Anda di halaman 1dari 2

c Ê





Ê    
Rumput laut merupakan organisme laut yang memiliki syarat-syarat
lingkungan tertentu agar dapat hidup dan tumbuh dengan baik. Semakin sesuai
kondisi lingkungan perairan dengan areal yang akan dibudidayakan akan semakin
baik pertumbuhannya dan juga hasil yang diperoleh (Syaputra, 2005). Pengembangan
budidaya rumput laut di Indonesia dirintis sejak tahun 1980-an dalam upaya merubah
kebiasaan penduduk pesisir dari pengambilan sumberdaya alam ke arah budidaya
rumput laut yang ramah lingkungan dan usaha budidaya ini dapat meningkatkan
pendapatan masyarakat pembudidaya juga dapat digunakan untuk mempertahankan
kelestarian lingkungan perairan pantai (Ditjenkan Budidaya, 2004).
Pengembangan budidaya rumput laut merupakan salah satu alternate
pemberdayaan masyarakat pesisir yang mempunyai keunggulan dalam hal : (1)
produk yang dihasilkan mempunyai kegunaan yang beragam, (2) tersedianya lahan
untuk budidaya yang cukup luas serta (3) mudahnya teknologi budidaya yang
diperlukan (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2001).
Soegiarto Ô   (1978), menyatakan bahwa laju pertumbuhan rumput laut
berkisar antara 2-3% per hari. Pada percobaan penanaman dengan menggunakan rak
terapung pada tiga lapisan kedalaman tampak bahwa yang lebih dekat dengan
permukaan (30 cm) tumbuh lebih baik dari lapisan kedalaman dibawahnya karena
cahaya matahari merupakan faktor penting untuk pertumbuhan rumput laut. Pada
kedalaman tidak terjangkau cahaya matahari, maka rumput laut tidak dapat tumbuh.
Demikian pula iklim, letak geografis dan faktor oceanografi sangat menentukan
pertumbuhan rumput laut.
Pertumbuhan rumput laut dikategorikan dalam pertumbuhan somatik dan
pertumbuhan fisiologis. Pertumbuhan somatik merupakan pertumbuhan yang diukur
berdasarkan pertambahan berat, panjang  sedangkan pertumbuhan fisiologis
dilihat berdasarkan reproduksi dan kandungan koloidnya.
Karaginan merupakan getah rumput laut yang diekstraksi dengan air atau
larutan alkali dari spesies tertentu pada kelas Rhodophycae (alga merah). Spesies
|Ô  

 merupakan penghasil kappa karaginan sedangkan spesies
|Ô 
 merupakan penghasil iota karaginan. Karaginan juga merupakan
polisakarida yang berasal dari hasil ekstraksi alga. Karaginan terdiri dari

  dan    dimana kandungannnya sangat bervariasi tergantung
musim, spesies dan habitat. Dalam karaginan terdapat garam sodium, potasiun dan
kalsium. Karaginan potasiun yang terdiri dari alfa karaginan dan B-karaginan sifatnya
dapat larut dalam air panas, sedangkan karaginan sodium dapat larut dalam air dingin
(Percivel, 1968  Iksan, 2005).


  
ujuan manajemen Marinkulutr adalah:
1.Ê Mempelajari budidaya Rumput Laut (|Ô 

dengan metode Rakit
Apung dan 
 Ô
2.Ê Mempelajari pertumbuhan Rumput Laut (|Ô 



[    
Kegiatan Pratikum Manajemen Marinkultur dilaksanakan pada hari Sabtu
tanggal 9 april 2011 di perairan Poncol, Jepara.