Anda di halaman 1dari 26
DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Lisensi Dokumen: Copyright © 2011

DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Lisensi Dokumen:

Copyright © 2011 dppm.uii.ac.id Seluruh dokumen di dppm.uii.ac.id dapat digunakan dan disebarkan secara bebas untuk tujuan pengembangan ilmu penetahuan, dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari dppm.uii.ac.id.

LAPORAN AKHIR KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ANGKATAN 40 SEMESTER REGULER ANTAR WAKTU TAHUN AKADEMIK 2009/2010

Laporan Model KKN Unit Dusun Kelurahan/Kecamatan Kabupaten Propinsi

Model KKN Unit Dusun Kelurahan/Kecamatan Kabupaten Propinsi Disusun Oleh : : Unit : Reguler : KP-13

Disusun Oleh :

: Unit : Reguler : KP-13 : Ngaliyan : Ngargosari/ Samigaluh : Kulon Progo : Yogyakarta

No

Nama

No.Mahasiswa

Program Studi

1

Aji Nur Fahmi

(06 320 040)

Psikologi

2

Dion Mahetala

(07 312 078)

Akutansi

3

Rico Febriyanto

(07 311 353)

Manajemen

4

Sahlan Adi Putra Albone

(07 410 265)

Hukum

5

Dian Fitrida Fadjri

(07 511 016 )

Teknik Sipil

6

Nina Widyarini

(07 311 313)

Manajemen

7

Ina Sakinah E

(07 312 082)

Akutansi

8

Putri Mutu M

(07 523 202)

Teknik Informatika

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

LEMBAGA PENGABDIAN PADA MASYARAKAT PUSAT KULIAH KERJA NYATA YOGYAKARTA

2010

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil’alamiin , segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

Alhamdulillahirabbil’alamiin, segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Kuliah Kerja Nyata ini dapat terselesaikan. Tidak lupa shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, inspirasi akhlak dan pribadi mulia. Laporan Kuliah Kerja Nyata ini dibuat sebagai suatu rangkaian pertanggungjawaban semua kegiatan di lokasi Kuliah Kerja Nyata. Selain itu, laporan ini juga dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana program kegiatan mahasiswa dapat terealisasi dengan baik. Pada kesempatan ini kami mahasiswa KKN UII angkatan 40 unit KP-13 akan mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan kelancaran serta kemudahan untuk menjalankan hidup ini.

2. Prof., Dr., Edi Suandy Hamid, selaku Rektor Universitas Islam Indonesia.

3. Bapak Drs Rohidin, M.A. selaku Dosen Pembimbing Lapangan I yang telah banyak membimbing dan memberikan masukan kepada kami.

4. Mas Adi Nogroho, S.T selaku Dosen Pembimbing Lapangan II yang penuh kesabaran membimbing, memotivasi, dan mendengarkan keluh kesah kami.

5. Bapak Suroso selaku Kepala Pedukuhan Ngaliyan dan keluarga.

6. Tokoh masyarakat dusun Ngaliyan yang telah banyak membantu.

7. Semua masyarakat dusun Ngaliyan atas kerjasamanya dalam pelaksanaan program kami.

8. Seluruh mahasiswa KKN angkatan 40 unit KP-13 atas semua kerjasama, kebersamaan, rasa persaudaraan yang terbina.

9. Semua pihak yang telah banyak membantu dan tidak dapat kami sebutkan satu

persatu. Kami menyadari bahwa laporan akhir Kuliah Kerja Nyata ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami sangat mengharap kritik dan saran untuk kesempurnaan laporan ini. Akhirnya kami hanya berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi orang lain dan mayarakat dan menjadi tolok ukur untuk KKN selanjutnya.

