Anda di halaman 1dari 52

BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.

id

PROGRAM KERJA

GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN 14003-14004


PANGKALAN SMP NEGERI 2 KERSAMANAH
GARUT
TAHUN PELAJARAN 2010-2011

GERAKAN PRAMUKA
GUGUS DEPAN 14003-14004
PANGKALAN SMP NEGERI 2 KERSAMANAH
GARUT
DISUSUN OLEH : DEDI SUSANTO, S.Pd.I

SMP NEGERI 2KERSAMANAH


Jl. Raya Sukamerang No. 30 Tlp(0262) 438893

2010

Halaman 1
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita persembahkan kehadirat Allah SWT,


yang telah memberikan kekuatan, kemampuan kepada kita
semua, sehingga kami dapat menyusun Program Kerja Gerakan
Pramuka di Pangkalan SMP NEGERI 2 KERSAMANAH periode
2010-2011
Program kerja ini merupakan pedoman pelaksanaan
pembinaan peserta didik di Gugus Depan Gerakan Pramuka SMP
NEGERI 2 KERSAMANAH periode 2010-2011
Isi dari program kerja gerakan Pramuka ini dapat dikatakan
masih belum sempurna, sehingga kekurangan ini menjadi dasar
bahan untuk dikembangkan lagi di masa yang akan datang,
sehingga dapat dihasilkan sesuatu pelaksanaan program kerja
yang lebih mantap untuk mengembangkan kepramukaan di
Pangkalan SMP NEGERI 2 KERSAMANAH
Adapun tolak ukur dari program kerja ini disusun
berdasarkan sistematika yang sangat sederhana.
Mudah-mudahan program kerja ini dapat direalisasikan
dengan tepat pada sasarannya yaitu peserta didik. Kita
menyadari bahwa semua program kerja yang telah disusun dan
akan dilaksanakan dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada
pada waktu pelaksanaannya selalu ada hambatan walaupun
tidak seluruhnya, sehingga seorang Pembina Pramuka
mengambil jalan pintas agar semua program dapat diaksanakan
dengan baik.
Akhirnya, semoga Allah SWT selalu memberikan dan
meridhoi segala perjuangan dan pengorbanan kita dalam
membina peserta didik sebagai generasi penerus yang terampil,
cerdas, disiplin, dan berakhlakul karimah.

Kersamanah Juli
2010

Halaman 2
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
Pembina,

DEDI SUSANTO,
S.PD.I

Halaman 3
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................... i


DAFTAR ISI .............................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................... 1


A. Latar Belakang ...................................................... 1
B. Landasan Hukum ................................................... 1
C. Pengertian ............................................................. 2
D. Tujuan ................................................................... 2
E. Sasaran ................................................................. 3
F. Ruang Lingkup ...................................................... 3
G. Struktur Organisasi ................................................ 3
H. Pelaksanaan Kegiatan ........................................... 4
I. Kepengurusan ....................................................... 4
BAB II MEKANISME KERJA DAN ADMINISTRASI ...................... 5
A. Mekanisme Kerja ................................................... 5
B. Pelaksanaan Latiham/Kegiatan ............................. 5
C. Administrasi Gudep ............................................... 5
BAB III PROGRAM KERJA ........................................................ 7
A. Bidang Kegiatan dan Latihan Peserta Didik .......... 7
B. Kegiatan Pendidikan Orang Dewasa ...................... 7
BAB IV ANGGARAN GUDEP .................................................... 8
BAB V PENUTUP .................................................................... 9
LAMPIRAN-LAMPIRAN ..............................................................

Halaman 4
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan
kualitas manusia Indonesia seutuhya, yaitu manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi
pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas,
kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, bertanggungjawab,
serta sehat jasmani dan rohani.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kegiatan-
kegiatan melalui jalur sekolah dan jalur luar sekolah, yaitu
dengan ekstrakurikuler. Jalur luar sekolah tersebut diantaranya
adalah pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya dilakukan
oleh Gerakan Pramuka.
Pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di sekolah
merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang
dilaksanakan di sekolah yang bersangkutan. Kegiatannya
dilaksanakan melalui Gugus Depan Gerakan Pramuka yang
berpangkalan di sekolah dan upaya pembinaan melalui proses
kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Untuk melaksanakan pendidikan kepramukaan pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah telah diterbitkan surat
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor :
533/C8/U/1995, tanggal 7 September 1995, perihal Peningkatan
Pembinaan Kegiatan Ekstrakurikuler di Bidang Kepramukaan.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka agar
pendidikan kepramukaan benar-benar dapat dilaksanakan
sebaik-baiknya dan dapat menunjang pencapaian tujuan
pendidikan nasional.

A. Landasan Hukum
1. Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961
tentang Gerakan Pramuka : Juncto, Keputusan Presiden RI

Halaman 5
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
Nomor 57 Tahun 1988 tentang Pengesahan Anggaran
Dasar Gerakan Pramuka.
2. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor
137 Tahun 1984 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugus
Depan Gerakan Pramuka.

B. Pengertian
3. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang
diselenggarakan di luar jam pelajaran biasa dalam suatu
susunan program pengajaran, di samping untuk lebih
mengaitkan antara pengetahuan yang diperoleh dalam
program kurikulum dengan keadaan kebutuhan
lingkungan, dan juga untuk pengayaan wawasan dan
sebagai upaya pemantapan kepribadian.
4. Pangkalan adalah tempat kedudukan Gugus Depan.
5. Gerakan Pramuka adalah gerakan pendidikan
kepanduan nasional Indonesia yang merupakan satu-
satunya wadah dan pembinaan generasi muda di bidang
pendidikan kepramukaan.
6. Gugus Depan (GUDEP) satuan terkecil dari Gerakan
Pramuka.
7. Pembina adalah guru di sekolah guru yang aktif
dalam Gerakan Pramuka adalah pembina yang sama
mempunyai hak untuk memberikan pembinaan.
8. Pembina GUDEP adalah guru yang diberi wewenang
untuk memegang jalannya kegiatan Pramuka yang
membawahi sekurang-kurangnya ……. orang atau 4 regu.
9. Penggalang adalah anggota Gerakan Pramuka yang
terdiri dari siswa usia 10 tahun sampai dengan usia 15
tahun.

