian disampaikan kepada Kolonel
Sumardjono. Surat itu kemudian disampaikan kepada Presiden Soeharto.
o Soeharto kemudian bertemu dengan tiga mantan Wakil Presiden; Umar
Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.
o Pukul 23.00 WIB, Soeharto memerintahkan ajudan untuk memanggil Yusril
Ihza Mahendra, Mensesneg Saadillah Mursjid, dan Panglima ABRI Jenderal
TNI Wiranto. Soeharto sudah berbulat hati menyerahkan kekuasaan kepada
Wapres BJ Habibie.
o Wiranto sampai tiga kali bolak-balik Cendana-Kantor Menhankam untuk
menyikapi keputusan Soeharto. Wiranto perlu berbicara dengan para Kepala
Staf Angkatan mengenai sikap yang akan diputuskan ABRI dalam
menanggapi keputusan Soeharto untuk mundur. Setelah mencapai kesepakatan
dengan Wiranto, Soeharto kemudian memanggil Habibie.
o Pukul 23.20 WIB, Yusril Ihza Mahendra bertemu dengan Amien Rais. Dalam
pertemuan itu, Yusril menyampaikan bahwa Soeharto bersedia mundur dari
jabatannya. kata-kata yang disampaikan oleh Yusril itu, "The old man most
probably has resigned". Yusril juga menginformasikan bahwa
pengumumannya akan dilakukan Soeharto 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB.
Kabar itu lalu disampaikan juga kepada Nurcholish Madjid, Emha Ainun
Najib, Utomo Danandjaya, Syafii Ma'arif, Djohan Effendi, H Amidhan, dan
yang lainnya. Lalu mereka segera mengadakan pertemuan di markas para
tokoh reformasi damai di Jalan Indramayu 14 Jakarta Pusat, yang merupakan
rumah dinas Dirjen Pembinaan Lembaga Islam, Departemen Agama, Malik
Fadjar. Di sana Cak Nur - panggilan akrab Nurcholish Madjid - menyusun
ketentuan-ketentuan yang harus disampaikan kepada pemerintahan baru.
Pernyataan pengunduran diri
Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Pernyataan Berhenti
Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998

• 21 Mei


o Pukul 01.30 WIB, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais
dan cendekiawan Nurcholish Madjid (almarhum) pagi dini hari menyatakan,
"Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru".
o Pukul 9.00 WIB, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada
pukul 9.00 WIB. Soeharto kemudian mengucapkan terima kasih dan mohon
maaf kepada seluruh rakyat dan meninggalkan halaman Istana Merdeka
didampingi ajudannya, Kolonel (Kav) Issantoso dan Kolonel (Pol) Sutanto
(kemudian menjadi Kepala Polri). Mercedes hitam yang ditumpanginya tak
lagi bernomor polisi B-1, tetapi B 2044 AR.
o Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.
o Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan
mantan-mantan presiden, "ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan
kehormatan para mantan presiden/mandataris MPR, termasuk mantan Presiden
Soeharto beserta keluarga."
o Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah
satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah
dan konstitusional.

• 22 Mei


o Habibie mengumumkan susunan "Kabinet Reformasi".
o Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad.
o Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie
yang memakai simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang
masih bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa
Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi
mahasiswa dari Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya

Pengangkatan Habibie sebagai Presiden

Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh
gelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota
lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang
menewaskan 18 orang.
Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter
Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga
melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.

Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik
dilepaskan. Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan dibebaskan, tiga hari setelah
Habibie menjabat. Tahanan politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman
Sudjatmiko dan beberapa petinggi Partai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era
Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik, tahanan
politik baru muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah
atau menghina kepala negara. Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang terjerat
pelanggaran HAM tak bisa dilangsungkan karena kuatnya proteksi politik. Bahkan, sejumlah
perwira militer yang oleh Mahkamah Militer Jakarta telah dihukum dan dipecat karena
terlibat penculikan, kini telah kembali duduk dalam jabatan struktural.

Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie, seperti liberalisasi parpol, pemberian
kebebasan pers, kebebasan berpendapat, dan pencabutan UU Subversi. Walaupun begitu
Habibie juga sempat tergoda meloloskan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya, namun
urung dilakukan karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yang
menewaskan mahasiswa UI, Yun Hap.

Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan
Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah
tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata
masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai
salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia.

[sunting] 1999

• Kekerasan etnis/agama terjadi di Maluku

• Pemisahan Timor Timur menjadi negara merdeka melalui referendum yang


disponsori oleh PBB; konflik antar pro-kemerdekaan dan pro-Indonesia menimbulkan
banyak korban jiwa.

• Pemilu 1999 - Pemilihan umum yang bebas diselenggarakan di Indonesia

• Pengangkatan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden

Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999 (lihat: Pemilu 1999), partai PDI-P pimpinan
Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapi karena
jabatan presiden masih dipilih oleh MPR saat itu, Megawati tidak secara langsung menjadi
presiden. Abdurrahman Wahid, pemimpin PKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu,
terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai
wakil presiden.

Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang


makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman
Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR
Era kemerdekaan
[sunting] Proklamasi kemerdekaan

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Mendengar kabar bahwa Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan untuk membuat keputusan
seperti itu pada 16 Agustus, Soekarno membacakan "Proklamasi" pada hari berikutnya.
Kabar mengenai proklamasi menyebar melalui radio dan selebaran sementara pasukan militer
Indonesia pada masa perang, Pasukan Pembela Tanah Air (PETA), para pemuda, dan lainnya
langsung berangkat mempertahankan kediaman Soekarno.

Pada 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melantik Soekarno
sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden dengan menggunakan
konstitusi yang dirancang beberapa hari sebelumnya. Kemudian dibentuk Komite Nasional
Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu dapat dilaksanakan.
Kelompok ini mendeklarasikan pemerintahan baru pada 31 Agustus dan menghendaki
Republik Indonesia yang terdiri dari 8 provinsi: Sumatra, Kalimantan (tidak termasuk
wilayah Sabah, Sarawak dan Brunei), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi,
Maluku (termasuk Papua) dan Nusa Tenggara.

[sunting] Perang kemerdekaan

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era 1945-1949

Teks Proklamasi

Dari 1945 hingga 1949, persatuan kelautan Australia yang bersimpati dengan usaha
kemerdekaan, melarang segala pelayaran Belanda sepanjang konflik ini agar Belanda tidak
mempunyai dukungan logistik maupun suplai yang diperlukan untuk membentuk kembali
kekuasaan kolonial.

Usaha Belanda untuk kembali berkuasa dihadapi perlawanan yang kuat. Setelah kembali ke
Jawa, pasukan Belanda segera merebut kembali ibukota kolonial Batavia, akibatnya para
nasionalis menjadikan Yogyakarta sebagai ibukota mereka. Pada 27 Desember 1949 (lihat
artikel tentang 27 Desember 1949), setelah 4 tahun peperangan dan negosiasi, Ratu Juliana
dari Belanda memindahkan kedaulatan kepada pemerintah Federal Indonesia. Pada 1950,
Indonesia menjadi anggota ke-60 PBB.

[sunting] Demokrasi parlementer


Tidak lama setelah itu, Indonesia mengadopsi undang-undang baru yang terdiri dari sistem
parlemen di mana dewan eksekutifnya dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada parlemen
atau MPR. MPR terbagi kepada partai-partai politik sebelum dan sesudah pemilu pertama
pada tahun 1955, sehingga koalisi pemerintah yang stabil susah dicapai.

Peran Islam di Indonesia menjadi hal yang rumit. Soekarno lebih memilih negara sekuler
yang berdasarkan Pancasila sementara beberapa kelompok Muslim lebih menginginkan
negara Islam atau undang-undang yang berisi sebuah bagian yang menyaratkan umat Islam
takluk kepada hukum Islam.Demokrasi Parlementer, adalah suatu demokrasi yang
menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi dari pada badan eksekutif. Kepala
pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri. Perdana menteri dan menteri-menteri
dalam kabinet diangkat dan diberhentikan oleh parlemen. Dalam demokrasi parlementer
Presiden menjabat sebagai kepala negara.