Yogyakarta, Agustus 2010 Penyusun

Mahasiswa KKN unit KP-13

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL SURAT KETERANGAN SELESAI HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ABSTRAKSI

BAB I

REKAM PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN

I. Observasi

II. Program Kelompok

BAB II

PROSES PEMBELAJARAN MAHASISWA

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

C. Rekomendasi

LAMPIRAN Daftar hadir masyarakat Matriks program kegiatan Rekapitulasi dana kegiatan

ABSTRAKSI

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kepedulian sebuah lembaga pendidikan atau universitas terhadap kehidupan nyata masyarakat dalam suatu wilayah. Salah satu instrumen yang dituntut untuk merealisasikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah menjadi suatu hasil yang bermanfaat serta dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat adalah mahasiswa. Pedukuhan Ngaliyan yang dijadikan tempat KKN unit KP-13 terdiri dari 3 RW yaitu RW 01, 02, dan 03 yang semuanya membawahi 12 RT. Dusun ini berada dalam kecamatan Samigaluh, kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah sebagai buruh tani dan sisanya bekerja dengan berbagai macam profesi. Dusun Ngaliyan memiliki masyarakat yang agamis dan sebagian besar beragama Islam. Setelah melakukan observasi dan interview dengan sebagian masyarakat dusun Ngaliyan, maka program yang kami angkat meliputi pembuatan abon lele dan ondol-ondol singkong, karena banyaknya potensi alam yang terdapat di dusun Ngaliyan seperti Lele, singkong dan cengkeh. Dari aspek kesehatan kami mengangkat program tentang kesehatan reproduksi pada remaja. Karena dari hasil observasi yang kami lakukan banyak remaja remaja yang menikah di usia dini. Dari aspek sosial politik dan pemerintah kami mengangkat program KTP Massal, karena sedikitnya tingkat kesadaran dari masyarakat dalam mengurus kartu identitas. Melalui program kegiatan tersebut diharapkan terbentuk sinergi yang baik bagi kedua belah pihak yaitu elemen masyarakat dan mahasiswa. Transfer ilmu pengetahuan dari mahasiswa diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat sehingga terbentuk suatu lingkungan yang kondusif. Selain itu masyarakat menjadi lebih mengutamakan sesuatu yang menyangkut dakwah Islamiyah dan kesehatan.

BAB I REKAM PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN

I

OBSERVASI

1.1

Pelaksanaan

Observasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan setelah penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke lokasi dan dilakukan sebelum program kegiatan dilaksanakan. Kegiatan observasi di dusun Ngaliyan, Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo Yogyakarta meliputi pengenalan lokasi KKN dari segi geografis, sosial ekonomi, budaya, potensi dusun, komunitas yang ada dalam dusun dan lain sebagainya. Pelaksanaan kegiatan observasi

dengan mengadakan wawancara dengan tokoh masyarakat serta mengikuti setiap kegiatan yang ada dalam dusun.

1.2 Hasil Yang Dicapai

Hasil yang diperoleh setelah melakukan observasi kami jadikan data untuk membuat rencana program kegiatan kelompok. Kegiatan kelompok merupakan kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dalam satu kelompok. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar masyarakat dusun Ngaliyan memiliki mata pencaharian sebagai buruh tani dan masih banyak potensi dari masyarakat yang terlihat.

II

PROGRAM KELOMPOK

3.1

Program Pembuatan Abon Lele dan Ondol-ondol Singkong

Program Pembuatan Abon Lele dan ondol-ondol Singkong merupakan salah satu program KKN unit KP-13. Program ini sesuai dengan aspek Ekonomi dan Peningkatan

Wirausaha (EPW) dengan tujuan agar masyarakat dusun Ngaliyan dapat lebih bisa memanfaatkan potensi alam yang terdapat di dusun Ngaliyan.

Adapun tahapan kegiatan program ini terdiri dari:

Observasi Setelah penerjunan mahasiswa KKN UII di dusun Ngaliyan, mahasiswa melakukan tanya jawab dan wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat mengenai potensi alam yang terdapat di dusun Ngaliyan.

Penyusunan program Berdasarkan data yang diperoleh maka disusun rencana program Pembuatan Abon Lele dan Ondol-ondol Singkong

a.

