Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Percobaan

1. Mengetahui dasar rangkaian flip flop.

2. Mampu merangkai lampu flip flop.

1.2 Dasar Teori

Pada dasarnya, flip flop bekerja berdasarkan prinsip kerja transistor sebagai saklar. Jika

rangkaian tersebut diberi tegangan maka salah satu dari transistor akan berada pada kondisi

menyala. Kondisi ini akan tergantung pada kapasitor mana yang memiliki muatan lebih tinggi

disbanding dengan kapasitor lain. Kapasitor yang memiliki muatan lebih tinggi akan melepaskan

muatan listrik terlebih dahulu sehingga transistor yang kaki basisnya terhubung dengan kapasitor

tersebut akan berada dalam kondisi menyala sementara transistor tersebut akan menyebabkan

transistor yang terhubung dengan kaki kolektor akan terisi muatan, jika salah satu transistor

dalam kondisi menyala maka transistor yang lain akan berada pada kondisi padam. Hal ini akan

berlaku terus menerus secara bergantian sehingga terjadilah pergiliran nyala lampu yang disebut

lampu flip-flop.

Menurut teorinya sendiri, flip-flop adalah rangkaian digital yang digunakan untuk

menyimpan satu bit data secara semi permanen sampai ada suatu perintah untuk menghapus atau

mengganti isi dari bit yang tersimpan tersebut. Prinsip dasar dari flip-flop adalah suatu

komponen elektronika dasar seperti resistor, transistor, dan dioda yang dirangkai menjadi suatu

gerbang logika yang dapat bekerja secara sekuensial.


BAB II

ALAT DAN BAHAN

2.1 Alat dan Bahan

1. Transistor

2. Kapasitor

3. Resistor

4. Kabel penghubung

5. Tegangan DC

6. 2 buah LED

7. PCB kosong atau project board.


BAB III

METODE PERCOBAAN

Dibuat rangkaian flip-flop seperti gambar dibawah ini:


BAB IV

DATA PENGAMATAN dan PERHITUNGAN

Keadaan ruangan P (cm)Hg T (0C) C (%)


sebelum percobaan 75,3 30 79
sesudah percobaan 75,3 39 77

No LED t ( Waktu ) Kerlipan


1 1 120 s 148
2 2 120 s 188

Perhitungan :

T1 = = = 0,81 T2 = = = 0,64

F1 = = = 1,23 Hz f2 = = = 1,56 Hz

Ftotal = = = 1,395 Hz
BAB V

PEMBAHASAN

Pada pembahasan kali ini, rangkaian ini digunakan untuk menyalakan LED dengan nyala
kedap-kedip. Pada diagram diperlihatkan lima buah LED yang disiapkan, tetapi dapat ditambah
hingga sepuluh LED sekaligus. Cara yang digunakan adalah menghubungkan jaringan reset pada
keluaran berikutnya. Atau jika sepuluh LED dipasangkan sekaligus, jaringa reset dapat
dihilangkan sama skali. Tentunya untuk setiap tambahan LED harus disertakan tingkat keluaran
yang sesuai (terdiri dari sebuah transistor dan resistor).
Rangkaian sederhana ini mampu menyalakan sepuluh LED dalam waktu bergantian.
Kecepatan pergantian nyala ditentukan oleh penyetelan potensiometer P1. Model perintang dasar
rangkaian ini menggunakan lampu nyala kuning untuk peringatan yang menyala bergantian.
Gambar rangkaian menunjukkan bagaimana LED dapat menyala dan tetap menyala dalam
rangkaian dengan menggunakan diaoda diantara tiap tingkat keluaran. Katode pada diode
dihubungkan dengan emitor T2. Dioda kedua dihubungkan diantara basis T2 dan emitor T3, dan
seterusnya. Penyusunan sederhana ini memadai untuk menghasilkan pengaruh yang diinginkan.
LED menyala dalam mode to dan fro (kesana kemari) yang diperoleh dengan menghubungkan
basis transistor pada keluaran IC2. Cara yang ditempuh adalah katoda diaoda pertama
dihubungkan pada basis T1 dan anodanya dihubungkan pada pena 3 dari 4017. Dua diode
dihubungkan pada basis T2, satu ke pena 2 dan lainnya ke pena 6. T3 dihubungkan ke pena 4 dan
5, T4 dihubungkan ke pena 7 dan 1, dan akhirnya T5 dihubungkan pada pena 10.
Dengan mengubah panorama pena secara acak, maka diperoleh rangkaian peraga. Perlu
diperhatikan bahwa untuk menggunakan keluaran lebih banyak, hubungan resetnya harus digeser
pada keluaran berikutnya yang tidak dipakai.
Semua efek yang dihasilkan dipadukan agar diperoleh jenis rangkaian yang aneh dan
menarik . Penjelasan secara sederhana adalah penguat operasi IC1 menghasilkan denyut-denyut
gelombang segiempat dengan terus-menerus mengisi dan mengosongkan kondensator C1. Jika
resistansi potinsiomer P1 dinaikkan ( waktu pengisian dan pengosongan kondensator ) ,
frekuensi isolator akan turun . Hal ini mengakibatkan LED menyala dalam waktu yang lebih
lama.
Denyut gelombang diberikan pada pencacah pembagi sepuluh melalui IC2. Keluaran dari
pencacah ini akan tinggi setiap kali mendapat satu denyut . Keluaran yang sebelumnya tinggi
kini menjadi rendah , sehingga LED yang dihubungkan melalui resistor dan transistor padam ,
sedangkan LED berikutnya menyala .
BAB VI

KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1. Kecepatan pergantian nyala ditentukan oleh penyetelan potensiometer P1.

2. untuk menggunakan keluaran lebih banyak, hubungan resetnya harus digeser pada
keluaran berikutnya yang tidak dipakai.

3. Jika resistansi potinsiomer P1 dinaikkan ( waktu pengisian dan pengosongan


kondensator ) , frekuensi isolator akan turun . Hal ini mengakibatkan LED menyala
dalam waktu yang lebih lama.
DAFTAR PUSTAKA

Depari, Ganti , Keterampilan Elektronika Untuk Pemula , Edisi Pertama , Bandung :


Penerbit M2S , 2003.
Milman , Jacop , Microelectronics , Digital and Analog Circuit and Systems , Mc . Graw
Hill, 1979.
Mismail , Budiono , Rangkaian Listrik , Edisi Pertama , Bandung : Penerbit ITB , 1995.
LAPORAN ELEKTRONIKA

RANGKAIAN FLIP-FLOP

Disusun oleh:

Febriantin Wisnu Wardhani NPM: 062109034

Linda Agnesia NPM: 062109027

Raina Tika Kusrini NPM: 062109022

Kelas Kimia A

Tanggal Praktikum : 9 Desember 2010

LAPORAN ELEKTRONIKA

PROGRAM STUDI KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PAKUAN

BOGOR

2010