Anda di halaman 1dari 6

Tugas Pengganti UAS Pengolahan Citra NPM: 0706267881

Semester Gasal Tahun Akademik 2010/2011

OPERASI MORFOLOGI CITRA DENGAN MATLAB

Muhammad Rifki Nugroho


0706267881
Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Kampus Baru UI, Depok 16424, Indonesia
E-mail: m.rifki.nugroho@gmail.com

ABSTRAK
Perkembangan pengolahan citra digital telah berkembang pesat, suatu citra digital dapat diolah dan
dimanipulasi untuk mendapatkan citra yang diinginkan. Salah satu metode dalam manipulasi citra digital
adalah dengan melakukan segmentasi citra untuk kemudian dilakukan pengolahan lebih lanjut dengan berbagai
metode. Citra yang telah mengalami proses segmentasi dapat dimanipulasi dengan salah satu teknik pengolahan
citra yaitu dengan teknik morfologi citra. Kata morfologi dalam pengolahan citra berarti suatu morfologi
matematis yang digunakan sebagai alat untuk melakukan ekstraksi komponen citra berupa representasi dan
deskripsi suatu area dalam citra. Pada paper ini akan dibahas mengenai pengolahan morfologi citra dengan
Dilasi, Erosi, Opening, dan Closing.

Kata Kunci: dilasi, erosi, opening, closing

1. PENDAHULUAN suatu Structuring Element terhadap suatu citra


Identifikasi suatu objek dalam citra dapat masukkan, membentuk suatu citra keluaran dengan
menjadi sangat sulit. Salah satu cara untuk ukuran yang sama dengan citra masukkan. Pada
menyederhanakan masalah tersebut adalah dengan operasi morfologi, nilai dari tiap piksel pada citra
mengubah citra grayscale yang ingin diolah menjadi keluaran didasarkan pada perbandingan dari piksel
suatu citra biner, dimana setiap piksel hanya pada citra masukkan dengan piksel di sekitarnya.
memiliki nilai 1 atau 0. Salah satu teknik yang Dengan menentukan ukuran dan bentuk dari
menggunakan citra biner adalah pengolahan neighborhood, kita dapat membangun suatu operasi
morfologi citra, kata morfologi diambil dari kata morfologi yang sensitif terhadap suatu bentuk
morphē dari bahasa Yunai yang berarti bentuk atau spesifik di citra masukkan. Operasi morfoologis
formasi. Morfologi dalam pengolahan citra memiliki yang paling dasar adalah operasi dilasi dan erosi.
konteks sebagai morfologi matematis, morfologi Dilasi menambahkan piksel pada boundaries ari
matematis adalah suatu teori dan teknik untuk suatu objek dari suatu citra, sedangkan erosi
memproses suatu struktur geometri. Morfologi menghilangkan piksel dari suatu bondaries dari
matematis pertama kali muncul pada tahun 1964 dari objek. Jumlah piksel yang ditambahkan atau
hasil kerja sama dari Georges Matheron dan Jean dihilangkan tergantung dari ukuran dan bentuk dari
Serra di École des Mines de Paris, Prancis. Pada Structuring Element yang digunakan untuk
tahun 1960an hingga 1970an, morfologi matematis memproses citra. Morfologi citra dilakukan pada
bergerak di bidang citra biner dan mengembangkan citra dua dimensi dengan set piksel tersebut berada
teknik seperti transformasi hit-or-miss, dilasi, erosi, pada himpunan dua dimensi Z2.
opening, closing, granulometry, thinning,
skeletonization, ultimate erosion, conditional
bisector, dan sebagainya. Dari tahun 1970an hingga
1980an, morfologi matematis mulai
digenaralisasikan untuk citra grayscale, sejak saat itu
teknik morfologi matematis terus dikembangkan.
Untuk paper ini, teknik morfologi citra yang
dibahas dikhususkan pada teknik dilasi, erosi,
opening, dan closing, keempat teknik tersebut
merupakan dasar dari teknik morfologi citra.
Teknik-teknik tersebut akan dikaji dan juga
dipraktekkan dengan aplikasi yang dibuat dengan
MATLAB® R2009a.
Gambar 1. Contoh operasi morfologi citra, a)
2. DASAR TEORI MORFOLOGI CITRA gambar original, b) operasi Erosi, c) operasi Dilatasi,
Morfologi citra merupakan suatu operasi d) operasi Opening, e) operasi Closing
pemrosesan citra yang mengolah citra berdasarkan
bentuknya. Operasi morfologi mengaplikasikan

