P. 1
Tor Sampah Mbay

Tor Sampah Mbay

|Views: 1,915|Likes:
Dipublikasikan oleh Hendry Zacharias

More info:

Published by: Hendry Zacharias on May 30, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

PROGRAM

:

PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN PERKOTAAN

KEGIATAN:

PENGELOLAAN SAMPAH KOTA
PEKERJAAN:

PENYUSUNAN MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA MBAY TAHUN ANGGARAN 2010

karena itu menjadi kebutuhan penting dan mendesak. Pencemaran lingkungan akibat sampah selanjutnya dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat. diperlukan suatu system pengelolaan yang mencakup lembaga atau institusi yang dilengkapi dengan peraturan. pengangkutan serta peralatan yang memadai serta ditunjang dengan kesadaran masyarakat yang tinggi. Pengelolaan sampah kota bertujuan untuk melayani sampah yang dihasilkan penduduknya. indah dan sehat. . Untuk dapat mengelola sampah perkotaan dengan timbulan sampah semakin banyak dengan masalah yang kompleks. yang bila tidak diantisipasi sejak awal akan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan akibat tidak tertanganinya sampah sesuai ketentuan teknis lingkungan. Jumlah penduduk kota Mbay yang terus meningkat ini secara langsung akan menyebabkan peningkatan timbulan sampah kota khususnya. Pengelolaan sampah Kota Mbay. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Mbay akan pelayanan umum persampahan maka pembangunan prasarana dan sarana bidang persampahan harus terus diupayakan untuk mencapai tingkat pelayanan yang direncanakan dan kualitas pelayanan yang menjamin kesinambungan pelayanan persampahan itu sendiri.Bab 1 Pendahuluan 1. maupun (terutama) karena perpindahan penduduk dari desa ke kota/urbanisasi. perwadahan. Latar Belakang Dengan ditetapkannya kota Mbay sebagai Ibukota Kabupaten Nagekeo melalui UU nomor 5 tahun 2007 kota Mbay mengalami perkembangan jumlah penduduk yang relatif pesat baik akibat pertambahan alami. yang secara tidak langsung turut memelihara kesehatan masyarakat serta menciptakan suatu lingkungan yang bersih. pembiayaan/pendanaan.

Swasta.Untuk mendukung rencana pembangunan prasarana dan sarana persampahan tersebut maka sangat diperlukan rencana induk pengelolaan sampah kota Mbay dan perencanaan teknis prasarana dan sarana yang diperlukan sebagai acuan bagi Pemerintah. . menganngap penting mengalokasikan dana melalui APBD Perubahan Tahun anggaran 2011 untuk membiayai pekerjaan penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mbay yang dikuti dengan Detailed Engineering Design (DED) Perencanaan Detail Teknis Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah. Sehubungan dengan itu Pemerintah Kabupaten Nagekeo. dan Masyarakat untuk pembangunan dan pengelolaan sampah kota.

1.1 Tujuan Perencanaan Masterplan Persampahan dan DED TPA kota Mbay ini pada dasarnya ditujukan pada pendayagunaan segenap potensi sumber daya yang ada secara efisien dan efektif demi mewujudkan gagasan pembangunan system pengelolaan sampah kota Mbay yang berkualitas sesuai dengan kaidah-kaidah fungsional. Rencana (engineering estimate). Daerah.3 Kegunaan  Sebagai pedoman/acuan bagi proses pelaksanaan pembangunan fisik/konstruksi pembangunan Gedung Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Statistik Kabupaten Nagekeo  Sebagai jaminan kepastian kepastian hukum untuk dalam pelaksanaan kondisi pembangunan termasuk mendapatkan bangunan Gedung Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Statistik Kabupaten Nagekeo yang bermutu dari segi fungsional.4 Acuan Hukum    UU No 7 / 2004 tentang Sumber Daya Air. UU No 24 /1992 tentang Penataan Ruang.1. strukural dan ekologis. UU No 23/1992 tentang Kesehatan. 1.2 Sasaran Dihasilkannya DED (detailed rekomendasi teknis berupa arahan rencana Anggaran induk Biaya pengembangan/pengelolaan sampah kota Mbay yang dilengkapi dengan enggineering design). UU No 32/2004 tentang Otonomi Daerah. struktural dan estetika 1.      . spesifikasi teknis serta rencana kerja dan syaratsyarat sebagai kelengkapan dokumen pelaksanaan pembangunan TPA sampah kota Mbay. UU No 2/1992 Perumahan dan Permukiman PP tentang Badan Layanan Umum. UU No 33 / 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan UU No 23/1997 tentang Pokok-Pokok Lingkungan Hidup.

