LATAR BELAKANG Pencemaran udara menjadi masalah yang serius terlebih tahun-tahun terakhir ini terutama di kota

-kota besar. Upaya pengendalian pencemaran termasuk pencemaran udara pada dasarnya adalah menjadi kewajiban bagi setiap orang. UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup mengamanatkan bahwa setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas udara sejak tahun 1992 telah melaksanakan Program Langit Biru sebagai upaya untuk mengendalikan pencemaran udara baik yang berasal dari sumber bergerak maupun tidak bergerak, yang selanjutnya dikukuhkan dengan Kepmen LH No. 15/1996 tentang Langit Biru. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 2/2002 maka Program Langit Biru menjadi bagian kegiatan dari program Kementerian Lingkungan Hidup dalam mengembangkan sistem penaatan terhadap sumber pencemaran emisi sumber bergerak. Namun demikian Kementerian Lingkungan Hidup menganggap perlu melakukan upaya peningkatan partisipasi masyarakat terhadap pencemaran udara yang semakin buruk kondisinya. Selama ini Program Langit Biru belum memiliki logo yang memudahkan masyarakat untuk mengenal dan memahami Program Langit Biru. Salah satu upaya tersebut adalah melalui lomba logo Langit Biru dengan tema ? Udara Bersih - Indonesia ?, logo Langit Biru dimaksudkan untuk mendekatkan Program Langit Biru, sehingga dengan melihat logo tersebut masyarakat sudah mengenal dan mengetahui arti Program Langit Biru. Logo Langit Biru akan digunakan dalam bahan-bahan publikasi, seperti buku-buku, brosur, pin, spanduk dan t?shirt. Misi Langit Biru adalah : 1. Mengembangkan kebijakan nasional dalam pengendalian pencemaran udara 2. Meningkatkan kapasitas daerah dalam pengendalian pencemaran udara melalui penguatan isntitusi di daerah dan pemanfaatan teknologi

Lomba logo Langit Biru diumumkan melalui website :www. PELAKSANAAN LOMBA LOGO LANGIT BIRU : UDARA BERSIH INDONESIA Lomba Logo Langit Biru di laksanakan pada periode Mei ? Juli 2006.go.Anggota:TitiKamal(Artis) 5. Logo Langit Biru yang terbaik akan diresmikan penggunaanya secara nasional oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup dan akan diluncurkan pada acara Expose Pemantauan Kualitas Bahan Bakar Bensin dan Solar di 20 kota pada tanggal 6 September2006 di Hotel Dharmawangsa. dan terbuka untuk umum. Meningkatkan partisipasi peran masyarakat dalam mewujudkan udara bersih.id pada tgl 6 September 2006. Buku ini menuangkan kilas kegiatan lomba Logo Langit Biru dan penjelasan makna dari Logo Langit Biru tersebut.Anggota : Restiti (LSM) Peserta Lomba Logo Langit Biru . Dewan Juri Dewan juri lomba Logo Langit Biru berasal dari berbagai kalangan yang mewakili pihak-pihak terkait yaitu : 1.Anggota:SubrontoLaras(PengusahaOtomotif) 8.3.Anggota:BambangTrisulo(Gaikindo) 3.Ketua:RidwanD.Anggota:JohanSilas(InstitutTeknologiSurabaya) 7.Anggota:PriyantoSunarto(InstitutTeknologiBandung) 9.Tamin(KementerianLingkunganHidup) 2.menlh.Anggota:KemasRidwanKurniawan(UniversitasIndonesia) 4. Meningkatkan mekanisme pengawasan dan pengendalian. pencegahan dan pemulihan kualitas udara 4.Anggota:ParniHadi(RRI) 6. guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