1
Tugas Pengganti UAS Pengolahan Citra NPM: 0706267881
Semester Gasal Tahun Akademik 2010/2011

Gambar 1. menunjukkan contoh dari citra biner


dan juga contoh dari hasil operasi morfologi, terlihat Didefinisikan sebagai,
bahwa operasi Erosi melakukan pengurangan piksel
sedangkan operasi Dilasi melakukan penambahan A  B  {x | ( B' ) x  A  Ø}
piksel. Operasi Opening dan Closing merupakan
(2)
kombinasi dari Dilasi dan Erosi. Pada bagian
berikutnnya akan dibahas lebih lanjut mengenai
B’ adalah refleksi dari B, maka proses dilasi terdiri
operasi-operasi tersebut.
dari proses mencari refleksi dari B pada origin dan
mengeser refleksi tersebut sebanyak x. Persamaan 2
2.1 Structuring Element
dapat ditulis ulang menjadi.
Pada operasi morfologi, structuring element
merupakan salah satu unsur utama, structuring
element digunakan sebagai cetakan untuk citra A  B  {x | [( B' ) x  A]  A}
masukkan. Structuring element merupakan suatu (3)
matriks yang hanya berisi dua nilai yaitu 1 atau 0
yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk Gambaran dari proses dilasi dapat dilihat pada
suatu formasi dan ukuran, piksel dengan nilai 1 pada Gambar 3.
structuring element biasa disebut dengan
neighborhood.
Structuring element dua dimensi memiliki
ukuran yang biasanya jauh lebih kecil dibanding
dengan citra yang diolah. Piksel pada bagian tengah
dari structuring element biasa disebut dengan origin,
origin mengidentifikasi piksel yang menjadi inti
perhatian.

Gambar 3. Dilasi

Gambar 3. Menjelaskan tentang dilasi dari persegi


berwarna biru tua oleh structuring element
berbentuk piringan, titik merah menandakan titik
origin dari structuring element, hasil dari dilasi
tersebut berupa suatu persegi dengan bentuk yang
Gambar 2. Contoh Structuring element lebih gemuk sebagai hasl dari dilasi.

Pada Gambar 2. Terlihat contoh dari 2.3 Erosi


structuring element, bagian yang dilingkari Erosi adalah salah satu dari dua buah dasar
menunjukkan origin dari structuring element, bagian morfologi citra selain dari dilasi. Operasi erosi, sama
yang berwarna abu-abu menunjukkan bagian dari seperti pada dilasi, dialkukan secara biner. Erosi
neighborhood. akan menghasilkan objek pada citra menjadi lebih
tipis atau terkikis.
2.2 Dilasi Pada morfologi biner sebuah citra dilihat sebagai
Pada dilasi, setiap background piksel yang sebuah subset dari sebuah bidang Euclidean Z2 untuk
menyentuh objek piksel dirubah menjadi objek citra dua dimensi. Dasar dari morfologi biner adalah
piksel, hal tersebut membuat objek menjadi terlihat dengan memindai suatu citra dengan suatu bentuk
lebih gemuk. Operasi pada dilasi dilakukan dengan yang sudah didefinisikan sebelumnya, bentuk
cara berikut, A dan B merupakan set pada Z2 dan Ø tersebut adalah structuring element.
menyatakan suatu set yang kosong, dilasi dari A oleh Untuk membuat operasi erosi, kita tentukan E
B dinyatakan dengan adalah suatu bidang Euclidean atau sebuah grid
integer, dan A adalah suatu citra biner dalam
himpunan E. Erosi dari suatu citra biner A dengan
A B sebuah structuring element B didefinisikan pada
(1) Persamaan (3).

2
32
Tugas Pengganti UAS Pengolahan Citra NPM: 0706267881
Semester Gasal Tahun Akademik 2010/2011

(3)

Dimana Bz adalah translasi dari B oleh vector z.


Ketika structuring element B memiliki origin yang
yang terletak di origin dari E, maka erosi dari A oleh
B dapat diartikan sebagai lokus dari titik yang
dicapai oleh origin dari B ketika B berada dalam A.
Erosi dari A oleh B dapat juga diekspresikan dengan
Persamaan 4.