  SNI 03-3241-1994 tentang Tata Cara Pemilihan Lokasi TPA. SK SNI S-04-1992-03 tentang Spesifikasi Timbulan Sampah Kota SNI 03-3242-1994 tentang Tata Cara Pengelolaan Sampah Perkotaan. SNI 19-3964-1994 tentang Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah. 1. 18 jo 85/1999 tentang Limbah B3 PP 16/2005 tentang Pengembangan Sistem penyediaan Air Minum Agenda 21 berkaitan dengan program optimaalisasi minimalisasi Kyoto Protocol tentang CDM (clean development mechanism).  Permukiman. Satuan Kerja : Dinas Perumahan Rakyat dan Tata Ruang Kabupaten Nagekeo b. Pengguna Anggran : Drs.27 tahun 1999 tentang Amdal.   orang miskin dan akses terhadap air minum dan sanitasi (target 10 dan 11)  SNI 19-2454-1991 tentang Tata Cara Pengelolaan Teknik Sampah SNI tentang Spesifikasi Controlled Landfill.     limbah secara bertahap sampai tahun 2020. PP No 16 / 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air PP No. Frans Kogha .5 Pengguna Jasa a. MDGs tentang upaya pencapaian target pengurangan jumlah Minum . PP No.   Sedang dan Kota Kecil.

kaca. seperti sampah sisa dapur. Sampah anorganik atau sampah kering atau sampah non-hayati: sampah yang sukar atau tidak dapat membusuk. Kegiatan membatasi (R1) sampah adalah: upaya meminimalkan produk sampah.Bab 2 Pengertian Dasar • • Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah adalah: kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Sampah organik atau sampah basah atau sampah hayati adalah: sampah yang mudah mumbusuk. mengguna-ulang (R2 = reuse) dan mendaur-ulang sampah (R3 = recycle). pengolahan dan pemerosesan akhir sampah. Kegiatan mendaur-ulang (R3) adalah upaya untuk memanfaatkan kembali sampah setelah melalui proses. jumlah dan/atau sifat sampah. pengumpulan. komposisi. seperti logam. pengolahan atau pemerosesan akhir. pemindahan. kaleng. daun-daunan. pengangkutan. Pengangkutan sampah adalah: kegiatan membawa sampah dari tempat penyimpanan sementara dan/atau pemindahan menuju ke tempat daur ulang. Pengurangan sampah adalah: upaya yang meliputi kegiatan membatasi (R1 = reduce). Pengumpulan sampah: kegiatan pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penyimpanan sementara. dimanfaatkan atau dikembalikan ke media lingkungan secara aman. Kegiatan mengguna-ulang (R2) upaya untuk menggunakan kembali sampah secara langsung. Penanganan sampah adalah: upaya yang meliputi kegiatan pemilahan. Pemilahan sampah kegiatan mengelompokkan dan memisahkan sampah sesuai dengan jenis. plastik. dan jumlah sampah agar dapat diproses lebih lanjut. sayur-sayuran. Pengolahan sampah adalah: kegiatan untuk mengubah karakteristik. buah-buahan dan sebagainya. dan sebagainya. • • • • • • • • • • • .