Halaman 6
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
C. Tujuan
10. Tujuan program kegiatan ekstrakurikuler di bidang
kepramukaan adalah wadah pembinaan bagi anak-anak
dan pemuda Indonesia dengan prinsip-prinsip metodik
kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan
keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa dan
negara Indonesia, agar :
a. Menjadi manusia yang berkepribadian dan
berwatak luhur serta :
- tinggi mental, moral, budi pekerti, dan
kuat keyakinan beragamanya;
- tinggi kecerdasan dan keterampilannya;
- kuat dan sehat fisiknya;
- menjadi warga negara Indonesia yang
ber-Pancasila, serta dan patuh kepada Negara
Kesatuan Republik Indonesia

11. Tujuan pembinaan ekstrakurikuler di bidang


kepramukaan di sekolah adalah untuk menunjang kegiatan
belajar mengajar, khususnya di bidang pembinaan
kesiswaan dalam pembentukan watak dan kepribadian
siswa melalui kegiatan kepramukaan.

D. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dengan diselenggarakannya
pembinaan kepramukaan adalah sebagai berikut :
12. Kuat Keyakinan Beragamanya;
13. Tinggi Mental Dan Moralnya, Serta Berjiwa
Pancasila;
14. Sehat, Segar Dan Kuat Jasmaninya;
15. Cerdas, Tangkas Dan Terampil;
16. Berpengetahuan Luas Dan Dalam;
17. Berjiwa Kepemimpinan Dan Patritot;

Halaman 7
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
18. Berkesadaran Nasional Dan Peka Terhadap
Perubahan Lingkungan;
19. Berpengalaman Banyak.

E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembinaan Gerakan Pramuka di SMP Negeri
2 Kersamanah, mengacu kepada pola umum Gerakan Pramuka
yang meliputi segala bidang dalam Gerakan Pramuka.

F. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Gugus Depan Gerakan Pramuka diatur
dengan Keputusan Kwarnas 137 Tahun 1987 tentang Petunjuk
Penyelenggaraan Gugus Depan Pramuka. (terlampir).
B. Pelaksanaan Kegiatan
1. Pelaksanaan pembinaan Gerakan Pramuka di SMP
Negeri 2 Kersamanah mengacu kepada prinsip dasar
metodik kepramukaan yang menggunakan pandangan dan
memerlukan tiap peserta didik sebagai mahluk Tuhan,
mahluk pribadi dan mahluk sosial.
2. Para pendidik merupakan subjek didik, yang ikut
menentukan corak kegiatan kepramukaan, yaitu dengan
memperhatikan minat, bakat, kemampuan dan kebutuhan
mereka.
3. Kepramukaan juga dilandasi dengan :
a. Pendidikan yang berpusat pada Tuhan, yaitu
bahwa kegiatannya merupakan pelaksanaan kewajiban
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan
agamanya masing-masing.
b. Pendidikan yang bersifat pada anak dan
pemuda, yaitu bahwa kegiatannya dilakukan atas
prakarsa mereka dari, oleh dan untuk mereka sendiri,
serta oleh mereka pula meskipun tetap di bawah
tanggungjawab orang dewasa.

Halaman 8
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
c. Pendidikan yang berpusat pada masyarakat
yaitu bahwa kegiatannya disesuaikan dengan keadaan,
kemampuan, harapan dan kebutuhan masyarakat.

G. Kepengurusan
Susunan Pengurus Gugus Depan
d. Ka. Mabigus
e. Pembina GUDEP Putra/Putri
f. Pembantu Pembina Putra/Putri
g. Anggota (Siswa)

Halaman 9
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
BAB II
MEKANISME KERJA DAN ADMINISTRASI

A. Mekanisme Kerja
Kedudukan GUDEP Gerakan Pramuka yang berpangkalan di
sekolah adalah sebagai mitra dari OSIS yang merupakan satu-
satunya wadah organisasi siswa di sekolah. Perencanaan dan
pelaksanaan kegiatan Pramuka pada GUDEP yang berpangkalan
di sekolah dikoordinasikan dengan OSIS dan mendapat
persetujuan kepala sekolah selaku Ketua Mabigus dan
merupakan tanggungjawab bersama antara OSIS dan GUDEP
yang berpangkalan di sekolah sebagaimana diterangkan dalam
bagan koordinasi (terlampir).

B. Pelaksanaan Latihan / Kegiatan


1. Pelaksanaan latihan/kegiatan golongan peserta didik
dilakukan di pangkalan.
2. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak mungkin
dengan praktik dan tetap memperhatikan ketertiban,
keamanan, berupa kegiatan nyata yang memberi
kesempatan kepada peserta didik menerapkan
pengetahuan dan kecakapan yang sesuai dengan usia,
kemampuan jasmani dan rohani.
3. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara praktis, yaitu
; sederhana, mudah, memanfaatkan sumber daya yang
ada, dan menghemat biaya, tetapi berhasil guna dan tepat
guna.
4. Pelaksanaan latihan/kegiatan berupaya mencapai AD
Gerakan Pramuka.
5. Pelaksanaan kegiatan disusun secara berkala dalam
program latihan (terlampir)

Halaman 10
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
C. Administrasi GUDEP
Administrasi Gugus Depan merupakan alat bantu bagi
kelancaran jalannya Gugus Depan. Maka dari itu, di bawah ini
beberapa contoh administrasi yang ada di Gugus Depan dengan
format terlampir.
1. Buku Induk
a. Nomor urut
b. Nomor induk
c. Nomor tanda anggota
d. Nama anggota serta golongan
e. Agama
f. Tempat dan tanggal lahir
g. Alamat
h. Golongan darah
i.Sekolah atau pekerjaan
j.Nama orang tua/wali
k. Pekerjaan orang tua
l.Catatan pelantikan dan tingkat atau golongan
usia
m. Keterangan lain
2. Buku Keuangan
3. Buku Risalah Rapat
4. Buku Inventaris Barang
5. Buku Kegiatan
6. Buku Harian
7. Buku Data Pribadi
8. Buku Program Kerja

Halaman 11
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
BAB III
PROGRAM KEGIATAN