[sunting] Demokrasi Terpimpin

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Demokrasi Terpimpin

Pemberontakan yang gagal di Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat dan pulau-pulau lainnya yang
dimulai sejak 1958, ditambah kegagalan MPR untuk mengembangkan konstitusi baru,
melemahkan sistem parlemen Indonesia. Akibatnya pada 1959 ketika Presiden Soekarno
secara unilateral membangkitkan kembali konstitusi 1945 yang bersifat sementara, yang
memberikan kekuatan presidensil yang besar, dia tidak menemui banyak hambatan.

Dari 1959 hingga 1965, Presiden Soekarno berkuasa dalam rezim yang otoriter di bawah
label "Demokrasi Terpimpin". Dia juga menggeser kebijakan luar negeri Indonesia menuju
non-blok, kebijakan yang didukung para pemimpin penting negara-negara bekas jajahan yang
menolak aliansi resmi dengan Blok Barat maupun Blok Uni Soviet. Para pemimpin tersebut
berkumpul di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1955 dalam KTT Asia-Afrika untuk
mendirikan fondasi yang kelak menjadi Gerakan Non-Blok.

Pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, Soekarno bergerak lebih dekat kepada negara-negara
komunis Asia dan kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) di dalam negeri. Meski PKI
merupakan partai komunis terbesar di dunia di luar Uni Soviet dan China, dukungan
massanya tak pernah menunjukkan penurutan ideologis kepada partai komunis seperti di
negara-negara lainnya.

[sunting] Nasib Irian Barat

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Konflik Papua Barat

Pada saat kemerdekaan, pemerintah Belanda mempertahankan kekuasaan terhadap belahan


barat pulau Nugini (Papua), dan mengizinkan langkah-langkah menuju pemerintahan-sendiri
dan pendeklarasian kemerdekaan pada 1 Desember 1961.

Negosiasi dengan Belanda mengenai penggabungan wilayah tersebut dengan Indonesia gagal,
dan pasukan penerjun payung Indonesia mendarat di Irian pada 18 Desember sebelum
kemudian terjadi pertempuran antara pasukan Indonesia dan Belanda pada 1961 dan 1962.
Pada 1962 Amerika Serikat menekan Belanda agar setuju melakukan perbincangan rahasia
dengan Indonesia yang menghasilkan Perjanjian New York pada Agustus 1962, dan
Indonesia mengambil alih kekuasaan terhadap Irian Jaya pada 1 Mei 1963.

[sunting] Konfrontasi Indonesia-Malaysia

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Konfrontasi Indonesia-Malaysia

Soekarno menentang pembentukan Federasi Malaysia dan menyebut bahwa hal tersebut
adalah sebuah "rencana neo-kolonial" untuk mempermudah rencana komersial Inggris di
wilayah tersebut. Selain itu dengan pembentukan Federasi Malaysia, hal ini dianggap akan
memperluas pengaruh imperialisme negara-negara Barat di kawasan Asia dan memberikan
celah kepada negara Inggris dan Australia untuk memengaruhi perpolitikan regional Asia.
Menanggapi keputusan PBB untuk mengakui kedaulatan Malaysia dan menjadikan Malaysia
anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, presiden Soekarno mengumumkan pengunduran
diri negara Indonesia dari keanggotaan PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mendirikan
Konferensi Kekuatan Baru (CONEFO) sebagai tandingan PBB dan GANEFO sebagai
tandingan Olimpiade. Pada tahun itu juga konfrontasi ini kemudian mengakibatkan
pertempuran antara pasukan Indonesia dan Malaysia (yang dibantu oleh Inggris).

[sunting] Gerakan 30 September

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gerakan 30 September

Hingga 1965, PKI telah menguasai banyak dari organisasi massa yang dibentuk Soekarno
untuk memperkuat dukungan untuk rezimnya dan, dengan persetujuan dari Soekarno,
memulai kampanye untuk membentuk "Angkatan Kelima" dengan mempersenjatai
pendukungnya. Para petinggi militer menentang hal ini.