(4)
Gambar 5. Opening

Gambar 5 menunjukkan contoh operasi opening


dengan structuring element berbentuk piringan.

2.5 Closing
Pada morfologi matematis, closing dari suatu set
A oleh structuring element B adalah erosi dari
dilatasi A oleh B.

(6)

Persamaan (6) menunjukkan operasi closing,


terlihat bahwa set A terlebih dahulu di dilasi oleh B,
Gambar 4. Erosi kemudian dilanjutkan dengan melakukan erosi ke
proses tersebut. Closing akan menghilangkan lubang
Gambar 4. Menjelaskan tentang erosi dari persegi kecil pada citra sedangkan opening akan
berwarna biru tua oleh structuring element menghilangkan objek yang kecil. Gambar 6
berbentuk piringan, titik merah menandakan titik menunjukkan proses dari closing.
origin dari structuring element, hasil dari dilasi
tersebut berupa suatu persegi dengan bentuk yang
lebih kurus sebagai hasl dari erosi.

2.4 Opening
Opening merupakan suatu operasi morfologi
citra berupa gabungan dari erosi dan dilasi, opening
merupakan operasi dilasi terhadap erosi yang terjadi
pada suatu set A dimana A adalah suatu citra
masukkan. Bersama dengan operasi closing, opening
berperan dalam pemrosesan citra sebagai alat dasar
untuk menghilangkan noise morfologi. Opening
menghilangkan objek-objek kecil dari foreground
suatu citra. Opening biasa digunakan untuk mencari
atau mendeteksi sesuatu yang besesuaian dengan
suatu structuring element. Gambar 6. Closing

3. PENJELASAN PROGRAM
(5)
Pada paper ini program dibuat dengan
Persamaan (5). menunjukkan rumusan dari
mengunakan software MATLAB® versi R2009a.
operasi opening, terlihat bahwa set A mengalami
Pada program ini digunakan fungsi-fungsi bawaan
operasi erosi terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan
MATLAB untuk melakukan operasi morfologi citra,
dengan operasi dilasi.
fungsi yang dipakai antara lain adalah fungsi strell,
fungsi ini berfungsi untuk menyusun structuring
element, fungsi berikutnya adalah fungsi imdilate,

2
33
Tugas Pengganti UAS Pengolahan Citra NPM: 0706267881
Semester Gasal Tahun Akademik 2010/2011

imerode, imopen, dan imclose yang fungsi dari tiap


fungsi adalah untuk operasi dilasi, erosi, opening,
dan closing. Berikut akan dibahas lebih lanjut
mengenai fungsi tersebut.

3.1 Fungsi strell


Perintah SE = strel(shape, parameters) membuat
structuring element dengan bentuk sesuatu dengan Gambar 10. Disk
parameter shape dan parameter lainya,

Gambar 11. Octagon

Gambar 7. Fungsi strell beserta parameternya

Gambar 7. menunjukkan penggunaan dari fungsi


strell, terdapat 10 parameter bentuk dari strell, yang Gambar 12. Pair
pertama adalah arbitrary, dengan parameter ini
bentuk structuring element yang dibuat akan
mengikuti matriks biner yang dibuat oleh pengguna,
parameter berikutnya adalah ball, diamond, disk,
line, octagon, pair, periodicline, rectangle, dan
square yang menghasilkan bentuk structuring
element berupa bentuk bola, belah ketupat, piringan,
garis, oktagon, titik yang berpasangan, garis yang Gambar 13. Periodic Line
berulang, persegi panjang, dan persegi. Gambar 8
hingga 14 menunjukkan contoh dari bentuk
structuring element yang dapat dibuat menggunakan
fungsi strell.

Gambar 8. Arbitrary

Gambar 14. Rectangle dan Square

3.2 Fungsi imdilate


Fungsi imdilate digunakan umtuk melakukan
dilasi dengan structuring element yang dibuat
menggunakan fungsi strell. Sintaks dari imdilate
adalah sebagai berikut.
Gambar 9. Diamond

2
34
Tugas Pengganti UAS Pengolahan Citra NPM: 0706267881
Semester Gasal Tahun Akademik 2010/2011

IM merupakan citra yang ingin di dilasi dengan


structuring element adalah SE, sama seperti imdilate
imclose mampu melakukan dilasi pada citra biner
dan juga citra grayscale.
Gambar 15. Imdilate 3.6 Graphical User Interface (GUI)
Untuk memudahkan penggunaan program, maka
IM merupakan citra yang ingin di dilasi dengan digunakanlah GUI, tampilan program dengan GUI
structuring element adalah SE, imdilate mampu adalah sebagai berikut.
melakukan dilasi pada citra biner dan juga citra
grayscale.