A. Bidang Kegiatan dan Latihan Peserta Didik


1. Pencapaian SKU
2. Meningkatkan latihan Pramuka Penggalang dari
jenjang Penggalang
- Ramu
- Rakit
- Terap
3. Pencapai SKK
Berusaha mencapai 10 macam SKK Wajib meliputi :
- 2 macam SKK keagamaan
- 2 macam SKK patriotisme dan seni budaya
- 2 macam SKK ketangkasan dan kesehatan
- 2 macam SKK keterampilan dan teknik
pembangunan
- 2 macam SKK sosial, kemanusiaan, gotong-
royong, ketertiban masyarakat dan lingkungan hidup.
- 2 macam SKK
4. Danpinru 1 kali
5. Persami (daerah dekat) 2 kali
6. Perkemahan Jauh 2 kali
7. Lomba Tingkat 1 kali
8. Bakti Masyarakat

B. Kegiatan Pendidikan Orang Dewasa


1. Mengikutsertakan Pembina atau Pembantu Pembina
dalam kegiatan pendidikan seperti KMD, KML, KPD, KPL
atau diklat lainnya.
2. Mengikutsertakan Pembina GUDEP/Pembantu
Pembina dalam pertemuan-pertemuan di
Kwarran/Kwarcab.

Halaman 12
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
BAB IV
ANGGARAN GUDEP

Anggaran GUDEP diperoleh dari :


1. Iuran anggota yang besarnya ditentukan oleh
musyawarah GUDEP
2. Bantuan Dana BOS sekolah Periode 2010/2011
3. Anggaran Pramuka yang pungut dari siswa
melalui daftar ulang yang besarnya ditentukan dalam
musyawarah GUDEP
4. Bantuan dari masyarakat yang tidak mengikat
5. Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan
Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Halaman 13
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
BAB V
PENUTUP

Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada semua


pohak yang telah memberikan kepercayaan pada kami, sehingga
kami dapat membantu dalam sesuai dengan kemampuan yang
kami miliki saat ini. Selanjutnya, kami mohon maaf sebesar-
besarnya jikalau dalam kegiatan di lapangan maupun pengadaan
administrasi yang kami buat jauh dari sempurna, kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
terwujudnya kegiatan dan program yang lebih baik di masa yang
akan datang.

Halaman 14
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
STRUKTUR ORGANISASI PASUKAN PENGGALANG

MABIGUS PEMBINA GUDEP

DEWAN KEHORMATAN PASUKAN


PENGGALANG 1 ORG PEMBINA
DEWAN PENGGALANG 3 ORG PEMBANTU

PRATAMA

• PEMIMPIN • PEMIMPIN • PEMIMPIN


REGU REGU REGU
• WK. • WK. • WK.
PEMIMPIN PEMIMPIN PEMIMPIN
• ANGGOTA • ANGGOTA • ANGGOTA
(5-8 ORG) (5-8 ORG) (5-8 ORG)

Halaman 15
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
BAGAN KOORDINASI OSIS DENGAN GUDEP

PEMBINA OSIS PEMBINA

SEKRETARIS PEMBINA
WK.

PRATAMA

SEKRETARIS BENDAHARA
WK. WK. REGU

SEKSI KETAQWAAN KEPADA


TUHAN YANG MAHA ESA

SEKSI KEHIDUPAN BERBANGSA


DAN BERNEGARA

SEKSI KEPEMIMPINAN DAN BUDI


PEKERTI LUHUR

SEKSI BERORGANISASI,
PENDIDIKAN POLITIK DAN

SEKSI KETERAMPILAN DAN


KEWIRASWASTAAN

SEKSI KESEGARAN JASMANI


DAN DAYA

Keterangan :
SEKSI PERSEPSI, APRESIASI DAN ___________ Garis Komando
KREASI
---------------- Garis Koordinasi

Halaman 16
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
LAPORAN PER SEMESTER, DATA
DAN KEGIATAN GUGUS DEPAN

I. UMUM

1. Gugus Depan : SMP Negeri


2Kersamanah
2. Alamat : Jl. Raya Sukamerang No 30
Tlp(0262) 438893
3. Tempat Berlatih : Pangkalan SMP N
2 Kersamanah

II. KEANGGOTAAN

1. Orang Dewasa
a. Pembina Gugus Depan = 4
Orang
b. Pembina dan Pembantu Penggalang = 8
Orang

2. Peserta Didik
a. Penggalang Pa
Calon …… orang, Ramu …… orang, Rakit …… orang,
Terap …… orang.

b. Penggalang Pi
Calon …… orang, Ramu …… orang, Rakit …… orang,
Terap …… orang.

3. Laporan Tingkat TKK

III. KEGIATAN

1. Gugus Depan
2. Pasukan Penggalang

IV. KEUANGAN

1. Pemasukan ……………………….. Rp.


…………………..
2. Pengeluaran ……………………….. Rp.
…………………..
Saldo ……………………….. Rp. …………………..

Dukungan Kegiatan (dilampirkan)

Kersamanah , ………………..
2010

Halaman 17
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
Pembina GUDEP,

DEDI SUSANTO, S.PD.I

Halaman 18
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
PROGRAM KERJA 4 BULAN PERINDUKAN PENGGALANG
BULAN : Juli 2010 s.d Desember 2011
TAHUN PELAJARAN 2010-2011

Bulan Jumlah
No Kegiatan Penggala Ket
7 8 9 10 ng
Penerimaan kenaikan
1
golongan
Siaga ke golongan
2
Penggalang
Latihan SKU Penggalang
3
Ramu
Ujian SKU Penggalang
4
Ramu
Latihan SKU Penggalang
5
Rakit
6 Ujian SKU Penggalan Rakit
Kenaikan tingkat menjadi
7
Penggalang Rakit
Latihan SKU Penggalang
8
Terap
9 Ujian SKU Penggalang terap
Kenaikan tingkat menjadi
10
Penggalang terap
11 Latihan SKK ……………………

Latihan SKK ……………………

12 Gladian pimpinan regu


Perkemahan dekat
13
(Persami)
14 Perkemahan jauh

15 Lomba tingkat 1

16 Bhakti masyarakat
Di sesuaika dengan
17 Kegiatan lain
jadwal lain
Mengetahui
Ka. Mabigus Pembina GUDEP

YAYAH RUSMIATI, S.Pd DEDI SUSANTO, S.PD.I


NIP. 196202071983022003 NTA : …………………..

