Anda di halaman 1dari 43

Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum, wr. wb.

Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya, serta senantiasa memberikan kesehatan, kemampuan dan kekuatan
kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini dengan
tepat waktu.

Penulisan laporan ini “Peranan Audit Internal Terhadap Penerapan Integrated


Management System pada PT Semen Tonasa” bertujuan untuk mengetahui pentingnya
proses audit internal dalam rangka penerapan SAP pada PT Semen Tonasa. Selain itu,
penyusunan laporan ini merupakan salah satu dari mata kuliah yang mengharuskan
penulis mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja sebagai syarat menyelesaikan studi di
Universitas hasanuddin.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini tidak terlepas dari bantuan
berbagai pihak mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan ini.
Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak
berikut :

1. DR. Hamid Habbe, selaku Ketua Jurusan Akuntansi


2. DR. Grace T. Pontoh selaku dosen pemangku Mata kuliah Sitem Informasi
Akuntansi
3. Pihak Semen Tonasa
4. Serta semua pihak yang tidak disebutkan satu-satu pada lampiran ucapan terima
kasih dalam laporan ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih ada kekurangan di
dalamnya sebab sebagai manusia biasa tentu saja tidak luput dari kesalahan. Oleh karena
itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak yang
dapat digunakan untuk menyempurnakan laporan selanjutnya.

Wassalamu alaikum wr. wb.

Tonasa, Mei 2011

Penulis

BAB I

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dunia usaha yang semakin berkembang dengan pesatnya pada setiap
perusahaan, baik yang bergerak dibidang jasa, perdagangan maupun manufaktur
selalu berhadapan dengan masalah-masalah pengelolaan perusahaan. Agar
perusahaan dapat bertahan dan berkembang dengan baik, diperlukan upaya
penyelamatan dan penyempurnaan yang meliputi produktivitas, efisiensi serta
efektifitas pencapaian tujuan perusahaan.
Seiring dengan semakin berkembangnya perusahaan, maka kegiatan dan
masalah yang dihadapi perusahaan akan semakin kompleks sehingga semakin sulit
untuk mengawasi seluruh kegiatan dan operasi perusahaan, dimana semakin besar
kemungkinan untuk terjadinya penyimpangan-penyimpangan, kecurangan dan
ketidakpatuhan. Masalah-masalah internal yang muncul dalam organisasi sebagian
merupakan tanda bahwa fungsi di dalam lembaga tidak dilaksanakan secara sehat.
Mengatasi hal ini, salah satu fungsi yang harus diberdayakan secara konsisten adalah
fungsi pengawasan yang dapat memicu terlaksananya pengendalian resiko
manajemen, sistem pengendalian dan penataatan manajemen yang sehat untuk
mendorong kesinambungan dan kelangsungan hidup usaha.
Dalam pelaksanaan pengendalian dapat dilakukan secara langsung oleh
anggota perusahaan dan dapat pula dilakukan oleh suatu departemen audit internal.
Pihak manajemen dapat membentuk suatu departemen audit internal yang diberi
wewenang untuk melakukan pengawasan dan penilaian terhadap pengendalian intern
perusahaan. Struktur pengendalian intern dimaksudkan untuk melindungi harta milik
perusahaan, meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong terjadinya kebijaksanaan
manajemen yang telah digariskan.
Proses audit internal tersebut juga terjadi pada perusahaan semen terbesar di
Kawasan Timur Indonesia, PT Semen Tonasa. Proses audit internal, khususnya audit
internal sistem manajemen perusahaan PT Semen Tonasa diharapkan dapat
membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sesuai dengan kebijakan sistem
manajemen perusahaan yang terintegrasi (Integrated Management System.)
Uraian singkat di atas menjadi dasar dari penulis untu mengkaji lebih jauh
mengenai “Peranan Audit Internal Terhadap Penerapan system aplikasi dan produk
pada PT Semen Tonasa”.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
1. Mewujudkan kerja sama yang baik dalam bidang pengembangan teknologi
antara pihak perusahaan PT. Semen Tonasa dengan pihak lembaga
pendidikan dalam hal ini Universitas Hasanuddin Makassar.
2. Mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang telah didapatkannya
dengan kegiatan yang ada diperusahaan.
3. Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan tambahan dengan aplikasi
langsung di lapangan.
4. Mahasiswa dapat membandingkan teori yang diterima di perguruan tinggi
dengan kenyataan di perusahaan.
5. Memperoleh nilai tambah dan pengetahuan dalam teknologi industry.

1.4 Metodologi Analisa


Agar tercapainya sistematika dari analisis maka metode kerja praktek yang
dilakukan yaitu sebagai berikut:
1. Studi literatur, yakni pengumpulan data dan keterangan yang diperoleh melalui
buku-buku, tulisan-tulisan lain, data-data di departemen Produksi, Litbang
Manajemen, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kerja praktek
2. Studi lapangan, yakni pengumpulan data dan keterangan yang diperoleh di
lapangan kerja.

BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

PT. Semen Tonasa (Persero) mulai didirikan berdasarkan Tap MPRS RI


No.II/MPRS/1960, tanggal 05 Desember 1960 tentang pola pembangunan Nasional
Semesta berencana tahapan 1961-1969.
Di dalam Tap MPRS tersebut membahas mengenai pola proyek bidang
produksi industri golongan AI 1953 No. 54 yang mencantumkan rencana untuk
mendirikan pabrik semen di Sulawesi Selatan dengan hasil produksi 375.000
ton/tahun. Tujuan mendirikan pabrik semen tersebut dimaksudkan untuk mensuplai
semen untuk pembangunan Kawasan

1. Pabrik Semen Tonasa I


Pabrik Semen Tonasa I berlokasi di desa Tonasa Kecamatan Balocci
Kabupaten Pangkajene Kepulauan Propinsi Sulawesi Selatan. Letaknya kurang
lebih 60 km sebelah utara Kota Makassar dan didirikan berdasarkan Tap. MPRS
RI No.II/MPRS/1960 tanggal 5 Desember 1960.
Survei bahan baku untuk keperluan pabrik dilaksanakan oleh tim
Technoexport Cekoslowakia berdasarkan kontrak yang ditandatangani di Jakarta
pada tanggal 13 Juni 1960. Pada survei ini, Team Technoexport Cekoslowakia
dibantu oleh Lembaga Geologi Bandung dalam hal pengeboran dan pengambilan
sampel bahan baku yang berlangsung antara tanggal 8 Agustus 1960 sampai 5
Mei 1961. Sedang analisa sampel bahan baku tersebut dilakukan oleh Balai
Penelitian Kimia Ujung Pandang.
Berdasarkan hasil survei bahan baku tersebut, Bank Industri Negara
Jakarta, Bakit Jakarta dan Biro Industrial Departemen Perindustrian Dasar
Pertambangan, menyusun studi kelayakan pendirian pabrik PT. Semen Tonasa.
Dalam studi kelayakan tersebut disimpulkan bahwa kapasitas produksi Semen
Tonasa adalah 350 ton terak per hari atau 110.000 ton semen Portland type I per
tahun. Proses yang digunakan adalah proses basah dengan bahan bakar Bunker-C
oil. Penyusunan studi kelayakan selesai pada tahun 1962.
Jumlah investasi proyek adalah sebesar Rp. 3,1 milyar atau USD 10,098
juta (1 USD = Rp. 307) yang terdiri dari valuta asing sebesar USD = 6,515 juta,
dan biaya lokal sebesar Rp. 1,1 milyar.
Adapun biaya valuta asing diperoleh dari bantuan pemerintah
Cekoslowakia. Bantuan ini disampaikan kepada pemerintah Indonesia berupa
mesin-mesin pabrik, alat-alat kerja, alat-alat berat, serta perangkat lunak berupa

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

perencanaan/design dan supervisi untuk konstruksi, pemasangan mesin/ listrik


sampai mesin masa operasi percobaan.
Pelaksanaan pembangunan yang dimulai bulan Juni 1962, sepenuhnya
dilaksanakan oleh Proyek Semen Tonasa dan dibantu oleh kontraktor lokal untuk
semua jenis pekerjaan. Pada tanggal 2 November 1968, pembangunan pabrik
selesai dilaksanakan dan pabrik diresmikan oleh Menteri Perindustrian, M. Yusuf.
Sesudah operasi selama 16 tahun, ternyata pabrik Semen Tonasa I yang
menggunakan proses basah tidak lagi mampu untuk diteruskan beroperasi secara
ekonomis akibat terjadinya beberapa kali kenaikan bahan bakar minyak. Di
samping itu, adanya pabrik Semen Tonasa II dan mulai beroperasinya pabrik
Semen Tonasa III pada tahun 1984, menyebabkan kebutuhan semen di wilayah
pemasaran PT Semen Tonasa masih dapat disuplai oleh pabrik Semen Tonasa II
dan Tonasa III tersebut.
Oleh karena itu, pada bulan November 1984 diputuskan untuk
menghentikan sementara Semen Tonasa I sambil meneliti kemungkinan
pemanfaatan lebih lanjut.