Pada 30 September 1965, enam jendral senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam
upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana yang loyal kepada PKI. Panglima
Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto, menumpas kudeta tersebut dan
berbalik melawan PKI. Soeharto lalu menggunakan situasi ini untuk mengambil alih
kekuasaan. Lebih dari puluhan ribu orang-orang yang dituduh komunis kemudian dibunuh.
Jumlah korban jiwa pada 1966 mencapai setidaknya 500.000; yang paling parah terjadi di
Jawa dan Bali.

[sunting] Era Orde Baru


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Orde Baru

Setelah Soeharto menjadi Presiden, salah satu pertama yang dilakukannya adalah
mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Indonesia pada tanggal 19 September
1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan
PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB", dan menjadi anggota PBB
kembali pada tanggal 28 September 1966, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama
kalinya.
Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai
presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978,
1983, 1988, 1993, dan 1998.

Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis
mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada
akhir masa jabatannya. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai
tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi
militer namun dengan nasihat dari ahli ekonomi didikan Barat. Selama masa
pemerintahannya, kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara
besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di
Indonesia. Contohnya, jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun
1970-an dan 1980-an. Dia juga memperkaya dirinya, keluarganya, dan rekan-rekat dekat
melalui korupsi yang merajalela.

[sunting] Irian Jaya

Setelah menolak supervisi dari PBB, pemerintah Indonesia melaksanakan "Act of Free
Choice" (Aksi Pilihan Bebas) di Irian Jaya pada 1969 di mana 1.025 wakil kepala-kepala
daerah Irian dipilih dan kemudian diberikan latihan dalam bahasa Indonesia. Mereka secara
konsensus akhirnya memilih bergabung dengan Indonesia. Sebuah resolusi Sidang Umum
PBB kemudian memastikan perpindahan kekuasaan kepada Indonesia. Penolakan terhadap
pemerintahan Indonesia menimbulkan aktivitas-aktivitas gerilya berskala kecil pada tahun-
tahun berikutnya setelah perpindahan kekuasaan tersebut. Dalam atmosfer yang lebih terbuka
setelah 1998, pernyataan-pernyataan yang lebih eksplisit yang menginginkan kemerdekaan
dari Indonesia telah muncul.

[sunting] Timor Timur

Dari 1596 hingga 1975, Timor Timur adalah sebuah jajahan Portugis di pulau Timor yang
dikenal sebagai Timor Portugis dan dipisahkan dari pesisir utara Australia oleh Laut Timor.
Akibat kejadian politis di Portugal, pejabat Portugal secara mendadak mundur dari Timor
Timur pada 1975. Dalam pemilu lokal pada tahun 1975, Fretilin, sebuah partai yang dipimpin
sebagian oleh orang-orang yang membawa paham Marxisme, dan UDT, menjadi partai-partai
terbesar, setelah sebelumnya membentuk aliansi untuk mengkampanyekan kemerdekaan dari
Portugal.

Pada 7 Desember 1975, pasukan Indonesia masuk ke Timor Timur dalam sebuah operasi
militer yang disebut Operasi Seroja. Indonesia, yang mempunyai dukungan material dan
diplomatik, dibantu peralatan persenjataan yang disediakan Amerika Serikat dan Australia,
berharap dengan memiliki Timor Timur mereka akan memperoleh tambahan cadangan
minyak dan gas alam, serta lokasi yang strategis.

Pada masa-masa awal, pihak militer Indonesia (ABRI) membunuh hampir 200.000 warga
Timor Timur — melalui pembunuhan, pemaksaan kelaparan dan lain-lain. Banyak
pelanggaran HAM yang terjadi saat Timor Timur berada dalam wilayah Indonesia.

Pada 30 Agustus 1999, rakyat Timor Timur memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia
dalam sebuah pemungutan suara yang diadakan PBB. Sekitar 99% penduduk yang berhak
memilih turut serta; 3/4-nya memilih untuk merdeka. Segera setelah hasilnya diumumkan,
dikabarkan bahwa pihak militer Indonesia melanjutkan pengrusakan di Timor Timur, seperti
merusak infrastruktur di daerah tersebut.