Halaman 19
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
PROGRAM KERJA TAHUNAN PERINDUKAN PENGGALAN
GUGUS DEPAN 14003-14004
PANGKALAN SMP NEGERI 2KERSAMANAH
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Bulan
No Kegiatan 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 Ket
7 8 9 0 1 2 1 2 3 4 5 6
1 Penerimaan kenaikan golongan
2 Siaga ke golongan Penggalang
3 Latihan SKU Penggalang Ramu
4 Ujian SKU Penggalang Ramu
5 Latihan SKU Penggalang Rakit
6 Ujian SKU Penggalan Rakit
Kenaikan tingkat menjadi
7
Penggalang Rakit
8 Latihan SKU Penggalang Terap
9 Ujian SKU Penggalang terap
Kenaikan tingkat menjadi
10
Penggalang terap
11 Latihan SKK ……………………
Latihan SKK ……………………
12 Gladian pimpinan regu
13 Perkemahan dekat (Persami)
14 Perkemahan jauh
15 Lomba tingkat 1
16 Bhakti masyarakat
Disesuaikan dengan jadwal
17 Kegiatan lain
lain

Mengetahui
Ka. Mabigus Pembina GUDEP

YAYAH RUSMIATI, S.Pd DEDI SUSANTO, S.PD.I


NIP. 196202071983022003 NTA : …………………..

Halaman 20
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

SURAT KEPUTUSAN
KETUA MAJELIS PEMBIMBING GUGUS DEPAN 14003-14004
PANGKALAN SMP NEGERI 2 KERSAMANAH
NOMOR : ………… TAHUN 2010

TENTANG
SUSUNAN PEMBINA GERAKAN PRAMUKA GUDEP 14003-14004
PANGKALAN SMP NEGERI 2 KERSAMANAH

Kepala SMP N 1 Kersamanah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan


14003-14004 Pangkalan SMP NEGERI 2 KERSAMANAH

Menimbang :

1. Hasil Keputusan MUGUS ( Musyawarah Gugus Depan )


Gudep 14003/14004 Pangkalan SMP N 2 Kersamanah
Tahun 2010.
2. Memberhentikan pengurus lama periode 2009/2010
sesuai dengan hasil keputusan Musyawarah Gugus
Depan.
3. Mengangkat dan mengesahkan pengurus baru
periode 2010/2011.
4. Bahwa untuk melaksanakan kegiatan Ekstra kurikuler
Gerakan Pramuka perlu di bentuk dan disusun Jajaran
pengurus Gerakan Pramuka di pangkalan SMP N 2
Kersamanah Periode 2010\2011.
5. Demi Lancarnya keorganisasian Gerakan pramuka di
Pangkalan SMP Negeri 2 Kersamanah Perlu di bentuk
Pola dan tugas para pembina agar tertata dengan
rapih dan tertib administrasi.

Mengingat :
1.Keputusan Presiden Republik Indonesia
Nomor : 238 tahun 1961 tentang
GerakanPramuka, juncto Keputusan Presiden
Republik Indonesia Nomor 57 tahun 1988 tentang
Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
2.Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Nomor 103 tahun 1989 tentangAnggaran Rumah
Tangga Gerakan Pramuka;
3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan
Pramuka Nomor 050 tahun 1987 tentang
Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-Pokok
Organisasi Gerakan Pramuka.
4.Keputusan Kwartir Nasional Gerakan pramuka
Nomor : 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk
Penyelenggaraan Gugus Depan Gerakan
Pramuka
5.Keputusan Bersama Kwartir Nasional Gerakan
Pramuka dan Dinas Pendidikan Nasional tentang
Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka.
6. Program Kerja Gugus Depan 14003-
14004 pangkalan SMP NEGERI 2 KERSAMANAH
tahun 2010
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Pertama : Mengesahkan susunan Susunan Pengurus Gugus
depan dan Pembina Pramuka Gudep 14003-14004

Halaman 21
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
Pangkalan SMP NEGERI 2 KERSAMANAH Periode
2010/2011.
Kedua : Nama-nama yang tercantum dalam lampiran ini
dipandang cakap dan mampu melaksanakan tugas
tersebut.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
apabila terdapat kesalahan dalam keputusan ini akan
diperbaiki sebagaimana perlunya.
Ditetapkan : Kersamanah
Pada Tanggal : ...... Juli 2010
Kepala SMP NEGERI 2 KERSAMANAH
Selaku Ka. Mabigus

YAYAH RUSMIATI, S.Pd


NTA/ NIP :
196202071983022003

Halaman 22
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN


KETUA MAJELIS PEMBIMBING GUGUS DEPAN 14003-14004
PANGKALAN SMP N 2 KERSAMANAH
NOMOR : ………. TAHUN 2010

TENTANG
SUSUNAN PENGURUS DAN PEMBINA
GERAKAN PRAMUKA GUDEP 14003-14004
PANGKALAN SMP NEGERI 2 KERSAMANAH PERIODE
2010/2011

Ketua Mabigus SMP N 1 : YAYAH RUSMIATI, S.Pd

Kersamanah
Ketua Harian Mabigus SMP N 1 : HAEDAR FAUZI . A, M.Pd

Kersamanah
Sekretaris : DEDI SUSANTO, S.Pd.i
Bendahara : SURTINI, S.Pd

Pembina Putra 1. UJANG ROSIDIN, S. Pd.I

2. DEDI SUSANTO, S.Pd.I


Pembina Putri 1. NENENG S.W. S.Pd

2. PIPIH , S.Pd
Pembantu Pembina Putra ...............................................

.
Pembantu Pembina Putri ...............................................