Kecamatan Aesesa 3. 3. di mana produk akhir yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pedoman dan arahan umum pengelolaan sampah kota Mbay dan sekaligus arahan terinci dan operasional bagi proses pembangunan Tempat pembuangan akhir Sampah.3 Tugas dan Tanggungjawab Konsultan Konsultan yang akan ditunjuk untuk melakukan pekerjaan ini. Tugas dan tanggungjawab konsultan dalam kaitan dengan pekerjan perencanaan ini dapat dirinci sebagai berikut: a.000.000 M² di kelurahan ……. diharapkan dapat melakukan studi yang bermutu sesuai dengan tujuannya. Tugas 1 : Survey dan Pengukuran Meliputi kegiatan pengumpulan data primer dan sekunder yang melipputi :   Rencana Tata Ruang Kota Mbay Kondisi fisik dasar dan sumberdaya alam kota Mbay .2 Lokasi Perencanaan Wilayah kajian dalam kaitan pekerjaan ini adalah Wilayah Fungsional kota Mbay dengan kedalaman teknis penyusunan DED TPA Sampah pada lahan yang disiapkan untuk pembangunan TPA sekitar 30.• Pemerosesan akhir adalah: kegiatan untuk mengembalikan sampah dan/atau residu hasil pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman.1 Obyek Perencanaan Tugas pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mbay dan DED TPA Sampah Kota Mbay ini secara keseluruhan meliputi perwujudan rekomendasi teknis berupa Rencana Induk Pengembangan Persampahan dan perwujudan lingkungan binaan berupa bangunan dan bentang alam (landscape) dalam suatu tatanan fisik Bangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Kota Mbay. Bab 3 Ruang Lingkup Pekerjaan 3.

Tugas 4: Perancangan Tapak TPA Meliputi kegiatan rekayasa dan rancangan elemen fisik tapak antara lain mengenai:  Sistem sirkulasi dalam tapak Tata letak bangunan gedung dan bukan gedung  .   Kondisi sosial ekonomi masyarakat kota Mbay Kondisi sumber daya manusia/masyarakat kota Mbay Kondisi sumber daya buatan Bentuk dan kondisi topografi lahan pada lokasi TPA (didapat dengan melakukan pengukuran lapangan)    Harga bahan dan upah tenaga kerja di kota Kupang dan sekitarnya Data dan informasi terkait lainnya b. o Analisis sistem utilitas dan pengamanan bangunan o Analisis tata hijau d. Tugas 3: Analisis Terinci Lokasi TPA Sampah o Analisis kelayakan teknis lokasi TPA o Analisis kelayakan ekonomis dan lingkungan o Analisis daya dukung lahan o Analisis stuktur dan konstruksi bangunan TPA. Tugas 2: Analisis Makro Wilayah kota Mbay Meliputi kajian analitis mengenai: • • • • • Kemapuan Tumbuh dan Berkembangnya kota Mbay Pertumbuhan dan persebaran penduduk Prakiraan timbulan sampah kota Pembiayaan dan pengelolaan pembangunan Sistem pengelolaan sampah kota Mbay c.

Tugas 7: Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Meliputi kegiatan penghitungan secara cermat dan terinci mengenai: Volume/besaran setiap unit konstruksi bangunan Jumlah harga untuk masing-masing komponen konstruksi bangunan Analisa harga satuan Tugas 8 : Penyusunan Rencana Kerja dan Syarat-syarat Meliputi kegiatan pengkajian dan penyusunan rencana kerja syaratsyarat secara terinci antara lain mengenai:  Rencana kerja dan bobot masing-masing komponen konstruksi . Tugas 6: Tata letak bangunan dalam tapak Struktur dan kosntruksi bangunan Sistem utilitas dan sanitasi Sistem pengamanan bangunan Pembuatan Gambar Kerja Lengkap Meliputi kegiatan pengembangan gambar detail teknis untuk semua elemen fisik/konstruksi bangunan gedung dan bukan gedung dalam bentuk dua atau tiga dimensional g. Tugas 5: Perancangan Bangunan lain mengenai: TPA Meliputi kegiatan rekayasa dan rancangan elemen fisik bangunan antara     f.    h.  Hubungan fungsional antara bangunan dengan lingkungan Tata hijau e.

