Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN II

PAKIS HAJI

Cycas rumphii
KELOMPOK III

• PHIKA AINNADYA HASAN H41109260

• ST. HATIJAH H41109262

• IRMAYANTI

• TENRI SA’NA WAHID

• YUSDAR M

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2011
Sejarah Singkat Pakis Haji.

Meskipun pertama sah dijelaskan pada tahun 1839 oleh Miquel botani

Belanda, keberadaan takson Malesian berbeda pertama kali diakui oleh Roxburgh

(1832: 747), atas dasar tanaman dalam budidaya di Calcutta Botanic Gardens. Dia

mengakui bahwa dua taksa hadir, memperlakukan satu sebagai C. circinalis dan

menggambarkan lainnya sebagai spesies baru C. spherica. Roxburgh telah

Namun, keliru menerapkan nama baru C. spherica untuk tanaman

milik C.circinalis kelompok. Takson Malesian berbeda ia kemudian dirawat di

bawah nama C. circinalis, meskipun ia juga campuran bahan dua taksa dengan

perincian masing-masing (Edward dan Robert, 2009).

Spesies ini seperti yang diakui oleh Miquel (1839: 45) didasarkan pada

bagian dari Olus Calappoides dari Rumphius (1741). Miquel tidak pernah jelas

batas-batas tertentu takson ini, pada bahan memisahkan pertama dari Sulawesi

sebagai C. celebica (1839: 45), dan kemudian (1868: 232), menggabungkan

keduanya. Dia juga memisahkan material dari Timor sebagai C. var. Rumphii

timorensis(1841: 125), dan dari Jawa sebagai C. circinalis var). javana (1842:

28. Selain itu, ia pada awalnya diakui Roxburgh's C. spherica(1843: 693),

tampaknya berdasarkan dipublikasikan rekening Roxburgh dan tanpa menyadari

kebingungan dengan C. circinalis. Ia kemudian (1851: 32) mencatat dengan benar

kebingungan Roxburgh, dan ditempatkan C. spherica di

sinonimi C. circinalis, walaupun kemudian masih (1868: 230), dia lagi

diakui C. spherica pada peringkat tertentu. Pada saat yang sama (1868: 232), ia
menempatkanC. celebica dan C. circinalis var. javana di C. rumphii, dengan tidak

menyebutkan C. rumphii var. timorensis (Edward dan Robert, 2009).

Pengakuan C. Rumphii sebagai spesies yang berbeda telah banyak

diperdebatkan, dengan diskusi awal yang sangat cakap dirangkum oleh Stapf

(1916). Schuster (1932: 74) memberikan pengobatan pada dasarnya yang benar

dari spesies ini (dengan pengecualian dari varietas dan subspesies, dan New

materi Caledonian dikutip), berbeda dengan perlakuan bingung sebagian besar

spesies lainnya. Nama telah diterima secara umum kemudian, meskipun

misapplications dari nama C. circinalis untuk ini dan terkait taksa terus (mis.

Jones 1993) (Edward dan Robert, 2009).

Warburg juga mengakui adanya takson pantai di New Guinea,

menugaskan ke C. rumphii. Hal ini takson pantai di New Guinea juga telah

ditugaskan untuk C. circinalis (White 1922) (Edward dan Robert, 2009).

Deskripsi Singkat Pakis Haji

Sikas atau biasa dikenal dengan paki adalag tanaman jurasik yang berumur

kurang lebih 240 juta tahundan diperkirakan merupakan tanaman dinosaurus yang

herbifora. Sikas bahkan sudah tumbuh sebelum tanaman bunga dan ferm

(Wikipedia, 2010).

Pakis haji (aji) atau populer juga dengan nama sikas adalah

sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung dalam marga pakishaji

atau Cycas dan juga merupakan satu-satunya genus dalam suku pakishaji-

pakishajian (Cycadaceae). Masyarakat awam di Indonesia mengenal pakis haji


dari beberapa spesies yang biasa ditanam di taman-taman menyerupaipalem,

yaitu C. rumphii, C. javana, serta C. revoluta (sikas jepang) (Wikipedia, 2010).

