Anda di halaman 1dari 19

Cerita Seks Ngentot Dengan Kekasihku Yang Perkasa

Cerita Seks ini mengisahkan bagaimana cerita sex hot dengan kekasihku yang perkasa, suatu
kisah seks yang menceritakan tentang pengalaman seorang gadis yang memiliki kekasih perkasa
yang punya gairah seks tinggi dan kuat. bagaimana kisahnya? Yuk kita ikuti cerita dewasa,
kekasihku perkasa berikut ini. Ketika sang malam melengkapi perhiasan jubah langit dengan
permata bintang-bintang, di lembah itu aku duduk sambil memandang tahta awan-gemawan yang
berwarna keperakkan karena cahaya bulan malam itu. Dan ketika bunga mawar dari dalam
kandungan hutan ngarai menjelma menjadi seorang pemuda tampan nan kesatria yang di
lahirkan oleh tangan bidadari, kemudian pemuda itu menghampiriku seraya menggenggam
tanganku dan menatap mataku, angin pun membawa gelombang kemesraan kami berdua ke
segenap penjuru dunia.

Mata sayunya menatap dalam ke arah mataku, seakan-akan ingin memporak-porandakan


perasaanku, dan menegaskan kata cinta di dalam setiap ruang gerak kehidupanku. Ketika
mulutnya bergerak dan mengeluarkan kata, aku seperti merasakan adanya irama sebuah kata
yang masuk ke telingaku, bagaikan alunan dawai-dawai gitar para dewa-dewa.

“Cintaku bagai piramidamu dan abad pun tak mampu menghancurkannya, dan cintaku bagai
bunga anggrek hingga cuaca pun tak bisa menaklukkannya, aku mengagumi daya tarik
misterimu,” lirih dan tegas kata-kata itu ia ucapkan sambil merekatkan bibirnya ke bibirku.

Mendengar semua itu aku hanya diam, tapi jauh di dalam hatiku tumbuh sebuah pengharapan
semoga tidak akan ada sesuatu pun juga yang akan menimpa kekasih hatiku ini. Sambil
merasakan kecupannya, dan ketika bibirnya telah bersatu dengan bibirku, aku merasakan
kehangatan nafas serta kesegarannya membawaku ke rasa anggur keindahan yang baru saja
dipanen dan diperas sarinya oleh pemuda-pemuda Prancis di pertengahan bulan April.

“Betapa murah hati seni persahabatanmu..,” hampir tidak terdengar kata itu kuucapkan.
Aku pun menarik nafas dalam, seakan-akan tarikannya ingin membawa pemuda itu masuk ke
dalam jiwaku. Dan kududukkan ia di singgasana hatiku, agar ia dengan bijaksana dan penuh
kearifan menjalankan roda perasaanku. Dan pemuda itu pun hanya tersenyum manis nan
menawan, semanis buah arbei di selatan kota Athena.

Read the rest of this entry »

May 17th, 2011 | Tags: cerita seks pengalaman ngentot sama pacar, cerita sex ngentot sama pacar
cerita seks abg | No Comments »

Cerita Seks Merengkuh Kenikmatan Seks Bersama


Keponakanku
Cerita seks bersama saudara sendiri selalu saja menarik untuk diulas. Cerita Sex dengan kategori
sedarah yang ingin aku ceritakan di website ini aku alami beberapa waktu lalu. Jadi ceritanya
adalah begini, kalau pulang ke rumah setelah kerja, aku suka melepaskan semua pakaian kerjaku
setelah masuk pintu, lalu berjalan-jalan di dalam rumah hanya memakai bra dan celana dalam.
Setelah itu, biasanya aku akan mandi tanpa menutup pintu kamar mandi dan keluar kamar mandi
setelah selesai dalam keadaan telanjang sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Kalau
tidak malas, aku akan memakai celana dalam dan bra atau gaun malam saja tanpa celana dalam
dan bra. Tapi kalau malas, aku akan membiarkan tubuhku telanjang, lalu aku akan mulai makan,
nonton TV ataupun bersantai. Aku juga suka tidur dengan pakaian yang sexy dan minim. Pernah
aku tidur tanpa memakai pakaian sama sekali.

Dua bulan yang lalu, aku kedatangan tamu dari Semarang. Tamu itu adalah keponakanku sendiri.
Umurnya baru 17 tahun, dia anak dari kakak laki-lakiku yang paling bungsu. Dia datang di saat
liburan sekolahnya. Aku sangat gembira menyambutnya. Dia kusuruh tinggal di kamar sebelah
kamar tidurku. Hari-hari awal semuanya berjalan seperti normal, tetapi satu minggu kemudian,
ada yang sedikit aneh. Pakaian dalamku sering kutemukan tidak pada tempat dan urutannya.
Kadang-kadang sedikit tidak rapi. Ada timbul kecurigaan kalau keponakanku itu memainkan
pakaian dalamku, sebab kalau tidak siapa lagi. Kadang-kadang ada pakaian dalamku yang hilang
lalu besoknya ditemukan kembali ditempatnya semula. Aku mulai merasa kalau keponakanku
memiliki obsesi seks tentang aku.

Suatu malam aku memutuskan untuk menguji keponakanku. Selesai mandi, aku segera
mengambil celana dalam g-string warna merah dengan renda-renda yang sexy dan kukenakan.
Setelah itu, aku memilih sebuah gaun malam berwarna pink dengan bahan satin. Gaun malam itu
semi transparan, jadi tidak akan transparan bila dilihat dari dekat, tetapi akan menampakkan
lekuk tubuhku bila ada latar cahayanya. Panjang gaun malam itu hanya 10 cm dari
selangkanganku. Di bagian pundak hanya ada 2 tali tipis untuk menggantung gaun malam itu ke
tubuhku. Bila kedua tali itu diturunkan dari pundakku, dijamin gaun malamku akan meluncur ke
bawah dan menampakan tubuhku yang telanjang tanpa halangan.

Setelah itu, aku keluar ke ruang keluarga tempatku menonton TV dan segera duduk menonton
TV. Mula-mula aku berusaha duduk dengan sopan dan berusaha menutupi selangkanganku
dengan lipatan kakiku. Tak lama kemudian, keponakanku keluar dari kamarnya dan duduk di
sebelahku. Sepanjang malam itu, kami berbincang-bincang sambil menonton TV, tetapi aku tahu
kalau dia diam-diam mencuri lihat tubuhku lewat sudut mataku. Kadang-kadang aku
menundukan badanku ke arah meja di depan seolah-olah menjangkau sesuatu yang akhirnya
mempermudah dia melihat payudaraku lewat leher bajuku yang longgar. Tak lama kemudian,
aku mencoba lebih berani lagi. Aku mengubah posisi tempat dudukku sehingga kali ini pakaian
tidurku bagian belakang tersingkap dan memperlihatkan pantat dan tali g-string di pinggangku.
Dari ujung mataku aku bisa melihat kalau keponakanku melihat bagian itu terus. Anehnya, aku
mulai merasa terangsang. Mungkin ini akibat dari masa mudaku sebagai seorang eksibisionis.

Sejenak kemudian aku pergi ke kamar kecil. Sengaja pintu kamar mandi tidak kututup sampai
rapat, tetapi menyisakan sedikit celah. Dari pantulan tegel dinding, aku melihat bayangan
keponakanku muncul di celah pintu dan mengintipku, walaupun saat itu aku membelakangi
pintu. Setelah itu, aku menundukan kepalaku, pura-pura konsentrasi pada g-stringku agar dia
tidak kaget. Kemudian aku membalikkan badanku, mengangkat gaun malamku dan menurunkan
celana dalamku di depan matanya. Aku tidak tahu bagaimana rasa seorang lelaki melihat hal ini,
tetapi dari banyak yang kudengar, sebetulnya lelaki paling menyukai saat ini yaitu pada saat
perempuan mulai membuka pakaiannya.