000. 400. sesuai Perda nomor ……….. yakni sebesar Rp.00.(Empat ratus juta rupiah)  Termasuk di dalam biaya tersebut di atas antara lain: biaya layanan keahlian. 3. pajak dan penggandaan produk.4  Spesifikasi teknis dari setiap komponen konstruksi banggunan Pembiayaan Pekerjaan Untuk menyelesaikan pekerjaan ini Konsultan wajib mengusulkan perhitungan rencana anggaran biaya yang didasari pada kebutuhan tenaga dan waktu yang tersedia untuk penyelesaian pekerjaan tersebut  Biaya tersebut pada butir satu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja kabupaten Nagekeo.000. .

mudah dipahami. 4.1 Metodologi Konsultan harus mengusulkan metodologi pendekatan yang menjelaskan metode dan teknik penyelesaian pekerjaan yang meliputi:   Metode pengumpulan data terkait Metode analisis kebutuhan pengembangan Metode perancangan bangunan gedung dan bukan gedung Metode perhitungan struktur dan kebutuhan biaya pembangunan   Metode pendekatan tersebut harus sistematis.2 Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Seluruh rangkaian kegiatan tersebut di atas akan dilaksanakan dalam jangka waktu 90 hari kalender.3 Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Prosedur pelaksanaan pekerjaan ini secara kronologis dapat digambarkan sebagai berikut:  Survey dan Pengukuran Analisis Makro wilayah kota Mbay Perumusan Rencana Induk Pengeloaan Sampah Kota Analisis terinci lokasi TPA Sampah Pembuatan Pra-rancangan Pembuatan Gambar Kerja Langkap Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (Engineer Estomate) Perumusan Rencana Kerja dan Syarat-syarat        4.4 Pendekatan Perencanaan a. 4. mudah pelaksanaannya dan konsisten diikuti. Kriteria .Bab 4 Metodologi dan Prosedur 4.

Menarik tetapi tidak berlebihan Biaya invsetasi dan pemeliharaan bangunan sedapat mungkin ditekan  Dapat dilaksanakan dalam waktu pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya  Ikut meningkatkan kualitas lingkungan sekitar . Konsultan Perencana harus memperhatikan kriteria/kaidah umum bangunan yaitu :     Kriteria/kaidah Fungsional dilihat dari aspek daya dukung dan daya tampung lahan Kriteria/kaidah Kekuatan/Kekokohan/Kenadalan ditinjau dari segi struktur dan konstruksi bangunan Kriteria/kaidah estetika ditinjau dari keterturan Kriteria/kaidah ekologi ditinjau dari keberlanjutan sediaan sumber daya b. Asas Sebagai bangunan umum milik pemerintah maka perencanaan ini harus disusun dengan memperhatikan asas berikut:   Fusnsional.Dalam penyusunan Masterplan persampahan dan DED TPA Sampah yang dimaksud dalam penugasan ini. Efisien.