Jumlah karya atau desain logo yang ikut dalam lomba Logo Langit Biru adalah 288 karya. Makna gambar: menghubungkan bentuk gambar dikaitkan dengan tema udara bersih maupun upaya pengendaliannya 2. pin. Visual kupu-kupu dibikin dua warna mempunyai . Aspek visualisasi meliputi keunikan. dll) maupun di berbagai media. selanjutnya desain logo yang telah memenuhi syarat administratif diserahkan kepada Dewan Juri untuk dinilai. tas. kreativitas dan originalitas 3. Pemenang Logo Langit Biru Konsep Visual : Konsep logo ?Langit Biru? mengambil ide dari ikon kupu-kupu. Dari 20 karya logo yang lulus seleksi tahap I. 5 logo terbaik terdiri dari satu logo sebagai pemenang terbaik dan 4 logo sebagai pemenang hiburan. Kriteria Penilaian Karya Logo Langit Biru Kriteria yang digunakan dalam penilaian karya Logo Langit Biru adalah sebagai berikut : 1. Dari 35 logo yang lulus seleksi tahap II dipilih lagi sejumlah 10 logo untuk seleksi tahap III. Dimana ikon tersebut merupakan perwakilan dari alam yang bersih/sejuk. Penilaian terhadap desain logo yang telah lolos seleksi awal dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2006 untuk mendapatkan 70 karya logo. Hal ini memberikan indikasi adanya respon yang positif dari masyarakat terhadap Program Langit Biru. Seleksi tahap IV dilakukan untuk mendapatkan 5 logo terbaik. Applicability yaitu penggunaannya pada berbagai barang (kaos. keindahan. Logo sebagai pemenang terbaik akan digunakan sebagai logo "Langit Biru" dan akan diresmikan oleh MENLH untuk dipakai secara nasional. Tahapan Penjurian Tahap awal dalam rangkaian penilaian karya Logo Langit Biru adalah penseleksian secara administratif. dipilih lagi sejumlah 35 logo.

” tambah Buyung. maka kelebihannya itu dikenakan harga 200 persen dari harga standar.Kenaikan harga dan keterbatasan gas yang dijual PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ke stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) menghambat program Pemda DKI dalam menciptakan langit biru untuk menekan polusi udara Jakarta. Itupun daya isinya membutuhkan waktu cukup lama atau mencapai 15 menit untuk isi penuh. PGN mengeluarkan ketentuan penggunaan batas minimal dan maksimal bagi SPBG. dan hal itu bisa dilaksanakan di SPBG Jalan Perintis Kemerdekaan. Kondisi itu tentu bisa berimbas pada angkutan umum yang menggunakan bahan bakar gas (BBG). Sedangkan hasil jual gas PGN untungnya hanya sekitar Rp 300Rp400 per lsp.562 per liter setara premium (lsp) dengan keuntungan Rp 850 per lsp.com. Terdapat perbedaan jika menggunakan kesepakatan dengan PT Pertamina karena di Pertamina tidak ada syarat batas kuota minimal dan maksimal.” ucap Buyung seraya menyatakan hal ini akan merugikan pengusaha jika pasokan gasnya dari PGN. "Harga pun jauh lebih murah dibanding dengan gas dari PGN. . Warm. KOMPAS. Keluhan itu disampaikan Direktur PT Aksara Andalan Prima. Pasar Minggu. Friendly. “Harga gas PGN pun sangat tergantung nilai tukar dolar AS karena PGN jualnya pakai dolar bukan rupiah seperti Pertamina. Down to earth.tujuan untuk memperkuat kesan bersih. dan Daan Mogot. “Kalau ternyata kebutuhan gas kita dalam sebulan melebihi kuota yang disepakati. Begitu pula jika penjualannya di bawah batas minimal. fresh. bahkan persyaratan PGN ke penjual sangat rumit. Buyung Atang.” tambah Buyung. Sedangkan SPBG pasokan PGN isi full tank hanya butuh waktu empat menit. selain itu diperkuat juga dengan bentuk hati. Moderm. pembayarannya dihitung per batas minimal. Dia mengatakan. Konsep Grafis : Simple. SPBG dengan gas pasokan Pertamina di DKI hanya ada di Jalan Pemuda. Harga jual dari Pertamina adalah Rp 2. Bukan hanya harga. di Jakarta Selasa (20/4/2010). Gandaria. sejuk dan segar. Penggunaan warna biru dan putih melambangkan unsure-unsur natural atau alam yang sejuk dan segar JAKARTA.