Read the rest of this entry »

April 29th, 2011 | Tags: cerita seks ngentot sama keponakan, cerita seks ngentot sama tanteku sendiri
cerita seks sedarah | 5 Comments »

Cerita Seks Phone Sex yang bikin memek puas


Cerita seks bakalan tersaji disini dengan apik. Nah cerita sex terbaru tentang phone sex ini akan
aku coba hadirkan buat kamu semua. Met baca aja oke . Cerita seks ini khusus dewasa dan
umurnya 17 tahun. atau abg. Aku memasuki kamarku dan langsung kukunci dari dalam, kulepas
T Shirt tanpa lengan yang kupakai dan kulemparkan begitu saja di tempat tidur. Payudaraku
yang ranum berwarna sedikit merah muda di puting dan sekitarnya tampak menggairahkan. Aku
memang sejak kecil tidak suka memakai bra hingga kini aku jadi tidak memiliki BH barang
satupun, hingga begitu T Shirt kutanggalkan maka payudaraku pun langsung mencuat,
ukurannya memang sedang-sedang saja namun bentuknya padat dan menggairahkan hingga
dapat membuat setiap lelaki menelan ludah bila memandangnya, apa lagi ditunjang postur
tubuhku yang sexy dengan tinggi 170 centimeter, yang cukup tinggi untuk ukuran seorang
wanita.

Kuperosotkan dan kulepas hot pantsku yang mini model longgar di bagian bawah, hingga
tampak jelas CD model G String warna merah yang saat ini kupakai. Bentuknya sangat mini
dengan seutas tali nylon yang melilit di pinggangku dan ada ikatan di kiri dan kanan pinggangku
yang ramping. Bulu-bulu halus kemaluanku tampak menyibak keluar dari sela sela secarik kain
model segi tiga kecil yang tipis ukurannya, tidak lebih dari ukuran dua jari hanya mampu
menutupi lubang vaginaku. Bentuk G String yang kupakai memang sangat sexy dan aku sangat
suka memakainya, ditambah seutas tali nylon yang melingkar melewati selangkanganku tepat
mengikuti belahan pantatku ke atas bagian belakang dan tersambung dengan tali nylon yang
melingkar di pinggangku.

Dengan sekali tarik ikatan di kanan kiri pinggangku, maka tak sehelai benang pun kini menutupi
tubuhku, CD kubiarkan tergeletak di lantai. Sambil telanjang bulat aku berjalan menuju lemari
mengambil sebuah celana pendek mini yang longgar di bagian bawahnya yang terbuat dari bahan
sutera tipis tembus pandang dan ada celah di bagian kiri dan kanannya dan tanpa kancing, hanya
menggunakan karet elastis saja. Segera kukenakan sambil menyalakan komputer dan mengakses
internet. Celana ini memang enak sekali dipakai di rumah saat tidur, dan aku biasa tidur dalam
keadaan seperti ini, tanpa busana lainnya menutupi tubuhku, hanya ada celana pendek seperti
yang kukenakan saat ini. Namun tak jarang juga aku tidur tanpa berbusana sama sekali dan
langsung menyusup ke dalam selimut.

Read the rest of this entry »


April 28th, 2011 | Tags: cerita seks onani sambil telpon gadis cantik, cerita seks telepon cewek sambil onani, cerita
sex phone sex dengan teman chatting
cerita seks abg | 4 Comments »

Cerita Seks Bersama si Meta Saat di Villa


Cerita Seks ini terjadi Pada bulan April Mas Pujo mendapat panggilan ke Jakarta.  Saya akan
berbagi beberapa cerita sex pengalaman sex saya dan menuliskan cerita seks disini yang emang
sesuai kenyataan. Ternyata Mas Pujo mendapat promosi untuk menduduki jabatan yang lebih
tinggi di Bumi Nyiur Melambai. Promosi itu adalah sesuatu yang menggembirakan bagi kami
tapi juga sekaligus menyedihkan. Karena itu berarti kami harus berpisah dengan orang yang
paling kami sayangi, Meta.

Setelah hampir dua minggu dan telah membuat perencanaan yang masak, kami sepakat untuk
berterus terang pada Meta. Acara kami buat di villa kami di kawasan Kopeng. Sengaja kami
hanya berempat dengan Meta dan kami memilih tepat pada hari libur kerja yaitu Sabtu dan
Minggu. Kepada suaminya Meta ijin akan mengikuti pelatihan Manajemen Mikro. Meta
sebenarnya cukup merasa penasaran meskipun sebenarnya acara seperti ini telah sering kami
adakan, tapi memang biasanya Meta tidak sampai menginap.

Kami berangkat terpisah karena Meta diantar oleh suaminya sampai ke tempat bus Patas, tapi
sesampai di Salatiga kami telah menunggunya, lalu Meta turun dan terus bergabung bersama
kami menuju Kopeng.

“Uhh..! Kesel aku Mbak, masak aku disuruh naik bus sendiri” sungut Meta begitu turun dari bus.
“Lho kan belum jadi direktur, ya sabar dulu dong sayang..” jawabku sambil membantu
mengangkat koper bawaannya.
“Mbak, aku di belakang ama Mas Pujo ya, biar Mas Duta yang setir” pintanya padaku. Aku tahu
betul akan kelakuannya itu, Meta ingin bermanja-manja dengan Mas Pujo.
“Iya deh.., asal Mbak tetep dibagi..” godaku.
“Iih.. Mbak kan udah tiap hari nyanding” balasnya. Mas Pujo cuma nyengir, sedang Duta sudah
siap di belakang setir.
“Met.., apa tadi nggak dapat saweran di bus” goda Duta sambil menjalankan mobilnya.
“Iih.. Emangnya aku cewek apaan” jawab Meta menirukan gaya Nani Wijaya di serial Bajaj
Bajuri sambil menggelendot manja pada Mas Pujo.

Memang Meta sangat menyayangi Mas Pujo, bahkan dialah yang paling pencemburu
dibandingkan aku yang isterinya. Aku, Mas Pujo dan Duta juga amat sayang padanya. Bagi kami
kebahagiaan yang kami rasakan selama ini memang untuk berempat. Kulihat Meta sudah mulai
mengantuk di pelukan Mas Pujo.

“Mas pijit ya sayang..!” bisik Mas Pujo di telinga Meta.

Meta merapatkan pelukannya. Mas Pujo mulai memijit punggung Meta. Pijitan Mas Pujo
memang benar-benar pijitan yang menenangkan karena aku pun sangat menyukainya. Bila
sehabis ML biasanya Mas Pujo memijit punggungku sambil memelukku. Itulah Mas Pujo yang
romantis, kata Meta.

Perjalanan Salatiga-Kopeng hanya sekitar 45 menit. Aku sendiri sebenarnya lelah setelah tadi
malam kuhabiskan dua rondeku dengan kedua suamiku. Cumbuan Duta yang begitu lama
membuatku benar-benar habis tenaga, belum Mas Pujo yang selalu mengambil babak akhir
permainan kami. Mas Pujo memang sangat senang membenamkan kontolnya ke dalam memekku
saat aku telah mencapai orgasme. Biasanya ia akan membenamkan kontolnya dan memelukku
dengan penuh perasaan sambil menikmati remasan-remasan memekku, bahkan tadi malam
sempat kram rasanya otot-otot memekku karena permainan mereka berdua.

Seperti biasanya aku meminta Duta untuk telentang dan membuka kedua pahanya dengan kepala
bertelekan 2 bantal, lalu aku menaikinya dengan posisi membelakangi dan bertumpu pada kedua
tanganku ke belakang. Posisi ini sangat aku sukai karena Mas Pujo dapat dengan mudah
melumat clitorisku sementara Duta memompa memekku dari bawah sambil meremas putingku.
Rasanya semua syaraf nikmatku tak ada yang terlewat menerima rangsangan dari keduanya.

Begitu aku orgasme yang ketiga dan Duta memuntahkan spermanya di memekku, langsung Mas
Pujo mengambil alih dengan membenamkan kontolnya ke memekku. Mas Pujo menikmati
kontraksi otot-otot vaginaku dan berlama-lama berada di sana, sebelum kemudian memompa
memekku dengan penuh perasaan.

“Kok ngelamun Rien, kita dah nyampe nih..!” ujar Duta mengagetkanku sambil memasukkan
kendaraan ke pelataran villa. Aku tergagap. Kulihat Pak Kidjan penjaga villa kami memberi
salam.
“Meta, bangun sayang, kita udah nyampe nih..!” bisik Mas Pujo.

Yang dibisiki menggeliat sambil mengucek-ucek mata. Kembali dipeluknya Mas Pujo dan
mereka berciuman lembut penuh perasaan. Entah mengapa sejak mula pertama Mas Pujo
bercinta dengan Meta tak ada rasa cemburuku, aku malah bahagia melihat keduanya, tapi
anehnya aku cemburu kalau Mas Pujo dengan yang lain.

Pada pukul 17.00 tepat kami sudah selesai memasukkan semua bawaan ke dalam villa dengan
dibantu Pak Kidjan. Setelah itu kami suruh Pak Kidjan untuk mengunci pagar dan pulang karena
kami katakan bahwa kami ingin beristirahat dengan tidak lupa memintanya agar besok jam 10
dia datang lagi.

Villa ini dibeli oleh Duta karena sebelumnya memang direncanakan untuk coba-coba usaha
agribisnis. Bangunan yang ada hanya sederhana saja karena memang bekas bangunan Belanda
yang terletak di tengah-tengah tanah seluas 1 hektar yang di depannya ada rumah penjaga yang
jaraknya 75 meteran. Ada 4 kamar, yang dua besar dan ada connecting door, salah satunya ada 2
tempat tidur dan yang satunya single, dengan ruang tamu cukup luas, ruang dapur dan garasi.
Kami sengaja memakai dua kamar yang besar itu.

“Mandi dulu gih..” pinta Mas Pujo pada saya dan Meta.
“Maas, Meta dimandiin Mas aja.. Ya” rengek Meta manja sambil memegang lengan Mas Pujo.
“Idih, kan udah becal, Meta kan bisa mandi cendili” goda Mas Pujo dicedal-cedalkan.
“Nggak mau.., Meta mau mandi ama Mas aja” jawab Meta merajuk sambil cemberut dan
langsung minta gendong.

Aku dan Duta hanya senyum-senyum melihat tingkah mereka. Lalu Mas Pujo menggendong
Meta berputar-putar. Bibir keduanya tampak berpagutan mesra. Sambil tetap berciuman mereka
menuju kamar mandi, yang oleh Duta sudah diganti dengan jacuzzi besar yang cukup untuk
berendam 4 orang dan ada air panasnya. Lalu Duta meraihku dan memelukku, kami berciuman.

“Nyusul yok.. Kita bisa saling gosok” ajak Duta dengan langsung menggendongku.

Di jacuzzi, Mas Pujo sedang memeluk Meta dari belakang sambil menciumi rambutnya, tapi aku
yakin bahwa pasti tangan Mas Pujo yang satu tidak akan jauh-jauh dari puting susu Meta, sedang
yang lain entah apa yang digosok, tapi karena di dalam air dan tertutup busa sabun jadi tidak
kelihatan. Sementara itu yang dipeluk memejamkan matanya penuh kenikmatan sambil sesekali
mendesis.

Aku turun dari gendongan Duta. Kulepas semua pakaianku hingga telanjang bulat, setelah itu
ganti kulucuti pakaian Duta sampai tak bersisa. Kontol Duta yang besar masih belum bangun
penuh, jadi masih setengah kencang. Dengan berbimbingan tangan kami masuk ke air dan Duta
bersandar dekat Mas Pujo. Dengan meluruskan kedua kakinya, aku maju ke pangkuan Duta,
kutempelkan bibir memekku ke atas kontol Duta dan kutempelkan dadaku ke dadanya.
Hangatnya air dan sentuhan kulit kami terasa nikmat, benar-benar nikmat.

Read the rest of this entry »

April 23rd, 2011 | Tags: cerita pesta seks ngentot rame-rame, cerita seks pesta ngentot bersama teman kantor, cerita
sex ngentot di villa rame-rame
cerita pesta seks | 4 Comments »

Cerita Seks Diperkosa Para Kuli Bangunan dan Mandor


Cerita Seks ini adalah diceritakan kembali oleh salah seorang korban pemerkosaan. Demi situs
Cerita Sex Indonesia ini agar para pembacanya senang. Yuk kita baca aja cerita sex seru yang
satu ini. Dijamin deh cerita seks yang kami hadirkan tak pernah ada dalam situs cerita seks
manapun .  Tomi adalah seorang mandor buruh sebuah pabrik yang usianya bisa dibilang
sudah paruh baya. Garment di kawasan Bandung. Dia bekerja sebagai seorang pengawas buruh
dibagian produksi. Perangainya cukup sangar sikapnyapun tegas terhadap para buruh-buruh yang
bekerja disitu. Dia tidak pelit dengan kata-kata kasar dan caci maki terhadap para buruh yang
melakukan kesalahan. Bagi para buruh tidak ada pilihan lain selain bekerja dibawah tekanan
mandor Tomi karena memang mencari pekerjaan lain sangatlah sulit.

Tomi diangkat oleh perusahaan sebagai seorang mandor karena dia memiliki latar belakang
kehidupan yang keras, memang dia adalah seorang preman disebuah kawasan yang rawan
kriminal di Bandung. Dengan harapan kedudukan Tomi sebagai mandor buruh, maka para buruh
akan segan dan takut terhadap perusahaan.
Saat ini ada seorang mahasiswi yang kebetulan sedang tugas magang di pabrik itu namanya Ani,
usianya masih 19 tahun dan dia adalah seorang mahasisiwi Fakultas Teknik Industri pada sebuah
perguruan tinggi negeri yang terkenal di kota Bandung. Ani cukup lincah dalam bekerja. Gadis
cantik itu pintar dan rajin dalam melakukan tugas-tugasnya. Dia memiliki wajah yang imut-imut
dan cantik sekali seperti mojang-mojang Bandung umumnya yang memiliki kulit putih bersih.
Selama bekerja magang di pabrik itu, Tomi sering memperhatikan Ani. Potongan tubuhnya sintal
padat proporsional dengan tinggi tubuhnya yang sekitar 160-an cukup membuat Tomi tertarik
perhatiannya kepada Ani.
Penampilan Ani memang lain dibandingkan dengan gadis-gadis lainnya. Ani lebih senang
menggunakan celana jeans dan baju yang ketat seperti umumnya penampilan seorang mahasiswi
sehingga lekuk-lekuk tubuhnya terlihat jelas. Hal itulah yang membuat para lelaki dipabrik itu
sering memandangi kemolekan tubuh Ani. Begitu pun dengan Tomi yang selalu mencuri-curi
pandang melihat keindahan dan kemolekan tubuh Ani. Hal ini tidak disadari oleh Ani karena dia
lebih serius untuk menyelesaikan tugas-tugasnya selama magang di pabrik itu.
Sesekali Tomi menyempatkan diri untuk memasang muka ramah dan bercakap-cakap dengan
Ani hanya sekedar menukmati kecantikan wajah gadis tersebut. Padahal dengan karyawati atau
buruh wanita yang lainnya boro-boro dia memasang muka ramah yang ada selalu tampang
sangar yang diperlihatkannya dan ucapan-ucapan yang jauh dari keramahan. Singkat kata Tomi
telah jatuh hati berat kepada Ani, mahasiswi cantik itu. Read the rest of this entry »

April 18th, 2011 | Tags: cerita seks diperkosa kuli bangunan gedung, cerita seks ngentot sama kuli, cerita sex hot,
cerita sex seru
cerita seks paruh baya, cerita seks perkosaan | 3 Comments »

Cerita Seks Ngentot Dengan Montir di Bengkel


Cerita Seks ini akibat dari seringnya aku membaca situs Cerita Sex di Indonesia. Aku selalu
miris kalau lagi baca cerita dewasa seks ataupun cerita panas yang ada di internet. Tapi apa
daya, ternyata nasibku sama saja seperti yang ada pada situs-situs cerita seks tersebut. Cerita
seks yang aku mau ceritakan ini termasuk dalam cerita seks perkosaan dan cerita pesta seks. 
Hari itu, sekitar jam tiga sore aku bersama sepupuku, Ellen baru saja sampai di rumahnya setelah
jalan-jalan di mall. Setengah jam kami disana nonton VCD sampai pacarnya yang bernama
Winston datang. Memang sih hari itu aku bermain ke sini agar bisa sekalian sorenya mengambil
mobilku yang sedang di service rutin di sebuah bengkel di daerah Jakarta Timur yang kebetulan
tidak terlalu jauh dari rumah Ellen. Pas sekali saat itu Winston datang untuk nge-date jadi aku
bisa ikut menumpang diantar ke bengkel itu. Kamipun berangkat dari rumahnya dengan mobil
BMW-nya Winston. Walaupun tidak terlalu jauh namun kami sedikit terjebak macet karena saat
itu jam bubaran. Yang kukhawatirkan adalah takutnya bengkelnya keburu tutup, kalau begitu kan
aku mau tidak mau harus tetap menumpang pada Winston padahal mereka mau pergi nonton dan
aku tidak mau mengganggu kebersamaan mereka. Akhirnya tiba juga kami di bengkel itu tepat
ketika akan tutup.
“Wah…udah mau tutup tuh Ci, mendingan cepetan lari turun, siapa tau masih keburu” kata
Ellen.
“Tanyain dulu Ci, kita tunggu lu di sini, kalau ternyata belum bisa ambil lu ikut kita jalan aja”
Winston memberi saran.
Akupun segera turun dan setengah berlari ke arah pegawai yang sedang mendorong pintu.
“Mas…mas tunggu, jangan ditutup dulu, saya mau ngambil mobil saya yang Hyundai warna
merah yang dititip kemarin Selasa itu loh !” kataku dengan terburu-buru.
“Tapi kita udah mau tutup non, kalau mau besok balik aja lagi” katanya
“Ayo dong, mas katanya di telepon tadi udah bisa diambil, tolong dong bentar aja yah, saya
sudah kesini jauh-jauh nih !” desakku
“Ada apa nih, Kos, kok malah ngobrol” kata seorang pria yang muncul dari samping
belakangnya.
Kebetulan sekali pria itu adalah montir yang menangani mobilku ketika aku membawa mobil itu
ke sini, orangnya tinggi dan agak gemuk dengan rambut gaya tentara, usianya sekitar awal empat
puluh, belakangan kuketahui bernama Fauzan, agaknya dia tergolong montir yang cukup senior
di sini.
Akupun lalu mengutarakan maksud kedatanganku ke sini untuk mengambil mobilku itu padanya.
Awalnya sih dia juga menyuruhku kembali lagi besok karena bengkel sudah tutup, tapi karena
terus kubujuk dan kujanjikan bonus uang rokok akhirnya dia menyerah juga dan
mempersilakanku masuk menunggu di dalam. Sebenarnya sih kalau bengkelnya dekat dengan
rumahku aku juga bisa saja kembali besok, tapi masalahnya letak tempat ini cukup jauh dari
rumahku dan macet pula, kan BT banget kalau harus dua kali jalan. Aku melambaikan tangan ke
arah Ellen dan Winston yang menunggu di mobil pertanda masalah sudah beres dan mereka
boleh pergi, merekapun membalas lambaianku dan mobil itu berjalan meninggalkanku. Pak
Fauzan menjelaskan padaku tentang kondisi mobilku, dia bilang bahwa semuanya ok-ok saja,
kecuali ada sebuah onderdil di bagian bawah mobil yang sebentar lagi tidak layak pakai karena
sudah banyak berkarat (sory…aku tidak mengerti otomotif selain menggunakannya, sampai lupa
nama onderdil itu). Karena memikirkan kenyamanan jangka panjang, aku menanyakan kalau
bagian itu diganti sekarang memakan waktu lama tidak, ongkos sih tidak masalah. Setelah
berpikir sesaat dia pun mengiyakannya dan menyuruhku duduk menunggu.

Sejumlah pegawai dan kasir wanita sudah berjalan ke pintu keluar meninggalkan tempat ini. Di
ruangan yang cukup luas ini tinggallah aku dengan Pak Fauzan serta beberapa montir yang
sedang menyelesaikan pekerjaan yang tanggung. Seluruhnya ada empat orang di ruangan ini
termasuk aku yang satu-satunya wanita.
“Masih banyak kerjaannya ya Mas ?” tanyaku iseng-iseng pada montir brewok di dekatku yang
sedang mengotak-atik mesin depan sebuah Kijang.
“Dikit lagi kok Non, makannya mending diselesaikan sekarang biar besoknya lebih santai”
jawabnya sambil terus bekerja.
Tidak jauh dari tempat dudukku Pak Fauzan sedang berjongkok di sebelah mobilku dan di
sebelahnya seorang rekannya yang cuma kelihatan kakinya sedang berbaring mengerjakan
perkerjaannya di kolong mobil. Ternyata pekerjaan itu lama juga selesainya, seperempat jam
sudah aku menunggu. Melihat situasi seperti ini, timbullah pikiran isengku untuk menggoda
mereka. Hari itu aku memakai kaos ketat oranye berlengan panjang yang dadanya agak rendah,
lekuk tubuhku tercetak oleh pakaian seperti itu, bawahnya aku memakai rok hitam yang
menggantung beberapa senti di atas lutut. Maka bukanlah hal yang aneh kalau para pria itu di
tengah kesibukannya sering mencuri-curi pandang ke arahku, apalagi sesekali aku sengaja
menyilangkan kakiku.
Aku berjalan ke arah mobilku dan bertanya pada Pak Fauzan:
“Masih lama ya Pak ?”
“Hampir Non, ini yang susah tuh melepas yang lamanya, habis sudah berkarat, sebenarnya sih
pasangnya gampang saja, bentar lagi juga beres kok”
“Perlu saya bantuin gak ? Bosen daritadi nunggu terus” tanyaku sambil dengan sengaja
berjongkok di hadapannya dengan lutut kiri bertumpu di lantai sehingga otomatis paha putih
mulusku tersingkap kemana-mana dan celana dalam merahku juga terlihat jelas olehnya.
Dia terlihat gugup dan matanya tertumbuk ke bawah rokku yang kelihatan karena posisi
jongkokku. Aku yakin burungnya pasti sudah terbangun dan memberontak ingin lepas dari
sangkarnya. Namun aku bersikap biasa saja seolah tidak mengetahui sedang diintip.
“Oohh…ngga….ngga kok Non” jawabnya terbata-bata.
“Hhoii…obeng kembang dong” sahut montir yang dari dalam sambil mendorong kursi
berbaringnya keluar dari kolong.
Begitu keluar diapun ikut terperangah dengan pemandangan indah di atas wajahnya itu.
Keduanya bengong menatapku tanpa berkedip
“Kenapa ? kok bengong ? liatin apa hayo…?” godaku dengan tersenyum nakal.
Kemudian kuraih tangan si montir yang sedang berbaring itu dan kuletakkan di paha mulusku,
memang sih tangannya kotor karena sedang bekerja tapi saat itu sudah tidak terpikir hal itu lagi.
Tanpa harus disuruh lagi tangan kasar itu sudah bergerak dengan sendirinya mengelus pahaku
hingga sampai di pangkalnya, disana dia tekankan dua jarinya di bagian tengah kemaluanku yang
masih tertutup CD.
“Ooohhh…” desahku merasakan remasan pada kemaluanku.
Pak Fauzan menyuruhku berdiri dan didekapnya tubuhku serta langsung menempelkan bibirnya
yang tebal dan kasar pada bibir mungilku. Tangannya mengangkat rokku dan menyusup ke
dalam celana dalamku. Temannya tidak mau ketinggalan, setelah dia mengelap tangannya dia
dekap aku dari belakang dan mulai menciumi leher jenjangku, hembusan nafas dan lidahnya
yang menggelikitik membuat birahiku semakin naik. Payudaraku yang masih tertutup baju
diremasi dari belakang, tak lama kemudian kaos Mango-ku beserta bra-ku sudah disingkap ke
atas. Kedua belah payudaraku digerayangi dengan gemas, putingnya terasa makin mengeras
karena terus dipencet-pencet dan dipilin-pilin.
“Hei, ngapain tuh, kok ga ngajak-ngajak !” seru si montir brewok yang memergoki kami sedang
berasyik-masyuk. Read the rest of this entry »

April 18th, 2011 | Tags: cerita seks diperkosa di bengkel sama montir, cerita seks ngentot diperkosa montir di
bengkel mobil, cerita seks ngentot sama temen baru, cerita sex hot, cerita sex seru
cerita pesta seks, cerita seks perkosaan | 6 Comments »

Cerita Seks 3 Orang Anak Ingusan dan Tante Girang


Cerita Seks ini adalah kiriman dari salah seorang pembaca setia cerita sex
Www.HasratSeks.Org. Ia bercerita tentang kisah sex dan pengalaman seks nya kepada kami.
Karena saya baca cerita seks yang ia kirimkan pada website cerita sex dewasa ini cukup bagus,
maka kami menampilkannya dan silakan baca aja cerita seks dewasa yang berikut ini. Aku masih
duduk di bangku SLTP saat itu. Di saat aku dengan teman-teman yang lain biasa pulang sekolah
bersama-sama. Usiaku masih terbilang hijau, sekitar tiga belas tahun. Aku tidak terlalu tahu
banyak tentang wanita saat itu. Di kelas aku tergolong anak yang pendiam walaupun sering juga
mataku ini melirik pada keindahan wajah teman-teman wanita dikelasku waktu itu.
Hal ini jugalah yang membawa aku bersama 2 temanku Bambang dan Eko kedalam sebuah
pengalaman yang tak terlupakan bagi kami saat duduk dibangku SLTP dulu. Semuanya bermula
dari kegigihan Bambang terhadap perempuan. Kebiasaannya untuk tak melewatkan barang
sedetikpun perhatiannya terhadap keindahan wanita membawa aku, dia dan Eko kesebuah rumah
di komplek pemukiman Griya Permai. Komplek perumahan yang biasa kami lewati saat pulang
menuju kerumah masing-masing. Mulanya aku dan Eko sedang asyik bercanda,. Secara tiba-tiba
Bambang menepuk pundakku dengan keras. Matanya tertuju kesatu rumah dengan tajamnya.
Ternyata disana kulihat ada seorang wanita dengan mengenakan rok mini baru saja keluar
meninggalkan mobilnya untuk membuka pintu pagar rumah.

“Heh, bang. Kenapa sih elu tiap lihat perempuan mata elu langsung melotot kayak begitu ?”
tegurku.

“Elu itu buta ya, wan. Elu kagak lihat bagaimana bongsornya bodi tuh wanita ??” balasnya cepat.

“Bambang, Bambang.. bisa-bisanya elu nilai perempuan dari jarak jauh begini-ini” sambung Eko
“Itu mata.. apa teropong”

“Wah, kalau untuk urusan wanita kita nggak pake mata lagi, men. Nih, pake yang disini nih..
dibawah sini” jawab Bambang sambil menunjuk-nunjuk kearah kemaluannya.

“Kalau gua udah ngaceng, perempuan diseberang planet juga bisa gua lihat” kata Bambang
dengan senyum penuh nafsu.

“Jadi sekarang elu lagi ngaceng, nih ?!” tanya gue yang sedari tadi hanya bisa tenggelam dengan
pikiran-pikirannya.

“So pasti, men. Nih kontol udah kayak radar buat gua. Makanya gua tahu disana ada mangsa”
jawab Bambang dengan lagi-lagi menunjuk ke arah kemaluannya.

“Gila lu, bang” kataku.

“Ha-alah, enggak usak munafik deh mam, elu juga ngaceng kan, waktu melihat roknya si Dina
kebuka di kelas. Gua kan tau… elu juga kan gong ?” balas Bambang cepat.

“yah, itu kan kebetulan. Bukannya dicari, ya kan mam ?” tanya Eko kepadaku.

Aku sendiri hanya bisa tersipu malu mendengarnya. Didalam hati aku memang mengakui

“Sekarang begini aja” ujar Bambang kemudian “Elu pada berani taruhan berapa, kalau gua bisa
masuk kerumah tuh wanita ?” Read the rest of this entry »

April 10th, 2011 | Tags: cerita dewasa ml dengan tante-tante, cerita seks dewasa, cerita seks tante-tante nakal suka
ml, cerita sex hot, cerita sex seru
cerita seks paruh baya | 2 Comments »
Cerita Seks Ngentot Dengan Istri Teman Kosku
Cerita Seks serta Cerita Sex ini diawali dari aku yang bekerja di kota jakarta dan kota
metropolitan. Meskipun aku bekerja di Jakarta dan digaji besar, aku lebih suka tinggal di
perkampungan. Nah inilah yang menyebabkan aku bisa mengisahkan cerita seks dan cerita sex
ku disini. Mulai dari Kosku berada di wilayah Jakarta Selatan dekat perbatasan Tangerang.
Lokasinya yang nyaman dan tenang, jau dari hiruk pikuk kota, membuatku betah tinggal lama
disini sejak tahun 2002. Sudah 7 tahun lebih aku belum pernah pindah. Tetangga-tetangga pun
heran mengapa aku betah tinggal disitu padahal bu kostku terkenal orangnya kolot dan masih
memegang tradisi lama. Orangnyapun alim dan tidak suka anak kostnya berbuat macam-macam
dan kalau ketahuan sudah pasti diusir dari rumah kostnya.

Rumah kostku 2 lantai yang disewakan hanya 5 kamar dengan ukuran sedang dan kostnya baik
untuk putra maupun putri, yang masih single maupun yang sudah berkeluarga. Kamar mandi
untuk anak kost disedakan ada 2 didalam rumah satu dan yang diluar juga ada. Ibu koskupun
tinggal disitu cuman tinggal di kamar sebelah dalam bersama anak semata wayangnya Mas
Rano.

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2005, Rumah kost hanya terisi dua satu untukku dan
sebelahnya lagi keluarga Mas Tarno berasal dari Yogyakarta. Mas Tarno umurnya 2 tahun
diatasku jadi waktu itu sekitar 26 tahun. Istrinya bernama Nita seumuran denganku. Nita
orangnya manis putih tinggi sekitar 165 cm ukuran payudara sekitar 34-an. Mereka sudah
dikaruniai satu orang anak masih berumur 2 tahun bernama Rara. Mas Tarno orangnya
penggangguran. Jadi untuk keperluan, Nita-lah yang bekerja dari pagi sampai malam di sebuah
Supermarket terkenal (supermarket ini sering dikenai sanksi oleh Komisi Pengawas Persaingan
Usaha lho!!!….hayo tebak siapa bisa..hahahaha….) sebagai SPG sebuah produk susu untuk
balita. Karena keperluannya yang begitu banyak, Nita (menurut pengakuannya) sampai meminta
pihak manajemen untuk bisa bekerja 2 shift.

Tentunya keluarga macam ini sering cek-cok. Nita mengganggap Mas Tarno orangnya pemalas
bisanya hanya minta duit untuk beli rokok. Padahal jerih payah Nita seharusnya untuk beli susu
buat Rara putrinya. Mas Tarno pun sering membalas omelan-omelan Nita dengan tamparan dan
tendangan bahkan dilakukan didepan anaknya. Aku sendiri tidak betah melihat pertengkaran itu.
Suatu saat, Mas Tarno dapat pekerjaan sebagai ABK dan tentunya harus meninggalkan
keluarganya dalam waktu yang cukup lama. Nita senangnya bukan main mendengarnya. Akan
tetapi hal itu tidak berlangsung lama.

Pada malam itu, aku ngobrol dengan Nita dikamarnya sambil nonton TV. Si Rara muter-muter
sambil bermain maklum umur segitu masih lucu-cucunya.
“Sekarang sepi ya, Nit….nggak ada Mas Tarno.” kataku
“Lebih baik gini, Ted. Enakan kalo Mas Tarno nggak ada.” Keluh Nita kepadaku.
“Emangnya Kenapa?” tannyaku.
“Mas Tarno tuh kerja nggak kerja tetep nyusahin. wajar khan kalo aku minta duit ke Mas Tarno?
Aku khan istrinya. Eh, Dianya marah-marah. Besoknya aku diomelin juga ama ibu mertuaku.
Katanya aku nggak boleh minta duitnya dulu biar bisa buat nabung. Gombal!!! Aku nggak
percaya Mas Tarno bisa nabung!!!” Dia jawab dengan marah-marah.
“Sabar ya…” Aku mencoba untuk menenangkannya apalagi Rara dah minta bobo’.
“Seandainya Mas Tedy yang jadi suamiku mungkin aku tidak akan merana. Mas Tedy dah dapat
pekerjaan tetap dan digaji besar sedangkan suamiku, Mas Tarno hanya pekerja kasar di kapal
itupun baru sebulan sebelumnya penggangguran.” Keluhnya.
“Udah…jangan berandai-andai….biarkan hidup mengalir saja.” Jawabku sekenanya.
“Mas, …..
Tiba-tiba Nita duduk disebelahku mengapit tangganku dan menyandarkan kepalanya. Aku
sungguh terkejut. Aku tahu Nita butuh kasih sayang, butuh belaian, butuh perhatian. Bukan
tendangan dan tamparan. Aku balas dia dengan pelukan di bahunya. Sayang sekali Wanita
semanis Nita disia-siakan oleh laki-laki. Tapi Aku juga laki-laki normal punya nafsu terhadap
wanita. Justru inilah kesempatanku untuk mengerjai Nita apalagi ibu kostku menjengguk
keluarganya di Surabaya selama seminggu dan baru berangkat kemarin malam dan Mas Rano
dapat jatah kerja Shift malam di sebuah Mall. Yuhuyyy…akhirnya kesempatan itu tiba!!!
Kutoleh Nita yang saat itu sedang memakai daster, tanpa basa basi aku langsung merengkuh
tubuh Nita yang montok itu kedalam pelukanku dan langsung kucium bibirnya yang tipis itu.
Nita memeluk tubuhku erat erat, Nita sangat pandai memainkan lidahnya, terasa hangat sekali
ketika lidahnya menyelusup diantara bibirku. Tanganku asyik meremas susu Nita yang tidak
seberapa besar tapi kencang, pentilnya kupelintir membuat Nita memejamkan matanya karena
geli. Dengan sigap aku menarik daster Nita, dan seperti biasanya Nita sudah tak mengenakan apa
apa dibalik dasternya itu ternyata Nita memang sudah merencanakannya tanpa sepengetahuanku.
Tubuh Nita benar benar aduhai dan merangsang seleraku, tubuhnya semampai, putih dengan
susu yang pas dengan ukuran tubuhnya ditambah nonok yang tak berambut mencembung.
“Eh gimana kalo si Rara bangun?” tanyaku.
“Tenang aja Mas Tedy, Susu yang diminum Rara tadi dah aku campurin CTM.” Jawabnya
dengan gaya yang manja. Benar-benar persiapan yang sempurna.
Ketika kubentangkan bibir nonoknya, itilnya yang sebesar biji salak langsung menonjol keluar.
ketika kusentuh dengan lidahku, Nita langsung menjerit lirih. Aku langsung mencopot baju dan
celanaku sehingga penisku yang sepanjang 12 cm langsung mengangguk angguk bebas. Ketika
kudekatkan penisku ke wajah Nita, dengan sigap pula Nita menggenggamnya dan kemudian
mengulumnya. Kulihat bibir Nita yang tebal itu sampai membentuk huruf O karena penisku yang
berdiameter 3 cm itu hampir seluruhnya memadati bibir mungilnya, Nita sepertinya sengaja
memamerkan kehebatan kulumannya, karena sambil mengulum penisku ia berkali kali melirik
kearahku. Aku hanya dapat menyeringai keenakan dengan servis Nita ini. Mungkin posisiku
kurang tepat bagi Nita yang sudah berbaring itu sementara aku sendiri masih berdiri
disampingnya, maka Nita melepaskan kulumannya dan menyuruhku berbaring disebelahnya.
Setelah aku berbaring dengan agak tergesa gesa Nita merentangkan kedua kakiku dan mulai lagi
menjilati bagian peka disekeliling penisku, mulai dari pelirku, terus naik keatas sampai keNitang
kencingku semuanya dijilatinya, bahkan Nita dengan telaten menjilati Nitang duburku yang
membuat aku benar benar blingsatan. Aku hanya dapat meremas remas susu Nita serta merojok
nonoknya dengan jariku. Aku sudah tak tahan dengan kelihaian Nita ini, kusuruh dia berhenti
tetapi Nita tak memperdulikanku malahan ia makin lincah mengeluar masukkan penisku
kedalam mulutnya yang hangat itu. Tanpa dapat dicegah lagi air maniku menyembur keluar yang
disambut Nita dengan pijatan pijatan lembut dibatang penisku seakan akan dia ingin memeras air
maniku agar keluar sampai tuntas.

Read the rest of this entry »


April 1st, 2011 | Tags: cerita seks istriku selingkuh dengan gigollo muda, cerita seks selingkuh sama istri temanku,
cerita sex indonesia istri selingkuh, cerita sex seru
Cerita seks Perselingkuhan | 9 Comments »

Cerita Seks Pengalaman Ngentot Bersama Bibiku


Cerita seks ini diawali dari jaman aku sma.  Dulu waktu aku sma, aku selalu pilih-pilih dalam
mencintai wanita. Hal ini yang jadi awal mula cerita seks sekaligus cerita sex yang akan aku
ceritakan disini. Itulah mungkin yang mengakibatkan cerita seks sedarah ini terjadi. Aku tak
pernah mendekati seorang cewek pun di SMA. Padahal boleh dibilang aku ini bukan orang yang
jelek-jelek amat. Para gadis sering histeris ketika melihat aku beraksi dibidang olahraga, seperti
basket, lari dan sebagainya. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Sebab aku tidak
suka mereka. Untuk masalah pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-
teman memanggilku kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku, mungkin
karena aku mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran aku tidak terlalu bodoh saja
akhirnya aku dikatakan demikian.

Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang. Di sini aku
numpang di rumah bibiku. Namanya Dewi. Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, kebiasaan
dari kecil mungkin. Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal
ketika aku masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa rumah makan yang
lumayan laris, dengan bekal itu ia bisa menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di SD.

Ketika datang pertama kali di Malang, aku sudah dijemput pakai mobilnya. Lumayanlah,
perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan. Pertamanya aku tak tahu kalau itu
adalah mbak Dewi. Sebab ia kelihatan muda. Aku baru sadar ketika aku menelpon hp-nya dan
dia mengangkatnya. Lalu kami bertegur sapa. Hari itu juga jantungku berdebar. Usianya masih
32 tapi dia sangat cantik. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih
seperti gadis. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar.

“Capek Dek Iwan?”, tanyanya.

“Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. “Tapi mbak Dewi masih cantik ya?”

Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu”.

Selama tinggal di rumahnya mbak Dewi. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan
mengenalnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa aku ketahui dari mbak Dewi. Dari kesukaannya,
dari pengalaman hidupnya. Aku pun jadi dekat dengan anak-anaknya. Aku sering mengajari
mereka pelajaran sekolah.

Tak terasa sudah satu semester lebih aku tinggal di rumah ini. Dan mbak Dewi sepertinya adalah
satu-satunya wanita yang menggerakkan hatiku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi aku
tak yakin apakah ia cinta juga kepadaku. Apalagi ia adalah bibiku sendiri. Malam itu sepi dan
hujan di luar sana. Mbak Dewi sedang nonton televisi. Aku lihat kedua anaknya sudah tidur. Aku
keluar dari kamar dan ke ruang depan. Tampak mbak Dewi asyik menonton tv. Saat itu sedang
ada sinetron.

“Nggak tidur Wan?”, tanyanya.

“Masih belum ngantuk mbak”, jawabku.

Aku duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagi-lagi dadaku berdebar kencang. Aku bersandar di
sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Ia tak menyadarinya. Lama kami terdiam.

“Kamu banyak diam ya”, katanya.

“Eh..oh, iya”, kataku kaget.

“Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya.

“Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja”, jawabku.

“Ah kamu, ada-ada aja”

“Serius mbak”

“Makasih”

“Restorannya gimana mbak? Sukses?”

“Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan semuanya tak
serahin ke general managernya. Mbak sewaktu-waktu saja ke sana”, katanya. “Gimana
kuliahmu?”

Read the rest of this entry »

March 29th, 2011 | Tags: cerita seks dengan tante girang, cerita seks ml sama tanteku, cerita sex hot, cerita sex sama
saudara sendiri
cerita seks sedarah | 11 Comments »

Cerita Seks Ngentot dan Sex Bareng Si rida Yang cantik


Cerita seks yang akan kami hadirkan kembali pada situs cerita sex indonesia kali ini akan
berkisah pada ngentot si rida yang cantik. Meskipun aku yang sudah tergolong paruh baya,
namun aku ingin mengisahkan pengalaman cerita seks paruh baya buat teman-teman sekalian.
Beginilah cerita seks yang akan saya ceritakan pada teman-teman semuanya.

Rida adalah seorang gadis 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal
di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama
walaupun pada cabang yang berbeda. Ia memiliki tubuh yang kencang. Wajahnya cukup manis
dengan bibir yang penuh, yang selalu dipoles dengan lipstik warna terang. Tentu saja sebagai
seorang teller di bank penampilannya harus selalu dijaga. Ia selalu tampil manis dan harum.

Suatu hari di sore hari Rida terkejut melihat kantornya telah gelap. Berarti pintu telah dikunci
oleh Pak Warto dan Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC terlebih dulu sebelum akan
pulang. Mungkin mereka mengira ia sudah pulang. Baru saja ia akan menggedor pintu, biasanya
para satpam duduk di pintu luar. Ada kabar para satpam di kantor bank tersebut akan
diberhentikan karena pengurangan karyawan, Rida merasa kasihan tapi tak bisa berbuat apa-apa.
Seingatnya ada kurang lebih 6 orang satpam disana. Berarti banyak juga korban PHK kali ini.

“Mau kemana Rida?”, tiba-tiba seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.
Rida terkejut, ada Warto dan Diman. Mereka menyeringai.
“Eh Pak, kok sudah dikunci? Aku mau pulang dulu..”, Rida menyapa mereka berdua yang
mendekatinya.
“Rida, kami bakal diberhentikan besok..”, Warto berkata.
“Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..”, Rida menjawab.
Di luar hujan mulai turun.
“Kalau begitu.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak”, tiba-tiba Diman yang lebih muda
menjawab sambil menatapnya tajam.
“I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan..”, Rida menjawab.

Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. Warto mencekal lengan Rida. Sebelum Rida tersadar,
kedua tangannya telah dicekal ke belakang oleh mereka.
“Aah! Jangan Pak!”.
Diman menarik blus warna ungu milik Rida. Gadis itu terkejut dan tersentak ketika kancing
blusnya berhamburan. “Sekarang aja Rida. Kenang-kenangan untuk seumur hidup!”.
Warto menyeringai melihat Diman merobek kaos dalam katun Rida yang berwarna putih
berenda. Rida berusaha meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus
bra hitam berendanya mencuat keluar.
“Jangann! Lepaskann!”, Rida berusaha meronta.

Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berusaha menurunkan celana panjang ungu Rida.
Kedua lelaki itu sudah sejak lama memperhatikan Rida. Gadis yang mereka tahu tubuhnya
sangat kencang dan sintal. Diam-diam mereka sering mengintipnya ketika ke kamar mandi. Saat
ini mereka sudah tak tahan lagi. Rida menyepak Diman dengan keras.
“Eit, melawan juga si Mbak ini..”, Diman hanya menyeringai.
Rida di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua peralatan di meja itu berhamburan
bersih.
“Aahh! Jangan Pak! Jangann!”, Rida mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu.
Sementara kedua tangannya terus dicekal Warto, Diman sekarang lebih leluasa menurunkan
celana panjang ungu Rida. Sepatunya terlepas.

Rida adalah seorang gadis 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal
di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama
walaupun pada cabang yang berbeda. Ia memiliki tubuh yang kencang. Wajahnya cukup manis
dengan bibir yang penuh, yang selalu dipoles dengan lipstik warna terang. Tentu saja sebagai
seorang teller di bank penampilannya harus selalu dijaga. Ia selalu tampil manis dan harum.

Suatu hari di sore hari Rida terkejut melihat kantornya telah gelap. Berarti pintu telah dikunci
oleh Pak Warto dan Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC terlebih dulu sebelum akan
pulang. Mungkin mereka mengira ia sudah pulang. Baru saja ia akan menggedor pintu, biasanya
para satpam duduk di pintu luar. Ada kabar para satpam di kantor bank tersebut akan
diberhentikan karena pengurangan karyawan, Rida merasa kasihan tapi tak bisa berbuat apa-apa.
Seingatnya ada kurang lebih 6 orang satpam disana. Berarti banyak juga korban PHK kali ini.

“Mau kemana Rida?”, tiba-tiba seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.
Rida terkejut, ada Warto dan Diman. Mereka menyeringai.
“Eh Pak, kok sudah dikunci? Aku mau pulang dulu..”, Rida menyapa mereka berdua yang
mendekatinya.
“Rida, kami bakal diberhentikan besok..”, Warto berkata.
“Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..”, Rida menjawab.
Di luar hujan mulai turun.
“Kalau begitu.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak”, tiba-tiba Diman yang lebih muda
menjawab sambil menatapnya tajam.
“I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan..”, Rida menjawab.

Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. Warto mencekal lengan Rida. Sebelum Rida tersadar,
kedua tangannya telah dicekal ke belakang oleh mereka.
“Aah! Jangan Pak!”.
Diman menarik blus warna ungu milik Rida. Gadis itu terkejut dan tersentak ketika kancing
blusnya berhamburan. “Sekarang aja Rida. Kenang-kenangan untuk seumur hidup!”.
Warto menyeringai melihat Diman merobek kaos dalam katun Rida yang berwarna putih
berenda. Rida berusaha meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus
bra hitam berendanya mencuat keluar.
“Jangann! Lepaskann!”, Rida berusaha meronta.

Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berusaha menurunkan celana panjang ungu Rida.
Kedua lelaki itu sudah sejak lama memperhatikan Rida. Gadis yang mereka tahu tubuhnya
sangat kencang dan sintal. Diam-diam mereka sering mengintipnya ketika ke kamar mandi. Saat
ini mereka sudah tak tahan lagi. Rida menyepak Diman dengan keras.
“Eit, melawan juga si Mbak ini..”, Diman hanya menyeringai.
Rida di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua peralatan di meja itu berhamburan
bersih.
“Aahh! Jangan Pak! Jangann!”, Rida mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu.
Sementara kedua tangannya terus dicekal Warto, Diman sekarang lebih leluasa menurunkan
celana panjang ungu Rida. Sepatunya terlepas.

Diperlakukan seperti itu, Rida juga mulai merasa terangsang. Ia dapat merasakan angin dingin
menerpa kulit pahanya. Menunjukkan celananya telah terlepas jatuh. Rida lemas. Hal ini
menguntungkan kedua penyiksanya. Dengan mudah mereka menanggalkan blus dan celana
panjang ungu Rida. Rida mengenakan setelan pakaian dalam berenda warna hitam yang mini dan
sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat Rida yang kencang mulai ditepuk oleh Warto bertubi-
tubi, “Plak! Plak!”.

Tubuh Rida memang kencang menggairahkan. Payudaranya besar dan kencang. Seluruh
tubuhnya pejal kenyal. Dalam keadaan menungging di meja seperti ini ia tampak sangat
menggairahkan. Diman menjambak rambut Rida sehingga dapat melihat wajahnya. Bibirnya
yang penuh berlipstik merah menyala membentuk huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di
pipinya.
“Sret!”, Rida tersentak ketika celana dalamnya telah ditarik robek.
Menyusul branya ditarik dengan kasar. Rida benar-benar merasa terhina. Ia dibiarkan hanya
dengan mengenakan stocking sewarna dengan kulitnya. Sementara penis Warto yang besar dan
keras mulai melesak di vaginanya.
“Ouuhh! Adduhh..!”, Rida merintih.
Seperti anjing, Warto mulai menyodok nyodok Rida dari belakang. Sementara tangannya
meremas-remas dadanya yang kencang. Rida hanya mampu menangis tak berdaya.

Tiba-tiba Diman mengangkat wajahnya, kemudian menyodorkan penisnya yang keras panjang.
Memaksa Rida membuka mulutnya. Rida memegang pinggiran meja menahan rasa ngilu di
selangkangannya sementara Diman memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit mengikuti
sentakan-sentakan tubuh mereka. Warto mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan.
Bibir Rida yang penuh itu terbuka lebar-lebar menampung kemaluan Diman yang terus keluar
masuk di mulutnya. Tiba-tiba Warto mencabut kemaluannya dan menarik Rida.
“Ampuunn.., hentikan Pak..”, Rida menangis tersengal-sengal.
Warto duduk di atas sofa tamu. Kemudian dengan dibantu Diman, Rida dinaikkan ke
pangkuannya, berhadapan dengan pahanya yang terbuka.

“Slebb!”, kemaluan Warto kembali masuk ke vagina Rida yang sudah basah.
Rida menggelinjang ngilu, melenguh dan merintih. Warto kembali memeluk Rida sambil
memaksa melumat bibirnya. Kemudian mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Rida masih
tersengal-sengal melayani serangan mulut Warto ketika dirasakannya sesuatu yang keras dan
basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Diman mulai memaksa menyodominya.
“Nghhmm..! Nghh! Jahannaamm..!”, Rida berusaha meronta, tapi tak berdaya.

Warto terus melumat mulutnya. Sementara Diman memperkosa anusnya. Rida lemas tak berdaya
sementara kedua lubang di tubuhnya disodok bergantian. Payudaranya diremas dari depan
maupun belakang. Tubuhnya yang basah oleh peluh semakin membuat dirinya tampak erotis dan
merangsang. Juga rintihannya. Tiba-tiba gerakan kedua pemerkosanya yang semakin cepat dan
dalam mendadak berhenti. Rida ditelentangkan dengan tergesa kemudian Warto menyodokkan
kemaluannya ke mulut gadis itu. Rida gelagapan ketika Warto mengocok mulutnya kemudian
mendadak kepala Rida dipegang erat dan..
“Crrt! Crrt!”, cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi.
Rida merasa akan muntah. Tapi Warto terus menekan hidung Rida hingga ia terpaksa menelan
cairan kental itu. Warto terus memainkan batang kemaluannya di mulut Rida hingga bersih. Rida
tersengal sengal berusaha menelan semua cairan lengket yang masih tersisa di langit-langit
mulutnya.
Mendadak Diman ikut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Rida. Kembali mulut gadis
itu diperkosa. Rida terlalu lemah untuk berontak. Ia pasrah hingga kembali cairan sperma
mengisi mulutnya. Masuk ke tenggorokannya. Rida menangis sesenggukan. Diman memakai
celana dalam Rida untuk membersihkan sisa spermanya.
“Wah.. bener-bener kenangan indah, Yuk..”, ujar Warto sambil membuka pintu belakang.
Tak lama kemudian 3 orang satpam lain masuk.
“Ayo, sekarang giliran kalian!”, Rida terkejut melihat ke-3 satpam bertubuh kekar itu.
Ia akan diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia sudah pamit dengan teman sekamarnya
Ita, bahwa ia tak pulang malam ini karena harus ke rumah saudaranya hingga tentu tak akan ada
yang mencarinya.

Rida ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang lelaki kekar yang sudah membuka
pakaiannya masing-masing hingga Rida dapat melihat batang kemaluan mereka yang telah
mengeras.
“Ayo Rida, kulum punyaku!”, Rida yang hanya mengenakan stocking itu dipaksa mengoral
mereka bergiliran.
Tubuhnya tiba-tiba di buat dalam keadaan seperti merangkak. Dan sesuatu yang keras mulai
melesak paksa di lubang anusnya.
“Akhh.., mmhh.., mhh..”, Rida menangis tak berdaya.
Sementara mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya
yang kencang dicengkeram.
“Akkghh! Isep teruss..!, Ayoo”.
Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang ketika cairan spermanya muncrat
mengisi mulut Rida. Gadis itu gelagapan menelannya hingga habis. Kepalanya dipegangi dengan
sangat erat. Dan lelaki lain langsung menyodokkan batang kemaluannya menggantikan
rekannya. Rida dipaksa menelan sperma semua satpam itu bergiliran. Mereka juga bergiliran
menyodomi dan memperkosa semua lubang di tubuh Rida bergiliran.

Tubuh Rida yang sintal itu basah berbanjir peluh dan sperma. Stockingnya telah penuh noda-
noda sperma kering. Akhirnya Rida ditelentangkan di sofa, kemudian para satpam itu bergiliran
mengocok kemaluan mereka di wajahnya, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Rida dan
mengocoknya disana, hingga secara bergiliran sperma mereka muncrat di seluruh wajah Rida.

Ketika telah selesai Rida telentang dan tersengal-sengal lemas. Tubuh dan wajahnya belepotan
cairan sperma, keringat dan air matanya sendiri. Rida pingsan. Tapi para satpam itu ternyata
belum puas.
“Belum pagi nih”, ujar salah seorang dari satpam itu.
“Iya, aku masih belum puas..”.
Akhirnya muncul ide mereka yang lain.

Tubuh telanjang Rida diikat erat. Kemudian mereka membawanya ke belakang kantornya.
Bagian belakang bank itu memang masih sepi dan banyak semak belukar. Rida yang masih
dalam keadaan lemas diletakkan begitu saja di sebuah pondok tua tempat para pemuda
berkumpul saat malam. Hujan telah berhenti tetapi udara masih begitu dinginnya. Mulut Rida
disumpal dengan celana dalamnya. Ketika malam semakin larut baru Rida tersadar. Ia tersentak
menyadari tubuhnya masih dalam keadaan telanjang bulat dan terikat tak berdaya. Ia benar-benar
merasa dilecehkan karena stockingnya masih terpasang.

Tiba-tiba saja terdengar suara beberapa laki-laki. Dan mereka terkejut ketika masuk.
“Wah! Ada hadiah nih!”, aroma alkohol kental keluar dari mulut mereka.
Rida berusaha meronta ketika mereka mulai menggerayangi tubuh sintal telanjangnya. Tapi ia
tak berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka segera menyalakan lampu listrik yang remang-
remang. Tubuh Rida mulai dijadikan bulan-bulanan. Rida hanya bisa menangis pasrah dan
merintih tertahan.

Ia ditunggingkan di atas lantai bambu kemudian para lelaki itu bergiliran memperkosanya.
Semua lubang di tubuhnya secara bergiliran dan bersamaan disodok-sodok dengan sangat kasar.
Kembali Rida bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada dan
wajahnya. Setiap kali akan pingsan, seseorang akan menampar wajahnya hingga ia kembali
tersadar.
“Ini kan teller di bank depan?”

Mereka tertawa-tawa sambil terus memperkosa Rida dengan berbagai posisi. Rida yang masih
terikat dan terbungkam hanya dapat pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih
dan merah kekuningan mengalir dari lubang pantat dan vaginanya yang telah memerah akibat
dipaksa menerima begitu banyak batang penis. Ketika seseorang sedang sibuk menyodominya,
Rida tak tahan lagi dan akhirnya pingsan. Entah sudah berapa kali para pemabuk itu
menyemprotkan sperma mereka ke seluruh tubuh Rida sebelum akhirnya meninggalkannya
begitu saja setelah mereka puas.