Bab 5 Kebutuhan Tenaga dan Layanan Keahlian 5.2 Layanan Keahlian Untuk mendapatkan hasil kerja yang bermutu maka konsultan wajib menyediakan tim konsultan sesuai keahlian tersebut di atas dengan kualifikasi keahlian dan pengalaman kerja profesional yang memadai. 01 Jenis Tenga Ahli Kualifika si Keahlian 03 S2 Pengalaman Kerja 04 Jml. konsultan perencana harus menyediakan tim ahli utama dan pendukung. Ketua Tim 2. Tenaga Ahli : : 1 2 3 4 5 6 3. Asisten Tenaga Ahli 4.1 Kebutuhan Tenaga Ahli Utama dan Pendukung Untuk meyelesaikan pekerjaan Masterplan persampahan dan DED TPA Sampah ini. masing-masing dengan latar belakang pendidikan dan keahlian sebagai berikut: 1. minimal sebagai berikut: Kebutuhan Tenaga Ahli Utama dan Pendukung Menurut Spesifikasi Keahlian No. Keterang an 02 A Ketua Tim : Ahli Teknik Lingkungan 1 4 tahun . Tenaga Pendukung : : 1 1 2 3 4 Asisten Ahli Teknik Lingkungan Adminstrasi/Keuangan Juru Gambar Opertor komputer Surveyor Ahli Teknik Lingkungan Ahli Ahli Ahli Ahli Ahli Ahli Arsitektur/Permukiman Sipil Sosiologi Geologi/Geologi Teknik Ekonomi Pembangunan Kebijakan Publik 5.

1 Tahap Survey dan Pengukuran Konsultan harus melakukan pengumpulan data primer maupun sekuder yang antara lain meliputi:      Rencana Tata Ruang Kota Mbay Kondisi fisik dasar dan sumberdaya alam kota Mbay Kondisi social ekonomi masyarakat kota Mbay Kondisi sumber daya manusia/masyarakat kota Mbay Kondisi sumber daya buatan Bentuk dan kondisi topografi lahan pada lokasi TPA (didapat dengan melakukan pengukuran lapangan)  Harga bahan dan upah tenaga kerja di kota Kupang dan sekitarnya  Data dan informasi terkait lainnya  6.B 1 2 3 4 Tenaga Ahli Ahli Arsitektur Ahli Sipil Ahli Geologi Teknik Ahli Sosial S1 S1 S1 S1 S1 8 8 8 8 tahun tahun tahun tahun 1 1 1 1 1 C Asisten Tenaga Ahli 1 Asisten Ahli Teknik Lingkungsn D 1 2 3 4 Tenaga Pendukung Adminstrasi/Keuangan Juru Gambar Opertor komputer Juru ukur 4 Tahun D3 D3 SMA D3 1 2 1 1 Bab 6 Keluaran yang Dihasilkan 6.2 Tahap Analisis Makro Wilayah kota Mbay Meliputi kajian analitis mengenai: • • • • • Kemapuan Tumbuh dan Berkembangnya kota Mbay Pertumbuhan dan persebaran penduduk Prakiraan timbulan sampah kota Pembiayaan dan pengelolaan pembangunan Sistem pengelolaan sampah kota Mbay .

3 Tahap Analisis Terinci Lokasi TPA Sampah • • Analisis kelayakan teknis lokasi TPA Analisis kelayakan ekonomis dan lingkungan Analisis daya dukung lahan Analisis stuktur dan konstruksi bangunan TPA.5 Tahap Perencanaan DED TPA Meliputi kegiatan rekayasa dan rancangan elemen fisik tapak antara lain mengenai:  Sistem sirkulasi dalam tapak Tata letak bangunan gedung dan bukan gedung Hubungan fungsional antara bangunan dengan lingkungan Tata hijau    6.6.4Tahap Perumusan Rencana Induk Pengelolaan Sampah • • • • • • • • • Perumusan Skenario dan Strategi Pengelolaan Sampah Rencana Sistem Pengeleolaan Sampah Rencana Pengembangan Sarana dan Prasarana Persampahan Rencana Sistem Pewadahan Rencana Sistem Pengangakuan Rencana Sistem Penglahan Akhir Rencan Sistem Kelembagaan Rencana Sistem Pembayaan dan pengeloaan Pembangunan Indikasi Program • • • • 6.6 Tahap Perancangan Bangunan TPA Meliputi kegiatan rekayasa dan rancangan elemen fisik bangunan antara lain mengenai:  Tata letak bangunan dalam tapak Struktur dan kosntruksi bangunan  . Analisis sistem utilitas dan pengamanan bangunan Analisis tata hijau 6.