Sedangkan SPBG di pool busway di Kramat Jati. Kendati demikian. "Dengan mengendalikan laju pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber bergerak seperti kendaraan bermotor. masih berjalan di tempat. untuk menyukseskan pelaksanaan program Langit Biru memang sulit dan perlu waktu -. Sudirman di Denpasar. dibuktikan dengan dikeluarkannya intruksi Gubernur Bali Nomor 2 tahun 1997 tentang kewajiban menggunakan bahan bakar LPG bagi kendaraan bermotor. Jakarta Timur. program Langit Biru Di Bali Jalan Di Tempat Denpasar. Penggunaan bahan bakar ramah lingkungan merupakan solusi yang paling tepat untuk masa sekarang dan mendatang dalam mengendalikan laju pencemaran dari sumber bergerak. Berdasarkan sumbernya.tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk sumber bergerak. Kesungguhan Propinsi Bali menyikapi program itu. Sumber tidak bergerak. dapat menunjang program Langit Biru secara nyata. "Saat ini Bapedal Regional II bersama-sama dengan Bapedalda Propinsi Bali masih melakukan . memasyarakat program Langit Biru melalui media massa serta penggunaan bahan bakar LPG.Selain itu." ucapnya. telah melakukan upaya untuk turut serta berpartisipasi menyukseskan program tersebut. kampanye sadar udara bersih. antara lain dilakukan melalui sosialisasi peningkatan kesadaran dan peranserta masyarakat untuk menurunkan emisi gas buang kendaraan. Program Langit Biru di Bali dilaksanakan dengan melakukan pengendalian pencemaran udara dan pemantauan kualitas udara. kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Regional II. Kondisi tersebut terjadi akibat kurangnya koordinasi lintas sektoral dan minimnya kesadaran masyarakat dalam memahami arti pentingnya pelaksanaan program tersebut. akan dioperasikan SPBG Kampung Rambutan dan SPBG Pinang Ranti pekan depan. Rabu. sangat tergantung kemampuan gas yang ada di PGN. kata Buyung." kilahnya. Ir. di Bali tidak terdapat industri besar. karena stok gas masih terbatas. sumber tidak bergerak dan sumber gangguan. 1 November 2000 23:03 Pelaksanaan program Langit Biru yang dicanangkan pemerintah untuk tujuan pengendalian pencemaran udara di Bali. kini belum berjalan secara optimal atau dengan kata lain. Bali yang merupakan salah satu propinsi prioritas tambahan dalam pelaksanaan program Langit Biru. "Selain kurang adanya koordinasi dengan instansi terkait. pengendalian pencemaran udara dilaksanakan melalui sumber bergerak.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3530). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3538). • Menimbang : 1. 8. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor 12. Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3215). 7. Khusus untuk yang terakhir.taraf inventarisasi terhadap industri yang berpotensi mengeluarkan gas baung yang berbahaya. MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP. 6. Baku Tingkat Getaran dan Baku Tingkat Kebauan. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koordinasi Kegiatan Instansi Vertikal di Daerah (Lembaran Negara Tahun 1988 Nomor 10. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi (Lembaran Negara Tahun 1993 Nomor 64. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274). 5. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Lembaran Negara Tahun 1993 Nomor 84. 4. • . 2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 49. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintah di daerah (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 38. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 22. bahwa sebagai salah satu upaya pengendalian pencemaran udara dari kegiatan sumber bergerak dan sumber tidak bergerak dilakukan dengan program langit biru. belum bisa berjalan maksimal. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3528). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3459). demikian Sudirman. perlu dilakukan upaya pengendaliannya. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan (Lembaran Negara Tahun 1993 Nomor 60. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup telah mengeluarkan peraturan tentang Baku Tingkat Kebisingan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3373)." ujarnya. 3. bahwa untuk mencegah terjadinya pencemaran udara dan mewujudkan perilaku sadar lingkungan. bahwa sehubungan dengan hal tersebut perlu ditetapkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentang Progam Langit Biru. 2. 9. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. 3. Sedangkan sumber gangguan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3480). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3037).