Rumusan Masalah Melihat potensi yang ada di dusun Ngaliyan yang sebagian besar memiliki kolam ikan lele. Namun belum ada pengolahan, pengembangan, dan pengelolaan yang dapat menambah tingkat perekonomian warga. Oleh karena itu kami memilih program Pembuatan Abon Lele yang dirasa dapat berdampak positif bagi warga Ngaliyan. Yang diharapkan panganan ini dapat mampu menjadi panganan khas Ngaliyan, Samigaluh dan dapat dikenal/ dipasarkan di luar Samigaluh.

b.

Tujuan .

Menambah pengetahuan warga tentang cara pengolahan lele yang lebih inovatif.

Abon Lele menjadi alternatif panganan bagi warga Ngaliyan

Meningkatkan ekonomi warga Ngaliyan

c.

Rencana pelaksanaan Berdasarkan matriks kegiatan, program ini direncanakan dilaksanakan tanggal 18 Juli, 27 Juli, 3 Agustus, 5 Agustus 2010

d.

Rencana jumlah jam Jumlah jam awal yang direncanakan untuk program ini adalah 5 jam.

Sosialisasi Program Sosialisasi program kegiatan mempunyai tujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang program-program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dalam suatu kelompok. Sosialisasi dilakukan setelah masa observasi dan penyusunan program kegiatan. Dalam kesempatan ini, dipaparkan program kelompok yang nantinya akan dilaksanakan Pedukuhan Ngaliyan. Masyarakat sangat antusias dalam menangapi program Pembuatan Abon Lele yang di tawarkan.

Pelaksanaan Kegiatan Program yang menyangkut aspek Ekonomi dan Peningkatan Kewirausahaan (EPW) ini dilakukan dengan sasaran seluruh masyarakat dusun Ngaliyan. Tahapan pelaksanaan program ini meliputi:

1. Koordinasi dengan Kepala Dukuh yang memberikan tempat untuk pelaksanaan program ini.

2. Pembuatan surat undangan.

3. Penyebaran surat undangan.

4. Menyiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan program ini.

5. Pelaksanaan kegiatan.

Waktu kegiatan Pembuatan Abon Lele

Hari, Tanggal

Program

Tempat

Waktu

Durasi

Minggu, 18 Juli

Pembuatan abon

Rumah Ibu

13.00-18.00

5

jam

2010

lele

Sulastri

Selasa, 27 Juli

Pembuatan abon

Posko

13.00-18.00

5

jam

2010

lele

Senin, 2 Agustus

Pembuatan abon

posko

08.00-13.00

5

jam

2010

lele

Selasa, 3

Pembuatan abon

posko

08.00-15.00

7

jam

Agustus 2010

lele

Kamis, 5

Pembuatan abon

Rumah Pak

08.00-15.00

7

jam

Agustus 2010

lele

supriyanto

Total waktu pelaksanaan program ini 29 jam.

Respon Masyarakat Masyarakat dusun Ngaliyan sangat mendukung dengan program ini.

Kendala Tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan program ini.

Output Membentuk kader- kader yang mampu menciptakan dan mengajarkan kewirausahaan baru berupa abon lele.

Pengeluaran dana

Anggaran yang digunakan untuk program ini berasal dari kas unit 13 dusun Ngaliyan

yang semuanya senilai Rp 350.000,00. Rincian pengeluaran dana untuk program ini

antara lain :

Bumbu

Rp 150.000,00

Lele

Rp 200.000,00

Total pengeluaran dana

Rp 350.000,00

Dokumentasi

 
 

Gambar1. Pembuatan Abon Lele dan Ondol-ondol singkong

3.2

Program Kesehatan Reproduksi Remaja

Program Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan program yang sesuai dengan

aspek Kesehatan Lingkungan Hidup (KLH) dengan tujuan agar masyarakat dusun Ngaliyan

khususnya remaja agar dapat menjaga kesehatan reproduksi dan menghidari seks bebas.