9 Tahap Penyusunan Rencana Kerja dan Syarat-syarat Meliputi kegiatan pengkajian dan penyusunan rencana kerja syarat-syarat secara terinci antara lain mengenai:   Rencana kerja dan bobot masing-masing komponen konstruksi Spesifikasi teknis dari setiap komponen konstruksi banggunan .7 Tahap Pembuatan Gambar Kerja Lengkap Meliputi kegiatan pengembangan gambar detail teknis untuk semua elemen fisik/konstruksi bangunan gedung dan bukan gedung dalam bentuk dua atau tiga dimensional 6.8 Tahap Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Meliputi kegiatan penghitungan secara cermat dan terinci mengenai:   Volume/besaran setiap unit konstruksi bangunan Jumlah bangunan  Analisa harga satuan harga untuk masing-masing komponen konstruksi 6.  Sistem utilitas dan sanitasi Sistem pengamanan bangunan 6.

b. Laporan Akhir Laporan ini berisi uraian lengkap mengenai      Analisis aktifitas perkotaan dan prakiraan timbulan sampah kota Mbay Anlaisis kebutuhan dan besaran sarana dan prasarana pengolahan sampah Analisis kelayakan teknis.Bab 7 Sistem Pelaporan Hasil dari kegiatan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mbay yang harus disampaikan kepada pemberi kerja adalah berupa Laporan Perencanaan dan dokumen pelaksanaan masing-masing sebagai berikut : 7. Laporan Pendahuluan ini harus diselesaikan dalam jangka waktu 2 minggu setelah penandatanganan kontrak dan harus mendapat persetujuan dari Pemberi Kerja sebelum dibahas dalam worksshop. metolodologi dan prosedur pelaksanaan pekerjaan. jadual pelaksanaan pekerjaan. Laporan Pendahuluan Laporan ini berisi uraian tentang:  Pemahaman  Rencana KAK Kerja yang mencakup. ekonomis dan ekologi lokasi TPA Rumusan rencana induk pengelolaan sampah kota Mbay Rumusan Rencana Teknis Pengelolaan TPA Laporan ini harus diselesaikan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan terhitung dari tanggal penandatanganan kontrak dan harus mendapat persetujuan dari pemberi kerja. Laporan ini harus diserahkan kepada pemilik pekerjaan dalam rangkap 3 buku disertai dengan Album gambar sejumlah 3 buku .1 Laporan Laporan yang harus disampaikan pada pemberikan kerja adalah berupa laporan pendahuluan dan laporan akhir a. Laporan tersebut diserahkan kepada pemberi kerja sebanyak 6 buku.

Bill Of Quantity bangunan TPA .2 Dokumen Teknis Pelaksanaan Selain buku laporan.7. konsultan juga harus menyerahkan dokumen teknis perencanaan DED TPA berupa: • • • • Album gambar Kerja DED TPA sejumlah 3 buku Spesifikasi Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan TPA Rencana Anggaran Biaya Pembangunan TPA.

penyedia jasa/konsultan wajib memberikan tanggapan dan apresiasi yang di dalamnya dimungkinkan adanya inovasi konstruktif demi menyempurnakan dan/atau melengkapi hal-hal yang dianggap perlu.Bab 8 Penutup Setelah diterimanya Kerangka Acuan Kerja ini. sebagai bahan acuan untuk Monitoring dan Pengendalian. sekaligus sebagai pedoman bagi Tim Pegarah dan Tim Penilai. Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk dijadikan pedoman dan arahan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan Masterplan persampahan dan DED TPA Sampah oleh Konsultan. Pengguan Anggaran Dinas Perumahan Rakyat dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Nagekeo DRS. FRANS KOGHA .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->