bimbingan teknis. 14. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kedudukan. 12. Bapedal adalah Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Pasal 2 (1) Program Langit Biru bagi: 1. Fungsi. atau Gubernur Kepala Daerah Istimewa. 7. koordinasi. Emisi adalah makhluk hidup. Menteri adalah Menteri yang ditugaskan mengelola lingkungan hidup. 2. 4. . Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 1994 tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Gubernur adalah Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. energi. Dalam kegiatan ini. Susunan Organisasi dan tata Kerja Menteri Negara. sumber tidak bergerak dengan melakukan penentapan kebijaksanaan teknis. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP13/MENLH/3/1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak MEMUTUSKAN Menetapkan :KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP TENTANG PROGRAM LANGIT BIRU • Pasal 1 (1) Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. pemeriksaan pemantauan penaatan baku mutu emisi. 13. Baku mutu emisi adalah batas maksimum emisi yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan. dan atau komponen lain yang dihasilkan dari kegiatan yang masuk atau dimasukkan ke udara ambien. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP35/MENLH/10/1993 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. evaluasi dari hasil pemantauan dan pemulihan kualitas lingkungan. 15. 6. Sumber bergerak adalah sumber emisi yang tidak tetap pada suatu tempat. Tugas Pokok.10. sumber tidak bergerak adalah sumber emisi yang tetap pada suatu tempat. wilayahnya dipilih menjadi pelaksana HBKB pertama kali. sumber bergerak dengan melakukan penetapan kebijaksanaan teknis. 3. Program Langit Biru adalah suatu program pengendalian pencemaran udara dari kegiatan sumber bergerak dan sumber tidak bergerak. bimbingan teknis. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/M Tahun 1993 tentang Pembentukan Kabinet Pembangunan VI. zat. 11. 2. • Sementara Camat Pademangan Sukatmo menjelaskan. Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 103/M Tahun 1993 tentang Pengangkatan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. 8.

dan berakhir di Jl Parang Tritis kelurahan Ancol Jakarta Utara. Polsak Pademangan. pemerintah Jakarta Utara berencana membuat jalan khusus sepeda yang menghubungkan lokasi 12 jalur destinasi wisata. meningkatnya kepedulian industri dan kendaraan bermotor. Ditambah Hotman. para pemilinya awalnya menggunakan bahan bakar fosil meralih ke bahan bakar ramah lingkungan. Jarak yang ditempuh sekitar 3 Km." tambah Hotman. serta para generasi muda dan anggota PKK ikut ambil bagian. Koramil bahkan pegawai di kelurahan dan RW. . kriteria salah satu Kota untuk mendapatkan penghargaan langit Biru antara lain. merupakan tindak lanjut dari program tingkat kota untuk ikut memasyarakatkan HBKB yang pada akhirnya menciptakan program langit biru atau ramah lingkungan. tenda makanan cepat saji dan minuman. Sementara Kepala Kantor Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) Jakarta Utara Hotman Silaen mengatakan. Di Lokasi akhir sepeda santai ini juga di sajikan panggung hiburan.sedikitnya dikikuti 300 orang bersepeda secara konfoi yang dimulai dari kantor Kecamatan melintasi Jl RE Martadinata. "Kegiatan HBKB juga salah satu kriteria dalam penilaian Lomba langit Biru tingkat Asean yang akan diumumkan pada tahun 2011 nanti. dan pegawai baik kecamatan. hal ini semata-mata untuk meningkatkan silaturahmi dan menyadarkan warga betapa pentingnya lingkungan udara yang ramah/ sehat. misalnya dari bahan bakar solar menjadi bahan bakar gas. "Mudah-mudahan Jakarta Utara bisa meraih penghargaan langit biru tingkat Asean. kita berdoa dan berusaha meraihnya dengan peran serta semua pihak." ujarnya. Jl Karang Bolong. Di Jakarta Utara