Pada Oktober 1999, MPR membatalkan dekrit 1976 yang mengintegrasikan Timor Timur ke
wilayah Indonesia, dan Otorita Transisi PBB (UNTAET) mengambil alih tanggung jawab
untuk memerintah Timor Timur sehingga kemerdekaan penuh dicapai pada Mei 2002 sebagai
negara Timor Leste.

[sunting] Krisis ekonomi

Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya didampingi B.J. Habibie.

Pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih
jelas lihat: Krisis finansial Asia), disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga
minyak, gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Rupiah jatuh, inflasi
meningkat tajam, dan perpindahan modal dipercepat. Para demonstran, yang awalnya
dipimpin para mahasiswa, meminta pengunduran diri Soeharto. Di tengah gejolak kemarahan
massa yang meluas, serta ribuan mahasiswa yang menduduki gedung DPR/MPR, Soeharto
mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti
ketujuh. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden, B. J. Habibie, untuk menjadi
presiden ketiga Indonesia.

[sunting] Era reformasi


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Reformasi

[sunting] Pemerintahan Habibie

Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah
kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-
negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan
politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.

[sunting] Pemerintahan Wahid

Pemilu untuk MPR, DPR, dan DPRD diadakan pada 7 Juni 1999. PDI Perjuangan pimpinan
putri Soekarno, Megawati Sukarnoputri keluar menjadi pemenang pada pemilu parlemen
dengan mendapatkan 34% dari seluruh suara; Golkar (partai Soeharto - sebelumnya selalu
menjadi pemenang pemilu-pemilu sebelumnya) memperoleh 22%; Partai Persatuan
Pembangunan pimpinan Hamzah Haz 12%; Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 10%. Pada Oktober 1999, MPR melantik Abdurrahman
Wahid sebagai presiden dan Megawati sebagai wakil presiden untuk masa bakti 5 tahun.
Wahid membentuk kabinet pertamanya, Kabinet Persatuan Nasional pada awal November
1999 dan melakukan reshuffle kabinetnya pada Agustus 2000.

Pemerintahan Presiden Wahid meneruskan proses demokratisasi dan perkembangan ekonomi


di bawah situasi yang menantang. Di samping ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut,
pemerintahannya juga menghadapi konflik antar etnis dan antar agama, terutama di Aceh,
Maluku, dan Papua. Di Timor Barat, masalah yang ditimbulkan rakyat Timor Timur yang
tidak mempunyai tempat tinggal dan kekacauan yang dilakukan para militan Timor Timur
pro-Indonesia mengakibatkan masalah-masalah kemanusiaan dan sosial yang besar. MPR
yang semakin memberikan tekanan menantang kebijakan-kebijakan Presiden Wahid,
menyebabkan perdebatan politik yang meluap-luap.

[sunting] Pemerintahan Megawati

Pada Sidang Umum MPR pertama pada Agustus 2000, Presiden Wahid memberikan laporan
pertanggung jawabannya. Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran menyerbu MPR dan
meminta Presiden agar mengundurkan diri dengan alasan keterlibatannya dalam skandal
korupsi. Di bawah tekanan dari MPR untuk memperbaiki manajemen dan koordinasi di
dalam pemerintahannya, dia mengedarkan keputusan presiden yang memberikan kekuasaan
negara sehari-hari kepada wakil presiden Megawati. Megawati mengambil alih jabatan
presiden tak lama kemudian.Kabinet pada masa pemerintahan Megawati disebut dengan
kabinet gotong royong.

[sunting] Pemerintahan Yudhoyono

Pada 2004, pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan Susilo Bambang Yudhoyono
tampil sebagai presiden baru Indonesia. Pemerintah baru ini pada awal masa kerjanya telah
menerima berbagai cobaan dan tantangan besar, seperti gempa bumi besar di Aceh dan Nias
pada Desember 2004 yang meluluh lantakkan sebagian dari Aceh serta gempa bumi lain pada
awal 2005 yang mengguncang Sumatra.

Pada 17 Juli 2005, sebuah kesepakatan bersejarah berhasil dicapai antara pemerintah
Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan
selama 30 tahun di wilayah Aceh.