Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK KIMIA IV

ALIRAN FLUIDA

Disusun Oleh : Zeffa Aprilasani


NIM : 2008430039

Fakultas Teknik Kimia


Universitas Muhammadiyah Jakarta
2011
ALIRAN FLUIDA

MAKSUD DAN TUJUAN


1. Menentukan hubungan pressure drop dengan kecepatan aliran menggunakan suatu
orifice.
2. Mengamati efek perubahan diameter orifice terhadap diameter pipa dengan
melihat penurunan tinggi tekan tekanan pada tiap orifice yang digunakan.

TEORI PERCOBAAN
Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk secara permanen.
Adanya usaha mengubah bentuk suatu massa fluida, maka di dalam fluida itu akan terbentuk
lapisan-lapisan yang satu meluncur di atas lainnya sehingga mencapai bentuk baru. Selama
perubahan bentuk terdapat tegangan geser yang besarnya tergantung viscositas dan laju
luncur fluida. Jika keseimbangan tercapai semua tegangan geser akan hilang.
Fluida dapat mengalir di dalam pipa atau saluran menurut dua cara berlainan. Pada
laju aliran rendah, penurunan tekanan di dalam fluida bertambah secara langsung berdasarkan
kecepatan fluida tersebut, sedangan pada laju aliran tinggi maka pertambahan itu jauh lebih
cepat, yaitu kira-kira menurut kuadrat kecepatan. Perbedaan kedua jenis aliran ini pertama
kali dipelajari oleh Osborne Reynolds (1883).
Reynolds mempelajari kondisi dimana satu jenis aliran berubah menjadi aliran jenis
lain, dan menemukan bahwa kecepatan kritis, dimana aliran laminer berubah menjadi aliran
turbulen, bergantung pada empat buah besaran, yaitu : diameter tabung, viskositas, densiti
dan kecepatan linier rata-rata zat cair.
Pada pengamatan selanjutnya ditunjukkan bahwa transisi dari aliran laminer menjadi
aliran turbulen dapat berlangsung pada kisaran angka Reynolds yang cukup luas. Aliran
laminer selalu ditemukan pada angka reynolds di bawah 2100, tetapi bisa terdapat
pada angka Reynolds sampai beberapa ribu, yaitu dalam kondisi khusus dimana
lubang masuk tabung sangat baik kebundarannya, dan zat cair di dalam tangki sangat tenang.
Pada kondisi aliran biasa, antara 2100 dan 4000, terdapat suatu daerah transisi,
dimana jenis aliran itu mungkin laminer dan mungkin pula turbulen, tergantung pada kondisi
di lubang masuk tabung dan jaraknya dari lubang masuk tersebut.

2 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


Fluida biasa ditransportasikan di dalam pipa atau tabung yang penampangnya bundar
dan terdapat di pasaran dalam berbagai ukuran, tebal dinding dan bahan konstruksi yang
penggunaannya cepat dengan kebutuhan prosesnya. Untuk menyambung potongan-potongan
pipa atau tabung bergantung antara lain pada sifat -sifat bahan yang digunakan, tetapi
ditentukan juga oleh tebalnya pipa. Bagian-bagian tabung yang berdinding tebal biasanya
dipersambungkan dengan penyambung ulir, flens atau las. Tabung-tabung berdinding tipis
disambung dengan solder atau dengan sambungan jolak. Pipa yang terbuat dari bahan rapuh,
seperti gelas atau besi cor dipersambungkan dengan sambungan flens. Bila menggunakan
pipa sambung berulir bagian luar ujung pipa dibuat berulir dengan alat pembuat ulir. Untuk
menjamin rapatnya sambungan itu pada ujung berulir pipa itu dibalutkan terlebih dahulu oleh
pita politetraflouro etilen. Laju alir fluida merupakan fungsi dari waktu, disamping
merupakan fungsi diameter lubang dan panjang fluida, persamaan-persamaan dasar fluida
dan lain sebagainya.

SIFAT-SIFAT FLUIDA
Fluida itu dapat didefinisikan sebagai suatu benda yang tidak menahan distorsi
(perubahan bentuk) secara permanen.
Secara umum aliran fluida dapat dibedakan menjadi :
1. Fluida Incompressible (Fluida yang tidak dipengaruhi tekanan).
2. Fluida Compressible ( Fluida yang dipengaruhi tekanan ).

Fluida yang peka terhadap perubahan variable (tekanan, suhu) Bila kita mencoba
mengubah bentuk massa suatu fluida, maka di dalam fluida itu akan terbentuk lapisan-
lapisan dimana lapisan yang satu meluncur di atas yang lain, hingga mencapai suatu bentuk
baru. Selama perubahan bentuk itu terdapat tegangan geser (shear stress), yang besarnya
tergantung pada viskositas fluida dan laju luncur. Tetapi bila fluida itu sudah akan
mendapatkan bentuk akhirnya, semua tegangan geser itu akan hilang. Fluida yang dalam
keseimbangan itu bebas segala tegangan geser.
Pada suatu suhu dan tekanan tertentu setiap fluida mempunyai densitas tertentu, yang
dalam praktek keteknikan biasa diukur dalam kilogram per-meter kubik. Walupun densitas
fluida bergantung pada suhu dan tekanan, perubahan karena variabel itu mungkin besar dan
mungkin kecil.

3 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


Fluida biasanya diangkut di dalam pipa dan tabung dengan penampang lingkaran
bundar dan tersedia dalam berbagai macam ukuran, ketebalan dinding dan bahannya. Tidak
ada perbedaan antara pipa dengan tabung. Pada umumnya, pipa mempunyai panjang yang
sedang dari 20 ft - 40 ft. Tabung pada umumnya berdinding tipis dan sering dijumpai
sebagai lilitan (coils) dengan panjang beberapa ratus feet. Pipa logam dapat dibuat ulir,
sementara tabung biasanya tidak. Dinding pipa biasanya besar, tabung mempunyai dinding
yang sangat halus. Pipa disambung dengan ulir, flange atau sambungan las. Tabung
disambung dengan sambungan tekan, fitting, flare fitting atau soldered fitting.
Pipa dan tabung dapat dibuat dari berbagai macam bahan yang meliputi logam dan
logam paduan, plastik, karet, kayu, keramik, beton, asbes.
Pengukuran aliran fluida perlu dilakukan agar dapat melakukan pengendalian atas
proses-proses industri.
Berbagai jenis meteran digunakan untuk industri termasuk diantaranya :
1. Meteran yang didasarkan atas penimbangan langsung atau pengukuran
volume.
2. Meteran dengan tinggi tekan variabel .
3. Meteran penampang aliran.
4. Meteran Arus.
5. Meteran anjakan positip.
6. Meteran magnetik.
7. Meteran Ultrasonik.

Meteran yang menyangkut penimbangan langsung dan penggunaan volume sederhana


sekali tidak akan dibahas. Meteran arus seperti anemometer mangkuk atau anemometer sudu,
menggunakan elemen yang berputar pada kecepatan yang ditentukan oleh kecepatan aliran
fluida dimana meteran itu ditempatkan. Meteran anjakan-positif meliputi berbagai jenis
pompa pengukur, yang prinsipnya sama dengan pompa putar dan pompa bolak-balik.
Meteran aliran magnetik bergantung pada timbulnya potensial listrik karena gerakan fluida
yang bersifat menghantar melalui medan magnet yang seragam yang dibangkitkan dari luar.
Menurut Faraday tentang induksi elektromagnetik, tegangan listrik (voltase) yang
dibangkitkan berbanding lurus dengan kecepatan aliran fluida. Meteran aliran magnetik yang
terdapat dalam perdagangan dapat dipergunakan untuk mengukur kecepatan pada hampir
semua jenis fluida, kecuali hidrokarbon karena konduktivitas (kehantaran) listriknya terlalu

4 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


kecil. Oleh karena itu tegangan hasil induksi itu hanya bergantung pada kecepatan saja,
perubahan viskosiatas atau density tidak mempunyai pengaruh terhadap bacaan meteran itu.
Meteran ultrasonik menggunakan pergeseran frekuensi Doppler daripada sinyal-sinyal
(isyarat) listrik yang dipantulkan dari diskontinuitas seperti gelembung atau partikel zat padat
di dalam arus zat cair. Alat ini tidak mempunyai bagian yang bergerak, tidak menyebabkan
bertambahnya penurunan tekanan dan tidak pula mengganggu pola aliran fluida.
Yang paling banyak digunakan untuk mengukur aliran fluida adalah beberapa jenis
meteran tinggi tekan variabel dan meteran venturi, meteran orifice, tabung pitot, dalam
kelompok meteran penampang aliran tercakup rotameter dengan berbagai rancangan. Pada
prakteknya yaitu dilakukan untuk mengukur laju alir fluida dengan menggunakan orifice.

METERAN ORIFICE
Meteran Orifice mempunyai kelemahan tertentu dalam praktek pabrik pada
umumnya. Alat ini cukup mahal, mengambil tempat cukup besar, dan diameter leher terhadap
diameter pipa tidak dapat diubah-ubah. Untuk meteran tertentu dengan sistem manometer
tertentu pula, laju aliran maksimum yang dapat diukur terbatas sehingga apabila laju aliran
berubah, diameter leher mungkin menjadi terlalu besar untuk memberikan bacaan yang teliti,
atau terlalu kecil untuk dapat menampung laju aliran maksimum yang baru. Meteran Orifice
dapat mengatasi keberatan-keberatan terhadap venturi, tetapi konsumsi dayanya lebih tinggi.
Prinsip meteran orifice identik dengan prinsip venturi, Penurunan penampang arus
aliran melalui orifice itu menyebabkan tinggi tekan kecepatan meningkat tetapi tinggi tekan
menurun, dan penurunan tekanan antara kedua titik sadap diukur dengan manometer.
Persamaan Bernoulli memberikan dasar untuk mengkorelasikan peningkatan tinggi
tekan kecepatan dengan penurunan tinggi tekan tekanan.
Ada satu kesulitan pokok yang terdapat pada meteran orifice yang tidak terdapat pada
venturi. Oleh karena orifice itu tajam, arus fluida itu memisah disebelah hilir, disitu terbentuk
vena kontrakta.
Jet itu tidak dipengaruhi oleh dinding padat, seperti halnya pada venturi, dan luas
penampang jet itu bervariasi antara besarnya lubang orifice dan vena kontrakta. Luas
penampang pada setiap titik tertentu, umpamanya pada posisi sadap hilir tidak mudah
ditentukan, sedangkan kecepatan jet pada lokasi sadap hilir tidak dapat dihubungkan dengan
mudah dengan diameter orifice. Koefisien orifice lebih empirik sifatnya daripada venturi, dan
pengolahan kuantitatif untuk meteran orifice harus dimodifikasikan berhubungan dengan itu.

5 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


Persamaan untuk aliran orifice adalah sebagai berikut :
Co 2 gc ( Pa + Pb )
Uo = ρ
1 −β 4

Dimana : Uo = kecepatan fluida melalui orifice.


β = rasio diameter orifice terhadap diameter pipa.
Pa-Pb = tekanan pada titik A dan titik B.
Co = koefisien orifice.

Pada persamaan di atas Co adalah koefisien orifice, tanpa termasuk kecepatan datang.
Koefisien ini memberikan koreksi atas kontraksi jet fluida antara orifice dan vena kontrakta ,
Juga terhadap gesekan dan terhadap Pa dan Pb. Nilai Co selalu ditentukan d5ari percobaan.
Nilainya cukup bervariasi sesuai dengan b dan Bilangan Reynolds pada orifice, persamaan
Bilangan Reynolds sebagai berikut :
Do × U × ρ 4m
NRe = =
μ π Doμ
Dimana : Nre = Bilangan Reynold
µ = Viskositas
Do = Diameter Orifice
m = Laju alir massa
U = Kecepatan fluida melalui orifice
ρ = Densitas

PERALATAN DAN GAMBAR PERCOBAAN

1. Orifice 1

2. Gelas Ukur 8

3. Stop Watch
4. Meteran
6
5. Pompa 1 6
7
6. Pipa
7. Kelingan 5
8. Manometer

6 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


Perbedaan Orificemeter dengan Venturimeter :

Gambar: Orifice Meter

Gambar: Venturi Meter

Perbedaannya:
Orifice: plat tipis yang diflens antara dua buah flens pipa. Bentuknya sederhana, sehingga
harganya murah dan mudah untuk dipasang. Kekurangan orifice adalah kerugian headnya
tinggi dan kapasitas pengukuran rendah.
Venturi : dibuat langsung dengan pengecoran dan dihaluskan untuk memperoleh ketentuan
sesuai standar. Harganya mahal karena berat dan kapasitas pengukurannya juga tinggi, serta
kerugian headnya rendah.

7 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


PROSEDUR

1. Susun rangkaian alat untuk mengukur kecepatan aliran fluida dengan diameter
orifice tertentu.
2. Celupkan pompa ke dalam air dan aliran listrik disambungkan.
3. Catat perbedaan tekanan sebelum dan sesudah orifice dan waktu yang diperlukan
oleh fluida untuk mencapai volum penampungan tertentu (volum konstan).
4. Percobaan dilakukan kembali dengan ukuran diameter orifice yang berbeda.
5. Percobaan diulangi untuk variable waktu konstan dengan mencari volume
penampungan yang diperoleh pada waktu konstan.

DATA PENGAMATAN
Debit Fluida
No Volume
. Waktu (detik) (m3) Q (m3/detik)
1 2 0.000063 0.0000315
2 3 0.000071 0.0000237
3 4 0.000086 0.0000215

Orificemeter
Q
Val Waktu Volume (m3/deti
ve (detik) (m3) k) Δ Hc √Δ Hc
0.748
2 0.000067 0.0335 0.56 3
0.751
21
3 0.000118 0.0393 0.565 7
0.748
4 0.000123 0.0308 0.56 3
0.728
2 0.000067 0.0335 0.53 0
0.731
22
3 0.000118 0.0393 0.535 4
0.728
4 0.000123 0.0308 0.53 0

8 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


Venturimeter
Val Waktu Volume Q
ve (detik) (m3) 3
(m /detik) Δ Hc √Δ Hc
0.784
3 0.000117 0.000039 0.615 2
0.774
19
4 0.00011 0.000028 0.6 6
0.790
5 0.000115 0.000023 0.625 6
0.784
3 0.000117 0.000039 0.615 2
0.774
20
4 0.00011 0.000028 0.6 6
0.789
5 0.000115 0.000023 0.623 3

9 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


Paralel
Waktu Volume
Valve
(detik) (m3) Δ Hp √Δ Hp Kp
0.8573
2 0.00008 0.735 21 0.000044
11
0.8689
3 0.000107 0.755 07 0.000043
0.8485
2 0.00008 0.72 28 0.000044
17
0.8602
3 0.000107 0.74 33 0.000043

Paralel
Waktu Volume
Valve
(detik) (m3) Δ Hp √Δ Hp Kp
0.8573
3 0.000105 0.735 21 0.000044
11
0.8602
4 0.000135 0.74 33 0.000043
3 0.000105 (rusak) - -
15
4 0.000135 (rusak) - -

Paralel
Waktu Volume
Valve
(detik) (m3) Δ Hp √Δ Hp Kp
0.8031
3 0.000093 0.645 19 0.000047
10
0.8154
4 0.000122 0.665 75 0.000046
6 0.8246
3 0.000093 0.68 21 0.000045
4 0.000122 0.68 0.8246 0.000045
10 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida
21

Seri
Waktu Volume
Valve
(detik) (m3) Δ Hs √Δ Hs Ks
1 0.00005 (rusak) - -
15
3 0.0001 (rusak) - -
0.8062
1 0.00005 0.65 26 0.000046
16
0.7842
3 0.0001 0.615 19 0.000048

Seri
Waktu Volume
Valve
(detik) (m3) Δ Hs √Δ Hs Ks
0.8660
3 0.000095 0.75 25 0.000043
11
0.8366
5 0.000138 0.7 6 0.000045
0.7549
3 0.000095 0.57 83 0.000050
12
0.8093
5 0.000138 0.655 21 0.000046

Seri
Waktu Volume
Valve
(detik) (m3) Δ Hs √Δ Hs Ks
0.8602
2 0.000085 0.74 33 0.000043
7
0.8514
3 0.000095 0.725 69 0.000044
0.8602
2 0.000085 0.74 33 0.000043
8
0.8514
3 0.000095 0.725 69 0.000044

Seri
Waktu Volume
Valve
(detik) (m3) Δ Hs √Δ Hs Ks
0.8660
1 0.000051 0.75 25 0.000043
3
0.8602
2 0.000071 0.74 33 0.000043
0.8602
4 1 0.000051 0.74 33 0.000043
2 0.000071 0.73 0.8544 0.000044

11 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


Tee
Waktu Volume
Valve
(detik) (m3) Δ Ht √Δ Ht Kt
0.7810
3 0.000118 0.61 25 0.000048
0.7745
16
4 0.000124 0.6 97 0.000048
0.7778
5 0.000172 0.605 17 0.000048
0.7314
3 0.000118 0.535 37 0.000051
0.7713
17
4 0.000124 0.595 62 0.000049
0.7778
5 0.000172 0.605 17 0.000048