sendiri sudan ada beberapa industri seperti PLTD menjadi PLTU Muara Karang. Namun saat ini sedang dikaji lokasi mana yang akan lebih dulu dibuat jalur sepeda. Kegiatan ini tambah Sukatmo. Indonesia Power (Penghasil Listrik) dan beberapa industri lainnya. Bahkan menurut rencana Busway (kendaraan angkutan massal berbahan bakar gas) akan segera beroperasi di Jakarta Utara. bisa menurunkan kadar kualitas pencemaran udara. pertandingan futsal antar Karang Taruna. warga Jakarta Utara saat ini sebagian besar sudah menggunakan gas untuk memasak. dan Jakarta Utara mendapatkan penghargaan Langit Biru dari pemerintah pusat karena telah memenuhi kriteria tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan implementasi Kebijakan Program Langit Biru Sumber Tidak Bergerak di Kabupaten Gresik yaitu Koordinasi dengan instansi-instansi terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup. ketersediaan aparat pelaksana. Pentaatan terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Kep-MENLH No. Kepdal 205/ Bapedal/07/1996. Kepala Sub Dinas Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan.faktor yang mempengaruhi Program Langit Biru di Kabupaten Gresik. Industri-industri di Kawasan Kabupaten Gresik. karena terdapat beberapa tahapan implementasi yang belum terlaksana dengan baik. dan ketersediaan sumber daya fasilitas. Hasil penelitian memberi kesimpulan bahwa pelaksanaan Prolabi di kabupaten Gresik belum optimal. komunikasi Sumber Daya dalam kebijakan Prolabi STB meliputi ketersediaan sumber dana. Dinas Perindustrian dan perdagangan. 41 tahun 1999. Kepala Pelaksana Program Dinas Perindustrian. Subjek penelitian didapat dengan melakukan wawancara. Dari hal tersebut di atas peneliti ingin mengetahui implementasi kebijakan Program Langit Biru di Kabupaten Gresik dan faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan Program Langit Biru di Kabupaten Gresik. Penetapan target industri Prolabi yang terdiri atas 405 industri yang terbagi dalam 6 pembagian Zona Sistem Tanggap darurat industri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptiif kualitatif.Penelitian ini dilatar belakangi oleh setiap kegiatan industri yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup sebagaimana pencemaran industri yang ada sekarang. Pihak-pihak yang diwawancarai meliputi: Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Dampak yang paling terasa akibat pertumbuhan industri adalah meningkatnya pencemaran lingkungan hidup akibat tidak sempurnanya sistem pembuangan. Jurusan Ilmu Pemerintahan. Danis AR. pelaku industri dan masyarakat.13 tahun 1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak. dan masyarakat di sekitar kawasan industri. baik air limbah maupun emisi. Teori yang digunakan untuk menunjang penelitian ini adalah teori tentang implementasi kebijakan dan program langit biru. Faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan Program Langit Biru Sumber Tidak Bergerak di Kabupaten Gresik adalah struktur birokrasi. Pemantauan sarana pengendalian dan kualitas udara oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemantauan secara keseluruhan.Rukhama: 02230118 . Penandatangan surat pernyataan untuk industri yang turut serta dalam Prolabi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. dan PP RI No. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Strategi Pengendalian . Dengan latar belakang dan permasalahan tersebut diharapkan peneliti memperoleh gambaran tentang implementasi kebijakan dan faktor. . Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Prolabi ini juga belum terkoordinir dengan baik. Dinas Kesehatan. Staf Wasdal Pencemaran Tanah dan Udara Bapedal Jawa Timur. Untuk itulah diperlukan adanya kemauan yang baik antara pihak pemerintah. Analsis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. observasi dan dokumentasi.