Program ini mempunyai tahapan kegiatan sebagai berikut :

Observasi

Observasi yang dilakukan mahasiswa KKN UII di dusun Ngaliyan yaitu dengan

melakukan tanya jawab dan wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat yang ada didusun

setempat. Observasi ini dilakukan untuk mencari informasi mengenai sejauh mana kesadaran

masyarakat khususnya remaja tentang pentingnya kesehatan reproduksi. Setelah dilakukan

observasi maka diperoleh data bahwa masyarakat terutama remaja masih kurang kesadaran

untuk menjaga kesehatan reproduksi sehingga banyak ditemukan kasus menikah diusia remaja/ usia sekolah dikarenakan hamil di luar nikah atau seks bebas.

Penyusunan program Berdasarkan data yang diperoleh maka disusun rencana program Keseharan Reproduksi Remaja

a. Rumusan Masalah Masih minimnya kesadaran masyarakat khususnya remaja untuk menjaga kesehatan reproduksi. Selain itu, kurang adanya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dan pentingnya masa depan.

b. Tujuan

Menginformasikan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Menambah pengetahuan remaja tentang permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi apabila melakukan seks bebas.

c. Rencana pelaksanaan Berdasarkan matriks kegiatan, program ini direncanakan dilaksanakan tanggal 06 Agustus 2010

d. Rencana jumlah jam Jumlah jam awal yang direncanakan untuk program ini adalah 3,5 jam.

Sosialisasi Program Setelah melakukan observasi, maka dilakukan penyusunan rencana kegiatan berupa program Kesehatan Reproduksi Remaja. Sosialisasi program dilakukan setelah masa observasi dan penyusunan program kegiatan. Pada saat sosialisasi, dipaparkan program Kesehatan Reproduksi Remaja yang akan dilaksanakan di Pedukuhan Ngaliyan dengan sasaran remaja. Tujuan program ini adalah Menambah pengetahuan remaja tentang permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi apabila melakukan seks bebas.

Pelaksanaan Kegiatan Program yang menyangkut aspek Kesehatan Lingkungan Hidup (KLH) ini dilakukan dengan sasaran remaja sekitar Ngaliyan. Tahapan pelaksanaan program ini meliputi:

1. Koordinasi dengan Kepala Dukuh yang memberikan tempat untuk pelaksanaan program ini.

2. Koordinasi dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Samigaluh untuk pelaksanaan program ini.

3. Pencarian pembicara/ pemberi materi.

4. Pembuatan dan penyebaran surat undangan.

5. Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program ini.

Waktu pelaksanaan program Kesehatan Reproduksi Remaja :

Pelaksanaan

: Jum’at, 06 Agustus 2010 Aula SMP Negeri 2 Samigaluh 08.00 11.00 WIB

: Jum’at, 06 Agustus 2010

:

:

Tempat

Waktu

Pelaksanaan

Tempat

:

Rumah Kepala Dukuh

Waktu

:

13.30- 16.30 WIB

: Jum’at, 06 Agustus 2010 : Rumah Kepala Dukuh : 19.30-22.00 WIB

Total waktu pelaksanaan program ini 8,5 jam

Pelaksanaa

Tempat

Waktu

Respon Masyarakat Pihak sekolah SMP Negeri 2 Samigaluh sangat antusias menangapi program ini dan mendukung. Masyarakat dusun Ngaliyan terutama ibu-ibu dan remaja sangat mendukung dengan program ini.