Elbow
Waktu Volume
Valve
(detik) (m3) Δ He √Δ He Ke
0.7681
4 0.000111 0.59 15 0.000049
0.7713
18
5 0.000154 0.595 62 0.000049
0.7874
6 0.000193 0.62 01 0.000048
0.7713
4 0.000111 0.595 62 0.000049
0.7713
17
5 0.000154 0.595 62 0.000049
0.7874
6 0.000193 0.62 01 0.000048

12 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


Perhitungan Co
A = 1,9793 x 10 -4 m3
β = 0,6097
gc = 9,81
ko = diperoleh dari grafik hubungan ÖDHc Vs Q, yaitu 0.00005

Co= 0.05294

Karakteristik pipa pada ∆ Hc = 0,615

Qo = 0.000037

Qo = Qp

13 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


Karakteristik Elbow
0.0000
37 = 0.000048
0.7681

Karakteristik Tee
0.0000
37 = 0.000047
0.7810

PEMBAHASAN
Bahan-bahan yang digunakan dalam pabrik kimia sedapat mungkin dalam keadaan
berupa fluida. Hal ini memungkinkan agar transportasinya mudah dan murah. Oleh sebab itu
praktikum aliran fluida penting untuk dipelajari.
Dalam praktikum ini dipelajari mengenai alat ukur fluida, yaitu berupa orifice. Untuk
keperluan tersebut digunakan variabel-variabel : diameter orifice, volume, dan waktu.
Dengan variabel-variabel tersebut dipelajari pengaruh diameter orifice terhadap
kecepatan aliran fluida dan terhadap diameter pipa berdasarkan perbedaan tekanan yang
terjadi sebelum dan seudah aliran melalui orifice.
Dalam praktikum ini kecermatan melihat perbedaan tekanan pada manometer sangat
penting. Selain itu ketepatan dalam menampung aliran fluida dengan volume yang tepat serta
mengatur waktu dengan cermat juga menentukan besar kecilnya faktor kesalahan.

KESIMPULAN
1. Faktor-faktor kesalahan yang terjadi dalam praktek terdiiri dari :
• Pengamatan, yaitu adalah kurang teliti dalam membaca manometer
• Peralatan, di antaranya adalah alat-alat yang sudah tua dan mempunyai
ketelitian yang sangat kurang (manometer).
• Pengerjaan, misalnya pemasangan orifice kurang sempurna sehingga terjadi
kebocoran pada fllange. Kemudian penadahan volume dan pencatatan waktu
kurang teliti.

14 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


• Lain-lain, seperti tegangan (voltase) listrik yang tidak konstan,
sehingga mengakibatkan laju aliran fluida tidak konstan pula.
2. Semakin besar diameter orifice maka volume yang tertampung dalam waktu
konstan akan semakin banyak.
3. Semakin besar diameter orifice maka waktu yang dibutuhkan untuk
menampung aliran fluida pada volume konstan semakin cepat.
4. Presure drop yang terjadi dipengaruhi oleh diameter orifice, dimana semakin
besar diameter orifice pressure dropnya akan semakin kecil.
5. Kecepatan aliran fluida juga dipengaruhi oleh diameter orifice, dimana
semakin besar diameter orifice maka kecepatan alirannya semakin pelan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. 2003. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia , Lab. Operasi Teknik Kimia
FT-UMJ. Fakultas Teknik, Jurusan. Kimia Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Cabe W.L, Mc. and Smith, J.C. 1956. Unit Operation of Chemical Engineering, Mc.Graw
Hill Ltd. New York
Satibi, Lukman Dr. Ir. 2003. Diktat Kuliah Operasi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Jurusan.
Kimia Universitas Muhammadiyah Jakarta.

15 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


JAWABAN TUGAS

1. Analisa kesalahan
• Pengamatan, yaitu adalah kurang teliti dalam membaca manometer
• Peralatan, di antaranya adalah alat-alat yang sudah tua dan mempunyai ketelitian yang
sangat kurang (manometer).
• Pengerjaan, misalnya pemasangan orifice kurang sempurna sehingga terjadi
kebocoran pada fllange. Kemudian penadahan volume dan pencatatan waktu kurang
teliti.
• Lain-lain, seperti tegangan (voltase) listrik yang tidak konstan, sehingga
mengakibatkan laju aliran fluida tidak konstan pula.
2. Grafik pada orificemeter dan venturimeter :

16 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida


3. Cari gambar globevalve dan gatevalve

Globe Valve

17 Praktikum Teknik Kimia IV – Aliran Fluida