demografi. Gambar 4. adat istiadat. seperti antara lain faktor geografi. satu hal yang perlu disadari adalah keterbatasan dana sejatinya tidak menjadi penghalang bagi pemerintah kota dalam melakukan pengendalian emisi dari sektor transportasi jalan.1: Elemen pengendalian emisi sektor transportasi jalan Penjelasan mengenai masing-masing elemen disajikan dalam Bab 4 ini. tingkat pendidikan masyarakat. Intervensi tersebut secara skematis dapat dikelompokkan menjadi empat elemen sebagaimana yang ditampilkan dalam Gambar 4.1. kebudayaan. Elemen manajemen kebutuhan transportasi yang kewenangan sepenuhnya berada di tangan pemerintah kota diuraikan secara lebih rinci disertai ilustrasi maupun foto. agar dihasilkan strategi yang efektif.dalam merumuskan strategi pengendalian emisi dari sektor transportasi jalan. Tentunya disesuaikan dengan keadaan nyata masing-masing kota. Justru keterbatasan tersebut hendaknya menjadi pendorong bagi pemerintah kota . dan tingkat kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya. Sebelum lebih lanjut menyimak pembahasan dalam Bab 4. Penjelasan mengenai prinsip kelima pada bagian akhir Bab 3 tersebut telah menyinggung secara umum titik-titik intervensi untuk mengendalikan emisi dari sektor transportasi jalan. Intervensi yang dimaksud yakni untuk mengendalikan emisi per km dari tiap kendaraan bermotor dan total panjang perjalanan kendaraan bermotor. Prinsip kelima secara khusus menegaskan pentingnya menyusun strategi yang menyentuh akar persoalan dan memerhatikan keadaaan nyata yang ditemui di masing-masing kota. perkembangan ekonomi. Seluruh informasi pada Bab 4 ini diharapkan dapat memberi gambaran dan menjadi inspirasi bagi pemerintah kota dalam merancang strategi bagi kotanya. 74 Strategi pengendalian Kemudian mengacu pada keempat elemen yang saling terkait tersebut dapat dikembangkan beragam strategi pengendalian.

sebagaimana dirangkum dalam Kotak 4. Lerner adalah seorang demonstran. Kotak 4. “Bukan konsep statis yang hanya merencanakan peruntukan wilayah dan hirarki jalan. dibutuhkan suatu konsep yang dinamis.untuk melahirkan strategi inovatif yang sesuai dengan karakteristik kotanya. pernah mendemo kebijakan walikota Curitiba saat itu. sang walikota berencana mengubah pusat kota dengan membangun jalan besar dengan cara memperlebar jalan. sebelum diangkat menjadi walikota. Menurut Lerner. pengembangan Kota Curitiba berhasil dikerjakan dengan apik.” kata Lerner. untuk mengembangkan sebuah kota. Pada 1961. Bahan bakar bersih Manajemen kebutuhan transportasi Teknologi kendaraan bermotor (ambang batas emisi) Pengujian & perawatan kendaraan bermotor Kota di persimpangan jalan 75 Kunci suksesnya ada di komitmen pemerintah kota untuk mewujudkan udara yang baik dan sehat bagi seluruh warganya. yang kini dihuni sekitar 1. sebuah kota di negeri Samba itu. ibukota Parana City. inovator pembangunan kota berkelanjutan Di Kota Curitiba. saat masih menjadi mahasiswa. Mari kita mulai pembahasan pada Bab 4 dengan belajar bagaimana komitmen dan inovasi berperan penting dari pengalaman Curitiba. Mengapa Lerner nekat menentang rencana gubernurnya? Rupanya.1: Jaime Lerner. sebuah kota di Brazil. Padahal. . di tangan Lernerlah. ia punya pemikiran sendiri tentang pengembangan sebuah kota. “Proyek itu akhirnya hanya akan membunuh sejarah dan karakter kota. Ia tak cuma dikenang sebagai salah seorang Walikota Curitiba. Tapi. Sebab.1.8 juta penduduk (Wikipedia 2008). Lerner bersama mahasiswa lain. nama Jaime Lerner sangat kondang.” ujarnya.