..
Ditetapkan : Kersamanah
Pada Tanggal : ....... Juli 2010
Kepala
SMP NEGERI 2 KERSAMANAH
Selaku Ka. Mabigus

YAYAH RUSMIATI, S.Pd


: NIP. 196202071983022003

Halaman 23
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

STRUKTUR ORGANISASI
GUGUS DEPAN 14003-14004
PANGKALAN SMP N 2 KERSAMANAH TAHUN 2010/2011

Ketua
REGU
Mabigus
YAYAHPA
RUSMIATI, S.Pd

Sekretaris Wk /Ketua harian Bendahara


DEDI SUSANTO Haidar Fauzi A. M.Pd S U R T I N I, S.Pd

Pembina Putra Pembina Putri


1. Ujang Rosidin, S.Pd.I 1. Neneng NSW, S.Pd
2. Dedi Susanto, S.Pd.I 2. Pipih S.Pd

PB Pembina Putra PB Pembina Putri


1. ………………… 1. …………………
2. ………………… 2. …………………

Pengurus Dewan Galang

REGU REGU REGU REGU REGU REGU REGU REGU


PA PA PA PA PI PI PI PI

Halaman 24
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
FORMULIR PENDAFTARAN
ANGGOTA GERAKAN PRAMUKA

1. Nama Lengkap : …………………………………………

Pa/Pi

2. Tempat/Tanggal Lahir :

………………………………………………..

3. Agama : ………………………………………………..

4. Nama Orang Tua/Wali :

………………………………………………..

5. Pekerjaan Orang Tua/Wali :

………………………………………………..

6. Anak Ke : …… jumlah Sdr Pa ….. orang, Pi …..

orang

7. Golongan Darah :

………………………………………………..

8. Alamat Rumah :

………………………………………………..

………………………………………………..

………………………………………………..

9. Bakat dan Hobby :

………………………………………………..

Halaman 25
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
10. Hal yang Perlu Diperhatikan (Kebiasaan, Kesehatan, Bahasa

yang Dikuasai)

11. Pengalaman dalam Kepramukaan

Tahun ……………………… sebagai ………………………………

Tahun ……………………… sebagai ………………………………

Tahun ……………………… sebagai ………………………………

Lain-lain :

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

Halaman 26
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

DAFTAR INDUK ANGGOTA GERAKAN PRAMUKA


GUGUS DEPAN SMP NEGERI 2 KERSAMANAH
NOMOR GUDEP : 14003-14004

Sekola
N No. Gol. h/ Nama Pekerjaan Tingka
NTA Nama Agama Ket
o Induk Darah Pekerja Orang Tua Orang Tua t
an
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
.
11
.
12
.
13
.
14
.
15

Halaman 27
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

Sekola
N No. Gol. h/ Nama Pekerjaan Tingka
NTA Nama Agama Ket
o Induk Darah Pekerja Orang Tua Orang Tua t
an

16
.
17
.
18
.
19
.
20
.
21
.
22
.
23
.
24
.
25
.
26
.
27

Halaman 28
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

Sekola
N No. Gol. h/ Nama Pekerjaan Tingka
NTA Nama Agama Ket
o Induk Darah Pekerja Orang Tua Orang Tua t
an

28
.
29
.
30
.
31
.
32
.
33
.
34
.
35
.
36
.
37
.
38
.
39

Halaman 29
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

Sekola
N No. Gol. h/ Nama Pekerjaan Tingka
NTA Nama Agama Ket
o Induk Darah Pekerja Orang Tua Orang Tua t
an

40
.
41
.
42
.
43
.
44
.
45
.
46
.
47
.
48
.
49
.
50
.
51

Halaman 30
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

Sekola
N No. Gol. h/ Nama Pekerjaan Tingka
NTA Nama Agama Ket
o Induk Darah Pekerja Orang Tua Orang Tua t
an

52
.
53
.
54
.
55
.
56
.
57
.
58
.
59
.
60
.
61
.
62
.
63

Halaman 31
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

Sekola
N No. Gol. h/ Nama Pekerjaan Tingka
NTA Nama Agama Ket
o Induk Darah Pekerja Orang Tua Orang Tua t
an

64
.
Kersamanah , …………………………..
2010
Pembina GUDEP,

DEDI SUSANTO, S.PD.I

Halaman 32
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

PENERIMAAN DAN PENGELUARAN UANG


GUGUS DEPAN
Bulan : ……………………..
Pengeluar
No. Penerimaan
Tgl Uraian an Ket
Bukti (Rp)
(Rp)

Kersamanah , ……………… 2010


Pembina GUDEP,

DEDI SUSANTO, S.PD.I

Halaman 33
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

DAFTAR INVENTARIS
GUGUS DEPAN

Kode Jumlah Cara/Tgl. Kondisi/


No Nama Barang Merk/Type Harga
Barang Barang Pengadaan Ket

Kersamanah , …………………………..
2010
Pembina GUDEP,

Halaman 34
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

DEDI SUSANTO, S.PD.I

Halaman 35
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
BUKU TAMU GUGUS DEPAN

No Nama Alamat Jabatan Tujuan Saran/Pesan Paraf

Kersamanah , ……………………….. 2010


Pembina GUDEP,
DEDI SUSANTO, S.PD.I

Halaman 36
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
JADWAL ACARA LATIHAN

Hari : ……………………………
Tanggal : ……………………………
Waktu : ……………………………

Acara
N Petuga
Waktu Sasaran Pengga Alat Ket
o Pokok s
nti

Halaman 37
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
CATATAN PRIBADI ANGGOTA PRAMUKA

1. Nama lengkap ............................. Nama Panggilan................


2. Tempat tanggal lahir ...............................................................
3. A g a m a .................................................................................
4. Masuk pramuka tgl ..................................................................
5. Sifat baik yang perlu dikembangkan .......................................
6. Sifat-sifat yang kurang baik perlu dikurangi ............................
7. Kepemimpinan yang pernah dialami/diikuti ............................
8. Peristiwa-peristiwa penting selama menjadi anggota pramuka
.................................................................................................
9. Observasi terhadap pribadi anggota :
• Kecerdasan....................................:
• Gotong-royong...............................:
• Disiplin...........................................:
• Kegembiraan.................................:
• Suka menolong/membantu...........:
• Loyalitas........................................:
• Kejujuran.......................................:
• Inisiatif...........................................:
• Kepribadian/mentalitas ................:
• Kreatifitas......................................:
• Pengabdian ...................................:

No Peristiwa Penting Tanggal Tempat


1 Naik Golongan Penggalang
2 Dilantik Penggalang
3 Menjadi Penggalan Ramu
4 Menjadi Penggalan Rakit
5 Menjadi Penggalan Terap

10. Kegiatan kepramukaan/kegiatan lain yang pernah diikuti ......


11. Penyakit/gangguan kesehatan yang pernah diderita ..............
12. Mutasi anggota tanggal ..........................................................

Halaman 38
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
JADWAL ACARA LATIHAN

Hari : ……………………………
Tanggal : ……………………………
Waktu : ……………………………
Pokok Permasalahan : ……………………………
Pencatat : ……………………………

No Permasalahan Pemecahan Keterangan

Halaman 39
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
DAFTAR HADIR KEGIATAN RUTIN
Hari : …………………………………………………………..
Tanggal : …………………………………………………………..
Materi : …………………………………………………………..
Pemberi materi : …………………………………………………………..
Tempat Kegiatan : …………………………………………………………..
TINGKATAN
N TANDA
NAMA LENGKAP NTA PENGGALA
o TANGAN
NG
1. 1
2. 2
3. 3
4. 4
5. 5
6. 6
7. 7
8. 8
9. 9
1 10
0.
1 11
1.
1 12
2.
1 13
3.
1 14
4.
1 15
5.
1 16
6.
1 17
7.
1 18
8.
1 19
9.
2 20
0.
2 21
1.
2 22
2.
2 23
3.
2 24
4.

Halaman 40
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
2 25
5.
2 26
6.
2 27
7.
2 28
8.
2 29
9.
3 30
0.
3 31
1.
Kersamanah,
……………………
Pembina

(……………………………..)

Halaman 41
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 24 TAHUN 2009

TENTANG

PENGESAHAN ANGGARAN DASAR


GERAKAN PRAMUKA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka


diperlukan Anggaran Dasar yang mencerminkan aspirasi, visi, dan
misi seluruh Gerakan Pramuka Indonesia, sehingga secara efektif
dapat dijadikan landasan kerja Gerakan Pramuka Indonesia;
B. Bahwa untuk mewujudkan upaya sebagaimana dimaksud pada huruf
a, telah dilaksanakan penyempurnaan atas Anggaran Dasar
Gerakan Pramuka melalui pembahasan dalam Musyawarah
Nasional Gerakan Pramuka yang berlangsung dari tanggal 15
sampai dengan 18 Desember 2008 di Cibubur, Jakarta;
C. Bahwa sehubungan dengan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam
huruf a dan huruf b, dipandang perlu mengesahkan Anggaran Dasar
Gerakan Pramuka yang dihasilkan dan ditetapkan dalam
Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka pada tanggal 15 sampai
dengan 18 Desember 2008 di Cibubur, Jakarta, dengan Keputusan
Presiden;

Mengingat : Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia


Tahun 1945;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN


DASAR GERAKAN PRAMUKA.

Pasal 1

Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaimana


terlampir dalam Keputusan Presiden ini.

Pasal 2

(1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat memberikan bantuan


pendanaan dalam rangka pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka.
(2) Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara cq.
Kementerian Negara yang bertanggung jawab di bidang
kepemudaan dan olah raga.

Halaman 42
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
(3) Bantuan Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Pasal 3
Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden
Nomor 104 Tahun 2004 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan
Pramuka, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 4

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 15 September 2009
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

ttd

Dr. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Halaman 43
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id

LAMPIRAN
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 24 Tahun 2009
TANGGAL : 15 September 2009

ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA

PEMBUKAAN

Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan
makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia yang
mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Adicita itu
pulalah yang merupakan dorongan para Pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda
pada tanggal 28 Oktober 1928. Untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan,
dan dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah Rakyat Indonesia berjuang untuk
kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus
1945.
Kemerdekaan ini merupakan karunia dan berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
Bahwa gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan
bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membentuk Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, gerakan kepanduan nasional Indonesia
mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu. Jiwa
kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu
dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan
mandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selama-lamanya.
Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa
dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa
berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab.
Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan
nasional, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum
muda melalui kepramukaan, dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda,
mewujudkan masyarakat madani, dan melestarikan keutuhan:
- negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika;
- ideologi Pancasila;
- kehidupan rakyat yang rukun dan damai;
- lingkungan hidup di bumi nusantara.
Bahwa dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal-hal tersebut, Gerakan
Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui kepramukaan, sebagai bagian
pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode
Kepramukaan.
Atas dasar pertimbangan dan makna yang terkandung dalam uraian di atas, maka
disusunlah anggaran dasar Gerakan Pramuka.

Halaman 44
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
ANGGARAN DASAR

BAB I
NAMA, STATUS, TEMPAT, DAN WAKTU

Pasal 1
Nama, Status, dan Tempat
(1) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja Muda
Karana.
(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang berstatus badan hukum.
(3) Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

Pasal 2
Waktu
(1) Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan ditetapkan dengan
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961,
sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional Indonesia.
(2) Hari Pramuka adalah tanggal 14 Agustus.

BAB II
ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI

Pasal 3
Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila.

Pasal 4
Tujuan
Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan
keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga menjadi :
a. Manusia berwatak, kepribadian, dan berbudi pekerti luhur yang :
1) Tinggi moral, spiritual, kuat mental, sosial, intelektual, emosional dan fisiknya;
2) Tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya;
3) Kuat dan sehat jasmaninya.
b. Warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada
Negara Keatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan
berguna, yang dapat membangun dirinya sediri secara mandiri serta bersam-sama
bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap
sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional.

Pasal 5
Tugas Pokok
Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi
kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik,
bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun
dunia yang lebih baik.

Pasal 6
Fungsi
Gerakan Pramuka berfungsi sebagai organisasi pendidikan non formal, di luar
sekolah dan di luar keluarga, dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi
muda berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan,
Metode Kepramukaan, dan Motto Gerakan Pramuka yang pelaksanaannya disesuaikan
dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia.

BAB III

Halaman 45
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
SIFAT, UPAYA, DAN USAHA

Pasal 7
Sifat
(1) Gerakan Pramuka adalah Organisasi kepanduan nasional Indonesia sebagai lembaga
pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan.
(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat
sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.
(3) Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah
satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis.
(4) Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan melaksanakan pendidikan
bagi kaum muda, khususnya pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar
keluarga.
(5) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk
agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan
kepercayaannya itu.