2. Pabrik Semen Tonasa II


Pabrik Semen Tonasa II yang berlokasi di Desa Mangilu, Kecamatan
Bungoro, Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan, 25 Km di Sebelah
Utara Pabrik Semen Tonasa I, yang didirikan berdasarkan persetujuan Bappenas
No.023/XL-LC/B.V/76 dan No.285/D.I/IX/76 tanggal 2 September 1976.
Survei bahan baku dilakukan Dyckerhoff Engineering dari Jerman Barat,
dibantu oleh kontraktor dalam negeri yang bekerja sama dengna Direktorat
geologi Bandung. Berdasrakan hasil survei Dyckerhoff Engineering maka
disusunlah studi kelayakan pendirian Pabrik Semen Tonasa II. Dalam studi
kelayakan tersebut disimpulkan bahwa kapasitas produksi Semen Tonasa II
adalah 1.650 ton terak/hari atau 510.000 ton semen Portland tipe I/tahun dengan
kemungkinan perluasan lebih lanjut. Peroses yang digunakan adalah proses kering
dengan bahan bakar minyak buncker-C oil. Pelaksanaan akhir tahun 1976-1979.
Jumlah investasi yang digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik
Semen Tonasa II adalah sebesar Rp. 53,18 milyar terdiri dari Can$ 127.525 (1
Can$=Rp.417), terdiri dari valuta asing sebesar Can$ 83,6 juta dan biaya lokal

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

sebesar 18,307 milyar. Adapun biaya valuta asing tersebut diperoleh dari bantuan
kredit ekspor pemerintah Canada.
Proyek pembangunan pabrik Semen Tonasa II secara resmi dimulai
tanggal 20 Oktober 1976. Perencanaan dan pembangunan pabrik dilakukan oleh
Countinho Caro & Co dari Jerman Barat bersama Swan Wooster Canada, secara
Fized Fee, berdasarkan perencanaan dasar yang dibuka oleh Dyckerhoff
Engineering. Mesin-mesin utama pabrik dan sebagian besar bahan konstruksi
untuk pekerjaan sipil didatangkan dari Canada. Dalam pengawasan seluruh
proyek, baik dalam pemasangan mesin-mesin utama maupun dalam pelaksanaan
konstruksi sipil, PT. Semen Tonasa dibantu oleh Dyckerhoff Engineering.
Sedangkan yang menyangkut masalah hukum, PT. Semen Tonasa dibantu oleh
Konsultan Hukum Delson dan Gordon dari Amerika Serikat.
Pada tanggal 15 Desember 1979, pembangunan Pabrik Semen Tonasa II
selesai dan diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tanggal 28 Februari
1980.

3. Pabrik Semen Tonasa III


Pabrik Semen Tonasa III yang berlokasi di tempat yang sama dengan
Pabrik Semen Tonasa II, dibangun berdasarkan persetujuan Bappenas:
No.32/EXC-LC/B.V/1981 dan No.2177/WK/10/1981 tanggal 30 Oktober 1981.
Survei bahan baku tidak dilaksanakan lagi karena lokasi yang sama dan
telah dilakukan pada saat survei bahan baku Semen Tonasa II, sedangkan studi
kelayakan masih tetap dilakukan Dyckerhoff Engineering.
Dalam studi tersebut disimpulkan bahwa kapasitas produksi pabrik Semen
Tonasa III adalah 1900 ton terak/hari atau 590000 ton Semen Portland Tipe
I/tahun. Proses yang digunakan adalah proses kering dengan bahan bakar minyak
buncker-C pada tahap uji dan saat operasi komersial menggunakan batu bara.
Jumlah investasi sebesar Rp. 98.807 milyar atau DM.343 juta (1 DM
=Rp.288), terdiri dari biaya valuta asing sebesar DM.204 juta dan biaya lokal
sebesar Rp.40.055 milyar. Adapun biaya valuta asing tersebut sebagian besar
bantuan kredit ekspor Pemerintah Jerman Barat. Proyek pembangunan pabrik
Semen Tonasa III dimulai pada tanggal 9 Januari 1082. Perencanaan dan

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Pembangunan dilakukan oleh Countinho Caro & Co, Jerman Barat secara Lump
Sum Contrct Price (Turn Key).
Mesin-mesin pabrik seluruhnya didatangkan dari Jerman. Dalam
pengawasan seluruh proyek baik pemasangan mesin-mesin utama maupun
pelaksanaan konstruksi sipil, PT. Semen Tonasa dibantu oleh Dyckerhoff
Engineering. Sedangkan menyangkut masalah hukum, dibantu oleh Konsultan
Hukum Delson dan Gordon dari Amerika Serikat.
Pada tanggal 3 April 1985 Pabrik Semen Tonasa III selesai dan
diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri LeeKwan
Yew dari Singapura.

4. Pabrik Semen Tonasa IV


Perluasan Pabrik Semen Tonasa tidak berhenti hanya pada Semen Tonasa
II dan III yang telah berkapasitas total 1.180.000 ton/tahun. Untuk menunjang laju
pembangunan nasional, Semen Tonasa yang memiliki bahan baku yang cukup
serta dukungan pemerintah kepada perusahaan milik negara ini, maka
didirikanlah pabrik Semen Tonasa IV berdasarkan SK. Menteri Perindustrian
No.82/MPP.IX/1990 tanggal 2 Oktober 1990, dan SK. Menteri Keuangan RI
No.9.1549/MK.013/1990 tanggal 29 November 1990.
Pabrik Semen Tonasa Unit IV dibangun pada lokasi sama dengan Tonasa
II dan III, dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 2.300.000 ton/tahun dengan
menggunakan teknologi canggih yaitu Digital Control System (DCS) dalam
proses pengendalian operasional.
Dengan demikian PT. Semen Tonasa memiliki pabrik semen dengan total
kapasitas terpasang sebesar 3.480.000 ton/tahun. Pabrik Tonasa Unit IV
diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 September 1996.
Tonasa Unit IV dikerjakan secara Swakelola oleh PT Semen Tonasa
dibantu oleh PT Rekayasa Industri sebagai konsultan.

2.1.1 Konsolidasi Dengan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk


Sebelum konsolidasi dengan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk,
pemegang saham PT. Semen Tonasa adalah Pemerintah Republik Indonesia.
Konsolidasi dengan Semen Gresik (Persero) Tbk dilaksanakan pada tanggal 15
September 1995 dan kemudian sesuai dengan keputusan RUPSLB pada

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

tanggal 13 Mei 1997, 500 lembar saham portepel dijual kepada koperasi
Karyawan Semen Tonasa (KKST), sehingga pemegang saham PT. Semen
Tonasa saat ini adalah PT. Semen Gresik (Persero) Tbk yaitu sebesar 99,9998
% dan Koperasi Karyawan Semen Tonasa yaitu sebesar 0,0002%.

2.1.2 Pembangunan Sarana Penunjang


Untuk membantu kelancaran operasi produksi dan pemasaran Semen
Tonasa di Kawasan Timur Indonesia, maka pada tahun 1995 PT. Semen
Tonasa mulai membangun unit pengantongan semen atau terminal Packing
Plant di beberapa daerah pelabuhan di Indonesia Bagian Tengah dan Indonesia
Bagian Timur, antara lain:
1. Packing Plant Bitung (Sulawesi Utara)
2. Packing Plant Makassar (Sulawesi Selatan)
3. Packing Plant Ambon (Maluku)
4. Packing Plant Celukang Bawang (Bali)
5. Packing Plant Samarinda (Kalimantan Timur)
6. Packing Plant Banjamasin (Kalimantan Selatan)
7. Packing Plant Palu (Sulawesi Tengah)

P.Plant Bitung P.Plant Makassar


Kapasitas 300.000 Kapasitas 600.000
ton/thn ton/thn

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

P.Plant Ambon P.Plant Bali


Kapasitas 300.000 Kapasitas 600.000
ton/thn ton/thn

P.Plant Banjarmasin P.Plant Banjarmasin


Kapasitas 300.000 Kapasitas 300.000
ton/thn ton/thn

Dengan adanya unit pengantongan semen di daerah, hambatan


pemasaran PT Semen Tonasa seperti keterlambatan pengiriman semen dapat
diatasi dengan baik. Di samping itu, PT Semen Tonasa juga membangun
pembangkit listrik tenaga uap atau Boiler Turbine Generator (BTG) di
Pelabuhan Biringkassi dengan kapasitas 2x25 MW yang dikerjakan oleh
Chenda Chemical Engineering Corporation of China (CC E CC).

2.1.2 Pelabuhan Khusus Biringkassi


Pelabuhan Khusus Biringkassi yang berjarak 17 km dari lokasi pabrik
dibangun sendiri oleh PT Semen Tonasa. Pelabuhan ini berfungsi sebagai
jaringan distribusi antar pulau maupun ekspor dan dapat disandari kapal
dengan muatan di atas 17.500 ton. Pelabuhan ini juga digunakan untuk
bongkar muat barang-barang kebutuhan pabrik seperti : batu bara, gypsum,
slag, kertas kraf, suku cadang, dan lain-lain. Untuk kelancaran operasi,
pelabuhan ini dilengkapi dengan rambu-rambu laut dan moringbuoy.
Pelabuhan Biringkassi dilengkapi 5 (lima) unit packer dengan kapasitas
masing-masing 100 ton per jam serta 7 unit shop loader, 4 unit digunakan

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

untuk pengisian semen zak dengan kapasitas masing-masing 100-200 ton per
jam, atau sekitar 4000 ton per hari, 3 unit lainnya digunakan untuk pengisian
semen curah dengan kapasitas masing-masing 500 ton perjam atau 6000 ton
per hari.
Panjang dermaga Pelabuhan sekitar 2 kilometer diukur dari garis pantai
ke laut sedangkan panjang dermaga untuk standar kapal adalah : Dermaga I
sebelah utara 429 kilometer dengan kedalaman 10,5 meter (LWL), sebelah
selatan 445,50 meter dengan kedalaman 7,5 meter (LWL). Dermaga II adalah
65 meter dengan kedalaman 5 meter (LWL).

Sistem Manajemen Mutu


Lebih dari satu dekade, perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Mutu
baru ISO 9001:2008. Jaminan mutu dan kepuasan konsumen merupakan komitmen
manajemen dalam menghadapi persaingan yang ketat dengan produsen semen
lainnya. Pemenuhan komitmen tersebut terwujud dalam upaya pemenuhan kualitas
produk sesuai permintaan konsumen dan penyerahan produk yang tepat waktu
dengan harga yang bersaing.
Upaya tersebut diwujudkan dengan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO
9001:2000 yang selanjutnya di upgrade menjadi ISO 9001:2008.

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Perseroan menyadari bahwa tenaga kerja merupakan bagian dari stakeholders


yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya dalam suatu perusahaan. Megingat
pentingnya tenaga kerja dalam kelangsungan usaha, maka kondisi keselamatan
karyawan harus dijamin. Hal ini sudah menjadi komitmen Manajemen Perseroan
untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, sejahterah bebas dari
kecelakaan dan pencemaran lingkungan serta penyakit akibat kerja.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, sejak tahun 2000 Perseroan telah
menetapkan bagian dari penerapan sistem manajemen keselamatan kerja. Penerapan
sistem manajemen ini diwujudkan melalui pemberian sertifikat audit dari
Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesi dengan predikat tertinggi “Bendera
Emas” sejak Januari 2004.

Sistem Manajemen Lingkungan


Perlindungan lingkungan merupakan kebijakan manajemen dalam upaya
menjamin pembangunan yang berlanjutan. Pengelolaan dan pemantauan lingkungan
secara terus menerus dilaksanakan oleh Perseroan bekerjasama dengan institusi luar
yang terkait.
Kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan telah dimulai sejak
berdirinya Pabrik Perseroan dan senantiasa dikembangkan dan disempurnakan. Salah
satu upaya pengelolaan lingkungan adalah dilakukannya “update” penerapan sistem
manajemen lingkungan ISO 14001 dari versi 2004 dan dinyatakan sesuai oleh Badan
Sertfikasi Internasional.
Komitmen manajemen Lingkungan adalah “Menjadi produsen yang ramah
lingkungan” yang diwujudkan melalui pemenuhan persyaratan peraturan yang
berlaku; meminasi dampak negatif dari produsen dan produk yang dihasilkan;
pelaksanaan program efisinsi pemakaian sumber daya alam dan energi;
melaksanakan kehiatan konservasi lahan bekas tambang; serta membina hubungan
harmonis dengan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah. Keberhasilan ini
dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dari pemerintah pada program
“PROPER” dengan predikat baik “BIRU”.

2.3 Tanggung Jawab Sosial (CSR)

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Sebagai koperasi yang beroperasi dan berkembang di tengah masyarakat,


Perseroan turut bertanggungjawab dalam upaya memajukan usaha masyarakat
sekitar terutama bagi yang belum cukup modal dan keahlian. Upaya yang dilakukan
diantaranya adalah memberikan pelatihan teknis dan bantuan kemitraan bagi
koperasi dan pengusaha kecil agar mereka dapat menjalankan usahanya secara lebih
baik dan profesional. Hingga tahun 2005, Perseroan telah menjadi mitra sekitar
2.975 usaha kecil dan 315 koperasi di Sulawesi Selatan.
Kepedulian sosial diwujudkan melalui pemberian beasiswa kepada anak
didik SD, SMP, SMU dan mahasiswa yang berprestasi dari keluarga yang kurang
mampu, palatihan untuk peningkatan keterampilan atau kualitas SDM, perbaikan
sarana umum berupa sarana pendidikan, pembangunan rumah ibadah, dan sarana
sosial lainnya, pengobatan massal secara periodik, bantuan kepada masyarakat yang
tertimpa bancana alam, dan lain-lain. Perseroan juga melakukan kegiatan donor
darah dari karyawan, pemberian hewan kurban kepada kaum dhuafa.
Dengan upaya-upaya ini, perseroan berkeinginan untuk membentuk sumber
daya manusia yang berkualitas dan memilikin rasa tanggung jawab sosial dan
kepedulian yang tinggi.

Program Kemitraan
Program kemitraan telah dilaksanakan sejak tahun 1287, dengan
menyalurkan dana hasil penyertaan pemerintah berupa pinjaman modal/investasi
kepada pengusaha kecil dan koperasi di wilayah kabupaten Pangkep dan sekitarnya
di wilayah Sulawesi Selatan.Melalui program kemitraan, perseroan memberikan
bantuan kredit lunak kepada pengusaha kecil dan koperasi sebagai modal usaha dan
investasi serta bantuan hibah untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan
manajerial dan promosi pemasaran/pameran perusahaan. Dengan program kemitraan
ini diharapkan pengusaha kecil dan koperasi dapat hidup secara mandiri dan
tangguh. Sampai dengan tahun 2007 telah dikucurkan dana pinjaman mitra binaan

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

sebesar Rp. 24,7 milyar, hibah sebesar Rp. 2,8 milyar dan penyertaan Rp. 1,6 milyar
kepada 3.961 mitra binaan.

Program Bina Lingkungan


Program Bina Lingkungan juga dilakukan dengan tujuan pemberdayaan
kondisi sosial masyarakat di sekitar pabrik (kabupaten Pangkep dan di luar
kabupaten pangkep) terutama yang bersentuhan langsung dengan dampak
lingkungan fisik yang timbul dari operasional perseroan. Obyek bantuan bina
lingkungan meliputi pengingkatan kualitas kesehatan masyarakat, pengembangan
prasarana dan sarana masyarakat seperti jalan, sarana ibadah serta bantuan pompa air
untuk pengairan sawah disekitar pabrik serta kegiatan melelestarikan lingkungan.
Selama tahun 2007 perseroan mengeluarkan Rp. 1,1 milyar untuk berbagai
program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat yang antara lain meliputi bantuan
dana untuk :

• Korban musibah bencana alam (4,8%)


• Peningkatan pendidikan dan pelatihan (27,7%
• Pelayanan Kesehatan (25,4%)
• Pengembangan sarana dan prasarana (12,4%
• Sarana ibadah (23,1%)
• Pelestarian lingkungan (6,6%)

2.3 Produk
Produk yang dihasilkan PT. Semen Tonasa antara lain:
1. Semen Portland Type 1
a. Semen Portland jenis I adalah semen hidrolis yang dibuat dengan menggiling
klinker semen dan gypsum. Semen Portland Jenis I produksi perseroan
memenuhi persyaratan SNI No. 15-2049-2004 Jenis I dan ASTM C150-2004
tipe I.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

b. Semen jenis ini digunakan untuk bangunan umum dengan kekuatan tekanan
yang tinggi (tidak memerlukan persyaratan khusus) seperti: bangunan
bertingkat tinggi, perumahan, jembatan dan jalan raya, landasan bandar udara,
beton pratekan, bendungan/ saluran irigasi, elemen bangunan seperti genteng,
hollow, brick/batako, paving block, buis beton, roster dan lain-lain.

(Gambar : semen Portland Type 1)

1. Semen Portland Komposit


a. Semen Portland Komposit produksi PT Semen Tonasa memenuhi persyaratan
SNI 15-7064-2004. Kegunaan semen jenis ini diperuntukkan untuk konstruksi
beton umum, pasangan batu bata, plesteran dan acian, selokan, jalan, pagar
dinding, pembuatan elemen bangunan khusus seperti beton pracetak, beton
pratekan, panel beton, bata beton (paving block) dan sebagainya.

b. Semen Portland Komposit adalah bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan


bersama terak semen Portland dan gypsum dengan satu atau lebih bahan
anorganik, atau hasil pencampuran bubuk semen Portland dengan bubuk bahan
anorganik, atau hasil pencampuran bubuk Semen Portland dengan bubuk
bahan anorganik lain.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

(Gambar : Semen Portland Komposit)


1. Semen Portland Pozzolan
Semen Portland Pozzolan adalah semen hidrolis yang terdiri dari
campuran homogen antara semen Portland dan Pozzoland halus yang diproduksi
dengan menggiling klinker semen Portland dan Pozoland bersama-sama atau
mencampur secara rata bubuk semen Portland dan Pozzoland atau gabungan
antara meng-giling dan men-campur, dimana kadar pozzoland 15% - 40% massa
Semen Portland Pozzolan.
Semen Potland Pozzolan produksi perseroan memenuhi persyaratan SNI
15-0302-2004 type IP-U. Kegunaan: bangunan bertingkat (2-3 lantai), konstruksi
beton umum, konstruksi beton massa seperti pondasi plat penuh dan ben-dungan,
konstruksi bangunan di daerah pantai, tanah berair (rawa) dan bangunan di
lingkungan garam sulfat yang agresif, serta konstruksi bangunan yang
memerlukan kekedapan tinggi seperti bangunan sanitasi, bangunan perairan, dan
penampungan air.

2.5 Visi, Misi, dan Sasaran Perusahaan


1. Visi PT. Semen Tonasa
Menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Asia dengan tingkat efisiensi
tinggi.
2. Misi PT. Semen Tonasa
a. Meningkatkan nilai perusahaan sesuai keinginan stakeholder.
b. Memproduksi semen untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan kualitas
dan harga bersaing serta penyerahan tepat waktu.
c. Senantiasa berupaya melakukan improvement di segala bidang guna
meningkatkan daya saing di pasar dan EBITDA MARGIN perusahaan.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

d. Membangun lingkungan kerja yang mampu membangkitkan motivasi


karyawan untuk bekerja secara professional.

1. Sasaran Perusahaan
Untuk mencapai misi tersebut, maka perusahaan mengadakan analisa dan
menetapan sasaran-sasaran antara lain:

1. Sasaran Jangka Pendek


a. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia serta kondisi teknis dan
keuangan perusahaan.
b. Stabilitas pasokan harga semen dalam menjung pembangunan pada unit
pemasaran, produksi serta peningkatan pelayanan kepada konsumen.
c. Berpartisipasi dalam program eksport non migas dengan mengeksport hasil
produksi semen pada setiap konsumen luar negeri.
d. Membantu pengembangan usaha keterkaitan dalam rangka peningkatan
penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam negeri untuk pertumbuhan
sektor industri hulu dan hilir khususnya industri kecil, golongan ekonomi
lemah dn pertumbuhan ekonomi lainnya.

1. Sasaran Jangka Panjang


a. Peningkatan secara terus-menerus kemampuan Sumber Daya Manusia,
kemampuan teknik dan keuangan perusahaan.
b. Peningkatan kapasitas produksi secara ekonomis untuk mengikuti
perkembangan kebutuhan semen khususnya di wilayah pemasaran baik
dalam maupun luar negeri.
c. Peningkatan usaha keterkaitan yang lebih luas untuk pengembangan
industri dan ekonomi lainnya.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

2.3 Struktur Organisasi


STAF
STAFDIREKTUR
PROYEK
BIRO
STAF DEPARTEMEN
DIREKTUR
DIREKTUR
DIREKTUR
SISTEM TONASA
DEPARTEMEN
DEPARTEMEN
DIREKTUR
DIREKTUR UTAMA
LITBANG
PP
INFORMASI
LITBANG&OPR
PRODUKSI
UTAMA
PEMASARAN
TEKNIK
PRODUKSI
LITBANGMEN/MR
&
PRODUKSI
PERSEDIAAN
LITBANGTEK
PEMASARAN
OPERASIONAL
AKUNTANSI
KEUANGAN
DISTRIBUSI
TREASURY
PRODUKSI
SEKPER
&VUTILITAS
SKAI
SDM SEMEN
TERAK
BHN
BAKU

2.3.1 Struktur Organisasi PT. Semen Tonasa

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Adanya struktur organisasi yang baik merupakan salah satu syarat yang penting
agar perusahaan dapat berjalan baik. Suatu perusahaan akan berhasil mencapai prestasi
kerja yang efektif dari karyawan apabila terdapat sistem kerjasama yang baik, di mana
fungsi-fungsi dalam organisasi tersebut mempunyai tugas, wewenang, dan tanggung
jawab yang telah dinyatakan dan diuraikan secara jelas.
Stukur organisai perusahaan PT. Semen Tonasa mengikuti metode atau prinsip
organisasi dimana fungsi-fungsi di dalamnya telah dinyatakan dan diuraikan dengan
menekankan pada pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab secara jelas dan
tegas. Untuk lebih memahami kesatuan oarganisasi perusahaan sebaimana terlampir.
Sesuai dengan Anggaran Dasar perusahaan, PT.Semen Tonasa diurus dan
dipimpin oleh direksi yang terdiri dari seorang direktur utama dan tiga orang direktur.
Dalam melakukan tugasnya direksi diawasi oleh dewan komisaris dan direksi diangkat
oleh Rapat Umum Pemegang Saham. (RUPS), yang masing-masing untuk Jangka waktu
3 tahun bagi Dewan Komisaris dan 5 tahun bagi Direksi. Tugas dan wewenag dewan
komisaris dan direksi diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Manajemen PT.Semen
Tonasa menyusun unit organisasi sebagai berikut:

1. Dewan Direksi
Bertanggung jawab kepada dewan komisaris sebagai wakil pemegang saham.
Dewan Direksi terdiri atas:
a. Direktur Produksi
Di dalam menjaga kestabilan produk, tugas direktur produksi setiap harinya
meliputi:
1. Terselenggaranya kelancaran operasi Pabrik Unit I, Pabrik Unit II, Pabrik Unit
III, dan Pabrik Unit IV, yang meliputi pencapaian target produksi, pencapaian
mutu/kualitas produksi dan terlaksananya pemeliharaan masing-masing.
2. Terselengaranya pemeliharaan fasilitas yang meliputi perumahan karyawan,
gedung pabrik, gedung lainnya, pelabuhan khusus Biringkassi, dan lingkungan
hidup.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

a. Direktur Penelitian Pengembangan (Litbang)


Dalam pengembangan perusahaan, tugas direktur litbang melaksanakan
kegiatan untuk merealisir tujuan perusahaan dengan baik. Tugas-tugas tersebut
meliputi:
a. Terselenggaranya semua aktifitas perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek
perluasan termasuk di dalamnya pengurusan sumber dana utuk pembiayaan
proyek-proyak dimaksud.
b. Penelitian terhadap efisiensi semua peralatan unit produksi yang ada dan yang
akan digunakan baik dalam unit-unit yang telah ada maupu dalam proyek-
proyek perluasan.

a. Direktur Pemasaran
Direktur Pemasaran bertugas membantu Direktur Utama dalam mengawasi
secara langsung pada dua departemen, yaitu:
1. Departemen Pemasaran
Departemen ini membawahi Biro Pemasaran Wilayah I, Biro Pemasaran
Wilayah II, Biro Pemasaran Wilayah III, dan Biro Perencanaan dan
Administrasi Pemasaran (PAP), yang dibantu oleh beberapa seksi.
2. Departemen Distribusi
Departemen ini membawahi Biro Distribusi I, Biro Distribusi II, dan
Biro Perencanaan dan Pengendalian Semen dan Kantong, serta Biro unit
Pengantongan dan dibantu oleh beberapa seksi.

a. Direktur Keuangan dan Komersil


Betanggung jawab atas semua aktivitas perusahaan. Tugas direktur
keuangan dan komersil adalah:
a. Pembuatan anggaran pendapatan oleh belanja perusahaan serta mengadakan
pengawasan atas pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja perusahaan
tersebut.
b. Menyusun pendistribusian hasil produksi semen dengan jalan menyusun srategi
pemasaran di seluruh daerah pemasaran termasuk pengangkutannya.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

c. Merencanakan kegiatan pengadaan suku cadang bahan baku, bahan pembantu


dan mesin-mesin lainnya sebagai kelengakapan dalam kegiatan produksi.

a. Kepala Departemen/ Bidang


Tanggung jawab dan tugas dari masing-masing Kepala Departemen
(Kadep) yang terdapat dalam struktur organisasi PT. Semen Tonasa adalah:
a. Kadep Umum
Bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Tugasnya mengelola dan
mengkoordinir bidang pelayanan umum, keamanan dan hukum.
b. Kadep Sumber Daya Manusia
Bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Tugasnya mengelola dan
mengkoordinir bidang pengawasan finansial dan pengawasan operasional .
c. Kadep Satuan Pengawasan Intern
Bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Tugasnya mengelolah dan
mengkoordinir bidang pengawasan finansial dan pengawasan operasional.
d. Kadep Administrasi Keuangan
Bertanggung jawab kepada direktur keuangan dan komersil. Tugasnya
mengelolah dan mengkoordinir bidang adminisrasi keuangan dan pengelolaan
data elektronik.

2.7 Gambaran Umum Proses Produksi Semen

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Penjelasan Aliran proses pembuatan semen

1. Mining

Penambangan merupakan proses pengambilan batu kapur dan tanah liat yang
diperlukan dalam memproduksi semen. Dimana telah dibuat perencanaan lokasi
penambangan untuk kebutuhan setiap harinya. Langkah-langkah dalam melakukan
penambangan adalah pengupasan dan pembersihan topsoil, pengeboran, peledakan ,
penggalian dan pemuatan serta yang terahkir adalah pengangkutan ke ROM storage
atau happer crusher.

2. Crusher

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Bahan mentah yang berasal dari tambang, biasanya masih berukuran besar. Bahan
mentah tersebut perlu dipecah untuk memperkecil ukurannya (size reduction) dengan
menggunakan crusher. Size reduction disini dimaksudkan untuk menyiapkan ukuran
bahan sesuai dengan ukuran umpan raw mill, untuk mempermudah pencampuran dan
pengeringan

3. Storage

Bahan baku harus disesuaikan dengan bentuk gudang dan cara pengambilan bahan
tersebut. Storage ini berfungsi untuk prehomogenisasi atau biasa disebut
keseragaman.

4. Raw Mill

Pada tahap ini terjadi proses pencampuran bahan baku yaitu batu kapur (lime stone),
dan tanah liat (clay), pada proses ini dilakukan suatu pengoreksian menggunakan
pasir silica dan pasir besi (iron sand) dengan perbandingan tertentu, sehingga hasil
produksinya disebut raw miil.

5. Blending Silo

Proses pencampuran ulang produk raw mill

6. Preheater (pemansan awal)

Proses ini berfungsi untuk mereduksi kadar air atau H2O

7. Calcasiner

Pada tahap ini terjadi proses calcinasi (penguraian) dimana menghilang carbon
dioksiada yang terkandung dalam bahan baku sehingga dihasilkan kalsium dengan
reaksi :

CaCo3  CaO + Co2

8. Kiln

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Pada tahap ini terjadi reaksi besar – besaran hasil produknya disebut klinker yang
memiliki suhu 1400’C.

9. Cooler

Tahap ini dilakukan proses pendingan pada klinker yang berbentuk batu-batuan
untuk proses selanjutnya .

10.Silo

Tempat ini adalah wadah untuk hasil proses cooler.

11.Finish Mill

Pada tahap ini dilakukan proses penambahan gypsum terhadap terak, berfungsi untuk
retarder atau pengatur waktu pengerasan semsn. sehingga hasil semen nanti tidak
cepat keras atau lama bila dicampurkan air pada saat proses penggunaan semen.

12.Silo

Sama halnya dengan silo yang pertama tetapi silo ini adalah wadah terakhir untuk
semen yang nantinya akan di pakcing.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

1.1 SAP
1.1.1 Definisi

SAP adalah produk perangkat lunak ERP yang mempunyai kemampuan untuk
mengintegrasikan berbagai macam aplikasi bisnis, dimana setiap aplikasi mewakilkan area
bisnis tertentu.

Pada SAP transaksi keterkinian dan transaksi proses dilakukan dengan cara real time.
SAP mempunyai kemampuan untuk dapatdikonfigurasikan sesuaidengan kebutuhan bisnis.

SAP adalah perusahaan perangkat lunak keempat terbesardidunia setelah Microsoft, IBM dan
ORACLE dalam kapitalisasi pasar.

Produk utama dariSAP adalahSAP R/3, R bermakna pemrosesan data secara real time dan
berhubungan dengan arsitektur aplikasi tiga lapisan yaitu: database, application server dan
client SAP.

SAP menggunakan bahasa pemrograman generasi keempat yang dinamakanAdvance


Business Application Programming (ABAP). ABAP mempunyai banyak fitur dari bahasa
pemrograman modern lainnya seperti :C, Visual Basic danPower Builder.

SAP graphical user interfaces (SAPGUI) berjalan padaWindows / NT / Unix / AS400.


Tampilan dari SAP menggunakanWindows Explorer Screen Format (semuaMenu terletak
pada sisi kiri layar).

1.1.2 Tujuan SAP

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Untuk mengurangi jumlah biayadan waktu yang digunakan untuk mengembangkan dan
menguji semua program-program yang ad dalam satu perusahaan.

Untuk itulah kebanyakan perusahaan akan mencoba untuk menggunakan tool yang tersedia
dalam SAP.

3.1.3 Keuntungan Menggunakan SAP

Keuntungan dari penggunaan SAP adalah SAP mempunyai level integrasi yang sangat tinggi
antara aplikasi-aplikasi individu sehingga menjamin konsistensi data terhadap system dan
perusahaan implementator.

SAP merupakan table drive customization software, sehingga perubahaan persyaratan bisnis
dapat dilakukan dengan cepat menggunakan sekumpulan program umum.

Penambahan program sumber menggunakanUser-exits. Perangkat sepertivariasi layar untuk


melakukan pengesetan terhadap atribut field baik itu untuk disembunyikan, ditampilkan atau
menjadikan field utama.

3.1.4 Lingkungan Sistem SAP

Sistem pengembangan adalah lingkungan dimana sebagian besar implementasi berada pada
lingkungan ini.

Sistem penjaminan kualitas adalah lingkungan dimana semua pengetesan akhir berada padal
ingkungan in isebelum dijalankan pada lingkungan produksi.

3.2 Audit Internal


3.3.1 Definisi

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Audit internal merupakan pengawasan manajerial yang fungsinya


mengukur dan mengevaluasi sistem pengendalian dengan tujuan membantu semua
anggota manajemen dalam mengelola secara efektif pertanggungjawabannya
dengan cara menyediakan analisis, penilaian, dan komentar-komentar yang
berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang ditelaah. Ikatan Auditor Internal
(Institute of Internal Auditors –IIA) dikutip oleh Messier (2005:514),
mendefinisikan audit internal sebagai berikut :

Audit intern adalah aktivitas independen, keyakinan objektif, dan


konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan
operasi organisasi. Audit intern ini membantu organisasi mencapai
tujuannya dengan melakukan pendekatan sistematis dan disiplin
untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas manajemen resiko,
pengendalian, dan proses tata kelola.

Dari definisi tersebut dapat dilihat beberapa lingkup tugas auditor internal
dalam perusahaan yang bertujuan untuk menilai efisiensi dan efektivitas kegiatan
usaha dan juga pengendalian internal yang telah dijalankan. Selanjutnya Agoes
(2004:221) memberikan pendapatnya tentang audit internal sebagai berikut :

Internal audit (pemerikasaan intern) adalah pemeriksaan yang


dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan, baik terhadap
laporan keuangan, dan catatan akuntansi perusahaan, maupun
ketaatan terhadap kebijakan manajemen puncak yang telah
ditentukan dan ketaatan terhadap peraturan pemerintah dan
ketentuan-ketentuan dari ikatan profesi yang berlaku. Peraturan
pemerintah misalnya peraturan dibidang perpajakan, pasar modal,
lingkungan hidup, perbankan, perindustrian, investasi, dll. Ketentuan
dari ikatan profesi misalnya standar akuntansi keuangan.

Di dalam perusahaan, audit internal yang merupakan fungsi staf, tidak


memiliki wewenang untuk langsung memberi perintah kepada pegawai, juga tidak
dibenarkan untuk melakukan tugas-tugas operasional dalam perusahaan yang
sifatnya diluar kegiatan pemeriksaan.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

3.3.2 Tujuan Audit Internal

Direksi harus menyusun dan melaksanakan sistem pengendalian internal


perusahaan yang handal dalam rangka menjaga kekayaan dan kinerja perusahaan
serta mematuhi peraturan perundang-undangan. Satuan kerja atau fungsi
pengawasan internal bertugas membantu direksi dalam memastikan pencapaian
tujuan dan keberlangsungan usaha dengan:

1. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program perusahaan


2. Memberikan saran dalam upaya memperbaiki efektifitas proses pengendalian
resiko
3. Memfasilitasi kelancaran pelaksanaan audit oleh audit eksternal

Tujuan audit internal adalah untuk membantu anggota organisasi untuk


melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif. Untuk mencapai tujuan ini, staf
audit internal diharapkan dapat dengan analisis, penilaian, rekomendasi, konsultasi
dan informasi tentang kegiatan yang ditelaah.

3.3.2 Fungsi dan Ruang Lingkup Audit Internal


Fungsi audit internal merupakan kegiatan yang bebas, yang terdapat dalam
organisasi, yang dilakukan dengan cara memeriksa akuntansi, keuangan, dan
kegiatan lain untuk memberikan jasa bagi manajemen dalkam melaksanakan
tanggung jawab mereka dengan cara menyajikan analisis, penilaian, rekomendasi
dan komentar-komentar penting terhadap kegiatan manajemen.

Fungsi audit internal manjadi semakin penting sejalan dengan semakin


kompleksnya operasional perusahaan. Manajemen tidak mungkin dapat mengawasi
seluruh kegiatan operasioanl perusahaan, karena itu manajemen sangat terbantu
oleh fungsi audit internal untuk menjaga efisiensi dan efektifitas kegiatan.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Menurut Guy (2002:410), “ruang lingkup audit internal pemeriksaan dan


evaluasi yang memadai serta efektifitas sistem pengendalian internal organisasi
kualitas kinerja dalam melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan”. Berikut
ini adalah ruang lingkup audit internal yang meliputi tugas-tugasnya:

a. Menelaah reliabilitas dan integritas informasi keuangan dan operasi serta


perangkat yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengklarifikasi
serta melaporkan informasi semacam itu
b. Menelaah sistem yang ditetapkan untuk memastikan ketaatan terhadap
kebijakan, perencanaan, prosedur, hukum, dan peraturan yang dapat memiliki
pengaruh signifikan terhadap operasi dan laporan serta menentukan apakah
organisasi telah mematuhinya
c. Menelaah perangkat perlindungan aktiva dan secara tepat memverifikasi
keberadaan aktiva tersebut

3.3.2 Kedudukan dan Peran Audit Internal


Hal yang harus diperhatikan dalam suatu perusahaan agar dapat memiliki
departemen audit internal yang efektif adalah departemen audit internal tersebut
harus memiliki kedudukan audit internal yang independen dalam organisasi
perusahaan. Independensi audit internal antara lain tergantung pada :
1. Kedudukan departemen audit internal tersebut dalam organisasi perusahaan,
maksudnya kepada siapa departemen tersebut bertanggung jawab
2. Apakah departemen audit internal dilibatkan dalam kegiatan operasional. Jika
ingin independen, departemen audit internal tidak boleh terlibat dalam kegiatan
operasional perusahaan. Misalnya tidak boleh ikut serta dalam kegiatan
penjualan dan pemasaran, penyusunan sistem akuntansi, proses pencatatan
transaksi, dan penyusunan laporan keuangan perusahaan.

Kedudukan departemen audit internal dalam perusahaan akan menentukan


tingkat kebebasannya dalam menjalankan tugas sebagai auditor. Kedudukan
ataupun status departemen audit internal dalam suatu perusahaan mempunyai
pengaruh terhadap luasnya kegiatan serta tingkat independensinya dalam
menjalankan tugasnya sebagai pemeriksa. Jadi, status organisasi dari departemen
audit internal harus ditegaskan untuk dapat menyelesaikan tanggung jawab audit.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Departemen audit internal akan efektif seperti yang diinginkan manajemen,


jika departemen audit internal tersebut bebas dari aktifitas-aktifitas yang
diauditnya. Hal ini akan tercapai jika departemen audit internal mempunyai
kedudukan yang memungkinkan bagusnya untuk mengembangkan sikap
independensi terhadap bagian-bagian yang harus diperiksa. Untuk mencapai
keadaan tersebut, maka departemen audit internal harus memperoleh dukungan
dari pihak manajemen dan dewan komisaris.

Terdapat tiga alternatif kedudukan departemen audit internal dalam


perusahaan, yaitu :

1. Departemen audit internal berada di bawah Direktur Keuangan


2. Departemen audit internal berada di bawah Direktur Utama
3. Departemen audit internal merupakan staf dari dewan komisaris

1.3.6 Wewenang dan Tanggung Jawab Auditor Internal

Wewenang dan tanggung jawab auditor internal dalam perusahaan


tergantung pada status dan kedudukannya dalam struktur organisasi. Wewenang
yang berhubungan dengan tanggung jawab tersebut harus memberikan akses penuh
kepada auditor internal tersebut untuk berurusan dengan kekayaan dan karyawan
perusahaan yang relevan dengan pokok masalah yang dihadapi. Tanggung jawab
auditor internal adalah :
1. Memberikan informasi dan nasehat kepada manajemen dan menjalankan
tanggung jawab ini dengan cara yang konsisten dengan kode etik auditor
internal.
2. Mengkoordinasikan kegiatan dengan orang lain agar berhasil mencapai sasaran
audit dan sasaran perusahaan

Pada umumnya, auditor internal lebih berfungsi sebagai staf. Oleh karena
itu, auditor internal tidak dapat memerintahkan secara langsung untuk menjalankan
tindakan perbaikan karena hal tersebut bukanlah wewenang. Auditor internal hanya
berkewajiban menyampaikan hasil pemeriksaan dan penilaiannya kepada
manajemen.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Untuk menjaga objektivitas, sebaiknya auditor internal tidak terlibat secara


langsung pada proses pencatatandan penyajian data keuangan serta tidak terlibat
secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu aktivitas operasional yang
dapat mempengaruhii jika dilakukan pemeriksaan. Auditor internal harus bebas
membahas dan menilai kebijakan, rencana dan prosedur tetapi tidak berarti dapat
mengambil alih tanggung jawab bagian lain yang ditugaskan.

Kedudukan departemen audit internal menggambarkan bagian-bagian mana


saja yang dapat menjadi objek pemeriksaannya atau dengan kata lain menunjukkan
sampai dimana wewenang auditor internal.

1.3.6 Laporan Audit Internal


Hasil akhir dari pelaksanaan audit internal dituangkan dalam suatu bentuk
laporan tertulis melalui proses penyusunan yang baik. Laporan hasil audit internal
merupakan suatu alat penting untuk menyampaikan pertanggungjawaban hasil
kerja kepada manajemen, yaitu sebagai media informasi untuk menilai sejauh mana
tugas-tugas yang dibebankan dapat dilaksanakan. Adapun isi atau materi laporan
audit internal menurut Boynton (2003:494) adalah :

1. Suatu laporan tertulis yang ditandatangani harus dikeluarkan setelah


pemeriksaan selesai
2. Auditor internal harus membahas kesimpulan dan rekomendasi pada tingkatan
manajemen yang tepat sebelum mengeluarkan laporan tertulis yang final
3. Laporan haruslah objektif, jelas, ringkas, konstruktif, dan tepat waktu
4. Laporan harus menyatakan tujuan, ruang lingkup dan hasil audit juga pendapat
auditor
5. Laporan harus mencakup rekomendasi untuk perbaikan yang potensial dan
mengakui kinerja serta tindakan korektif yang memuaskan
6. Pandangan auditee tentang kesimpulan dan rekomendasi audit dapat disertakan
dalam laporan audit
7. Direktur audit internal atau designee harus me-review dan menyetujui laporan
audit final sebelum diterbitkan serta harus memutuskan kepada siapa laporan itu
akan dibagikan

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Laporan dari bagian audit internal merupakan suatu alat komunikasi yang
didalamnya terdapat tujuan yang dimulai dari penugasan, luas pemeriksaan,
batasan, yang dibuat dan juga saran atau rekomendasi kepada pimpinan
perusahaan. Tujuan laporan audit internal adalah sebagai berikut :

1. Laporan auditor merupakan kesimpulan hasil pemeriksaan


2. Menyajikan temuan-temuan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan
3. Sebagai dasar untuk kemudian diambil tindakan oleh manajemen terhadap
penyimpangan yang terjadi.

Untuk mencapai hal tersebut, maka laporan yang disampaikan haruslah


memiliki unsur-unsur objektif, clear (jelas), ringkas, konstruktif dan tepat waktu.

3.4 Kaitan Audit Internal dengan SAP

.
Salah satu maksud dari implementasi SAP yaitu, untuk mengurangi jumlah biaya
dan waktu yang digunakan untuk mengembangkan dan menguji seluruh program –
program yang terdapat di dalam suatu perusahaan.

Salah satu elemen yang cukup signifikan dalam proses implementasi SAP adalah
fungsi pengawasan internal yang baik yang dilakukan oleh auditor internal. Dengan
demikian eksistensi audit internal itu sendiri merupakan salah satu wujud implementasi
dari Integrated management System. Selain itu, audit internal berperan sangat strategis
dalam membantu manajemen dalam upaya mewujudkan SAP ke dalam praktek-praktek
bisnis manajemen.

Kelebihan proses audit internal yang dijalankan berdasarkan implementasi SAP


adalah sebagai berikut :
1. Proses audit dilakukan oleh tim auditor yang kompeten, independent dan teregistrasi
sebagai lead auditor serta multi kompetensi sehingga permasalahan dalam suatu unit
kerja dapat diidentifikasi dengan mudah.
2. Proses audit dilakukan tidak hanya untuk mencari kesalahan pada suatu unit, namun
memberikan solusi-solusi perbaikan sehingga proses continous improvement dapat
berjalan dengan baik.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

3. Audit dilakukan secara terintegrasi dengan beberapa manajemen system ( ISO 9001,
ISO 14001, SMK3/OHSAS 18001) sehingga lebih efisien.

BAB IV

Peranan Audit Internal Terhadap Penerapan SAP pada PT Semen Tonasa

1.1 SAP PT Semen Tonasa

PT Semen Tonasa akhirnya mengintegrasikan sistem informasi dan komunikasi ke dalam


program (System, Applications and Products in Data Processing (SAP).

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Software ini adalah perangkat aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) terbaru. ERP
yang kini banyak digunakan perusahaan-perusahaan besar di negara maju tersebut mulai
diterapkan PT Semen Tonasa mulai 1 Januari 2011.

Dengan SAP ERP ini, seluruh informasi dari PT Semen Gresik, PT Semen Padang serta PT
Semen Tonasa akan diintegrasikan dalam satu sistem komunikasi. "Program ini akan
membuat kerja kita semakin mudah.

Karena para pemegang SAP sudah bisa mengakses seluruh informasi yang berkaitan dengan
ketiga perusahaan semen, baik produksi, pemasaran, finansial bahkan sampai SDM," ujar
Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa, Erizal Bakar usai bertemu dengan seluruh distributor
di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Pangkep, Sabtu 18 Desember.

Para distributor semen pelat merah itu pun mulai mempelajari sistem SAP ERP. Sistem ini
sama dengan akses pada alamat internet tertentu namun dengan menggunakan password.

Untuk saat ini, SAP ERP akan dimiliki oleh para distributor yang jumlahnya lebih 70. "Bagi
para distributor, sistem ini akan memudahkan pekerjaan mereka. Mereka bisa liburan tanpa
harus mencemaskan kekurangan informasi mengenai pergerakan semen. Karena semuanya
sudah bisa diakses melalui SAP," kata Erizal

Program ESP ERP merupakan buatan Jerman yang telah lama dipakai pada perusahaan besar
Eropa dan Amerika. PT Semen Gresik sudah me-launching program ini pada Januari 2010
lalu.