Tapi. Dalam 30 tahun terakhir ekonominya tumbuh sebesar 7. konsep pengembangan kota yang dipikirkannya adalah sebuah rechargeable city. Sumber foto: Lina Faria Gambar Jaime Lerner di dalam halte BRT rancangannya Kota di persimpangan jalan 77 Sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang kini diadopsi banyak negara adalah buah inovasi di masa pemerintahannya. Upaya penentangan Lerner itu berbuah hasil. Maksudnya. karena ia sadar akan kondisi perekonomian Brazil yang sedang megap-megap. Akhirnya didapatkanlah beberapa buah rancangan yang dianggap optimal guna pengembangan kota. harus pula mulai dikembangkan sebuah pemikiran untuk menjadikan kota punya komitmen terhadap lingkungan. Dan. kota yang mampu meminimalkan pemborosan dan memaksimalkan penghematan. Dengan konsep ini. serta melibatkan masyarakat Brazil. tidak serta-merta konsep itu dijadikan sebagai rancangan akhir pengembangan. harus mulai ditinggalkan. Jauh sebelum kendaraan bermotor terlanjur menguasai kehidupan di kota. . Maka. asumsi yang menganggap bahwa manusia memiliki sumber daya yang 76 Strategi pengendalian tak terbatas.Di benak Lerner. Dan. murah. Angkutan umum massal setara dengan kualitas pelayanan metro (kereta api bawah tanah) akhirnya dapat dimiliki Curitiba dengan biaya yang hanya seperseratus biaya membangun metro. Lerner sudah memikirkan angkutan massal untuk kotanya. Majalah Reade’s Digest menempatkan Curitiba sebagai kota terbaik di Brazil. Lerner pun akhirnya ditunjuk pemerintah militer Brazil menjadi walikota Curitiba. Sepuluh tahun setelah melakukan aksi demonstrasi menentang rencana pengembangan kota.1 persen. Lerner termasuk salah seorang anggota tim arsitek yang memenangkan sayembara tersebut. Warga kota pun masih diajak diskusi untuk memperoleh hasil yang paling baik. Walikota menyerah dan akhirnya mengadakan sayembara perancangan master plan Curitiba. Lerner harus memikirkan sesuatu yang sederhana. Selain itu. dapatlah ia sebuah kesempatan untuk mewujudkan konsep pengembangan kota yang sudah lama mengendap di otaknya.

If you cut two. Lerner membuka rahasia sukses inovasinya: “Creativity starts when you cut a zero from your budget. Mulai tahun 2005. . TED (2007) 4. yakni maksimal 500 ppm. Dalam hal ini pemerintah kota dapat pro aktif menyampaikan permintaan kepada produsen agar pasokan solar ke daerahnya mempunyai kandungan belerang yang sesuai. Sumber: Kompilasi dari Rabinovitch dan Leitman (1996). much better” . Bahan bakar minyak merupakan bahan bakar yang digunakan mayoritas kendaraan bermotor di Indonesia.1 Elemen ke-1: bahan bakar yang lebih bersih Bahan bakar yang lebih bersih akan menghasilkan emisi yang lebih rendah disamping merupakan prasyarat agar kendaraan bermotor dengan teknologi rendah emisi dapat beroperasi. Hal ini sesuai dengan spesifikasi bahan bakar yang dibutuhkan teknologi kendaraan bemotor berbahan bakar bensin yang setara dengan EURO 2. Dukungan dari pemerintah kota sangat diharapkan dalam melakukan pemantauan tersebut. Semenjak 1 Juli 2006. ted.Kreatifitas muncul ketika kita coret satu angka nol dari budget. KNLH memantau kualitas bensin dan solar yang didistribusikan di Indonesia sebagai bagian dari Program Langit Biru untuk memastikan kualitas yang beredar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Dalam presentasinya tentang Sustainable City yang bisa disaksikan di http://www. Hasil pemeriksaan kualitas bensin pada tahun 2007 menguatkan bahwa seluruh 78 Strategi pengendalian Indonesia telah memasuki era bensin bebas timbel. Pertamina sudah tidak menginjeksikan timbel pada bensin. Di samping mengawasi kualitas BBM yang dipasok produsen ke wilayahnya. Sementara kandungan belerang dalam solar di Indonesia masih tinggi. justru makin baik. Bila dua yang dicoret.com.lebih tinggi dari laju pertumbuhan ekonomi nasional Brazil.