Pasal 8
Upaya dan Usaha
(1) Segala upaya dan usaha Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan
Pramuka.
(2) Upaya dan usaha untuk mencapaai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak,
mental, emosional, jasmani, dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan
melalui berbagai kegiatan kepramukaan.
(3) Untuk menunjang upaya dan usaha serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka,
diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi, personalia,
perlengkapan, dana, komunikasi, dan kerjasama.

BAB IV
SISTEM AMONG, PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN,
KODE KEHORMATAN, METODE KEPRAMUKAAN, MOTTO
DAN KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA

Pasal 9
Sistem Among
(1) Sistem pendidikan dalam Gerakan Pramuka berlandaskan Sistem Among.
(2) Sistem Among merupakan proses pendidikan yang memberntuk anggota Gerakan
Pramuka berjiwa merdeka, disiplin, dan mandiri dalam kerangka saling ketergantungan
antar manusia.
(3) Pelaksanaan sistem Among menerapkan prinsip kepemimpinan :
a. Ing ngarso sung tulodo;
b. Ing madyo mangun karso;
c. Tut wuri handayani.

Pasal 10
Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
(1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang
membedakan kepramukaan dari pendidikan lain.
(2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses
pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan.
(3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan
kepentingan, kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat.

Pasal 11

Halaman 46
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
Prinsip Dasar Kepramukaan
(1) Prinsip Dasar Kepramukaan meliputi nilai dan norma dalam kehidupan seluruh anggota
Gerakan Pramuka.
(2) Nilai dan norma dimaksud mencakup :
a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
c. peduli terhadap diri pribadinya;
d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.
(3) Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai :
a. norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka;
b. landasan Kode Etik Gerakan Pramuka;
c. landasan sistem nilai Gerakan Pramuka;
d. pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka;
e. landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan
tujuannya.

Pasal 12
Metode Kepramukaan
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui :
a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
b. belajar sambil melakukan;
c. sistem beregu;
d. kegiatan di alam terbuka yang mengandung pendidikan dan sesuai dengan
perkembangan rohani dan jasmani peserta didik;
e. kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan;
f. sistem tanda kecakapan;
g. sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
h. kiasan dasar.

Pasal 13
Kode Kehormatan Pramuka
(1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan
Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat
pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.
(2) Kode Kehormatan Pramuka merupakan Kode Etik anggota Gerakan Pramuka baik
dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat sehari-hari yang diterimanya dengan
sukarela serta ditaati demi kehormatan dirinya.
(3) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan
golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu :
a. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma;
b. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka
Penggalang dan Dasadarma;
c. Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega terdiri atas
Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasadarma;
d. Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa
dan Dasadarma.

Pasal 14
Motto Gerakan Pramuka
(1) Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk
mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan
berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan Kode Kehormatan.
(2) Motto Gerakan Pramuka adalah : “Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan.”

Halaman 47
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
Pasal 15
Kiasan Dasar
Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar yang
bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa.

BAB V
ORGANISASI

Pasal 16
Anggota
(1) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas :
a. Anggota biasa :
1) Anggota muda : Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.
2) Anggota dewasa : Pembina Pramuka, Pembantu Pembina Pramuka, Pelatih
Pembina Pramuka, Pembina Profesional, Pamong Saka, Instruktur Saka, Pimpinan Saka,
Andalan, Pembantu Andalan, Anggota Majelis Pembimbing.
b. Anggota kehormatan : orang-orang yang bersimpati dan berjasa kepada Gerakan
Pramuka.
(2) Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugusdepan sebagai anggota
tamu.

Pasal 17
Hak dan Kewajiban
(1) Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban.
(2) Hak dan kewajiban tersebut akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan
Pramuka.

Pasal 18
Pramuka Utama
Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama.

Pasal 19
Jenjang Organisasi
Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang sebagai berikut :
a. Anggota muda Gerakan Pramuka dihimpun dalam gugusdepan dan anggota
dewasa dihimpun di Kwartir.
b. Gugusdepan-gugusdepan dikoordinasikan oleh Kwartir Ranting yang meliputi
suatu wilayah Kecamatan/Distrik.
c. Ranting-ranting dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Cabang yang
meliputi wilayah Kabupaten/Kota.
d. Cabang-cabang dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Daerah yang
meliputi wilayah Propinsi.
e. Daerah-daerah dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Nasional yang
meliputi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
f. Di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat dibentuk gugusdepan di
bawah pembinaan Kwartir Nasional.

Pasal 20
Kepengurusan
(1) Di tingkat Gugusdepan, Gerakan Pramuka dipimpin oleh pembina gugusdepan.
(2) Di tingkat Ranting, Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir
Ranting.
(3) Di tingkat Cabang, Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir
Cabang.

Halaman 48
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
(4) Di tingkat Daerah, Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir
Daerah.
(5) Di tingkat Nasional, Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir
Nasional.
(6) Pergantian Pengurus Gerakan Pramuka dilaksanakan pada waktu musyawarah.
(7) Kepengurusan baru dalam jajaran Ranting sampai dengan Nasional terdiri dari unsur
Pengurus lama dan Pengurus baru.

Pasal 21
Satuan Karya Pramuka
(1) Satuan Karya Pramuka disingkat Saka, adalah wadah pendidikan guna menyalurkan
minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan
kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya, untuk
melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara, sesuai dengan
aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka
peningkatan ketahanan nasional.
(2) Saka di tingkat Kwartir dipimpin secara kolektif oleh Pimpinan Saka.
Pimpinan Saka adalah bagian integral dari Kwartir.

Pasal 22
Dewan Kerja
Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir yang berfungsi sebagai wahana
kaderisasi kepemimpinan, dan bertugas mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan
Pramuka Pandega.

Pasal 23
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka
(1) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari
kwartir dan berfungsi sebagai wadah pendidikan dan pelatihan anggota Gerakan
Pramuka.
(2) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka berada di tingkat cabang, daerah,
dan nasional.