3.3 Fungsi imerode


Fungsi imerode digunakan umtuk melakukan
erosi dengan structuring element yang dibuat
menggunakan fungsi strell. Sintaks dari imerode
adalah sebagai berikut.

Gambar19. Graphical User Interface


Gambar 16. Imerode Pada program, citra yang akan diolah dapat di
load dan diberikan operasi morfologis dengan
IM merupakan citra yang ingin di dilasi dengan
structring element yang dapat dilihat pada panel
structuring element adalah SE, sama seperti imdilate
bagian tengah, hasil dari pengolahan citra akan
imerode mampu melakukan dilasi pada citra biner
tampil pada panel sebelah kanan.
dan juga citra grayscale.
3.7 Hasil Program
3.4 Fungsi imopen Pada Gambar 20 hingga Gambar 23 akan
Fungsi imopen digunakan umtuk melakukan ditampilkan hasil pengolahan morfologis
opening dengan structuring element yang dibuat menggunakan program ini. Operasi dilasi, erosi,
menggunakan fungsi strell. Sintaks dari imopen opening dan closing akan dilakukan. Pada program
adalah sebagai berikut. ini warna background adalah hitam dan objek
berwarna putih, setiap gambar yang dimuat ke
program ini akan otomatis dikonversi menjadi citra
biner hitam-putih.

Gambar 17. Imopen

IM merupakan citra yang ingin di dilasi dengan


structuring element adalah SE, sama seperti imdilate
imopen mampu melakukan dilasi pada citra biner
dan juga citra grayscale.

3.5 Fungsi imclose


Fungsi imclose digunakan umtuk melakukan
closing dengan structuring element yang dibuat
menggunakan fungsi strell. Sintaks dari imclose Gambar 20. Dilasi
adalah sebagai berikut.

Gambar 18. Imopen

2
35
Tugas Pengganti UAS Pengolahan Citra NPM: 0706267881
Semester Gasal Tahun Akademik 2010/2011

PUSTAKA
R. C. Gonzales and R. E. Woods, Digital image
Processing, Addison-Wesley Publishing
Company, 1992.
Diakses pada 28 Desember 2010 dari
http://www.mathworks.com/help/toolbox/images
/f18-12508.html
Diakses pada 28 Desember 2010 dari
http://www.dspguide.com/ch25/4.htm
Diakses pada 28 Desember 2010 dari
http://en.wikipedia.org/wiki/Mathematical_morp
Gambar 21. Erosi hology
Diakses pada 29 Desember 2010 dari
http://en.wikipedia.org/wiki/Dilation_%28morph
ology%29
Diakses pada 29 Desember 2010 dari
http://en.wikipedia.org/wiki/Erosion_%28morph
ology%29
Diakses pada 30 Desember 2010 dari
http://en.wikipedia.org/wiki/Opening_%28morph
ology%29
Diakses pada 30 Desember 2010 dari
http://en.wikipedia.org/wiki/Closing_%28morph
Gambar 22. Opening ology%29

Gambar 23.Closing

Berdasarkan program di atas, terlihat bahwa pada


operasi dilasi objek menjadi lebih besar atau gemuk,
sedangkan pada operasi erosi objek menjadi terkikis
dan menjadi lebih kurus. Untuk operasi opening dan
closing tampak bahwa pada proses opening terjadi
pemisahan atau pembukaan pada objek angka 8,
sedangkan untuk operasi closing, tampak bahwa
lubang pada angka 8 menjadi tertutup setelah
mengalami proses closing.

KESIMPULAN
Kesimpulan dari paper ini adalah bahwa dilasi
merupakan operasi morfologi citra yang membuat
objek menjadi lebih besar atau lebih gemuk, erosi
merupakan operasi morfologi citra yang memebuat
objek menjadi lebih tipis, opening merupakan
operasi morfologi citra yang menghilangkan objek
kecil pada citra, dan closing merupakan operasi
morfologi citra yang menghilangkan lubang kecil
pada objek.

2
36

Anda mungkin juga menyukai