yang salah satu parameternya ambang batas emisi gas .pemerintah kota juga perlu memantau kemungkinan pencampuran BBM dengan bahan berbahaya di SPBU.2 Elemen ke-2: teknologi kendaraan bermotor yang lebih bersih Teknologi kendaraan bermotor yang lebih bersih. Selain itu pemerintah kota juga dapat menggali peluang untuk memanfaatkan bahan bakar alternatif yang menghasilkan emisi per km lebih rendah seperti bahan bakar gas maupun bahan bakar nabati. 4/2009 dan ambang batas gas buang kendaraan bermotor lama dalam Permen LH No. 4. Semakin ketat ambang batas yang berlaku berarti teknologi kendaraan bermotor tersebut semakin rendah emisi. yakni ambang batas emisi gas buang bagi kendaraan bermotor tipe baru yang ditetapkan dalam Permen LH No. pengecer maupun konsumen. Pemantauan dilakukan setiap tahun oleh KNLH. Yang dapat dilakukan untuk merealisasikan ‘Bahan Bakar yang Bersih’: • Pemerintah kota dapat meminta hasil pemantauan kualitas bensin dan solar yang didistribusikan di Indonesia kepada KNLH. Ada dua jenis ambang batas emisi gas buang yang berlaku secara nasional. • Pemerintah kota dapat proaktif meminta pasokan BBM dengan kualitas yang lebih baik kepada produsen BBM. Kota di persimpangan jalan 79 Ambang batas emisi gas buang berasosiasi dengan teknologi kendaraan bermotor. yang sesuai dengan ambang batas emisi gas buang bertujuan mengendalikan besarnya emisi per km yang dihasilkan kendaraan bermotor. • Pemerintah kota perlu memantau kemungkinan pencampuran BBM dengan bahan aditif oleh distributor lokal. • Pemerintah kota dapat menggali potensi pemakaian bahan bakar alternatif yang lebih bersih. 5/2006. Seluruh kendaraan bermotor yang masuk ke pasar Indonesia saat ini sudah diwajibkan lulus uji tipe.

. 4/2009. 2008b). Proses alih teknologi kendaraan bermotor tersebut dapat dipercepat dengan memperketat ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor lama. 4/2009 diharapkan dapat mendorong proses alih teknologi ke kendaraan bermotor rendah emisi di Indonesia. Untuk kategori kendaraan bermotor roda empat. maka pemilik kendaraan bermotor Yang dapat dilakukan untuk merealisasikan ‘Teknologi Kendaraan Bermotor yang Bersih’: Gubernur dapat menetapkan ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor lama yang lebih ketat dari pada ketetapan nasional. 4/2009 tersebut telah setara dengan standar EURO 2. Secara teoritis kendaraan bermotor dengan teknologi yang setara dengan EURO 2. Permen LH No. Permen LH No. 4/2009 ditetapkan sesuai dengan teknologi terbaik yang mungkin diterapkan di Indonesia (best practicable technology) dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi dan kesiapan industri otomotif dalam negeri. Ambang batas tersebut ditetapkan berdasarkan suatu asumsi tingkat teknologi serta tingkat perawatan yang diinginkan serta ketersediaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi.buang yang mengacu pada Permen LH No. emisi per km nya 90% lebih rendah dibanding teknologi kendaraan pra-EURO (KNLH. Bila ambang batas tersebut diperketat. ambang batas yang ditetapkan dalam Permen LH No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful