INDONESIA MASA DEMOKRASI LIBERAL (1950-1959) Era 1950-1959 adalah era di mana presiden Soekarno memerintah

menggunakan konstitusi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. Periode ini berlangsung mulai dari 17 Agustus 1950 sampai 6 Juli 1959. Sebelum Republik Indonesia Serikat dinyatakan bubar, pada saat itu terjadi demo besar-besaran menuntut pembuatan suatu Negara Kesatuan. Maka melalui perjanjian antara tiga negara bagian, Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Sumatera Timur dihasilkan perjanjian pembentukan Negara Kesatuan pada tanggal 17 Agustus 1950.Sejak 17 Agustus 1950, Negara Indonesia diperintah dengan menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 yang menganut sistem kabinet parlementer.Konstituante diserahi tugas membuat undang-undang dasar yang baru sesuai amanat UUDS 1950. Namun sampai tahun 1959 badan ini belum juga bisa membuat konstitusi baru. Maka Presiden Soekarno menyampaikan konsepsi tentang Demokrasi Terpimpin pada DPR hasil pemilu yang berisi ide untuk kembali pada UUD 1945.Akhirnya, Soekarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959, yang membubarkan Konstituante. Isinya ialah: 1. Kembali berlakunya UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950 2. Pembubaran Konstituante 3. Pembentukan MPRS dan DPAS Pada masa ini terjadi banyak pergantian kabinet diakibatkan situasi politik yang tidak stabil. Tercatat ada 7 kabinet pada masa ini. A.KABINET MASA DEMOKRASI LIBERAL a.KABINET NATSIR (6 September 1950 - 21 Maret 1951)

Merupakan kabinet koalisi yang dipimpin oleh partai Masyumi. Dipimpin Oleh : Muhammad Natsir : Program 1.Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman. 2.Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan pemerintahan. 3.Menyempurnakan organisasi Angkatan Perang. 4.Mengembangkan dan memperkuat ekonomi rakyat. 5. Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat. Hasil : Berlangsung perundingan antara Indonesia-Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat. Kendala/ Masalah yang dihadapi : -Upaya memperjuangkan masalah Irian Barat dengan Belanda mengalami jalan buntu (kegagalan). - Timbul masalah keamanan dalam negeri yaitu terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, seperti Gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS. Berakhirnya kekuasaan kabinet : Adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. PNI menganggap peraturan pemerintah No. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi tersebut disetujui parlemen sehingga Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden.

meningkatkan kemakmuran rakyat.Menjamin keamanan dan ketentraman 2.Mempercepat persiapan pemilihan umum.Program luar negeri : Penyelesaian masalah hubungan IndonesiaBelanda. Sulawesi Selatan. Berakhirnya kekuasaan kabinet : Muncul pertentangan dari Masyumi dan PNI atas tindakan Sukiman sehingga mereka menarik dukungannya pada kabinet tersebut.Mengusahakan kemakmuran rakyat dan memperbaharui hukum agraria agar sesuai dengan kepentingan petani. DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa Sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada presiden. DPR. meningkatkan pendidikan rakyat. : Hasil Tidak terlalu berarti sebab programnya melanjtkan program Natsir hanya saja terjadi perubahan skala prioritas dalam pelaksanaan programnya. 2. Dimana dalam MSA terdapat pembatasan kebebasan politik luar negeri RI karena RI diwajibkan memperhatiakan kepentingan Amerika. Hubungan Sukiman dengan militer kurang baik tampak dengan kurang tegasnya tindakan pemerintah menghadapi pemberontakan di Jawa Barat.b. Masalah Irian barat belum juga teratasi. Dipimpin Oleh : Mr. Dipimpin Oleh: Sukiman Wiryosanjoyo Program : 1. Jawa Tengah. dan DPRD).Program dalam negeri : Menyelenggarakan pemilihan umum (konstituante. Hasil :Kendala/ Masalah yang dihadapi : .KABINET WILOPO (3 April 1952 ² 3 Juni 1953) Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam biangnya. seperti awalnya program Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman selanjutnya diprioritaskan untuk menjamin keamanan dan ketentraman Kendala/ Masalah yang dihadapi : Adanya Pertukaran Nota Keuangan antara Mentri Luar Negeri Indonesia Soebardjo dengan Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran.KABINET SUKIMAN (27 April 1951 ² 3 April 1952) Merupakan kabinet koalisi antara Masyumi dan PNI. dan pemulihan keamanan. 4Menjalankan politik luar negeri secara bebas aktif serta memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI secepatnya. 3. serta menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif. Mengenai pemberian bantuan ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA). Pengembalian Irian Barat ke pangkuan Indonesia. c. Tindakan Sukiman tersebut dipandang telah melanggar politik luar negara Indonesia yang bebas aktif karena lebih condong ke blok barat bahkan dinilai telah memasukkan Indonesia ke dalam blok barat. Wilopo Program : 1. Adanya krisis moral yang ditandai dengan munculnya korupsi yang terjadi pada setiap lembaga pemerintahan dan kegemaran akan barangbarang mewah.

Terjadi peristiwa 17 Oktober 1952. Sementara itu TNI-AD yang dipimpin Nasution menghadap presiden dan menyarankan agar parlemen dibubarkan. 4. Peristiwa ini diperkuat dengan munculnya masalah intern dalam TNI sendiri yang berhubungan dengan kebijakan KSAD A. Munculnya gerakan sparatisme dan sikap provinsialisme yang mengancam keutuhan bangsa. Berakhirnya kekuasaan kabinet : Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo. Intinya peristiwa Tanjung Morawa merupakan peristiwa bentrokan antara aparat kepolisian dengan para petani liar mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli). Konflik semakin diperparah dengan adanya surat yang menjelekkan kebijakan Kolonel Gatot Subroto dalam memulihkan keamanana di Sulawesi Selatan. Akibatnya terjadi bentrokan senjata dan beberapa petani terbunuh.Adanya kondisi krisis ekonomi yang disebabkan karena jatuhnya harga barang-barang eksport Indonesia sementara kebutuhan impor terus meningkat. Munculnya peristiwa Tanjung Morawa mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli). 3.Pembebasan Irian Barat secepatnya. Sesuai dengan perjanjian KMB pemerintah mengizinkan pengusaha asing untuk kembali ke Indonesia dan memiliki tanah-tanah perkebunan.KABINET ALI SASTROAMIJOYO I (31 Juli 1953 ² 12 Agustus 1955) Kabinet ini merupakan koalisi antara PNI dan NU.Penyelesaian Pertikaian politik . Sehingga pada tanggal 16 Maret 1953 muncullah aksi kekerasan untuk mengusir para petani liar Indonesia yang dianggap telah mengerjakan tanah tanpa izin tersebut.Meningkatkan keamanan dan kemakmuran serta segera menyelenggarakan Pemilu. Merupakan upaya pemerintah untuk menempatkan TNI sebagai alat sipil sehingga muncul sikap tidak senang dikalangan partai politik sebab dipandang akan membahayakan kedudukannya. Inti peristiwa ini adalah gerakan sejumlah perwira angkatan darat guna menekan Sukarno agar membubarkan kabinet. Semua itu disebabkan karena rasa ketidakpuasan akibat alokasi dana dari pusat ke daerah yang tidak seimbang. Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya pada presiden. Muncullah mosi tidak percaya dan menuntut diadakan reformasi dan reorganisasi angkatan perang dan mengecam kebijakan KSAD. Keadaan ini menyebabkan muncul demonstrasi di berbagai daerah menuntut dibubarkannya parlemen. Ali Sastroamijoyo Program : 1. Terjadi defisit kas negara karena penerimaan negara yang berkurang banyak terlebih setelah terjadi penurunana hasil panen sehingga membutuhkan biaya besar untuk mengimport beras. d. 2.H Nasution yang ditentang oleh Kolonel Bambang Supeno sehingga ia mengirim petisi mengenai penggantian KSAD kepada menteri pertahanan yang dikirim ke seksi pertahanan parlemen sehingga menimbulkan perdebatan dalam parlemen. Tanah perkebunan di Deli yang telah ditinggalkan pemiliknya selama masa Jepang telah digarap oleh para petani di Sumatera Utara dan dianggap miliknya.Pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali persetujuan KMB. Dipimpin Oleh : Mr. Tetapi saran tersebut ditolak. Para petani tidak mau pergi sebab telah dihasut oleh PKI.

Menyelesaikan masalah peristiwa 27 Juni 1955 dengan mengangkat Kolonel AH Nasution sebagai Staf Angkatan Darat pada 28 Oktober 1955.Hasil : Persiapan Pemilihan Umum untuk memilih anggota parlemen yang akan diselenggarakan pada 29 September 1955. pemberantasan korupsi 4. inflasi. Pemberantasan korupsi dengan menangkap para pejabat tinggi yang dilakukan oleh polisi militer. Terdapat 70 partai politik yang mendaftar tetapi hanya 27 partai yang lolos seleksi. .Perjuangan pengembalian Irian Barat 5. Bambang Sugeng sebagai Kepala Staf AD mengajukan permohonan berhenti dan disetujui oleh kabinet. NU. Masyumi. dan inflasi yang menunjukkan gejala membahayakan. NU memutuskan untuk menarik kembali menteri-mentrinya pada tanggal 20 Juli 1955 yang diikuti oleh partai lainnya. Perjuangan Diplomasi Menyelesaikan masalah Irian Barat dengan pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Politik Kerjasama Asia-Afrika berdasarkan politik luar negeri bebas aktif. Keadaan ekonomi yang semakin memburuk. : Hasil Penyelenggaraan pemilu pertama yang demokratis pada 29 September 1955 (memilih anggota DPR) dan 15 Desember 1955 (memilih konstituante). dan Aceh.Melaksanakan pemilihan umum menurut rencana yang sudah ditetapkan dan mempercepat terbentuknya parlemen baru 3. Menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. 2. Sebagai gantinya mentri pertahanan menunjuk Kolonel Bambang Utoyo tetapi panglima AD menolak pemimpin baru tersebut karena proses pengangkatannya dianggap tidak menghiraukan normanorma yang berlaku di lingkungan TNI-AD. Terbinanya hubungan antara Angkatan Darat dengan Kabinet Burhanuddin. Bahkan ketika terjadi upacara pelantikan pada 27 Juni 1955 tidak seorangpun panglima tinggi yang hadir meskipun mereka berada di Jakarta. yaitu mengembalikan kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat kepada pemerintah. eKABINET BURHANUDDIN HARAHAP (12 Agustus 1955 ² 3 Maret 1956) Dipimpin Oleh : Burhanuddin Harahap Program : 1. Memudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Terjadi peristiwa 27 Juni 1955 suatu peristiwa yang menunjukkan adanya kemelut dalam tubuh TNI-AD. dan PKI. Menghasilkan 4 partai politik besar yang memperoleh suara terbanyak. Berakhirnya kekuasaan kabinet : Nu menarik dukungan dan menterinya dari kabinet sehingga keretakan dalam kabinetnya inilah yang memaksa Ali harus mengembalikan mandatnya pada presiden.Mengembalikan kewibawaan pemerintah. yaitu PNI.Masalah desentralisasi. Wakil KSAD-pun menolak melakukan serah terima dengan KSAD baru. seperti DI/TII di Jawa Barat. Masalah TNI ²AD yang merupakan kelanjutan dari Peristiwa 17 Oktober 1952. Kendala/ Masalah yang dihadapi : Menghadapi masalah keamanan di daerah yang belum juga dapat terselesaikan. Sulawesi Selatan. maraknya korupsi. Munculnya konflik antara PNI dan NU yang menyebabkkan.

Melaksanakan keputusan KAA. hasilnya adalah Pembatalan seluruh perjanjian KMB.Menyehatkan perimbangan keuangan negara. Masyumi menghendaki agar Ali Sastroamijoyo menyerahkan mandatnya sesuai tuntutan daerah. Pemulihan keamanan dan ketertiban. Akan dibentuk kabinet baru yang harus bertanggungjawab pada parlemen yang baru pula.Perjuangan pengembalian Irian Barat 2. Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI. Banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya pada orang Cina karena memang merekalah yang kuat ekonominya.KABINET ALI SASTROAMIJOYO II (20 Maret 1956 ² 4 Maret 1957) Kabinet ini merupakan hasil koalisi 3 partai yaitu PNI. sebagai berikut. Dewan Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan.Mewujudkan perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional berdasarkan kepentingan rakyat. Kendala/ Masalah yang dihadapi : Berkobarnya semangat anti Cina di masyarakat. Dipimpin Oleh : Ali Sastroamijoyo Program : Program kabinet ini disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun yang memuat program jangka panjang. menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Berakhirnya kekuasaan kabinet : Dengan berakhirnya pemilu maka tugas kabinet Burhanuddin dianggap selesai. pembangunan lima tahun. f. 3. 5. Pemilu tidak menghasilkan dukungan yang cukup terhadap kabinet sehingga kabinetpun jatuh. Pembatalan KMB oleh presiden menimbulkan masalah baru khususnya mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia. Masyumi. Selain itu program pokoknya adalah. Muncul pergolakan/kekacauan di daerah yang semakin menguat dan mengarah pada gerakan sparatisme dengan pembentukan dewan militer seperti Dewan Banteng di Sumatera Tengah. Hasil : Mendapat dukungan penuh dari presiden dan dianggap sebagai titik tolak dari periode planning and investment. . Kendala/ Masalah yang dihadapi : lanyaknya mutasi dalam lingkungan pemerintahan dianggap menimbulkan ketidaktenangan. Dewan Garuda di Sumatra Selatan. Memuncaknya krisis di berbagai daerah karena pemerintah pusat dianggap mengabaikan pembangunan di daerahnya. sedangkan PNI berpendapat bahwa mengembalikan mandat berarti meninggalkan asas demokrasi dan parlementer. Berakhirnya kekuasaan kabinet : Mundurnya sejumlah menteri dari Masyumi membuat kabinet hasil Pemilu I ini jatuh dan menyerahkan mandatnya pada presiden. Pembatalan KMB. Muncullah peraturan yang dapat melindungi pengusaha nasional. Dewan Gajah di Sumatera Utara.Mengusahakan perbaikan nasib kaum buruh dan pegawai. 1. dan NU. 4.Pembentukan daerah-daerah otonomi dan mempercepat terbentuknya anggota-anggota DPRD. dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara.

Terjadi peristiwa Cikini. Diadakan Musyawarah Nasional Pembangunan untuk mengatasi masalah krisis dalam negeri tetapi tidak berhasil dengan baik.5 Juli 1959) Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya. -Keadaan ekonomi dan keuangan yang semakin buruk sehingga program pemerintah sulit dilaksanakan. menghadapi masalah ekonomi serta keuangan yang sangat buruk. Dipimpin Oleh : Ir. pembangunan angkatan perang. yaitu peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno di depan Perguruan Cikini saat sedang menghadir pesta sekolah tempat putra-purinya bersekolah pada tanggal 30 November 1957. KEADAAN EKONOMI INDONESIA MASA LIBERAL Meskipun Indonesia telah merdeka tetapi Kondisi Ekonomi Indonesia masih sangat buruk. programnya yaitu : Membentuk Dewan Nasional Normalisasi keadaan Republik Indonesia Melancarkan pelaksanaan Pembatalan KMB Perjuangan pengembalian Irian Jaya Mempergiat/mempercepat proses Pembangunan Semua itu dilakukan untuk menghadapi pergolakan yang terjadi di daerah. Mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk meredakan pergolakan di berbagai daerah. Melalui deklarasi ini menunjukkan telah terciptanya Kesatuan Wilayah Indonesia dimana lautan dan daratan merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat. Juanda : Program Programnya disebut Panca Karya sehingga sering juga disebut sebagai Kabinet Karya. Dibentuk karena Kegagalan konstituante dalam menyusun Undang-undang Dasar pengganti UUDS 1950. Serta terjadinya perebutan kekuasaan antara partai politik. Munculnya pemberontakan seperti PRRI/Permesta. B. Upaya untuk mengubah stuktur ekonomi kolonial ke ekonomi nasional yang sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia berjalan tersendat-sendat.KABINET DJUANDA ( 9 April 1957. Sebagai titik tolak untuk menegakkan sistem demokrasi terpimpin. Terbentuknya Dewan Nasional sebagai badan yang bertujuan menampung dan menyalurkan pertumbuhan kekuatan yang ada dalam masyarakat dengan presiden sebagai ketuanya. Kendala/ Masalah yang dihadapi : . yang mengatur mengenai laut pedalaman dan laut teritorial. perjuangan pengembalian Irian Barat.Kegagalan Menghadapi pergolakan di daerah sebab pergolakan di daerah semakin meningkat. : Berakhirnya kekuasaan kabinet Berakhir saat presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan mulailah babak baru sejarah RI yaitu Demokrasi Terpimpin. dan pembagian wilayah RI. Hal ini menyebabkan hubungan pusat dan daerah menjadi terhambat. Krisis demokrasi liberal mencapai puncaknya. Hasil : Mengatur kembali batas perairan nasional Indonesia melalui Deklarasi Djuanda.g. Musyawarah ini membahas masalah pembangunan nasional dan daerah. . Peristiwa ini menyebabkan keadaan negara semakin memburuk karena mengancam kesatuan negara. .

Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluaran pemerintah untuk operasi-operasi keamanan semakin meningkat. Beban tersebut berupa hutang luar negeri sebesar 1. Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar. Masalah jangka pendek yang harus dihadapi pemerintah adalah : 1. Tindakan ini dilakukan pada tanggal 20 Maret 1950 berdasarkan SK Menteri Nomor 1 PU tanggal 19 Maret 1950 Tujuannya untuk menanggulangi defisit anggaran sebesar Rp. 2. C.Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949.Defisit yang harus ditanggung oleh Pemerintah pada waktu itu sebesar 5. Dengan kebijakan ini dapat mengurangi jumlah uang yang beredar dan pemerintah mendapat kepercayaan dari pemerintah Belanda dengan mendapat pinjaman sebesar Rp.Politik keuangan Pemerintah Indonesia tidak di buat di Indonesia melainkan dirancang oleh Belanda. KEBIJAKAN PEMERINTAH UNTUK MASALAH EKONOMI MASA LIBERAL MENGATASI Kehidupan ekonomi Indonesia hingga tahun 1959 belum berhasil dengan baik dan tantangan yang menghadangnya cukup berat. 2.Gunting Syafruddin Kebijakan ini adalah Pemotongan nilai uang (sanering). 200 juta. Kebijakan ini dilakukan oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara pada masa pemerintahan RIS.50 ke atas hingga nilainya tinggal setengahnya. sementara program baru mulai dirancang. Caranya memotong semua uang yang bernilai Rp.Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan sehingga apabila permintaan ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian Indonesia. Pertambahan penduduk dan tingkat kesejahteraan penduduk yang rendah. Dampaknya rakyat kecil tidak dirugikan karena yang memiliki uang Rp. 1.Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik. bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam KMB.8 Triliun rupiah. Sementara masalah jangka panjang yang harus dihadapi adalah : 1.Faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi tersendat adalah sebagai berikut. Upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi adalah sebagai berikut.50 ke atas hanya orang-orang kelas menengah dan kelas atas. 5. 1. 9. 8. 2. 5. 4.Pemerintah Belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional. 10.5 Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2.Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknya pemberontakan dan gerakan sparatisisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia.1 Miliar. Kabinet terlalu sering berganti menyebabakan program-program kabinet yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan. belum memiliki tenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai. 7. 2.Mengatasi Kenaikan biaya hidup.1 Miliar. 6.Sistem Ekonomi Gerakan Benteng Sistem ekonomi Gerakan Benteng merupakan usaha pemerintah Republik Indonesia untuk mengubah struktur ekonomi yang berat sebelah . 3.Mengurangi jumlah uang yang beredar 2.

yang dilakukan pada masa Kabinet Natsir yang direncanakan oleh Sumitro Joyohadikusumo (menteri perdagangan).Para pengusaha ingin cepat mendapatkan keuntungan besar dan menikmati cara hidup mewah. 2. serta melakukan penghematan secara drastis.Sistem Ekonomi Ali-Baba Sistem ekonomi Ali-Baba diprakarsai oleh Iskaq Tjokrohadisurjo (mentri perekonomian kabinet Ali I). 5.Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu dibimbing dan diberikan bantuan kredit.Para pengusaha menyalahgunakan kebijakan dengan mencari keuntungan secara cepat dari kredit yang mereka peroleh.Nasionalisasi De Javasche Bank Seiring meningkatnya rasa nasionalisme maka pada akhir tahun 1951 pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia. 2. Tujuan dari program ini adalah . Sehingga menteri keuangan Jusuf Wibisono memberikan bantuan kredit khususnya pada pengusaha dan pedagang nasional dari golongan ekonomi lemah sehingga masih terdapat para pengusaha pribumi sebagai produsen yang dapat menghemat devisa dengan mengurangi volume impor.Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional.Para pengusaha pribumi memiliki mentalitas yang cenderung konsumtif. 5. 4. Hal ini menghambat pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan moneter. 3.Para pengusaha kurang mandiri untuk mengembangkan usahanya.7 miliar rupiah. Perubahan mengenai nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan bank sirkulasi diumumkan pada tanggal 15 Desember 1951 berdasarkan Undang-undang No. Beban defisit anggaran Belanja pada 1952 sebanyak 3 Miliar rupiah ditambah sisa defisit anggaran tahun sebelumnya sebesar 1. Hasilnya selama 3 tahun (1950-1953) lebih kurang 700 perusahaan bangsa Indonesia menerima bantuan kredit dari program ini.Para pengusaha pribumi sangat tergantung pada pemerintah. 6. Programnya : 1. Gagasan Sumitro ini dituangkan dalam program Kabinet Natsir dan Program Gerakan Benteng dimulai pada April 1950. 4. Dampaknya program ini menjadi salah satu sumber defisit keuangan.Para pengusaha pribumi diharapkan secara bertahap akan berkembang menjadi maju.Para pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan pengusaha non pribumi dalam kerangka sistem ekonomi liberal. 3. Awalnya terdapat peraturan bahwa mengenai pemberian kredi tharus dikonsultasikan pada pemerintah Belanda. 24 tahun 1951. 3. Tetapi tujuan program ini tidak dapat tercapai dengan baik meskipun beban keuangan pemerintah semakin besar.Menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa Indonesia. Tujuannya adalah untuk menaikkan pendapatan dan menurunkan biaya ekspor. Program ini bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia). Kegagalan program ini disebabkan karena : 1.

Persaingan Finansial Ekonomi (Finek) Pada masa Kabinet Burhanudin Harahap dikirim delegasi ke Jenewa untuk merundingkan masalah finansial-ekonomi antara pihak Indonesia dengan pihak Belanda. Hubungan Finek didasarkan pada Undang-undang Nasional. Pertumbuhan dan perkembangan pengusaha swasta nasional pribumi dalam rangka merombak ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional. tidak boleh diikat oleh perjanjian lain antara kedua belah pihak. sehingga Indonesia mengambil langkah secara sepihak. pemerintahan . 5. Agar para pengusaha pribumi Bekerjasama memajukan ekonomi nasional. Pelaksanaan kebijakan Ali-Baba. Dampaknya : Banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya. Hasilnya pemerintah Belanda tidak mau menandatangani. Tujuannya untuk melepaskan diri dari keterikatan ekonomi dengan Belanda. yang berisi : Persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan. Pada tanggal 7 Januari 1956 dicapai kesepakatan rencana persetujuan Finek. dan lambatnya pelaksanaan pembangunan. Tanggal 13 Februari1956. Pengusaha pribumi diwajibkan untuk memberikan latihan-latihan dan tanggung jawab kepada tenaga-tenaga bangsa Indonesia agar dapat menduduki jabatan-jabatan staf. tetapi pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II. Program ini tidak dapat berjalan dengan baik sebab: Pengusaha pribumi kurang pengalaman sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan bilateral.Untuk memajukan pengusaha pribumi. Program yang dilaksanakan umumnya merupakan program jangka pendek. Ali digambarkan sebagai pengusaha pribumi sedangkan Baba digambarkan sebagai pengusaha non pribumi khususnya Cina. sedangkan pengusaha pribumi belum mampu mengambil alih perusahaan Belanda tersebut.Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) Masa kerja kabinet pada masa liberal yang sangat singkat dan program yang silih berganti menimbulkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang menyebabkan terjadinya kemerosotan ekonomi. Pengusaha pribumi belum sanggup bersaing dalam pasar bebas. Misi ini dipimpin oleh Anak Agung Gede Agung. 6. Kabinet Burhanuddin Harahap melakukan pembubaran Uni Indonesia-Belanda secara sepihak. Memajukan ekonomi Indonesia perlu adanya kerjasama antara pengusaha pribumi dan non pribumi. tanggal 3 Mei 1956. Pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional Pemerintah memberikan perlindungan agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing yang ada. Sedangkan pengusaha non pribumi lebih berpengalaman dalam memperoleh bantuan kredit. akhirnya Presiden Sukarno menandatangani undang-undang pembatalan KMB. Sehingga. inflasi. Indonesia menerapkan sistem Liberal sehingga lebih mengutamakan persaingan bebas.

Timbul pemberontakan PRRI/Permesta. 1. Beban tersebut berupa hutang luar negeri sebesar 1. Pemerintah Belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.1 Miliar. Ir. Membutuhkan biaya besar untuk menumpas pemberontakan PRRI/ Permesta sehingga meningkatkan defisit Indonesia.5 Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2. Masalah tersebut untuk sementara waktu dapat teratasi dengan Musayawaraah Nasional Pembangunan (Munap). Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961 dan disetujui DPR pada tanggal 11 November 1958. 5. 7.membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara. 8. Politik keuangan Pemerintah Indonesia tidak di buat di Indonesia melainkan dirancang oleh Belanda. 7. bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam KMB. RPLT tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan karena : Adanya depresi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada akhir tahun 1957 dan awal tahun 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot.Belanda menyangkut masalah Irian Barat mencapai konfrontasi bersenjata. belum memiliki tenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai. Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluaran pemerintah untuk operasi-operasi keamanan semakin meningkat. Tetapi tetap saja rencana pembangunan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena : Adanya kesulitan dalam menentukan skala prioritas. 9. Faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi tersendat adalah sebagai berikut. Defisit yang harus ditanggung oleh Pemerintah pada waktu itu sebesar 5. Perjuangan pembebasan Irian Barat dengan melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi.5 miliar rupiah. Juanda diangkat sebagai menteri perancang nasional. Terjadi ketegangan politik yang tak dapat diredakan. Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan sehingga apabila permintaan ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian Indonesia. Pembiayaan RPLT diperkirakan 12. Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik.8 Triliun rupiah.Musyawarah Nasional Pembangunan Masa kabinet Juanda terjadi ketegangan hubungan antara pusat dan daerah. 6. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Kabinet terlalu sering berganti menyebabakan program-program kabinet . Tahun 1957 sasaran dan prioritas RPLT diubah melalui Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). 3. Adanya ketegangan antara pusat dan daerah sehingga banyak daerah yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing. Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknya pemberontakan dan gerakan sparatisisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia. 2. Memuncaknya ketegangan politik Indonesia. Tujuan diadakan Munap adalah untuk mengubah rencana pembangunan agar dapat dihasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang. 4. Tugas biro ini merancang pembangunan jangka panjang.

sementara program baru mulai dirancang. DI/TII Aceh Adanya berbagai masalah antara lain masalah otonomi daerah. Akan tetapi. Didaerah Merapi-Merbabu juga telah terjadi kerusuhankerusuhan yang dilancarkan oleh Gerakan oleh Gerakan MerapiMerbabu Complex (MMC). Setelah bergabung dengan Kartosuwiryo. yaitu : 1. Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas . Akhirnya Kartosuwiryo dijatuhi hukuman mati 16 Agustus 1962. serta rehabilitasi dan modernisasi daerah yang tidak lancar menjadi penyebab meletusnya pemberontakan DI/TII di Aceh. Upaya penumpasan dengan operasi militer yang disebut Operasi Bharatayuda. 2. Januari 1950 dibentuk Komando Gerakan Banteng Negara (GBN) dibawah Letkol Sarbini. 4. Dengan taktis Pagar Betis.yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan. 10. DI/TII Sulawesi Selatan Pemerintah berencana membubarkan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan anggotanya disalurkan ke masyarakat. Gerakan DI/TII itu pernah menjadi kuat karena pemberontakan Batalion 426 di Kedu dan Magelang/ Divisi Diponegoro. Pemberontakan DI/TII di Aceh diselesaikan dengan kombonasi operasi militer dan musyawarah. pertentangan antargolongan. Pemberontakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII) terjadi di empat daerah. Jawa Barat. Gerakan ini juga dapat dihancurkan. Pemberontakan di Kebumen dilancarkan oleh Angkatan Umat Islam (AUI) yang dipimpin oleh Kyai Moh. Amir Fatah kemudian diangkat sebagai komandan pertemburan Jawa Tengah dengan pangkat Mayor Jenderal Tentara Islam Indonesia. DI/TII Jawa Tengah Gerakan DI/TII juga menyebar ke Jawa Tengah. 3. Tenyata Kahar Muzakar menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Mahfudz Abdulrachman (Romo Pusat atau Kiai Sumolanggu) Gerakan ini berhasil dihancurkan pada tahun 1957 dengan operasi militer yang disebut Operasi Gerakan Banteng Nasional dari Divisi Diponegoro. Gerakan DI/TII di Jawa Tengah yang dipimpin oleh Amir Fatah di bagian utara. Brebes dan Pekalongan. Kartosuwiryo berhasil ditanggap oleh pasukan Siliwangi di Gunung Geber. setelah makin kuat. Untuk menghancurkan gerakan ini. Untuk menumpas gerakan DI/TII di daerah Gerakan Banteng Nasional dilancarkan operasi Banteng Raiders. Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 17 Agustus 1949 dan tentaranya dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII). Aceh. Tuntutan itu ditolak karena banyak diantara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas militer. dan Sulawesi Selatan. Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar. Majalaya. DI/TII Jawa Barat Sekar Marijan Kartosuwiryo mendirikan Darul Islam (DI) dengan tujuan menentang penjajah Belanda di Indonesia. Hasil nyata dari musyawarah tersebut ialah pulihnya kembali keamanan di daerah Aceh. yang bergerak di daerah Tegal. Gerakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Tengku Daud Beureueh yang pada tanggal 20 September 1953 memproklamasikan daerah Aceh sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan Kartosuwiryo. Pada tanggal 4 juni 1962.

Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan. cara. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen. Dalam sistem ini. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara.gerilyawan itu ke Corps Tjadangan Nasional (CTN). Negara. dan yang berasal dari kata perintah. pemerintaha adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Sistem pemerintaha diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. daerah. 5. urusan dalam memerintah Maka dalam arti yang luas. . Dalam arti yang sempit. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut : 1. Kahar Muzakar mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan sebagai bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1953. . atau cara. jaringan. pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislative. hal. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau b. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. 2. tatanan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara. sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kahar Muzakar tertembak mati oleh pasukan TNI. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. eksekutif. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia. Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah. kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. 4. Tanggal 3 Februari 1965. atau. katakata itu berarti: a. Kahar Muzakar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan. 3. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. c. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. Pemerintahan adalah perbuatan. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Pengertian Sistem Pemerintahan Istilah sistem pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan.

sedangkan kursi Konstituante berjumlah 520 (dua kali lipat kursi DPR) ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah. kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer: kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer : badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. y Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan. India. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 260. Mesir. anggota kabinet dapat mengusai parlemen. Dan contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlemen: Inggris. diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru. dan Argentina. Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial: Amerika Serikat. negara Prancis sekarang ini. negara-negara tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan parlementer (mixed parliamentary presidential system). . Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. Mereka yang bertugas di daerah rawan digilir datang ke tempat pemilihan. y Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) khususnya pimpinan Kartosuwiryo. Pemilu ini sering dikatakan sebagai pemilu Indonesia yang paling demokratis. Brasil. Dalam keadaan seperti ini. dan Australia. anggota angkatan bersenjata dan polisi juga memilih.6. Selanjutnya. y Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas. Jepang. Namun. Filipina. Pemilu ini dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. y Kabinet dapat mengendalikan parlemen. y Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktuwaktu kabinet dapat bubar.Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif. Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan y Kedudukan y Pembuat manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. Bahkan. Pemilihan Umum Indonesia 1955 adalah pemilihan umum pertama di Indonesia dan diadakan pada tahun 1955. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Pemilu akhirnya pun berlangsung aman. Malaysia. Contohnya. Pemilu ini bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante.

Partai Buruh. penyebab dr dlm itu ialah sikap pemerintah yg enggan menyelenggarakan perkisaran (sirkulasi) kekuasaan scr teratur & kompetitif. mendapat kursi di bawah 10. berbeda dengan tujuan yg dimaksudkan oleh Maklumat X. PIR Hazairin. pemilu Indonesia 1955 dilakukan dua kali. Partai-partai lainnya. 12 partai. sebetul sekitar tiga bulan stlkemerdekaan dipro-klamasikan oleh Soekarno & Hatta pd 17 Agustus 1945. GPPS. [Hasil Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia mendapatkan 57 kursi DPR dan 119 kursi Konstituante (22. AKUI.89 persen). Keterlambatan & ´penyimpanganµ tersebut bukan tanpa sebab pula. Ada kendala yg bersumber dr dlm negeri & ada pula yg berasal dr faktor luar negeri. Enam partai mendapat 2 kursi (PRN. PRI. Parkindo (8). Penyebab dr luar antara lain serbuan kekuatan asing yg mengharuskan negara ini terlibat peperangan. apakah berarti selama 10 thn itu Indonesia benar-benar tak demokratis? tak mudah juga menjawab pertaan tersebut. Permai. Partai Sosialis Indonesia (5). mendapat 1 kursi (Baperki. Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Kalau kemudian terta pemilu Indonesia pertama tersebut baru terselenggara hampir sepuluh thn stlkemudian tentu bukan tanpa sebab. Nahdlatul Ulama 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante (18. dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10 thn. yg berisi anjuran tentang pembentukan par-tai-partai politik.9 persen). pemerin-tah waktu itu sudah metakan keinginan untuk bisa menyele-nggarakan pemilu Indonesia pd awal thn 1946. Gerina. yg pertama.tak terlaksana pemilu Indonesia pertama pd bulan Januari 1946 seperti yg diamanatkan oleh Maklumat 3 Nopember 1945. Maklumat tersebut menyebutkan. Partai Katolik (6). Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955. dan Partai Syarikat Islam Indonesia (2. Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap. baik karena belum tersedia perangkat perun&g-un&gan untuk mengatur penyelenggaraan pemilu Indonesia maupun akibat rendah stabilitas keamanan negara.Sesuai tujuannya. Sisanya. yaitu: y y Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. PIR Wongsonegoro.4 persen). Dua partai mendapat 4 kursi (IPKI dan Perti). Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955. tak ada Konstituante. yg kedua. PRD (bukan PRD modern). Seperti PSII (8). & yg tak kalah penting. PPPRI. Tetapi. paling tak disebabkan 2 (dua) hal . PPTI. Soedjono Prawirosoedarso). Partai Persatuan Dayak. Kalau dikatakan pemilu Indonesia merupakan syarat minimal bagi ada demokrasi. Sumber penyebab dr dlm antara lain ketaksiapan pemerintah menyelenggarakan pemilu. pemilu Indonesia untuk me-milih anggota DPR & MPR akan diselenggarakan bulan Januari 1946. Hal itu dicantumkan dlm Maklumat X. 15 Desember 1955 untuk memilih anggota-anggota Dewan Konstituante. ACOMA dan R. dlm Maklumat X ha disebutkan bahwa pemilu Indonesia yg akan diadakan Januari 1946 ialah untuk memilih angota DPR & MPR. Masyumi 57 kursi DPR dan 112 kursi Konstituante (20. atau Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta tanggal 3 Nopember 1945. Ini mrpk pemilu Indonesia yg pertama dlm sejarah bangsa Indonesia. yg jelas. Partai Komunis Indonesia 39 kursi DPR dan 80 kursi Konstituante (16. pd 29 September 1955 untuk memlih anggota-anggota DPR.4 persen).3 persen). dan Murba).

UU No 27 thn 1948 tentang Pemilu. Dengan kata lain para pemimpin lebih disibukkan oleh urusan konsolidasi. Pemerintah ketika itu berupaya menyelenggarakan pemilu Indonesia karena pasal 57 UUDS 1950 metakan bahwa anggota DPR dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum. UU inilah yg mjd payung hukum pemilu Indonesia 1955 yg diselenggarakan scr langsung. pemerintah kemudian tak berniat untuk menyelenggarakan pemilu. Dengan demikian UU No. apalagi pd saat yg sama gangguan dr luar juga masih mengancam. juga dr Masyumi. yaitu memilih anggota DPR & memilih anggota Dewan Kons-tituante. 27 thn 1948 tentang Pemilu yg diubah dengan UU No. Di dlm UU No 12/1949 diamanatkan bahwa pemilihan umum yg akan dilakukan ialah bertingkat (tak langsung). Karena itu sosok pejabat negara tak dianggap sebagai pesaing yg menakutkan & akan memenangkan pemilu Indonesia dengan segala cara. yg kemudian diubah dengan UU No. Namun. Karena pemilu Indonesia kali ini dilakukan untuk dua keperluan.1. yg dilakukan oleh Panitia Sahardjo dr Kantor Panitia Pemilihan Pusat sebelum kemudian dilanjutkan ke parlemen. . termasuk dlm penyusunan perangkat UU Pemilu. lancar. termasuk dr negara-negara asing. Belum siap pemerintah baru. taklah berarti bahwa selama masa konsolidasi kekuatan bangsa & perjuangan mengusir penjajah itu. Belum stabil kondisi keamanan negara akibat konflik internal antar kekuatan politik yg ada pd waktu itu. Sejak itu pembahasan UU pemilu Indonesia mulai dilakukan lagi. Selanjut UU ini baru selesai dibahas oleh parlemen pd masa pemerintahan Wilopo dr PNI pd thn 1953. 12 thn 1949 yg mengadopsi pemilihan bertingkat (tak langsung) bagi anggota DPR tak berlaku lagi. pd waktu itu Indonesia kembali mjd negara kesatuan. Ada indikasi kuat bahwa pemerintah pu keinginan politik untuk menyelengga-rakan pemilu. jujur & adil serta sangat demokratis. sehingga kalau pemilihan langsung dikhawatirkan akan bak terjadi distorsi. yg menarik dr pemilu Indonesia 1955 ialah tinggi kesadaran berkom-petisi scr sehat. 7 thn 1953 tentang Pemilu. 2. ketika Mohammad Natsir dr Masyumi mjd Per&a Menteri. Misal. pembahasan RUU Pemilu dilanjutkan oleh pemerintahan Sukiman Wirjosandjojo. 12 thn 1949 tentang Pemilu. Tetapi pemerintah Sukiman juga tak berhasil menuntaskan pembahasan un&g-un&g pemilu Indonesia tersebut. Maka lahirlah UU No. mereka tak menggunakan fasilitas negara & otoritas kepd pejabat bawahan untuk menggiring pemilih yg menguntungkan partai. pemilu Indonesia ini diikuti oleh lebih 30-an partai politik & lebih dr seratus daftar kumpulan & calon perorangan. Setelah Kabinet Natsir jatuh 6 bulan kemudian. meski yg mjd calon anggota DPR ialah per&a menteri & menteri yg se&g memerintah. pemilu Indonesia 1955 bahkan mendapat pujian dr berbagai pihak. maka hasil pun perlu dipaparkan semua. Sifat pemilihan tak langsung ini didasarkan pd alasan bahwa mayoritas warganegara Indonesia pd waktu itu masih buta huruf. pemerintah memutuskan untuk menjadikan pemilu sebagai program kabinet. Misal ialah dibentuk UU No. umum. Kemudian pd paroh kedua thn 1950. stlsejak 1949 mjd negara serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). bebas & rahasia. Patut dicatat & dibanggakan bahwa pemilu Indonesia yg pertama kali tersebut berhasil diselenggarakan dengan aman.

Kartini Tanggal 24 April Diperingati Sebagai Hari Angkutan Nasional Tanggal 27 April Diperingati Sebagai Hari Lembaga Pernasyarakatan Indonesia Tanggal 1 Mei Diperingati Sebagai Hari Peringatan Pernbebasan Irian Barat Tanggal 2 Mei Diperingati Sebagai Hari Pendidikan Nasional Tanggal 3 Mei Diperingati Sebagai Hari Surya Tanggal 20 Mei Diperingati Sebagai Hari Kebangkitan Nasional Tanggal 21 Mei Diperingati Sebagai Hari Buku Nasional Tanggal 1 Juni Diperingati Sebagai Hari Lahirnya Pancasila Tanggal 3 Juni Diperingati Sebagai Hari Pasar Modal Indonesia Tanggal 21 Juni Diperingati Sebagai Hari Krida Pertanian Tanggal 22 Juni Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun Kota Jakarta Tanggal 24 Juni Diperingati Sebagai Hari Bidan Indonesia Tanggal 29 Juni Diperingati Sebagai Hari Keluarga Berencana Nasional Tanggal 1 Juli Diperingati Sebagai Hari Bhayangkara Tanggal 1 Juli Diperingati Sebagai Hari Anak-anak Indonesia Tanggal 5 Juli Diperingati Sebagai Hari Bank Indonesia Tanggal 12 Juli Diperingati Sebagai Hari Koperasi Indonesia Tanggal 22 Juli Diperingati Sebagai Hari Kejaksaan Tanggal 10 Agustus Diperingati Sebagai Hari Veteran Nasional Tanggal 14 Agustus Diperingati Sebagai Hari Pramuka (Praja Muda Karana) Tanggal 17 Agustus Diperingati Sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tanggal 18 Agustus Diperingati Sebagai Hari Konstitusi Republik Indonesia Tanggal 19 Agustus Diperingati Sebagai Hari Departemen Luar Negeri Tanggal 21 Agustus Diperingati Sebagai Hari Maritim Nasional Tanggal 1 September Diperingati Sebagai Hari Polwan (Polisi Wanita) Tanggal 8 September Diperingati Sebagai Hari Aksara Tanggal 8 September Diperingati Sebagai Hari Pamong Praja Tanggal 11 September Diperingati Sebagai Hari RRI (Radio Republik Indonesia) Tanggal 17 September Diperingati Sebagai Hari Perhubungan Nasional Tanggal 17 September Diperingati Sebagai Hari Palang Merah Indonesia Tanggal 24 September Diperingati Sebagai Hari Agraria Nasional (Hari Tani) Tanggal 28 September Diperingati Sebagai Hari Kereta Api Tanggal 29 September Diperingati Sebagai Hari Sarjana Tanggal 30 September Diperingati Sebagai Hari Berkabung Nasional Gestipu Tanggal 1 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesaktian Pancasila Tanggal 5 Oktober Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun ABRI Tanggal 15 Oktober Diperingati Sebagai Hari Hak Asasi Binatang Tanggal 16 Oktober Diperingati Sebagai Hari Parlemen Republik Indonesia Tanggal 24 Oktober Diperingati Sebagai Hari Dokter Indonesia Tanggal 27 Oktober Diperingati Sebagai Hari Penerbangan Nasional Tanggal 28 Oktober Diperingati Sebagai Hari Sumpah Pemuda Tanggal 30 Oktober Diperingati Sebagai Hari Keuangan Tanggal 3 November Diperingati Sebagai Hari Kerohanian Tanggal 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan Tanggal 12 November Diperingati Sebagai Hari Kesehatan Nasional Tanggal 21 November Diperingati Sebagai Hari Pohon Tanggal 25 November Diperingati Sebagai Hari Guru (PGRI) Tanggal 4 Desember Diperingati Sebagai Hari Artileri Tanggal 9 Desember Diperingati Sebagai Hari Armada Republik Indonesia Tanggal 12 Desember Diperingati Sebagai Hari Transmigrasi Tanggal 15 Desember Diperingati Sebagai Hari Infanteri Tanggal 19 Desember Diperingati Sebagai Hari Trikora Tanggal 20 Desember Diperingati Sebagai Hari Sosial Tanggal 22 Desember Diperingati Sebagai Hari Ibu .Tanggal 1 Januari Diperingati Sebagai Hari Raya Tahun Baru Masehi Tanggal 10 Januari Diperingati Sebagai Hari Tritura Tanggal 15 Januari Diperingati Sebagai Hari Peristiwa Laut atau Samudera Tanggal 25 Januari Diperingati Sebagai Hari Gizi Tanggal 9 Februari Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia Tanggal 13 Februari Diperingati Sebagai Hari Farmasi Tanggal 1 Maret Diperingati Sebagai Hari Kehakiman Indonesia Tanggal 9 Maret Diperingati Sebagai Hari Wanita Indonesia Tanggal 11 Maret Diperingati Sebagai Hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) Tanggal 18 Maret Diperingati Sebagai Hari Arsitektur Indonesia Tanggal 24 Maret Diperingati Sebagai Hari Peringatan Bandung Lautan Api Tanggal 6 April Diperingati Sebagai Hari Nelayan Indonesia Tanggal 9 April Diperingati Sebagai Hari Penerbangan Nasional Tanggal 19 April Diperingati Sebagai Hari Pertahanan Sipil (Hansip) Tanggal 21 April Diperingati Sebagai Hari Peringatan RA.

Mustopa Sentot Alibasya Prawirodirjo I Gusti Ngurah Rai I Gusti Ketut Jelantik Pangeran Antasari Kyai Demang Leman Tumenggung Suropati Pangeran Hidayat Moh Seman Sultan Mahmud Syah Muhammad Dausyah Teuku Cik Ditiro 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 Panglima Polim Cut Nyak Meutia Teuku Umar Tuanku Pasaman . Baharudin H.PAHLAWAN MEREBUT KEMERDEKAAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Melawan VOC Sultan Ageng Tirtayasa Pangeran Purbaya Kyai Tapa Ratu Bagus SultanAgung Hanyokrokusumo Tumenggung Bahurekso Tumenggung Sura Agul-Agul Kyai Dipati Mandurorejo Kyai Dipati Upasono Trunojoyo Untung Suropati Sunan Mas (Amangkurat III) Mangkubumi Mas Said Hitu Kakiali Telukhabisi Pangeran Saidi Jailolo Sultan Hasanuddin Monte Marena Karaeng Melawan Belanda Cut Nyak Dien Christina Martha Tiahahu Anthoni Rebok Thomas Pattiwel Kapiten Patimura (Thomas Matualessy) Datuk Bandoro Tuanku Imam Bonjol Tuanku Nan Cerdik Tuanku Nan Renceh Datuk Sati Pangeran Mangkubumi Pangeran Joyokusumo Kyai Mojo H.

Pahlawan Mempertahankan Kemerdekaan Melawan Belanda No Melalui Konfrontasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Melalui Diplomasi 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 .