Kendala Tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan program Kesehatan Reproduksi Remaja

Output Mampu reproduksi remaja.

menciptakan kader-kader yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan

Pengeluaran dana Anggaran dana yang digunakan untuk program Kesehatan Reproduksi Remaja berasal dari mahasiswa sendiri dan sebagian kecil dari bu dukuh (konsumsi). Adapun rincian dana yang digunakan untuk program ini adalah sebagai berikut :

Biaya Pembicara

Rp 150.000,00

Konsumsi Total pengeluaran dana

Rp 150.000,00

Rp 300.000,00

Dokumentasi

Konsumsi Total pengeluaran dana Rp 150.000,00 Rp 300.000,00  Dokumentasi Gambar 2. Kesehatan Reproduksi Remaja

Gambar 2. Kesehatan Reproduksi Remaja

3.3

Program KTP Massal

Program KTP Massal termasuk dalam aspek Sosial Budaya dan Pemerintah (SBP) yang mempunyai tujuan agar warga dusun Ngaliyan memiliki identitas penduduk. Tahapan kegiatan dalam pelaksanaan program ini antara lain :

Observasi Kami selaku mahasiswa KKN UII unit KP-13 yang mempunyai lokasi KKN di dusun Ngaliyan melakukan observasi dengan cara tanya jawab dan wawancara dengan beberapa

tokoh masyarakat yang ada di dusun setempat. Dari hasil observasi diperoleh data bahwa :

Masih kurang kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepemilikan KTP.

Jauhnya lokasi tempat pembuatan KTP (Kecamatan).

Penyusunan program Berdasarkan data yang diperoleh maka disusun rencana program kegiatan KTP Masal.

a.

b.

c.

d.

Rumusan Masalah Minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki kartu identitas penduduk. Selain itu, jauhnya lokasi tempat pembuatan KTP menjadi salah satu faktor kendala masyarakat Ngaliyan.

Tujuan Membantu masyarakat untuk mendapatkan kartu identitas yang baru.

Rencana pelaksanaan Berdasarkan matriks kegiatan, program ini direncanakan dilaksanakan tanggal 04 Agustus 2010

Rencana jumlah jam Jumlah jam awal yang direncanakan untuk program ini adalah 7,5 jam.

Sosialisasi Program Setelah melakukan observasi dan penyusunan rencana kegiatan program KTP masal, selanjutnya dilakukan sosialisasi program yang bertujuan untuk menginformasikan program

yang sudah kami susun kepada warga dusun Ngaliyan. Program ini ditujukan untuk seluruh warga Ngaliyan yang berusia di atas 17 tahun.

Pelaksanaan Kegiatan Program yang menyangkut aspek Sosial Budaya dan Pemerintah (SBP) ini dilakukan dengan sasaran seluruh warga Ngaliyan yang berusia di atas 17 tahun. Program dengan tujuan untuk Membantu masyarakat mendapatkan kartu identitas yang baru. Tahapan pelaksanaan program ini meliputi:

1. Koordinasi dengan Kepala Dukuh yang memberikan tempat untuk pelaksanaan program ini.

2. Koordinasi dengan kelurahan dan kecamatan.

3. Pemberian informasi melalui penyebaran pamflet.

4. Menyiapkan stand pendaftaran.

Waktu pelaksanaan program KTP Masal sesuai dengan yang telah direncanakan dalam

matriks kegiatan yaitu :

Pelaksanaan : Rabu, 04 Agustus 2010

Tempat : Rumah Kepala Dukuh, Kantor Kelurahan dan Kantor Kecamatan.

Waktu : 07.30 15.00 WIB

Total waktu pelaksanaan program ini 7,5 jam.

Respon Masyarakat Warga dusun Ngaliyan terutama yang berusia diatas 17 tahun memberikan respon positif dan sangat mendukung dengan program ini karena dengan demikian masyarakat tidak perlu mengurus KTP sendiri.

Kendala Banyaknya KTP atau KK yang hilang, yang membuat kami harus mengurus surat kehilangan di kantor Polisi Sektor Samigaluh

Output Perbaikan Infrastuktur, sarana dan prasarana di Dusun Ngaliyan

Pengeluaran dana Anggaran dana yang digunakan untuk program KTP Masal berasal dari masyarakat. Adapun rincian dana yang digunakan untuk program ini adalah sebagai berikut :

Administrasi Desa dan Kecamatan

Rp

64.000,00

Polsek (Surat kehilangan)

Rp

15.000,00

Cetak Foto Total pengeluaran dana

Rp

9.000,00

Rp

88.000,00

Dokumentasi

 Cetak Foto Total pengeluaran dana Rp 9.000,00 Rp 88.000,00  Dokumentasi Gambar 3. KTP Massal

Gambar 3. KTP Massal

TABEL PROGRAM KELOMPOK / UNIT

No.