1.2 Audit Internal Sistem Manajemen PT Semen Tonasa


Pada awalanya, seluruh proses audit internal perusahaan (audit ketaatan, audit
operasioanal, audit keuangan) dilaksanakan oleh Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) PT
Semen Tonasa. Namun, berdasarkan piagam SKAI yang telah diterima oleh Departemen
Satuan Kerja Audit Internal, terdapat wewenang dalam proses audit yang seharusnya
dilimpahkan ke unit kerja lain. Proses audit tersebut adalah proses audit ketaatan (audit
complience) terhadap sistem manajemen PT Semen Tonasa yang selanjutnya
dilimpahkan ke biro Sistem Perusahaan dan Manajemen, Departemen Litbang
Manajemen.
Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

1.2.1 Proses Audit


Proses audit internal sistem manajemen yang dijalankan oleh PT Semen
Tonasa adalah sebagai upaya dalam pemantauan tindakan-tindakan yang dilakukan
oleh unit-unit kerja dalam menjalankan sistem manajemen di unit kerjanya. Dalam
hal ini tipe audit yang dilaksanakan adalah audit ketaatan (audit compliance)
terhadap sistem manajemen yang telah diterapkan.
Pada PT Semen Tonasa, proses audit internal sistem manajemen perusahaan
dilaksanakan secara periodik tiap 6 bulan. Proses audit internal ini dilaksanakan
secara menyeluruh pada setiap unit-unit kerja dengan melibatkan perwakilan dari
tiap-tiap unit kerja sebagai auditor dan dibantu oleh Dept. SKAI yang lebih
berkompeten dalam proses audit.
Pola proses pelaksanaan audit internal sistem manajemen PT semen Tonasa
yang berlangsung saat ini pada umumnya mengadopsi pola audit internal yang
dilaksanakan oleh departemen SKAI ( Satuan Kerja Audit Internal ) dimana
terdapat empat tahapan yaitu, rapat pembukaan, mengumpulkan bukti,
dokumentasi dan temuan hasil audit, rapat penutupan.
Pada tahap awal, lead auditor memperkenalkan anggota tim audit kepada
seluruh unit kerja yang kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan lingkup, tujuan,
metode, prosedur dan rencana audit kepada seluruh anggota tim audit. Untuk
memastikan bahwa unit kerja yang akan diaudit telah bersedia untuk diaudit,
auditor mengkonfirmasi kunjungannya sehingga unit kerja yang akan diaudit
mempersiapkan semua dokumen dan sumber daya yang dibutuhkan.
Tahapan selanjutnya adalah dengan mengumpulkan bukti yang dilakukan
dengan cara menguji dokumen ( ISO 9001, ISO 14001, SMK3/OHSAS 18001),
wawancara, dan pengamatan kegiatan dan kondisi tiap-tiap unit kerja.
Setelah pengumpulan bukti dari tiap-tiap unit kerja, auditor
mendokumentasikan hasil temuan audit yang berupa penyimpangan-penyimpangan
dari implementasi Sistem Manajemen Semen Tonasa (SMST) kedalam form yang
telah dibuat. Pada tahap ini, penyimpangan-penyimpangan yang teridentifikasi
diklasifikasikan menjadi tiga golongan yaitu Mayor, Minor, dan Observasi.
Penggolongan ini didasarkan atas seberapa besar tingkat penyimpangan yang
teridentifikasi berdasarkan kebijakan Sistem Manajemen Semen Tonasa (SMST).
Selanjutnya, terhadap temuan hasil audit ini dilakukan evaluasi sehingga semua

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

penyimpangan yang ditemukan oleh auditor segera diperbaiki oleh unit kerja yang
bersangkutan.
Berdasarkan hasil temuan audit yang telah didokumentasikan, tim auditor
menyajikan dan mendiskusikan semua temuan-temuan yang signifikan dengan
unit-unit kerja yang bersangkutan. Apabila ada temuan auditor yang tidak sesuai
dengan apa yang dirasakan unit kerja yang bersangkutan, unit kerja tersebut dapat
melakukan protes dengan menunjukkan bukti konkritnya.
Oleh karena PT Semen Tonasa telah memperoleh sertifikasi standar
Integrated Management System , maka pada perusahaan juga akan dilakukan audit
eksternal oleh pihak lembaga sertifikasi sebagai bentuk pengawasan lembaga
tersebut kepada perusahaan. Output dari proses audit eksternal ini sama dengan
audit internal yaitu berupa temuan yang mengalami penyimpangan dengan standar
yang telah ditetapkan, beserta klasifikasi penggolongan temuan tersebut. Apabila
temuan yang didapatkan tersebut tergolong minimal dan dengan penyimpangan
yang tidak terlalu besar berarti proses audit internal berjalan dengan efektif.
Temuan yang digolongkan mayor dan minor akan dilakukan perbaikan dimana
pihak lembaga sertifikasi memberikan batasan waktu kepada perusahaan untuk
melakukan tindakan perbaikan dimana dalam setiap tahapnya dipantau oleh
lembaga sertifikasi. Dalam batasan waktu yang diberikan tersebut, perusahaan akan
mengirimkan dokumentasi berupa gambar kepada pihak lembaga sertifikasi
sebagai bukti bahwa penyimpangan tersebut telah dilakukan perbaikan. Apabila
pihak lembaga sertifikasi sudah puas dengan hasil-hasil dokumentasi, maka proses
audit pun selesai. Namun, jika tidak maka lembaga ini akan mengadakan
pengecekan ulang ke perusahaan.
Proses inilah yang akan menghasilkan improvement dari sistem manajemen
perusahaan yang karena dilakukan secara terus-menerus diharapkan dapat
mancapai Continual Improvement.

Secara umum, proses pelaksanaan audit internal Sistem Manajemen PT


Semen Tonasa dapat digambarkan sebagai berikut :

– Menyajikan temuan audit dan


Kelompok 5 pengamatan audit
– Mendiskusikan temuan-temuan Rapat
yang signifikan Penutupa
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Dokumentasikan Dan
Evaluasi Temuan Audit

– Uji dokumen, data dan catatan


– Wawancara
Mengumpulka – Pengamatan kegiatan dan kondisi
n Bukti
– Memperkenalkan anggota tim audit
– Menjelaskan lingkup, tujuan dan rencana
audit
Rapat Pembukaan
– Menjelaskan metoda dan prosedur audit
– Mengkonfirmasi ketersediaan dokumen
dan sumber daya
– Mengkonfirmasi kunjungan dan

BAB V

PENUTUP

1.1 Kesimpulan

System pada PT Semen Tonasa menerapkan 2 area fungsional utama:

1. Logistics :

a. Sales and Distribution (SD)


b. Material Management (MM)
c. Warehouse Management (WM)
d. Production Planning (PP)
e. General Logistics (LO)
f. Quality Management (QM)

1. Financial :

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

a. Financial Accounting (FI)


b. Controlling (CO)
c. Enterprise Controlling (EC)
d. Investment Management (IM)
e. Treasury (TR)

1. Human Resources :

a. Personnel Administration (PA)


b. Personnel Development (PD)

Selanjutnya adalah :

1. Faktor yang mendorong PT Semen Tonasa menerapkan SAP adalah sebagai berikut:
a. PT Semen Tonasa ingin mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar
internasional
b. Keinginan untuk menciptakan citra dan reputasi yang lebih baik
c. SAP membuat kerja semakin mudah
d. Meningkatkan kinerja mutu secara berkesinambungan.

2. Proses audit internal yang dilakukan PT Semen Tonasa terbagi 2 yaitu Audit
Operasional dan Audit Sistem Manajemen. Audit operasional dilakukan oleh Dept.
SKAI sedangkan Audit Sistem Manajemen dilakukan oleh Biro Sistem perusahaan
& Manajemen, Dept. Litbang Manajemen

3. Proses pelaksanaan audit internal PT Semen Tonasa terdiri dari beberapa tahap,
yaitu :
a. Rapat Pembukaan
b. Mengumpulkan bukti

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

c. Dokumentasikan dan evaluasi temuan audit


d. Rapat penutupan

1.1 Saran
1. PT Semen Tonasa sebaiknya membentuk unit kerja yang bertanggung jawab penuh
dalam pelaksanaan audit internal sistem manajemen perusahaan
2. PT Semen Tonasa sebaiknya mengadakan pelatihan auditor yang lebih intens
sehingga pengetahuan auditor tentang proses audit menjadi lebih baik.

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

DAFTAR PUSTAKA

Wibowo. 2009. Manajemen Kinerja Edisi II. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Guy, Dan M.C Way Alderman, dan Alan J.Winter, 2002. Auditing, Edisi 5, Penerjemah
Sugiyarto, Elangga, Jilid II, Jakarta

Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal, 2004. Standar Profesi Audit Internal, yayasan
Pendidikan Internal Audit, Jakarta

PT Semen Tonasa, 2009. Manual Book Integrated management System

http://www.konsumenproperti.com/

http://id.wikipedia.org/wiki/Kaizen

http://roufique.wordpress.com/2010/02/09/internal-audit-tangan-kanan-top-manajemen/

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Kelompok 5
Laporan hasil kunjungan di PT Semen TONASA

Kelompok 5