Pakis haji berhabitus mirip palem, namun sebenarnya sangat jauh

kekerabatannya. Kemiripan ini berasal dari susunan anak daunnya yang tersusun

berpasangan. Semua pakis haji berumah dua

(dioecious) sehingga terdapat tumbuhan jantan dan

betina. Serbuk sari dihasilkan oleh

tumbuhan jantan dari runjung besar yang tumbuh

dari ujung batang. Alat betina

mirip daun dengan biji-biji tumbuh dari samping.

Alat betina tumbuh dari sela-sela ketiak daun.

Walaupun ia disebut "pakis", dan daun mudanya

juga mlungker sebagaimanapakis sejati, pakis haji sama sekali bukan anggota

tumbuhan berspora tersebut (Wikipedia, 2010).

Akar beberapa jenis pakis haji dapat diinfeksi oleh

sejenis Cyanobacteria, Anabaena cycadeae, yang pada gilirannya menguntungkan

kedua pihak (simbiosis mutualistis). Akar yang terinfeksi akan membentuk

semacam bintil-bintil yang berisi jasad renik tersebut. Beberapa pakis haji yang

besar dapat dimakan bagian teras batangnya, karena mengandung pati dalam

jumlah yang lumayan (Wikipedia, 2010).


Distribusi Pakis Haji

Cycas rumphii adalah salah satu jenis pakis haji (Cycas) yang umum

ditemukan di Nusantara. Tumbuhan ini asli berasal dari kepulauan ini dan apabila

orang menyebut "pakis haji", maka yang dimaksud biasanya adalah C.

rumphii ini. Tumbuhan ini biasa ditanam orang sebagai penghias pekarangan

rumah dan batangnya mengandung pati yang dapat dimakan (Wikipedia, 2010).

Nama "rumphii" diambil dari nama seorang peneliti

berkebangsaan Jerman dari abad ke-18 yang pernah meneliti tumbuhan

di Kepulauan Maluku, Georg Eberhard Rumpf (Rumphius) (Wikipedia, 2010).

Klasifikasi Pakis Haji

Regnum : Plantae

Divisi : Spermatophyta.

Class : Cycadopsida

Ordo : Cycadales

Familia : Cycadaceae

Genus : Cycas

Spesies : Cycas rumphii

Sumber : Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Gembong Tjirosoepomo.


Ciri-Ciri Pakis Haji

Adapun cirri-ciri dari pakis haji, adalah (Memey, 2008) :

1. Berupa pohon, seperti kelapa sawit dengan pertulangan daun sejajar.

Batang tidak bercabang, daunnya majemuk, tersusun sebagai tajuk di

puncak pohon.

2. Berumah dua, artinya ada tanaman jantan yang menghasilkan strobilus

jantan dan tanaman betina yang menghasilkan strobilus betina pada

tanaman yang berbeda. Anggota ini menghasilkan strobilus yang besar.

Meskipun demikian, rata – rata reproduksinya rendah. Dari 15 – 20

strobilus yang dihasilkan tumbuhan Cycas jantan, hanya satu atau dua saja

yang siap melepaskan serbuk sarinya. Strobilus jantan ini menghasilkan

aroma yang membuat serangga tertarik untuk datang. Setelah datang,

serangga tersebut akan memakan strobilus dan berkembang biak. Pada saat

yang sama, strobilus betina menghasilkan bau yang dapat mengusir

serangga yang datang kepadanya. Setelah beberapa waktu, strobilus betina

menghasilkan aroma yang justru menarik serangga yang berasal dari

strobilus jantan. Sambil membawa mikrospora dari strobilus jantan,

serangga tersebut menuju strobilus betina dan terjadilah polinasi.