Pasal 24
Pusat Penelitian dan Pengembangan Gerakan Pramuka
(1) Pusat Penelitian dan Pengembangan Gerakan Pramuka merupakan bagian integral
kwartir dan berfungsi sebagai wadah penelitian dan pengembangan Gerakan Pramuka.
(2) Pusat Penelitian dan Pengembangan Gerakan Pramuka berada di tingkat daerah dan
nasional.

Pasal 25
Bimbingan
(1) Kwartir Nasional diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris,
materiil, dan finansial oleh Majelis Pembimbing Nasional yang diketuai oleh Presiden
Republik Indonesia dengan beranggotakan pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat
yang memiliki perhatian dan kepedulian kepada Gerakan Pramuka.
(2) Kwartir Daerah diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris,
materiil, dan finansial oleh Majelis Pembimbing Daerah yang diketuai oleh Gubernur
dengan beranggotakan pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat yang
memiliki perhatian dan kepedulian kepada Gerakan Pramuka.
(3) Kwartir Cabang diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris,
materiil, dan finansial oleh Majelis Pembimbing Cabang yang diketuai oleh
Bupati/Walikota dengan beranggotakan pejabat pemerintah kabupaten/kota dan tokoh
masyarakat yang memiliki perhatian dan kepedulian kepada Gerakan Pramuka.

Halaman 49
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
(4) Kwartir Ranting diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris,
materiil, dan finansial oleh Majelis Pembimbing Ranting yang diketuai oleh
Camat/Kepala Distrik dengan beranggotakan pejabat pemerintah kecamatan/distrik
dan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian dan kepedulian kepada Gerakan
Pramuka.
(5) Gugusdepan diberi bimbingan dalam bentuk nasehat tentang organisasi dan program
serta bantuan materi dan keuangan oleh Majelis Pembimbing Gugusdepan yang
diketuai oleh seorang Ketua yang dipilih dari dan oleh anggota dengan beranggotakan
orang tua anggota muda dan tokoh masyarakat di lingkungan Gugusdepan.
(6) Satuan Karya Pramuka diberi bimbingan dalam bentuk nasehat tentang organisasi dan
program serta bantuan materi dan keuangan oleh Mejelis Pembimbing Saka yang
diketuai oleh seorang Ketua yang dipilih dari dan oleh anggota dengan beranggotakan
pejabat pemerintah dan/atau pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

Pasal 26
Pemeriksaan Keuangan
(1) Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah lembaga independen yang
dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah
Gerakan Pramuka.
(2) Lembaga Pemeriksa Keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan
Kwartir.
(3) a. Personalia Lembaga Pemeriksa Keuangan terdiri atas 5 (lima) orang anggota
Gerakan Pramuka ditambah seorang staf yang memiliki kompetensi dalam bidang
keuangan.
b. Lembaga Pemeriksa Keuangan dibantu oleh Akuntan Publik.
(4) Lembaga Pemeriksa Keuangan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Penyelenggaraan.

BAB VI
MUSYAWARAH DAN REFERENDUM

Pasal 27
Musyawarah
(1) Musyawarah Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka, di
tingkat kwartir/satuan/gudep.
(2) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat nasional, daerah, dan cabang
diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali.
(3) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat ranting dan gugusdepan diselenggarakan 3
(tiga) tahun sekali.
(4) Pimpinan Musyawarah Gerakan Pramuka adalah suatu presidium yang dipilih oleh
musyawarah tersebut.
(5) Acara pokok dan ketentuan lain dalam Musyawarah Gerakan Pramuka diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Pasal 28
Referendum
Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat
menyelenggarakan suatu referendum.

BAB VII
PENDAPATAN DAN KEKAYAAN

Pasal 29
Pendapatan
Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari:
a. Iuran anggota;

Halaman 50
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
b. Bantuan majelis pembimbing;
c. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat
d. Bantuan Pemerintah/Pemerintah daerah melalui APBN/APBD yang tidak mengikat
dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara/keuangan daerah;
e. Sumber lain yang tidak bertentangan, baik dengan peraturan perundangundangan
maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka;
f. Usaha dana, badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka.

Pasal 30
Kekayaan
(1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta hak
milik intelektual.
(2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan
berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Mabi.

BAB VIII
ATRIBUT

Pasal 31
Lambang
Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa.

Pasal 32
Bendera
Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang, berukuran tiga banding dua,
warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah, di atas
dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang
bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”.

Pasal 33
Panji
Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia
yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor
448 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961.

Pasal 34
Himne
Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka.

Pasal 35
Pakaian Seragam dan Tanda-tanda
Untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan disiplin, anggota
Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya.

BAB IX
ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 36
Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
(1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah
Tangga Gerakan Pramuka.
(2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan
Pramuka dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

Halaman 51
BY. DEDI SUSANTO, S.Pd.I //owot3rut@yahoo.co.id
BAB X
PEMBUBARAN

Pasal 37
Pembubaran
(1) a. Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan
Pramuka yang khusus diadakan untuk itu.
b. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga
jumlah daerah.
c. Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka
dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurangkurangnya dua pertiga jumlah
daerah.
d. Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui
dengan suara bulat.
(2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan, maka cara penyelesaian harta benda milik
Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang mengusulkan
pembubaran itu.

BAB XI
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Pasal 38
Perubahan Anggaran Dasar
(1) Perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka hanya dapat dilakukan dalam
Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh utusan daerah sekurang-kurangnya dua
pertiga jumlah daerah.
(2) Usul perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah
Nasional jika disetujui oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah suara yang
hadir.

BAB XII
PENUTUP

Pasal 39
Penutup
Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang
diselenggarakan di Komplek Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur Jakarta pada tanggal 15
sampai dengan 18 Desember 2008.

Jakarta, 18 Desember 2008


Presidium Munas Gerakan Pramuka Tahun 2008,

Ketua
ttd,
Dr. Amoroso Katamsi, Sp.KJ, MM

Sekretaris Anggota
ttd, ttd,
Ir. M. Arfandy Idris Prof. DR. Ir. H. Isril Berd, SU

Anggota Anggota
ttd, ttd,
Yoseph Pangkur Soong, SH Drs. H. Adang Rukhiyat, M.Pd

Halaman 52