Hari/tanggal

Kegiatan

Waktu

Jumlah

1

Minggu/ 18 Juli

Pembuatan Abon Lele

13.00-

5

jam

2010

18.00

 

2

Selasa/27 Juli

Pembuatan Abon Lele

13.00-

5

jam

2010

18.00

 

3

Senin/2 Agustus

Pembuatan Abon Lele

08.00-

5

jam

2010

13.00

 

4

Selasa/ 3

Pembuatan Abon Lele

08.00-

7

jam

Agustus 2010

15.00

 

5

Rabu/ 4 Agustus

KTP Massal

07.30-

7,5 jam

2010

15.00

6

Kamis/ 5

Pembuatan Abon Lele

07.30-

7,5 jam

Agustus 2010

15.00

7

Jum’at/ 6

Kesehatan Reproduksi Remaja

08.00-

3

jam

Agustus 2010

11.00

 

8

Jum’at/ 6

Kesehatan Reproduksi Remaja

13.30-

4,5 jam

Agustus 2010

18.00

9

Jum’at/ 6

Kesehatan Reproduksi Remaja

19.30-

2,5 jam

Agustus 2010

22.00

   

Total jumlah jam

 

47 jam

BAB II PROSES PEMBELAJARAN MAHASISWA

Dari setiap kegiatan yang telah dilaksanakan, sebagai mahasiswa KKN yang bertanggungjawab terhadap setiap program yang telah dilaksanakan pasti akan ada hikmah yang dapat diambil sebagai pelajaran yang pastinya akan berguna pada masa- masa mendatang. Pelajaran tersebut khusus diadapatkan dari interaksi langsung dengan masyarakat dan tidak akan didapatkan dikampus dalam perkuliahan. Adapun pelajaran yang bisa kami dapatkan adalah:

1. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara berinteraksi dalam masyarakat yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.

2. Pentingnya rasa keterbukaan antar sesama nggota KKN, karena dari situlah muncul rasa kebersaman.

3. Mengetahui bagaimana cara kerja sama yang efekif.

4. Dengan adanya KKN mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara menghormati dan menghargai satu sama lain.

5. Mahasiswa menjadi lebih hati hati dalam bertindak dan melakukan kegiatan, apakah sesuai dengan budaya yang berlaku dalam masyarakat yang ada atau tidak.

6. Setelah melihat kondisi sosial ekonomi warga padukuhan Klidon mahasiswa KKN mampu bersyukur kepada Allah SWT atas kondisi ekonomi yang dimiliki selama ini.

7. Yang paling penting yaitu pengalaman yang bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri dalam kehidupan mendatang.

Rasa kebersamaan merupakan kunci sukses dalam melaksanakan setiap kegiatan. Hal ini dikarenakan manusia tidak dapat bekerja secara individu, akan tetapi harus dilaksanakan secara bersama- sama. Walaupun dalam prakteknya tidaklah mudah untuk menyatukan visi dan misi dari tiap pribadi yang berbeda-beda. Perbedaan latar belakang serta perbedaan cara pandang masing- masing anggota merupakan sumber daya dan aset yang besar untuk menciptakan suatu gagasan dan ide yang briliant untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Proses belajar untuk mencapai hasil bersama- sama adalah hal terpenting dalam melakukan kegiatan dalam kelompok. Evaluasi harus dilaksanakan dalam setiap kegiatan

yang telah dilalui, agar tidak terjadi kesalahan yang sama jika hal tersebut dilakukan di masa yang akan datang.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata pada dasarnya adalah pengabdiaan mahasiswa pada masyarakat disekitarnya yang diwujudkan dengan melakukan berbagai program berdasarkan hasil observasi yang sudah diperoleh sebelum awal kegiatan. Kegiatan tersebut dilakukan sesuai ilmu yang didapatkan selama perkuliahan atau diluar perkuliahan serta dapat membatu masyarakat pada khususnya.