3. Daun berbagi menyirip, tersusun roset batang, daun muda menggulung.

4. Mirip palma berkayu berbentuk pohon atau semak.

5. Strobilus terminalis, uniseksualis, dioecious.

6. Strobilus jantan mengandung banyak sekali mikrosporofil yang tersusun

spiral dengan mikrosporangia pada permukaan bawah.


7. Gamet jantan (spermatozoid) motil, di lingkungan air, penting untuk

penyerbukan.

8. Jumlah ovuli dua atau lebih pada tiap megasporofil.

9. Megasporofil mirip bulu ayam, tersusun longgar di ujung batang atau

tersusun rapat dan kompak.

Perkembangan Pakis Haji

Semua Gymnospermae adalah heterostrop, artinya mempunyai dua macam

spora, yaitu mikrospora dan megaspore. Mikrospora atau polen menghasilkan

gametofit jantan, sedang megaspore yang tunggal menghasilkan gametofit betina,

dan pada gametofit ini terbentuk arkegonia. Kedua macam spora yang dihasilkan

di dalam sporangia yang terdapat pada sporofil yang tersusun spiral pada aksis

strobilus (Kimball, 1987).

Tumbuhan berbiji membetuk struktur megasporangia dan mikrosporangia

yang berkumpul pada suatu sumbuh pendek. Misalnya struktur seperti konus atau

strobilus pada konifer dan bunga pada tumbuhan berbunga. Seperti halnya pada

tumbuhan lain, spora pada tumbuhan berbiji dihasilkan melalui meiosis di dalam

sporangia. Akan tetapi, pada tumbuhan berbiji, megaspora tidak dilepaskan

melainkan dipertahankan. Megasporangia mendukung perkembangan gametofit

betina dan menyediakan makanan serta air. Gametofit betina akan tetap berada

dalam sporangium, menjadi matang dan memlihara generasi sporofit berikutnya

setelah terjadi pembuahan. Pada mikrosporangium, produk meiosis berupa

mikrospora. Mikrospora yang mencapai sporofit akan berkecambah membentuk


serbuk sari yang tumbuh menuju kearah bakal biji untuk membuahi gametofit

betina. Pada tumbuhan berbiji, istilah mikrospora merupakan serbuk sari,

mikrosporangium merupakan kantung serbuk sari, dan mikrosporofil merupakan

benagsari. Istilah megaspora merupakan kandung lembaga (kantung embrio),

megasporangium merupakan bakal biji, dan megasporofil merupakan daun buah

(karpela) (Kimball, 1987).

Sporofit yang menghasilkan mikrosporofil dengan mikrospongia disebut

mikrosporangiat atau strobilus jantan (staminate cones), sedangkan yang

menghasilkan megasprofil dengan ovulum (bersama mengasporangia) disebut

mengasporangiat atau strobili betina (pistillate cones). Mokrospora dan

megaspore bersifat haploid, dan berkembang sebagai sebagai hasil pembelahan

miosis sel induk spora. Ukuran dan letak strobili pada tanaman bervarasi

(Kimball, 1987).

Strobilus jantan susun atas mikrosporofil. Setiap mikrosporofil

mengandung dua mikrospora yang masing-masing akan mengahasilkan 4

mikrospora haploid (n). mikrospora ini akan menjadi setelah menjantan atau

serbuk sari atau pollen (Kimball, 1987).

Strobilus betina tersusun atas daun buah (makrosporofil). Setiap

makrosporofil tersebut berbentuk sisik dan mengandung dua ovolum.

Makrosporofil tersebut dilindungi oleh makrosporangium yang didalamnya

mengandung sel induk makrospora. Sel induk membela secara miosis

mengahasilkan empat maskropora. Tiga makrospora akakn tereduksi. Akibatnya,

hanya satu makrospora yang akan berkembang menjadi sel telur (Kimball, 1987).
Reproduksi Pakis Haji

Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus.

Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah atau

membentuk srobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan makrosporangium yang

tampak menempel pada strobilus betina. Letak makrosporofil dan mikrosporofil

terpisah. Sel kelamin jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif. Di

dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk

butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir

serbuk yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada

tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga

terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur.

Arkegonium ini bermuara pada satu ruang arkegonium (Sukmawati, 2008).

Pada Gymnospermae sering terjadi poliembrioni, walaupun hanya ada satu

embrio yang terus berkembang karena adanya pembelahan beberapa arkegonia.

Air sudah tidak digunakan sebagai media fertilisasi karena adanya pembentukan

buluh serbuk pada serbuk sari yang berkecambah (Sukmawati, 2008).

Pada Coniferophyta dan Gnetophyta spermanya tidak mempunyai flagel,

sehingga buluh serbuk menghantarkannya langsung ke mulut arkegonia. Serta

pada Cycas dan Gingko fertilisasinya merupakan bentuk antara kondisi pada

paku-pakuan dan tumbuhan tanpa biji lainnya, yaitu spermanya mampu berenang

bebas dan bentuk pada tumbuhan berbiji yaitu spermanya tidak mampu bergerak

bebas (Sukmawati, 2008).


Gametofi jantan umumnya bersifat haustorial, yaitu menyerap makanan

dari ovulum ketika tumbuh, walaupun dibutuhkan buluh serbuk tetapi tidak

langsung masuk ke arkegonium. Buluh serbuk tersebut tumbuh dan menetap di

dalam nuselus selama berbulan-bulan sebelum menuju gametofit betina. Setelah

sampai di mulut gametofit betina, buluh serbuk robek dan melepaskan sel sperma

yang berflagel banyak. Sperma tersebut kemudian menuju ke arkegonium dan

membuahi telur. Dengan adanya buluh sperma tersebut maka tumbuhan berbiji

tidak ada lagi yang bergantung pada ketersediaan air pada fertilisasinya

(Sukmawati, 2008).

Proses Penyerbukan dan Pembuahan

Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu dengan

cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung

pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif

panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan

tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikropil terdedah ke

udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena

tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur (Sukmawati, 2008).

Strobilus jantan Þ serbuk sari Þ jatuh pada tetes penyerbukan (ujung putik)

Þ buluh serbuk Þ membelah Þ inti tabung dan inti spermatogen Þ inti spermatogen

Þ membelah Þ dua inti sperma Þ membuahi sel telur di dalam ruang arkegonium Þ

zigot Þ lembaga di dalam biji Þ tumbuhan baru.


Manfaat Pakis Haji

Bijinya dapat dimakan, diolah menjadi tepung. Biji mentah beracun. Daun

yang paling muda dimakan sebagai sayur. Batangnya dapat menghasilkan

semacam sagu. Tapal dari biji dan pepagan dipakai untuk menyembuhkan pegal-

pegal dan gangguan kulit. jenis ini juga penting sebagai tanaman hias. Getah

Cycas rumphii berkhasiat sebagai obat disentri, rambut batangnya untuk

mengobati luka baru dan daunnya untuk pembersih darah sehabis melahirkan

(Wikipedia, 2011).

JANTAN BETINA

Strobilus betina yg telah terfertilisasi


DAFTAR PUSTAKA

Edward, rubbpert dan Robert, pattinson, 2009. The gymnosperm.


http://www.thebiologyplant.com. Diakses tanggal 14 April 2011.

Kimball, W. John. 1987. Biologi Jilid 2. erlangga. Jakarta.

Meymey, 2008. Gymnospermae. www.wordpress.com. Diakses tanggal 14 April


2011.

Sukmawati, 2008. Biologi. www.bloger.com. Diakses tanggal 14 April 2011.

Wikipedia, 2011. Spermatophyta. www.wikipedia.com. Diakses tanggal 14 April


2011.