Dalam menjalani program KKN di pedukuhan Klidon masyarakat setempat memberikan respon yang sangat baik mulai dari pemuda dan pemudi sampai para orangtua di dusun tersebut. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi mereka dalam setiap kegiatan yang diadakan baik oleh mahasiswa maupun dari masyarakat itu sendiri. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa dapat memperoleh ilmu yang nantinya akan berguna jika mahasiswa dapat secara langsung terjun dunia kerja dan dunia masyarakat. Selain itu dari kegiatan pendampingan masyarakat juga dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dalam hidup bermasyarakat.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan Dari beberapa program kegiatan kelompok yang telah dilaksanakan oleh

mahasiswa KKN UII di pedukuhan Ngaliyan dapat diperoleh kesimpulan bahwa:

1. Warga Dusun Ngaliyan, khususnya masyarakat sasaran program yaitu, ibu-ibu, dan remaja dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai cara pengolahan ikan lele menjadi sebuah abon lele. Dengan adanya pelatihan pembuatan abon lele ini terbentuknya kader-kader yang bisa berperan dalam kemajuan dusun Ngaliyan terutama kader pembuatan abon lele.

2. Dengan adanya penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja terbentuknya keder- kader yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

3. Program KTP Massal,diharapkan dapat memperbaiki Infrastruktur, sarana dan prasarana yang terdapat di Dusun Ngaliyan.

B. Saran

1. Apabila ada KKN UII lagi di dusun Ngaliyan, sebaiknya diadakan program yang dapat memotifasi warga terus melakukan kegiatan seperti yang telah diberikan mahasiswa KKN UII walaupun KKN telah selesai.

2. Warga Dusun Ngaliyan, khususnya pemuda perlu mendapatkan pelatihan untuk mendapatkan pengetahuan yang dapat digunakan sebagai bekal untuk memunculkan suatu usaha.

3. Potensi yang dimiliki anak-anak dusun Ngaliyan harus dimunculkan dengan beberapa kegiatan yang dapat membangkitkan minat dan bakat yang telah lama dimiliki oleh masing-masing anak.

4. Agar masyarakat pedukuhan Ngaliyan mampu mandiri dan bergerak sesuai dengan keinginan sendiri.

C. Rekomendasi

1. Sebaiknya LPM tidak menjadikan jumlah jam (kuantitas) sebagai satu- satunya tolok ukur keberhasilan mahasiswa di lokasi KKN, tetapi lebih pada proses (kualitas) yang dijalankan mahasiswa dengan sepenuh hati. Seperti contohnya

bagaimana mahasiswa dapat bersosialisasi dengan budaya yang berbeda, kemampuan bertahan terhadap konflik internal (tim) maupun eksternal (masyarakat), serta manfaat dari serangkaian program yang tepat sasaran. 2. LPM sebaiknya lebih menghargai usaha mahasiswa KKN dengan segala

kemampuan dan keterbatasannya sehingga hal ini menjadikan pelajaran berharga bagi kita semua dalam usaha mengabdi kepada masyarakat. Pemantauan yang dilakukan dari LPM sebaiknya tidak berupa bentuk tim SIDAK melainkan pembauran anggota LPM yang turut serta mempunyai komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun mahasiswa KKN itu sendiri.

3.

LAMPIRAN

Daftar hadir kegiatan Abon lele

LAMPIRAN  Daftar hadir kegiatan Abon lele

Daftar Hadir KRR

 Daftar Hadir KRR

Rekap Dana

 Rekap Dana